Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Pringsewu, Lampung, menggelar kembali even tahunan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) bagi pelajar MA se-Kabupaten Pringsewu, Sabtu (14/11). Pada ajang bergengsi yang diadakan kali kelima ini MA Maarif Keputran Kecamatan Sukoharjo merajai perolehan juara di lima cabang lomba olahraga dan seni.

MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu

Kelima cabang lomba tersebut meliputi lari, voli, futsal, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab dan kaligrafi. MA Maarif Keputran Kecamatan Sukoharjo berhasil menjadi Juara Umum dengan mengalahkan 10 Madrasah Aliyah yang ada di Kabupaten Pringsewu.

MA Maarif berhasil unggul dengan perolehan poin tertinggi yaitu 680, mengalahkan tuan rumah MA YPPTQ MH Ambarawa dengan 600 poin sebagai Juara Umum II dan MA Nurul Ulum Gadingrejo dengan poin 520 sebagai Juara Umum III.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tropi Piala Juara Umum diserahkan langsung Ketua Pelaksana Porseni 2015 kepada Kepala Madrasah Aliyah Maarif Keputran Irsadul ibad, pada upacara penutupan di Lapangan Kampus MA YPPTQMH Ambarawa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Irsad, Torehan prestasi ini melengkapi keberhasilan MA Maarif dalam ajang perlombaan tingkat Kabupaten pada tahun 2015. Sebelumnya, pada Oktober 2015, MA Maarif Keputran juga berhasil menjadi Juara Umum pada ajang Perkemahan Maarif Cabang pertama se-Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Kompleks Gedung NU Pringsewu. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Sahur di Kampung Kami

Kereta Api Sri Tanjung jurusan Jogjakarta-Banyuwangi berhenti di Stasiun Jombang pada pukul 12.30 WIB. Berikutnya kereta ekonomi yang dipenuhi pemudik lebaran itu melaju pada pukul 12.38. Pada pukul 20.45 kereta dengan harga karcis 100.000 itu tiba di Stasiun Rogojampi.

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 04.06 menit, jadi imsaknya sudah datang. Imsaak, imsaaaak, imsaaaak, imsak.... Demikian Kang Yasin, takmir masjid Baiturrahim desa Gambor, Singojuruh Banyuwangi mengakhiri siaran sahurnya pada Senin (13/7).

Selama sebulan penuh Ramadan ini, ia dan Kang Thohari bergantian siaran sahur di desa yang termasuk masyarakat santri ini. Disebut masyarakat santri karena di desa ini banyak alumni pesantren yang berkiprah nyata di masyarakat. Di desa yang rata-rata masyarakatnya adalah petani ini saat ini terdapat satu masjid yang semarak jamaahnya dan beberapa musola (langgar).

Masyarakat desa Gambor, adalah masyarakat yang memakai bahasa khas Banyuwangi, bahasa osing. Di desa ini, dan juga desa sekitar, tradisi keislaman demikian semarak. Sahur dengan demikian sedemikian penting bagi masyarakat yang terkenal sebagai perajib bordil yang dikirim ke Bali ini.

Sahur di Kampung Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Sahur di Kampung Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Sahur di Kampung Kami

Di kampung kami, sahur disiarkan tiga kali. Pertama pd pkl 02.25, kedua pd pkl 03.05, dan ketiga pada setengah jam sebelum imsak. Dlm tiap sesi siaran itu dinyatakan perkembangan jam dan menitnya, juga kapan waktu imsaknya.

Penyiarnya dua orang, selang-seling. Seumpama bina, ya bina lafif mafruq. Kedua penyiar itu sambil menyiarkan menyelingi dengan semacam ceramah agama dengan cara renyah dan perlu, lalu bersenandung salawat. Pentingnya salat jamaah di masjid atau mushola juga disinggung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Mari sahur bapak ibu. Mari bangun. Jangan sampai kelewatan tidak sahur. Kalau tidak sahur sama seperti tidak sarapan. Bekerja tanpa sarapan membuat kita lemas. Setelah sahur bapak ibu mohon jangan langsung tidur, tapi bersiaplah menuju mushola atau masjid. Keutamaan salat jamaah itu adalah dua puluh tujuh derajat, dibanding salat sendiri."

Suara itu demikian nyaring, karena rumah ibu, tempat saya mudik, berada di barat masjid persis. Masjid Baiturrahim ini saat ini dipimpin oleh alumni pesantren. Ustadz Supriyadi, ketua takmir masjid adalah alumni Pesantren Curahkates Jember Jawa Timur. (Yusuf Suharto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 31 Desember 2017

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Banyumas, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dua hari jelang pemungutan suara, Pilkada Banyumas 2013, warga NU mengadakan doa bersama di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen, Jumat (15/2).

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Doa bersama itu diawali dengan pembacaan Ratib Al Hadad yang dipimpin Pengasuh Pesantren Darul Falah, Cikembulan, Pekuncen, Kyai Chayatul Makky yang akrab disapa Gus Hayat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut elemen generasi muda Nahdlatul Ulama mulai dari Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Forum Komunitas Galau Nahdlatul Ulama dan alumni Pesantren Darul Falah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Koordinator FKGMNU, Mahbub Wibowo mendukung berbagai gerakan yang mendorong netralitas NU. Ia berharap semakin banyak pihak yang menyuarakan kembalinya Khittah NU sebagai organisasi kemasyarakatan, kebangsaan dan keumatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia berharap generasi muda NU juga turut serta mendorong terciptanya suasana kondusif terselenggaranya Pilkada Banyumas.

"Kami juga berharap momen Pilkada Banyumas kali ini dapat memberikan pelajaran yang sangat berharga semua pihak. Banyak hal yang perlu dilakukan oleh dan untuk NU. Aspek keilmuan dan pemberdayaan ekonomi juga sangat penting untuk terus ditingkatkan," katanya.

Gus Hayat mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa berpegang teguh dan menjaga  loyalitas terhadap institusi, faham dan nilai yang dianut oleh Nahdlatul Ulama. Penguatan faham dan nilai Ahlussunnah Wal Jamaah hendaknya dipegang teguh agar warga NU tidak dapat dipecah belah.

Ia juga mengajak untuk mendoakan dan menyukseskan Pilkada Banyumas 2013 yang akan dilaksanakan Ahad (17/2). Bersama dengan para peserta yang hadir ia berdoa agar proses Pilkada Banyumas dapat berlangsung lancar dan aman.  Seperti diketahui proses demokrasi ini akan diikuti oleh enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Silakan mempergunakan hak pilih masing-masing. Yang penting kita terus menjaga loyalitas kita kepada NU secara institusi, nilai dan faham Ahlussunnah Wal Jamaah. Netralitas NU harus tetap dijaga," jelasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Susanto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 28 Desember 2017

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Jama’ah Muji Rosul, organisasi masyarakat yang memiliki agenda rutin membaca shalawat di wilayah Solo dan sekitarnya. Jamuro digagas sejak tahun 2005 oleh Kiai Abdul Karim dan beberapa kiai lainnya. Sejak kemunculannya, semangat bershalawat mulai tumbuh.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Solo, Ahmad Purnomo saat menghadiri pembacaan maulid al-Barzanji putaran ketiga yang bertempat di grand Ballroom The Sunan Hotel Solo, Sabtu (4/1). ?

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo

“Saya menilai semenjak kemunculan Jamuro di Solo, banyak sekali kelompok-kelompok shalawat yang bermunculan di wilayah Solo, baik yang menggelar acara rutinan seminggu sekali, sebulan sekali, atau yang menggelar acara shalawat 12 hari maupun 30 hari penuh di bulan Maulid ini seperti Jamuri (Jamaah Muji Rosul Putri)”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut Purnomo menjelaskan bahwa dengan kemunculan semangat bershalawat masyarakat Solo ini, berarti slogan Solo The Spirit Of Shalawat yang selama ini diusung telah sukses dan menjadi fakta bukan hanya slogan semata.

Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan jama’ah serta karyawan hotel berbintang empat di kota Solo itu, Purnomo menekankan bahwa shalawat merupakan salah satu bukti bahwa Solo tidak identik dengan Islam garis keras, ekstrim, atau teroris, “Namun Islam yang cinta damai serta berdampingan dengan pemerintahan,” tandasnya. (Ahmad Rosidi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setelah legalitas Ma’had Aly diresmikan di Tebuireng beberapa waktu yang lalu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama tancap gas untuk menyusun kerangka kurikulum. Untuk menghasilkan kerangka kurikulum yang sesuai dengan kondisi masing-masing Ma’had Aly, Kemenag menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNUdalam kerangka kurikulum tersebut.

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly

Kegiatan yang bertajuk Halaqoh Nasional Penyusunan Kerangkan Kurikulum Ma’had Aly ini berlangsung di The Media Hotel Jakarta, Kamis (2/6). Hadir beberapa tokoh penting dalam halaqoh ini diantaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Wakil Ketua Umum PBNU KH M Maksoem Mahfoedz, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP Lakpesdam PBNU H Rumadi, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag H Mohsen, A’wan PBNU Hj Sri Mulyati, dan beberapa pimpinan Ma’had Aly.

Ketua Lakpsedam PBNU H Rumadi mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya dipercaya oleh Kemenag karena selama ini Lakpesdam juga concern dengan kajian-kajian kepesantrenan bagaimana ikut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pesantren di mana Ma’had Aly berada.

“Lakpesdam tidak bermaksud menyediakan kurikulum, tetapi hanya menyediakan kerangka sesuai sumber daya yang ada, meliputi manusia, literatur, dan lain-lain,” ujar Rumadi kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Dijelaskannya, Lakpesdam juga tidak bermaksud mengintervensi kurikulum, tetapi berupaya merekomendasikan beberapa literatur kitab yang perlu dikaji dan serta beberapa kelimuan lain sehingga wawasan keilmuan agama menemukan konteksnya dalam kehidupan sosial.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara khusus, Rumadi menyampaikan bahwa posisi Ma’had Aly merupakan perguruan tinggi berbasis pesantren yang sangat dibutuhkan di era global sekarang ini. Sehingga para lulusannya diharapkan menjadi rujukan keilmuan agama bagi semua elemen masyarakat.?

Seperti yang telah diinformasikan, legalitas Ma’had Aly telah resmi diakui negara melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015. Untuk tahun pertama, pemerintah telah memberikan SK perizinan 13 Ma’had Aly dari seluruh Indonesia yang telah diteken di Jombang Jawa Timur, Ahad (29/5) lalu di Pesantren Tebuireng. Adapun lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag) seperti yang telah dijelaskan dalam PMA tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen

KH Usman adalah putra pertama KH Abdurrohman Mranggen Demak, yang pada awalnya dididik langsung oleh orangtuanya sebelum disuruh mondok ke Brumbung Mranggen Demak yang di asuh oleh KH Ibrohim.

Selepas dari Brumbung, ia meneruskan belajar di pondok pesantren Lasem yang diasuh oleh KH Kholil dan KH. Mashum. Sekembalinya dari pesantren Lasem, pada tahun 1926 beliau berusaha mengembangkan pesantren Futuhiyyah dan pada tahun 1927 diserahi tanggung jawab mengelola pesantren di bawah pengawasan KH. Abdurrohman.

Usaha dawah yang dilaksanakan oleh beliau lebih banyak yang berorientasi keluar, dalam arti lebih sering melakukan dakwah keliling. Dawah keliling yang beliau lakukan berbentuk masrokhiyah (seni teater, sandiwara) dengan musik rebana yang dipandu dengan tarian zipin dan pencak silat yang disisipi ceramah agama.

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen

Beliau lebih terkenal sebagai sosok seorang pendekar yang alim, karena pada saat itu wilayah Mranggen lebih dikenal dengan kaum abangan, jadi dawah dengan teater lebih menguntungkan.

Pada tahun 1927 ia dibantu oleh adiknya, KH Muslih, berusaha mendirikan madrasah yang kemudian diberi nama Futuhiyyah atas usulan adiknya. Namun madrasah yang baru berjalan satu tahun ini diminta NU untuk merealisasikan progam pendidikannya, tetapi perkembangan tersendat sendat dan akhirnya hilang. Selanjutnya tahun1929 beliau mendirikan madrasah lagi, namun tidak lama dibedol lagi oleh NU cabang Mranggen, dan nasibnya pun sama.

Sekitar tahun 1931, pimpinan diserahakan kepada KH. Muslih dan berhasil mendirikan madrasah tidak boleh dipindah atau dibedol. Setelah itu KH. Muslih pergi mondok lagi dan kepemimpinan pondok diserahkan lagi kepada KH. Usman dan madrasah diserahkan kepada KH Murodi beserta para guru.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah KH Muslih pulang dari Termas sekitar tahun 1935 kepemimpinan pondok diserahkan kepadanya. Hal ini karena ia lebih memusatkan perhatiannya da’wah keliling dan NU cabang Mranggen, sedangkan KH. Murodi melanjutkan belajar di Makkah.

Disamping itu ia juga membuka pesatren khusus putri yang diberi nama An Nuriyyah, sampai akhir hayat beliau tetap membantu pengajaran di pondok Futuhiyyah meski ia sudah memiliki pesantren sendiri. Beliau wafat pada tahun 1967 dengan menorehkan berbagai kemajuan selama masa kepemimpinan beliau di Futuhiyyah. Kemajuan selama masa kepemimpinan KH Usman diantaranya penataan manajemen pesantren, penataan manajeman madrasah, dan pendidikan seni dan keterampilan.

Selain itu masih banyak kemajuan kemajuan dan peran sertanya dalam pendidikan pesantren atau dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

?

Abdus Shomad, Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

Cirebon, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mencuatnya desas-desus rencana penjualan Masjid Teja Suar di beberapa media lokal Cirebon maupun nasional, menjadikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Cirebon, Jawa Barat berinisiatif melakukan aksi “Koin Peduli Masjid Teja Suar”.

Aksi pengumpulan koin rencananya digelar mulai Senin (25/11) ini. Aktifis IPNU dan IPPNU telah menyiapkan secara teknis untuk meraih simpati publik di Cirebon.

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

"Saya sangat tidak setuju dengan rencana itu. Dalam ilmu Fiqih, menjual tempat ibadah itu hukumnya jelas haram,” terang Ketua PC IPNU Wahyono.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Masjid yang berdiri di tanah seluas 3000 M2 di jalan Tuparev kota Cirebon itu kabarnya telah ditaksir seharga 11 sampai 13 milyar rupiah untuk segera dialihfungsikan menjadi sebuah ruang pameran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menanggapi hal itu, Wahyono menegaskan pihaknya siap menempuh berbagai upaya untuk menghentikan rencana penjualan masjid. Melalui organisasinya ia bertekad kuat membebaskan Masjid Teja Suar dari rencana penjualan.

“Ibaratnya dari pada dijual kepada orang lain untuk kemudian dijadikan ruang pameran, lebih baik dijual kepada kami agar tetap menjadi masjid," tambahnya.

Mungkin, lanjut Wahyono, kami tidak bisa mengumpulkan dana sesuai dengan nominal yang muncul di media. Namun setidaknya aksi ini bisa mengetuk hati masyarakat Cirebon untuk bersama-sama menolak rencana itu.

Sebelumnya, informasi terkait Masjid Teja Suar juga telah mengundang reaksi dari berbagai pihak termasuk Ketua PWNU Jawa Barat H Eman Suryaman dan Ketua MUI kabupaten Cirebon KH Ja’far Aqil Siroj. Keduanya menentang keras rencana penjualan masjid yang didirikan di atas tanah wakaf itu.

“Haram hukumnya dan tidak dibenarkan. Apalagi sudah dibangun masjid, tentu secara otomatis dijadikan sebagai wakaf. Kalau sudah wakaf ya tidak boleh dijual,” tegas Kiai Ja’far.

Sementara itu, pengurus Masjid Teja Suar masih enggan berkomentar saat dikonfirmasi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sedangkan sejumlah jamaah yang tampak berkegiatan di masjid itu mengaku mendengar rencana penjualan masjid yang didirikan tahun 1976 itu. ? (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock