Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Makna Penyucian Jiwa

Oleh M Sadullah

--Jiwa adalah ruh. Dengan ruh, manusia bisa mengenal kebaikan dan juga bisa menangkap hal-hal yang baik bagi dirinya. Tidak hanya sebagai fungsi jasadinya saja, tetapi juga sebagai fungsi intelektual, penalaran, dan emosional. Oleh karena adanya sebuah ruh tersebut, fungsi-fungsi di atas dapat berkembang ke arah yang lebih baik.

Marilah kita membayangkan sebuah besi. Besi itu fisiknya kuat. Dapat dipakai untuk konstruksi bangunan, menopang jembatan, menahan beban ratusan ton pada setiap harinya, lalu lalang kendaraan dengan muatan yang sangat berat. Ketika besi dicampur dengan baja, maka akan menjadi sedemikian tahan untuk menerima beban yang sangat berat. 

Makna Penyucian Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Penyucian Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Penyucian Jiwa

Pertanyaannya, Apakah besi suatu saat akan berkarat dan berkurang fungsinya? Jawabannya adalah iya. Pengurangan fungsi dan kekuatan terjadi karena karat tersebut. Demikian pula dengan ruh kita, suatu saat akan mengalami sifat dan hal-hal yang mengganggu fungsi dan kegunaan utama ruh itu sendiri. Ketika hal tersebut terjadi, akan berakibat pada berkurangnya fungsi dalam menangkap kebaikan. Pada saat itulah kita membutuhkan upaya untuk menyucikan jiwa kita. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait konsep tentang penyucian jiwa, hal ini telah difirmankan oleh Allah SWT melalui, “Qad aflaha man tazakka”(sungguh bahagialah orang yang dapat menyucikan dirinya). Pada ayat selanjutnya diterangkan, “wadzakarasma rabbihi fa shalla” (kemudian mengingat Allah, asma Allah dan kemudian shalat). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mengingat di sini dapat bermakna mengingat Asma Allah, bisa juga bermakna lebih meningkat lagi yaitu mengingat Allah.Atau dapat pula dimaknai dengan hadirnya hati di dalam menyebut asma Allah, yaitu lisan kita menyebut dan hati kita mengingat-Nya. Lebih tinggi lagi dari hal tersebut adalah menghadirkan kebaikan-kebaikan di dalam pikiran, hati, dan perbuatan kita sesuai dengan yang dikehendaki Allah SWT. Itulah tingkatan berdzikir yang sangat tinggi. 

Berdzikir kepada Allah bisa berarti menyebut asma Allah, misalnya melafadzkan kata ”Allah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar dan hauqalah. Demikian bacaan dzikir bisa kita pelajari, terutama yang ma’tsurat seperti yang telah diajarkan oleh Rasullullah SAW. 

Kita menyebut asma Allah saja, sudah terbimbing pelan, selanjutnya berangsur ke pikiran dan hati kita. Apabila kita dapat memasukkan asma Allah yang baik itu dalam memori kita, berarti kita menyertakan ingatan kita pada saat menyebut nama Allah, maka kita mencapai tahap yang nomer dua. Apabila kita berusaha atau mewujudkan kebaikan yang Allah berikan kepada kita menjadi perbuatan, ucapan dan sikap kita, maka kita mencapai tahap dzikir yang nomer tiga, yaitu tahap dzikir yang sangat tinggi.

Mengapa kita perlu menyucikan jiwa? Penyucian jiwa itu menjadi penting, karena iman dan kebaikan manusia itu mengalami  pasang surut. Oleh karena manusia itu hidup dalam pergaulan antar sesamanya, perasaan manusia tidak semuanya stabil terus menerus, melainkan kadang-kadang sedih, bergembira, bersemangat, kurang semangat, maka penyucian jiwa itu penting bagi kita. 

Prof M Adnan dalam bukunya, Ta’yid Al Islam, disana dikutip bahwa hati manusia itu bisa berkarat. Kemudian orang-orang bertanya, “Apa obat bagi hati yang berkarat itu?”. Jawabnya, “Membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian”.  Apa maksud dari hati yang berkarat itu? Artinya, kalau suatu saat hati kita merasa sulit menerima nasihat, sulit melaksanakan kebaikan,  putus harapan, lemah harapan dan lain sebagainya, saat itulah hati kita diperlukan penyucian jiwa untuk menjaga kesetabilan jiwa kita.

Apakah dalam penyucian jiwa itu harus menyertakan jasad, akal dan kalbu? Jawabnya, “betul”. Dalam penyucian jiwa, Allah SWT memberikan modal kepada kita yang berupa akal pikiran dan panca indera. Tidak hanya itu saja, ternyata Allah SWT memberikan kepada kita semua berupa ruh. Karena dengan ruh tersebut yang paling peka dalam menangkap kebaikan, yang dibantu dengan akal dan panca indera. 

Menurut keterangan Sayid Naqib Al Athas yang dikutip dari Imam Ghazali, ada sesuatu yang disebut dengan jiwa. Didalam jiwa ternyata ada akal. Dimana akal tersebut tidak sendirian dalam membentuk jiwa kita. Ia berkaitan dengan kalbu dan nafs. Akal adalah satu jenis kecakapan yang ada dalam diri kita yang membuat kita sadar dan memiliki kecerdasan. 

Dengan kecerdasan tersebut maka kita dapat mempunyai penalaran. Dengan penalaran maka kita bisa menyusun abstraksi, dan pengetahuan yang makin lama terhimpun semakin banyak. Itulah kemampuan akal manusia. 

Dalam jiwa juga ada kalbu (qalbu). Ketika kita melihat sesuatu sebagai bimbingan dari Tuhan, cahaya dari Tuhan, misalnya ini baik, ini menyelamatkan, maka pada saat itulah sisi kalbu yang bekerja. Contohnya, kalau kawan kita terbaring di rumah sakit maka kita akan merasa bersyukur kepada Allah SWT dengan nikmat kesehatan yang kita miliki. 

Selain itu, ada nafs. Nafs ini sesuatu yang berurusan dengan badan. Contohnya adalah, kalau kita membutuhkan makan dan minum, maka kita merasakan haus dan lapar. 

Maka dari itu, disebut menyucikan jiwa apabila kita mengasah akal kita agar menjadi lebih cerdas, mengasah kalbu kita agar lebih peka dengan kebaikan, dan mengasah nafs kita agar peka terhadap gejala-gejala badaniyah yang kesemuanya kita arahkan dalam kebaikan. 

Mudah mudahan dengan tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa ini kita semua mendapat berkahnya bulan Ramadhan, ibadah kita diterima oleh Allah, Amal kebaikan kita dilipat gandakan dan kualitas puasa kita lebih baik dari pada hari-hari sebelumnya. Wallahu A’lam.

M Sa’dullah, (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah, Purwokerto Banyumas dan Sekretaris LBM PCNU Banyumas).

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mamnu’ududkhul

Gus Dur bercerita kepada Raja Saudi dan sempat membuat raja jarang senyum itu terpingkal-pingkal.

Kata Gus Dur, ada seorang jemaah haji bernama Soleh. Ia pandai sekali di bidang ilmu fikih dan sangat paham baca kitab kuning, tapi tidak bisa berbahasa Arab.

Setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Soleh berkata kepada salah satu temannya, “Wah di Saudi orangnya ganas-ganas ya?”

“Ganas kenapa Kang?” tanya temannya.

Mamnu’ududkhul (Sumber Gambar : Nu Online)
Mamnu’ududkhul (Sumber Gambar : Nu Online)

Mamnu’ududkhul

“Coba lihat itu Mas, ada tulisan ‘Mamnu’uddukhul ‘, kalau terjemahan Indonesianya “mamnu’ (dilarang) dan ad-Dukhul (jima’/bersetubuh). Masa di tempat seperti ini masih sempat-sempatnya,” tegas Soleh dengan percaya diri. Dalam kajian fikih di banyak kitab kuning, istilah dukhul memang dimaksudkan untuk itu.

“He he he he, wah mamnu’uddukhul di sini artinya dilarang masuk,” kata teman Soleh yang sudah pernah haji. (Ahmad Rosyidi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 13 Februari 2018

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus menjadi organisasi keilmuan yang visioner. Hal itu ditegaskan Sekretaris Camat Suradadi, Kabupaten Tegal, Komsari saat menghadiri Ugrading Pengurus baru Pimpinan Anak Cabang IPNU–IPPNU Kecamatan Suradadi, masa khidmah 2017-2019 di gedung MWCNU setempat, Sabtu (11/11).

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

 

Menurut Komsari, menjadi organisasi keilmuan yang visioner adalah mencetak kader yang memiliki ilmu agama dan etika yang baik. Selain itu, IPNU-IPPNU juga harus mempertahankan budaya dan nilai-nilai organisasi induknya, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pertahankan budaya dan nilai–nilai Aswaja ala Nahdliyah," pesannya.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Suradadi, Fuad Amasy mengatakan, upgrading digelar guna membekali pengurus baru masa khidmah 2017-2019 agar lebih visioner dan progresif .

 

"Moment ini telah dilaksanakan sejak dahulu, namun sekarang perubahan konsep dan nama menjadi titik perbedaan dari kegiatan ini," terangnya.

 

Dia menjelaskan, acara sengaja dikemas berbeda dengan yang lain, hal itu dimaksudkan agar nantinya pengurus bisa tumbuh rasa memiliki dan kecintaan terhadap organisasi dengan baik.

 

"Walaupun sudah sangat familiar, tetapi memang ini perlu menjadi titik awal pembekalan pengurus baru," tukasnya

 

Menurut Fuad, pihaknya bersama panitia juga telah berupaya aktif untuk membuat upgrading ini memiliki kesan dan pesan khusus pada seluruh pengurus agar nanti kita tidak canggung lagi dalam mengelola roda organisasi ini.

 

"Saat ini kami fokuskan dulu untuk membentuk kesolidan Pengurus PAC sebelum kita mengolah program," tuturnya.

 

Pihaknya berharap, pasca dilantik,  pengurus akan lebih giat lagi dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi. 

"Bukan hanya tugas ketua saja, tetapi bersama pengurus lain membangun organisasi progresif di zaman now," pungkasnya.

 

Acara yang dibarengkan dengan pelantikan pengurus itu mendapat respon cukup baik. Hal itu di tandai dengan kehadiran pengurus yang mencapai 80 persen dan ekspresi kegembiraan dari Pengurus IPNU-IPPNU. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 03 Februari 2018

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kerja sama saling menguntungkan akan segera dilakukan antara Majalah Aula dengan PW LP Maarif NU Jawa Timur. Hal ini untuk semakin meningkatkan oplah media tersebut dan memberikan informasi yang berguna bagi para pendidik, siswa, dan pengelola sekolah atau madrasah.

Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag menjelaskan, sudah saatnya ada sinergi antara media yang dimiliki NU yakni "Aula" dengan lembaga yang sekarang dipimpinnya. "Tidak semata meningkatkan oplah, juga sebagai sarana komunikasi bagi para pelaku pendidikan di NU," katanya, Senin (12/10).

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan, banyak informasi yang layak diketahui para guru maupun pengelola pendidikan. Dan pada saat yang sama, Majalah Aula juga bisa menginformasikan capaian yang telah dilakukan lembaga pendidikan, sehingga dapat diketahui pembaca, lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jaringan Maarif khususnya di Jawa Timur sangat luar biasa," tandasnya. Ada ribuan sekolah dan madrasah yang bergabung dengan PW LP Maarif NU Jatim. Apalagi kalau Majalah Aula dapat menarik minat para guru untuk menjadi pelanggan. "Bila dikelola dengan baik, hal ini merupakan potensi pasar yang sangat bagus," jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pihak Majalah Aula yang diwakili Iwan Setiono dari pemasaran, menyambut baik kerja sama tersebut. "Kami akan memberikan space halaman khusus untuk bisa menyapa para guru dan pengelola madrasah serta sekolah yang berada di bawah naungan Maarif," terangnya.

Halaman yang akan diberikan berupa profil lembaga pendidikan, informasi kebijakan yang bermanfaat bagi tenaga pendidik, serta prestasi yang diraih siswa, guru dan sekolah. "Dengan dimuat di media kami, maka informasi tersebut akan bisa tersebar ke sejumlah kalangan," ungkapnya.

Sebagai sebuiah perusahaan media, Majalah Aula tentu akan memberikan pembagian keuntungan dari distribusi tersebut. "Semua akan dituangkan dalam kerja sama yang dapat ditandatangani kedua belah pihak," kata Iwan, sapaan akrabnya.

Profesor Haris juga berharap, kerja sama tersebut nanti dapat disaksikan oleh pimpinan lembaga pendidikan, sehingga bisa ditindaklanjuti di lapangan. "Penandatanganan kerja sama itu bisa dilakukan saat kegiatan yang menghadirkan para kepala sekolah dan pimpinan yayasan di masing-masing sekolah atau madrasah," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Kiai, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya

Ikan adalah salah satu menu makanan yang banyak disajikan di beberapa rumah makan. Rasanya yang lezat dan segar membuat jenis binatang laut ini digandrungi pecinta kuliner. Ikan yang dikonsumsi beraneka ragam. Ada yang berukuran besar seperti kakap dan gurame. Ada juga yang tergolong kecil seperti ikan teri.

Terkadang ikan yang sudah siap santap masih ditemukan kotorannya bisa jadi karena kurang bersih saat mengolahnya atau sulit dibersihkan. Alhasil, kotorannya ikut termakan, terlebih ikan yang berukuran kecil. Pertanyaannya kemudian, bagaimana hukum mengonsumsi ikan beserta kotorannya yang ikut termakan?

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya

Ikan adalah jenis binatang halal, bahkan bangkainya. Rasulullah SAW bersabda tentang laut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ?

Artinya, “Laut adalah suci menyucikan airnya. Halal bangkai binatangnya,” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dan disahihkan olehnya).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meski bangkai ikan dihukumi suci dan halal, menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi’i, kotorannya tetap dihukumi najis.

Berkaitan dengan hukum mengonsumsi ikan yang ikut tertelan kotorannya, ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat yang dikutip Imam Al-Qamuli dalam kitab Al-Jawahir dari pendapat kalangan Syafi’i tidak diperbolehkan baik ikan besar maupun kecil. Menurut Imam An-Nawawi dan Ar-Rafi’I, diperbolehkan untuk jenis ikan kecil, sebab sulitnya membersihkan kotoran di dalamnya.

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menegaskan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Al-Qamuli dalam kitab Al-Jawahir mengutip dari kalangan Syafi’i bahwa tidak diperbolehkan mengonsumsi ikan asin yang tidak dibersihkan kotoran-kotoran di dalamnya. Zhahir dari kutipan Al-Qamuli ini tidak membedakan antara ikan besar dan kecil. Tetapi dua guru besar madzhab Syafi’i (Al-Nawawi dan Ar-Rafi’i) menyebutkan, diperbolehkan mengonsumsi ikan kecil beserta kotoran di dalam perutnya, sebab sulitnya membersihkan kotoran tersebut.”

Bahkan menurut Imam Ar-Ramli, kebolehan mengonsumsi ikan beserta kotorannya juga berlaku untuk ikan yang besar. Syekh Ahmad bin Umar As-Syathiri dalam Syarah Bughyatul Mustarsyidin juz 1, halalaman 337 menegaskan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnu Hajar, Ibnu Ziyad dan Ar-Ramli sepakat sucinya (dalam arti ma’fu) darah dan kotoran ikan kecil dan diperbolehkan mengonsumsi ikan tersebut beserta darah dan kotorannya serta tidak dapat menajiskan minyak. Bahkan Ar-Ramli memberlakukan hukum tersebut untuk ikan besar juga. Sementara Ibnu hajar dan Ibnu Ziyad tidak menghukumi ma’fu kotoran ikan besar, sebab tidak ada masyaqqah (keberatan) dalam membersihkannya”.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi ikan beserta kotorannya diperbolehkan menurut sebagian ulama. Tetapi bila masih memungkinkan membersihkan kotoran ikan saat mengolahnya (Jawa: mincati), maka hal tersebut lebih baik. Sebab keluar dari perbedaan ulama hukumnya sunah, terlebih menjaga kebersihan makanan juga merupakan perkara yang dianjurkan agama. Wallahu a‘lam. (M Mubasysyarum Bih)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Pendidikan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 06 Januari 2018

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Saat ini tragedi kemanusiaan Rohingnya terus menjadi trending topic di media sosial. Ungkapan keprihatinan, simpati sampai dengan kutukan terus mengalir tak terbendung. Berbagai berita, foto dan video memenuhi medsos.

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu Fathurrahman, hal itu berdampak negatif bagi yang melihatnya.?

"Terlepas apakah yang tersaji itu fakta atau hoaks, konten kekerasan yang nyaris unsencored? ini secara psikologis sangat membahayakan kejiwaan seseorang, khususnya anak-anak. Bila terus dipertontonkan, maka otak akan merespon kekerasan sebagai hal biasa, dan boleh dilakukan.Naudzubillah," katanya, Ahad (3/9).

Pemberitaan yang masif dan hampir tanpa jeda, dalam waktu yang tidak lama akan memunculkan berbagai macam opini. Opini dan pandangan yang muncul jelas akan berbeda-beda tergantung dari sisi mana seseorang mencerna saat menerima informasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Contoh sederhananya ada yang berpendapat konflik Rohingya adalah sentimen agama, sebab dipicu oleh kesewenang-wenangan pemeluk mayoritas terhadap yang minoritas," ujar Pria yang akrab disapa Mas Faun.

Pandangan ini memunculkan berbagai komentar miring, cenderung mengarah pada ujaran kebencian antar pemeluk dua agama ini.

"Alih-alih mencari solusi dan aksi nyata buat Muslim rohingnya, mereka makin sibuk tebar sumpah serapah dan meme negatif yang berpotensi memicu sentimen didalam negeri kita sendiri yang sejak dulu kala kita telah mewarisi rasa toleransi," lanjutnya seraya berharap isu ini tidak terbawa ke Indonesia dan dikonsumsi mentah-mentah sehingga mengancam kerukunan antarumat beragama.

Ada jug yang berpendapat bahwa tragedi Rohingya adalah konflik geopolitik yang melibatkan berbagai negara yang berkepentingan secara kapital atas potensi migas di kawasan yang dihuni oleh etnis Rohingya tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari berbagai informasi yang memenuhi jagat dunia maya saat ini, ia mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak gegabah dan latah meyakini serta men-share berbagai informasi yang diterima.

"Mending mingkem, minongko ndadekno ayem, tinimbang semaur ananging ngawur," katanya mengambil pepatah bijak Jawa yang artinya lebih baik diam agar bisa menyejukkan daripada berbicara tetapi tidak terarah.

Pengendalian diri dan bersikap bijak dalam mengunggah dan berkomentar akan lebih maslahat dibandingkan sekadar share tanpa sumber yang memadai.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung negara maupun lembaga kemanusian manapun yang tulus hati membantu Muslim Rohingnya karena mereka lebih membutuhkan upaya diplomatik agar Myanmar menghentikan tragedi ini.

"Daripada sebar hoaks dan khutbah kebencian, lebih baik mulai dengan keikhlasan, salurkan dana melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten serta dalam munajat kita kepada Allah SWT, menyertakan doa keselamatan kepada etnis Rohingya. Semoga lindungan dan pertolongan-Nya makin dekat pada Muslim Rohingnya. Lahumul Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock