Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo secara resmi meluncurkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU, Ahad (13/12) sore. Peluncuran ini disaksikan kurang lebih 127 orang calon jamaah haji yang akan berangkat tahun 2016 mendatang.

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU

Kegiatan yang dilakukan di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al Hariri, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi, Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor, Ketua KBIH NU KH Taufiq Sholih dan Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Probolinggo H Atok Illah.

Ketua KBIH NU Kabupaten Probolinggo KH Taufiq Sholih mengatakan, KBIH NU akan siap mengantarkan para jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo supaya bisa memahami manasik, tata cara ibadah haji, rukun dan wajib haji.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Petugas KBIH NU juga akan mengawal perjalanan calon jamaah haji sampai perjalanan di tanah suci, termasuk ziarah ke beberapa tempat bersejarah di Makkah dan Madinah,” katanya.

Menurut Kiai Taufiq, launching sendiri bertujuan untuk mengenalkan bahwa PCNU Kabupaten Probolinggo sudah mempunyai KBIH sendiri dan siap memahamkan warga NU yang akan menunaikan ibadah haji. “Bergabung dengan KBIH NU berarti ikut berperan serta membesarkan NU,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi meminta agar calon jamaah haji mulai memperbaiki niat haji sejak awal. “Jangan haji karena faktor ingin disebut pak haji, abah atau sebutan lainnya. Intinya harus benar-benar diniati dari hati untuk beribadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri. Dirinya berharap agar semua calon jamaah haji nantinya bisa menjalankan ibadah haji dengan baik. “Insya Allah para pembimbing di KBIH NU akan memberikan bimbingan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sedangkan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor menyampaikan bahwa merupakan sebuah langkah tepat jika para calon jamaah haji bergabung dengan KBIH NU. Sebab para tutor di PCNU Kabupaten Probolinggo sudah berpengalaman. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Berita, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Maret 2018

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

Kubu Raya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam Halaqah Alim Ulama NU yang digelar PWNU Kalimantan Barat di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Ahad (30/4/2017), Wakil Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar mengungkapkan perlunya kewaspadaan warga NU terhadap organisasi transnasional seperti HTI, Wahabi, Syiah, termasuk Jaulah.

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Rais ‘Aam PBNU Kritik Gerakan HTI dan FPI

"Kalau kita runut, kelompok ini adalah kelompok Khawarij. Karena mereka nolak madzhab," ujarnya.

Mengenai maraknya penolakan-penolakan terhadap kelompok tersebut, menurut Kiai Miftah adalah wajar. "Kalian datang melawan tradisi dan madzhab di Indonesia. Ingin membentuk madzhab dan akidah baru, secara frontal, jadi wajar ditolak," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut, kata Kiai Miftah, penolakan terhadap kelompok transnasional ini semakin mengental lantaran kelompok tersebut juga ingin mengubah dasar negara RI, serta rajin menebar fitnah dan berita palsu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kebiasaan menebar kabar dusta tanpa tabayyun itu juga kerap dilakukan oleh FPI. Laskar bentukan Habib Rizieq itu, menurut Kiai Miftah, juga kurang melakukan tabayyun. Sehingga FPI juga mendapat penolakan di berbagai tempat, termasuk di Kalbar.

"Ini kritik saya terhadap FPI. Meski amar maruf nahi munkar perlu diupayakan, tapi harus lebih santun. FPI juga sering bicara keras, menuduh kita (NU), tanpa tabayyun. Ini kekurangan FPI yang membuat banyak resistensi masyarakat," ungkapnya.

Kiai Miftah juga menyesalkan para pengurus FPI yang kurang selektif dalam rekrutmen anggotanya. Sehingga banyak anggota yang masuk berlatar belakang dendam dan menunggangi gerakan-gerakan FPI.

"Jadi banyak anggota FPI berlatar belakang tidak jelas. Sehingga malah menunggangi dan merusak citra FPI," ujarnya. Meski demikian, Kiai Miftah mengakui bahwa secara amaliah dan akidah, FPI serupa dengan NU. (Malik Mughni/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 23 Februari 2018

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Palembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengelar turnamen olahraga IPNU Deskana Cup 2016. Ajang kompetisi antardesa yang berlangsung pada 3-8 April merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah desa dan karang taruna Desa Pulau Betung, Kecamatan Pampangan, OKI, Sumatera Selatan.

"Kita ingin mengapresiasi olahraga masyarakat desa," kata ketua PC IPNU OKI Zainul Fitril Walid saat pembukaan, Ahad (3/4). "Bagi pemenang akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan," tambahnya.

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Zainul menjelaskan, ada 28 tim voli dan 16 tim sepak takraw dalam turnamen kali ini. Ia berharap, gelaran ini akan menimbulkan kegiagan positif di kalangan pemuda. “Dan jika memungkinkan akan melahirkan atlet untuk tingkatan lebih tinggi," ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua karang Taruna Desa pulau Betung, Frediansyah menambahkan, kerja sama antara organisasi Karang Taruna dan IPNU harus dipertahankan untuk memberikan kontribusi kepada daerah. "Ini langkah awal, ke depan akan banyak kegiatan lain yang akan kami laksanakan, baik lomba atau bakti sosial," tuturnya.

Kepala Desa Pulau Betung Liansya Idris? mengapresiasi kegiatan pemuda tersebut. Menurutnya, olahraga termasuk hiburan masyarakat desa. "Kami harap kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun, selain sebagai ajang silaturahmi juga penjaringan atlet," pungkas Liansya Idris. (Abdul Malik Syafei/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 22 Februari 2018

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Majelis Musyawarah Pengasuh Pesantren (MMPP) kembali digelar untuk yang ke 159, kali ini bertempat di Pondok Pesantren Darul Abror, Sukorejo Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/9). Ratusan jamaah memadati halaman Pesantren yang didirikan oleh Almarhum KH. Thohir Syafi’i ini.?

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Banyuwangi Bahas Permasalahan Umat dalam Forum MMPP

Pengajian yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali tersebut diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Masruri (MWC Pesanggaran) dan dilanjutkan pengajian Ihya Ulumuddin Juz III yang dibawakan oleh Wakil Syuriah PCNU Banyuwangi, Kyai Zainullah Marwan. Dilanjutkan dengan sambutan dari KH. Masykur Ali, Tanfidziyah PCNU Banyuwangi. Kiai Masykur berpesan kepada masyarakat khususnya warga Nahdliyin untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak dengan memasukkan anak-anak ke pondok pesantren.

“Anak-anak zaman sekarang ini sudah sulit untuk dikendalikan. Sekolah-sekolah umum sudah tidak mampu untuk mendidik anak. Maka dari itu, putra putri njenengan-njenengan yang masih sekolah, sekolahkan di sekolah yang berbasis pondok pesantren. Untung kalau dipondokkan sekalian, Kita sebagai warga NU jangan sampai terlena dengan perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini,” tegas Kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Sina Jalen ini.

Dalam sejarahnya, MMPP pertama kali dirintis oleh delapan tokoh ulama Banyuwangi. Diantaranya adalah KH. Dimyati Ibrahim dari PP. Mathali’ul Falah, Sepanjang, Glenmore, KH. As’adi Sufyan dan KH.Syam’ani dari PP. Nahdlatut Thullab, Sukonatar, Srono, KH. Syamsul Arifin dari PP. An-Nur, Sukomukti, Kebaman, Srono, KH. Imam Muhtadi dari PP. Raudlatul Muta’allimin, Simbar, Tampo, Cluring, KH. Zuhriddin dari Swaloh, Sumbersari, Srono, KH. Mas’ud Hakim dari Pengadilan Agama Kabupaten Banyuwangi dan KH. Mukhtar Syafa’at dari PP. Darussalam, Blokagung, Tegalsari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam pertemuan pertama para kiai-kiai tersebut, KH. Mukhtar Syafa’at tidak dapat hadir. Namun, restu Kiai Mukhtar yang menjadi poin penting berdirinya MMPP. Kiai Mas’ud Hakim awalnya enggan untuk ikut serta merealisasikan kegiatan tersebut, sebelum ada restu dari Kiai Syafa’at yang saat itu tidak bisa hadir dalam rapat. Kemudian, ditemenai oleh Kiai Imam Turmudzi, Kiai Mas’ud berkunjung ke Blokagung.

Sesampainya di Blokagung, Kiai Mas’ud sebagai representasi pemerintah, mendapatkan keyakinan untuk mendeklarasikan MMPP pertama kalinya, setelah Kiai Syafa’at memberi restu. Sejak itulah dibentuk kepengurusan MMPP yang kala itu masih sebatas Banyuwangi Selatan. Yaitu wilayah Banyuwangi bagian selatan, terhitung dari Kecamatan Srono ke arah selatan.

Yang ditunjuk sebagai ketua pertama MMPP adalah KH. Dimyati Ibrahim yang akrab disapa Gus Dim Jadab. Namun, ditengah perjalanan sebagai ketua MMPP, Gus Dim terlebih dahulu dipanggil kehadiran Allah SWT. Saat itulah, KH. Mukhtar Syafa’at ditunjuk menjadi pengganti Gus Dim untuk memimpin MMPP.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di bawah kepemimpinan KH. Mukhtar Syafa’at, MMPP berkembang pesat. Jama’ahnya makin bertambah banyak dan secara keorganisasian makin tertata. Nomenklatur “selatan” yang sebelumnya menempel pada kata Banyuwangi, dihapus. Hal ini, bertujuan untuk menjadikan MMPP memiliki cakupan lebih luas.

Saat kepemimpinan KH. Mukhtar Syafa’at ini, awal mula dirintisnya pengajian kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali dalam rangkaian acara MMPP. Kitab Ihya’ Ulumuddin yang dikaji khusus Juz III (tiga) saja. Menurut KH. Aly Machfud Syafa’at, putra KH. Mukhtar Syafa’at, pemilihan Juz III kitab Ihya’ Ulumuddin, bukan tanpa alasan. Ada alasan spiritual yang melatarbelakangi. Dalam pemahaman Kiai Mukhtar Syafa’at, hati (inti) dari Kitab Ihya’ Ulumuddin ada pada juz III tersebut.

Dalam perkembangannya, MMPP resmi berada dibawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyuwangi semenjak tahun 2003, tepatnya hari Jum’at, 6 Juni. Kala itu, Rais PCNU Banyuwangi adalah KH. Hisyam Syafa’at, putra almarhum KH. Mukhtar Syafa’at. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, PonPes, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Pengelolaan keuangan yang semakin maju dan kebutuhan masyarakat yang makin mendesak membuat prinsip wakaf mengubah orientasi dari wakaf barang-barang tak bergerak ke wakaf uang. Hal ini semata-mata bukan menafikan wakaf dalam bentuk barang tetap dan tidak bergerak, melainkan mengupayakan berbagai potensi wakaf dari para wakif yang tidak memiliki barang bergerak.

Dengan menggandeng lembaga penjamin simpanan (LPS) penerima wakaf uang (PWU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga NU lewat pemberdayaan wakaf uang. Berikut ini adalah wawancara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan Ketua Pimpinan Pusat LWPNU H Mardini di kantornya, Gedung PBNU Jakarta lantai 6 terkait Gerakan Wakaf Uang Sejuta Nahdliyin (Gerwaku Sena) yang telah diluncurkan awal Februari lalu.

Bisa dijelaskan sedikit tentang wakaf uang Pak?

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Wakaf uang merupakan ijtihad, dimana masyarakat yang tidak mempunyai harta tidak bergerak tetap bisa mewakafkan hartanya berupa uang. Wakaf uang sudah melalui kajian fiqih serta juga telah diatur dalam peraturan pemerintah tentang wakaf uang.

Apakah alasan paling mendasar untuk meluncurkan Gerwaku Sena?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begini, menurut data yang kami terima, jumlah nahdliyin itu mencapai 80 juta orang. Jika satu juta saja yang rutin setiap bulan mewakafkan uangnya, tidak usah banyak-banyak, 10 ribu rupiah saja, kita sudah bisa menghitung uang yang terkumpul berapa. Melalui surat resminya, PBNU juga menginstruksikan kepada nahdliyin dan seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk setiap bulan mewakafkan uangnya, yakni 10 ribu rupiah per bulan.

Lalu, pengelolaan wakaf uang ini seperti apa?

Jadi, kami sudah menggandengan Bank pemerintah yaitu Bank BTN Syariah dan Nadzir profesional, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Penerima Wakaf Uang (PWU). Uang yang terkumpul di kita, langsung dikelola oleh mereka. Jadi uang tersebut utuh, langgeng, dan tidak akan hilang. Hasil pemanfaatan wakaf uang oleh Nadzir diserahkan ke kita untuk kemudian digunakan untuk membantu warga nahdliyin. Jadi, dengan wakaf 10 ribu rupiah, kita sudah bisa membantu orang lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimanakah masyarakat bisa menyalurkan wakaf uang tersebut?

Masyarakat cukup mengirim uang wakaf melalui nomor rekening yang sudah kami sediakan di nomor rekening: 734 114 1926 Bank BTN KCP Syariah Menara BTN a.n. Lembaga Wakaf nahdlatul Ulama. Adapun setoran minimal 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan nilai maksimalnya tidak terbatas. Kami juga melayani korespondensi di Call Center: 0818716943 dan 081219460716.

Kemudian, bagaimana memberikan pemahaman atau mungkin mengubah pola pikir masyarakat terkait wakaf ini?

Ya, kami berusaha meyakinkan bahwa wakaf tidak harus berupa barang atau benda tidak bergerak seperti tanah misalnya. Berangkat dari prinspinya, justru wakaf bisa berupa pengabdian, jiwa maupun raga. Sebab itu, kami ingin menyampaikan, hanya dengan 10 ribu rupiah, warga NU sudah bisa berwakaf. Hal ini akan luar biasa jika terkumpul dari nahdliyin yang jumlahnya mencapai puluhan juta jiwa itu. Uang wakaf ini utuh, tidak akan berkurang maupun bertambah, jadi tetap. Justru wakaf uang menjadi produktif dan berkembang karena dikelola. Hasil keuntungan pengelolaan ini yang akan digunakan untuk menyejahterakan nahdliyin dan masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini sama seperti pengelolaan wakaf tanah, dimana di dalam tanah tersebut dibangun berbagai bangunan yang bermanfaat bagi umat. Saya ambil contoh Menara Petronas di Malaysia. Menara tersebut dibangun di atas tanah wakaf. Sekarang dimanfaatkan untuk mendirikan berbagai bangunan yang itu menghasilkan keuntungan masyarakat secara umum. Hal serupa juga bisa dilakukan dengan wakaf uang.

Namun demikian, perlu saya tegaskan, wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Gerakan wakaf uang ini merupakan wakaf berupa uang yang dikelola secara produktif dan hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Sementara sejumlah uang yang diwakafkan tidak akan berkurang.

Sementara wakaf melalui uang, adalah wakaf barang yang penyerahannya dalam bentuk uang guna pembelian barang sehingga uang yang diwakafkan habis terpakai.

Apa langkah-langkah LWPNU untuk memaksimalkan Gerwaku Sena ini?

Langkah awal tentu sosialisasi kepada masyarakat. Kami harap melalui sosialisasi ini, para pengurus NU di berbagai tingkatan juga ikut memberikan hal serupa agar gerakan yang bertujuan menyejahterakan umat ini bisa berjalan dengan maksimal. Tentu hal ini juga berangkat dari instruksi PBNU bahwa seluruh pengurus NU di berbagai daerah agar ikur menyosialisasikan dan mengajak masyarakat dan warga NU untuk menyalurkan wakaf uang ke LWPNU.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Pemurnian Aqidah, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 11 Februari 2018

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

Oku Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten OKU Timur melalui lembaga Lajnah Talif wan Nasyr  (LTN) terus mendorong lahirnya penulis baru yang andal dari kalangan kader muda NU. Agenda ini dimaksudkan agar mereka berpartisipasi membumikan dan mengkampanyekan Islam Rahmatan Lil Alamain dan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) kepada umat di bumi sebiduk sehaluan dan bahkan dunia.

Muji Rahayu salah satu tim redaksi Majalah Wasilah di sela-sela rapat persiapan penerbitan Majalah Wasilah edisi 4 yang digelar di Sukaraja, Rabu (6/9) mengatakan bahwa NU OKU Timur saat ini selain sudah memiliki media cetak Majalah Wasilah. Ke depan pihaknya juga akan merencanakan peluncuran media online.

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU OKU Timur Dorong Kader Muda Jadi Penulis Andal

"Diharapkan dari dua media tersebut nantinya akan menjadi media dakwah bagi para Kiai NU, tokoh NU, kader muda NU dan warga nahdliyin pada umumnya sehingganya kami sangat mengharapkan kader NU dapat bersama-sama berjuang memberikan informasi yang benar terkait ideologi, pandangan dan sikap NU dalam kehidupan keseharian" paparnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahwasanya di era digital saat ini, anak muda NU tidak boleh kalah dengan kelompok lain yang berupaya akan merusak NU khususnya lewat budaya literasi, kata alumnus STIT MU Gumawang tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah Ketua LTN NU OKU Timur Zainal Muhtadin mengatakan, para kiai dan santri harus memanfaatkan teknologi sosial media dan kebebasan pers sebagai momentum buat mendakwahkan Islam ramah dan tradisi keberagamaan rahmatan lil alamin yang diajarkan di pesantren.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pesantren saat ini harus mengkader santri-santrinya untuk melek media dan memanfaatkannya sebagai wahana berdakwah. Di samping mengajarkan kajian-kajian fikih, tauhid,  tasawuf dan kajian khas pesantren," ujarnya.

Sekretaris IKA PMII OKU Timur ini menambahkan, begitu pentingnya menggunakan media sosial untuk menangkal isu radikalisme dan isu yang merongrong keberadaan Pancasildan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). "Bagi NU, Pancasila dan NKRI sudah final dan harga mati," tegasnya dengan penuh semangat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Ubudiyah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Seni budaya terbukti telah menjadi cara ampuh dalam penyebaran  agama Islam. Untuk itu, seni budaya islam harus dilestarikan karena telah berjasa dalam penyebaran Agama Islam secara rahmatan lil alamin, bukan dengan cara-cara kekerasan.

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin

Demikian sambutan tertulis Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti yang disampaikan Asisten II Sekda Brebes H Moh Iqbal saat membuka Festival Seni Budaya Islam yang digelar di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (6/10).

Bupati berharap, seluruh masyarakat Brebes bisa terus menjaga dan melestarikan seni budaya Islam dengan lebih giat lagi melakukan kegiatan atau pertunjukan di lingkungannya masing-masing. 

“Dengan melestarikan tradisi seni dan budaya islam, kita berarti ikut menyebarkan Islam meski kini telah memasuki era modern,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyak hal yang perlu dilakukan, lanjutnya, antara lain melalui festival, perlombaan, kajian, maupun penciptaan atau inovasi baru sehingga tidak monoton dan tidak menyimpang dari tuntunan agama Islam.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan rebana oleh Asisten II Sekda Brebes H Moh Iqbal didampingi Dandim 0713/Brebes Ahmad Hadi Hariono, Ketua BNK Brebes H Atmo Tan Sidik, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes H Imam Hidayat beserta perwakilan dewan juri.

Ketua Panitia Festival Seni Budaya Islam H Athoillah menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati tahun baru Islam 1439 H dan peringatan Hari Santri Nasional 2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun lomba yang digelar, lanjut Athoillah yang juga Asisten I Sekda Brebes menjelaskan, festival digelar selama tiga hari. Adapun lomba yang digelar pada Jumat (6/10) meliputi Lomba Qasidah, Sakralan dan Hafalan Juz ‘Ama.

Untuk Sabtu (7/10) Pildacil dan Baca Puisi Islami dan Ahad (9/10) Lomba Hadroh/Rebana, Hafalan Nadhom Imrithi, Hafalan Nadhom Al-Fiyah, dan Qoratul Kutub.

Hari pertama festival berlangsung sangat meriah karena Sakralan diikuti oleh sepuluh grup, sedangkan kasidah hingga mencapai 30 grup serta hafalan Juz ‘Ama mencapai ratusan peserta.

Athoillah menjelaskan, para pemenang selain mendapatkan piagam dan piala Bupati serta sejumlah uang pembinaan. Hadiah akan diberikan saat upacara hari santri yang bakal digelar pada 22 Oktober 2017 mendatang. 

Sebelumnya, pada peringatan tahun baru 1437 Hijariyah dan Hari Santri Nasional 2017 telah dilakukan doa akhir dan awal tahun, pawai taaruf, pentas atraksi debus, dan juga pertandingan sepak bola api pada 1 Muharram yang lalu. (Wasdiun/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

Tepuk Pundak untuk Jamaah

Salah satu hal yang lazim dilakukan dalam shalat sehubungan dengan proses jamaah adalah menjadikan seseorang sebagai imam dengan cara menepuk pundaknya di tengah-tengah shalat. Secara fiqih hal ini dibolehkan (mubah), bahkan disunnahkan jika tepukan itu memberi tanda bahwa yang bersangkutan telah didaulat menjdi imam. Sebagaimana diterangkan dalam Fathul Mu’in

 

(? ?) ? ? (? ? ? ? ?) ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?.

 

Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tepuk Pundak untuk Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tepuk Pundak untuk Jamaah

“Niat menjadi imam atau berjama’ah bagi imam adalah sunah, di luar shalat jum’ah, karena untuk mendapatkan keutamaan berjama’ah. Seandainya ia niat berjama’ah di tengah mengerjakan shalat maka ia mendapatkan keutamaan itu. Adapun dalam shalat jum’ah wajib baginya niat berjama’ah saat takbiratul ihram”.      

Dalil di atas menunjukkan kesunnahan niat sebagai imam walaupun niatnya baru ada di tengah shalat. Karena bagaimanapun juga shalat Jama’ah jauh lebih utama dari pada shalat sendirian.

Akan tetapi jika sekiranya tepukan di pundak itu terlalu keras hingga mengagetkan imam dan membatalkan shalatnya, maka hukumnya menjadi haram. Sebagaimana diterangkan dalam kitab Mauhibah Dzil Fadl

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(?) ? ? ? (?) ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

 

“Haram bagi siapa pun bersuara keras jika mengganggu jama’ah yang lain, baik di dalam shalat maupun di luar shalat karena membahayakan, seperti (memperingatkan) orang yang sesat, orang yang membaca atau orang yang tidur. Tidak boleh mengganggu walaupun terhadap orang yang fasik karena kefasikan itu tidak ada yang tahu kecuali dirinya. Pendapat yang mengharamkan tersebut itu jelas, namun bertentangan dengan pendapat dalam kitab al-Majmu’ dan sesamanya. Tidak diharamkannya jika kesemuanya tidak terlalu mengganggu.

(Pengertian tidak haram jika gangguannya ringan), yakni yang dimaksud oleh mushannif (pengarang) adalah haram jika sangat mengganggu. Dalam ungkapan kitab al-I’ab bahwa keterangan dalam kitab al-Majmu’ (yang tidak mengharamkan) adalah jika tidak terlalu mengganggu kepada orang lain sehingga dapat ditoleransi, berbeda jika suara keras tersebut sampai membatalkan bacaan (shalat) secara keseluruhan, maka hukumnya haram”. (ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Rozy Munir : Perlu Gerakan Bersama Atasi Trafficking

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Meskipun perdagangan manusia atau trafficking yang sudah banyak menelan korban wanita dan anak-anak terus berjatuhan, namun perhatian terhadap masalah ini belum terlalu serius. Lembaga pemerintah dan ormas belum bersatu padu untuk melakukan gerakan anti trafficking. Ini menyebabkan hasil yang dicapai belum bisa maksimal.

Ketua Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) HM Rozy Munir berpendapat bahwa trafficking sudah menjadi masalah serius layaknya Narkoba, korupsi atau penjualan senjata illegal. Dengan demikian, seharusnya penyelesaian yang dilakukan harus maksimal.

“Seharusnya pemerintah membentuk lembaga khusus yang langsung bertanggung jawab kepada presiden untuk mengatasi masalah trafficking,” tandasnya disela-sela acara seminar dan launching of state of world population tahun 2006 di Jakarta, Kamis. Dikatakannya bahwa banyak lembaga dan departemen yang terkait dengan masalah trafficking, namun sejauh ini koordinasi antara mereka seperti seperti kementerian pemberdayaan perempuan, Menakretrans dan Depsos tidak kelihatan bersama satu tujuan yang utuh untuk solusi bersama.

Rozy Munir : Perlu Gerakan Bersama Atasi Trafficking (Sumber Gambar : Nu Online)
Rozy Munir : Perlu Gerakan Bersama Atasi Trafficking (Sumber Gambar : Nu Online)

Rozy Munir : Perlu Gerakan Bersama Atasi Trafficking

Untuk itu ia mengusulkan agar lembaga khusus tersebut bisa meniru Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengatasi masalah penyelundupan Narkoba. Lembaga ini melakukan koordinasi antar departemen pemerintah sehingga bisa merespon permasalahan dengan cepat.

 

Rozy yang juga salah satu ketua PBNU tersebut juga menyatakan bahwa PBNU saat ini sudah membuat fatwa bahwa trafficking hukumnya haram. Guna memperkuat gerakan dari masyarakat, ia mengharap agar institusi lain melakukan hal serupa dengan caranya sendiri. “Media juga diharapkan juga mengungkap hal yang sama karena suara mereka akan masuk ke decision maker. Kalau disuarakan terus menerus, nanti lama-lama kan malu juga,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dosen UI tersebut berpendapat bahwa penyebab utama masyarakat berkeinginan untuk bekerja di luar negeri adalah pengangguran dan kemiskinan yang melanda Indonesia. Kondisi ini membuat banyak penduduk, terutama perempuan yang tertarik janji-janji manis yang ditawarkan oleh para calo seperti kerja ringan dengan upah tinggi atau kerja sekaligus bisa melakukan haji atau umroh.

Mantan menteri BUMN era Gus Dur tersebut juga mengungkapkan bahwa motif lainnya adalah keinginan menjalani kehidupan yang wah di luar negari seperti yang dilihat di TV. Namun ternyata banyak impian yang tak sesuai kenyataan.

Ahli kependudukan lulusan University of Hawai tersebut berharap agar pemerintah memberi pehatian pada buruh migran seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Philipina yang mendukung betul mulai dari pelatihan sampai dengan penyediaan atase perburuhan di tiap negara tujuan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan dukungan yang maksimal, nasib buruh migran Philipina jauh lebih baik. Mereka menjadi tenaga semi terlatih atau terlatih seperti perawat, pramugari, pelayan di shopping centre karena kemampuan bahasanya memadai. Bahkan mereka juga mengirimkan dokter. Sementara itu, Indonesia hanya mengirimkan tenaga kerja tak terlatih untuk pekerjaan rumah tangga dan bersaing dengan negara-negara seperti Bangladesh.

“PJTKI hanya memberi pelatihan sekedarnya sehingga sesampai disana bengong, ada shock culture, untung kalau dapat majikan bagus, ia diajari, tapi kalau dapat yang jelek ditendang. Atase tenaga kerja dan pengacara yang siap membela juga terbatas sehingga sering ada masalah bagi buruh migran Indonesia,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 10 Januari 2018

Tafakur Ramadhan di Macau

Ahad 11 Juni kemarin, sambil mengernyitkan dahi karena terik saya memakai topi hitam yang baru saja dibeli seharga 20 MOP (mata uang Macau) di toko Sheng Heng. Ini toko teramai dan termurah hasil survei pribadi menelusuri pertokoan.

Bisa dikatakan, Ahad adalah hari libur bagi mayoritas masyarakat di Macau. Bersama Ustad Muhandis dan Mbak Indah, saya mengunjungi salah satu spot sejarah Macau, yaitu The Ruins Of St. Pauls. Tempat itu ramai dikunjungi baik oleh turis lokal maupun mancanegara.

Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafakur Ramadhan di Macau

Di sebelah kiri gereja yang terbakar dan runtuh pada tahun 1835 itu terdapat patung Matteo Ricci. Matteo sendiri seorang pioner yang memperkenalkan Barat ke Tiongkok. Ia dikenal sebagai misionaris terhebat di Tiongkok. Yang menarik, busana pria kelahiran Italia itu justru pakaian khas Tiongkok. Hati saya bertanya-tanya, "Siapa orang ini? Mengapa ia yang orang Italia, mengenakan busana Tiongkok?”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saya lalu termenung. Salah satu ajaran Islam yang banyak manfaatnya dan banyak diabaikan ialah bertafakur. Sebagaimana dikutip Ibnu Katsir ketika berbicara tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 177, Al-Hasan Al-Basri berkata, “Bertafakur sejenak dinilai lebih baik daripada menghidupkan malam (dengan shalat malam, zikir, dan doa).”

Bertafakur bukan berarti sekadar berpikir tanpa arah. Sebab pikiran bisa menjadi cahaya yang menerangi kalbu. Pikiran juga bisa menjadikan segala hal sebagai pelajaran hidup. Pikiran laksana cermin yang mampu memperlihatkan kebaikan dan keburukan kita. Tapi pikiran tanpa disertai bimbingan wahyu bisa menjerumuskan seseorang dalam kehancuran dan kehinaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Objek pikiran ialah alam raya. Ia merupakan ayat-ayat Allah (kauniyah) yang mengundang para peneliti, pengkaji, ilmuwan atau ulama serta siapa pun yang hendak mengetahui rahasia, hikmah, serta segala macam pengetahuan perihal langit dan bumi. Dari sini Islam amat menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di era banjir informasi terutama melalui media sosial, pikiran seseorang bisa ikut terbawa arus bahkan terombang-ambing terbawa entah ke mana. Energi pikir habis oleh hal sepele bahkan tak jarang cenderung sia-sia. Orang kuat di zaman ini ialah yang bisa mengontrol pikirannya, tidak terjebak pada asyiknya bermedsos ria sehingga melalaikan dirinya.

Nabi bersabda, "Meninggalkan sesuatu yang tak bermanfaat merupakan salah satu tanda keislaman seseorang itu baik," (HR Al-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Al-Turmudzi, disebutkan yang mesti ditinggalkan ialah hal-hal yang haram, syubhat, makruh, bahkan hal yang mubah yang bukan menyangkut kebutuhan.

Saya teringat seorang guru berpesan, "Pikir selaras dengan zikir." Itu dilakukan agar segala macam pikiran dikaitkannya dengan Allah SWT. Di saat yang sama sesungguhnya kita juga sedang berzikir, sebab zikir ialah ingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun terbaring.

Sudah saatnya melalui Ramadhan kita melatih pikiran pada skala prioritas bukan standar popularitas, sehingga dengan bekal latihan ini bisa membawa orang Indonesia khususnya umat Islam menjadi bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. Sudah sejauh manakah kita tertinggal?

*) Saepuloh, anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 26 Desember 2017

Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Seminar Nasional tentang implementasi syariat Islam di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di Jakarta, Ahad (25/11) tadi malam berlangsung menegangkan. Para anggota MMI berteriak "Allahu akbar" dan tidak segan-segan menghentikan pembicaraan peserta seminar jika dianggap tidak sesuai.

Seminar itu diadakan oleh Lajnah Pimpinan Wilayah MMI DKI Jakarta dan lembaga kajian Islam Al Manar dan dihadiri langsung oleh pemimpin utama MMI Ustadz Abu Bakar Baasyir. Pembicara lainnya yang diundang adalah Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj (Kang Said).

Seminar bertajuk "Implementasi Nilai Syariat Islam dalam masyarakat dan Negara Menuju Indonesia yang Religius, Adil dan Sejahtera" itu sudah dibuka dengan suasana tegang. Moderator Hamzah Zahal baru mengucapkan beberapa kata langsung diintrupsi oleh para anggota MMI. Hamzah memberikan pengantar seputar perkembangan opini tentang Islam akhir-akhir ini, tentang dua tipologi besar Islam yang muncul yakni liberalis dan fundamentalis.

Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Baasyir Tegang, Kang Said Imbau Dakwah Tanpa Kekerasan

Kontan moderator diinterupsi dan diminta untuk tidak ikut berbicara dalam seminar itu. "Itu pembagiannya orang kafir," kata anggota MMI. Ismail Yusanto akhirnya mendapat giliran berbicara pertama setelah sebelumnya Abu Bakar Baasyir telah menyempaikan pemikirannya saat memberikan sambutan pengantar seminar.

Menurut Baasyir, mengamalkan syariat Islam harus didukung dengan kekuasaan, dalam hal ini kekuasaan pemerintahan Islam. Pluralisme, misalnya, kata Baasyir, baru bisa dipraktikkan secara adil dalam pemerintahan Islam.

"Jadi kesimpulan seminar ini adalah implementasi Islam dalam bangsa dan negara wajib hukumnya," kata Baasyir saat membuka seminar. "Kalau tidak saya kuatir nanti kena hukum murtad," katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senada dengan Abu Bajar Baasyir, Ismail Yusanto mengatakan, dakwah Islamiyah yang dilakukan selama ini kurang berhasil karena tidak ditopang oleh negara Isam. "Hanya dengan kekuasaan dan kekuatan, dakwah Islam itu bisa berhasil," katanya.

 

Dikatakannya, dakwah pada saat tertentu perlu dengan kekerasan dan kekuatan senjata. "Tergantung pada saat apa dan kepada siapa," katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu Kang Said yang mendapat kesempatan berbicara terakhir menurunkan ketegangan dengan bercerita seputar cara dakwah Wali Songo dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Menurutnya, dakwah yang dilakukan dengan kekerasan selalu tidak berhasil.

"Wali Songo mengganti cara dakwah 180 derajat, tidak dengan kekerasan tapi bil hikmah wal mauidzatul hasanah wal mujadalah billati hiya ahsan. Akhirnya Islam dapat tersebar dengan baik," kata Kang Said sembari bercerita dengan sangat apik tentang teknik para penyebar Islam di Indonesia.

Namun suasana di ruang pertemuan Hotel Accacia Jakarta itu kembali seperti semula ketika seorang penanya bernama Abu Jibril memprotes cara Kang Said menyampaikan materi. "Cerita Pak Said malah menidurkan kita, padahal Rasul tidak malah membikin kita tidur, tapi malah bangkit," katanya disambut teriakan "Allahu akbar" dari para anggota MMI.

Suasana semakin menegang ketika peserta lainnya, Luthfi A Tamimi, direktur majalah Sabili, salah satu Majalah yang dikenal menyuarakan aspirasi kelompok Islam yang berdakwah dengan keras, meminta Ismail Yusanto secara tegas mengumumkan nama pemimpin utama atau khalifah yang menjadi memimpin pemerintahan Islam atau khilafah islamiyah yang dikampanyekan HTI.

"Kita tidak ada khalifah hanya amir," kata Ismail menanggapi dan langsung dibantah oleh Lutfi bahwa khalifah dan amir itu sama saja. Ia menyebutkan bahwa para khalifah diberi gelar amirul mukminin.

Para anggota MMI yang merasa rikuh meminta Lutfi untuk menghentikan pembicaraan. "Jangan ngotot!" kata anggota MMI sambil berdiri dan menodongkan telunjuk.

Diskusi diakhiri pada pukul 22.05 meski saat itu Kang Said belum selesai menjelaskan konsep jihad menurut NU. Moderator bergegas menutup seminar karena saat mencoba menyimpulkan bahwa ada pendapat yang berbeda, dia langsung diprotes anggota MMI. "Islam itu hanya satu," kata mereka dengan suara keras. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wakil Walikota (Wawali) Surakarta, Ahmad Purnomo, hadir dalam acara puncak peringatan hari lahir (Harlah) Ke-70 Muslimat NU yang diselenggarakan di Rumah Dinas Wawali Surakarta, akhir pekan lalu.

Dalam sambutannya, Purnomo berharap Muslimat NU di usianya yang ke-70 menjadi lebih baik. “Semoga Muslimat NU semakin jaya dan sejahtera!” kata dia.

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-70 Muslimat NU di Surakarta, Ini Harapan Pemkot

Keberadaan Banom wanita NU itu senantiasa dinantikan kiprahnya di Kota Surakarta. “Muslimat juga terus andil dan ikut berperan, dalam proses pembangunan kota, terutama pada program-program yang berkaitan, seperti program Kota Layak Anak,” ujarnya.

Ditambahkan Purnomo, para kader Muslimat, sebagai seorang ibu, diminta pula untuk ikut mengawasi putra-putri mereka. “Sekarang ini, para orang tua mesti mewaspadai paham radikalisme, adapula LGBT. Jangan sampai lengah perhatian kita kepada putera. Mesti tahu siapa temannya,” tutur dia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, selain acara di Rumah Dinas Wawali tersebut, momentum Harlah Muslimat NU di Kota Surakarta diperingati dengan berbagai kegiatan.

“Kegiatan sudah dimulai sejak tanggal 5 Maret, diadakan lomba kolase dan kaligrafi tingkat TK. Kemudian acara santunan, kunjungan ke LP Perempuan, dan donor darah,” papar Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta Nyai Nur Hidayah Idris. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Berita, Anti Hoax VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri mengggambarkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai “kiai unta”. Maksudnya ialah kiai yang tahan bepergian jauh ke desa terpencil, kota kecil atau kota besar, bahkan lintas negara.?

KH Abdul Mun’im DZ pada tulisan Gus Dur Mengabdi mendeskripsikan cucu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu begini:? ?

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU





“Suatau hari, di tahun 1985, Gus Dur mengunjungi sahabatnya, KH Muhammad Jinan di gunung Balak, Lampung. Setelah naik bus Jakarta-Lampung, lalu naik angkot, ia meneruskan dengan berjalan kaki sepanjang empat kilo meter. Jalan menuju pesantren memang hanya setapak. Coba bayangkan, Gus Dur jalan kaki dengan badan tambun, kacamata tebal, sementara jalan berbatu. Tapi Gus Dur menjalaninya dengan enteng, bahkan ceria.”

Begitu juga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Menurut sekretaris pribadinya, Kiai Said memiliki tiga kamar, yaitu kamar di rumah, di mobil, dan di pesawat terbang.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara yang dihadiri pun bervariasi, mulai dari pelantikan pengurus NU dari tingkat cabang hingga wilayah, pengajian, seminar, sampai acara pernikahan atau silaturahim. Dalam satu hari Kiai Said bisa menghadiri acara di beberapa tempat. Bahkan, sehari pernah melakukan lima kali perjalanan pesawat.?

Bagaimana dengan aktivitas tokoh NU awal-awal organiasi didirikan? Sepertinya sama saja. Malah lebih harus ekstra keras. Dengan alat transportasi dan komunikasi yang tentu saja masih sulit, juga ongkos perjalanan, waktu itu para tokoh NU harus berjuang keras mengkonsolidasi kiai-kiai NU dan pesantren di daerah-daerah dengan jarak berjauhan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bukti kesibukan dari konsolidasi mereka, pada Muktamar NU keempat di Semarang, Jawa Tengah pada 1929, NU telah memiliki 67 Cabang, terbentang dari Madura hingga ujung Banten, Menes.?

Keberhasilan itulah yang membuat KH Wahid Hasyim berdecak kagum, dan memantapkan diri turut serta di NU. Menurut dia, NU memang didirikan para orang tua, tapi dalam waktu sepuluh tahun mampu membentuk ratusan cabang dan tak hanya di pulau Jawa. NU memiliki gerak cepat daripada organisasi pemuda waktu itu, yang dalam rentang waktu yang sama hanya bisa membentuk beberapa cabang di beberapa keresidenan yang berdekatan. NU memang didirikan orang tua, tapi geraknya melebihi anak muda. Begitu kesimpulan Kiai Wahid setelah mengamati selama empat tahun.? ?

Sepak terjang pada masa itu, tentu kita ingat akan konsolidasi Kiai Wahab Chasbullah, yang menurut Choirul Anam, bisa dikatakan tak pernah tidur, saking padat aktivitasnya. Kiai Wahab sibuk mengkader anak muda, mengajar, berdebat, konsolidasi NU, sowan kepada kiai yang lebih tua, bersilaturahim dengan sesama temannya. Di samping itu, menurut KH Saifuddin Zuhri, Kiai Wahab tidak lupa memberikan oleh-oleh perjalanan untuk keluarganya, termasuk membetulkan petromaks yang rusak.? ?

Di samping risiko-risiko lain, paling tidak, risiko kesibukan itulah yang selalu dialami Ketua Umum PBNU di periode mana pun. Termasuk periode 2000-2010 dengan Ketua Umum KH Hasyim Muzadi. Kesibukannya didokumentasikan dengan apik pada Uang Koin; Keping Cerita Kiai Hasyim Muzadi yang ditulis sekretaris pribadinya, Muhammad Ghozi Alfatih.





Ketahanan fisik adalah maunah? ?

Setahu saya, tidak pernah ada agenda senam kebugaran khusus untuk tokoh-tokoh NU, misalnya Ketua umum PBNU sekarang, Kiai Idham Chalid, Gus Dur, termasuk KH Hasyim Muzadi.? ?

Saat menjadi Ketua Umum PBNU, Kiai Hasyim menjalani rutinitas yang tidak normal. Pagi hari, sebelum jam kantor dimulai, ia biasanya menerima tamu di rumah. Lalu berangkat ke kantor PBNU untuk mengurusi tugas-tugas organisasi yang seringkali berakhir saat larut malam. Itu pun kerap diselingi acara-cara di luar kantor yang mengharuskan Kiai Hasyim menyampaikan ceramah di lebih dari satu tempat dengan topik pembicaraan yang berbeda-beda. Umumnya sampai rumah pukul sebelas malam. Itu pun belum langsung istirahat karena sudah ada tamu yang menunggu. (hal.65)

Barulah sekitar jam satu malam, Kiai Hasyim bisa istirahat. Tiga jam kemudian, ia sudah harus berangkat ke bandara, ke luar kota atau luar negeri untuk menghadiri acara.?

Mendapati rutinitas semacam itu, malah sang sekretaris Kiai Hasyim yang meminta istirahat di hari berikutnya. Sementara dia tetap menjalankan aktivitas sesuai yang dijadwalkan. Padahal aktivitas itu bukan urusan bisnis atau dinas yang sudah jelas ongkosnya. Kiai Hasyim malah harus mengeluarkan kocek sendiri.?

“Bukan saya orang hebat. Tuhan yang memberi ma’unah (pertolongan). Badan saya biasa saja, sama seperti orang lain. Bisa kuat karena Tuhan yang menguatkan,” jelas Kiai Hasyim menjelaskan kekuatan fisiknya.?

“Bagaimana mungkin saya bisa menjaga lisik? lstirahat hanya sebentar. Olahraga tidak pernah. Makan juga sembarangan dan tidak teratur. Tanpa ma’unah Allah, saya tidak akan bisa apa-apa.”?

“Mungkin karena dipakai keliling untuk ngurusi umat, ngurusi persoalan masyarakat, akhirnya Allah memberi kemampuan fisik lebih kepada saya."?

“Seandainya badan cuma dipakai jalan-jalan, pelesiran, mungkin jadinya malah gampang masuk angin."?

“Saya ini kalau berhari-hari tidak ke mana-mana kadang justru mudah sakit," kelakar beliau. (hal. 67)?

Aktivitas semacam itu memang tidak selamanya membuat Kiai Hasyim sehat-sehat saja. Karena menjalani aktivitas padat yang mengharuskannya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang berjarak puluhan hingga ratusan kilometer, sebagai manusia biasa, ia harus dilarikan ke rumah sakit. Lantaran benar-benar kelelahan usai menghadiri acara atau menyampaikan ceramah yang sambung menyambung di berbagai daerah, ia harus istirahat total sehari dua.

Risiko ke rumah sakit dan risiko-risiko lain tentu selalu ada. Bahkan risiko kematian akibat kecelakaan atau lainnya. Ambil contoh KH Wahid Hasyim, ia wafat di perjalanan ketika akan menuju Sumedang pada 1953. Salah satu agenda ke tempat itu ia mensosialiasikan NU yang telah menjadi partai, hasil Muktamar NU Palembang tahun 1952.?

Tentu tidak hanya melulu soal kesibukan Kiai Hasyim di buku itu. Ada humor, catatan masa muda yang penuh teladan, pengalaman spiritual, serta pandangan-pandangan keislamaan dan kebangsaan jam’iyyah NU yang diwakilinya. Semuanya disajikan dengan cara yang ringan dan sederhana sehingga mudah dicerna.?

Buku semacam ini harus diperbanyak, untuk cermin keteladanan generasi muda NU, umat Islam dan bangsa Indonesia.?

Judul : Uang Koin; Keping Cerita Kiai Hasyim Muzadi?

Penulis : Muhammad Ghozi Alfatih

Penerbit ? ? ? ? : Kompas

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602-412-299-7

Peresensi : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Berita, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Bogor,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU menghelat penyusunan Renstra (Rencana Strategis) dan Raker (Rapat Kerja) kepengurusan periode 2015-2020 di Hotel Lor In, Bogor, Jawa Barat. Raker di area sirkuit Sentul ini berlangsung mulai 13 sampai 15 November 2015.

Pada pembukaan acara, Ketua Lakpesdam PBNU Dr. Rumadi Ahmad menekankan bahwa Lakpesdam perlu merumuskan rencana program selama lima tahun ke depan dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan peran yang telah dicantumkan PBNU.

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Undang Sesepuh, Lakpesdam PBNU Gelar Raker Rumuskan Program

Sesi pembukaan acara juga dihadiri oleh para sesepuh dan mantan ketua Lakpesdam dari beberapa periode. Ini digunakan untuk menyerap masukan, pengalaman, dan cerita plus ‘klangenan’ lintas generasi. Hadir diantaranya KH Abdullah Syarwani, Kiai Helmi Ali, MM.Billah, H.Yahya Ma’shum dan Ulil Abshar-Abdalla.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wejangan para sesepuh yang diselingi canda dan saling lempar sindiran inspiratif itu menghasilkan kesimpulan bahwa Lakpesdam perlu tetap mempertahankan sikap kritis, baik itu kepada kondisi sosial politik di luar (eksternal), maupun kritis terhadap internal lakpesdam itu sendiri, terlebih kepada PBNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, perlu mengingat peran Lakpesdam pada awal kelahirannnya sebagai bagian yang dirumuskan dari ikhtiar khittah NU 1926 setelah muktamar pada tahun 1984 di Situbondo. Dari situlah, Lakpesdam kemudian dilahirkan sebagai respon terhadap pentingnya kebutuhan lembaga yang membidani lahirnya generasi-generasi yang unggul secara intelektual dan moral, atau dalam seloroh MM Billah, tangguh, tanggap dan tanggon.

Usai dialog lintas generasi, forum yang difasilitasi Muntajid Billah berlanjut dengan membuat Renstra Lakpesdam NU 2015-20120, mulai dengan pendalaman identitas lakpesdam dan capaian-capaian yang eksisting, serta bicara peluang dan tantangan.

Hingga esok hari, Raker kali ini diharapkan menyelesaikan analisa stakeholders, merumuskan visi dan misi, memilih strategi, program prioritas hingga membincang peran dan struktur kelembagaan. (Saduddin Sabilurrasad/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peringati khotmil quran, warga pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan ziarah di makam para wali di Yogyakarta, Selasa (27/5). Para santri Nurul Burhany dan pengasuhnya menziarahi khususnya makam KH Muhammad Mufid Mas’ud yang dikenal Mbah Mufid di Pandanaran.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para kiai.

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para kiai beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghapal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Helmi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara salah seorang pengasuh pesantren Nurul Burhany Hj Mila Hasna Hanif menerangkan, Mbah Mufid Pandanaran merupakan salah satu guru pengasuh pesantren Nurul Burhany.

“Karenanya, santri pesantren ini harus dikenalkan dengan Mbah Mufid. Pasalnya, almarhum merupakan simbah guru para santri,” pungkas Hj Mila. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Meme Islam, Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 03 Desember 2017

"Pancasila Jaya" Jangan Hanya di Mulut Saja

Waykanan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. 1 Juni merupakan Hari Kelahiran Pancasila. Landasannya, peristiwa ? sejarah saat Soekarno berpidato dalam rapat pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Waykanan Lampung merangkum pendapat sejumlah pelajar atau peserta Sanlat BPUN setempat mengenai pentingnya Pancasila.

"Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena mengajarkan bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan, hingga nilai dan norma sosial," ujar Ayu Sri Ningsih, pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu, di Waykanan, Senin (1/6).

Pancasila Jaya Jangan Hanya di Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila Jaya Jangan Hanya di Mulut Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

"Pancasila Jaya" Jangan Hanya di Mulut Saja

Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), penyeruan kata "Pancasila" akan disambut dengan kata "Jaya". Karena itu, demikian sejumlah peserta BPUN Waykanan 2015, Pancasila Jaya hendaknya bukan hanya di mulut semata, namun juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pancasila ialah dasar negara kita. Dalam Pancasila, sudah jelas kita diwajibkan untuk saling berlaku adil, harus saling bersatu tanpa harus membeda-bedakan. Kita adalah Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu," ujar Disisi Saidi Fatah, Ketua Alumni BPUN Waykanan 2015.

Pancasila, demikian Nindya Fela Roza, peserta BPUN lainnya, sangat perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kemanusiaan yang adil dan beradab , jelas mengajarkan kita untuk mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama, tidak mengenal kelas atas dan kelas bawah," ujar dia menambahkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

BPUN merupakan progam tahunan Yayasan Mata Air sejak 2007, organisasi non profit ini didirikan oleh Gus Mus bersama sejumlah kiai, intelektual dan profesional seperti Al Habib Luthf bin Yahya, Dr KH Asad Said Ali, KH Masdar F Masudi, KH Muadz Thohir, KH Thantowi Jauhari Musaddad dan (Alm) KH Masykur Maskub. Secara garis besar, BPUN berbicara tentang tiga hal, yakni: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

"Manajer BPUN Waykanan Gatot Arifianto mengajarkan keberagaman kepada kami dengan mempersilakan seorang guru non muslim untuk menjadi tutor bidang studi ekonomi," ujar Eis Novia, peserta BPUN dari SMAN1 Blambangan Umpu.

Menurut Eis pula, sila Persatuan Indonesia ialah penerjemahan dari keberagaman suku, agama, budaya warga Indonesia untuk tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila mengajarkan masyarakat bangsa Indonesia untuk menghormati tanpa pandang bulu. "Di ? Taman Sari, Jakarta Barat, gedung Gereja Kristus Yesus bersebelahan dengan Masjid Awwabin. Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto, yang tak lelah mengajarkan kami mengenai NU mengajarkan banyak hal tentang keberagaman terhadap kami, ia pemeluk Islam yang nasionalis," ujar Suryaningsih, pelajar SMAN1 Blambangan Umpu lainnya. (Red: Fathoni)? ? ?

Keterangan Foto: Jamasan Pancasila, sebuah kegiatan yang? digagas Gatot Arifianto saat bergiat di Komunitas Kampung Lebah 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Berita, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Airlangga menghadirkan dua pembicara dari dunia sastra pada forum bedah buku “Peci Miring Gus Dur” di ruang diskusi umum masjid Nuruz Zaman Unair, Surabaya, Rabu (18/11). Dosen FIB Universitas Airlangga Kukuh Yudha Pranata dan penulis novel Aguk Irawan mengulas novel biografi yang mengangkat sosok Gus Dur dari pelbagai sisi.

Perbincangan pertama dibuka oleh Kukuh yang membahas mengenai konten dan cetakan fisik buku. Menurutnya, maraknya penulisan biografi para tokoh Indonesia ditengarai oleh krisis sosok teladan bagi masyarakat. 

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Airlangga Bedah Buku Peci Miring Gus Dur

“Novel ini hadir sebagai tampilan baru penulisan biografi tokoh-tokoh Indonesia, khususnya tokoh NU KH Abdurrahman Wahid,” kata Kukuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara penulis “Peci Miring Gus Dur” Aguk menjelaskan motivasi penulisan novel Gus Dur itu. “Tak lain adalah sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh dan pahlawan NU.”

Di akhir diskusi, Aguk memotivasi para peserta dengan memberikan tips-tips jitu untuk terjun dalam dunia sastra. Menurutnya, setiap penulis perlu membudayakan baca, memainkan imajinasi, dan belajar dari apa yang telah dialami.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Inspirasi bisa datang kapan saja dan di mana saja. Semua tergantung cara kita menyikapinya,” kata Aguk.

Pengurus PMII Airlangga berharap munculnya generasi muda yang cinta pada para pahlawannya melalui forum ini. Dengan  gemar baca dan meneladani tokoh-tokoh Islam, generasi muda diharapkan dapat berkembang dengan nafas Ahlussunnah wal jama`ah.

Pengurus PMII setempat berencana ke depan untuk mengadakan bedah buku dan kajian rutin. (Alfi Rohmatul Hidayah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jombang terus melakukan perekrutan anggota baru dengan menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Hal ini seperti yang dilakukan di Kecamatan Megaluh Jombang, Sabtu-Ahad (3-4/10).

Sebanyak 69 kader anyar, mengikuti Makesta pertama di Kantor MWC NU Megaluh. Pasalnya di kecamatan ini, pengurus PAC IPNU-IPPNU sempat mengalami kevakuman beberapa periode. "Pesertanya dari pelajar MA, SMA, karang taruna dan juga Remaja Masjid," ujar Abdurrosyid Ketua PC IPNU Jombang menuturkan.

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Makesta di Kecamatan Megaluh, dikatakan Rosyid, langsung ditangani Cabang, karena selama ini kepengurusan IPNU–IPPNU masih vakum. "Alhamdulillah, antusias peserta selama dua hari cukup tinggi. Memang seharusnya kegiatan Makesta ditangani ranting atau PAC, namun karena vakum, cabang turun," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua MWC NU Megaluh Misbahus Syurur menyambut gembira dengan bergeraknya kembali kader NU paling muda di daerhanya. Karena selama ini pihaknya megaku sangat berat menjalankan roda organisasi. "Kita butuh kader-kader muda untuk bersama-sama menggerakkan roda organisasi. IPNU-IPPNU adalah ujung tumbak mengawal Aswaja di di kalangan pelajar," tuturnya saat membuka kegiatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mantan pengurus IPNU tahun 80 an ini berharap, banom NU di Kecamatan Megaluh semuanya bisa bersama-sama bergerak. Sehingga keberadaan NU semakin bermanfaat. "Kalau secara kultur, masyarakat di Megaluh bisa dikatakan 90 persen NU, namun untuk  berjam’iyah, itu yang masih kurang, apalagi MWC NU sudah memiliki kantor yang cukup megah," pungkasnya seraya meminta kepengurusan PAC IPNU-IPPNU di Kecamatan yang memiliki 13 Ranting NU ini kembali dihidupkan. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Berita, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.



Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tegal Dra Hj Umi Azizah menjamin Muslimat NU mampu memperkuat ketahanan keluarga. Pasalnya, seluruh anggota yang terlibat mampu membentengi diri dan keluargannya dari virus virus negative perkembangan zaman. Bahkan lewat Muslimat NU, mampu mengantarkan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)
Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga (Sumber Gambar : Nu Online)

Umi Azizah : Muslimat Perkuat Ketahanan Keluarga

Demikian disampaikan Umi Azizah dalam perbincangan dengan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di ruang kerjanya kantor Wakil Bupati Tegal, Kamis (8/12).?

Menurutnya, ketahanan keluarga sangat vital karena berpengaruh langsung terhadap ketahan negara. Bila keluarga rapuh, maka Negara akan ambruk. Peranan itu, tentu saja sangat bergantung kepada seorang Ibu, Wanita yang merupakan tiang Negara.?

Muslimat NU Tegal, lanjutnya, dalam menjaga ketahanan keluarga melalui berbagai bidang program. Seperti bidang pendidikan, social, ekonomi, lingkungan hingga dakwah. ? Dari bidang bidang tersebut, diarahkan untuk menjaga delapan fungsi keluarga sebagai pusat agama, social, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pelestari lingkungan dan fungsi reproduksi. “Dengan memanfaatkan fungsi fungsi tersebut, akan tercipta keluarga yang berkualitas, berdaya guna dengan hiasan anak yang saleh saleha,” ucapnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tidak dipungkiri, kata Wakil Bupati Tegal ini, perubahan dunia menjadi tantangan yang tidak ringan bagi seorang ibu, termasuk organisasi kewanitaan seperti Muslimat NU. Juga lahirnya gerakan radikalisme dan bahaya narkoba, menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar anak-anak kita tidak terpengaruh. “Upaya penguatan sebagai benteng dan filter dari berbagai tantangan tersebut, menjadi fardlu ain bagi Muslimat NU,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, program yang dijalankan Muslimat pun selalu berpihak pada kepedulian kebutuhan Nahdliyin. Diantaranya, menggelar kursus pra nikah untuk memberi pencerahan kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi. Apalagi trend pernikahan dini tidak bisa dibendung. Padahal, pernikahan dini rentan dengan peningkatan Angka Kematian Ibu atau Maternal Mortality Ratio (MMR), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI).

Muslimat juga membantu keluarga tak jelas, dengan menggelar sidang terpadu itsbat nikah. Atau menetapkan Akad Nikah yang telah dilaksanakan sesuai dengan Syari’at Islam (Hukum Munakahah) akibat poligami misalnya, agar tercatat dalam Register Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan yang berwenang. “Dengan demikian, hak-hak anak akan terpenuhi. Muslimat NU juga membantu percepatan pembuatan akte kelahiran yang ditangani PAC,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, Umi gembira karena Muslimat lebih intensif dalam menyelenggarakan pengajian. Istilah Tegalnya, laka dina gabuk (tiada ada hari kosong) dalam hal pengajian. PC pun menyelenggarakan Pengajian keliling ke 19 PAC. Yang paling menggembirakan se Kabupaten Tegal ada 987 majelis taklim.

Program lain, pelatihan ketrampilan hasil usaha kreatif. Dari kelompok usaha terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga mencapai 319 Kube di seluruh ranting se Kabupaten Tegal. “Koperasi Anisa Muslimat, turut membantu pemasaran dan penyertaan modalnya juga,” terang ibu dari 6 anak ini,?

Di bidang social, masih kata Umi, Muslimat NU Tegal menangani Pendidikan Anak Usia Dini, Tercatat ada 97 Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU, 67 Kelompok Bermainn (KB), dan 39 Raudlatul Athfal (RA) serta 548 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).?

Karya Muslimat NU berupa Metode Asyifa telah direkomendasikan oleh Yayasan pendidikan Muslimat NU (YPM NU) pusat, untuk dijadikan bahan pembelajaran resmi di TPQ TPQ seluruh Indonesia. “Metode Asyifa telah digunakan di Tegal sejak Juni 2002 dan tahun 2016 baru direkomendasikan untuk digunakan di berbagai TPQ seluruh Indonesia,” ucapnya bangga.?

Untuk Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU) telah mendirikan Darul Yatama dengan ratusan anak yatim piatu yang diasuh. Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU) juga terus berkembang. Pada musim haji 2016, KBIH YHM NU memberangkatkan 160 jamaah haji. Sedangkan untuk tahun 2017, sudah masuk 137 calhaj yang tergabung ke KBIH YHM NU. Tapi biasanya, akan terus bertambah jumlah calhaj yang tergabung ketika mendekati manasik,” tuturnya.?

Kepada para ibu-ibu muda maupun sepuh, Umi mengajak untuk tidak jemu-jemu berorganisasi di Muslimat ataupun Fatayat. Karena nilai faedahnya lebih besar jika dibandingkan dengan mudlaratnya. “Yang penting tidak melupakan pendidikan anak-anaknya dan selalu menjadi pendamping suami setia,” pungkasnya. (wasdiun).

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Berita, Amalan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 11 November 2017

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Warga NU Banten menggelar Istighotsah kubro di halaman kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang. Sedikitnya 4000 warga NU memadati lokasi. Sementara transportasi mereka berjajar rapi di mulut gang.

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU

Upacara Istighotsah kali itu diadakan untuk memperingati Nahdlatul Ulama yang genap berusia 87 tahun menurut kalender Masehi. Selain itu, Istighotsah itu merupakan bagian dari perayaan maulid Nabi Muhamad SAW.

Dengan iringan rebana, mereka melantunkan shalawat kepada Nabi Muhamad SAW. Mereka tidak lupa membaca doa untuk para pendiri NU, perintis NU Banten, dan para ulama. Sebagian dari mereka mengenakan busana Muslimat NU dan seragam silat Pagar Nusa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Hari ini merupakan momentum bersejarah khusus bagi NU Banten. Karena, warga NU Banten memperoleh tiga keistimewaan sekaligus di hari Istighotsah ini,” kata KH. Masykur Mahsyar, Ketua PWNU Banten saat sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang.

Kiai Masykur menyatakan, Istighotsah kali itu teramat istimewa. Pertama, Istighotsah dimaksud untuk memperingati maulid Rasulullah SAW. Kedua, rangkaian tahlil dan zikir diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-87 NU. Ketiga, upacara zikir tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas peresmian kantor baru PWNU Banten.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam sambutannya, Kiai Masykur menambahkan warga NU Banten memiliki komitmen tinggi kepada organisasi mereka. Karena, panitia hanya mengundang 3000 ribu orang. Padahal, hadirin sendiri mencapai lebih dari 4000 orang.

Ketua PWNU Banten menambahkan, warga NU harus merasa turut memiliki kantor baru PWNU Banten. Dengan itu, mereka akan merasa nyaman seperti di rumah sendiri dalam merawat dan mengadakan kegiatan ke-NUan. Siapa pun pengurus PWNU-nya, hal itu akan terus berlaku.

Belum lagi, Istighotsah itu bertambah istimewa karena dihadiri pula oleh KH Said Aqil Siroj, ketua umum PBNU dan Hj Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten, tandas Ketua PWNU Banten.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock