Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan

Kota Kupang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selain mendorong peningkatan ketakwaan, puasa Ramadhan mengajarkan umat Islam untuk membangun persatuan dan persaudaraan kemanusiaan. Ibadah puasa menitipkan pelajaran saling menghargai sesama kepada umat Islam tanpa melihat asal usul masing-masing.

Dalam acara buka puasa bersama di aula kediaman Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang, Senin (14/7), ustadz Muhammad Camuda dalam taushiyahnya mengajak umat Islam NTT untuk bersatu meningkatkan keimanan.

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim NTT Bangun Toleransi Lewat Ramadhan

“Keimanan dalam Islam mencakup keyakinan kepada rukun Iman dan menjaga kepercayaan terhadap sesama. Di sini letak substansi puasa. Muslim dan nonmuslim perlu perlu mempererat tali persaudaraan dengan menjunjung tinggi nilai toleransi,” kata ustadz Camuda di hadapan ratusan hadirin dari kalangan NU dan sejumlah ormas Islam lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Persaudaraan, lanjut ustadz Camuda, tidak mengenal agama, suku, dan budaya. Kalau rasa persaudaraan terbangun, maka satu sama lain akan saling melindungi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Contoh, kita tidak perlu memagar rumah dengan tembok yang setingi-tingginya. Kita cukup memagarnya dengan kebaikan. Jika kita baik terhadap sesama, maka tetangga kita dan orang lain yang akan menjaga rumah dan lingkungan kita,” tandas Camuda.

Wakil Gubernur NTT Beni Litel Noni dalam sambutannya membenarkan taushiyah agama Camudi. Bulan puasa bagi umat Islam NTT, menurut Beni, bulan penuh berkah.

“Puasa yang penuh hikmah ini harus dijadikan kesempatan agar kita saling menjaga suka cita di antara kita. Buka puasa bersama ini mencerminkan kita saling mengedepankan nilai toleransi antarkelompok beragama dan antarumat beragama yang ada di NTT,” tutup Beni. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 28 Februari 2018

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Harga cabai terutama cabai rawit masih dikeluhkan masyarakat, karena hingga saat ini masih mahal, jauh dari harga normal. Seperti di Kabupaten Sidoarjo harga cabai rawit rata-rata masih mencapai 130 ribu rupiah per kilogramnya.

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Berikan Penjelasan Terkait Meroketnya Harga Cabai

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Badan Usaha Logistik (Bulog) divisi regional Jawa Timur, sudah melakukan operasi pasar cabai murah di sejumlah kota dan kabupaten sejak pekan lalu.?

Namun, operasi pasar ini belum mampu menekan kenaikan harga cabai yang saat ini masih menembus angka 130 ribu rupiah per kilo.

"Sementara ini kami berharap masyarakat bisa menggunakan cabai yang ditanam sendiri atau yang olahan itu. Karena memang cuaca dan pasokannya kurang. Kita sudah berusaha mendatangkan pasokan dari provinsi lain, tapi memang sangat berkurang," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf disela-sela acara dzikir akbar di Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (12/2).?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Operasi pasar tidak bisa menekan harga karena jumlah cabai yang dijual, tidak sebanding dengan kebutuhan cabai masyarakat. Pemprov dan Bulog Jatim juga kesulitan mendapatkan, stok cabai dari para petani dalam jumlah besar.

Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf berharap, akan ada panen cabai dari sentra produksi pada bulan Januari ini. "Stoknya yang belum ada, harapan kami Januari dan Februari ini sudah ada panen 7 hektar atau 15 hektar, itu sangat menolong pasokan yang ada," tegas pria yang akrap disapa Gus Ipul itu.

Ketua PBNU itu juga menyayangkan pemerintah pusat yang tidak segera melakukan impor, pada saat stok cabai lokal anjlok drastis dan harganya meroket. Gus Ipul juga mengimbau ibu-ibu untuk berinisiatif mulai menanam cabai sendiri di rumah.

"Kelangkaan ini masih bisa diatasi, meskipun kenaikannya disamping memberatkan masyarakat dan mempunyai pengaruh inflasi. Kita lagi usaha terus, kita sebenarnya mencukupi, di beberapa tempat ada yang masih 120 ribu, 130 ribu, tapi intinya kita melakukan operasi pasar dan dan memperbanyak stok, membangun kesadaran masyarakat," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Bahtsul Masail, Internasional, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 27 Februari 2018

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Karangrejo mengadakan pengajian rutin. Pekan ini mereka menggelarnya di masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Senin (9/10) malam.

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Turut hadir pada pengajian rutin dua mingguan itu pengurus Syuriah dan Tanfidziyah serta puluhan warga mulai. Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al-Waqiah, Rotibul Haddad, dan istighosah bersama. Kemudian pengajian umum sekaligus pembekalan dari Rais Syuriah Tanfidziyah.

Ketua PRNU Kelurahan Karangrejo Ahmad Thoyib mengatakan, dengan adanya rutinan organisasi seperti itu, akan menambah daya gedor perjuangan.

"Apa pun gerakannya, sebesar apapun massanya, jika tidak diimbangi dengan perkumpulan rutin, hanya omong kosong," tegasnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menambahkan, dengan agenda kegiatan seperti ini PRNU Kelurahan Karangrejo mampu membaca perubahan, peluang, dan tantangan terbaru secara up to date.

"Seperti malam ini, kita dapat merapatkan persiapan agenda kegiatan menyongsong Hari Santri Nasional (HSN). Serta mampu merekrut masyarakat sekitar untuk terlibat dalam struktural organisasi NU lebih giat. Tak kalah penting juga menambah persaudaraan antar pengurus dan anggota baru," terang Thoyib.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga kegiatan ini selalu diberikan keistiqomahan. Karena istiqomah lebih baik daripada seribu karomah. Juga dengan amalan yang istiqomah ini, Allah lebih menyukai meskipun sedikit," tutup Thoyib.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh perwakilan jajaran pengurus cabang Rijalul Ansor Ahmad Sugiono. Serta pengurus PAC IPNU Kecamatan Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)





Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Mojokerto, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu kegiatan yang dilakukan Tim Kirab Resolusi Jihad NU adalah kunjungan ke para sesepuh NU dan ziarah ke makam pejuang NU. Seperti pada Jumat (14/10) kemarin. Tim yang dipimpin oleh Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz menyempatkan berkunjung ke Sidogiri dan Makan Syaikhuna Kholil Bangkalan.

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Kirab Resolusi Jihad Terima Ijazah Shalawat Kholiliyah

Kedatangan Tim menjelang tengah malam di Pesantren dan Makam Syaikhuna Kholil Bangkalan, disambut keluarga besar pondok pesantren, para santri, pejabat Kemenag, dan Pemkab serta DPRD Bangkalan.

Setelah melakukan ziarah, Tim berkesempatan mendengarkan taushiyah dan arahan dari ulama setempat di antaranya dari KH Muhammad Faisal Anwar. Lebih istimewa, Kiai Faisal Anwar berkenan memberikan ijazah kepada Tim Kirab Resolusi Jihad NU. Ijazah yang diberikan adalah shalawat Kholiliyah, yang merupakan shalawat khas di Pesantren Kholil Bangkalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga dengan ijazah ini Panjenengan semua akan mendapat barokah dari Kiai Kholil," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth selesai acara, Kiai Anwar berpesan agar para santri dan generasi muda berbuat manfaat. Selain itu, katanya, juga tidak boleh mudah terombang-ambing pada sesuatu yang belum tentu jelas kebenarannya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Kiai, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Makassar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Innalillahi wainna ilaihi rajiun, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan Gurutta Abdurrahman atau dikenal dengan H Abdurrahman “Bola Dunia” pulang ke rahmatullah, Ahad (15/2), pukul 20.00 WIB. Jenazah disemayamkan di kedimannya di Jalan Ade Irma Nasution D 16, Makassar, Sulsel.

Abdurrahmann merupakan pendiri dan saat ini Ketua Badan Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang menaungi salahh satu perguruan tinggi NU, yakni Universitas Islam Makassar (UIM). Ia dikenal  banyak berkorban dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Sulsel.

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Sulsel 1988-1995 Tutup Usia

Abdurrahman pernah pula memegang amanah sebagai Sekretaris PWNU Sulsel sebelum akhirnya menjadi ketua PWNU Sulsel untuk periode 1988-1995.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PWNU Sulsel dan keluarga besar UIM menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tokoh NU ini. Tampak hadir di kediamannya malam itu Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Ketua PCNU Makassar H Abd Wahid Thahir, serta segenap pengurus NU dan civitas akademika UIM lainya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Doa, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Jihad dengan peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah peperangan untuk mempertahankan hak kehidupan masyarakat Muslim yang diserang lebih dahulu. Selain itu perang juga dilakukan untuk membela kaum yang lemah.

Ini berbeda pada zaman sekarang di mana soal keamanan dunia sudah diatur oleh PBB sehingga tidak mungkin lagi terjadi penyerangan terhadap umat Muslim seperti pada masa dahulu.

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Demikian disampaikan Prof Dr Ahmed Ad-Dawoody dalam diskusi Tashwirul Afkar yang digagas Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (29/7) sore.

Ahmed memaparkan hal yang perlu ditunjukkan umat Islam adalah mempertahankan esksistensi diri umat Islam, namun bukan untuk menyerang kaum non-Muslim. Tentang jihad banyak ayat yang membicarakan dalam perspektif hukum Islam. Salah satunya pada Al-Quran Surat At-Taubah ayat 9.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sayangnya, kata Ahmed, para penafsir melakukan hal yang mereka anggap sebagai aksi jihad melihat ayat ini hanya secara sepotong-sepotong. Padahal dalam menafsirkan suatu ayat seseorang harus paham tata aturan bahasa Arab dan aturan penafsiran lainnya. Itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ahmed menambahkan, suatu hukum harus menyesuaikan waktu (masa) dan tempat. Aturan tentang perang juga perlu mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya.

Aturan hukum tentang perang menjadi hal yang penting dalam hubungan umat Islam baik dengan sesama umat Islam, umat Islam dan non-Muslim, umat Islam dalam suatu negara, dan antarnegara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan narasumber Wakil Ketua Lakpesdam PBNU H. Ahmad Baso. Seluruh mahasiswa STAINU Jakarta beserta dosen mengikuti kuliah mengawali pertemuan pertama semester genap.

"NU dan NKRI tidak akan dipisahkan selamanya, bagaikan melindungi orang kepanasan, menunjukan jalan yang benar bagi orang yang kesasar, melarang orang yang mengalami kegelapan," ujar Ahmad Baso di kampus yang berlokasi di Yayasan Miftahul Huda, Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad ( 22/1 ).?

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Menurut dia, NU membangun ikatan kebersamaan pada segenap penduduk Indonesia tanpa melihat latar belakang keyakinan dan agamanya. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, para pejuang dan pahlawan serta syuhada mayoritas dari kalangan santri dan ulama pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU.?

Sehingga, lanjut pria yang pernah nyantri di Pesantren An-Nahdlah Makassar (1985-1990) dibawah asuhan Anregurutta Muhammad Haritsah AS, itu keberadaan NKRI ini dibangun di atas tulang berulang para syuhada, santri, dan ulama tanpa pamrih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para penguasa dan pejabat di Nusantara ini harus menegakkan keadilan tidak mengunakan akal pikiran saja, melainkan menggunakan hati nurani ke-NU-an," kata penulis buku Agama NU untuk NKRI tersebut.

Salah satu mahasiswa STAINU Jakarta bertanya kepada narasumber, bagaimanakah sumbangsih NU untuk mempertahankan UUD 1945 dan Pancasila.

"Hakikat musyawarah itu tidak dapat tergantikan yaitu asas kekeluargaannya, tradisinya dan pondasi. Itu tidak dapat diubah-ubah. Dan yang diubah dari UUD 1945 itu hanyalah bajunya saja, tetapi makna dan filosofi undang- undang tentang ekonomi, adat, agama, dan kemakmuran rakyat Indonesia tetaplah pada pondasinya yaitu Pancasila," jawab Ahmad Baso, anggota Komnas HAM RI (periode 2007-2012).

Kalau, Indonesia diubah dengan sistem lain, lanjut Ahmad Baso, warga NU dan mayoritas umat Islam tidak akan menerima sistem baru yang belum teruji dengan membuang sistem pemerintahan yang telah menjamin pemerintahannya.

"Dengan sejumlah alasan tersebut, tidak ada pilihan bagi warga NU, kecuali semakin mantap dalam berjamiyah serta kukuh menjaga negeri ini. Bahkan dikatakan bahwa NKRI harga mati," pungkasnya. (Elsa Ruspandi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock