Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua PP LP Maarif NU Arifin Junaidi berharap pemerintahan baru meneruskan Kurikulum 2013 sebagai kebijakan pendidikan yang ditetapkan sebelumnya. Pemerintahan baru tidak perlu melakukan perubahan total. Pemerintah baru, harap Arifin, melakukan perubahan pendidikan secara gradual.

Kurikulum 2013, menurut Arifin, sama seperti makhluk hidup, berkembang dan berproses. "Biarkan kurikulum tersebut berjalan dulu, nanti kita evaluasi setelah berjalan cukup lama," tambahnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di akhir diklat sistem penjaminan mutu pendidikan SMA dan SMK Maarif NU di Asrama Haji, Yogyakarta, Kamis (23/10).

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Kurikulum 2013 sendiri tidak begitu mengagetkan guru-guru Maarif NU. Kurikulum ini secara substansial sama dengan ideologi NU. Kurikulum 2013 mengajari siswa untuk menghargai kerja kelompok.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sebenarnya konsep Kurikulum 2013 sudah kita jalankan sejak lama dalam pendidikan NU yaitu dalam pesantren. Ketika mempelajari bab wudhu dalam pesantren tidak hanya berbicara soal teori, melainkan langsung praktik," ungkapnya. (Nur Solikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Aswaja, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 13 Februari 2018

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram masa khidmat 2017-2018 dilantik di Pendopo Walikota Mataram, Senin (7/3) siang. Bendahara Umum PMII Ahmad Riduan Hasibuan sengaja turun ke Mataram untuk melantik kepengurusan baru.

Tampak hadir Sekda Kota Mataram mewakili Tgh Achyar Abduh Selaku Walikota Mataram, puluhan alumni senior PMII Kota Mataram, Ketua GP Ansor NTB, Ketua GP Ansor Kota Mataram, beserta ratusan kader dan anggota PMII se-Kota Mataram.

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Solihin, Ketua PMII Mataram yang baru saja dilantik mengatakan, PMII di Kota Mataram bukanlah baru. PMII di Kota Mataram lahir sejak tahun 1962, dan tetap eksis. PMII Mataram sudah berkontribusi bagi Pemkot Mataram.

Alumni PMII di Kota Mataram, lanjutnya, sudah banyak berkontribusi bagi daerah khususnya Kota Mataram dan NTB umumnya. Jadi sudah waktunya PMII di Kota Mataram berjaya sebagaimana dengan umurnya saat ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretaris Daerah Kota Mataram H Efendi Saswito mengatakan, PMII di Kota Mataram harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pemerintahan yang ada di Kota Mataram. Tetaplah menjadi agen perubahan. Serta tetap menjadi penggerak bagi pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Mataram.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Mari sama-sama kita bangun Kota Mataram sebagai mana visi dan visi Wali Kota dan Wakil Walikota Mataram,” katanya.

Ahmad Riduan Hasibuan meminta Pemkot Mataram memperhatikan mahasiswa yang tergabung dalam PMII di Kota Mataram. Karena PMII bukanlah menjadi perusak negara ataupun daerah, melainkan PMII hadir sebagai penyongsong dan PMII siap pakai ketika dibutuhkan oleh daerah.

Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Kota Mataram Akbar Jadi menyampaikan, PMII Kota Mataram harus menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Mataram. "Jadilah kader penggerak yang selalu eksis dalam mengawal kebijakan Pemkot Mataram," kata Ketua Lakpesdam NU NTB ini. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Daerah, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin menyampaikan sebagai penerus perjuangan, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU diharapkan untuk menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam pelantikan 80 orang pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serta PC IPNU Kota Kraksaan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/1) pagi.

“Semua kader IPNU dan IPPNU harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengajak para pelajar NU untuk selalu disiplin dalam segala hal. Disiplin itu penting untuk mencetak perilaku dan akhlak yang baik. Pelajar NU harus meneguhkan kembali sebagai agen akhlak dan perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlak atau etika itu diatas dari segala-galanya dan keilmuan dimiliki butuh implementasi yang dibutuhkan orang lain.

“Sebagai generasi muda NU, janganlah menjadi anak muda yang pesimis. Anak muda NU haruslah optimis dan akan saya hantarkan jika para anak muda di Kabupaten Probolinggo yang mempunyai perilaku akhlak yang baik dapat menjadi agen-agen NU yang mampu membantu masyarakat,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasan Aminuddin mengimbau agar para pelajar NU mengusulkan apapun dengan catatan tidak membahas opini. Organisasi NU ini jangan dijadikan sebagai alat untuk mencari uang atau nafkah. Oleh karena itu harus ikhlas tenaga, pemikiran, jiwa dan raganya berjuang untuk NU demi keutuhan NKRI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk itu, sebagai generasi muda NU perbanyaklah berkumpul untuk memadukan frekuensi dan dilaksanakan dengan musyawarah mufakat serta menjalin komunikasi baik dan tunjukkan perilaku akhlak saat menjadi generasi NU untuk orang lain,” tegasnya.

Pelantikan 3 (tiga) cabang organisasi pelajar NU ini dipimpin oleh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur Rekan Haikal Atiq Zamzami dan pengurus PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Rekanita Nurul Hidayati .

Dalam pelantikan ini juga dilakukan dialog interaktif dengan tema “Pelajar Sehat Menuju Indonesia Cerdas dan Demokratis”. Narasumber dialog ini berasal dari Satreskoba Polres Probolinggo dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. KH Muchit Muzadi berharap, Resolusi Jihad akan segera dibukukan seperti “Atlas Walisongo” yang ditulis Agus Sunyoto, agar perjuangan para ulama tersebut tertulis dan didokumentasikan secara rapi.

Hal ini disampaikan ketika berkunjung ke Pesantren Global, Malang, yang dipimpin oleh KH Agus Sunyoto, Senin (15/04). Mbah Muchit merupakan satu-satunya murid Kiai Hasyim Asy’ari yang masih hidup. Pada kesempatan itu, ia menceritakan sejarah perjuangan para ulama pada masa kemerdekaan di Mangliyawan Pakis Malang.

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

“Di sisa umur saya ini, saya hanya bisa berharap kemanfaatan dari apa yang saya lakukan bersama Mbah Hasyim dan bisa saya ceritakan sekarang, semoga ke depan ada yang menarasikan Resolusi Jihad dalam bentuk buku supaya bisa dimanfaatkan banyak orang,” ungkapnya pada Agus Sunyoto dan para santri yang hadir di Pesantren Global.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai yang rutin mengisi kajian di pesantren al-Hikam Malang ini menyayangkan, beberapa ormas Islam sendiri tidak lagi mengindahkan perjuangan para ulama dan Pancasila.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, tanpa dicetuskannya Resolusi Jihad oleh Mbah Hasyim dan para Ulama, peristiwa 10 November, pengusiran tentara Belanda dan Inggris di tanah Surabaya tidak akan pernah terjadi. Pada saat itu, Kiai Hasyim selaku pimpinan Hizbullah, menyerukan; wajib bagi masyarakat muslim untuk membantu arek-arek Surabaya mengusir Inggris, hingga peristiwa 10 November terjadi semua Masyarakat Indonesia menyambut dengan takbir.

Mbah Hasyim juga menyuarakan, “Jika perang melawan Inggris ataupun Belanda bukan saja membela negara, tapi juga perang fi sabilillah,” kata Kiai Muchit menirukan.

Sangat keliru, jika negara ini dan Pancasila bukan berdasarkan Islam, “Karena yang ikut berjuang didalamnya adalah para ulama, bahkan Mbah Hasyim sendiri,” tegasnya.

Begitupun dengan Pancasila, “Sila pertama yakni ketuhanan yang maha Esa dan empat setelahnya berazaskan dalam al-Qur’an yakni amanuu wa amilus sholihaat,” tambahnya lagi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Buleleng, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hari Rabu, (20/12) Aula RM Manalagi di Jl Teleng Singaraja, Buleleng, Bali mendadak ramai. Tak kurang dari 200 orang guru berbagai jenjang sekolah dan madrasah se-Bali tumpah ruah di sana. 

Kehadiran Kang Fajar Sidik dengan gagasan inovasi ice breaking mencairkan situasi yang semula kelu dan kaku menjadi seru dan inspiratif. Kang Fajar yang kala itu hadir sebagai narasumber memang sudah berkomitmen menggebrak Buleleng dengan pengalaman dan informasi pendidikan yang amat menarik.

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Seharian itu, PC Pergunu Buleleng memang tengah menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Ice Breaking.  Kegiatan ini dipilih oleh panitia sebagai kelanjutan dari workshop sebulan yang lalu oleh PW Pergunu Bali. 

Workshop semakin menarik, ketika salah satu ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono yang turut hadir dan memberikan support bagi pengurus dan seluruh anggota Pergunu serta peserta workshop.

Bupati Buleleng yang diwakili Asisten II mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai penguatan peran Pergunu dan demi peningkatan kualitas guru di Buleleng.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua PC Pergunu Buleleng Lewa Karma dan Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono sepakat untuk terus melakukan sinergi program pengembangan profesi guru melalui wadah Pergunu. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Nasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Bulan Ramadhan tahun ini terlihat berbeda. Hal itu ditandai dengan munculnya aktivitas ngaji yang dilakukan secara daring (online) melalui media sosial. Fenomena yang mulai marak pada Ramadhan tahun ini menjadi topik diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat yang bekerja sama dengan PP IPNU dan Santri Online pada Jumat (09/6) malam di basecamp? IMT CIputat.

Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Dalam memanfaatkan teknologi internet untuk berdakwah, Sya’roni As Syamfury sebagai penggagas media santri yang bergerak secara online itu pada awal mulanya diprakarsai atas dasar dua hal.?

“Pertama Dampar Ngebul, yang kedua Dapur Ngebul,” ungkap alumni Ponpes Lirboyo itu yang juga sebagai penggagas awal Santri Online bersama Abdul Wahab.

Menurutnya, Dampar Ngebul bermakna bahwa dakwah melalui media sosial dilakukan secara masif dengan niat untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Sedangkan pengertian Dapur Ngebul itu supaya kegiatan yang dilakukan dengan cara online tersebut dapat berjalan secara konsisten, harus diimbangi dengan pemasukan secara material yang dapat menunjang keberlangsungan dakwah.?

“Semangat Nahdlatul Ulama pada awal berdirinya saat itu berawal dari serikat perdagangan atau yang dikenal dengan Nahdlatut Tujjar,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain halnya yang disampaikan oleh Ketua Bidang Jaringan Pesantren Gus Aqib Malik yang mengungkapkan bahwa dalam mengemas metode berdakwah harus mengikuti arus, tetapi jangan sampai terbawa arus.?

“Banyak komunitas yang besar, dakwah yang diajarkan pun islam substansial dan rahmatan lil alamin, tetapi mayoritas masih kalah dalam kemasan. Padahal, khalayak umum lebih cenderung melihat kemasannya terlebih dahulu,” ungkap Direktur Almaliki Center itu.

Sementara itu, kegiatan diskusi yang berlangsung seusai penutupan ngaji online Kitab Washiyatul Musthofa bersama Gus Aqib Malik itu juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PBNU Ali Sobirin.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada kendala yang umum dialami oleh beberapa kalangan santri,” ujar pria yang berprofesi sebagai trainer dan juga peramu buku Teknologi Ruh itu.

Ia menilai bahwa kendala tersebut biasanya dipengaruhi oleh sikap tawadhu yang tidak ditempatkan pada tempatnya. Padahal, tambahnya, pada dasarnya sikap tawadhu adalah menempatkan situasi pada kondisi yang sesuai dengan potensinya.?

Menurutnya, teman-teman santri ketika diajak maju ke depan masih dorong-dorongan dengan teman-temannya, tapi kalau sudah maju ke depan dan dipancing untuk berbicara, ilmunya baru bisa keluar semua.?

“Kita kaum santri, ketika berani membuka kitab, kita juga harus berani membuka diri,” tutupnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai? sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, News, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock