Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Terobosan baru dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes. Mereka membagikan zakat untuk fakir miskin yang tengah dirawat di RSUD Brebes. Pemberian zakat dilakukan sebagai bentuk nyata mengurangi beban penderitaan si miskin yang tengah dilanda musibah berupa penyakit.

“Sebagai bentuk ikut merasakan penderitaan masyarakat miskin yang tengah menderita sakit, kami bersilaturahmi sekaligus mentasharrufkan zakat,” kata Ketua Baznas Brebes KH Chusnan Zein di sela penyerahan zakat di bangsal III RSUD Brebes, Kamis (17/3).

Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat

Menurutnya, pemberian langsung di Rumah Sakit lebih mengena karena bisa langsung dimanfaatkan meskipun nilainya tidak seberapa. Tetapi dengan datang langsung menjenguknya, ada dua manfaat yang didapat sekaligus. Yakni manfaat silaturahmi dan manfaat menyampaikan amanat kepada yang berhak. “Saya berpendapat, pemberian langsung zakat kepada para fakir miskin yang sedang dirawat, jauh lebih menyentuh dan bermanfaat,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tampak hadir enam orang pengurus Baznas Brebes KH Chusnan Zein, Hj Aqilatul Munawaroh, H Abdul Haris, H Akrom Jangka Daosat, KH Masruti, KH Oni Syaroni. Didampingi manajemen RSUD, mereka menyerahkan zakat kepada para pasien di bangsal III RSUD.

Para pasien sedikit kaget ketika tiba-tiba didatangi orang-orang yang sebelumnya tidak dikenal karena bukan dari kerabatnya. Tetapi setelah dijelaskan oleh pihak rumah sakit wajahnya berubah menjadi semringah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah seorang penerima Ruminah mengaku senang menerima zakat dari Baznas karena bisa buat membeli jajan untuk cucunya yang tengah menunggunya. “Alhamdulillah, bisa buat beli jajan cucu saya yang setia menemani,” tuturnya dengan wajah tersenyum.

Sekretaris Baznas Brebes Akrom Jangka Daosat menjelaskan, zakat yang diberikan merupakan zakat dari para PNS dan masyarakat Brebes yang telah masuk di Baznas Brebes. Zakat yang terkumpul sebesar Rp 1,1 milyar antara lain disalurkan kepada mereka.

Sebanyak 57 pasien di bangsal III tersebut masing-masing mendapat Rp 250 ribu. “Ada 57 pasien yang mendapat zakat, masing-masing Rp 250 ribu,” pungkas Akrom. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua PP LP Maarif NU Arifin Junaidi berharap pemerintahan baru meneruskan Kurikulum 2013 sebagai kebijakan pendidikan yang ditetapkan sebelumnya. Pemerintahan baru tidak perlu melakukan perubahan total. Pemerintah baru, harap Arifin, melakukan perubahan pendidikan secara gradual.

Kurikulum 2013, menurut Arifin, sama seperti makhluk hidup, berkembang dan berproses. "Biarkan kurikulum tersebut berjalan dulu, nanti kita evaluasi setelah berjalan cukup lama," tambahnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di akhir diklat sistem penjaminan mutu pendidikan SMA dan SMK Maarif NU di Asrama Haji, Yogyakarta, Kamis (23/10).

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Kurikulum 2013 sendiri tidak begitu mengagetkan guru-guru Maarif NU. Kurikulum ini secara substansial sama dengan ideologi NU. Kurikulum 2013 mengajari siswa untuk menghargai kerja kelompok.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sebenarnya konsep Kurikulum 2013 sudah kita jalankan sejak lama dalam pendidikan NU yaitu dalam pesantren. Ketika mempelajari bab wudhu dalam pesantren tidak hanya berbicara soal teori, melainkan langsung praktik," ungkapnya. (Nur Solikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Aswaja, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengumumkan bahwa Satkornas Banser telah merilis buku kebanseran. Buku ini memuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan dan operasi Banser di semua tingkatan.

Demikian disampaikan H Alfa Isnaeni di hadapan sedikitnya 700 ratus orang pada acara Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-72 RI di Kantor Sekretariat PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya Nomor 65 A, Jakarta Pusat, Senin (28/8) malam.

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

“Satkornas sudah menyusun buku juklak kebanseran. Buku ini lahir sebagai amanat kebanseran kepada Satkornas Banser,” kata Alfa pada malam tasyakuran yang juga dimeriahkan oleh pertunjukan grup Wayang Kampung Sebelah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, buku kebanseran ini juga menjelaskan hubungan Ansor dan Banser.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Buku ini, ia melanjutkan, sudah dicetak. Buku ini pedoman kebanseran untuk seluruh Indonesia.

“Buku ini gratis, boleh diambil satkorwil untuk pedoman ke bawah di ruang sebelah, tapi alangkah baiknya mengganti ongkos cetak,” kata Alfa disambut tawa para hadirin. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Ubudiyah, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 24 Januari 2018

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Banglades, Muhammad Yunus, menilai pemerintah Indonesia berada di jalur tepat untuk memberantas kemiskinan, sehingga kemiskinan di Indonesia dapat berada di titik nol pada 2030.

Penilaian itu dikemukakan Yunus seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara Selasa sore.

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Penilaian Yunus itu didasarkan atas pengamatan bankir tersebut atas rekam jejak perjalanan Indonesia dalam memenuhi sasaran tujuan pembangunan milenium (MDGs) guna mengurangi kemiskinan hingga separuhnya pada 2015.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalkulasi saya berasal dari kenyataan bahwa kita sudah bertekad mengurangi kemiskinan separuhnya pada tahun 2015, seperti dalam MDGs. Nalar saya, bila kita bisa mengurangi sesuatu separuhnya dalam 15 tahun, maka kita akan bisa menguranginya menjadi nol pada 15 tahun berikutnya. Jadi, itu adalah proses secara keseluruhan. Bila kita percaya bahwa kita akan mengurangi kemiskinan separuh pada 2015, kita bisa percaya bahwa kita menjadikannya nol pada tahun 2030," katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yunus menegaskan bahwa Indonesia dan Banglades berada di jalur tepat, yaitu mengurangi separuh kemiskinan pada 2030.

"Jadi, kita bisa melakukannya pada tahun 2030 dan saya bisa mengatakan, kemiskinan setelah itu hanya bisa dilihat di museum, tidak dalam masyarakat lagi, karena sudah hilang," kata Yunus.

Saat ditanya mengenai saran bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, Yunus mengatakan bahwa penghapusan kemiskinan dapat dipercepat dengan memperluas jangkauan kredit, mempermudah layanan dan melakukan lebih banyak kegiatan kemanusiaan untuk menghapus kemiskinan.

Pemerintah, tambah dia, dapat menyediakan kerangka hukum guna memfasilitasi pembentukan bank kredit mikro bagi orang miskin serta menyediakan lembaga mandiri, yang akan mengawasi pelaksanaannya.

Badan pengawas mandiri itu, menurut Yunus, harus bebas dari kekuasaan dan bisa memantau perkembangan dan penyimpangan dari aturan kredit mikro.

"Saya kira ada hal bisa kita ambil pelajaran, terutama tentang penanggulangan kemiskinan," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menggarisbawahi pengalaman Yunus memperluas kredit hingga menjangkau kalangan pengemis. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai cara Indonesia menggunakan pengalaman Yunus untuk proses penghapusan kemiskinan di negeri ini.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan pemerintah Indonesia telah memperluas akses kredit kepada penduduk berpenghasilan rendah untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

"Dalam upaya memperluas akses pada perusahaan kecil dan rumah tangga, Indonesia telah mencatat sukses dengan keberadaan Bank Rakyat Indonesia unit desa. Sekalipun Indonesia masih memiliki tantangan untuk menjangkau perusahaan kecil dan menengah, yang masih belum memiliki akses terhadap lembaga resmi," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam keadaan sehat.

"Produk domestik bruto Indonesia mencapai tingkat enam persen awal tahun ini dan kami harap tumbuh menjadi 6,3 persen pada akhir tahun ini dan pemerintah berharap dapat mencapai mendekati tujuh persen pada tahun depan," katanya seperti dilansir sumber Antara.

Sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi, sambungnya, terjadi pengurangan pengangguran terbuka 550 ribu orang pada masa Febuari 2006-Febuari 2007.

Presiden juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2007 turun 2,14 juta orang bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Yunus mengisahkan pengalamannya terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman jumlah kecil kepada rakyat miskin, yang membutuhkan, saat Banglades dilanda bencana kelaparan tahun 1974.

Pria kelahiran Chittagong, Banglades, tersbut mengungkapkan keyakinannya bahwa pinjaman sangat kecil itu dapat membuat perubahan besar terhadap kemampuan kaum miskin bertahan hidup.

Pada tahun 1976, Yunus mendirikan bank Grameen, yang memberi pinjaman kepada kaum miskin di Banglades. Hingga kini, Grameen telah menyalurkan pinjaman lebih dari tiga miliar dolar Amerika Serikat kepada sekitar 2,4 juta peminjam.

Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen menggunakan sistem "kelompok setiakawan", yang mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama dan setiap anggotanya bertugas sebagai penjamin anggota lain, sehingga mereka dapat berkembang bersama.

Salah satu pesan dipopulerkan Yunus adalah impiannya bahwa pada suatu hari, angkatan muda harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa kemiskinan itu.

Menurut Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, undangan untuk Muhammad Yunus ke Jakarta ditulis tangan sendiri oleh Presiden Yudhoyono pada 13 Februari 2007. Realisasi lama dari tanggal pengiriman surat adalah upaya menyesuaikan tanggal antara kedua belah pihak. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Lomba, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Januari 2018

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar silaturahmi kader, Jumat (1/7) sore. Mereka membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Kecamatan Salopa di Coblong Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Pertemuan dan bakti sosial ini diikuti kader IPNU se-Kabupaten Tasikmalaya dari mulai komusariat, ranting sampai anak cabang. Kegiatan ini dimulai setelah ashar sampai magrib.

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Ratusan warga yang sedang menunggu buka puasa dan berlalu lalang sekitar Pasar Salopa itu menghampiri para kader IPNU dengan senyuman. Ada juga sebagian warga ikut membantu pelajar membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Salopa. Kegiatan ini dihentikan 10 menit menjelang buka puasa. Mereka kemudian berbuka puasa bersama di Danau Lemona Salopa.

Ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk silaturrahmi kader IPNU di Tasikmalaya yang juga merupakan bagian dari evaluasi kinerja IPNU Tasikmalaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pada pertemuan kali ini kami membicarakan kaderisasi yang merupakan tugas utama kami di IPNU seperti pelaksanaan Latihan Kader Utama (Lakut) se-Priangan Timur yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya.”

Kami juga membidik penerimaan siswa baru. Kami akan turba dan mencoba melebarkan sayap di sekolah-sekolah untuk bisa merekrut kader para pelajar. Masa orientasi ini kita jadikan sebagai kaderisasi awal di IPNU dengan cara mengisinya dengan Masa Kesetiaan anggota (Makesta).

“Kami menargetkan minimal 1000 anggota baru tahun ini.”

Ia melanjutkan, bagi-bagi 1000 takjil ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan Pelajar NU di masyarakat. Kami berharap ini menjadi amal baik para pelajar NU sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadhan. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pendidikan, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 13 Januari 2018

Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah wafat sang maestro biola Indonesia, Idris Sardi pada usia 75 tahun. Ia dikabarkan wafat pagi pukul 07.25 di RS Meilia, Cibubur. Semoga almarhum husnul khotimah dan mendapat tempat kasih sayang Allah. Amin.

Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi

Idris Sardi pernah tampil pada acara pengukuhan Pengurus Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Oktober 2012.

Tentu saja, gesekan biolanya memukau ratusan pendekar dan tamu undangan. Nahdliyin yang memang jarang menikmati pertunjukan musik biola, khusyuk mendengarkan lagu Sepasang Mata Bola, Insyaflah, dan sederet lagu dari gesekan biola sang maestro.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang hadir pada kesempatan itu termasuk yang terpukau. Sebelum pidato pelantikan, ia berkomentar tentang gesekan biola Idris Sardi. “Saya terharu, di acara seperti ini diiringi musik seperti ini. Meskipun sudah tidak muda lagi, penampilan Pak Idris sangat luar biasa!” dua kali Kang Said bilang “luar biasa” diiring tepuk tangan para pendekar Pagar Nusa.

Kiai lulusan pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini kemudian menjelaskan musik. Ia menukil pendapat Syekh Dzu Nun Al-Mishri yang wafat tahun 221 Hijriyah.

“Musik adalah suara kebenaran yang bisa menggugah hati kita menuju Allah. Suara kebenaran, kejujuran. Kalau mulut bisa bohong, tapi musik tak bisa bohong,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Oleh karena itu, sambung kiai yang juga doktor Umul Qurro ini, barangsiapa mendengarkan musik dengan khusyu, ia akan mencapai hakikat. Tapi barangsiapa yang mendengarkan musik dengan syahwat, ia akan menjadi zindiq, atau keluar dari Islam.

Idris Sardi tampil pada pengukuhan Pagar Nusa. Ia datang lebih awal dan berkeliling pentas sambil menggesek biola. Kemudian turun dan mengitari sela-sela kursi hadirin.

Sebelum puncak pengukuhan, ia menggesek biola Indonesia Raya. Kemudian beberapa lagu lain semisal shalawat Nariyah, Insyaflah dan Alhamdulillah. Kang Said yang duduk berdampingan dengan Ketua IPSI, Prabowo Subiyanto menyimak khusyu di kursi paling depan. Begitu pula para kiai, tamu undangan dan para pendekar Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Kairo,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sistem ekonomi Islam atau ekonomi syariah kian berkembang pesat di Indonesia. Lembaga keuangan syariah macam asuransi, koperasi, hingga bank-bank syariah kini telah tumbuh subur di seantero Tanah Air. Ekonomi syariah pun selalu menjadi topik yang hangat dan menarik untuk diperbincangkan serta didiskusikan.

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Menimbang fakta itu, PCINU Mesir menggelar seminar Akbar Ekonomi Syariah bertajuk “Solusi Sistem Ekonomi Global; Hari Ini dan Masa Akan Datang.” Bertempat di Auditorium Auditorium Rumah Limas KEMASS (6/9), seminar ekonomi syariah ini menghadirkan Tubagus Manshur (Dosen UGM, auditor, akuntan dan pakar ekonomi syariah) dan Nur Fuad Shofiyullah (Staf Fungsi Ekonomi KBRI Kairo).

Seminar dihadiri para pengurus dan segenap Syuriah PCINU Mesir, serta dihadiri para peminat kajian ekonomi syariah yang ada di Mesir. Dalam sambutannya, Ketua PCINU Mesir Ahmad Muhakam Zein mengatakan bahwa sistem ekonomi syariah yang konon merupakan solusi dari krisis ekonomi global masih harus dikaji lebih mendalam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab, kata dia, ada beberapa dari sistem ekonomi syariah yang dalam praktiknya lebih “konvensional” dari bank konvensional. “Semoga setelah mengikuti seminar, kita jadi tahu masing-masing keunggulan dan kelemahan bank konvensional ataupun bank syariah. Sehingga, nantinya akan lahir pakar ekonomi Islam dari alumni al-Azhar yang bisa turut memberi sumbangsih untuk kemajuan ekonomi di Tanah Air,” pungkasnya. ?

Meski sempat molor dari jadwal seharusnya, seminar tetap berlangsung gayeng dan menarik. Dua narasumber membeberkan ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah, dari berbagai sisinya. Selain itu, Tubagus Manshur dengan halus dan apik membawa hadirin pada ranah realita ekonomi syariah global masa sekarang hingga masa mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begitu pula Fuad yang menyuguhkan fakta bahwa sistem ekonomi syariah sebagai sebuah produk masih harus terus kita sempurnakan. Contohnya, kalkulator (hasil) sistem murobahah yang pada kenyataannya justru masih lebih tinggi dari sistem ekonomi konvensional. “Sebab, yang namanya pemodal di mana-mana enggak mau rugi. Dari satu contoh ini, tentunya tugas kita semua untuk mengawal agar transaksi bank syariah benar-benar sesuai dengan syariat,” tegas pak Fuad. ?

Untuk diketahui, seminar yang berlangsung selepas maghrib itu didahului dengan acara khataman Al-Quran oleh para anggota PCI JQH (Jam’iyyah Qurra’ wa al-Huffadz) NU Mesir. Dalam prosesi khataman tersebut, dilaksanakan pula pelantikan pengurus PCI JQH masa bakti 2016-2018 oleh Ketua Tanfidziah PCINU Mesir. ?

Usai penyampaian materi serta tanya jawab seputar dunia ekonomi, acara dipungkasi dengan doa, penyerahan piagam, sesi foto-foto dan makan bersama. (Am Zen/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pondok Pesantren, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock