Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penembakan di Papua yang mengakibatkan 8 personel TNI dan 4 warga sipil meninggal dunia, serta 5 orang lainnya menderita luka.

NU mendesak aparat keamanan segera menuntaskan permasalahan tersebut, namun tidak dengan cara-cara represif. 

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengatakan peristiwa penembakan kali ini menambah panjang daftar kekerasan di Papua. Polisi dan TNI sebagai aparat penegak hukum diminta secepatnya mengambil langkah bijak penyelesaian. 

"Siapapun pelakunya, kelompok separatisme atau yang lain dengan tujuan tertentu, (penembakan) ini adalah kriminal. Pelakunya harus segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tegas Kiai Said di Jakarta, Jumat ( 22/2/2013). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Said juga mengungkapkan rasa dukacita dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban penembakan tersebut. "Atas nama pribadi dan seluruh Nahdliyin, kami ikut berdukacita. Semoga Allah mengampuni dosa seluruh korban, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," lanjutnya.  

Untuk penuntasan masalah kekerasan di Papua, Kiai Said meminta agar tidak dilakukan dengan mengedepankan cara-cara kekerasan. Ruang dialog sebagai sarana mengurai permasalahan dan menemukan jalan keluar disarankan untuk diperbanyak digelar. 

"Pemerintah pernah sukses menerapkan cara-cara itu di Aceh. Di Papua karakteristiknya tidak jauh berbeda. Jadi saya minta Pemerintah membuka sebanyak-banyaknya ruang dialog, libatkan masyarakat setempat untuk mencari jalan keluar terbaik," urai Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekah, ini. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menjadi satu agenda dalam penuntasan masalah di Papua, Kiai Said juga mendesak Pemerintah untuk segera merealisasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. PBNU diakuinya pernah menerima aduan masyarakat Papua perihal kesenjangan kesejahteraan tersebut. 

"Papua sangat kaya, tapi masyarakatnya tidak merasakan itu secara utuh. Ini juga menjadi PR Pemerintah untuk segera diselesaikan, sekaligus menjadi salah satu cara penyelesaian masalah kekerasan," pungkas Kiai Said. 

Seperti diberitakan, peristiwa penembakan terjadi di dua lokasi berbeda di Papua. Pertama terjadi di posko Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, yang menewaskan  seorang personel TNI atas nama Pratu Wahyu Prabowo.

Penembakan kedua terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. 7 personel TNI tewas dalam peristiwa tersebut, yaitu Sertu Ramadhan, Pratu Edi, Praka Jojo Wiharja, Pratu Mustofa, Praka Wempi, Sertu Udin, dan Sertu Frans. Dalam perkembangannya 4 warga sipil juga menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini.

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, IMNU, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Sedikitnya sekitar 1000 peminat sepeda gowes dari berbagai komunitas di Jombang ikut memeriahkan kegiatan pra-Konfercab NU di Kota Santri ini. Kegiatan yang dinamai Sepeda Santai ini bertempat di lapangan Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng Jombang sebagai titik tolak dan titik finish sekaligus.

Ketua Pelaksana kegiatan Muzadi menyebutkan latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya, selain untuk menyemerakkan Konfercab yang akan berlangsung di Pesantren Tebuireng pada 22-23 April ini, juga sebagai upaya untuk mengajak masyarakat mencintai olahraga sepeda gowes.

Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Konvoi 1000 Sepeda Gowes Meriahkan Pra-Konfercab NU Jombang

"Intinya kita ini ingin menyemerakkan Konfercab, di samping itu agar masyarakat khususnya di Jombang mulai membiasakan olahraga dengan sepeda," ujarnya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di lokasi kegiatan, Ahad (16/4).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah seorang pengurus GP Ansor Jombang ini menambahkan, minat bersepeda gowes akhir-akhir ini mulai berkurang. Berkembangnya teknologi dengan munculnya beragam alat olahraga yang serba instan membuat kebanyakan masyarakat beralih pada produk baru.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sekarang ini memang sudah mulai berkurang, disebabkan banyak produk-produk baru yang digunakan untuk berolahraga," tambahnya.

Jika olahraga dengan beragam cara tradisional ini tidak mulai ditonjolkan kembali, maka dikhawatirkan seseorang yang sudah berusia lanjut atau dari kalangan ekonomi menengah ke bahwa tidak dapat berolahraga karena masalah ekonomi untuk memperoleh alat-alat olahraga modern.

"Ini bahaya, sementara mayoritas yang sebenarnya butuh olahraga intensif adalah orang-orang yang sudah tua," ujarnya.

Karenanya, momentum pra-Konfercab dengan gelaran kegiatan tersebut dianggap tepat untuk mulai mengembalikan minat olahraga gowes ini yang dapat dilakukan oleh semua kalangan. "Dari berbagai kalangan, semua ikut, dan bisa melakukannya (bersepeda gowes, red)," tuturnya.

Sementara itu, kegiatan ini juga menyediakan berbagai hadiah bagi peserta gowes yang beruntung. Hadiah diperoleh dari sejumlah kupon yang dibeli sebelumnya sebesar 5000 rupiah yang kemudian diundi saat semua peserta gowes mencapai finish. Beberapa hadiah di antaranya puluhan sepeda polygon, kipas angin, televisi, alat masak, dan lain-lain. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Doa, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)  menggelar Lokakarya Pembinaan Perguruan Tinggi NU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/8). Tema yang diambil, “Akselerasi Pengembangan Mutu dan Pembekalan Panduan Teknis bagi Perencanaan Perguruaan Tinggi (PT) NU ke depan”.

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Selenggarakan Lokakarya Pembinaan PTNU

Lokakarya diikuti kurang lebih 200 utusan PTNU se-Indonesia, baik jajaran pimpinan PTNU yang sudah eksis maupun panitia pendirian PTNU baru. Turut hadir pula, jajaran PWNU terkait, PP Lajnah Pendidikan Tinggi NU (LPTNU), PP Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, dan PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU.

Acara yang dibuka Waketum PBNU H As’ad Said Ali ini akan mendiskusikan berbagai hal seputar pendidikan tinggi, seperti penjaminan dan perbaikan mutu, manajemen sumber daya manusia, manajemen kewirausahaan, serta starategi dan perencanaan pndirian PTNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua panitia penyelenggara A Hanief Saha Ghafur mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud silaturrahim nasional PT di lingkungan Nahdliyin. Tujuan utamanya, memperkuat pembinaan manajemen mutu dan kewirausahaan PTNU yang sudah ada, serta mengembangkan kapasitas dan panduan teknis bagi panitia pendirian PTNU baru dalam menyusun perencanaan ke depan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, perguruan tinggi ke depan dihadapkan kepada berbagai tantangan dari berbagai arah, dari persoalan mutu akademik, kelangkaan sumberdaya, mengecilnya peluang sumber dana, persaingan ketat, manajemen dan tata kelola yang belum mapan.

“Pengelola perguruan tinggi dituntut menemukan strategi baru dan jalan alternative untuk keluar dari krisis yang mendera,” pintanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis     : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Nusantara, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga

Batang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Komisariat MA Sunan Kalijaga Bawang, Batang memiliki program unggulan razia HP. Mereka menyita HP teman-teman sendiri sebelum pelajaran dimulai. Telepon seluler ini dikembalikan ketika para pelajar MA Sunan Kalijaga keluar dari kelas selepas jam sekolah usai.

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga

Demikian disampaikan Sekjend PP IPNU H Muhammad Nahdhi saat mengunjungi PK MA Sunan Kalijaga Bawang, Batang, Senin (5/5). Dikemas dengan diskusi terbuka bertajuk “Curhat Bareng Sekjend”, mereka membahas tantangan dan permasalahan di PK IPNU-IPPNU setempat.

“Baru kali ini ada PK berani seperti kalian. Ini luar biasa,” kata Nahdhi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua PK IPNU MA Sunan Kalijaga Nurul Anam, kami menyita HP sebelum jam pelajaran dan mengembalikan lagi saat mereka keluar kelas. Dengan itu kami berharap mereka mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di kelas dengan konsentrasi penuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tapi tantangannya tidak ringan. Kami sering dicemooh teman-teman sendiri karena razia itu,” ujar Anam dan Ketua PK IPPNU MA Sunan Kalijaga Mujariyah, menerangkan program yang sudah berlangsung lebih dari 3 tahun.

Program razia ini didukung Kepala MA Sunan Kalijaga Ahmad Munir Malik. Program itu harus tetap dilanjutkan oleh Pimpinan Komisariat. Munir juga meyakinkan kepada segenap kader untuk tetap semangat dan berani membuat program-program unggulan demi kemajuan pelajar.

Sedangkan Sekjend PP IPNU M Nahdhi juga memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Munir. Selaku kepala madrasah, ia berani mengambil sikap tegas dengan mengubah OSIS menjadi PK IPNU-IPPNU MA Sunan Kalijaga sejak beberapa tahun lalu.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Wakil Sekjend PP IPNU Slamet Tuharie dan Koordinator Keorganisasian PP IPNU Abdul Kadir. Mereka juga memberikan motivasi agar PK IPNU-IPPNU MA Sunan Kalijaga menjaga soliditas di kalangan internal pengurus, sehingga program-program yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar.

“Demikian tantangan untuk orang-orang yang ingin berbuat baik. Pesan saya, tetap semangat dan yakinkan kepada para siswa MA Sunan Kalijaga bahwa program razia HP dilakukan demi kebaikan mereka,” imbuh Slamet.

Di akhir pertemuan, Munir menyatakan rasa gembira. “Pertemuan ini membanggakan. Setahu saya, baru sekarang ada Sekjend PP IPNU yang mau menyentuh sampai komisariat,” terang Munir. Munir ialah Ketua PC IPNU Batang masa khidmat 2001-2003. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga korban semburan lumpur panas Lapindo, utamanya yang rumah dan tanahnya ditenggelamkan lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina, Rabu, di kawasan sekitar pusat semburan lumpur di Porong, menggelar berbagai aksi, mulai cap jempol darah dan mengenakan pita hitam sambil membagikan selebaran kepada pengguna jalan.

Aksi korban lumpur Lapindo tersebut, sebagai simbolisasi "kematian hati nurani" pemerintah dan Lapindo yang dianggap sudah tidak memperdulikan lagi korban semburan lumpur yang kini menderita tinggal di pengungsian Pasar Baru Porong (PBP) maupun tersebar di rumah kontrakan berbagai daerah.

Para korban lumpur yang sudah menderita atas tragedi semburan lumpur yang sudah berlangsung selama sembilan bulan ini, melakukan berbagai aksi "nekad" tersebut, sebagai upaya memperjuangkan ganti rugi tunai "cash and carry".

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Lumpur Lapindo Gelar Cap Jempol Darah dan Pita Hitam

Pasalnya, pemerintah dan Lapindo masih bersikukuh warga korban lumpur pascaledakan pipa gas milik Pertamina direlokasi plus, yaitu dibangunkan rumah di sekitar Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, dibebaskan cicilan pembayaran rumah dan tambahan uang Rp15 juta per-KK.

Rencananya, cap jempol darah terkumpul, berikutnya akan di kirim ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. "Kita akan berjuang menuntut ganti rugi ’cash and carry’ sampai titik darah penghabisan. ’cash and carry’ merupakan harga mati," tegas Agustinus Sixon, koordinator aksi cap jempol darah dari warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I.

Sementara aksi warga Renokenongo yang juga korban lumpur panas Lapindo pascaledakan pipa gas Pertamina yang mengenakan pita hitam dan membagi selebaran, berisi butuh kepastian dan bukan janji-janji. Mengetuk nurani pemerintah dan Lapindo, terutama Wapres Jusuf Kalla yang takkala berkunjung ke korban lumpur berjanji pemerintah dan Lapindo bertanggunjawab.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Saat Wapres ke sini, beliau mengatakan bahwa keluarga Bakrie (pemilik Lapindo Brantas Inc) adalah keluarga baik-baik dan Lapindo pasti bertanggungjawab. Kami butuh kepastian dan bukan janji-janji. Wapres buktikan janjimu," ucap Sumarto, peserta aksi yang warga Renokenongo. (ant/mad)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Syariah, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Guru adalah aktor utama selain orang tua dan elemen lainnya dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan yang tidak direncanakan. Tanpa keterlibatan aktif seorang guru, pendidikan akan kosong dari apa yang namanya materi ajar, baik dalam bentuk keterampilan maupun ilmu pengetahuan.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jakarta Timur D. Lutfi Hakim Wahid pada acara Fun Teaching Day, yang diselenggarakan PC Pergunu Jakarta Timur, di Gedung Pasca Sarjana ? Universitas Islam Attahiriyah Jakarta pekan lalu.

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Aktor Penentu Keberhasilan Peserta Didik

Menurutnya, secanggih apapun visi misi suatu lembaga pendidikan, kalau gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas pendidikan akan merosot tajam.?

Begitu pun sebaliknya, katanya, selemah apapun visi misi dan kurikulum, tapi kalu gurunya inovatif dan produktif, maka kualitas pendidikan akan maju pesat. Oleh karenanya menjadi wajib keberadaan guru yang ideal.?

Guru ideal, kata Lutfi, harus mengetahui seluruh kebutuhan peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya, bersahabat dengan murid serta bisa menjadi teman belajar murid, tidak pilih kasih terhadap muridnya, kehadirannya selalu ditunggu oleh muridnya, tegas tapi tetap bijak kepada muridnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Guru yang ideal juga mampu memberikan contoh yang baik kepada muridnya, seperti jujur, rendah hati, tidak sombong, dan sabar.

“karakter ini makin sempurna ketika dipadukan dengan karakter disiplin kesehariannya, berani dalam memegang prinsip hidup, dan tangguh atau ulet dalam berkarya,” terangnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian, Quote, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 24 Januari 2018

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Banglades, Muhammad Yunus, menilai pemerintah Indonesia berada di jalur tepat untuk memberantas kemiskinan, sehingga kemiskinan di Indonesia dapat berada di titik nol pada 2030.

Penilaian itu dikemukakan Yunus seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara Selasa sore.

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Penilaian Yunus itu didasarkan atas pengamatan bankir tersebut atas rekam jejak perjalanan Indonesia dalam memenuhi sasaran tujuan pembangunan milenium (MDGs) guna mengurangi kemiskinan hingga separuhnya pada 2015.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalkulasi saya berasal dari kenyataan bahwa kita sudah bertekad mengurangi kemiskinan separuhnya pada tahun 2015, seperti dalam MDGs. Nalar saya, bila kita bisa mengurangi sesuatu separuhnya dalam 15 tahun, maka kita akan bisa menguranginya menjadi nol pada 15 tahun berikutnya. Jadi, itu adalah proses secara keseluruhan. Bila kita percaya bahwa kita akan mengurangi kemiskinan separuh pada 2015, kita bisa percaya bahwa kita menjadikannya nol pada tahun 2030," katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yunus menegaskan bahwa Indonesia dan Banglades berada di jalur tepat, yaitu mengurangi separuh kemiskinan pada 2030.

"Jadi, kita bisa melakukannya pada tahun 2030 dan saya bisa mengatakan, kemiskinan setelah itu hanya bisa dilihat di museum, tidak dalam masyarakat lagi, karena sudah hilang," kata Yunus.

Saat ditanya mengenai saran bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, Yunus mengatakan bahwa penghapusan kemiskinan dapat dipercepat dengan memperluas jangkauan kredit, mempermudah layanan dan melakukan lebih banyak kegiatan kemanusiaan untuk menghapus kemiskinan.

Pemerintah, tambah dia, dapat menyediakan kerangka hukum guna memfasilitasi pembentukan bank kredit mikro bagi orang miskin serta menyediakan lembaga mandiri, yang akan mengawasi pelaksanaannya.

Badan pengawas mandiri itu, menurut Yunus, harus bebas dari kekuasaan dan bisa memantau perkembangan dan penyimpangan dari aturan kredit mikro.

"Saya kira ada hal bisa kita ambil pelajaran, terutama tentang penanggulangan kemiskinan," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menggarisbawahi pengalaman Yunus memperluas kredit hingga menjangkau kalangan pengemis. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai cara Indonesia menggunakan pengalaman Yunus untuk proses penghapusan kemiskinan di negeri ini.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan pemerintah Indonesia telah memperluas akses kredit kepada penduduk berpenghasilan rendah untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

"Dalam upaya memperluas akses pada perusahaan kecil dan rumah tangga, Indonesia telah mencatat sukses dengan keberadaan Bank Rakyat Indonesia unit desa. Sekalipun Indonesia masih memiliki tantangan untuk menjangkau perusahaan kecil dan menengah, yang masih belum memiliki akses terhadap lembaga resmi," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam keadaan sehat.

"Produk domestik bruto Indonesia mencapai tingkat enam persen awal tahun ini dan kami harap tumbuh menjadi 6,3 persen pada akhir tahun ini dan pemerintah berharap dapat mencapai mendekati tujuh persen pada tahun depan," katanya seperti dilansir sumber Antara.

Sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi, sambungnya, terjadi pengurangan pengangguran terbuka 550 ribu orang pada masa Febuari 2006-Febuari 2007.

Presiden juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2007 turun 2,14 juta orang bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Yunus mengisahkan pengalamannya terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman jumlah kecil kepada rakyat miskin, yang membutuhkan, saat Banglades dilanda bencana kelaparan tahun 1974.

Pria kelahiran Chittagong, Banglades, tersbut mengungkapkan keyakinannya bahwa pinjaman sangat kecil itu dapat membuat perubahan besar terhadap kemampuan kaum miskin bertahan hidup.

Pada tahun 1976, Yunus mendirikan bank Grameen, yang memberi pinjaman kepada kaum miskin di Banglades. Hingga kini, Grameen telah menyalurkan pinjaman lebih dari tiga miliar dolar Amerika Serikat kepada sekitar 2,4 juta peminjam.

Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen menggunakan sistem "kelompok setiakawan", yang mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama dan setiap anggotanya bertugas sebagai penjamin anggota lain, sehingga mereka dapat berkembang bersama.

Salah satu pesan dipopulerkan Yunus adalah impiannya bahwa pada suatu hari, angkatan muda harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa kemiskinan itu.

Menurut Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, undangan untuk Muhammad Yunus ke Jakarta ditulis tangan sendiri oleh Presiden Yudhoyono pada 13 Februari 2007. Realisasi lama dari tanggal pengiriman surat adalah upaya menyesuaikan tanggal antara kedua belah pihak. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Lomba, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pemerintah akan menindaklanjuti langkah pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melalui jalur hukum sesuai UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakataan. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, langkah hukum ditempuh sebagai bukti bahwa pemerintah tak sedang bertindak represif.?

Untuk itu, Menag Lukman mengimbau semua pihak untuk menghormati langkah hukum ? pemerintah sekaligus memastikan bahwa HTI tetap dapat menggunakan hak pembelaan dalam proses peradilan. Semua pihak juga harus tetap menjamin dan menjaga keselamatan dan keamanan jiwa serta harta benda para anggota HTI.

Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Bubarkan HTI, Menag: Ini adalah Langkah Tegas Menjaga Dasar Negara

“Aparat dan masyarakat tak boleh main hakim sendiri. Tindak kekerasan dan perusakan hak milik HTI sama sekali tidak boleh terjadi,” seru Menag Lukman di Jakarta, Selasa (9/4).

Langkah hukum tersebut, lanjut Menag, juga bukan berarti Pemerintah anti ormas keagamaan, apalagi ormas Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Langkah hukum untuk membubarkan HTI bukanlah upaya pembubaran ormas yang melakukan gerakan dakwah keagamaan, tetapi upaya membubarkan ormas yang melakukan gerakan politik untuk mengganti ideologi negara,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Menag, pernyataan yang disampaikan Menko Polhukam terkait pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah wujud sikap politik pemerintah yang dengan tegas dan jelas ingin menjaga Pancasila sebagai dasar negara dari upaya gerakan mendirikan khilafah yang mengingkari konsensus nasional bangsa Indonesia.

“Mari kita berpikir jernih dan jangan melakukan tindakan kontraproduktif. Biarkan nanti pengadilan yang mengambil keputusan terkait langkah hukum pemerintah dalam pembubaran HTI,” ujarnya.

Pemerintah melalui Menkopolhukam Wiranto telah mengeluarkan pernyataan tentang HTI. Dalam pernyataannya, Wiranto mengatakan bahwa sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif dalam proses pembangunan mencapai tujuan nasional. Kegiatan HTI juga terindikasi bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, serta menimbulkan benturan di masyarakat. Selanjutnya, pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah hukum untuk membubarkan HTI secara resmi.? (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Daerah, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait Pilkada, Kang Said Nilai Masyarakat Sudah Cerdas

Purwokerto, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keta Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj meyakini masyarakat sekarang sudah cerdas, khususnya dalam menghadapi pemilihan kepala daerah.

Tidak terkecuali Pilkada Banyumas 2013, sehingga dia memilih tidak mengarahkan masyarakat, khususnya warga NU. 

Terkait Pilkada, Kang Said Nilai Masyarakat Sudah Cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)
Terkait Pilkada, Kang Said Nilai Masyarakat Sudah Cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)

Terkait Pilkada, Kang Said Nilai Masyarakat Sudah Cerdas

"Ah. Tidak perlu (mengarahkan). Rakyat sekarang sudah pada pinter-pinter, tidak perlu (mengarahkan, red.)," katanya usai talk show Peran Ulama, Umaro dan Umat dalam Mencegah Terorisme di Hotel Aston, Purwokerto, Rabu (12/12) malam. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Said mencontohkan Pilkada Gunernur dan Wakil Gubernur Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Pilkada Jakarta menjadi bukti betapa masyarakat, dalam hal ini mereka yang memiliki hak pilih tidak bisa lagi diarahkan atau diintervensi. 

"Contohnya Jakarta itu. Masyarakat sudah tidak bisa lagi diarah-arahkan, diintervensi," Katanya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Roedjito eL Fateh

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Seorang produsen film anti Islam yang menggambarkan Nabi Muhammad secara tidak benar akhirnya menjadi pemeluk Islam dan menunaikan ibadah haji tahun ini. 

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam

Arnoud Van Doorn mengaku mendapat ketenangan dan kedamaian setelah menunaikan ibadah haji.

“Hati saya sekarang diantara para pengikut yang setia,” kata Arnoud Van Doorn, mantan anggota Partai Kebebasan yang dipimpin oleh Wilder, seperti dikutip oleh Saudi Gazette, Jum’at.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya berharap air mata penyesalah akan menghapus seluruh dosa-dosa saya setelah pertobatan,” tambahnya.

 Dia memaluk Islam awal tahun ini setelah melakukan penelitian secara ekstensif terhadap agama ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia diantara para pemimpin partai yang membantu memproduksi film ofensif berjudul “Fitna” yang menghubungkan Islam dan Qur’an dengan kekerasan.

Tetapi setelah terjadi protes keras terhadap film ini, Doorn mulai membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad, yang mengarahkannya untuk memeluk Islam.

Doorn mengatakan bahwa sejak dia tiba di tanah suci, dia menjalani hari-hari terbaik dalam hidupnya.

Dia berharap dapat menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah setelah dia menyelesaikan rangkaian haji.

Jumlah Muslim mencapai satu juta di Belanda dari populasi 16 juta, sebagian besar berasal dari Turki dan Marokko.

Jumlah muallaf asli Belanda telah meningkat mencapai 15 ribu dari 12 ribu dalam beberapa tahun terakhir.

Penebusan dosa

Van Doorn sangat menyesal telah ikut ambil bagian dari film Fitna yang sangat dibenci dan mengatakan dia pergi ke tanah suci untuk melakukan penebusan dosa.

“Saya merasa malu berdiri di depan makan Rasulullah. Saya telah membuat kesalahan besar dengan ikut membuat film asusila ini,” katanya.

“Saya berharap Allah memberi maaf dan menerima pertobatan saya.”

Kunjungannya ke tanah suci Makkah dan Madinah bukan untuk pertama kalinya.

Setelah ia masuk Islam, politisi Belanda ini melakukan umrah setelah menemui dua imam dari masjid Nabawi Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar.

Dia diberi wejangan oleh dua orang imam tersebut bagaimana menjalani hidup sebagai Muslim yang baik dan menghadapi tantangan Islam di Barat.

Ia menunjukkan kegembiraannya di Madinah dalam akun twitter, yang merefleksikan perasaannya.

“Berdoa di Raudhah yang sakral #Madinah,” kata Doorn dalam sebuah tweetnya.

“Pertemuan penuh inspirasi dengan imam masjid Ali Al-Hudayfee,” katanya dalam tweet lainnya. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Onislam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Panitia Daerah H Syaifullah Yusuf menghadiri acara Halaqoh Nasional di Hotel The Alana Surabaya (06/06). Kehadiran Gus Ipul beserta sekretaris panda disambut hangat oleh Helmy Muhammadiyah dan Ahmad Syauqi (Ketua Panitia Halaqoh Nasional).

Di hadapan para alumni IPNU se-Indonesia Wakil Gubenur Jatim itu, menjelaskan kesiapan muktamar yang akan digelar di Jombang awal Agustus mendatang. "Alhamdulillah persiapan muktamar sudah 80 persen," kata Gus Ipul.

Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Daerah Sosialisasi Muktamar kepada Alumni IPNU

Ada empat pesantren yang akan menjadi tuan rumah muktamar. Di masing-masing pesantren itu ada makam muassis pendiri NU, Pesantren Tebuireng ada KH Hasyim Asyari, Pesantren Darul Ulum ada KH Romi Tamim, Pesantren Bahrul Ulum ada KH Wahab Hasbullah, Pesantren Mambaul Maarif ada KH Bisri Sansuri.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Beliau-beliau itu ternyata satu perguruan kepada Syaikhona Kholil Bangkalan dan di Makkah juga satu perguruan kepada Syekh Mahfud Attirmisi," jelas Gus Ipul di hadapan M Nuh, mantan Menteri Pendidikan RI.

Pusat acaranya ditempatkan di Alun-Alun Jombang, mulai dari pembukaan, sidang pleno dan penutupan. "Kenapa di alun-alun? kalau ditaruk disalah satu pesantren nanti akan timbul keirian sehingga lokasinya di alun-alun yang berada di tengah antara keempat pesantren tersebut," tutur Gus Ipul.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara pembukaan muktamar akan dilaksanakan pada malam hari untuk menghormati para peserta. "Kalau ditaruk siang kasihan para peserta, karena ini lokasinya bukan di hotel yang ber-AC," lanjutnya. Insya Allah Muktamar dibuka oleh Presiden RI dan ditutup oleh Wakil Presiden RI. "Itu sudah menjadi kesepakatan antara panitia pusat dan daerah" lanjutnya.

Dengan khasnya Gus Ipul melempar canda. "Karena Alumni IPNU ini bukan peserta maka Alumni IPNU masuk dalam Muhibbin yang lima puluh ribu itu, jadi tidurnya terserah mau dimana saja," kata Gus Ipul dengan menunjuk ke layar didepannya. "Kalau sudah muhibbin itu bukan tanggungan saya lagi, itu tanggungan kalian sendiri," lanjut Gus Ipul disambut tawa para Alumni IPNU. (red: mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Doa, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 01 Desember 2017

Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU

Bojonegoro, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan Obrolan Bareng Ansor (Obor) yang bertajuk "Gerakan Wakaf Tanah NU dan Pengurusan Wakaf Organisasi", jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Ansor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bermufakat untuk membuat tim sertifikasi tanah NU.

Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Gayam Khoirul Muhsinin menyampaikan, pembentukan tim khusus yang menangani urusan wakaf di Kecamatan Gayam ini akan semakin menguatkan secara hukum aset-aset yang dimiliki NU.

Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Bentuk Tim Khusus Gerakan Wakaf Tanah NU

"Sebab banyak yang tanah masjid atau mushala di daerah tertentu yang sebenarnya wakafnya orang NU tapi berpindah tangan ke organisasi lain, dan ironisnya yang menguasai adalah para radikalis Islam," paparnya, Jumat (7/4), di MI Al Hidayah Ringintunggal Kecamatan Gayam.

Permasalahan lain salah satunya adalah tentang pandangan bahwa mengurus wakaf itu merupakan sesuatu yang sulit dan berbelit belit menjadi hambatan tersendiri bagi warga NU. Apalagi, terkadang masih dimanfaatkan sebagian orang untuk memberikan tarif yang besar kepada calon wakif.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jelas saja, warga kita enggan mewakafkan tanahnya, soalnya dari kita sendiri masih ditarik dengan biaya-biaya lain, padahal mereka mau mewakafkan saja itu sudah menjadi sesuatu yang luar biasa," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pria alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menilai jika selama ini memang jamiyah Nahdlatul Ulama belum semuanya melakukan gerakan penertiban aset hingga ranah bawah. namun, perlahan-lahan PBNU mulai menyadari akan pentingnya legalisasi dalam ranah tersebut, dibuktikan dengan gerakan wakaf NU yang dirintis sejak tahun 2016 yang lalu.

"Semoga dengan tim yang diisi pemuda-pemuda dengan ghirah yang tinggi ini dapat memberikan kontribusi penuh terhadap penataan tanah wakaf NU, khususnya di Kecamatan Gayam," pungkasnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Daerah, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

PKC PMII Sumatera Barat Dilantik

Padang,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekretaris Jendral Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesua (PMII), Abdul Haris Wally melantik Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumbar. Pelantikan yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ini digelar di aula Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Jl Perintis Kemerdekaan, Padang.

PKC PMII Sumatera Barat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PKC PMII Sumatera Barat Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PKC PMII Sumatera Barat Dilantik

Haris meminta pengurus baru PMII ini mampu memperkuat basis ideologi terlebih di kampus umum, mampu bersinergi dengan Nahdlatul Ulama, serta tetap mengambil peran dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintahan.

Pria asal Maluku ini meminta kader PMII harus mencari langkah terbaik dalam melakukan otokritik. Tetapi jika saluran tersumbat maka tentu PMII turun ke jalan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua yang dilantik, Defi Mulyadi mengatakan, revitalisasi gerakan PMII akan melahirkan generasi penerus bangsa yang mempunyai jiwa kebangsaan dan keagamaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, terangnya, hadir dengan agama lain yang pada bangsa ini, sehingga mampu saling mengisi dengan dengan budaya yang majemuk.

"Sehingga, kita benar-benar membutuhkan makna ta’adal (keadilan), tasamuh (toleran), tawasud (moderat), tawazun (berimbang) dan itulah wujud tri komitmen PMII yaitu keislaman, keindonesian dan kebangsaan," ungkap Defi di sela Rakerda bertema, " Revitalisasi Gerakan PMII Dalam Penguatan Karakter Penerus Bangsa" pada Senin (31/10).

Sementara, ketua demisioner, Afriendi Sikumbang mengingatkan kepengurusan yang bar untuk lebih progresif daripada kepengurusan sebelumnya. Juga meningkatkan kaderisasi di cabang-cabang.

"Di masa kepengurusan sebelum ini, ada empat cabang definitif dan tiga cabang persiapan, namun disamping PMII mengembangkan kaderisasi PMII jangan lupa tetap harus memberi kritik terhadap kerja-kerja pemerintah," ungkap Afriendi.

Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PKC PMII Sumbar, Prof Maidir Harun mengingatkan, kader PMII harus ambil peran dalam mempersiapkan generasi penerus dan mengawal agenda kebangsaan.

"Kader PMII diminta cerdas dalam melihat persoalan bangsa, seperti masalah SARA yang akhir-akhir ini diarahkan untuk kepentingan politik, sehingga berpotensi disintegrasi terhadap kemajemukan," ungkap mantan Rektor IAIN Imam Bojnjol ini. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Warta VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 19 November 2017

Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku

Oleh Pastor Kopong MSF



Dua sahabat; Quraish Shihab dan Gus Mus bertemu dan berkisah di Mata Najwa (21/6). Mereka mengulang kembali romantika kebersamaan 50 tahun yang lalu di kota Firaun-Mesir tempat mereka berdua menimba ilmu agama Islam di Universitas Islam ternama Al-Azhar. Lima puluh tahun lalu mereka bermain voli dan sepak bola bersama dan dari permainan itu pun mereka memaknai hidup dan keislaman.

Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku (Sumber Gambar : Nu Online)
Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku (Sumber Gambar : Nu Online)

Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku

Gus Mus memaknai hidup seperti permainan sepak bola. Satu bola dikejar oleh sekian banyak orang. Sudah ditangkap dilepas lagi. Keluar dimasukan lagi. Hidup ini sebuah permainan, jadi jangan terlalu serius, demikian canda Gus Mus. Quraish Shihab memaknai permainan sepak bola sebagai kerjasama, kebersamaan, meski ada yang kalah namun pada akhirnya bisa menerima kekalahan tersebut dan bisa salaman. Kemenangan karena ada kerjasama.

Cerita keislaman dua sahabat sejati bertemu dalam program Mata Najwa semalam meski hanya dari youtube, aura keislaman mereka seakan merasuk masuk dalam diriku, menyejukan namun juga menjadi tamparan kasih sekaligus menelanjangi praktek kekatolikanku selama ini: ?

1. Moderat itu Ya Islam, Moderat itu Ya Katolik

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari kisah mereka tentang bermain sepak bola bersama mereka berdua menegaskan bahwa wajah Islam adalah wajah yang ramah, yang luwes dan ramah serta bekerja sama dengan siapapun. Yang dalam bahasa Gus Mus; Islam itu memang moderat. Jadi tidak ada Islam moderat. Moderat itu sendiri ya Islam. Kalau tidak moderat berarti ia bukan Islam. Mengatakan Allahu Akbar tapi belum mengecilkan diri, kita belum menghayati Allahu Akbar kecuali untuk demo saja. Tuhan tidak rugi kalau tidak shalat. Daripada shalat tapi tidak mengecilkan diri, malah menjadi orang sombong.

Dari penjelasan Gus Mus ini, kekatolikan saya ditelanjangi. Katolikpun bisa menjadi radikal ketika tidak mampu merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sesama. Bahkan memasukan Tuhan dalam urusan pilkada. Agama apapun, termasuk Katolik adalah moderat. Katolik ya moderat. Mengatakan Bapak Kami, Allah yang Maha Kuasa, namun tidak merendahkan diri tetapi malah menyombongkan diri, maka bukan Katolik. Bukan moderat.?

2. Kafir: Katolik bukan Kafir

Setiap kali pilkada maupun pilpres, kata kafir ini seakan menjadi monster bagi pihak lain. Bahasa yang selalu diungkapkan adalah; “jangan pilih pemimpin kafir”. Kafir seakan menjadi stigma yang selalu dikampanyekan kepada mereka yang berbeda keyakinan dengan Islam. Bahkan kekisruhan dan intoleransi berkepanjangan hingga hari ini di Republik Indonesia harus diakui pula bahwa itu berawal dari kata kafir.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun penjelasan Abi (sapaan ayah oleh Najwa) Qurais Shihab soal kafir kembali menelanjangi kekatolikanku. Kafir adalah yang mengingkari agama, mengingkari aqidah Islam, tidak shalat, munafik, kikir. Termasuk yang menutup kebenaran adalah kafir juga. Maka bahasa Al-Quran bahwa jangan memilih pemimpin kafir itu artinya jangan memilih pemimpin yang tidak membela kebenaran, pemimpin yang bohong. Jadi artinya bukan sekedar yang tidak seagama dengan agama Islam. Nabi berkata; “Yang mengkafirkan orang, dia adalah kafir”.?

Sayapun akhirnya sadar bahwa saya sebagai seorang Katolik pun bisa seorang kafir ketika mengingkari ajaran agama Katolik, tidak rajin berdoa, munafik, kikir. Bahkan saya juga adalah kafir kalau akhirnya menutup mata pada ketikebenaran dan ketidakeadilan, atau tidak memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

3. Tanah simbol kerendahan hati

Untuk ketiga kalinya dua sahabat sejati (Gus Mus dan Quraish Shihab) menelanjangi kekatolikanku. Kali ini ketika berbicara soal toleransi dengan mengambil simbol tanah. Toleransi hanya bisa bertahan ketika kita semua menyadari diri kita ini diciptakan dari tanah. Kita diciptakan dari bumi tanah supaya rendah hati. Tanah walau diinjak tapi menumbuhkan tumbuhan. Semakin rendah hati semakin terbuka hatinya untuk menerima kebenaran dan memancarkan cahaya.

Sebagai seorang Imam Katolik, kata “tanah” ini sering saya ucapkan ketika memimpin upacara pemakaman jenasah secara Katolik; “engkau diciptakan dari tanah dan kembali ke tanah”. Bahkan setiap malam Paskah dalam pembacaan Kisah Penciptaan di Kitab Kejadian, kata ini selalu dibacakan mengingatkan saya pada pencipataan Allah namun juga penciptaan diriku.

Tanah yang selama ini dimaknai sebagai kerapuhan, ketidaklayakan namun di malam romantika dua sahabat sejati ini, saya disadarkan bahwa tanah bukan sekedar kerapuhan dan kelemahan tetapi adalah kekuatan untuk menerima kebenaran dan memancarkan cahaya-Nya. Kekuatan itu lahir dari sikap rendah hati untuk menerima setiap perbedaan menjadi satu kebenaran.

4. Cinta dan Persahabatan

Cinta itu mudah diucap, tapi harus diperjuangkan. Cinta itu dialog sehingga kalau ada pemaksaan kehendak itu bukan cinta. Persahabatan bukan interaksi dua badan namun juga kesepahaman hati dan pikiran. Orang berilmu adalah orang yang rendah hati. Maka dalam persahabatan harus melihat manusia sebagai manusia dan tetap menjaga kemanusiaannya, ungkap Gus Mus. Quraish Shihab menambahkan bahwa sahabat adalah Anda dalam sosok yang lain. Melihat sahabat adalah Anda.

Pesan yang muncul dari bahasa persahabatan kedua sahabat sejati ini adalah bahwa ketika kita melihat diri kita dan sahabat tetap sebagai seorang manusia yang tidak terlepas dari kesalahan maka yang kita lakukan adalah memaafkan sebagai sikap menjaga kemanusiaan. Karena kita sendiri pun tidak terlepas dari kesalahan. Demikian juga melihat kesalahan sahabat kita seharusnya memberikan kesadaran bahwa kitapun tidak terlepas dari kesalahan sehingga yang terjadi adalah kesepahaman hati dan bukan pemaksaan kehendak.?

Pesan bijak kedua sahabat yang sedang bernostalgia dalam keislaman yang ramah ini kembali menelanjangi kekatolikan saya untuk keempat kalinya. Seringkali penghakiman dan merasa paling benar membuat saya kehilangan kerendahan hati dan tidak mampu menjaga kemanusiaan sesama. Merasa paling benar dan menghakimi sesama membuat saya buta terhadap kesalahan sendiri. Dan sikap seperti ini yang kemudian melahirkan perselisihan.

Kisah dua sahabat yang bertemu meski menelanjangi kekatolikanku namun saya bersyukur karena akhirnya membuat saya menjadi bangga dan tidak malu lagi karena kini saya bukan seorang KAFIR seperti stigma kaum sumbu pendek. Saya Katolik ya saya moderat, kalau tidak moderat itu bukan Katolik.?

Maka sebagai Katolik-seperti Islam yang adalah moderat-wajib menerima perbedaan seperti diajarkan oleh kitab suci. Seperti Al-Quran yang menjadi ukuran toleransi, maka saya sebagai orang Katolik pun harus menjadikan kitab suci sebagai ukuran toleransi. Ketika saya mengimani kitab suci sebagai ukuran toleransi namun tidak menerima perbedaan maka saya sedang membuat Katolik tidak lagi moderat.

Kiai Quraish Shihab dan Gus Mus, nostalgia persahabatan kalian berdua adalah pancaran cahaya menerangi kekatolikanku.

Penulis adalah anggota Jaringan Gusdurian Kaltim

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 16 November 2017

Syiah di Indonesia, Seperti Apa?

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam lima belas tahun terakhir, ada banyak gelombang penolakan terhadap kegiatan keagamaan yang diadakan oleh komunitas Syiah di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit penolakan tersebut berujung kekerasan terhadap kelompok Syiah. Diakui atau tidak, komunitas Syiah mengalami pertumbuhan di Indonesia dari tahun ke tahun. Inilah yang menyebabkan sebagian kelompok masyarakat bereaksi. Ada yang melakukan demo atau unjuk rasa, ada yang membangun opini agar kaum muslim tidak menyukai mazhab Syiah, dan ada juga yang melakukan kajian tentang bagaimana Syiah ini berkembang di Indonesia.

Tahun 2016, Balitbang Diklat Kemenag melakukan kajian dan penelitian soal Syiah di Indonesia. Penelitian dilakukan di 22 daerah. Diantara instrumen variabel yang dibahas dalam penelitian ini adalah terkait dengan perkembangan Syiah di Indonesia. 

Syiah di Indonesia, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiah di Indonesia, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiah di Indonesia, Seperti Apa?

Ada tiga gelombang perkembangan mazhab Syiah di Indonesia.

Pertama, perkembangan Syiah di Indonesia. Syiah masuk ke Indonesia dimulai sejak awal masuknya Islam di Nusantara, tepatnya di Aceh. Kesultanan Peurleak adalah kerajaan mazhab Syiah pada abad ke-8 M. Bahkan, Putri Sultan Peurleak terakhir di abad 13 dinikahkan dengan raja pertama Kerajaan Samudra Pasai. Dari sini, Syiah mulai berkembang ke seluruh Indonesia. 

Kedua, Revolusi Islam Iran. Perkembangan mazhab Syiah menemukan momentumnya ketika terjadi Revolusi Islam Iran tahun 1979. Dimana pimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini berhasil menggulingkan Rajadiraja Shah Mohammad Reza Pahlevi dan membangun Iran menjadi Republik Islam. Hal ini menarik simpati kalangan aktivis muda dan mahasiswa Muslim di berbagai negara, termasuk Indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah revolusi itu, buku-buku yang berkaitan dengan revolusi, sejarah Syiah, akidah Syiah, dan fikih mazhab Syiah membanjiri Indonesia dan dibaca dengan penuh minat. Di samping itu, komunitas Syiah juga mulai mendirikan lembaga-lembaga penerbitan, yayasan, lembaga pendidikan, kerja sama internasional. Dari sinilah mazhab Syiah semakin dikenal dan mulai banyak yang ikut ke mazhab Syiah secara terbuka, tidak lagi sembunyi-sembunyi.

Ketiga, berdirinya ormas keagamaan Ikatan Jama’ah Ahlulbait Indonesia (IJABI) dan ormas Ahlulbait Indonesia (ABI). Keduanya aktif melakukan sosialisasi ajaran-ajaran mazhab Syiah. Sehingga masyarakat muslim Indonesia lebih tahu tentang fikih Ja’fari, kemudian mengenalnya dan sebagiannya berkonversi menjadi Syiah.

Jumlah pengikut mazhab Syiah ini diperkirakan sekitar 200 ribu orang, tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Meski demikian, Badan Inteljen Negara (BIN) dan Mabes Polri menyatakan bahwa pengikut mazhab Syiah di Indonesia sekitar 6-7 juta, jauh dari yang diperkirakan semula. Namun, sampai saat ini belum ada jumlah yang valid soal pengikut mazhab Syiah ini.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apa yang menjadi pendorong dari perkembangan Syiah di Indonesia?

Setidaknya ada dua hal yang menjadi pendorong perkembangan Syiah di Indonesia sesuai dengan hasil penelitian tersebut. Pertama, Revolusi Islam Iran tahun 1979. Bagi seorang muslim muda aktivis—terutama dari HMI, PII, dan PMII, Revolusi Iran adalah sebuah peristiwa yang sangat heroik. Oleh karea itu, mereka melakukan kajian-kajian mazhab Syiah di perguruan tinggi dan sebagian berkonversi ke mazhab Syiah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, tuduhan terhadap Syiah. Ada banyak tuduhan yang dialamatkan kepada komunitas Syiah seperti rukun iman dan rukun Islamnya berbeda, syahadatnya berbeda dengan umat Islam umumnya, orang Syiah tidak mengakui khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman sebagai khalifah karena dianggap merebut hak khalifah Ali, kaum Syiah menghujat para sahabat besar, kaum Syiah mengkafirkan para Sahabat, membenci dan melaknat isteri Nabi Muhammad atau Aisyah.

Tuduhan lainnya menghalalkan nikah mut’ah sama dengan legalisasi pelacuran, taqiyah sama dengan kemunafikan, adanya tahrif 19 dalam Al-Qur’an, memiliki kitab suci Al-Qur’an mushaf Fatimah ayatnya 17.000 ayat, orang Syiah tidak melaksanakan salat Jumat, salatnya tiga waktu, wahyu mestinya turun kepada Ali karena Jibril berkhianat sehingga wahyu jatuh kepada Nabi, Syiah menuhankan Ali, Syiah adalah karya Abdullah bin Saba’, nikah mut’ah boleh dengan anak kecil, menyebutkan Husein lebih besar dari Tuhan.

Namun demikian, tuduhan-tuduhan itu tidak dapat dibuktikan dan komunitas tidak mengakui pemahamannya tidak seperti apa yang dituduhkan itu. (A Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 15 November 2017

Akhir Perjalanan Istri yang Cantik dan Suami Buruk Rupa

Imran bin Hitthan bertubuh gempal, pendek, dan wajah yang jauh dari lumayan. Meskipun demikian ia dianugerahi Allah seorang istri yang cantik, tinggi semampai, dan langsing.

Suatu hari ia menemui istrinya yang telah bersolek. Imran tak menguasai diri. Meskipun setiap hari bertemu, ia terkesima saat menjumpai istrinya. Imran berdiri terpaku. Tak bergerak. Tak berkata-kata. Hanya menatap dengan mata tak berkedip.

Akhir Perjalanan Istri yang Cantik dan Suami Buruk Rupa (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Perjalanan Istri yang Cantik dan Suami Buruk Rupa (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Perjalanan Istri yang Cantik dan Suami Buruk Rupa

“Kenapa sih bang?” kata istrinya tersenyum.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Demi Allah, engkau sungguh cantik,” jawab Imran terkagum.

“Untunglah, kita berdua kelak jadi penghuni surga.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kau tahu darimana?” Imran bertanya heran.

“Allah menganugerahimu seorang istri rupawan seperti aku, lalu Kau bersyukur. Sedangkan aku diuji oleh Allah dengan takdir suami buruk rupa sepertimu, lalu aku bersabar. Bukankah orang yang bersabar dan bersyukur kelak menjadi penghuni surga?” (Alhafiz K)

*) Dikutip dari Akhbaruz Zhiraf wal Mutamajinin karya Ibnul Jauzi. Judul dibuat oleh pengutip.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Meugang

Meugang dibaca megang. Istilah lainnya adalah memeugang. Tradisi  Aceh untuk menghormati datangnya hari-hari besar Islam. Tradisi membeli, mengolah, dan menyantap daging sapi dua hari sebelum datangnya bulan Ramadan (meugang puasa). 

Tradisi yang juga dilakukan pada dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri (meugang uroe raya puasa) dan dua hari menjelang Idul Adha (meugang uroe raya haji).

Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)
Meugang (Sumber Gambar : Nu Online)

Meugang

Meugang yang dilakukan sebelum Ramadan adalah upaya untuk mensyukuri datangnya bulan yang penuh berkah. Meugang pada Idul Fitri adalah perayaan setelah sebulan penuh mensucikan diri di bulan Ramadan. Sedangkan meugang menjelang Idul Adha adalah bentuk terima kasih karena masyarakat Aceh dapat melaksanakan Hari Raya Qurban.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan tradisi ini berlangsung. Namun, menurut cerita masyarakat Aceh, tradisi meugang telah lama dilakukan secara turun temurun. Bahkan, karena kentalnya tradisi ini, para pendatang maupun warga non-muslim turut serta melaksanakan meugang. Tak jarang pula instansi-instansi pemerintah maupun swasta menyediakan daging sapi untuk keperluan meugang bagi karyawannya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tradisi ini konon mampu menyedot perhatian masyarakat Aceh untuk tinggal di rumah, memasak, dan berkumpul bersama keluarga untuk menikmati berbagai hidangan dari daging sapi. Kantor-kantor pemerintahan, swasta, serta lembaga pendidikan biasanya akan sepi. Masyarakat Aceh percaya bahwa nafkah yang dicari selama sebelas bulan lamanya harus dinikmati selama bulan puasa sambil beribadah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah daging sapi diperoleh, masyarakat biasanya mengolahnya menjadi berbagai menu masakan, seperti kari, semur, maupun rendang. Selain untuk disantap pada hari itu juga, daging sapi dapat diawetkan dengan cara dijemur dan ditaburi garam untuk dikonsumsi pada hari-hari berikutnya. 

Ada juga yang diolah menjadi daging cuka khas Aceh Besar, yaitu daging sapi yang dipotong berbentuk bonggol-bonggol besar lalu dimasak dengan bumbu yang dilengkapi cuka. Dengan menggunakan campuran cuka yang banyak, maka daging olahan ini dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Jika ingin disantap, bonggol daging tersebut dapat diiris-iris seperti dendeng untuk selanjutnya dimasak sesuai selera.

Momen paling bermakna dalam tradisi meugang adalah berkumpulnya keluarga untuk menikmati menu masakan secara bersama-sama. Untuk merayakan dan menghormati tradisi ini masyarakat Aceh yang merantau pun umumnya akan pulang kampung untuk turut menyantap masakan daging sapi pada hari meugang.

Tradisi ini juga dirayakan di daerah Melayu lainnya dengan sedikit perbedaan ritual walau pada dasarnya sama. Mereka mensyukuri datangnya bulan Ramadan yang penuh berkah dan hari raya umat Islam dengan memanjatkan doa-doa, bersedekah kepada sesama, dan saling bersilaturahim. 

Di Jawa, dengan mengambil ritual yang lebih rumit, tradisi ini bernama megengan. Istilah megengan berasal dari kata meng-ageng, yang berarti mengagungkan bulan suci Ramadan. Tradisi di akhir bulan Sya’ban ini biasanya didahului dengan ziarah kubur kepada keluarga yang telah meninggal dan diikuti dengan sedekah massal di masjid atau mushala dengan ciri khas kue apem dan pisang. (Sumber: Ensiklopedi Islam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Quote, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 10 November 2017

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pegurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan para pemudik dapat bersikap bijak saat berada ke kampung halaman. Kebudayaan di kota urban belum tentu sesuai dengan norma kehidupan di pedesaan.

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jaga Akhlak di Kampung Halaman

“Akhlak harus tetap dijaga,” imbau Kang Said saat melepas sekurangnya 1.500 peserta ‘Mudik Bareng NU 1433 H’ dari DKI Jakarta dan sekitarnya, Ahad (12/8), di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Terdapat 29 bus mengantar pulang para pemudik ke berbagai daerah di sepanjang  Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Situbondo, Surabaya, Bojonegoro, Jombang, Mediun, Solo, Yogyakarta, Tegal, dan lain-lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Masa yang cukup lama sebagai perantau, lanjutnya, tak lantas membolehkan seseorang menerapkan begitu saja gaya hidup yang ada di kota. Sebaliknya, masyarakat seyogianya cerdas mengambil hikmah dari perbandingan antara kehidupan kota dan kehidupan desa.

Menurut Kiai asal Cirebon ini, mudik adalah ajang silaturahmi, menyambung ikatan persaudaraan bersama orang-orang di kampung halaman. “Mudik harus diniati silaturahim, menyambung persaudaraan, bukan pamer jaket, pamer kemeja, pamer HP, atau lainnya,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Said dalam kesempatan itu tampak sangat gembira dapat meringankan beban para pemudik. Program mudik gratis ini adalah kali kedua yang diselenggarakan PBNU melalui PP LTMNU bersama Bank Mandiri. Jika tahun lalu PBNU memberangkatkan 22 bus, maka kali ini 29 bus.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Syariah, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 06 November 2017

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat

Bondowoso, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Salah seorang ulama panutan masyarakat Bondowoso KH Imam Hasan meninggal dunia. Pengasuh Pesantren Kauman Al-Hasani Allathifi Bondowoso ini adalah sosok yang tegas dalam menyampaikan kebenaran.

“Kematian memang musibah, tapi musibah yang lebih besar lagi lupa dengan kematian," kata Wakil Bupati Bondowoso H Salwa Arifin dalam sambutan atas nama masyarakat seusai acara pemakaman di rumah kediaman duka kompleks Pesantren Kauman Jalan KH Zainal Arifin Kelurahan Kuta Kulon Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso, Jumat (6/05) pagi.

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi Pengasuh Pesantren Kauman Bondowoso Wafat

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Bondowoso berduka cita. Ia berharap semoga amal ibadahnya, amal shaleh diterima Allah SWT. Semoga ditempatkan yang sempurna.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Turut hadir mengantar almarhum para kiai, para pengasuh pesantren seperti KH Muhyiddin Abdus Somad, KH Abdul Qodir Syam, KH Asyari Pasha, KH Imam Darmawi, KH Ahmad Sodiq, warga masyarakat daerah sekitarnya.

Almarhum KH Imam Hasan wafat pada usia 63 tahun di rumah kediamannya, Kamis (5/5) sore. Pemakaman almarhum berlangsung di kompleks Pesantren Kauman, Jumat (6/5) pagi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Amalan, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 22 Oktober 2017

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lajnah Falakiyah NU memastikan bulan Syaban genap (istikmal) 30 hari setelah tim rukyat hilal tak melihat bulan sabit sebagai tanda awal Ramadhan.

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari

Pernyataan ini tertuang dalam surat PBNU perihal Ikhbar/Pemberitahuan Hasil Rukyatul-Hilal bil Fili Awal Ramadhan tertanggal 8 Juni 2013 yang ditujukan kepada Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia.

"Atas dasar istikmal tesebut dan sesuai dengan pendapat al-Madzahib al-Arbaah maka dengan ini PBNU mengikhbarkan/memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2013," bunyi surat tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PBNU menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada segenap warga NU dan umat Islam secara umum pada Ramadhan 1434 H.

"Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT," ujar surat ikhbar, ditutup tanda tangan dari Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat LFNU KH A Ghazali Maroeri mengatakan, pihaknya telah mengelar pengamatan hilal di 90 titik strategis dengan menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional. Rukyat dilaksanakan bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi, ahli fiqih dan warga Nahdliyin setempat.

PBNU juga aktif mengikuti sidang itsbat yang diselenggarakan pemerintah di Jakarta, Senin (8/7) petang atau bertepatan dengan 29 Syaban 1434 H. Atas persetujuan ormas-ormas Islam yang hadir, Kementerian Agama dalam sidang itu juga menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Rabu.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock