Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pendidikan dasar untuk anak usia dini sangat penting. Pendidikan pada umur itu bagaikan menulis di kertas putih dan polos, tergantung siapa menulis dan bagaimana bentuk tulisannya. Di sinilah langkah awal orang tua menanamkan ideologi atau akidah anak sebagai pondasi awal keimanan dan ketakwaan.

Demikian disampaikan salah seorang Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj.Ida Nur Sa’adah saat mengisi ceramah pada wisuda anak anak TPQ dan RA Raudlatun Najah Desa Getas, Kecamatan Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, Sabtu malam (29/6).

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)
TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

“Pentingnya pendidikan agama dalam hal ini baca Al-Qur’an bagi anak untuk menanamkan dasar atau pondasi keimanan dan ketaqwaannya jadi filter budaya global dalam kehidupannya,” ungkpa Ida.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kiprahnya, menurut Ida, TPQ selain mendidik santri dalam hal baca tulis Al-Qur’an, juga diharap para guru dalam mengajarkannya bisa mengimplementasikan akhlak anak anak menjadi akhlak Al-Qur’an yang senantiasa membentengi sifat-sifat sayyi’ah (buruk, red.) manusia.

Dalam hal tersebut, ia menukil pendapat Imam Ghozali yang mengatakan kategori sifat manusia yang terbagi empat, yakni sifat subu’iyyah (buas) sifat bihimiyyah (nafsu binatang), sifat syaithoniyyah (nafsu syetan), sifat robbaniyyah (sifat sifat Allah).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk mengembangkan dan mengamalkan sifat robbaniyyah pendidikan agama dan doa orang tua menjadi kunci utama pembentukan generasi yang berakhlkaqul karimah,” terangnya.

Ia juga mengatakan, TPQ mendidik santri membaca Al-Qur’an dengan “murottal mujawwaj” tartil dan benar membentuk akhlak Qur’ani sesuai sifat sifat robbaniyyah.

Dalam kesempatan yang sama pengasuh TPQ dan RA Darun Najah yang juga Syuriyah MWC NU Wonosalam KH Ali Mahmudi menyampaikan, dalam tahun ini lembaga yang diasuhnya berhasil mewisuda 22 santri yang khatam bin nadhor (tartilan 30 juz)  dan khatam juz amma bil ghoib dari 120 santri yang masih aktif belajar,

“Alhamdulillah dalam perkembangannya tiap tahun santri kami bertambah, ini berkat kesadaran warga akan pentingnya baca tulis Al-Qur’an. Di tahun ini kami berhasil mewisuda 22 santri baik bin nadhor 30 juz maupun juz amma bil ghoib,” kata KH Ali Mahmudi.

Acara wisuda dan khaflah akhir sanah tersebut selain dihadiri santri dan wali santri juga dihadiri jamaah dari warga sekitar, selain itu juga dihadiri Pengurus Cabang NU KH Saronji Dahlan, Ketua DPRD Demak KH Muchlasin Daenuri dan Muspika Wonosalam.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia sedang demam media sosial. Mirisnya, isu-isu yang beredar di medsos mengandung unsur fitnah dan hoax. Ketidakmampuan menyaring informasi yang beredar di medsos bisa menyebabkan generasi muda bangsa akan termakan informasi palsu (hoax) dan provokasi.

Demikian disampaikan KH Baijuri Khatib, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang saat memberikan pengarahan dalam acara Urun Rembuk Kiai Penjaga NKRI, Sabtu (31/12) lalu di Aula STISNU.

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

"Beredarnya berita-berita tentang penggembosan terhadap KH Said Aqil Siroj. Itu jelas-jelas fitnah terhadap pribadi dan organisasi. Begitu juga dengan pemutarbalikkan fakta kasus Aleppo Suriah yang diberitakan secara tidak seimbang dan penuh provokasi," tegasnya.

Kasus fitnah dunia maya, lanjutnya, berimbas pada pergeseran akhlak generasi muda. Saat ini generasi muda gampang terprovokasi sampai berani menghina kiai sepuh. Itu menjadi keprihatinan tersendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Apalagi dijadikannya Tangerang Raya sebagai Ibu Kota Khilafah Islamiyah. Tak jarang masjid-masjid di Tangerang, khususnya di perumahan, DKM-nya sudah beralih pada pemikiran tentang barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Tuhan adalah kafir. Makanya, kita perlu perkuat budaya bangsa. Indonesia sebagai negera yang ramah dan santun," ajaknya.

Ia menambahkan, untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, semua elemen masyarakat perlu menyatukan persepsi dan pandangan tentang pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, membangun sinergi persepsi pemahaman ulama dan pemerintah membebaskan Indonesia dari radikalisme dan narkoba. Ketiga, kiai adalah garda terdepan di masyarakat dalam menjaga NKRI. Keempat, mendorong semua warga bangsa untuk mempertahankan kearifan lokal.

Turut hadir dalam acara itu Ketua PCNU Kabupaten Tangerang KH Encep S, Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Muthi, Bupati Tangerang, Walikota Kota Tangerang, dan ratusan mahasiswa STISNU Tangerang. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Halaqoh, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berbahagialah bagi warga NU dan umat Islam secara umum. Karena sejumlah bacaan dan doa-doa ibadah keseharian, termasuk tahlil, kini bisa dinikmati melalui perkakas berupa tablet maupun telepon genggam yang mendukung sistem andorid.

Usai meluncurkan aplikasi berbasis android “TV Aswaja” dan “Rawi",? Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja kembali meluncurkan aplikasi android baru berupa “Majmu Lathif & Doa Harian”.

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Menurut anggota Tim Developer PPM Aswaja, Ichwanul Muslim, peluncuran aplikasi baru tersebut bertujuan untuk mempermudah kalangan Nahdiyyin dalam menjalankan kegiatan keagamaan mereka terutama dalam hal akses doa-doa serta bacaan-bacaan Al-Quran lewat media elektronik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami yakin aplikasi ini sangat bermanfaat, karena di dalamnya berisi berbagai doa penting mulai dari bacaan dan doa Tahlil, Yasin, al-Waqiah, al Mulk, doa awal tahun, doa Nisyfu Sya’ban dan Asyura, serta doa lainnya," terang Ichwan, Kamis (12/6).

Ditambahkan, peluncuran aplikasi “Majmu Lathif & Doa Harian” memang sengaja dilakukan menjelang Nisfu Syaban sebagai bagian dari isi yang terangkum dalam aplikasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berharap, aplikasi ini bisa memberi manfaat dan kemudahan kepada seluruh warga nahdiyyin hususnya dan ummat islam pada umumnya," lanjut Ichwan.

Seperti aplikasi android sebelumnya, aplikasi Majmu Lathif & Doa Harian ini juga bisa diunduh gratis oleh pengguna android di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajanu.majmulathif. Atau cari di Play Store dengan kata kunci "Majmu Lathif".

"Bagi yang sudah mengunduh dan mencoba aplikasi ini, jika berkenan bisa disebarkan informasi ini kepada teman, saudara dan pemakai android lainnya agar lebih bermanfaat bagi khalayak muslim lainnya," pungkasnya. (Mukhlisin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

Bandar Lampung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kapolda Lampung Brigjend (Pol) Ike Edwin menyambut baik kegiatan Liga Santri Nusantara. Pada pembukaan kegiatan, Senin (19/9), Ike yang juga Perdana Menteri Kepaksian Skala Brak, Lampung Barat berkenan melakukan tendangan pertama.

Di pengujung acara, Ike secara pribadi menjanjikan hadiah tambahan berupa uang pembinaan, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

"Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan memberikan hadiah itu, bahkan diserahkan kontan kepada panitia," ujar Ketua Hipsi Lampung H Karim di Stadion Utama Pahoman Bandar Lampung, Kamis (22/9).

Sementara Pesantren Daarul Ulum Tanggamus melawan Pesantren Riyadhatul Ulum, Lampung Timur di babak final. Tanggamus unggul 1-0 atas Lampung Timur.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Babak pertama pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua, menit ke-15 tim Tanggamus melalui penyerang Habib Fauzi Rahman mencetak gol perdana yang disambut gempita suporter dengan tabuhan rancak genderang dan teriakan senang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berlatih selama empat bulan sebelum kegiatan," ujar Rudi Hartono, pelatih kesebelasan Lampung Timur. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Kajian Islam, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak lima mantan ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC/setingkat provinsi) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendorong sekaligus mendukung Fairus Huda menjadi Ketua Umum. Mereka menilai, Fairus yang merupakan kader asal Malang, Jawa Timur, itu layak memimpin PMII.

Dalam rilis yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, para mantan Ketua PKC meminta kesediaan Fairus untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum dalam Kongres PMII yang diselenggarakan di Jambi, sejak 30 Mei hingga 5 Mei 2014. Sebab sampai sekarang Fairus belum mendaftarkan dirinya dalam bursa kandidat Ketua Umum.

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Kelima mantan Ketua PKC PMII yang mendorong Fairus itu, antara lain, Syahriel (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Barat), Opik (mantan Ketua PKC PMII Nusa Tenggara Barat), Sasongko (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Tengah), Yamin (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Selatan), Iwan Setiawan (mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syahriel, Ketua PKC PMII Kalimantan Barat yang didaulat menjadi juru bicara untuk dukungan terhadap Fairus itu, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengembalikan marwah PMII sebagai organisasi pengkaderan. Visi itu diyakininya terdapat pada figur Fairus, karena dinilai mampu menjauhkan organisasi dari sikap-sikap pragmatis dan traksaksional.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami ingin menjaga tradisi politik luhur dengan memilih ketua umum yang benar-benar memiliki leadership kuat, serta memiliki kemampuan mendinamisasi organisasi di tengah stagnasi gerakan mahasiswa saat ini," katanya di Jakarta, Selasa malam, 3 Juni 2014.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, menurut Syahriel, harus dijaga marwahnya. "Karena itu, kami akan mendorong sahabat Fairus Huda agar bersedia menjadi pemimpin kami, pemimpinnya para kader pergerakan."

"Kami akan berjuang semampu dan sekuat tenaga kami. Kami akan kolekan membiayai operasional pencalonan sahabat Fairus Huda agar dia bisa terpilih sebagai Ketua Umum PMII," imbuhnya.

Menurutnya, sikap kebersamaan seperti kolekan tersebut adalah tradisi organisasi yang mulai luntur. Maka, harus ada upaya untuk mengembalikan tradisi yang luhur itu, sehingga muncul pemimpin yang sungguh-sungguh didukung seluruh kader.

"Pemimpin harus benar-benar lahir dari bawah, dari aspirasi kader, bukan titipan elite, dan tanpa embel-embel transaksi politik pragmatis," pungkasnya.

Selain Fairuz nama lain yang muncul sebagai bakal calon ketua umum PMII yang baru antara lain Jabidi Ritonga (Medan), Muamarullah Umam (Jabar), Aziz (Jogja), Abdul Aziz (Jombang), Zaini Mustaqim (Malang), Dwi Winarno (Jakarta) dan Aminudin (Jakarta). (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Pondok Pesantren, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

Thariq As-Shaidani datang dan bicara tiba-tiba ketika gerombolan orang musyrik berkumpul di rumah Abu Jahal. "Betapa gampang membunuh Muhammad seandainya kalian sepakat dengan omonganku."

Sorot mata orang-orang tertuju pada Thariq. Penasaran dengan gagasan muslihat pemuda satu ini.

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

"Muhammad tengah bersandar di dinding Kabah. Kalau saja salah seorang dari kita pergi membawa batu besar lalu melemparkannya dari atas Kabah, Muhammad pasti tewas seketika," papar Thariq.

Syihab, salah satu peserta dalam persekongkolan jahat itu pun berdiri dan berucap, "Jika kalian mengizinkan, pasti aku akan membinasakan Muhammad."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syihab beraksi. Ia naik ke atas Kabah sambil membawa batu yang sangat besar yang lantas ia hempaskan ke bawah tepat ke arah tubuh dan kepala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

"Blek!"

Dalam kitab Al-Aqthâf ad-Daniyyah fî Mawâidlil Ushfûriyyah dijelaskan, batu tersebut tak langsung terjun ke tanah. Tiba-tiba saja benda berat itu menjauh dari dinding Kabah dan tertahan di udara. Baru setelah Rasulullah bangkit dari lokasi sandarnya, batu itu patuh pada hukum gravitasi bumi, jatuh lalu menggelinding ke tempat asalnya.

Syihab yang menyaksikan peristiwa ajaib itu hanya bisa melongo. Nyaris tak percaya dengan kejadian di depan matanya. Seketika ia turun dari atas Kabah lalu menghampiri manusia suci itu. Rasulullah tidak marah, bahkan menyambut hangat Syihab yang menyatakan diri masuk Islam. Thariq As-Shaidani, inisiator percobaan pembunuhan Nabi pun turut jadi muallaf, berikut kawan-kawannya yang lain.

Para anggota geng musyrikin Quraisy tersebut beruntung, kala hati mereka membatu dan dipenuhi kebencian terhadap Islam yang menawarkan peradaban luhur, ada mukjizat yang mampu melunakkan hati keras mereka. Persekongkolan jahat menjadi tak berkutik di depan fenomena menakjubkan di luar hukum alam dan batas kemampuan manusia.

Yang jauh lebih beruntung—dan tentu berat—sesungguhnya adalah mereka yang hidup di zaman modern tetapi mau beriman dan menempuh jalan Islam meski tanpa pernah bertatap muka dengan Nabi atau menyaksikan peristiwa adikodrati.

Dikatakan berat karena di pundak mereka bertengger dua tanggung jawab sekaligus: konsisten terhadap keyakinan Islam dan menunjukkan Islam ke publik sebagai agama yang memang pantas dipeluk melalui sikap dan perilaku yang beradab. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Hikmah, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 09 Desember 2017

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Pamekasan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para pengusaha garam mengancam tidak akan membeli garam hasil jerih payah petani Madura. Pasalnya, para pengusaha geram karena pemerintah cenderung abai dalam menyikapi bukti serap kaitannya dengan hasil garam di Madura khususnya di Pamekasan. Para petani pun memarahi pemerintah.

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Hal itu mengemuka dalam hearing antara petani garam dengan pemerintah Pamekasan di Lantai II Gedung Pemkab Pamekasan, Rabu (16/1). Hearing tersebut dikomandani oleh Asosiasi Petani Garam Rakyat (APGAR), Faisol, dan dihadapi langsung oleh Kadisperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto.

Pertemuan tersebut cukup alot, dari sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.09. Ketua Komisi Garam Pamekasan yang tercatat Rektor Unira, Amiril, juga terlibat aktif dalam pertemuan tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung datar. Tidak ada persetegangan. Namun, setelah bergulir beberapa jam kemudian, nuansa ketegangan mulai terasa. Faisol selaku Ketua APGAR, bahkan berani mengatakan bahwa pemerintah selama ini suka membuat peraturan garam untuk kemudian dilanggar sendiri.

“Kami katakan dilanggar sendiri, karena pemerintah tidak mampu mengeksekusi atau menghukum para pengusaha yang rakus dan membuat petani garam menjerit,” tegas Faisol sembari enggan menyebutkan para pengusaha yang mengancam tidak akan membeli garam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Bambang Edy Suprapto menegaskan, setidaknya terdapat 53 ribu total serapan yang diajukan oleh pihaknya. Dan bukti serap yang dipersoalkan penguasaha, hakikatnya tidak berdasar.

“Pemerintah daerah akan berupaya untuk tetap melingdungi petani garam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ditegaskan, para petani masih merasakan dampak tataniaga garam yang masih rendah, akibat banyaknya garam impor mengalir ke madura.

Dikatakan Faisol, kondisi garam rakyat saat ini kian pelik. Sekalipun telah ada HPP garam konsumsi, harga garam rakyat justru merosot, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan harga tahun lalu.?

“Pemerintah juga telah menetapkan pembatasan impor garam, tetapi muncul indikasi rembesan garam impor yang memukul harga garam petani. Petani garam rakyat akan mati kalau terus dibiarkan bertarung dengan pengusaha, petani, dan arus garam impor. Petani tidak akan berdaya dan pasti kalah menghadapi kondisi pasar yang tidak sehat,” kata Faisol geram.

Bahkan Menurut Faisol, harga garam rakyat saat ini sulit terangkat karena masih ada produsen yang merusak pasar dengan memasarkan garam berharga rendah. Garam geo yang diproduksi PT Garam saat ini dipasarkan seharga Rp 600 per kg.

Padahal, katanya, garam merupakan komoditas strategis sebagai bahan pangan dan bahan baku industri sehingga kegiatan produksi, penyediaan, pengadaan, dan distribusi garam menjadi sangat penting dalam rangka menunjang masyarakat melalui program iodisasi dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani garam ataupun dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Untuk itu, para petani berharap ? pemerintah tegas untuk memberikan sanksi kepada pengusaha yang memaksa membeli garam impor, jika produksi garam rakyat masih mencukupi.

Siswadi, petani garam Galis yang hadir, menyatakan bahwa sinar matahari, air laut, dan angin adalah sangat dibutuhkan oleh petani garam. Tahun 2010, katanya, tidak ada sinar matahari sehingga tidak panen garam. “Tahun 2013 ini, setidaknya pemkab membantu dengan pengadaan mesin pemompa angin atau kincir angin,” tekannya.

H Fathorrahman, Petani Garam Pandan, Galis, menekankan bahwa pemerintah kurang serius menangani impor garam. Selama ini, pemerintah sebatas membuat peraturan saja. Tidak berani mengeksekusi perusahaan yang melanggar peraturan tersebut.?

Bambang Edy Suprapto, berkali-kali berdalih akan menyeriusi persoalan garam tersebut.

Sementara itu, Agus Sumantri, salah seorang aktivis asal Desa Pandan, Galis, yang getol menyuarakan hak petani garam, menyatakan bahwa pertemuan di atas hanyalah bagian dari strategi sok peduli kepada petani garam.

“Kita bisa lihat saja nanti, apakah pertemuan tersebut ada tindak lanjutnya atau tidak,” ujarnya dengan nada sinis saat berjumpa dengan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Jalan Kabupaten di depan Kantor DPRD Pamekasan.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Hadits, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock