Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan

Kota Kupang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selain mendorong peningkatan ketakwaan, puasa Ramadhan mengajarkan umat Islam untuk membangun persatuan dan persaudaraan kemanusiaan. Ibadah puasa menitipkan pelajaran saling menghargai sesama kepada umat Islam tanpa melihat asal usul masing-masing.

Dalam acara buka puasa bersama di aula kediaman Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang, Senin (14/7), ustadz Muhammad Camuda dalam taushiyahnya mengajak umat Islam NTT untuk bersatu meningkatkan keimanan.

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan

“Keimanan dalam Islam mencakup keyakinan kepada rukun Iman dan menjaga kepercayaan terhadap sesama. Di sini letak substansi puasa. Muslim dan nonmuslim perlu perlu mempererat tali persaudaraan dengan menjunjung tinggi nilai toleransi,” kata ustadz Camuda di hadapan ratusan hadirin dari kalangan NU dan sejumlah ormas Islam lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Persaudaraan, lanjut ustadz Camuda, tidak mengenal agama, suku, dan budaya. Kalau rasa persaudaraan terbangun, maka satu sama lain akan saling melindungi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Contoh, kita tidak perlu memagar rumah dengan tembok yang setingi-tingginya. Kita cukup memagarnya dengan kebaikan. Jika kita baik terhadap sesama, maka tetangga kita dan orang lain yang akan menjaga rumah dan lingkungan kita,” tandas Camuda.

Wakil Gubernur NTT Beni Litel Noni dalam sambutannya membenarkan taushiyah agama Camudi. Bulan puasa bagi umat Islam NTT, menurut Beni, bulan penuh berkah.

“Puasa yang penuh hikmah ini harus dijadikan kesempatan agar kita saling menjaga suka cita di antara kita. Buka puasa bersama ini mencerminkan kita saling mengedepankan nilai toleransi antarkelompok beragama dan antarumat beragama yang ada di NTT,” tutup Beni. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 28 Februari 2018

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Harga cabai terutama cabai rawit masih dikeluhkan masyarakat, karena hingga saat ini masih mahal, jauh dari harga normal. Seperti di Kabupaten Sidoarjo harga cabai rawit rata-rata masih mencapai 130 ribu rupiah per kilogramnya.

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Usaha Logistik (Bulog) divisi regional Jawa Timur, sudah melakukan operasi pasar cabai murah di sejumlah kota dan kabupaten sejak pekan lalu.?

Namun, operasi pasar ini belum mampu menekan kenaikan harga cabai yang saat ini masih menembus angka 130 ribu rupiah per kilo.

"Sementara ini kami berharap masyarakat bisa menggunakan cabai yang ditanam sendiri atau yang olahan itu. Karena memang cuaca dan pasokannya kurang. Kita sudah berusaha mendatangkan pasokan dari provinsi lain, tapi memang sangat berkurang," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf disela-sela acara dzikir akbar di Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (12/2).?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Operasi pasar tidak bisa menekan harga karena jumlah cabai yang dijual, tidak sebanding dengan kebutuhan cabai masyarakat. Pemprov dan Bulog Jatim juga kesulitan mendapatkan, stok cabai dari para petani dalam jumlah besar.

Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf berharap, akan ada panen cabai dari sentra produksi pada bulan Januari ini. "Stoknya yang belum ada, harapan kami Januari dan Februari ini sudah ada panen 7 hektar atau 15 hektar, itu sangat menolong pasokan yang ada," tegas pria yang akrap disapa Gus Ipul itu.

Ketua PBNU itu juga menyayangkan pemerintah pusat yang tidak segera melakukan impor, pada saat stok cabai lokal anjlok drastis dan harganya meroket. Gus Ipul juga mengimbau ibu-ibu untuk berinisiatif mulai menanam cabai sendiri di rumah.

"Kelangkaan ini masih bisa diatasi, meskipun kenaikannya disamping memberatkan masyarakat dan mempunyai pengaruh inflasi. Kita lagi usaha terus, kita sebenarnya mencukupi, di beberapa tempat ada yang masih 120 ribu, 130 ribu, tapi intinya kita melakukan operasi pasar dan dan memperbanyak stok, membangun kesadaran masyarakat," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail, Internasional, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 27 Februari 2018

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Karangrejo mengadakan pengajian rutin. Pekan ini mereka menggelarnya di masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Senin (9/10) malam.

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Turut hadir pada pengajian rutin dua mingguan itu pengurus Syuriah dan Tanfidziyah serta puluhan warga mulai. Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al-Waqiah, Rotibul Haddad, dan istighosah bersama. Kemudian pengajian umum sekaligus pembekalan dari Rais Syuriah Tanfidziyah.

Ketua PRNU Kelurahan Karangrejo Ahmad Thoyib mengatakan, dengan adanya rutinan organisasi seperti itu, akan menambah daya gedor perjuangan.

"Apa pun gerakannya, sebesar apapun massanya, jika tidak diimbangi dengan perkumpulan rutin, hanya omong kosong," tegasnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menambahkan, dengan agenda kegiatan seperti ini PRNU Kelurahan Karangrejo mampu membaca perubahan, peluang, dan tantangan terbaru secara up to date.

"Seperti malam ini, kita dapat merapatkan persiapan agenda kegiatan menyongsong Hari Santri Nasional (HSN). Serta mampu merekrut masyarakat sekitar untuk terlibat dalam struktural organisasi NU lebih giat. Tak kalah penting juga menambah persaudaraan antar pengurus dan anggota baru," terang Thoyib.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga kegiatan ini selalu diberikan keistiqomahan. Karena istiqomah lebih baik daripada seribu karomah. Juga dengan amalan yang istiqomah ini, Allah lebih menyukai meskipun sedikit," tutup Thoyib.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh perwakilan jajaran pengurus cabang Rijalul Ansor Ahmad Sugiono. Serta pengurus PAC IPNU Kecamatan Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Mojokerto, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu kegiatan yang dilakukan Tim Kirab Resolusi Jihad NU adalah kunjungan ke para sesepuh NU dan ziarah ke makam pejuang NU. Seperti pada Jumat (14/10) kemarin. Tim yang dipimpin oleh Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz menyempatkan berkunjung ke Sidogiri dan Makan Syaikhuna Kholil Bangkalan.

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Kedatangan Tim menjelang tengah malam di Pesantren dan Makam Syaikhuna Kholil Bangkalan, disambut keluarga besar pondok pesantren, para santri, pejabat Kemenag, dan Pemkab serta DPRD Bangkalan.

Setelah melakukan ziarah, Tim berkesempatan mendengarkan taushiyah dan arahan dari ulama setempat di antaranya dari KH Muhammad Faisal Anwar. Lebih istimewa, Kiai Faisal Anwar berkenan memberikan ijazah kepada Tim Kirab Resolusi Jihad NU. Ijazah yang diberikan adalah shalawat Kholiliyah, yang merupakan shalawat khas di Pesantren Kholil Bangkalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga dengan ijazah ini Panjenengan semua akan mendapat barokah dari Kiai Kholil," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth selesai acara, Kiai Anwar berpesan agar para santri dan generasi muda berbuat manfaat. Selain itu, katanya, juga tidak boleh mudah terombang-ambing pada sesuatu yang belum tentu jelas kebenarannya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Kiai, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Makassar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Innalillahi wainna ilaihi rajiun, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan Gurutta Abdurrahman atau dikenal dengan H Abdurrahman “Bola Dunia” pulang ke rahmatullah, Ahad (15/2), pukul 20.00 WIB. Jenazah disemayamkan di kedimannya di Jalan Ade Irma Nasution D 16, Makassar, Sulsel.

Abdurrahmann merupakan pendiri dan saat ini Ketua Badan Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang menaungi salahh satu perguruan tinggi NU, yakni Universitas Islam Makassar (UIM). Ia dikenal  banyak berkorban dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Sulsel.

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Abdurrahman pernah pula memegang amanah sebagai Sekretaris PWNU Sulsel sebelum akhirnya menjadi ketua PWNU Sulsel untuk periode 1988-1995.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PWNU Sulsel dan keluarga besar UIM menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tokoh NU ini. Tampak hadir di kediamannya malam itu Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Ketua PCNU Makassar H Abd Wahid Thahir, serta segenap pengurus NU dan civitas akademika UIM lainya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Doa, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Jihad dengan peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah peperangan untuk mempertahankan hak kehidupan masyarakat Muslim yang diserang lebih dahulu. Selain itu perang juga dilakukan untuk membela kaum yang lemah.

Ini berbeda pada zaman sekarang di mana soal keamanan dunia sudah diatur oleh PBB sehingga tidak mungkin lagi terjadi penyerangan terhadap umat Muslim seperti pada masa dahulu.

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Demikian disampaikan Prof Dr Ahmed Ad-Dawoody dalam diskusi Tashwirul Afkar yang digagas Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (29/7) sore.

Ahmed memaparkan hal yang perlu ditunjukkan umat Islam adalah mempertahankan esksistensi diri umat Islam, namun bukan untuk menyerang kaum non-Muslim. Tentang jihad banyak ayat yang membicarakan dalam perspektif hukum Islam. Salah satunya pada Al-Quran Surat At-Taubah ayat 9.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sayangnya, kata Ahmed, para penafsir melakukan hal yang mereka anggap sebagai aksi jihad melihat ayat ini hanya secara sepotong-sepotong. Padahal dalam menafsirkan suatu ayat seseorang harus paham tata aturan bahasa Arab dan aturan penafsiran lainnya. Itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ahmed menambahkan, suatu hukum harus menyesuaikan waktu (masa) dan tempat. Aturan tentang perang juga perlu mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya.

Aturan hukum tentang perang menjadi hal yang penting dalam hubungan umat Islam baik dengan sesama umat Islam, umat Islam dan non-Muslim, umat Islam dalam suatu negara, dan antarnegara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan narasumber Wakil Ketua Lakpesdam PBNU H. Ahmad Baso. Seluruh mahasiswa STAINU Jakarta beserta dosen mengikuti kuliah mengawali pertemuan pertama semester genap.

"NU dan NKRI tidak akan dipisahkan selamanya, bagaikan melindungi orang kepanasan, menunjukan jalan yang benar bagi orang yang kesasar, melarang orang yang mengalami kegelapan," ujar Ahmad Baso di kampus yang berlokasi di Yayasan Miftahul Huda, Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad ( 22/1 ).?

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Menurut dia, NU membangun ikatan kebersamaan pada segenap penduduk Indonesia tanpa melihat latar belakang keyakinan dan agamanya. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, para pejuang dan pahlawan serta syuhada mayoritas dari kalangan santri dan ulama pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU.?

Sehingga, lanjut pria yang pernah nyantri di Pesantren An-Nahdlah Makassar (1985-1990) dibawah asuhan Anregurutta Muhammad Haritsah AS, itu keberadaan NKRI ini dibangun di atas tulang berulang para syuhada, santri, dan ulama tanpa pamrih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para penguasa dan pejabat di Nusantara ini harus menegakkan keadilan tidak mengunakan akal pikiran saja, melainkan menggunakan hati nurani ke-NU-an," kata penulis buku Agama NU untuk NKRI tersebut.

Salah satu mahasiswa STAINU Jakarta bertanya kepada narasumber, bagaimanakah sumbangsih NU untuk mempertahankan UUD 1945 dan Pancasila.

"Hakikat musyawarah itu tidak dapat tergantikan yaitu asas kekeluargaannya, tradisinya dan pondasi. Itu tidak dapat diubah-ubah. Dan yang diubah dari UUD 1945 itu hanyalah bajunya saja, tetapi makna dan filosofi undang- undang tentang ekonomi, adat, agama, dan kemakmuran rakyat Indonesia tetaplah pada pondasinya yaitu Pancasila," jawab Ahmad Baso, anggota Komnas HAM RI (periode 2007-2012).

Kalau, Indonesia diubah dengan sistem lain, lanjut Ahmad Baso, warga NU dan mayoritas umat Islam tidak akan menerima sistem baru yang belum teruji dengan membuang sistem pemerintahan yang telah menjamin pemerintahannya.

"Dengan sejumlah alasan tersebut, tidak ada pilihan bagi warga NU, kecuali semakin mantap dalam berjamiyah serta kukuh menjaga negeri ini. Bahkan dikatakan bahwa NKRI harga mati," pungkasnya. (Elsa Ruspandi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Para personel Banser Tanggap Bencana (Baga) Gerakan Pemuda Ansor Jember bahu-membahu bersama anggota TNI dan Polri melakukan sterilisasi pasca banjir dan longsor di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Sabtu (28/01).

Tidak kurang dari 80 personel Bagana diturunkan. Sebelumnya, Pimpinan Cabang GP Ansor Jember HM.Ayub Junaidi dihubungi camat setempat yang meminta bantuan agar menurunkan personel Bagana untuk melakukan sterilisasi material longsor setinggi 20 meter dan menutup jalur irigasi di Dusun Rayap Desa Kemuning Lor.

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember

Dalam aksi sosial tersebut tampak beberapa pengurus dari Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Jember, di antaranya Wakasatkorcab Banser Jember Alfin Kurnia Elfani, Kasetma Banser M. Sholeh Huddin, Kabiro Bagana Muhammad Lefand, dan Kabiro Logistik Moch. Rhasidy.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Bagana Jember akan selalu siap sedia memantau keadaan di lapangan, bahkan tak segan untuk turun langsung baik diminta ataupun tidak," kata Sekretaris PC GP Ansor Jember H Kholidi Zaini yang saat itu turun langsung memimpin jalannya aksi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Mendagri ‘Curhat’ ke PBNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyampaikan curahan hatinya (curhat) kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait perkembangan politik di Indonesia. Katanya, sejak reformasi bergulir, Kementerian yang dipimpinnya nyaris tidak punya hak untuk mengarahkan ormas dan mengatur lalu lintas ide yang berkembang dari luar negeri.



Mendagri ‘Curhat’ ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri ‘Curhat’ ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri ‘Curhat’ ke PBNU

“Kita ini dibuat tidak punya hak. Tugas kita mencatat saja ormas yang masuk,” katanya dalam audiensi dengan PBNU di kantor Kementerian Dalam Negeri di jalan Medan Merdeka Utara Jakarta, Rabu (10/8).

Rombongan PBNU dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bersama Sekjen PBNU Ikbal Sullam beserta beberapa pengurus lembaga dan lajnah di lingkungan PBNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Gamawan mengatakan, pada masa reformasi tatanan politik berubah drastis. Para politisi cenderung mengarahkan Indonesia persis seperti Amerika dan negara-negara liberal di Eropa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kecenderungannya diserahkan suara pasar saja, padahal pendidikan rata-rata rakyat Indonesia kan baru sekolah menengah atau SMP, berarti kualitas pasar yang dimaksud ya pasar SMP,” katanya.

Menteri juga sempat mengeluhkan beberapa fakta terakhir terkait hasil pemilihan kepala daerah di beberapa tempat. Beberapa calon bupati yang sedang terkena kasus justru malah terpilih kembali karena tidak ada persyaratan bahwa calon kepala daerah harus bersis dari cacat moral.

“Kita ini mau bedemokrasi seperti apa. Disebutkan bahwa syarat seorang calon presiden haruslah tidak cacat mora, tapi untuk jadi gubenur atau bupati tidak apa,” katanya menyinggung penolakan sejumlah kalangan terhadap gagasan Mendagri memasukkan pasal moral dalam undang-undang pemilu.

Menanggapi hak itu Said Aqil menyampaikan, pihaknya mendukung berbagai upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi bangsa yang karut marut setelah era reformasi.

“Kita tidak ikut campur urusan politik. Tapi kita siap bekerjasama untuk membangun bangun bangsa, masyarakat dan umat Islam. Kita sudah satu barisan dengan pemerintah,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

Bandar Lampung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kapolda Lampung Brigjend (Pol) Ike Edwin menyambut baik kegiatan Liga Santri Nusantara. Pada pembukaan kegiatan, Senin (19/9), Ike yang juga Perdana Menteri Kepaksian Skala Brak, Lampung Barat berkenan melakukan tendangan pertama.

Di pengujung acara, Ike secara pribadi menjanjikan hadiah tambahan berupa uang pembinaan, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

"Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan memberikan hadiah itu, bahkan diserahkan kontan kepada panitia," ujar Ketua Hipsi Lampung H Karim di Stadion Utama Pahoman Bandar Lampung, Kamis (22/9).

Sementara Pesantren Daarul Ulum Tanggamus melawan Pesantren Riyadhatul Ulum, Lampung Timur di babak final. Tanggamus unggul 1-0 atas Lampung Timur.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Babak pertama pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua, menit ke-15 tim Tanggamus melalui penyerang Habib Fauzi Rahman mencetak gol perdana yang disambut gempita suporter dengan tabuhan rancak genderang dan teriakan senang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berlatih selama empat bulan sebelum kegiatan," ujar Rudi Hartono, pelatih kesebelasan Lampung Timur. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Kajian Islam, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Bulan Ramadhan tahun ini terlihat berbeda. Hal itu ditandai dengan munculnya aktivitas ngaji yang dilakukan secara daring (online) melalui media sosial. Fenomena yang mulai marak pada Ramadhan tahun ini menjadi topik diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat yang bekerja sama dengan PP IPNU dan Santri Online pada Jumat (09/6) malam di basecamp? IMT CIputat.

Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Dalam memanfaatkan teknologi internet untuk berdakwah, Sya’roni As Syamfury sebagai penggagas media santri yang bergerak secara online itu pada awal mulanya diprakarsai atas dasar dua hal.?

“Pertama Dampar Ngebul, yang kedua Dapur Ngebul,” ungkap alumni Ponpes Lirboyo itu yang juga sebagai penggagas awal Santri Online bersama Abdul Wahab.

Menurutnya, Dampar Ngebul bermakna bahwa dakwah melalui media sosial dilakukan secara masif dengan niat untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Sedangkan pengertian Dapur Ngebul itu supaya kegiatan yang dilakukan dengan cara online tersebut dapat berjalan secara konsisten, harus diimbangi dengan pemasukan secara material yang dapat menunjang keberlangsungan dakwah.?

“Semangat Nahdlatul Ulama pada awal berdirinya saat itu berawal dari serikat perdagangan atau yang dikenal dengan Nahdlatut Tujjar,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain halnya yang disampaikan oleh Ketua Bidang Jaringan Pesantren Gus Aqib Malik yang mengungkapkan bahwa dalam mengemas metode berdakwah harus mengikuti arus, tetapi jangan sampai terbawa arus.?

“Banyak komunitas yang besar, dakwah yang diajarkan pun islam substansial dan rahmatan lil alamin, tetapi mayoritas masih kalah dalam kemasan. Padahal, khalayak umum lebih cenderung melihat kemasannya terlebih dahulu,” ungkap Direktur Almaliki Center itu.

Sementara itu, kegiatan diskusi yang berlangsung seusai penutupan ngaji online Kitab Washiyatul Musthofa bersama Gus Aqib Malik itu juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PBNU Ali Sobirin.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada kendala yang umum dialami oleh beberapa kalangan santri,” ujar pria yang berprofesi sebagai trainer dan juga peramu buku Teknologi Ruh itu.

Ia menilai bahwa kendala tersebut biasanya dipengaruhi oleh sikap tawadhu yang tidak ditempatkan pada tempatnya. Padahal, tambahnya, pada dasarnya sikap tawadhu adalah menempatkan situasi pada kondisi yang sesuai dengan potensinya.?

Menurutnya, teman-teman santri ketika diajak maju ke depan masih dorong-dorongan dengan teman-temannya, tapi kalau sudah maju ke depan dan dipancing untuk berbicara, ilmunya baru bisa keluar semua.?

“Kita kaum santri, ketika berani membuka kitab, kita juga harus berani membuka diri,” tutupnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. “Mari kita kembali pada Islam yang ramah bukan pemarah, Islam yang merangkul bukan memukul, hentikan ekspresi yang kebablasan, saling mencaci dan memaki di antara anak bangsa,“?

Demikian disampaikan oleh Sekjen PBNU, H.A. Helmy Faishal Zaini dalam pidatonya saat memimpin apel kebangsaan di alun-alun Wonosobo, Ahad (21/5).?

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Ribuan warga Nahdliyin se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar apel kebangsaan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan Nahdliyin dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam orasi kebangsaannya ia menegaskan pentingnya sikap cinta tanah air. Kini Indonesia bisa melihat seberapa besar kecintaan rakyat pada negerinya. Indonesia tidak perlu takut terhadap berbagai ancaman musuh negeri karena rakyat selalu mendukung dan setia pada NKRI. Para pendiri bangsa sudah bersepakat termasuk ulama yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia.

Kegiatan apel kebangsaan ini berlangsung sejak Pukul 06.00 WIB dengan diawali istighotsah, dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz ? oleh Muslimat-Fatayat NU. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan dan pembacaan bersama ikrar kebangsaan Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo Arifin Shidiq bersama Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim. Apel kebangsaan ini dihadiri pula oleh Pengurus PWNU Jawa Tengah, Bupati Wonosobo H Eko Purnomo, Kapolres AKBP M. Ridwan, Dandim 0707 Dwi Hariyanto, Sekda Wonosobo H Eko Sutrisno Wibowo, serta seluruh organisasi sayap NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo periode 2017-2022. Selain Pengurus PCNU, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), PC Pagar Nusa, MWCNU Wonosobo, MWCNU Kepil, serta beberapa lembaga NU lainnya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Internasional, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

Tokoh NU Sulsel AGH Abu Nawas Bintang Berpulang

Wajo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Innalillahi wainna ilaihi raji’un, mendung duka menyelimuti Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama, Anre Gurutta Haji (AGH) Abu Nawas Bintang berpulang ke rahmatullah Jumat (4/9), pukul 23.00 WITA.

Kabar wafatnya Ketua Majelis Pesantren dan Pengaderan Ulama Pondok Pesantren As’adiyah Kecamatan Sengkang, Kabupaten Wajo, ini disampaikan salah satu santrinya, Dr Basnang Said, melalui sambungan telepon, Jumat.

Tokoh NU Sulsel AGH Abu Nawas Bintang Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh NU Sulsel AGH Abu Nawas Bintang Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh NU Sulsel AGH Abu Nawas Bintang Berpulang

AGH Abu Nawas meninggal dunia di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulsel, setelah menjalani perawatan intensif. Menurut Basnang, jenazah akan dibawa ke kediamannya di Kecamatan Sengkang, lalu dimakamkan di kecamatan setempat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

AGH Abu Nawas termasuk salah satu ulama kharismatik di Sulawesi Selatan. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wajo, termasuk salah satu calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi Muktamar Ke-33 NU hasil usulan rapat gabungan Syuriyah dan Mustasyar PBNU di gedung PBNU, Jakarta, akhir Juni lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tokoh kelahiran Kabupaten Bone, 1942 ini telah menjalani perawatan di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar sejak seminggu yang lalu akibat sebuah kecelakaan di Sengkang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 05 Januari 2018

Etika Islam dalam Bermedsos

Oleh Muhammad Afiq Zahara



Dalam antologi puisi panjangnya, In The Mecca, Gwendolyn Brooks (1917-2000 M) mengatakan: “One reason that cats are happier than people is that they have no newspapers—satu alasan kenapa kucing lebih bahagia dari manusia adalah, bahwa mereka tidak memiliki koran (sekarang, media online).”

Etika Islam dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Etika Islam dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Etika Islam dalam Bermedsos

Ya, kucing hidup tanpa perlu mengkhawatirkan fitnah dan hoaks. Mereka tidak perlu memahami besarnya pengaruh fitnah dan hoaks atas pribadi seseorang dan lingkungan tertentu; mereka tidak perlu memahami kejamnya pembunuhan karakter dan ujaran kebencian. Asal perut kenyang, mereka bahagia. Sederhana saja.

Sekarang ini hoaks telah dibudidayakan seperti hewan ternak, tersebar dimana-mana dan disebarkan oleh siapa saja. Daya kritis manusia dalam memahami berita seakan mati rasa. Apapun yang dibaca, jika sesuai dengan selera, dimakan mentah-mentah dan dipercaya. Jika tidak sesuai dengan selera, langsung divonis sebagai berita bohong.

Ini masalah serius. Melihat berita dengan ‘selera’ telah menghalangi terciptanya kultur tabayyun (konfirmasi informasi) di masyarakat kita. Pemilahan berita tidak berdasarkan fakta jurnalistik. Selama berita itu sesuai dengan ‘selera’, kita akan menyebarkannya kemana-mana, melalui media sosial (medsos) yang telah hampir dipakai seluruh penduduk Indonesia.Lalu, bagaimana agama menyikapi hal ini?

Sikap agama jelas, tidak ada ruang untuk kebohongan (hoaks) dalam agama. Anehnya, ada orang yang mengatakan, penyebaran hoaks adalah bentuk kepasrahan kepada Allah, dalam arti berjuang di jalanNya. Ada pula yang menganggap wajar penambahan sebuah berita, apalagi jika berhubungan dengan agama. Ini adalah hal yang benar-benar aneh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam tradisi Islam, terdapat disiplin ilmu musthalah al-hadîts. Saya tidak akan membicarakan panjang lebarilmu tersebut. Saya hanya ingin mengatakan, dalam memahami berita umat Islam seharusnya mengacu pada ilmu tersebut. Tidak mudah mengambil kesimpulan dan harus melakukan kroscek kritis dari mulai sumber berita, siapa yang memberitakannya sampai proses pengikisan penambahan berita bohong yang menyertainya.

Imam al-Syâfi’i dalam al-Risâlah menyebutnya sebagai al-kadzib al-khafi (kebohongan yang halus), yaitu “dzalika al-hadîts ‘an man lâ yu’rafu sidquhu—menyebarkan hadits dari orang yang tidak diketahui kejujurannya.” (Muhammad bin Idrîs al-Syâfi’i, al-Risâlah, hlm 401).?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, sebelum benar-benar mengetahui kejujuran orang yang memberitakannya secara langsung dan meneliti secara kritis sumber berita tersebut, kita sebaiknya menahan diri untuk menyebarkannya. Jika berita itu benar, kita tidak mendapatkan dosa. Jika berita itu bohong, kita telah turut serta dalam menyebarkan fitnah.

Di era berkemajuan ini, media telah membawa zaman ke arah ‘mediakrasi’, sehingga propaganda disebut pengetahuan dan gosip disebut berita. Setiap hari kita disuguhi berita-berita semacam itu. Efeknya, cara pandang kita terhadap dunia perlahan-lahan bergeser, dari justifikasi logis-kritis menjadi justifikasi propagandis, meski bisa dikatakan tidak semua orang termakan oleh hal itu.

Bagaimana dengan penyebaran berita hoaks sebagai bentuk syiar agama? Jawabannya sama, ketika berkaitan dengan fitnah (pembunuhan karakter) agama tidak memberikan ruang, dengan alasan apapun, “al-fitnah asyaddu min al-qatl—fitnah lebih jahat dari pembunuhan.”

Bahkan, jika kita perluas kajiannya, Nabi Ibrahim pernah berbohong ketika diajak kaumnya untuk menyembah berhala, Ia mengatakan(Q.S. al-Shaffat [37]: 89): “fa qâla innî saqîm—sesungguhnya aku sakit. ”Kebohongan itu menjadi penghalang dirinya memberi syafaat di hari akhir. Ketika sekumpulan orang mendatanginya untuk meminta syafaat, Ia menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sungguh Tuhanku, hari ini, telah murka (kepadaku) dengan kemurkaan yang belum ada misal sebelumnya, sesungguhnya aku telah berdusta tiga kali...” (H.R. Imam Bukhari).

Perbedaannya adalah, tidak ada unsur fitnah ataupun pembunuhan karakter dalam kebohongan Nabi Ibrahim. Tidak ada pribadi yang dirugikan. Meski demikian, Allah tetap menganggapnya sebagai dusta, sehingga Nabi Ibrahim tidak memiliki hak memberi syafaat kepada umatnya, seperti Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Manusia pilihan yang tidak pernah berbohong sekalipun.

Lah kita, tidak memiliki kemaksuman seperti Nabi Ibrahim, tidak memiliki amal ibadah seperti Nabi Ibrahim. Tanpa pertimbangan yang matang, dengan berani menyebarkan berita bohong atau membuatnya. Andai amal Nabi Ibrahim adalah gunung, satu kerikilnya saja masih terlalu besar untuk dibandingkan dengan amal yang kita kumpulkan sampai mati.

Kita harus berhati-hati dalam membaca berita. Lakukan critical analysis (al-tahlîl al-naqdlî, analisa kritis), penyelusuran sumber (takhrîj dan kritik sanad) dan evaluasi konten berita (kritik matan). Jangan dimakan mentah-mentah dan disebarkan begitu saja. Pembacaan kritis ini sangat diperlukan agar terhindar dari budidaya fitnah dalam bentuk berita. Sebaik-baik berita yang kita baca, lebih baik berita yang kita dengar dan lihat secara langsung, sami’nâ wa atha’nâ.

Saya menutupnya dengan perkataan Mark Twain (1835-1910): “If you don’t read the newspaper, you’re uninformed. If you read the newspaper, you’re mis-informed—jika kau tidak membaca koran (sekarang media online), kau kurang informasi. Jika kau membacanya, kau mendapatkan informasi yang salah. ”Semoga kita bisa menghindarinya. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, Internasional, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 28 Desember 2017

Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Meski sempat diumumkan ada pembatalan oleh Presiden Joko Widodo, kebijakan Lima Hari Sekolah atau full day school (FDS) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Mendikbud Nomor 23 tahun 2017 nyatanya masih berjalan di beberapa daerah.

Hal ini pula yang dikeluhkan Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin. Ia mengaku mendapat laporan dari pesantren dan madrasah diniyah di beberapa daerah tentang dampak nyata dari kebijakan tersebut.

Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren

“Sudah banyak santri yang pamit pada kiainya karena harus menanggung beban penambahan jam pelajaran di sekolah sampai sore. Laporan yang saya terima antara lain dari Purwokerto, Banyumas, Sragen, ini yang Jawa Tengah. Yang dari Jawa Timur, ada Lumajang dan daerah lainnya,” katanya selepas menghadiri Focus Group Discussion "Pengembangan Kurikulum Madrasah dan Regulasi Kurikulum" yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Jumat (4/8) petang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tak sedikit pelajar di sekolah formal merangkap pula status sebagai santri di sebuah pesantren atau madrasah diniyah demi mendapatkan tambahan wawasan agama. Dalam hal ini mereka harus berbagi waktu, pagi sampai siang di sekolah dan selebihnya di pesantren atau madrasah diniyah. Kebijakan FDS membuat jadwal kedua lembaga yang terpisah ini bertabrakan.

“Akhirnya harus milih salah satu, dan pelajar biasanya milih sekolah karena hasilnya dianggap lebih ‘konkret’, dapat ijazah formal,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus RMINU lainnya Abdul Waidl menambahkan, klarifikasi Mendikbud Muhadjir Effendy bahwa kebijakan Lima Hari Sekolah tak sampai membuat siswa pulang sore susah dibayangkan. Dengan beban kerja guru delapan jam, skema jadwal sekolah tetap akan memulangkan muridnya pada sore hari.

Ia juga mengatakan, pembatalan kebijakan Lima Hari Sekolah oleh Presiden yang rencananya digantikan Peraturan Presiden (Perpres) tak memiliki kekuatan hukum apa-apa selama tidak ada pernyataan resmi secara tertulis.



Problem Sarana


Terkait kebijakan Lima Hari Sekolah ini, permasalahan lain juga diungkapkan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H Arifin Junaidi di forum diskusi terbatas itu. Menurutnya, murid pulang sore adalah masalah bagi sekolah-sekolah yang tidak mempunyai sarana ruang yang cukup.

“Masih banyak sekali, tidak hanya di desa, di kota-kota juga banyak, ruang kelas harus dipakai secara bergantian. Pagi SMP, siangnya SMA.? Pagi tsanawiyah, siangnya aliyah, dan seterusnya,” katanya.

Karena itu ia tidak setuju dengan pernyataan sejumlah kalangan yang mengatakan bahwa kebijakan Lima Hari Sekolah adalah bias orang perkotaan. Sebab, menurutnya, selain sekolah-sekolah di desa, berbagai persoalan FDS juga dialami oleh sekolah-sekolah yang berada di kota. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 Desember 2017

GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat

Lampung Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Menderita hernia lima tahun cukup menyiksa Syamsudin, warga Desa Bandar Negeri, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Lalu apa yang akan dilakukan Gerakan Pemuda Ansor setempat membantu pria kelahiran Ponorogo, Jawa Timur yang sehari-hari mengurangi sakitnya dengan potongan sandal jepit untuk mengganjal testisnya tersebut?

"Inysaallah kami akan istiqomah setelah membantu masyarakat setelah membuktikan sendiri manfaat Aji Tapak Sesontengan," ujar Ketua PAC GP Ansor Labuhan Maringgai, Basiruddin, di Lampung Timur, Selasa (25/7).

GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat

? ? ?

Beberapa kali mendampingi Pelaksana Tugas Kepala Staf Unit Khusus Banser Husada Satkorwil Banser Lampung Gatot Arifianto yang juga kamituo (master) Aji Tapak Sesontengan menerapi masyarakat Labuhan Maringgai yang menderita penyakit medis dan nonmedis, Basiruddin tertarik untuk turun tangan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ?

"Diinisiasi Aji Tapak Sesontengan tidak ada lima menit langsung praktik. Sampai sekarang saya masih heran, pokoknya tidak masuk akal, saya sentuh lembut sebentar bagian yang sakit, masyarakat yang saya tangani mengaku lebih enak dan sakitnya berkurang. Dengan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat itu, sangat layak kami gatal berbuat baik atau terus bergerak untuk membantu masyarakat," kata Basiruddin lagi.

? ? ?

Setelah ditangani Basiruddin, Syamsudin mengaku sakitnya berkurang jauh. "Diterapi pertama tidak sampai lima menit ada perubahan, sakit yang saya derita hingga ke bagian perut berkurang jauh. Makanya ini datang lagi karena saya sudah mencoba, dan Alhamdulillah hasilnya bisa dirasakan," kata Syamsudin lagi.

? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menangani sakitnya selama ini, Syamsudin lebih banyak menggunakan jasa pijat hingga minum jamu supaya tidak gampang lelah guna menekan ? nyeri hernia dideritanya.?

? ? ?

"Penyembuhan Aji Tapak Sesontengan ini cukup cepat, tidak sakit, hanya disentuh-sentuh lembut saja dengan jari," kata dia lagi.

? ? ?

Senada Syamsudin, Bidayati warga setempat lain yang menderita penyakit punggung selama lima tahun akibat jatuh dari motor mengaku kondisinya membaik setelah diterapi.

? ?

"Kaki juga sudah bisa diluruskan dan tidak sakit lagi. Alhamdulillah, ada perubahan setelah ditepuk-tepuk sebentar," ujar Bidayati.

? ?

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu penyembuhan kilat warisan leluhur NUsantara yang bisa dipelajari tanpa mantra, tanpa meditasi, tanpa puasa, tanpa menjurus agama tertentu, tanpa pelatihan-pelatihan berikutnya, tidak menggunakan alat bantu apapun di luar diri, menyembuhkan tanpa menyakiti mahluk atau "benda" lain.?

? ? ?

ATS saat ini dalam misi penyebaran untuk membantu penyembuhan masyarakat, bisa diterapkan untuk pertanian hingga menekan kerusakan alam. Informasi dan aktivasi 085382008080. (Erli Badra/Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 03 Desember 2017

"Pancasila Jaya" Jangan Hanya di Mulut Saja

Waykanan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. 1 Juni merupakan Hari Kelahiran Pancasila. Landasannya, peristiwa ? sejarah saat Soekarno berpidato dalam rapat pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Waykanan Lampung merangkum pendapat sejumlah pelajar atau peserta Sanlat BPUN setempat mengenai pentingnya Pancasila.

"Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena mengajarkan bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan, hingga nilai dan norma sosial," ujar Ayu Sri Ningsih, pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu, di Waykanan, Senin (1/6).

Pancasila Jaya Jangan Hanya di Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila Jaya Jangan Hanya di Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

"Pancasila Jaya" Jangan Hanya di Mulut Saja

Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), penyeruan kata "Pancasila" akan disambut dengan kata "Jaya". Karena itu, demikian sejumlah peserta BPUN Waykanan 2015, Pancasila Jaya hendaknya bukan hanya di mulut semata, namun juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pancasila ialah dasar negara kita. Dalam Pancasila, sudah jelas kita diwajibkan untuk saling berlaku adil, harus saling bersatu tanpa harus membeda-bedakan. Kita adalah Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu," ujar Disisi Saidi Fatah, Ketua Alumni BPUN Waykanan 2015.

Pancasila, demikian Nindya Fela Roza, peserta BPUN lainnya, sangat perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kemanusiaan yang adil dan beradab , jelas mengajarkan kita untuk mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama, tidak mengenal kelas atas dan kelas bawah," ujar dia menambahkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

BPUN merupakan progam tahunan Yayasan Mata Air sejak 2007, organisasi non profit ini didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kiai, intelektual dan profesional seperti Al Habib Luthf bin Yahya, Dr KH Asad Said Ali, KH Masdar F Masudi, KH Muadz Thohir, KH Thantowi Jauhari Musaddad dan (Alm) KH Masykur Maskub. Secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

"Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto mengajarkan keberagaman kepada kami dengan mempersilakan seorang guru non muslim untuk menjadi tutor bidang studi ekonomi," ujar Eis Novia, peserta BPUN dari SMAN1 Blambangan Umpu.

Menurut Eis pula, sila Persatuan Indonesia ialah penerjemahan dari keberagaman suku, agama, budaya warga Indonesia untuk tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila mengajarkan masyarakat bangsa Indonesia untuk menghormati tanpa pandang bulu. "Di ? Taman Sari, Jakarta Barat, gedung Gereja Kristus Yesus bersebelahan dengan Masjid Awwabin. Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto, yang tak lelah mengajarkan kami mengenai NU mengajarkan banyak hal tentang keberagaman terhadap kami, ia pemeluk Islam yang nasionalis," ujar Suryaningsih, pelajar SMAN1 Blambangan Umpu lainnya. (Red: Fathoni)? ? ?

Keterangan Foto: Jamasan Pancasila, sebuah kegiatan yang? digagas Gatot Arifianto saat bergiat di Komunitas Kampung Lebah 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Berita, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 01 Desember 2017

Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU

Bojonegoro, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan Obrolan Bareng Ansor (Obor) yang bertajuk "Gerakan Wakaf Tanah NU dan Pengurusan Wakaf Organisasi", jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Ansor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bermufakat untuk membuat tim sertifikasi tanah NU.

Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Gayam Khoirul Muhsinin menyampaikan, pembentukan tim khusus yang menangani urusan wakaf di Kecamatan Gayam ini akan semakin menguatkan secara hukum aset-aset yang dimiliki NU.

Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU

"Sebab banyak yang tanah masjid atau mushala di daerah tertentu yang sebenarnya wakafnya orang NU tapi berpindah tangan ke organisasi lain, dan ironisnya yang menguasai adalah para radikalis Islam," paparnya, Jumat (7/4), di MI Al Hidayah Ringintunggal Kecamatan Gayam.

Permasalahan lain salah satunya adalah tentang pandangan bahwa mengurus wakaf itu merupakan sesuatu yang sulit dan berbelit belit menjadi hambatan tersendiri bagi warga NU. Apalagi, terkadang masih dimanfaatkan sebagian orang untuk memberikan tarif yang besar kepada calon wakif.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jelas saja, warga kita enggan mewakafkan tanahnya, soalnya dari kita sendiri masih ditarik dengan biaya-biaya lain, padahal mereka mau mewakafkan saja itu sudah menjadi sesuatu yang luar biasa," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pria alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menilai jika selama ini memang jamiyah Nahdlatul Ulama belum semuanya melakukan gerakan penertiban aset hingga ranah bawah. namun, perlahan-lahan PBNU mulai menyadari akan pentingnya legalisasi dalam ranah tersebut, dibuktikan dengan gerakan wakaf NU yang dirintis sejak tahun 2016 yang lalu.

"Semoga dengan tim yang diisi pemuda-pemuda dengan ghirah yang tinggi ini dapat memberikan kontribusi penuh terhadap penataan tanah wakaf NU, khususnya di Kecamatan Gayam," pungkasnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Daerah, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

NU Bumi Nabung Terus Upayakan Pencegahan Radikalisme

? Lampung Tengah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga Nahdlatul Ulama di seluruh kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, Provinsi harus hati-hati dan mengantisipasi sejak dini adanya gerakan dan paham yang mengarah pada radikalisme di pelosok-pelosok kampung.

Demikian disampaikan Badil Aqif Aroni, Sekretaris MWCNU Bumi Nabung, Lampung Tengah di sekretariat gedung MWCNU, Jalan KH Hasyim Asyari, Kampung Bumi Nabung Ilir Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, Rabu (3/8).

NU Bumi Nabung Terus Upayakan Pencegahan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bumi Nabung Terus Upayakan Pencegahan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bumi Nabung Terus Upayakan Pencegahan Radikalisme

"MWCNU Bumi Nabung terdiri dari tujuh ranting NU, yakni; Sri Kencono, Bumi Nabung Ilir, Bumi Nabung Utara, Bumi Nabung Selatan, Bumi Nabung Timur, Bumi Nabung Baru, Sri Kencono Baru,” ujar alumni Pesantren Raudlotus Solihin Purwosari Padang Ratu, Lampung Tengah ini.

"Masjid-masjid dan mushola-mushola NU harus dijaga, dan terus dimakmurkan dengan amaliyah-amaliyah Nahdliyin, salah satunya dengan kegiatan Lailatul Ijtima. Inilah yang menjadi salah satu PR besar MWCNU Bumi Nabung masa khidmat 2016-2021 yang telah di lantik beberapa hari lalu,” imbuh Badil. (Ahmad Syarif Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Usai tiga hari dilantik, Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga di bawah komando Badan Semi Otonom Rayon (BSOR) Mahasiswa Pecinta Alam Ashram Bangsa (Mapalaba) menjalankan satu dari lima program kerjanya, yakni tanggap bencana.

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

“Mendengar berita duka dari Purworejo, kami bersama sahabat-sahabat Keluarga Mahasiswa Purworejo UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Kamapuriska) dan sahabat Korp Kobar mulai tanggal 20 Juni 2016 menggalang bantuan,” kata Muhammad Fachrul Falah selaku Kapten Mapalaba, Rabu (22/06).

Penggalangan dana hari pertama tersebar di tiga titik strategis. “Alhamdulillah teman-teman semua sangat antusias sekali karena kita bisa terjun langsung membantu masyarakat yang terkena musibah di Purworejo,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menjelaskan selain kegiatan sosial ini bertujuan menguatkan rasa kepedulian sesama manusia dan bentuk pengamalan Nilai Dasar Pergerakan PMII, yakni trilogi tauhid yang terdiri dari hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), hablum minannas (hubungan manusia dengan manusia), hablum minal alam (hubungan manusia dengan alam).

Penggalangan dana tersebut baru terselenggara dua kali, yakni tanggal 20 Juni 2016 dan 23 Juni 2016. Maimunah sebagai penanggungjawab koordinator wilayah Yogjakarta menambahkan, bantuan logistik masih kurang logistik khususnya untuk pengungsi di Desa Jalok, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, di samping kebutuhan pendidikan untuk anak-anak para korban.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk saat ini yang dibutuhkan lebih pada logistik, kalau untuk pakaian sudah cukup. Kekurangan yang lebih dibutuhkan selain logistik juga masalah pendidikan untuk jangka panjang. Kan seperti buku-buku dan alat tulis menulis pada hilang,” ujar Maimunah di depan Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (24/06).

Dana yang terkumpul tertanggal 20 Juni 2016 sebesar Rp 2.127.900 dan pada 23 Juni 2016 terkumpul Rp 578.000. Kegiatan penggalangan bantuan tersebut masih berlangsung hingga kini. (Eko Nurwahyudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Lomba, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock