Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Sebagaimana ibadah-ibadah lain, niat menjadi rukun yang mesti dilakukan dalam puasa Ramadhan. Niat adalah iktikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan. Kata kuncinya adalah adanya maksud secara sengaja bahwa setelah terbit fajar ia akan menunaikan puasa. Imam Syafi’I sendiri berpendapat bahwa makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khathara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa. (al-Fiqh al-Islami, III, 1670-1678).

Meski niat adalah urusan hati, melafalkannya (talaffudh) akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut. Talaffudh berguna dalam memantapkan iktikad karena niat terekspresi dalam wujud yang konkret, yaitu bacaan atau lafal.

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Tentang hal ini, sering kita jumpai beragam versi bacaan niat puasa. Perbedaan terutama ada pada bagian harakat kata ?; apakah ia dibaca ramadlâna atau ramadlâni. Sebagian masyarakat membaca lafal niat di malam hari seperti ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut kaidah ilmu nahwu, redaksi tersebut keliru. Jika memaksa memilih membaca ramadlâna (dengan harakat fathah), maka pilihan yang paling mungkin kalimat selanjutnya adalah hâdzihis sanata (sebagai dharaf zaman/keterangan waktu), bukan hâdzhis sanati. Ramadlâna dibaca fathah sebagai ‘alamat jar karena termasuk isim ghairu munsharif yang ditandai dengan tambahan alif dan nun sebagai illatnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang paling sempurna adalah membacanya dengan harakat kasrah, ramadlâni, yakni dengan meng-idhafah-kan (menggabungkan) dengan kata sesudahnya. Konsekuensinya, ia tidak lagi ghairu munsharif sehingga berlaku hukum sebagai isim mu’rab pada umumnya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik at-Thâî alias Ibnu Malik dalam nadham Alfiyah:

? ? ? ? ? ¤? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tandailah jar isim ghairu munsharif dengan fathah, selagi tak di-idhafah-kan (digabung dengan kata setelahnya) atau tidak menempel setelah ‘al’.”

Jika ramadlâni diposisikan sebagai mudhaf (di samping sekaligus jadi mudhaf ilaih-nya "syahri") maka hadzihis sanati mesti berposisi sebagai mudhaf ilaih dan harus dibaca kasrah. Pembacaan dengan model mudhaf-mudhaf ilaih inilah yang paling dianjurkan. Sehingga bacaan yang tepat dan sempurna adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Taala.”

Yang perlu diingat, kekeliruan dalam melafalkan niat tak berpengaruh pada keabsahan puasa, selama terbesit dalam hati untuk berpuasa. Seperti dikatakan, niat berhubungan dengan getaran batin. Sehingga ucapan lisan hanya bersifat sekunder belaka. Tapi kekeliruan akan menimbulkan rasa janggal, terutama di mata para ahli gramatika Arab. Wallahu alam. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Santri, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Pengelolaan keuangan yang semakin maju dan kebutuhan masyarakat yang makin mendesak membuat prinsip wakaf mengubah orientasi dari wakaf barang-barang tak bergerak ke wakaf uang. Hal ini semata-mata bukan menafikan wakaf dalam bentuk barang tetap dan tidak bergerak, melainkan mengupayakan berbagai potensi wakaf dari para wakif yang tidak memiliki barang bergerak.

Dengan menggandeng lembaga penjamin simpanan (LPS) penerima wakaf uang (PWU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga NU lewat pemberdayaan wakaf uang. Berikut ini adalah wawancara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan Ketua Pimpinan Pusat LWPNU H Mardini di kantornya, Gedung PBNU Jakarta lantai 6 terkait Gerakan Wakaf Uang Sejuta Nahdliyin (Gerwaku Sena) yang telah diluncurkan awal Februari lalu.

Bisa dijelaskan sedikit tentang wakaf uang Pak?

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Wakaf uang merupakan ijtihad, dimana masyarakat yang tidak mempunyai harta tidak bergerak tetap bisa mewakafkan hartanya berupa uang. Wakaf uang sudah melalui kajian fiqih serta juga telah diatur dalam peraturan pemerintah tentang wakaf uang.

Apakah alasan paling mendasar untuk meluncurkan Gerwaku Sena?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begini, menurut data yang kami terima, jumlah nahdliyin itu mencapai 80 juta orang. Jika satu juta saja yang rutin setiap bulan mewakafkan uangnya, tidak usah banyak-banyak, 10 ribu rupiah saja, kita sudah bisa menghitung uang yang terkumpul berapa. Melalui surat resminya, PBNU juga menginstruksikan kepada nahdliyin dan seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk setiap bulan mewakafkan uangnya, yakni 10 ribu rupiah per bulan.

Lalu, pengelolaan wakaf uang ini seperti apa?

Jadi, kami sudah menggandengan Bank pemerintah yaitu Bank BTN Syariah dan Nadzir profesional, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Penerima Wakaf Uang (PWU). Uang yang terkumpul di kita, langsung dikelola oleh mereka. Jadi uang tersebut utuh, langgeng, dan tidak akan hilang. Hasil pemanfaatan wakaf uang oleh Nadzir diserahkan ke kita untuk kemudian digunakan untuk membantu warga nahdliyin. Jadi, dengan wakaf 10 ribu rupiah, kita sudah bisa membantu orang lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimanakah masyarakat bisa menyalurkan wakaf uang tersebut?

Masyarakat cukup mengirim uang wakaf melalui nomor rekening yang sudah kami sediakan di nomor rekening: 734 114 1926 Bank BTN KCP Syariah Menara BTN a.n. Lembaga Wakaf nahdlatul Ulama. Adapun setoran minimal 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan nilai maksimalnya tidak terbatas. Kami juga melayani korespondensi di Call Center: 0818716943 dan 081219460716.

Kemudian, bagaimana memberikan pemahaman atau mungkin mengubah pola pikir masyarakat terkait wakaf ini?

Ya, kami berusaha meyakinkan bahwa wakaf tidak harus berupa barang atau benda tidak bergerak seperti tanah misalnya. Berangkat dari prinspinya, justru wakaf bisa berupa pengabdian, jiwa maupun raga. Sebab itu, kami ingin menyampaikan, hanya dengan 10 ribu rupiah, warga NU sudah bisa berwakaf. Hal ini akan luar biasa jika terkumpul dari nahdliyin yang jumlahnya mencapai puluhan juta jiwa itu. Uang wakaf ini utuh, tidak akan berkurang maupun bertambah, jadi tetap. Justru wakaf uang menjadi produktif dan berkembang karena dikelola. Hasil keuntungan pengelolaan ini yang akan digunakan untuk menyejahterakan nahdliyin dan masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini sama seperti pengelolaan wakaf tanah, dimana di dalam tanah tersebut dibangun berbagai bangunan yang bermanfaat bagi umat. Saya ambil contoh Menara Petronas di Malaysia. Menara tersebut dibangun di atas tanah wakaf. Sekarang dimanfaatkan untuk mendirikan berbagai bangunan yang itu menghasilkan keuntungan masyarakat secara umum. Hal serupa juga bisa dilakukan dengan wakaf uang.

Namun demikian, perlu saya tegaskan, wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Gerakan wakaf uang ini merupakan wakaf berupa uang yang dikelola secara produktif dan hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Sementara sejumlah uang yang diwakafkan tidak akan berkurang.

Sementara wakaf melalui uang, adalah wakaf barang yang penyerahannya dalam bentuk uang guna pembelian barang sehingga uang yang diwakafkan habis terpakai.

Apa langkah-langkah LWPNU untuk memaksimalkan Gerwaku Sena ini?

Langkah awal tentu sosialisasi kepada masyarakat. Kami harap melalui sosialisasi ini, para pengurus NU di berbagai tingkatan juga ikut memberikan hal serupa agar gerakan yang bertujuan menyejahterakan umat ini bisa berjalan dengan maksimal. Tentu hal ini juga berangkat dari instruksi PBNU bahwa seluruh pengurus NU di berbagai daerah agar ikur menyosialisasikan dan mengajak masyarakat dan warga NU untuk menyalurkan wakaf uang ke LWPNU.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Pemurnian Aqidah, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Buleleng, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hari Rabu, (20/12) Aula RM Manalagi di Jl Teleng Singaraja, Buleleng, Bali mendadak ramai. Tak kurang dari 200 orang guru berbagai jenjang sekolah dan madrasah se-Bali tumpah ruah di sana. 

Kehadiran Kang Fajar Sidik dengan gagasan inovasi ice breaking mencairkan situasi yang semula kelu dan kaku menjadi seru dan inspiratif. Kang Fajar yang kala itu hadir sebagai narasumber memang sudah berkomitmen menggebrak Buleleng dengan pengalaman dan informasi pendidikan yang amat menarik.

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Seharian itu, PC Pergunu Buleleng memang tengah menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Ice Breaking.  Kegiatan ini dipilih oleh panitia sebagai kelanjutan dari workshop sebulan yang lalu oleh PW Pergunu Bali. 

Workshop semakin menarik, ketika salah satu ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono yang turut hadir dan memberikan support bagi pengurus dan seluruh anggota Pergunu serta peserta workshop.

Bupati Buleleng yang diwakili Asisten II mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai penguatan peran Pergunu dan demi peningkatan kualitas guru di Buleleng.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua PC Pergunu Buleleng Lewa Karma dan Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono sepakat untuk terus melakukan sinergi program pengembangan profesi guru melalui wadah Pergunu. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Nasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU

KH Said Aqil Siroj ketua umum PBNU periode 2010-2015 udah menyatakan diri untuk siap dipilih kembali jika muktamirin menghendaki. Lalu apa visi, misi dan programnya jika ia terpilih kembali untuk periode kedua, berikut pikiran-pikirannya.

Kiai sudah menyatakan siap dipilih kembali dalam Muktamar ke-33 mendatang, apa ada upaya tertentu yang dilakukan? .
Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU

Sejak awal saya katakan saya mengalir. Jika masih dipercaya (memimpin) saya siap menerima amanah itu, jika tidak ya tidak apa-apa. Di NU itu pengabdian, tanpa menjadi Ketua Umum-pun saya juga akan tetap mengabdi. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimana kiai memandang jabatan ketua umum PBNU? .

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang jelas saya tidak kampanye, saya mengalir saja. Seperti tadi saya katakan, mengabdi di NU bisa dilakukan siapapun, baik memiliki jabatan atau tidak, sama-sama mengabdi. Dalam Islam sendiri kita tidak dilarang mengejar jabatan, tapi caranya harus baik, tidak boleh menabrak norma-norma, dan yang paling penting ketika jabatan itu didapat kita tidak boleh dikendalikan oleh jabatan itu. 

Bagaimana kiai menanggapi tuduhan Syiah, bagian dari Islam liberal, atau hal lainnya? . Sebenarnya itu bukan hal baru. Kalau Anda ingat, sepulang dari Arab Saudi saya langsung dituding liberal dan bahkan sampai ada forum Kiai muda di Jawa Timur yang men-tabayun-kan soal itu. Sekarang saya dituding agen Syiah, dasarnya apa? Pendidikan saya S1 Usluhuddin, S2 Perbandingan Agama, S3 Filsafat Islam, Tasawuf. Jangankan ajaran Syiah, Jabariyyah, Qodariyyah, Murji’ah, Jahamiyyah, Khawarij, Ahmadiyyah, Wahabiyyah, semuanya mata kuliah yang saya pelajari. Saya itu paham bagaimana isi al Kitab, bahkan mungkin lebih paham daripada pendeta. Lalu apakah saya disebut Nasrani? Apakah saya Kristen? Jadi tudingan saya Syiah itu tidak benar, saya masih teguh memperjuangkan dan menjalankan Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

Soal tudingan saya menjadi agen Syiah karena mengirimkan mahasiswa NU ke Iran, ada ustadz muda, kader NU juga, mengatakan saya bekerjasama dengan Al Musthafa Al Alamiyyah, saya pastikan justeru di era saya tidak satupun mahasiswa NU dikirim untuk studi ke Iran. Yang ada kita mendapatkan beasiswa pendidikan ke Amerika, Australia, China, Mesir, Sudan, Libya, Maroko, Syria, tapi tidak ada ke Iran. Kalau sekarang ada anak-anak kita yang studi di Iran, itu beasiswa peninggalan pengurus yang lalu. 

Ada sebagian kalangan yang tidak puas dengan kepemimpinan Kiai selama ini?. Ya, penilaian itu kan tergantung siapa yang memberikan. Yang jelas saya berusaha menjadi Ketua Umum yang baik. Soal ada cabang yang tidak terayomi saya dengar itu, salah satunya karena katanya susah mengundang saya. Setiap undangan yang datang, kalau memang bisa datang ya saya datangi, jika ternyata udzur dicarikan pengganti. Selama lima tahun menjadi Ketua Umum memang belum semua wilayah dan cabang saya datangi, tapi itu juga karena alasan kesehatan, saya sempat dirawat beberapa waktu lalu. 

Kalau soal organisasi, tidak bermaksud sombong, tapi justru sekarang ini Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom di NU bisa berjalan dengan baik. Semua karena saya berikan kebebasan beraktifitas, asalkan tidak menabrak norma-norma ke-NU-an. Lembaga Kesehatan, Lembaga Ta’mir Masjid, Lembaga Pencegahan Bencana Alam (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim – LPBI, red), Lembaga Pertanian, Lembaga Perekonomian, Lembaga Dakwah, dan lembaga-lembaga lain semuanya hidup. Pengelolaan keuangan baru di era saya ini ada audit oleh auditor independent, semuanya dicatat dan dilaporkan, semuanya juga bisa mengakses, siapapun bisa melihat bagaimana laporan keuangan PBNU. 

Apalagi yang ditanyakan? Atau mau saya ungkap semua? 

Silahkan, Kiai… . Target saya melahirkan 5 universitas, seperti saya katakan ketika menang di (Muktamar) Makassar, sekarang sudah ada 25 universitas, sebentar lagi bahkan tambah jadi 26, nanti (bulan) Syawal akan diresmikan UNU Kalimantan Selatan, semuanya bukan milik pribadi, bukan milik perorangan, tapi milik Perkumpulan Jamiyyah Nahdlatul Ulama, semuanya atas nama NU. Dari Nabi Adam sampai sekarang ini, baru kali ini NU memiliki Perguruan Tinggi yang atas nama NU. Dari dulu (sebenarnya) ada, tapi rata-rata atas nama Kiai, atas nama yayasan dan atas nama pesantren. 

Rumah sakit sekarang sudah banyak berdiri, bukan atas nama pribadi, tapi atas nama NU. Aset NU yang setiap warga NU bisa merasakan manfaatnya. Di Surabaya, Tuban, Demak, dan Jombang, nanti Muktamirin akan merasakan pelayanannya. 

Apa yang belum tercapai?. Bahwa ada yang tidak tercapai di era saya itu pasti ada, salah satunya penyelamatan aset. Harus saya akui itu tidak mudah, tapi bukan berarti saya menyerah. Alhamdulillah, saat ini sudah ada ratusan hektar tanah wakaf milik NU yang bisa diselamatkan dan disertifikatkan. Ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah, kita harus berterima kasih karena proses sertifikasi itu ternyata diberikan kemudahan. 

Lantas apa kira-kira rencana ke depan yang ingin dicapai jika terpilih kembali? . Ada beberapa. Salah satunya saya ingin sekali NU mandiri secara finansial, kalau butuh uang tidak sedikit-sedikit proposal, dan itu menjadi PR kita bersama. Caranya bagaimana, tentu harus diawali dengan meningkatkan kesejahteraan warga NU, karena dengan itu insya Allah akan mendorong kesadaran menghidupi NU, tidak nunut urip di NU. Beberapa Lembaga Lajnah dan Banom sekarang menjalankan program ekonomi kerakyatan, ada permodalan dan lain-lain, silahkan Nahdliyin mengaksesnya. 

Saya juga ingin meneruskan melahirkan perguruan-perguruan tinggi NU, kalau bisa setiap wilayah ada, bahkan jika mampu cabang silahkan mendirikan, mumpung kita diberikan kemudahan oleh Pemerintah dalam perizinan. Pendidikan masih akan menjadi target saya jika masih dipercaya memimpin NU. Ingat, NU itu 32 tahun dikekang, tidak boleh berkembang, dan sekaranglah saatnya NU mengejar ketertinggalannya dari Ormas-ormas lain. Rumah sakit NU juga begitu, mari kita perbanyak, karena sejatinya NU didirikan untuk pelayanan sosial, memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan. 

Sekarang kita bicara hubungan NU dan Negara, Kiai. Bagaimana Kiai melihat tantangan NU ke depan? . Radikalisme, itu yang pasti akan saya sebut pertama. NU harus berada di barisan terdepan dalam menghadapi ancaman radikalisme, baik yang mengatasnamakan agama atau separatism, itu tantangan bangsa dan juga tantangan NU. Dalam Muktamar tahun 1936 NU sudah menegaskan Nation State, Negara kebangsaan harga mati, yang berarti ketika ada pihak-pihak yang merongrong juga harus dihadapi. Apalagi belakangan juga ada radikalisme berbalut Islam salafi yang menjelek-jelekkan tradisi-tradisi NU, kita tidak boleh tinggal diam. 

Terakhir, Kiai. Jika nanti terpilih kembali, bagaimana Kiai akan menempatkan NU terhadap negara? . NU sebagai civil society terbesar, konon kata LSI (Lembaga Survei Indonesia, red) jumlah pengikutnya sudah mencapai delapan puluh juta orang, sudah diakui adalah penyeimbang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. NU mampu seiring sejalan dengan negara ketika negara melindungi, mengayomi, dan mensejahterakan rakyatnya, dan sebaliknya NU siap mengkritik jika negara abai. 

NU juga akan tetap menjalankan prinsip-prinsip tasamuh, tawasuth, dan tawazun, i’tidal untuk menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, dan itu diakui atau tidak menjadikan Indonesia dipandang sebagai Negara yang damai oleh dunia internasional. Bahkan Wapres di era Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red), Pak Boediono, pernah berujar Indonesia beruntung memiliki NU. Ini terbukti karena NU mampu menjadi penengah, menjadi peredam ketika sebuah konflik muncul di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Berbeda dengan di Timur Tengah, di sana tidak ada civil society, ketika konflik terjadi maka bedhil (senjata) yang jadi penyelesaian. Sikap-sikap itulah yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, karena sesuai dengan tema Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia, itu berarti saatnya kita mengekspor gagasan-gagasan damai dalam bermasyarakat, damai dalam beragama, ke dunia internasional. Satu lagi tentang Islam Nusantara itu sendiri yang merupakan perpaduan aqidah dan budaya. Dengan Islam Nusantara agama menjadi kuat, sementara budaya lestari, sehingga terjadi harmonisasi dalam kehidupan. Sepanjang budaya itu tidak bertentangan dengan aqidah, itu bagian dari Islam Nusantara. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU

Bandung,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menjelaskan, santri tidak hanya orang yang berada di pondok pesantren dan bisa mengaji kitab atau ahli agama. Namun, santri adalah orang-orang yang ikut kiai dan setuju dengan pemikiran serta turut dalam perjuangan kaum santri.

“Santri adalah orang-orang yang ikut kiai, apakah dia belajar di pesantren atau tidak, tapi ikut kegiatan kiai, manut pada kiai, itu dianggap sebagai santri walaupun dia tidak bisa baca kitab, tapi dia mengikuti perjuangan para santri,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Santri Itu? Ini Penjelasan Rais ‘Aam dan Ketum PBNU

Dari sisi keberadaan, menurut Kiai Ma’ruf, santri ada yang tinggal di pondok di pesantren, ada pula yang sesekali ke pesantren atau disebut santri kalong, ada juga santri yang sekali-kali saja datang bertemu kiai dan santri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pokoknya, santri itu ikut kiailah. Karena itu dia mencakup hampir semua lapisan masyarakat,” lanjut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat, santri adalah umat yang menerima ajaran-ajaran Islam dari para kiai. Para kiai itu belajar Islam dari guru-gurunya yang terhubung sampai Rasulullah SAW.

Para santri, lanjut Kiai Said, menerima Islam dan menyebarkannya dengan pendekatan budaya yang berakhlakul karimah, bergaul dengan sesama dengan baik. Santri juga menghormati budaya, bahkan menjadikannya sebagai infrastruktur agama, kecuali budaya yang bertentangan ajaran Islam seperti seks bebas atau minum-minuman keras.

“Santri itu jelas, adalah orang-orang yang menindaklanjuti dakwah dengan budaya seperti yang dilakukan Wali Songo. Dakwah seperti itu yang jelas ampuh, efektif,” tegas kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak itu.

Dakwah dengan cara seperti itu terbukti di dalam sejarah berhasil mengislamkan Nusantara tanpa kekerasan dan pertumpahan darah. Bahkan raja-raja Nusantara itu menjadi Islam.

“Kita saksikan sekarang, dakwah yang manfaat, dakwah yang lestari, masuk sampai dalam hati, adalah dakwah yang dilakukan secara budaya, bukan dengan teror dan menakut-nakuti. Islam diajarkan dengan menakut-nakuti tidak akan masuk ke dalam hati. Imannya hanya pengakuan bibir belaka sehingga menjadikan potensi munafik, tapi kalau berdakwah dengan budaya, iman masuk ke dalam hati, sehingga akan menjadi mukmin kholis (ikhlas),” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 02 Januari 2018

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren tahfidz Darus Sa’adah desa Bugel, kecamatan Kedung, kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengelola majalah bernama Garda. Majalah tersebut terbit sekali dalam setahun.

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)
Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah

Majalah yang diterbitkan para santri putri pesantren ini merupakan tindak lanjut dari Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) yang diselenggarakan di pesantren tahun lalu.

Alhasil di tahun yang sama majalah berjargon “media pengembangan kreativitas santri” ini terbit untuk edisi kali pertama. Tahun ini sudah menginjak edisi kedua.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dua tahun berjalan media yang dikelola pesantren putri ini tentu saja menuai dinamika. Hal itu diuraikan Ummi Abdillah Azzahro. Menurut Pemimpin Redaksi Garda, pihaknya terkendala santri yang minim membaca juga menulis. Padahal di pondok sudah memiliki fasilitas penunjang baca tulis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Disini ada mading yang diganti sepekan sekali. Juga ada perpustakaan pondok,” terangnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Jum’at (7/11) siang.

Meski kendala selalu menghadang media yang sudah berjalan dua tahun ini harus tetap eksis. “Setiap tahun kru redaksi mengalami pergantian. Kru redaksi yang dipasrahi tulisan juga harus selesai sebelum deadline,” imbuh Ummi.

Sementara ini majalah hanya dikonsumsi khusus santri Darus Sa’adah. Majalah ini sepenuhnya dibiayai para santri yang sudah memasuki jenjang khotimat, khatam tahfidz menjelang muwaddaah. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock