Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dengan peserta sekitar 1500 orang. Pertemuan yang akan berlangsung Rabu (28/5) sampai sampai Ahad (1/6) dikemas dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Muslimat NU Hj Aniroh Slamet Effendi Yusuf, kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 1.135 peserta dari pengurus pusat, wilayah, dan cabang, serta yayasan yang bernaung dibawah Muslimat NU.

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Aniroh menyebutkan  yayasan tersebut, yaitu Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU, Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU, Yayasan Haji Muslimat NU/Ikatan Haji Muslimat (YHM/IHM) NU, Yayasan Da’iyah Majlis Taklim Muslimat (HIDMAT) NU, dan Koperasi Annisa Muslimat NU yang masing-masing berasal dari 33 wilayah atau provinsi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Itu yang resmi diundang. Tapi sepertinya yang hadir sekitar 1500 Muslimat NU dari seluruh Indonesia karena mereka biasanya membawa taman,” ungkapnya, pada "Ta’aruf Peserta Rakernas dan Mukernas NU dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo" di aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selasa malam (27/5).

Apa yang dikatakan Aniroh, diakui Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, peserta yang datang melebihi dari undangan, “Yang tadinya satu kamar untuk 8 orang, dihuni 20 orang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, menurut Khofifah, pada pembukaan Rakernas yang akan berlangsung Rabu siang (28/5) oleh Wakil Presiden Boediono, sekitar 2000 Muslimat NU se-Jabodetabek akan hadir ke Asrama Haji.

Kegiatan bertema "Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat" tersebut dihadiri Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlowi, Dorce Gamalama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, AlaNu, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 13 Februari 2018

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Memperingati hari Kartini, Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) menggelar Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN) angkatan ketiga diakhir kepengurusan, Jumat (21/04), di Gedung Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Jalan Penganten Ali No. 71 A Ciracas Jakarta Timur.

Ketua Umum PB Kopri Ai Rahmayanti, mengungkapkan mengenai kedisiplinan kader-kader Kopri yang mengikuti acara ini.

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Kepengurusan PB Kopri Gelar Sekolah Kader

"Yang dititikberatkan hari ini dalam SKKN, harus mampu untuk disiplin," ucap Ketua Umum di awal sambutannya.

Pengalaman perempuan menjadi suasana bersama yang dapat menjadi kebijakan. Ini sebabnya, agar organisasi perempuan harus ada.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Organisasi perempuan, Kopri, harus tetap ada," tegas perempuan anak satu itu melanjutkan.

Keberadaan Kopri tidak hanya melahirkan elit-elit kepemimpinan. Karena cukup menjadi figur yang bagus, sudah bisa menjadi pemimpin. Tetapi, bagaimana Kopri dapat memberikan kebermanfaatan bagi orang banyak.

"Kopri tidak hanya berorientasi menjadi pemimpin, tapi harus cari kebermanfaatan kepada banyak orang," lanjut Ai Rahmayanti diakhir sambutan.

Kegiatan yang dijadwalkan dari tanggal 20-23 April ini dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai provinsi.

Masih di dalam forum yang sama, gerakan perempuan masa kini perlu mengedepankan intelektual.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Langkah awal generasi maju, kunci kalian perbanyak membaca dan menulis," ujar Nihayatul Wafiroh salah satu pemateri SKKN. (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Doa, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram masa khidmat 2017-2018 dilantik di Pendopo Walikota Mataram, Senin (7/3) siang. Bendahara Umum PMII Ahmad Riduan Hasibuan sengaja turun ke Mataram untuk melantik kepengurusan baru.

Tampak hadir Sekda Kota Mataram mewakili Tgh Achyar Abduh Selaku Walikota Mataram, puluhan alumni senior PMII Kota Mataram, Ketua GP Ansor NTB, Ketua GP Ansor Kota Mataram, beserta ratusan kader dan anggota PMII se-Kota Mataram.

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Solihin, Ketua PMII Mataram yang baru saja dilantik mengatakan, PMII di Kota Mataram bukanlah baru. PMII di Kota Mataram lahir sejak tahun 1962, dan tetap eksis. PMII Mataram sudah berkontribusi bagi Pemkot Mataram.

Alumni PMII di Kota Mataram, lanjutnya, sudah banyak berkontribusi bagi daerah khususnya Kota Mataram dan NTB umumnya. Jadi sudah waktunya PMII di Kota Mataram berjaya sebagaimana dengan umurnya saat ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretaris Daerah Kota Mataram H Efendi Saswito mengatakan, PMII di Kota Mataram harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pemerintahan yang ada di Kota Mataram. Tetaplah menjadi agen perubahan. Serta tetap menjadi penggerak bagi pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Mataram.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Mari sama-sama kita bangun Kota Mataram sebagai mana visi dan visi Wali Kota dan Wakil Walikota Mataram,” katanya.

Ahmad Riduan Hasibuan meminta Pemkot Mataram memperhatikan mahasiswa yang tergabung dalam PMII di Kota Mataram. Karena PMII bukanlah menjadi perusak negara ataupun daerah, melainkan PMII hadir sebagai penyongsong dan PMII siap pakai ketika dibutuhkan oleh daerah.

Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Kota Mataram Akbar Jadi menyampaikan, PMII Kota Mataram harus menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Mataram. "Jadilah kader penggerak yang selalu eksis dalam mengawal kebijakan Pemkot Mataram," kata Ketua Lakpesdam NU NTB ini. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Daerah, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Agar dapat menulis secara baik dan benar, seorang penulis perlu memiliki data yang cukup. Tulisan yang disajikan secara baik, jika isinya tidak benar, akan menjadi cacat karya.

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlunya Riset dalam Menulis Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi

Hal itu disampaikan Siska Yuniati dalam Workshop Menulis Puisi yang digelar oleh MTs NU Pakis, Sabtu (3/2).

Siska mencontohkan beberapa bait puisi yang terlihat indah, tetapi isinya janggal atau tidak benar. Hal itu menjadi cacat sebuah puisi. Bahasa-bahasa yang indah pun menjadi percuma.

Oleh karena itu, Siska menegaskan, seorang penulis perlu riset untuk mendapatkan data-data sebagai bahan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Guru MTs Negeri 3 Bantul sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi) ini mengingatkan, riset yang dimaksudkannya adalah pengumpulan data secara umum. Peserta diminta Siska untuk tidak tegang mendengar istilah riset apalagi membayangkan berada di laboratorium atau seperti orang menulis karya ilmiah.

Riset tersebut menurut Siska dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengar, mengamati, melakukan, dan lain-lain yang bertujuan untuk memahami materi yang akan ditulis.

Pada kesempatan itu, pemenang pertama Lomba Nasional Penulisan Puisi Festival Sastra Universitas Gadjah Mada 2016 tersebut juga mengajak para peserta untuk praktik menulis puisi. Para peserta yang terdiri atas guru-guru dan siswa MTs NU Pakis itu pun semangat untuk mengikuti latihan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Siska, ada banyak teknik yang dapat dilakukan dalam mengajarkan atau belajar puisi. Siska menggunakan teknik bermain kata dan teknik bermain irama. Dengan dua teknik itu, peserta dapat meraskan kemudahan-kemudahan dalam menulis sehingga dapat segera menghasilkan puisi-puisi pendek.

Selain Siska, hadir pula Yulismar dari SMP Negeri 8 Riau yang memotivasi guru dan siswa yang hadir untuk semangat menulis buku.

Kepala MTs NU Pakis, Najmah menyampaikan bahwa kegiatan itu diselenggarakan terkait program Gerakan Literasi Sekolah di MTs NU Pakis. Dirinya berharap, nantinya para guru dan siswa dapat menulis buku-bukunya sendiri. Hal ini penting, kata doktor lulusan Universitas Negeri Malang, karena sehebat-hebatnya manusia, kalau tidak ada jejak yang ditinggalkan, maka akan hilang ditelan zaman.

Ketua Bidang Penerbitan Pergumapi itu menegaskan, bahwa siapa pun dapat menjadi penulis. Itulah alasan dirinya menghadirkan Siska Yuniati dan Yulismar untuk memotivasi para guru dan siswa MTs NU Pakis untuk menulis.

Najmah juga mengungkapkan bahwa MTs NU Pakis sudah memiliki penerbit dengan nama MATsNUEPA Publishing. Sudah cukup banyak penulis yang menerbitkan bukunya di penerbit yang dikelola oleh Syafaatul Maulida, Sekretaris Bidang Penerbitan Pergumapi sekaligus guru MTs NU Pakis itu.

Di antara buku yang telah diterbitkan adalah Strategi Najmah, sebuah buku yang berisi tentang pengelolaan pendidikan di MTs NU Pakis. Menurut Najmah, buku yang telah cetak hampir 2000 dan diedarkan secara gratis itu, tidak hanya bercerita tentang dirinya, melainkan juga tentang guru-guru dan siswa-siswa MTs NU Pakis. (Sabna/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dari kitab suci Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut disebut dengan ayat sajdah. Di dalam mushaf Al-Qur’an ayat-ayat sajdah ini biasanya bisa diketahui dengan adanya tanda tertentu seperti tulisan kata as-sajdah dengan tulisan Arab di pinggir halaman sebaris dengan ayatnya, atau adanya gambar seperti kubah kecil di akhir ayat. Ketika ayat sajdah dibaca orang yang membaca atau yang mendengarnya disunahkan untuk bersujud satu kali baik dalam keadaan shalat maupun di luar shalat.

Disyariatkannya sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat sajdah didasarkan pada beberapa hadits di antaranya:

Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Sujud Tilawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Sujud Tilawah

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? , ? ? ? , ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya: “Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, “celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadis riwayat Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Adalah nabi membacakan Al-Qur’an kepada kita, maka ketika melewati ayat As-Sajdah beliau bertakbir dan bersujud, dan kami pun bersujud bersamanya.”

Tata Cara Sujud Tilawah

Di luar shalat ketika seseorang membaca atau mendengar ayat sajdah dan ia berkehendak untuk melakukan sujud tilawah maka yang mesti ia lakukan adalah memastikan dirinya tidak berhadats dan tidak bernajis dengan cara berwudlu dan mensucikan najis yang ada. Setelah itu menghadapkan diri ke arah kiblat untuk kemudian bertakbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan. Setelah berhenti sejenak lalu bertakbir lagi untuk turun bersujud tanpa mengangkat kedua tangan. Setelah sujud satu kali lalu bangun untuk kemudian duduk sejenak tanpa membaca tahiyat dan mengakhirinya dengan membaca salam.

(Baca juga: Ini Perbedaan Hadats dan Najis)Apakah harus berdiri sebelum melakukan sujud tilawah? Para ulama Syafi’iyah berbeda pendapat dalam hal ini. Syekh Abu Muhammad, Qadli Husain dan lainnya lebih menyukai sujud tilawah dilakukan dengan cara dimulai dari berdiri dan berniat lebih dahulu. Namun pendapat ini diingkari oleh Imam Haramain dengan mengatakan, “Saya tidak melihat untuk masalah ini adanya penuturan dan dasar.” Apa yang menjadi pendapat Imam Haromain ini dipandang oleh Imam Nawawi sebagai pendapat yang lebih benar dan karenanya yang dipilih adalah tidak berdiri untuk sujud tilawah (lihat Yahya bin Syaraf Al-Nawawi, Raudlatut Thâlibîn wa ‘Umdatul Muftîn, (Beirut: Al-Maktab Al-Islamy, 1991), jil. I, hal. 321 – 322).

Sedangkan melakukan sujud tilawah dalam keadaan sedang shalat dengan cara setelah dibacanya ayat sajdah maka bertakbir tanpa mengangkat tangan untuk kemudian turun bersujud satu kali. Setelah itu bangun dari sujud untuk berdiri lagi dan melanjutkan shalatnya. Bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di tengah surat maka ia kembali melanjutkan bacaan suratnya hingga selesai dan ruku’. Namun bila ayat sajdah yang tadi dibaca berada di akhir surat maka setelah bangun dari sujud tilawah ia sejenak berdiri atau lebih disukai membaca sedikit ayat lalu diteruskan dengan ruku’ dan seterusnya.

Perlu diketahui, Dr. Musthafa Al-Khin dalam kitabnya al-Fiqhul Manhaji memberikan peringatan bahwa takbiratul ihram dan membaca salam merupakan syarat sujud tilawah. Syarat yang lainnya adalah sebagaimana syarat shalat pada umumnya seperti menghadap kiblat, suci dari hadas dan najis, dan sebagainya (lihat Musthafa Al-Khin, al-Fiqhul Manhaji [Damaskus: Darul Qalam, 2013], jil. I, hal. 175 – 176).

Adapun bacaan yang sunah dibaca ketika sujud tilawah sebagaimana disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thâlibîn adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sajada wajhiya lil ladzî khalaqahû wa shawwarahû wa syaqqa sam’ahû wa basharahû bi haulihî wa quwwatihî.”

Juga disunahkan membaca do’a:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

Allâhummaktub lî bihâ ‘indaka ajraa, waj’alhâ lî ‘indaka dzukhran, wa dla’ ‘annî bihâ wizran, waqbalhâ minnî kamâ qabiltahâ min ‘abdika dâwuda ‘alaihissalâm.”

Namun demikian—masih menurut Imam Nawawi—bila yang dibaca adalah do’a yang biasa dibaca saat sujud di waktu shalat maka diperbolehkan. Wallahu a’lam(Yazid Muttaqin)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Pondok Pesantren, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya digunakan untuk tempat Pasar Darurat Sementara Pasar Klewer, kini semakin bertambah ramai, seiring dipenuhi penjual aneka dagangan, yang memeriahkan Sekatenan.

Pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, puluhan pedagang telah memadati kawasan Jalan Paku Buwono dan sekeliling pagar Alun-alun Utara atau dikenal Alun-alun Lor.

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi, pada tahun ini sudah dimulai sejak Kamis (1/12). Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Malam Sekatenan-nya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Senin (12/12) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Nahdlatul, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung DR. Ajid Tohir mengatakan, salah satu pilar dan merupakan ruh Nahdlatul Ulama adalah thariqah (tarekat). NU kemudian menjam’iyahkan para pengamalnya dalam Jamiyah Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (JATMAN).

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Pendapat Ajid diperkuat dengan mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sebuah pertemuan di Cihampelas. “Ruh-nya NU itu ada di Thariqah," kutipnya pada pembentukan Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (MATAN) Jawa Barat di Bandung Sabtu (14/2).

Menurut penulis buku “Gerakan Politik Kaum Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa” ini, kontribusi penganut tarekat dalam perjuangan melawan kolonialisme sangat besar. Dalam temuannya, setiap ada pergerakan melawan penjajah selalu melibatkan penganut tarekat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun, perjuangan kalangan tarekat justru kurang dihargai pada masa kemerdekaan. Bahkan mereka dicap sebagai kalangan yang menjadi penyebab mundurnya dunia Islam, khususnya di Indonesia.

"Dulu sekitar tahun 1970-an kelompok thariqah menjadi sasaran empuk kelompok reformis karena thariqah dianggap sebagai kemunduran Islam. Padahal sebenarnya thariqah punya peran besar dalam melawan penjajah," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain lagi dengan cara pandang orang pada kalangan tarekat pada zaman sekarang. Menurut Ajid, tarekat mulai digemari masyarakat. Bahkan di kalangan akademik.

Karena, sambung Ajid, di akademik yang selalu diisi adalah intelektual melulu, sementara ruhaniyahnya hampa. Sementara yang mengisi ruhaniyah itu adalah tasawuf yang dilakoni kalangan tarekat.

"Belajar dalam tasawuf itu tidak ada akhirnya, kita akan terus menjadi murid, menjadi salik sampai tutup usia," lanjutnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock