Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dikunjungi Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang baru di lantai tiga, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/1) malam. 

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Keterbukaan Informasi, PBNU Dorong KIP Ajak Semua Elemen Bangsa

Pada pertemuan tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Robikin Emhas, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Wakil Sekretaris PBNU Sultonul Huda.

Sementara dari KIP hadir Ketua Tulus Subardjono, Wakil Ketua KIP Gede Narayana Sunarkha, Anggota Arif Adi Kuswardono, Anggota Hendra, Anggota Cecep Suryadi, Anggota Romanus Ndau Lendong, dan Anggota Wafa Patria Umma.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, setelah era reformasi, semua elemen di Indonesia harus diikutsertakan untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik. 

“Mengambil pelajaran pahit di era orde baru. Ada warga masyarakat yang dianakemaskan, ada yang dianaktirikan,” kata Kiai Said kepada Komisioner KIP.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Kiai Said, hal tersebut terjadi akibat 32 tahun rakyat dipecah oleh orde baru, sehingga di antara kebijakan orde baru tidak memperbolehkan orang NU menjadi menteri agama dan ketua MUI. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Jadi akibat dari kebijakan yang kelirulah ada masyarakat anak emas, ada masyarakat anak tiri, bukan hanya terjadi krisis moneter, tapi juga terjadi krisis kepercayaan,” jelas kiai yang juga Pengasuh Pesantren As-Tsaqofah Ciganjur ini.

Pada kesempatan tersebut, kiai yang juga guru besar ilmu tasawuf ini meminta kepada KIP untuk mengedukasi masyarakat. “Masyarakat membutuhkan pendidikan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua KIP Tulus Subardjono menyatakan senang berkunjung ke PBNU karena NU merupakan organisasi masyarakat yang mempunyai potensi banyak. 

“NU ini kan udah tersebar di mana-mana. Kami ingin menyosialisasikan tentang keterbukaan informasi publik,” katanya. 

Ia berharap, dengan adanya keterbukaan informasi publik, maka diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan terhadap organisasi sosial akan timbul. “Sehingga kita inginkan adanya kerukunan, saling percaya,” harapnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 01 Februari 2018

Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd

Riyadh, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Tak berselang lama setelah keluar Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus Majelis Musyawarah Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Riyadh, semangat nahdliyin muda menggerakkan NU luar biasa. Mereka mengadakan pertemuan untuk mendeklarasikan GP Ansor Nejd.

Acara yang diadakan pada Kamis (4/2) ini bertepatan dengan harlah pertama grup Marawis Aswaja al-Banjari.

Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd (Sumber Gambar : Nu Online)
Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd (Sumber Gambar : Nu Online)

Unjuk Kehadiran, Pemuda NU Riyadh Deklarasikan GP Ansor Nejd

Anas Dliyaul Muqsith, mahasiswa Jami’ah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud yang ditunjuk sebagai pemandu musyawarah mengatakan bahwa dengan adanya badan otonom GP Ansor, MWCINU akan lebih kuat, khususnya dalam menjaring dan mengadakan kegiatan-kegiatan bagi para pemuda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berumur produktif, yaitu antara 20-40 tahun memerlukan wadah yang lebih lentur dan inovatif. Di sinilah deklarasi GP Ansor menjadi penting. Karena ia mampu mengakomodir aspirasi pemuda Nahdliyin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Alasan memakai kata ‘Nejd’ bukan ‘Riyadh’ adalah karena Nejd mencakup wilayah Riyadh dan sekitarnya. Semisal al-Kharaj dan al-Qashim. Dengan demikian, Ansor bisa merangkul pemuda Nahdliyin yang tinggal di daerah tersebut,” kata Anas.

Selain perwakilan dewan syuriyah, tanfiziyah, dan tokoh-tokoh pemuda, hadir pula sejumlah mahasiswa NU yang kuliah di Jami’ah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud dan Jami’ah Malik Sa’ud. (Irza A Syaddad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Kendal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah menggelar apel di alun-alun Kendal untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 62 IPNU, Jumat (26/2) kemarin. Acara ini merupakan acara lanjutan dari beberapa rangkaian acara yang telah terlaksana sebelumnya.

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Apel ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Kapolda Jawa Tengah Nur Aliyang menjadi pembina apel, Ahmad Zuhri yang memimpin doa, KH. Arja’ Imroni dan KH M. Abbas Fuad Hasyim yang memberikan orasi ilmiah. Serta hadir juga Bupati Kendal Mirna Annisa, Dinas Pendidikan Provinsi, Kemenag Kendal, dan Dwipora Prov. Jateng.

Sekitar 4000 peserta hadir dalam apel ini. selain perwakilan dari PC IPNU se Jawa Tengah, apel ini juga diikuti pelajar berasal dari sekolah Maarif di Kabupaten, SMP N 1 Kendal, SMP N 3 Patebon, SMP 2 Kendal, SMK N 4 Kendal, Pemuda Pancasila, SMK NU 02 Kendal, dan beberapa? sekolah lain serta seluruh PAC? IPNU se-Kabupaten Kendal.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara Apel ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang sebelumnya dilakukan geladi bersih bagi para petugas Apel. Agenda ini di isi dengan Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dan pemaparan-pemaparan unsur negatif bagi gerakan radikalisme, serta orasi kebangsaan sebagai penguatan ideologi kebangsaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Teks Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dibacakan tepat setelah pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, dan berikut ini kutipan lengkap teks deklarasi tersebut:

Deklarasi Pelajar Antiradikalisme



Pertama, kami pelajar Jawa Tengah menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun di seluruh penjuru nusantara, karena bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, khususnya ISIS, sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama apapun, dan kemanusiaan.

Ketiga, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk aksi kekerasan ekstremisme dan terorisme di bumi nusantara.

Keempat, kami pelajar Jawa Tengah siap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran paham radikal, seperti ISIS, di lingkungan pendidikan

Kelima, kami pelajar Jawa Tengah berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada semua pelajar dan masyarakat pada umumnya, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian, dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masing-masing, dan

Keenam, kami pelajar Jawa Tengah siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme khususnya ISIS di seluruh bumi nusantara

Setelah teks deklarasi selesei dibacakan, dan diikuti oleh semua peserta, pembina apel menyampaikan amanat kepada para peserta. Ia menghimbau para pelajar NU untuk selalu mewarisi semangat NU dalam mempertahankan NKRI, karena dalam sejarahnya NU selalu berupaya menangkal gerakan-gerakan radikalisme yang merongrong sendi-sendi keutuhan negara.

“Pada darah saudara mengalir darah untuk menegakkan NKRI, karena kalian adalah anak-anak muda NU yang mewarisi semangat juang leluhur NU. NKRI harga mati!,” paparnya dalam sesi amanat pembina upacara. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pameran Senirupa Kaligrafi Nusantara bertajuk “Waktu dan Lelaku” akan dimulai pada Rabu 28 September di Langit Art Space, Jalan Sonosewu, No 16 A Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran tersebut akan berlangsung 28 Oktober. Pameran yang akan dibuka Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) itu diiringi dengan hiburan Kyai Kanjeng, Bregodo Wirosobo, dan Sujud Kendang.

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Para perupa yang mengikuti pameran tersebut di antaranya Abay D. Subarna, AD Pirous, Agus Kamal, Edi Dolan “Edo”, Hendra Buana, Imam Chairul Bahri, KH A. Mustofa Bisri, Nasirun, Robert Nasrullah, R. Sidik W. Martowidjojo, Syaiful Adnan, Yetmon Amier,dan? Zulkarnaini.

Menurut kurator pameran, A. Anzieb, secara subtantif pameran tersebut lebih menekankan pada pendalaman esensi kaligrafi. “Artinya kaligrafi tidak hanya sekadar karya seni berupa tulisan indah. Namun ia membawa laku, sebuah "pusaka" yang berisi energi-energi kebaikan,” katanya ketika dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Kamis (22/9).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misalnya, kata dia, kaligrafi di kiswah Kabah atau di prasasti-prasasti dengan sendirinya menjadi "pusaka" karena waktu dan laku telah membuktikan sebagai eksistensi dan gaya hidup. Unsur pusakanya lantaran ada energi kebaikan yang beratus ratus tahun terserap pada suatu benda tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Nah, kaligrafi-kaligrafi sekarang sebagai idiom. Visualitas selama karya seni kecenderungannya hanya profan sebagai seni publik dalam konteks tradisi maupun modern. Nah, apakah kaligrafi semacam itu bisa disebut sebagai pusaka? Sebaliknya, bahkan sebaris ayat tanpa dituliskan pun, sudah menjadi laku kehidupan, otomatis menjadi "pusaka",” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Makam, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 15 Januari 2018

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. “Mari kita kembali pada Islam yang ramah bukan pemarah, Islam yang merangkul bukan memukul, hentikan ekspresi yang kebablasan, saling mencaci dan memaki di antara anak bangsa,“?

Demikian disampaikan oleh Sekjen PBNU, H.A. Helmy Faishal Zaini dalam pidatonya saat memimpin apel kebangsaan di alun-alun Wonosobo, Ahad (21/5).?

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Wonosobo Gelar Apel Kebangsaan dan Pelantikan

Ribuan warga Nahdliyin se-Kabupaten Wonosobo mengikuti gelar apel kebangsaan tersebut dengan penuh antusias. Mereka merupakan perwakilan Nahdliyin dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo.

Dalam orasi kebangsaannya ia menegaskan pentingnya sikap cinta tanah air. Kini Indonesia bisa melihat seberapa besar kecintaan rakyat pada negerinya. Indonesia tidak perlu takut terhadap berbagai ancaman musuh negeri karena rakyat selalu mendukung dan setia pada NKRI. Para pendiri bangsa sudah bersepakat termasuk ulama yang menjadi representasi umat Islam di Indonesia.

Kegiatan apel kebangsaan ini berlangsung sejak Pukul 06.00 WIB dengan diawali istighotsah, dan pembacaan Al-Qur’an 30 Juz ? oleh Muslimat-Fatayat NU. Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan dan pembacaan bersama ikrar kebangsaan Warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Wonosobo Arifin Shidiq bersama Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim. Apel kebangsaan ini dihadiri pula oleh Pengurus PWNU Jawa Tengah, Bupati Wonosobo H Eko Purnomo, Kapolres AKBP M. Ridwan, Dandim 0707 Dwi Hariyanto, Sekda Wonosobo H Eko Sutrisno Wibowo, serta seluruh organisasi sayap NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, juga dilaksanakan prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Wonosobo periode 2017-2022. Selain Pengurus PCNU, dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), PC Pagar Nusa, MWCNU Wonosobo, MWCNU Kepil, serta beberapa lembaga NU lainnya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Internasional, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 22 Desember 2017

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Dalam rangka mencari pengurus cabang NU terbaik di seluruh wilayah Jawa Timur, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim mengadakan NU Award yang diikuti oleh 45 PCNU se-Jatim. Pengurus harian PWNU Jatim melalui timnya melakukan tahapan seleksi ketat terhadap peserta yang terdiri atas seluruh pengurus cabang NU di Jatim. Hasil seleksi menetapkan PCNU Blitar sebagai pemenang NU Jatim Award.

"NU Award ini dilakukan secara profesional oleh tim yang dibentuk oleh PWNU Jatim," kata Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah saat ditemui usai acara buka bersama Gubenur Jatim, Selasa (28/6).

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah PCNU Pemenang NU Jatim Award

Kiai Mutawakkil menuturkan, tim melakukan tiga tahap yaitu dokumentasi, visitasi dan evaluasi kepada 45 cabang se-Jatim. Penyeleksian dilakukan oleh tim dan memilih empat cabang terbaik.

"Setelah terpilih, maka nominator itu diminta untuk presentasi di hadapan para kiai syuriyah, pengurus harian tanfidziyah, ketua lembaga, dan badan otonom NU," lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelum empat cabang melakukan presentasi, tim NU Award meminta komitmen bersama untuk mengadakan NU Award di tingkat cabang.

"Kalau NU Award yang dilakukan cabang, itu dilakukan kepada tingkat MWCNU," jelas Kiai pengasuh pesantren Zainul Hasan Genggong.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, Kiai Mutawakkil juga akan menjadikan program NU Award ini sebagai program tahunan setiap bulan Ramadhan. Saat menjelang buka puasa bersama Gubenur Jatim, pemenang NU Award diumumkan.

PCNU Blitar keluar sebagai juara pertama. PCNU Magetan juara kedua. PCNU Banyuwangi juara ketiga. Sedangkan PCNU Lumajang merebut juara harapan.

Piala Gubenur Jatim diserahkan langsung oleh Gubenur Jatim Pakde Karwo dan Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah kepada Ketua PCNU Blitar. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kontingen Pencak Silat NU Pagar Nusa berhasil membawa pulang 5 piala dari 7 kategori yang diikuti dalam Festival Pencak Silat II yang diselenggarakan dalam rangka HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang ke-40 di Sasono Langen Budaya TMII (13-14/4).

Festival Pencak Silat II dalam rangka HUT TMII ke-40 yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta kali ini diikuti 150 lebih pesilat dari 7 perguruan. PSNU Pagar Nusa berhasil juara di 5? kategori, antara lain, Tunggal Putri (Pelajar), Ganda Putra (Pelajar), Ganda Putri (Pelajar), Ganda Putra (Dewasa), Berkelompok (Dewasa).

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Borong 5 Piala dalam Festival Pencak Silat HUT TMII

"Untuk tahun ini kita mengikuti 7 kategori dari 10 kategori yang dilombakan, mudah-mudahan tahun depan Pagar Nusa bisa mengirim lebih banyak lagi," kata Afandy, pelatih sekaligus manajer tim Pagar Nusa.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia menambahkan, tahun ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Pagar Nusa. Tahun lalu dalam ajang yang sama Pagar Nusa membawa pulang 2 piala, ini salah satu bukti pengkaderan di Pagar Nusa berkembang pesat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

"Pagar Nusa akan terus evaluasi dan berbenah diri untuk menjadi lebih baik dengan mencetak pesilat-pesilat yang berprestasi, dan yang lebih penting menanamkan pada diri pesilat Pagar Nusa bahwa Pencak Silat adalah khasanah budaya Indonesia yang wajib dilestarikan," pungkasnya.

?

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian tim Pagar Nusa di Festival tahun ini.

?

"Prestasi ini harus tetap dipertahankan dan dikembangkan lagi, kita sangat optimis Pagar Nusa bisa lebih baik ke depannya dari sisi prestasi maupun kaderisasi," ujar pria yang akrab disapa Gus Aiz ini. (Nashr Fanie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. 31 Januari 1926 merupakan tanggal, bulan dan tahun bersejarah bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), karena tanggal tersebut diabadikan sebagai hari lahirnya organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia dalam klender Masehi.

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91

Hari ini, 31 Januari 2017 NU sedang merayakan Hari Lahir (Harlah) yang ke-91. Rangkaian acara pun digelar seperti menyelenggarakan diskusi publik, pameran Keris dan Manuskrip di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin-Selasa (30-31/1).

Dengung Harlah NU tak hanya muncul di dunia nyata, melainkan di dunia maya khususnya di twitter ramai diperbincangkan.?

Tweet terkait Harlah deras disampaikan lewat akun twitter pribadi masing-masing hingga menjadikannya sebagai Trending Topic dengan tagar #HarlahNU91.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sejak pukul 07.00 pagi sampai berita ini diturunkan, tagar tersebut masih bertengger sebagai trending teratas.

“Selamat Harlah NU Ke-91 tahun. Dengan Lahirnya NU. INDONESIA jadi aman,damai dan tentram #HarlahNU91,” cuit akun @faruqiachmad48.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, ada pesan mendalam dari Gus Dur tentang NU yang ditweetkan oleh akun @pojokgusdur. “Berapa pun besar biaya dan resikonya, NU akan menjaga keutuhan NKRI. (Gus Dur) #HarlahNU91,” tulis Pojok Gus Dur yang berkantor di Gedung PBNU lantai dasar ini.

“#HarlahNU91 Nasihat ulama pegang dan jagalah, Bila lalai segeralah diingat, NU berkhidmat dekat seabad sudah, Sejak dulu NU kokoh ? menambat,” tulis akun @mulilhidayat.

Akun resmi DPR RI juga tidak mau ketinggalan dengan memberi ucapan pada momen Harlah NU ini. “Patutlah kiranya kita merenungkan kembali, menapak tilas jejak-jejak sejarah NU agar inspirasi perjalanannya . #HarlahNU91,” tulisnya.

Selain itu, berbagai ekspresi juga dituangkan melalui foto, gambar, tulisan, maupun ulasan dari kiai-kiai NU. Setiap Harlah NU juga dijadikan momen oleh Nahdliyin untuk memperkuat eksistensi Islam rahmatan lil alamin dalam rangka meneguhkan bangsa dan negara. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Makam, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar yakin bahwa menjadi anggota dan aktif di GP Ansor berarti di jalan benar. Maka dengan modal keyakinan pula, aktif di GP Ansor, segala rintangan dan hambatan apa pun pasti disingkirkan.

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Yakinlah GP Ansor Mengurus Hal yang Benar

"Yakinlah Ansor itu mengurus hal yang benar," katanya pada Rapat Kerja I Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya di aula PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (12/5).

Menurut Deni, ada pihak yang tidak yakin dengan apa yang dilakukan benar, yaitu mereka yang sering menghina NU dan GP Ansor. Bukti mereka tidak yakin, ketika Ansor dan Banser mendatanginya, mereka meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya. Malah ada yang ingin masuk menjadi anggota Ansor.

"Nah, contonya seperti itu ketika medsos begitu garang menyerang siapa saja yang tak sejalan; NU dihina, Kiai Said dihina, Ansor dan Banser dihina pula; ketika didatangi malah bilang menyesal. Nah, itulah contoh apa yang dilakukannya tidak benar," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia juga menekankan agar kader Ansor memiliki sifat pemberani. Pasalnya sudah diyakini bahwa Ansor mengurus hal yang benar tadi. "Jadikan Ansor cara hidup dan gaya hidup. Tiap detik, tiap menit, “napas”nya Ansor," ucapnya.

Deni juga meminta agar kader Ansor tidak seperti sifat burung cungcuing yang rumahnya mengambil milik burung, serta memakan burung lain. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Pekalongan kembali mentasarufkan atau menyalurkan donasi yang sudah dihimpun dari masyarakat selama tahun 2013 lalu.?

Kali ini, melalui program NuSmart, LAZISNU mentasarufkan zakat dalam bentuk beasiswa yang disalurkan kepada 20 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Pekalongan.

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kota Pekalongan Salurkan Beasiswa

Penyaluran beasiswa tersebut dilakukan secara bertahap bersama program Turba (turun ke bawah) yang digelar PCNU Kota Pekalongan sejak 23 Februari 2014 lalu. Terakhir, penyaluran beasiswa dilakukan di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Bumirejo, Ahad (9/3) malam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Lazisnu Luqmanul Hakim Kamil menjelaskan, beasiswa diberikan kepada 10 siswa MI dan 10 siswa MTs. Untuk siswa MI, mendapatkan beasiswa sebesar Rp 75 ribu per bulan, dan diberikan selama satu tahun. Sedangkan untuk MTs, besaran beasiswa yang diberikan adalah Rp 100 ribu per bulan selama satu tahun penuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami sudah tasarufkan secara bertahap bersamaan dengan jadwal program Turba PCNU memperingati harlah NU ke 88. Penyaluran di Bumirejo ini menjadi agenda terakhir untuk program NuSmart tahun 2013. Kami berharap tahun depan jumlah siswa yang mendapatkan beasiswa bisa meningkat,” tuturnya yang ditemui di sela-sela acara.

Tahun 2013 lalu LAZISNU, sambung Lukman, berhasil menghimpun dana zakat, infaq dan shadaqah dari masyarakat sebesar Rp 67.307.000. Dana tersebut sudah disalurkan melalui dua program prioritas masing-masing NuSmart dan NuCare. Program NuCare sendiri, dijelaskan Luqman, merupakan program pemberian santunan kepada anak yatim, dhuafa dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Sementara untuk kriteria penerima beasiswa, dirinya mengatakan bahwa Lazisnu melakukan seleksi secara bertahap kepada calon penerima yang sudah diusulkan melalui ranting-ranting NU. Hal itu berkaitan dengan jumlah beasiswa yang terbatas. Seleksi penerima beasiswa diprioritaskan kepada anak-anak yang orang tuanya masuk dalam kategori mustahiq. Tidak hanya itu, pihaknya juga melihat prestasi sang anak baik akademik maupun non-akademik.

Dari sebanyak 150 anak yang diusulkan, Lazisnu kemudian menyeleksi hingga didapatkan 20 anak yang dinilai benar-benar membutuhkan. Sementara untuk daftar anak yang diusulkan lainnya, akan dipertimbangkan masuk dalam program serupa dalam pentasarufan zakat tahun ini.?

“Kami sudah kembali menghimpun zakat dari masyarakat yang akan disalurkan dalam beberapa program di tahun ini, dan tahun depan diantaranya NuCare dan NuSmart. Kemudian ada NuPreneur dan NuSkill. Namun yang menjadi prioritas saat ini adalah program NuCare dan NuSmart,” bebernya.

Kegiatan pemberian beasiswa tersebut, dihadiri koordinator tim Turba Kelurahan Bumirejo, H Kasiman Mahmud Desky yang juga Wakil Ketua PCNU didampingi H Ahmad Tubagus Surur yang merupakan Wakil Ketua PCNU bidang Lazisnu, LPNU dan LPPNU. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Pesantren, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

Media Bisa Menolong Umat Lewat Informasi Menyejukkan

Bandarlampung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Ketua PWNU Provinsi Lampung Juwendra Asdiansyah yang juga seorang jurnalis mengatakan bahwa Media Online saat ini bisa menjadi media untuk menolong umat dalam bentuk informasi dan pemberitaan yang menyejukkan. Namun kondisi Media Online yang bernafaskan Islam wasathiyah (moderat) saat ini menurutnya masih perlu berakselerasi agar dapat menangkal mereka yang radikal.

"Saat ini banyak orang baik tapi hanya diam sementara mereka yang lain aktif sekali memproduksi dan menyebarkan konten-konten radikal. Jadi jangan heran kalau sekarang tiba-tiba banyak remaja yang memiliki pemikiran radikal," katanya saat menjadi pemateri Refleksi 1 tahun MUI Lampung Online, Rabu (3/8).

Media Bisa Menolong Umat Lewat Informasi Menyejukkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Media Bisa Menolong Umat Lewat Informasi Menyejukkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Media Bisa Menolong Umat Lewat Informasi Menyejukkan

Juwendra mengatakan bahwa saat ini banyak sekali motif orang atau kelompok membuat Media Online. Selain sebagai alat propaganda untuk tujuan mempengaruhi ideologi orang lain, terkadang ada juga yang memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari keuntungan materi semata.

"Terkadang ada media yang kerjaannya framing berita. Mengambil sebagian fakta dan dicocokkan dengan berita lainnya sesuai dengan keinginan mereka kemudian ditambah dengan judul yang menarik agar banyak yang membaca dan membagikan," katanya.

Tindakan ini tentunya menurutnya akan merugikan orang banyak sekaligus akan menciderai dunia jurnalistik. " Wartawan tidak boleh bohong. Wartawan tidak boleh melebih-lebihkan berita. Wartawan baik memiliki sifat sidiq, selalu tabayun dan mengedepankan hatinurani," jelas Juwendra.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab itu, ia mengingatkan agar masyarakat khususnya netizen? (warganet) agar dengan bijak memanfaatkan perkembangan teknologi khususnya internet dan media sosial. "Medsos banyak sekali manfaatnya. Tinggal pemakainya yang akan menentukan baik buruknya perilaku dalam bermedia sosial," katanya.

Pada kegiatan yang mengangkat tema "Syiar Islam Wasatiyah di Era Teknologi" ini Bang Juwe juga mengajak masyarakat untuk melakukan revolusi dalam bermedsos. "Kalau Pak Jokowi ada Revolusi Mental, sekarang harus ada Revolusi Jempol," tegasnya karena saat ini melalui jempol diatas smartphone orang dapat menjadi baik dan juga dapat menjadi orang buruk. (Muhammad Faizin/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setelah sukses menggelar Piala Kemerdekaan, kini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggulirkan Liga Santri. Bahkan, Sepakbola U-17 Liga Santri Nusantara (LSN) sudah siap diputar di 10 provinsi.

Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara

Selama dua hari, pada 24-25 Agustus 2015, Kemenpora mengadakan lokakarya dan bimbingan teknis bagi panitia pusat, provinsi dan panitia lokal, di Hotel Aston Marina Ancol Jakarta. Workshop dilaksanakan guna mempersiapakan regulasi dan perangkat pertandingan Liga Santri Nusantara.

Alfian Salam, Sekretaris Menpora dalam sambutannya menyambut baik akan digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Liga Santri Nusantara harus dimaknai dalam rangka mencari bibit unggul atlet muda sepakbola nasional dan meningkatkan pendidikan olahraga daerah termasuk di pesantran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ke depan saya berharap, santri tidak hanya identik dengan kitab, tapi juga harus berprestasi di bidang olahraga, justru pesantren harus menjadikan spirit bagi atlet lain dalam mengembangkan olahraga dalam hal menanamkan jiwa kejujuran, kesederhaan dan keikhasan,” ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alfian menambahkan, LSN perlu mempersiapkan segala hal terkait kesuksesannya, diantaranya aturan main, perangkat pertandingan dan kesiapan kontingen juga kepanitian. “Untuk tahun ini mungkin target kita mempersipakan bibit unggul dulu, baru tahap berikutnya kita akan mentarget prestasi sepakbola santri nasional,” tandasnya.

Asep Nurrrahman, ketua panitia workshop mengatakan, Liga Santri Nusantara akan diputar di 10 provinsi, diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogjakarta, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. “Dari masing-masing provinsi ada panitia lokal yang melaksanakan prakualifikasi sehingga terdapat pemenang yang akan dipertandingakan di tingkat nasional,“ ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggulirkan Liga Santri sebagai salah satu media untuk mengembangkan olahraga di pesantren dan diharapkan mampu melahirkan pesepakbola potensial dari kalangan santri.

"Ini adalah mementum untuk menggairahkan kembali sepakbola di Indonesia terutama melalui pesantren," kata Menpora Imam Nahwari di sela kunjungannya di Pondok Pesantren Attolibiyah, Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah.

Komitmen Kemenpora itu diwujudkan, misalnya, oleh Pengurus Pusat Liga Santri Nusantara dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama. Bahkan, Menpora Imam Nahrawi telah melakukan penandatanganan MoU dengan PBNU di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, pada 4 Agustus 2015 lalu. (Abdul Hady JM/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Makam, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - GP Ansor Jember menurunkan personel Banser untuk membantu warga merenovasi sebuah mushalla di Dusun Sumbercandik Desa Panduman Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Sabtu (11/3).

Kondisi mushalla yang sebelumnya cukup memprihatinkan itu setiap harinya digunakan untuk kegiatan ibadah bagi warga dan juga merupakan tempat belajar mengaji bagi anak-anak setempat.

GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga

Tak jarang ketika hujan turun atap dan dinding yang bocor mengganggu kenyamanan anak-anak yang sedang mengaji serta warga yang hendak beribadah di mushalla tersebut.

Puluhan personel Banser yang sejak jam 7 pagi berkumpul di kantor GP Ansor Jember tersebut berangkat dengan ngetrail bareng dikomando langsung oleh Ketua GP Ansor Jember HM Ayub Junaidi. Mereka tampak semangat dan tak kenal lelah ditunjukkan personel Banser Jember bekerja bahu-membahu bersama warga setempat saat merenovasi mushalla tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

HM Ayub berharap jika renovasi mushalla ini sudah rampung mudah-mudahan anak-anak yang mengaji serta warga sekitar yang menggunakan mushalla untuk kegiatan beribadah akan merasa nyaman dan lebih kerasan untuk memakmurkan mushalla tersebut. Hingga berita ini diturunkan proses renovasi mushalla yang berada di Desa Panduman tersebut masih berlangsung. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Aswaja, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Mas’ud ra.,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qur’an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qur’an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qur’an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qur’an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Dalam Kitab Qurratul ‘Ain Fatawa Isma’il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syara’ dan bukan pekerjaan ma’syiat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

يجوز أن تقرأ سورة يس بنية قضاء حاجة من جلب نفع أو دفع ضر سواء كان المقصود دينيا أو دنيويا مالم يكن معصية ولا يكون ذلك رياء

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riya’

Karena definisi riya’ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Ta’ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

(Pen./Red. Ulil H)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Nahdlatul Ulama, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 01 Desember 2017

Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern

Probolingo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren Kiai Sekar Al Amri di Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo mengembangkan pendidikan yang berpadu antara salafiyah dan modern. Tidak hanya ingin menciptakan santri yang pandai berdakwah saja, namun pengasuh pesantren juga ingin sosok santri itu cerdas secara intelektual.

Hal itu terlihat dari lengkapnya pendidikan formal yang berada di kawasan pesantren. Mulai dari TK Islam Terpadu, SD Islam Terpadu, SMP Islam Terpadu dan SMA Islam Terpadu. Saat ini pesantren tersebut memiliki santri mencapai 600 orang, dan separuhnya merupakan santri bermukim.

Pesantren Kiai Pesantren Kiai Sekar Al Amri memiliki sejarah yang panjang. Didirikan sejak tahun 1850 oleh Kiai Muhtadin atau lebih dikenal dengan Kiai Sekar. Sempat vakum karena tidak ada garis keturunan laki-laki, namun kembali aktif pada tahun 1965. Adalah Kiai Muhammad Suhud yang kembali mengaktifkan pesantren tersebut. Kiai Suhud merupakan ayah Kiai Abdullah Zamroni pengasuh sekaligus ketua yayasan pendidikan saat ini. ?

Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern

“Pesantren ini sempat vakum setelah generasi kedua, karena tidak ada garis keturunan laki-laki. Baru ketika ayah dewasa tahun 1965, diaktifkan kembali. Kemudian pada tahun 1998, pesantren ini berganti nama menjadi Pesantren Kyai Sekar Al Amri,” kata Kiai Zamroni, Selasa (14/6).

Zamroni sendiri sejak tahun 2010 menjadi ketua yayasan di pesantren ini. Sejak awal anak ketiga dari lima bersaudara ini fokus untuk bidang pendidikan. “Kalau dihitung dari segi usia, pesantren ini tergolong pesantren tua. Namun semakin lama kami juga mengikuti perkembangan zaman. Awalnya pesantren ini merupakan pesantren salaf,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai yang pernah mondok di Pondok Jauhari Kabupaten Jember ini mengaku ingin menyandingkan konsep pendidikan salaf dengan pendidikan modern. “Sejak pukul 07.00 sampai pukul 15.00 dilangsungkan kegiatan sekolah. Setelah itu, baru kegiatan pondok dilakukan seperti Tanfidz Qur’an,” tegasnya.

Pendidikan Al-Qur’an telah diajarkan sejak usia dini. Sejak TK diajarkan hafalan surat-surat pendek. Kemudian, masuk jenjang SD diajarkan hafalan juz Amma atau juz 30. Baru pada jenjang pendidikan SMP, santri diarahkan untuk menghafalkan Al-Qur’an.

Perkembangan zaman pun diikuti oleh pesantren ini. Pengasuh serta guru-guru tidak menafikkan pentingnya prestasi akademik bagi siswa. “Sosok santri Al Amri diharapkan menpunyai kepribadian Islam, intelektual serta mandiri. Namun yang paling penting tujuan pondok pesantren adalah mencetak pendakwah-pendakwah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

Analogi Tiga Pencari Harta Karun

Tamsil cerita di bawah ini sudah cukup masyhur di kalangan pesantren. Dahulu ketika penulis masih di pesantren tidak jarang mendengar cerita hikmah ini, biasanya disampaikan oleh rekan peserta acara kithobahan, jam’iyahan, muhadorohan atau apapun istilah untuk nama kegiatan yang intinya ajang berlatih santri dalam berpidato. Belakangan penulis juga menjumpai kisah yang tak jauh berbeda disampaikan oleh KH. Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo. Meskipun banyak versi dalam kisah ini karena pada umumnya disampaikan secara lisan, tapi? substansinya tetap sama.

Syahdan,? pada zamannya Raja Iskandar Zulkarnain, dikisahkan ada tiga orang penggembara? yang hendak mencari harta karun. Versi lain menyatakan mereka hendak mencari mata air keabadian, yang konon bila seseorang minum air tersebut ia akan bisa hidup abadi. Ketiga orang itu pun lalu pergi mengembara mengelilingi berbagai daerah demi menemukan harta karun atau mata air keabadian dimaksud.

Analogi Tiga Pencari Harta Karun (Sumber Gambar : Nu Online)
Analogi Tiga Pencari Harta Karun (Sumber Gambar : Nu Online)

Analogi Tiga Pencari Harta Karun

Di tengah-tengah perjalanan, saat mereka bertiga sampai dan masuk di sebuah gua yang gelap dalam usaha mendapatkan apa yang mereka cari, tiba-tiba terdengar suara gaib seraya menyeru, "Wahai kalian bertiga. Di hadapan kalian terserak aneka pasir dan batu. Ambillah sebanyak mungkin pasir atau batu-batu itu. Nanti kalian akan menyesal begitu cahaya sudah menerangi gua, sementara kalian belum sempat mengumpulkannya. Ingat! Nanti yang mengambil banyak? akan menyesal. Yang mengambil sedikit lebih menyesal lagi. Yang sama sekali tidak mengambil, dia yang akan paling kecewa dan menyesal. Dan sudah tidak ada kesempatan lagi setelah itu." Demikian seru suara gaib itu.

Respon tiga orang pengembara dalam menanggapi seruan suara gaib tersebut berbeda-beda. Orang pertama tanpa pikir panjang langsung mempercayainya. Dia pun segera mengumpulkan pasir dan batu hingga memenuhi kantong yang dibawanya. Sementara orang kedua dihinggapi keraguan antara percaya dan tidak, tapi dia tetap mengambil pasir meski hanya secukupnya, sebagai antisipasi barangkali anjuran suara gaib itu membawa hoki. Dan pengembara ketiga yang paling mengabaikan imbauan suara gaib tadi tidak ikut mengambil sedikitpun pasir maupun batu yang berserakan di dalam gua.? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ketiga pengembara itu sudah berada di ruangan yang luas dan terang benderang. Alangkah terkejut dan kecewanya mereka. Ternyata, pasir-pasir dan batu-batu yang harus mereka kumpulkan saat dalam gua adalah batu-batu berharga: emas, perak, intan, berlian, permata, dan mutumanikam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begitu mereka bisa menyaksikan apa yang terjadi sejatinya, orang pertama yang meskipun tadinya merasa sudah mengambil banyak, ternyata masih tetap menyesal, ia megandaikan harusnya megambil lebih banyak lagi dari barang yang sudah dibawa. Orang kedua yang cuma mengambil sedikit merasa lebih menyesal lagi kok kenapa ia hanya mengambil sekadarnya saja, padahal sangat memungkinkan untuk mengambil lebih banyak. Tentu saja orang ketigalah yang paling menyesal lantaran tidak mendapatkan apa-apa.

Kisah di atas, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Solawat, Tulangan Sidoarjo, Gus Ali Masyhuri, hakikatnya menggambarkan dua alam kehidupan manusia: dunia dan akhirat. Kondisi gua yang gelap beranalogi dengan kehidupan dunia. Saat di dunia Allah memerintahkan manusia untuk mengumpulkan bekal amal saleh sebanyak mungkin. Sayangnya tidak semua manusia menuruti. Di akhirat kelak, Allah akan menyingkap semua tabir-tabir kegelapan itu. Tidak ada lagi rahasia. Semuanya terlihat jelas. Manusia menyesal saat melihat amalnya. Ahli ibadah menyesal, orang awam menyesal. Manusia menyesal mengapa tidak berzikir kepada Allah, padahal ketika berada di dunia begitu banyak kesempatan untuk melakukannya. Seseorang akan menyesal mengapa hanya bersedekah seribu, padahal ia sanggup bersedekah lebih banyak lagi dari itu.

Kisah di atas juga relevan dianalogikan bagi para penuntut ilmu di pondok pesantren. Antara santri atau pelajar yang tekun dengan santri yang tidak tekun sama-sama kelak akan menyesal setelah mereka pulang. Bahwa Santri yang sudah merasa tekun mengaji ketika masih di pondok, setelah pulang masih juga menyesal, ternyata menyadari banyak kekukarangan dan kelemahan atas ilmu yang selama ini diperoleh, sehingga ia membanyangkan andai waktu bisa diputar balik ia akan lebih tekun lagi dari yang dahulu. Bila yang sungguh-sungguh saja masih menyesal, maka tentu yang kurang tekun jelas lebih merasa menyesal lagi.

Begitulah kurang lebih analogi cerita ini. Walaupun hingga kini penulis belum mengetahui dari mana sumber kisah ini dirujuk, tetapi seyogianya kisah-kisah semacam ini memang patut dilestarikan sebagai salah satu bahan inspirasi agar senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

M. Haromain,

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri;

Berdomisili di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Bogangan Utara Wonosobo


?

=====

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

LKKNU Dukung Swasembada Daging

Bogor, NU-Online. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Bogor mengadakan pelatihan Penggemukan Kambing, Selasa (24/4) kemarin di “ Tawakal Farm” Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

"LKKNU Kab.Bogor berusaha menerapkan ajaran Rasulluh, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia,” demikian dikatakan Dr Ade Heryati Helmi, Ketua PC LKKNU Kabupaten Bogor. "Melalui program penggemukan Kambing ini kami berusaha memberikan manfaat dalam lingkungan Keluarga dan Masyarakat," imbuhnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

LKKNU Dukung Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Dukung Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Dukung Swasembada Daging

"Sebagai respon terhadap program pemerintah swasembada daging yang dilaksanakan oleh LKKNU Kab.Bogor, saya berharap warga NU tidak hanya ngaji kitab, tapi juga Ngaji Peternakan, supaya tercipta warga-warga NU yang punya kwalitas bidang agama, ekonomi dan peningkatan kwalitas gizi masyarakat,” kata Kang Doni, sapaan akrab Ketua PCNU Kabupaten Bogor. Program ini diharapkan juga menciptakan para Muzakki-muzakki, ( orang yang berkewajiban mengeluarkan Zakat, Red )Tambah Kang Doni saat dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth via Telephon.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditempat yang sama, wakil ketua LKKNU, Subarkah mengatakan, pelatihan ini bertujuan peningkatan ekonomi ummat khususnya warga Nahdliyin, “Kebutuhan daging qurban, aqiqah, dan konsumsi warung-warung sate di kabupaten Bogor, kian meningkat, dengan diadakannya pelatihan ini tentunya untuk menjawab tantangan yang cukup menjanjikan,” tegas, Kang Barkah, yang juga sebagai salah satu Hakim di Pengadilan Agama Bogor.

Pelatihan yang diikuti oleh 40 orang peserta dan 5 pembimbing ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah kabupaten Bogor, diantaranya Kecamatan Jonggol, Tanjungsari,  Megamendung, Caringin, Cogombong, Ciseeng, Parungpanjang dan Ciawi, “Pesertanya cukup fariatif, mulai dari Mahasiswa, Santri, Kyai, dan Juga Praktisi Peternak Kambing, dan ini adalah Gelombang Pertama, berikutnya akan menyusul Gelombang ke II, karena beberapa calon peserta sempat kita tolak karena keterbatasan beberapa hal” kata Akhsan Ustadhi, sekretaris PCNU kabupaten Bogor kerpada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu Peserta KH Apang Sumarna dari Kecamatan Tanjungsari mengatakan “Apa yang saya dapat hari ini merupakan ilmu yang sangat bermanfaat dan akan saya praktekkan langsung sesampainya dirumah nanti” katanya dengan bangga, sementara itu Wendy Wicaksono,dari kalangan mahasiswa salah satu peserta berasal dari STANU Jakarta yang berkampus di Kemang Bogor, mengatakan  ilmu ini adalah ilmu yang tidak ia dapat dari Kampus, dan ia akan bersemangat mengikuti pelatihan tahap II, 

"Tawakal Farm” adalah salah satu tempat penggemukan Kambing yang dimiliki H Bunyamin, yang saat ini mempunyai 2800 ekor yang sedang dalam proses penggemukan, yang notabene H Bunyamin adalah salah satu Pengurus LKKNU Kabupaten Bogor. Saya senang tempat saya dijadikan tempat Pelatihan untuk warga Nahdliyin, dan akan selalu terbuka untuk memberikan ilmunya kepada semua. Saya berharap ilmu yang saya berikan bermanfaat untuk umat," tambahnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Nahdlatul Ulama, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 27 November 2017

Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah

Jumat menjadi hari istimewa. Dalam kamus Islam, Jumat mendapat julukan sayyidul ayyam (rajanya hari). Ia mendapat kekhususan posisi sehingga amalan ibadah dinilai lebih utama saat dilaksanakan pada hari Jumat. Rasulullah pun memiliki amalan khusus tentang hal ini. Di antaranya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Jumat Pagi Anjuran Rasulullah

Astaghfirullâh alladzî lâ ilâha illâ huwa-l-hayyal qayyûma wa atûbu ilaihi



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk); dan aku bertobat kepada-Nya.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam salah satu riwayat dari Anas, Rasulullah bersabda bahwa barangsiapa yang pada Jumat pagi sebelum sembahyang subuh membaca bacaan tersebut sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih samudra. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur

Tanjung Jabung Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Sebelum Zumi Zola menjadi Bupati di Tanjung Jabung, saya tidak begitu mengenal daerah ini. Namun, belakangan saya semakin akrab dengan daerah yang sebagian besar pendududuknya transmigrasi dari Jawa.

Lakpesdam PBNU mempunyai program tentang energi terbarukan di daerah ini. Di dua desa (Sungai Rambut dan Rawasari) Kecamatan Berbak. 

Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur

Sejak setahun lalu, Lakpesdam PBNU yang tergabung bersama Pusat Studi Energi UGM, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (UGM) dan CCES Yogyakarta bergabung dalam Konsorsium bahu-membahu untuk mengkampanyekan energi terbarukan di dua desa tersebut.

Sambil menyelam minum air. Sekali dayung dua pulau terlampaui. Sembari mengerjakan program tersebut, Lakpesdam PBNU ingin memperkuat struktur NU. Kami mengadakan Pelatihan Kader Penggerak NU yang diikuti perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC-struktur NU di tingkat kecamatan) se-Kabupaten Tanjabtim. Dari 11 MWC yang diundang 10 di antaranya hadir.

Yang paling membuat saya surprise adalah acara pembukaannya yang digelar dengan pengajian umum yang dihadiri ribuan orang jamah NU dari berbagai penjuru pada pada 2 Oktober 2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saya didaulat menjadi pembicara dalam pengajian umum itu. Meski saya sering mengisi pengajian dalam forum-forum kecil, saya hampir tidak pernah mengisi pengajian panggung sebesar ini. 

Yang paling berat saya disebut KH. Begitu mau memasuki lokasi pengajian ada spanduk menulis nama saya dengan KH di backdrop besar di belakang panggung tertulis hal yang sama. Dalam hati saya sungguh malu!!!

Tak punya pilihan, saya harus tampil seadanya. Saya ingin menghadirkan ruh Anwar Zahid biar bisa melucu. Tapi saya sadar, saya sungguh tak punya potongan untuk melucu.

Apa pun saya sangat gembira bisa menyaksikan semangat warga NU di pelosok negeri. Saya gembira menyaksikan semangat Banser dan kader-kader NU. Merekalah penggerak NU dan penjaga negeri. (Rumadi Ahmad, Ketua Lakpesdam PBNU)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. PBNU akan melaksanakan Kirab Hari Santri Nasional dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon (Banten). Kirab yang akan dimulai 13 sampai 21 Oktober tersebut akan menyinggahi sejumlah kota. ?

Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Sejumlah Kota yang Akan Dilalui Kirab Hari Santri

Berikut kota-kota yang akan disinggahi Jember, Lumajang, Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi (Jawa Timur).

Kemudian akan melewati kota-kota di Jawa Tengah yaitu Sragen, Solo, Klaten, memasuki satu kota di Yogyakarta, kembali ke Jawa Tengah yaitu Magelang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purwokwrto, diakhiri di Cilacap.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lalu memasuki Jawa Barat dimulai dari Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Cianjur, Bogor. Lalu memasuki kota-kota di Banten mulai Tangerang, Serang, Pandeglang, Cilegon. Setelah itu kembali ke Jakarta.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz Kirab Hari Santri tersebut di setiap kota yang disinggahi, peserta kirab akan berziarah ke makam para kiai, sowan ke pesantren-pesantren. Juga akan melakukan bakti sosial serta memberikan sumbangan kepada fakir miskin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Umpamanya ketika sampai di Lumajang, peserta kirab akan sowan kiai, ziarah ke makam kiai dan bersilaturahim dengan pengurus NU,” katanya selepas rapat panitia Peringatan Hari Santri Nasional Senin (6/9).

Menurut dia, rombongan kirab dari PBNU sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari perwakilan perwakilan pengurus lembaga dan badan otonom NU. “Di daerah-daerah, peserta kirab itu akan bertambah. Dari Banyuwangi ke Jember itu, misalnya, warga NU Banyuwangi bisa mengiringi kirab,” jelasnya. ?

Peserta kirab, lanjutnya, akan menumpangi bus. Namun, ketika memasuki sebuah kota, misalnya dengan tujuan kantor PCNU atau pendopo bupati, akan berjalan sekitar 5 km. “Untuk perjalanan antara satu kota denga kota lainnya kirab akan menggunakan bus,” pungkasnya.

Ia menambahkan, bagi daerah-daerah yangg tidak dilalui jalur Kirab Hari Santri Nasional, dianjurkan melakukan kirab sendiri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Makam, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock