Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekitar 100 pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa di Peguron Sapu Jagat telah menguasai jurus-jurus di tingkatanya masing-masing, sehingga mereka naik kelas ke tingkat selanjutnya. ?

Para pendekar itu dilantik dengan penyematan tanda anggota Pagar Nusa oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman di Gedung Pariwisata Balekambang, Kramat Jat, Jakarta Timur, Sabtu malam (25/1).

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat

Guru Besar Peguron Pencak Silat Sapu Jagat Gus Yusuf Cokro Santri, mengatakan 100 peserta itu terdiri dari tingkat dasar yang masuk ketingkat pertama dan tingkat pertama yang masuk ke tingkat kedua. “Di tingkat dasar pengenalan jurus-jurus elementer Pagar Nusa atau istilahnya pencak silat sebagai busaya,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di Peguron Silat Sapu Jagad, kata Cokro, diwajibkan menguasai jurus-jurus Pagar Nusa. Di samping itu ada jurus-jurus tersendiri yang merupakan kreasai peugron tersebut.

Cokro lebih lanjut menerangkan, dari 100 pendekar itu, ada 20 peserta pendidikan dan latihan untuk melatih. Mereka berasal dari Lampung. “Di Lampung Peguron Sapu Jagat memiliki 15 cabang. 20 orang berlatih jurus-jurus sesuai KTSP Pagar Nusa,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Cokro, anak-anak muda sekarang masih meminati seni bela diri pencak silat, “Dari 100 peserta itu mulai dari usia SD sampai perguruan tinggi,” katanya.

Ia juga menerangkan dari 100 pendekar itu 30 orang di antaranya adalah mahasiswa dan mahasiswi Thaliand yang sedang belajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama, Kedoya Jakarta Barat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Khutbah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Teman Terbaik saat Duduk





? ? ? ? ?

Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Teman Terbaik saat Duduk

"Sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku." [Maqalah]

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku. Mereka menerjemahkan, menulis, membaca, dan menyebarkan gagasan tanpa pernah surut semangat. Buku atau kitab adalah representasi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya ayat pertama yang turun berbunyi iqra (bacalah), kendatipun ayat ini bermakna lebih luas dari sekadar membaca buku. Wallahu alam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Ulama, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 19 Februari 2018

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

Bondowoso, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Moch. Eksan menegaskan pentingnya pengelola negara mengamalkan Pancasila secara konsekuen. Sebab, tanpa penguatan Pancasila, proses pembangunan negara ini tidak akan berhasil maksimal. 

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

"Kalau membangun negara, jangan lupa membangun kesadaran masyarakat tentang Pancasila sebagai sumber nilai dalam berbangsa. Jika tidak, maka cita-cita reformasi hanya menjadi mimpi," ujarnya saat  menjadi narasumber dalam Latihan Kader HMI II Cabang Persiapan Bondowoso-Situbondo, di aula Kodim Bondowoso, Jumat (1/12).

Menurutnya, era reformasi yang pernah dielu-elukan  sebagai era kebangkitan bangsa menuju Indonesia modern, berkemajuan dengan kesejahteraan yang berkeadilan, ternyata masih jauh panggang dari api. 

Memang, katanya, empat kali Pemilu pasca reformasi dan pemilihan langsung presiden dan kepala daerah, telah membentuk postur kebijakan publik dan alokasi anggaran yang semakin pro-rakyat dan mengarah pada perwujudan  kesejahteraan yang seutuhnya. “Namun sayangnya, hal tersebut  belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang maksimal,” lanjut Eksan.

Ironi Negara Besar

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketidakberhasilan tersebut ditandai dengan tetap bercokolnya  IPM (Indeks Pembangunan Manusia), daya saing, dan indeks kesejahteraan rakyat Indonesia di bawah tiga negara lain di kawasan ASEAN. Indonesia “istiqamah” berada di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. 

Padahal, katanya, dalam segala hal, potensi Indonesia lebih besar dari tiga negara tersebut. Terutama dari segi geografis dan demografis, luas wilayah Indonesia 53 persen dari luas wilayah ASEAN dan penduduk Indonesia 43 persen dari jumlah penduduk di kawasan ASEAN ini.

“Potensi begitu besar ini, belum dapat mendongkrak posisi Indonesia dalam konstelasi global sebagai negara besar yang diharapkan menjadi macan ASEAN,” jelasnya.

Persoalannya,  sejak 1998 sampai sekarang, proses pembangunan nasional dilakukan tanpa disertai pembangunan ideologi negara. Alih-alih dibangun, menurut Eksan, Pancasila malah diserang habis-habisan oleh ideologi kanan maupun ideologi kiri. Pemerintah dan rakyat seolah membiarkan proses "mutilasi ideologis" terhadap Pancasila tanpa pembelaan sedikit pun. Ini terjadi lantaran takut dicap tidak reformis dan antek Orde Baru yang menggunakan Pancasila sebagai alat hegemoni kekuasaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegagalan Orde Baru dalam menghadirkan kondisi politik yang demokratis, serta kondisi ekonomi yang berkeadilan, bukanlah salah Pancasila. Namun  kesalahan rezim dalam menerapkan Pancasila secara murni dan konsekuen. "Pendek kata, kalau mau merawat Indonesia, maka wajib merawat Pancasila," ujar  mantan Dosen STAIN Jember itu. (Aryudi A Razaq/Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Santri, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mamnu’ududkhul

Gus Dur bercerita kepada Raja Saudi dan sempat membuat raja jarang senyum itu terpingkal-pingkal.

Kata Gus Dur, ada seorang jemaah haji bernama Soleh. Ia pandai sekali di bidang ilmu fikih dan sangat paham baca kitab kuning, tapi tidak bisa berbahasa Arab.

Setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Soleh berkata kepada salah satu temannya, “Wah di Saudi orangnya ganas-ganas ya?”

“Ganas kenapa Kang?” tanya temannya.

Mamnu’ududkhul (Sumber Gambar : Nu Online)
Mamnu’ududkhul (Sumber Gambar : Nu Online)

Mamnu’ududkhul

“Coba lihat itu Mas, ada tulisan ‘Mamnu’uddukhul ‘, kalau terjemahan Indonesianya “mamnu’ (dilarang) dan ad-Dukhul (jima’/bersetubuh). Masa di tempat seperti ini masih sempat-sempatnya,” tegas Soleh dengan percaya diri. Dalam kajian fikih di banyak kitab kuning, istilah dukhul memang dimaksudkan untuk itu.

“He he he he, wah mamnu’uddukhul di sini artinya dilarang masuk,” kata teman Soleh yang sudah pernah haji. (Ahmad Rosyidi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Gresik, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selain di Jawa Barat, pelajaran sekolah yang melecehkan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga terdapat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) tingkat SMA di Gresik, Jawa Timur.

Dalam materi LKS kelas XII SMA terbitan CV Hayati Tumbuh Subur yang beralamtkan di Jalan Majapahit, Nayu Barat Nusukan Surakarta itu, di halaman 34-35 dikupas sejarah Kepemimpinan Gus Dur hingga jatuhnya Gusdur dari kursi kepresidenan 

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

LKS Lecehkan Gus Dur Juga Beredar di Gresik

Di LKS itu bertuliskan di antaranya “Puncak jatuhnya Gus Dur dari kursi kepresidenan di tandai oleh Skandal Brunai Gate dan Bulog Gate yang memyebabkan ia terlibat kasus korupsi”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, ada pertanyaan yang seolah Gus Dur terlibat korupsi itu diulangi lagi di halaman 40 yang menyajikan soal pilihan ganda atau multiple choice , disitui pada no 9 dan 15 disebutkan korupsi yang menimpa Abdurahman Wahid sehingga dipecat dari kursi kepresidenan yaitu… 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Baru di bawahnya ada pilihan jawaban yang menyebutkan ; a. Pertamina Gate, b. Bulog Gate, c. Pelni Gate, d. Garuda Gate dan President Gate. Secara otomartis, banyak siswa menjawab Bulog Gate, karena dalam materinya memang kasus Bulogate yang dijelaskan LKS itu. 

Menanggapi soal siswa-siwi di Kota Santri itu Gerakan Pemuda Ansor meradang dengan temuan LKS tersebut. GP Ansor mendesak Dinas Pendidikan (Diknas) Gresik mencabut semua LKS (Lembar Kerja Siswa) Bidang Sejarah SMA/MA. 

“Ini gerakan struktural yang melecehkan Gus Dur. Diknas harus mencabut dan meminta maaf. Bahkan, mem-black list penerbitnya,” ujar Agus Junaidi, Sekretaris PC GP Ansor Gresik, Senin (10/12) 

Menurut Agus Junaidi, penyebutan dengan bahasa korupsi sangat melecehkan Gus Dur. Padahal Gus Dur bukan hanya dikenal sebagai presiden keempat, namun dikenal juga sebagai Bapak Bangsa. Gus Dur berperan dalam meletakkan paham pluralisme, hingga dia dijuluki juga Guru Bangsa. 

“Kami meminta segera dicabut dan ditarik. Kalau tidak ditarik, kami akan mengerahkan kekuatan anggota Ansor dengan Banser-nya. Bila perlu semua kekuatan NU kami kerahkan mengepung Diknas Gresik,” ancamnya. 

Agus melanjutkan, kata terebut informasinya ternyata di ulang dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang diujikan Senin (10/12) kemarin. Hal itu menandakan ada upaya struktural dan massif oleh kelompok-kelompok tertentu yang membunuh karakter kenegarawanan Gus Dur. 

“Kalau pemahaman itu menjadi dasar pemahaman anak muda tentang sejarah, maka para generasi muda memahami Gus Dur adalah pelaku korupsi. Padahal Gus Dur sangat memerangi korupsi di Indonesia,” lanjutnya. 

Ansor kembali menekankan, jika dalam 1×24 jam soal itu tidak segera ditarik, pihaknya akan melakukan aksi di Kantor Dinas Pendidikan. Sebab jika hal ini dibiarkan calon penerus bangsa ini tidak akan pernah menghormati para pahlawan di negeri ini. 

“Kita memberi waktu 1×24 jam. Jika LKS tetap beredar kita akan lakukan demo ke Kantor Dinas Pendidikan. Jika perlu kita akan menemui bupati, karena pendidikan adalah bagian dari tanggungjawab pemerintah daerah,” pungkasnya. 

Menaggapi hal itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik M Nadlif mengaku belum mengetahuinya. Hanya dia meminta perkara ini tidak menjadi polemik. “Ya kasihan Gus Dur. Kami akan meminta sekolah tidak memakai LKS itu lagi,” kata Nadlif. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Lensa Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai korupsi yang merajalela disebabkan oleh liberasasi politik yang diterapkan. Demokrasi liberal yang tidak beraturan sering dibajak dan disalahgunakan.

“Kenapa kebebasan dibajak? Karena tidak diimbangi oleh sistem hukum dan etika," terang Jimly ? saat menjadi pembicara pada Refleksi Akhir Tahun Pekan Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (12/12).

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Demokrasi liberal, kata Jimly, menghasilkan adanya politik oligarki dan politik dinasti. Politik dinasti ini menghasilkan kesenjangan politik. Disparatis kaya-miskin juga semakin jauh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama 15 tahun ini kita menikmati kebebasan yang ada untuk kepentingan diri-sendiri, ujarnya. Kondisi ini juga bisa dilihat dari inefisien demokrasi di Indonesia. Demokrasi bentuk ini menutup jalan untuk terpilihnya pemimpin yang berintegritas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karenanya, ia mengusulkan agar Lembaga Konstitusi dan Legislatif memperbaiki sistem demokrasi menjadi lebih efisien agar dapat mengurangi permasalahan Pemilu di Indonesia.

Pemilu Presiden dan Legislatif dilakukan secara bersamaan untuk menghindari terjadinya penyanderaan pemilu Presiden oleh hasil pemilu Legislatif. Pemilihan Gubernur dan Bupati cukup dipilih DPRD secara terbuka. Semua dilakukan untuk mengurangi biaya pemilu, imbuhnya.

Wakil kepala daerah, sambung Jimly, juga tak harus dipilih langsung sepaket dengan kepala daerah. Bila perlu ditiadakan. Karena, sering adanya konflik antara kepala daerah dengan wakil kepala daerah.

Kepala daerah cukup satu periode saja karena terlalu berkuasanya calon-calon incumbent. Pendekatan kepemimpinan dan sistemnya perlu dilakukan untuk membenahi permasalahan pemilu saat ini.

Ia pun mengungkap perlu adanya GBHN sebagai pedoman arah bangsa Indonesia. Pemimpin harus memiliki sedikitnya 4 karakter; membangun sistem, memastikan sistem bekerja, mendidik lingkungannya untuk menjalankan sistem yang ada, dan menjadi role model atau contoh. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Amalan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Puluhan penulis keislaman moderat di Provinsi Jawa Timur berkumpul di Hotel Sahid Surabaya sejak Sabtu (2/12). Mereka hadir mengikuti Workshop Penulisan Konten-konten Keislaman yang berlangsung hingga Ahad (3/12).

Direktur VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Mohamad Syafi Alielha mengatakan hal yang melatarbelakangi kegiatan tersebut lantaran banjirnya informasi di internet yang tak mungkin dibendung dan harus disiasati.

Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)
Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet (Sumber Gambar : Nu Online)

Penulis Keislaman Jatim Pertegas Pengarusutamaan Islam Moderat di Internet

"(Caranya adalah) bagaimana membuat informasi positif tetap lebih dominan ketimbang (informasi) negatif," kata Savic, sapaan akrabnya.





Menurut Savic teknologi siber yang mudah dan murah mendorong banyak orang untuk berselancar ria di dunia maya. Apabila konten positif selalu tampil terdepan, kemungkinan netizen terpapar radikalisme dan hoaks atau berita fiktif dapat diminimalisasi. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Usaha ini memang berangkat dari asumsi bahwa hampir mustahil kita menghapus atau memblokir seluruh konten yang dianggap negatif. Karenanya, perang isi menjadi amat relevan," terang pria yang juga aktivis 98 itu.

Secara sistematis, lanjut dia, perang konten tersebut hanya bisa maksimal apabila media-media Islam moderat melakukan konsolidasi dan berusaha meningkatkan kapasitasnya. Perspektif keadilan atau perdamaian bisa mendominasi jagat maya jika para produsen informasi relatif bergerak simultan dengan konsep-konsep gerakan yang terencana.

"Pengumpulan bahan, pengorganisasin tema, pengelolaan sumber daya manusia, dan perumusan strategi kampanye menjadi kata kunci dalam solusi ini," ulasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tiga Hasil Akhir

Savic juga memaparkan ada tiga pokok penting yang ingin dihasilkan dari kegiatan ini. Pertama, melahirkan cara pandang dan kesadaran bersama tentang Islam yang damai dan toleran. 

"Kemudian yang kedua, untuk melakukan perlawanan (counter) terhadap infiltrasi dan serangan kelompok-kelompok yang membawa ideologi/paham keagamaan transnasional, yang intoleran," lanjutnya.





Savic berkeyakinan kelompok-kelompok tersebut akan merusak kehidupan keagamaan masyarakat dan berpotensi memecah eksistensi negara Indonesia yang didasarkan pada Pancasila dan NKRI.





Adapun tujuan ketiga yakni untuk memproduksi konten-konten keislaman yang berpijak pada paham Islam rahmatan lil alamin.

"Forum ini dalam rangka melahirkan cara pandang dan kesadaran bersama tentang Islam yang damai dan toleran, serta membuat informasi positif di dunia maya," tandasnya,

Forum yang dihadiri dan dibuka oleh Ketua PBNU Robikin Emhas itu dirancang sebagai penguatan konten keislaman dan diharapkan nantinya dapat menghasilkan output yang bersifat operasional dalam penulisan konten keislaman di berbagai media.

Strategi yang dipakai dalam Workshop Penulisan Konten-konten Keislaman tersebut dikemas dalam diskusi bagaimana memperkuat konten positif, berbagi pengalaman penulisan, serta pengembangan narasi penulisan. (Mochamad Nur Rofiq/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Ulama, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Brebes dan Tegal, Isi Tahun Baru Dengan Istighosah

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pergantian tahun Masehi identik dengan pesta akan dirayakan berbeda oleh masyarakat Kabupaten Brebes dan Kota Tegal (Jawa Tengah). Di kedua kabupaten tersebut pergantian tahun akan dirayakan dengan istighotsah dan pengajian umum.?

“Kami berupaya mengarahkan masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT ketika bertambahnya usia,” ucap Kepala Bagian Kesra Setda Brebes H Imrom Hisyam, ketika ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (30/12).

Brebes dan Tegal, Isi Tahun Baru Dengan Istighosah (Sumber Gambar : Nu Online)
Brebes dan Tegal, Isi Tahun Baru Dengan Istighosah (Sumber Gambar : Nu Online)

Brebes dan Tegal, Isi Tahun Baru Dengan Istighosah

Pengajian ini, kata H Imron, telah menjadi program Pemkab Brebes sejak tiga tahun terakhir. Sebelumnya, akan difokuskan pada pesta kembang api di alun-alun. Namun atas saran dari para ulama Kabupaten Brebes, perayaan pergantian tahun diisi dengan istighosah dan pengajian umum.

Pada kegiatan bertema "Bersama Melangkah Menuju Hidup Barokah" tersebut akan dihadiri Rais Syuriyah PBNU KH Subhan Makmun, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang KH Syeh Sholeh Basalamah, Pengasuh pondok pesantren Al Hikmah 1 KH Labib Shodiq Suhaemi, Ketua MUI Brebes KH Said Basalamah, Mutasyar PCNU Brebes KH Khusnan Zaen dan sejumlah ulama lainnya.

Istighotsah kubro dan pengajian akan berlangsung pada 31 Desember 2016 sejak pukul 20.00 dan berakhir hingga jam 00.00, atau 1 Januari 2017. “Plt Bupati Brebes Budi Wibowo dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh ulama serta masyarakat umum akan tumplek blek di alun-alun Brebes,” tutur Imron.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal serupa juga akan berlangsung di alun-alun kota Tegal. Sejumlah tokoh ulama Kota Tegal seperti Habib Thohir Al-Kaf, Ketua PC NU Kota Tegal Abdal Hakim Tohari akan mengisi kegiatan pergantian tahun tersebut.?

Berbagai sepanduk, baliho dan pengumuman tentang kegiatan akhir tahun di kedua Kabupaten perbatasan tersebut sudah menyebar. Termasuk sudah diumumkan dimasjid-masjid sebelum pelaksanaan sholat jumat tadi siang. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Pendidikan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

Thariq As-Shaidani datang dan bicara tiba-tiba ketika gerombolan orang musyrik berkumpul di rumah Abu Jahal. "Betapa gampang membunuh Muhammad seandainya kalian sepakat dengan omonganku."

Sorot mata orang-orang tertuju pada Thariq. Penasaran dengan gagasan muslihat pemuda satu ini.

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

"Muhammad tengah bersandar di dinding Kabah. Kalau saja salah seorang dari kita pergi membawa batu besar lalu melemparkannya dari atas Kabah, Muhammad pasti tewas seketika," papar Thariq.

Syihab, salah satu peserta dalam persekongkolan jahat itu pun berdiri dan berucap, "Jika kalian mengizinkan, pasti aku akan membinasakan Muhammad."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syihab beraksi. Ia naik ke atas Kabah sambil membawa batu yang sangat besar yang lantas ia hempaskan ke bawah tepat ke arah tubuh dan kepala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

"Blek!"

Dalam kitab Al-Aqthâf ad-Daniyyah fî Mawâidlil Ushfûriyyah dijelaskan, batu tersebut tak langsung terjun ke tanah. Tiba-tiba saja benda berat itu menjauh dari dinding Kabah dan tertahan di udara. Baru setelah Rasulullah bangkit dari lokasi sandarnya, batu itu patuh pada hukum gravitasi bumi, jatuh lalu menggelinding ke tempat asalnya.

Syihab yang menyaksikan peristiwa ajaib itu hanya bisa melongo. Nyaris tak percaya dengan kejadian di depan matanya. Seketika ia turun dari atas Kabah lalu menghampiri manusia suci itu. Rasulullah tidak marah, bahkan menyambut hangat Syihab yang menyatakan diri masuk Islam. Thariq As-Shaidani, inisiator percobaan pembunuhan Nabi pun turut jadi muallaf, berikut kawan-kawannya yang lain.

Para anggota geng musyrikin Quraisy tersebut beruntung, kala hati mereka membatu dan dipenuhi kebencian terhadap Islam yang menawarkan peradaban luhur, ada mukjizat yang mampu melunakkan hati keras mereka. Persekongkolan jahat menjadi tak berkutik di depan fenomena menakjubkan di luar hukum alam dan batas kemampuan manusia.

Yang jauh lebih beruntung—dan tentu berat—sesungguhnya adalah mereka yang hidup di zaman modern tetapi mau beriman dan menempuh jalan Islam meski tanpa pernah bertatap muka dengan Nabi atau menyaksikan peristiwa adikodrati.

Dikatakan berat karena di pundak mereka bertengger dua tanggung jawab sekaligus: konsisten terhadap keyakinan Islam dan menunjukkan Islam ke publik sebagai agama yang memang pantas dipeluk melalui sikap dan perilaku yang beradab. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Hikmah, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Satkorcab Banser) Kudus mengharapkan Kota Kudus bebas dari peredaran minuman keras (miras). Mereka meminta aparat keamanan melakukan razia terhadap peredaran minuman haram secara berkelanjutan.

Komandan Satkorcab Banser Kudus Wawan Awaludin menyampaikan harapan itu kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth usai menghadiri acara pemusnahan barang bukti Miras Tahun 2016 yang diselenggarakan Polres Kudus di alun-alun setempat, Jumat (3/6).

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Wawan memandang pemusnahan barang bukti ini menunjukkan masih adanya peredaran miras di wilayah kota ini. Ia merasa prihatin, Kudus yang dikenal sebagai kota religius belum sepenuhnya bebas dari benda haram tersebut.

"Kita semua tahu, miras sering kali menjadi sumber kejahatan sehingga perlu upaya pemberantasan secara terus-menerus. Kalau bisa tahun 2017 nanti, Kudus sudah bersih dari miras," harapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pemberantasan miras, menurutnya, merupakan tanggung jawab dan wewenang aparat penegak hukum yakni kepolisian dan Satpol PP. "Apabila kami diajak, Banser siap bergabung menjalankan tugas," kata Wawan.

Terkait bulan suci Ramadhan, Wawan mengimbau para pengusaha atau pemilik tempat hiburan maupun kafe untuk tutup selama satu bulan. Hal ini guna menghormati kekhusukan umat Islam menjalankan ibadah puasa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalau masih ada yang beroperasi, kami Banser akan meminta kepada aparat yang berwenang untuk menutupnya. Mengingat, sekali lagi Kudus kota religius," tegas Wawan.

Pemusnahan barang bukti miras dipimpin langsung oleh Bupati Kudus H Musthofa didampingi Kapolres Kudus, dan pejabat lainnya. Ribuan minuman keras dimusnahkan dengan kendaraan berat Silender di alun-alun Simpang Tujuh Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Olahraga, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Bojonegoro, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai upaya menciptakan kader yang mapan ekonomi, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam melalui kajian rutin "Obrolan Bareng Ansor (Obor)" menggelar diskusi dan pelatihan wirausaha budidaya Kroto.

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Diniyah Roudlotul Mubtadiin Desa Brabowan kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (2/10).

Arifin, pegiat budidaya kroto di Bojonegoro, saat menjadi pemateri menyampaikan, banyak orang bingung untuk memilih bisnis apa yang relevan untuk dijalankan, karena kebanyakan lemah di pemasaran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, bisnis kroto bisa menjadi alternatif karena tidak membutuhkan banyak biaya, hanya menyediakan bibit semut rangrang sekira 30 toples dan pembuatan rak untuk beternak. "Bisnis ini cukup prospek, karena mulai dari pembibitan pun sudah ada asosiasi yang menyediakan masyarakat yang membutuhkan," paparnya.

Di sisi lain, akan ada pembinaan pula kepada pelaku yang menjalankan budidaya ini. Sebab ikatan pelaku usaha ini tergolong sangat kuat. "Termasuk pemasaranya sudah siap, berapapun yang dipanen akan ada pembeli yang menampungnya, harganya pun tergolong tinggi karena sekilogram kroto bisa sampai Rp. 300 ribu," lanjut pria alumni kampus IKIP PGRI Bojonegoro itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Arifin juga mengajak para kader Ansor untuk meninjau langsung usaha tersebut di sekolah alam miliknya. "Di sana ada ternak kroto, usaha budidaya jamur dan lainya," terangnya.

Sementara itu Koordinator Kajian Obor, Imam Hambali menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan. Karena menurutnya, kader Ansor saat ini sudah saatnya melek ekonomi. "Supaya? tercipta juga mental wirausaha bagi kader pemuda Nahdiyin," ucapnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Cabang GP Ansor Bojonegoro Faizin, perwakilan madrasah diniyah di Kecamatan Gayam, dan sejumlah tamu undangan lainya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Ulama, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina

Nunukan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 30 warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang adalah calon haji dan berangkat ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, ditahan petugas negara Filipina karena dianggap memalsukan dokumen.

30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina

Humas Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Sayid Abdullah, di Nunukan, Senin, mengiyakan hal itu, bahwa mereka ditahan petugas imigrasi Filipina, di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino, Manila, ketika hendak berangkat ke Tanah Suci Makkah, sekitar pukul 04.00 setempat, Jumat (19/8).

"Saya sudah mencari beberapa informasi terkait calon haji yang ingin berangkat ke Tanah Suci Mekkah lewat Filipina dan 30 orang itu memang warga (Pulau) Sebatik," kata Abdullah.

Namun dia menyatakan, belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penahanan ke-30 warga Sebatik itu karena terus mengumpulkan informasi terutama dari Kedutaan Besar Indonesia di Manila.

Infrormasi yang diperoleh, jumlah WNI yang akan berangkat ibadah haji pada 2016 menggunakan paspor Filipina sebanyak 177 orang dimana 30 orang di antaranya warga Pulau Sebatik.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut keterangan Kepala Imigrasi Nunukan, I Nyoman Suryamataram, penggunaan paspor Filipina oleh WNI dengan tujuan melaksanakan ibadah haji merupakan pelanggaran hukum kewarganegaraan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots

Kenitra, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Maroko, tepatnya di samping Souk Houriya, kawasan Biranzaran Kota Kenitra terdapat masjid Indonesia. Hingga kini, masjid itu masih menjadi pusat pengajaran serta pemberantasan buta huruf dan pengajian bakda Maghrib.



Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Indonesia Maroko Buka Kajian Kitab Turots

Di tempat ini pula, pertama kali diadakannya pembukaan kajian kitab-kitab turots (tradisi, red.) khusus bagi para peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) STAINU Jakarta yang sedang mengikuti Program Kelas Internasional selama setahun di Universitas Ibnu Thufail, Kenitra, akhir pekan kemarin.

Dalam acara ini, Ustadz Yunus, salah satu pengurus Majlis Ilmi yang juga khotib di masjid Indonesia menyambut baik kedatangan para mahasiswa Kelas Internasional STAINU Jakarta yang ingin memperdalam kajian kitab-kitab turots.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Mamat S Burhanuddin selaku perwakilan dari pihak STAINU Jakarta mengatakan bahwa dibukanya acara ini bertujuan agar para pelajar mampu menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya selama belajar di Maroko, mengingat waktunya yang sangat terbatas.?

Di samping belajar di universitas, mereka juga harus diisi dengan pendalaman kajian kita-kitab turots yang berada diluar kampus sekaligus sebagai ajang untuk berinteraksi langsung dengan warga setempat.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kesempatan ini, Mohammad Zen Hafidz selaku perwakilan dari Kementrian Agama berpesan kepada semua pelajar kelas internasional agar tetap menjaga akhlak dan budi pekertinya ketika bergaul dengan siapa saja, hal ini dikarenakan warga Indonesia dan semua pelajar yang berada di Maroko sudah dikenal baik terutama dari akhlak dan sopan santunnya.

Turut hadir pula Ustadz Thoriq, selaku pembimbing dan guru yang akan memberikan kajian kitab-kitab turots beserta segenap pengurus masjid Indonesia, H. Muhlisin Bisyri dari yayasan Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan Semarang, Ali Syahbana selaku Wakil tanfidziyah PCINU Maroko dan sejumlah anggota perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko serta sejumlah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Ulama, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif

Padang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor sudah saatnya merefleksikan sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW ke dalam jiwanya. Karena pemuda sekarang sudah mulai rapuh dan goyah menghadapi perkembangan zaman dan teknologi informasi yang sudah menglobal.?

Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Propinsi Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman mengungkapnya pada sambutan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Ibu, Kamis (22/12) malam di aula PW NU Sumatera Barat, Jalan Ciliwung Padang. Acara dihadiri segenap pengurus Ansor Sumbar dan majelis Shalawat Rijalul ? Ansor. ?

Menurut Rahmat, pemuda harus mampu menyikapi perkembangan teknologi informasi untuk hal-hal yang positif dan menjadikannya sesuatu yang bermoral. Dengan memperingati hari ibu, maka bagaimana memahami kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadikan sebagai momentum kebangkitan kaum perempuan dari diskriminasi. ?

“Saat itu, kondisi perempuan sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW terpuruk. Sekarang dirasakan betapa kaum perempuan sangat dapat tempat yang sama dalam berbagai hal. Sudah banyak kaum perempuan yang memegang peran penting dalam kehidupan, ? baik di pemerintahan maupun dunia pendidikan,” kata alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Padangpariaman ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretaris PW GP Ansor Sumbar Arianto juga menambahkan, dalam memperingati maulid Nabi Muhammad dan Hari Ibu, pada era digital ini transformasi ilmu sangat mudah, cepat dan akurasinya juga tepat. Jika digunakan secara bermoral dan santun, maka akan ? sangat bermanfaat untuk ? kemaslahatan umat manusia.?

“Namun jika digunakan dengan tidak bermoral dan kesantunan, akan menimbulkan perpecahan dan peperangan. Bahkan merusak persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai keilmuan dan informasi yang disalahgunakan media sosial dan ? portal media internet dengan menyebarkan ? kebencian (hate speech). Juga memprovokasi pengguna media sosial dan para nettizen untuk bertindak kea rah kebencian,” kata Arianto, dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Padang ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Arianto mengajak kembali meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhmmad untuk menjadikan teknologi informasi yang berdaya guna dengan mengedepankan moral dan kesantunan. Selain itu, dengan ? memperingati Hari Ibu, bagaimana teknologi informasi digital ? dapat menjadikan kaum ibu tidak lagi sebagai objek yang bersifat melecehkan kaum ibu semata. Melainkan untuk meningkatkan harkat, martabat dan peningkatan peran kaum ibu dalam berbagai sektor kehidupan. ? ?

Taushiya Maulud Nabi Muhammad SAW disampaikan Nafriandi Tuanku Mursyd. Ia menyampaikan, masih banyak praktek korupsi yang terjadi di negeri. Jika meneladani sifat dan perilaku dari Nabi maka penting ditanamkan pengawasan dengan diri sendiri. Karena praktek korupsi itu akan hilang dengan sendirinya, jika pengawasan dalam diri sendiri kuat untuk tidak melakukan perbuatan yang salah. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 20 November 2017

Muktamar NU Mesti Lebih Peduli Nasib Petani

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pesantren Agribisnis Al-Ittifaq Bandung KH Fuad Affandi berharap Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama pada Agustus nanti menjadi momen bagi para pengurus NU meningkatkan keseriusannya dalam memperhatikan nasib kaum tani.

Muktamar NU Mesti Lebih Peduli Nasib Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar NU Mesti Lebih Peduli Nasib Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar NU Mesti Lebih Peduli Nasib Petani

"Warga Indonesia mayoritas Islam, kaum Nahdliyin juga mayoritas, dan mayoritas penduduk Indonesia juga bergantung pada sektor pertanian. Karena itu tidak ada alasan untuk mengabaikan kaum tani,” ujarnya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Pesantren Al-Ittifaq, Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/3).

“Sebab dengan memperhatikan kaum tani, otomatis kita memperhatikan warga NU, memperhatikan umat Islam, dan itu artinya juga memberi perhatian terhadap nasib penghuni negara Indonesia," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai yang mendapat banyak penghargaan atas prestasinya dalam perjuangan kaum tani ini berpendapat, pengurus NU harus memiliki pandangan yang maju dalam urusan pertanian. Sektor ini, katanya, sangat pas untuk diperjuangkan karena menopang kemandirian bangsa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Petani bercocok tanam itu bukan hanya untuk dimakan petani. Siapa sih yang tidak butuh konsumsi hasil pertanian? Mau pejabat, dosen, ulama, santri, mahasiswa, artis sampai kongklomerat semua makan hasil pertanian. Itu pertanda hasil pertanian paling banyak membawa berkah, membawa kemashalahatan, membawa kebaikan. Bukan hanya keberkahan bagi manusia, tapi juga bagi hewan dan ekologi," jelasnya.

Fuad melihat bahwa selama ini orang gengsi menjadi petani. Menurutnya, hal itu akibat salah persepsi memandang pertanian. "Seolah-olah petani itu melarat, ndeso dan tak berpendidikan. Padahal itu hanya kebetulan saja kebanyakan yang demikian adalah warga yang hidup dalam pertanian, tapi itu bukan kaum tani yang sesunggunnya. Sebab kita harus membedakan buruh tani dengan petani," jelasnya.

Menurut Fuad, cara pandang tentang kehidupan, model bisnis, dan arah usaha kaum tani harus banyak diperbaiki dengan pola pikir yang modern. "Kita ini punya rujukan ayat Allah, dan tauladan rassulullah, tapi sering lupa sunnatullah. Nah, modern itu bagian dari sunnatullah, harus kita baca arahnya, kita ikuti geraknya dengan kesadaran yang cerdas supaya tidak menjadi korban modernisasi."

Mang Haji, demikian panggilan akrabnya, sangat berharap agar kepenguruan NU mendatang banyak melatih kaum santri yang lulus pesantren.

"Ilmu pertanian tidak ada dalam kitab kuning, dan terkadang pula para kiai hanya mampu jadi guru ngaji, tapi tidak mampu jadi guru tani, padahal mereka hidup setiap hari sepanjang hayat bersama kaum tani. Jadi ini salah satu hal yang harus diperbaiki melalui pengetahuan kitab, bacaan maupun kombinasi ilmu terapan. Ilmu dalam amal harus selaras dikembangkan," ujarnya lugas. (Yusuf Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Warta, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 06 November 2017

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats

Assalamu alaikum wr wb.

Selamat malam pak kiai, saya mau tanya tentang rambut yang rontok saat sedang haid, apakah wajib ikut disucikan saat selesai atau tidak? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr wb. (Hamidah)

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana dengan Rambut Rontok saat Junub, Haid, atau Hadats

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah selalu menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Kami tim redaksi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mencoba menjawab pertanyaan saudari. Pertama yang perlu diingat kembali adalah bahwa umat Islam diwajibkan bersuci dari hadats besar dan hadats kecil sesuai dengan sebab-sebab yang ditentukan di kitab-kitab fikih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadats besar mewajibkan seseorang untuk bersuci sebelum beribadah dengan mandi, membasuh air secara merata ke seluruh bagian luar tubuh termasuk rambut, kuku, dan lipatan-lipatan tubuh. Artinya air harus sampai mengena ke kulit dan bagian-bagian luar tubuh tersebut tanpa satupun penghalang.

Sementara hadats kecil menuntut seseorang untuk membasuh bagian-bagian tubuh tertentu dalam bersuci seperti wajah, tangan, sebagian kulit kepala, kaki atau berwudhu. Kesucian ini dibutuhkan sebagai syarat keabsahan ibadah termasuk syarat kesucian bagi jenazah sebelum disembahyangkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hukum mandi menurut syar‘i terbagi dua, wajib dan sunah. Sunah bilamana mandi itu diniatkan untuk menghadiri sembahyang Jum‘at, istisqa, sembahyang gerhana, usai memandikan jenazah, wukuf, thawaf, atau masuk kota Mekkah. Sementara mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang dalam keadaan junub karena keluar mani, sebab jimak atau lainnya, usai haid, atau nifas.

Baik mandi wajib atau sunah, seseorang harus niat mandi wajib atau mandi sunahnya di awal basuhan. Persoalan niat ini sebuah kewajiban. Berikutnya meratakan tubuh dengan air. Segala permukaan dan lipatan di tubuh mesti secara rata terbasuh air baik berbentuk bulu, kuku, maupun kulit.

Adapun sejumlah bagian itu terlepas seperti rambut rontok, kuku yang terpotong, amputasi beberapa bagian tubuh? Apakah bagian yang terlepas wajib dibasuh? Para ulama berbeda pendapat. Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya, maka Imam Mawardi berpendapat, Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadailah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu. Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, Wajib membasuh bagian yang tampak saja. Pendapat ini lebih sahih. Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat. Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas-pen). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang berwudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.” (Lihat Imam Nawawi, Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz 1, halaman 125).

Adapun perataan air ini menjadi sebuah kewajiban. Karenanya sehelai rambut yang terlewat dapat membatalkan basuhan. Hanya saja madzhab Hanafi mengatakan bahwa basuhan tetap sah kendati sehelai rambut terlewat seperti disebutkan Imam Nawawi berikut ini dalam Al-Majemuk berikut ini.

?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya, “Kesembilan, andai seseorang meninggalkan sehelai rambut kepalanya yang belum tersentuh air, maka tidak sah basuhannya. Sementara riwayat dari Imam Abu Hanifah menyebutkan, basuhan semacam itu tetap sah,” (Lihat Imam Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, Kairo, Darut Taufiqiyah, tanpa tahun, juz 2, halaman 194).

Dengan mengikuti pendapat satunya, seseorang yang junub tidak perlu khawatir untuk menyisir rambut karena takut rontok, memotong kuku, atau membersihkan bulu lainnya. Ia pun tidak perlu mengumpulkan rambut rontok dan potongan kukunya untuk dimandikan wajib bersama.

Hanya saja kami menganjurkan agar seseorang menyisir atau memotong rambut, dan menggunting kuku setelah mandi wajib. Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 01 November 2017

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Kupang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Maraknya aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, memaksi kita sebagai warga negara Indonesia untuk aktif dalam menjaga perdamaian negara. Hal tersebuat membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) gencar melakukan propaganda lewat media dan dialog yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia.

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagari NTT dari Kelompok Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagari NTT dari Kelompok Terorisme

Salah satunya kegiatan yang dilaksanakan di hotel Neo kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/7) dengan tema “dialog lintas agama dalam pencegahan paham radikal-terorisme di NTT”. Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan FKPT NTT dan BNPT RI. Dialog dihadiri oleh Mustasyar PBNUyang juga Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Prof. Dr. Syahrin Harahap, (Guru Besar UIN SUMUT), dan dua narasumber lainnya. Turut hadir sebagai undangan dari para pejabat daerah, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam pembukaan dialog, Abdul Makarim sebagai kepala bidang agama, pendidikan, dan dakwah menyampaikan bahwa serangan bom sarina dan mapolresta Surakarta menadakan masifnya gerakan terorisme di indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal ini, kata dia, tidak bisa kita biarkan, tapi harus melakukan tindakan dini dalam pencegahan perilaku paham radikal-terorisme di Indonesia, khususnya di NTT.

“Paham radikal-terorisme merupakan paham yang berideologikan kekerasan dalam mewujudkan cita-cita mereka. Mereka berlindung dibalik nama agama guna mencari dukungan atas aksi dan kegiatan yang dilakukan,” sambung Pengurus MUI NTT ini.

Abdul Makarim menambahkan, “Dialog ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai aksi terorisme yang terjadi di global dan Indonesia, oleh karena itu peserta diharapkan berperan aktif dalam penanggulangan paham radikal terorisme di NTT” tutupnya. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, IMNU, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 24 Oktober 2017

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah menerbitkan ikhbar bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1437 H jatuh pada Sabtu, 3 September 2016.

Keputusan tersebut diumumkan setelah tim rukyat Lembaga Falakiyah PBNU melakukan rukyat hilal bil fi’li pada Kamis (1/9) petang. Selama observasi langit secara langsung itu, tim rukyat tak berhasil melihat bulan sabit tanda awal bulan. Dengan demikian, bulan Dzulqadah disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari.

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ikhbarkan Idul Adha 1437 H Jatuh pada 12 September

Berdasarkan hasil rukyat ini, Lembaga Falakiyah mengumumkan bahwa hari raya kurban atau Idul Adha 1437 H yang jatuh pada 10 Dzulhijjah bertepatan pada hari Senin, 12 September 2016.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazalie Masroeri mengucapkan terima kasih kepada nahdliyin atas kontribusi dan partisipasi dalam prosesi rukyat hilal ini. “Selamat Idul Adha. Kita sambut dengan ibadah mengagungkan asma Allah, berkurban, mempererat silaturrahim dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam hadits dijelaskan bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah termasuk hari-hari yang spesial. Namun di antara kesepuluh hari itu ada tiga hari teristimewa, yaitu 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 12 Oktober 2017

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Nama lengkapnya adalah KH Muhammad Masruri Abdul Mughni. Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog, yang lebih dikenal Al Hikmah Bumiayu.? Masyarakat memanggilnya Abah Yai Masruri Mughni. Lahir di Desa Benda pada 23 Juli 1943, putra pertama dari dua bersaudara buah hati pasangan H Abdul Mughni dan Hj Maryam, Abah adalah cucu KH Kholil bin Mahalli, salah satu muassis (pendiri) Pesantren Al Hikmah.

Abah hidup di lingkungan pesantren yang didirikan oleh sang kakek. Sehingga sejak kecil ia mulai belajar agama langsung di bawah asuhan kakek yang dibantu KH. Suhaemi bin Abdul Mughni (keponakan KH. Kholil) di pesantren tersebut hingga usia 13 tahun. Ketika menginjak usia 14 tahun, tepatnya pada tahun 1957 ia mulai mondok di Pesantren Tasik Agung Rembang, di bawah asuhan KH Sayuti dan KH Bisri Mushtofa. Ia belajar di pesantren tersebut hanya sekitar dua tahun, yakni sampai tahun 1959.

Setelah itu ia hijrah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Jawa Timur, yang saat itu salah satu pengasuhnya adalah KH. Wahab Hasbullah tokoh penggerak Nahdlatul Ulama pada saat itu. Selain nyantri, ia juga aktif tabarukan atau mengaji di beberapa pesantren di Indonesia, seperti belajar pada Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang.

Sejak muda, Abah dikenal telah memiliki jiwa kepemimpinan dan selalu dituakan oleh orang- orang di sekitarnya. Di pesantren Tambak Beras dalam usia yang relatif muda, ia telah didaulat oleh para masyakikh untuk menjadi qori’ (pembaca kitab kuning untuk santri).

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masruri Abdul Mughni Figur Murabbi Sejati

Menurut KH Mukhlas Hasyim, seorang guru penulis, pada saat itu Abah sebetulnya masih punya cita-cita ingin sekali melanjutkan nyantri di Pesantren di daerah Pacitan Jawa Timur dan Pesantren di daerah Magelang Jawa Timur. Hanya saja ketika itu, ia diminta kakeknya untuk segera pulang membantu mengajar di Pesantren Al Hikmah, karena pada saat itu sangat membutuhkan tenaga pengajar. Akhirnya keinginan tersebut tidak terlaksana, karena pada tahun tersebut juga, yakni tahun 1965 dalam usia 22 tahun ia dinikahkan dengan Adzkyah binti KH Kholil yang waktu itu masih berusia 18 tahun. Dan sejak saat itulah rutinitasnya adalah mengajar.

Figur Murobbi Sejati

Sejak pulang dari nyantri di Tambak Beras Jombang, setiap hari Abah harus berjalan kaki cukup jauh untuk mengajar, karena pada saat itu letak asrama dan kelas untuk mengaji sekitar 2 km. Kadang dalam satu hari ia harus pulang pergi beberapa kali untuk mengajar. Sampai pada akhirnya ada wali santri yang datang khusus ke ndalem menitipkan putri-putri mereka untuk belajar atau nyantri di ndalem, karena saat itu ia belum memiliki kamar atau asrama untuk santri. Atas saran dari guru di Tambak Beras Jombang akhirnya ia mendirikan Asrama Pesantren Putri yang sekarang dikenal dengan Pesantren Al Hikmah 2.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan adanya santri yang tinggal di rumahnya, aktifitas mengajar Abah bertambah. Di samping di asrama lama yakni di komplek Masjid Jami’ desa Benda – yang sekarang Al Hikmah 1 – serta di ndalem. Namun setelah mulai agak sepuh dan sibuk dengan amanah umat yang diberikan kepada Abah seperti di Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi lainnya, pengajian dilaksanakan di ndalem dan masjid An Nur Komplek Putri.

Dengan segudang kesibukan, Abah selalu istiqomah mengaji, walaupun dalam waktu yang cukup singkat. Ketika tidak ada kesibukan keluar, dari pagi sampai malam aktifitasnya diisi dengan kegiatan mengajar berbagai fan ilmu seperti tafsir, hadist, tasawuf, faraidl, mawaris, dan fan ilmu lainnya. Aktifitas tiap harinya ditutup dengan mengajar kitab tasawuf Ihya Ulumudin untuk santri senior sampai tengah malam. Dalam setiap pengajian, tak pernah terbersit sedikit pun kesan capek dan lelah dari seorang Abah. Meski baru sepulang dari bepergian sekalipun, Abah selalu terlihat bersemangat dalam membacakan kitab yang diajarkannya.

Dalam kesehariannya, Abah adalah seorang murabbi (pendidik) yang alim, murah senyum, pembawaanya luwes, memiliki tanggung jawab tinggi, dekat dengan semua orang dan penuh dengan keteladanan. Bagi Abah Yai, transformasi ilmu tak hanya sebatas teoritikal belaka, tapi setiap ilmu mesti diajarkan lewat keteladanan nyata. Para santri tiap hari menjadi saksi, bagaimana keteladanan sosok Abah dalam setiap sendi kehidupan. Abah selalu berupaya memberikan teladan pertama dalam setiap hal, besar ataupun kecil.

Abah adalah seorang yang tak pernah lelah berjuang untuk umat. Setiap detik waktu, ia gunakan untuk berjuang di jalan Allah. Di tengah padatnya jadwal, sebagai Rais Syuriah NU Jawa Tengah, pengurus Majelis Ulama Indonesia, Ketua MUI Brebes, dan ketua dewan pengawas Masjid Agung Jawa Tengah ( MAJT), Abah selalu mengedepankan keistiqomahan dalam mendidik para santrinya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Abah seakan ingin memberikan teladan langsung bagi para santrinya tentang arti dan makna hidup yang sebenarrnya. Seperti yang sering disampaikan di depan ribuan para santrinya ”Innal Hayata ’Aqidatun Wajihadun”. Makna hidup adalah aqidah dan perjuangan. Aqidah Islam yang benar dan mesti diperjuangkan sepanjang hayat dengan mengisi kehidupan untuk mencari ridha Allah Subhanu Wata’ala semata.

Dalam tataran sosial kemasyarakatan, Abah adalah seorang yang memiliki pembawaan luwes, hangat, dan mampu dekat dengan semua orang. Setiap tamu yang datang di ndalem, jika Abah tidak sedang bepergian pasti ditemui. Abah menyambut para tamu dengan ramah dan penuh kehangatan pukul berapapun juga. Abah selalu berusaha bungahake (membuat senang) tamunya. Abah pun tak segan untuk mengajak setiap tamuanya bersantap bersama di meja makan, jika si tamu kebetulan datang di waktu Abah daharan (makan).

Dalam rangka mengawal keberadaan para alumni, setiap alumni yang sowan ke ndalem, termasuk penulis sering ditanya. Pertanyaan yang pertama disampaikan oleh Abah pasti “Dimana kamu sekarang? Mengajar dimana?” Bagi sebagian orang, pertanyaan ini mungkin sepele. Tapi, ibarat saripati, pertanyaan itu merupakan saripati kehidupan seorang Abah Kiai. Pertanyaan itu menunjukkan betapa ia tak menomorsatukan kesuksesan materi santrinya, ia justru mendorong santrinya untuk pertama-tama melakukan perubahan sosial dengan melakukan sesuatu yang paling mungkin dan paling dekat, yakni mengajar.

Sikap seperti inilah yang sejatinya dimiliki oleh para Kiai, ustadz, guru, dan para pengajar atau pendidik lainnya. Sehingga kalau penulis bisa istilahkan sosok Abah Yai Masruri adalah seorang figur murobbi atau pendidik sejati, yakni figur yang betul-betul mengabdikan hidup dan segala sesuatunya untuk ilmu, santri, dan umat. Sebagai salah satu contoh lagi karena keinginannya yang tinggi untuk terus mengembangkan pesantren, ia tidak pernah mengambil segala bentuk honor yang didapat. Semua dikumpulkan untuk dipergunakan pembangunan Pondok Pesantren. Subhanallah.

Sang Murabbi Sejati dipanggil ke haribaan Allah Swt, Ahad pagi 20 Nopember 2011 di Arab Saudi dalam usia 68 tahun. Setelah dishalati di Masjid Nabawi selepas shalat shubuh, atas permintaan Abah sendiri jenazah disemayamkan di komplek pemakaman Baqi’ di dekat masjid Nabawi bersama istri, para sahabat Rasulullah dan para masyayikh.

?

Ismail Ridlwan

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Walisongo Semarang dan muqim di Pesantren Darul Falah Be-Songo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Nahdlatul, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock