Selasa, 16 Januari 2018

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Bulan Ramadhan tahun ini terlihat berbeda. Hal itu ditandai dengan munculnya aktivitas ngaji yang dilakukan secara daring (online) melalui media sosial. Fenomena yang mulai marak pada Ramadhan tahun ini menjadi topik diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat yang bekerja sama dengan PP IPNU dan Santri Online pada Jumat (09/6) malam di basecamp? IMT CIputat.

Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Dalam memanfaatkan teknologi internet untuk berdakwah, Sya’roni As Syamfury sebagai penggagas media santri yang bergerak secara online itu pada awal mulanya diprakarsai atas dasar dua hal.?

“Pertama Dampar Ngebul, yang kedua Dapur Ngebul,” ungkap alumni Ponpes Lirboyo itu yang juga sebagai penggagas awal Santri Online bersama Abdul Wahab.

Menurutnya, Dampar Ngebul bermakna bahwa dakwah melalui media sosial dilakukan secara masif dengan niat untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Sedangkan pengertian Dapur Ngebul itu supaya kegiatan yang dilakukan dengan cara online tersebut dapat berjalan secara konsisten, harus diimbangi dengan pemasukan secara material yang dapat menunjang keberlangsungan dakwah.?

“Semangat Nahdlatul Ulama pada awal berdirinya saat itu berawal dari serikat perdagangan atau yang dikenal dengan Nahdlatut Tujjar,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain halnya yang disampaikan oleh Ketua Bidang Jaringan Pesantren Gus Aqib Malik yang mengungkapkan bahwa dalam mengemas metode berdakwah harus mengikuti arus, tetapi jangan sampai terbawa arus.?

“Banyak komunitas yang besar, dakwah yang diajarkan pun islam substansial dan rahmatan lil alamin, tetapi mayoritas masih kalah dalam kemasan. Padahal, khalayak umum lebih cenderung melihat kemasannya terlebih dahulu,” ungkap Direktur Almaliki Center itu.

Sementara itu, kegiatan diskusi yang berlangsung seusai penutupan ngaji online Kitab Washiyatul Musthofa bersama Gus Aqib Malik itu juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PBNU Ali Sobirin.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada kendala yang umum dialami oleh beberapa kalangan santri,” ujar pria yang berprofesi sebagai trainer dan juga peramu buku Teknologi Ruh itu.

Ia menilai bahwa kendala tersebut biasanya dipengaruhi oleh sikap tawadhu yang tidak ditempatkan pada tempatnya. Padahal, tambahnya, pada dasarnya sikap tawadhu adalah menempatkan situasi pada kondisi yang sesuai dengan potensinya.?

Menurutnya, teman-teman santri ketika diajak maju ke depan masih dorong-dorongan dengan teman-temannya, tapi kalau sudah maju ke depan dan dipancing untuk berbicara, ilmunya baru bisa keluar semua.?

“Kita kaum santri, ketika berani membuka kitab, kita juga harus berani membuka diri,” tutupnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock