Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

KH Ahmad Shiddiq, Rais ‘Aam PBNU tahun 1984-1991, mengatakan, “Dalam ber-amar ma’ruf dan ber-nahi munkar,watak tawasuth juga tetap menjadi pegangan pokok. Demikian pula dalam pergaulan antara manusia di tengah-tengah masyarakat majemuk. Tawasuth dalam Islam bukanlah hasil dari dialektika tesis dan antitesis yang kemudian menimbulkan sintesis. Tawasuth Islam sudah ditetapkan oleh Allah SWT sesuai “strategi dan skenario agung.

Garapan pokok Islam adalah da‘wah ila-Llâh (ud‘û ilâ sabîli rabbika/wa man ahsana qaulan min man da‘â ila-Lâh, mengajak manusia untuk menempuh jalan Allah, jalan yang diridhai oleh Allah, jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya. Dengan membawa Islam dan untuk melaksanakan Islam itulah Allah SWT mengutus para Rasul-Nya.

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Berbagai macam sarana dapat dipergunakan untuk da‘wah ila-Llâh ini, mulai dari harta benda, tenaga, ilmu, teknologi, wibawa, lembaga sosial dan negara, sebagai salah satu wujud persekutuan sosial plus kekuasaan di dalamnya, juga merupakan salah satu sarana untuk menciptakan tata kehidupan yang diridhai oleh Allah pula, menuju rahmatan lil ‘âlamîn.”

(Penggalan wawancara KH Fahmi D Saifuddin dengan KH Ahmad Shiddiq yang tertuang dalam buku Islam,Pancasila,dan Ukhuwah Islamiyah. Buku yang terbit pertama kali pada tahun 1985 ini merupakan rangkuman dari rekaman wawancara dalam beberapa kali kesempatan sejak sebelum Munas Alim Ulama tahun 1983 hingga jelang Rapat Pleno Gabungan PBNU pada pertengahan tahun 1985)

(Red: Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Khutbah, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Raya dan Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman bekerja sama untuk mempromosikan demokrasi Nusantara di salah satu negara besar di Eropa itu.

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman

"Keberadaan kami di Jerman ini harus jadi momentum untuk sama-sama menyuarakan Islam Indonesia yaitu Islam Nusantara yang berkemajuan di kancah dunia," kata Ketua PCIM Ridho Al Hamdi lewat keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ridho mengatakan Muhammadiyah dan NU di masa kini sudah bukan saatnya untuk mempersoalkan pertentangan internal karena tantangan eksternal semakin kompleks.

"Kita lelah kalau ribut intern yang tidak ada ujung pangkalnya," kata kandidat doktor ilmu politik di TU Dortmund University ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ridho mengatakan saat ini adalah momentum yang baik bagi Muhammadiyah dan NU untuk sama-sama bermain cantik di kancah internasional melalui Jerman di saat Timur Tengah terkena badai konflik dan politik yang tidak stabil.

"Siapa yang tidak tahu Jerman, negara yang kuat dan mapan secara politik, ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Di sini pula ada sumber teknologi, sains, kedokteran, kesehatan bahkan filsafat dan seni juga kuat. Jadi, tentu PCIM dan PCINU di Jerman punya nilai lebih dan nilai stategis di tingkat dunia," kata dia.

Senada, Ketua PCINU Jerman Zacky Khairul Umam mengatakan Muhammadiyah dan NU harus mengambil momentum strategis bahwa Islam dan demokrasi dapat bersatu di tengah situasi politik di kawasan Timur Tengah sedang kacau balau. Hal ini dibuktikan dari posisi Indonesia yang dapat menyelaraskan Islam dengan demokrasi.

PCIM Jerman Raya dan PCINU Jerman ke depannya akan memperkuat kerja sama dua organisasi Islam terbesar Indonesia tersebut, dengan fokus merespon isu Islamophobia di Eropa.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Beberapa hal bisa dilakukan dengan seminar, konferensi pers ke media Jerman dan atau pelatihan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Ubudiyah, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 31 Januari 2018

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Pada dasarnya mengangkat tangan ketika berdo’a dan dan mengusap wajah sesudahnya bukanlah sekedar tradisi yang tanpa dasa. Keduanya merupakan sunnah Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam salah satu haditsnya yang diceritakan oleh Ibn Abbas:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? (? ? ?)

Apabila engkau memohon kepada Allah, maka bermohonlah dengan bagian dalam kedua telapak tanganmu, dan jangan dengan bagian luarnya. Dan ketika kamu telah usai, maka usaplah mukamu dengan keduanya.

Demikian pula keterangan para ulama dari beberapa kitab. Bahkan mereka menganjurkan ketika semakin penting permintaan agar semakin tinggi pula mengangkat tangan. Adapun ukuran mengangkat tangan adalah setinggi kedua belah bahu. Dalam I’anatut Thaibin Juz Dua diterangkan:

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan diwaktu berdoa disunnahkan mengangkat kedua tangannya yang suci setinggi kedua bahu, dan disunnahkan pula menyapu muka dengan keduanya setelah berdo’a.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keterangan ini ditambahi oleh keterangan Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdy dalam Al-Hawasyil Madaniyyah  dengan sangat singkat.

? ? ? ? ? ? ? ?

Batas maksimal mengangkat tangan adalah setinggi kedua bahu, kecuali apabila keadaan sudah amat kritis, maka ketika itu bolehlah melewati tinggi kedua bahu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

 Akan tetapi, di masa sekarang ini banyak kelompok yang meragukan dan menyangsikan sunnah Rasulullah saw ini. mereka meanyakan kembali tentang keabsahannya. Sungguh hal ini bukanlah sesuatu yang baru karena dulu telah disinggung oleh pengarang kitab al-Futuhatur rabbaniyyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sang pengarang telah berkata bahwa “telah ada hadits-hadits yang tak terbatas banyaknya mengenai mengangkat tangan ke langit ketika berdo’a, barang siapa menganggap itu tidak ada, maka ia telah keliru.

Red. Ulil H.  

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Sholawat, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Mustolih Siradj (konsumen dan donatur Alfamart) selaku Tergugat II mengajukan saksi penting, yakni A. Alamsyah Saragih Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) angkatan pertama.

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Dalam kesaksiannya, Alamsyah menyatakan, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat masuk kategori sebagai Badan Publik. Hal tersebut sebagai konsekuensi pertanggungjawaban kepada publik meskipun entitas Perseroan adalah badan hukum yang seharusnya mencari laba (untung).

“Hal itu sebagai social control kepada penyelenggara sumbangan,” ujar Alamsyah, Jumat (17/3).

Maka itu, lanjutnya, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat dapat dimintai data atau informasi oleh Donatur maupun masyarakat luas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alamsyah yang kini menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menambahkan, laporan Perseroan yang mengumpulkan sumbangan kepada Menteri Sosial tidak menggugurkan kewajibannya kepada publik

“Memberikan informasi seputar sumbangan. Begitu pula dengan yayasan atau lembaga yang mendapatkan atau menerima penyaluran donasi dari Perseroan tersebut juga menjadi Badan Publik,” tegas Alamsyah.

Alamsyah juga menyesalkan apabila ada Perseroan yang meminta sumbagan dari masyarakat tetapi kemudian uang sumbagan itu diklaim sebagai dana CSR (Corporate Social Responsibility) Perusahaan tersebut.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebab mengenai CSR aturannya sudah jelas diatur UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Jo PP No. 47/2012, sumber dana CSR dari dana perusahaan bukan sumbangan,” jelasnya.

Alamsyah Saragih menguatkan Putusan KIP No. 011/III/KIP-PS/2016 yang menyatakan bahwa Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) sebagai Badan Publik karena meminta sumbangan kepada masyarakat atau konsumen secara agresif, rutin, dan masif di seluruh Indonesia. Bahkan berkelanjutan selama bertahun-tahun dengan total donasi yang terkumpul hampir mencapai Rp100 miliar. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Budaya, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 13 Januari 2018

Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Maestro biola Indonesia, Idris Sardi memukau ratusan pendekar silat pada pengukuhan Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa, di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad, (21/10).

Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)
Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)

Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar

Selepas dhuhur, di pentas pengukuhan, muncul pria menenteng biola. Ia kemudian menggeseknya. Menjerit-jerit, melengking. Kadang seperti gemericik hujan. Nadanya turun naik. Sesekali seperti mengumbar kemarahan. Sesekali selembut ibu mengayunkan bayinya.?

Meski acara belum mulai, pria kelahiran 1938 itu terus menggesek biolanya. Mulai lagu Sepasang Mata Bola, Insyaflah, dan sederet lagu yang tak dikenal hadirin. Ia mengitari sela-sela kursi sambil berjalan perlahan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Gesekan Idris Sardi yang mencintai biola sejak usia 5 tahun, tak ayal, membuat pendekar yang hilir-mudik mempersiapkan acara, berdecak kagum, menggeleng-gelengkan kepala. Sesekali mengabadikannya dalam kamera ponsel.?

Pada acara pembukaan, Idris Sardi kembali menggesek biola Indonesia Raya. Kemudian shalawat Nariyah dan beberapa lagu lain semisal Alhamdulillah yang dipopulerkan Opick dan Amanda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadirin berdiri khidmat. Mereka terpaku ke pentas. “Bulu kuduk saya merinding mendengarnya,” ujar Alip Nuryanto, salah seorang pengurus Pagar Nusa. “Saya hampir menangis ketika ia membawakan Indonesia Raya,” timpal pengurus yang lain.

Selepas tampil, Idris yang mengenakan baju putih dan sarung krem bergaris putih, kemudian menyalami Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua IPSI Prabowo Subiyanto. Kemudian duduk di samping mereka.?

Ia kemudian masuk ruangan. Tapi kembali lagi, menyimak acara hingga usai.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Ignasius Sandyawan Sumardi (Romo Sandy) mengatakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah Uskup (dari NU) yang pertama membelanya. Pernyataan itu sangat beralasan bagi Romo Sandy sebab Gus Dur (selain juga Romo Mangunwijaya dan Danuwinata) adalah tokoh yang menjadi pembela Romo Sandy dalam gerakan Suaka Kemanusiaan Kasus 27 Juli 1996.

Romo Sandy mengisahkan pengalaman tersebut dalam Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gus Durian, Jumat (2/9) malam di Griya Gus Dur, Jl. Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat. FJP malam itu bertema ‘Gus Dur dan Rakyat Kecil’, didatangi puluhan hadirin, yang mayoritas kaum muda.

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Pembela Pertama dalam Suaka Kemanusiaan Romo Sandy

Menurut Romo Sandy, sejak perjumpaan pertamanya yang terjadi saat Gus Dur masih sebagai intelektual muda NU yang vokal dan cerdas, telah menggunggah inspirasi baginya. Ia menilai pemikiran Gus Dur sangat orisinil dan otentik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal lainnya yang juga sangat mengesankan dari Gus Dur adalah setiap Romo Sandy, datang Gus Dur selalu sudah bersentuhan dengan perkara sehingga Gus Dur menjadi ‘tukang kompor’.

“Kalau sudah ingin melakukan (niat baik), ya sudah. Lakukan dengan sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah. Artinya Gus Dur itu sangat total. Dalam hal apa pun selalu begitu,” terang Romo Sandy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kesan ketotalan dari Gus Dur itu mengingatkan Romo Sandy kepada salah satu pesan guru silatnya saat mengambil pendidikan di Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyodan Magelang.

”Kowe nek dadi pendekar, dadio pendekar beneran (kalau? kamu ingin menjadi pendekar, jadilah pendekar sejati atau sungguhan),” kata Romo Sandy mengutip pesan gurunya.

Pesan tersebut, berpadu dengan sosok Gus Dur, menjadikan Romo Sandy semakin bersemangat dan mantap dalam perjuangan membela kemanusiaan. Romo Sandy lalu menyebut beberapa gerakan yang ia lakukan dan menyebabkannya sering berinteraksi dengan Gus Dur.

Dalam perjumpaan-perjumpaan tersebut, Gus Dur, menurut Romo Sandy membaur dengan rakyat kecil, tanpa kesan pencitraan atau dibuat-buat. Hal yang sangat berbeda dengan para politikus lainnya.

Terhadap dunia politik, Gus Dur menjadikan politik sebagai sesuatu yang substansial, artinya politik sebagai sesuatu yang bersentuhan dengan persoalan-persoalan kehidupan masyarakat sehari-hari. Gus Dur sama sekali jauh dari politik artifisial atau politik dagang sapi, di mana politik hanya menjadi ajang tawar menawar kekuasaan.

“Yang paling ujung di dalam politik adalah kemanusiaan. Oleh karena itu Gus Dur sangat demokratis, tidak pernah menolak berdialog dengan siapa pun,” kenang Romo Sandy.

Romo Sandy meneruskan, Gus Dur juga menjadi semacam pantulan dari setiap orang yang datang, termasuk Romo Sandy. Saat bertemu dengannya, ia tidak akan menceramahi. Hal itu memberi pelajaran bahwa pendidikan yang diberikan Gus Dur seperti model pendidikan dalam filsafat Yunani, di mana ada persentuhan yang kuat.

Adalah tugas kita dalam mengembangkan pendidikan seseorang, seperti bidan yang membantu melahirkan ilmu yang sudah ada dalam jiwa atau roh orang tersebut. Dan itulah yang dilakukan Gus Dur karena substansi pendidikan adalah fasilitator pembebasan manusia.

Romo Sandy meyayangkan, saat ini sangat sulit menemukan—kalau bukan tidak ada—sosok seperti Gus Dur. Menurut Romo Sandy, anak-anak muda sekarang tidak orisinil. Dalam mencari pendidikan atau pengetahuan, bahkan membentuk dirinya, mereka mendasarkannnya pada apa yang disajikan oleh internet, mendengar dan menonton audio visual yang tersedia di ineternet. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, AlaNu, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 04 Januari 2018

Hikayat Perang Sabil

Perang Sabil berasal dari kalimat jihad fi sabilillah adalah sebutan untuk peperangan melawan musuh yang dianggap memusuhi Islam. Seluruh perang melawan musuh Islam adalah perang sabil termasuk perang Diponegoro di Jawa dan perang Aceh.?

Kisah-kisah perang melawan Belanda di Aceh tertulis dalam hikayat yang dikenal dengan nama Hikayat Perang Sabil atau Hikayat Prang Sabi.?

Di Aceh Hikayat Prang Sabi adalah nama yang diberikan kepada sejumlah teks, baik yang diberi judul Hikayat Perang Sabil maupun tidak, yang isinya membicarakan tentang perang sabil. Hikayat Perang Sabil merupakan karya sastra perang karena memang diciptakan pada masa perang dan memberi semangat kepada para prajurit untuk bertahan melawan musuh.

Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil

Hikayat dapat dikatakan sebagai sebuah kisah atau cerita naratif yang ditulis dalam bentuk berirama yang bertujuan untuk memberi nasihat dan semangat kepada orang-orang untuk terjun ke medan peperangan melawan orang-orang kafir. Isinya juga mengandung muatan ajaran dan petuah untuk bertakwa kepada Allah.

Berbeda dengan sastra Melayu yang mengenai hikayat sebagai prosa, dalam sastra Aceh hikayat adalah puisi di luar jenis pantun, nasihat, dan kisah. Hikayat ditulis dalam bentuk sajak. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita, namun ? bagi orang Aceh tidak hanya berisi cerita fiksi belaka, tetapi berisi pula butir-butir yang menyangkut pengajaran moral.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Orang Aceh sangat senang mendengarkan pembacaan hikayat yang sampai pada awal abad 20 merupakan hiburan yang utama. Pembacaan hikayat perang sabil dilakukan sebelum orang maju ke medan pertempuran. Tradisi membaca hikayat sebelum orang terjun ke dalam peperangan adalah tradisi dalam kebudayaan Melayu. Ketika perang melawan Belanda, masyarakat Aceh membaca hikayat perang sabil di dayah-dayah atau pesantren, di meunasah, di rumah, maupun di tempat lain ? sebelum orang pergi berperang.

Sejauh ini baru diketahui dua naskah yang menyebut sumber hikayat perang sabil. Pertama adalah ? naskah dalam Bahasa Aceh tertulis pada 11 Syaban 1122H ? (5 Oktober 1710) yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Negeri Leiden Belanda. Meskipun nama pengarangnya tidak tercantum di dalam naskah hikayat perang sabil yang tertua itu, penggubahnya menyebutkan karangan yang disusunnya itu bersumber pada sebuah kitab berjudul Mukhtasar MuthiriI-gharam. Pengarang juga menyebutkan bahwa ? sumber untuk menyusun kitab ini berasal dari Syaikh Ahmad Ibn Musa, yang mungkin sekali adalah penulis kitab Mukhtasar tersebut di atas.?

Sumber yang kedua adalah hikayat perang sabil yang juga tertulis dalam Bahasa Aceh pada tahun 1834, beberapa puluh tahun sebelum pecahnya perang melawan Belanda pada tahun 1873. Meskipun nama pengarang juga tidak tersebut dalam naskah, namun penggubah hikayat ini menyebutkan bahwa sumbernya berasal dari kitab karangan ulama besar Syaikh Abdussamad al-Palimbani yang pada awal tahun 1760-an bertempat tinggal di Mekah. Syaikh Abdussamad al-Palimbani menulis berbagai kitab di Mekah. Salah satu di antaranya adalah Nasihat al-Muslimin atau lengkapnya Nasihat al-Muslimin wa Tadhkirat al-Muminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah wa-Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.

Dari segi genre atau jenis, Hikayat Perang Sabil mempunyai dua genre, yakni tambeh dan epos. Hikayat Prang Sabil bergenre tambeh kebanyakan ditulis oleh para ulama yang berisi nasihat, ajakan, dan seruan untuk terjun ke medan jihad fi sabilillah, menegakkan agama Allah dari rongrongan kafir demi mendapatkan imbalan pahala yang besar.

Hikayat Perang Sabil berjudul Hadzihi Qishshah Nafsiyyah yang merupakan saduran dari risalah ? Abdus Samad al-Palimbani ? berjudul Nashihatul Muslimin tersebut di atas adalah hikayat yang bergenre tambeh. Sedangkan hikayat berjudul Hikayat Prang Sabi adalah karya Teungku Chik Pante Kulu yang ditulis atas perintah kakaknya. Diduga yang dimaksud dengan kakaknya tersebut adalah Teungku Cik Ditiro karena pada tahun 1881 ia diangkat menjadi panglima perang sabilillah, sedangkan Teungku Chik Pante Kulu sendiri merupakan tangan kanannya.

Sedangkan yang bergenre epos adalah hikayat yang melukiskan peristiwa perang yang berlangsung di berbagai tempat di Aceh. Hikayat ini menggambarkan keberanian dan keperkasaan perlawanan para pejuang Aceh hingga tewas sebagai syuhada.?

Kisah-kisah kepahlawanan itu lalu dikisahkan dalam bentuk epos, seperti Hikayat Prang Sigli (1878), Hikayat Prang Geudong (1898), dan lain-lain. Dalam hikayat-hikayat perang yang terdapat di Aceh ini dikisahkan bahwa mati dalam berperang melawan Belanda yang dianggap kaphe (kafir) adalah mati syahid dan orang yang syahid akan diampuni segala dosanya serta dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

Dari segi isi, hikayat-hikayat perang sabil dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu: pertama, yang berisi anjuran untuk berperang sabil dengan menunjukkan pahala, keuntungan, dan kebahagiaan yang akan diraih. Kedua, yang berisi berita mengenai tokoh atau keadaan perang di suatu tempat yang patut disampaikan kepada masyarakat agar mendorong semangat orang-orang muslimin yang sedang berjihad. Ketiga, yang mencakup kedua kategori yang tersebut di atas. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan

Tuban,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hari kedua di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Tim Ekspedisi Islam Nusantara sowan ke Pondok Pesantren Langitan. Tim diterima lurah pesantren, Mustaqim, kemudian diantar ke sebuah ruangan. Di situ telah menunggu salah seorang kiai di pondok pesantren tersebut, KH Adib Rohman.

Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Kamar KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Langitan

Pada bincang-bincang dengan Tim Ekpedisi Islam Nusantara, kiai yang akrab disapa Gus Adib, tersebut menjelaskan bahwa pendiri NU Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari pernah nyantri di Langitan.

“Ngaji Alfiyahnya dan khatamnya di sini. Beliau merupakan adik kelasnya Syaikhonan Kholil Bangkalan di sini,” terangnya Ahad (10/4).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, menghabiskan 3 tahun di pondok pesantren tersebut pada akhir tahun 1900-an. Ia sempat berteman selama 6 bulan dengan Syaikhona di pesantren tersebut. Karena penasaran akan ilmu Syaikhona, Kiai Hasyim di lain waktu berguru ke Bangkalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Gus Adib, Kiai Hasyim tinggal di kamar nomor 9 di asrama Al-Maliki. Kamar tersebut sebagaimana amanat pengasuh pesantren sebelumnya, sampai kini tidak pernah dipugar. Hanya ada beberapa perbaikan saja jika ada yang rusak atau pengecatan.

Di asrama tersebut pula, lanjut dia, orang tua tokoh-tokoh NU tinggal selama di pesantren tersebut seperti KH Syamsul Arifin (ayah KH As’ad Syamsul Arifin), KH Shidiq (ayah KH Ahmad Shidiq), KH Wahab Hasbullah.

Kemudian Tim Ekspedisi Islam Nusantara diajak melihat ke kamar no 9 tersebut. Ternyata ukuran luasnya tidak lebih dari 3 X 3 meter dengan tinggi 2,5 meter.

Menurut lurah santri Langitan, Mustaqim, sebelumnya kamar tersebut dikosongkan dan dikunci. Tidak ada yang boleh masuk. Tapi kemudian dibuka untuk santri dengan syarat mau bertirakat dan rajin mengaji. “Kalau tidak tirakat dan rajin, santri akan dikeluarkan di kamar tersebut,” jelasnya.

Saat ini, meski ruangannya sempit, kamar nomor 9 tersebut diisi 10 orang santri dengan berbagai perlengkapan mereka seperti kitab-kitab, buku, dan pakaian. Mereka mendapat kesempatan istimewa di antara 5000 santri lain.

Pesantren Langitan didirikan oleh KH Muhammad Nur pada tahun 1852. Ia merupakan salah seorang keturunan Sunan Ampel. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Kajian Sunnah, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jaringan, Pola Dakwah, Karya Ulama Cianjur Dibedah

Cianjur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Cabang Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggelar bedah buku “Ulama Jumhur Cianjur”. Buku buah karya H.Rudy Asyari tersebut memuat jaringan alim ulama di kabupaten tersebut.

Jaringan, Pola Dakwah, Karya Ulama Cianjur Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan, Pola Dakwah, Karya Ulama Cianjur Dibedah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan, Pola Dakwah, Karya Ulama Cianjur Dibedah

Buku tersebut juga mengungkap pola dakwah dan transmisi ilmu yang dibentuk melalui lembaga-lembaga pesantren, dan menunjukkan kekayaan intelektual para alim ulama dalam bentuk tulisan atau kitab.

Namun, Ketua C GP Ansor Cianjur Dedi Suherli menyayangkan peran dan kitab-kitab karya para ulama jumhur Cianjur ini belum terpublikasi dengan baik. Hal ini karena langkanya penelitian dan kajian.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Ke depan GP Ansor Cianjur akan mengambil salah satu concern kajian pada kitab-kitab karya para ulama lokal ini," sambung Dedi pada bedah buku Senin (17/10).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dedi juga berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur mendukung berbagai program tersebut sebab bagaimanapun peran kiai dan pondok pesantren cukup vital dalam pembangunan kebudayaan masyarakat. Hal ini selaras dengan visi Cianjur, maju dan agamis.

Bedah buku tersebut adalah salah satu dari rangkaian peringatan Hari Santri. Kegiatan lain, festival seni budaya santri di tiap zona (Cianjur selatan, tengah dan utara), lomba membaca kitab kuning (batsul qutub).

Juga akan berziarah ke makam-makam alim ulama kharismatik Cianjur, serta Kirab Resolusi Jihad dari mulai jembatan Citarum ke Pondok Pessantren Al Ittihad Rawabango, dilanjutkan mengantar panji NU ke perbatasan Bogor. Direncanakan puncaknya pada tanggal 22 Oktober digelar apel santri dan parade drumband, kemudian ditutup dengan istighosah kubro. (Eddie Suryadinata/Abdullah



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 28 Desember 2017

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setelah legalitas Ma’had Aly diresmikan di Tebuireng beberapa waktu yang lalu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama tancap gas untuk menyusun kerangka kurikulum. Untuk menghasilkan kerangka kurikulum yang sesuai dengan kondisi masing-masing Ma’had Aly, Kemenag menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNUdalam kerangka kurikulum tersebut.

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly

Kegiatan yang bertajuk Halaqoh Nasional Penyusunan Kerangkan Kurikulum Ma’had Aly ini berlangsung di The Media Hotel Jakarta, Kamis (2/6). Hadir beberapa tokoh penting dalam halaqoh ini diantaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Wakil Ketua Umum PBNU KH M Maksoem Mahfoedz, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP Lakpesdam PBNU H Rumadi, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag H Mohsen, A’wan PBNU Hj Sri Mulyati, dan beberapa pimpinan Ma’had Aly.

Ketua Lakpsedam PBNU H Rumadi mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya dipercaya oleh Kemenag karena selama ini Lakpesdam juga concern dengan kajian-kajian kepesantrenan bagaimana ikut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pesantren di mana Ma’had Aly berada.

“Lakpesdam tidak bermaksud menyediakan kurikulum, tetapi hanya menyediakan kerangka sesuai sumber daya yang ada, meliputi manusia, literatur, dan lain-lain,” ujar Rumadi kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Dijelaskannya, Lakpesdam juga tidak bermaksud mengintervensi kurikulum, tetapi berupaya merekomendasikan beberapa literatur kitab yang perlu dikaji dan serta beberapa kelimuan lain sehingga wawasan keilmuan agama menemukan konteksnya dalam kehidupan sosial.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara khusus, Rumadi menyampaikan bahwa posisi Ma’had Aly merupakan perguruan tinggi berbasis pesantren yang sangat dibutuhkan di era global sekarang ini. Sehingga para lulusannya diharapkan menjadi rujukan keilmuan agama bagi semua elemen masyarakat.?

Seperti yang telah diinformasikan, legalitas Ma’had Aly telah resmi diakui negara melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015. Untuk tahun pertama, pemerintah telah memberikan SK perizinan 13 Ma’had Aly dari seluruh Indonesia yang telah diteken di Jombang Jawa Timur, Ahad (29/5) lalu di Pesantren Tebuireng. Adapun lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag) seperti yang telah dijelaskan dalam PMA tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 26 Desember 2017

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo tampaknnya bisa berbangga hati. Sebab selain disiplin, tertib pengantrean, tertib adminstrasi juga karena ribuan warga Nahdliyin antusias mendatangi pemotretan pembuatan Kartanu yang digelar di masing-masing Ranting NU.

“Alhamdulillah warga Nahdliyin sangat antusias mendatangi lokasi pemotretan Kartanu yang sudah ditentukan oleh tiap-tiap Ranting NU. Hal ini menunjukkan bahwa warga NU sangat mendukung program Kartanu ini dan memahami manfaat yang diperolehnya,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Gending A. Zuhri Muslim disela-sela pemotretan Kartanu di Desa Sebaung, Jum’at (8/3).

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Nahdliyin Datangi Pemotretan Kartanu

Menurut Zuhri, pada dasarnya pembuatan Kartanu ini targetnya bukan sebanyak-banyaknya, tetapi untuk yang benar-benar warga NU. Sebab buat apa banyak yang buat tetapi didalamnya ada penyusup yang bukan warga NU yang ikut membuat Kartanu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk itu jauh-jauh hari sebelumnya kami sudah meminta kepada seluruh pengurus ranting yang tahu persis kondisi warganya siapa saja yang bisa direkomendasikan membuat Kartanu. Jadi dalam pembuatan Kartanu ini NU jangan sampai salah sasaran,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Saba’. Menurutnya, Kartanu ini sejatinya untuk data base warga NU, tetapi bukan berarti ketika suatu daerah yang membuat Kartanu hanya ratusan kemudian dikira warga NU nya hanya ratusan. Padahal ada yang pengurus rantingnya yang tidak membuat kemudian dikira ranting tersebut tidak memiliki warga NU.

“Bagi warga NU yang tidak membuat Kartanu kami juga tetap menganggap dan mengakui sebagai warga NU tetapi belum memiliki kesadaran untuk membuat Kartanu. Oleh karena itu bagi semua warga NU silahkan berpartisipasi untuk turut membuat Kartanu,” ungkapnya.

Pelaksanaan pembuatan Kartanu di wilayah MWCNU Gending digelar selama empat hari mulai Kamis (7/3) hingga Ahad (10/3). Demi mensukseskan program Kartanu ini, pengurus MWCNU Gending bersama PAC GP Ansor Gending telah melakukan sosialisasi Kartanu di 13 Ranting se Wilayah Kecamatan Gending. Sosialisasi dilakukan dengan cara mendatangi tempat-tempat pertemuan, arisan, sarwaan, paguyuban, dan lain-lain selama seminggu sebelum pelaksanaan Kartanu.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wakil Walikota (Wawali) Surakarta, Ahmad Purnomo, hadir dalam acara puncak peringatan hari lahir (Harlah) Ke-70 Muslimat NU yang diselenggarakan di Rumah Dinas Wawali Surakarta, akhir pekan lalu.

Dalam sambutannya, Purnomo berharap Muslimat NU di usianya yang ke-70 menjadi lebih baik. “Semoga Muslimat NU semakin jaya dan sejahtera!” kata dia.

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Keberadaan Banom wanita NU itu senantiasa dinantikan kiprahnya di Kota Surakarta. “Muslimat juga terus andil dan ikut berperan, dalam proses pembangunan kota, terutama pada program-program yang berkaitan, seperti program Kota Layak Anak,” ujarnya.

Ditambahkan Purnomo, para kader Muslimat, sebagai seorang ibu, diminta pula untuk ikut mengawasi putra-putri mereka. “Sekarang ini, para orang tua mesti mewaspadai paham radikalisme, adapula LGBT. Jangan sampai lengah perhatian kita kepada putera. Mesti tahu siapa temannya,” tutur dia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, selain acara di Rumah Dinas Wawali tersebut, momentum Harlah Muslimat NU di Kota Surakarta diperingati dengan berbagai kegiatan.

“Kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 5 Maret, diadakan lomba kolase dan kaligrafi tingkat TK. Kemudian acara santunan, kunjungan ke LP Perempuan, dan donor darah,” papar Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta Nyai Nur Hidayah Idris. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Berita, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengkapitalisasi sumber daya desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Ahmad Erani Yustika mengatakan, pendirian BUMDes memiliki alasan yuridis formal yang menjadi amanat dari Undang-Undang Desa.

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa

"Di tengah situasi perekonomian di desa saat ini, ? yang kita lakukan adalah mendorong lahir dan berkembangnya BUMDes. Ini adalah upaya kita untuk mengkapitalisasi sumber daya desa," ujar Erani, Jumat (15/7).

Erani melanjutkan, alasan lain didirikannya BUMDes adalah upaya agar keluar dari situasi yang penuh masalah. Menurutnya, ? warga desa selama ini selalu berhadapan dengan kondisi yang penuh dramatis. Misalnya saat terjadinya gagal panen, terjadinya Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) dan sebagainya.

"Ada beberapa hal yang harus kita kawal, salah satunya adalah bagaimana cara kita agar bisa menumbuhkan geliat ekonomi perdesaan. Kita mencoba keluar dari situasi yang penuh masalah, di mana BUMDes memiliki peluang untuk mengkapitalisasi sumber daya dan mengurangi dampaknya," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait hal tersebut, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar mengatakan, menggeliatnya ekonomi di desa akan berdampak pada peningkatan kebutuhan lembaga keuangan. Untuk itu, BUMDes dan BUMADes (BUMDes antar Desa) di kawasan perdesaan dapat dimanfaatkan untuk menjadi salah satu unit usaha, yang memberikan permodalan kepada pelaku usaha di desa.

Menurutnya, hal tersebut tertuang dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 23, yakni salah satu jenis usaha BUMDes adalah Bisnis Keuangan (Financial Business) yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa. Misalnya memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat desa.

"Saat ekenomi di desa menggeliat, masyarakat mulai berpikir untuk menyimpan uangnya sebagai salah satu upaya investasi, serta mengajukan pinjaman sebagai modal usaha. Sehingga akan terjadi perputaran uang di daerah," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu lanjut Marwan, sarana dan pra sarana teknologi informasi dan komunikasi desa juga harus ditingkatkan, untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau fasilitas perbankan. Misalnya mobile banking, sms banking, dan internet banking.

?"Kita juga mendorong ? perbankan untuk mendirikan cabang, minimal 1 kecamatan memiliki satu cabang bank," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Pahlawan, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 11 Desember 2017

PKB Harus Perjuangkan Prinsip-Prinsip NU

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar mengingatkan politikus PKB untuk membawa gagasan-gagasan ke-NUan ke parlemen. Keberpihakan terhadap aspirasi paham Aswaja NU merupakan syarat bagi keberlangsungan kepercayaan umat kepada partai yang didirikan oleh PBNU.

Demikian disampaikan Kiai Marzuki pada diskusi pra Muktamar PKB bertajuk “Tantangan Partai Politik dalam Konsolidasi Demokrasi di Indonesia” di Empire Palace, Surabaya, Jumat (29/8) sore.

PKB Harus Perjuangkan Prinsip-Prinsip NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB Harus Perjuangkan Prinsip-Prinsip NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB Harus Perjuangkan Prinsip-Prinsip NU

“Partai ini didirikan oleh kiai dan ulama NU seperti Gus Dur, Kiai Muchit Muzadi, Kiai Munasir Ali, KH Mustofa Bisri dan sejumlah kiai lain. Sebagai konsekuensinya, kader PKB akan kualat kalau menentanga prinsip yang diperjuangkan NU,” kata Kiai Marzuki yang pernah menjadi Ketua PCNU Malang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Marzuki menyarankan para kader PKB untuk berbaur dengan kegiatan yang dilakukan NU dan warganya. Mereka perlu mengikuti secara intensif kegiatan ritual seperti yasinan, manakiban, istighotsah dan sejenisnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Prinsip perjuangan NU juga harus menjadi komitmen para politisi PKB terutama nasionalisme, humanism, dan Islamisme. "Kader yang menentang tiga prinsip ini, harus dijauhkan dari PKB," begitu tegas Kiai Marzuki.

Kiai Marzuqi hadir sebagai narasumber bersama pengasuh pesantren Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo KH Agus Ali Masyhuri, Ketua FKB MPR RI Lukman Edy, dan Luluk Nur Hamidah. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj memberikan arahan kepada Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu) untuk mendampingi dan memberi pemahaman agama bagi jamaah umrah dan haji Indonesia.

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Kelompok ekstrem memanfaatkan momen ketika para jamaah haji dan umrah datang ke Arab Saudi untuk menyebarluaskan ideologi mereka. Untuk itu, Kiai Said mengatakan Asbihu mesti berperan baik terutama bidang pelayana keagamaan bagi Nahdliyiin. Apalagi, berdasarkan Lembaga Survei Indonesia (2013) jumlah warga NU mencapai 36,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

"Barang tentu para jamaah haji dan umrah itu, warga NU banyak," kata Kiai Said dalam acara  pengukuhan Pengurus Pusat Asbihu di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/12).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut, dosen pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta ini mengatakan jangan sampai sepulang dari Arab mereka menyebarkan paham ekstrem, apalagi memusuhi amalan-amalan NU seperti yasinan, tahlilan, ziarah kubur, dan lain sebagainya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Perang era sekarang adalah perang ideologi, untuk itu kita harus lawan juga dengan memberi pemahanan yang berimbang," katanya.

Selain persoalan agama, Kiai Saaid juga meminta Asbihu NU memperhatikan sektor pengelolaan bisnis haji dan umrah ini. Ia meminta Asbihu NU untuk meningkatkan kualitas pelayanan tidak saja dalam kenyamanan perjalanan, tetapi juga penginapan dan makanan para jamaah. Selama ini, katanya, orang luar menganggap, NU selalu gagap dalam mengelola manajemen bisnis.

"Untuk itu kita buktikan bahwa NU juga bisa dan profesional," pungkas pengasuh Pesantren Atsaqofah Ciganjur ini. (Faridur Rohman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Tegal, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran”

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Di musim kampanye Capres dan Cawapres ini, rupanya tidak hanya tim sukses yang sibuk. Hj Siti Fatma misalnya kebanjiran pesan singkat yang meminta bocoran dukungan suaminya. Bocoran tersebut mencari tahu kepada siapa Rais ‘Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri menjatuhkan pilihan pada 9 Juli nanti?

“Ibunya anak-anak ~Siti Fatma~ kebanjiran sms yang minta bocoran: dalam pilpres ini aku mendukung siapa?” tulis kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut melalui akun Facebooknya, Sabtu (14/6).

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran” (Sumber Gambar : Nu Online)
Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran” (Sumber Gambar : Nu Online)

Istri Rais Aam Kebanjiran Permintaan “Bocoran”

Lanjutan status tersebut berbunyi, "Dijawab bagaimana, bah, sms-sms ini?" tanyanya sambil tersenyum.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Lho ya terserah Sampéyan mau menjawab bagaimana," jawabku juga sambil tersenyum; "kan Sampéyan yang dimintai bocoran."

Beberapa akun berkomentar status tersebut, “Di jawab tg mriki mawon yai....” (Dijawab di sini saja, Kiai).? Akun lain menulis, “Insya Allah dan pastinya tidak Golput, kami jg menunggu bocoran. Minimal butuh clue Pak Kyai....”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu akun bereaksi lain, “Hehehe... saya kangen Ibu... salam kangen dan tadzim buat Ibu Siti Fatma...” (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

PBNU Berencana Tertibkan Aset Berupa Lembaga Pendidikan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana melakukan penertiban sejumlah aset, salah satunya yang berbentuk lembaga pendidikan. Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan aset tersebut kembali menjadi milik NU.

PBNU Berencana Tertibkan Aset Berupa Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berencana Tertibkan Aset Berupa Lembaga Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berencana Tertibkan Aset Berupa Lembaga Pendidikan

Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud, mengatakan sejumlah aset berbentuk lembaga pendidikan yang akan ditertibkan mulai dari tingkatan  MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA, hingga Perguruan Tinggi dan Universitas. Sejauh ini aset-aset tersebut dikelola oleh perseorangan, yang mana kondisi itu terjadi sejak zaman pemerintahan orde baru.

"Jadi dulu ceritanya aset-aset itu diancam ditutup oleh orde baru, dan untuk menyelamatkan statusnya dirubah dari milik NU dipercayakan kepada perseorangan yang saat itu menjadi pengelolanya. Masalah kemudian muncul setelah hingga saat ini statusnya tetap dikelola oleh perseorangan dan susah pengembaliannya," terang Marsudi di Jakarta, Senin (22/10).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Marsudi menambahkan, yang lebih mengkhawatirkan sejumlah aset yang dikelola oleh perseorangan tersebut saat ini terancam berpindah tangan melalui proses penjualan. Salah satunya Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, Jawa Barat.

"UNINUS itu secara notarial sah milik NU, bukan perseorangan yang sekarang menjadi pengelolanya. Bukti-buktinya kami pegang," tegas Marsudi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dijelaskan oleh Marsudi, ketika didirikan pada tahun 1959 UNINUS sebelumnya bernama Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU)  dan berada di bawah pembinaan Yayasan Pembina Kesejahteraan Universitas Nahdlatul Ulama. Pada tahun 1963 pengelolaannya dirubah di bawah Yayasan Universitas Nahdlatul Ulama, dengan KH E.Z. Muttaqien (Alm) ditunjuk sebagai pemimpin hariannya.

Gejolak sosial politik yang menerpa Indonesia di tahun 1965 - 1966 tak luput ikut mempengaruhi proses perkuliahan di UNNU. Meski demikian tak berselang lama kondisi bisa teratasi, yang mana UNNU berdiri kembali dengan nama baru UNINUS.

Seiring perjalanan waktu UNINUS semakin besar dan mampu bersaing dengan universitas-universitas yang baru berdiri. Meski demikian sejumlah permasalahan turut muncul secara silih berganti, baik di internal pengelola maupun persaingan dengan lembaga pendidikan lain. Puncaknya di era 90-an, yang mana UNINUS harus merelakan kampus I di Jalan Terusan Halimun No 37 Bandung ke pihak lain.

Dengan berpusat di kampus II di Jalan Soekarno - Hatta Bandung, UNINUS hingga saat ini memusatkan proses perkuliahan.

“Sekarang ancaman penjualan aset UNINUS kembali muncul. Kami tegaskan, barang siapa yang melakukan itu akan berhadapan dengan PBNU,” pungkas Marsudi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, News, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Meugang

Meugang dibaca megang. Istilah lainnya adalah memeugang. Tradisi  Aceh untuk menghormati datangnya hari-hari besar Islam. Tradisi membeli, mengolah, dan menyantap daging sapi dua hari sebelum datangnya bulan Ramadan (meugang puasa). 

Tradisi yang juga dilakukan pada dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri (meugang uroe raya puasa) dan dua hari menjelang Idul Adha (meugang uroe raya haji).

Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)
Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)

Meugang

Meugang yang dilakukan sebelum Ramadan adalah upaya untuk mensyukuri datangnya bulan yang penuh berkah. Meugang pada Idul Fitri adalah perayaan setelah sebulan penuh mensucikan diri di bulan Ramadan. Sedangkan meugang menjelang Idul Adha adalah bentuk terima kasih karena masyarakat Aceh dapat melaksanakan Hari Raya Qurban.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan tradisi ini berlangsung. Namun, menurut cerita masyarakat Aceh, tradisi meugang telah lama dilakukan secara turun temurun. Bahkan, karena kentalnya tradisi ini, para pendatang maupun warga non-muslim turut serta melaksanakan meugang. Tak jarang pula instansi-instansi pemerintah maupun swasta menyediakan daging sapi untuk keperluan meugang bagi karyawannya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tradisi ini konon mampu menyedot perhatian masyarakat Aceh untuk tinggal di rumah, memasak, dan berkumpul bersama keluarga untuk menikmati berbagai hidangan dari daging sapi. Kantor-kantor pemerintahan, swasta, serta lembaga pendidikan biasanya akan sepi. Masyarakat Aceh percaya bahwa nafkah yang dicari selama sebelas bulan lamanya harus dinikmati selama bulan puasa sambil beribadah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah daging sapi diperoleh, masyarakat biasanya mengolahnya menjadi berbagai menu masakan, seperti kari, semur, maupun rendang. Selain untuk disantap pada hari itu juga, daging sapi dapat diawetkan dengan cara dijemur dan ditaburi garam untuk dikonsumsi pada hari-hari berikutnya. 

Ada juga yang diolah menjadi daging cuka khas Aceh Besar, yaitu daging sapi yang dipotong berbentuk bonggol-bonggol besar lalu dimasak dengan bumbu yang dilengkapi cuka. Dengan menggunakan campuran cuka yang banyak, maka daging olahan ini dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Jika ingin disantap, bonggol daging tersebut dapat diiris-iris seperti dendeng untuk selanjutnya dimasak sesuai selera.

Momen paling bermakna dalam tradisi meugang adalah berkumpulnya keluarga untuk menikmati menu masakan secara bersama-sama. Untuk merayakan dan menghormati tradisi ini masyarakat Aceh yang merantau pun umumnya akan pulang kampung untuk turut menyantap masakan daging sapi pada hari meugang.

Tradisi ini juga dirayakan di daerah Melayu lainnya dengan sedikit perbedaan ritual walau pada dasarnya sama. Mereka mensyukuri datangnya bulan Ramadan yang penuh berkah dan hari raya umat Islam dengan memanjatkan doa-doa, bersedekah kepada sesama, dan saling bersilaturahim. 

Di Jawa, dengan mengambil ritual yang lebih rumit, tradisi ini bernama megengan. Istilah megengan berasal dari kata meng-ageng, yang berarti mengagungkan bulan suci Ramadan. Tradisi di akhir bulan Sya’ban ini biasanya didahului dengan ziarah kubur kepada keluarga yang telah meninggal dan diikuti dengan sedekah massal di masjid atau mushala dengan ciri khas kue apem dan pisang. (Sumber: Ensiklopedi Islam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Quote, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Kamis (26/5) di Gedung PBNU lantai 8 Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Menag mengimbau kepada seluruh umat Islam agar menghindari penyaluran zakat secara langsung, tidak melalui lembaga pengelola zakat. Karena selama ini, cara tersebut kerap memakan korban jiwa karena berdesak-desakkan.

Pernyataan tersebut Menag sampaikan menyambung apa yang telah disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mengkritik sebagian warga yang lebih memilih menyalurkan zakat secara pribadi kepada para mustahiq. Dalam kegiatan bertajuk Gerakan NU Berzakat Menuju Kemandirian Umat ini, Menag juga mengapresiasi eksistensi dan perkembangan lembaga zakat yang terorganisir di lingkungan NU tersebut.

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Rakornas LAZISNU, Menag Imbau Hindari Penyaluran Zakat secara Langsung

Menurut Lukman, perkembangan yang terjadi saat ini merupakan perubahan yang cukup revolusioner. Sebab, kalau selama ini muncul kesan bahwa tradisi zakat bagi warga NU adalah melalui kiai dan diakukan orang per orang, sekarang telah melalui proses modernisasi pengelolaan, yaitu melalui lembaga.?

“Namun demikian, modernisasi pengelolaan zakat harus tetap menjaga prinsip amanah, transparasni, dan akuntabilitas,” ujar salah satu putra KH Saifuddin Zuhri itu.

Menag juga berpesan tentang perlunya pengembangan gagasan, pemikiran dan pemahaman hukum agama yang berkenaan dengan zakat dalam perekonomian modern. LAZISNU, Lembaga Bahtsul Masail NU, dan banom lainnya di lingkungan NU, perlu menjalin kerja sama yang baik untuk saling mengisi dan memperkuat perzakatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menag juga meminta LAZISNU untuk segera melakukan registrasi ulang perizinan lembaga zakat dan menjalin sinergi yang lebih erat dengan Baznas sebagai koordinator lembaga zakat secara nasional, serta proaktif melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama sebagai regulator, pembina, dan pengawas. Hal ini terkait dengan diresmikannya LAZISNU sebagai lembaga pengelola zakat oleh Kementerian Agama.

Hadir dalam pembukaan Rakornas LAZISNU ini, Wakil Ketua Umum PBNU HM Maksum Mahfudz, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, dan Anggota Dewan Syariah LAZISNU KH M Mujib Quyubi. Kegiatan Rakornas ini berlangsung, Kamis-Sabtu (26-28/5) di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 11 November 2017

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Katib Aam PBNU KH  Malik Madani menilai, peredaran uang suap untuk mendongkrak suara dalam pemilihan kepada daerah (pilkada) sudah dalam kondisi menyedihkan. Praktik haram ini menjalar hampir di seluruh lapisan masyarakat.

”Di antara mudarat pilkada adalah rusaknya moralitas bangsa, termasuk masyarakat Nahdliyin karena money politic itu. Politik uang dianggap kewajaran. Padahal itu risywah siyasiyah, suap politik,” katanya, Rabu (20/2).

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Politik Uang Pilkada Memprihatinkan

Masyarakat dinilai telah mulai menganggap politik uang sebagai suatu kelaziman. Mereka cenderung acuh tak acuh terhadap dampak buruk dari sikap tersebut bagi dirinya dan masa depan daerahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Kiai Malik, politisi yang sudah menghabiskan banyak biaya untuk usaha pemenangan pilkada sangat potensial berlaku korup ketika memimpin. Pasalnya, hampir tidak mungkin pengeluaran miliaran rupiah semasa kampanye akan dilunasi dengan gaji jabatannya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Belum lagi konflik horisontal yang terjadi di antara para pendukung masing-masing calon,” imbuhnya.

Kiai Malik menegaskan, uang suap untuk maksud dukungan pencalonan, meski diistilahkan dengan sedekah, tetap berstatus haram dan dilaknat menurut ajaran Islam. Umat Islam diimbau hati-hati dengan godaan ini, termasuk dengan upaya adu domba sejumlah pihak yang akan merusak kerukunan antarwarga.

Terkait dengan pilkada, PBNU melalui Musyawarah Nasional Alim Ulama di Cirebon 2012 lalu merekomendasikan penghapusan pemilihan langsung di tingkat daerah dan mengembalikannya ke tangan DPRD. Hal ini didasarkan pada asas preferensi mudarat terkecil di antara keduanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Bahtsul Masail, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock