Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Mojokerto, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu kegiatan yang dilakukan Tim Kirab Resolusi Jihad NU adalah kunjungan ke para sesepuh NU dan ziarah ke makam pejuang NU. Seperti pada Jumat (14/10) kemarin. Tim yang dipimpin oleh Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz menyempatkan berkunjung ke Sidogiri dan Makan Syaikhuna Kholil Bangkalan.

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Kedatangan Tim menjelang tengah malam di Pesantren dan Makam Syaikhuna Kholil Bangkalan, disambut keluarga besar pondok pesantren, para santri, pejabat Kemenag, dan Pemkab serta DPRD Bangkalan.

Setelah melakukan ziarah, Tim berkesempatan mendengarkan taushiyah dan arahan dari ulama setempat di antaranya dari KH Muhammad Faisal Anwar. Lebih istimewa, Kiai Faisal Anwar berkenan memberikan ijazah kepada Tim Kirab Resolusi Jihad NU. Ijazah yang diberikan adalah shalawat Kholiliyah, yang merupakan shalawat khas di Pesantren Kholil Bangkalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga dengan ijazah ini Panjenengan semua akan mendapat barokah dari Kiai Kholil," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth selesai acara, Kiai Anwar berpesan agar para santri dan generasi muda berbuat manfaat. Selain itu, katanya, juga tidak boleh mudah terombang-ambing pada sesuatu yang belum tentu jelas kebenarannya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Kiai, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 24 Februari 2018

Antara Teroris dan Teloris

Otong dan Ujang suatu kali sedang ngobrol serius tentang bom di Sarinah di serambi pesantren. Tiba-tiba Ujang bertanya sama Otong.

"Kang tahu tidak, kemarin seorang pemuda asal Brebes ditangkap polisi ketika berjalan di dekat pusat perbelanjaan dan membawa tas bermuatan yang cukup berat?" tanya Ujang.

Antara Teroris dan Teloris (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Teroris dan Teloris (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Teroris dan Teloris

"Tidak, Kang. Kok di TV dan medsos enggak ada yang memberitakan tentang itu? Mungkin itu hoax."

"Tapi..." lanjut Ujang sambil menampakan mimik wajah serus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Tapi apa, Kang?" tanya Otong penasaran.

"Tapi, setelah memeriksa ketat isi tas, polisi mendapatkan barang yang bukan ia curigai."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Emang isinya apa?"

"Telor asin, yang akan didrop ke warung-warung. Kini pemuda tersebut ditetapkan sebagai teloris," jelas Ujang sambil ketawa. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 11 Februari 2018

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

Oku Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten OKU Timur melalui lembaga Lajnah Talif wan Nasyr  (LTN) terus mendorong lahirnya penulis baru yang andal dari kalangan kader muda NU. Agenda ini dimaksudkan agar mereka berpartisipasi membumikan dan mengkampanyekan Islam Rahmatan Lil Alamain dan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) kepada umat di bumi sebiduk sehaluan dan bahkan dunia.

Muji Rahayu salah satu tim redaksi Majalah Wasilah di sela-sela rapat persiapan penerbitan Majalah Wasilah edisi 4 yang digelar di Sukaraja, Rabu (6/9) mengatakan bahwa NU OKU Timur saat ini selain sudah memiliki media cetak Majalah Wasilah. Ke depan pihaknya juga akan merencanakan peluncuran media online.

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

"Diharapkan dari dua media tersebut nantinya akan menjadi media dakwah bagi para Kiai NU, tokoh NU, kader muda NU dan warga nahdliyin pada umumnya sehingganya kami sangat mengharapkan kader NU dapat bersama-sama berjuang memberikan informasi yang benar terkait ideologi, pandangan dan sikap NU dalam kehidupan keseharian" paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahwasanya di era digital saat ini, anak muda NU tidak boleh kalah dengan kelompok lain yang berupaya akan merusak NU khususnya lewat budaya literasi, kata alumnus STIT MU Gumawang tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah Ketua LTN NU OKU Timur Zainal Muhtadin mengatakan, para kiai dan santri harus memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fikih, tauhid,  tasawuf dan kajian khas pesantren," ujarnya.

Sekretaris IKA PMII OKU Timur ini menambahkan, begitu pentingnya menggunakan media sosial untuk menangkal isu radikalisme dan isu yang merongrong keberadaan Pancasildan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). "Bagi NU, Pancasila dan NKRI sudah final dan harga mati," tegasnya dengan penuh semangat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Ubudiyah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan  Ma’arif NU Kabupaten Tegal mengadakan pelatihan pembelajaran elektronik atau electronic learning (E-Learning) di Ruang Auditiorium STAIBN.

Ratusan Sekolah /Madrasah yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal dilatih membuat website aplikasi pembelajaran. Narasumber yang dihadirkan oleh panitia adalah Achmad Chanif, praktisi IT PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Menurut Chanif, begitu biasa Achmad Chanif disapa, pendidikan  sekarang sudah dimulai dengan era yang baru yaitu era digital. Dengan era yang baru ini maka guru dihadapkan pada era baru juga, yaitu bagaimana guru bisa menangkap itu pula. Diantanya E-Learning,

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan model ini, kata Chanif, maka guru harus bisa berbuat lebih cerdas, tangkas dan kreatif dalam proses pembelajaran. “Dengan pelatihan yang seperti inilah para guru dilingkungan ma’arif akan semakin melaju cepat. “ Kata Guru SMP N 1 Slawi ini. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten II Bupati Tegal H. Agus Subagyo, Perwakilan Kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Tegal, PGRI Kabupaten Tegal, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal H. Nurotib , Ketua STAIBN Tegal Badrodin dan perwakilan dari badan otonom PC. GP. Ansor, IPNU-IPPNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua PC LP. Ma’arif NU Kabupaten Tegal, H. Muslikh  mengatakan, para guru pengajar IT yang tersebar di seluruh Indonesia yang ditraining di 5 tempat tersebut selanjutnya diharapkan bisa memberikan pelatihan yang sama bagi sekolah di sekitarnya seusai mengikuti pelatihan tersebut.

Ke depan, LP Maarif berharap agar seluruh materi pelajaran bisa diakses lewat komputer dan internet yang nantinya bisa semakin mempermudah proses pembelajaran.

“Semuanya berbasis web, khususnya mata pelajaran Aswaja cukup dengan internet, materi sudah ada disana, tak perlu buku, tinggal test dan tutorial. Hadist dan ayat al Qur’an juga dengan gampang bisa ditemukan lewat intenet,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional

Tangerang Selatan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketika baru lulus TK pada 2010, Nafisah Almais Aidiyah (13 tahun) sudah ambil bagian pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) di Provinsi Bengkulu. Di MTQ tersebut ia mengikuti cabang tartil. Meski tidak meraih juara, gadis manis berkaca mata ini meraih predikat peserta termuda.

“Memang waktu itu nggak dapat juara, tapi saya dapat penghargaan sebagai peserta terkecil. Saat itu saya baru mau naik kelas 1 MI. Sekitar umur tujuh tahun,” ujarnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Pesantren Baitul Qurra’ dan Pusat Studi Tilawatil Qur’an, Jl Suli Blok D No KH 26 Perumahan Ciputat Baru, Tangerang Selatan, Ahad (22/10).

Ais, sapaan akrabnya, sejak kecil sebenarnya lebih suka menyanyi daripada mengaji tartil dan tilawah. Ais mengaku lebih senang berdendang sejak belia. 

Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ini Pernah Jadi Peserta Terkecil MTQ Nasional

“Dulu Ais kurang tertarik dunia tilawah. Sukanya nyanyi. Dulu kalo disuruh latihan tilawah malas sekali, bahkan sampe nangis. Hahaa. Lucu kalo diingat,” tambah gadis kelas VIII MTs Pembangunan UIN Jakarta ini.

Sejak masih belia, Ais sudah berprestasi. Sedari kecil, ia kerap menjuarai sejumlah perlombaan tarik suara. Saat masih duduk di kelas 3 MI, misalnya, ia berhasil meraih juara 3 pada Festival Seni Qasidah Nasional ke-17 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 22-27 November 2012.

Tiga tahun kemudian, Ais memboyong piala Juara I pada Festival Qasidah Islam Indonesia ke-20 di Kendari Sulawesi Tenggara, 17 November 2015. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada tahun yang sama, ia meraih Juara 1 Bintang Vokalis Putri pada kejuaraan Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) tingkat Provinsi Bali. Lembaga ini bergerak di bidang seni islami untuk mensyiarkan Agama Islam.

Di forum nasional yang lain, persisnya pada tahun 2013, Ais juga mendapat trofi juara II Da’i Pekan Olah Raga dan Seni Santri antar Diniyah Takmiliyah (Porsadin) yang digelar pertama kali oleh Kementerian Agama di Provinsi DKI Jakarta. Waktu itu, Ais masih duduk di kelas 3 MI Denpasar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncaknya, di usia yang ke-13, Ais mampu memboyong piala juara 1 Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional (STQN) ke-24 yang dihelat di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Juli 2017. Sebelumnya, berbagai kejuaraan yang sama ia ikuti baik di ajang STQ maupun MTQ tingkat nasional.

“Untuk juara 1 hadiahnya trophy, piagam, dan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah. Uang itu semuanya ditabung,” kata putri sulung kesayangan pasangan H Juhar dan Hj Nur Hamidah ini seraya tersenyum. 

Di momen Hari Santri ini, ia berpesan kepada teman-teman santri agar rajin belajar dan mengaji. “Jangan lupa sholat lima waktu. Bagi yang memiliki bakat tilawah, harus semangat berlatih dan jangan putus asa,” pungkas Ais. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme

Sleman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Konbes ini diselenggarakan dalam rangka konsolidasi organisasi. Mencakup hal citra diri, organisasi dan lain-lain. Dan juga persoalan-persoalan organisasi di IPPNU Dewasa ini kami mendapatkan tantangan yang luar biasa untuk para pelajar karena semakin kompleks dan perkembangannya cepat. Radikalisme agama adalah tantangan utamanya.

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Serius Dampingi Pelajar Putri Lawan Radikalisme

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Puti Hasni dalam sambutannya saat acara pembukaan Konferensi Besar IPPNU di Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (27/10).

IPPNU yang fokus pada pelajar putri, kata Puti, yang terpapar langsung radikalisme akan serius mendampingi pelajar putri lawan radikalisme. 

“Radikalisme itu tantangan serius terhadap rumah besar indonesia. Indonesia harus selalu dijaga keunikannya, kekhasannya, keberagaamannya, kekayaannya, nilai-nilai luhurnya, budayanya, kekayaan manusianya, baik itu materi maupun immateri,” ungkap Puti. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada kesempatan tersebut, Puti juga mengungkapkan bahwa  pelajar dituntut belajar serius, rajin sejak muda dan aktif di komunitas. Hanya dengan kesungguhan dan keseriusan, para  pemuda dan pelajar bisa memberikan kontribusi terhadap bangsanya, sekurang-kurangnya terhadap masa depan dirinya sendiri. 

Puti juga menuturkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi, di mana usia produktif pemuda dan pelajar lebih besar daripada usia lanjut atau pun anak-anak. Menurut puti, hal itu merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia khususnya pemuda untuk menyikapi dan mempersiapkan agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi penonton saja. 

“Lalu apa yang harus disiapkan oleh IPPNU? Sebagai pelajar putri akan berusaha sekuat tenaga agar generasi pelajar perempuan indonesia dapat bersaing di tingkat global dengan konsep nilai-nilai NU yang telah diajarkan  kepada kita. Saya yakin para pemuda yang nantinya jadi pemimpin akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang maju,” tandas Puti Hasni.  

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara pembukaan Konbes IPPNU tersebut dihadiri oleh Kementerian Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Luthfi Hamid,  Perwakilan Gubernur DIY, Rais Syuriah PWNU DIY KH. Mas’ud Masduqi, Wakil Ketua PWNU DIY Fahmi Akbar Idris, Anggota DPD RI Hafidz Asram, Ketua PW Muslimat NU DIY Hj. Lutfiah Dewi Malik, Ketua PW Fatayat NU DIY Khotimatul Husna dan seluruh anggota IPPNU DIY, dari Komisariat, Pengurus Anak Cabang, Pengurus Cabang hingga Pengurus Wilayah. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 31 Januari 2018

Teladani Nabi dalam Toleransi

Subang,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Subang Ujang Abrehoom mengatakan, banyak hikmah dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, diantaranya adalah meneladani perjuangan Nabi sendiri dalam membangun toleransi antarsesama.

Teladani Nabi dalam Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Nabi dalam Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Nabi dalam Toleransi

Menurutnya, sebagai pembawa rahmat untuk seluruh alam, agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sudah melakukan toleransi beragaa dalam kehidupan sosial masa itu.

"Kita tahu sejarah Perjanjian Hudaibiyah. Saat itu mengisyaratkan seluruh komponen yang ada tunduk dalam satu aturan sehingga tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan golongan manapun. Semuanya memiliki hak yang sama," ujar Abrehoom saat dihubungi, Senin (12/12/2016).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan, sikap bertoleransi yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW tersebut seyogyanya menjadi suritauladan yang baik bagi para pengikutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sikap beliau (Nabi Muhammad,red) mencerminkan bahwa dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara tidak memandang dominasi mayoritas dan minoritas. Semuanya hidup rukun dalam satu Undang-undang," jelasnya.

Sehingga, kata dia, dalam perjalanannya, slogan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman, red) menjadi sebuah keharusan bagi seorang yang beriman untuk mencintai negaranya sendiri.

"Nabi juga memiliki jiwa patriotisme dalam menyebarkan ajaran agama serta hal-hal yang positif lainnya yang patut diteladani seperti aspek sosial, budaya dan ekonomi," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock