Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas

Oleh Matroni Musèrang

--Kebudayaan selalu ada dalam kehidupan manusia, ia seperti angin yang keluar masuk dalam tubuh manusia. Dimana pun ada kehidupan, disitulah kebudayaan ada. Begitupun dengan puasa. Puasa merupakan bagian dari kebudayaan umat manusia. Ketika kita melakukan puasa, jangan menganggap agama kita paling benar. Sebab puasa bukan milik pribadi, akan tetapi puasa milik umat manusia, untuk itulah puasa menjadi sarana untuk lebih memanusiakan manusia, inilah yang saya sebut sebagai mi’raj sosial.

Mi’raj sosial artinya seseorang mampu melakukan perintah agama lalu mengaplikasikannya ke ruang publik, contoh, kita tidak lagi membeda-bedakan agama, ras, suku dan budaya, oleh karena itulah dalam mi’raj sosial, sesama manusia kita sama di hadapan kemanusiaan.

Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa: Sebuah Mi’raj Sosial dan Mi’raj Religiusitas

Puasa saya maknai sebagai perjalanan rohani untuk mi’raj yaitu mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas (spiritual), dari hati yang keras menuju perkampungan hijau yang bernama kesejukan dan kedamaian. Dua kampung ini kini telah di bakar oleh egoisme pragmatis-kapitalis, untuk itu saya ingin menjadi tuhan untuk “menghidupkan kembali” kampung kesejukan dan kedamaian. Dengan puasa sebagai ibu yang melahirkan kesejukan dan kedamaian. Mengapa puasa? Puasa dilakukan seseorang ketika ingin mendamaikan hati dan pikirannya dan puasa dilakukan oleh semua agama di dunia.   

Oleh sebab itu, Mi’raj sosial penting kita lakukan untuk mencapai derajat yang tinggi di hadapan manusia dan Tuhan. Sebab Tuhan menciptakan makhluk dengan tujuan untuk saling mengenal. Saling mengenal artinya kita diperintah Tuhan untuk selalu membaca, agar kita mengenal. Bagaimana mungkin kita akan kenal jika kita tidak melihat dan membaca?

Mi’raj sosial ini benar-benar penting di tengah maraknya masyarakat yang tidak lagi menghargai kemanusiaan. Maraknya masyarakat yang suka tawuran, suka membunuh, egois, suka saling sikat-sikut, suka mencela sesama manusia. Maka berlomba-lomba dalam ber-mi’raj sosial sangat penting untuk menjaga dan menghormati kemanusiaan. Apalagi lagi gencar-gencarnya tuduh-menuduh di antara para relawan kandidat presiden Indonesia, ada yang memfitnah, ada yang akan menghancurkan agama, PKI, Yahudi, Kristen, dan lain sebagainya.

Maka betapa sangat pentingnya kita menyadari bahwa mi’raj sosial sangat mendesak untuk kita lakukan sebagai terapi bagi manusia yang kurang menghargai manusia dan agama. Apakah dalam sebuah kompetisi kita harus memfitnah dan meracuni pikiran-hati kemanusiaan dan agama dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus bersih-bersih di taman mi’raj (mi’raj sosial dan religiusitas), agar apa yang menjadi tanggungjawab kita benar-benar berjalan sesuai dengan hati nurani kemanusiaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kemanusiaan lebih dulu diwahyukan oleh Tuhan sebelum wahyu-wahyu lain diturunkan, ini artinya betapa sangat dan amat pentingnya sisi kemanusiaan daripada agama. Agama lahir karena adanya manusia, maka untuk mengetahui makna agama, harus terlebih dahulu mengetahui makna kemanusiaan. Agama seluruh dunia menegaskan sebagaimana dikatakan Karen Armstrong bahwa spiritualitas yang sejati harus diespresikan secara konsisten dalam tindakan berbagai kasih, kemampuan untuk merasakan bersama orang lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Iqra’ yang pertama kali turun sebelum syarat rukun agama merupakan bukti nyata bahwa Tuhan lebih mementingkan kemanusiaan (makhluk) daripada agama. Agama diturunkan jaman jahiliyyah untuk mengatur sisi kemanusiaan yang tidak menghargai manusia yang lain, maka jika hari ini ada manusia/tokoh/ulama/pemimpin yang tidak menghargai manusia, berarti sosok itu adalah manusia jahiliyyah. Sosok manusia yang memiliki akal yang tidak digunakan untuk berpikir, memiliki hati yang tidak digunakan untuk refleksi, memiliki indera yang tidak digunakan untuk melihat umat manusia.

Mi’raj religiusitas menjadi penting untuk dijadikan tempat bagi manusia untuk memanusiaan manusia, moment puasa merupakan cara untuk masuk ke perkampungan religiusitas. Religiusitas dalam ini adalah bersadarnya manusia dalam memperjuangkan masyarakat untuk lebih cerdas dan memiliki cakrawala yang luas dalam menjalani tugas sosial dan tugas agama.

Tugas agama memang berat dan keras. Perkampungan agama tidak tumbuh dengan sendirinya kata Karen, akan tetapi agama harus di bina dalam cara yang sama seperti halnya apresiasi seni, musik, dan puisi yang harus ditumbuhkan. Tugas agama kata Karen lagi sangat mirip dengan seni, yakni membantu kita hidup secara kreatif, damai, dan bahkan gembira dengan kenyataan-kenyataan yang tidak mudah dijelaskan dan masalah-masalah yang tidak bisa kita pecahkan.

Perjalanan sosial dan agama harus saling bergandeng tangan dalam menciptakan mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas. Cita-cita inilah yang sebenarnya yang ingin kita capai dengan melakukan puasa. Cita-cita kemanusiaan yang damai, inklusif dan memberi rahmat alam semesta. Hanya di tangan manusia yang mi’raj kedamaian alam semesta ada. Puasa sebagai jembatan untuk sampai pada perkampungan mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas.     

Masyarakat Reflektif

Dengan demikian, untuk menjaga mi’raj sosial dan mi’raj religiusitas dibutuhkan refleksi yang baik dari kita sendiri. Refleksi ini lahir pembacaan dan nalar yang baik. Refleksi ini lahir juga dari masyarakat yang sadar, menyadari bahwa hidup ini tidak hanya sebatas saling fitnah, saling sikat-sikut, tapi ada hal yang lebih penting untuk dipikirkan yaitu bagaimana menciptakan masyarakat yang cerdas untuk mencapai masyarakat yang damai, makmur dan masyarakat tanpa kelas.

Masyarakat reflektif adalah masyarakat yang memiliki cita-cita untuk menciptakan masyarakat tanpa kelas (mi’raj sosial), masyarakat yang selalu ingin belajar, membaca dan berpikir tentang semesta dan masyarakat yang memiliki mental komitmen yang baik (mi’raj religiusitas). Masyarakat reflektif inilah yang diidealkan hari ini. Masyarakat yang akan menghargai usaha orang lain, menghargai karya orang lain, menghargai pemikiran orang lain, menghargai keberagaman dan menghargai keberagamaan.

Ketika masyarakat reflektif terealisasikan, kita akan melihat masyarakat yang saling hidup damai, berdampingan, saling tolong-menolong, dan secara otomatis bangsa dan negara akan makmur.

 

Matroni Musèrang, alumnus pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan peneliti sosial, agama dan kebudayaan Indonesia.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Kajian Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 17 Februari 2018

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penembakan di Papua yang mengakibatkan 8 personel TNI dan 4 warga sipil meninggal dunia, serta 5 orang lainnya menderita luka.

NU mendesak aparat keamanan segera menuntaskan permasalahan tersebut, namun tidak dengan cara-cara represif. 

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengatakan peristiwa penembakan kali ini menambah panjang daftar kekerasan di Papua. Polisi dan TNI sebagai aparat penegak hukum diminta secepatnya mengambil langkah bijak penyelesaian. 

"Siapapun pelakunya, kelompok separatisme atau yang lain dengan tujuan tertentu, (penembakan) ini adalah kriminal. Pelakunya harus segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tegas Kiai Said di Jakarta, Jumat ( 22/2/2013). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Said juga mengungkapkan rasa dukacita dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban penembakan tersebut. "Atas nama pribadi dan seluruh Nahdliyin, kami ikut berdukacita. Semoga Allah mengampuni dosa seluruh korban, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," lanjutnya.  

Untuk penuntasan masalah kekerasan di Papua, Kiai Said meminta agar tidak dilakukan dengan mengedepankan cara-cara kekerasan. Ruang dialog sebagai sarana mengurai permasalahan dan menemukan jalan keluar disarankan untuk diperbanyak digelar. 

"Pemerintah pernah sukses menerapkan cara-cara itu di Aceh. Di Papua karakteristiknya tidak jauh berbeda. Jadi saya minta Pemerintah membuka sebanyak-banyaknya ruang dialog, libatkan masyarakat setempat untuk mencari jalan keluar terbaik," urai Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekah, ini. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menjadi satu agenda dalam penuntasan masalah di Papua, Kiai Said juga mendesak Pemerintah untuk segera merealisasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. PBNU diakuinya pernah menerima aduan masyarakat Papua perihal kesenjangan kesejahteraan tersebut. 

"Papua sangat kaya, tapi masyarakatnya tidak merasakan itu secara utuh. Ini juga menjadi PR Pemerintah untuk segera diselesaikan, sekaligus menjadi salah satu cara penyelesaian masalah kekerasan," pungkas Kiai Said. 

Seperti diberitakan, peristiwa penembakan terjadi di dua lokasi berbeda di Papua. Pertama terjadi di posko Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, yang menewaskan  seorang personel TNI atas nama Pratu Wahyu Prabowo.

Penembakan kedua terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. 7 personel TNI tewas dalam peristiwa tersebut, yaitu Sertu Ramadhan, Pratu Edi, Praka Jojo Wiharja, Pratu Mustofa, Praka Wempi, Sertu Udin, dan Sertu Frans. Dalam perkembangannya 4 warga sipil juga menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini.

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, IMNU, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 15 Februari 2018

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gelar Sultan sesungguhnya merupakan bentuk amanat leluhur, yaitu fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam. Ia memuat berbagai makna, filosofi, dan bahkan teologi yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dikandungnya. Ia mencerminkan visi dan misi institusi yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY, Drs Kiai Jadul Maula dalam konferensi pers di kantor PWNU, Jl MT Haryono 40-42 Yogyakarta, Selasa (2/6) menanggapi Sabdaraja Sultan HB X yang menghilangkan beberapa gelar Sultan, diantaranya Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, dan Kalifatullah.

Kiai Jadul menjelaskan, bahwa selama ini PWNU banyak menampung keresahan masyarakat dan ulama pesantren dari berbagai daerah. Bukan hanya dari sekitar DIY, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga luar Jawa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada stigmatisasi perubahan gelar terhadap Islam. Ibarat rumah yang diganti bukan hanya pintu atau mengganti cat, tapi pondasi. Jadi implikasinya sangat besar,” tegas Kiai Jadul.

Hal ini, lanjutnya, lebih pada keprihatinan keagamaan dalam menyelamatkan kehidupan bermasyarakat, di luar wilayah politik. Ada kegelisahan di kalangan kiai tentang perubahan gelar tersebut. Karena ini tanpa diserta argumen yang jelas dan disepakati secara syar’i.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Jadul Maula kembali menegaskan, akibat perubahan gelar itu ada keresahan dikalangan kiai NU. Karena mereka beranggapan bahwa perubahan gelar ini telah menjadikan adanya stigmatisasi terhadap Islam. Gelar tersebut semua diambil dari Islam melalui perjalanan yang panjang. Sehingga jika gelar itu diubah maka ada proses pengaburan ke-Islam-an tersebut.

Makna gelar Sultan universal

Menurut Kiai Jadul, makna gelar sultan itu universal. Mengubah makna itu berarti ada yang hilang dalam diri kasultanan. ?

“Konsep-konsep penting di dalam gelar seperti: Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, Kalifatullah, mengandung makna dan amanat bahwa seorang Sultan haruslah mewujudkan pengabdiannya yang tulus kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan laku dan tindakan yang menjaga dan mengupayakan keseimbangan alam, religiusitas masyarakat dan kerukunan antar umat beragama serta keadilan sosial di tengah-tengah warganya,” tegasnya.

Kiai Jadul menjelaskan bahwa gelar Ngabdurrahman mengandung arti bahwa meski menjadi raja, Sultan adalah tetap hamba Allah SWT yang memiliki kasih sayang dengan sesama, termasuk kepada alam. Sedangkan gelar Sayidin Panotogomo, ? dalam pesantren mengandung arti adalah orang yang berkewajiban meningkatkan religiusitas masyarakat dan menata umat beragama yang berbeda agar harmonis. Gelar khalifatullah sendiri berarti Sultan adalah duta Allah SWT yang menegakkan kebenaran dan keadilan.?

“Dengan makna demikian, kami menganggap gelar-gelar itu penting. Adanya gelar itu sudah terbukti dari berdirinya Kraton Yogyakarta sebagai Kraton yang paling lama bertahan hingga sekarang,” tegasnya.? Karena itu, tandasnya, PWNU bersikap, gelar itu mesti dipertahankan. Jika gelar ini dihilangkan maka akan kehilangan porosnya. Karena gelar itu tidak semata-mata nama melainkan sebagai pengikat kontrak teologis, kontrak alam dan kontrak sosial. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Nusantara, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar istighotsah kubro dan dzikir bersama. Acara ini bertujuan mendoakan agar Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU)? di Jombang berjalan lancar hingga akhir.

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UINSA Gelar Istigotsah Kubro Doakan Muktamar NU Berjalan Lancar

Ketua PMII Rayon Dakwah UINSA Hoiron Kasir mengatakan, PMII dan NU tidak dapat dipungkiri memiliki keterkaitan secara historis, ideologis, nilai, asas, dan tujuan organisasi. Untuk itu, situasi kondusif dan suksesnya muktamar NU juga menjadi harapan besar keluarga besar PMII seluruh Indonesia.

“PMII dan NU memang sangat dekat relasinya meskipun tidak berkaitan secara struktural. Kami senantiasa berdoa kepada Allah agar para kiai dan muktamirin diberi petunjuk hingga menghasilkan keputusan bernilai maslahat bagi seluruh umat sekaligus menunjuk Ketua Umum PBNU baru yang amanah,” katanya usai acara istigotsah di Masjid Ulul Albab UINSA, Selasa (4/8) malam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Muktamar NU, menurutnya, tidak hanya membahas terkait mekanisme pemilihan pemimpin. Lebih dari itu, sejumlah hal yang tidak kalah penting untuk dikaji adalah soal penyelenggaraan pilkada yang murah dan berkualitas, sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat, memperpendek masa tunggu calon jamaah haji dan pengelolaan keuangan haji, perlindungan TKI dan pencatatan nikah bagi mereka yang beragama Islam, perbaikan pengelolaan BPJS ketanagakerjaan dan kesehatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Masyarakat Indonesia kini menunggu keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan muktamar NU. Apalagi persoalan bangsa sudah sangat kompleks dan perlu diselesaikan secara bersama-sama,” tandasnya.

Pada acara istigotsah yang dimulai pukul 19.30 WIB itu, sekitar 200 jamaah terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat terlihat sangat khusyuk dan khidmat berdzikir dipandu oleh KH Suis Qoim Abdullah. Beberapa jamaah bahkan tak kuat menahan haru hingga meneteskan air mata. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Kajian Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 02 Februari 2018

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bintang yang telah menggunakan obat-obatan, mengunjungi pelacur atau terlibat dalam pelanggaran hukum lainnya tidak akan diizinkan untuk tampil di televisi Cina, layar film atau bentuk lain dari siaran, kata media pemerintah, Kamis, setelah serangkaian skandal.?

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV (Sumber Gambar : Nu Online)
China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV (Sumber Gambar : Nu Online)

China Larang Selebritis Terkena Kasus Muncul di TV

Larangan oleh regulator penyiaran, yang meliputi radio dan iklan, dimaksudkan untuk "menjaga industri yang sehat", resmi China Daily melaporkan.?

"Selebriti yang melanggar hukum tidak boleh diundang untuk tampil di program, dan transmisi kata-kata mereka harus ditunda," kata surat kabar itu, mengutip pernyataan dari regulator.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kasus terbaru yang melibatkan bintang menggunakan obat atau mengunjungi pelacur telah merugikan citra industri hiburan dan menjadi contoh buruk bagi anak-anak muda," tambah surat kabar itu.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jaksa Cina bulan lalu menyetujui penangkapan Jaycee Chan, putra bintang film kung fu Jackie Chan, setelah diduga terlibat dalam pelanggaran obat terlarang. Ini merupakan dalam serangkaian terbaru selebritis yang terkena kasus hukum.?

China telah menahan beberapa selebritis yang kebanyakan masuk daftar B beberapa bulan terakhir atas tuduhan terkait narkoba, kasus yang telah dipublikasikan secara luas di media negara dan sosial. Mereka termasuk bintang film dan televisi, sutradara film dan penulis skenario terkenal.?

Satu direktur ditahan karena dicurigai mempekerjakan pelacur.?

Tindakan keras muncul karena pemerintah berusaha untuk mendorong kampanye yang lebih luas terhadap gaya hidup mewah dan dekadensi.?

Presiden China Xi Jinping telah bersumpah untuk menghilangkan korupsi dan keistimewaan yang dimiliki para elit, sumber utama ketidakpuasan publik atas kesenjangan antara miskin dan kaya yang terus berkembang.?

Departemen Keamanan Publik China mengatakan kepada polisi di seluruh negeri pada bulan Februari untuk bersikap keras pada obat-obatan, perjudian dan prostitusi.?

Berbeda dengan China, Indonesia, yang penduduknya mengaku menjaga adat ketimuran dan nilai-nilai moral agama, sejumlah selebritis yang terkena kasus hukum, kini bebas tampil di TV dengan frekuensi publik. Ariel, pentolan grup band Noah, kini kariernya semakin berkibar dan membintangi sejumlah iklan setelah lepas dari penjara setelah terkena kasus video porno. Raffi Ahmad, yang terkena kasus narkoba dan sampai sekarang menunggu vonis, tiap hari wajahnya tampil di TV. Di Indonesia, belum dikenal hukuman larangan tampil di TV saat menjalani kasus hukum atau hukuman tambahan larangan tampil di media yang menggunakan frekuensi publik.

Langkah maju telah diambil terkait dengan narapidana kasus korupsi. Bukan hanya dihukum penjara, mereka juga dicabut hak politiknya seperti yang menimpa mantan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishak dan mantan ketua MK Akil Muchtar.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia telah melarang acara kebanci-bancian di TV karena kekhawatiran memengaruhi dan ditiru anak-anak dan dampaknya dapat mempengaruhi masyarakat yang membenarkan perilaku tersebut. (reuters/mukafi niam) ilustrasi: kapanlagi.com

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok

Pacitan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Panitia Perpustakaan Attarmasi Pondok Tremas Kabupaten Pacitan menerbitkan majalah Media Attarmasi edisi terbaru. Majalah edisi Ke-XII yang secara khusus mengangkat tema Gerakan Nasional Ayo Mondok ini diluncurkan dalam seminar bertema “Menjaga dan Melestarikan Tradisi Aswaja Untuk Mempertahankan NKRI”, Jum’at (1/1).

Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Tremas Edisi 12 Angkat Tema Gerakan Ayo Mondok

Pengasuh pesantren Tremas KH Luqman Harits Dimyathi yang juga merupakan Koordinator Nasional Gerakan Ayo Mondok secara resmi meluncurkan majalah ini. Peluncuran majalah ini ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali dan penandatanganan pada cover majalah.

Kiai Luqman menyambut baik usaha tim redaksi majalah yang turut mengangkat dan mengampanyekan Gerakan Nasional Ayo Mondok. Menurutnya, Gerakan Ayo Mondok pertama kali didengungkan dari Pesantren Tremas ini. Gerakan Ayo Mondok merupakan wujud ikhtiar kalangan pesantren untuk mengenalkan pendidikan pesantren pada masyarakat dunia. Kehidupan di pesantren mewakili model Islam Nusantara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Saya yakin, ke depan Islam pesantren, Islam Nusantara akan menjadi dambaan dunia,” tuturnya di hadapan ratusan santri yang memenuhi gedung aula pondok Tremas.

Ia berharap pengelolaan dan penerbitan majalah Media Attarmasi lebih ditingkatkan agar menjadi lebih baik lagi. "Secara umum isinya cukup bagus, tetapi ke depan perlu banyak belajar tentang tata bahasa yang baik agar lebih layak dibaca oleh masyarakat luas," imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada edisi baru ini majalah yang memiliki slogan media komunikasi dan transformasi informasi ini juga menyajikan artikel seperti biografi masyayikh, wawancara ekslusif, profil organisasi santri, potret kegiatan santri, kalam hikmah, dan cerpen santri.

Majalah Media Attarmasi pertama kali terbit pada 2001. Majalah ini terbit sekali dalam setahun. Tim redaksi dan pengelolaanya diasuh oleh santri Kelas I Madrasah Aliyah Muadalah.

“Majalah ini sarana latihan para santri dalam dunia tulis-menulis,” ujar pembimbing redaksi Ustadz Muntako. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berupaya mencegah kontaminasi ideologi kalangan remaja Ahlussunah wal-Jamaah yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Upaya itu dibungkus dengan pesantren kila (Sanlat) dan bimbingan belajar (bimbel) pasca-Ujian Nasional (BPUN) 2013 di Gedung PCNU Kota bandung Jl. Yuda no.03, Kebon Kalapa, Kota Bandung, Ahad (5/5) dimulai pukul 13.00 WIB.

Ketua pelaksana, Ujang Miftahudin, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membantu generasi muda dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan juga sebagai upaya untuk menjegah kontaminasi ideologi yang dewasa ini terjadi di kalangan remaja, “Seperti dalam temanya, “Subbanul yaum rijalul ghod”, pemuda hari ini adalah generasi penerus masa yang akan datang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, menegaskan, Dengan ideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah diharapkan dapat membackup generasi muda sebagai penerus bangsa untuk meminimalisir gerakan-gerakan konfrontatif yang mencoreng agama Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan Kegiatan ini, GP Ansor Kota Bandung berupaya untuk merealisasikan slogan, Almuhaafadhoh ‘alal qodiim ash-shaalih wal ahdu bil jadiidil ashlah, (menjaga nilai-nilai lama yang baik dan membuat inovasi yang lebih baik) dengan gerakan realistis dan relevan sehingga dapat diterima hal layak.

Kegiatan yang berjalan sebulan dan gratis tersebut disambut baik peserta yang datang dari berbagai sekolah menengah atas, “Agenda ini sangat baik dan sangat membantu bagi saya untuk belajar dalam menuju jenjang perkuliahan, selain mendapatkan pengetahuan umum, saya mendapatkan pengetahuan agama. Alangkah lebih baik untuk tetap dipertahankan” ujar Ahmad Rusmana, salah seorang peserta BPUN.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustadz Wahyu Afif Al-Ghofiqi, perwakilan dari PCNU Kota Bandung yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Kota Bandung. Dari PW GP Ansor Jawa Barat diwakili Johan Jauhari Anwar, sekaligus Manager Provinsi BPUN 2013. Kemudian dari Manager Pusat diwakili Muhammad Sofyan Fauzi, yang juga Supervisor dari Yayasan Mata Air.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock