Sabtu, 02 Desember 2017

Doa Ibn Masud yang Menggetarkan

Saat menyiapkan materi pengajian tafsir QS Maryam ayat 78-87 untuk majelis khataman Al-Quran di Melbourne, saya menemukan doa dari sahabat Nabi yang terkenal alim dan cerdas, yaitu Abdullah bin Masud.

Ketika menjelaskan ayat 87: "Mereka tidak berhak mendapat syafaat kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah", Tafsir Ibn Katsir mengutip riwayat di bawah ini:

Doa Ibn Masud yang Menggetarkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ibn Masud yang Menggetarkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ibn Masud yang Menggetarkan

? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? -? ? ?-? ?: {? ? ? ? ? ?} ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: "? ? ? ? ? ? ?" ?: ? ? ? ? ?. ?: ?:

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ibnu Abi Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Usman bin Khalid Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hasan Al-Wasiti, dari Al-Masudi, dari Aun bin Abdullah, dari Abi Fakhitah, dari Al-Aswad bin Yazid yang mengatakan bahwa Abdullah bin Masud membaca ayat ini: kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah. (Maryam: 87)

Kemudian Ibnu Masud mengatakan bahwa mereka yang telah mengambil janji di sisi Tuhannya, maka kelak di hari kiamat Allah Swt. akan memanggil mereka, "Barangsiapa yang telah mengambil janji di sisi Allah, hendaklah ia berdiri."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mereka (para tabiin) berkata, "Wahai Aba Abdir Rahman (julukan panggilan Ibnu Masud), kalau begitu ajarkanlah doanya kepada kami." Ibnu Masud menjawab, "Kalau demikian, ucapkanlah oleh kalian doa berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui semua yang gaib dan yang lahir, sesungguhnya saya berjanji kepada Engkau dalam kehidupan dunia ini, bahwa jikalau Engkau membiarkan diriku kepada amal perbuatan yang mendekatkan diriku kepada keburukan dan menjauhkan diriku dari kebaikan, sedangkan aku tidak percaya kepada siapa pun kecuali hanya kepada rahmat-Mu, maka jadikanlah bagiku di sisi Engkau suatu perjanjian yang Engkau akan tunaikan kepadaku kelak di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji."

Dikisahkan sahabat Nabi Ibnu Masud selalu mengiringi doanya ini yang diucapkan dengan penuh rasa takut, memohon perlindungan dan memohon ampunan dengan penuh harap dan cemas kepada Allah SWT. Ibn Syaibah dalam al-Mushannaf mengatakan sanad riwayat di atas shahih.

Apa maksud Ibn Masud dalam doanya di atas?

Mereka yang terikat perjanjian dengan Allah akan diberi syafaat kelak di hari akhir. Para ulama tafsir mengatakan perjanjian yang dimaksud ini adalah ungkapan syahadat. Para ulama sufi menafsirkan perjanjian dalam kalimat syahadat itu adalah perjanjian umum, di luar itu juga ada perjanjian semacam ikatan khusus antara hamba dengan Allah SWT --disesuaikan dengan tugas dan amanah yang diterima masing-masing hambaNya.

Dalam konteks ini Ibnu Masud berbaik hati mengajarkan kita perjanjian antara dia dengan Allah SWT: jikalau ternyata hidupnya lebih banyak bergelimang keburukan dan jauh dari kebaikan, Ibn Masud berjanji untuk tetap kukuh percaya kepada kasih sayang Allah. Inilah ikatan kontrak seorang Ibn Masud. Dia berjanji akan memegang teguh hal ini dan memohon agar kelak dimasukkan ke dalam golongan mereka yang berdiri di saat Allah memanggil mereka yang memiliki perjanjian dengan Allah. Ibn Masud juga tersirat dalam doanya memohon syafaat sesuai perjanjian ini.

Kita mungkin bukan orang-orang khusus yang memiliki perjanjian dengan Allah SWT. Yang kita miliki adalah perjanjian umum saat Allah dulu bertanya "Alastu birabbikum? Bukankah Aku ini Tuhan kalian?" (QS al-Araf:172). Namun tidak salah kita turut mengucapkan doa di atas yang telah diajarkan Ibn Masud karena ada kata kunci di sana: kita tidak mengandalkan amal ibadah kita, yang tidak seberapa dan belum tentu pula diterima Allah. Yang kita harapkan adalah rahmat Allah. Maka sejatinya doa Ibn Masud adalah harapan kita semua: kita berharap kasih sayang Allah meliputi kita semua baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Sudah kusampaikan, Ya Arhamar Rahimin....

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Web Site berita Islam Indonesia, berita jihad dan berita dunia Islam. Dilengkapi artikel keislaman, konsultasi agama, kristologi, counter liberalisme, intelligent leaks, ruang khusus Muslimah dan Remaja.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock