Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekitar 3 bulan yang lalu, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambakberas, Jombang mendirikan rayon di Fakultas Kesehatan Unwaha. Hal ini pertama kali pihak pengurus komisariat melakukan ekspansi di berbagai fakultas setempat.

Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan

Pada waktu yang singkat itu, Pengurus Rayon PMII Kesehatan menggelar perekrutan anggota baru atau yang biasa diistilahkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).

Ma’rifatin Nikmah, Ketua Pengurus Rayon PMII Kesehatan mengajak kepada calon anggota mengabdikan dirinya untuk urusan organisasi dengan menjadi aktivis yang militan. “Menjadi seoarang kader militan sangat dibutuhkan demi kemajuan organisasi PMII, sebab pemikirannya menjadi pilar yang memperkokoh ketangguhan dari organisasi tersebut,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Ahad (20/12) kemarin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Nikmah, aktivis yang militan akan membantu keberlangsungan organisasi PMII lebih baik dan progresif. “Kelangsungan dan kelanggengan organisasi tidak lepas dari terbentuknya kader yang militan terhadap organisasi,” ungkapnya.

Sementara Syaiful Hadi, ketua panitia pelaksana kegiatan, menyinggung tajuk yang diangkat panitia, yakni “Membentuk Kader Militan Berbasis Kesehatan dari Kampus untuk Negeri”, berawal dari realitas bahwa tidak sedikit aktivis pergerakan yang acuh terhadap organisasinya. Mereka lebih mementingkan urusan tampilan atau pola hidupnya daripada memupuk diri menjadi aktivis yang sebenarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tidaklah mudah menjadi calon kader yang memiliki kemampuan untuk menjadi seoarang pionir organisaasi. Hal itu terbukti, para remaja yang sejatinya sebagai penerus bangsa yang baik dan terarah malah kebanyakan sibuk dengan style daripada memikirkan bangsa,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18-20 Desember 2015, di Graha Gus Dur, Tambakberas ini, diikuti tak kurang dari 10 peserta. Selama kegiatan mereka mendapat berbagai materi, di antaranya Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Nilai Dasar Pergerakan (NDP), antropologi kampus, ke-PMII-an, sejarah PMII lokal, sejarah Kopri, mahasiswa dan tanggung jawab sosisal, dan kajian ilmu fakultatif. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 23 Februari 2018

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Palembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengelar turnamen olahraga IPNU Deskana Cup 2016. Ajang kompetisi antardesa yang berlangsung pada 3-8 April merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah desa dan karang taruna Desa Pulau Betung, Kecamatan Pampangan, OKI, Sumatera Selatan.

"Kita ingin mengapresiasi olahraga masyarakat desa," kata ketua PC IPNU OKI Zainul Fitril Walid saat pembukaan, Ahad (3/4). "Bagi pemenang akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan," tambahnya.

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Zainul menjelaskan, ada 28 tim voli dan 16 tim sepak takraw dalam turnamen kali ini. Ia berharap, gelaran ini akan menimbulkan kegiagan positif di kalangan pemuda. “Dan jika memungkinkan akan melahirkan atlet untuk tingkatan lebih tinggi," ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua karang Taruna Desa pulau Betung, Frediansyah menambahkan, kerja sama antara organisasi Karang Taruna dan IPNU harus dipertahankan untuk memberikan kontribusi kepada daerah. "Ini langkah awal, ke depan akan banyak kegiatan lain yang akan kami laksanakan, baik lomba atau bakti sosial," tuturnya.

Kepala Desa Pulau Betung Liansya Idris? mengapresiasi kegiatan pemuda tersebut. Menurutnya, olahraga termasuk hiburan masyarakat desa. "Kami harap kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun, selain sebagai ajang silaturahmi juga penjaringan atlet," pungkas Liansya Idris. (Abdul Malik Syafei/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik

Beragam cara menyampaikan gagasan, termasuk kejengkelan. Aji Prasetyo menuangkannya melalui komik. Ratusan komik yang dibuatnya secara manual ia sebarkan secara gratis di media sosial. Salah satu karyanya adalah “Apa Sih Maunya NU?”

Komik tersebut dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Sebagai warga NU, kemampuannya dalam membuat komik ia pergunakan untuk membela dan melawan pihak seberang yang doyan membuat opini tanpa tabayun, bahkan menyalahkan, membid’ahkan, sampai mengkafirkan amaliyah warga NU.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk mengetahui lebih jauh proses kreatif Aji Prasetyo dalam menciptakan komik, Abdullah Alawi dari VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mewawancarainya melalui surat elektronik pada Rabu (7/6). Berikut petikannya.?

Komik Apa Sih Maunya NU? ada berapa seri?

Baru satu itu. Saya memang biasa bikin komik pendek-pendek antara 2 sampai 10 halaman untuk menyodorkan opini pada kasus-kasus tertentu.

Asal-mula membuat komik itu? Diminta orang atau bagaimana?

Enggak. Itu kesadaran sendiri. Bermula dari berbagai anggapan sinis terhadap NU. Lantas saat saya ikut harlah Ansor di Kediri tempo hari, saya mencermati pidato Ketua GP Ansor jatim maupun pusat. Dari sana saya tergerak untuk membuat komik itu. Sebagai warga NU dan pengurus Lesbumi, saya rasa ini kewajiban saya untuk turut merespon black campaign pihak-pihak seberang. Jadi, enggak perlu nunggu diminta.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Itu selesai berapa lama pembuatannya?

Dua jam.

Cara menyebarkannya bagaimana?



Saya cuma pajang di fanpage saja. Terus ada orang-orang yang upload di Line, IG, diformat pdf lantas disebar di WA dan sebagainya.

Reaksi positif dan negatifnya bagaimana?

Rame.

Bagaimana reaksinya?

Apresiasi jelas ada. Kalo teror belum ada. Mungkin mereka enggak punya nyali kalo akan berurusan sama Banser. Sampe ada "komik jawaban"nya segala. Tapi menurut kawan-kawan, jawabannya enggak menggigit. Sekadar ngeles saja.

Target komik dengan tema itu gimana?

Targetnya adalah tersebar seluas mungkin di masyarakat sosmed. Gimana caranya sebanyak mungkin orang baca tanpa harus bayar. Untuk melawan opini pihak seberang yang suka menyudutkan banser dan NU.

Apa akan ada "Apa Sih Maunya NU 2"?

Bisa jadi, jika nanti ada ide baru utk menangkis serangan-serangan lain.

Sejak kapan menciptakan komik?

Mulai eksis sejak 2007 mas. Dulunya saya musisi. Lantas ada "insiden Ramadhan" di tahun 2007.

Insiden apa?

Aji kemudian memberikan sebuah link toko buku yang memuat jawaban dari pertanyaan tersebut.Link itu memuat esainya berjudul: “Meluapkan Kejengkelan Pencitraan Ramadhan dengan Komik”?

Kita sudah terbiasa melihat para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Tapi, karena aku dulu bekerja sebagai musisi, aku termasuk orang yang cukup apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka. Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan.

Di awal mula aku menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tadi kunikmati dengan berbagai pemakluman. Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya.

Akhirnya kuputuskan untuk meluapkan kejengkelanku lewat coretan komik dan kuupload di sosmed. Lantas lahirlah komik celotehku yang kuberi judul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), kubuat di bulan Ramadhan.

Keduanya menjadi monumen awal mula aku menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal, seperti kutuangkan dalam esai komik kali ini, tepat sepuluh tahun setelah aku memulai karirku sebagai komikus opini.?

Mau konfirmasi, berarti jumlah karya yang telah disebar?

Komik pendek saya sudah ratusan judul mas. Mulai dari 2007 sampai sekarang.

Semuanya diperjual-belikan?

Hampir semua saya upload di sosmed secara gratis. Baru setelah banyak, saya bukukan dan dijual

Cara membuat komik itu bagaimana, dengan alat tulis secara manual atau dengan semacam program di komputer?

Manual.

Jika ditarik ke belakang, keterampilan bikin komik sudah ada basisnya? Misalnya minat, bakat, kemudian digeluti sejak 2007





Sejak kecil saya suka menggambar. Lantas kuliah di IKIP ambil jurusan senirupa, tapi sayangnya DO.?

Apakah dengan komik bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari?

Dengan cara saya? Tidak. Karena saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian. Teman-teman saya sesama komikus banyak yang memakai komik sebagai satu-satu penghasilan dan banyak yang sukses. Terutama yang bekerja sebagai ilustrator komik-komik luar negeri. Makanya saya masih nyambi sebagai musisi dan mengelola kedai kopi.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lajnah Falakiyah NU memastikan bulan Syaban genap (istikmal) 30 hari setelah tim rukyat hilal tak melihat bulan sabit sebagai tanda awal Ramadhan.

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari

Pernyataan ini tertuang dalam surat PBNU perihal Ikhbar/Pemberitahuan Hasil Rukyatul-Hilal bil Fili Awal Ramadhan tertanggal 8 Juni 2013 yang ditujukan kepada Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia.

"Atas dasar istikmal tesebut dan sesuai dengan pendapat al-Madzahib al-Arbaah maka dengan ini PBNU mengikhbarkan/memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2013," bunyi surat tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PBNU menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada segenap warga NU dan umat Islam secara umum pada Ramadhan 1434 H.

"Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT," ujar surat ikhbar, ditutup tanda tangan dari Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat LFNU KH A Ghazali Maroeri mengatakan, pihaknya telah mengelar pengamatan hilal di 90 titik strategis dengan menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional. Rukyat dilaksanakan bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi, ahli fiqih dan warga Nahdliyin setempat.

PBNU juga aktif mengikuti sidang itsbat yang diselenggarakan pemerintah di Jakarta, Senin (8/7) petang atau bertepatan dengan 29 Syaban 1434 H. Atas persetujuan ormas-ormas Islam yang hadir, Kementerian Agama dalam sidang itu juga menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Rabu.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan narasumber Wakil Ketua Lakpesdam PBNU H. Ahmad Baso. Seluruh mahasiswa STAINU Jakarta beserta dosen mengikuti kuliah mengawali pertemuan pertama semester genap.

"NU dan NKRI tidak akan dipisahkan selamanya, bagaikan melindungi orang kepanasan, menunjukan jalan yang benar bagi orang yang kesasar, melarang orang yang mengalami kegelapan," ujar Ahmad Baso di kampus yang berlokasi di Yayasan Miftahul Huda, Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad ( 22/1 ).?

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Menurut dia, NU membangun ikatan kebersamaan pada segenap penduduk Indonesia tanpa melihat latar belakang keyakinan dan agamanya. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, para pejuang dan pahlawan serta syuhada mayoritas dari kalangan santri dan ulama pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU.?

Sehingga, lanjut pria yang pernah nyantri di Pesantren An-Nahdlah Makassar (1985-1990) dibawah asuhan Anregurutta Muhammad Haritsah AS, itu keberadaan NKRI ini dibangun di atas tulang berulang para syuhada, santri, dan ulama tanpa pamrih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para penguasa dan pejabat di Nusantara ini harus menegakkan keadilan tidak mengunakan akal pikiran saja, melainkan menggunakan hati nurani ke-NU-an," kata penulis buku Agama NU untuk NKRI tersebut.

Salah satu mahasiswa STAINU Jakarta bertanya kepada narasumber, bagaimanakah sumbangsih NU untuk mempertahankan UUD 1945 dan Pancasila.

"Hakikat musyawarah itu tidak dapat tergantikan yaitu asas kekeluargaannya, tradisinya dan pondasi. Itu tidak dapat diubah-ubah. Dan yang diubah dari UUD 1945 itu hanyalah bajunya saja, tetapi makna dan filosofi undang- undang tentang ekonomi, adat, agama, dan kemakmuran rakyat Indonesia tetaplah pada pondasinya yaitu Pancasila," jawab Ahmad Baso, anggota Komnas HAM RI (periode 2007-2012).

Kalau, Indonesia diubah dengan sistem lain, lanjut Ahmad Baso, warga NU dan mayoritas umat Islam tidak akan menerima sistem baru yang belum teruji dengan membuang sistem pemerintahan yang telah menjamin pemerintahannya.

"Dengan sejumlah alasan tersebut, tidak ada pilihan bagi warga NU, kecuali semakin mantap dalam berjamiyah serta kukuh menjaga negeri ini. Bahkan dikatakan bahwa NKRI harga mati," pungkasnya. (Elsa Ruspandi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 21 Januari 2018

Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Jama’ah Calon Haji Kabupaten Brebes Tahun 1434 H/2013 M bakal berangkat lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kesempatan tersebut membawa keuntungan tersendiri bagi jamaah karena bisa lebih tenang beribadah dan pulang juga lebih awal. 

Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal

“Jamaah Calon Haji Brebes berangkat pada 12 dan 13 September,” tutur Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) H Imam Hidayat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Brebes Senin (9/9).

Imam mengaku berbahagia karena persiapan pemberangkatan sudah matang. Karena telah terjalin kerjasama dengan semua pihak. Sebagai pelayan umat, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melayani jamaah sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 yang telah diperbahauri dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2009. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam Pasal 6, tambah Imam, menyebutkan bahwa Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh jamaah haji.

Dia menjelaskan, jumlah Jamaah Calon Haji yang melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434 H/2013 M berdasarkan data SISKOHAT sejumlah 1.040 orang. Karena adanya kebijakan pemotongan 20% kuota haji tahun ini, sehingga jumlah jamaah calon haji menjadi 863 orang. Namun telah terjadi mutasi keluar 2 orang,  mutasi masuk 1 orang dan batal tunda 3 orang. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sehingga jamaah Calon Haji yang siap diberangkatkan dari Kabupaten Brebes melalui Embarkasi Adi Soemarmo Solo, berjumlah 859 orang,” papar Imam.

Mereka, lanjutnya, terbagi menjadi tiga kelompok terbang; kloter 12 sejumlah 349 orang, kloter 13 sejumlah 368 orang, dan kloter 14 sejumlah 142 orang. Kloter 12 bergabung dengan Kabupaten Pekalongan, kloter 13 utuh, dan kloter 14 bergabung dengan Kabupaten Wonosobo. 

Kloter 12 maktab di Bakhutmah No. maktab 39 No. rumah 830, kloter 13 maktab di Aziziyah No. maktab 12 No. rumah 221, kloter 14 maktab di Mahbas Jin No. maktab 5 No. rumah 109 dan 110. Bila dilihat menurut jenis kelamin, laki-laki 393 orang (45,75 %) dan perempuan 466 orang (54,25%). (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Mustolih Siradj (konsumen dan donatur Alfamart) selaku Tergugat II mengajukan saksi penting, yakni A. Alamsyah Saragih Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) angkatan pertama.

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Dalam kesaksiannya, Alamsyah menyatakan, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat masuk kategori sebagai Badan Publik. Hal tersebut sebagai konsekuensi pertanggungjawaban kepada publik meskipun entitas Perseroan adalah badan hukum yang seharusnya mencari laba (untung).

“Hal itu sebagai social control kepada penyelenggara sumbangan,” ujar Alamsyah, Jumat (17/3).

Maka itu, lanjutnya, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat dapat dimintai data atau informasi oleh Donatur maupun masyarakat luas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alamsyah yang kini menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menambahkan, laporan Perseroan yang mengumpulkan sumbangan kepada Menteri Sosial tidak menggugurkan kewajibannya kepada publik

“Memberikan informasi seputar sumbangan. Begitu pula dengan yayasan atau lembaga yang mendapatkan atau menerima penyaluran donasi dari Perseroan tersebut juga menjadi Badan Publik,” tegas Alamsyah.

Alamsyah juga menyesalkan apabila ada Perseroan yang meminta sumbagan dari masyarakat tetapi kemudian uang sumbagan itu diklaim sebagai dana CSR (Corporate Social Responsibility) Perusahaan tersebut.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebab mengenai CSR aturannya sudah jelas diatur UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Jo PP No. 47/2012, sumber dana CSR dari dana perusahaan bukan sumbangan,” jelasnya.

Alamsyah Saragih menguatkan Putusan KIP No. 011/III/KIP-PS/2016 yang menyatakan bahwa Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) sebagai Badan Publik karena meminta sumbangan kepada masyarakat atau konsumen secara agresif, rutin, dan masif di seluruh Indonesia. Bahkan berkelanjutan selama bertahun-tahun dengan total donasi yang terkumpul hampir mencapai Rp100 miliar. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Budaya, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock