Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pendidikan dasar untuk anak usia dini sangat penting. Pendidikan pada umur itu bagaikan menulis di kertas putih dan polos, tergantung siapa menulis dan bagaimana bentuk tulisannya. Di sinilah langkah awal orang tua menanamkan ideologi atau akidah anak sebagai pondasi awal keimanan dan ketakwaan.

Demikian disampaikan salah seorang Ketua Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj.Ida Nur Sa’adah saat mengisi ceramah pada wisuda anak anak TPQ dan RA Raudlatun Najah Desa Getas, Kecamatan Wonosalam, Demak, Jawa Tengah, Sabtu malam (29/6).

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)
TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani (Sumber Gambar : Nu Online)

TPQ Mendidik Anak Berakhlak Qur’ani

“Pentingnya pendidikan agama dalam hal ini baca Al-Qur’an bagi anak untuk menanamkan dasar atau pondasi keimanan dan ketaqwaannya jadi filter budaya global dalam kehidupannya,” ungkpa Ida.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kiprahnya, menurut Ida, TPQ selain mendidik santri dalam hal baca tulis Al-Qur’an, juga diharap para guru dalam mengajarkannya bisa mengimplementasikan akhlak anak anak menjadi akhlak Al-Qur’an yang senantiasa membentengi sifat-sifat sayyi’ah (buruk, red.) manusia.

Dalam hal tersebut, ia menukil pendapat Imam Ghozali yang mengatakan kategori sifat manusia yang terbagi empat, yakni sifat subu’iyyah (buas) sifat bihimiyyah (nafsu binatang), sifat syaithoniyyah (nafsu syetan), sifat robbaniyyah (sifat sifat Allah).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk mengembangkan dan mengamalkan sifat robbaniyyah pendidikan agama dan doa orang tua menjadi kunci utama pembentukan generasi yang berakhlkaqul karimah,” terangnya.

Ia juga mengatakan, TPQ mendidik santri membaca Al-Qur’an dengan “murottal mujawwaj” tartil dan benar membentuk akhlak Qur’ani sesuai sifat sifat robbaniyyah.

Dalam kesempatan yang sama pengasuh TPQ dan RA Darun Najah yang juga Syuriyah MWC NU Wonosalam KH Ali Mahmudi menyampaikan, dalam tahun ini lembaga yang diasuhnya berhasil mewisuda 22 santri yang khatam bin nadhor (tartilan 30 juz)  dan khatam juz amma bil ghoib dari 120 santri yang masih aktif belajar,

“Alhamdulillah dalam perkembangannya tiap tahun santri kami bertambah, ini berkat kesadaran warga akan pentingnya baca tulis Al-Qur’an. Di tahun ini kami berhasil mewisuda 22 santri baik bin nadhor 30 juz maupun juz amma bil ghoib,” kata KH Ali Mahmudi.

Acara wisuda dan khaflah akhir sanah tersebut selain dihadiri santri dan wali santri juga dihadiri jamaah dari warga sekitar, selain itu juga dihadiri Pengurus Cabang NU KH Saronji Dahlan, Ketua DPRD Demak KH Muchlasin Daenuri dan Muspika Wonosalam.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia sedang demam media sosial. Mirisnya, isu-isu yang beredar di medsos mengandung unsur fitnah dan hoax. Ketidakmampuan menyaring informasi yang beredar di medsos bisa menyebabkan generasi muda bangsa akan termakan informasi palsu (hoax) dan provokasi.

Demikian disampaikan KH Baijuri Khatib, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang saat memberikan pengarahan dalam acara Urun Rembuk Kiai Penjaga NKRI, Sabtu (31/12) lalu di Aula STISNU.

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketidakmampuan Saring Informasi di Medsos Bisa Termakan Hoax

"Beredarnya berita-berita tentang penggembosan terhadap KH Said Aqil Siroj. Itu jelas-jelas fitnah terhadap pribadi dan organisasi. Begitu juga dengan pemutarbalikkan fakta kasus Aleppo Suriah yang diberitakan secara tidak seimbang dan penuh provokasi," tegasnya.

Kasus fitnah dunia maya, lanjutnya, berimbas pada pergeseran akhlak generasi muda. Saat ini generasi muda gampang terprovokasi sampai berani menghina kiai sepuh. Itu menjadi keprihatinan tersendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Apalagi dijadikannya Tangerang Raya sebagai Ibu Kota Khilafah Islamiyah. Tak jarang masjid-masjid di Tangerang, khususnya di perumahan, DKM-nya sudah beralih pada pemikiran tentang barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Tuhan adalah kafir. Makanya, kita perlu perkuat budaya bangsa. Indonesia sebagai negera yang ramah dan santun," ajaknya.

Ia menambahkan, untuk itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, semua elemen masyarakat perlu menyatukan persepsi dan pandangan tentang pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kedua, membangun sinergi persepsi pemahaman ulama dan pemerintah membebaskan Indonesia dari radikalisme dan narkoba. Ketiga, kiai adalah garda terdepan di masyarakat dalam menjaga NKRI. Keempat, mendorong semua warga bangsa untuk mempertahankan kearifan lokal.

Turut hadir dalam acara itu Ketua PCNU Kabupaten Tangerang KH Encep S, Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Muthi, Bupati Tangerang, Walikota Kota Tangerang, dan ratusan mahasiswa STISNU Tangerang. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Halaqoh, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berbahagialah bagi warga NU dan umat Islam secara umum. Karena sejumlah bacaan dan doa-doa ibadah keseharian, termasuk tahlil, kini bisa dinikmati melalui perkakas berupa tablet maupun telepon genggam yang mendukung sistem andorid.

Usai meluncurkan aplikasi berbasis android “TV Aswaja” dan “Rawi",? Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja kembali meluncurkan aplikasi android baru berupa “Majmu Lathif & Doa Harian”.

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Menurut anggota Tim Developer PPM Aswaja, Ichwanul Muslim, peluncuran aplikasi baru tersebut bertujuan untuk mempermudah kalangan Nahdiyyin dalam menjalankan kegiatan keagamaan mereka terutama dalam hal akses doa-doa serta bacaan-bacaan Al-Quran lewat media elektronik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami yakin aplikasi ini sangat bermanfaat, karena di dalamnya berisi berbagai doa penting mulai dari bacaan dan doa Tahlil, Yasin, al-Waqiah, al Mulk, doa awal tahun, doa Nisyfu Sya’ban dan Asyura, serta doa lainnya," terang Ichwan, Kamis (12/6).

Ditambahkan, peluncuran aplikasi “Majmu Lathif & Doa Harian” memang sengaja dilakukan menjelang Nisfu Syaban sebagai bagian dari isi yang terangkum dalam aplikasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berharap, aplikasi ini bisa memberi manfaat dan kemudahan kepada seluruh warga nahdiyyin hususnya dan ummat islam pada umumnya," lanjut Ichwan.

Seperti aplikasi android sebelumnya, aplikasi Majmu Lathif & Doa Harian ini juga bisa diunduh gratis oleh pengguna android di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajanu.majmulathif. Atau cari di Play Store dengan kata kunci "Majmu Lathif".

"Bagi yang sudah mengunduh dan mencoba aplikasi ini, jika berkenan bisa disebarkan informasi ini kepada teman, saudara dan pemakai android lainnya agar lebih bermanfaat bagi khalayak muslim lainnya," pungkasnya. (Mukhlisin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

Bandar Lampung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kapolda Lampung Brigjend (Pol) Ike Edwin menyambut baik kegiatan Liga Santri Nusantara. Pada pembukaan kegiatan, Senin (19/9), Ike yang juga Perdana Menteri Kepaksian Skala Brak, Lampung Barat berkenan melakukan tendangan pertama.

Di pengujung acara, Ike secara pribadi menjanjikan hadiah tambahan berupa uang pembinaan, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

"Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan memberikan hadiah itu, bahkan diserahkan kontan kepada panitia," ujar Ketua Hipsi Lampung H Karim di Stadion Utama Pahoman Bandar Lampung, Kamis (22/9).

Sementara Pesantren Daarul Ulum Tanggamus melawan Pesantren Riyadhatul Ulum, Lampung Timur di babak final. Tanggamus unggul 1-0 atas Lampung Timur.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Babak pertama pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua, menit ke-15 tim Tanggamus melalui penyerang Habib Fauzi Rahman mencetak gol perdana yang disambut gempita suporter dengan tabuhan rancak genderang dan teriakan senang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berlatih selama empat bulan sebelum kegiatan," ujar Rudi Hartono, pelatih kesebelasan Lampung Timur. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Kajian Islam, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak lima mantan ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC/setingkat provinsi) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendorong sekaligus mendukung Fairus Huda menjadi Ketua Umum. Mereka menilai, Fairus yang merupakan kader asal Malang, Jawa Timur, itu layak memimpin PMII.

Dalam rilis yang diterima VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, para mantan Ketua PKC meminta kesediaan Fairus untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum dalam Kongres PMII yang diselenggarakan di Jambi, sejak 30 Mei hingga 5 Mei 2014. Sebab sampai sekarang Fairus belum mendaftarkan dirinya dalam bursa kandidat Ketua Umum.

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Mantan Ketua PKC PMII Ajukan Calon

Kelima mantan Ketua PKC PMII yang mendorong Fairus itu, antara lain, Syahriel (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Barat), Opik (mantan Ketua PKC PMII Nusa Tenggara Barat), Sasongko (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Tengah), Yamin (mantan Ketua PKC PMII Kalimantan Selatan), Iwan Setiawan (mantan Ketua PKC PMII Jawa Barat).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syahriel, Ketua PKC PMII Kalimantan Barat yang didaulat menjadi juru bicara untuk dukungan terhadap Fairus itu, mengatakan bahwa pihaknya ingin mengembalikan marwah PMII sebagai organisasi pengkaderan. Visi itu diyakininya terdapat pada figur Fairus, karena dinilai mampu menjauhkan organisasi dari sikap-sikap pragmatis dan traksaksional.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami ingin menjaga tradisi politik luhur dengan memilih ketua umum yang benar-benar memiliki leadership kuat, serta memiliki kemampuan mendinamisasi organisasi di tengah stagnasi gerakan mahasiswa saat ini," katanya di Jakarta, Selasa malam, 3 Juni 2014.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, menurut Syahriel, harus dijaga marwahnya. "Karena itu, kami akan mendorong sahabat Fairus Huda agar bersedia menjadi pemimpin kami, pemimpinnya para kader pergerakan."

"Kami akan berjuang semampu dan sekuat tenaga kami. Kami akan kolekan membiayai operasional pencalonan sahabat Fairus Huda agar dia bisa terpilih sebagai Ketua Umum PMII," imbuhnya.

Menurutnya, sikap kebersamaan seperti kolekan tersebut adalah tradisi organisasi yang mulai luntur. Maka, harus ada upaya untuk mengembalikan tradisi yang luhur itu, sehingga muncul pemimpin yang sungguh-sungguh didukung seluruh kader.

"Pemimpin harus benar-benar lahir dari bawah, dari aspirasi kader, bukan titipan elite, dan tanpa embel-embel transaksi politik pragmatis," pungkasnya.

Selain Fairuz nama lain yang muncul sebagai bakal calon ketua umum PMII yang baru antara lain Jabidi Ritonga (Medan), Muamarullah Umam (Jabar), Aziz (Jogja), Abdul Aziz (Jombang), Zaini Mustaqim (Malang), Dwi Winarno (Jakarta) dan Aminudin (Jakarta). (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Pondok Pesantren, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

Thariq As-Shaidani datang dan bicara tiba-tiba ketika gerombolan orang musyrik berkumpul di rumah Abu Jahal. "Betapa gampang membunuh Muhammad seandainya kalian sepakat dengan omonganku."

Sorot mata orang-orang tertuju pada Thariq. Penasaran dengan gagasan muslihat pemuda satu ini.

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

"Muhammad tengah bersandar di dinding Kabah. Kalau saja salah seorang dari kita pergi membawa batu besar lalu melemparkannya dari atas Kabah, Muhammad pasti tewas seketika," papar Thariq.

Syihab, salah satu peserta dalam persekongkolan jahat itu pun berdiri dan berucap, "Jika kalian mengizinkan, pasti aku akan membinasakan Muhammad."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syihab beraksi. Ia naik ke atas Kabah sambil membawa batu yang sangat besar yang lantas ia hempaskan ke bawah tepat ke arah tubuh dan kepala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

"Blek!"

Dalam kitab Al-Aqthâf ad-Daniyyah fî Mawâidlil Ushfûriyyah dijelaskan, batu tersebut tak langsung terjun ke tanah. Tiba-tiba saja benda berat itu menjauh dari dinding Kabah dan tertahan di udara. Baru setelah Rasulullah bangkit dari lokasi sandarnya, batu itu patuh pada hukum gravitasi bumi, jatuh lalu menggelinding ke tempat asalnya.

Syihab yang menyaksikan peristiwa ajaib itu hanya bisa melongo. Nyaris tak percaya dengan kejadian di depan matanya. Seketika ia turun dari atas Kabah lalu menghampiri manusia suci itu. Rasulullah tidak marah, bahkan menyambut hangat Syihab yang menyatakan diri masuk Islam. Thariq As-Shaidani, inisiator percobaan pembunuhan Nabi pun turut jadi muallaf, berikut kawan-kawannya yang lain.

Para anggota geng musyrikin Quraisy tersebut beruntung, kala hati mereka membatu dan dipenuhi kebencian terhadap Islam yang menawarkan peradaban luhur, ada mukjizat yang mampu melunakkan hati keras mereka. Persekongkolan jahat menjadi tak berkutik di depan fenomena menakjubkan di luar hukum alam dan batas kemampuan manusia.

Yang jauh lebih beruntung—dan tentu berat—sesungguhnya adalah mereka yang hidup di zaman modern tetapi mau beriman dan menempuh jalan Islam meski tanpa pernah bertatap muka dengan Nabi atau menyaksikan peristiwa adikodrati.

Dikatakan berat karena di pundak mereka bertengger dua tanggung jawab sekaligus: konsisten terhadap keyakinan Islam dan menunjukkan Islam ke publik sebagai agama yang memang pantas dipeluk melalui sikap dan perilaku yang beradab. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Hikmah, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 09 Desember 2017

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Pamekasan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para pengusaha garam mengancam tidak akan membeli garam hasil jerih payah petani Madura. Pasalnya, para pengusaha geram karena pemerintah cenderung abai dalam menyikapi bukti serap kaitannya dengan hasil garam di Madura khususnya di Pamekasan. Para petani pun memarahi pemerintah.

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Hal itu mengemuka dalam hearing antara petani garam dengan pemerintah Pamekasan di Lantai II Gedung Pemkab Pamekasan, Rabu (16/1). Hearing tersebut dikomandani oleh Asosiasi Petani Garam Rakyat (APGAR), Faisol, dan dihadapi langsung oleh Kadisperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto.

Pertemuan tersebut cukup alot, dari sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.09. Ketua Komisi Garam Pamekasan yang tercatat Rektor Unira, Amiril, juga terlibat aktif dalam pertemuan tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung datar. Tidak ada persetegangan. Namun, setelah bergulir beberapa jam kemudian, nuansa ketegangan mulai terasa. Faisol selaku Ketua APGAR, bahkan berani mengatakan bahwa pemerintah selama ini suka membuat peraturan garam untuk kemudian dilanggar sendiri.

“Kami katakan dilanggar sendiri, karena pemerintah tidak mampu mengeksekusi atau menghukum para pengusaha yang rakus dan membuat petani garam menjerit,” tegas Faisol sembari enggan menyebutkan para pengusaha yang mengancam tidak akan membeli garam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Bambang Edy Suprapto menegaskan, setidaknya terdapat 53 ribu total serapan yang diajukan oleh pihaknya. Dan bukti serap yang dipersoalkan penguasaha, hakikatnya tidak berdasar.

“Pemerintah daerah akan berupaya untuk tetap melingdungi petani garam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ditegaskan, para petani masih merasakan dampak tataniaga garam yang masih rendah, akibat banyaknya garam impor mengalir ke madura.

Dikatakan Faisol, kondisi garam rakyat saat ini kian pelik. Sekalipun telah ada HPP garam konsumsi, harga garam rakyat justru merosot, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan harga tahun lalu.?

“Pemerintah juga telah menetapkan pembatasan impor garam, tetapi muncul indikasi rembesan garam impor yang memukul harga garam petani. Petani garam rakyat akan mati kalau terus dibiarkan bertarung dengan pengusaha, petani, dan arus garam impor. Petani tidak akan berdaya dan pasti kalah menghadapi kondisi pasar yang tidak sehat,” kata Faisol geram.

Bahkan Menurut Faisol, harga garam rakyat saat ini sulit terangkat karena masih ada produsen yang merusak pasar dengan memasarkan garam berharga rendah. Garam geo yang diproduksi PT Garam saat ini dipasarkan seharga Rp 600 per kg.

Padahal, katanya, garam merupakan komoditas strategis sebagai bahan pangan dan bahan baku industri sehingga kegiatan produksi, penyediaan, pengadaan, dan distribusi garam menjadi sangat penting dalam rangka menunjang masyarakat melalui program iodisasi dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani garam ataupun dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Untuk itu, para petani berharap ? pemerintah tegas untuk memberikan sanksi kepada pengusaha yang memaksa membeli garam impor, jika produksi garam rakyat masih mencukupi.

Siswadi, petani garam Galis yang hadir, menyatakan bahwa sinar matahari, air laut, dan angin adalah sangat dibutuhkan oleh petani garam. Tahun 2010, katanya, tidak ada sinar matahari sehingga tidak panen garam. “Tahun 2013 ini, setidaknya pemkab membantu dengan pengadaan mesin pemompa angin atau kincir angin,” tekannya.

H Fathorrahman, Petani Garam Pandan, Galis, menekankan bahwa pemerintah kurang serius menangani impor garam. Selama ini, pemerintah sebatas membuat peraturan saja. Tidak berani mengeksekusi perusahaan yang melanggar peraturan tersebut.?

Bambang Edy Suprapto, berkali-kali berdalih akan menyeriusi persoalan garam tersebut.

Sementara itu, Agus Sumantri, salah seorang aktivis asal Desa Pandan, Galis, yang getol menyuarakan hak petani garam, menyatakan bahwa pertemuan di atas hanyalah bagian dari strategi sok peduli kepada petani garam.

“Kita bisa lihat saja nanti, apakah pertemuan tersebut ada tindak lanjutnya atau tidak,” ujarnya dengan nada sinis saat berjumpa dengan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Jalan Kabupaten di depan Kantor DPRD Pamekasan.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Hadits, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri NU Jawa Timur berkerja sama dengan BKKBN Jatim melaksanakan training of trainer (TOT) Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa di balai diklat Maarif kompleks Universitas Sunan Giri, Surabaya, Jumat (28/8).

Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa (PIK RM) adalah salah satu lembaga yang berada di bawah IPPNU Jatim.

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jatim Perhatikan Kondisi Moral Remaja

"Lembaga ini baru diadakan karena melihat kondisi para remaja saat ini sudah jauh dari norma-norma agama. Mereka rata-rata tidak mengetahui informasi tentang pergaulan bebas hingga dampak dari pernikahan dini," jelas Etik Rossana Fitri saat ditemui di lokasi acara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk memberikan informasi awal kepada kader-kader IPPNU di tingkat bawah, mulai cabang sampai ranting IPPNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara yang dihadiri hanya 43 pengurus cabang ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan penyuluhan kepada kader-kader yang ada di bawah.

Selain itu, Rossa mengatakan dalam waktu dekat ini IPPNU Jatim akan melakukan turba ke cabang-cabang, untuk melihat langsung hasil dari TOT IPK RM ini.

"Program ini nantinya akan di bawa ke pusat karena remaja saat ini perlu penanganan serius, itu tidak hanya di Jatim melainkan di daerah seluruh Indonesia," Jelas Rossa.

Acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Jatim Dra Suhartuti dan dihadiri oleh Wakil Ketua PWNU Jatim Drs H Sidiq akan berlangsung selama tiga hari. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Kajian, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur melakukan aksi solidaritas berupa penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan longsor yang kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia, Sabtu hingga Senin (1-3/2).

?

Dalam penggalangan dana ini, puluhan aktivis tersebut melakukan aksi solidaritasnya dari pagi hingga sore hari di traffic light simpang empat Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Mereka memintai sumbangan kepada setiap kendaraan yang berhenti di traffic light itu.

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana

?

Mukhtar selaku Korlap aksi solidaritas kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Senin (3/2) mengaku bahwa tidak semua pengendara yang mengulurkan tangannya. Dari sekian pengendara, hanya sekitar 50 % saja yang mengulurkan bantuan.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Aksi ini kami lakukan untuk saudara kita yang tertimpa musibah baik di Jombang maupun daerah lainnya di Indonesia. Khusus untuk daerah Jombang, nanti hasil dana yang kami peroleh langsung akan disalurkan melalui PMII Cabang Jombang,” ungkapnya.

?

Diakui Mukhtar, aksi solidaritas untuk pengumpulan dana ini akan terus dilakukan sesuai kesepakatan para anggota PMII STAI Zaha Genggong. “Penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur para mahasiswa meskipun hanya dengan hitungan nominal rendah. Dengan cara begini kami ingin supaya masyarakat di Kabupaten Probolinggo mempunyai rasa peduli terhadap sesama yang sedang menjadi korban bencana,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Doa, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 25 November 2017

Ziarah Kubur di Bulan Syaban

Bulan syaban telah tiba, sebagian masyarakat kita menamakan bulan syaban dengan bulan ruwah. Kata ruwah identik dengan kata arwah, memang keduanya saling berhubungan.

Dinamakan bulan ruwah karena bulan ini adalah bulan di mana para arwah leluhur yang telah mendahului kita menengok keluarga yang ditinggalkan di dunia. Dan keluarga yang masih hidup berbondong-bondong mendoakan arwah para leluhur menjelang bulan ramadhan. Baik melalui doa, sedekah, tahlil dan tahmid maupun langsung berziarah ke kubur.

Bulan syaban menjadi bulan special, artinya ada beberapa tradisi yang berlaku di bulan ini yang tidak dilaksanakan pada bulan-bulan lain. Diantara tradisi itu adalah menengok makam atau meziarahi kubur orang tua, kakek-nenek, saudara, sanak family, suami atau istri, anak atau bapak yang telah mendahului.

Ada banyak macam nama untuk tradisi ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan atau di akhir bulan Syaban. Sebagian mengatakan dengan istilah arwahan, nyekar (sekitar Jawa Tengah), kosar (sekitar JawaTimur), munggahan (sekitar tatar Sunda) dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, hal ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan serasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadhan.

Ziarah Kubur di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah Kubur di Bulan Syaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah Kubur di Bulan Syaban

Oleh karena itu perlu kiranya menenegok kembali beberapa hal yang berhubungan dengan masalah ziarah kubur. Karena pada kenyataannya banyaknya tabir dan hikmah yang tersimpan di dalamnya, mampu menjadikan ziarah kubur sebagai salah satu tradisi yang bertahan di sekitar kita.

Pada masa awal-awal Islam, Rasulullah saw memang pernah melarang umat Islam berziarah ke kuburan, mengingat kondisi keimanan mereka pada saat itu yang masih lemah. Serta kondisi sosiologis masyarakat arab masa itu yang pola pikirnya masih didominasi dengan kemusyrikan dan kepercayaan kepada para dewa dan sesembahan. Rasulullah saw mengkhawatirkan terjadinya kesalah pahaman ketika mereka mengunjungi kubur baik dalam berperilaku maupun dalam berdoa.

Akan tetapi bersama berjalannya waktu, alasan ini semakin tidak kontekstual dan Rasulullahpun memperbolehkan berziarah kubur. Demikian keterangan Rasulullah saw dalam Sunan Turmudzi no 973

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? :"? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"? ?

Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda "Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Demikianlah sebenarnya hukum dasar dibolehkannya ziarah kubur dengan illat (alasan) tazdkiratul akhirah yaitu mengingatkan kita kepada akhirat. Oleh karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua dan juga ke makam orang shalih dan para wali. Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat. Begitu pula ziarah ke makam para wali dan orang shaleh merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan, sebagaimana pendapat Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitab Al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Beliau ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengn melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula perjalanan ke makam mereka.

Adapun mengenai hikmah ziarah kubur Syaikh Nawawi al-Bantani telah menuliskannya dalam Nihayatuz Zain demikian keterangannya "disunnahkan untuk berziarah kubur, barang siapa yang menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya"

Demikianlah hikmah di balik ziarah kubur, betapa hal itu menjadi kesempatan bagi siapa saja yang merasa kurang dalam pengabdian kepada orang tua semasa hidupnya. Bahkan dalam keteragan seanjutnya masih dalam kitab Nihayatuz Zain diterangkan "barang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap hari jumat pahalanya seperti ibadah haji".

Apa yang dikatakan Syaikh Nawawi dalam Nihayuatuz Zain juga terdapat dalam beberapa kitab lain, bahkan lengkap dengan urutan perawinya. Seperti yang terdapat dalam al-Mujam al-Kabir lit Tabhrani juz 19

.? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah saw bersabda "barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari jumat maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Adapun mengenai pahala haji yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang menziarahi kubur orang tuanya terdapat dalam kitab Al-maudhuat berdasar pada hadits Ibn Umar ra.

?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? " ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah saw bersabda "Barang siapa berziarah ke makam bapak atau ibunya, paman atau bibinya, atau berziarah ke salah satu makam keluarganya, maka pahalanya adalah sebesar haji mabrur. Dan barang siapa yang istiqamah berziarah kubur sampai datang ajalnya maka para malaikat akan selalu menziarahi kuburannya"

Akan tetapi tidak demikian hukum ziarah kubur bagi seorang muslimah. Mengingat lemahnya perasaan kaum hawa, maka menziarahi kubur keluarga hukumnya adalah makruh. Karena kelemahan itu akan mempermudah perempuan resah, gelisah, susah hingga menangis di kuburan. Itulah yang dikhawatirkan dan dilarang dalam Islam. Seperti yang termaktub dalam kitab Ianatut Thalibin.Sedangkan ziarah seorang muslimah ke makam Rasulullah, para wali dan orang-orang shaleh adalah sunnah.

(? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dimakruhkan bagi wanita berziarah kubur karena hal tersebut cenderung membantu pada kondisi yang melemahkan hati dan jiwa.

Dari keterangan panjang ini, maka tradisi berziarah kubur tetaplah perlu dilestarikan karena tidak bertentangan dengan syariah Islam. Bahkan malah dapat mengingatkan akan kehidupan di akhirat nanti. Apalagi jika dilakukan di akhir bulan Syaban. Hal ini merupakan modal yang sangat bagus untuk mempersiapkan diri menyongsong bulan Ramadhan. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 18 November 2017

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi menggelar pertemuan tertutup dengan mantan presiden Megawati Soekarno Putri di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (5/7).



Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega

Hasyim datang ke kediaman Megawati sekitar pukul 10.50 WIB dengan mengendarai sedan warna hitam, dan langsung masuk ke halaman rumah Mega. Hasyim lalu disambut Mega yang nampak memakai baju merah dengan didampingi Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo.  Mereka lalu menggelar pertemuan di ruang tamu. Wartawan yang melakukan liputan hanya dibolehkan mengambil gambar beberapa menit, dan tidak diperkenankan mengikuti isi pertemuan.

Usai bertemu Mega, Hasyim mengatakan, pertemuan tertutup itu hanya membahas hal-hal terkait kegiatan dan program ICIS. Dalam waktu dekat ini, ICIS menggelar halaqah internasional dan mengundang Mega sebagai salah pembicara. “Hanya bicara soal ICIS dan nasionalisme kebangsaan,” kata Hasyim kepada wartawan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Hasyim, ICIS yang bulan ini genap berusia enam tahun telah tiga kali menggelar konferensi internasional. Dan, lahirnya  tak lepas dari peran Mega ketika masih menjabat sebagai Presiden.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Ide lahirnya ini berawal dari saya dan mantan menteri luar negeri yang saat itu dijabat Hasan Wirajuda. Karena rekomendasi presiden  ICIS bisa go internasional. Presiden saat itu kan Ibu Mega," terang pengasuh pondok pesantren  Al Hikam Malang dan Depok ini.

Dalam pertemuan tersebut, Hasyim melaporkan kepada Mega bahwa ICIS didirikannya telah menjadi bagian penting bagi dunia internasional. Bahkan, bisa bnerperan sebagai second track diplomation. “ICIS ini sudah jadi, Bu Mega kan juga perlu tahu karena dulu yang memberi rekomendasi,” ungkap mantan Ketua Umum PBNU ini.

Hasyim juga mengakui adanya perasaan keprihatinan yang sama dengan Mega dalam fenomena menurunnya sikap nasionalisme bangsa Indonesia. "Konsep ICIS, penyatuan Islam moderat dan nasionalisme. Saya berharap beliau bisa sampaikan tentang konsep nasionalisme religius karena saya lihat nasionalisem di Indonesia menurun karena perkembangan global.

Baik Hasyim maupun Mega sepakat, bahwa nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia harus dibangun kembali. “Orang jadi pragmatis dan instan. Ini tentu tidak bagus, sehingga perlu ditumbuhkan nasionalisme di generasi muda," jelasnya.

Seperti diketahui, setelah tak menjabat lagi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi giat di bidang advokasi institusional dengan membesarkan peran dan kiprah (ICIS). Pada beberapa kesempatan, Hasyim berharap ICIS bukan hanya menggelar konferensi umat Islam saja, tapi juga berperan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di beberapa Negara. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 17 November 2017

Rangkap Jabatan, Ketua Umum Fatayat Harus Mundur

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Perangkapan jabatan yang dilakukan oleh Ketua Umum PP Fatayat Maria Ulfa Anshori dengan salah satu ketua PKB tak dapat dilakukan. Ketua PBNU H. Ahmad Bagdja mengungkapkan bahwa aturan PBNU melarang dilakukannya perangkapan jabatan.

“Semua pengurus, lembaga, lajnah dan badan otonom dilarang melakukan perangkapan jabatan di partai politik, organisasi yang berafiliasi dengan parpol dan jabatan politik,” tandasnya (7/5).

Namun demikian, karena saat ini menjelang kongres Fatayat yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang, PBNU mentoleransi. Ini penting untuk menjaga kesinambungan persiapan kongres dan sekaligus pertanggungjawaban kebijakan yang diambil dalam forum kongres. “Jika rentang waktunya panjang, maka harus dibicarakan dalam forum rapat untuk membahas mekanisme penggantiannya,” imbuhnya.

Maria Ulfa Anshori yang ditemui di Kantor PP Fatayat menyadari adanya aturan pelarangan rangkap jabatan tersebut. Namun dia mengungkapkan akan menyelesaikan tugasnya dahulu dan menyerahkan mandat dalam kongres.

“Ini merupakan bagian yang akan dibicarakan dalam kongres dan saya berharap ketua Fatayat ke depan juga tak rangkap jabatan,” tandasnya.

Belum Serius di Politik

Ditanya tentang motivasinya terjun ke dunia politik, dia sebenarnya mengaku tak terlalu tertarik. “Saya tidak tahu di parpol ada manfaatnya apa tidak, sampai sekarang saya masih mengidentifikasi, mungkin lebih bermanfaat di luar untuk mengurusi ummat,” tandasnya.

Namun keterlibatan aktifis perempuan dalam dunia politik dinilainya perlu untuk bisa turut membuat kebijakan. “Mau tidak mau harus ada aktivis yang ke sana kita sudah koar-koar dibawah tetapi tak ada yang mendengarkan, makanya harus berjuang di dua lini,” imbuhnya.

Kondisi saat ini diuntungkan dengan adanya kuota untuk perempuan. ini memberi ruang bagi perempuan masuk ke legislatif walaupun hasilnya belum diketahui apakah bisa turut berperan untuk mengambil keputusan atau tidak.(mkf)

 

 

 

(

 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rangkap Jabatan, Ketua Umum Fatayat Harus Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkap Jabatan, Ketua Umum Fatayat Harus Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkap Jabatan, Ketua Umum Fatayat Harus Mundur

Kamis, 16 November 2017

1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga Nahdliyin kembali menikmati mudik gratis bersama menyusul mudik bareng PBNU, Ahad (12/7). Kali ini mudik bareng difasilitasi Partai Kebangkitan Bangsa. Kurang lebih 1500 orang turut serta dalam program mudik bareng PKB yang berangkat, Senin, 13 Juli 2015.

1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Warga Nahdliyin Mudik Kembali Mudik Gratis dari PKB

Pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, 30 armada bus berkapasitas 60 orang tampak terparkir rapi di seputar Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Para pemudik pun berlalu lalang dengan bawaan beraneka macam. Rerata tas panggul dan kardus di kedua tangan sebagai oleh-oleh bagi keluarga di kampung halaman.

Salah seorang pemudik, Noviana, ibu muda asal Surakarta bercerita, ia ikut mudik bareng lantaran kedua anaknya sudah pulang ke rumah neneknya beberapa hari lalu. "Saya sendirian, suami masih ada kerjaan di Jakarta. Jadi, mudiknya nanti menyusul," ujarnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Novi mengaku baru sekali ini ikut mudik bareng PKB. "Itu juga saya tahunya sudah mepet. Dapat kabar dari teman. Mestinya, kalau sosialisasinya jauh hari sebelumnya, mungkin yang ikut akan banyak," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, pria asal Tasikmalaya mengaku mudik ke Wonogiri. Bersama anak perempuannya yang masih SD, pria yang tidak bersedia disebut namanya ini mudik ke rumah mertua. "Karena istri saya masih ada kerjaan di Jakarta. Jadinya tanggung, sayang kalau ditinggal (kerjaannya-red)," ungkapnya.

Ia mengaku sudah biasa mudik ke Wonogiri tanpa dibarengi istrinya. "Saya senang merayakan di kampung istri. Sebab, pasti ramai. Ada kegiatan takbir keliling dari remaja masjid dan musholla. Anak saya senang banget lihat acara itu," jelasnya.

Mudik bareng PKB yang dipusatkan di Tugu Proklamasi dilepas Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. "Pak ketua umum lagi ada acara. Jadi, saya yang mewakili. Saya nitip salam buat keluarga di rumah. Semoga perjalanan lancar, aman, dan nyaman," ujar Karding di hadapan ribuan pemudik.

Bagi Karding, mudik merupakan tradisi sakral yang dimiliki bangsa Indonesia. Pihaknya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat khususnya warga Nahdliyin yang susah mendapat tiket. "Apalagi tren harga tiket mengalami kenaikan signifikan," ujarnya.

Beberapa pengurus teras PKB tampak hadir dalam pelepasan pemudik, antara lain KH Abdul Ghafur. Tampak juga artis yang juga kader PKB Arzetty Bilbina. Wartawan media cetak dan media online sibuk mengabadikan momen pemberangkatan "mudik berkah" ini. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos

Oleh Hijroatul Maghfiroh

Dalam tulisan sebelumnya mengenai bank sampah, nasabah haruslah memilah sampah terlebih dahulu dari rumah. Sampah yang dipilah adalah sampah organik yang mudah terurai dan sampah non-organik yang susah terurai.

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos

Sampah non-organik seperti botol plastik, kaleng, plastik, kertas, dan lain-lain kemudian dijual ke pengepul dan sisanya dikelola dengan cara recycle atau mendaur ulang, keterangan lebih lanjut bisa dibaca di tulisan sebelumnya tentang mengelola sampah dengan 3R.

Dalam seri tulisan terakhir ini kami akan menyampaikan bagaimana mengelola sampah organik baik skala rumah tangga maupun komunitas. Sampah organik ternyata sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitar jika kita bisa mengelolanya dengan mengubahnya menjadi kompos.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pasti kita semua tidak asing dengan istilah kompos, pupuk alami yang dapat menyuburkan tanah dan membantu proses berkembangnya tanaman dengan cara organik. Kompos selain mampu mengurangi sampah organik juga mampu menggantikan penggunaan pestisida untuk tanaman yang berdampak buruk bagi tanah dan lingkungan. Lalu bagaimana membuat kompos, inilah beberapa cara membuat kompos secara sederhana;

Pertama, siapkan media yang akan digunakan untuk membuat kompos. Medianya bisa berbentuk karung yang berarti hanya akan menghasilkan kompos padat, atau ember yang sudah dilubangi sebagai sirkulasi udara dan sudah disediakan pembatas di bawah untuk menampung kompos cair sekaligus menghasilkan kompos padat di bagian atas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebenarnya masih banyak pilihan media lain yang bisa digunakan dalam membuat kompos. Dalam tulisan ini akan dijelaskan pembuatan kompos menggunakan media ember dengan pembatas yang akan menghasilkan kompos cair dan padat.

Kedua, untuk mempercepat proses pembuatan kompos dan membantu menghilangkan bau dalam proses kompos, kita dapat menambahkan cairan bioaktivator. Cairan ini bisa didapatkan di toko obat atau dengan membuatnya sendiri.

Ada banyak pilihan membuat bioaktivator. Salah satunya dengan menggunakan 20 liter air kelapa, 2 kg gula merah, 6 potong ragi tapai. Bahan-bahan itu kemudian dicairkan menjadi satu untuk mempermudah pencairan. Ambil air kelapa untuk merebus gula beras. Ketika gula merah sudah cair, campurkan dengan sisa air kelapa lainnya dan tambahkan ragi tapai. Diamkan sampai 24 jam. Masukan ke dalam botol dan tutup rapat.

Ketiga, proses pembuatan kompos dimulai. Sampah organik yang telah dikumpulkan dicacah untuk mempercepat proses. Setelah dicacah, semprotkan bioaktivator yang sudah kita buat di atas. Bioaktivator yang telah dibuat di atas dan akan digunakan, harus dicampur dengan 400 ml air dari 3 sendok teh/tutup botol bioaktivator.

Keempat, masukkan sampah cacahan yang telah disemprot bioaktivator ke dalam media kompos dalam hal ini ember (bisa juga karung). Untuk pemancing proses komposting sampah cacahan tadi bisa dicampuri kompos padat yang sudah jadi, sekam, atau abu dapur.

Jika menggunakan media karung, ikat karung yang sudah berisi sampah yang akan dikomposting. Diamkan. Jika dalam waktu setidaknya 24 jam karung bersuhu tinggi atau panas, berarti proses komposting berjalan dengan baik.

Kelima, tambahkan terus setiap hari cacahan sampah organik ke dalam media komposting. Jika kompos yang dihasilkan terasa ‘becek’ atau berair, campurkan kompos yang sedang berproses dengan sampah daun kering.

Jika menggunakan media ember yang menghasilkan kompos cair, pastikan kompos cair terkontrol dengan mengambilnya secara reguler melalui lubang bawah ember yang sudah disiapkan agar cairan kompos tidak menggangu proses kompos padat di atasnya.

Keenam, lakukan terus-menerus hingga kompos penuh. Jangan lupa mengaduknya dengan menggunakan kayu atau benda lainnya agar kompos yang sudah jadi di bawah bisa lebih dulu digunakan, karena jika sudah menjadi kompos, ia akan terus menyusut.

Ketujuh, kompos berwarna kecoklatan sampai hitam pekat dan lembut sudah siap digunakan. Kompos cair bisa digunakan untuk menyemprot daun dan batang. Tetapi penggunaannya juga harus dicampur dengan air, 3 sendok teh kompos cair dengan 2 liter air.

Mudah bukan membuat membuat kompos? Selain mengurangi sampah organik yang menimbulkan bau menyengat jika tidak dikelola dengan baik, kompos juga bisa membantu petani mengembalikan kesuburan tanah dan menjadikan hasil tanamannya sebagai tanaman organik yang selain sehat juga berdaya jual tinggi. Jadi tunggu apalagi. Ayo bikin kompos sendiri. Mulai lah menanam dengan hasil kompos tadi.

*) Hijroatul Maghfiroh, Program Manajer Lingkungan Hidup Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Halaqoh, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 08 November 2017

Alumni NU-Mesir Dukung Sikap Al-Azhar

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para kader Nahdlatul Ulama (NU) alumni Universitas Al-Azhar Mesir menyatakan dukungan penuh terhadap sikap lembaga Al-Azhar, beserta Syekh Agung Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb dan Mufti Agung Republik Arab Mesir Syaikh Ali Jum’ah.

Pernyataan dukungan ini muncul dalam pertemuan Syawalan dan Reuni Kader NU-Mesir bertema “Reinventing Peran Keilmuan dan Keumatan Kader NU-Mesir di Indonesia” yang diselenggarakan PP Aji Mahasiswa Al-Muhsin, Krapyak Wetan, Yogyakarta, Ahad (1/9). Hadir dalam kesempatan ini Katib Aam PBNU KH Malik Madani.

Alumni NU-Mesir Dukung Sikap Al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni NU-Mesir Dukung Sikap Al-Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni NU-Mesir Dukung Sikap Al-Azhar

Seperti diberitakan sejumlah media, pihak yang mendapat dukungan ini merupakan kelompok yang menyetujui aksi militer pengumuman peta jalan bagi masa depan Mesir dengan melengserkan Presiden Mursi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 100 kader NU alumni Mesir dari berbagai strata pendidikan ini sepakat tentang kondisi aktual di Mesir yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan permasalahan negaranya. 

Selain merumuskan sikap terhadap krisis di Negeri Seribu Menara, para alumni juga menyadari tentang belum maksimalnya peran publik kader NU-Mesir di Indonesia di bidang keilmuan dan keumatan. Mereka membutuhkan panduan umum yang dapat mengarahkan kepada peran di kedua bidang tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara reuni yang baru dilaksanakan pertama kali ini merekomendasikan pula kepada alumni untuk membangun sistem, jaringan dan manajemen organisasi yang lebih baik. Diakui, pengeloaan alumni Mesir di Indonesia selama ini belum tergarap secara optimal.

Kiai Malik dalam taushiyahnya mendorong alumni Mesir andil dalam memperkaya khazanah keilmuan dan memperkuat paradigma pemikiran Islam di Indonesia yang toleran dan moderat. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan memperdalam literatur keislaman dari Timur Tengah sekaligus memperkaya literasi keislaman yang sekarang ini mulai menurun. (Anis Mashduqi/Mahbib )

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 04 November 2017

“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebuah visi atau cita-cita hanya akan berhasil melalui kerjasama dengan berbagai fihak yang mendukungnnya. Silaturrahmi antar stake holder dapat menyatukan pandangan bersama secara lebih baik akan tujuan yang akan mereka raih.

Demikian pula, PBNU menganggap komunikasi dengan stakeholdernya ini sangat penting sehingga dalam bulan harlah ini diselenggarakan “Silaturrahmi Nasional” yang rencananya akan diadakan pada Sabtu, 2 Februari 2008 di Istana Wakil Presiden.

“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin (Sumber Gambar : Nu Online)
“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin (Sumber Gambar : Nu Online)

“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin

“Kita ingin merekatkan tali silaturrahmi sekaligus juga ingin mengucapkan terima kasih, bahkan juga kita ingin membuka kemungkinan kejasama yang lebih luas, kepada banyak fihak,” kata Sekretaris Panitia Harlah H. Anas Taher di Gd. PBNU, Selasa (8/1).

Para mitra strategis yang terdiri dari ulama, pengusaha, kedutaan besar, pejabat tinggi, lembaga-lembaga non pemerintah, dan lainnya dengan jumlah sekitar 300 orang akan dipertemukan dalam sebuah forum yang tidak terlalu formal untuk lebih menjalin keakraban.

“Siapa tahu dalam pertemuan ini akan terbangun komunikasi yang lebih intensif sehingga terbuka kemungkinan baru untuk melakukan program kemitraan yang memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada warga NU dan kepada ummat,” tandasnya.

Dijelaskannya, forum ini bersifat berkomunikasi dan berbagai yang saling menguntungkan, bukan hanya untuk kepentingan PBNU. “Kita mempertemukan sehingga bagaimana komponen ini saling merakit, merajut membangun sebuah jaringan ke-NU-an yang didasarkan atas saling memberi manfaat,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Anas yang juga salah seorang pengurus Ponpes Assidiqiyah Jakarta ini menjelaskan pelaksanaan acara tepat sehari sebelum acara peringatan harlah di Gelora Bung Karno agar para ulama dari berbagai daerah bisa hadir dalam pertemuan ini.

Dijelaskannya, silaturrahmi dengan para mitra strategis ini bukan hanya diselenggarakan ditingkatan nasional, PWNU dan PCNU diharapkan juga menggelar kegiatan yang sama di daerahnya masing-masing untuk tasyakuran dan saling berkomunikasi tentang program kerja. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Fragmen, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 01 November 2017

Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14

Majalengka,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rais ‘Aam Idarah ‘Aaliyah Jamiyyah Ahlith Thoriqoh NU An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, pada Muktamar di Malang, menintruksikan memasyarakatkan thariqah dan menthariqahkan masyarakat.

Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14 (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14 (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14

Untuk melaksakan intruksi itu, Pengurus Idarah Syu’biyyah Majalengka menggelar Rangkaian Safari Manaqib Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah di tiap kecamatan. Kegiatan tersebut digelar Selasa malam terakhir bulan kedua.

Safari manaqib ke-14 digelar di PondokPesantren Asasul Huda, Ranji Wetan, kecamatan Kasokandel, Selasa malam (21/10). Kegiatan tersebut disertakan dengan menyambut tahun baru 1436 Hijriyah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Shalawat Thariqah, hadharah, taushiyah, dan di akhir dengan pembacaan manaqib dan istightsah serta doa.

Hadlarah dan taushiah dipimpin dan disampaikan DR. KH. Ahmad Syarkosi Subki. Ia adalah Pengasuh Pesantren Mansya’ul Huda sekaligus Rois Jatman Idarh Wustho Jawa Barat dan anggota Majelis Ifta Jatman Idarah ‘Aaliyah. Sedangkan manaqib dan istighotsah dipimpin oleh Mudir Al-Mukarom KH Abdul Rosyid.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam taushiahnya, Kiai Sarkosi menjelaskan akan pentingnya berthariqah, khususnya bagi nahdliyyin dan umat Islam pada umumnya.

Karena berthariqah, menurutnya, adalah mengamalkan ilmu, wirid, shalawat, dan zikir sesuai dengan tuntunan dan tata cara yang diajakarkan oleh Rasululullah Saw, para sahabat, tabi’in, dan para ulama dengan sanad dan ijazah yang jelas.

Ia menjelaskan, orang yang berthariqah tidak bisa sembarangan mengamalakan ilmunya, wirid dan sebagainya tanpa ada tuntunan dan bimbingan dari seorang guru atau mursyid.

Acara yang dimulai jam 20.00 wib dan berakhir jam 23.30 ini diikuti selain diikuti jamaah juga dihadiri para ulama, Pengurus Idarah Syu’biyah Jatman Majalengka, PCNU, Banom, dan Muspida Majalengka serta Muspika kecamatan Kasokandel.

Dalam acara tersebut juga dilangsungkan pelantikan dan baiat Pengurus Ghusniah (Pengurus Kecamatan) Jatman kecamatan Kasokandel. (Atep ZM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Halaqoh, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 28 Oktober 2017

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Munculnya revisi UU KPK dinilai sejumlah tokoh lintas agama sebagai upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi. Sebagai bentuk keberatan mereka, tokoh-tokoh lintas agama mengeluarkan empat seruan.

Empat poin tersebut, yakni pembentukan dewan pengawas KPK, penambahan kewenangan surat perintah penghentian penyedikan (SP3), pengaturan tentang penyadapan, serta kewenangan bagi KPK untuk mengangkat penyidik sendiri.

Seruan ini disampaikan dalam acara "Jaringan Gusdurian dan Tokoh Lintas Agama untuk Memberikan Dukungan kepada Penguatan Pemberantasan Korupsi" di Rumah Pergerakan Griya Gusdur, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta, Kamis (4/2).

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Dilemahkan, Tokoh-tokoh Agama Tuntut Ketegasan Jokowi

"Kita lihat urusan pemberantasan korupsi semakin hari semakin berat karena dari yang tampak tertangkap mulai dari kalangan pejabat, swasta bahkan di kalangan DPR dan pengadilan sehingga ini merupakan tugas yang sangat berat terutama pada KPK. Tetapi, kita melihat berkali-kali KPK ini dilemahkan," kata Ketua PBNU KH Imam Aziz dalam acara tersebut.

Karena itu, Imam menganjurkan dan mendorong seluruh pemimpin agama menyerukan agar menghentikan politisasi dan kriminalisasi terhadap KPK. Dia juga berharap KPK bekerja secara optimal agar pemberantasan korupsi bisa berjalan lancar.

Adapun seruan yang disampaikan tokoh-tokoh agama itu adalah sebagai berikut:

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertama, mengingatkan kembali Presiden Republik Indonesia Jokowi untuk terus secara sungguh-sungguh memimpin pemberantasan korupsi sebagaimana dinyatakan dalam berbagai kesempatan dan janji-janji selama masa kampanye.

Kedua, meminta Presiden mengambil langkah tegas, tepat dan terukur mengatasi pelemahan dan kriminalisasi terhadap KPK.

Ketiga, mendorong semua pihak agar menghentikan pelemahan dan kriminalisasi terhadap pemberantas korupsi baik melalui revisi UU KPK maupun kriminalisasi mantan komisoner dan penyidik KPK yang saat ini masih berlangsung.

Keempat, menyerukan seluruh tokoh agama/keyakinan dan organisasi keagamaan untuk terus menyuarakan gerakan memberantas korupsi untuk mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang bersih.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain Ketua PBNU KH Imam Aziz, hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Sekretaris Jenderal Conference on Religion and Peace (ICRP) Romo Johannes Hariyanto, Ben Rahal (Sikh), Wakil Sekjen PGI Pendeta Krise Gosal, perwakilan dari Hindu Nyoman Udayana Sangging dan perwakilan aliran kepercayaan Kapribadenan Suprih Suhartono. Selain itu, hadir juga mantan ibu negara Shinta Nuriyah Wahid dan intelektual muslim dan mantan Sekretaris Kabinet era Gusdur Djohan Effendi. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 24 Oktober 2017

Dua Tahun Mengudara, Radio NU Temanggung Suarakan Islam Moderat

Temanggung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Media penyiaran radio NU Temanggung Santika FM mengadakan peringatan hari lahir kedua, Ahad (17/4). Harlah yang digelar di gedung PCNU Temanggung ini dihadiri sejumlah tokoh, pengurus NU Temanggung, sejumlah perwakilan dari beberapa pengurus badan otonom dan lembaga NU Temanggung.

Ketua NU Temanggung Kiai Muhammad Furqon Masyhuri mengatakan bahwa Rasulullah SAW adalah seorang nabi yang tidak bisa baca dan tulis sehingga Beliau SAW waktu itu menyampaikan dakwahnya dengan suara atau audio. Itu artinya media audio menjadi salah satu segmen terpenting dalam menyampaikan dawah islamiyah ala ahlussunnah wal jamaah.

Dua Tahun Mengudara, Radio NU Temanggung Suarakan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Tahun Mengudara, Radio NU Temanggung Suarakan Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Tahun Mengudara, Radio NU Temanggung Suarakan Islam Moderat

"Semoga ulang tahun yang kedua ini radio Santika FM bisa lebih dewasa dalam menyikapi berbagai hal serta menyampaikan informasi yang baru di Kabupaten Temanggung.? Lebih dari itu semoga Santika FM bisa mengambil peran sebagai media yang mampu menjadi penentram serta menjadi media Islam yang ramah bukanlah Islam yang marah," kata salah satu pengasuh Pesantren Al-Hidayah, Prapak, Krangganan, Temanggung itu.

Menurut salah satu kru radio Santika FM Faiz Syauqi, ulang tahun kedua radio ini mengusung tema Peran Media Dalam Pengejawantahan Islam Nusantara. Untuk mempertajam tema ini Santika FM bekerja sama dengan NU Temanggung dan STAINU setempat mengadakan seminar terkait pentingnya media yang rencananya akan diisi oleh Asep Cuantoro dari KPID Jawa Tengah pada hari Kamis 21 April 2016.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Seminar tersebut akan dilanjutkan dengan peringatan Harlah Ke-93 NU di lokasi yang sama dengan menghadirkan Gus Muwaffieq dari Yogjakarta untuk memperkenalkan sejarah Islam di Nusantara.

Sejarah berdiri Santika FM bermula dari kelompok diskusi alumni IPNU-IPPNU Temanggung yang tergabung dalam KM9 pada 20 September 2010. Mereka sering mendiskusikan hal-hal kekinian pada masa itu. Komunitas yang digawangi oleh Gus Furqon yang saat ini Ketua PCNU Temanggung dan Nurdin ini merupakan komunitas kultural NU yang sangat peduli pada kader muda NU di Temanggung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Radio Santika FM kepanjangan dari Swara Nawa Kartika yang artinya Suara Bintang Sembilan dengan harapan media ini bisa menjadi lidah penyambung suara ulama dan kiai dalam jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Untuk melayani kebutuhan rohani masyarakat, radio ini memiliki banyak program unggulan seperti program insert Aswaja Menjawab yang sangat diminati oleh masyarakat dengan interaktif via sms, Pengajian Live Ahad Pagi yang diisi oleh kiai dan ulama temanggung tersiar tiap Ahad setelah Subuh, program kajian kitab kuning tiap pagi selain hari Ahad? dan sore, program kajian kitab Al-Hikam sebagai penyiram kebutuhan penyejuk hati serta aqidah Islam Aswaja, serta program insert Mutiara Tauhid dan Tasawuf. (M Haromain/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Tegal, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 09 Oktober 2017

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Warga NU kehilangan salah seorang kiainya, yaitu Ajengan KH Ahamd Syahid. Dia adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia wafat pada Sabtu (5/8) selepas maghrib.  

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Ikut Saya ke Cicalengka, Tempatnya Ajengan Syahid

Ajengan KH Ahmad Syahid adalah salah satu teman KH Abdurramahman Wahid (Gus Dur). Pertemanan keduanya terdata pada sebuah tayangan Kick Andy edisi 15 Nov 2007 dengan bintang tamu Gus Dur. 

Pada satu sesi terjadi tanya jawab antara pemandu Kick Andy, Andy F. Noya dan Gus Dur seperti berikut ini:  



Andy : Apakah Gus Dur berminat mencalonkan presiden pada 2009 nanti?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Gus Dur : Saya ini kalau diperintahkan oleh lima sesepuh, saya akan jadi calon, tanpa tim sukses, tanpa duit. Dulu begitu. 

Andy : Kalu Gus Dur maju tanpa uang, tanpa macam-macam, modal Gus Dur apa?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Gus Dur         : Kepercayaan masyarakat. 

Andy : Apa Gus Dur yakin masyarakat masih percaya sama Gus Dur? 

Gus Dur : Lho,  ayo iku saya yuk, kalau saya ke Situbondo, 250 ribu orang 

Andy : Berbanding dua ratus, seratus juta, sedikit sekali itu, Gus. 

Gus Dur : Lho, kalau cuman dia. Banyak. Saya ini, tiap dua, tiga hari sekali ini; kiai kampung; kalau mau ikut nanti hari Kamis, ke Cicalengka dengan saya, tempatnya Ajengan Syahid. Itu 3 ribu kiai kampung.

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maman Imanulhaq Faqih mengaku pernah diajak Gus Dur ke Cicalengka. Pada kesempatan itu, Gus Dur mengomentari tentang kepribadian Ajengan KH Ahmad Syahid. 

“Kalau ingin melihat orang yang ikhlas dalam mempelajari Al-Qur’an, dialah KH Ahmad Syahid. Dia adalah qori kehidupan,” ungkap Kiai Maman yang mengutip Gus Dur. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, AlaNu, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock