Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Qartoum, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Bukan hanya di Indonesia, acara Mauludan untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiul Awal juga diperingati dengan meriah di Sudan. PCI NU Sudan turut memeriahkan acara ini, walaupun kali ini cukup sederhana karena musim ujian bagi para mahasiswa.

Acara Mauludan dipusatkan di alun-alun ibukota Sudan lama, Omdarman dengan perayaan semacam bazaar. Tariqat sufi dari berbagai daerah mendirikan stand bazaar mulai tanggal 1 dan sampai puncaknya tgl 12 Raibul Awal.

Grup nasyid Sifaul Qulub An Nahdliyah milik PCI NU pimpinan H. Moh. Shohib Rifai turut menghadiri undangan Mauludan yang diadakan khusus oleh Toriqat Tijaniyah pada tgl 12 Maulud berserta sebagian besar jajaran syuriyah PCI seperti Rois Syuriyah Badrus Shof, Wakil Rois Afifullah, Katib Hilmi Assidiqi.

Dua hari sebelumnya jajaran syuriyah dan sekteraris Lajnah Talif Wan Nasr Cep Iqi juga menghadiri mauludan di Omdarman Ibukota lama Sudan.

Seperti di Indonesia, tradisi Mauludan diperingati dengan pembacaan Barzanji, Diba dan semacamnya dengan diiringi musik yang bermacam macam. Ini membuat alun-alun seolah-olah menjadi lautan sholawat selama awal bulan Maulud sampai tgl 12.

Kontributor : Silabes
? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Kamis, 22 Februari 2018

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) akhirnya ditetapkan akan dilaksanakan pada akhir Syawal, tepatnya 27 – 30 Syawal 1433 H, atau 14 – 17 September 2012.

Penetapan tanggal dilakukan dalam Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, di kantor PBNU Jakarta, Rabu (25/4), yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah lengkap.

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H

Sebelumnya Munas dan Konbes NU diagendakan pada akhir bulan Jumadil Akhir 1433 H, tepatnya pada 17 - 20 Mei 2012 mendatang. Penundaan dilakukan terkait dengan kesiapan pihak tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Kempek, Cirebon.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebenarnya pihak Pesantren Kempek meminta agar Munas dan Konbes diadakan pada akhir Juni 2012, karena pada waktu itu persiapan diperkirakan sudah selesai dan bertepatan dengan liburan sekolah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun menurut Rais Aam, akhir Juni bertepatan dengan bulan Sya’ban yang biasanya padat dengan kegiatan pondok pesantren. Sementara Munas juga tidak mungkin diadakan pada bulan Ramadhan atau pada bulan Dzulhijjah atau musim haji.

Rapat harian yang dipimpin oleh Katib Aam PBNU KH Malik Madani akhirnya memutuskan munas diselenggarakan pada akhir bulan Syawal 1433 H.

Menurut Sekretaris Ketua Panitia Dr H Syahrizal Syarif, rapat harian juga menyepaki tema yang akan diangkat dalam Tema yang diangkat dalam Munas dan Konbes kali ini, yaitu “Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berbahagialah bagi warga NU dan umat Islam secara umum. Karena sejumlah bacaan dan doa-doa ibadah keseharian, termasuk tahlil, kini bisa dinikmati melalui perkakas berupa tablet maupun telepon genggam yang mendukung sistem andorid.

Usai meluncurkan aplikasi berbasis android “TV Aswaja” dan “Rawi",? Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja kembali meluncurkan aplikasi android baru berupa “Majmu Lathif & Doa Harian”.

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Menurut anggota Tim Developer PPM Aswaja, Ichwanul Muslim, peluncuran aplikasi baru tersebut bertujuan untuk mempermudah kalangan Nahdiyyin dalam menjalankan kegiatan keagamaan mereka terutama dalam hal akses doa-doa serta bacaan-bacaan Al-Quran lewat media elektronik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami yakin aplikasi ini sangat bermanfaat, karena di dalamnya berisi berbagai doa penting mulai dari bacaan dan doa Tahlil, Yasin, al-Waqiah, al Mulk, doa awal tahun, doa Nisyfu Sya’ban dan Asyura, serta doa lainnya," terang Ichwan, Kamis (12/6).

Ditambahkan, peluncuran aplikasi “Majmu Lathif & Doa Harian” memang sengaja dilakukan menjelang Nisfu Syaban sebagai bagian dari isi yang terangkum dalam aplikasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berharap, aplikasi ini bisa memberi manfaat dan kemudahan kepada seluruh warga nahdiyyin hususnya dan ummat islam pada umumnya," lanjut Ichwan.

Seperti aplikasi android sebelumnya, aplikasi Majmu Lathif & Doa Harian ini juga bisa diunduh gratis oleh pengguna android di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajanu.majmulathif. Atau cari di Play Store dengan kata kunci "Majmu Lathif".

"Bagi yang sudah mengunduh dan mencoba aplikasi ini, jika berkenan bisa disebarkan informasi ini kepada teman, saudara dan pemakai android lainnya agar lebih bermanfaat bagi khalayak muslim lainnya," pungkasnya. (Mukhlisin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’

Judul Buku: “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa”

Penulis: As’ad Said Ali

Pengantar: KH A. Mustofa Bisri

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’

Penerbit: LP3ES Jakarta

Cetakan: I, Februari 2009

Tebal: 340 halaman + xxxii

Peresensi: A. Khoirul Anam


VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada saat era reformasi “dibunyikan” sebagian elemen bangsa ini masih trauma dengan Pancasila. Praktis pada masa Orde Baru Pancasila hanya menjadi milik pemerintah. Rakyat tidak diperkenankan memberikan interpretasi terhadap Pancasila. Anak-anak sekolah diwajibkan mengikuti penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sebagai interpretasi tunggal Pancasila. Semua organisasi dan partai politik diharuskan mencantumkan Pancasila sebagai asas, namun tidak diperkenankan menjelaskan apapun tentang Pancasila. Yang miris, Pancasila menjadi alat untuk membungkam orang-orang yang kritis; yang berbeda dengan pemerintah dianggap tidak pancasilais.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kini Pancasila telah dikembalikan kepada rakyat Indonesia. Sebagian elemen bangsa masih segan mengambil kembali miliknya. Sebagian langsung menyambut hangat Pancasila sebagai ”tenaga dalam” untuk membangunkan kembali bangsa Indonesia dari masa krisis. Namun betapapun dan dalam kondisi apapun tidak ada yang sanggup untuk tidak mengindahkan Pancasila, yang berarti lima sila yakni ”Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Lima sila ini juga dicantumkan dalam teks Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” yang ditulis oleh As’ad Said Ali berhasil menunjukkan fakta bahwa dalam kondisi apa pun tidak ada elemen bangsa ini yang sanggup melepaskan Pancasila dari genggaman bangsa Indonesia. Ingin pun tidak. Karena menyingkirkan Pancasila berarti juga memusnahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indonesia (NKRI). Tidak.

Pancasila adalah landasan yang kokoh bagi suatu bangsa besar yang multi etnik, multi agama, ribuan pulau dan kaya sumber daya alam. As’ad menyebut Pancasila sebagai titik pertemuan atau nuqthotul liqo’ yang lahir dari suatu kesadaran bersama pada saat krisis. Dan kesadaran ini muncul dari kesediaan berkorban demi kepentingan yang besar membentuk negara besar. Pancasila merupakan konsensus dasar yang menjadi syarat utama terbentuknya bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan nuqthotul liqo’ pada saat terjadi perdebatan yang sangat alot mengenai dasar negara; antara yang menginginkan Indonesia menjadi negara sekuler dan agama, dalam hal ini Islam sebagai agama yang dianut mayoritas bangsa Indonesia. Para tokoh umat Islam dengan berbesar hati untuk mengakui menerima kenyataan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya menganut satu agama atau kepercayaan. KH Wahid Hasyim, Ketua PBNU pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mendukung Pancasila sebagai dasar negara bahkan merelakan perubahan sila pertama yang dirumuskan dengan bersusah payah: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Buku setebal 340 halaman yang ditulis Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu dengan sangat baik menunjukkan suasana tegang, emosi, dan haru pada saat proses perumusan dasar negara. Persoalan beragama kemudian diselesaikan dalam rumusan imajinatif ”Ketuhanan Yang Maha Esa” sila pertama Pancasila. Para tokoh Islam berhasil meyakinkan umat bahwa Islam itu lebih luas dari sekedar negara. Pancasila tidak dilarang karena berdasarkan kaidah fikih al-ashlu fil assya al-ibahah hatta yadulla ad-dalil at-tahrim, bahwa sesuatu itu tidak dilarang selama tidak ada petunjuk agama yang melarangnya. Para ulama berhasil memberikan pemahaman yang arif bahwa Indonesia adalah negara yang berkarakter religius namun bukan negara agama. Indonesia adalah Negara Pancasila. Dan ajaran Islam telah merasuk kedalamnya.

Pada saat pemerintah orde baru secara sepihak memaksakan interpretasi tentang Pancasila dan mengharuskan Pancasila menjadi asas tunggal para ulama menyatakan “Siap!”. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Situbondo, 21 Desember 1983, para pemimpin NU berhasil merumuskan Deklarasi tentang Hubungan antara Pancasila dan Islam:

“1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama; 2. Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang Undang Dasar (UUD) 1945, yang menjiwai sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam; 3. Bagi Nahdlatul Ulama (NU) Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia; 4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya; 5. Sebagai kondisi dari sikap di atas, NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekwen oleh semua pihak.”

Penerimaan asas tunggal Pancasila ini, terutama pada poin kelima dalam deklarasi tersebut, adalah upaya politis para ulama agar tidak dipedaya oleh pemerintah yang maunya menjadikan Pancasila sebagai milik pribadi.

Lebih lanjut, dalam buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” itu secara optimis dan penuh percata diri bahkan penulis buku ini mengatakan bahwa Pancasila memberikan inspirasi bagi bangsa-bangsa lain untuk memecahkan masalah dasar konstitusi yan mereka hadapi, terutama terkait persoalan agama. Pada 1924 Turki tidak tahan dengan kesultanan Islam dan berbalik arah menjadi negara sekuler pertama di tengah masyarakat Muslim. Sementara di wilayah Asia Selatan, Pakistan yang berdiri di atas wilayah dinasti Mogul akhirnya memilih menjadi negara Islam. Ada dua arus pemikiran besar yang bersaing saat menuju kemerdekaan antara Ali jinnah sebagai representasi gagasan negara sekuler dan Maududi sebagai representasi pengembangan gagsan negara agama. Toh akhirnya Pakistan memilih jalan negara islam setelah gagal mensenyawakan keduanya dalam format yang solutif untuk sebuah dasar negara yang modern.

Pancasila adalah nilai yang digali dari bangsa Indonesia sendiri pada saat terjadi perdebatan apakah hendak menjadikan Indonesia seperti layaknya negara barat yang maju, apakah menjadikan Indonesia seperti negara sosialis atau kapitalis. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa berpegang teguh pada nilai luhur budaya sendiri merupakan sumber kekuatan. Penulis menunjuk Jepang, Korea, China dan India yang berdiri tangguh

Meski merupakan nilai yang digali dari bangsa Indonesia sendiri, bukan berarti Pancasila menjadi azimat. Sebagai ideologi negara yang bersanding dengan ideologi-ideologi besar di dunia, Pancasila adalah ideologi yang terbuka. Interpretasi Pancasila tidak boleh tunggal seperti P4-nya orde baru yang disinggung sekilas di atas. Rakyat Indonesia berhak mengajukan interpretasi mengenai Pancasila sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila sila-sila dalam Pancasila itu sendiri.

As’ad Said Ali dalam buku yang diterbitkan LP3ES itu juga mengkritik beberapa interpretasi Pancasila yang “kebablasan” pada era reformasi. Misalnya, beberapa materi dalam amandemen UUD 1945 memang dilakukan sekedar reaksi dari ketidakpuasan terhadap masa orde baru. Banyak hal dalam orde baru diubah begitu saja. Akibatnya sistem kerakyatan atau demokrasi yang dirumuskan seperti “asal comot”, campur baur dan sangat teoritik, tidak berusaha menyempurkan konsep Demokrasi Pancasila yang telah digagas sejak awal. Kata Asad, perubahan itu ternyata tidak berpengaruh dalam menyejahterakan rakyat Indonesia.

Kebablasan serupa juga terjadi sebelumnya pada masa orde baru. As’ad menyebut “Konsep Ekonomi Pasar Terkelola” yang dirumuskan oleh para birokrat ekonomi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) atas intruksi Presiden Soeharto, sama sekali tidak menyinggung mengenai koperasi yang diamanatkan dalam UUD 1945 dan oleh para pendiri negara ini ditetapkan sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Ada banyak kebablasan yang perlu diluruskan.

Akhirnya, buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” sangat layak dibaca. Meski sangat terkesan hati-hati dan “tidak apa adanya” dalam menjelaskan keterkaitan antara para perumus kebijakan negeri ini dengan berbagai ideologi besar yang berkembang dan sangat dominan di dunia, namun berbagai pergulatan dalam merumuskan kebijakan dari masa ke masa, atau dalam menginterpretasikan Pancasila dipaparkan dengan sangat baik dalam buku ini. Buku ini juga sangat menarik dicerna oleh umat Islam yang mayoritas di negeri ini. Bukan saja karena sebagaian besar pembahasan terkait dengan pergulatan konsep bernegara dan beragama (Islam) yang kemudian dipertemukan dalam satu nuqthotul liqo’ bernama Pancasila, tetapi karena ditulis dengan menyertakan istilah-istilah khusus yang sudah dikenal baik oleh kaum santri. Sepertinya ada satu pengharapan penulis, bahwa secara bertahap Pancasila teruslah menjadi spirit dalam mewujudkan “negara kesejahteraan” Indonesia!

*Peresensi adalah wartawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the TruthDari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 03 Februari 2018

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kerja sama saling menguntungkan akan segera dilakukan antara Majalah Aula dengan PW LP Maarif NU Jawa Timur. Hal ini untuk semakin meningkatkan oplah media tersebut dan memberikan informasi yang berguna bagi para pendidik, siswa, dan pengelola sekolah atau madrasah.

Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag menjelaskan, sudah saatnya ada sinergi antara media yang dimiliki NU yakni "Aula" dengan lembaga yang sekarang dipimpinnya. "Tidak semata meningkatkan oplah, juga sebagai sarana komunikasi bagi para pelaku pendidikan di NU," katanya, Senin (12/10).

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan, banyak informasi yang layak diketahui para guru maupun pengelola pendidikan. Dan pada saat yang sama, Majalah Aula juga bisa menginformasikan capaian yang telah dilakukan lembaga pendidikan, sehingga dapat diketahui pembaca, lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jaringan Maarif khususnya di Jawa Timur sangat luar biasa," tandasnya. Ada ribuan sekolah dan madrasah yang bergabung dengan PW LP Maarif NU Jatim. Apalagi kalau Majalah Aula dapat menarik minat para guru untuk menjadi pelanggan. "Bila dikelola dengan baik, hal ini merupakan potensi pasar yang sangat bagus," jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pihak Majalah Aula yang diwakili Iwan Setiono dari pemasaran, menyambut baik kerja sama tersebut. "Kami akan memberikan space halaman khusus untuk bisa menyapa para guru dan pengelola madrasah serta sekolah yang berada di bawah naungan Maarif," terangnya.

Halaman yang akan diberikan berupa profil lembaga pendidikan, informasi kebijakan yang bermanfaat bagi tenaga pendidik, serta prestasi yang diraih siswa, guru dan sekolah. "Dengan dimuat di media kami, maka informasi tersebut akan bisa tersebar ke sejumlah kalangan," ungkapnya.

Sebagai sebuiah perusahaan media, Majalah Aula tentu akan memberikan pembagian keuntungan dari distribusi tersebut. "Semua akan dituangkan dalam kerja sama yang dapat ditandatangani kedua belah pihak," kata Iwan, sapaan akrabnya.

Profesor Haris juga berharap, kerja sama tersebut nanti dapat disaksikan oleh pimpinan lembaga pendidikan, sehingga bisa ditindaklanjuti di lapangan. "Penandatanganan kerja sama itu bisa dilakukan saat kegiatan yang menghadirkan para kepala sekolah dan pimpinan yayasan di masing-masing sekolah atau madrasah," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Kiai, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

Purworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

IPNU-IPPNU Purworejo meluncurkan Toko Online Pelajar NU, Jumat (8/4) yang beralamatkan di toko.pelajarnupurworejo.org. Toko Online ini akan menjadi sub-fasilitas dari web utama pelajarnupurworejo.org. Meski masih dalam tahap pengembangan, toko online ini sudah mulai bisa digunakan. Pengunjung bisa dengan mudah mendaftar untuk kemudian posting hasil dagangannya. Untuk Mendaftar pun sangat mudah tidak memakan waktu sampai 5 menit.

Menurut ketua IPPNU Purworejo, Rani Pranita, toko online ini dibuat mengingat fenomena kader di daerah yang sebenarnya memiliki banyak usaha, baik dalam bentuk jasa maupun kerajinan namun kesulitan memasarkannya.

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

"Banyak sekali rekanita IPPNU maupun temen-temen di IPNU di desa-desa yang kesulitan mengembangkan produknya. Mau memasarkan online susah. Membuat website harus mengeluarkan biaya dan susah, jadi kita sediakan ruangnya. Mudah diakses mudah digunakan,” terang Rani Pranita.

Rencananya toko online ini akan disosialisasikan secara menyeluruh baik secara online maupun lewat turba ke daerah-daerah. Rani berharap, IPNU-IPPNU benar-benar bisa menjadi teman dalam memaksimalkan potensi anak muda.

"Ini salah satu tantangan IPNU-IPPNU kedepan. IPNU-IPPNU tidak lagi hanya mencari kader dan kader tanpa tahu cara memaksimalkan potensi mereka," sambung Rani. (AN Khoirul Faizun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Quote, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab

Keistimewaan bulan rajab sebagai syahrullah ditandai dengan beberapa pelipat gandaan pahala yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang berpuasa di dalam bulan Rajab. Di bawah ini akan diterangkan berbagai macam fadhilah puasa pada bulan Rajab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab

Barang siapa puasa di awal bulan rajab bandingannya seperti puasa satu bulan penuh. Dan barang siapa puasa tujuh hari (di bulan Rajab) maka tertuplah baginya ketujuh pintu neraka jahanam, dan barang siapa puasa delapan hari ? (di bulan Rajab) maka dibukakan untuknya kedelapan pintu surga, dan barang siapa puasa sepuluh hari (di bulan Rajab) maka Allah swt akan mengganti semua amal buruknya dengan kebaikan, dan barang siapa puasa delapan belas hari (di bulan Rajab), maka akan dia akan mendapat panggilan dari langit “sungguh telah siampuni dosamu, maka mulailah lagi beramal”

Sebagain hadits menjelaskan bahwa imbalan yang disediakan oleh Allah swt untuk mereka yang berpuasa di hari pertama bulan Rajab adalah dijauhkan dari dosa-dosa sebagaimana jauhnya langit dan bumi.

Sedangkan shabat Anas bin Malik menyatakan:

? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Barang siapa berpuasa di awal bulan Rajab, Allah menggugurkan dosa yang dilakukannya selama dua tahun, dan barang siapa puasa selama lima belas hari di bulan Rajab Allah akan menghisabnya (nanti di hari kiamat) dengan hisab yang gampang. Dan barang siapa berpuasa tiga puluh hari selama bulan Rajab Allah akan meridhainya dan tidak menyiksanya.

Pada hari yang sama pula dulu Nabi Nuh as. dan para pengikutnya berpuasa ketika berada di atas perahu. Hal ini pernah dijelaskan Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ingatlah bahwa Rajab adalah termasuk bulan yang mulia, pada bulan inilah Allah swt menaikkan Nabi Nuh as di atas perahu. Maka nabi Nuhpun berpuasa di atas perahu, demikian pula ia memperintahkan puasa semua pengkutnya. Allahpun menyelamatkan mereka (dari tenggelam) dan Allah membersihkan bumi ini dari kekufuran dan kekejian dengan banjir thufan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain puasa-puasa yang tersebut di atas juga ada puasa istimewa pada tanggal 27 Rajab. Sebagaimana keterangan Rasulullah saw dalam haditsnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Barang siapa puasa pada hari dua puluh tujuh di bulan Rajab ditulis untuknya pahala puasa selama enampuluh bulan. Itulah hari pertama Jibril turun membawa risalah kepada Rasulullah saw”

Dalam hadits lain diterangkan pula:

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Bahwa sannya dalam bulan Rajab ada satu malam dan satu siang istimewa, barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan beirbadah di malam harinya, maka bagi orang tersebut ditulis pahala puasa seratus tahun lengkap dengan ibadah di malam harinya. Hari itu adalah hari ketiga ketrakhir dari bulan Rajab, yaitu hari diutusnya Nabi kita saw. ? (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock