Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dengan peserta sekitar 1500 orang. Pertemuan yang akan berlangsung Rabu (28/5) sampai sampai Ahad (1/6) dikemas dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Muslimat NU Hj Aniroh Slamet Effendi Yusuf, kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 1.135 peserta dari pengurus pusat, wilayah, dan cabang, serta yayasan yang bernaung dibawah Muslimat NU.

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Aniroh menyebutkan  yayasan tersebut, yaitu Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU, Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU, Yayasan Haji Muslimat NU/Ikatan Haji Muslimat (YHM/IHM) NU, Yayasan Da’iyah Majlis Taklim Muslimat (HIDMAT) NU, dan Koperasi Annisa Muslimat NU yang masing-masing berasal dari 33 wilayah atau provinsi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Itu yang resmi diundang. Tapi sepertinya yang hadir sekitar 1500 Muslimat NU dari seluruh Indonesia karena mereka biasanya membawa taman,” ungkapnya, pada "Ta’aruf Peserta Rakernas dan Mukernas NU dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo" di aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selasa malam (27/5).

Apa yang dikatakan Aniroh, diakui Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, peserta yang datang melebihi dari undangan, “Yang tadinya satu kamar untuk 8 orang, dihuni 20 orang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, menurut Khofifah, pada pembukaan Rakernas yang akan berlangsung Rabu siang (28/5) oleh Wakil Presiden Boediono, sekitar 2000 Muslimat NU se-Jabodetabek akan hadir ke Asrama Haji.

Kegiatan bertema "Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat" tersebut dihadiri Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlowi, Dorce Gamalama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, AlaNu, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Anak-anak harus dikenalkan pada agama sedini mungkin. Sebab, jika terlambat akan sulit membina dan mengarahkan mereka menuju pribadi yang berakhlaq mulia.

Demikian dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberi sambutan dalam Pesta Lomba 2013 yang digelar Madrasah Ibtidaiyah (MI) ? Unggulan Nuris (full day school) di halaman SMP-SMA Nuris Jember, Ahad (12/5) kemarin.

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Menurut Kiai Muhyiddin, penanaman aqidah sedini mungkin dalam diri anak-anak, menjadi kunci atau dasar dari pembinaan selanjutnya. “Karena anak-anak itu apa yang dialami dan diterima itulah yang akanmembekas,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rais Syuriyah PCNU Jember itu menambahkan, saat ini kondisi pembinaan anak-anak cukup memprihatinkan. Betapa tidak, tidak jarang prilaku nakal anak-anak justru seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras dan sebagainya.

“Maka salah satu obatnya adalah ? menggiring mereka pada suasana yang agamis,” jelas Kai Muhyiddin sebelum membuka lomba secara resmi.

Pesta Lomba 2013 tersebut diikuti tak kurang dari seratus peserta dari seluruh TK-PAUD se-Kabupaten Jember. Adapun jenis lomba meliputi mewarnai kaligrafi, kolase, ? tahfidzul quran nasyid dan fashion show muslim.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua Panitia, Sayyidah, kelima jenis lomba itu memang dipilih untuk menanamkan kecintaan anak-anak, khususnya peserta lomba terhadap hal-hal yang bernuansa islami. “Missi lomba ini salah satunya adalah mengenalkan agama pada anak-anak,” ucapnya.

Juara umum dalam lomba tersebut diraih oleh TK BIna Anaprasa Nuris dengan menyabet empat juara, yaitu tahfidzul qur’an, fashion show muslim, mewarnai kaligrafi dan ? kolase. Sedangakn lomba Nasyid diraih anak dari ? PAUD Catleya 62 Antirogo.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) akan melakukan pendalaman materi terkait penggunaan investasi dana haji siang ini di Gedung Lantai 5 PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta Pusat, Senin (2/10) pagi. Pendalaman materi ini merupakan upaya PBNU dalam memahami persoalan ini secara utuh sebelum pembahasan di forum Munas NU 2017 November mendatang.

Pada diskusi siang ini pihak LBM PBNU menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai narasumber.

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

H Ulil Abshar Hadrawi, Wasekjen PBNU yang juga panitia Munas dan Konbes NU 2017 mengatakan, diskusi ini digelar dalam rangka memberikan penguatan atas pemahaman PBNU terkait masalah yang diangkat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Masalah ini diangkat di forum Munas NU 2017 mengingat rencana pemerintah terkait penggunaan dana haji untuk investasi pada proyek-proyek infrastruktur nasional, yaitu jalan tol, pelabuhan, bandara, dan seterusnya,” kata Ulil.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam diskusi ini, kata Ulil, narasumber diharapkan memberikan informasi dan data baru yang dibutuhkan para kiai NU untuk menjawab sejumlah masalah yang diangkat di Munas NU 2017, yaitu soal status hukum dana setoran awal BPIH, kewenangan pemerintah dalam mengelola dana BPIH, hukum investasi dana haji pada proyek infrastruktur, soal siapa yang berhak atas keuntungan, dan soal siapa yang berkewajiban menanggung atas kerugian investasi.

Sebagaimana diketahui, forum Munas dan Konbes NU akan diselenggarakan pada akhir November 2017 di Nusa Tenggara Barat. Forum ini akan dihadiri oleh segenap pengurus PWNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura menziarahi makam Sunan Bayat untuk mengawali ziarah rutin makam para wali. Mereka mengadakan istighosah di kompleks pemakaman Sunan Bayat yang lazim disebut Sunan Pandanaran di atas perbukitan Gunung Jabalkat desa Paseban kecamatan Bayat kabupaten Klaten, Selasa (2/9).

Salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya Iman Widodo menuturkan, “Usai bulan Syawal ini kami mulai kembali kegiatan ziarah yang memang menjadi agenda rutin PSNU Pagar Nusa Solo Raya.”

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Ziarah, Iman melanjutkan, dipilih sebagai salah satu agenda rutin untuk lebih mengakrabkan para generasi muda NU dan tradisi Nahdliyin. Pasalnya, sejauh ini kita menganggap banyak generasi muda NU kurang akrab dengan salah satu tradisi Nahdliyin terutama ziarah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karena itu, Pagar Nusa sebagai salah satu Banom NU yang mayoritas di Solo Raya beranggotakan generasi muda, berusaha menjadi pelopor untuk menggiatkan tradisi yang satu ini.

Kami berharap tradisi ziarah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan para salafus sholeh dapat terus dilaksanakan mengingat banyak hikmah yang bisa didapat dari ziarah kubur selain tujuan mengingat mati, pungkas Iman. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Seni budaya terbukti telah menjadi cara ampuh dalam penyebaran  agama Islam. Untuk itu, seni budaya islam harus dilestarikan karena telah berjasa dalam penyebaran Agama Islam secara rahmatan lil alamin, bukan dengan cara-cara kekerasan.

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin

Demikian sambutan tertulis Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti yang disampaikan Asisten II Sekda Brebes H Moh Iqbal saat membuka Festival Seni Budaya Islam yang digelar di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (6/10).

Bupati berharap, seluruh masyarakat Brebes bisa terus menjaga dan melestarikan seni budaya Islam dengan lebih giat lagi melakukan kegiatan atau pertunjukan di lingkungannya masing-masing. 

“Dengan melestarikan tradisi seni dan budaya islam, kita berarti ikut menyebarkan Islam meski kini telah memasuki era modern,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyak hal yang perlu dilakukan, lanjutnya, antara lain melalui festival, perlombaan, kajian, maupun penciptaan atau inovasi baru sehingga tidak monoton dan tidak menyimpang dari tuntunan agama Islam.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan rebana oleh Asisten II Sekda Brebes H Moh Iqbal didampingi Dandim 0713/Brebes Ahmad Hadi Hariono, Ketua BNK Brebes H Atmo Tan Sidik, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes H Imam Hidayat beserta perwakilan dewan juri.

Ketua Panitia Festival Seni Budaya Islam H Athoillah menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati tahun baru Islam 1439 H dan peringatan Hari Santri Nasional 2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun lomba yang digelar, lanjut Athoillah yang juga Asisten I Sekda Brebes menjelaskan, festival digelar selama tiga hari. Adapun lomba yang digelar pada Jumat (6/10) meliputi Lomba Qasidah, Sakralan dan Hafalan Juz ‘Ama.

Untuk Sabtu (7/10) Pildacil dan Baca Puisi Islami dan Ahad (9/10) Lomba Hadroh/Rebana, Hafalan Nadhom Imrithi, Hafalan Nadhom Al-Fiyah, dan Qoratul Kutub.

Hari pertama festival berlangsung sangat meriah karena Sakralan diikuti oleh sepuluh grup, sedangkan kasidah hingga mencapai 30 grup serta hafalan Juz ‘Ama mencapai ratusan peserta.

Athoillah menjelaskan, para pemenang selain mendapatkan piagam dan piala Bupati serta sejumlah uang pembinaan. Hadiah akan diberikan saat upacara hari santri yang bakal digelar pada 22 Oktober 2017 mendatang. 

Sebelumnya, pada peringatan tahun baru 1437 Hijariyah dan Hari Santri Nasional 2017 telah dilakukan doa akhir dan awal tahun, pawai taaruf, pentas atraksi debus, dan juga pertandingan sepak bola api pada 1 Muharram yang lalu. (Wasdiun/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib!

Samarinda, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Islam bukan hanya mengajarkan ritual keagamaan, tetapi Islam adalah agama yang membawa misi ilmu pengetahuan (intelektualitas), peradaban, dan bangunan keharmonisan serta kebersamaan. Dan paham Aswaja selalu menjunjung tinggi serta menjadi ruh dari keharmonisan dan kebersamaan itu sendiri. Hukum memeliharanya adalah wajib.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam sambutan pembukaan Rembuk Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) di Hotel Bumi Senyiur Samarinda Kalimantan Timur, Jumat (13/4) siang.

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib! (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib! (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib!

“NU telah komitmen dan harus memahami Islam secara utuh, penuh dengan semangat insaniyah (keharmonisan) yang mengedepankan kebersamaan,” tegas Kiai Said dengan gaya bicara mengagumkan yang didengarkan secara khidmat oleh ratusan pengurus LPPNU, LTLNU, dan LBHNU se-Indonesia. “Apapun agamanya, mazhabnya, etnik, dan perbedaan lainnya, kita tetap wajib mewujudkan keharmonisan dan kebersamaan.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Manusia, tambah Kiai Said, adalah makhluk yang diamanahi oleh Allah untuk mewujudkan keharmonisan dan kebersamaan. Orang-orang atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang selama ini mengabaikan hal itu dan melakukan pengrusakan, pada hakikatnya telah dikalahkan oleh hawa nafsu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kalau hawa nafsu telah menang, maka kehidupan ini pasti hancur!” tegas Kiai Said tanpa ragu. “Setiap orang atau organisasi yang mengarah pada hal itu adalah musuh NU dan harus dikeluarkan dari NKRI!”

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap agar segala lini kehidupan ini baik dalam hal berpolitik, berbudaya, beragama, dan semacamnya harus dilandaskan pada akhlak. Sebab, akhlak adalah segalanya yang mesti mendasari semua perilaku manusia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 24 Januari 2018

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Banglades, Muhammad Yunus, menilai pemerintah Indonesia berada di jalur tepat untuk memberantas kemiskinan, sehingga kemiskinan di Indonesia dapat berada di titik nol pada 2030.

Penilaian itu dikemukakan Yunus seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara Selasa sore.

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Penilaian Yunus itu didasarkan atas pengamatan bankir tersebut atas rekam jejak perjalanan Indonesia dalam memenuhi sasaran tujuan pembangunan milenium (MDGs) guna mengurangi kemiskinan hingga separuhnya pada 2015.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalkulasi saya berasal dari kenyataan bahwa kita sudah bertekad mengurangi kemiskinan separuhnya pada tahun 2015, seperti dalam MDGs. Nalar saya, bila kita bisa mengurangi sesuatu separuhnya dalam 15 tahun, maka kita akan bisa menguranginya menjadi nol pada 15 tahun berikutnya. Jadi, itu adalah proses secara keseluruhan. Bila kita percaya bahwa kita akan mengurangi kemiskinan separuh pada 2015, kita bisa percaya bahwa kita menjadikannya nol pada tahun 2030," katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yunus menegaskan bahwa Indonesia dan Banglades berada di jalur tepat, yaitu mengurangi separuh kemiskinan pada 2030.

"Jadi, kita bisa melakukannya pada tahun 2030 dan saya bisa mengatakan, kemiskinan setelah itu hanya bisa dilihat di museum, tidak dalam masyarakat lagi, karena sudah hilang," kata Yunus.

Saat ditanya mengenai saran bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, Yunus mengatakan bahwa penghapusan kemiskinan dapat dipercepat dengan memperluas jangkauan kredit, mempermudah layanan dan melakukan lebih banyak kegiatan kemanusiaan untuk menghapus kemiskinan.

Pemerintah, tambah dia, dapat menyediakan kerangka hukum guna memfasilitasi pembentukan bank kredit mikro bagi orang miskin serta menyediakan lembaga mandiri, yang akan mengawasi pelaksanaannya.

Badan pengawas mandiri itu, menurut Yunus, harus bebas dari kekuasaan dan bisa memantau perkembangan dan penyimpangan dari aturan kredit mikro.

"Saya kira ada hal bisa kita ambil pelajaran, terutama tentang penanggulangan kemiskinan," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menggarisbawahi pengalaman Yunus memperluas kredit hingga menjangkau kalangan pengemis. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai cara Indonesia menggunakan pengalaman Yunus untuk proses penghapusan kemiskinan di negeri ini.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan pemerintah Indonesia telah memperluas akses kredit kepada penduduk berpenghasilan rendah untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

"Dalam upaya memperluas akses pada perusahaan kecil dan rumah tangga, Indonesia telah mencatat sukses dengan keberadaan Bank Rakyat Indonesia unit desa. Sekalipun Indonesia masih memiliki tantangan untuk menjangkau perusahaan kecil dan menengah, yang masih belum memiliki akses terhadap lembaga resmi," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam keadaan sehat.

"Produk domestik bruto Indonesia mencapai tingkat enam persen awal tahun ini dan kami harap tumbuh menjadi 6,3 persen pada akhir tahun ini dan pemerintah berharap dapat mencapai mendekati tujuh persen pada tahun depan," katanya seperti dilansir sumber Antara.

Sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi, sambungnya, terjadi pengurangan pengangguran terbuka 550 ribu orang pada masa Febuari 2006-Febuari 2007.

Presiden juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2007 turun 2,14 juta orang bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Yunus mengisahkan pengalamannya terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman jumlah kecil kepada rakyat miskin, yang membutuhkan, saat Banglades dilanda bencana kelaparan tahun 1974.

Pria kelahiran Chittagong, Banglades, tersbut mengungkapkan keyakinannya bahwa pinjaman sangat kecil itu dapat membuat perubahan besar terhadap kemampuan kaum miskin bertahan hidup.

Pada tahun 1976, Yunus mendirikan bank Grameen, yang memberi pinjaman kepada kaum miskin di Banglades. Hingga kini, Grameen telah menyalurkan pinjaman lebih dari tiga miliar dolar Amerika Serikat kepada sekitar 2,4 juta peminjam.

Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen menggunakan sistem "kelompok setiakawan", yang mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama dan setiap anggotanya bertugas sebagai penjamin anggota lain, sehingga mereka dapat berkembang bersama.

Salah satu pesan dipopulerkan Yunus adalah impiannya bahwa pada suatu hari, angkatan muda harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa kemiskinan itu.

Menurut Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, undangan untuk Muhammad Yunus ke Jakarta ditulis tangan sendiri oleh Presiden Yudhoyono pada 13 Februari 2007. Realisasi lama dari tanggal pengiriman surat adalah upaya menyesuaikan tanggal antara kedua belah pihak. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Lomba, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock