Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab

Bekasi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Siti Zubaidah, istri Muhammad Al-Zahra (MA)—pria yang meninggal dunia karena penyiksaan yang dilakukan massa setelah diduga mencuri amplifier dari sebuah mushala di Bekasi, menceritakan ada kenangan dari almarhum suamiya yang sangat berkesan dalam ingatannya.

“Ya dia selalu mengingatkan saya supaya memakai hijab. Saya kan orangnya tomboi, dia selalu mengingatkan saya,” ujar Zubaidah kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth ketika ditemui di kediamannya di  Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/8) siang.

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab

Zubaidah sangat kehilangan suaminya, apalagi peristiwa yang menyebabkan suaminya meninggal dunia, sangat tidak manusiawi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, MA, pria berusia 30 tahun, berprofesi sebagai ahli reparasi alat-alat elektronik diduga mencuri amplifier di mushala Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8) pukul 16.30 WIB. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tuduhan itu membuat orang-orang melakukan pengejaran dan penyiksaan termasuk membakar MA hidup-hidup hingga menyebabkan kematiannya sekitar pukul 17.30 di Kampung Muara Rt.012/007 Desa Muara bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

“Sekarang nggak ada yang ngingetin lagi (agar selalu berjilbab),” kata perempuan berusia 25 tahun itu.

Zubaidah mengaku tidak mendapat firasat apa-apa sebelum peristiwa tersebut. Pagi hari sebelum berangkat, MA membuat papan untuk salon (sound system). 

“Saya baru tahu sekitar jam delapan pada malam harinya. Karena ada polisi yang memberi tahu dan mengantarkan jenazah suami saya,” tambah Zubaidah. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Ahlussunnah, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan The Community of SantEgidio, lembaga yang berbasis di Eropa, Selasa (14/11) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak The Community of SantEgidio ditandatangani oleh Marco Impagliazzo. 

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

MoU ini berisi tentang Interfaith dialoge, Peace and Reconciliation, Education of Young Generations, Culture of Tolerance and Tigetherness, Humanity, and Prevention Drug Abuse

Hadir pada MoU tersebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini, Rais Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU M Ali Yusuf, dan lain-lain. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, kerja sama ini hanya melanjutkan dari para pemimpin NU dulu. Menurutnya, sejak zaman KH Abdurrahman Wahid MoU ini sudah terjalin. 

"Melanjutkan saja," katanya. 

Ia menjelaskan, tujuan dari MoU ini untuk membuat harmoni antara seluruh makhluk Allah di muka bumi. Oleh karena itu, setiap ada persoalan, katanya, bisa diselesaikan dengan dialog. 

"Bagaimana kita bisa dunia ini agar damai," katanya. 

Hubungan dari kerja sama ini pun, menurutnya, sering mengangkat isu-isu kemanusiaan yang  terjadi di belahan dunia. "Kita ikut terlibat untuk menyampaikan saran-saran terhadap isu-isu dunia tentang kemanusiaan," pungkasnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

The Community of SantEgidio sendiri merupakan sebuah komunitas internasional untuk perdamaian dunia yang berbasis di Eropa. Mereka juga melakukan berbagai macam edukasi kemanusiaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Teman Terbaik saat Duduk





? ? ? ? ?

Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Teman Terbaik saat Duduk

"Sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku." [Maqalah]

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku. Mereka menerjemahkan, menulis, membaca, dan menyebarkan gagasan tanpa pernah surut semangat. Buku atau kitab adalah representasi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya ayat pertama yang turun berbunyi iqra (bacalah), kendatipun ayat ini bermakna lebih luas dari sekadar membaca buku. Wallahu alam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Ulama, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 15 Februari 2018

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Gelar Sultan sesungguhnya merupakan bentuk amanat leluhur, yaitu fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam. Ia memuat berbagai makna, filosofi, dan bahkan teologi yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dikandungnya. Ia mencerminkan visi dan misi institusi yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Sultan itu Fondasi Keraton Kasultanan Mataram Islam

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY, Drs Kiai Jadul Maula dalam konferensi pers di kantor PWNU, Jl MT Haryono 40-42 Yogyakarta, Selasa (2/6) menanggapi Sabdaraja Sultan HB X yang menghilangkan beberapa gelar Sultan, diantaranya Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, dan Kalifatullah.

Kiai Jadul menjelaskan, bahwa selama ini PWNU banyak menampung keresahan masyarakat dan ulama pesantren dari berbagai daerah. Bukan hanya dari sekitar DIY, namun juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga luar Jawa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada stigmatisasi perubahan gelar terhadap Islam. Ibarat rumah yang diganti bukan hanya pintu atau mengganti cat, tapi pondasi. Jadi implikasinya sangat besar,” tegas Kiai Jadul.

Hal ini, lanjutnya, lebih pada keprihatinan keagamaan dalam menyelamatkan kehidupan bermasyarakat, di luar wilayah politik. Ada kegelisahan di kalangan kiai tentang perubahan gelar tersebut. Karena ini tanpa diserta argumen yang jelas dan disepakati secara syar’i.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Jadul Maula kembali menegaskan, akibat perubahan gelar itu ada keresahan dikalangan kiai NU. Karena mereka beranggapan bahwa perubahan gelar ini telah menjadikan adanya stigmatisasi terhadap Islam. Gelar tersebut semua diambil dari Islam melalui perjalanan yang panjang. Sehingga jika gelar itu diubah maka ada proses pengaburan ke-Islam-an tersebut.

Makna gelar Sultan universal

Menurut Kiai Jadul, makna gelar sultan itu universal. Mengubah makna itu berarti ada yang hilang dalam diri kasultanan. ?

“Konsep-konsep penting di dalam gelar seperti: Ngabdurrahman, Sayidin Panotogomo, Kalifatullah, mengandung makna dan amanat bahwa seorang Sultan haruslah mewujudkan pengabdiannya yang tulus kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan laku dan tindakan yang menjaga dan mengupayakan keseimbangan alam, religiusitas masyarakat dan kerukunan antar umat beragama serta keadilan sosial di tengah-tengah warganya,” tegasnya.

Kiai Jadul menjelaskan bahwa gelar Ngabdurrahman mengandung arti bahwa meski menjadi raja, Sultan adalah tetap hamba Allah SWT yang memiliki kasih sayang dengan sesama, termasuk kepada alam. Sedangkan gelar Sayidin Panotogomo, ? dalam pesantren mengandung arti adalah orang yang berkewajiban meningkatkan religiusitas masyarakat dan menata umat beragama yang berbeda agar harmonis. Gelar khalifatullah sendiri berarti Sultan adalah duta Allah SWT yang menegakkan kebenaran dan keadilan.?

“Dengan makna demikian, kami menganggap gelar-gelar itu penting. Adanya gelar itu sudah terbukti dari berdirinya Kraton Yogyakarta sebagai Kraton yang paling lama bertahan hingga sekarang,” tegasnya.? Karena itu, tandasnya, PWNU bersikap, gelar itu mesti dipertahankan. Jika gelar ini dihilangkan maka akan kehilangan porosnya. Karena gelar itu tidak semata-mata nama melainkan sebagai pengikat kontrak teologis, kontrak alam dan kontrak sosial. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Nusantara, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 12 Februari 2018

Mencetak Siswa Intelek dan religius

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berangkat dari niatan menampung anak-anak desa yang tidak bisa melanjutkan sekolah ke kota, MTs Maarif 4 Songgom didirikan. Awalnya, sekolah ini bernama MTs Al-Wathoniyah yang didirikan para tokoh Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan di Kecamatan Songgom pada tanggal 14 Desember 1972. 

Karena saat itu, menempati MI Al Wathoniyah 01 Songgom maka dinamakan MTs Al-Wathoniyah.

Mencetak Siswa Intelek dan religius (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencetak Siswa Intelek dan religius (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencetak Siswa Intelek dan religius

Seiring dengan perkembangan zaman dan penataan kelembagaan organisasi, maka sekolah-sekolah dibawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU diganti namanya menjadi MTs Maarif NU 4 Songgom. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sejak 15 Januari 1986, dengan Akta Notaris Nomor 103 MTs Al-Wathoniyah berubah menjadi MTs Maarif NU 4 Songgom,” terang Kepala Sekolah Drs KH Imam Badjuri MPd di sela tasyakuran Hari lahir (Harlah) di ruang kerjanya Rabu (14/12).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, di usianya yang ke-39, sekolahnya kini mendapatkan kepercayaan yang penuh dari masyarakat. Terbukti perkembangannya sangat dinamis, baik dari pertambahan jumlah peserta didik juga sarana dan prasarana yang memadai. Termasuk dari pemerintah juga sangat memperhatikan. 

“Terakhir, kami mendapatkan bantuan dari Menteri Agaga berupa Actif board multi media sebagai kegiatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” lanjut Haji Bajuri sambil mengajak VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth melihat langsung Laboratorium TIK.

Atas besutan tangan Haji Badjuri dan 28 orang guru, sebanyak 410 siswa MTs Maarif 4 kerap menorehkan prestasi. Antara lain menjadi sekolah Favorit di Kecamatan Songgom dan menjadi juara diberbagai event baik tingkat kecamatan maupun kabupaten. Tercatat menjadi juara kabupaten Sepak bola, tartil dan tilawah, lari, kepramukaan, bola volley dan lain-lain.

Tasyakuran peringatan Harlah ke-39, selain acara tumpengan juga digelar lomba drumb band tingkat SD/MI se Kecamatan Songgom. Setelah melalui penjurian yang ketat, akhirnya SDN Songgom 01 berhasil menjadi juara 1 dengan nilai 486. Juara 2 MI Al Wathoniyah 01 (456) dan juara 3 SD Songgom 03 (435).

Yang jelas, tambah Haji Badjuri, kami bertekat akan mencetak siswa yang memiliki intelektualitas dan religiusitas yang tinggi dan merdeka. “Siswa yang intelek dan religious, akan mampu menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. 

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Wasdiun 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Agar dapat menulis secara baik dan benar, seorang penulis perlu memiliki data yang cukup. Tulisan yang disajikan secara baik, jika isinya tidak benar, akan menjadi cacat karya.

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlunya Riset dalam Menulis Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlunya Riset dalam Menulis Puisi

Hal itu disampaikan Siska Yuniati dalam Workshop Menulis Puisi yang digelar oleh MTs NU Pakis, Sabtu (3/2).

Siska mencontohkan beberapa bait puisi yang terlihat indah, tetapi isinya janggal atau tidak benar. Hal itu menjadi cacat sebuah puisi. Bahasa-bahasa yang indah pun menjadi percuma.

Oleh karena itu, Siska menegaskan, seorang penulis perlu riset untuk mendapatkan data-data sebagai bahan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Guru MTs Negeri 3 Bantul sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis (Pergumapi) ini mengingatkan, riset yang dimaksudkannya adalah pengumpulan data secara umum. Peserta diminta Siska untuk tidak tegang mendengar istilah riset apalagi membayangkan berada di laboratorium atau seperti orang menulis karya ilmiah.

Riset tersebut menurut Siska dapat dilakukan dengan cara membaca, mendengar, mengamati, melakukan, dan lain-lain yang bertujuan untuk memahami materi yang akan ditulis.

Pada kesempatan itu, pemenang pertama Lomba Nasional Penulisan Puisi Festival Sastra Universitas Gadjah Mada 2016 tersebut juga mengajak para peserta untuk praktik menulis puisi. Para peserta yang terdiri atas guru-guru dan siswa MTs NU Pakis itu pun semangat untuk mengikuti latihan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Siska, ada banyak teknik yang dapat dilakukan dalam mengajarkan atau belajar puisi. Siska menggunakan teknik bermain kata dan teknik bermain irama. Dengan dua teknik itu, peserta dapat meraskan kemudahan-kemudahan dalam menulis sehingga dapat segera menghasilkan puisi-puisi pendek.

Selain Siska, hadir pula Yulismar dari SMP Negeri 8 Riau yang memotivasi guru dan siswa yang hadir untuk semangat menulis buku.

Kepala MTs NU Pakis, Najmah menyampaikan bahwa kegiatan itu diselenggarakan terkait program Gerakan Literasi Sekolah di MTs NU Pakis. Dirinya berharap, nantinya para guru dan siswa dapat menulis buku-bukunya sendiri. Hal ini penting, kata doktor lulusan Universitas Negeri Malang, karena sehebat-hebatnya manusia, kalau tidak ada jejak yang ditinggalkan, maka akan hilang ditelan zaman.

Ketua Bidang Penerbitan Pergumapi itu menegaskan, bahwa siapa pun dapat menjadi penulis. Itulah alasan dirinya menghadirkan Siska Yuniati dan Yulismar untuk memotivasi para guru dan siswa MTs NU Pakis untuk menulis.

Najmah juga mengungkapkan bahwa MTs NU Pakis sudah memiliki penerbit dengan nama MATsNUEPA Publishing. Sudah cukup banyak penulis yang menerbitkan bukunya di penerbit yang dikelola oleh Syafaatul Maulida, Sekretaris Bidang Penerbitan Pergumapi sekaligus guru MTs NU Pakis itu.

Di antara buku yang telah diterbitkan adalah Strategi Najmah, sebuah buku yang berisi tentang pengelolaan pendidikan di MTs NU Pakis. Menurut Najmah, buku yang telah cetak hampir 2000 dan diedarkan secara gratis itu, tidak hanya bercerita tentang dirinya, melainkan juga tentang guru-guru dan siswa-siswa MTs NU Pakis. (Sabna/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan tahun 2016 mempunyai capaian target yang dikategorisasi menjadi penelitian dan pengembangan. 

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat

Adapun kegiatan Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan yang ditargetkan jumlah penelitian sebanyak 29 laporan dalam tahun 2016 tercapai 100%, dan terdistribusi pada 4 (empat) unit kerja kelitbangan di lingkungan Badan Litbang dan Diklat.

Penelitian pada Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan menghasilkan Penelitian Best Practice Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Penelitian Indek Pendidikan Agama di SMA, Penelitian Jaringan Pendidikan di Pondok Pesantren, Penelitian Pendidikan Keagamaan Non Formal Berbasis Komunitas, Penelitian Raudlatul Athfal (RA) Unggulan. 

Berikutnya adalah Penelitian Evaluasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI di Sekolah dan Madrasah, Penelitian Evaluasi Program Beasiswa Pendidikan Santri Berprestasi (PBSB) di Lingkungan Kementerian Agama, Penelitian Pemanfaatan Bantuan Pendidikan Agama dan Keagamaan di Madrasah Aliyah, Penelitian Pengelolaan Guru Madrasah. 

Selain itu juga Penelitian Isu-Isu Aktual Pendidikan Agama dan Keagamaan, dan Penelitian Aktivitas Mahasiswa Indonesia di Cairo, Mesir (Dalam dan Luar Kampus). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara pada Balai Litbang Agama Jakarta terdapat Penelitian Kesiapan LPTK-PTKIN Dalam Menyiapkan Calon Pendidik Profesional di Bagian Barat Indonesia, Penelitian Model Pendidikan Agama Pada SMP Berbasis Pesantren, Penelitian Pengembangan Tipologi Madrasah Aliyah di Indonesia Bagian Barat (Studi Pengembangan MA Akademik dan Madrasah Keagamaan). 

Selanjutnya Penelitian Kebutuhan Pendidikan Keagamaan Islam Non Formal dan Informal, dan Penelitian Isu-isu Aktual Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Penelitian pada Balai Litbang Agama Semarang menghasilkan Penelitian “Transmisi Ajaran Kelompok Keagamaan dalam Konstelasi Kebangsaan”, Penelitian "Indeks Kepuasan Guru Terhadap Kinerja Pengawas Madrasah di Jawa Tengah”, Penelitian “Indeks Pendidikan Multikultural Pada Sekolah Umum di Indonesia”, Penelitian “Pelaksanaan Model Pendidikan di Pondok Pesantren (Studi Pergeseran Pondok Pesantren Salafiyah menjadi Pondok Pesantren Modern di DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah)”. 

Kemudian Penelitian Insidental (Kasus), terdiri dari: Layanan Pendidikan Agama Bagi Siswa Minoritas Pada SMA/K di Kabupaten Gunung Kidul, dan Pendidikan Agama Dalam Kebinekaan Pada SMA Kristen 1 Salatiga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ada pun Penelitian pada Balai Litbang Agama Makasar meliputi Pemetaan Kapasitas Pesantren di Kalimantan Timur, Indeks Kualitas Madrasah Aliyah, Eksperimental Tentang Pembinaan Karakter, Sistem Pembelajaran Sekolah Islam Terpadu, Internalisasi Pendidikan Agama dalam Keluarga di Berbagai Komunitas (Pendidikan Agama Keluara Pengrajin). 

Selanjutnya Pespektif Kebijakan dan Problemalika Pendidikan Agama dan Keagamaan, Respon Warga Sekolah terhadap Radikalisme, Sinergisitas Kinerja Guru PAI dan Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pasa Sekolah Menegah Pertama, dan Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan (Kompetitf). (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Habib, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock