Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dikunjungi Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang baru di lantai tiga, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/1) malam. 

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Wakil Sekretaris PBNU Sultonul Huda.

Sementara dari KIP hadir Ketua Tulus Subardjono, Wakil Ketua KIP Gede Narayana Sunarkha, Anggota Arif Adi Kuswardono, Anggota Hendra, Anggota Cecep Suryadi, Anggota Romanus Ndau Lendong, dan Anggota Wafa Patria Umma.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, setelah era reformasi, semua elemen di Indonesia harus diikutsertakan untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik. 

“Mengambil pelajaran pahit di era orde baru. Ada warga masyarakat yang dianakemaskan, ada yang dianaktirikan,” kata Kiai Said kepada Komisioner KIP.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Kiai Said, hal tersebut terjadi akibat 32 tahun rakyat dipecah oleh orde baru, sehingga di antara kebijakan orde baru tidak memperbolehkan orang NU menjadi menteri agama dan ketua MUI. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Jadi akibat dari kebijakan yang kelirulah ada masyarakat anak emas, ada masyarakat anak tiri, bukan hanya terjadi krisis moneter, tapi juga terjadi krisis kepercayaan,” jelas kiai yang juga Pengasuh Pesantren As-Tsaqofah Ciganjur ini.

Pada kesempatan tersebut, kiai yang juga guru besar ilmu tasawuf ini meminta kepada KIP untuk mengedukasi masyarakat. “Masyarakat membutuhkan pendidikan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua KIP Tulus Subardjono menyatakan senang berkunjung ke PBNU karena NU merupakan organisasi masyarakat yang mempunyai potensi banyak. 

“NU ini kan udah tersebar di mana-mana. Kami ingin menyosialisasikan tentang keterbukaan informasi publik,” katanya. 

Ia berharap, dengan adanya keterbukaan informasi publik, maka diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan terhadap organisasi sosial akan timbul. “Sehingga kita inginkan adanya kerukunan, saling percaya,” harapnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd

Riyadh, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Tak berselang lama setelah keluar Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus Majelis Musyawarah Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Riyadh, semangat nahdliyin muda menggerakkan NU luar biasa. Mereka mengadakan pertemuan untuk mendeklarasikan GP Ansor Nejd.

Acara yang diadakan pada Kamis (4/2) ini bertepatan dengan harlah pertama grup Marawis Aswaja al-Banjari.

Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd (Sumber Gambar : Nu Online)
Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd (Sumber Gambar : Nu Online)

Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd

Anas Dliyaul Muqsith, mahasiswa Jami’ah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud yang ditunjuk sebagai pemandu musyawarah mengatakan bahwa dengan adanya badan otonom GP Ansor, MWCINU akan lebih kuat, khususnya dalam menjaring dan mengadakan kegiatan-kegiatan bagi para pemuda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berumur produktif, yaitu antara 20-40 tahun memerlukan wadah yang lebih lentur dan inovatif. Di sinilah deklarasi GP Ansor menjadi penting. Karena ia mampu mengakomodir aspirasi pemuda Nahdliyin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Alasan memakai kata ‘Nejd’ bukan ‘Riyadh’ adalah karena Nejd mencakup wilayah Riyadh dan sekitarnya. Semisal al-Kharaj dan al-Qashim. Dengan demikian, Ansor bisa merangkul pemuda Nahdliyin yang tinggal di daerah tersebut,” kata Anas.

Selain perwakilan dewan syuriyah, tanfiziyah, dan tokoh-tokoh pemuda, hadir pula sejumlah mahasiswa NU yang kuliah di Jami’ah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud dan Jami’ah Malik Sa’ud. (Irza A Syaddad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Kendal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah menggelar apel di alun-alun Kendal untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 62 IPNU, Jumat (26/2) kemarin. Acara ini merupakan acara lanjutan dari beberapa rangkaian acara yang telah terlaksana sebelumnya.

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Apel ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Kapolda Jawa Tengah Nur Aliyang menjadi pembina apel, Ahmad Zuhri yang memimpin doa, KH. Arja’ Imroni dan KH M. Abbas Fuad Hasyim yang memberikan orasi ilmiah. Serta hadir juga Bupati Kendal Mirna Annisa, Dinas Pendidikan Provinsi, Kemenag Kendal, dan Dwipora Prov. Jateng.

Sekitar 4000 peserta hadir dalam apel ini. selain perwakilan dari PC IPNU se Jawa Tengah, apel ini juga diikuti pelajar berasal dari sekolah Maarif di Kabupaten, SMP N 1 Kendal, SMP N 3 Patebon, SMP 2 Kendal, SMK N 4 Kendal, Pemuda Pancasila, SMK NU 02 Kendal, dan beberapa? sekolah lain serta seluruh PAC? IPNU se-Kabupaten Kendal.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara Apel ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang sebelumnya dilakukan geladi bersih bagi para petugas Apel. Agenda ini di isi dengan Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dan pemaparan-pemaparan unsur negatif bagi gerakan radikalisme, serta orasi kebangsaan sebagai penguatan ideologi kebangsaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Teks Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dibacakan tepat setelah pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, dan berikut ini kutipan lengkap teks deklarasi tersebut:

Deklarasi Pelajar Antiradikalisme



Pertama, kami pelajar Jawa Tengah menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun di seluruh penjuru nusantara, karena bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, khususnya ISIS, sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama apapun, dan kemanusiaan.

Ketiga, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk aksi kekerasan ekstremisme dan terorisme di bumi nusantara.

Keempat, kami pelajar Jawa Tengah siap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran paham radikal, seperti ISIS, di lingkungan pendidikan

Kelima, kami pelajar Jawa Tengah berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada semua pelajar dan masyarakat pada umumnya, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian, dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masing-masing, dan

Keenam, kami pelajar Jawa Tengah siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme khususnya ISIS di seluruh bumi nusantara

Setelah teks deklarasi selesei dibacakan, dan diikuti oleh semua peserta, pembina apel menyampaikan amanat kepada para peserta. Ia menghimbau para pelajar NU untuk selalu mewarisi semangat NU dalam mempertahankan NKRI, karena dalam sejarahnya NU selalu berupaya menangkal gerakan-gerakan radikalisme yang merongrong sendi-sendi keutuhan negara.

“Pada darah saudara mengalir darah untuk menegakkan NKRI, karena kalian adalah anak-anak muda NU yang mewarisi semangat juang leluhur NU. NKRI harga mati!,” paparnya dalam sesi amanat pembina upacara. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pameran Senirupa Kaligrafi Nusantara bertajuk “Waktu dan Lelaku” akan dimulai pada Rabu 28 September di Langit Art Space, Jalan Sonosewu, No 16 A Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran tersebut akan berlangsung 28 Oktober. Pameran yang akan dibuka Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) itu diiringi dengan hiburan Kyai Kanjeng, Bregodo Wirosobo, dan Sujud Kendang.

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Para perupa yang mengikuti pameran tersebut di antaranya Abay D. Subarna, AD Pirous, Agus Kamal, Edi Dolan “Edo”, Hendra Buana, Imam Chairul Bahri, KH A. Mustofa Bisri, Nasirun, Robert Nasrullah, R. Sidik W. Martowidjojo, Syaiful Adnan, Yetmon Amier,dan? Zulkarnaini.

Menurut kurator pameran, A. Anzieb, secara subtantif pameran tersebut lebih menekankan pada pendalaman esensi kaligrafi. “Artinya kaligrafi tidak hanya sekadar karya seni berupa tulisan indah. Namun ia membawa laku, sebuah "pusaka" yang berisi energi-energi kebaikan,” katanya ketika dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Kamis (22/9).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misalnya, kata dia, kaligrafi di kiswah Kabah atau di prasasti-prasasti dengan sendirinya menjadi "pusaka" karena waktu dan laku telah membuktikan sebagai eksistensi dan gaya hidup. Unsur pusakanya lantaran ada energi kebaikan yang beratus ratus tahun terserap pada suatu benda tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Nah, kaligrafi-kaligrafi sekarang sebagai idiom. Visualitas selama karya seni kecenderungannya hanya profan sebagai seni publik dalam konteks tradisi maupun modern. Nah, apakah kaligrafi semacam itu bisa disebut sebagai pusaka? Sebaliknya, bahkan sebaris ayat tanpa dituliskan pun, sudah menjadi laku kehidupan, otomatis menjadi "pusaka",” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Makam, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. “Mari kita kembali pada Islam yang ramah bukan pemarah, Islam yang merangkul bukan memukul, hentikan ekspresi yang kebablasan, saling mencaci dan memaki di antara anak bangsa,“?

Demikian disampaikan oleh Sekjen PBNU, H.A. Helmy Faishal Zaini dalam pidatonya saat memimpin apel kebangsaan di alun-alun Wonosobo, Ahad (21/5).?

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Ribuan warga Nahdliyin se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar apel kebangsaan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan Nahdliyin dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam orasi kebangsaannya ia menegaskan pentingnya sikap cinta tanah air. Kini Indonesia bisa melihat seberapa besar kecintaan rakyat pada negerinya. Indonesia tidak perlu takut terhadap berbagai ancaman musuh negeri karena rakyat selalu mendukung dan setia pada NKRI. Para pendiri bangsa sudah bersepakat termasuk ulama yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia.

Kegiatan apel kebangsaan ini berlangsung sejak Pukul 06.00 WIB dengan diawali istighotsah, dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz ? oleh Muslimat-Fatayat NU. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan dan pembacaan bersama ikrar kebangsaan Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo Arifin Shidiq bersama Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim. Apel kebangsaan ini dihadiri pula oleh Pengurus PWNU Jawa Tengah, Bupati Wonosobo H Eko Purnomo, Kapolres AKBP M. Ridwan, Dandim 0707 Dwi Hariyanto, Sekda Wonosobo H Eko Sutrisno Wibowo, serta seluruh organisasi sayap NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo periode 2017-2022. Selain Pengurus PCNU, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), PC Pagar Nusa, MWCNU Wonosobo, MWCNU Kepil, serta beberapa lembaga NU lainnya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Internasional, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 22 Desember 2017

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Dalam rangka mencari pengurus cabang NU terbaik di seluruh wilayah Jawa Timur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim mengadakan NU Award yang diikuti oleh 45 PCNU se-Jatim. Pengurus harian PWNU Jatim melalui timnya melakukan tahapan seleksi ketat terhadap peserta yang terdiri atas seluruh pengurus cabang NU di Jatim. Hasil seleksi menetapkan PCNU Blitar sebagai pemenang NU Jatim Award.

"NU Award ini dilakukan secara profesional oleh tim yang dibentuk oleh PWNU Jatim," kata Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah saat ditemui usai acara buka bersama Gubenur Jatim, Selasa (28/6).

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Kiai Mutawakkil menuturkan, tim melakukan tiga tahap yaitu dokumentasi, visitasi dan evaluasi kepada 45 cabang se-Jatim. Penyeleksian dilakukan oleh tim dan memilih empat cabang terbaik.

"Setelah terpilih, maka nominator itu diminta untuk presentasi di hadapan para kiai syuriyah, pengurus harian tanfidziyah, ketua lembaga, dan badan otonom NU," lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelum empat cabang melakukan presentasi, tim NU Award meminta komitmen bersama untuk mengadakan NU Award di tingkat cabang.

"Kalau NU Award yang dilakukan cabang, itu dilakukan kepada tingkat MWCNU," jelas Kiai pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, Kiai Mutawakkil juga akan menjadikan program NU Award ini sebagai program tahunan setiap bulan Ramadhan. Saat menjelang buka puasa bersama Gubenur Jatim, pemenang NU Award diumumkan.

PCNU Blitar keluar sebagai juara pertama. PCNU Magetan juara kedua. PCNU Banyuwangi juara ketiga. Sedangkan PCNU Lumajang merebut juara harapan.

Piala Gubenur Jatim diserahkan langsung oleh Gubenur Jatim Pakde Karwo dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah kepada Ketua PCNU Blitar. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kontingen Pencak Silat NU Pagar Nusa berhasil membawa pulang 5 piala dari 7 kategori yang diikuti dalam Festival Pencak Silat II yang diselenggarakan dalam rangka HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ke-40 di Sasono Langen Budaya TMII (13-14/4).

Festival Pencak Silat II dalam rangka HUT TMII ke-40 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta kali ini diikuti 150 lebih pesilat dari 7 perguruan. PSNU Pagar Nusa berhasil juara di 5? kategori, antara lain, Tunggal Putri (Pelajar), Ganda Putra (Pelajar), Ganda Putri (Pelajar), Ganda Putra (Dewasa), Berkelompok (Dewasa).

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII

"Untuk tahun ini kita mengikuti 7 kategori dari 10 kategori yang dilombakan, mudah-mudahan tahun depan Pagar Nusa bisa mengirim lebih banyak lagi," kata Afandy, pelatih sekaligus manajer tim Pagar Nusa.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia menambahkan, tahun ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Pagar Nusa. Tahun lalu dalam ajang yang sama Pagar Nusa membawa pulang 2 piala, ini salah satu bukti pengkaderan di Pagar Nusa berkembang pesat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

"Pagar Nusa akan terus evaluasi dan berbenah diri untuk menjadi lebih baik dengan mencetak pesilat-pesilat yang berprestasi, dan yang lebih penting menanamkan pada diri pesilat Pagar Nusa bahwa Pencak Silat adalah khasanah budaya Indonesia yang wajib dilestarikan," pungkasnya.

?

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian tim Pagar Nusa di Festival tahun ini.

?

"Prestasi ini harus tetap dipertahankan dan dikembangkan lagi, kita sangat optimis Pagar Nusa bisa lebih baik ke depannya dari sisi prestasi maupun kaderisasi," ujar pria yang akrab disapa Gus Aiz ini. (Nashr Fanie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock