Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Jakarta,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penulis buku Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Pribumi dan Islam Transnasional, Imdadun Rahmat menilai, karakter Islam transnasional yang cenderung kaku, hitam-putih, tekstual, dan intoleran menjadi bahaya bagi keberlangsungan negara Indonesia yang dikenal plural.

Selain itu, Islam transnasional bisa menggerus watak Islam Indonesia yang cenderung ramah dengan budaya lokal.

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

“Islam transnasional berpretensi menghabisi Islam lokal, Islam yang telah mengalami proses dialog, proses akulturasi positif dengan konteks lokal,” kata Imdad seusai peluncuran dan bedah buku itu di Jakarta, Senin (9/10).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Imdad menjelaskan, Islam transnasional juga menganggap bahwa praktik Islam di Nusantara itu bukan Islam yang sempurna (kaffah) karena sudah bercampur dengan unsur-unsur budaya dan tradisi masyarakat setempat. Kemudian, mereka menawarkan Islam transnasional yang memiliki slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai Islam yang sempurna (kaffah).

Lulusan Pesantren Jumput Pamotan, Rembang itu menilai, konsep Islam kaffah yang ditawarkan oleh kelompok Islam transnasional juga merupakan Islam yang berakar pada budaya lokal, yaitu budaya di Arab dan Timur Tengah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kemudian dipersepsikan sebagai Islam yang paling otentik, yang paling asli, murni, dan tidak tercampur dengan unsur-unsur di luar Islam,” jelasnya.

Perkuat Islam moderat ala Indonesia

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2016-2017 itu berpendapat, Islam transnasional dengan segala karakternya tersebut tidak sesuai dan cocok dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, Islam moderat (wasathiyah) ala Indonesia harus diperkuat untuk menangkal Islam transnasional itu.

Ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, membangun argumen Islam wasathiyah yang kuat baik dari sisi sosiologi ataupun sisi teologi.

“Buku yang saya karang ini adalah kontribusi untuk membangun argumen Islam wasathiyah secara sosiologis dan teologis,” urainya.

Bagi Imdad, melalui buku ini ia berpendapat bahwa Islam Indonesia dengan karakter moderasi adalah juga Islam yang paripurna (kaffah). Ada delapan ranah budaya Islam: Arab, Persia, Turki, Anak Benua India, sub-Sahara Islam, China Islam, belahan dunia Barat, dan Nusantara.

“Sesungguhnya (Islam Nusantara) sama sahnya dengan yang ada di Arab ataupun yang lainnya. Maka yang paling tepat untuk Indonesia ya Islam Nusantara,” ucapnya.

Menurut dia, Islam yang paripurna (kaffah) bagi Indonesia bukanlah Islam yang diimpor dari tempat lain dengan segala unsur budaya yang tercampur di dalamnya, tetapi Islam Nusantara yang telah mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal.

Kedua, mensosialisasikan argumen Islam wasathiyah. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tahu dan tidak terkecoh dengan kelompok Islam transnasional.

“Dan membentengi masyarakat dari pengaruh mereka,” tukasnya.

Ketiga, de-transnasionalisasi Islam transnasional. Imdad menerangkan, harus dilakukan penyadaran terhadap mereka yang meyakini bahwa Islam transnasional adalah kebenaran tunggal untuk Indonesia.

“Harus disadarkan untuk kembali kepada Islam yang cocok untuk Indonesia, yaitu Islam Nusantara,” terangnya.

Terakhir, pemerintah harus membuat regulasi untuk membendung radikalisasi dan kekerasan yang ditimbulkan oleh Islam transnasional.

“Harus ada sinergi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat,” tutupnya. (Mukhlison Rohmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Teman Terbaik saat Duduk





? ? ? ? ?

Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Teman Terbaik saat Duduk

"Sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku." [Maqalah]

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku. Mereka menerjemahkan, menulis, membaca, dan menyebarkan gagasan tanpa pernah surut semangat. Buku atau kitab adalah representasi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya ayat pertama yang turun berbunyi iqra (bacalah), kendatipun ayat ini bermakna lebih luas dari sekadar membaca buku. Wallahu alam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Ulama, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengajak segenap bangsa Indonesia untuk optimis dan rasional dalam menghadapi bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Bencana sedianya tidak hanya dilihat dari aspek mistiknya saja.

"Indonesia ini memang rawan bencana, dan bangsa ini harus siap menghadapi dengan perhitungan rasional, nggak usah dihubung-hubungkan dengan berkuasanyya seseorang,” kata Gus Dur dalam Konser Amal DPP PKB untuk gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (29/6) malam.

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Dikatakan Gus Dur, bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan untuk bisa bertahan dari segala macam bencana. Menurutnya letak wilayah Indonesia sangat rawan bencana dan butuh pemikiran bagaimana menanggulangi bencana yang akan terus terjadi. Pemerintah diharapkan memperhitungkan faktor posisi Indonesia dalam menjalankan program pembangunannya. “Harus ada langkah-langkah rasional,” katanya di hadapan para tamu dan ratusan massa PKB.

Konser Amal malam itu, menurut  Andi M. Ramly, Ketua Panitia Konser Amal PKB, merupakan bagian dari kepedulian PKB atas musibah yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah. Diharapkan dari konser amal itu dapat terkumpul Rp. 300 juta, yang rencananya akan langsung diberikan kepada korban gempa pada 9 Juli nanti, dalam acara Tabliq Akbar yang akan diadakan di Bantul, Yogyakarta.

Konser Amal dihadiri sejumlah fungsionaris DPP PKB dan dimeriahkan oleh beberapa artis ibukota, di antaranya Rieke Dyah Pitaloka, Franky Sahilatua, dan Sukilah dengan diiringi musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ngatawi el-Zastrouw. (nam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, AlaSantri, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

Kiai Hasyim Muzadi dalam sebuah ceramah pernah berkisah tentang orang Kristen yang heran atas perilaku umat Islam ketika beribadah. “Gimana orang Islam ini. Wong ibadah kok sandalnya sering hilang?!”

Ledekkan ini dibalas santai Kiai Hasyim. “Ya mesti saja hilang, lha wong sandalnya enggak dipakai. Nah, sampean kan sepatunya dipakai pas di gereja.”

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

“Jadi yang hilang bukan sepatunya tapi sepeda motornya,” tambah Kiai Hasyim disambut tawa hadirin. ? (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Mustolih Siradj (konsumen dan donatur Alfamart) selaku Tergugat II mengajukan saksi penting, yakni A. Alamsyah Saragih Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) angkatan pertama.

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Dalam kesaksiannya, Alamsyah menyatakan, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat masuk kategori sebagai Badan Publik. Hal tersebut sebagai konsekuensi pertanggungjawaban kepada publik meskipun entitas Perseroan adalah badan hukum yang seharusnya mencari laba (untung).

“Hal itu sebagai social control kepada penyelenggara sumbangan,” ujar Alamsyah, Jumat (17/3).

Maka itu, lanjutnya, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat dapat dimintai data atau informasi oleh Donatur maupun masyarakat luas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alamsyah yang kini menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menambahkan, laporan Perseroan yang mengumpulkan sumbangan kepada Menteri Sosial tidak menggugurkan kewajibannya kepada publik

“Memberikan informasi seputar sumbangan. Begitu pula dengan yayasan atau lembaga yang mendapatkan atau menerima penyaluran donasi dari Perseroan tersebut juga menjadi Badan Publik,” tegas Alamsyah.

Alamsyah juga menyesalkan apabila ada Perseroan yang meminta sumbagan dari masyarakat tetapi kemudian uang sumbagan itu diklaim sebagai dana CSR (Corporate Social Responsibility) Perusahaan tersebut.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebab mengenai CSR aturannya sudah jelas diatur UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Jo PP No. 47/2012, sumber dana CSR dari dana perusahaan bukan sumbangan,” jelasnya.

Alamsyah Saragih menguatkan Putusan KIP No. 011/III/KIP-PS/2016 yang menyatakan bahwa Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) sebagai Badan Publik karena meminta sumbangan kepada masyarakat atau konsumen secara agresif, rutin, dan masif di seluruh Indonesia. Bahkan berkelanjutan selama bertahun-tahun dengan total donasi yang terkumpul hampir mencapai Rp100 miliar. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Budaya, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Kendal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah menggelar apel di alun-alun Kendal untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 62 IPNU, Jumat (26/2) kemarin. Acara ini merupakan acara lanjutan dari beberapa rangkaian acara yang telah terlaksana sebelumnya.

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Apel ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Kapolda Jawa Tengah Nur Aliyang menjadi pembina apel, Ahmad Zuhri yang memimpin doa, KH. Arja’ Imroni dan KH M. Abbas Fuad Hasyim yang memberikan orasi ilmiah. Serta hadir juga Bupati Kendal Mirna Annisa, Dinas Pendidikan Provinsi, Kemenag Kendal, dan Dwipora Prov. Jateng.

Sekitar 4000 peserta hadir dalam apel ini. selain perwakilan dari PC IPNU se Jawa Tengah, apel ini juga diikuti pelajar berasal dari sekolah Maarif di Kabupaten, SMP N 1 Kendal, SMP N 3 Patebon, SMP 2 Kendal, SMK N 4 Kendal, Pemuda Pancasila, SMK NU 02 Kendal, dan beberapa? sekolah lain serta seluruh PAC? IPNU se-Kabupaten Kendal.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara Apel ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang sebelumnya dilakukan geladi bersih bagi para petugas Apel. Agenda ini di isi dengan Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dan pemaparan-pemaparan unsur negatif bagi gerakan radikalisme, serta orasi kebangsaan sebagai penguatan ideologi kebangsaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Teks Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dibacakan tepat setelah pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, dan berikut ini kutipan lengkap teks deklarasi tersebut:

Deklarasi Pelajar Antiradikalisme



Pertama, kami pelajar Jawa Tengah menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun di seluruh penjuru nusantara, karena bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, khususnya ISIS, sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama apapun, dan kemanusiaan.

Ketiga, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk aksi kekerasan ekstremisme dan terorisme di bumi nusantara.

Keempat, kami pelajar Jawa Tengah siap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran paham radikal, seperti ISIS, di lingkungan pendidikan

Kelima, kami pelajar Jawa Tengah berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada semua pelajar dan masyarakat pada umumnya, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian, dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masing-masing, dan

Keenam, kami pelajar Jawa Tengah siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme khususnya ISIS di seluruh bumi nusantara

Setelah teks deklarasi selesei dibacakan, dan diikuti oleh semua peserta, pembina apel menyampaikan amanat kepada para peserta. Ia menghimbau para pelajar NU untuk selalu mewarisi semangat NU dalam mempertahankan NKRI, karena dalam sejarahnya NU selalu berupaya menangkal gerakan-gerakan radikalisme yang merongrong sendi-sendi keutuhan negara.

“Pada darah saudara mengalir darah untuk menegakkan NKRI, karena kalian adalah anak-anak muda NU yang mewarisi semangat juang leluhur NU. NKRI harga mati!,” paparnya dalam sesi amanat pembina upacara. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Januari 2018

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar silaturahmi kader, Jumat (1/7) sore. Mereka membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Kecamatan Salopa di Coblong Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Pertemuan dan bakti sosial ini diikuti kader IPNU se-Kabupaten Tasikmalaya dari mulai komusariat, ranting sampai anak cabang. Kegiatan ini dimulai setelah ashar sampai magrib.

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Ratusan warga yang sedang menunggu buka puasa dan berlalu lalang sekitar Pasar Salopa itu menghampiri para kader IPNU dengan senyuman. Ada juga sebagian warga ikut membantu pelajar membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Salopa. Kegiatan ini dihentikan 10 menit menjelang buka puasa. Mereka kemudian berbuka puasa bersama di Danau Lemona Salopa.

Ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk silaturrahmi kader IPNU di Tasikmalaya yang juga merupakan bagian dari evaluasi kinerja IPNU Tasikmalaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pada pertemuan kali ini kami membicarakan kaderisasi yang merupakan tugas utama kami di IPNU seperti pelaksanaan Latihan Kader Utama (Lakut) se-Priangan Timur yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya.”

Kami juga membidik penerimaan siswa baru. Kami akan turba dan mencoba melebarkan sayap di sekolah-sekolah untuk bisa merekrut kader para pelajar. Masa orientasi ini kita jadikan sebagai kaderisasi awal di IPNU dengan cara mengisinya dengan Masa Kesetiaan anggota (Makesta).

“Kami menargetkan minimal 1000 anggota baru tahun ini.”

Ia melanjutkan, bagi-bagi 1000 takjil ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan Pelajar NU di masyarakat. Kami berharap ini menjadi amal baik para pelajar NU sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadhan. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pendidikan, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock