Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

Way Kanan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 di Kabupaten Way Kanan Lampung akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. GP Ansor tengah mengupayakan pemakaian tempat di Kantor PCNU setempat dalam rangka partisipasi GP Ansor terhadap peningkatan pendidikan di Way Kanan.

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

"Hari ini kami resmi mengajukan surat peminjaman tempat untuk pelaksanaan Sanlat BPUN 2016 kepada Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Senin (11/1).

Menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu, pihaknya sudah mempromosikan program utama Yayasan Mata Air yang secara garis mengenai pendidikan, kepemimpinan, dan keberagaman yang ramah itu kepada kepala sekolah SMA sederajat negeri dan swasta pada acara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat di SMAN2 Blambangan Umpu, Rabu (6/1) dan Kamis (7/1).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Manajemen BPUN Way Kanan berharap kepala sekolah menyampaikan program yang diakui sejumlah pihak berkualitas kepada anak didik atau tetangganya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syarat peserta adalah siswa yang baru lulus SMA/MA/SMK. Lulus tes seleksi yang diadakan oleh panitia dan benar-benar mempunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah. Mereka harus menyerahkan fotokopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke Netrahyahimsa Institute, Jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut 085382008080.

"Fotokopi rapor digunakan untuk pemetaan dan advis, mau kuliah di mana, jurusan dan fakultas apa hingga peluangnya bagaimana. Tahun ini kami berharap ada 100 pelajar berprestasi tetapi kurang mampu di Way Kanan tahun ini bisa mengikuti Sanlat BPUN,” kata dia.

Sanlat ini merupakan program berkualitas yang siap membimbing pelajar memasuki Perguruan Tinggi Negeri idaman dengan biaya sangat murah, minimal 10 kilogram beras maksimal 20 kilogram beras, berbeda jauh dengan di Bandar Lampung yang informasinya mencapai Rp1,8 juta.

Ia menyarankan, setiap peserta Sanlat BPUN nantinya wajib mendaftarkan Bidik Misi (bantuan biaya pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu).

"Saya ikut Sanlat BPUN Way Kanan 2015, lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan mendapatkan Bidik Misi. Alhamdulillah biaya konsumsi juga ditanggung. Jadi jangan ragu untuk ikut BPUN," ujar Dicky Aprizal, alumni Sanlat BPUN Way Kanan yang saat ini menjadi mahasiswa Universitas Lampung. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa karakter Islam ada pada kelembutannya. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” ujar Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Forum Bahtsul Masail tersebut membahas tentang ujaran kebencian (hate speech) yang kian marak di dunia maya. Selain Kiai Hasyim, hadir juga sebagai narasumber Imam Besar Masjid Istiqlal, dan pakar IT Muhammad Bachir.

Sementara itu, KH Nasaruddin Umar menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikategorikan dengan hate speech. "Ujaran kebencian itu adalah fitnah, menghasut dan penyebaran berita bohong," terangnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertama, imbuhnya, adalah penghinaan. Kedua berbuat tidak menyenangkan itu bisa digugat baik itu tertulis di media ataupun secara langsung penyampaiannya.





Rekomendasi kongres

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya ujaran kebencian atau hate speech terutama di media sosial, media tradisional, media online, dan kehidupan nyata.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain ujaran kebencian, sidang yang berlangsung Jumat (25/11) malam di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait kekerasan seksual pada anak, NAPZA, kesenjangan ekonomi, ketahanan keluarga, bonus demografi, terorisme, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Hate speech yang terbukti memunculkan kerasahan di tengah masyarakat disikapi secara serius oleh Muslimat NU. Rekomendasi terkait hate speech itu ditujukan kepada Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech.?

“Di samping Surat Edaran Kapolri No SE/b/X/2015 Tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech),” ujar Pimpinan Sidang Komisi Rekomendasi Hj Machsanah A.

Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya,” lanjut Machsanah.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu.

“Misalnya mengkafirkan dan menganggap sesat terhadap suatu aliran,” tandas Machsanah.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Habib, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari

Mataram VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren NU Nural Iman Sekarbele Kota Mataram mengagendakan buka puasa bersama dengan para santri selama Ramadhan. Kegiatan rutin ini kemudian dilanjutkan dengan tarawih berjamaah dan tadarusan.

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari

“Habis buka bersama juga sampai Tarawih dan Tadarusan juga,” kata Hirlan Al-Ony, salah seorang pengajar pesantren setempat di jalan Swasembada nomor 122 Kekalel, Sekarbele, Kota Mataram, Kamis (2/7).

"Semua santriwan-santriwati termasuk para ustadz ikut dalam agenda rutin selama Ramadhan," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut mantan aktivis PMII IKIP Mataram ini, ceramah dalam setiap agenda ini diisi secara bergantian oleh beberapa penceramah setempat.

"Kadang-kadang ceramah diisi oleh kepala sekolah ustadz Fathi Abai.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren NU Nurul Iman Sekarbele kota Mataram ini dibina Hj Wartiah yang kini diamanahkan sebagai Ketua Fatayat NU NTB. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya berhasil membubarkan Konferensi Islam dan Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza, Ahad (1/5) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Pembubaran ini didukung dan bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Tasikmalaya ini hanya berselang 30 menit setelah aksi dimulai.

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Ditemui sebelum membubarkan konferensi HTI, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch. An’an Nazily mengatakan, aksi yang ketiga kalinya ini masih dengan tuntutan yang sama, yaitu membubarkan acara HTI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alasan yang kedua, terang pria yang akrab dipanggil Aa ini, untuk memberikan bukti kepada kepolisian, bahwa acara HTI tersebut bukan peringantan Isra’ Mi’raj.

“Kemarin, Manager Operasional Graha Asia (Hotel di Asia Plaza, red) dan Kabag Ops Polres Kota Tasikmalaya mengatakan, bahwa yang datang memberitahukan acara HTI itu dari MUI Kota Tasikmalaya, kata mereka, acara yang akan dilaksanakannya adalah Isra’ Mi’raj. Padahal jelas-jelas mereka menggelar konferensi sebagaimana bukti yang kita bawa ini. Ini bentuk kebohongan publik. Bukti ini akan kita serahkan kepada Kapolres,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di tempat yang sama, setelah menerima bukti undangan Konferensi Islam dan Peradaban dan spanduk acara HTI, Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Pagar Nusa. Bahkan dia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan pusat HTI.

“Saya mengapresiasi apa yang rekan-rekan lakukan. Dan ini menjadi bahan buat kami, kami akan teruskan sampai ke tingkat pusat HTI tersebut, bahwa informasi dari rekan kami, dari teman-teman Pagar Nusa, teman-teman NU, bahwa anda melaksanakan kegiatan yang demikian-demikian,” paparnya.

Bahkan dia menegaskan, bahwa dirinya NKRI sejati. Pernyataannya itu, aku Noffan, telah disampaikan langsung kepada pengurus HTI. “Saya cinta damai, saya NKRI asli, saya Pancasila dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan, ini perlu dicatat rekan-rekan, pada saat saya diwawancarai mereka, saya adalah NKRI sejati. Saya minta anda juga pun demikian, mendukung Pancasila sebagai ideologi negara dan Undang-undang Dasar negara RI, itu acuan kita dan yang tertinggi adalah Alquran. Videonya masih ada, saya tidak berbohong,” jelas Noffan.

Setelah melakukan dialog, AKBP Noffan Widyayoko langsung memerintahkan anggotanya yang berada di lokasi acara untuk membubarkan acara. Konferensi yang sedianya dilaksanakan sampai pukul 14.00, akhirnya ditutup tepat pukul 11.30. Bahkan, Kapolres menunggu sampai seluruh peserta konferensi HTI keluar dari Asia Plaza.

Seperti diwartakan, Pagar Nusa menegaskan, konferensi tersebut mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). HTI ingin mengubah dasar negara, dan tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 yang telah dirumuskan dan disetujui oleh para ulama pendiri bangsa. Konferensi itu juga sengaja digelar bertepatan dengan hari lahir Pancasila. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Gambar: Ketua Pagar Nusa Kab. Tasikmalaya dan Kapolres Kota Tasikmalaya akan menyaksikan para peserta konferensi keluar dari Asia Plaza

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Kiai, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyaknya karya ulama Nusantara berupa manuskrip maupun kitab serta dokumen-dokuemn primer NU menjadi perhatian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melakukan digitalisasi.?

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Untuk tujuan ini, PBNU menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dengan meneken kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) terkait digitalisasi dan program-program lain, Selasa (23/2/2016) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Jakarta. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kepala Perpusnas RI, Hj Sri Sularsih.

Dalam sambutan sebelum melakukan penandatanganan MoU, Kang Said mengatakan, NU sebagai organisasi besar yang telah menginjak usia 90 tahun, banyak manuskrip karya ulama nusantara yang perlu dipublikasikan secara digital.

“Ulama nusantara tidak hanya mempunyai banyak karya, tetapi mereka juga masyhur dan dikenal di negara-negara Timur Tengah,” jelas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Bukan hanya, kitab-kitab berbahasa Arab, lanjut Kang Said, mereka juga menulisnya dengan berbagai tulisan dan bahasa seperti Arab Pegon dan Bahasa Jawa. “Kiai Pesantren banyak menulis kitab, tetapi karena keterbatasan akses, akhirnya karya-karya tersebut tidak diterbitkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Padahal semuanya sangat bermanfaat seperti Kitab Tafsir karya KH Bisri Mustofa, ayahnya Gus Mus yang menulis tafsir hingga 30 jilid berbahasa Jawa dengan menggunakan tulisan tangan,” papar Kiai asal Kempek Cirebon ini.

Menurutnya, Perpustakaan PBNU di lantai dua Gedung PBNU Jl Kramat Raya juga banyak menyimpan menuskrip, dokumen-dokumen primer NU, dan karya ulama nusantara yang bisa didigitalisasikan sehingga bisa dipelajari dan diakses banyak kalangan. “Karya-karya tersebut sangat kontekstual dengan kondisi saat ini,” ujar Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam MoU yang juga dhadiri oleh para pimpinan Perpusnas RI dan PBNU ini, terdapat beberapa poin yang menjadi kesepakatan bersama di antaranya:

1. Pemanfaatan sumber daya informasi koleksi untuk kepentingan pendidikan dan penelitian.

2. Pengembangan perpustakaan digital berbasis koleksi keislaman.

3. Pengembangan minat baca.

4. Penyeleggaraan pertemuan ilmiah dan publikasi.

5. Penyerahan hasil terbitan.

6. Promosi setiap kegiatan melalui jaringan media yang dimiliki.

7. Preservasi bahan perpustakaan untuk kepentingan pembangunan perpustakaan digital.

8. Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan.

9. Pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan kegiatan.

10. Perluasan jejaring perpustakaan lingkup nasional dan internasional.

Hadir dalam MoU ini, Ketua RMI PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozien, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, beberapa Ketua PBNU dan Wakil Sekretaris Jenderal, serta Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad.? (Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Ubudiyah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berupaya mencegah kontaminasi ideologi kalangan remaja Ahlussunah wal-Jamaah yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Upaya itu dibungkus dengan pesantren kila (Sanlat) dan bimbingan belajar (bimbel) pasca-Ujian Nasional (BPUN) 2013 di Gedung PCNU Kota bandung Jl. Yuda no.03, Kebon Kalapa, Kota Bandung, Ahad (5/5) dimulai pukul 13.00 WIB.

Ketua pelaksana, Ujang Miftahudin, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membantu generasi muda dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan juga sebagai upaya untuk menjegah kontaminasi ideologi yang dewasa ini terjadi di kalangan remaja, “Seperti dalam temanya, “Subbanul yaum rijalul ghod”, pemuda hari ini adalah generasi penerus masa yang akan datang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, menegaskan, Dengan ideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah diharapkan dapat membackup generasi muda sebagai penerus bangsa untuk meminimalisir gerakan-gerakan konfrontatif yang mencoreng agama Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan Kegiatan ini, GP Ansor Kota Bandung berupaya untuk merealisasikan slogan, Almuhaafadhoh ‘alal qodiim ash-shaalih wal ahdu bil jadiidil ashlah, (menjaga nilai-nilai lama yang baik dan membuat inovasi yang lebih baik) dengan gerakan realistis dan relevan sehingga dapat diterima hal layak.

Kegiatan yang berjalan sebulan dan gratis tersebut disambut baik peserta yang datang dari berbagai sekolah menengah atas, “Agenda ini sangat baik dan sangat membantu bagi saya untuk belajar dalam menuju jenjang perkuliahan, selain mendapatkan pengetahuan umum, saya mendapatkan pengetahuan agama. Alangkah lebih baik untuk tetap dipertahankan” ujar Ahmad Rusmana, salah seorang peserta BPUN.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustadz Wahyu Afif Al-Ghofiqi, perwakilan dari PCNU Kota Bandung yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Kota Bandung. Dari PW GP Ansor Jawa Barat diwakili Johan Jauhari Anwar, sekaligus Manager Provinsi BPUN 2013. Kemudian dari Manager Pusat diwakili Muhammad Sofyan Fauzi, yang juga Supervisor dari Yayasan Mata Air.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga korban semburan lumpur panas Lapindo, utamanya yang rumah dan tanahnya ditenggelamkan lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina, Rabu, di kawasan sekitar pusat semburan lumpur di Porong, menggelar berbagai aksi, mulai cap jempol darah dan mengenakan pita hitam sambil membagikan selebaran kepada pengguna jalan.

Aksi korban lumpur Lapindo tersebut, sebagai simbolisasi "kematian hati nurani" pemerintah dan Lapindo yang dianggap sudah tidak memperdulikan lagi korban semburan lumpur yang kini menderita tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong (PBP) maupun tersebar di rumah kontrakan berbagai daerah.

Para korban lumpur yang sudah menderita atas tragedi semburan lumpur yang sudah berlangsung selama sembilan bulan ini, melakukan berbagai aksi "nekad" tersebut, sebagai upaya memperjuangkan ganti rugi tunai "cash and carry".

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Pasalnya, pemerintah dan Lapindo masih bersikukuh warga korban lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina direlokasi plus, yaitu dibangunkan rumah di sekitar Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dibebaskan cicilan pembayaran rumah dan tambahan uang Rp15 juta per-KK.

Rencananya, cap jempol darah terkumpul, berikutnya akan di kirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. "Kita akan berjuang menuntut ganti rugi ’cash and carry’ sampai titik darah penghabisan. ’cash and carry’ merupakan harga mati," tegas Agustinus Sixon, koordinator aksi cap jempol darah dari warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I.

Sementara aksi warga Renokenongo yang juga korban lumpur panas Lapindo pascaledakan pipa gas Pertamina yang mengenakan pita hitam dan membagi selebaran, berisi butuh kepastian dan bukan janji-janji. Mengetuk nurani pemerintah dan Lapindo, terutama Wapres Jusuf Kalla yang takkala berkunjung ke korban lumpur berjanji pemerintah dan Lapindo bertanggunjawab.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Saat Wapres ke sini, beliau mengatakan bahwa keluarga Bakrie (pemilik Lapindo Brantas Inc) adalah keluarga baik-baik dan Lapindo pasti bertanggungjawab. Kami butuh kepastian dan bukan janji-janji. Wapres buktikan janjimu," ucap Sumarto, peserta aksi yang warga Renokenongo. (ant/mad)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock