Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua PP LP Maarif NU Arifin Junaidi berharap pemerintahan baru meneruskan Kurikulum 2013 sebagai kebijakan pendidikan yang ditetapkan sebelumnya. Pemerintahan baru tidak perlu melakukan perubahan total. Pemerintah baru, harap Arifin, melakukan perubahan pendidikan secara gradual.

Kurikulum 2013, menurut Arifin, sama seperti makhluk hidup, berkembang dan berproses. "Biarkan kurikulum tersebut berjalan dulu, nanti kita evaluasi setelah berjalan cukup lama," tambahnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di akhir diklat sistem penjaminan mutu pendidikan SMA dan SMK Maarif NU di Asrama Haji, Yogyakarta, Kamis (23/10).

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Kurikulum 2013 sendiri tidak begitu mengagetkan guru-guru Maarif NU. Kurikulum ini secara substansial sama dengan ideologi NU. Kurikulum 2013 mengajari siswa untuk menghargai kerja kelompok.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sebenarnya konsep Kurikulum 2013 sudah kita jalankan sejak lama dalam pendidikan NU yaitu dalam pesantren. Ketika mempelajari bab wudhu dalam pesantren tidak hanya berbicara soal teori, melainkan langsung praktik," ungkapnya. (Nur Solikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Aswaja, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 13 Februari 2018

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram masa khidmat 2017-2018 dilantik di Pendopo Walikota Mataram, Senin (7/3) siang. Bendahara Umum PMII Ahmad Riduan Hasibuan sengaja turun ke Mataram untuk melantik kepengurusan baru.

Tampak hadir Sekda Kota Mataram mewakili Tgh Achyar Abduh Selaku Walikota Mataram, puluhan alumni senior PMII Kota Mataram, Ketua GP Ansor NTB, Ketua GP Ansor Kota Mataram, beserta ratusan kader dan anggota PMII se-Kota Mataram.

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Lantik Pengurus Cabang Kota Mataram

Solihin, Ketua PMII Mataram yang baru saja dilantik mengatakan, PMII di Kota Mataram bukanlah baru. PMII di Kota Mataram lahir sejak tahun 1962, dan tetap eksis. PMII Mataram sudah berkontribusi bagi Pemkot Mataram.

Alumni PMII di Kota Mataram, lanjutnya, sudah banyak berkontribusi bagi daerah khususnya Kota Mataram dan NTB umumnya. Jadi sudah waktunya PMII di Kota Mataram berjaya sebagaimana dengan umurnya saat ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretaris Daerah Kota Mataram H Efendi Saswito mengatakan, PMII di Kota Mataram harus menjadi garda terdepan dalam mengawal pemerintahan yang ada di Kota Mataram. Tetaplah menjadi agen perubahan. Serta tetap menjadi penggerak bagi pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Mataram.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Mari sama-sama kita bangun Kota Mataram sebagai mana visi dan visi Wali Kota dan Wakil Walikota Mataram,” katanya.

Ahmad Riduan Hasibuan meminta Pemkot Mataram memperhatikan mahasiswa yang tergabung dalam PMII di Kota Mataram. Karena PMII bukanlah menjadi perusak negara ataupun daerah, melainkan PMII hadir sebagai penyongsong dan PMII siap pakai ketika dibutuhkan oleh daerah.

Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Kota Mataram Akbar Jadi menyampaikan, PMII Kota Mataram harus menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Mataram. "Jadilah kader penggerak yang selalu eksis dalam mengawal kebijakan Pemkot Mataram," kata Ketua Lakpesdam NU NTB ini. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Daerah, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin menyampaikan sebagai penerus perjuangan, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU diharapkan untuk menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam pelantikan 80 orang pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serta PC IPNU Kota Kraksaan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/1) pagi.

“Semua kader IPNU dan IPPNU harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengajak para pelajar NU untuk selalu disiplin dalam segala hal. Disiplin itu penting untuk mencetak perilaku dan akhlak yang baik. Pelajar NU harus meneguhkan kembali sebagai agen akhlak dan perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlak atau etika itu diatas dari segala-galanya dan keilmuan dimiliki butuh implementasi yang dibutuhkan orang lain.

“Sebagai generasi muda NU, janganlah menjadi anak muda yang pesimis. Anak muda NU haruslah optimis dan akan saya hantarkan jika para anak muda di Kabupaten Probolinggo yang mempunyai perilaku akhlak yang baik dapat menjadi agen-agen NU yang mampu membantu masyarakat,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasan Aminuddin mengimbau agar para pelajar NU mengusulkan apapun dengan catatan tidak membahas opini. Organisasi NU ini jangan dijadikan sebagai alat untuk mencari uang atau nafkah. Oleh karena itu harus ikhlas tenaga, pemikiran, jiwa dan raganya berjuang untuk NU demi keutuhan NKRI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk itu, sebagai generasi muda NU perbanyaklah berkumpul untuk memadukan frekuensi dan dilaksanakan dengan musyawarah mufakat serta menjalin komunikasi baik dan tunjukkan perilaku akhlak saat menjadi generasi NU untuk orang lain,” tegasnya.

Pelantikan 3 (tiga) cabang organisasi pelajar NU ini dipimpin oleh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur Rekan Haikal Atiq Zamzami dan pengurus PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Rekanita Nurul Hidayati .

Dalam pelantikan ini juga dilakukan dialog interaktif dengan tema “Pelajar Sehat Menuju Indonesia Cerdas dan Demokratis”. Narasumber dialog ini berasal dari Satreskoba Polres Probolinggo dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. KH Muchit Muzadi berharap, Resolusi Jihad akan segera dibukukan seperti “Atlas Walisongo” yang ditulis Agus Sunyoto, agar perjuangan para ulama tersebut tertulis dan didokumentasikan secara rapi.

Hal ini disampaikan ketika berkunjung ke Pesantren Global, Malang, yang dipimpin oleh KH Agus Sunyoto, Senin (15/04). Mbah Muchit merupakan satu-satunya murid Kiai Hasyim Asy’ari yang masih hidup. Pada kesempatan itu, ia menceritakan sejarah perjuangan para ulama pada masa kemerdekaan di Mangliyawan Pakis Malang.

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Berharap Peristiwa Resolusi Jihad Dibukukan

“Di sisa umur saya ini, saya hanya bisa berharap kemanfaatan dari apa yang saya lakukan bersama Mbah Hasyim dan bisa saya ceritakan sekarang, semoga ke depan ada yang menarasikan Resolusi Jihad dalam bentuk buku supaya bisa dimanfaatkan banyak orang,” ungkapnya pada Agus Sunyoto dan para santri yang hadir di Pesantren Global.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai yang rutin mengisi kajian di pesantren al-Hikam Malang ini menyayangkan, beberapa ormas Islam sendiri tidak lagi mengindahkan perjuangan para ulama dan Pancasila.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, tanpa dicetuskannya Resolusi Jihad oleh Mbah Hasyim dan para Ulama, peristiwa 10 November, pengusiran tentara Belanda dan Inggris di tanah Surabaya tidak akan pernah terjadi. Pada saat itu, Kiai Hasyim selaku pimpinan Hizbullah, menyerukan; wajib bagi masyarakat muslim untuk membantu arek-arek Surabaya mengusir Inggris, hingga peristiwa 10 November terjadi semua Masyarakat Indonesia menyambut dengan takbir.

Mbah Hasyim juga menyuarakan, “Jika perang melawan Inggris ataupun Belanda bukan saja membela negara, tapi juga perang fi sabilillah,” kata Kiai Muchit menirukan.

Sangat keliru, jika negara ini dan Pancasila bukan berdasarkan Islam, “Karena yang ikut berjuang didalamnya adalah para ulama, bahkan Mbah Hasyim sendiri,” tegasnya.

Begitupun dengan Pancasila, “Sila pertama yakni ketuhanan yang maha Esa dan empat setelahnya berazaskan dalam al-Qur’an yakni amanuu wa amilus sholihaat,” tambahnya lagi.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Buleleng, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hari Rabu, (20/12) Aula RM Manalagi di Jl Teleng Singaraja, Buleleng, Bali mendadak ramai. Tak kurang dari 200 orang guru berbagai jenjang sekolah dan madrasah se-Bali tumpah ruah di sana. 

Kehadiran Kang Fajar Sidik dengan gagasan inovasi ice breaking mencairkan situasi yang semula kelu dan kaku menjadi seru dan inspiratif. Kang Fajar yang kala itu hadir sebagai narasumber memang sudah berkomitmen menggebrak Buleleng dengan pengalaman dan informasi pendidikan yang amat menarik.

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Seharian itu, PC Pergunu Buleleng memang tengah menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Ice Breaking.  Kegiatan ini dipilih oleh panitia sebagai kelanjutan dari workshop sebulan yang lalu oleh PW Pergunu Bali. 

Workshop semakin menarik, ketika salah satu ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono yang turut hadir dan memberikan support bagi pengurus dan seluruh anggota Pergunu serta peserta workshop.

Bupati Buleleng yang diwakili Asisten II mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai penguatan peran Pergunu dan demi peningkatan kualitas guru di Buleleng.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua PC Pergunu Buleleng Lewa Karma dan Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono sepakat untuk terus melakukan sinergi program pengembangan profesi guru melalui wadah Pergunu. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Nasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Bulan Ramadhan tahun ini terlihat berbeda. Hal itu ditandai dengan munculnya aktivitas ngaji yang dilakukan secara daring (online) melalui media sosial. Fenomena yang mulai marak pada Ramadhan tahun ini menjadi topik diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat yang bekerja sama dengan PP IPNU dan Santri Online pada Jumat (09/6) malam di basecamp? IMT CIputat.

Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Dalam memanfaatkan teknologi internet untuk berdakwah, Sya’roni As Syamfury sebagai penggagas media santri yang bergerak secara online itu pada awal mulanya diprakarsai atas dasar dua hal.?

“Pertama Dampar Ngebul, yang kedua Dapur Ngebul,” ungkap alumni Ponpes Lirboyo itu yang juga sebagai penggagas awal Santri Online bersama Abdul Wahab.

Menurutnya, Dampar Ngebul bermakna bahwa dakwah melalui media sosial dilakukan secara masif dengan niat untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Sedangkan pengertian Dapur Ngebul itu supaya kegiatan yang dilakukan dengan cara online tersebut dapat berjalan secara konsisten, harus diimbangi dengan pemasukan secara material yang dapat menunjang keberlangsungan dakwah.?

“Semangat Nahdlatul Ulama pada awal berdirinya saat itu berawal dari serikat perdagangan atau yang dikenal dengan Nahdlatut Tujjar,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lain halnya yang disampaikan oleh Ketua Bidang Jaringan Pesantren Gus Aqib Malik yang mengungkapkan bahwa dalam mengemas metode berdakwah harus mengikuti arus, tetapi jangan sampai terbawa arus.?

“Banyak komunitas yang besar, dakwah yang diajarkan pun islam substansial dan rahmatan lil alamin, tetapi mayoritas masih kalah dalam kemasan. Padahal, khalayak umum lebih cenderung melihat kemasannya terlebih dahulu,” ungkap Direktur Almaliki Center itu.

Sementara itu, kegiatan diskusi yang berlangsung seusai penutupan ngaji online Kitab Washiyatul Musthofa bersama Gus Aqib Malik itu juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PBNU Ali Sobirin.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ada kendala yang umum dialami oleh beberapa kalangan santri,” ujar pria yang berprofesi sebagai trainer dan juga peramu buku Teknologi Ruh itu.

Ia menilai bahwa kendala tersebut biasanya dipengaruhi oleh sikap tawadhu yang tidak ditempatkan pada tempatnya. Padahal, tambahnya, pada dasarnya sikap tawadhu adalah menempatkan situasi pada kondisi yang sesuai dengan potensinya.?

Menurutnya, teman-teman santri ketika diajak maju ke depan masih dorong-dorongan dengan teman-temannya, tapi kalau sudah maju ke depan dan dipancing untuk berbicara, ilmunya baru bisa keluar semua.?

“Kita kaum santri, ketika berani membuka kitab, kita juga harus berani membuka diri,” tutupnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai? sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, News, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 05 Januari 2018

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik

Lampung Tengah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah menggelar rapat koordinasi sebagai tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rembug Nasional LPPNU se-Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta.

?

Rapat koordinasi yang digelar di Lantai II Aula PCNU Lampung Tengah, Jalan Lintas Sumatera-Proklamator Raya No 134 Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Ahad (19/6), ini dalam rangka penguatan program-program kerja unggulan.

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lampung Tengah Kembangkan Biogas di 52 Titik

Arwani Adiyanto selaku Ketua LPP PCNU Lampung Tengah berharap, selain kuat dan tertib secara internal organisasi, kehadiran LPP PCNU juga bisa memberikan warna yang nyata. “Khususnya dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan di bidang pertanian untuk kesejahteraan dan kualitas hidup warga Nahdliyyin di Lampung Tengah yang tersebar dalam 28 kecamatan ini," imbuhnya.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mudasir selaku Wakil Ketua LPP PCNU Lampung Tengah menambahkan, saat ini sudah ada 52 titik program biogas lokasi se-Lampung Tengah yang didampingi LPP PCNU. Biogas merupakan hasil pemanfaatan dari limbah di sekitar menjadi energi terbarukan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

"Pengembangan Biogas inilah salah satu program kerja unggulan dari PC LPPNU Lampung Tengah masa khidmah 2012-2017. Untuk mendukung itu semua kami mengundang para stakeholder (pemangku kepentingan) di antaranya para pelaku usaha BMT atau koperasi untuk saling bekerja sama," imbuh pria yang juga anggota DPRD Lampung Tengah ini.

?

Rapat kordinasi dihadiri Kiai Slamet Anwar (pengasuh pesantren Tri Bhakti Al Ikhlas Seputih Agung), dan perwakilan dari mitra usaha LPP PCNU Lampung Tengah seperti BMT Laa Roibaa, BMT Aswaja, BMT Assaadah, BMT Subur Makmur, dan BMT Arrizquna. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 01 Januari 2018

Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) melibatkan kader Fatayat NU di Probolinggo dalam bimbingan teknis (bimtek) terkait dengan kekerasan anak dan pelecehan seksual, Selasa (31/5). Pada pertemuan ini, pihak Pemkab Probolinggo menghadirkan narasumber dari BPPKB Probolinggo, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Probolinggo, dan Bapemas Probolinggo.

Forum ini diselenggarakan untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual.

Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Kejahatan Seksual pada Anak, Pemkab Probolinggo Rangkul Fatayat

Kepala Bapemas Probolinggo H Heri Sulistyanto mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon atas maraknya kasus pelecehan seksual, kekerasan anak, dan penyalahgunaan narkoba oleh anak muda.

“Perlu langkah konkret untuk menyelamatkan generasi muda bangsa yang notabene adalah calon-calon pemimpin di masa yang datang. Salah satunya kami sengaja menggandeng para kader Fatayat NU dengan harapan mampu memberikan sumbangsih di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Heri, saat ini pihaknya akan fokus dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual dengan memanfaatkan lembaga yang sudah ada di Probolinggo. Mereka tentunya mengajak masyarakat untuk menjauhi minuman beralkohol, narkoba dan pornografi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Harapannya kejadian-kejadian yang selama ini terjadi lambat laun bisa diselesaikan dengan baik. Sebab akar dari semua permasalahan mulai dari kekerasan anak dan pelecehan seksual adalah minumal beralkohol, narkoba, dan pornografi ,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Fatayat NU Probolinggo Sofia menyambut baik upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo. Hal ini menandakan bahwa kader Fatayat NU dipercaya untuk terlibat dalam penanganan pencegahan kekerasan anak dan pelecehan seksual. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Daerah, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 31 Desember 2017

Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tugas terberat sekaligus mulia yang diemban oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah memastikan bangsa ini bisa lebih baik. Sebagai organisasi mahasiswa Islam terbesar di tanah air, maka tugas itu harus bisa diselesaikan dengan baik.

Penegasan ini disampaikan Sekjend PB IKA PMII Muhammad Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada rangkaian hari lahir PMII ke-55 tahun, pada Kamis (16/4) malam. Kegiatan yang bertitelkan “Malam Refleksi Harlah PMII dan Panggung Seni” itu dilangsungkan di halaman parkir utara PWNU Jawa Timur, Surabaya.

Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanif Dhakiri: PMII Harus Bawa Indonesia Lebih Baik

Dalam pandangan Menteri Ketenagakerjaan ini, para kader dan alumni PMII telah berkiprah di banyak sektor. Dari mulai sebagai pendidik, budayawan, pegiat lembaga sosial masyarakat, politisi, hingga birokrat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Bahkan tidak sedikit kader PMII yang telah menjadi bupati, wali kota, gubernur, menteri hingga wakil presiden yakni H Hamzah Haz,” katanya disambut aplaus hadirin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Karena itu tugas yang harus diemban para kader PMII adalah bagaimana bisa melahirkan kepemimpinan yang visioner, tanggap terhadap masalah kemasyarakan serta isu global,” terangnya. Karenanya sangat diharapkan akan lahir kader PMII masa depan yang bisa diandalkan, lanjutnya.

Pada acara yang dihadiri pendiri PMII yakni KH Cholid Mawardi serta KH Nuril Huda ini, Hanif Dhakiri mengingatkan peran besar yang telah dilakukan Nahdlatul Ulama dan PMII dalam rentang sejarah. “Oleh karena itu yang sangat penting sekarang adalah bagaimana menjaga soliditas dan solidaritas demi terjaganya eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Dalam perjalanannya yang telah memasuki tahun ke-55, tidak ada pilihan lain bagi PMII untuk terus berkiprah dan berkontribusi agar terus menjaga semangat demi keutuhan bangsa. “PMII adalah organisasi mahasiswa Islam terbesar dan satu-satunya organisasi pergerakan dalam mengawal ide besar NU, Pancasila dan NKRI,” ungkapnya.

Pada kegiatan ini hadir pula Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Muhammad Nasir, KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jawa Timur.

Kegiatan dimeriahkan dengan grup musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Al-Zastrouw Ngatawi. Juga budayawan Sujiwo Tejo, dan pembacaan puisi oleh KH D Zawawi Imron, serta penampilan tari Gandrung Banyuwangi. Acara yang berlangsung hingga jam 00.25 ini dipungkasi dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Perhelatan? Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan menjadi perhatian serius masyarakat. Dalam upaya merespon pergantian pemimpin di Banten ini GP Ansor Kabupaten Tangerang menggelar diskusi kebangsaan bertema Menyongsong Kepemimpinan Banten dan Akselerasi Pembangunan Daerah.

Kegiatan yang digelar beberapa waktu yang lalu di SDIT Al-Itqon Balaraja Tangerang ini dihadiri ratusan kader GP Ansor dan Banser Kabupaten Tangerang. Hadir sebagai narasumber anggota DPD RI perwakilan Banten Habib Ali Alwi Al-Husaini dan anggota DPR RI Andika Hazrumy.

GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tangerang Kawal Rotasi Kepemimpinan di Banten

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menyampaikan bahwa Pemilukada sebagai sarana pergantian kepemimpinan daerah harus dijadikan momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpinya sekaligus menjadi evaluasi kepemimpinan sebelumnya.

“Dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan di Banten dan dapat mengakselerasi pembangunan,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Huda juga mengajak seluruh kader GP Ansor, Banser, dan masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi secara aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi tersebut. “Sebagai generasi muda, kader Ansor dan Banser tidak boleh apatis dan apolitis. Mereka wajib mengambil peran dan berpatisipasi secara aktif.”

Habib Ali Alwi mengatakan bahwa Banten merupakan daerah yang memiliki sejarah peradaban yang cukup tua dan memiliki ciri khas keagamaan yang kuat. Masyarakat Banten sangat terkenal dengan nilai-nilai relegiusitasnya. Banten juga terkenal dengan daerah sejuta santri.

“Pembangunan di Banten tidak boleh hanya mengedepankan pembangunan fisik semata, namun pembangunan moral spiritual juga harus menjadi skala prioritas pembangunan di Banten,” kata Habib Ali.

Ia juga menyampaikan bahwa idealnya calon pemimpin Banten harus memenuhi dua kriteria yakni memiliki visi misi pembangunan yang jelas dan figur kepemimpinan yang relegius. “Kombinasi calon pemimpin itulah yang cocok untuk memimpin Banten ke depan,” katanya.

Sementara Andika Hazrumy berharap Banten ke depan harus lebih maju. Nilai-nilai relegiusitas sebagai ciri khas Banten harus terus diperkuat dan mesti menjadi spirit pembangunan di Banten.

“Calon pemimpin Banten ke depan selain harus terfokus pada akselerasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus juga berfokus pada peningkatan pembangunan sumber daya manusia yang relegius,” ucapnya.

Andika Hazrumy yang juga kader GP Ansor Banten menambahkan bahwa GP Ansor sebagai organisasi pemuda diharapkan mampu mendinamisasi berbagai lini kehidupan masyarakat. “GP Ansor harus terlibat aktif dalam berbagai bidang pembangunan baik sosial, keagamaan, politik maupun pembangunan ekonomi,” pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 26 Desember 2017

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Bermula pada 19 Ramadhan 1429 H/2008 M, ba’da salat Tarawih Pengurus Harian PCNU mengadakan rapat di kediaman Rais Syuriah membicarakan tentang adanya informasi tawaran bantuan pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) Jombang

Setelah dimusyawarahkan, dengan segala pertimbangannya, rapat memutuskan untuk mendelegasikan Rais Syuriyah, Ketua dan Wakil Ketua Tanfidziyah menghadap ke  Menteri Kesehatan di Jakarta untuk memastikan adanya informasi tersebut.  Difasilitasi  H. Achmad Mundzir, pada 22 Ramadhan delegasi PCNU  diterima  Menteri didampingi  ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah dan ketua PBNU  KH. Hasyim Muzadi.

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

RS NU Jombang Dikelola Profesional, Kedepankan Pengabdian Sosial

Dalam pertemuan tersebut  Menteri yang didampingi tiga orang Dirjen menyampaikan kepastian adanya bantuan pembangunan Rumah Sakit untuk Nahdlatul Ulama Jombang. Untuk itu, PCNU berkewajiban menyediakan tanah.

Pada  23 Ramadhan di kediaman Ketua Tanfidiyah PCNU dibahas tentang kepastian menerima tawaran menteri tersebut dilanjutkan membahas langkah-langkah mencari lahan tanah yang disyaratkan. Kemudian dari beberapa alternatif tanah yang disurvei baik dari segi kelayakan, prospek maupun harga dan sistem pembayarannya maka diputuskan untuk memproses tanah yang berlokasi di desa Balong Besuk Ceweng Jombang, yang luas keseluruhannya 5900 meter. Harga yang disepakati PCNU dengan pemilik tanah untuk yang 5200 meter adalah Rp 1,5 milyar dan 700 Meter Rp 200.000.000. Total harga tanah seluas 5900 meter adalah Rp. 1.700.000.000 dengan sistem pembayaran bertahap sampai paling akhir 6 bulan, 31 Maret 2009.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk pembayaran tanah, PCNU mengumpulkan tokoh-tokoh dan pengusaha NU pada tanggal 29 Ramadlan

Penyerahan dana pembelian tanah sudah dilaksanakan pada 15 Oktober 2008. Dan pada  25 Oktober 2008 disepakati perjanjian peralihan nama hak milik sertifikat tanah dari pemilik asal ke Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Jombang melalui seorang notaris yang ditunjuk dan kemudian diproses di Badan Pertahanan Kab Jombang.

PCNU mengadakan beberapa kali rapat untuk menyusun skema pembayaran pinjaman dan akhirnya memutuskan langkah-langkah sebagai berikut :

Segera melakukan penggalangan partisipasi keluarga besar NU dan para simpatisan melalui gerakan wakaf dengan skema wakaf tanah per 1 meter seharga Rp. 288.450. (dua ratus delapan puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah).

Mengajukan bantuan dana hibah pendampingan ke Pemkab Jombang melalui APBD 2009 sesuai dengan prosedur yang ada. dan setelah melakukan komunikasi dengan Ketua DPRD,  Bupati serta Wakil Bupati disepakati adanya komitmen untuk mendapatkan bantuan tersebut pada APBD 2009.

PCNU hanya berkewajiban menyediakan tanah, seluruh proses pembangunan mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jatim sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

PCNU dan seluruh jajarannya tidak ikut serta dalam proses pembangunan. Ibaratnya PCNU tinggal menerima kunci bangunan RSNU dari pemerintah apabila sudah jadi.

Bahwa jadwal pelaksanaan pembangunan RSNU menurut informasi dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim dimulai akhir bulan proses tender perencanaan Desember pengerjaan fisik dan diperkirakan bulan Agustus 2009 sudah bisa diresmikan, walaupun kemudian pembukaan dan peresmian dilaksanakan pada 10 Maret 2012.

Profil Rumah Sakit Nahdlatul Ulama dapat digambarkan sebagai berikut : Pemilik RSNU adalah Jamiyah Nahdatul Ulama Cabang Jombang, dan bukan atas nama pengurus atau yayasan tersendiri yang dibentuk untuk itu. Sementara legalitas hukum dan keabsahan kepemilikan Jamiyyah NU Cabang Jombang atas RSNU tersebut dibuktikan dengan : kepemilikan tanah RSNU adalah Jam’iyyah NU Jombang, baik sebagai Mauquf alaih atau Mauhub lah. Adapun PCNU Jombang bertindak sebagai nadhir atas tanah tersebut.

Untuk memastikan ke depan supaya tidak terjadi permasalahan-permasalahan dan kemungkinan adanya pembelokan kepemilikan RSNU, maka PCNU telah membentuk tim yang ditugasi untuk mengumpulkan data dan menyusun draft rumusan pedoman dasar yang mengatur tentang pola hubungan kelembagaan antara RSNU dan PCNU, standar manejemen pengelolaan RSNU, standar rekruitmen ketenagaan, standar pengelolaan keuangan dan pertanggung jawabannya.

Hasil rumusan tersebut akan dikaji melalui forum-forum workshop dengan berbagai pihak baik dari internal warga Nahdlatul Ulama dan para ahli dibidangnya. Dan akhirnya Draft tersebut ditetapkan melalui forum musyawarah pleno lengkap PCNU yang dihadiri dan disahkan oleh PWNU dan PBNU.

RS NU akan dikelola secara profesional dengan keunggulan-keunggulan tertentu dengan tetap berprinsip pada pengabdian sosial dan prinsip-prinsip keagamaan Jamiyah Nahdlatul Ulama

Segenap PCNU Jombang mengharap partisipasi dari seluruh jajaran Pengurus dan warga NU di Jombang, para tokoh, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang untuk sepenuhnya memberikan dukungan dan partisipasi khususnya dalam hal gerakan wakaf tanah.

(bersambung…)

Penulis : Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah melaksanakan peringatan Harlah dengan berbagai bentuk, PCNU Surabaya melalui Lembaga Talif ? wan Nasyr (LTN) NU kembali memperingati Harlah ke-93 NU dengan cara bedah buku di Gedung SAC UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/4).?

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara adalah Identitias Islam Moderat

"Memperingati harlah NU dengan tumpengan, tahlilan dan istighotsah itu sudah biasa, kita akan tampil beda dengan memperingati harlah dengan bedah buku Masterpiece Islam Nusantara," kata Rizal Mumazziq, Ketua PC LTNNU Surabaya.

Rizal mengatakan, perlu bagi mahasiswa untuk memahami Islam Nusantara dan memiliki buku Masterpiece Islam Nusantra ini, karena bangsa ini dibangun oleh para ulama.

Bedah buku yang berlangsung selama tiga jam lebih ini, dihadiri oleh Rais PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman, Ketua PCNU Surabaya sekaligus sebagai pembanding, penulis buku Masterpiece Islam Nusantara Zainul Milah Bizawie turut hadir. Pihak akademik juga ikut serta dalam bedah buku yang diterbitkan Pustaca Compas tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Zainul Milal mengatakan, Islam Nusantara adalah satu titik yang purna dan sebuah rahmat dari Allah. Islam masuk di nusantara ini tanpa perang. "Buku ini saya untuk merangkai ulama-ulama dalam sebuah jejaring yang solid dan menjadi kekuatan utama bagi bangsa ini.

Jejaring ini diharapkan bisa menyatu baik ke atas, ke bawah dan kesamping dalam membangun sebuah bangsa. "Islam Nusantara ini adalah Inilah modal utama dari kekuatan bangsa yang besar," lanjut penulis kelahiran Pati Jateng ini.

Islam Nusantara ini adalah kawan dari setiap masyarakat yang mengakui NKRI harga mati. Tidak perlu lagi masyarakat ragu akan manfaat Islam Nusantara. "Inilah identitas Islam moderat untuk menangkal Islam radikal seperti di Islam di Timur Tengah serta ISIS," lanjutnya.

Sedangkan Muhibbin memberikan kritik kecil soal isi buku. Seperti contoh, saat para ulama mendirikan jamiyah Nahdlatul Ulama di Bubutan, bukan ulama Jawa dan Bali, melainkan ulama Jawa dan Madura. Selebihnya Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel memberikan apresiasi atas terbitnya buku sebagai referensi dikalangan NU ini. (Rof Maulana/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Aswaja, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

Kisah Duka Gadis Jerman yang Tergiur ‘Bumi Khilafah’ ISIS

Dubai, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Linda Wenzel (17) tak mengira dirinya kini harus berhadapan dengan kondisi serbasulit: terpojok lantaran pernah terlibat dalam organisasi teroris dan harus menyelesaikan kasus di meja pengadilan.

Kisah Duka Gadis Jerman yang Tergiur ‘Bumi Khilafah’ ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Duka Gadis Jerman yang Tergiur ‘Bumi Khilafah’ ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Duka Gadis Jerman yang Tergiur ‘Bumi Khilafah’ ISIS

Semula remaja asal Jerman yang ketika itu berusia 16 tahun itu berkenalan dengan seorang gadis Yordania bernama Fatima. Dari teman barunya inilah malapetaka itu berlangsung. Ia dihubungkan dengan seorang syekh dan mulai dilibatkan dalam forum-forum kaum ekstremis.

Syekh tersebut diketahui bernama Abu Khaled, seorang imam masjid di Jerman Selatan. Mulanya Khaled tak mau menemui Linda karena alasan bukan mahram dan larangan berkhalwat alias berduaan. Namun di kemudian hari sang syekh memberinya buku-buku tentang Islam berbahasa Jerman hingga kian mendekatkannya dengan orang-orang dan paham ekstremis.

Linda menceritakan hal itu dalam wawancara dengan Al-qathaa, surat kabar milik Dewan Peradilan Tertinggi Irak, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis (5/10). Empat hari yang lalu ia juga berkisah dalam sebuah sidang pengadilan.

Linda tertangkap gabung ISIS pada Juli lalu oleh pasukan Irak dalam misi pembebasan Mosul dari ISIS. Gadis tersebut ditemukan di bawah reruntuhan tembok rumah di Mosul, lalu disoraki dan digelandang beberapa tentara pria untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di hadapan pengadilan ia mengaku sangat menyesal telah meninggalkan Jerman. Ia mengungkapkan, Abu Khaled tak bisa menemuinya karena dalam pengawasan otoritas Jerman. Kepada majelis hakim Linda meronta ingin kembali ke negara asalnya.

(Baca juga: Kisah Pilu Satu Keluarga asal Indonesia Gabung ISIS di Suriah)

Menikah melalui Telepon

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Perkenalannya dengan pejuang ISIS, Abu Usama Al-Shishani melalui forum juga membuatnya semakin jatuh hati pada ISIS. Selain berjanji akan menikahi Linda, Abu Usama berhasil meyakinkannya untuk bergabung dan hijrah ke "bumi khilafah".

Setelah hubungan dengan keluarganya memburuk, Linda pun diminta mengurus dokumen dan menempuh perjalanan ke Turki.

Ketika Linda tiba di Turki, Abu Usama sudah melarikan diri ke Suriah. Janji untuk menikahi Linda pun direalisasikan melalui telepon. Linda lantas diminta pergi ke perbatasan Turki-Suriah dan harus berjalan kaki selama tiga jam melintasi rute ilegal negara orang lain.

Begitulah nasib Linda. Ia kemudian menyusul ke Mosul dan berdasarkan pengakuannya ia lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Tiga bulan berikutnya ia menerima kabar suaminya tewas. Linda menjadi janda dalam usia yang masih tergolong remaja.

Saat pasukan Irak mendekati Mosul, Linda mengaku sebetulnya ingin kembali ke Jerman. Tapi organisasinya (ISIS) mencegahnya dan memberikan 200 dollar AS sebagai kompensasi atas kematian suaminya.

Hingga akhirnya, Linda tertimpa reruntuhan dinding rumah dalam sebuah operasi pembebasan oleh pasukan Irak. Ia digelandang dan disoraki. Dan, kini di usianya yang relatif muda itu ia dipaksa berbenturan dengan palu hukum di negeri asing tanpa sanak saudara. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 10 Desember 2017

Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Forum Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pesantren NU se-Jawa Timur yang digelar Ahad (11/1) kemarin di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menelorkan beberapa syarat atau kriteria calon ketua umum PBNU periode mendatang.

Beberapa kriteria calon ketua umum PBNU yang dimunculkan diantaranya adalah punya integritas dan amanah, ketokohan secara nasional, punya wawasan luas tentang kesejarahan NU dan visi tentang NU masa depan.

Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai di Jatim Munculkan Kriteria Calon Ketua Umum PBNU

Calon juga harus mampu menjaga martabat NU, komitmen dalam menjalankan Qonun Asasi Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, memiliki kemampuan kepemimpinan dan managemen, istiqomah menjaga netralitas NU dalam politik praktis dan tidak punya beban masa lalu serta profesional.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ada syarat tambahan yang diajukan. "Tak kurang penting, punya trah (keturunan langsung) dari pendiri NU," kata KH Abdurrahman Ustman salah satu kiai yang menggagas kegiatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadir sebagai nara sumber pada Halaqoh bertema "Mengembalikan NU pada Ruhnya," mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi,  pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan KH Muhyidin Abdusshomad dari Jember.

Meski tidak menyebut nama, Pak Dur panggilan akrab KH Abdurrahman Ustman mengatakan, sejumlah kiai dan penggagas halaqoh memastikan, arahnya jelas mendukung duet KH Hasyim Muzadi-Gus Sholah.

"Memang rekomendasi hanya mencantumkan kriteria untuk pucuk pimpinan PBNU periode 2015-2020. Namun suara-suara para kiai maupun cabang-cabang NU se Jatim, sebagian besar menginginkan duet KH Hasyim-Gus Solah sebagai calon Rais Aam dan Ketua Tanfidziyah," ungkapnya. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hukum Berzakat untuk Masjid

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth yang kami hormati. Bahwa masjid di kampung kami sedang dalam tahap renovasi besar-besaran karena memang sudah sangat tua. Tentunya hal ini sangat membutuhkan biaya yang tidak kecil. Yang ingin kami tanyakan adalah bagaimana hukum berzakat untuk masjid. Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Tarno/Pemalang)

Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berzakat untuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berzakat untuk Masjid

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa zakat adalah salah satu rukun Islam. Muslim yang memang sudah memenuhi ketentuan diwajibkan menunaikan zakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lantas didistribusikan kepada siapa zakat tersebut? Dalam konteks pendistribusian zakat, Al-Qur`an dengan gamblang menyebutkan delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sesungguhnya zakat hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Mahamengetahui, Mahabijaksana,” (QS At-Taubah [9]: 60).

Dari ayat ini maka kita dapat memahami bahwa ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Dan dari ke delapan golongan tersebut tak satu pun menyebutkan tentang masjid. Dari sini kemudian kita bisa mengerti kenapa zakat tidak boleh didistribusikan untuk pembangunan masjid. Inilah yang menjadi pendapat empat imam madzhab, yaitu imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam empat madzhab telah sepakat bahwa tidak boleh mendistribusikan zakat untuk pembangunan masjid atau mengafani orang mati,” (Lihat Abdul Wahhab Asy-Sya’rani, Al-Mizanul Kubra, Indonesia, Darul Kutub Al-Islamiyyah, juz II, halaman 13).

Namun kendati demikian, pendapat tersebut bukan berarti serta merta sepi dari penyangkalan. Ada saja kalangan yang menyatakan bahwa diperbolehkan untuk memberikan zakat ke masjid. Argumentasi yang dibangun untuk menguatkan padangan ini adalah terletak pada pemahaman makna “fi sabilillah” (untuk jalan Allah) dalam ayat di atas.

Menurut pandangan ini, firman Allah “fi sabilillah” dilihat dari sisi zhahirul lafzh-nya tidak hanya membatasi (al-qashar) pada orang-orang yang berperang. Maka atas dasar inilah, diajukan nukilan Al-Qaffal dari pendapat sebagaian pakar hukum Islam yang menyatakan bahwa boleh mendistribusikan zakat kepada pelbagai sektor kebaikan, seperti mengafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid.

? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : {? ? ?} ? ? ?.

Artinya, “Ketahuilah, bahwa zhahir lafazh dalam firman Allah SWT: “fi sabilillah” tidak mengandung kepastian hanya mencakup setiap orang yang berperang. Atas dasar pengertian ini, maka Al-Qaffal menukil pendapat—dalam tafsirnya—dari sebagian pakar hukum yang membolehkan mendistribusikan zakat ke semua sektor kebaikan seperti mengkafani orang mati, membangun benteng, dan memperbaiki masjid. Sebab, firman Allah swt: “fi sabilillah” adalah bersifat umum mencakup semuanya,” (Lihat Fakhruddin Ar-Razi, Mafatihul Ghaib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1419 H/1998 M,? juz X, halaman 127).

Berangkat dari penjelasan di atas maka dalam status hukum zakat ke masjid ada dua pendapat. Pendapat pertama yang dipegang oleh empat imam madzhab menyatakan tidak boleh zakat untuk pembangunan masjid. Sedangkan pendapat kedua ada memperbolehkannya.

Namun sayangnya Al-Qaffal sebagai ulama yang menukil dari sebagian fuqaha` tidak menyebutkan dengan jelas siapa para fuqaha` yang memiliki pendapat tersebut. Kendati demikian, pendapat ini dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu semisal di suatu kampung tidak ada orang yang mau menyumbang untuk pembangunan masjid padahal masjid tersebut sudah tidak layak dan harus diperbaiki.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan jelas. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, News, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Jangan Menyerah Berdakwah!

Bantul, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. KH Asyhari Abta mengatakan, jangan menyerah untuk berdakwah yang kini penuh tantangan. Tantangan itu harus dijadikan sebagai penyemangat untuk melahirkan kreativitas dan inovasi. Aktivis dakwah sangat dinantikan perannya untuk menyebarkan nafas Islam Ahlussunnah wal- Jama’ah.

Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Menyerah Berdakwah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Menyerah Berdakwah!

Demikian dijelaskan Kiai Asyhari yang juga Rais Syuriah PWNU DIY tersebut kepada para aktivis dakwah Kodama (Korp Dakwah Mahasiswa) Krapyak, saat silaturrahim di ndalem-nya, di Bantul, Yogyakarta, Selasa (7/5).

“Jalankan program dakwah dengan baik, jangan sampai menyerah. Aktivis dakwah juga harus dekat dengan masyarakat, sehingga dakwahnya bisa menyentuh hati masyarakat,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Asyhari juga berpesan, agar waktu shalat benar-benar dijaga dengan istikomah. Ketika datang waktu shalat, seorang aktivis dakwah juga mesti bisa jagani, mengadzani dan mengimami sekaligus. Jangan sampai waktu shalat dibiarkan lali, “Aktivis dakwah harus menjadikan prinsip "Khoirunnas an-fauhum linnas" untuk mengayomi dan memakmurkan masjid,” lanjutnya.

Kiai Asyhari juga mendoakan kesuksesan para aktivis dakwah Kodama, sehingga di masa depan mampu menebarkan manfaat. Selain itu, aktivis dakwah juga harus mempererat hubungan dan kebersamaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Jamil dan Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Melalui program Jenesys 2017, pemerintah Jepang memilih santri, pemuda dan pelajar Indonesia ke Jepang selama 9 hari untuk memngenalkan Islam khas Indonesia. Pemerintah Jepang memilih dua puluh peserta yang terdiri dari santri, pelajar dan pemuda dari NU dan Muhammadiyah. Jepang memilih peserta dari dua ormas tersebut karena dinilai mengajarkan Islam ramah.

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah

Para peserta tiba di Tokyo, Jepang sejak Rabu (11/1). Setibanya di negara tersebut, para peserta langsung mendapatkan kuliah umum dari Executive Managing Diretor dari Strategic International Management Associate (SIMA) Prof. Hideo Kimura.

Menurut Prof. Hideo Kimura program Japan East Asia Network Exchange For Students and Youths (Jenesys 2016) sangat bagus agar masyarakat kedua belah negara ini saling mengenal kebudayaan satu sama lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya yakin program ini sukses dan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut pria pemilik lisensi pengajar pilot di perusahaan pesawat raksasa Amerika, Boeing, itu, Jepang telah maju tanpa meninggalkan identitas pribadinya sehingga dapat menjadi contoh bagi negara lain.

Kemajuan Jepang saat ini salah satunya telah berhasil membuat benang bercahaya yang terbuat dari sutra. Tak hanya itu Jepang juga telah berhasil membuat jarum suntik yang tidak sakit saat digunakan karena besar jarum yang sangat kecil. Bahkan diameter jarum sutik tersebut mencapai 0.18 mm, lebih kecil dari diameter rambut manusia dan tetap berlubang.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh mengatakan, dirinya sangat berantusias atas permintaan pemerintah Jepang tersebut. Menurutnya program tersebut diharapkan santri dan pemuda Nahdlatul ulama dapat menambah pengalaman dan belajar kebudayaan Jepang.

“Permintaannya kan kita disuruh mengenalkan keislaman khas NU yang sering dikenal dengan Islam Nusantar. Selain itu, tentu kami sangat antusias agar para santri dapat belajar berbagai hal di sana,” tutur koordinator peserta dari Nahdlatul Ulama tersebut.

Senada dengan Imam Pituduh, koordinator peserta dari Muhammadiyah Debby Affianty mengatakan, para peserta Muhammadiyah juga sangat antusias dalam mengikuti program tersebut. (Hasyim Habiby/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menangkal Radikalisme dari Rumah

Oleh M Fathoni Mahsun.

Sebagian orang tua yang mempunyai anak usia SMA barangkali merasakan bahwa ibadah sang anak semakin khusuk, tapi anehnya lebih senang menyendiri. Ketika diajak berdiskusi dia tidak mau sepenuhnya berterus terang. Hingga suatu ketika anaknya tersebut mengkritik cara beribadah orang tuanya yang dinilai tidak benar, entah shalatnya, cara mua’malah-nya atau paradigma beragamanya.

Gejala demikian akhir-akhir ini berkembang di masyarakat. Bahwa agama, dalam hal ini Islam, menurut sebagian kalangan, perlu dilakukan pemurnian, karena dianggap tidak sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Nabi. Upaya pemurnian tersebut secara otomatis harus dikonfrontasikan dengan pemahaman ber-Islam yang sudah mapan di kalangan masyarakat. Pada tahap yang lebih serius kita menyebutnya radikal.

Terlepas mana yang benar, apakah cara ber-Islam “model baru” atau ber-Islam dengan cara yang sudah mapan, konfrontasi di masyarakat semakin meluas. Islam model baru mengusung pemahaman untuk kembali ke Al-Qur’an dan Hadits Nabi sebagai wujud memurnikan Islam. Sehingga ketika terdapat bentuk ibadah yang tidak ditemukannya dalam Al-Qur’an dan Hadits, dianggap salah. Kesalahan tersebut kalau jaraknya masih tipis dianggap bid’ah, kalau jaraknya sudah jauh dianggap kafir.

Menangkal Radikalisme dari Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menangkal Radikalisme dari Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menangkal Radikalisme dari Rumah

Pemahaman seperti ini sudah merasuk kepada anak-anak sekolah dan mahasiswa. Bayangkan! Anak-anak sekolah itu tengah belajar pemahaman Islam yang keras, dengan melestarikan konfrontasi dalam cara dakwahnya, bukan Islam yang damai dan lembut, sebagaimana dipahami oleh orang tuanya. Mereka menerima doktrin pemurnian begitu saja tanpa ada kesempatan men-tabayuni dengan melakukan kajian ilmiah, apakah benar cara ber-Islam yang sudah mapan itu keluar dari koridor Al-Qur’an dan Hadits, sehingga harus ada gerakan kembali pada Al-Qur’an dan Hadits.

Pada kenyataannya, Survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), yang dipimpin Prof. Dr. Bambang Pranowo, pada Oktober 2010 hingga Januari 2011, mengungkapkan hampir 50 persen pelajar setuju tindakan radikal. Data itu menyebutkan 25 persen siswa dan 21persen guru menyatakan Pancasila tidak relevan lagi. Sementara 84,8 persen siswa dan 76,2 persen guru setuju dengan penerapan Syariat Islam di Indonesia. Jumlah yang menyatakan setuju dengan kekerasan untuk solidaritas agama mencapai 52,3 persen siswa dan 14,2 persen membenarkan serangan bom.

Sementara itu, peneliti LIPI Anas Saidi mengatakan, paham radikalisme ini terjadi karena proses Islamisasi yang dilakukan di kalangan anak muda berlangsung secara tertutup, dan cenderung tidak terbuka pada pandangan Islam lainnya, apalagi yang berbeda keyakinannya. Dia mengatakan jika pemahaman ini dibiarkan, bisa menyebabkan disintegrasi bangsa karena mereka menganggap ideologi pancasila tidak lagi penting. Radikalisme di kalangan pelajar dan mahasiswa itu terjadi pasca reformasi, dengan menyebar melalui Jamaah Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin), termasuk HTI dan salafi yang merupakan bagian dari gerakan Islam trans nasional (BBC Indonesia, 18/2/2016).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kalau sudah jelas seperti ini, maka kita semua termasuk orang tua harus waspada, bahwa ada gerakan yang serius yang ingin mengubah tatanan berbangsa melalui kedok agama. Doktrin pemurnian agama kepada anak-anak sekolah, yang mengkritik bahkan cenderung menyalah-nyalahkan cara beribadah orang tuanya itu, ternyata tidak hanya menghendaki diubahnya cara beribadah, tapi juga diubahnya sendi-sendi kehidupan dalam cara bernegara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut survei The Pew Research Center pada 2015 lalu mengungkapkan, di Indonesia, sekitar 4 persen atau sekitar 10 juta orang warga Indonesia mendukung ISIS – sebagian besar dari mereka merupakan anak-anak muda. Fakta demikian harus menjadi alarm bagi orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya. Anak-anak usia remaja adalah anak-anak yang masih dalam tahapan pencarian jati diri. Siapa yang bisa merebut cara berpikirnya, maka dia akan menjadi pengendali masa depan anak tersebut.

Karena pentingnya merekrut anak-anak muda dalam menanamkan ideologinya, maka HTI sebagai salah satu organisasi yang disebut diatas, telah menyiapkan upaya pengkaderan yang dijamin bisa mengikat sedemikian kuat para kadernya. Sehingga wajar, ketika anak-anak muda itu sudah masuk, maka akan sulit baginya untuk keluar. Karena keluar dari jama’ah mempunyai dampak yang tidak enteng. Kita memang terpaksa menyebutkan merk (baca: HTI), karena ini memang sudah menjadi gerakan terbuka. Buletin mereka bahkan sudah beredar secara gratis di masjid-masjid seluruh Indonesia setiap hari Jum’at.

Dr. Ainur Rofiq Al-Amin dalam bukunya (2015) mengatakan bahwa, tahapan pertama pengkaderan di Hizbu Tahrir adalah melakukan pengkaderan terkonsentrasi. Selanjutnya, tahap kedua terdapat ruang kajian yang bernama halaqah ‘amm. Setelah beberapa bulan atau sesuai dengan pengamatan, mereka akan dinaikkan statusnya sebagai darisin (peserta halaqah yang lebih intensif). Selanjutya, darisin yang masa pembinaannya dalam jangka waktu tertentu (basanya sekitar 3 tahun) dinilai telah layak mereka bisa menawarkan diri atau ditawarkan untuk menjadi hizbiyyin.

Jika telah siap menjadi hizbiyyin, mereka akan disumpah (qasam) agar setia pada Hizbu Tahrir. Muatan qasam inilah yang membuat kader semakin militan. Qasam juga menahan seseorang untuk keluar dari HTI, karena setelah melakukan qasam apabila menarik diri dari jama’ah hukumnya haram, sekalipun telah membayar denda atau kaffarat.

Apabila ada anak yang terindikasikan mengikuti gerakan demikian maka kehadiran orang tua sangat dbutuhkan. Hal ini sesuai dengan Permendikbud No. 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti, yaitu dalam rangka menumbuhkembangkan kebiasaan baik sebagai bentuk pendidikan karakter.

Orang tua harus sering-sering mengajak anak bicara dari hati ke hati. Jangan biarkan anak tumbuh dengan pikirannya sendiri. Kebiasaan menyampaikan kehendak harus dikembangkan dalam keluarga, sebagai bentuk keterbukaan dan pengakuan eksistensi. Ketika ada kehendak baik dari anak, maka orang tua wajib menguatkan. Tapi ketika ada kehendak tidak baik, maka kewajiban orang tua mengarahkan. Dengan demikian rumah menjadi surga dan tempat menyemaikan nilai-nilai kebaikan, serta menangkal radikalisme.

?

Penulis adalah Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 23 November 2017

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - NU Care Lazisnu Sidoarjo bekerja sama dengan Lembaga Islamadina, RSI Siti Hajar serta Nurul Ummah menggelar khitanan massal di Pesantren Al-Hamdaniyah Panji, Buduran, Ahad (2/10). Aksi social ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1 Muharram dan Pra-Konferensi Ke-20 PCNU Sidoarjo.

Sebanyak 27 dari 30 anak yang terdaftar menjadi peserta khitanan massal. Mereka berasal dari Sidoarjo dan sekitarnya. Tampak antusias para peserta khitanan yang datang sejak fajar. Selain mendapat fasilitas khitan gratis, para peserta khitan juga mendapat santunan uang, seperangkap baju koko, sarung, kopiah serta paket parsel.

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis

Rangkaian satu Muharram dan Pra-Konferensi PCNU ini juga diisi dengan gebyar prestasi santri yang meliputi berbagai lomba seperti baca kitab kuning dan lomba Banjari. Acara Gebyar Prestasi Santri dilaksanakan di halaman depan MTs Wahid Hasyim kompleks Pesantren Al-Hamdaniyah Panji berbarengan dengan khitanan massal.

Penanggung jawab khitanan massal Muhammad Ihsan mengatakan, rangkaian khitanan massal dan gebyar prestasi santri ini merupakan salah satu cara meramaikan peringatan hari besar Islam yakni tahun baru Hijriyah. Di samping itu acara ini juga bertujuan untuk meramaikan acara menjelang konferensi ke-20 PCNU Sidoarjo yang digelar pada 28-29 Oktober di Pesantren Bumi Shalawat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dengan adanya kegiatan sosial semacam ini, masyarakat dapat merasakan kehadiran NU untuk memberi manfaat di tengah-tengah masyarakat khususnya Sidoarjo. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Ihsan. (Tos/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pertandingan, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock