Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan

Nias, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pengurus Aswaja Nahdlatul Ulama (NU) Center Kepulauan Nias resmi dikukuhkan oleh Direktur Aswaja NU Center Pusat KH Misbahul Munir di Pondok Pesantren (Ponpes) Umi Kalsum Nias, (24/04). Sejumlah tokoh dan ulama termasuk Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kab. Nias Selatan Dedi Rahmin Tanjung menghadiri acara tersebut.?

Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan

Direktur Aswaja NU Center Pusat KH Misbahul Munir mengatakan, keberadaan aswaja NU Center ini tidaklah bagian struktural di organisasi NU baik lembaga, lajnah atau banom. akan tetapi Aswaja NU Center ini adalah suatu komunitas yang bergerak dalam bidang penguatan amaliyah Ahlusunnah wal Jamaah An Nahdliyah," katanya.

Menurut Misbahul Munir, Aswaja NU Center dibentuk karena belakangan ini mulai banyak mendapat serangan dari kelompok-kelompok beraliran keras. "Banyak paham yang aneh dan masuk ke kampung-kampung. Sesuai amanat dan rekomendasi muktamar NU di Makassar, kita harus meneguhkan aqidah aswaja dan membentengi diri dari firqah-firqah lain melalui lima program," katanya.

Dijelaskan, kelima program itu adalah program Kajian Islam Aswaja (Kiswah), Usaha Sosialisasi Aswaja (Uswah), Dauroh Kader Aswaja (dakwah), Bimbingan Aswaja (Biswah), dan Maktabah Aswaja (Makwah). "Mudah-mudahan Aswaja NU Center Kepulauan Nias bisa melaksanakan program-programnya dengan dukungan penuh para ulama dan ustadz di Kepulauan Nias, termasuk, menjadi benteng bagi NU dari paham yang lain," harapnya dan diamini oleh semua yang hadir.

Lebih lanjut Misbahul Munir mengatakan bahwa untuk Sumatera Utara hanya kepulauan Nias inilah yang telah berdiri dan dikukuhkan Aswaja NU Center.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Direktur Aswaja NU Center Kepulauan Nias Abdul Majid Caniago mengatakan, dalam pengukuhan pengurus Aswaja NU Center ini pihaknya juga menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat). Itu dilakukan, agar para kader NU bisa memahami dan mandalami ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Dauroh ini telah dilaksanakan dan terus dilaksanakan setiap sekali seminggu dengan memaksimalkan potensi ulama Aswaja di Nias seperti Ustadz Kamal Pasha, Ustadz Abdul Hadi, Ustadz Abdul Malik dan Akmal Nas Hulu dengan peserta adalah warga Nahdlyin di Nias yang notabene juga anggota Aswaja NU Center Kepulauan Nias. Semoga peserta bisa mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Pengukuhan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Shalawat. pada kesempatan tersebut di buka ruang tanya jawab dengan Direktur Aswaja NU Center Pusat. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 23 Februari 2018

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Palembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengelar turnamen olahraga IPNU Deskana Cup 2016. Ajang kompetisi antardesa yang berlangsung pada 3-8 April merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah desa dan karang taruna Desa Pulau Betung, Kecamatan Pampangan, OKI, Sumatera Selatan.

"Kita ingin mengapresiasi olahraga masyarakat desa," kata ketua PC IPNU OKI Zainul Fitril Walid saat pembukaan, Ahad (3/4). "Bagi pemenang akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan," tambahnya.

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Zainul menjelaskan, ada 28 tim voli dan 16 tim sepak takraw dalam turnamen kali ini. Ia berharap, gelaran ini akan menimbulkan kegiagan positif di kalangan pemuda. “Dan jika memungkinkan akan melahirkan atlet untuk tingkatan lebih tinggi," ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua karang Taruna Desa pulau Betung, Frediansyah menambahkan, kerja sama antara organisasi Karang Taruna dan IPNU harus dipertahankan untuk memberikan kontribusi kepada daerah. "Ini langkah awal, ke depan akan banyak kegiatan lain yang akan kami laksanakan, baik lomba atau bakti sosial," tuturnya.

Kepala Desa Pulau Betung Liansya Idris? mengapresiasi kegiatan pemuda tersebut. Menurutnya, olahraga termasuk hiburan masyarakat desa. "Kami harap kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun, selain sebagai ajang silaturahmi juga penjaringan atlet," pungkas Liansya Idris. (Abdul Malik Syafei/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 17 Februari 2018

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual kepada anak adalah pornografi (43 persen), pengaruh teman (33 persen), pengaruh narkoba/obat (11 persen), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10 persen) dan pengaruh keluarga (10 persen).

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Hal tersebut disampaikan Mensos dalam Konferensi Pers Hasil Penelitian tentang Kekerasan Seksual Anak Terhadap Anak. Penelitian ini dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS) bekerja sama dengan End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia. 

Penelitian dilakukan di lima wilayah yakni Jakarta Timur, Magelang, Yogyakarta, Mataram dan Makassar. Penelitian dengan metode wawancara mendalam dilakukan terhadap 49 anak yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak, orangtua, guru, kepala panti, Pekerja Sosial, dan stakeholder.

"Saya ke Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) yang ada di bawah koordinasi Kemensos di sejumlah daerah di Indonesia. Secara terpisah saya bertemu korban dan pelaku. Hasilnya lebih dari 50 persen kasus kekerasan seksual anak dilakukan oleh anak. Maka saya minta agar dilakukan penelitian. Kenapa mereka sampe ketagihan bahkan sampai melakukan kekerasan dan pemaksaan ," ungkap Khofifah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil penelitian, lanjutnya, juga menunjukkan pelaku kekerasan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia 16 tahun. Kekerasan seksual dilakukan oleh pelaku melalui melalui paksaan (67 persen) sementara itu bentuk kekerasan yang dilakukan berupa sentuhan/rabaan organ sensitif (30 persen) hingga hubungan badan (26 persen). 

Mayoritas pelaku masih tinggal dengan orang tua (61,22 persen). Tempat terjadinya kekerasan seksual diantaranya di rumah teman (30,56 persen) dan di rumah korban (19,44 persen). Mayoritas pelaku dan korban telah saling kenal (87 persen). 

Korban kekerasan seksual anak terungkap bahwa rentang usia mereka adalah 5-17 tahun. Karakteristik korban sebanyak 35,44 persen bersifat pendiam, cengeng dan pemalu. Sebanyak 24,05 persen bersifat hiperaktif dan  bandel dan sebanyak 13,92 persen senang berpakaian minim.

"Sementara dari sisi karakteristik sosial ekonomi keluarga baik pelaku maupun korban menunjukkan bahwa 55 persen merupakan keluarga yang didampingi dua orang tua  dan 45 persen merupakan keluarga cerai/meninggal," terang Khofifah.  

Adapun tentang pekerjaan orang tua, 46 persen ayah bekerja sebagai buruh dan 48 persen ibu bekerja sebagai buruh. Terkait pendidikan ayah, sebanyak 40,82 persen menjawab tidak tahu sedangkan 22,45 persen berpendidikan SD. Sedangkan tentang pendidikan ibu, sebanyak 32,65 persen menjawab tidak tahu dan 24,49 persen berpendidikan SMA.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Komitmen Bersama

Mensos mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai ikhtiar dari regulasi dan eksekusinya, dari sisi regulasi sudah ada revisi UU Perlindungan Anak sampai 2 kali. Yakni UU Nomor 23 Tahun 2002 menjadi UU nomor 35 tahun 2014. 

"Berbagai layanan sudah kita lakukan tetapi dinamika masalah sosial terkait kekerasan terhadap anak sangat variatif sehingga kita harus maksimalkan langkah preventif dan penanganan yang lebih sistemik apalagi jika  pelakunya anak, agar dapat ditangani  semaksimal mungkin, " tuturnya.  

Ia menambahkan Kementerian Sosial telah berihhtiar antara lain melalui Panti  Handayani di Jakarta yang menerima rujukan dari pemerintah dan masyarakat serta  memberikan layanan konseling serta trauma healing berstandar kepada anak. 

Sementara di Panti  Antasena Magelang, Paramita di kota Mataram dan Todupoli di  Makassar, Kemensos berkoordinasi dengan sekolah untuk kelangsungan pendidikan anak dan memperkenalkan pendidikan kesehatan reproduksi  sejak dini. 

"Di Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta memberikan pendampingan secara sosial, psikologis dan hukum kepada korban dan pelaku kekerasan seksual anak termasuk pendampingan keluarga dari kedua belah pihak," terang Khofifah. 

Namun demikian, tambahnya, layanan ini tidak cukup jika tidak diperluas kemitraan layanan bersama masyarakat. Diperlukan peran masyarakat, pemerintah, pemerintah  daerah, dan keluarga inti untuk bersama-sama melindungi anak-anak. 

"Dari hasil penelitian, 55 persen pelaku berasal dari keluarga yang utuh ayah dan ibunya. Maka kedua orang tua  harus berperan maksimal  dalam upaya memberikan  perlindungan. Misalnya menanamkan pemahaman kepada  anak bahwa mereka punya bagian intim yang tidak boleh disentuh oleh orang lain bahkan orang yang mereka kenal sekalipun. Jika hal ini terjadi, anak harus berteriak atau melaporkan yang dialami kepada orangtua," papar Mensos serius. 

Kemensos, lanjutnya, juga merekomendasikan pembatasan penggunaan internet pada anak-anak. Hal ini berkaitan dengan penyebab kekerasan seksual anak terhadap anak melalui pornografi yang diakses dari internet dan gawai menjadi penyebab tertinggi. 

"Pembatasan ini bisa disesuaikan dengan kesepakatan antara anak dengan orangtua dan dengan pengawalan orang tua. Misalnya boleh mengakses internet namun dibatasi hanya untuk tayangan anak, boleh pegang gawai pada jam-jam tertentu saja seperti setelah mereka belajar atau setelah berhasil melakukan pekerjaan rumah dan tugas-tugas sekolah," katanya. 

Upaya lainnya adalah membatasi aplikasi yang boleh diunduh dengan memanfatkan fitur pengunci aplikasi android yang ada dalam setiap gawai. Caranya cukup beragam untuk mengunci aplikasi-aplikasi tertentu yang dirasa tidak patut untuk dilihat anak-anak. Misalnya mengunci aplikasi melalui kata sandi, PIN (personal identification number), dan pemindai sidik jari.

"Intinya semua pihak harus turun tangan dengan penuh kesadaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Agar mereka tak menjadi pelaku maupun korban," kata Mensos.

Layanan Integratif Holistik untuk Anak

Sementara itu merespon tingginya kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia, Kementerian Sosial dalam waktu dekat akan merealisasikan pembangunan Pusat Penelitian, Pengembangan dan Layanan Anak Terpadu (PPPAT)

"Rencananya dalam pekan pertama bulan Desember 2017 Kemensos akan mendirikan di Yogyakarta. Pendirian balai ini mentransformasikan Balai Penelitian Pengembangan dan Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta menjadi Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pelayanan Anak Terpadu yang memberikan layanan secara holistik dan terintegrasi," papar Khofifah. 

Penelitian ini, lanjut Mensos, bersifat longitudinal. Ia menyontohkan saat anak datang untuk pertama kali akan dilakukan prakondisi anak. Kemudian dari hasil prakondisi dilakukan pengembangan diri anak dengan memberikan berbagai keterampilan, vocational training hingga olahraga sesuai kapasitas anak.

"Di PPPAT ini juga diberikan layanan psikososial anak. Kondisi setiap anak akan terus dipantau hingga yang bersangkutan sembuh atau semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Itu semua dilakukan secara terpadu," tuturnya. 

PPPAT juga akan dilengkapi dengan galeri seni yang akan memajang seluruh karya anak-anak, kolam renang, workshop, dan wisata edukasi untuk anak-anak sekolah yang ingin belajar dan berintwraksi bersama anak-anak balai. Mereka bisa belajar membatik bersama," harap Khofifah. 

Pembangunan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2018. Pembiayaan pembangunan fisik dan penyediaan peralatan oleh Tahir Foundation, sementara Kemensos akan berfokus pada layanan integratif kepada anak. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo terus berbenah dan memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat ranting. Salah satunya dengan rutin turun ke bawah (turba) ke anak cabang maupun ranting secara bergantian.

Berbagai informasi perkembangan organisasi maupun dinamika kehidupan masyarakat, khususnya kalangan Muslimat NU menjadi agenda utama turba. Bahkan setiap turba, para pengurus juga melakukan serap aspirasi pengurus di tingkat anak cabang dan ranting.

Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba

Tidak hanya sekedar bertemu dan serap aspirasi di kalangan Muslimat NU, agenda turba ini juga diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari tahlil, istighotsah hingga kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Turba ini bertujuan untuk menggali potensi yang dimiliki anggota Muslimat NU untuk selanjutnya diupayakan agar bisa dikembangkan. Setidaknya dengan turba ini kami bisa menggali aspirasi sebagai bahan penyusunan program kerja yang akan datang," kata Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati, Rabu (28/12).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Nurayati, turba ini merupakan sarana untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi serta hubungan antara cabang, anak cabang hingga pengurus ranting. "Sebab jika hal ini sudah terjalin dengan baik, maka program apapun akan dapat dilaksanakan secara maksimal," jelasnya.

Nurayati menambahkan kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk mendekatkan pengurus anak cabang dan ranting NU dengan cabang. Selain itu juga untuk mengetahui dari dekat kegiatan yang dilakukan di masing-masing tingkatan sehingga diharapkan bisa disinergikan dengan program cabang.

"Melalui kegiatan turba ini kami mengharapkan adanya peningkatan kesadaran pengurus untuk berorganisasi dengan baik. Dengan demikian semua program Muslimat NU bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Incheon,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 300 anggota Nahdatul Ulama (NU) hadir pada Konferensi ke-3 Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Korea Selatan di Incheon, Ahad (8/10). 

Konferensi berhasil memilih Mahdi Ar-rasyid, buruh migran Indonesia asal Indramayu sebagai Ketua PCINU Korea Selatan periode 2017-2019 yang dipilih lewat pemungutan suara dari muktamirin yang hadir. 

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Selain itu terpilih Gus H Ulin Huda dan Ustad Burhanudin sebagai Rais Syuriah PCINU Korsel masa bakti 2017-2019 yang dipilih lewat musyawarah AHWA yg terdiri dari 9 Orang.

Duta Besar RI, Umar Hadi dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama WNI di Korea. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tanpa silaturahmi, maka masa depan bangsa tidak akan cerah,” ungkap Hadi.

Semangat menjaga tali silaturahmi dan sukarela kumpul dalam wadah NU begitu tinggi. 

“Saya sangat terharu sekaligus senang. Masa depan Indonesia akan lebih baik jika melihat wajah anak-anak yang ada disini,” tambahnya.

Umar Hadi berharap PCINU berfungsi sebagai kendaraan dan pendorong untuk menjadikan semua anggota dan seluruh WNI di Korea berhasil, baik di dunia maupun akhirat. PCINU juga didorong sebagai pemersatu dan pemecah masalah dengan cara merangkul semua orang.

Sebagaimana di berbagai acara yang melibatkan WNI, Umar Hadi menekankan pentingnya setiap buruh migran Indonesia untuk memperhatikan keselamatan kerja. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Tolong fokus, jaga kesehatan, makan yang benar dan saling mengingatkan agar kita terhindar dari kecelakaan kerja. Apabila terdapat hal-hal yang tidak memenuhi kriteria keselamatan kerja silahkan dilaporkan ke KBRI," harapnya.

Ketua PCINU terpilih, Mahdi Ar-rasyid menyatakan siap melaksanakan pesan Dubes Umar Hadi tersebut. Mahdi juga menyerukan agar semua anggota menjaga akidah agar terhindar dari paham-paham radikal.

Ia memaparkan program PCINU Korea ke depan antara lain menjaga akidah teman-teman NU agar tetap mengedepankan Islam rahmatan lil alamin dan menjauhi paham radikal.

"Selain itu, kami akan terus mendorong agar fokus kerja dan mempersiapkan calon purna TKI agar siap membuka usaha sendiri saat kembali ke Indonesia,” kata Mahdi.

Konfercab ke-3 PCINU Korsel juga menghasilkan poin-poin strategis diantaranya rencana pengelolaan aset Nahdliyin di korea, pengiriman dai dari LDNU secara berkesinambungan, kaderisasi Nahdliyin ditiap-tiap mushala dan masjid di Kosel, serta silaturrahmi tahunan Nahdliyin di Korea Selatan. (Imam Sibaweh/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

Tuban, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah sukses dengan kegiatan doa bersama yang melibatkan 3000 pelajar dan pelatihan yang diikuti perwakilan peserta dari 13 kecamatan di Tuban, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggelar puncak acara hari lahir IPNU-IPPNU dengan Jambore Pelajar dan Santri.

Kegiatan yang dihelat 22-24 April 2016 di Mangrove Center Kecamatan Jenu, Tuban, ini diikuti oleh 250 pelajar dan santri di kabupaten setempat. Para kader muda NU tersebut bersaing secara sehat di 10 cabang perlombaan, antara lain Voli Bersarung, Menyanyikan Mars IPNU-IPPNU, Pelajar Cerdas, Duta Pelajar NU, Duta Terfavorit, Stand Up Comedy, Yel-Yel, Masak, Tapak Kemah, dan Kekompakan.

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

“Jambore kali ini lebih fresh karena diadakan stand up comedy juga. Ternyata rekan-rekanita IPNU-IPPNU juga jago dalam open mic dan bisa membuat orang lain tertawa lepas dengan guyonannya,” ungkap Falahuddin, ketua PC IPNU Tuban.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 250 peserta ikut dalam jambore bertema “Cetak Jiwa Kader Militansi Ummah, Menuju Pelajar Pembaharu yang Religius” itu dan terbagi dalam 12 kelompok IPNU dan 13 kelompok IPPNU yang merupakan delegasi dari 12 kecamatan, yaitu Merakurak, Bangilan, Plumpang, Tuban kota, Montong, Kerek, Rengel, Widang, Grabagan, Soko, Palang, dan Semanding.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncak Harlah IPNU-IPPNU ini juga melibatkan 14.697 pengguna akun media sosial facebook yang berpartisipasi dalam pemilihan duta pelajar terfavorit. “Pemilihan duta pelajar terfavorit kita laksanakan via FB, dan ternyata terjadi peningkatan animo masyarakat yang cukup besar dalam pemilihan duta terfavorit. Tahun lalu jumlah like hanya sekitar 5940, sekarang sampai melebihi 14.500 like,” ungkap Falahuddin.

 

Setelah menggelar berbagai cabang perlombaan yang dikemas dalam perkemahan selama 3 hari, PAC Montong menyabet predikat juara umum karena mendapatkan juara 1 di 5 cabang perlombaan.

“Jambore ini bukan ajang untuk menang-menangan, tapi ini ajang silaturahim antar-PAC agar lebih saling mengenal dan mampu membangun IPNU-IPPNU Tuban semakin solid,” kata Falahuddin.

Ia berharap kelak seluruh PAC IPNU-IPPNU dan para peserta bisa melanjutkan tonggak estafet IPNU-IPPNU di Tuban. “Selamat bagi para pemenang dan bagi yang belum menang jangan rendah diri. Tetaplah semangat dalam belajar, berjuang, dan bertaqwa,” tambahnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Medan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa Drs H Fuad Anwar menegaskan, Pagar Nusa merupakan benteng pertahanan bagi Nahdlatul Ulama di seluruh tingkatan pengurus sehingga organisasi pencak silat ini merupakan bagian terpenting dalam setiap gerak dan langkah NU.

“Sejak ditetapkan sebagai badan otonom (banom) lewat Muktamar NU di Solo 2004 lalu, Pagar Nusa sudah sejajar dengan Banom NU lainnya yang sudah ada seperti GP Ansor, Muslimat NU, dan lainnya,” tegas Fuad usai melantik Pengurus IPSNU Pagar Nusa Sumut dan Kota Medan di Sumatera Village Medan, Ahad (20/1), seperti dilaporkan kontributor VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Muhammad Safii Sitorus dari Medan.

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Pada kesempatan itu Fuad berharap, Pagar Nusa secepatnya untuk membentuk kepengurusan di tingkat cabang bagi pengurus yang baru dilantik di tingkat Sumut, dan membentuk kepengurusan di tingkat Kecamatan bagi pengurus Pagar Nusa Kota Medan yang baru dibentuk.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami meberikan waktu dua tahun kepada pengurus yang baru dilantik untuk mempersiapkan pelaksanaan konferensi guna menghasilkan kepengurusan yang defentif lima tahun yang akan datang,” ujar Fuad.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakannya, Pagar Nusa harus mengamankan setiap agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus NU dimanapun berada baik diminta atau tidak, dan harus datang dalam setiap rapat pleno lengkap NU diundang atau tidak.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Pengurus Besar (PB) NU DR H Andi Djamaro Dulung yang menyatakan bahwa Pagar Nusa merupakan asset NU yang bertugas menjaga keutuhan NU dari pihak luar khususnya menjaga keutuhan faham-faham NU dari pihak luar .

“Kalau ada rongrongan datang dari pihak luar terhadap NU maka Pagar Nusa berada di garis terdepan menjaga keutuhan NU,” tegas Andi Jamaro. Andi Jamaro juga mengatakan agar PWNU Sumut dan PCNU Medan bisa bersinergi terhadap kepengurusan Pagar Nusa yang baru dibentuk.

Sementara itu Ketua Tanfdiziyah NU Sumut H Ashari Tambunan mengatakan Pagarnusa memiliki potensi besar berkemban di Sumut sebab Pagarnusa merupakan satu-satunya wadah warga Nahdliyin untuk mendidik seni belada diri.

”Warga Nahdliyin cukup besar di Sumut apalagi banyak sekolah-sekolah NU di Sumut yang bisa menjadi peluang bagi Pagarnusa untuk mengembangkan jaringan dan mengembangkan organisasi,” ujar Ashari.

Asahri juga meminta agar Pagarnusa Sumut dan Kota Medan bersama-sama mensukseskan acara Bulan Harlah Ke-82 NU yang sudah dimulai sejak 1 Januri 2008 dan akan berakhir pada 3 Februari 2008 dengan acara puncak pelaksanaan Istigosah di halaman Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso .

Ketua Pagar Nusa Sumut Ahcmad Firdausi Hutasuhut dalam sambuatannya siap mengemban amanah organisasi khususnya dalam menjaga kutuhan NU di Sumut.

”Kami bersama dengan anggota siap berada di garda terdepan mengamankan dan menjaga NU dari gangguan pihak luar," ujar Firdaus.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu diwakili Wakil Bendahara Agung, Ketua Tanfdziyah NU Medan Ir H Wahid ,MSi,Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Medan H Amin Daulay, serta sejumlah pengurus olahraga pencak silat lainnya di Sumut dan Kota Medan.

Adapun pengurus IPSNU Pagarnusa Sumut yang dilantik adalah Ketua Achmad Firdausi Hutasuhut,SH,MSi, Sekretaris Achyar Daulay,SE Pengurus Pagarnusa Kota Medan yang dilantik Ketua Drs Iksan Syahria Lubis,Sekretaris Muhammad Safii Sitorus dilengkapi dengan wakil ketua sekretaris dan biro-biro. (msy)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock