Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Rem Kaki

Salah satu kegemaran Gus Dur adalah berkunjung dan berbincang dengan para kiai di berbagai pelosok, bahkan yang terpencil sekalipun. Suatu kali, Gus Dur berkunjung ke salah seorang kiai di Rembang, yakni Kiai Sulang Wahab.

Kiai yang namanya nyetrik ini cukup populer di kalangan pengikutnya. Istrinya adalah seorang anggota DPRD.

Saat itu istri Kiai Wahab mendapat jatah sepeda motor dinas yang kemudian langsung saja dijajal oleh kiai itu. Dan ternyata akibatnya lumayan, dia menabrak sebuah rumah. Sepeda motornya rusak sana-sini dan dia sendiri luka-luka.

“Kenapa Kiai bisa nabrak begitu?” tanya Gus Dur.

Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rem Kaki

“Habis saya ngeremnya pakai rem kaki,”? jawabnya.

“Loh, bukannya memang musti pake rem kaki?” tanya Gus Dur heran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Maksudnya, remnya pakai kaki saya, karena saya nggak tahu itu cara ngeremnya bagaimana,”

“Besok lagi jangan diulang, kiai! Rumah yang ditabrak bisa roboh,” kata Gus Dur. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya berhasil membubarkan Konferensi Islam dan Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza, Ahad (1/5) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Pembubaran ini didukung dan bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Tasikmalaya ini hanya berselang 30 menit setelah aksi dimulai.

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Ditemui sebelum membubarkan konferensi HTI, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch. An’an Nazily mengatakan, aksi yang ketiga kalinya ini masih dengan tuntutan yang sama, yaitu membubarkan acara HTI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alasan yang kedua, terang pria yang akrab dipanggil Aa ini, untuk memberikan bukti kepada kepolisian, bahwa acara HTI tersebut bukan peringantan Isra’ Mi’raj.

“Kemarin, Manager Operasional Graha Asia (Hotel di Asia Plaza, red) dan Kabag Ops Polres Kota Tasikmalaya mengatakan, bahwa yang datang memberitahukan acara HTI itu dari MUI Kota Tasikmalaya, kata mereka, acara yang akan dilaksanakannya adalah Isra’ Mi’raj. Padahal jelas-jelas mereka menggelar konferensi sebagaimana bukti yang kita bawa ini. Ini bentuk kebohongan publik. Bukti ini akan kita serahkan kepada Kapolres,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di tempat yang sama, setelah menerima bukti undangan Konferensi Islam dan Peradaban dan spanduk acara HTI, Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Pagar Nusa. Bahkan dia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan pusat HTI.

“Saya mengapresiasi apa yang rekan-rekan lakukan. Dan ini menjadi bahan buat kami, kami akan teruskan sampai ke tingkat pusat HTI tersebut, bahwa informasi dari rekan kami, dari teman-teman Pagar Nusa, teman-teman NU, bahwa anda melaksanakan kegiatan yang demikian-demikian,” paparnya.

Bahkan dia menegaskan, bahwa dirinya NKRI sejati. Pernyataannya itu, aku Noffan, telah disampaikan langsung kepada pengurus HTI. “Saya cinta damai, saya NKRI asli, saya Pancasila dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan, ini perlu dicatat rekan-rekan, pada saat saya diwawancarai mereka, saya adalah NKRI sejati. Saya minta anda juga pun demikian, mendukung Pancasila sebagai ideologi negara dan Undang-undang Dasar negara RI, itu acuan kita dan yang tertinggi adalah Alquran. Videonya masih ada, saya tidak berbohong,” jelas Noffan.

Setelah melakukan dialog, AKBP Noffan Widyayoko langsung memerintahkan anggotanya yang berada di lokasi acara untuk membubarkan acara. Konferensi yang sedianya dilaksanakan sampai pukul 14.00, akhirnya ditutup tepat pukul 11.30. Bahkan, Kapolres menunggu sampai seluruh peserta konferensi HTI keluar dari Asia Plaza.

Seperti diwartakan, Pagar Nusa menegaskan, konferensi tersebut mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). HTI ingin mengubah dasar negara, dan tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 yang telah dirumuskan dan disetujui oleh para ulama pendiri bangsa. Konferensi itu juga sengaja digelar bertepatan dengan hari lahir Pancasila. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Gambar: Ketua Pagar Nusa Kab. Tasikmalaya dan Kapolres Kota Tasikmalaya akan menyaksikan para peserta konferensi keluar dari Asia Plaza

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Kiai, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Jihad dengan peperangan yang terjadi pada masa Rasulullah Muhammad SAW adalah peperangan untuk mempertahankan hak kehidupan masyarakat Muslim yang diserang lebih dahulu. Selain itu perang juga dilakukan untuk membela kaum yang lemah.

Ini berbeda pada zaman sekarang di mana soal keamanan dunia sudah diatur oleh PBB sehingga tidak mungkin lagi terjadi penyerangan terhadap umat Muslim seperti pada masa dahulu.

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bedanya Jihad Sekarang dengan Masa Rasulullah SAW

Demikian disampaikan Prof Dr Ahmed Ad-Dawoody dalam diskusi Tashwirul Afkar yang digagas Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) bertajuk Tantangan Hukum Humaniter Internasional dan Hukum Islam tentang Konflik Bersenjata Kontemporer di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (29/7) sore.

Ahmed memaparkan hal yang perlu ditunjukkan umat Islam adalah mempertahankan esksistensi diri umat Islam, namun bukan untuk menyerang kaum non-Muslim. Tentang jihad banyak ayat yang membicarakan dalam perspektif hukum Islam. Salah satunya pada Al-Quran Surat At-Taubah ayat 9.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sayangnya, kata Ahmed, para penafsir melakukan hal yang mereka anggap sebagai aksi jihad melihat ayat ini hanya secara sepotong-sepotong. Padahal dalam menafsirkan suatu ayat seseorang harus paham tata aturan bahasa Arab dan aturan penafsiran lainnya. Itu tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ahmed menambahkan, suatu hukum harus menyesuaikan waktu (masa) dan tempat. Aturan tentang perang juga perlu mengaitkan dengan disiplin ilmu lainnya.

Aturan hukum tentang perang menjadi hal yang penting dalam hubungan umat Islam baik dengan sesama umat Islam, umat Islam dan non-Muslim, umat Islam dalam suatu negara, dan antarnegara. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai korupsi yang merajalela disebabkan oleh liberasasi politik yang diterapkan. Demokrasi liberal yang tidak beraturan sering dibajak dan disalahgunakan.

“Kenapa kebebasan dibajak? Karena tidak diimbangi oleh sistem hukum dan etika," terang Jimly ? saat menjadi pembicara pada Refleksi Akhir Tahun Pekan Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (12/12).

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Demokrasi liberal, kata Jimly, menghasilkan adanya politik oligarki dan politik dinasti. Politik dinasti ini menghasilkan kesenjangan politik. Disparatis kaya-miskin juga semakin jauh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama 15 tahun ini kita menikmati kebebasan yang ada untuk kepentingan diri-sendiri, ujarnya. Kondisi ini juga bisa dilihat dari inefisien demokrasi di Indonesia. Demokrasi bentuk ini menutup jalan untuk terpilihnya pemimpin yang berintegritas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karenanya, ia mengusulkan agar Lembaga Konstitusi dan Legislatif memperbaiki sistem demokrasi menjadi lebih efisien agar dapat mengurangi permasalahan Pemilu di Indonesia.

Pemilu Presiden dan Legislatif dilakukan secara bersamaan untuk menghindari terjadinya penyanderaan pemilu Presiden oleh hasil pemilu Legislatif. Pemilihan Gubernur dan Bupati cukup dipilih DPRD secara terbuka. Semua dilakukan untuk mengurangi biaya pemilu, imbuhnya.

Wakil kepala daerah, sambung Jimly, juga tak harus dipilih langsung sepaket dengan kepala daerah. Bila perlu ditiadakan. Karena, sering adanya konflik antara kepala daerah dengan wakil kepala daerah.

Kepala daerah cukup satu periode saja karena terlalu berkuasanya calon-calon incumbent. Pendekatan kepemimpinan dan sistemnya perlu dilakukan untuk membenahi permasalahan pemilu saat ini.

Ia pun mengungkap perlu adanya GBHN sebagai pedoman arah bangsa Indonesia. Pemimpin harus memiliki sedikitnya 4 karakter; membangun sistem, memastikan sistem bekerja, mendidik lingkungannya untuk menjalankan sistem yang ada, dan menjadi role model atau contoh. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Amalan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Dua ulama asal Lebanon meminta NU untuk turut serta menjadi juru damai dunia Islam. Hal itu disampaikan Ketua Front Amal Islam Lebanon Syekh Zuhair Al-Juaid yang ditemani Syekh Ghazi Yousuf Hneineh. Permintaan disampaikan kedua ulama tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Senin sore (5/9).

Menurut Syekh Zuhair yang disampaikan dalam bahasa Arab, NU adalah lembaga yang punya visi yang sama dengan lembaganya, yaitu sama-sama berhaluan Islam Ahlussunah wal-Jamaah yang memiliki cita-cita dan mengampanyekan perdamaian.

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Lebanon Minta Peran NU dalam Perdamaian Dunia

Sehingga, tambah dia, lembaganya, Front Amal Islam Lebanon dan NU harus bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saat ini, lanjut dia, yang diterjemahkan yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ahmad Zainal Aziz, di dalam Islam telah tumbuh gerakan keonaran yang mengkafirkan sesama umat Islam. Tak hanya itu kelompok tersebut sampai menghalalkan pembunuhan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini tantangan berat karena bersumber Islam sendiri,” tegasnya. Oleh karena itu, ia mengajak NU untuk merapatkan barisan dan bersama-sama menyelesaikan persolan ini.

KH Said Aqil Siroj menyambut baik permintaan tersebut karena NU memiliki konsentrasi yang serupa, yaitu perdamaian dunia. Ia mengusulkan peningkatan kerja sama kedua lembaga untuk peran-peran menjaga kedamaian. Hal itu bisa dimulai dengan kerja sama di bidang pendiaikan, sosial, ekonomi, dan dakwah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kader Fatayat harus memiliki kelebihan tersendiri untuk mampu berkompetisi dalam kompleksitas perkembangan zaman. Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat Hj. Yayah Fijriah, saat kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD).

LKD yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Sumedang ini bertempat di Aula Yayasan Miftahul Khoer Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Ahad (30/4).

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Didorong Tak Patah Semangat Cari Kader

"Fatayat NU kerap kali mengalami kesulitan dalam mencari kader karena pada usia ini masalah dalam hidup semakin bertambah dan kesibukan meningkat, walaupun demikian kita harus tetap memaksimalkan usaha untuk mencetak kader yang kompetitif juga berkualitas" tegas Hj. Yayah Fijriah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk mempermudah dalam kaderisasi, ke depan Fatayat NU akan menerbitkan buku saku. Buku saku tersebut bisa dibagikan kepada setiap anggota Fatayat NU yang mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini. Tujuannya yaitu sebagai panduan serta alat kajian ilmiah untuk memperkuat kader supaya lebih kompetitif dan tetap istiqomah dalam paham Ahlussunnah wal jamaah ala Nahdlatul Ulama, tutur Hj. Yayah Fijriah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menyikapi masalah sulit mencari kader, ia mendorong para anggota untuk tidak patah semangat. Kesulitan seperti itu menurutnya adalah hal yang tidak asing bagi organisasi. Jalani saja terus, berapa pun anggotanya organisasi itu harus berjalan.

"Mari kita ajak sahabat-sahabat di sekitar kita untuk sering berkumpul dalam kegiatan Fatayat. Nanti juga kalau sudah keseringan, mereka akan menyadari bagaimana hikmahnya berorganisasi di Fatayat NU," tutup Hj. Yayah Fijriah. (Ahmad Thobiin/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan menggelar halaqah internasional yang direncanakan dipusatkan di GOR Hasbullah Said Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sejak Ahad hingga Senin (21-22/05/2017) mendatang. Halaqah ini mengambil tema Menuju Rekontekstualisasi Islam Demi Perdamaian Dunia dan Harmoni Peradaban.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) dan PC GP Ansor Kabupaten Jombang ini akan membahas berbagai persoalan kebangsaan di beberapa negara. Terutama isu-isu yang berkaitan dengan hubungan antara Muslim dan non-Muslim di berbagai negara serta keberadaan negara-bangsa modern dan keabsahannya sebagai sistem politik yang mengikat kehidupan umat Islam.

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Perdamaian Dunia, GP Ansor akan Gelar Halaqah Internasional

"Jadi, dari berbagai persoalan wawasan keagamaan dunia Islam yang terjadi di berbagai negara itu, kami ingin mengetahui lebih detail melalui halaqah ini. Setelah mengetahui kondisinya, forum nanti kami harapkan bisa merumuskan peta jalan menuju rekontekstualisasi Islam demi perdamaian dan harmoni peradaban," ujar Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam), Ketua Panitia Halaqah Internasional GP Ansor, Senin (15/5).

Gus Aam menjelaskan, ada beberapa persoalan negara-bangsa yang terjadi di berbagai negara berkaitan dengan interaksi Muslim dan non-Muslim. Di samping itu, pergerakan golongan-golongan yang berpotensi mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara juga akan menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk membahasnya, panitia sudah mengundang perwakilan dari berbagai negara untuk menjadi pembicara dalam halaqah tersebut. Diantaranya Syeikh Kabir Helminski (Kentucky USA), Shuhaib Benseikh (Marseille, Prancis), Ayeikh Ahmed (Abbadi, Maroko), C Holland Taylor (Bayt Ar Rahmah, USA), Magnus Ranstorp (Stockholm, Swedia), Syeikh Mohammed Abu El Fadl (Kairo, Mesir), Ash Shisty (India), Syeikh Amru Wardani (Kairo, Mesir), Mouhanad Khorchide (University Of Munster, Jerman), dan perwakilan dari Malaysia.

"Untuk undangan yang luar negeri, beberapa sudah konfirmasi kehadiran. Terutama Mesir sudah pasti datang. Komunikasi terus kita lakukan, sudah hampir semuanya memberi kepastian hadir. Kalau pembicara dari dalam negeri ada perwakilan dari Muhammadiyah, pemerintahan, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan BIN (Badan Intelejen Negara)," jelas Gus Aam.

Adapun peserta kegiatan ini diperkirakan sekitar 400 orang. Terdiri dari pengurus Ansor dari seluruh Indonesia, kiai-kiai pesantren, akademisi, Forum Musyawarah Ponpes, RMI (Rabitah Mahad Islamiyah), dan utusan Banom (Badan Otonom) NU.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Forum ini dialognya aktif. Jadi, nanti dari beberapa narasumber bisa saling menanggapi secara langsung. Begitupun peserta," bebernya.

Menurut Gus Aam, berbagai pembahasan yang dikaji dalam halaqah internasional itu akan direkomendasikan dibedah kembali di negaranya masing-masing. "Karena bisa saja persoalan yang sudah dibahas disini nantinya akan relevan dengan yang terjadi di negara lain. Atau bisa saja hasil dari halaqah ini menjadi kesepakatan bersama lintas negara untuk perdamaian dunia dan harmoni peradaban," ulasnya. (Romza/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock