Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

Way Kanan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 di Kabupaten Way Kanan Lampung akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. GP Ansor tengah mengupayakan pemakaian tempat di Kantor PCNU setempat dalam rangka partisipasi GP Ansor terhadap peningkatan pendidikan di Way Kanan.

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

"Hari ini kami resmi mengajukan surat peminjaman tempat untuk pelaksanaan Sanlat BPUN 2016 kepada Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Senin (11/1).

Menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu, pihaknya sudah mempromosikan program utama Yayasan Mata Air yang secara garis mengenai pendidikan, kepemimpinan, dan keberagaman yang ramah itu kepada kepala sekolah SMA sederajat negeri dan swasta pada acara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat di SMAN2 Blambangan Umpu, Rabu (6/1) dan Kamis (7/1).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Manajemen BPUN Way Kanan berharap kepala sekolah menyampaikan program yang diakui sejumlah pihak berkualitas kepada anak didik atau tetangganya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syarat peserta adalah siswa yang baru lulus SMA/MA/SMK. Lulus tes seleksi yang diadakan oleh panitia dan benar-benar mempunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah. Mereka harus menyerahkan fotokopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke Netrahyahimsa Institute, Jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut 085382008080.

"Fotokopi rapor digunakan untuk pemetaan dan advis, mau kuliah di mana, jurusan dan fakultas apa hingga peluangnya bagaimana. Tahun ini kami berharap ada 100 pelajar berprestasi tetapi kurang mampu di Way Kanan tahun ini bisa mengikuti Sanlat BPUN,” kata dia.

Sanlat ini merupakan program berkualitas yang siap membimbing pelajar memasuki Perguruan Tinggi Negeri idaman dengan biaya sangat murah, minimal 10 kilogram beras maksimal 20 kilogram beras, berbeda jauh dengan di Bandar Lampung yang informasinya mencapai Rp1,8 juta.

Ia menyarankan, setiap peserta Sanlat BPUN nantinya wajib mendaftarkan Bidik Misi (bantuan biaya pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu).

"Saya ikut Sanlat BPUN Way Kanan 2015, lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan mendapatkan Bidik Misi. Alhamdulillah biaya konsumsi juga ditanggung. Jadi jangan ragu untuk ikut BPUN," ujar Dicky Aprizal, alumni Sanlat BPUN Way Kanan yang saat ini menjadi mahasiswa Universitas Lampung. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa karakter Islam ada pada kelembutannya. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” ujar Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Forum Bahtsul Masail tersebut membahas tentang ujaran kebencian (hate speech) yang kian marak di dunia maya. Selain Kiai Hasyim, hadir juga sebagai narasumber Imam Besar Masjid Istiqlal, dan pakar IT Muhammad Bachir.

Sementara itu, KH Nasaruddin Umar menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikategorikan dengan hate speech. "Ujaran kebencian itu adalah fitnah, menghasut dan penyebaran berita bohong," terangnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertama, imbuhnya, adalah penghinaan. Kedua berbuat tidak menyenangkan itu bisa digugat baik itu tertulis di media ataupun secara langsung penyampaiannya.





Rekomendasi kongres

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya ujaran kebencian atau hate speech terutama di media sosial, media tradisional, media online, dan kehidupan nyata.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain ujaran kebencian, sidang yang berlangsung Jumat (25/11) malam di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait kekerasan seksual pada anak, NAPZA, kesenjangan ekonomi, ketahanan keluarga, bonus demografi, terorisme, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Hate speech yang terbukti memunculkan kerasahan di tengah masyarakat disikapi secara serius oleh Muslimat NU. Rekomendasi terkait hate speech itu ditujukan kepada Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech.?

“Di samping Surat Edaran Kapolri No SE/b/X/2015 Tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech),” ujar Pimpinan Sidang Komisi Rekomendasi Hj Machsanah A.

Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya,” lanjut Machsanah.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu.

“Misalnya mengkafirkan dan menganggap sesat terhadap suatu aliran,” tandas Machsanah.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Habib, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari

Mataram VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren NU Nural Iman Sekarbele Kota Mataram mengagendakan buka puasa bersama dengan para santri selama Ramadhan. Kegiatan rutin ini kemudian dilanjutkan dengan tarawih berjamaah dan tadarusan.

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari

“Habis buka bersama juga sampai Tarawih dan Tadarusan juga,” kata Hirlan Al-Ony, salah seorang pengajar pesantren setempat di jalan Swasembada nomor 122 Kekalel, Sekarbele, Kota Mataram, Kamis (2/7).

"Semua santriwan-santriwati termasuk para ustadz ikut dalam agenda rutin selama Ramadhan," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut mantan aktivis PMII IKIP Mataram ini, ceramah dalam setiap agenda ini diisi secara bergantian oleh beberapa penceramah setempat.

"Kadang-kadang ceramah diisi oleh kepala sekolah ustadz Fathi Abai.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren NU Nurul Iman Sekarbele kota Mataram ini dibina Hj Wartiah yang kini diamanahkan sebagai Ketua Fatayat NU NTB. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya berhasil membubarkan Konferensi Islam dan Peradaban Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Asia Plaza, Ahad (1/5) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Pembubaran ini didukung dan bahkan dipimpin langsung oleh Kapolres Kota Tasikmalaya ini hanya berselang 30 menit setelah aksi dimulai.

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Didukung Polisi, Pagar Nusa Bubarkan Konferensi HTI

Ditemui sebelum membubarkan konferensi HTI, Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Moch. An’an Nazily mengatakan, aksi yang ketiga kalinya ini masih dengan tuntutan yang sama, yaitu membubarkan acara HTI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alasan yang kedua, terang pria yang akrab dipanggil Aa ini, untuk memberikan bukti kepada kepolisian, bahwa acara HTI tersebut bukan peringantan Isra’ Mi’raj.

“Kemarin, Manager Operasional Graha Asia (Hotel di Asia Plaza, red) dan Kabag Ops Polres Kota Tasikmalaya mengatakan, bahwa yang datang memberitahukan acara HTI itu dari MUI Kota Tasikmalaya, kata mereka, acara yang akan dilaksanakannya adalah Isra’ Mi’raj. Padahal jelas-jelas mereka menggelar konferensi sebagaimana bukti yang kita bawa ini. Ini bentuk kebohongan publik. Bukti ini akan kita serahkan kepada Kapolres,” paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di tempat yang sama, setelah menerima bukti undangan Konferensi Islam dan Peradaban dan spanduk acara HTI, Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Pagar Nusa. Bahkan dia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan pusat HTI.

“Saya mengapresiasi apa yang rekan-rekan lakukan. Dan ini menjadi bahan buat kami, kami akan teruskan sampai ke tingkat pusat HTI tersebut, bahwa informasi dari rekan kami, dari teman-teman Pagar Nusa, teman-teman NU, bahwa anda melaksanakan kegiatan yang demikian-demikian,” paparnya.

Bahkan dia menegaskan, bahwa dirinya NKRI sejati. Pernyataannya itu, aku Noffan, telah disampaikan langsung kepada pengurus HTI. “Saya cinta damai, saya NKRI asli, saya Pancasila dan saya sampaikan kepada yang bersangkutan, ini perlu dicatat rekan-rekan, pada saat saya diwawancarai mereka, saya adalah NKRI sejati. Saya minta anda juga pun demikian, mendukung Pancasila sebagai ideologi negara dan Undang-undang Dasar negara RI, itu acuan kita dan yang tertinggi adalah Alquran. Videonya masih ada, saya tidak berbohong,” jelas Noffan.

Setelah melakukan dialog, AKBP Noffan Widyayoko langsung memerintahkan anggotanya yang berada di lokasi acara untuk membubarkan acara. Konferensi yang sedianya dilaksanakan sampai pukul 14.00, akhirnya ditutup tepat pukul 11.30. Bahkan, Kapolres menunggu sampai seluruh peserta konferensi HTI keluar dari Asia Plaza.

Seperti diwartakan, Pagar Nusa menegaskan, konferensi tersebut mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). HTI ingin mengubah dasar negara, dan tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 yang telah dirumuskan dan disetujui oleh para ulama pendiri bangsa. Konferensi itu juga sengaja digelar bertepatan dengan hari lahir Pancasila. (Asep Sufian Sya’roni/Anam)

Gambar: Ketua Pagar Nusa Kab. Tasikmalaya dan Kapolres Kota Tasikmalaya akan menyaksikan para peserta konferensi keluar dari Asia Plaza

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Kiai, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyaknya karya ulama Nusantara berupa manuskrip maupun kitab serta dokumen-dokuemn primer NU menjadi perhatian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melakukan digitalisasi.?

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Digitalisasi Karya Ulama Nusantara, PBNU Gandeng Perpusnas RI

Untuk tujuan ini, PBNU menggandeng Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dengan meneken kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) terkait digitalisasi dan program-program lain, Selasa (23/2/2016) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Jakarta. MoU ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Kepala Perpusnas RI, Hj Sri Sularsih.

Dalam sambutan sebelum melakukan penandatanganan MoU, Kang Said mengatakan, NU sebagai organisasi besar yang telah menginjak usia 90 tahun, banyak manuskrip karya ulama nusantara yang perlu dipublikasikan secara digital.

“Ulama nusantara tidak hanya mempunyai banyak karya, tetapi mereka juga masyhur dan dikenal di negara-negara Timur Tengah,” jelas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Bukan hanya, kitab-kitab berbahasa Arab, lanjut Kang Said, mereka juga menulisnya dengan berbagai tulisan dan bahasa seperti Arab Pegon dan Bahasa Jawa. “Kiai Pesantren banyak menulis kitab, tetapi karena keterbatasan akses, akhirnya karya-karya tersebut tidak diterbitkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Padahal semuanya sangat bermanfaat seperti Kitab Tafsir karya KH Bisri Mustofa, ayahnya Gus Mus yang menulis tafsir hingga 30 jilid berbahasa Jawa dengan menggunakan tulisan tangan,” papar Kiai asal Kempek Cirebon ini.

Menurutnya, Perpustakaan PBNU di lantai dua Gedung PBNU Jl Kramat Raya juga banyak menyimpan menuskrip, dokumen-dokumen primer NU, dan karya ulama nusantara yang bisa didigitalisasikan sehingga bisa dipelajari dan diakses banyak kalangan. “Karya-karya tersebut sangat kontekstual dengan kondisi saat ini,” ujar Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam MoU yang juga dhadiri oleh para pimpinan Perpusnas RI dan PBNU ini, terdapat beberapa poin yang menjadi kesepakatan bersama di antaranya:

1. Pemanfaatan sumber daya informasi koleksi untuk kepentingan pendidikan dan penelitian.

2. Pengembangan perpustakaan digital berbasis koleksi keislaman.

3. Pengembangan minat baca.

4. Penyeleggaraan pertemuan ilmiah dan publikasi.

5. Penyerahan hasil terbitan.

6. Promosi setiap kegiatan melalui jaringan media yang dimiliki.

7. Preservasi bahan perpustakaan untuk kepentingan pembangunan perpustakaan digital.

8. Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan.

9. Pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan kegiatan.

10. Perluasan jejaring perpustakaan lingkup nasional dan internasional.

Hadir dalam MoU ini, Ketua RMI PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozien, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, beberapa Ketua PBNU dan Wakil Sekretaris Jenderal, serta Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad.? (Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Ubudiyah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berupaya mencegah kontaminasi ideologi kalangan remaja Ahlussunah wal-Jamaah yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Upaya itu dibungkus dengan pesantren kila (Sanlat) dan bimbingan belajar (bimbel) pasca-Ujian Nasional (BPUN) 2013 di Gedung PCNU Kota bandung Jl. Yuda no.03, Kebon Kalapa, Kota Bandung, Ahad (5/5) dimulai pukul 13.00 WIB.

Ketua pelaksana, Ujang Miftahudin, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membantu generasi muda dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan juga sebagai upaya untuk menjegah kontaminasi ideologi yang dewasa ini terjadi di kalangan remaja, “Seperti dalam temanya, “Subbanul yaum rijalul ghod”, pemuda hari ini adalah generasi penerus masa yang akan datang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, menegaskan, Dengan ideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah diharapkan dapat membackup generasi muda sebagai penerus bangsa untuk meminimalisir gerakan-gerakan konfrontatif yang mencoreng agama Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan Kegiatan ini, GP Ansor Kota Bandung berupaya untuk merealisasikan slogan, Almuhaafadhoh ‘alal qodiim ash-shaalih wal ahdu bil jadiidil ashlah, (menjaga nilai-nilai lama yang baik dan membuat inovasi yang lebih baik) dengan gerakan realistis dan relevan sehingga dapat diterima hal layak.

Kegiatan yang berjalan sebulan dan gratis tersebut disambut baik peserta yang datang dari berbagai sekolah menengah atas, “Agenda ini sangat baik dan sangat membantu bagi saya untuk belajar dalam menuju jenjang perkuliahan, selain mendapatkan pengetahuan umum, saya mendapatkan pengetahuan agama. Alangkah lebih baik untuk tetap dipertahankan” ujar Ahmad Rusmana, salah seorang peserta BPUN.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustadz Wahyu Afif Al-Ghofiqi, perwakilan dari PCNU Kota Bandung yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Kota Bandung. Dari PW GP Ansor Jawa Barat diwakili Johan Jauhari Anwar, sekaligus Manager Provinsi BPUN 2013. Kemudian dari Manager Pusat diwakili Muhammad Sofyan Fauzi, yang juga Supervisor dari Yayasan Mata Air.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga korban semburan lumpur panas Lapindo, utamanya yang rumah dan tanahnya ditenggelamkan lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina, Rabu, di kawasan sekitar pusat semburan lumpur di Porong, menggelar berbagai aksi, mulai cap jempol darah dan mengenakan pita hitam sambil membagikan selebaran kepada pengguna jalan.

Aksi korban lumpur Lapindo tersebut, sebagai simbolisasi "kematian hati nurani" pemerintah dan Lapindo yang dianggap sudah tidak memperdulikan lagi korban semburan lumpur yang kini menderita tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong (PBP) maupun tersebar di rumah kontrakan berbagai daerah.

Para korban lumpur yang sudah menderita atas tragedi semburan lumpur yang sudah berlangsung selama sembilan bulan ini, melakukan berbagai aksi "nekad" tersebut, sebagai upaya memperjuangkan ganti rugi tunai "cash and carry".

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Pasalnya, pemerintah dan Lapindo masih bersikukuh warga korban lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina direlokasi plus, yaitu dibangunkan rumah di sekitar Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dibebaskan cicilan pembayaran rumah dan tambahan uang Rp15 juta per-KK.

Rencananya, cap jempol darah terkumpul, berikutnya akan di kirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. "Kita akan berjuang menuntut ganti rugi ’cash and carry’ sampai titik darah penghabisan. ’cash and carry’ merupakan harga mati," tegas Agustinus Sixon, koordinator aksi cap jempol darah dari warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I.

Sementara aksi warga Renokenongo yang juga korban lumpur panas Lapindo pascaledakan pipa gas Pertamina yang mengenakan pita hitam dan membagi selebaran, berisi butuh kepastian dan bukan janji-janji. Mengetuk nurani pemerintah dan Lapindo, terutama Wapres Jusuf Kalla yang takkala berkunjung ke korban lumpur berjanji pemerintah dan Lapindo bertanggunjawab.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Saat Wapres ke sini, beliau mengatakan bahwa keluarga Bakrie (pemilik Lapindo Brantas Inc) adalah keluarga baik-baik dan Lapindo pasti bertanggungjawab. Kami butuh kepastian dan bukan janji-janji. Wapres buktikan janjimu," ucap Sumarto, peserta aksi yang warga Renokenongo. (ant/mad)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Bangkitkan Olahraga di Pedesaan, Mendes Gandeng Menpora

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Olahraga adalah sarana tepat untuk mempererat hubungan sesama warga maupun antardesa. Semangat berolahraga bisa diimplementasikan untuk membangun desa, bukan sekadar untuk mencari kemenangan dalam kompetisi.

Demikian ucap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT), Eko Putro Sandjojo, usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pemumda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (13/10).

Bangkitkan Olahraga di Pedesaan, Mendes Gandeng Menpora (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangkitkan Olahraga di Pedesaan, Mendes Gandeng Menpora (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangkitkan Olahraga di Pedesaan, Mendes Gandeng Menpora

"Sebab membangun desa itu bukan hanya dengan uang, tetapi juga dengan kebersamaan dan semangat bahwa desa itu mampu," tutur Eko Sandjojo.

Sementara itu, Imam Nahrawi mengapresiasi langkah Eko Sandjojo dengan MoU tersebut. Menurutnya, MoU tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang ingin membangun Indonesia dari pinggiran. Imam berharap ada regulasi yang kuat dari Mendesa PDTT yang bisa dijadikan acuan terlaksananya kerjasama tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berterima kasih atas kerja sama ini dan berharap anak-anak desa yang memiliki berbakat dalam berolahraga dapat difasilitasi untuk menjadi atlet," ujar Imam.

Mendengar permintaan Imam, Eko Sandjojo mengamininya. Eko mengatakan bahwa olahraga bisa jadi gagasan untuk membangun desa. Menteri kedua yang mengurusi soal desa ini akan segera mengeluarkan peraturan menteri agar setiap desa di Indonesia memiliki sarana olahraga. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Kendal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah menggelar apel di alun-alun Kendal untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 62 IPNU, Jumat (26/2) kemarin. Acara ini merupakan acara lanjutan dari beberapa rangkaian acara yang telah terlaksana sebelumnya.

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Apel ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Kapolda Jawa Tengah Nur Aliyang menjadi pembina apel, Ahmad Zuhri yang memimpin doa, KH. Arja’ Imroni dan KH M. Abbas Fuad Hasyim yang memberikan orasi ilmiah. Serta hadir juga Bupati Kendal Mirna Annisa, Dinas Pendidikan Provinsi, Kemenag Kendal, dan Dwipora Prov. Jateng.

Sekitar 4000 peserta hadir dalam apel ini. selain perwakilan dari PC IPNU se Jawa Tengah, apel ini juga diikuti pelajar berasal dari sekolah Maarif di Kabupaten, SMP N 1 Kendal, SMP N 3 Patebon, SMP 2 Kendal, SMK N 4 Kendal, Pemuda Pancasila, SMK NU 02 Kendal, dan beberapa? sekolah lain serta seluruh PAC? IPNU se-Kabupaten Kendal.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara Apel ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang sebelumnya dilakukan geladi bersih bagi para petugas Apel. Agenda ini di isi dengan Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dan pemaparan-pemaparan unsur negatif bagi gerakan radikalisme, serta orasi kebangsaan sebagai penguatan ideologi kebangsaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Teks Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dibacakan tepat setelah pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, dan berikut ini kutipan lengkap teks deklarasi tersebut:

Deklarasi Pelajar Antiradikalisme



Pertama, kami pelajar Jawa Tengah menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun di seluruh penjuru nusantara, karena bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, khususnya ISIS, sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama apapun, dan kemanusiaan.

Ketiga, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk aksi kekerasan ekstremisme dan terorisme di bumi nusantara.

Keempat, kami pelajar Jawa Tengah siap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran paham radikal, seperti ISIS, di lingkungan pendidikan

Kelima, kami pelajar Jawa Tengah berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada semua pelajar dan masyarakat pada umumnya, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian, dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masing-masing, dan

Keenam, kami pelajar Jawa Tengah siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme khususnya ISIS di seluruh bumi nusantara

Setelah teks deklarasi selesei dibacakan, dan diikuti oleh semua peserta, pembina apel menyampaikan amanat kepada para peserta. Ia menghimbau para pelajar NU untuk selalu mewarisi semangat NU dalam mempertahankan NKRI, karena dalam sejarahnya NU selalu berupaya menangkal gerakan-gerakan radikalisme yang merongrong sendi-sendi keutuhan negara.

“Pada darah saudara mengalir darah untuk menegakkan NKRI, karena kalian adalah anak-anak muda NU yang mewarisi semangat juang leluhur NU. NKRI harga mati!,” paparnya dalam sesi amanat pembina upacara. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Guru merupakan sebuah profesi yang mulia yang dikenal dengan istilah pahlawan tanpa tanda jasa. Akan tetapi slogan pahlawan tanpa tanda jasa jangan dijadikan sebagai alasan kurang perhatian dan penghargaan terhadap guru baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian

Hal itu disampaikan oleh H Saepuloh, MPd, Sekretaris Pergunu Jawa Barat di sela-sela acara Talk Show dengan tema ‘Guru Mulia Karena Karya’ di Studio Kompas TV Jawa Barat, Jl Riau No. 46, Bandung, Kamis (26/11).

Guru semestinya menjadi profesi yang dihormati dan dihargai oleh semua pihak. Kesejahteraan guru harus diperhatikan, pada kenyataannya masih ada guru yang mempunyai penghasilan di bawah UMR sekitar Rp 250.000,- per bulan. Bahkan guru honorer dibawah Kemenag pada tahun ini ada yang 7 bulan bahkan lebih belum mendapatkan gaji karena keterlabatan pencairan dana BOS.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Guru yang sudah mendapatkan tunjangan profesipun pada tahun ini ada keterlambatan pencairan hampir 9 bulan,” ungkap Saepuloh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, menurutnya, guru pada era globalisasi saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Oleh karena itu, guru jangan berhenti untuk belajar dan terus berkarya ditengah keterpurukan kondisi ekonominya.?

Pada kesempatan itu, Saepuloh mengatakan, sebagian besar guru belum melaksanakan kewajibannya berupa penulisan karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, Pergunu Jawa Barat bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan karya tulis ilmiah.?

"Guru-guru kita terdahulu besar karena karya tulisnya, bahkan karya tulisnya menjadi rujukan utama pada saat ini,” tuturnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

Islam Sebagai Sarana Character Building

Dalam membangun bangsa yang maju besar dan beradab, agama memiliki peran yang sangat besar. Sebagai organisasi sosial keagamaan, sejak dulu NU berperan sangat besar dalam mengayomi dan membangun masyarakat, baik melalui pendidikan, dakwah dan lain sebagainya. Hal itu tidak lain karena NU merupakan organisasi keagamaan yang dipimpin oleh para ulama, sementara tugas ulama selain liyatafaqqahu fiddin, mengggali, merumuskan dan mengembangkan pemikiran keagamaan, tetapi juga memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya dan bahkan sangat strategis yang berkaitan dengan masalah sosial dan kebangsaaan yaitu tugas liyundziru qaumahum (membangun masyarakat) yakni membentuk kepribadian. 

Dalam kaitan dengan masalah masyarakat, NU memiliki beberapa tugas pertama adalah pembangunan mental-spiritual, pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat (character building) ini sangat penting agar lahir kader orang-orang  atau masyarakat yang memiliki sikap, memiliki ketegasan, memiliki prinsip serta memiliki tanggung jawab baik terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia dan terhadap bangsa dan Negara. Karena itu para ulama dan khususnya NU memiliki tugas kedua yaitu nation building (pembangunan bangsa). Dengan adanya pembantukan karakter (character building) itulah nation building (pembangunan bangsa) bisa dilaksanakan dan ini merupakan modal dasar bagi state building (membangun Negara). Dengan nation building ini maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani, karena memiliki kepribadian nasional yang kokoh, sehingga bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa beradab yang lain.

 

Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Sebagai Sarana Character Building

Tugas ketiga adalah criticism buiding (membangun sikap kritis), ini sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana sering ditegaskan bahwa sikap NU terhadap negara taat mutlak bahwa negara harus dijaga dan dibela, tetapi terhadap pemerintah yang ada NU menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sementara dalam melakukan amar ma’ruf sendiri perlu menggunakan etika.

مَنْ كَانَ أَمْرُهُ مَعْرُوْفاً فَلْيَكُنْ بِمَعْرُوْفٍ

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Barangsiapa mengajak kebaikan maka dengan cara yang baik pula).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

 

NU akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang adil dan benar, tetapi NU akan mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang tidak benar dan tidak adil bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

 

Sikap kritis NU dalam mendukung atau mengkritik pemerintah ini didasari oleh pertimbangan etis, bukan oleh pertimbangan politis, karena itu akan dilakukan terus walaupun NU bukan partai politik tetapi organisasi keagamaan yang memang memiliki tugas moral atau etis.

 

Kembali pada upaya character building dan nation building, ini merupakan langkah yang sangat mendesak saat ini, karena ini merupakan persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini ketika sekolah dan lembaga pendidikan lain termasuk lembaga kebudayaan yang ada tidak melakukan tugas ini. Sementara gelombang globalisasi yang begitu besar menghancurkan sendi-sendi bangsa ini di semua sektor kehidupan, sehingga terjadi kemerosotan moral dan lunturnya karakter. Sementara NU sebagai organisasi keagamaan justru tidak pernah berhenti melakukan character and nation building ini.

 

Penanaman rasa cinta tanah air dan bangga terhadap sejarah serta peradaban sendiri itu dilakukan karena berdasarkan pertimbangan bahwa:

مَنْ لَيْسَ لَهُ اْلأَرْضُ لَيْسَ لَهُ تَارِيخ، وَمَنْ لَيْسَ لَهُ التَّارِيْخُ لَيْسَ لَهُ ذَاكْرَة

(barang siapa tidak memiliki tanah air dan tidak mencintai tanah air, maka tidak memiliki sejarah, barang siapa tidak memiliki sejarah maka tidak memiliki memori dan karakter).

 

Bagi orang atau bangsa yang tidak memiliki memori maka dia akan menjadi bangsa tidak memiliki karakter, dan bangsa yang tidak memiliki karakter akan kehilangan segalanya. Politiknya akan hilang, peradabannya akan merosot dan aset ekonominya pun akan dijarah bangasa lain akhirnya akan menjadi bangsa yang miskin dan tidak terhormat. Inilah pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, dan karena itu tidak henti-hentinya NU menanamkan rasa cinta tanah air. Penegasan pada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI ini merupakan bentuk paling nyata dari rasa cinta tanah air tersebut. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Dalam pengertian itulah agama ditempatkan sebagai unsur mutlak dalam nation dan character building.

Jakarta,   6 Juni 2012. M

               16 Rajab 1433 H

 

 

Dr KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 01 Januari 2018

Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang

Batang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan bantuan untuk 500 orang nelayan di Kabupaten Batang di GOR Satria Subah, Jumat (18/11). Bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan Lakpesdam NU Batang, Dinsosnakertrans menyerahkan bantuan berupa sarana dan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menurut Kepala Dinsosnakertrans Sugiyatmo, perhatian Kemnaker untuk masyarakat nelayan melalui sosialisasi dan pemberian bantuan peralatan K3 diharapkan memperkuat program-program pemberdayaan nelayan sehingga keinginan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dapat terwujud, terutama pada nelayan di Batang.

Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Serahkan Bantuan untuk 500 Nelayan di Batang

Kepala Dislutkan Batang Taufiq menambahkan, untuk program-program pemberdayaan nelayan dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, nelayan perlu dilengkapi peralatan keselamatan kerja agar nelayan terus meningkatkan kesadaran pentingnya budaya K3.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebagaimana disampaikan dalam sambutan Setdijen Dirjen Bina Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Herman Prakoso Hidayat mengharapkan kesadaran akan budaya K3 di kalangan nelayan semakin meningkat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Lakpesdam NU Batang M Arif Rahman Hakim berharap peran semua pihak dapat meningkatkan kerja sama, koordinasi, dan membangun kolaborasi yang sinergis untuk mengatasi semua permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya bagi nelayan di Kabupaten Batang.

Alhamdulillah tahun 2016, Lakpesdam bersama dengan Kemnaker sudah memberikan 900 alat K3 kepada nelayan Batang. Bulan Februari lalu 400 paket untuk nelayan Batang kota. Sekarang 500 paket untuk wilayah Kecamatan Tulis, Subah, Banyuputih, dan Gringsing. Meskipun belum merata, kami berharap kerjasama ini akan terus berlanjut,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Perwakilan nelayan, Sunarto menyampaikan bahwa budaya K3 perlu dikembangkan secara terus-menerus karena telah terbukti bahwa tingkat penerapan K3 suatu negara sangat memengaruhi produktivitas dan daya saing. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Perhelatan? Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan menjadi perhatian serius masyarakat. Dalam upaya merespon pergantian pemimpin di Banten ini GP Ansor Kabupaten Tangerang menggelar diskusi kebangsaan bertema Menyongsong Kepemimpinan Banten dan Akselerasi Pembangunan Daerah.

Kegiatan yang digelar beberapa waktu yang lalu di SDIT Al-Itqon Balaraja Tangerang ini dihadiri ratusan kader GP Ansor dan Banser Kabupaten Tangerang. Hadir sebagai narasumber anggota DPD RI perwakilan Banten Habib Ali Alwi Al-Husaini dan anggota DPR RI Andika Hazrumy.

GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menyampaikan bahwa Pemilukada sebagai sarana pergantian kepemimpinan daerah harus dijadikan momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpinya sekaligus menjadi evaluasi kepemimpinan sebelumnya.

“Dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan di Banten dan dapat mengakselerasi pembangunan,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Huda juga mengajak seluruh kader GP Ansor, Banser, dan masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi secara aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi tersebut. “Sebagai generasi muda, kader Ansor dan Banser tidak boleh apatis dan apolitis. Mereka wajib mengambil peran dan berpatisipasi secara aktif.”

Habib Ali Alwi mengatakan bahwa Banten merupakan daerah yang memiliki sejarah peradaban yang cukup tua dan memiliki ciri khas keagamaan yang kuat. Masyarakat Banten sangat terkenal dengan nilai-nilai relegiusitasnya. Banten juga terkenal dengan daerah sejuta santri.

“Pembangunan di Banten tidak boleh hanya mengedepankan pembangunan fisik semata, namun pembangunan moral spiritual juga harus menjadi skala prioritas pembangunan di Banten,” kata Habib Ali.

Ia juga menyampaikan bahwa idealnya calon pemimpin Banten harus memenuhi dua kriteria yakni memiliki visi misi pembangunan yang jelas dan figur kepemimpinan yang relegius. “Kombinasi calon pemimpin itulah yang cocok untuk memimpin Banten ke depan,” katanya.

Sementara Andika Hazrumy berharap Banten ke depan harus lebih maju. Nilai-nilai relegiusitas sebagai ciri khas Banten harus terus diperkuat dan mesti menjadi spirit pembangunan di Banten.

“Calon pemimpin Banten ke depan selain harus terfokus pada akselerasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus juga berfokus pada peningkatan pembangunan sumber daya manusia yang relegius,” ucapnya.

Andika Hazrumy yang juga kader GP Ansor Banten menambahkan bahwa GP Ansor sebagai organisasi pemuda diharapkan mampu mendinamisasi berbagai lini kehidupan masyarakat. “GP Ansor harus terlibat aktif dalam berbagai bidang pembangunan baik sosial, keagamaan, politik maupun pembangunan ekonomi,” pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menyatakan prihatin dengan kondisi dan perhatian terhadap guru di DKI Jakarta. Ada beberapa indikator yang dinilai menjadi bukti bahwa guru di ibu kota negara ini masih dipandang sebelah mata.

Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata

“Masih ada guru DKI Jakarta yang hanya mendapatkan gaji 300 ribu per bulan, padahal biaya hidup di Jakarta cukup tinggi. Bagaimana mereka bisa menghidupi keluarganya, menjamin kehidupan yang layak untuk anaknya, serta jaminan pendidikan yang berkelanjutan untuk anak turunnya?” kata Ketua PW Pergunu Aris Adi Leksono dalam siaran pers, Rabu (4/5).

Ia menambahkan, tahun 2015 kemarin gaji guru honorer terlambat bayar hingga 10 bulan. Bahkan, di tahun 2016 belum ada kepastian honor untuk guru honorer di lingkungan Kementerian Agama. Tunjangan kesejateraan daerah (TKD) juta tak diterima semua guru, terutama guru yang lingkungan Kementerian Agama.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Padahal guru DKI Jakarta adalah sama mendidik anak Jakarta. Bahkan beban kerja guru Kementerian Agama lebih besar daripada lainnya dalam hal menanamkan akhlak dan moral pada generasi penerus bangsa,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Aris, terbitnya Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 235 Tahun 2015 tentang Honorarium Guru Non Pagawai Negeri Sipil Dan Tenaga Kependidikan Non Pegawai Sipil semakin menambah kesenjangan perlakuan pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap guru honorer, terutama bagi guru di sekolah swasta, apalagi bagi guru honorer di lingkungan Kementerian Agama.

Karena itu, Pergunu DKI meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta agar dapat memutuskan regulasi yang dapat memperhatikan nasib guru, secara berkeadilan tanpa dikotomi negeri-swasta, Diknas-Kemenag.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemangku kebijakan juga diharapkan bisa menjadi “rumah besar” pelayanan pendidikan di Jakarta yang berkeadilan dengan langkah konkret memberikan TKD untuk semuan Guru dan UMP untuk semua Guru.

“Untuk itu, Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama perlu menerbitkan peraturan bersama untuk guru sebagai wujud sinergi kebijakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru di DKI Jakarta. Jakarta adalah daerah khusus, dengan APBD yang sangat besar, sangat memungkinkan menebitkan peraturan dengan pendekatan leg spesialis,” papar Aris.

PW Pergunu DKI Jakarta, Selasa (3/5) lalu juga menggelar Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta, sebagai respon terhadap proses pendidikan yang tidak merata antara pendidikan di bawah naungan Pemerintah Provinsi dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Tema yang diusung pada seminar yang berlangsung di gedung Sertifikasi Guru Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Lantai 9, Jakarta tersebut adalah "Merajut Konsepsi Pendidikan Holistik dan Berkeadilan". (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

Thariq As-Shaidani datang dan bicara tiba-tiba ketika gerombolan orang musyrik berkumpul di rumah Abu Jahal. "Betapa gampang membunuh Muhammad seandainya kalian sepakat dengan omonganku."

Sorot mata orang-orang tertuju pada Thariq. Penasaran dengan gagasan muslihat pemuda satu ini.

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

"Muhammad tengah bersandar di dinding Kabah. Kalau saja salah seorang dari kita pergi membawa batu besar lalu melemparkannya dari atas Kabah, Muhammad pasti tewas seketika," papar Thariq.

Syihab, salah satu peserta dalam persekongkolan jahat itu pun berdiri dan berucap, "Jika kalian mengizinkan, pasti aku akan membinasakan Muhammad."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syihab beraksi. Ia naik ke atas Kabah sambil membawa batu yang sangat besar yang lantas ia hempaskan ke bawah tepat ke arah tubuh dan kepala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

"Blek!"

Dalam kitab Al-Aqthâf ad-Daniyyah fî Mawâidlil Ushfûriyyah dijelaskan, batu tersebut tak langsung terjun ke tanah. Tiba-tiba saja benda berat itu menjauh dari dinding Kabah dan tertahan di udara. Baru setelah Rasulullah bangkit dari lokasi sandarnya, batu itu patuh pada hukum gravitasi bumi, jatuh lalu menggelinding ke tempat asalnya.

Syihab yang menyaksikan peristiwa ajaib itu hanya bisa melongo. Nyaris tak percaya dengan kejadian di depan matanya. Seketika ia turun dari atas Kabah lalu menghampiri manusia suci itu. Rasulullah tidak marah, bahkan menyambut hangat Syihab yang menyatakan diri masuk Islam. Thariq As-Shaidani, inisiator percobaan pembunuhan Nabi pun turut jadi muallaf, berikut kawan-kawannya yang lain.

Para anggota geng musyrikin Quraisy tersebut beruntung, kala hati mereka membatu dan dipenuhi kebencian terhadap Islam yang menawarkan peradaban luhur, ada mukjizat yang mampu melunakkan hati keras mereka. Persekongkolan jahat menjadi tak berkutik di depan fenomena menakjubkan di luar hukum alam dan batas kemampuan manusia.

Yang jauh lebih beruntung—dan tentu berat—sesungguhnya adalah mereka yang hidup di zaman modern tetapi mau beriman dan menempuh jalan Islam meski tanpa pernah bertatap muka dengan Nabi atau menyaksikan peristiwa adikodrati.

Dikatakan berat karena di pundak mereka bertengger dua tanggung jawab sekaligus: konsisten terhadap keyakinan Islam dan menunjukkan Islam ke publik sebagai agama yang memang pantas dipeluk melalui sikap dan perilaku yang beradab. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Hikmah, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 27 Desember 2017

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pemuda merupakan elemen penting yang menentukan berkembangnya sebuah negara. Maka dari itu dibentuklah UU No 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan yang disahkan oleh DPR 15 September 2009.



IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Lakukan Sosialisasi UU Kepemudaan

Untuk membantu mensosialisasikan UU ini Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) mengadakan diskusi publik dengan tema “Diseminasi UU Kepemudaan” yang diselenggarakan di gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2).

Hadir dalam diskusi publik ini, ketua PBNU Andi Jamaro Dulung dan Panca Putra, Asisten Deputi Keserasian Kebijakan Pemuda Menegpora.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara ini merupakan bagian dari 10 rangkaian acara besar yang diadakan oleh IPNU dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke-58 yang dimulai pada 23 Januari sampai 23 April mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“IPNU sangat setuju dengan adanya UU ini, maka kami mengadakan sosialisasi yang  juga merupakan bagian dari 10 rangkaian besar acara dalam rangka menyambut hari lahir PP IPNU ke 58 tepatnya besok tanggal 24 Februari,” kata Fathoni selaku ketua panitia kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Keberadaan UU ini penting karena jumlah penduduk Indonesia yang masuk kategori pemuda cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia 16-30 berjumlah 62.985.401. Selain itu jumlah ormas pemuda juga cukup besar, yaitu mencapai 279 ribu organisasi.

Sejumlah negara juga telah memiliki UU Kepemudaan ini, seperti di Thailand (Thailand National Youth Promotion and Coordination Act), Philipina (Youth and Nation Building Act), Belanda (Law of Youth Care) dan lainnya.

Pengesahan UU ini telah menimbulkan respon dari berbagai pihak yang berkepentingan, khususnya ormas kepemudaan yang diatur dalam UU ini. Menurut Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi ada beberapa point yang menjadi diskusi dan isu hangat di kalangan pemuda terkait dengan UU ini. Selain mengenai batasan umur, pembentukan komite dan pendanaan isu lain adalah semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini.

“Semangat dan kontekstualisasi yang melandasi UU ini hendaknya adalah semangat ideal guna membangun pemuda dan bangsa ini,” katanya. (len)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kontingen Pencak Silat NU Pagar Nusa berhasil membawa pulang 5 piala dari 7 kategori yang diikuti dalam Festival Pencak Silat II yang diselenggarakan dalam rangka HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ke-40 di Sasono Langen Budaya TMII (13-14/4).

Festival Pencak Silat II dalam rangka HUT TMII ke-40 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta kali ini diikuti 150 lebih pesilat dari 7 perguruan. PSNU Pagar Nusa berhasil juara di 5? kategori, antara lain, Tunggal Putri (Pelajar), Ganda Putra (Pelajar), Ganda Putri (Pelajar), Ganda Putra (Dewasa), Berkelompok (Dewasa).

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII

"Untuk tahun ini kita mengikuti 7 kategori dari 10 kategori yang dilombakan, mudah-mudahan tahun depan Pagar Nusa bisa mengirim lebih banyak lagi," kata Afandy, pelatih sekaligus manajer tim Pagar Nusa.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia menambahkan, tahun ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Pagar Nusa. Tahun lalu dalam ajang yang sama Pagar Nusa membawa pulang 2 piala, ini salah satu bukti pengkaderan di Pagar Nusa berkembang pesat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

"Pagar Nusa akan terus evaluasi dan berbenah diri untuk menjadi lebih baik dengan mencetak pesilat-pesilat yang berprestasi, dan yang lebih penting menanamkan pada diri pesilat Pagar Nusa bahwa Pencak Silat adalah khasanah budaya Indonesia yang wajib dilestarikan," pungkasnya.

?

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian tim Pagar Nusa di Festival tahun ini.

?

"Prestasi ini harus tetap dipertahankan dan dikembangkan lagi, kita sangat optimis Pagar Nusa bisa lebih baik ke depannya dari sisi prestasi maupun kaderisasi," ujar pria yang akrab disapa Gus Aiz ini. (Nashr Fanie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Aswaja, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 09 Desember 2017

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pondok pesantren mampu merepresentasikan apa yang menjadi cita-cita masyarakat. Pondok pesantren mampu mengajak para santri melangkah lebih maju untuk berkreasi dan inovasi, salah satunya seni membatik.

Demikian disampaikan Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari ketika menghadiri haflatul ikhtibar Ke-XII wisuda MI, MA dan SMK Amtsilati Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Ahad (21/5).

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik

Menurut Tantri, selain menuntut ilmu pendidikan, siswa dan siswi haruslah diimbangi dengan ketrampilan agar mampu berkreasi dalam rangka membantu menghadapi tantangan zaman.

“Salah satu parameter dan tumpuan harapan adalah tujuan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Darul Mukhlasin dengan mencetak karakter anak-anak muda yang tangguh dan bekerja keras,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tantri menerangkan, pendekatan enterpreneur menjadi ikhtiar untuk memajukan pondok pesantren yang memiliki pemanfaatan bagi pondok maupun masyarakat. Ikhtiar para guru, ustadz, dan ustadzah mencetak karakter anak-anak muda yang berkualitas, berkreasi, dan berinovatif diimbangi dengan iman dan ilmu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Hanya iman dan ilmu yang dapat mengantarkan menjadi manusia yang utuh dan mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin maju dan berkembang dengan pesat,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pesantren Darul Mukhlasin KH Mahfudz Basya mengharapkan agar ilmu yang didapat para santri menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat di tengah masyarakat. “Semoga kegiatan ini bisa memberikan motivasi bagi para santri yang diwisuda sehingga bisa terus berkarya di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Tantri juga melihat dari dekat hasil kreatifitas siswa dan siswi berupa seni membatik dan produk makanan para siswa dan siswi Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Darul Mukhlasin. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Sholawat, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Jombang yang dilaksanakan di TPK Perhutani Ploso Jombang berjalan cukup meriah Ahad (10/02). Ribuan Nahdliyin dan Nahdliyat yang datang dari MWC-MWC atau kecamatan seluruh Jombang, terutama yang berada di wilayah eks-kawedanan Ploso memadati lokasi pelaksanaan Harlah.

Tampak hadir dalam Harlah tersebut antara lain salah satu Ketua PBNU H Saifullah Yusuf, Rais Syuriah PCNU Jombang KH Abd Nashir Fattah, Ketua PCNU Jombang Dr. KH Isrofil Amar, jajaran pejabat dari pemerintah lokal, serta undangan dari berbagai organisasi masyarakat di Jombang.

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah NU di Jombang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah

Acara Harlah juga dimeriahkan dengan penampilan musik tradisional Calung dari MTsN Tambakberas Jombang, serta penampilan band religi persembahan dari Umat Power yang didukung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam sambutannya, Ketua Umum PCNU Jombang, KH Isrofil Amar menegaskan pentingnya membangun persatuan diantara umat Nahdlyin. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terlaksananya acara Harlah, Maulid Nabi dan Pasar Rakyat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Drs. Saifullah yusuf dalam tausiyahnya menekankan pentingnya hidup yang penuh barokah. "Hidup yang barokah adalah hidup yang selalu terus bertambah kebaikannya. Hal ini sebagaimana arti barokah itu sendiri yaitu ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan", jelas pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Sebagaimana yang diwartakan sebelumnya, PCNU Jombang menggelar kegiatan Harlah NU Ke 90 dengan rangkaian kegiatan antara lain, Apel Kesetiaan Warga NU, Istighosah dan Tahlil Akbar, Pasar Rakyat yang dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai rangkaian penampilan, serta ditutup dengan resepsi peringatan Harlah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Hikmah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock