Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekitar 3 bulan yang lalu, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha), Tambakberas, Jombang mendirikan rayon di Fakultas Kesehatan Unwaha. Hal ini pertama kali pihak pengurus komisariat melakukan ekspansi di berbagai fakultas setempat.

Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayon PMII Kesehatan Ajak Kader Jadi Aktivis Militan

Pada waktu yang singkat itu, Pengurus Rayon PMII Kesehatan menggelar perekrutan anggota baru atau yang biasa diistilahkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba).

Ma’rifatin Nikmah, Ketua Pengurus Rayon PMII Kesehatan mengajak kepada calon anggota mengabdikan dirinya untuk urusan organisasi dengan menjadi aktivis yang militan. “Menjadi seoarang kader militan sangat dibutuhkan demi kemajuan organisasi PMII, sebab pemikirannya menjadi pilar yang memperkokoh ketangguhan dari organisasi tersebut,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Ahad (20/12) kemarin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Nikmah, aktivis yang militan akan membantu keberlangsungan organisasi PMII lebih baik dan progresif. “Kelangsungan dan kelanggengan organisasi tidak lepas dari terbentuknya kader yang militan terhadap organisasi,” ungkapnya.

Sementara Syaiful Hadi, ketua panitia pelaksana kegiatan, menyinggung tajuk yang diangkat panitia, yakni “Membentuk Kader Militan Berbasis Kesehatan dari Kampus untuk Negeri”, berawal dari realitas bahwa tidak sedikit aktivis pergerakan yang acuh terhadap organisasinya. Mereka lebih mementingkan urusan tampilan atau pola hidupnya daripada memupuk diri menjadi aktivis yang sebenarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tidaklah mudah menjadi calon kader yang memiliki kemampuan untuk menjadi seoarang pionir organisaasi. Hal itu terbukti, para remaja yang sejatinya sebagai penerus bangsa yang baik dan terarah malah kebanyakan sibuk dengan style daripada memikirkan bangsa,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18-20 Desember 2015, di Graha Gus Dur, Tambakberas ini, diikuti tak kurang dari 10 peserta. Selama kegiatan mereka mendapat berbagai materi, di antaranya Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Nilai Dasar Pergerakan (NDP), antropologi kampus, ke-PMII-an, sejarah PMII lokal, sejarah Kopri, mahasiswa dan tanggung jawab sosisal, dan kajian ilmu fakultatif. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 23 Februari 2018

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Palembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengelar turnamen olahraga IPNU Deskana Cup 2016. Ajang kompetisi antardesa yang berlangsung pada 3-8 April merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah desa dan karang taruna Desa Pulau Betung, Kecamatan Pampangan, OKI, Sumatera Selatan.

"Kita ingin mengapresiasi olahraga masyarakat desa," kata ketua PC IPNU OKI Zainul Fitril Walid saat pembukaan, Ahad (3/4). "Bagi pemenang akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan," tambahnya.

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Zainul menjelaskan, ada 28 tim voli dan 16 tim sepak takraw dalam turnamen kali ini. Ia berharap, gelaran ini akan menimbulkan kegiagan positif di kalangan pemuda. “Dan jika memungkinkan akan melahirkan atlet untuk tingkatan lebih tinggi," ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua karang Taruna Desa pulau Betung, Frediansyah menambahkan, kerja sama antara organisasi Karang Taruna dan IPNU harus dipertahankan untuk memberikan kontribusi kepada daerah. "Ini langkah awal, ke depan akan banyak kegiatan lain yang akan kami laksanakan, baik lomba atau bakti sosial," tuturnya.

Kepala Desa Pulau Betung Liansya Idris? mengapresiasi kegiatan pemuda tersebut. Menurutnya, olahraga termasuk hiburan masyarakat desa. "Kami harap kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun, selain sebagai ajang silaturahmi juga penjaringan atlet," pungkas Liansya Idris. (Abdul Malik Syafei/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik

Beragam cara menyampaikan gagasan, termasuk kejengkelan. Aji Prasetyo menuangkannya melalui komik. Ratusan komik yang dibuatnya secara manual ia sebarkan secara gratis di media sosial. Salah satu karyanya adalah “Apa Sih Maunya NU?”

Komik tersebut dibuka dengan percakapan seseorang berpeci dan berpakaian putih, tapi mimik muka melotot dan menghujat. Ia berkata, “Ada apa dengan Banser NU?! Gereja dijaga, tapi pengajian dibubarkan. Ngaku Islam kok gitu.”

Perkataan itu ditanggap seseorang berbaju Jawa yang bahunya tersampir udeng-udeng hitam. Rambutnya gondrong dan berkacamata. Ia menanggapinya dengan muka santai sambil merokok. “Nah, opini macam begini harus dilurusin.”

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)
Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik (Sumber Gambar : Nu Online)

Membela NU, Melawan Opini Pihak Seberang dengan Komik

Menurut pria gondrong itu, saat ini ada yang mengaku atau disebut ulama oleh pengikutnya, tapi perilakunya gemar mengkafirkan orang lain. Ulama tersebut menyebut tsunami Aceh karena warganya selalu bermaksiat. Tahlilan, ziarah, juga menjadi sasaran dia dengan menyebutnya bid’ah dan sesat. “Jangankan terhadap umat lain, sama sesama Muslim aja suka bikin sakit ati,” katanya.?

Sebagai warga NU, kemampuannya dalam membuat komik ia pergunakan untuk membela dan melawan pihak seberang yang doyan membuat opini tanpa tabayun, bahkan menyalahkan, membid’ahkan, sampai mengkafirkan amaliyah warga NU.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk mengetahui lebih jauh proses kreatif Aji Prasetyo dalam menciptakan komik, Abdullah Alawi dari VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mewawancarainya melalui surat elektronik pada Rabu (7/6). Berikut petikannya.?

Komik Apa Sih Maunya NU? ada berapa seri?

Baru satu itu. Saya memang biasa bikin komik pendek-pendek antara 2 sampai 10 halaman untuk menyodorkan opini pada kasus-kasus tertentu.

Asal-mula membuat komik itu? Diminta orang atau bagaimana?

Enggak. Itu kesadaran sendiri. Bermula dari berbagai anggapan sinis terhadap NU. Lantas saat saya ikut harlah Ansor di Kediri tempo hari, saya mencermati pidato Ketua GP Ansor jatim maupun pusat. Dari sana saya tergerak untuk membuat komik itu. Sebagai warga NU dan pengurus Lesbumi, saya rasa ini kewajiban saya untuk turut merespon black campaign pihak-pihak seberang. Jadi, enggak perlu nunggu diminta.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Itu selesai berapa lama pembuatannya?

Dua jam.

Cara menyebarkannya bagaimana?



Saya cuma pajang di fanpage saja. Terus ada orang-orang yang upload di Line, IG, diformat pdf lantas disebar di WA dan sebagainya.

Reaksi positif dan negatifnya bagaimana?

Rame.

Bagaimana reaksinya?

Apresiasi jelas ada. Kalo teror belum ada. Mungkin mereka enggak punya nyali kalo akan berurusan sama Banser. Sampe ada "komik jawaban"nya segala. Tapi menurut kawan-kawan, jawabannya enggak menggigit. Sekadar ngeles saja.

Target komik dengan tema itu gimana?

Targetnya adalah tersebar seluas mungkin di masyarakat sosmed. Gimana caranya sebanyak mungkin orang baca tanpa harus bayar. Untuk melawan opini pihak seberang yang suka menyudutkan banser dan NU.

Apa akan ada "Apa Sih Maunya NU 2"?

Bisa jadi, jika nanti ada ide baru utk menangkis serangan-serangan lain.

Sejak kapan menciptakan komik?

Mulai eksis sejak 2007 mas. Dulunya saya musisi. Lantas ada "insiden Ramadhan" di tahun 2007.

Insiden apa?

Aji kemudian memberikan sebuah link toko buku yang memuat jawaban dari pertanyaan tersebut.Link itu memuat esainya berjudul: “Meluapkan Kejengkelan Pencitraan Ramadhan dengan Komik”?

Kita sudah terbiasa melihat para tokoh masyarakat melakukan pencitraan di depan publik. Tapi, karena aku dulu bekerja sebagai musisi, aku termasuk orang yang cukup apes karena punya kesempatan melihat keaslian mereka. Aku jadi tahu siapa saja tokoh masyarakat yang hobi nongkrong di hotel mewah, apa merk whisky favorit mereka, bahkan siapa saja yang hobi main perempuan.

Di awal mula aku menerjuni profesi sebagai musisi, pemandangan tadi kunikmati dengan berbagai pemakluman. Tapi setelah perda larangan live music muncul, mendadak aku jadi sangat muak terhadap mereka. Bulan Ramadhan hanya menjadi ajang pencitraan. Bikin perda untuk mengatur moral, razia sana sini, padahal perilaku mereka sendiri ternyata jauh dari standar moral yang mereka terapkan kepada rakyatnya.

Akhirnya kuputuskan untuk meluapkan kejengkelanku lewat coretan komik dan kuupload di sosmed. Lantas lahirlah komik celotehku yang kuberi judul Ramadhan penuh Hikmah (2007) dan Setan Menggugat (2008). Dua komik pendek itu, yang kini telah diterbitkan dalam kompilasi Hidup Itu Indah (2010), kubuat di bulan Ramadhan.

Keduanya menjadi monumen awal mula aku menerjuni dunia komik untuk mengkritik berbagai hal, seperti kutuangkan dalam esai komik kali ini, tepat sepuluh tahun setelah aku memulai karirku sebagai komikus opini.?

Mau konfirmasi, berarti jumlah karya yang telah disebar?

Komik pendek saya sudah ratusan judul mas. Mulai dari 2007 sampai sekarang.

Semuanya diperjual-belikan?

Hampir semua saya upload di sosmed secara gratis. Baru setelah banyak, saya bukukan dan dijual

Cara membuat komik itu bagaimana, dengan alat tulis secara manual atau dengan semacam program di komputer?

Manual.

Jika ditarik ke belakang, keterampilan bikin komik sudah ada basisnya? Misalnya minat, bakat, kemudian digeluti sejak 2007





Sejak kecil saya suka menggambar. Lantas kuliah di IKIP ambil jurusan senirupa, tapi sayangnya DO.?

Apakah dengan komik bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari?

Dengan cara saya? Tidak. Karena saya biasa menggratiskan komik-komik saya, sebagai cara saya menyebarkan propaganda perdamaian. Teman-teman saya sesama komikus banyak yang memakai komik sebagai satu-satu penghasilan dan banyak yang sukses. Terutama yang bekerja sebagai ilustrator komik-komik luar negeri. Makanya saya masih nyambi sebagai musisi dan mengelola kedai kopi.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lajnah Falakiyah NU memastikan bulan Syaban genap (istikmal) 30 hari setelah tim rukyat hilal tak melihat bulan sabit sebagai tanda awal Ramadhan.

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Tak Terlihat, PBNU Ikhbarkan Syaban Genap 30 Hari

Pernyataan ini tertuang dalam surat PBNU perihal Ikhbar/Pemberitahuan Hasil Rukyatul-Hilal bil Fili Awal Ramadhan tertanggal 8 Juni 2013 yang ditujukan kepada Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Indonesia.

"Atas dasar istikmal tesebut dan sesuai dengan pendapat al-Madzahib al-Arbaah maka dengan ini PBNU mengikhbarkan/memberitahukan bahwa awal bulan Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu tanggal 10 Juli 2013," bunyi surat tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PBNU menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada segenap warga NU dan umat Islam secara umum pada Ramadhan 1434 H.

"Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT," ujar surat ikhbar, ditutup tanda tangan dari Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat LFNU KH A Ghazali Maroeri mengatakan, pihaknya telah mengelar pengamatan hilal di 90 titik strategis dengan menugaskan 110 pelaksana rukyat bersertifikat nasional. Rukyat dilaksanakan bersama para alim ulama, ahli hisab, ahli astronomi, ahli fiqih dan warga Nahdliyin setempat.

PBNU juga aktif mengikuti sidang itsbat yang diselenggarakan pemerintah di Jakarta, Senin (8/7) petang atau bertepatan dengan 29 Syaban 1434 H. Atas persetujuan ormas-ormas Islam yang hadir, Kementerian Agama dalam sidang itu juga menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Rabu.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan narasumber Wakil Ketua Lakpesdam PBNU H. Ahmad Baso. Seluruh mahasiswa STAINU Jakarta beserta dosen mengikuti kuliah mengawali pertemuan pertama semester genap.

"NU dan NKRI tidak akan dipisahkan selamanya, bagaikan melindungi orang kepanasan, menunjukan jalan yang benar bagi orang yang kesasar, melarang orang yang mengalami kegelapan," ujar Ahmad Baso di kampus yang berlokasi di Yayasan Miftahul Huda, Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad ( 22/1 ).?

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan NKRI Tidak Terpisahkan Selamanya

Menurut dia, NU membangun ikatan kebersamaan pada segenap penduduk Indonesia tanpa melihat latar belakang keyakinan dan agamanya. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, para pejuang dan pahlawan serta syuhada mayoritas dari kalangan santri dan ulama pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU.?

Sehingga, lanjut pria yang pernah nyantri di Pesantren An-Nahdlah Makassar (1985-1990) dibawah asuhan Anregurutta Muhammad Haritsah AS, itu keberadaan NKRI ini dibangun di atas tulang berulang para syuhada, santri, dan ulama tanpa pamrih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para penguasa dan pejabat di Nusantara ini harus menegakkan keadilan tidak mengunakan akal pikiran saja, melainkan menggunakan hati nurani ke-NU-an," kata penulis buku Agama NU untuk NKRI tersebut.

Salah satu mahasiswa STAINU Jakarta bertanya kepada narasumber, bagaimanakah sumbangsih NU untuk mempertahankan UUD 1945 dan Pancasila.

"Hakikat musyawarah itu tidak dapat tergantikan yaitu asas kekeluargaannya, tradisinya dan pondasi. Itu tidak dapat diubah-ubah. Dan yang diubah dari UUD 1945 itu hanyalah bajunya saja, tetapi makna dan filosofi undang- undang tentang ekonomi, adat, agama, dan kemakmuran rakyat Indonesia tetaplah pada pondasinya yaitu Pancasila," jawab Ahmad Baso, anggota Komnas HAM RI (periode 2007-2012).

Kalau, Indonesia diubah dengan sistem lain, lanjut Ahmad Baso, warga NU dan mayoritas umat Islam tidak akan menerima sistem baru yang belum teruji dengan membuang sistem pemerintahan yang telah menjamin pemerintahannya.

"Dengan sejumlah alasan tersebut, tidak ada pilihan bagi warga NU, kecuali semakin mantap dalam berjamiyah serta kukuh menjaga negeri ini. Bahkan dikatakan bahwa NKRI harga mati," pungkasnya. (Elsa Ruspandi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 21 Januari 2018

Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Jama’ah Calon Haji Kabupaten Brebes Tahun 1434 H/2013 M bakal berangkat lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kesempatan tersebut membawa keuntungan tersendiri bagi jamaah karena bisa lebih tenang beribadah dan pulang juga lebih awal. 

Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Calon Haji Brebes Berangkat Awal

“Jamaah Calon Haji Brebes berangkat pada 12 dan 13 September,” tutur Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) H Imam Hidayat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Brebes Senin (9/9).

Imam mengaku berbahagia karena persiapan pemberangkatan sudah matang. Karena telah terjalin kerjasama dengan semua pihak. Sebagai pelayan umat, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melayani jamaah sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 yang telah diperbahauri dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2009. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam Pasal 6, tambah Imam, menyebutkan bahwa Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi, transportasi, pelayanan kesehatan, keamanan, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh jamaah haji.

Dia menjelaskan, jumlah Jamaah Calon Haji yang melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1434 H/2013 M berdasarkan data SISKOHAT sejumlah 1.040 orang. Karena adanya kebijakan pemotongan 20% kuota haji tahun ini, sehingga jumlah jamaah calon haji menjadi 863 orang. Namun telah terjadi mutasi keluar 2 orang,  mutasi masuk 1 orang dan batal tunda 3 orang. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sehingga jamaah Calon Haji yang siap diberangkatkan dari Kabupaten Brebes melalui Embarkasi Adi Soemarmo Solo, berjumlah 859 orang,” papar Imam.

Mereka, lanjutnya, terbagi menjadi tiga kelompok terbang; kloter 12 sejumlah 349 orang, kloter 13 sejumlah 368 orang, dan kloter 14 sejumlah 142 orang. Kloter 12 bergabung dengan Kabupaten Pekalongan, kloter 13 utuh, dan kloter 14 bergabung dengan Kabupaten Wonosobo. 

Kloter 12 maktab di Bakhutmah No. maktab 39 No. rumah 830, kloter 13 maktab di Aziziyah No. maktab 12 No. rumah 221, kloter 14 maktab di Mahbas Jin No. maktab 5 No. rumah 109 dan 110. Bila dilihat menurut jenis kelamin, laki-laki 393 orang (45,75 %) dan perempuan 466 orang (54,25%). (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Mustolih Siradj (konsumen dan donatur Alfamart) selaku Tergugat II mengajukan saksi penting, yakni A. Alamsyah Saragih Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) angkatan pertama.

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Dalam kesaksiannya, Alamsyah menyatakan, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat masuk kategori sebagai Badan Publik. Hal tersebut sebagai konsekuensi pertanggungjawaban kepada publik meskipun entitas Perseroan adalah badan hukum yang seharusnya mencari laba (untung).

“Hal itu sebagai social control kepada penyelenggara sumbangan,” ujar Alamsyah, Jumat (17/3).

Maka itu, lanjutnya, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat dapat dimintai data atau informasi oleh Donatur maupun masyarakat luas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alamsyah yang kini menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menambahkan, laporan Perseroan yang mengumpulkan sumbangan kepada Menteri Sosial tidak menggugurkan kewajibannya kepada publik

“Memberikan informasi seputar sumbangan. Begitu pula dengan yayasan atau lembaga yang mendapatkan atau menerima penyaluran donasi dari Perseroan tersebut juga menjadi Badan Publik,” tegas Alamsyah.

Alamsyah juga menyesalkan apabila ada Perseroan yang meminta sumbagan dari masyarakat tetapi kemudian uang sumbagan itu diklaim sebagai dana CSR (Corporate Social Responsibility) Perusahaan tersebut.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebab mengenai CSR aturannya sudah jelas diatur UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Jo PP No. 47/2012, sumber dana CSR dari dana perusahaan bukan sumbangan,” jelasnya.

Alamsyah Saragih menguatkan Putusan KIP No. 011/III/KIP-PS/2016 yang menyatakan bahwa Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) sebagai Badan Publik karena meminta sumbangan kepada masyarakat atau konsumen secara agresif, rutin, dan masif di seluruh Indonesia. Bahkan berkelanjutan selama bertahun-tahun dengan total donasi yang terkumpul hampir mencapai Rp100 miliar. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Budaya, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, telah meninggal dunia dalang kondang wayang golek Ki Asep Sunandar Sunarya pada Senin, (31/3). Sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat, ia meninggal di sebuah rumah sakit di Bandung, karena serangan jantung. ?

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan

Menurut peneliti di Lakpesdam NU Jawa Barat, Asep Salahudin, Asep Sunandar Sunarya atau akrab disapa Abah Asep, pada 10-15 tahun terakhir, tidak hanya berprofesi sebagai dalang murni, melainkan sebagai da’i. Profesinya yang utama sebagai dalang, tetap dilakukannya.

Dalam mementaskan wayang, Asep menilai, selain terampil menggerakkan boneka dengan dialog-dialog jenaka, Abah Asep juga menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui tokoh-tokohnya. “Misalnya dalam dialog para punakawan, yaitu Semar dengan anak-anaknya.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Abah Asep, tambah Asep melalui saluran telpon pada Senin malam (31/3), mengingatkan kita pada Wali Songo yang melakukan dakwah dengan wayang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang lebih menarik, kata Asep, pesan-pesan keagamaan yang disampakan Abah Asep bukan soal furu’iyah atau fiqih yang formal, melainkan ajaran Islam universal, misalnya ukhwah Islmiyah, kasih sayang, dan persaudaraan.

Ditanya apakah dakwah dengan wayang masih efektif, Asep Salahudin menjelaskan, bisa ya dan tidak. Menurut dia, setiap media itu memiliki segmennya masing-masing. “Wayang bisa jadi efektif bagi para orang tua.”

Tetapi mungkin tidak efektif bagi anak-anak yang baru lahir 10 tahun belakangan ini. Di samping itu, secara kewilayahan, wayang bisa efektif untuk kalangan pedesaan karena selama ini Abah Asep terbukti? banyak diundang manggung di wilayah itu, jarang di perkotaan.

Dalam dunia pedalangan, Abah Asep melakukan modifikasi dalam segi tema yang keluar dari cerita-cerita umum, juga modifikasi tokoh-tokohnya. “Ia telah berijtihad, melakukan modifikasi untuk mendekatkan wayang di dunia yang cepat berubah ini,” pungkas Asep Salahudin. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Budaya, Warta VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

Ingin Jadi Ciri Khas, Madrasah Masukkan Kaligrafi

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. MTs Nurul Islam (Nuris) desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan sejak tahun 2006 silam berkeinginan menjadi salah satu madrasah di Kabupaten Jepara yang memiliki ciri khas. 

Keinginan itu kemudian diaplikasikan dengan memasukkan mata pelajaran kaligrafi yang didik langsung oleh Jamaluddin, kaligrafer dari Jepara. 

Ingin Jadi Ciri Khas, Madrasah Masukkan Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Jadi Ciri Khas, Madrasah Masukkan Kaligrafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Jadi Ciri Khas, Madrasah Masukkan Kaligrafi

Pada perkembangannya sekolah yang dikepalai Ali Asyhari banyak menyabet lomba kaligrafi baik tingkat kabupaten, karisidenan maupun provinsi. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alhamdulillah pada setiap tahun kami sering memperoleh juara I lomba kaligrafi tingkat Kabupaten,” papar Ali saat ditemui di kantornya, Rabu (13/3). 

Hal itu menurut ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR NU) desa Teluk Wetan tidak lain berkat kerja keras pendidik dan utamanya peserta didik mengikuti mapel yang dilaksanakan 2 jam sepekan. Sehingga kini terang lelaki kelahiran Jepara 24 April 1960 banyak yang menganggap Nuris menjadi lawan berat saat di arena musabaqah—(perlombaan-red).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu siswi bersama Laili Ulfatur Raisah yang pernah memenangi lomba 2 kali tingkat Kabupaten sambungnya sejak di bangku sekolah dasar (SD) belum pernah memperoleh pelajaran Kaligrafi. Kemudian di Nuris digembleng kaligrafi 75 % materi sisanya 25 % praktik. 

“Hasilnya bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain,” imbuh lulusan IKIP PGRI Semarang. 

Lebih lanjut, wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) kecamatan Welahan mengungkapkan tujuan dimasukkannya mapel Kaligrafi adalah sebuah harapan madrasahnya memiliki ciri khas yakni bidang kaligrafi. 

Disamping itu, prestasi yang sering diraih harapannya kelak akan dilirik banyak kalangan. Semisal karya akan laku dijual kepada umum dan masih banyak harapan-harapan yang lain. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim   

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam rangka penentuan awal bulan Syawal 1435 H, tim rukyatul hilal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Lanjah Falakiyah NU pada hari Ahad, 27 Juli 2014 telah melakukan rukyatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan telah berhasil melihat Hilal.

PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ikhbarkan, Idul Fitri pada Senin

Atas dasar rukyatul hilal tersebut, sesuai dengan pendapat al madzahibul arbaa’ah, maka dengan ini PBNU mengikhbarkan atau memberitahukan bahwa awal bulan Syawal 1435 Hijriyah jatuh pada hari Senin, 28 Juli 12014.

Kepada warga NU dan umat Islam pada umumnya, kami sampaikan, selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1435 H dengan penuh suka cita. Mohon maaf lahir dan batin. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Semoga ibadah puasa kita dan rangkaian ibadah lainnya selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT dan semoga pula amaliyah bulan Ramadhan bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. (mukafi niam)





VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Cerita, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menyatakan prihatin dengan kondisi dan perhatian terhadap guru di DKI Jakarta. Ada beberapa indikator yang dinilai menjadi bukti bahwa guru di ibu kota negara ini masih dipandang sebelah mata.

Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu: Guru di Jakarta Masih Dipandang Sebelah Mata

“Masih ada guru DKI Jakarta yang hanya mendapatkan gaji 300 ribu per bulan, padahal biaya hidup di Jakarta cukup tinggi. Bagaimana mereka bisa menghidupi keluarganya, menjamin kehidupan yang layak untuk anaknya, serta jaminan pendidikan yang berkelanjutan untuk anak turunnya?” kata Ketua PW Pergunu Aris Adi Leksono dalam siaran pers, Rabu (4/5).

Ia menambahkan, tahun 2015 kemarin gaji guru honorer terlambat bayar hingga 10 bulan. Bahkan, di tahun 2016 belum ada kepastian honor untuk guru honorer di lingkungan Kementerian Agama. Tunjangan kesejateraan daerah (TKD) juta tak diterima semua guru, terutama guru yang lingkungan Kementerian Agama.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Padahal guru DKI Jakarta adalah sama mendidik anak Jakarta. Bahkan beban kerja guru Kementerian Agama lebih besar daripada lainnya dalam hal menanamkan akhlak dan moral pada generasi penerus bangsa,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Aris, terbitnya Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 235 Tahun 2015 tentang Honorarium Guru Non Pagawai Negeri Sipil Dan Tenaga Kependidikan Non Pegawai Sipil semakin menambah kesenjangan perlakuan pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap guru honorer, terutama bagi guru di sekolah swasta, apalagi bagi guru honorer di lingkungan Kementerian Agama.

Karena itu, Pergunu DKI meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta agar dapat memutuskan regulasi yang dapat memperhatikan nasib guru, secara berkeadilan tanpa dikotomi negeri-swasta, Diknas-Kemenag.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemangku kebijakan juga diharapkan bisa menjadi “rumah besar” pelayanan pendidikan di Jakarta yang berkeadilan dengan langkah konkret memberikan TKD untuk semuan Guru dan UMP untuk semua Guru.

“Untuk itu, Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama perlu menerbitkan peraturan bersama untuk guru sebagai wujud sinergi kebijakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru di DKI Jakarta. Jakarta adalah daerah khusus, dengan APBD yang sangat besar, sangat memungkinkan menebitkan peraturan dengan pendekatan leg spesialis,” papar Aris.

PW Pergunu DKI Jakarta, Selasa (3/5) lalu juga menggelar Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta, sebagai respon terhadap proses pendidikan yang tidak merata antara pendidikan di bawah naungan Pemerintah Provinsi dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Tema yang diusung pada seminar yang berlangsung di gedung Sertifikasi Guru Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Lantai 9, Jakarta tersebut adalah "Merajut Konsepsi Pendidikan Holistik dan Berkeadilan". (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi meminta Pemerintah RI menginisiasi anggota negara ASEAN lainnya untuk mengambil langkah penyelamatan atas tragedi kemanusiaan etnis Rohingya. Negara-negara ASEAN khususnya harus segera melakukan upaya penghentian pengusiran etnis Rohingya.

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya

“Kalau mereka diusir dari negerinya, umat Islam harus terpanggil untuk menyampaikan tindakan arogan otoritas setempat mengingat etnis tersebut beragama Islam,” kata Kiai Masdar kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Jumat (15/5) sore.

Tetapi pada saat yang sama karena mereka juga manusia, PBB melalui UNHCR-nya yang menangani pengungsian harus turun tangan. Kedua belah pihak ini baik PBB maupun solidaritas umat Islam harus terpanggil, kata Kiai Masdar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Penyelesaiannya memang tidak harus berbentuk penampungan di negara lain. Kedua pihak ini mesti berupaya menyadarkan otoritas setempat di mana etnis Rohingya tinggal,” Kiai Masdar menambahkan.

Pihak otoritas setempat perlu disadarkan bahwa etnis ini bagian integral sebagai warga bangsa mereka. Mereka sebagai pemegang otoritas berkewajiban melindungi setiap warganya tanpa melihat perbedaan keyakinan, suku, agama, atau lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PBNU menyambut baik ajakan Thailand kepada negara-negara untuk melakukan pertemuan guna membahas nasib imigran Rohingya pada 29 Mei mendatang.

Upaya ini memang tidak mudah. Tetapi jalan ini perlu ditempuh guna menyudahi ratusan imigran etnis Rohingnya menuju suaka, kata Masdar.

Sebagaimana diketahui, ratusan muslim etnis Rohingya melakukan migrasi dari Myanmar, negara tempat kediaman mereka dengan menggunakan sampan-sampan kecil. Mereka terpaksa menempuh jalan laut yang berbahaya dengan stok logistik ala kadarnya untuk menyelamatkan diri dari bentrokan etnis dan agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Sejarah, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peringati khotmil quran, warga pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan ziarah di makam para wali di Yogyakarta, Selasa (27/5). Para santri Nurul Burhany dan pengasuhnya menziarahi khususnya makam KH Muhammad Mufid Mas’ud yang dikenal Mbah Mufid di Pandanaran.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para kiai.

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para kiai beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghapal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Helmi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara salah seorang pengasuh pesantren Nurul Burhany Hj Mila Hasna Hanif menerangkan, Mbah Mufid Pandanaran merupakan salah satu guru pengasuh pesantren Nurul Burhany.

“Karenanya, santri pesantren ini harus dikenalkan dengan Mbah Mufid. Pasalnya, almarhum merupakan simbah guru para santri,” pungkas Hj Mila. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Meme Islam, Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

Doa Ibn Masud yang Menggetarkan

Saat menyiapkan materi pengajian tafsir QS Maryam ayat 78-87 untuk majelis khataman Al-Quran di Melbourne, saya menemukan doa dari sahabat Nabi yang terkenal alim dan cerdas, yaitu Abdullah bin Masud.

Ketika menjelaskan ayat 87: "Mereka tidak berhak mendapat syafaat kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah", Tafsir Ibn Katsir mengutip riwayat di bawah ini:

Doa Ibn Masud yang Menggetarkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ibn Masud yang Menggetarkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ibn Masud yang Menggetarkan

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? -? ? ?-? ?: {? ? ? ? ? ?} ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: "? ? ? ? ? ? ?" ?: ? ? ? ? ?. ?: ?:

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ibnu Abi Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Usman bin Khalid Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hasan Al-Wasiti, dari Al-Masudi, dari Aun bin Abdullah, dari Abi Fakhitah, dari Al-Aswad bin Yazid yang mengatakan bahwa Abdullah bin Masud membaca ayat ini: kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah. (Maryam: 87)

Kemudian Ibnu Masud mengatakan bahwa mereka yang telah mengambil janji di sisi Tuhannya, maka kelak di hari kiamat Allah Swt. akan memanggil mereka, "Barangsiapa yang telah mengambil janji di sisi Allah, hendaklah ia berdiri."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mereka (para tabiin) berkata, "Wahai Aba Abdir Rahman (julukan panggilan Ibnu Masud), kalau begitu ajarkanlah doanya kepada kami." Ibnu Masud menjawab, "Kalau demikian, ucapkanlah oleh kalian doa berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui semua yang gaib dan yang lahir, sesungguhnya saya berjanji kepada Engkau dalam kehidupan dunia ini, bahwa jikalau Engkau membiarkan diriku kepada amal perbuatan yang mendekatkan diriku kepada keburukan dan menjauhkan diriku dari kebaikan, sedangkan aku tidak percaya kepada siapa pun kecuali hanya kepada rahmat-Mu, maka jadikanlah bagiku di sisi Engkau suatu perjanjian yang Engkau akan tunaikan kepadaku kelak di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji."

Dikisahkan sahabat Nabi Ibnu Masud selalu mengiringi doanya ini yang diucapkan dengan penuh rasa takut, memohon perlindungan dan memohon ampunan dengan penuh harap dan cemas kepada Allah SWT. Ibn Syaibah dalam al-Mushannaf mengatakan sanad riwayat di atas shahih.

Apa maksud Ibn Masud dalam doanya di atas?

Mereka yang terikat perjanjian dengan Allah akan diberi syafaat kelak di hari akhir. Para ulama tafsir mengatakan perjanjian yang dimaksud ini adalah ungkapan syahadat. Para ulama sufi menafsirkan perjanjian dalam kalimat syahadat itu adalah perjanjian umum, di luar itu juga ada perjanjian semacam ikatan khusus antara hamba dengan Allah SWT --disesuaikan dengan tugas dan amanah yang diterima masing-masing hambaNya.

Dalam konteks ini Ibnu Masud berbaik hati mengajarkan kita perjanjian antara dia dengan Allah SWT: jikalau ternyata hidupnya lebih banyak bergelimang keburukan dan jauh dari kebaikan, Ibn Masud berjanji untuk tetap kukuh percaya kepada kasih sayang Allah. Inilah ikatan kontrak seorang Ibn Masud. Dia berjanji akan memegang teguh hal ini dan memohon agar kelak dimasukkan ke dalam golongan mereka yang berdiri di saat Allah memanggil mereka yang memiliki perjanjian dengan Allah. Ibn Masud juga tersirat dalam doanya memohon syafaat sesuai perjanjian ini.

Kita mungkin bukan orang-orang khusus yang memiliki perjanjian dengan Allah SWT. Yang kita miliki adalah perjanjian umum saat Allah dulu bertanya "Alastu birabbikum? Bukankah Aku ini Tuhan kalian?" (QS al-Araf:172). Namun tidak salah kita turut mengucapkan doa di atas yang telah diajarkan Ibn Masud karena ada kata kunci di sana: kita tidak mengandalkan amal ibadah kita, yang tidak seberapa dan belum tentu pula diterima Allah. Yang kita harapkan adalah rahmat Allah. Maka sejatinya doa Ibn Masud adalah harapan kita semua: kita berharap kasih sayang Allah meliputi kita semua baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sudah kusampaikan, Ya Arhamar Rahimin....

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Hari raya Idul Adha tahun ini, warga NU cukup antusias dalam berkurban. Menurut tabulasi yang dilakukan oleh PCNU, jumlah kurban warga NU di seluruh Banyuwangi berdasarkan data terakhir mencapai 15.952 ekor dengan rincian 2.194 ekor sapi, 13.642 kambing, dan 166 ekor domba.

"Data ini kita dapat dari laporan masing-masing ranting NU ke MWCNU di masing-masing kecamatan. Kemudian, dilaporkan ke PCNU Banyuwangi untuk ditabulasi," kata Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi Haikal Kafili yang bertugas melakukan pendataan.

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini

Kurban-kurban ini selain disalurkan langsung melalui pengurus NU juga disalurkan melalui takmir masjid, mushalla, dan TPQ di bawah naungan NU. "Ini data akumulatif dari seluruh kurban, baik yang disalurkan oleh pengurus NU, maupun di lembaga-lembaga lain di bawah naungan NU Banyuwangi," imbuh Haikal.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali menilai geliat warga NU untuk berkurban merupakan panggilan ilahiah sekaligus panggilan sosial untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Selain itu, kurban merupakan napak tilas keteladanan, ketulusan hati dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS dalam mematuhi perintah Allah SWT," ungkapnya.

Kiai Masykur menegaskan, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan. "Oleh karena itu dalam konteks kehidupan sosial kita mesti ikhlas berbagi dengan kaum yang kurang beruntung," pungkasnya. (Ay-Noe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, RMI NU, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para remaja dan pelajar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diimbau mengendalikan diri dari pergaulan bebas menyusul meningkatnya jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di daerah ini. Ironisnya, para penderita kebanyakan tengah memasuki usia produktif, yakni 24-35 tahun.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Wonosobo Ahmad Haryanto saat selapanan rutin (pertemuan bulanan) bersama Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Kejajar, Wonosobo, di Gedung Olah Raga (GOR) Desa Tieng, Kejajar, Selasa (19/11).

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Penderita HIV Meningkat, Remaja Wonosobo Diimbau Hindari Pergaulan Bebas

Menurutnya, perlaku seks bebas di kalangan pelajar dan remaja sangat disayangkan, mengingat di usia produktif ini mereka semestinya memanfaatkan lebih banyak kesempatan untuk meraih prestasi atau melakukan hal positif lainya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk meminimalisir agar penyakit ini tidak semakin meluas, cara yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) , dimana para pengurusnya adalah mereka yang ahli di bidangnya,” tegas Ahmad Haryanto. 

Pengasuh Pondok Pesantren Nur Hidayah Kongsi Bumirejo, Mojotengah, Wonosobo, Hakim Muzaki, saat memberi taushiyah mendorong hadirin untuk meneladani semangat juang para ulama NU. Pelajar NU harus sanggup menggunakan masa mudanya untuk berkontribusi kepada NU dan bangsa. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Kecamatan Kejajar, Mashud, mengaku senang dengan pertemuan PAC IPNU-IPPNU Kejajar kali ini. Tak hanya dihadiri kader IPNU-IPPNU ditingkat anak cabang tapi juga para pengurus di tingkat cabang. (Fathul Jamil/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Budaya, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots

Kenitra, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Maroko, tepatnya di samping Souk Houriya, kawasan Biranzaran Kota Kenitra terdapat masjid Indonesia. Hingga kini, masjid itu masih menjadi pusat pengajaran serta pemberantasan buta huruf dan pengajian bakda Maghrib.



Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots

Di tempat ini pula, pertama kali diadakannya pembukaan kajian kitab-kitab turots (tradisi, red.) khusus bagi para peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) STAINU Jakarta yang sedang mengikuti Program Kelas Internasional selama setahun di Universitas Ibnu Thufail, Kenitra, akhir pekan kemarin.

Dalam acara ini, Ustadz Yunus, salah satu pengurus Majlis Ilmi yang juga khotib di masjid Indonesia menyambut baik kedatangan para mahasiswa Kelas Internasional STAINU Jakarta yang ingin memperdalam kajian kitab-kitab turots.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Mamat S Burhanuddin selaku perwakilan dari pihak STAINU Jakarta mengatakan bahwa dibukanya acara ini bertujuan agar para pelajar mampu menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya selama belajar di Maroko, mengingat waktunya yang sangat terbatas.?

Di samping belajar di universitas, mereka juga harus diisi dengan pendalaman kajian kita-kitab turots yang berada diluar kampus sekaligus sebagai ajang untuk berinteraksi langsung dengan warga setempat.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kesempatan ini, Mohammad Zen Hafidz selaku perwakilan dari Kementrian Agama berpesan kepada semua pelajar kelas internasional agar tetap menjaga akhlak dan budi pekertinya ketika bergaul dengan siapa saja, hal ini dikarenakan warga Indonesia dan semua pelajar yang berada di Maroko sudah dikenal baik terutama dari akhlak dan sopan santunnya.

Turut hadir pula Ustadz Thoriq, selaku pembimbing dan guru yang akan memberikan kajian kitab-kitab turots beserta segenap pengurus masjid Indonesia, H. Muhlisin Bisyri dari yayasan Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan Semarang, Ali Syahbana selaku Wakil tanfidziyah PCINU Maroko dan sejumlah anggota perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko serta sejumlah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Ulama, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peneliti pada Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balitbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdul Jamil Wahab, mengungkapkan baik WNI yang mencatatkan perkawinan di KBRI yaitu pasangan WNI sesama Muslim, maupun yang mencatatkan perkawinan di Gemeente (kotamadya), yaitu perkawinan campur, tidak mendapatkan kendala serius. 

Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda

“Namun bagi perkawinan campur persyaratannya lebih banyak, serta harus mendatangi beberapa kantor kementerian,” kata Jamil pada Seminar Hasil Penelitian Pencatatan Perkawinan WNI di Luar Negeri, Jumat (3/11) di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Persyaratan itu juga ditambah dengan keharusan menerjemahkan salinannya dalam bahasa Belanda yang juga harus disahkan Kemenkumham dan Kemenlu, sehingga prosesnya relatif tidak mudah dan memerlukan waktu.

Selain peryaratan administratif, bagi WNI yang melakukan perkawinan campuran, terlebih dahulu harus mengikuti kursus bahasa Belanda hingga dinyatakan lulus. Hal ini logis, karena WNI yang melakukan perkawinan campuran akan tinggal di Belanda.

“Untuk mengikuti kursus harus mengeluarkan biaya 150 euro (Rp2.300.000),” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ada pun WNI yang akan tinggal di Belanda harus membayar izin tinggal yang saat ini besarnya  150 euro. Di samping itu, jika laki-laki yang melakukan perkawinan campur berkebangsaan Belanda, selain haru melengkapi persyaratan administratif, juga harus memiliki gaji cukup untuk hidup berkeluarga di Belanda yaitu sekitar 1.400 euro (22.400.000 rupiah).

Jamil menyebut terdapat 1 pencatatan perkawinan WNI di KBRI dan 18 pencatatan perkawinan di Gemeente. Data tersebut bersumber dari KBRI Den Haag pada April 2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dampak dari persyaratan tersebut, beberapa pasangan mencatatakan perkawinan mereka di Indonesia. Namun,  beberapa WNI di Belanda ada yang memilih hanya menikah sirri atau nikah secara agama saja dan tidak mencatatakannya di KBRI atau di Gemeente.

Pernikahan tersebut tentu saja tidak dibenarkan, baik oleh hukum Indonesia maupun Belanda. Perkawinan sirri ini biasanya dilakukan di depan tokoh agama di rumah, bukan di rumah ibadah, sebab biasanya pihak masjid umumnya tidak menerima perkawinan sirri.

“Bagi pasangan yang menikah secara sirri di Belanda, mereka tidak merasakan secara langsung dampak negatifnya. Hanya saja anak yang lahir dari perkawinan sirri, meski tetap bisa mendapatkan akta lahir, namun dalam akta tersebut hanya dicantumkan sebagai anak ibu, tidak disebutkan ayah biologisnya,” urai Jamil lagi.

Jamil melakukan penelitian tersebut bersama rekan peneliti lainnya yaitu Fachrudin. Penelitian dilakukan akhir 24 April hingga 3 Mei 2017.

Pada seminar tersebut juga diungkap hasil penelitian WNI di luar negeri lainnya seperti di Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia. (Kendi Setiawan)





Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 07 November 2017

PMII Unas Sowan ke Deklarator Murnajati Bahas Independensi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Beberapa kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nasional mengadakan pertemuan dengan salah satu deklarator Independensi Murnajati, Profesor Umar Basalim pada Jumat (24/7) sore kemarin.

PMII Unas Sowan ke Deklarator Murnajati Bahas Independensi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unas Sowan ke Deklarator Murnajati Bahas Independensi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unas Sowan ke Deklarator Murnajati Bahas Independensi

Pertemuan yang membahas isu masuknya PMII menjadi badan otonom NU tersebut juga merupakan rangkaian silaturahim Idul Fitri.

"Pertemuan ini juga dalam rangka momen lebaran, kita silaturahim dengan orang tua kita yang juga mantan rektor Unas Prof Umar. Beliau juga merupakan pelaku sejarah Deklarasi independensi Murnajati," kata Satria Permana, Ketua Komisariat PMII UNAS.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam agenda itu, Prof Umar menceritakan konstelasi saat deklarasi tahun 1972 tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Saat itu tentu beda dengan sekarang, dimana kita masih melihat NU sebagai partai yang mempunyai banyak kepentingan," ungkap mantan Sekretaris Jenderal MPR RI itu.

Sementara itu, perwakilan IKA PMII Unas Don Gusti Rao mengungkapkan pentingnya pertemuan ini dalam rangka konsolidasi internal PMII Unas dan DKI Jakarta.

"Silaturahim ini begitu penting mengingat akan dibahasnya PMII menjadi banom NU pada muktamar di Jombang Agustus nanti. Dan Prof Ubas adalah deklarator yang harus kita dengar pendapatnya secara objektif," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa apapun keputusannya saat muktamar nanti, kader PMII harus tetap legowo.

"Soal keputusannya ya harus legowo, apapun itu. Meski secara pribadi saya menolak. Adanya pro kontra hal yang lumrah," tutup bendahara umum PKC PMII DKI Jakarta tersebut. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Budaya, Hadits VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syekh Al-Azhar Abdul Halim Mahmud di Mata Quraish Shihab

Pakar Tafsir Al-Quran tanah air, Muhammad Quraish Shihab, sebagai murid Syekh Abdul Halim Mahmud sewaktu masih kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir mempunyai kesan khusus dan mendalam terhadap guru dan dosennya itu.?

Hal itu dia kemukakan dalam kata pengantar salah satu bukunya yang berjudul "Logika Agama, Kedudukan Wahyu dan Batas-Batas Akal dalam Islam" yang diterbitkan Lentera Hati tahun 2005. Penulis tafsir Al-Misbah tersebut menyatakan, pernah menjadi murid Syekh Abdul Halim Mahmud secara langsung tepatnya saat berada di Fakultas Ushuluddin.

Syekh Al-Azhar Abdul Halim Mahmud di Mata Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Al-Azhar Abdul Halim Mahmud di Mata Quraish Shihab (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Al-Azhar Abdul Halim Mahmud di Mata Quraish Shihab

Syekh Abdul Halim Mahmud (wafat 1978) adalah Imam Akbar dan Syekh Al-Azhar, yaitu pemimpin tertinggi lembaga-lembaga Al-Azhar tahun 1970 hingga 1978. Syekh Abdul Halim juga digelari dengan Imam Al-Ghazali Abad XIV H.

Menurut Quraish Shihab, Syekh Abdul Halim Mahmud merupakan tokoh yang sangat sederhana dan tulus. Meskipun sudah menjadi imam kaum muslimin, dia tetap menghuni rumah yang begitu sederhana. ? Bahkan mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengaku kerap berangkat naik bus umum bersama Syekh Abdul Halim Mahmud menuju fakultas.?

Pemandangan seperti itu, yaitu pengalaman berangkat bersama dalam satu bus berlangsung, baik Syekh Abdul Halim Mahmud sudah diangkat menjadi Dekan Fakultas maupun belum sebagai dekan Fakultas.

Salah satu karakter yang sangat mengesankan dari kepribadian Syekh Abdul Halim Mahmud menurut Quraish Shihab adalah walaupun dia dapat meraih gelar PhD dari Sorbonne University di Prancis dan sempat hidup lama di Paris (sejak 1932-1942), tetapi hiruk-pikuk dan glamornya kota itu, sedikitpun tak berbekas pada pikiran dan hatinya. Syekh Abdul Halim tetap mampu memelihara identitas keislamannya. Di samping itu, menurut Quraish Shihab, penghayatan dan pengamalannya menyangkut nilai-nilai spiritual sungguh sangat mengagumkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kendati tokoh pengagum Imam al-Ghazali ini merupakan seorang pengamal tasawuf yang tentunya sangat percaya kepada hal-hal yang bersifat supra-rasional (ghaib), namun di sisi lain, Syekh Abdul Halim juga diakui oleh semua pihak tentang perjuangan dan kegigihannya dalam menjelaskan ajaran-ajaran Islam secara rasional.

Karena kegigihan dan perjuangan dalam membela dan memperkuat argumentasi ajaran-ajaran Islam itulah, kata anggota dewan pentashih Al-Quran itu, maka Syekh Abdul Halim Mahmud terpilih menjadi Imam Akbar, Syekh Al-Azhar (pemimpin tertinggi lembaga-lembaga Al-Azhar) dari tahun 1970 hingga 1978. (M Haromain)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock