Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dengan peserta sekitar 1500 orang. Pertemuan yang akan berlangsung Rabu (28/5) sampai sampai Ahad (1/6) dikemas dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Muslimat NU Hj Aniroh Slamet Effendi Yusuf, kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 1.135 peserta dari pengurus pusat, wilayah, dan cabang, serta yayasan yang bernaung dibawah Muslimat NU.

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Aniroh menyebutkan  yayasan tersebut, yaitu Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU, Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU, Yayasan Haji Muslimat NU/Ikatan Haji Muslimat (YHM/IHM) NU, Yayasan Da’iyah Majlis Taklim Muslimat (HIDMAT) NU, dan Koperasi Annisa Muslimat NU yang masing-masing berasal dari 33 wilayah atau provinsi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Itu yang resmi diundang. Tapi sepertinya yang hadir sekitar 1500 Muslimat NU dari seluruh Indonesia karena mereka biasanya membawa taman,” ungkapnya, pada "Ta’aruf Peserta Rakernas dan Mukernas NU dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo" di aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selasa malam (27/5).

Apa yang dikatakan Aniroh, diakui Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, peserta yang datang melebihi dari undangan, “Yang tadinya satu kamar untuk 8 orang, dihuni 20 orang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, menurut Khofifah, pada pembukaan Rakernas yang akan berlangsung Rabu siang (28/5) oleh Wakil Presiden Boediono, sekitar 2000 Muslimat NU se-Jabodetabek akan hadir ke Asrama Haji.

Kegiatan bertema "Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat" tersebut dihadiri Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlowi, Dorce Gamalama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, AlaNu, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan”

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Fatayat NU membedah buku ‘Gus Dur di Mata Perempuan’ terbitan Gading, Yogyakarta. Mereka bersama para aktivis di Yogyakarta, mencoba mengkaji buku yang akan dipasarkan pada 2015 mendatang di Pendopo Hijau Yayasan LkiS, Yogyakarta, Sabtu (6/12).

Buku setebal 294 halaman itu berisi pengalaman persinggungan para penulis dengan KH Abdurrahman Wahid. Mereka berasal dari pelbagai latar belakang. Para penulis kebanyakan memiliki pengalaman-pengalaman personal dengan kiai nyentrik itu.

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan”

Hadir sebagai pembicara pada peluncura buku ini salah seorang kontributor Ciciek Farha dan pengurus Fatayat NU Yogyakarta Maghfiroh Rahayu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Rahayu, buku ini memberikan perspektif baru dalam memandang sosok Gus Dur. Sebab buku-buku yang membahas tentang sosok Gus Dur kebanyakan ditulis oleh kalangan lelaki. Padahal semasa hidupnya Gus Dur lantang berjuang untuk membela kaum yang diperlakukan tidak adil, termasuk perempuan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara garis besar, kata Rahayu, buku ini menjelaskan dua hal mengenai keterkaitan Gus Dur dengan isu-isu perempuan di level kebijakan dan praktek.

“Pada Munas NU 1997 di Lombok, Gus Dur mengeluarkan keputusan mengenai bolehnya perempuan menjadi pimpinan,” ujar Rahayu mencontohkan kebijakan Gus Dur. Keputusan ini sangat penting bagi kalanga perempuan.

Sementara Ciciek lebih mengenalkan sosok Gus Dur kepada anak-anak di kampung halamannya. Menurutnya, mengenalkan Gus Dur bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan permainan engrang dan musik.

“Selama ini engrang sering diasumsikan sebagai permainan anak laki-laki. Tapi di kampung halamannya, permainan ini dilakukan oleh semua anak-anak tanpa memandang jenis kelamin,” kata Ciciek. (Sarjoko Subejo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik

Karanganyar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Jl. Lawu, Sabtu (5/3).

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik

Menurut Ketua Panitia Pelantikan, Jamaludin acara ini sangat spesial karena di hadiri PBNU, PWNU Jawa Tengah, PCNU dan MWCNU se-Solo Raya, Dandim Solo Raya, Kapolres Solo Raya, serta seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan instansi pemerintah se-Kabupaten Karanganyar.

Dari pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth pada bagian registrasi, undangan yang hadir sekitar 3.000 orang lebih. Hadir tamu undangan dari Muhammadiyah, MTA, LDII Karanganyar, Kapolsek, Koramil, Camat, Kepala Desa dan kepala sekolah se-Kabupaten Karanganyar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jamaludin berharap semoga dengan pelantikan yang dihadiri oleh internal NU, ormas lain dan pejabat pemerintahan ini menjadi saksi dan momentum kebangkitan NU di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Ignasius Sandyawan Sumardi (Romo Sandy) mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah Uskup (dari NU) yang pertama membelanya. Pernyataan itu sangat beralasan bagi Romo Sandy sebab Gus Dur (selain juga Romo Mangunwijaya dan Danuwinata) adalah tokoh yang menjadi pembela Romo Sandy dalam gerakan Suaka Kemanusiaan Kasus 27 Juli 1996.

Romo Sandy mengisahkan pengalaman tersebut dalam Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gus Durian, Jumat (2/9) malam di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. FJP malam itu bertema ‘Gus Dur dan Rakyat Kecil’, didatangi puluhan hadirin, yang mayoritas kaum muda.

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Menurut Romo Sandy, sejak perjumpaan pertamanya yang terjadi saat Gus Dur masih sebagai intelektual muda NU yang vokal dan cerdas, telah menggunggah inspirasi baginya. Ia menilai pemikiran Gus Dur sangat orisinil dan otentik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal lainnya yang juga sangat mengesankan dari Gus Dur adalah setiap Romo Sandy, datang Gus Dur selalu sudah bersentuhan dengan perkara sehingga Gus Dur menjadi ‘tukang kompor’.

“Kalau sudah ingin melakukan (niat baik), ya sudah. Lakukan dengan sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah. Artinya Gus Dur itu sangat total. Dalam hal apa pun selalu begitu,” terang Romo Sandy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kesan ketotalan dari Gus Dur itu mengingatkan Romo Sandy kepada salah satu pesan guru silatnya saat mengambil pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyodan Magelang.

”Kowe nek dadi pendekar, dadio pendekar beneran (kalau? kamu ingin menjadi pendekar, jadilah pendekar sejati atau sungguhan),” kata Romo Sandy mengutip pesan gurunya.

Pesan tersebut, berpadu dengan sosok Gus Dur, menjadikan Romo Sandy semakin bersemangat dan mantap dalam perjuangan membela kemanusiaan. Romo Sandy lalu menyebut beberapa gerakan yang ia lakukan dan menyebabkannya sering berinteraksi dengan Gus Dur.

Dalam perjumpaan-perjumpaan tersebut, Gus Dur, menurut Romo Sandy membaur dengan rakyat kecil, tanpa kesan pencitraan atau dibuat-buat. Hal yang sangat berbeda dengan para politikus lainnya.

Terhadap dunia politik, Gus Dur menjadikan politik sebagai sesuatu yang substansial, artinya politik sebagai sesuatu yang bersentuhan dengan persoalan-persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari. Gus Dur sama sekali jauh dari politik artifisial atau politik dagang sapi, di mana politik hanya menjadi ajang tawar menawar kekuasaan.

“Yang paling ujung di dalam politik adalah kemanusiaan. Oleh karena itu Gus Dur sangat demokratis, tidak pernah menolak berdialog dengan siapa pun,” kenang Romo Sandy.

Romo Sandy meneruskan, Gus Dur juga menjadi semacam pantulan dari setiap orang yang datang, termasuk Romo Sandy. Saat bertemu dengannya, ia tidak akan menceramahi. Hal itu memberi pelajaran bahwa pendidikan yang diberikan Gus Dur seperti model pendidikan dalam filsafat Yunani, di mana ada persentuhan yang kuat.

Adalah tugas kita dalam mengembangkan pendidikan seseorang, seperti bidan yang membantu melahirkan ilmu yang sudah ada dalam jiwa atau roh orang tersebut. Dan itulah yang dilakukan Gus Dur karena substansi pendidikan adalah fasilitator pembebasan manusia.

Romo Sandy meyayangkan, saat ini sangat sulit menemukan—kalau bukan tidak ada—sosok seperti Gus Dur. Menurut Romo Sandy, anak-anak muda sekarang tidak orisinil. Dalam mencari pendidikan atau pengetahuan, bahkan membentuk dirinya, mereka mendasarkannnya pada apa yang disajikan oleh internet, mendengar dan menonton audio visual yang tersedia di ineternet. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, AlaNu, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 11 Januari 2018

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bersatunya seluruh elemen organisasi keagamaan akan memperkokoh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menangkal gerakan garis keras yang merongrong NKRI seperti Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang mulai masuk ke Indonesia.

Demikian di anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H Akhmad Muqowam saat menyampaikan sosialisasi empat pilar di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (12/4).

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Keagamaan Mesti Bersatu Perangi ISIS

Menurutnya, para pendukung ISIS telah berani melawan ideologi negara secara nyata dan terbuka. “Rongrongan terhadap Pancasila dan pengubahan NKRI telah digembar-gemborkan oleh mereka yang tidak suka dengan Indonesia,” ujar ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Ika-PMII) ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Muqowam? mengatakan, segenap badan otonom NU perlu terlibat dalam memerangi ISIS demi tercapainya stabilitas Negara yang aman dan damai. “Kalau seluruh elemen bangsa seperti Ansor, Banser, IPNU dan lain-lainnya tidak diajak untuk memeranginya maka gampang sekali paham ISIS merasuk di tubuh Indonesia,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk itu, dia mendesak kepada aparatur keamanan, baik TNI maupun Polri untuk terus bergerak menangkal pergerakan ISIS. “Kalau seseorang sudah terlihat dengan ucapan maupun tulisan dengan sengaja menjelekan Pancasila, UUD 45, NKRI dan atau Bhinneka Tunggal Ika, tangkap dan basmi saja sejak dini,” tandasnya.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Wanasari Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menjelaskan, sosialisasi digelar untuk menanamkan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan demi tetap tegaknya Bumi Pertiwi. “Ansor akan menjadi garda terdepan dalam membasmi paham ISIS yang terang-terangan berideologi anti Pancasila,” ungkapnya.

Sebanyak 150 peserta acara ini datang dari pengurus MWCNU dan Pengurus Ranting NU, PAC dan Pimpinan Ranting GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Wanasari. Sosialisasi empat pilar tersebut diharapkan bisa merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 10 Januari 2018

Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) membahas rencana pemerintah untuk mensahkan undang-undang pemutihan pajak terhadap pengusaha pengemplang pajak yang uangnya diparkir di luar negeri. Setelah melakukan tashawwurul masalah (pendalaman materi) tentang Tax Amnesty, forum bahtsul masail PBNU menrekomendasikan lima poin penting untuk pemerintah dan anggota DPRD yang tengah menggodok UU tersebut.

Lima poin rekomendasi forum bahtsul masail PBNU mencakup sebagai berikut.

Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Rekomendasi NU Perihal RUU Tax Amnesty/Pemutihan Pajak terhadap Pengemplang

1. Setiap warga negara yang sudah memenuhi syarat menjadi wajib pajak wajib membayar pajak dan negara wajib mengelola dana pajak sebaik-baiknya untuk kemaslahatan rakyat.

2. Berdasarkan hasil Munas Alim Ulama NU di Cirebon Tahun 2012 ditegaskan bahwa penegakan hukum/law enforcement/iqamatul hukmi wal qanun wajib dilakukan tanpa tebang pilih, baik terhadap aparat perpajakan maupun terhadap wajib pajak yang melakukan kejahatan perpajakan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ?)

Artinya, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah melakukan kerusakan, bahwa ketika orang kuat mencuri, mereka membiarkannya. Dan ketika orang lemah mencuri, mereka memberikan hukuman kepadanya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya,” (HR Bukhari dari Aisyah RA).

3. Rancangan Undang-Undang Tax Amnesty wajib mempertimbangkan aspek maslahat yang muhaqqaqah (sudah pasti dan konkret) sebagaimana keputusan Muktamar XXXII NU di Makassar Tahun 2010.

4. Meminta WNI untuk menyimpan uangnya di Indonesia dan Mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem perpajakan dan iklim investasi.

5. Mendorong pemerintah untuk melengkapi instrumen pajak dengan Polisi Pajak/IRS (Internal Revenue Services) yang bertugas memastikan uang negara dan setiap transaksi telah dibayar dengan benar. dan Federasi Pembayar Pajak (Tax Payer Federation) bertugas memastikan bahwa WP tidak dirugikan oleh pemerintah dan uang dari WP tidak disalahgunakan oleh pemerintah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

NU akan Bangun Universitas di Kalbar

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Universitas Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Barat diperkirakan akan mulai terwujud pembangunannya pada 2013.

Staf Khusus Mendikbud Hanif Shaha Ghafur di Pontianak, Selasa, mengatakan, izin untuk pendirian universitas itu sudah diterima sebelum moratorium perguruan tinggi baru.

NU akan Bangun Universitas di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Bangun Universitas di Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Bangun Universitas di Kalbar

"Artinya Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar prosesnya bisa dilanjutkan. Moratorium ditetapkan dari 1 September 2012 dan 31 Agustus 2014 baru dicabut," ujar dia. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia mengatakan saat ini izin penyelenggaraan sedang dalam proses di Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah XI.

Menurut dia, ada 29 Pimpinan Wilayah NU yang mengajukan pendirian serupa bersama Kalbar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sedangkan saat ini sudah ada tiga yang keluar izin operasionalnya yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban. 

Sementara yang sudah masuk desevaluasi diantaranya Jawa Timur, Cilacap, Sumatera Barat, Lampung, dan NTB.

Ia mengatakan untuk Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar sedang melengkapi beberapa persyaratan yang kurang. "Kalau sudah lengkap, tujuh hingga delapan bulan izin operasionalnya sudah bisa keluar," kata dia.

Ia mengingatkan sekarang tinggal keseriusan dari PW NU Kalbar dalam mengurusnya.

Dia berharap panitia pembentukan UNU Kalbar untuk segera memeriksa dan melengkapi yang kurang. "Setelah itu akan dilanjutkan ke proses desevaluasi," ujarnya.

Ketua Panitia Pembentukan Universitas Nahdlatul Ulama Kalbar, HM Rifat Hamdy mengatakan tahun ajaran baru 2013 sudah mulai menerima mahasiswa baru. 

Ada empat fakultas yang akan dibuka, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Hukum, Ekonomi dan Fakultas Agama Islam.

"Kampus sementara di Pondok Pesatren Khulafaurrasyidin Kubu Raya. Kita minta doa dan dukungan dari masyarakat Kalbar supaya proses perizinan dipermudah," ujar dia.

Gubernur Kalbar telah mengeluarkan rekomendasi dukungan nomor 420/2402.1/Kessos-C pada tanggal 9 Agustus 2012. 

Kemudian, ada surat rekomendasi nomor 1258/K11.A/KL/2012 dari Dikti Kemendikbud sebagai "progress report" pendirian UNU Kalbar. Di surat itu tertulis perihal: Dukungan pendirian UNU Kalbar di Pontianak.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock