Imran bin Hitthan bertubuh gempal, pendek, dan wajah yang jauh dari lumayan. Meskipun demikian ia dianugerahi Allah seorang istri yang cantik, tinggi semampai, dan langsing.
Suatu hari ia menemui istrinya yang telah bersolek. Imran tak menguasai diri. Meskipun setiap hari bertemu, ia terkesima saat menjumpai istrinya. Imran berdiri terpaku. Tak bergerak. Tak berkata-kata. Hanya menatap dengan mata tak berkedip.
| Akhir Perjalanan Istri yang Cantik dan Suami Buruk Rupa (Sumber Gambar : Nu Online) |
Akhir Perjalanan Istri yang Cantik dan Suami Buruk Rupa
“Kenapa sih bang?” kata istrinya tersenyum.VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
“Demi Allah, engkau sungguh cantik,” jawab Imran terkagum.“Untunglah, kita berdua kelak jadi penghuni surga.”
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
“Kau tahu darimana?” Imran bertanya heran.“Allah menganugerahimu seorang istri rupawan seperti aku, lalu Kau bersyukur. Sedangkan aku diuji oleh Allah dengan takdir suami buruk rupa sepertimu, lalu aku bersabar. Bukankah orang yang bersabar dan bersyukur kelak menjadi penghuni surga?” (Alhafiz K)
*) Dikutip dari Akhbaruz Zhiraf wal Mutamajinin karya Ibnul Jauzi. Judul dibuat oleh pengutip.
Dari Nu Online: nu.or.id
VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
