Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Makassar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Innalillahi wainna ilaihi rajiun, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan Gurutta Abdurrahman atau dikenal dengan H Abdurrahman “Bola Dunia” pulang ke rahmatullah, Ahad (15/2), pukul 20.00 WIB. Jenazah disemayamkan di kedimannya di Jalan Ade Irma Nasution D 16, Makassar, Sulsel.

Abdurrahmann merupakan pendiri dan saat ini Ketua Badan Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang menaungi salahh satu perguruan tinggi NU, yakni Universitas Islam Makassar (UIM). Ia dikenal  banyak berkorban dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Sulsel.

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Abdurrahman pernah pula memegang amanah sebagai Sekretaris PWNU Sulsel sebelum akhirnya menjadi ketua PWNU Sulsel untuk periode 1988-1995.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PWNU Sulsel dan keluarga besar UIM menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tokoh NU ini. Tampak hadir di kediamannya malam itu Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Ketua PCNU Makassar H Abd Wahid Thahir, serta segenap pengurus NU dan civitas akademika UIM lainya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Doa, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  menggelar Lokakarya Pembinaan Perguruan Tinggi NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/8). Tema yang diambil, “Akselerasi Pengembangan Mutu dan Pembekalan Panduan Teknis bagi Perencanaan Perguruaan Tinggi (PT) NU ke depan”.

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Lokakarya diikuti kurang lebih 200 utusan PTNU se-Indonesia, baik jajaran pimpinan PTNU yang sudah eksis maupun panitia pendirian PTNU baru. Turut hadir pula, jajaran PWNU terkait, PP Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, dan PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.

Acara yang dibuka Waketum PBNU H As’ad Said Ali ini akan mendiskusikan berbagai hal seputar pendidikan tinggi, seperti penjaminan dan perbaikan mutu, manajemen sumber daya manusia, manajemen kewirausahaan, serta starategi dan perencanaan pndirian PTNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua panitia penyelenggara A Hanief Saha Ghafur mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud silaturrahim nasional PT di lingkungan Nahdliyin. Tujuan utamanya, memperkuat pembinaan manajemen mutu dan kewirausahaan PTNU yang sudah ada, serta mengembangkan kapasitas dan panduan teknis bagi panitia pendirian PTNU baru dalam menyusun perencanaan ke depan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, perguruan tinggi ke depan dihadapkan kepada berbagai tantangan dari berbagai arah, dari persoalan mutu akademik, kelangkaan sumberdaya, mengecilnya peluang sumber dana, persaingan ketat, manajemen dan tata kelola yang belum mapan.

“Pengelola perguruan tinggi dituntut menemukan strategi baru dan jalan alternative untuk keluar dari krisis yang mendera,” pintanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis     : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Nusantara, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dosen Pascasarjana Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung DR. Ajid Tohir mengatakan, salah satu pilar dan merupakan ruh Nahdlatul Ulama adalah thariqah (tarekat). NU kemudian menjam’iyahkan para pengamalnya dalam Jamiyah Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (JATMAN).

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat adalah Pilar dan Ruh NU

Pendapat Ajid diperkuat dengan mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sebuah pertemuan di Cihampelas. “Ruh-nya NU itu ada di Thariqah," kutipnya pada pembentukan Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (MATAN) Jawa Barat di Bandung Sabtu (14/2).

Menurut penulis buku “Gerakan Politik Kaum Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa” ini, kontribusi penganut tarekat dalam perjuangan melawan kolonialisme sangat besar. Dalam temuannya, setiap ada pergerakan melawan penjajah selalu melibatkan penganut tarekat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun, perjuangan kalangan tarekat justru kurang dihargai pada masa kemerdekaan. Bahkan mereka dicap sebagai kalangan yang menjadi penyebab mundurnya dunia Islam, khususnya di Indonesia.

"Dulu sekitar tahun 1970-an kelompok thariqah menjadi sasaran empuk kelompok reformis karena thariqah dianggap sebagai kemunduran Islam. Padahal sebenarnya thariqah punya peran besar dalam melawan penjajah," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain lagi dengan cara pandang orang pada kalangan tarekat pada zaman sekarang. Menurut Ajid, tarekat mulai digemari masyarakat. Bahkan di kalangan akademik.

Karena, sambung Ajid, di akademik yang selalu diisi adalah intelektual melulu, sementara ruhaniyahnya hampa. Sementara yang mengisi ruhaniyah itu adalah tasawuf yang dilakoni kalangan tarekat.

"Belajar dalam tasawuf itu tidak ada akhirnya, kita akan terus menjadi murid, menjadi salik sampai tutup usia," lanjutnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk mengenang jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid, organisasi lintas etnis Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang mengadakan peringatan haul kiai yan dikenal Gus Dur itu. Haul berlangsung di Gedung Pertemuan Tri Dharma Hok Liong Kiong, Selasa malam (16/12).

Seluruh peserta yang hadir pada malam itu, diajak berdoa bersama memakai bahasa etnisnya dengan satu orang perwakilan sebagai pimpinan masing-masing. Dari etnis Batak dipimpin Pendeta Herlina Sinaga, Safril dari etnis Minang, Dimyati etnis Jawa, dari etnis Madura H Syahroni, Nyoman dari etnis Bali, Feky Tololiu dari etnis Minahasa, dari Maluku Arik Rais Watineh dan dari etnis Cina dipimpin Yeni.

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenang Jasa Gus Dur, Lintas Etnis Berdoa Bersama

Acara yang diikuti ratusan orang tersebut diharapkan untuk mengingat kembali kebaijikan Gus Dur terhadap seluruh golongan dalam memperjuangkan kesetaraan dan melawan ketidakadilan. “Hari ini kita harus merefleksikan peninggalan kebaikan Gus Dur untuk kita teladani,” kata H Ubaidillah ketua panitia pelaksana kegiatan yang juga mantan ketua Ansor Jombang ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

H Syaifullah Yusuf juga turut hadir dalam kesempatan tersebut. Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Dur meyakini bahwa demokrasi yang akan mengantarkan pada kesejahteraan Indonesia. Demokrasi yang menghilangkan ketidakadilan. “Sehingga seharusnyalah masyarakat menjaga warisan demokrasi dari Gus Dur,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ipul.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal senada juga disampaikan KH Abdurrahman Usman, Ketua FPK Kabupaten Jombang. Bahkan pihaknya akan mengadakan kegiatan serupa di akhir Desember ini di aula kantor Bakesbangpolinmas Jombang untuk mempererat persatuan etnis yang ada di Indonesia khususnya di daerahnya.

“Begitu besar jasa Gus Dur untuk kita, sehingga kami merasa penting untuk menggelar acara haul ini untuk mengajak masyarakat mengingat dan meneladani Gus Dur,” jelas Kiai asal Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Selain tokoh lintas etnis, tokoh lintas agama dan tokoh ormas juga hadir dalam kegiatan ini. Terlihat di meja tamu kehormatan barisan depan, Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang Dr KH Isrofil Amar bersama istri Ny Hj Fauziyah. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Direktur Pendidikan Madrasah Kementarian Agama Nur Kholis Setiawan menjelaskan, kini sedang dikembangkan program pengembangan Madrasah Aliyah Unggulan Insan Cendikia di 20 lokasi di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua.

“Dan strategi saya menentukan 20 ini tidak asal. Saya menggunakan energi Islam Nusantara karena madrasah ini eksis ditengah-tengah masyarakat Muslim yang memiliki kekhasan,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (25/11).?

MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Unggulan Insan Cendikia Dibangun atas Energi Islam Nusantara

Doktor dari Universitas Bonn Jerman ini menjelaskan dulu para ulama kiai, dan aulia melakukan penguatan keislaman melalui madrasah. Strategi yang sama inilah yang kini dikembangkannya.

“Kenapa bikin Insan Cendikia di Aceh Timur, karena disana dulunya ada kesultanan Perlak, Mengapa ada di Mandailing Natal, karena disitu ada kerajaan Barus, mengapa di Padang Pariaman Sumatra Barat. Kalau bicara Sumatra Barat, sudah heterogen, tapi kalau bicara Minang, pasti Islam karena prinsipnya adalah adat basandi syarak, syarak basandi kibatullah.”?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kebijakan yang sama juga diterapkan di Riau, dimana MA Insan Cendikia ditempatkan di Siak karena dulu ada kesultanan Siak, di Okan Hilir karena disitu ada Ario Damar yang mengasuh Raden Patah, Sultan Demak. Di Bangka Tengah karena disitu merupakan persinggahan para saudagar Gujarat dan para wali yang menyebarkan Islam di Nusantara, itu di Bangka Tengah dan Batam.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selanjutnya di Sambas karena disitu ada Syeikh Khatib Assambasi. Lalu di Tanah Laut Kalimantan selatan karena ada kesultanan Martapura. Selanjutnya di Paser Kalimantan timur karena disitu ada kesultanan Paser. Selain itu ada di Lombok karena disana ada kerajaan?

Selaparang. ? Di Goa Sulawesi Selatan karena ada Sultan Hasanuddin dan syeikh Yusuf Makassar. Jawa Tengah ditempatkan di Pekalongan karana dulu banyak Habaib menyebarkan Islam di Pekalongan. Di Jawa Timur ditempatkan di Pasuruan karena disitulah ada Mbah Hamid Pasuruan.?

Tempat lain adalah di Sulawesi tenggara karena ada kerajaan Buton, di Ternate, karena ada sultan Ternate. Di Sorong, karena ada jasa sultan Ternate, Islam masuk ke Papua Barat.?

“Ini tidak asal menentukan. Ini adalah pucuk dari energi Islam. 20 titik inilah insyaallah yang akan membesarkan Islam Nusantara karena ini adalah titik-titik para wali yang memperjuangkan Islam di Nusantara.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 Desember 2017

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the TruthÂ? . Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menuntut Kepolisian Indramayu melepaskan 6 aktivis PMII dan petani yang ditahan.Â?

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani

“Bebaskan 6 kawan kami dari segala tuduhan dan jeratan hukum tanpa syarat,” tuntut Ketua PKC PMII Jabar Edi Rusyandi melalui pers rilis yang dikirim lewat surat elektronik pada Jumat malam (30/8).�

Edi kemudian menyebutkan 6 orang yang ditahan polisi tersebut, yaitu Abdul Rojak. Ia adalah mantan Ketua PC PMII Indramayu. Selain sebagai Sekjen Serikat Tani Indramayu (STI), ia adalah salah seorang Dewan Konsorsium Pembaruan Agraria Wilayah Jabar-Banten.Â?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aktivis yang datahan, tambah Edi, adalah Hamzah Fansuri, mantan Ketua PC PMII Indramayu yang sekarang sebagai Deputi STI, ketiga bernama Wajo, keempat Watno, kelima Rohman, dan terakhir Oki.Â?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kedua, kami menuntut hentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap gerakan perjuangan kaum tani Indramayu. Ketiga tangkap dan adili preman yang melakukan tindak kekerasan terhadap anggota STI,” tuntut Edi.

PMII, kata Edi, juga mengutuk keras segala tindakan arogansi aparat dan tindakan pembiaran penganiayaan oleh preman bayaran.

PMII juga meminta Kapolda untuk mencopot Kapolres Indramayu dan kaji ulang pembangunan waduk Bubur Gadung di Desa Loyang yang telah menggusur tanah garapan rakyat.

Juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan terhadap gerakan rakyat di Indramayu. “Laksanakan Reforma Agraria dengan membentuk Peradilan Agraria sebagai jalan terwujudnya keadilan atas sumber Agraria di Indonesia,” pungkasnya.�

Seperti diketahui, diketahui di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tengah dibangun waduk. Aktivis PMII dan para petani di wilayah tersebut menolak karena tanah garapannya terancam hilang.Â?

Pada Ahad (25/8) lalu, saat alat berat untuk pembuatan waduk, petani yang mempertahankan tanah garapannya mendapat tindakan anarkis dari preman. Mereka dipukuli dan dihantam balok kayu hingga babak belur. Ujungnya 6 orang ditahan kepolisian.Â?

Edi menjelaskan, keberatan para petani dan aktivis PMII terhadap pembangunan waduk tersebut adalah tanpa komunikasi dan g nti rugi. Â? Â?

Selain PMII dan para petani, aksi penolakan tersebut didukung Serikat Tani Indramayu (STI), Serikat Petani Pasundan (SPP), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Konfederasi Pergerakan Rakyat IndonesiA (KPRI), Agrarian Resource Center (ARC), SBI-KASBI, BMI, SBMI, SNT, HNSI, SPPI, KOPI, INTRAS, PBHBM, FMD CIREBON, GPP STI, LIRA.

Â?

Penulis: Abdullah AlawiÂ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 24 Desember 2017

Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kitab berjudul “An-Nushush al-Isamiyyah fi Radd al-Wahhabiyyah” karya salah seorang ulama Indonesia asal Gresik, Syekh Faqih Abdul Jabbar, dianggap sebagai karangan berbahasa Arab pertama yang membantah paham Islam anti-madzhab seperti Wahabi.

"Ini kitab pertama ulama Indonesia berbahasa Arab yg mengkritik aliran Wahabi, terbit pada tahun 1922, sebelum lahirnya NU," ujar Ketua Aswaja NU Center Jombang Ustadz Yusuf Suharto, Kamis (19/02), dalam Pembekalan Aswaja yang diselenggarakan MWCNU Mojowarno, Jombang, Jawa Timur.

Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Pertama Ulama Indonesia yang Mengkritik Wahabi

Selain kitab tersebut, di Tanah Air karangan berbahasa Arab generasi awal yang juga mengkritik Wahabi adalah Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan Syarah al-Kawakib al-Lamaah karya Syekh Abi Fadhl Senori (Mbah Fadhol). Keduanya berisi penjelasan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yusuf mengingatkan, kitab ini karangan Kiai Faqih mengingatkan dua aliran yang tidak sesuai dengan Aswaja, yakni Hasyawiyah dan Mu’tazilah.

"Hasyawiyah adalah aliran yang berpegangan dengan dhahir (bentuk luar)-nya teks, walaupun itu bertentangan dengan akal. Misalnya ayat yang jika dibiarkan apa adanya akan mengarah pada pemaknaan tajsim (menyifatkan wujud jasmani) kepada Allah. Sisi lain, mu’tazilah yang bertindak sebaliknya, mengunggulkan akal di atas nash,” urainya.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun Aswaja, lanjut Yusuf, mengaplikasikan syara dan akal secara bersama dan proporsional. Menurutnya, paham tekstualis (hasyawiyah) ini bisa mengarah kepada mudahnya seseorang mengeluarkan vonis bid’ahkan atau kafir kepada aliran lain yang tidak sepaham. Baginya, ini bencana ilmiah, seperti terlihat pada kelompok ISIS yang memahami teks suci secara sepotong-potong.

Pembekalan Aswaja digelar bersamaan dengan acara rapat kerja pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Mojowarno. Kegiatan diikuti segenap pengurus dari unsur Lembaga, Lajnah, serta Badan Otonom NU di lingkungan MWCNU Mojowarno. Acara dibuka oleh Sekretaris PCNU Jombang, Muslimin Abdilla yang sekaligus mengisi materi ke-NU-an. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock