Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

Way Kanan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) 2016 di Kabupaten Way Kanan Lampung akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. GP Ansor tengah mengupayakan pemakaian tempat di Kantor PCNU setempat dalam rangka partisipasi GP Ansor terhadap peningkatan pendidikan di Way Kanan.

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanlat BPUN Way Kanan 2016 Mulai Dibuka

"Hari ini kami resmi mengajukan surat peminjaman tempat untuk pelaksanaan Sanlat BPUN 2016 kepada Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda," ujar Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Senin (11/1).

Menurut pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu, pihaknya sudah mempromosikan program utama Yayasan Mata Air yang secara garis mengenai pendidikan, kepemimpinan, dan keberagaman yang ramah itu kepada kepala sekolah SMA sederajat negeri dan swasta pada acara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat di SMAN2 Blambangan Umpu, Rabu (6/1) dan Kamis (7/1).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Manajemen BPUN Way Kanan berharap kepala sekolah menyampaikan program yang diakui sejumlah pihak berkualitas kepada anak didik atau tetangganya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Syarat peserta adalah siswa yang baru lulus SMA/MA/SMK. Lulus tes seleksi yang diadakan oleh panitia dan benar-benar mempunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah. Mereka harus menyerahkan fotokopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke Netrahyahimsa Institute, Jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut 085382008080.

"Fotokopi rapor digunakan untuk pemetaan dan advis, mau kuliah di mana, jurusan dan fakultas apa hingga peluangnya bagaimana. Tahun ini kami berharap ada 100 pelajar berprestasi tetapi kurang mampu di Way Kanan tahun ini bisa mengikuti Sanlat BPUN,” kata dia.

Sanlat ini merupakan program berkualitas yang siap membimbing pelajar memasuki Perguruan Tinggi Negeri idaman dengan biaya sangat murah, minimal 10 kilogram beras maksimal 20 kilogram beras, berbeda jauh dengan di Bandar Lampung yang informasinya mencapai Rp1,8 juta.

Ia menyarankan, setiap peserta Sanlat BPUN nantinya wajib mendaftarkan Bidik Misi (bantuan biaya pendidikan yang hanya ditujukan untuk calon mahasiswa tidak mampu).

"Saya ikut Sanlat BPUN Way Kanan 2015, lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan mendapatkan Bidik Misi. Alhamdulillah biaya konsumsi juga ditanggung. Jadi jangan ragu untuk ikut BPUN," ujar Dicky Aprizal, alumni Sanlat BPUN Way Kanan yang saat ini menjadi mahasiswa Universitas Lampung. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 15 Februari 2018

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Masyarakat Indonesia kini tengah mencari calon legislatif (caleg) yang amanah dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Masyarakat sudah letih dengan kinerja wakil rakyat yang jauh dari harapan.

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Cari Caleg Bertanggung Jawab

Demikian dikatakan oleh Katib Am PBNU KH Malik Madani ketika dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (7/5) siang.

“Kita mengharapkan warga negara yang ingin mencalonkan diri nanti memiliki komitmen dan kesadaran tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas dan amanah yang dibebankan kepadanya,” tegas KH Malik Madani.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tanggung jawab dan amanah itu, lanjut KH Malik Madani, merupakan satu masail yang dibahas dalam Sidang Komisi Bahtsul Masail Diniyyah Al-Waqi‘Iyyah pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Munas dan Konbes NU di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, September 2012 lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Komitmen caleg, sambung KH Malik, sering dipertanyakan warga. Lewat aneka media yang berkembang, warga Indonesia lebih mudah memantau calegnya setelah terpilih. Namun, mereka kerap kali dikecewakan wakilnya yang kerap mungkir dari janji yang diumbar saat masa kampanye.

Masalah ini dinilai penting sehingga NU memasukkannya dalam draf pembahasan dengan tajuk “Memilih Calon”. Pembahasan ini bagian dari kontribusi NU dalam mengawal aturan pemilihan wakil rakyat yang berlaku, kata KH Malik Madani. 

Putusan Munas dan Konbes NU itu hanya bersifat seruan moral. NU tidak punya hak untuk melarang warga negara yang memenuhi persyaratan teknis untuk mencalonkan diri. Karena, pencalonan itu menjadi hak warga negara, tambah Kiai Malik.

Selebihnya, NU menyerahkan kepada KPU dan partai yang bersangkutan untuk menyeleksi bakal calon legislatif baik secara prosedur maupun integritas. Masyarakat pun tentunya harus mencermati benar calon legislatif yang akan mewakili aspirasi mereka, tandas KH Malik.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah

Pacitan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Nahdlatul Ulama dikenal sebagai jamiyyah yang kaya dengan warna eksotik, mistis, sekaligus spiritual. Untuk terus menjaga kekayaan jagad NU itu, GP Ansor Pacitan menggelar sepakbola api "Brojo Geni" di alun-alun Pacitan, Sabtu (7/10) malam.

Ketua GP Ansor Pacitan Khoirul Anam mengatakan, sepakbola api ini merupakan agenda rutin tahunan sejak 2015 dan digelar untuk memeriahkan tahun baru hijriyah. Brojo geni dikemas dengan pertandingan sepakbola yang diikuti oleh 12 Pimpinan Anak Cabang GP Ansor se-Pacitan.

Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertandingan Sepakbola Api GP Ansor Pacitan Berlangsung Meriah

"Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi visi misi kami. Salah satunya yaitu kita erat dengan slogan al-muhafazhah alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Budaya-budaya dalam Islam, budaya yang ada di kita, khususnya budaya di Pacitan akan terus kami jaga," katanya di hadapan ratusan penonton.

Ia melanjutkan, sepakbola api merupakan budaya lama yang telah mengakar di pesantren sehingga layak diteruskan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama baik Ansor atau Banser. "Secara organisatoris GP Ansor Pacitan tidak menutup diri untuk terus berkembang dan menerima budaya baru yang lebih baik," tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Agus Susanto saat membaca sinopsis Brojo Geni mengatakan, filosofi permainan bola api yang diajarkan oleh kiai kepada para santrinya mempunyai makna yang dalam. Ketakwaan dilambangkan dengan puasa sebelum memulai permainan, pengendalian nafsu dilambangkan dengan bola api yang selalu menyala dan berbuat baik kepada sesama yang dilambangkan kerja sama saling menghargai antarpemain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertandingan sepakbola brojo geni ditandai dengan tendangan pertama yang dilakukan oleh Wakil Bupati Pacitan H Yudhi Sumbogo, didampingi Rais Syuriyah PCNU KH Abdullah Sadjad, Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud, dan Kepala Kankemenag Pacitan H Nurul Huda.

Para pemain sepakbola api ini sebagian besar merupakan anggota Banser. Setiap tim terdiri dari lima orang pemain. Pertandingan digelar seperti layaknya pertandingan futsal biasa yang dipimpin oleh seorang wasit.  Sebelumnya para pemain telah melakukan tirakat dan ritual khusus, serta telah melewati serangkaian proses latihan.

Bola yang digunakan merupakan bola khusus yang terbuat dari sabut kelapa. Bola terlebih dahulu direndam ke dalam minyak tanah dan disulut api hingga terbakar. Butuh kemampuan khusus untuk memainkan permainan ala pesantren itu. Mereka yang pemberani sanggup berebut bola dan menendangnya ke gawang.

Antusias pemain dan penonton sepakbola api cukup besar sehingga pertandingan berlangsung dengan semarak. Para pemain menyuguhkan permainan terbaiknya dengan penuh sportivitas. Selama permainan berlangsung, dibacakanlah sholawat dan syi’iran Jawa yang dibawakan oleh jam’iyyah shalawat dari MWCNU Kecamatan Kebonagung.

Keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola api ini, tim Brojo Geni PAC GP Ansor Pringkuku setelah mengalahkan tim PAC Ngadirojo dengan skor akhir 2-1. Sementara juara tiga bersama diraih PAC Arjosari dan PAC Pacitan kota.

Pertandingan sepakbola api brojo geni ini terselenggara berkat kerja sama seluruh badan otonom Nahdlatul Ulama Pacitan. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Peringatan Imam Syafi’i untuk yang Gemar Copy-Paste di Medsos

Anda pengguna media sosial? Jika iya tentu Anda merasakan betul berbagai kemudahan yang disediakan perangkat dunia maya ini, mulai dari saling mengirim pesan jarak jauh, mempublikasikan tulisan dan foto secara kilat, hingga bertatap wajah dengan orang-orang di lintas negara.

Kemudahan-kemudahan tersebut di satu sisi menggambarkan betapa gampangnya manusia masa kini belajar dan menjalin silaturahim tanpa kendala jarak. Namun di sisi lain bisa menjadi jebakan bagi para penggunanya untuk semakin ringan berbuat mubazir bahkan merusak. Dengan bahasa lain, medsos membuka kemudahan bagi berbuat baik tapi sekaligus juga berbuat buruk.

Peringatan Imam Syafi’i untuk yang Gemar Copy-Paste di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Imam Syafi’i untuk yang Gemar Copy-Paste di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Imam Syafi’i untuk yang Gemar Copy-Paste di Medsos

Salah satu pemandangan yang dihasilkan media sosial adalah banjirnya informasi hingga pada taraf yang amat liar. Informasi dengan mudah diterima seseorang lalu dibagikan kembali, diterima orang lain lalu didistribusikan lagi, dan seterusnya. Facebook, grup-grup Whatsapp, Twitter, Instagram, BBM, Line, atau sejenisnya pun disesaki pesan berantai yang entah benar atau salah, entah faktual atau bohong. Celakanya bila kabar itu ternyata salah/bohong dan ada pihak yang dirugikan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Fenomena copy-paste atau pendistribusian berita seperti ini pernah disinggung oleh Imam Syafi’i, bapak ushul fiqih dalam ilmu-ilmu keislaman. Ia menyebut kegiatan menyebarkan informasi yang belum diketahui benar-tidaknya sebagai al-kadzib al-khafiy (kebohongan tak terlihat/samar). Sebagaimana tertuang dalam kitab Ar-Risâlah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sesungguhnya kebohongan yang juga dilarang adalah kebohongan tak terlihat, yakni menceritakan kabar dari orang yang tak jelas kejujurannya.”

Dalam Iryadul Ibad ila Sabilir Rasyad, Abdul Aziz al-Malibari yang juga mengutip perkataan Imam Syafii memaparkan redaksi kalimat secara lebih terang:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Di antara jenis kebohongan adalah kebohongan yang samar. Yakni ketika seseorang menyebar informasi dari orang yang tak diketahui apakah ia bohong atau tidak.”

Imam Syafi’i menjelaskan hal itu saat mengomentari hadits hadditsû ‘annî walâ takdzibû ‘alayya (ceritakanlah dariku dan jangan berbohong atasku). Periwayatan hadits bagi Imam Syafi’i tak boleh main-main. Bisa kita analogikan, begitu pula dengan periwayatan atau penyebaran informasi di media sosial. Tak selayaknya seseorang asal copy-paste, retweet, regram, atau share informasi dari orang lain tanpa melakukan terlebih dahulu verifikasi dan klarifikasi (tabayyun).

Disebut “kebohongan samar” karena aktivitas tersebut dilakukan seperti tanpa kesalahan. Karena bukan produsen informasi, melainkan sekadar penyebar, seseorang merasa enjoy saja melakukan copy-paste, apalagi informasi tersebut belum tentu salah atau bohong. Padahal, justru di sinilah tantangan terberatnya. Karena belum jelas bohong atau salah, informasi tersebut juga sekaligus belum jelas kebenaran dan kejujurannya.

Di tengah keraguan semacam itu, pengguna media sosial wajib melakukan cek kebenaran. Jika tidak, pilihan terbaik adalah menyimpan informasi itu untuk diri sendiri, bila tidak ingin jatuh dalam tindakan haram al-kadzib al-khafiy. Kita juga mesti ingat bahwa dunia maya tidak sama dengan dunia imajiner atau khayalan. Media sosial sebagai salah satu unsur dari dunia maya memiliki dampak nyata bagi kehidupan manusia, entah merugikan atau menguntungkan.

Alhasil, jika penyebaran informasi yang meragukan saja bagi Imam Syafi’i masuk katergori bohong (samar), penyebaran informasi palsu (hoax) tentu lebih parah. Orang mesti memikirkan dengan cermat dan memeriksanya secara pasti setiap informasi yang ia peroleh sebelum buru-buru menyebarkannya. Itulah bentuk ikhtiar positif manusia sebelum kelak mempertanggungjawabkan apa pun yang muncul dari anggota badannya, termasuk jari-jarinya. Wallâhu a’lam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Chalwani Nawawi mengatakan, saat ini banyak sejarah tentang para pejuang yang tidak dijelaskan dengan lengkap khususnya di sekolah dan madrasah. Hal tersebut diungkapkannya melihat fakta bahwa banyak para pejuang dan pahlawan nasional adalah merupakan para santri dan memang harus diketahui oleh masyarakat.

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Sejarah dengan Lengkap, Jangan Ditutup-tutupi

“Salah satu Pahlawan yang merupakan seorang santri dan juga penganut thariqah adalah Abdul Hamid yang terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro,” ujar Kiai Chalwani, Ahad (10/4) malam di Pringsewu, Lampung

Pangeran Diponegoro lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH Hasan Besari. Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Bukti otentik jika Pangeran Diponegoro adalah seorang santri adalah peninggalan kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu yang di dalamnya ada 3 peningalan, Al-Quran, tasbih, dan Kitab Taqrib.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kenapa Al-Qur’an? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro sorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah. Kenapa Kitab Taqrib matan Abu Syuja, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren? Karena beliau bermadzhab Syafii. Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii. Maka, karena bermadhab Syafii, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jumatan adzan dua kali," jelasnya.

Ia sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, ia mengingatkan agar sejarah harus di sampaikan apa adanya. Jangan ditutup-tutupi jika Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafii.

Lanjutnya tokoh pejuang lain yang merupakan santri dan keluarga besar tarikat diantaranya Ki Hajar Dewantara, Proklamator Muhammad Hatta dan RA Kartini. "Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah. Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh Allah SWT, " tegasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 16 Januari 2018

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pameran Senirupa Kaligrafi Nusantara bertajuk “Waktu dan Lelaku” akan dimulai pada Rabu 28 September di Langit Art Space, Jalan Sonosewu, No 16 A Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran tersebut akan berlangsung 28 Oktober. Pameran yang akan dibuka Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) itu diiringi dengan hiburan Kyai Kanjeng, Bregodo Wirosobo, dan Sujud Kendang.

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendalaman Esensi di Pameran Kaligrafi “Waktu dan Lelaku”

Para perupa yang mengikuti pameran tersebut di antaranya Abay D. Subarna, AD Pirous, Agus Kamal, Edi Dolan “Edo”, Hendra Buana, Imam Chairul Bahri, KH A. Mustofa Bisri, Nasirun, Robert Nasrullah, R. Sidik W. Martowidjojo, Syaiful Adnan, Yetmon Amier,dan? Zulkarnaini.

Menurut kurator pameran, A. Anzieb, secara subtantif pameran tersebut lebih menekankan pada pendalaman esensi kaligrafi. “Artinya kaligrafi tidak hanya sekadar karya seni berupa tulisan indah. Namun ia membawa laku, sebuah "pusaka" yang berisi energi-energi kebaikan,” katanya ketika dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Kamis (22/9).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Misalnya, kata dia, kaligrafi di kiswah Kabah atau di prasasti-prasasti dengan sendirinya menjadi "pusaka" karena waktu dan laku telah membuktikan sebagai eksistensi dan gaya hidup. Unsur pusakanya lantaran ada energi kebaikan yang beratus ratus tahun terserap pada suatu benda tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Nah, kaligrafi-kaligrafi sekarang sebagai idiom. Visualitas selama karya seni kecenderungannya hanya profan sebagai seni publik dalam konteks tradisi maupun modern. Nah, apakah kaligrafi semacam itu bisa disebut sebagai pusaka? Sebaliknya, bahkan sebaris ayat tanpa dituliskan pun, sudah menjadi laku kehidupan, otomatis menjadi "pusaka",” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Makam, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PBNU Sepakati Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PBNU Sepakati "Ahlul Halli wal Aqdi"

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai? sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, News, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Sabtu (20/6).

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta

Rabu (20/6) sore kemarin beberapa orang berkumpul di Pantai Parang Kusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan observasi Hilal bulan Sya’ban 1433 H. Mereka terdiri dari beberapa elemen masyarakat, di antaranya Lajnah Falakiyah PWNU DIY, Rukyatul Hilal Indonesia (RHI), Kemenag Provinsi DIY, Mahasiswa Fakultas Agama Islam UII Yogyakarta, dan Jogja Astronomy Club (JAC).

Persiapan observasi Hilal dimulai sejak pukul 16:45 WIB dengan menggunakan alat-alat pendukung seperti teleskop, teodolit, gawang lokasi, laptop ber-software Starrynight Pro Plus 6, kamera DSLR, dan lain-lain. 

Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta

Data hisab pada Rabu (20/6/2012), 29 Rajab 1433 H, dengan lokasi Parangkusumo Yogyakarta, menunjukkan Matahari terbenam pada pukul 17:31 WIB dengan azimuth Matahari 293d 33m dan Hilal terletak di azimuth 291d 58m dengan ketinggian 7d 42m, dan Hilal akan terbenam pada pukul 18:09 WIB. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meskipun selama 30 menit lebih dilakukan pengamatan, tetapi para peru’yah (observers Hilal) tidak ada yang berhasil melihat Hilal. Hal ini disebabkan oleh mendung tebal yang menyelimuti ufuk Barat, bahkan akibat mendung ini Matahari terbenam pun tidak dapat dilihat. 

Kegiatan observasi Hilal ini sendiri memang sangat bergantung pada kondisi atmosfer lokal, dalam artian cuaca setempat cukup mempengaruhi berhasil atau tidaknya Hilal untuk dapat diru’yah. Jika di ufuk barat langitnya cerah dan bebas dari gumpalan awan (syafaq) maka akan mendukung keberhasilan pengamatan, namun jika yang terjadi adalah sebaliknya maka akan mengganggu pengamatan. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil dari pengamatan Hilal ini jika dilaksanakan terus menerus dalam jangka waktu yang lama, maka akan sangat membantu dalam pengumpulan database visibilitas Hilal. Dengan demikian, perkembangan ilmu hisab pun dengan sendirinya akan turut berkembang, karena pada prinsipnya formulasi-formulasi di dalam ilmu hisab itu dibangun dari data hasil pengamatan dalam jangka waktu ratusan tahun yang kemudian diolah secara saintifik (ilmiah). Oleh karena itu, ru’yah harus tetap dilaksanakan dalam segala macam cuaca dan keadaan.

Setelah tidak berhasil melihat Hilal, teleskop pun kemudian diarahkan ke arah benda langit yang tampak pada saat itu, yaitu planet Saturnus. Hal ini dilakukan untuk memberi pembelajaran kepada peserta ru’yah bahwa kegiatan ru’yah itu juga memiliki dimensi pembelajaran sains.

Jika gagal dalam melihat Hilal, bukan berarti kemudian sia-sia dan tidak mendapatkan apa-apa, namun ada aspek lain yang bisa diperoleh, misalnya bisa digunakan untuk mencocokkan akurasi hasil hisab (perhitungan) terbenamnya Matahari dengan fakta di lapangan, melihat fenomena alam lain selain Bulan dan Matahari seperti planet-planet atau bintang-bintang, dan masih banyak lagi.

Kegiatan observasi diakhiri pada pukul 18:20 WIB dengan terlebih dahulu melakukan doa bersama atas wafatnya salah seorang ahli falak terkemuka Indonesia, yaitu KH. Noor Ahmad, SS dari Jepara.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Haryono

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Pondok Pesantren dalam pendidikan Islam sejak zaman dahulu mempunyai peran signifikan. Belakangan ini di tengah tantangan global, sekurangnya pesantren mempunyai peran penting pada tiga hal.

Pertama, untuk pendidikan agama/akhlak (tafaqquh fiddin); kedua, penguatan agama dan bahasa Asing (modern); ketiga, persiapan kompetisi global dengan dunia Barat (Islam dan sains).?

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Satu hal yang acapkali dilupakan orang tua atau wali para santri/peserta didik adalah sanad (jaringan) keilmuan dalam pendidikan (pembelajaran) Islam hingga sebuah pesantren itu masih tetap berdiri dan berlangsung. Tentu saja, hal itu hanya berlaku bagi pesantren yang berusia cukup tua.

Berkaitan dengan itu, penulis punya pengalaman menarik, yang penulis temukan pada saat ikut dalam rombongan kegiatan Anjangsana Islam Nusantara Program Pascasarjana Magister STAINU Jakarta pada 23-28 Januari 2016 di Pulau Jawa.?

Khususnya ketika silaturahim di beberapa pondok pesantren, yaitu di Kanzus Shalawat Pekalongan (Habib Luthfi), At-Taufiqy Wonopringgo Pekalongan (Kiai Taufiq), Kaliwungu Kendal (Kiai Dimyati Rois), Raudlatut Thalibin Rembang (Kiai Mustofa Bisri/Gus Mus), Al-Anwar Rembang (Kiai Maemun Zubair, Mbah Mun), Amanatul Ummah Pacet Mojokerto (Kiai Asep Saifuddin Chalim), Tebuireng (Gus Sholah) dan Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (Kiai Nadjib Abdul Qadir).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari pesantren-pesantren di atas, semuanya mempunyai silsilah (sanad) keilmuan yang jelas dengan ulama-ulama di Nusantara, wabil khusus keterkaitannya dengan para pendiri Nahdlatul Ulama. Tulisan tangan atau naskah kuno juga menjadi bukti lain dari sanad keilmuan tersebut.?

Sebagai contoh salah satunya, pesantren Amanatul Ummah milik Kiai Asep Saifuddin Chalim. Sebelum mendirikan pesantren yang sangat modern dari sisi pengelolaan dan materi pendidikannya, Kiai Asep ini adalah salah satu putra Kiai Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka, Jawa Barat, Kiai Chalim pernah nyantri dengan Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dan berguru kepada Kiai Wahab Hasbullah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren Amanatul Ummah adalah di antara sedikit pesantren NU yang telah mendesain sejak awal untuk menyongsong peradaban pendidikan global dengan tetap pada tradisi NU, mulai dari Aswaja hingga keindonesiaan-nya. Tradisi tahqiq (filologis) juga dikenalkan sejak dini, hampir setiap hari oleh para pengasuhnya.?

Oleh karena itu, apabila para alumninya yang telah belajar di perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti UGM, UI, UNDIP, UIN, maupun di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah, dan negara-negara lain, sudah dapat dipastikan mempunyai jalur sanad keilmuana Islam Nusantara. Hal itu tidak perlu diragukan lagi.

Sanad keilmuan melalui pesantren semacam itu sangat penting saat ini di tengah budaya pragmatisme umat yang hanya belajar melalui google tanpa mau belajar langsung dengan para kiai atau guru yang mempunyai sanad keilmuan yang tersambung dengan Nabi Muhammad SAW.?

Di situlah salah satu pentingnya memilih pesantren yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas, bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kompetisi global, tetapi juga tafaqquh fiddin tetap dijaga.

Mahrus EL-Mawa, Wakil Ketua PP LP Maarif NU, Koordinator Diklat Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Tokoh, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

Tak Hanya Berdiam di Dunia Maya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Website sebagai sebuah media on line memang berdiam di dunia maya dan cenderung menyendiri. Namun untuk mengatasi kesendirian bukan suatu masalah bagi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, karena sistem kerja situs resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dibangun secara kolekif. Berbagai kegiatan off line menjadi sangat mudah dilakukan.

“Sebagai makhluk cyber yang bergerak di dunia maya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth berusaha menerobos ke dunia nyata. Tidak lain karena adanya tuntutan, tugas dan tanggung jawab yang mendesak,” kata Pemimpin Redaksi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Abdul Mun’im DZ di sela-sela persiapan lokakarya dengan para ahli teknologi informasi (TI) di lingkungan NU dalam rangkaian acara Harlah ke-4 NU Online.

Tak Hanya Berdiam di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Hanya Berdiam di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Hanya Berdiam di Dunia Maya

Sejak awal berdiri, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth bertugas menelisik berbagai sumber informasi ke-NU-an dan melakukan transformasi TI kepada jajaran pengurus NU maupun lajnah, lembaga, dan badan otonom di bawah naungan NU, meski waktu itu masih dalam jangkauan terbatas.

Dikatakan Mun’im DZ, upaya pengembangan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth yang genap berusia 4 Tahun telah cukup untuk meletakkan landasan bagi pengembangan TI diseluruh warga NU. Kehadiran VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, paling tidak, dapat memberikan dasar institusional bagi pengembangan NU di masa depan yang menggunakan piranti TI sebagai instrumen kendali organisasi, seperti yang telah terjadi dihampir seluruh institusi pemerintah, kelompok usaha, dunia pendidikan yang semuanya telah berbasis TI.

Sebagai organisasi besar seperti NU sudah selayaknya memiliki instrumen TI yang memadai untuk menunjang jalannya roda organisasi ataupun pelayanan ummat NU secara menyeluruh dan terpadu.

”Peran ini telah mampu dikerjakan oleh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, terutama untuk melakukan transformasi TI pada even-even organisasi NU dari atas sampai ke bawah, walau masih dalam skala yang kecil, namun cukup memberikan arti bagi pengembangan organisasi,” kata Mun’im DZ optimis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Paling tidak budaya ”IT minded” telah terbentuk pada komunitas NU, tidak hanya di kota bahkan  menjangkau ke desa-desa. ”Hal ini bisa dibuktikan dengan netter NU yang berasal dari kecamatan-kecamatan di Jawa, yang aktif memberikan kontribusi pada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth,” katanya. (nam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pemerintah menjadikan industri minuman keras yang sebelumnya masuk daftar negatif investasi, menjadi keluar dari daftar tersebut.

Dengan dicabutnya dari daftar negatif, maka investor akan berlomba-lomba membangun pabrik minuman keras.

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Setuju Investasi Minuman Keras Dibebaskan

“Minuman keras jelas-jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” katanya, Senin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pendirian pabrik baru atau perluasan yang sudah ada, akan mendorong para pengusaha mencari konsumen minuman beralkohol yang diproduksinya demi meraih keuntungan, sementara di sisi lain, masyarakat yang akan dirugikan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia juga tidak sepakat, produksi minuman beralkohol ini untuk tujuan ekspor atau untuk memenuhi konsumsi di wilayah Indonesia Timur yang permintaanya tinggi.

“Seharusnya, kebijakan pemerintah adalah bagaimana konsumsi minuman beralkohol ditekan untuk kebaikan masyarakat, bukan malah didorong untuk naik,” tandasnya.

Ia mengibaratkan, alasan pendirian pabrik baru untuk memenuhi konsumsi ekspor dan Indonesia Timur, seperti yang dilakukan oleh para petani opium di Afganistan.

“Mereka mengaku tidak mengkonsumsi opium, tapi hanya untuk orang luar. Kan seperti itu,” paparnya.

Sebelumnya, sebagaimana dinasir ipotnews.com, Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai melakukan rakor tentang fiskal, pajak, infrastruktur, dan tenaga kerja di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/7).

Saat ini, kata Hidayat, Timnas Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI) di bawah Kemenko Perekonomian tengah merevisi Perpres Perpres No 36/2010 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Bidang Usaha Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Hidayat mengatakan, revisi DNI itu merupakan upaya pemerintah untuk memperbarui kebijakan terkait investasi dengan menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan investasi. Revisi tersebut dilakukan secara berkala karena tidak mungkin keputusan dari aturan sejak 10 tahun yang lalu tetap diberlakukan.

"[Revisi DNI] Ya policy mengenai alkohol. Itu kalau diinsentifkan di Indonesia Timur kan tidak apa-apa. Semacam begitulah kira-kira. Dan itu karena demand-nya tinggi. Kalau misalnya wine dibuat di Bali, lalu diekspor 100%, why not?" kata Hidayat.

Dia menyatakan, apakah nantinya revisi DNI di sektor minuman beralkohol tersebut berlaku untuk industri yang melakukan perluasan atau bagi investasi baru, hal itu masih dibahas lebih lanjut. Termasuk, rencana mendorong dilakukan di Indonesia Timur karena dinilai sebagai wilayah yang cocok untuk produk tersebut.

"Nanti akan dibuat definisi baru mengenai itu [bagi industri akohol yang ekspansi atau investasi baru]. Kan kalau sekarang hanya boleh perluasan, saya mengusulkan boleh aja [investasi] yang baru, apalagi kalau 100% ekspor," jelasnya.

Selain sektor industri alkohol, menurutnya, ada beberapa industri startegis lainnya yang masuk dalam revisi DNI ini. Namun sayangnya dia enggan menyebutkan sektor industri apa saja selain industri minuman beralkohol yang ada dibuka dalam revisi tersebut.

"Jangan dulu [disebutkan] karena itu menyangkut PMA, ya pokoknya industri strategis. Alkohol itu strategis dan sensitif. Mungkin [akan dibuka lagi] beberapa industri strategis yang memang dianggap sudah bisa masuk kategori dimasuki swasta," ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk sektor nuklir sempat dibicarakan sebagai sebuah wacana bahwa salah satu sumber yang ramah lingkungan dan murah. Akan tetapi hal itu baru pada tingkat membicarakan kemungkinan untuk dilonggarkan dalam revisi DNI karena sektor ini merupakan keputusan politik. "Keputusan mengenai nuklir itu 100% keputusan politik, kapan dimulainya dan sebagainya," tandas Hidayat.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Ubudiyah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 19 November 2017

Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku

Oleh Pastor Kopong MSF



Dua sahabat; Quraish Shihab dan Gus Mus bertemu dan berkisah di Mata Najwa (21/6). Mereka mengulang kembali romantika kebersamaan 50 tahun yang lalu di kota Firaun-Mesir tempat mereka berdua menimba ilmu agama Islam di Universitas Islam ternama Al-Azhar. Lima puluh tahun lalu mereka bermain voli dan sepak bola bersama dan dari permainan itu pun mereka memaknai hidup dan keislaman.

Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku (Sumber Gambar : Nu Online)
Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku (Sumber Gambar : Nu Online)

Keislaman Quraish dan Gus Mus Menerangi Kekatolikanku

Gus Mus memaknai hidup seperti permainan sepak bola. Satu bola dikejar oleh sekian banyak orang. Sudah ditangkap dilepas lagi. Keluar dimasukan lagi. Hidup ini sebuah permainan, jadi jangan terlalu serius, demikian canda Gus Mus. Quraish Shihab memaknai permainan sepak bola sebagai kerjasama, kebersamaan, meski ada yang kalah namun pada akhirnya bisa menerima kekalahan tersebut dan bisa salaman. Kemenangan karena ada kerjasama.

Cerita keislaman dua sahabat sejati bertemu dalam program Mata Najwa semalam meski hanya dari youtube, aura keislaman mereka seakan merasuk masuk dalam diriku, menyejukan namun juga menjadi tamparan kasih sekaligus menelanjangi praktek kekatolikanku selama ini: ?

1. Moderat itu Ya Islam, Moderat itu Ya Katolik

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari kisah mereka tentang bermain sepak bola bersama mereka berdua menegaskan bahwa wajah Islam adalah wajah yang ramah, yang luwes dan ramah serta bekerja sama dengan siapapun. Yang dalam bahasa Gus Mus; Islam itu memang moderat. Jadi tidak ada Islam moderat. Moderat itu sendiri ya Islam. Kalau tidak moderat berarti ia bukan Islam. Mengatakan Allahu Akbar tapi belum mengecilkan diri, kita belum menghayati Allahu Akbar kecuali untuk demo saja. Tuhan tidak rugi kalau tidak shalat. Daripada shalat tapi tidak mengecilkan diri, malah menjadi orang sombong.

Dari penjelasan Gus Mus ini, kekatolikan saya ditelanjangi. Katolikpun bisa menjadi radikal ketika tidak mampu merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sesama. Bahkan memasukan Tuhan dalam urusan pilkada. Agama apapun, termasuk Katolik adalah moderat. Katolik ya moderat. Mengatakan Bapak Kami, Allah yang Maha Kuasa, namun tidak merendahkan diri tetapi malah menyombongkan diri, maka bukan Katolik. Bukan moderat.?

2. Kafir: Katolik bukan Kafir

Setiap kali pilkada maupun pilpres, kata kafir ini seakan menjadi monster bagi pihak lain. Bahasa yang selalu diungkapkan adalah; “jangan pilih pemimpin kafir”. Kafir seakan menjadi stigma yang selalu dikampanyekan kepada mereka yang berbeda keyakinan dengan Islam. Bahkan kekisruhan dan intoleransi berkepanjangan hingga hari ini di Republik Indonesia harus diakui pula bahwa itu berawal dari kata kafir.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun penjelasan Abi (sapaan ayah oleh Najwa) Qurais Shihab soal kafir kembali menelanjangi kekatolikanku. Kafir adalah yang mengingkari agama, mengingkari aqidah Islam, tidak shalat, munafik, kikir. Termasuk yang menutup kebenaran adalah kafir juga. Maka bahasa Al-Quran bahwa jangan memilih pemimpin kafir itu artinya jangan memilih pemimpin yang tidak membela kebenaran, pemimpin yang bohong. Jadi artinya bukan sekedar yang tidak seagama dengan agama Islam. Nabi berkata; “Yang mengkafirkan orang, dia adalah kafir”.?

Sayapun akhirnya sadar bahwa saya sebagai seorang Katolik pun bisa seorang kafir ketika mengingkari ajaran agama Katolik, tidak rajin berdoa, munafik, kikir. Bahkan saya juga adalah kafir kalau akhirnya menutup mata pada ketikebenaran dan ketidakeadilan, atau tidak memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

3. Tanah simbol kerendahan hati

Untuk ketiga kalinya dua sahabat sejati (Gus Mus dan Quraish Shihab) menelanjangi kekatolikanku. Kali ini ketika berbicara soal toleransi dengan mengambil simbol tanah. Toleransi hanya bisa bertahan ketika kita semua menyadari diri kita ini diciptakan dari tanah. Kita diciptakan dari bumi tanah supaya rendah hati. Tanah walau diinjak tapi menumbuhkan tumbuhan. Semakin rendah hati semakin terbuka hatinya untuk menerima kebenaran dan memancarkan cahaya.

Sebagai seorang Imam Katolik, kata “tanah” ini sering saya ucapkan ketika memimpin upacara pemakaman jenasah secara Katolik; “engkau diciptakan dari tanah dan kembali ke tanah”. Bahkan setiap malam Paskah dalam pembacaan Kisah Penciptaan di Kitab Kejadian, kata ini selalu dibacakan mengingatkan saya pada pencipataan Allah namun juga penciptaan diriku.

Tanah yang selama ini dimaknai sebagai kerapuhan, ketidaklayakan namun di malam romantika dua sahabat sejati ini, saya disadarkan bahwa tanah bukan sekedar kerapuhan dan kelemahan tetapi adalah kekuatan untuk menerima kebenaran dan memancarkan cahaya-Nya. Kekuatan itu lahir dari sikap rendah hati untuk menerima setiap perbedaan menjadi satu kebenaran.

4. Cinta dan Persahabatan

Cinta itu mudah diucap, tapi harus diperjuangkan. Cinta itu dialog sehingga kalau ada pemaksaan kehendak itu bukan cinta. Persahabatan bukan interaksi dua badan namun juga kesepahaman hati dan pikiran. Orang berilmu adalah orang yang rendah hati. Maka dalam persahabatan harus melihat manusia sebagai manusia dan tetap menjaga kemanusiaannya, ungkap Gus Mus. Quraish Shihab menambahkan bahwa sahabat adalah Anda dalam sosok yang lain. Melihat sahabat adalah Anda.

Pesan yang muncul dari bahasa persahabatan kedua sahabat sejati ini adalah bahwa ketika kita melihat diri kita dan sahabat tetap sebagai seorang manusia yang tidak terlepas dari kesalahan maka yang kita lakukan adalah memaafkan sebagai sikap menjaga kemanusiaan. Karena kita sendiri pun tidak terlepas dari kesalahan. Demikian juga melihat kesalahan sahabat kita seharusnya memberikan kesadaran bahwa kitapun tidak terlepas dari kesalahan sehingga yang terjadi adalah kesepahaman hati dan bukan pemaksaan kehendak.?

Pesan bijak kedua sahabat yang sedang bernostalgia dalam keislaman yang ramah ini kembali menelanjangi kekatolikan saya untuk keempat kalinya. Seringkali penghakiman dan merasa paling benar membuat saya kehilangan kerendahan hati dan tidak mampu menjaga kemanusiaan sesama. Merasa paling benar dan menghakimi sesama membuat saya buta terhadap kesalahan sendiri. Dan sikap seperti ini yang kemudian melahirkan perselisihan.

Kisah dua sahabat yang bertemu meski menelanjangi kekatolikanku namun saya bersyukur karena akhirnya membuat saya menjadi bangga dan tidak malu lagi karena kini saya bukan seorang KAFIR seperti stigma kaum sumbu pendek. Saya Katolik ya saya moderat, kalau tidak moderat itu bukan Katolik.?

Maka sebagai Katolik-seperti Islam yang adalah moderat-wajib menerima perbedaan seperti diajarkan oleh kitab suci. Seperti Al-Quran yang menjadi ukuran toleransi, maka saya sebagai orang Katolik pun harus menjadikan kitab suci sebagai ukuran toleransi. Ketika saya mengimani kitab suci sebagai ukuran toleransi namun tidak menerima perbedaan maka saya sedang membuat Katolik tidak lagi moderat.

Kiai Quraish Shihab dan Gus Mus, nostalgia persahabatan kalian berdua adalah pancaran cahaya menerangi kekatolikanku.

Penulis adalah anggota Jaringan Gusdurian Kaltim

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 17 November 2017

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Kajian Islam, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 14 November 2017

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos

Oleh Hijroatul Maghfiroh

Dalam tulisan sebelumnya mengenai bank sampah, nasabah haruslah memilah sampah terlebih dahulu dari rumah. Sampah yang dipilah adalah sampah organik yang mudah terurai dan sampah non-organik yang susah terurai.

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyulap Sampah Organik Jadi Kompos

Sampah non-organik seperti botol plastik, kaleng, plastik, kertas, dan lain-lain kemudian dijual ke pengepul dan sisanya dikelola dengan cara recycle atau mendaur ulang, keterangan lebih lanjut bisa dibaca di tulisan sebelumnya tentang mengelola sampah dengan 3R.

Dalam seri tulisan terakhir ini kami akan menyampaikan bagaimana mengelola sampah organik baik skala rumah tangga maupun komunitas. Sampah organik ternyata sangat bermanfaat untuk lingkungan sekitar jika kita bisa mengelolanya dengan mengubahnya menjadi kompos.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pasti kita semua tidak asing dengan istilah kompos, pupuk alami yang dapat menyuburkan tanah dan membantu proses berkembangnya tanaman dengan cara organik. Kompos selain mampu mengurangi sampah organik juga mampu menggantikan penggunaan pestisida untuk tanaman yang berdampak buruk bagi tanah dan lingkungan. Lalu bagaimana membuat kompos, inilah beberapa cara membuat kompos secara sederhana;

Pertama, siapkan media yang akan digunakan untuk membuat kompos. Medianya bisa berbentuk karung yang berarti hanya akan menghasilkan kompos padat, atau ember yang sudah dilubangi sebagai sirkulasi udara dan sudah disediakan pembatas di bawah untuk menampung kompos cair sekaligus menghasilkan kompos padat di bagian atas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebenarnya masih banyak pilihan media lain yang bisa digunakan dalam membuat kompos. Dalam tulisan ini akan dijelaskan pembuatan kompos menggunakan media ember dengan pembatas yang akan menghasilkan kompos cair dan padat.

Kedua, untuk mempercepat proses pembuatan kompos dan membantu menghilangkan bau dalam proses kompos, kita dapat menambahkan cairan bioaktivator. Cairan ini bisa didapatkan di toko obat atau dengan membuatnya sendiri.

Ada banyak pilihan membuat bioaktivator. Salah satunya dengan menggunakan 20 liter air kelapa, 2 kg gula merah, 6 potong ragi tapai. Bahan-bahan itu kemudian dicairkan menjadi satu untuk mempermudah pencairan. Ambil air kelapa untuk merebus gula beras. Ketika gula merah sudah cair, campurkan dengan sisa air kelapa lainnya dan tambahkan ragi tapai. Diamkan sampai 24 jam. Masukan ke dalam botol dan tutup rapat.

Ketiga, proses pembuatan kompos dimulai. Sampah organik yang telah dikumpulkan dicacah untuk mempercepat proses. Setelah dicacah, semprotkan bioaktivator yang sudah kita buat di atas. Bioaktivator yang telah dibuat di atas dan akan digunakan, harus dicampur dengan 400 ml air dari 3 sendok teh/tutup botol bioaktivator.

Keempat, masukkan sampah cacahan yang telah disemprot bioaktivator ke dalam media kompos dalam hal ini ember (bisa juga karung). Untuk pemancing proses komposting sampah cacahan tadi bisa dicampuri kompos padat yang sudah jadi, sekam, atau abu dapur.

Jika menggunakan media karung, ikat karung yang sudah berisi sampah yang akan dikomposting. Diamkan. Jika dalam waktu setidaknya 24 jam karung bersuhu tinggi atau panas, berarti proses komposting berjalan dengan baik.

Kelima, tambahkan terus setiap hari cacahan sampah organik ke dalam media komposting. Jika kompos yang dihasilkan terasa ‘becek’ atau berair, campurkan kompos yang sedang berproses dengan sampah daun kering.

Jika menggunakan media ember yang menghasilkan kompos cair, pastikan kompos cair terkontrol dengan mengambilnya secara reguler melalui lubang bawah ember yang sudah disiapkan agar cairan kompos tidak menggangu proses kompos padat di atasnya.

Keenam, lakukan terus-menerus hingga kompos penuh. Jangan lupa mengaduknya dengan menggunakan kayu atau benda lainnya agar kompos yang sudah jadi di bawah bisa lebih dulu digunakan, karena jika sudah menjadi kompos, ia akan terus menyusut.

Ketujuh, kompos berwarna kecoklatan sampai hitam pekat dan lembut sudah siap digunakan. Kompos cair bisa digunakan untuk menyemprot daun dan batang. Tetapi penggunaannya juga harus dicampur dengan air, 3 sendok teh kompos cair dengan 2 liter air.

Mudah bukan membuat membuat kompos? Selain mengurangi sampah organik yang menimbulkan bau menyengat jika tidak dikelola dengan baik, kompos juga bisa membantu petani mengembalikan kesuburan tanah dan menjadikan hasil tanamannya sebagai tanaman organik yang selain sehat juga berdaya jual tinggi. Jadi tunggu apalagi. Ayo bikin kompos sendiri. Mulai lah menanam dengan hasil kompos tadi.

*) Hijroatul Maghfiroh, Program Manajer Lingkungan Hidup Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh, Halaqoh, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 12 November 2017

Agenda Berpotensi Gerus NKRI, Wajib Dilawan!

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak pernah sunyi dari bidikan dan rongrongan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka akan senantiasa berupaya mencerai-beraikan keutuhan Indonesia. Karena itu, Ansor sebagai benteng ulama, tak boleh abai dalam memantau sekaligus merpersiapkan diri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Demikian disampaikan Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin saat menjadi inspektur dalam “Upacara Apel Kebangsaan” yang digelar PC GP Ansor Jember di alun-alun Jember, Jumat (10/2).

Menurutnya, berdirinya NKRI bukan hal yang gampang, melainkan hasil dari perjuangan berdarah-darah bangsa Indonesia, termasuk para ulama. Oleh karena itu, setiap agenda yang berpotensi menggerus keutuhan NKRI, wajib dilawan. “Ansor sebagai benteng ulama harus berada di garis terdepan untuk mengawal ulama dan NKRI. NKRI adalah hasil perjuangan para ulama sehingga membela keutuhan NKRI itu termasuk jihad fi sabilillah,” tuturnya.

Agenda Berpotensi Gerus NKRI, Wajib Dilawan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda Berpotensi Gerus NKRI, Wajib Dilawan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda Berpotensi Gerus NKRI, Wajib Dilawan!

Gus Aab lantas menyinggung adanya gerakan kelompok radikal yang dalam beberapa tahun terakhir begitu keras menyuarakan pentingnya kepemimpinan khilafah di Indonesia.

Dalam pandangan Gus Aab, gerakan tersebut sangat berpotensi mencabik-cabik keutuhan dan kerukunan bangsa Indonesia. Sebab, Indonesia terdiri dari beragam agama, suku, budaya dan sebagainya. Sehingga jika dipaksakan menjadi negara khilafah, pasti akan timbul perlawanan di internal Indonesia. Dan ujung-ujungnya Indonesia terjebak dalam perang saudara, dan di situlah NKRI tercabik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“NKRI sudah final. Ini sudah kesepakatan rakyat Indonesia, para tokoh bangsa dan ulama. Tidak boleh dan jangan coba-coba siapa pun mengubah itu (NKRI),” ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jember itu, gerakan-gerakan mereka untuk mencapai keingiannya cenderung mengacuhkan hal-hal yang bersifat keindonesiaan. Istilahnya, mereka adalah orang? Islam yang tinggal di Indonesia. Sedangkan warga NU adalah orang Indonesia yang beragama Islam. Sehingga keislaman yang mereka terapkan tak mengindahkan nilai-nilai keindonesiaan.

“Itulah akibat dari sempitnya pemahaman mereka terhadap teks-teks Al-Qur’an. Beda dengan NU. Kita Islam tapi sangat mengakomodasi nilai-nilai dan budaya yang telah mengakar di Indonesia sehingga di manapun warga NU berada, budaya lokal tak akan terusik. Dengan siapa pun bergaul, warga NU aman, karena selalu berpegangan pada trilogi NU, yaitu ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah,” terangnya.

Apel yang bertema "Lawan Radikalisme, Tolak Khilalfah" tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Jember H Muqit Arif, anggota DPRD Jawa Timur H. Miftahul Ulum, para petinggi Ansor dan NU Jember serta 1000-an anggota Banser. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 05 November 2017

Program Pesantren Sehat akan Terus Digalakkan

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lokakarya “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Pesantren Sehat” untuk wilayah Jawa Timur yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Sabtu (19/11) diikuti perwakilan dari 15 PCNU, 15 PC LKNU, 45 pimpinan pondok pesantren, 15 Dinkes Kabupaten di Jawa Timur, dan DPRD.?

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan dan komitmen bersama mendukung gerakan masyarakat hidup sehat.

Program Pesantren Sehat akan Terus Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Pesantren Sehat akan Terus Digalakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Pesantren Sehat akan Terus Digalakkan

Selain itu, perwakilan-perwakilan tersebut juga mendiskusikan rencana tindak lanjut. Kapubaten Bangkalan misalnya merencanakan antara lain menjalin komunikasi dan koordinasi yang intens dengan Dinkes Kabupaten Bangkalan, menggulirkan Gerakan Jamban Sehat, dan pengolahan sampah melalui bank sampah.

Kabupaten Mojokerto menghasilkan rencana tindak lanjut, yaitu penyuluhan kesehatan santri, pelatihan kader kesehatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten, Kunjungan Dinkes Kabupaten ke pesantren untuk sosialiasi makanan sehat bagi santri, danmengadakan lomba santri sehat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wakil Ketua LK PBNU Zulfikar As’ad mengatakan secara umum dari masukan rencana tindak lanjut seluruh peserta mengharapkan adanya kesinambungan kegiatan dari PBNU, ? PWNU, dan PCNU dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di daerah masing-masing.?

“Ini memang harus dilakukan karena masalah kesehatan di pesantren menjadi tanggung jawab bersama. Juga harus menjadi perhatian khusus pemerintah, karena terdapat lebih dari 26 ribu pesantren di Indonesia.”

Pesantren-pesantren itu, lanjut pria yang sering disapa Gus Ufik, dengan segala keterbatasannya, selama ini betul-betul mandiri. Sehingga menjadikan pesantren lebih komprehensif dalam mempersiapkan kader untuk generasi ke depan yang bisa berkirkiprah bagi Indonesia.?

Salah seorang peserta lokakarya, Sukma Sahadewa, mengemukakan hasil kegiatan lokakarya sangat baik bila bisa diterapkan di pondok pesantren yang notabene-nya memag program ini berbasis masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Bila dikerjakan dan dilakukan di pondok pesantren yang memang santrinya banyak, akan bisa berjalan baik untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat. Pembangunan kesehatan harus menyentuh ke segala pihak termasuk pesantren sehingga betul-betul pesantean bisa menjadi stakeholder yang menyiapkan kesehatan baik secara jasmani, rohani, dan sosial,” ujar Sukma. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 21 Oktober 2017

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Jember H. Hobri Ali Wafa menyatakan mendukung dan siap melaksanakan instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bahwa hari masuk sekolah tetap enam hari, mulai Senin hingga Sabtu.

“Kami siap mengikuti apa pun perintah PBNU. Kalau memang diinstruksikan tetap 6 hari sekolah, maka sekolah-sekolah di bawah LP Maarif di Jember, ya tetap 6 hari, dan mungkin juga Maarif di seluruh Indonesia sama,” jelasnya.

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal 5 Hari Sekolah, LP Ma’arif Jember Siap Laksanakan Instruksi PBNU

Kamis (15/6), PBNU secara eksplisit menolak kebijakan baru Kemendikbud tentang pemangkasan hari sekolah yang berakibat penambahan durasi belajar pelajar menjadi delapan jam sehari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj berpandangan, daripada membuat kebijakan baru yang merugikan, Kemendikbud sebaiknya fokus pada peningkatan kualitas sistem pendidikan yang sudah ada. PBNU bahkan mengancam melakukan boikot bila kebijakan baru tersebut dipaksakan berlaku secara nasional.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Baca: Pernyataan Resmi PBNU Menolak Kebijakan Sekolah 5 Hari)



Kebijakan Mendikbud Muhadjir Effendy untuk memberlakukan 8 jam pelajaran perhari atau 40 jam dalam seminggu juga mendapat reaksi keras dari Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember, Akhmad Taufiq. Ahad (11/6), Dosen Universitas Jember itu mengeluarkan rilis menyikapi keputusan sang menteri yang? kontroversial tersebut.

Menurutunya, kebijakan tersebut terlalu dini untuk diterapkan di Indonesia, dan cenderung dipaksakan, karena belum mempertimbangkan secara seksama karakter? dan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas dan beragam. “Mestinya, aspek nasionalitas keindonesiaan menjadi pertimbangan utama dalam segala bentuk kebijakan pendidikan yang dilakukan (Muhadjir Effendy),” tuturnya.

Ia menambahkan, kalau penerapan 5 hari sekolah itu dilandaskan pada alasan untuk memenuhi minimal 40 jam pelajaran dalam seminggu, sungguh merupakan alasan yang tidak mendasar. Alasan tersebut baru pada tataran normatif dan prosedural semata. Sedangkan pada? tataran substantif tidak memenuhi derajat orientasi visional pendidikan nasional. “Karena itu kami menyerukan? agar keputusan 5 hari sekolah itu dibatalkan demi stabilitas dan kondusivitas pendidikan nasional yang sedang berjalan,” lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Tokoh, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 02 Oktober 2017

Dinkes Jatim Berharap Pesantren Miliki Poskestren

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lokakarya bertajuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Pesantren Sehat berlangsung di Pesantren Darul Ulum (PPDU), Rejoso, Peterongan Jombang, Sabtu (19/11).

Dinkes Jatim Berharap Pesantren Miliki Poskestren (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinkes Jatim Berharap Pesantren Miliki Poskestren (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinkes Jatim Berharap Pesantren Miliki Poskestren

Program yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pusat Promosi Kesehatan (Promkes) ini bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dr Kohar Hardi Santoso menjelaskan kegiatan tersebut untuk mengkampanyekan sekaligus menyosialisasikan hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren. "Tujuan kami dalam kegiatan ini adalah menyehatkan pesantren-pesantren dan sejumlah komponen di dalamnya," ujarnya dalam sambutannya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pola hidup bersih dan sehat bagi santri, tambah dia sangat penting untuk disentuh kalangan pemerintah, mengingat keberadaan santri secara kuantitas terus berkembang. "Para santri adalah generasi bangsa yang harus kita jaga kesehatannya," imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia pun berharap, ke depan masing-masing pesantren memiliki wadah kesehatan tersendiri, semacam Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren). "Tadi sempat meninjau Poskestren di Darul Ulum, Rejoso ini, kami berharap ke depan akan muncul-mumcul Poskestren yang menjadi ujung tombak dalam menjaga kesehatan bagi santri," harap dia.

Sementara Zulkfikar Asumta perwakilan Lembaga Kesehatan PBNU lebih jauh memaparkan program sosialisasi hidup sehat ini perlu didukung oleh berbagai pihak. Hal ini untuk jenjang keberlanjutan pesantren dalam menerapkan hidup sehat secara kontinyu.

"Program kesehatan memang tak boleh hanya dimiliki dan didorong oleh Kementerian Kesehatan RI, namun juga harus melibatkan berbagai pihak," terang dia.

Hadir di tengah-tengah kegiatan, Wakil Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab yang sekaligus membuka acara. Kepada puluhan peserta, ia mengungkapkan bahwa di Indonesia saat ini ada banyak problem besar yang sedang dihadapi, salah satunya terkait kesehatan bangsa secara umum.

Sementara upaya untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat tak sebanding persoalan yang perkembangan.

Mundjidah mencontohkan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba selama ini kian massif dan sudah masuk ke pesantren - pesantren. "Semoga dengan adanya kegiatan ini kita tambah sehat, tak hanya sehat jasmaninya, namun juga rohaninya," harapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Ulama, Tokoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 September 2017

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur berencana akan menerapkan home visit (kunjungan rumah) ke beberapa tempat tinggal pasien yang sudah dirawat RSNU sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjalin shilaturahim kepada pasien dan keluarga, di samping mengecek ulang kondisi masing-masing pasien yang dikunjungi.

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

Penerapan home visit akan dimulai selambat-lambatnya pada pekan ini dengan membawa fasilitas lengkap untuk pemeriksaan kondisi pasien. Di antaranya ambulans khusus, dokter, dan alat-alat pemeriksaan seperti tensi darah, tes labporat, stetoskop, dan timbangan badan.

H Syaifullah Isbari, penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, pasien yang akan dikunjungi kurang lebih dari 30 pasien, terhitung sejak dua bulan lalu. Ia menambahkan, jumlah kunjungan tersebut bisa bertambah sesuai dengan kesiapan pihak rumah sakit pada beberapa bulan kemudian, pasalnya kegiatan ini akan dirutinkan dan akan membantu penilaian masyarakat tentang keberadaan rumah sakit ini dalam melakukan aktivitas operasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Karena pertama kali kita melakukan ini, untuk kuota kunjungan kepada pasien bisa saja bertambah pada kunjungan selanjutnya, yang jelas kami akan menyesuaikan dengan persiapan-persiapan dari rumah sakit ini,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth saat ditemui di kantornya di Jombang, Senin (4/1) siang.

Rencananya, pihak RSNU Jombang akan berkunjung setiap hari sekurang-kurangnya kepada lima pasien dimulai dari wilayah kecamatan terdekat. Syaifullah mengemukakan bahwa kunjungan pasien dari berbagai kecamatan tidak seimbang. Mayoritas jumlah kunjungan pasien terbanyak berasal dari daerah yang jauh dari RSNU Jombang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Seperti halnya kecamatan Jogoroto dibandingkan Ngoro malah lebih banyak Ngoro. Di Ngoro mencapai 1360 pengunjung selama tahun 2015, sedangkan di Jogoroto hanya 692 pengunjung,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Tokoh, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock