Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) akhirnya ditetapkan akan dilaksanakan pada akhir Syawal, tepatnya 27 – 30 Syawal 1433 H, atau 14 – 17 September 2012.

Penetapan tanggal dilakukan dalam Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, di kantor PBNU Jakarta, Rabu (25/4), yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah lengkap.

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H

Sebelumnya Munas dan Konbes NU diagendakan pada akhir bulan Jumadil Akhir 1433 H, tepatnya pada 17 - 20 Mei 2012 mendatang. Penundaan dilakukan terkait dengan kesiapan pihak tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Kempek, Cirebon.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebenarnya pihak Pesantren Kempek meminta agar Munas dan Konbes diadakan pada akhir Juni 2012, karena pada waktu itu persiapan diperkirakan sudah selesai dan bertepatan dengan liburan sekolah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun menurut Rais Aam, akhir Juni bertepatan dengan bulan Sya’ban yang biasanya padat dengan kegiatan pondok pesantren. Sementara Munas juga tidak mungkin diadakan pada bulan Ramadhan atau pada bulan Dzulhijjah atau musim haji.

Rapat harian yang dipimpin oleh Katib Aam PBNU KH Malik Madani akhirnya memutuskan munas diselenggarakan pada akhir bulan Syawal 1433 H.

Menurut Sekretaris Ketua Panitia Dr H Syahrizal Syarif, rapat harian juga menyepaki tema yang akan diangkat dalam Tema yang diangkat dalam Munas dan Konbes kali ini, yaitu “Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Aktivitas solidaritas untuk aktivis anti-tambang Salim Kancil dan Tosan terus bergulir, Jumat (2/10) lalu, sedikitnya 100 massa dari berbagai ormas yang ada di Surabaya mengadakan doa bersama dan istighotsah di Taman Apsari, tepat di depan gedung Grahadi Surabaya Jawa Timur.

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Aliansi ini terdiri dari para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, PCNU, Walhi Jawa Timur, Pusat Hak Asasi Manusia, Gusdurian, Ecoton, CRIS Foundation, CMARS, LPBP Waduk Depat, Kolektif Mata Rantai, dan LBH Kota Surabaya.

KH Saiful Halim yang memimpin acara tersebut menyatakan, acara ini digelar guna mendoakan almarhum Salim Kancil agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa dan kebenaran yang telah diperjuangkannya tidak sia-sia. “Kami juga berdoa untuk masyarakat yang berada di sepanjang pantai pesisir selatan agar tidak ada yang menjadi ‘Salim’ berikutnya, sebagai korban konflik sosial,” harap Kiai Saiful.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut dia, pembukaan penambangan pasir besi di sepanjang pesisir selatan dari Banyuwangi hingga Lumajang menuai protes dari masyarakat, sehingga pemerintah kabupaten setempat harus tegas menolak penambangan yang menjadi pemicu konflik horisontal antarmasyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan mengatakan, tragedi berdarah di Desa Selok Awar-awar Lumajang bisa saja terjadi di wilayah-wilayah lain, apabila tidak ada langkah preventif sejak dini. “Karena masyarakat sudah tegas menolak penambangan pasir di sana,” tegasnya.

Sementara itu Direktur CMARS, Inoeng, dalam orasinya menyatakan, kasus terbunuhnya aktivis anti-tambang Salim Kancil harus menjadi pelajaran semua pihak dan agar pemerintah tidak gegabah untuk menerbitkan izin penambangan yang sudah jelas ditolak oleh masyarakat setempat, harus ada upaya evaluasi dalam pembangunan daerah.

"Kami mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim Kancil dan Tosan yang menjadi korban kekerasan para penguasa desa setempat. Tangkap dan adili aktor intelektual dibalik terbunuhnya Salim Kancil," tegasnya.

Sebelumnya, aksi serupa juga telah banyak diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, termasuk melalui penandatangan petisi di situs elektronik change.org. Petisi yang menuntut pengusutan tuntas kasus Salim Kencil tersebut ditujukan kepada Kapolri, Pemkab Lumajang, LPSK, Komnas HAM, dan KPAI. (Najih/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Habib, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali akan menghadiri Silaturahmi Internasional ke-11 Nahdlatul Ulama (NU) yang digagas Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi di Mekkah pada 11 November. Demikian keterangan Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi KH Fuad Abdul Wahab, Selasa (9/11). Undangan resmi ke Menag sudah disampaikan di sela-sela ibadah haji.



Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU

"Insya-Allah, Pak Suryadharma Ali dapat menghadiri Silaturrahmi Internasional ke-11 NU,"kata Fuad Abdul Wahab. Kegiatan Silaturrahmi Internasional NU dilaksanakan secara rutin sejak 1999 dengan mengambil tempat di Makkah atau dilaksanakan beberapa saat menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Fuad, Silaturrahmi Internasional ke-11 NU 2010 yang mempertemukan aktivis NU Luar Negeri dari berbagai belahan dunia akan dipusatkan di Rubat Jawiyah, Misfalah, Makkah Al Mukarromah. Selain dihadiri Kemenag Suryadharma Ali yang juga kader NU, Silaturrahmi Internasional NU juga akan dihadiri sejumlah tokoh ormas berlogo bola dunia dan bintang sembilan tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul UIama (PBNU) Prof KH Said Aqiel Siradj, Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi, dan Mustaysyar PBNU KH Maemun Zubair juga dijadwalkan hadir. Tokoh NU lainnya yang akan hadir yaitu Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah, KH Hafidz Usman, KH Syukron Makmun, KH Manarul Hidayat dan KH Nur Muhammad Iskandar SQ.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Fuad Abdul Wahab menjelaskan, PCINU yang akan mengirimkan delegasinya berjumlah 11 cabang yaitu Arab Saudi, Sudan, Yaman, Mesir, Syria, Jordan, Libanon, Iraq, Maroko, Libia, Inggris, dan Malaysia. Silaturrahmi Internasional ke-11 NU mengambil tema "Memperkuat Khidmat NU Luar Negeri untuk Bangsa" akan dilangsungkan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.

"Kami sengaja mengambil tanggal 11 November dengan pertimbangan jamaah haji sudah berkumpul di sekitar Mekkah serta hari tersebut sangat bersejarah terkait dengan peristiwa hari pahlawan 11 November di mana NU memainkan peran penting,"tutur Fuad Abdu Wahab. (amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dari kitab suci Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut disebut dengan ayat sajdah. Di dalam mushaf Al-Qur’an ayat-ayat sajdah ini biasanya bisa diketahui dengan adanya tanda tertentu seperti tulisan kata as-sajdah dengan tulisan Arab di pinggir halaman sebaris dengan ayatnya, atau adanya gambar seperti kubah kecil di akhir ayat. Ketika ayat sajdah dibaca orang yang membaca atau yang mendengarnya disunahkan untuk bersujud satu kali baik dalam keadaan shalat maupun di luar shalat.

Disyariatkannya sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat sajdah didasarkan pada beberapa hadits di antaranya:

Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Sujud Tilawah

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? , ? ? ? , ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya: “Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, “celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adalah nabi membacakan Al-Qur’an kepada kita, maka ketika melewati ayat As-Sajdah beliau bertakbir dan bersujud, dan kami pun bersujud bersamanya.”

Tata Cara Sujud Tilawah

Di luar shalat ketika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah dan ia berkehendak untuk melakukan sujud tilawah maka yang mesti ia lakukan adalah memastikan dirinya tidak berhadats dan tidak bernajis dengan cara berwudlu dan mensucikan najis yang ada. Setelah itu menghadapkan diri ke arah kiblat untuk kemudian bertakbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan. Setelah berhenti sejenak lalu bertakbir lagi untuk turun bersujud tanpa mengangkat kedua tangan. Setelah sujud satu kali lalu bangun untuk kemudian duduk sejenak tanpa membaca tahiyat dan mengakhirinya dengan membaca salam.

(Baca juga: Ini Perbedaan Hadats dan Najis)Apakah harus berdiri sebelum melakukan sujud tilawah? Para ulama Syafi’iyah berbeda pendapat dalam hal ini. Syekh Abu Muhammad, Qadli Husain dan lainnya lebih menyukai sujud tilawah dilakukan dengan cara dimulai dari berdiri dan berniat lebih dahulu. Namun pendapat ini diingkari oleh Imam Haramain dengan mengatakan, “Saya tidak melihat untuk masalah ini adanya penuturan dan dasar.” Apa yang menjadi pendapat Imam Haromain ini dipandang oleh Imam Nawawi sebagai pendapat yang lebih benar dan karenanya yang dipilih adalah tidak berdiri untuk sujud tilawah (lihat Yahya bin Syaraf Al-Nawawi, Raudlatut Thâlibîn wa ‘Umdatul Muftîn, (Beirut: Al-Maktab Al-Islamy, 1991), jil. I, hal. 321 – 322).

Sedangkan melakukan sujud tilawah dalam keadaan sedang shalat dengan cara setelah dibacanya ayat sajdah maka bertakbir tanpa mengangkat tangan untuk kemudian turun bersujud satu kali. Setelah itu bangun dari sujud untuk berdiri lagi dan melanjutkan shalatnya. Bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di tengah surat maka ia kembali melanjutkan bacaan suratnya hingga selesai dan ruku’. Namun bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di akhir surat maka setelah bangun dari sujud tilawah ia sejenak berdiri atau lebih disukai membaca sedikit ayat lalu diteruskan dengan ruku’ dan seterusnya.

Perlu diketahui, Dr. Musthafa Al-Khin dalam kitabnya al-Fiqhul Manhaji memberikan peringatan bahwa takbiratul ihram dan membaca salam merupakan syarat sujud tilawah. Syarat yang lainnya adalah sebagaimana syarat shalat pada umumnya seperti menghadap kiblat, suci dari hadas dan najis, dan sebagainya (lihat Musthafa Al-Khin, al-Fiqhul Manhaji [Damaskus: Darul Qalam, 2013], jil. I, hal. 175 – 176).

Adapun bacaan yang sunah dibaca ketika sujud tilawah sebagaimana disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thâlibîn adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sajada wajhiya lil ladzî khalaqahû wa shawwarahû wa syaqqa sam’ahû wa basharahû bi haulihî wa quwwatihî.”

Juga disunahkan membaca do’a:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Allâhummaktub lî bihâ ‘indaka ajraa, waj’alhâ lî ‘indaka dzukhran, wa dla’ ‘annî bihâ wizran, waqbalhâ minnî kamâ qabiltahâ min ‘abdika dâwuda ‘alaihissalâm.”

Namun demikian—masih menurut Imam Nawawi—bila yang dibaca adalah do’a yang biasa dibaca saat sujud di waktu shalat maka diperbolehkan. Wallahu a’lam(Yazid Muttaqin)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya digunakan untuk tempat Pasar Darurat Sementara Pasar Klewer, kini semakin bertambah ramai, seiring dipenuhi penjual aneka dagangan, yang memeriahkan Sekatenan.

Pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, puluhan pedagang telah memadati kawasan Jalan Paku Buwono dan sekeliling pagar Alun-alun Utara atau dikenal Alun-alun Lor.

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi, pada tahun ini sudah dimulai sejak Kamis (1/12). Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Malam Sekatenan-nya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Senin (12/12) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Nahdlatul, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berupaya mencegah kontaminasi ideologi kalangan remaja Ahlussunah wal-Jamaah yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Upaya itu dibungkus dengan pesantren kila (Sanlat) dan bimbingan belajar (bimbel) pasca-Ujian Nasional (BPUN) 2013 di Gedung PCNU Kota bandung Jl. Yuda no.03, Kebon Kalapa, Kota Bandung, Ahad (5/5) dimulai pukul 13.00 WIB.

Ketua pelaksana, Ujang Miftahudin, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membantu generasi muda dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan juga sebagai upaya untuk menjegah kontaminasi ideologi yang dewasa ini terjadi di kalangan remaja, “Seperti dalam temanya, “Subbanul yaum rijalul ghod”, pemuda hari ini adalah generasi penerus masa yang akan datang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, menegaskan, Dengan ideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah diharapkan dapat membackup generasi muda sebagai penerus bangsa untuk meminimalisir gerakan-gerakan konfrontatif yang mencoreng agama Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan Kegiatan ini, GP Ansor Kota Bandung berupaya untuk merealisasikan slogan, Almuhaafadhoh ‘alal qodiim ash-shaalih wal ahdu bil jadiidil ashlah, (menjaga nilai-nilai lama yang baik dan membuat inovasi yang lebih baik) dengan gerakan realistis dan relevan sehingga dapat diterima hal layak.

Kegiatan yang berjalan sebulan dan gratis tersebut disambut baik peserta yang datang dari berbagai sekolah menengah atas, “Agenda ini sangat baik dan sangat membantu bagi saya untuk belajar dalam menuju jenjang perkuliahan, selain mendapatkan pengetahuan umum, saya mendapatkan pengetahuan agama. Alangkah lebih baik untuk tetap dipertahankan” ujar Ahmad Rusmana, salah seorang peserta BPUN.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustadz Wahyu Afif Al-Ghofiqi, perwakilan dari PCNU Kota Bandung yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Kota Bandung. Dari PW GP Ansor Jawa Barat diwakili Johan Jauhari Anwar, sekaligus Manager Provinsi BPUN 2013. Kemudian dari Manager Pusat diwakili Muhammad Sofyan Fauzi, yang juga Supervisor dari Yayasan Mata Air.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengembangan PMII di kampus umum terutama di kampus berlabel negeri sudah saatnya tidak terus berputar hanya sebatas wacana, dari satu diskusi ke diskusi, satu workshop ke workshop, namun harus ada langkah-langkah kongkrit dan keseriusan dari pemangku kebijakan yang ada di struktur PMII.  

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Keseriusan ini mulai dibuktikan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat yang digawangi oleh Bidang Jaringan Perguruan Tinggi dengan terjun langsung mengawal penyelenggaraan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Leadership Class yang secara khusus diperuntukan bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).  

Kegiatan Mapaba ini bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Kota Bandung, dari mulai tanggal 23-24 Februari 2013. Mapaba ini diikuti oleh 22 orang peserta dari berbagai jurusan yang ada. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan yang bertemakan “Membumikan Islam Ahlussunnah Waljamaah di Bumi Ganeca” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Surjani Ihsan. Dalam sambutanya KH Surjani Ihsan mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut dan mengharapkan dengan penyelenggaraan kaderisasi ini dapat berperan bagi kemajuan NU masa depan. 

“Dengan adanya rekrutmen mahasiswa ITB ini diharapkan dapat lebih memperkuat aset SDM NU ke depan”, ujarnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, menurut ketua BAZ Jabar ini kader-kader PMII yang ada di ITB ke depan dapat berkontribusi dalam gerakan dakwah Islam Ahlussunah Waljamaah di kampus ITB. Kader PMII yang ada di ITB diharapkan dapat menjadi agen dan duta-duta utama NU dalam berdakwah di kampus. 

Ketua Bidang Jaringan PT PKC PMII Jawa Barat, Senja Bagus Ananda dalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses rekrutmen kader PMII di kampus ITB ini merupakan salah satu komitmen dan keseriusan kepengurusan PMII Jawa Barat untuk mengembangkan PMII di kampus umum setelah sebelumnya pada akhir tahun 2012 bidang Jaringan PT menyenggarakan program Workshop kaderisasi kampus umum. Menurut alumnus FIB UI ini, 

“PKC PMII Jawa Barat akan memberikan perhatian lebih serius untuk mengawal proses kaderisasi di ITB. Karena bagaimana pun ITB merupakan aset bangsa dan memiliki peran yang cukup strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. 

Sementara itu ketua PKC PMII Jawa Barat Edi Rusyandi dalam sambutannya mengemukakan pentingnya menyatukan komitmen dan visi gerakan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kepentingan ummat, masyarakat dan bangsa. 

Selain tersemat tanggung jawab akademik secara individual, setiap mahasiswa juga mengemban amanat sejarah dan tanggung jawab sosial untuk berkhidmat bagi kepentingan rakyat. 

“Nah, PMII menjadi ruang dan media perjuangan mahasiswa baik bagi kepentingan kapasitas dan skill individualnya, demikian pula sebagai alat perjuangan sosial. Sejarah telah mencatat, ITB telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pergerakan dan pemimpin bangsa,” ujarnya. 

Selain itu, Menurut mahasiswa Pascasarjana UPI ini menekankan pentingnya hidup berkomunitas dan membangun solidaritas diantara sesama kader sebagai modal dasar pengembangan organisasi PMII di kampus ITB. 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Mapaba ini disepakati untuk dilaksanakan pesantren Ahlussunnah waljamaah dengan wadah yang dinamakan Corp Dakwah ITB bertempat di Masjid Salman ITB. 

Pesantren Aswaja ini akan digelar secara rutin setiap satu minggu sekali dengan menghadirkan narasumber-narasumber ahli. Ini ditujukan dalam rangka memperkuat sisi pengetahuan, visi dan nilai-nilai perjuangan organisasi. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Kairo,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sistem ekonomi Islam atau ekonomi syariah kian berkembang pesat di Indonesia. Lembaga keuangan syariah macam asuransi, koperasi, hingga bank-bank syariah kini telah tumbuh subur di seantero Tanah Air. Ekonomi syariah pun selalu menjadi topik yang hangat dan menarik untuk diperbincangkan serta didiskusikan.

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Menimbang fakta itu, PCINU Mesir menggelar seminar Akbar Ekonomi Syariah bertajuk “Solusi Sistem Ekonomi Global; Hari Ini dan Masa Akan Datang.” Bertempat di Auditorium Auditorium Rumah Limas KEMASS (6/9), seminar ekonomi syariah ini menghadirkan Tubagus Manshur (Dosen UGM, auditor, akuntan dan pakar ekonomi syariah) dan Nur Fuad Shofiyullah (Staf Fungsi Ekonomi KBRI Kairo).

Seminar dihadiri para pengurus dan segenap Syuriah PCINU Mesir, serta dihadiri para peminat kajian ekonomi syariah yang ada di Mesir. Dalam sambutannya, Ketua PCINU Mesir Ahmad Muhakam Zein mengatakan bahwa sistem ekonomi syariah yang konon merupakan solusi dari krisis ekonomi global masih harus dikaji lebih mendalam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab, kata dia, ada beberapa dari sistem ekonomi syariah yang dalam praktiknya lebih “konvensional” dari bank konvensional. “Semoga setelah mengikuti seminar, kita jadi tahu masing-masing keunggulan dan kelemahan bank konvensional ataupun bank syariah. Sehingga, nantinya akan lahir pakar ekonomi Islam dari alumni al-Azhar yang bisa turut memberi sumbangsih untuk kemajuan ekonomi di Tanah Air,” pungkasnya. ?

Meski sempat molor dari jadwal seharusnya, seminar tetap berlangsung gayeng dan menarik. Dua narasumber membeberkan ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah, dari berbagai sisinya. Selain itu, Tubagus Manshur dengan halus dan apik membawa hadirin pada ranah realita ekonomi syariah global masa sekarang hingga masa mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begitu pula Fuad yang menyuguhkan fakta bahwa sistem ekonomi syariah sebagai sebuah produk masih harus terus kita sempurnakan. Contohnya, kalkulator (hasil) sistem murobahah yang pada kenyataannya justru masih lebih tinggi dari sistem ekonomi konvensional. “Sebab, yang namanya pemodal di mana-mana enggak mau rugi. Dari satu contoh ini, tentunya tugas kita semua untuk mengawal agar transaksi bank syariah benar-benar sesuai dengan syariat,” tegas pak Fuad. ?

Untuk diketahui, seminar yang berlangsung selepas maghrib itu didahului dengan acara khataman Al-Quran oleh para anggota PCI JQH (Jam’iyyah Qurra’ wa al-Huffadz) NU Mesir. Dalam prosesi khataman tersebut, dilaksanakan pula pelantikan pengurus PCI JQH masa bakti 2016-2018 oleh Ketua Tanfidziah PCINU Mesir. ?

Usai penyampaian materi serta tanya jawab seputar dunia ekonomi, acara dipungkasi dengan doa, penyerahan piagam, sesi foto-foto dan makan bersama. (Am Zen/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pondok Pesantren, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

NU akan Bangun Universitas di Kalbar

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Universitas Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Barat diperkirakan akan mulai terwujud pembangunannya pada 2013.

Staf Khusus Mendikbud Hanif Shaha Ghafur di Pontianak, Selasa, mengatakan, izin untuk pendirian universitas itu sudah diterima sebelum moratorium perguruan tinggi baru.

NU akan Bangun Universitas di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Bangun Universitas di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Bangun Universitas di Kalbar

"Artinya Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar prosesnya bisa dilanjutkan. Moratorium ditetapkan dari 1 September 2012 dan 31 Agustus 2014 baru dicabut," ujar dia. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia mengatakan saat ini izin penyelenggaraan sedang dalam proses di Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah XI.

Menurut dia, ada 29 Pimpinan Wilayah NU yang mengajukan pendirian serupa bersama Kalbar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sedangkan saat ini sudah ada tiga yang keluar izin operasionalnya yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban. 

Sementara yang sudah masuk desevaluasi diantaranya Jawa Timur, Cilacap, Sumatera Barat, Lampung, dan NTB.

Ia mengatakan untuk Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar sedang melengkapi beberapa persyaratan yang kurang. "Kalau sudah lengkap, tujuh hingga delapan bulan izin operasionalnya sudah bisa keluar," kata dia.

Ia mengingatkan sekarang tinggal keseriusan dari PW NU Kalbar dalam mengurusnya.

Dia berharap panitia pembentukan UNU Kalbar untuk segera memeriksa dan melengkapi yang kurang. "Setelah itu akan dilanjutkan ke proses desevaluasi," ujarnya.

Ketua Panitia Pembentukan Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar, HM Rifat Hamdy mengatakan tahun ajaran baru 2013 sudah mulai menerima mahasiswa baru. 

Ada empat fakultas yang akan dibuka, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Hukum, Ekonomi dan Fakultas Agama Islam.

"Kampus sementara di Pondok Pesatren Khulafaurrasyidin Kubu Raya. Kita minta doa dan dukungan dari masyarakat Kalbar supaya proses perizinan dipermudah," ujar dia.

Gubernur Kalbar telah mengeluarkan rekomendasi dukungan nomor 420/2402.1/Kessos-C pada tanggal 9 Agustus 2012. 

Kemudian, ada surat rekomendasi nomor 1258/K11.A/KL/2012 dari Dikti Kemendikbud sebagai "progress report" pendirian UNU Kalbar. Di surat itu tertulis perihal: Dukungan pendirian UNU Kalbar di Pontianak.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak lima mantan ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC/setingkat provinsi) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendorong sekaligus mendukung Fairus Huda menjadi Ketua Umum. Mereka menilai, Fairus yang merupakan kader asal Malang, Jawa Timur, itu layak memimpin PMII.

Dalam rilis yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, para mantan Ketua PKC meminta kesediaan Fairus untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum dalam Kongres PMII yang diselenggarakan di Jambi, sejak 30 Mei hingga 5 Mei 2014. Sebab sampai sekarang Fairus belum mendaftarkan dirinya dalam bursa kandidat Ketua Umum.

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Kelima mantan Ketua PKC PMII yang mendorong Fairus itu, antara lain, Syahriel (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Barat), Opik (mantan Ketua PKC PMII Nusa Tenggara Barat), Sasongko (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Tengah), Yamin (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Selatan), Iwan Setiawan (mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syahriel, Ketua PKC PMII Kalimantan Barat yang didaulat menjadi juru bicara untuk dukungan terhadap Fairus itu, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengembalikan marwah PMII sebagai organisasi pengkaderan. Visi itu diyakininya terdapat pada figur Fairus, karena dinilai mampu menjauhkan organisasi dari sikap-sikap pragmatis dan traksaksional.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami ingin menjaga tradisi politik luhur dengan memilih ketua umum yang benar-benar memiliki leadership kuat, serta memiliki kemampuan mendinamisasi organisasi di tengah stagnasi gerakan mahasiswa saat ini," katanya di Jakarta, Selasa malam, 3 Juni 2014.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, menurut Syahriel, harus dijaga marwahnya. "Karena itu, kami akan mendorong sahabat Fairus Huda agar bersedia menjadi pemimpin kami, pemimpinnya para kader pergerakan."

"Kami akan berjuang semampu dan sekuat tenaga kami. Kami akan kolekan membiayai operasional pencalonan sahabat Fairus Huda agar dia bisa terpilih sebagai Ketua Umum PMII," imbuhnya.

Menurutnya, sikap kebersamaan seperti kolekan tersebut adalah tradisi organisasi yang mulai luntur. Maka, harus ada upaya untuk mengembalikan tradisi yang luhur itu, sehingga muncul pemimpin yang sungguh-sungguh didukung seluruh kader.

"Pemimpin harus benar-benar lahir dari bawah, dari aspirasi kader, bukan titipan elite, dan tanpa embel-embel transaksi politik pragmatis," pungkasnya.

Selain Fairuz nama lain yang muncul sebagai bakal calon ketua umum PMII yang baru antara lain Jabidi Ritonga (Medan), Muamarullah Umam (Jabar), Aziz (Jogja), Abdul Aziz (Jombang), Zaini Mustaqim (Malang), Dwi Winarno (Jakarta) dan Aminudin (Jakarta). (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Pondok Pesantren, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Malang Raya memulai kembali Pendidikan Kader Pemimpin Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan ke-4 dan Kajian Alumni PKPNU angkatan 1-3.

Kegiatan diadakan di di Aula KH Masykur Masjid Sabilillah Kota Malang, Selasa (5/2) yang dirangkai dengan? diskusi umum bertemakan “Peluang dan Tantangan Pemimpin NU Masa Depan” sebagai kegiatan pembukanya.

NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

NU se-Malang Raya Perkuat Pendidikan Kader

Dalam acara pembukaan yang meriah dan khidmat tersebut, hadir Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Malang KH Masud Ali dan KH. Muhammad Nafi. Hadir pula Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang H Abdul Mujib Syadzili dan Ketua PCNU Kota Batu KH Sirojudin Hasyim. Sebagai narasumber diskusi, Prof Dr H. Masud Said, Ph.D., asisten Staf Khusus Presiden RI bidang Pembangunan dan Otonomi Daerah.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tampak pula Ketua PC ISNU Kota Malang H. Fauzan Alfas, serta ketua PC Fatayat NU Kota Malang Hj. Dewi Masita.

Menurut Ketua Pelaksana PKPNU Suprapto pengkaderan khusus bagi kader-kader NU adalah amanat organisasi yang dipertegas sebagai Hasil Muktamar NU ke-32 di Makassar.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sebagai perwujudannya, seluruh PCNU di Malang Raya berkomitmen untuk meneruskan penyelenggaraan PKPNU yang tahun ini sudah angkatan keempat. Selain itu, alumni juga kami fasilitasi untuk tetap mengasah pemahaman ke-NU-an."?

Ungkapan Suprapto tersebut diperkuat oleh KH Masud Ali. Dalam sambutannya, KH Masud Ali menegaskan perlunya PKPNU sebagai pengkaderan khusus untuk membentengi NU dari gerakan wahabi yang kini semakin intensif berusaha mepengaruhi jamaah NU.

Apresiasi khusus terhadap PKPNU juga datang dari ketua PCNU Kota Batu KH Sirojudin Hasyim. Gus Siroj, demikian panggilan akrab beliau, merasakan betul manfaat mengikuti PKPNU. Sebab, Gus Siroj adalah salah satu alumni PKPNU. Menurut Gus Siroj, PKPNU harus terus dilaksanakan guna memperkuat barisan kader NU yang paham betul mengenai ideologi, peran, dan kepemimpinan di NU.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili PCNU Kabupaten Malang, H Abdul Mujib Syadzili menggarisbawahi peran penting NU dalam perjalanan bangsa Indonesia.?

"Sejak dulu, kini, serta masa yang akan datang NU itu penting bagi Indonesia. Dulu, dengan Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh NU, bangsa kita bisa mengusir penjajah yang hendak menguasai kembali negeri ini. Semangat yang sama harus kita tunjukkan agar bangsa kita bisa meraih kejayaan, yakni dengan melaksanakan tugas-tugas organisasi NU tanpa pamrih,". Kata pengurus PP GP. Ansor ini.

Lebih lanjut Gus Mujib panggilan akrab Abdul Mujib Syadzili ini menuturkan bahwa ? pendidikan yang dilaksanakan secara khusus ini diharap mampu menciptakan kader yang tangguh, cerdas dan paham terhadap organisasi, karena setiap kader pemimpin NU dituntut memahami manajemen organisasi dan memiliki jiwa rela berkurban.?

“Sebagai pengurus organisasi yang mengusung tegaknya Islam Ahlussunnah wal Jamaah maka salah satu syaratnya harus memiliki "ruuhul jihad" sebagaimana diwariskan oleh para ulama-ulama Nahdlatul Ulama’. tegasnya.?

Sedangkan Masud Said yang menjadi pembicara tunggal dalam pembukaan PKPNU Angkatan ke-IV tersebut mengungkapkan optimismenya terhadap PKPNU. Menurutnya,?

"Ada tiga hal penting mengapa PKPNU harus ada dan berjalan secara kontinyu. Pertama, kita sedang membuat sub-sistem pengkaderan. Kedua, bahwa kita sadar terhadap kesejarahan NU dan tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin NU, baik tantangan ideologis sampai dengan praksis organisasi. Ketiga, harus diakui adanya kompetisi dakwah antar kelompok. Nah, PKPNU yang akan menjadikan NU lebih memiliki daya saing di masyarakat," tegas Masud Said.

Di akhir paparan Masud Said memberikan motivasi kepada peserta dan alumni PKPNU yang hadir.?

"Aura peradaban sekarang sedang menuju ke Islam di Indonesia. Hal ini yang harus ditangkap oleh para kader NU. Nah, agar kita bisa menjadi pusat peradaban, semua badan otonom, lajnah, dan lembaga di NU harus dapat melaksanakan tugas dengan optimal. Karena di NU, semuanya ada dan lengkap," papar Prof Masud Said.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Eko Wahyuhono

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 22 Desember 2017

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Dalam rangka mencari pengurus cabang NU terbaik di seluruh wilayah Jawa Timur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim mengadakan NU Award yang diikuti oleh 45 PCNU se-Jatim. Pengurus harian PWNU Jatim melalui timnya melakukan tahapan seleksi ketat terhadap peserta yang terdiri atas seluruh pengurus cabang NU di Jatim. Hasil seleksi menetapkan PCNU Blitar sebagai pemenang NU Jatim Award.

"NU Award ini dilakukan secara profesional oleh tim yang dibentuk oleh PWNU Jatim," kata Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah saat ditemui usai acara buka bersama Gubenur Jatim, Selasa (28/6).

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Kiai Mutawakkil menuturkan, tim melakukan tiga tahap yaitu dokumentasi, visitasi dan evaluasi kepada 45 cabang se-Jatim. Penyeleksian dilakukan oleh tim dan memilih empat cabang terbaik.

"Setelah terpilih, maka nominator itu diminta untuk presentasi di hadapan para kiai syuriyah, pengurus harian tanfidziyah, ketua lembaga, dan badan otonom NU," lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelum empat cabang melakukan presentasi, tim NU Award meminta komitmen bersama untuk mengadakan NU Award di tingkat cabang.

"Kalau NU Award yang dilakukan cabang, itu dilakukan kepada tingkat MWCNU," jelas Kiai pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, Kiai Mutawakkil juga akan menjadikan program NU Award ini sebagai program tahunan setiap bulan Ramadhan. Saat menjelang buka puasa bersama Gubenur Jatim, pemenang NU Award diumumkan.

PCNU Blitar keluar sebagai juara pertama. PCNU Magetan juara kedua. PCNU Banyuwangi juara ketiga. Sedangkan PCNU Lumajang merebut juara harapan.

Piala Gubenur Jatim diserahkan langsung oleh Gubenur Jatim Pakde Karwo dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah kepada Ketua PCNU Blitar. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR”

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur Hj. Masruroh Wahid berharap Kader Muslimat NU memegang teguh “ZIKR” dalam kehidupan sehari hari, terutama saat mengemban amanah menjadi pengurus.

“Z artinya zero base, I artinya iman, K artinya komitmen dan R artinya result oriented. Situasi sekarang ini, lanjutnya, sering membuat kita berprasangka buruk kepada orang lain. zero base, berprasangka zero atau baik kepada yang lain. Iman sebagai spirit nilai  untuk terus mengabdi ke NU dan komitmen adalah sikap yang harus dipegang dalam memperjuangkan islam ahlisunnah wal jamaah dan result oriented adalah kita harus punya tarjet hasil dalam melakukan sesuatu,” katanya.

Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Harus Pegang Teguh “ZIKR”

Masruroh menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan pada acara pelantikan  pengurus cabang Muslimat NU Jember masa khidmat 2015-2020 di Aula Pemerintah kabupaten setempat, Selasa (2/6).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Jember yang baru dilantik Emi Kusminarni menjelaskan, tantangan Muslimat NU kedepan cukup berat bukan hanya sekadar menguatkan kelompok tahlil dari serangan paham Islam yang ekstrim, tetapi juga memerankan diri dalam bidang kesehatan , ekonomi dan pendidikan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Oleh karenanya kami minta setelah dilantik, mari kita segera bekerja sesuai bidang masing-masing. Jangan setelah dilantik malah tidak aktif.masa depan muslimat jember ada ditangan kita semua”, papar mantan Sekretaris Muslimat Jember periode sebelumnya ini.

Acara yang dihadiri sekitar 500 kader Muslimat NU itu tampak pula di antaranya Ketua PCNU Jember yang diwakili  Pujiono Abdul Hamid, Sekretaris daerah H Sugiharto, Ketua PKB Jember Miftahul Ulum, Ketua GP Ansor Jember Ayub. Terlihat pula perwakilan perguruan tinggi di Jember, perwakilan Polres Jember dan jajaran SKPD setempat. (Alifatul Laiiyah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser

Lampung Tengah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Diprediksi sekitar seribuan lebih, kader Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) se Kabupaten Lampung Tengah akan memadati halaman kompleks gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Tengah.

Insya Allah besok, Jumat (21/7) kami segenap keluarga besar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung Tengah akan bersilaturahmi di kompleks gedung NU Lampung Tengah dalam rangka akan mengadakan pelantikan pengurus baru sekaligus Apel Banser dan dilanjutkan Rapat Kerja Cabang (Rakercab),” kata Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono di sela-sela persiapan pelantikan dan apel Banser di kompleks gedung NU Lampung Tengah, Jalan Proklamator Raya Nomor 134 Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/7).

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Tengah Gelar Apel Banser

Ketua panitia pelaksana Gus Sholihin menambahkan, agenda pelantikan dan apel Banser pada tahun 2017 ini mengusung tema Berkhidmat Membangun Lampung Tengah: Berkarya Untuk Kemandirian Ekonomi Pemuda, Berjuang Untuk Agama dan Negara.

“Dalam konteks kekinian, apel Banser se-Kabupaten Lampung Tengah bertujuan menjaga dan memperteguh kembali semangat (ghirah) soliditas dalam mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuh alumni IAIN Jurai Siwo Kota Metro ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Insya Allah, agenda pelantikan dan apel Banser mengundang para kiai pengasuh pesantren, pengurus NU Kabupaten Lampung Tengah, Pimpinan Pusat GP Ansor, Pimpinan Wilayah GP Ansor Propinsi Lampung, para mantan ketua pimpinan cabang GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, badan otonom di lingkungan NU Kabupaten Lampung Tengah, Bupati Lampung Tengah, Kapolres Kabupaten Lampung Tengah, Dandim 0411 Lampung Tengah, dan para tokoh masyarakat dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Alumni Pesantren Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sejumlah alumni Pondok Pesantren Futuhiyyah Demak, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Alumni Futuhiyyah (Fokmaf) dan Ikatan Mahasiswa Alumni Futuhiyyah Yogyakarta (Imafta) menggelar Expo Perguruan Tinggi di gedung pamer kesenian Mranggen, Demak.

Gelaran acara yang berlangsung Ahad (30/3) ini memamerkan 20 universitas yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, seperti Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Islam Batik Surakarta, dan Akademi Kebidanan Semarang.

Alumni Pesantren Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Futuhiyyah Gelar Expo Perguruan Tinggi

“Acaranya cukup menakjubkan. Bagi saya ini pengalaman pertama bisa ikut serta dalam menyukseskan acara Expo yang hampir di kunjungi oleh 2000 siswa dan siswi dari berbagai daerah,” ungkap Arif (19), salah satu panitia Expo Perguruan Tinggi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pameran ini diselenggarakan sebagai upaya memudahkan para pelajar sekolah menengah atas yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi dalam memahami kampus-kampus tujuan mereka. Selain bisa bertanya langsung pada stan universitas, pengunjung juga bisa mendengar penjelasan di atas panggung oleh masing-masing pihak universitas.

“Acara Expo ini sangat membantu bagi kami para calon mahasiswa yang masih kebingungan dalam mencari informasi seputar Perguruan Tinggi yang kami inginkan. Dan semoga acara seperti ini tidak berhenti di tahun ini, tetapi untuk tahun-tahun selanjutnya,” tutur Asyik (18), salah satu pengunjung dari MA Futuhiyyah 2 Demak.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain siswa kelas XII, antusiasme juga ditunjukkan berbagai stan universitas, akademi, dan institute dalam Expo Perguruan Tinggi ini. “Kami sangat mendukung acara Expo ini, karena untuk mahasiswa dan mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogjakarta yang berasal dari Semarang dan sekitarnya itu masih sedikit. Jadi, kami sangat terbantu dengan adanya acara seperti ini,” ujar Linda (35), kru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogjakarta. (Miftahul Khoir/Ahmad Dliya’uddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 15 Oktober 2017

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan

Salatiga, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pogram pengembangan keterampilan bagi pesantren-pesantren di provinsi setempat. Program tersebut diwujudkan dengan memberikan sejumlah peralatan dan pelatihan keterampilan tertentu yang bisa menunjang kiprah para santri ketika terjun di masyarakat kelak.

Sebagaimana tampak di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga, Senin (21/12). Ada sekitar 40 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan berupa mesin jahit, mesin pengolahan Tasudo (Tahu, Susu, Donat), dan mesin pembuatan peci.

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Jateng Terima Bantuan Alat dan Pelatihan Keterampilan

Seperti Pesantren Al-Firdaus Ngaliyan yang mendapat bantuan mesin jahit, Pesantren Sunan Ampel Kendal yang mendapat bantuan Mesin Tasudo, dan Pesantren Roudhotut Tholibin Rembang memperoleh bantuan mesin pembuatan peci. Selain bantuan peralatan, Kemenag Jateng juga memberikan kursus pendek guna membekali pesantren untuk langsung bisa mempraktikan alat dan mesin yang diterimanya. Arahan mentor atau pengajar yang ahli memudahkan peserta pelatihan untuk bisa menggunakan mesin sesuai tata cara penggunaannya yang benar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara yang berlangsung sehari penuh ini menambah antusias peserta perwakilan pesantren untuk mempraktikkan dan mencoba menjahit kain, membordir peci, dan mengolah kedelai menjadi tahu, susu kedelai, dan donat.

"Dengan begitu seorang santri ketika nanti sudah selesai dalam mengaji dan meninggalkan pondok pesantren akan bisa berkiprah di masyarakatnya sebagai orang yang berguna, serta tidak menjadi beban masyarat," ungkap Muhtasit selaku Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Jateng.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal senada juga diungkap oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Sholihin bahwa sebagian besar lulusan pesantren sangat kurang memadai di bidang teknologi dan keterampilan. Menurutnya, selama ini mereka seakan terkungkung dalam labirin suci hingga membuat mereka lupa dan mengabaikan bekal lain yang harus dikuasai santri. (Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 18 Agustus 2017

Membumikan Mahakarya Ulama Nusantara

Oleh Ahmad Zaki Muntafi



Produktivitas ulama nusantara sejatinya amat luar biasa. Apresiasi dari hal itu berupa penggunaan kitab-kitab karya ulama nusantara di berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah. Artinya, karya tersebut tidak hanya dikenal di Indonesia saja, tetapi telah meluas ke pelosok negeri Muslim. Bukan itu saja, bahkan sosoknya juga amat dihormati dan disegani hingga sekarang. Misal saja, Syaikh Nawawi al-Bantani dengan seabrek kitab karyanya.

Membumikan Mahakarya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Mahakarya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Mahakarya Ulama Nusantara

Kajian tentang literatur (kitab) karya ulama nusantara memang tiada hentinya di masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan akademisi. Namun, terdapat persoalan yang muncul kemudian, yakni ternyata masih banyak kitab karya ulama nusantara yang belum terjamah untuk dikaji dan dipelajari, termasuk yang masih berbentuk naskah-manuskrip. Artinya, ? karya ulama tersebut masih berbentuk tulisan tangan asli dan belum dicetak dengan alat modern. Tentu hal itu yang harus ditindak lanjuti secara berkelanjutan, mengingat pentingnya ajaran Islam ulama nusantara melalui karya-karyanya.

Ada sebuah buku yang menarik tentang kajian literatur karya ulama nusantara. Buku yang berjudul “Mahakarya Islam Nusantara: Kitab, Naskah, Manuskrip, dan Korespondensi Ulama Nusantara.” Buku yang ditulis secara apik oleh Ahmad Ginanjar Sya’ban (2017), serta baru di launching beberapa hari yang lalu. Lahirnya buku ini berawal dari aktivitas Sya’ban melakukan dokumentasi berbagai naskah-manuskrip (kitab) karya ulama nusantara yang ada di Timur Tengah, yakni Mesir dan Arab Saudi.

Sya’ban menyatakan bahwa dalam penelusurannya mencari kitab karya ulama nusantara di Timur Tengah tidaklah susah. Bahkan, menurutnya mudah menemukannya di perpustakaan yang ada. Selama melakukan pencarian dan pelacakan kitab karya ulama nusantara, Sya’ban menemukan amat banyak literatur kitab yang ditulis oleh ulama nusantara. Bisa dikatakan jumlahnya ratusan kitab, bahkan hingga ribuan.

Dalam buku tersebut Sya’ban hanya menggunakan 104 naskah-manuskrip (kitab) yang di¬¬jelaskannya. Sekitar 60-an kitab didapatkan selama pencarian dan pelacakan di Mesir, serta sisanya didapatkan di Arab Saudi, yakni di kota Mekah dan Madinah. Sya’ban memaparkan bahwa khazanah literatur karya ulama nusantara terangkai dengan apik dalam kitab-kitab yang ditelaahnya, mulai dari yang masih berbentuk naskah-manuskrip, serta kitab yang sudah dicetak pula. Bahkan, tidak hanya ditulis dengan bahasa Arab, tetapi ditulis pula dengan bahasa Jawa, Sunda, serta Melayu yang diaksarakan dengan bahasa Arab. Dalam hal ini, secara historisasi cukup menggambarkan pola penting keislaman yang ada di nusantara dalam kurun waktu beradab-abad silam.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misal saja, dalam kitab yang berbahasa Sunda ditemukan perkembangan ajaran tarekat yang ada di Sunda. Bahkan, sebelumya Oman Fathurahman (2016) sebagai ahli filologi telah menuliskannya tentang perkembangan tarekat yang ada di Sunda, di mana temuannya menunjukkan bahwa Jawa Barat (Sunda) memiliki peran penting dalam perkembangan tasawuf dan tarekat, khususnya yang ada di Jawa. Fathurahman menyebutkan bahwa Karang, Pamijahan yang saat ini menjadi daerah Tasikmalaya telah menjadi rujukan lokasi yang penting, serta terdapat sosok penting Syaikh Abdul Muhyi sebagai tokoh penting dalam perkembangan tarekat sufi Shattariyah dibeberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Hal itu dijelaskan Fathurahman dalam bukunya “Shattariyah Silsilah in Aceh, Java, and The Lao Area of Mindanao”.

Selanjutnya, esensi pembahasan yang ada didalam kitab karya ulama nusantara juga beragam, mulai dari fiqih, tafsir, tasawuf, hingga tarekat sebagaimana telah sederhana dipaparkan di atas. Hanya saja, cukup sedikit kitab karya ulama nusantara yang dikaji di Indonesia untuk saat ini. Jika dibandingkan dengan banyaknya jumlah karya ulama nusantara. Karya-karya yang dihasilkan ulama nusantara tidak hanya dari ulama Tanah Jawa, tetapi ulama luar Jawa pula, seperti di ? Aceh, Palembang, Padang, serta daerah lainnya pula.?

Sebenarnya, kajian literatur karya ulama nusantara amat penting dalam era kekinian, bahkan hingga masa yang akan datang. Hal itu karena posisi ulama amat penting. Selain itu, agar eksistensi ulama nusantara bukan dianggap sebagai fiktif belaka, apalagi mitos. Sebagaimana saat ini, terdapat beberapa kelompok yang tidak mengakui adanya Wali Songo sebagai ulama nusantara. Tentunya upaya tersebut sebagai langkah preventifnya. Selain itu, terdapat ribuan karya ulama nusantara yang menanti perlu untuk dikaji dan ditelaah.

Terlepas dari itu, ajaran dan gagasan ulama nusantara juga perlu dikembangan dan diimplementasikan di era yang begitu erat dengan polemik sosial-keagamaan saat ini. Seperti diketahui, ulama nusantara pun dikenal cukup moderat dalam memahami ajaran Islam. Namun, untuk mengetahui segala ajarannya hanya dapat dilakukan dengan mengkaji karya-karya ulama nusantara sebagai warisan keilmuan di Tanah Nusantara ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth





Penulis adalah Ketua Umum KBPA UIN Jakarta & Mudabbir Mabna Syaikh Nawawi Ma’had Al-Jami’ah UIN Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Pondok Pesantren, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 14 Juli 2017

Program Muadalah dan Hak Santri Melanjutkan ke PTN

Oleh Ika Yulistiana

--Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang tumbuh beriringan dengan masa penyiaran agama Islam. Salah satu sistem pendidikan pesantren yang diterapkan di Indonesia adalah Pesantren Muadalah, yaitu pesantren yang termasuk tipologi Pesantren Khalafiyah (Ashriyah).

Secara terminologi pengertian Muadalah adalah “suatu proses penyetaraan antara institusi pendidikan, baik pendidikan di pondok pesantren maupun di luar pesantren, dengan menggunakan keriteria baku dan mutu atau kualitas yang telah ditetapkan secara adil dan terbuka.” (Depag RI, 2009).

Meskipun kurikulum yang digunakan tidak mengikuti standar kurikulum Depag RI dan Departemen Pendidikan Nasional, akan tetapi pesantren tersebut setara dengan Madrasah Aliyah, melalui SK Dirjen Pendidikan Islam Depag RI, dan setara dengan SMA sesuai dengan SK Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.  

Program Muadalah dan Hak Santri Melanjutkan ke PTN (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Muadalah dan Hak Santri Melanjutkan ke PTN (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Muadalah dan Hak Santri Melanjutkan ke PTN

Pesantren seperti ini sangat jarang ditemukan di Indonesia. Bahkan, dari dua puluh ribu lebih pesantren yang menyebar di seluruh Nusantara, hanya tiga puluh dua yang berstatus muadalah. Seperti KMI (Kulliyatul Muallimin Al-Islamiyah) yaitu Pondok Pesantren Darussalam Gontor dan TMI (Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah) yaitu pondok pesantren Al-Amien Prenduan.

Dengan sistem muadalah yang diterapkan di lembaga tersebut, justru banyak prestasi-prestasi yang dicapai, dari sektor kelembagaan maupun kesantrian, baik di tanah air maupun di luar negeri. Sebab, sistem yang ketat serta wawasan dan keilmuan yang diajarkan kepada santri-santrinya sangat beragam. Sehingga, santri-santrinya memiliki variabel keilmuan yang bermacam-macam. Seperti wawasan tentang aqidah dan syari’ah Islam, kebahasaan, termasuk juga ilmu-ilmu umum.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Akan tetapi, sejauh ini rekognisi pemerintah terhadap institusi-institusi tersebut terbilang sangat minim. Seperti problema yang sering dihadapi para alumninya, yaitu kesulitan untuk melanjutkan study ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di tanah air. Alasannya, kurikulum yang digunakan tidak relevan dengan kurikulum pendidikan nasional serta tidak mengikuti Ujian Nasional (UN). Melainkan institusi tersebut melaksanakan ujian yang diselenggarakan oleh lembaga sendiri yaitu EBTA (Evaluasi Belajar Tahap Akhir).

Dengan problema yang dihadapi tadi, tidak sedikit alumni pesantren yang menyelamatkan pendidikan keluar negeri terutama di Timur Tengah. Sebab, di negara tersebut kurikulum pendidikan Pesantren Muadalah sudah diakui sejak dahulu. Sehingga alumni pesantren mudah untuk melanjutkan studi di sana. Tidak seperti di Indonesia yang baru merekognisi pada Tahun 2003. Meskipun demikian, sampai saat ini alumni pesantren kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Lalu, bagaimana dengan sikap pemerintah Indonesia yang perhatiannya lebih dominan kepada institusi yang memiliki kurikulum Standar Nasional Pendidikan (SNP). Padahal lembaga pendidikan Muadalah juga diakui secara konkret oleh pemerintah, berdasarkan pada undang-undang Sidiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 30 ayat 3 dan 4, serta PP tentang SNP nomor 19 tahun 2005 pasal 93, dengan keputusan bahwa pendidikan di pondok pesantren mendapatkan pengakuan yang jelas, dan memperoleh fasilitas yang sama seperti institusi-institusi pendidikan lainnya, selama mengikuti regulasi-regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, realita yang terjadi justru tidak sesuai dengan konstitusi yang telah ditetapkan.

Jika pemerintah tetap konsisten dengan sikap seperti itu, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi reduksi pada sikap nasionalisme pemuda Indonesia, khususnya para alumni pesantren muadalah, sebagai akibat minimnya toleransi pemerintah terhadap pendidikan mereka. Juga kekecewaan kaum sarungan kepada pemerintah, karena kurangnya rasa tanggung jawab pemerintah atas rekognisi yang mereka berikan serta tidak bisa bersikap adil. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Berdasarkan analisis penulis pribadi, salah satu penyebab pemerintah bersikap tidak adil  adalah pemerintah kita sudah terprovokasi oleh ajaran-ajaran orang barat yang diadopsi di Indonesia. Seperti yang sedang terjadi di sekolah-sekolah negeri, yang bahan ajarannya hanyalah berupa pengetahuan-pengetahuan umum saja, akan tetapi pendidikan spiritual dan moralitas jarang diterapkan, bahkan tidak diajarkan. Sehingga para pelajar di negeri pertiwi ini ‘tidak karuan’. Pelajaran mengenai Al-Qur’an dan Hadits tidak masuk di sekolah-sekolah formal sehingga generasi muda Islam tidak mengetahui tentang hakekat ajaran Islam, yang berupa perintah-perintah dan larangan-larangan dalam beragama.

Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah agar lebih mempermudah kaum sarungan untuk melanjutkan study ke PTN. Sehingga PTN tidak hanya di didominasi oleh orang-orang yang bereligius minim. Di samping itu, mereka juga gampang menerima ajaran-ajaran yang menyimpang dari syariat Islam, sebagai akibat dari religiusitas mereka yang masih minim. Serta, mereka juga mudah terprovokasi oleh ajaran-ajaran yang menyimpang tersebut.

Namun, dengan hadirnya kaum sarungan di tengah-tengah mereka, dan seiring kehendak sang khaliq, alumni pesantren akan memberikan dampak positif yang sangat besar bagi saudara-saudara seiman yang paham agamanya masih minim. Yaitu dengan harapan kepada alumni pesantren, untuk memberikan arahan-arahan langsung, atau menolak apabila terdapat doktrin-doktrin yang menyimpang dari ajaran agama Nabi Muhammad. Sehingga keberadaan kaum sarungan tadi, dapat menyelamatkan anak bangsa yang relegisiusitasnya tergolong minim.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      &Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 24 Juni 2017

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan

Kata puasa dalam bahasa Arab adalah “Shiyam atau shaum”, keduanya merupakan bentuk masdar, yang bermakna menahan. Sedangkan  secara istilah fiqh berarti menahan diri sepanjang hari dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu, menahan dari segala sesuatu yang menyebabkan batalnya puasa bagi orang islam yang berakal, sehat, dan suci dari haid dan nifas bagi seorang muslimah. 

Puasa ramadhan hukumnya wajib untuk semua muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan berdasarkan nash al-Qur’an yang sifatnya qot’i dalam kajian ilmu fiqh.



يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ...

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan bagimu ibadah puasa, sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa...(QS. al-Baqarah, 2: 183)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِى اَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْاَنُ هُدًى للِّنَّاسِ وَبَيِنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ... 

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,..(QS. al-Baqarah, 2:185) 

(Penulis: KH. Syaifullah Amin/Red: Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Pondok Pesantren, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 14 April 2017

Gus Sholah Dukung Toleransi di Banyuwangi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh pesantren Tebuireng KH Sholahudin Wahid pada peringatan haul tokoh NU KH Abdurrahman Wahid mengingatkan kembali kewajiban umat untuk menyebarkan ajaran Islam yang ramah dan penuh kasih. Menurut Gus Sholah, perilaku ramah umat Islam ini menjadi daya tarik sendiri di dunia internasional.

Gus Sholah mengatakan, saat ini pertumbuhan muslim di dunia sangat luar biasa. Ini karena nilai-nilai perdamaian dan kasih sayang Islam sangat mudah diterima orang-orang mempelajarinya.

Gus Sholah Dukung Toleransi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Dukung Toleransi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Dukung Toleransi di Banyuwangi

“Sungguh di luar logika, pasca peristiwa 9/11 di AS, justru pertumbuhan muslim meningkat. Padahal pemberitaan negatif tentang Islam sangat gencar. Tapi justru itu membuat orang penasaran dan banyak yang mempelajari ajaran Islam yang sebenarnya. Bahkan kini ada 3 lembaga tahfidz Quran di AS,” kata Gus Sholah di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Ahad (2/11).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ajaran Islam yang penuh kasih sayang juga telah dibuktikan para Wali Songo yang merintis penyebaran Islam di Nusantara. Tanpa dukungan militer, dana maupun kekuatan yang besar lainnya, Islam mampu menjadi agama mayoritas.

“Menurut sejarawan Inggris, penyebaran Islam selama 250 tahun telah membuat 90 persen penduduk Nusantara memeluk Islam. Ini adalah waktu yang sangat cepat. Semua terjadi tanpa paksaan dan penindasan,” ujar Gus Sholah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Bupati Banyuwangi Anas mengaku banyak belajar dari Gus Dur soal merawat kebhinnekaan.

"Di Banyuwangi kami rutin menggelar pertemuan lintas agama. Program pembangunan pun melibatkan teman-teman lintas agama," ujar Anas salam sambutannya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Tegal, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock