Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa karakter Islam ada pada kelembutannya. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” ujar Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Forum Bahtsul Masail tersebut membahas tentang ujaran kebencian (hate speech) yang kian marak di dunia maya. Selain Kiai Hasyim, hadir juga sebagai narasumber Imam Besar Masjid Istiqlal, dan pakar IT Muhammad Bachir.

Sementara itu, KH Nasaruddin Umar menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikategorikan dengan hate speech. "Ujaran kebencian itu adalah fitnah, menghasut dan penyebaran berita bohong," terangnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertama, imbuhnya, adalah penghinaan. Kedua berbuat tidak menyenangkan itu bisa digugat baik itu tertulis di media ataupun secara langsung penyampaiannya.





Rekomendasi kongres

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya ujaran kebencian atau hate speech terutama di media sosial, media tradisional, media online, dan kehidupan nyata.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain ujaran kebencian, sidang yang berlangsung Jumat (25/11) malam di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait kekerasan seksual pada anak, NAPZA, kesenjangan ekonomi, ketahanan keluarga, bonus demografi, terorisme, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Hate speech yang terbukti memunculkan kerasahan di tengah masyarakat disikapi secara serius oleh Muslimat NU. Rekomendasi terkait hate speech itu ditujukan kepada Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech.?

“Di samping Surat Edaran Kapolri No SE/b/X/2015 Tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech),” ujar Pimpinan Sidang Komisi Rekomendasi Hj Machsanah A.

Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya,” lanjut Machsanah.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu.

“Misalnya mengkafirkan dan menganggap sesat terhadap suatu aliran,” tandas Machsanah.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Habib, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Aktivitas solidaritas untuk aktivis anti-tambang Salim Kancil dan Tosan terus bergulir, Jumat (2/10) lalu, sedikitnya 100 massa dari berbagai ormas yang ada di Surabaya mengadakan doa bersama dan istighotsah di Taman Apsari, tepat di depan gedung Grahadi Surabaya Jawa Timur.

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Aliansi ini terdiri dari para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, PCNU, Walhi Jawa Timur, Pusat Hak Asasi Manusia, Gusdurian, Ecoton, CRIS Foundation, CMARS, LPBP Waduk Depat, Kolektif Mata Rantai, dan LBH Kota Surabaya.

KH Saiful Halim yang memimpin acara tersebut menyatakan, acara ini digelar guna mendoakan almarhum Salim Kancil agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa dan kebenaran yang telah diperjuangkannya tidak sia-sia. “Kami juga berdoa untuk masyarakat yang berada di sepanjang pantai pesisir selatan agar tidak ada yang menjadi ‘Salim’ berikutnya, sebagai korban konflik sosial,” harap Kiai Saiful.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut dia, pembukaan penambangan pasir besi di sepanjang pesisir selatan dari Banyuwangi hingga Lumajang menuai protes dari masyarakat, sehingga pemerintah kabupaten setempat harus tegas menolak penambangan yang menjadi pemicu konflik horisontal antarmasyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan mengatakan, tragedi berdarah di Desa Selok Awar-awar Lumajang bisa saja terjadi di wilayah-wilayah lain, apabila tidak ada langkah preventif sejak dini. “Karena masyarakat sudah tegas menolak penambangan pasir di sana,” tegasnya.

Sementara itu Direktur CMARS, Inoeng, dalam orasinya menyatakan, kasus terbunuhnya aktivis anti-tambang Salim Kancil harus menjadi pelajaran semua pihak dan agar pemerintah tidak gegabah untuk menerbitkan izin penambangan yang sudah jelas ditolak oleh masyarakat setempat, harus ada upaya evaluasi dalam pembangunan daerah.

"Kami mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim Kancil dan Tosan yang menjadi korban kekerasan para penguasa desa setempat. Tangkap dan adili aktor intelektual dibalik terbunuhnya Salim Kancil," tegasnya.

Sebelumnya, aksi serupa juga telah banyak diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, termasuk melalui penandatangan petisi di situs elektronik change.org. Petisi yang menuntut pengusutan tuntas kasus Salim Kencil tersebut ditujukan kepada Kapolri, Pemkab Lumajang, LPSK, Komnas HAM, dan KPAI. (Najih/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Habib, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan seminar awam bertajuk sukses mendapatkan buah hati. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan Darun Naim Lt. 3 dan diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri dari pasien dan masyarakat umum.

 

Seminar diisi narasumber profesional di bidangnya. Di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raz Fides Umi yang menjelaskan kondisi pra kehamilan dan dokter spesialis andrologi dr Harry Pantjoro, menjelaskan tentang  faktor yang berpengaruh dan penanganan gangguan infertilitas pria.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

 

Panitia seminar awam dr Singgih Adi Saputra mengatakan, seminar sukses mendapatkan buah hati ini membahas tentang berbagai hal. Dari mulai konseling, bagaimana cara mendapatkan keturunan atau buah hati, pengertian hamil, bagaimana kehamilan yang sehat dan risiko kehamilan.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para peserta diharapkan aktif dan bertanya tentang dirinya sendiri atau bagaimana KB yang benar,” kata Singgih, Sabtu (13/1), Juga bagaimana mendapatkan anak kembar, apakah mitos dan fakta seputar kehamilan. Semua diungkap di sini, lanjutnya.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menjelaskan, seminar memberikan pemahaman seputar sukses mendapatkan buah hati. Juga merupakan rangkaian kegiatan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-55, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa RSI Siti Hajar Sidoarjo juga mempunyai spesialis kandungan (obgyn) yang mumpuni dan spesialis andrologi.

 

"Biasanya orang-orang itu konseling andrologi langsung ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, tapi di sini masyarakat bisa bertanya langsung kepada kedua narasumber,” tandasnya. Karena rumah sakit kebanggaan nahdliyin di Sidoarjo ini juga mempunyai spesialis kandungan dan andrologi yang juga mumpuni.

 

Banyaknya orang menikah, lanjut Singgih, keberadaan Siti Hajar juga diharapkan menjadi rumah sakit BKIA dan berusaha memunculkan kembali, serta menarik animo masyarakat. Karena saat ini masih banyak pasangan menikah. Selama masa itu, banyak pasangan yang ingin mengetahui bagaimana cara berhubungan, kehamilan yang sehat, juga menjaga kehamilan yang benar.

 

Diharapkan, dengan seminar itu, peserta mendapatkan ilmu tentang kehamilan, obgyn, kewanitaan dan ilmu tentang cara mendapatkan buah hati yang sehat.

 

dr Raz Fidez Umi menjelaskan, panduan sukses mendapatkan buah hati di antaranya kesiapan fisik, mental, pemeriksaan kesehatan, skrining generik, gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan kesehatan reproduksi,

 

"Gaya hidup sehat meliputi olahraga, juga tidak merokok,” jelasnya. Nutrisi yang tepat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Secara keseluruhan tubuh harus sehat. Nutrisi yang ada di tubuh paling penting. Karena ketika ada pertemuan sperma dengan ovum itu bisa tumbuh, lanjutnya.

 

Sementara dr Harry Pantjoro menyebutkan, andrologi ilmu yang mempelajari tentang masalah infertilitas pria atau kesuburan pria, seksualitas, hormon pria (ageing), penuaan (andropause), Keluarga Berencana atau KB pria.

 

"Sperma itu sangat penting, karena dari sperma akan menentukan genetik laki-laki atau perempuan. Di usia 40 tahun ke atas sperma kurang bagus. Dari itu, diharapkan pasangan konsutasi di usia 35 tahun," tandasnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Quote, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan tahun 2016 mempunyai capaian target yang dikategorisasi menjadi penelitian dan pengembangan. 

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat

Adapun kegiatan Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan yang ditargetkan jumlah penelitian sebanyak 29 laporan dalam tahun 2016 tercapai 100%, dan terdistribusi pada 4 (empat) unit kerja kelitbangan di lingkungan Badan Litbang dan Diklat.

Penelitian pada Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan menghasilkan Penelitian Best Practice Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Penelitian Indek Pendidikan Agama di SMA, Penelitian Jaringan Pendidikan di Pondok Pesantren, Penelitian Pendidikan Keagamaan Non Formal Berbasis Komunitas, Penelitian Raudlatul Athfal (RA) Unggulan. 

Berikutnya adalah Penelitian Evaluasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI di Sekolah dan Madrasah, Penelitian Evaluasi Program Beasiswa Pendidikan Santri Berprestasi (PBSB) di Lingkungan Kementerian Agama, Penelitian Pemanfaatan Bantuan Pendidikan Agama dan Keagamaan di Madrasah Aliyah, Penelitian Pengelolaan Guru Madrasah. 

Selain itu juga Penelitian Isu-Isu Aktual Pendidikan Agama dan Keagamaan, dan Penelitian Aktivitas Mahasiswa Indonesia di Cairo, Mesir (Dalam dan Luar Kampus). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara pada Balai Litbang Agama Jakarta terdapat Penelitian Kesiapan LPTK-PTKIN Dalam Menyiapkan Calon Pendidik Profesional di Bagian Barat Indonesia, Penelitian Model Pendidikan Agama Pada SMP Berbasis Pesantren, Penelitian Pengembangan Tipologi Madrasah Aliyah di Indonesia Bagian Barat (Studi Pengembangan MA Akademik dan Madrasah Keagamaan). 

Selanjutnya Penelitian Kebutuhan Pendidikan Keagamaan Islam Non Formal dan Informal, dan Penelitian Isu-isu Aktual Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Penelitian pada Balai Litbang Agama Semarang menghasilkan Penelitian “Transmisi Ajaran Kelompok Keagamaan dalam Konstelasi Kebangsaan”, Penelitian "Indeks Kepuasan Guru Terhadap Kinerja Pengawas Madrasah di Jawa Tengah”, Penelitian “Indeks Pendidikan Multikultural Pada Sekolah Umum di Indonesia”, Penelitian “Pelaksanaan Model Pendidikan di Pondok Pesantren (Studi Pergeseran Pondok Pesantren Salafiyah menjadi Pondok Pesantren Modern di DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah)”. 

Kemudian Penelitian Insidental (Kasus), terdiri dari: Layanan Pendidikan Agama Bagi Siswa Minoritas Pada SMA/K di Kabupaten Gunung Kidul, dan Pendidikan Agama Dalam Kebinekaan Pada SMA Kristen 1 Salatiga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ada pun Penelitian pada Balai Litbang Agama Makasar meliputi Pemetaan Kapasitas Pesantren di Kalimantan Timur, Indeks Kualitas Madrasah Aliyah, Eksperimental Tentang Pembinaan Karakter, Sistem Pembelajaran Sekolah Islam Terpadu, Internalisasi Pendidikan Agama dalam Keluarga di Berbagai Komunitas (Pendidikan Agama Keluara Pengrajin). 

Selanjutnya Pespektif Kebijakan dan Problemalika Pendidikan Agama dan Keagamaan, Respon Warga Sekolah terhadap Radikalisme, Sinergisitas Kinerja Guru PAI dan Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pasa Sekolah Menegah Pertama, dan Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan (Kompetitf). (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Habib, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi?

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagian besar masyarakat masih belum menbedakan antara kontra radikalisasi dan deradikalisasi. Tiap kali dilangsungkan pertemuan antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan yang komitmen memerangi tindakan radikalisasi, nyaris selalu disalahkan.

Demikian penegasan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamidin, saat menjadi pembicara dalam "Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama Media, OKP, dan Ormas"di hotel Millenium, Jakarta, Kamis (23/3).

Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Perbedaan Kontra Radikalisasi dan Deradikalisasi?

"Seperti workshop kali ini, terdapat kelompok yang menyatakan bukan bagian dari deradikalisasi," tegas Hamidin.

Diterangkan, deradikalisasi lebih pada pencegahan lewat pendekatan kekeluargaan, sementara kontra radikalisasi berupa mengajak semua stakeholder guna memerangi radikalisme.

"Seperti yang kita lakukan saat ini, termasuk kontra radikalisasi. Sebab, kita sepakat dan sama-sama berkomitmen memerangi radikalisasi,"paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, deradikalisasi tercermin dari upayanya melakukan pendekatan kepada pelaku terorisme yang dibui. Polanya berupa pendekatan kekeluargaan dan bersentuhan langsung dengna pelaku radikalisasi.

"Saya sering bermakmum kepada para pelaku teroris yang di penjara. Saya jadi makmum saat shalat berjamaah dengan mereka. Selanjutnya, saya sisipkan pencerahan supaya mereka tidak lagi terbelenggu pada paham radikalisme yang berujung pada tindakan terorisme," ujar Hamidin.

Hamidin menegaskan, perkembangan teknologi mengarah pada nilai positif dan negatif. Media, OKP, dan ormas harus berperan besar dalam mencegah terjadinya terorisme.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kesempatan itu, Hamidin mengungkap banyak hal berkenaan dengan terorisme yang digalang ISIS. Mulai dari perencanaan strategisnya, polarisasi organisasinya, sistem kaderisasinya, dan manajemen konflik dan isu yang dilakukan secara massif.

Hamidin berharap media dan masyarakat berperan positif terhadap mantan pelaku terorisme yang sudah bertobat. Karena bila diasingkan, potensi untuk kembali jadi teroris tergolong besar. (Hairul Anam/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Habib, PonPes, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 05 Januari 2018

Etika Islam dalam Bermedsos

Oleh Muhammad Afiq Zahara



Dalam antologi puisi panjangnya, In The Mecca, Gwendolyn Brooks (1917-2000 M) mengatakan: “One reason that cats are happier than people is that they have no newspapers—satu alasan kenapa kucing lebih bahagia dari manusia adalah, bahwa mereka tidak memiliki koran (sekarang, media online).”

Etika Islam dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Etika Islam dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Etika Islam dalam Bermedsos

Ya, kucing hidup tanpa perlu mengkhawatirkan fitnah dan hoaks. Mereka tidak perlu memahami besarnya pengaruh fitnah dan hoaks atas pribadi seseorang dan lingkungan tertentu; mereka tidak perlu memahami kejamnya pembunuhan karakter dan ujaran kebencian. Asal perut kenyang, mereka bahagia. Sederhana saja.

Sekarang ini hoaks telah dibudidayakan seperti hewan ternak, tersebar dimana-mana dan disebarkan oleh siapa saja. Daya kritis manusia dalam memahami berita seakan mati rasa. Apapun yang dibaca, jika sesuai dengan selera, dimakan mentah-mentah dan dipercaya. Jika tidak sesuai dengan selera, langsung divonis sebagai berita bohong.

Ini masalah serius. Melihat berita dengan ‘selera’ telah menghalangi terciptanya kultur tabayyun (konfirmasi informasi) di masyarakat kita. Pemilahan berita tidak berdasarkan fakta jurnalistik. Selama berita itu sesuai dengan ‘selera’, kita akan menyebarkannya kemana-mana, melalui media sosial (medsos) yang telah hampir dipakai seluruh penduduk Indonesia.Lalu, bagaimana agama menyikapi hal ini?

Sikap agama jelas, tidak ada ruang untuk kebohongan (hoaks) dalam agama. Anehnya, ada orang yang mengatakan, penyebaran hoaks adalah bentuk kepasrahan kepada Allah, dalam arti berjuang di jalanNya. Ada pula yang menganggap wajar penambahan sebuah berita, apalagi jika berhubungan dengan agama. Ini adalah hal yang benar-benar aneh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam tradisi Islam, terdapat disiplin ilmu musthalah al-hadîts. Saya tidak akan membicarakan panjang lebarilmu tersebut. Saya hanya ingin mengatakan, dalam memahami berita umat Islam seharusnya mengacu pada ilmu tersebut. Tidak mudah mengambil kesimpulan dan harus melakukan kroscek kritis dari mulai sumber berita, siapa yang memberitakannya sampai proses pengikisan penambahan berita bohong yang menyertainya.

Imam al-Syâfi’i dalam al-Risâlah menyebutnya sebagai al-kadzib al-khafi (kebohongan yang halus), yaitu “dzalika al-hadîts ‘an man lâ yu’rafu sidquhu—menyebarkan hadits dari orang yang tidak diketahui kejujurannya.” (Muhammad bin Idrîs al-Syâfi’i, al-Risâlah, hlm 401).?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, sebelum benar-benar mengetahui kejujuran orang yang memberitakannya secara langsung dan meneliti secara kritis sumber berita tersebut, kita sebaiknya menahan diri untuk menyebarkannya. Jika berita itu benar, kita tidak mendapatkan dosa. Jika berita itu bohong, kita telah turut serta dalam menyebarkan fitnah.

Di era berkemajuan ini, media telah membawa zaman ke arah ‘mediakrasi’, sehingga propaganda disebut pengetahuan dan gosip disebut berita. Setiap hari kita disuguhi berita-berita semacam itu. Efeknya, cara pandang kita terhadap dunia perlahan-lahan bergeser, dari justifikasi logis-kritis menjadi justifikasi propagandis, meski bisa dikatakan tidak semua orang termakan oleh hal itu.

Bagaimana dengan penyebaran berita hoaks sebagai bentuk syiar agama? Jawabannya sama, ketika berkaitan dengan fitnah (pembunuhan karakter) agama tidak memberikan ruang, dengan alasan apapun, “al-fitnah asyaddu min al-qatl—fitnah lebih jahat dari pembunuhan.”

Bahkan, jika kita perluas kajiannya, Nabi Ibrahim pernah berbohong ketika diajak kaumnya untuk menyembah berhala, Ia mengatakan(Q.S. al-Shaffat [37]: 89): “fa qâla innî saqîm—sesungguhnya aku sakit. ”Kebohongan itu menjadi penghalang dirinya memberi syafaat di hari akhir. Ketika sekumpulan orang mendatanginya untuk meminta syafaat, Ia menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sungguh Tuhanku, hari ini, telah murka (kepadaku) dengan kemurkaan yang belum ada misal sebelumnya, sesungguhnya aku telah berdusta tiga kali...” (H.R. Imam Bukhari).

Perbedaannya adalah, tidak ada unsur fitnah ataupun pembunuhan karakter dalam kebohongan Nabi Ibrahim. Tidak ada pribadi yang dirugikan. Meski demikian, Allah tetap menganggapnya sebagai dusta, sehingga Nabi Ibrahim tidak memiliki hak memberi syafaat kepada umatnya, seperti Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Manusia pilihan yang tidak pernah berbohong sekalipun.

Lah kita, tidak memiliki kemaksuman seperti Nabi Ibrahim, tidak memiliki amal ibadah seperti Nabi Ibrahim. Tanpa pertimbangan yang matang, dengan berani menyebarkan berita bohong atau membuatnya. Andai amal Nabi Ibrahim adalah gunung, satu kerikilnya saja masih terlalu besar untuk dibandingkan dengan amal yang kita kumpulkan sampai mati.

Kita harus berhati-hati dalam membaca berita. Lakukan critical analysis (al-tahlîl al-naqdlî, analisa kritis), penyelusuran sumber (takhrîj dan kritik sanad) dan evaluasi konten berita (kritik matan). Jangan dimakan mentah-mentah dan disebarkan begitu saja. Pembacaan kritis ini sangat diperlukan agar terhindar dari budidaya fitnah dalam bentuk berita. Sebaik-baik berita yang kita baca, lebih baik berita yang kita dengar dan lihat secara langsung, sami’nâ wa atha’nâ.

Saya menutupnya dengan perkataan Mark Twain (1835-1910): “If you don’t read the newspaper, you’re uninformed. If you read the newspaper, you’re mis-informed—jika kau tidak membaca koran (sekarang media online), kau kurang informasi. Jika kau membacanya, kau mendapatkan informasi yang salah. ”Semoga kita bisa menghindarinya. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, Internasional, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik

Lampung Tengah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah menggelar rapat koordinasi sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rembug Nasional LPPNU se-Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.

?

Rapat koordinasi yang digelar di Lantai II Aula PCNU Lampung Tengah, Jalan Lintas Sumatera-Proklamator Raya No 134 Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Ahad (19/6), ini dalam rangka penguatan program-program kerja unggulan.

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik

Arwani Adiyanto selaku Ketua LPP PCNU Lampung Tengah berharap, selain kuat dan tertib secara internal organisasi, kehadiran LPP PCNU juga bisa memberikan warna yang nyata. “Khususnya dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan di bidang pertanian untuk kesejahteraan dan kualitas hidup warga Nahdliyyin di Lampung Tengah yang tersebar dalam 28 kecamatan ini," imbuhnya.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mudasir selaku Wakil Ketua LPP PCNU Lampung Tengah menambahkan, saat ini sudah ada 52 titik program biogas lokasi se-Lampung Tengah yang didampingi LPP PCNU. Biogas merupakan hasil pemanfaatan dari limbah di sekitar menjadi energi terbarukan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

"Pengembangan Biogas inilah salah satu program kerja unggulan dari PC LPPNU Lampung Tengah masa khidmah 2012-2017. Untuk mendukung itu semua kami mengundang para stakeholder (pemangku kepentingan) di antaranya para pelaku usaha BMT atau koperasi untuk saling bekerja sama," imbuh pria yang juga anggota DPRD Lampung Tengah ini.

?

Rapat kordinasi dihadiri Kiai Slamet Anwar (pengasuh pesantren Tri Bhakti Al Ikhlas Seputih Agung), dan perwakilan dari mitra usaha LPP PCNU Lampung Tengah seperti BMT Laa Roibaa, BMT Aswaja, BMT Assaadah, BMT Subur Makmur, dan BMT Arrizquna. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock