Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Qartoum, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Bukan hanya di Indonesia, acara Mauludan untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiul Awal juga diperingati dengan meriah di Sudan. PCI NU Sudan turut memeriahkan acara ini, walaupun kali ini cukup sederhana karena musim ujian bagi para mahasiswa.

Acara Mauludan dipusatkan di alun-alun ibukota Sudan lama, Omdarman dengan perayaan semacam bazaar. Tariqat sufi dari berbagai daerah mendirikan stand bazaar mulai tanggal 1 dan sampai puncaknya tgl 12 Raibul Awal.

Grup nasyid Sifaul Qulub An Nahdliyah milik PCI NU pimpinan H. Moh. Shohib Rifai turut menghadiri undangan Mauludan yang diadakan khusus oleh Toriqat Tijaniyah pada tgl 12 Maulud berserta sebagian besar jajaran syuriyah PCI seperti Rois Syuriyah Badrus Shof, Wakil Rois Afifullah, Katib Hilmi Assidiqi.

Dua hari sebelumnya jajaran syuriyah dan sekteraris Lajnah Talif Wan Nasr Cep Iqi juga menghadiri mauludan di Omdarman Ibukota lama Sudan.

Seperti di Indonesia, tradisi Mauludan diperingati dengan pembacaan Barzanji, Diba dan semacamnya dengan diiringi musik yang bermacam macam. Ini membuat alun-alun seolah-olah menjadi lautan sholawat selama awal bulan Maulud sampai tgl 12.

Kontributor : Silabes
? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Kamis, 22 Februari 2018

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) akhirnya ditetapkan akan dilaksanakan pada akhir Syawal, tepatnya 27 – 30 Syawal 1433 H, atau 14 – 17 September 2012.

Penetapan tanggal dilakukan dalam Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, di kantor PBNU Jakarta, Rabu (25/4), yang dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan para pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah lengkap.

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas dan Konbes NU Mundur Akhir Syawal 1433 H

Sebelumnya Munas dan Konbes NU diagendakan pada akhir bulan Jumadil Akhir 1433 H, tepatnya pada 17 - 20 Mei 2012 mendatang. Penundaan dilakukan terkait dengan kesiapan pihak tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Kempek, Cirebon.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebenarnya pihak Pesantren Kempek meminta agar Munas dan Konbes diadakan pada akhir Juni 2012, karena pada waktu itu persiapan diperkirakan sudah selesai dan bertepatan dengan liburan sekolah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Namun menurut Rais Aam, akhir Juni bertepatan dengan bulan Sya’ban yang biasanya padat dengan kegiatan pondok pesantren. Sementara Munas juga tidak mungkin diadakan pada bulan Ramadhan atau pada bulan Dzulhijjah atau musim haji.

Rapat harian yang dipimpin oleh Katib Aam PBNU KH Malik Madani akhirnya memutuskan munas diselenggarakan pada akhir bulan Syawal 1433 H.

Menurut Sekretaris Ketua Panitia Dr H Syahrizal Syarif, rapat harian juga menyepaki tema yang akan diangkat dalam Tema yang diangkat dalam Munas dan Konbes kali ini, yaitu “Kembali ke Khittah Indonesia 1945: Meningkatkan Khidmah NU menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berbahagialah bagi warga NU dan umat Islam secara umum. Karena sejumlah bacaan dan doa-doa ibadah keseharian, termasuk tahlil, kini bisa dinikmati melalui perkakas berupa tablet maupun telepon genggam yang mendukung sistem andorid.

Usai meluncurkan aplikasi berbasis android “TV Aswaja” dan “Rawi",? Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja kembali meluncurkan aplikasi android baru berupa “Majmu Lathif & Doa Harian”.

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini, Aplikasi Tahlilan Hadir di Android

Menurut anggota Tim Developer PPM Aswaja, Ichwanul Muslim, peluncuran aplikasi baru tersebut bertujuan untuk mempermudah kalangan Nahdiyyin dalam menjalankan kegiatan keagamaan mereka terutama dalam hal akses doa-doa serta bacaan-bacaan Al-Quran lewat media elektronik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami yakin aplikasi ini sangat bermanfaat, karena di dalamnya berisi berbagai doa penting mulai dari bacaan dan doa Tahlil, Yasin, al-Waqiah, al Mulk, doa awal tahun, doa Nisyfu Sya’ban dan Asyura, serta doa lainnya," terang Ichwan, Kamis (12/6).

Ditambahkan, peluncuran aplikasi “Majmu Lathif & Doa Harian” memang sengaja dilakukan menjelang Nisfu Syaban sebagai bagian dari isi yang terangkum dalam aplikasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kami berharap, aplikasi ini bisa memberi manfaat dan kemudahan kepada seluruh warga nahdiyyin hususnya dan ummat islam pada umumnya," lanjut Ichwan.

Seperti aplikasi android sebelumnya, aplikasi Majmu Lathif & Doa Harian ini juga bisa diunduh gratis oleh pengguna android di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajanu.majmulathif. Atau cari di Play Store dengan kata kunci "Majmu Lathif".

"Bagi yang sudah mengunduh dan mencoba aplikasi ini, jika berkenan bisa disebarkan informasi ini kepada teman, saudara dan pemakai android lainnya agar lebih bermanfaat bagi khalayak muslim lainnya," pungkasnya. (Mukhlisin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’

Judul Buku: “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa”

Penulis: As’ad Said Ali

Pengantar: KH A. Mustofa Bisri

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila sebagai Nuqthotul Liqo’

Penerbit: LP3ES Jakarta

Cetakan: I, Februari 2009

Tebal: 340 halaman + xxxii

Peresensi: A. Khoirul Anam


VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada saat era reformasi “dibunyikan” sebagian elemen bangsa ini masih trauma dengan Pancasila. Praktis pada masa Orde Baru Pancasila hanya menjadi milik pemerintah. Rakyat tidak diperkenankan memberikan interpretasi terhadap Pancasila. Anak-anak sekolah diwajibkan mengikuti penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sebagai interpretasi tunggal Pancasila. Semua organisasi dan partai politik diharuskan mencantumkan Pancasila sebagai asas, namun tidak diperkenankan menjelaskan apapun tentang Pancasila. Yang miris, Pancasila menjadi alat untuk membungkam orang-orang yang kritis; yang berbeda dengan pemerintah dianggap tidak pancasilais.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kini Pancasila telah dikembalikan kepada rakyat Indonesia. Sebagian elemen bangsa masih segan mengambil kembali miliknya. Sebagian langsung menyambut hangat Pancasila sebagai ”tenaga dalam” untuk membangunkan kembali bangsa Indonesia dari masa krisis. Namun betapapun dan dalam kondisi apapun tidak ada yang sanggup untuk tidak mengindahkan Pancasila, yang berarti lima sila yakni ”Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Lima sila ini juga dicantumkan dalam teks Pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” yang ditulis oleh As’ad Said Ali berhasil menunjukkan fakta bahwa dalam kondisi apa pun tidak ada elemen bangsa ini yang sanggup melepaskan Pancasila dari genggaman bangsa Indonesia. Ingin pun tidak. Karena menyingkirkan Pancasila berarti juga memusnahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indonesia (NKRI). Tidak.

Pancasila adalah landasan yang kokoh bagi suatu bangsa besar yang multi etnik, multi agama, ribuan pulau dan kaya sumber daya alam. As’ad menyebut Pancasila sebagai titik pertemuan atau nuqthotul liqo’ yang lahir dari suatu kesadaran bersama pada saat krisis. Dan kesadaran ini muncul dari kesediaan berkorban demi kepentingan yang besar membentuk negara besar. Pancasila merupakan konsensus dasar yang menjadi syarat utama terbentuknya bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan nuqthotul liqo’ pada saat terjadi perdebatan yang sangat alot mengenai dasar negara; antara yang menginginkan Indonesia menjadi negara sekuler dan agama, dalam hal ini Islam sebagai agama yang dianut mayoritas bangsa Indonesia. Para tokoh umat Islam dengan berbesar hati untuk mengakui menerima kenyataan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya menganut satu agama atau kepercayaan. KH Wahid Hasyim, Ketua PBNU pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mendukung Pancasila sebagai dasar negara bahkan merelakan perubahan sila pertama yang dirumuskan dengan bersusah payah: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Buku setebal 340 halaman yang ditulis Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu dengan sangat baik menunjukkan suasana tegang, emosi, dan haru pada saat proses perumusan dasar negara. Persoalan beragama kemudian diselesaikan dalam rumusan imajinatif ”Ketuhanan Yang Maha Esa” sila pertama Pancasila. Para tokoh Islam berhasil meyakinkan umat bahwa Islam itu lebih luas dari sekedar negara. Pancasila tidak dilarang karena berdasarkan kaidah fikih al-ashlu fil assya al-ibahah hatta yadulla ad-dalil at-tahrim, bahwa sesuatu itu tidak dilarang selama tidak ada petunjuk agama yang melarangnya. Para ulama berhasil memberikan pemahaman yang arif bahwa Indonesia adalah negara yang berkarakter religius namun bukan negara agama. Indonesia adalah Negara Pancasila. Dan ajaran Islam telah merasuk kedalamnya.

Pada saat pemerintah orde baru secara sepihak memaksakan interpretasi tentang Pancasila dan mengharuskan Pancasila menjadi asas tunggal para ulama menyatakan “Siap!”. Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di Situbondo, 21 Desember 1983, para pemimpin NU berhasil merumuskan Deklarasi tentang Hubungan antara Pancasila dan Islam:

“1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama; 2. Sila "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang Undang Dasar (UUD) 1945, yang menjiwai sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam; 3. Bagi Nahdlatul Ulama (NU) Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia; 4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya; 5. Sebagai kondisi dari sikap di atas, NU berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekwen oleh semua pihak.”

Penerimaan asas tunggal Pancasila ini, terutama pada poin kelima dalam deklarasi tersebut, adalah upaya politis para ulama agar tidak dipedaya oleh pemerintah yang maunya menjadikan Pancasila sebagai milik pribadi.

Lebih lanjut, dalam buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” itu secara optimis dan penuh percata diri bahkan penulis buku ini mengatakan bahwa Pancasila memberikan inspirasi bagi bangsa-bangsa lain untuk memecahkan masalah dasar konstitusi yan mereka hadapi, terutama terkait persoalan agama. Pada 1924 Turki tidak tahan dengan kesultanan Islam dan berbalik arah menjadi negara sekuler pertama di tengah masyarakat Muslim. Sementara di wilayah Asia Selatan, Pakistan yang berdiri di atas wilayah dinasti Mogul akhirnya memilih menjadi negara Islam. Ada dua arus pemikiran besar yang bersaing saat menuju kemerdekaan antara Ali jinnah sebagai representasi gagasan negara sekuler dan Maududi sebagai representasi pengembangan gagsan negara agama. Toh akhirnya Pakistan memilih jalan negara islam setelah gagal mensenyawakan keduanya dalam format yang solutif untuk sebuah dasar negara yang modern.

Pancasila adalah nilai yang digali dari bangsa Indonesia sendiri pada saat terjadi perdebatan apakah hendak menjadikan Indonesia seperti layaknya negara barat yang maju, apakah menjadikan Indonesia seperti negara sosialis atau kapitalis. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa berpegang teguh pada nilai luhur budaya sendiri merupakan sumber kekuatan. Penulis menunjuk Jepang, Korea, China dan India yang berdiri tangguh

Meski merupakan nilai yang digali dari bangsa Indonesia sendiri, bukan berarti Pancasila menjadi azimat. Sebagai ideologi negara yang bersanding dengan ideologi-ideologi besar di dunia, Pancasila adalah ideologi yang terbuka. Interpretasi Pancasila tidak boleh tunggal seperti P4-nya orde baru yang disinggung sekilas di atas. Rakyat Indonesia berhak mengajukan interpretasi mengenai Pancasila sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila sila-sila dalam Pancasila itu sendiri.

As’ad Said Ali dalam buku yang diterbitkan LP3ES itu juga mengkritik beberapa interpretasi Pancasila yang “kebablasan” pada era reformasi. Misalnya, beberapa materi dalam amandemen UUD 1945 memang dilakukan sekedar reaksi dari ketidakpuasan terhadap masa orde baru. Banyak hal dalam orde baru diubah begitu saja. Akibatnya sistem kerakyatan atau demokrasi yang dirumuskan seperti “asal comot”, campur baur dan sangat teoritik, tidak berusaha menyempurkan konsep Demokrasi Pancasila yang telah digagas sejak awal. Kata Asad, perubahan itu ternyata tidak berpengaruh dalam menyejahterakan rakyat Indonesia.

Kebablasan serupa juga terjadi sebelumnya pada masa orde baru. As’ad menyebut “Konsep Ekonomi Pasar Terkelola” yang dirumuskan oleh para birokrat ekonomi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) atas intruksi Presiden Soeharto, sama sekali tidak menyinggung mengenai koperasi yang diamanatkan dalam UUD 1945 dan oleh para pendiri negara ini ditetapkan sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Ada banyak kebablasan yang perlu diluruskan.

Akhirnya, buku “Negara Pancasila: Jalan Kemaslahatan Berbangsa” sangat layak dibaca. Meski sangat terkesan hati-hati dan “tidak apa adanya” dalam menjelaskan keterkaitan antara para perumus kebijakan negeri ini dengan berbagai ideologi besar yang berkembang dan sangat dominan di dunia, namun berbagai pergulatan dalam merumuskan kebijakan dari masa ke masa, atau dalam menginterpretasikan Pancasila dipaparkan dengan sangat baik dalam buku ini. Buku ini juga sangat menarik dicerna oleh umat Islam yang mayoritas di negeri ini. Bukan saja karena sebagaian besar pembahasan terkait dengan pergulatan konsep bernegara dan beragama (Islam) yang kemudian dipertemukan dalam satu nuqthotul liqo’ bernama Pancasila, tetapi karena ditulis dengan menyertakan istilah-istilah khusus yang sudah dikenal baik oleh kaum santri. Sepertinya ada satu pengharapan penulis, bahwa secara bertahap Pancasila teruslah menjadi spirit dalam mewujudkan “negara kesejahteraan” Indonesia!

*Peresensi adalah wartawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the TruthDari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 03 Februari 2018

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kerja sama saling menguntungkan akan segera dilakukan antara Majalah Aula dengan PW LP Maarif NU Jawa Timur. Hal ini untuk semakin meningkatkan oplah media tersebut dan memberikan informasi yang berguna bagi para pendidik, siswa, dan pengelola sekolah atau madrasah.

Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag menjelaskan, sudah saatnya ada sinergi antara media yang dimiliki NU yakni "Aula" dengan lembaga yang sekarang dipimpinnya. "Tidak semata meningkatkan oplah, juga sebagai sarana komunikasi bagi para pelaku pendidikan di NU," katanya, Senin (12/10).

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan, banyak informasi yang layak diketahui para guru maupun pengelola pendidikan. Dan pada saat yang sama, Majalah Aula juga bisa menginformasikan capaian yang telah dilakukan lembaga pendidikan, sehingga dapat diketahui pembaca, lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jaringan Maarif khususnya di Jawa Timur sangat luar biasa," tandasnya. Ada ribuan sekolah dan madrasah yang bergabung dengan PW LP Maarif NU Jatim. Apalagi kalau Majalah Aula dapat menarik minat para guru untuk menjadi pelanggan. "Bila dikelola dengan baik, hal ini merupakan potensi pasar yang sangat bagus," jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pihak Majalah Aula yang diwakili Iwan Setiono dari pemasaran, menyambut baik kerja sama tersebut. "Kami akan memberikan space halaman khusus untuk bisa menyapa para guru dan pengelola madrasah serta sekolah yang berada di bawah naungan Maarif," terangnya.

Halaman yang akan diberikan berupa profil lembaga pendidikan, informasi kebijakan yang bermanfaat bagi tenaga pendidik, serta prestasi yang diraih siswa, guru dan sekolah. "Dengan dimuat di media kami, maka informasi tersebut akan bisa tersebar ke sejumlah kalangan," ungkapnya.

Sebagai sebuiah perusahaan media, Majalah Aula tentu akan memberikan pembagian keuntungan dari distribusi tersebut. "Semua akan dituangkan dalam kerja sama yang dapat ditandatangani kedua belah pihak," kata Iwan, sapaan akrabnya.

Profesor Haris juga berharap, kerja sama tersebut nanti dapat disaksikan oleh pimpinan lembaga pendidikan, sehingga bisa ditindaklanjuti di lapangan. "Penandatanganan kerja sama itu bisa dilakukan saat kegiatan yang menghadirkan para kepala sekolah dan pimpinan yayasan di masing-masing sekolah atau madrasah," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Kiai, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

Purworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

IPNU-IPPNU Purworejo meluncurkan Toko Online Pelajar NU, Jumat (8/4) yang beralamatkan di toko.pelajarnupurworejo.org. Toko Online ini akan menjadi sub-fasilitas dari web utama pelajarnupurworejo.org. Meski masih dalam tahap pengembangan, toko online ini sudah mulai bisa digunakan. Pengunjung bisa dengan mudah mendaftar untuk kemudian posting hasil dagangannya. Untuk Mendaftar pun sangat mudah tidak memakan waktu sampai 5 menit.

Menurut ketua IPPNU Purworejo, Rani Pranita, toko online ini dibuat mengingat fenomena kader di daerah yang sebenarnya memiliki banyak usaha, baik dalam bentuk jasa maupun kerajinan namun kesulitan memasarkannya.

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Purworejo Luncurkan Toko Online

"Banyak sekali rekanita IPPNU maupun temen-temen di IPNU di desa-desa yang kesulitan mengembangkan produknya. Mau memasarkan online susah. Membuat website harus mengeluarkan biaya dan susah, jadi kita sediakan ruangnya. Mudah diakses mudah digunakan,” terang Rani Pranita.

Rencananya toko online ini akan disosialisasikan secara menyeluruh baik secara online maupun lewat turba ke daerah-daerah. Rani berharap, IPNU-IPPNU benar-benar bisa menjadi teman dalam memaksimalkan potensi anak muda.

"Ini salah satu tantangan IPNU-IPPNU kedepan. IPNU-IPPNU tidak lagi hanya mencari kader dan kader tanpa tahu cara memaksimalkan potensi mereka," sambung Rani. (AN Khoirul Faizun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Quote, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab

Keistimewaan bulan rajab sebagai syahrullah ditandai dengan beberapa pelipat gandaan pahala yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang berpuasa di dalam bulan Rajab. Di bawah ini akan diterangkan berbagai macam fadhilah puasa pada bulan Rajab.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab

Barang siapa puasa di awal bulan rajab bandingannya seperti puasa satu bulan penuh. Dan barang siapa puasa tujuh hari (di bulan Rajab) maka tertuplah baginya ketujuh pintu neraka jahanam, dan barang siapa puasa delapan hari ? (di bulan Rajab) maka dibukakan untuknya kedelapan pintu surga, dan barang siapa puasa sepuluh hari (di bulan Rajab) maka Allah swt akan mengganti semua amal buruknya dengan kebaikan, dan barang siapa puasa delapan belas hari (di bulan Rajab), maka akan dia akan mendapat panggilan dari langit “sungguh telah siampuni dosamu, maka mulailah lagi beramal”

Sebagain hadits menjelaskan bahwa imbalan yang disediakan oleh Allah swt untuk mereka yang berpuasa di hari pertama bulan Rajab adalah dijauhkan dari dosa-dosa sebagaimana jauhnya langit dan bumi.

Sedangkan shabat Anas bin Malik menyatakan:

? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Barang siapa berpuasa di awal bulan Rajab, Allah menggugurkan dosa yang dilakukannya selama dua tahun, dan barang siapa puasa selama lima belas hari di bulan Rajab Allah akan menghisabnya (nanti di hari kiamat) dengan hisab yang gampang. Dan barang siapa berpuasa tiga puluh hari selama bulan Rajab Allah akan meridhainya dan tidak menyiksanya.

Pada hari yang sama pula dulu Nabi Nuh as. dan para pengikutnya berpuasa ketika berada di atas perahu. Hal ini pernah dijelaskan Rasulullah saw:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ingatlah bahwa Rajab adalah termasuk bulan yang mulia, pada bulan inilah Allah swt menaikkan Nabi Nuh as di atas perahu. Maka nabi Nuhpun berpuasa di atas perahu, demikian pula ia memperintahkan puasa semua pengkutnya. Allahpun menyelamatkan mereka (dari tenggelam) dan Allah membersihkan bumi ini dari kekufuran dan kekejian dengan banjir thufan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain puasa-puasa yang tersebut di atas juga ada puasa istimewa pada tanggal 27 Rajab. Sebagaimana keterangan Rasulullah saw dalam haditsnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Barang siapa puasa pada hari dua puluh tujuh di bulan Rajab ditulis untuknya pahala puasa selama enampuluh bulan. Itulah hari pertama Jibril turun membawa risalah kepada Rasulullah saw”

Dalam hadits lain diterangkan pula:

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Bahwa sannya dalam bulan Rajab ada satu malam dan satu siang istimewa, barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan beirbadah di malam harinya, maka bagi orang tersebut ditulis pahala puasa seratus tahun lengkap dengan ibadah di malam harinya. Hari itu adalah hari ketiga ketrakhir dari bulan Rajab, yaitu hari diutusnya Nabi kita saw. ? (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak

Sukabumi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Majlis Silaturahmi Pondak Pesantren dan Majlis Talim (MSPPM) Kota dan Kabupaten Sukabumi mengadakan pengajian keliling bulanan sekaligus peresmian Majlis Talim Ummi Abu Hurairoh dan pemberian santunan kepada jompo dan anak yatim di Jl. Santa Lio Cikondang, Kota, Sukabumi, Jawa Barat.

Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak

Menurut Ketua MSPPM KH R. Abdul Basith, tiap sebulan sekali kegiatan tersebut dilakukan sebagai ajang silaturahim dari majlis ke majlis, dari pesantren ke pesantren.

Hal itu dilakukan karena hanya di dua lembaga ini adalah lembaga penjaga akhlak masyarkat. Selama ini kita tidak pernah mendengar adanya tawuran antarmajelis ta’lim dan pondok pesantren. “Oleh karena itu ini harus dipertahankan,” ungkapnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (9/4).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karena itulah, lanjut dia, regenerasi baik di pesantren maupun majlis talim harus terus dilakukan. “Berbeda dengan di bidang pemerintahan, sudah sangat banyak calonnya, sedangkan calon para kiai sudah berkurang terutama di pesantren salafi. Beberapa pesantren sekarang bangunannya masih ada, akan tetapi isinya mulai berkurang,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saat ini, lanjut dia, kehidupan di masyarakat semakin banyak kejadian yang tidak menunjukkan akhlak orang muslim seperti pembunuhan orang tua oleh anaknya ada juga anak yang dibunuh oleh orang tuanya. “Sudah marak terjadi sekarang belum lagi merajalelanya korupsi dan penggunaan narkoba ini disebabkan karena masalah agama sedikit lupa, bahkan hampir dilupakan,” lanjutnya. ?

Menurut dia, untuk menanggulangi keadaan seperti itu, pertama perlu perhatian dari para orang tua dan pemerintah untuk pendidikan agama anak-anak.

Kedua, menekankan pentingnya mendirikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. “Seiring berkembangnya industri di Sukabumi saya mengintruksikan kepada Bupati bahwa pengaturan jadwal pulang para karyawan di pabrik jangan sampai pulang di waktu shalat,” pintanya. ?

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug ini menganjurkan harus dibangun sarana ibadah di dalam pabrik supaya karyawan bisa menjalankan kewajibannya.

Ketiga, ia meminta untuk menggemarkan infak atau shodaqoh supaya dalam menjalankan usahaya tidak merugi. Ini ilmu dari Allah SWT.? Kebanyakan sekarang usaha hampir setiap hari rugi. Bukan hanya pengusaha, bahkan ustad pun sekarang banyak hutangnya, maka dari itu dirikanlah shalat dan bershodakoh maka kamu tidak akan merugi,” pungkasnya.

Panitia kegiatan H. Sirojudin Yusup, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah dan persaudaraan di wilayah Kota dan Kabuaten Sukabumi.

“Kegiatan ini melibatkan para ulama dan para umaro karena itu bersinergi dengan visi misi baik kota maupun kabupaten. Dalam kegiatannyapun ada program-program selain di bidang agama juga di bidang sosial. Kegiatan ini dimulai pada tahun 2002 hampir 300 Majlis Talim telah dikunjunginya. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi meminta Pemerintah RI menginisiasi anggota negara ASEAN lainnya untuk mengambil langkah penyelamatan atas tragedi kemanusiaan etnis Rohingya. Negara-negara ASEAN khususnya harus segera melakukan upaya penghentian pengusiran etnis Rohingya.

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pemerintah RI Terlibat Penyelesaian Kemanusiaan Etnis Rohingya

“Kalau mereka diusir dari negerinya, umat Islam harus terpanggil untuk menyampaikan tindakan arogan otoritas setempat mengingat etnis tersebut beragama Islam,” kata Kiai Masdar kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Jumat (15/5) sore.

Tetapi pada saat yang sama karena mereka juga manusia, PBB melalui UNHCR-nya yang menangani pengungsian harus turun tangan. Kedua belah pihak ini baik PBB maupun solidaritas umat Islam harus terpanggil, kata Kiai Masdar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Penyelesaiannya memang tidak harus berbentuk penampungan di negara lain. Kedua pihak ini mesti berupaya menyadarkan otoritas setempat di mana etnis Rohingya tinggal,” Kiai Masdar menambahkan.

Pihak otoritas setempat perlu disadarkan bahwa etnis ini bagian integral sebagai warga bangsa mereka. Mereka sebagai pemegang otoritas berkewajiban melindungi setiap warganya tanpa melihat perbedaan keyakinan, suku, agama, atau lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PBNU menyambut baik ajakan Thailand kepada negara-negara untuk melakukan pertemuan guna membahas nasib imigran Rohingya pada 29 Mei mendatang.

Upaya ini memang tidak mudah. Tetapi jalan ini perlu ditempuh guna menyudahi ratusan imigran etnis Rohingnya menuju suaka, kata Masdar.

Sebagaimana diketahui, ratusan muslim etnis Rohingya melakukan migrasi dari Myanmar, negara tempat kediaman mereka dengan menggunakan sampan-sampan kecil. Mereka terpaksa menempuh jalan laut yang berbahaya dengan stok logistik ala kadarnya untuk menyelamatkan diri dari bentrokan etnis dan agama. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Sejarah, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 20 Desember 2017

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Padang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Gerakan Pemuda Ansor sebagai generasi muda Indonesia diminta terus berjuang untuk bangsa dari segala bentuk ancaman yang merusak persatuan dan mengubah ideologi bangsa. Karena sekarang sudah ada gerakan separatis yang kembali bangkit untuk mencoba merongrong persatuan, kesatuan, dan? mengubah ideologi bangsa. Mereka terdiri atas gerakan separtis baru yang berwajah lama dan gerakan separatis lama yang mulai bangkit lagi.

Demikian disampaikan Danrem 032/Wirabraja Brigjend Bakti Agus F kepada pengurus GP Ansor Sumbar yang berkunjung di Makorem 032/Wirabraja Jalan Sudirman Padang, Jumat (22/4).

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar dan Korem 032/Wirabraja Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Ansor, menurutnya, terbukti memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan. Gerakan radikal yang ada sekarang memang sedang merebak karena adanya transformasi pemikiran yang tidak diformulasi dengan baik sehingga merasa pemikiran mereka yang baik dan benar. Hal ini yang menimbulkan gerakan radikal. Karena merasa tidak puas dengan yang sudah ada sekarang,? merasa tidak lagi sesuai dengan pemikiran mereka.

Menurut Agus, kemauan dan kemampuan memahami jenis pikiran ini sangat diperlukan sehingga tidak menimbulkan kekeliruan dalam memahami pikiran. Apa semua pikiran itu cocok untuk bangsa ini? Belum tentu. Pendahulu kita telah memformulasikan pikiran untuk Indonesia sehingga bisa hidup dalam keragaman. Bangsa kita unik di mata dunia. Jangan dimasukan lagi? pikiran yang akan merusak? persatuan bangsa ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sekarang bagaimana kita memperbaiki aspek-aspek yang sudah ada pada bangsa ini agar tetap maju ke depan dan tidak lagi pengulangan peristiwa yang akan membuat kita jauh tertinggal dari bangsa lain. Jangan? kembali lagi ke belakang sementara bangsa lain sudah maju. Dahulu bangsa di Asia Tenggara dan Asia belajar ke Indonesia. Memberikan bantuan untuk bangsa di Asia Tenggara bahkan Asia, namun sekarang kita yang menerima bantuan. Untuk itu mari bersama? bersinergi membangun bangsa ini," harap Agus.

Danrem 032/Wirabraja juga mengingatkan masalah narkoba. Sekarang semua lini sudah dirasuki narkoba. Berbagai cara dan taktik yang dilancarkan untuk membunuh generasi muda dengan narkoba. Ada acara yang dibuat agar generasi muda terpengaruh dengan narkoba,? mengaitkannya dengan intelegensi seseorang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Apakah itu dengan mengkonsumsi? bisa meningkatkan daya ingat atau meningkatkan kepintaran. Ini sudah sangat memprihatikan sekali.

Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat mengakui bahwa Ansor memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan akan terus tetap berjuang seperti yang diharapkan Danrem 032 tersebut. Untuk itu, Ansor? berkerja sama dengan TNI terus berjuang memberantas narkoba. "Ansor memiliki semboyan Ke-NU-an, dan kebangsaan. Semboyan ini sangat menguatkan bahwa Ansor tidak ada toleransi dengan gerakan yang akan merongrong bangsa ini.”

Audiensi? dipimpin Ketua GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman. Ia hadir bersama Sekretaris Arianto, Wakil Ketua Agustian Piliang, Bendahara Almudasir, Wakil Sekretaris Johari Jamal, dan Ketua GP Ansor Padang Tan Gusli. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Sejarah, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah

Blitar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pengurus Ranting NU Gogodeso Kabupaten Blitar bersama aparat desa dan Himpunan Petani Nusantara Jawa Timur menggelar istighotsah untuk tolak bala di jalan lahan sawah desa, Sabtu (8/7) pagi. Mereka berdoa bersama untuk mengatasi serangan hama.

Pertemuan ini merupakan wujud empati atas kegagalan panen warga tani karena serangan hama, utamanya wereng dan tikus.

Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Bala Gagal Panen, Warga NU Blitar Gelar Istighotsah

"Kami ikut prihatin pada warga petani. Karena itulah, kami mengajak warga petani bersama-sama istighotsah, munajat kepada Allah SWT agar dihindarkan dari bala gagal panen," kata Ketua Pengurus Ranting NU Gogodeso Kiai Sulkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hadir pada acara istighotsah ini Ketum HPN Hermanu Triwidodo, Ketua LPNU Blitar H Shohib, Kadis Pertanian Blitar Eko, dan warga petani. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. 31 Januari 1926 merupakan tanggal, bulan dan tahun bersejarah bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), karena tanggal tersebut diabadikan sebagai hari lahirnya organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia dalam klender Masehi.

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Maya Banjir Ucapan #HarlahNU91

Hari ini, 31 Januari 2017 NU sedang merayakan Hari Lahir (Harlah) yang ke-91. Rangkaian acara pun digelar seperti menyelenggarakan diskusi publik, pameran Keris dan Manuskrip di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin-Selasa (30-31/1).

Dengung Harlah NU tak hanya muncul di dunia nyata, melainkan di dunia maya khususnya di twitter ramai diperbincangkan.?

Tweet terkait Harlah deras disampaikan lewat akun twitter pribadi masing-masing hingga menjadikannya sebagai Trending Topic dengan tagar #HarlahNU91.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sejak pukul 07.00 pagi sampai berita ini diturunkan, tagar tersebut masih bertengger sebagai trending teratas.

“Selamat Harlah NU Ke-91 tahun. Dengan Lahirnya NU. INDONESIA jadi aman,damai dan tentram #HarlahNU91,” cuit akun @faruqiachmad48.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, ada pesan mendalam dari Gus Dur tentang NU yang ditweetkan oleh akun @pojokgusdur. “Berapa pun besar biaya dan resikonya, NU akan menjaga keutuhan NKRI. (Gus Dur) #HarlahNU91,” tulis Pojok Gus Dur yang berkantor di Gedung PBNU lantai dasar ini.

“#HarlahNU91 Nasihat ulama pegang dan jagalah, Bila lalai segeralah diingat, NU berkhidmat dekat seabad sudah, Sejak dulu NU kokoh ? menambat,” tulis akun @mulilhidayat.

Akun resmi DPR RI juga tidak mau ketinggalan dengan memberi ucapan pada momen Harlah NU ini. “Patutlah kiranya kita merenungkan kembali, menapak tilas jejak-jejak sejarah NU agar inspirasi perjalanannya . #HarlahNU91,” tulisnya.

Selain itu, berbagai ekspresi juga dituangkan melalui foto, gambar, tulisan, maupun ulasan dari kiai-kiai NU. Setiap Harlah NU juga dijadikan momen oleh Nahdliyin untuk memperkuat eksistensi Islam rahmatan lil alamin dalam rangka meneguhkan bangsa dan negara. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Quote, Makam, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 Desember 2017

Rais Aam PBNU: Sentimen SARA Ancam Kebinekaan NKRI

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyayangkan suasana tidak kondusi atas kondisi masyarakat Indonesia belakangan ini. Menurutnya, perang opini belakangan ini dengan memainkan masalah SARA mengeruhkan iklim persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf dalam taushiyah pada peringatan Harlah Ke-91 NU di halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (31/1) malam.

Rais Aam PBNU: Sentimen SARA Ancam Kebinekaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Sentimen SARA Ancam Kebinekaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Sentimen SARA Ancam Kebinekaan NKRI

“Sentimen SARA mengancam kebinekaan RI,” kata Kiai Ma’ruf di hadapan ratusan hadirin yang memadati lokasi peringatan Harlah Ke-91 NU.

Kiai Ma’ruf meminta Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang hadir pada kesempatan itu untuk mengambil prakarsa dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Menurutnya, NU di setiap era selalu berkontribusi bagi keutuhan bangsa Indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Meskipun posisinya kadang kala berseberangan dengan pemerintah, NU ini organisasi yang konsisten mengamankan Pancasila,” kata Kiai Ma’ruf.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Ma’ruf yang juga Ketua Umum MUI menambahkan bahwa selain menjaga Pancasila NU juga harus terus mengembangkan diri di pelbagai bidang. Prinsip NU Almuhafazhah alal qadimis shalis wal akhdzu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi yang baik dan mengadopsi kebaruan yang lebih baik) mesti ditambah dengan ila ma hual ashlah tsummal ashlah fal ashlah (menuju yang lebih baik, dan terus lebih baik lagi).

“Jadi semuanya itu dilakukan dengan inovatif. Hari ini sesuatu dianggap baik, tetapi besok sudah tidak baik lagi. Apa yang baik besok hari, di kemudian lusa belum tentu. Kita maju sama-sama,” tandas Rais Aam PBNU. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat

Lampung Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Menderita hernia lima tahun cukup menyiksa Syamsudin, warga Desa Bandar Negeri, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Lalu apa yang akan dilakukan Gerakan Pemuda Ansor setempat membantu pria kelahiran Ponorogo, Jawa Timur yang sehari-hari mengurangi sakitnya dengan potongan sandal jepit untuk mengganjal testisnya tersebut?

"Inysaallah kami akan istiqomah setelah membantu masyarakat setelah membuktikan sendiri manfaat Aji Tapak Sesontengan," ujar Ketua PAC GP Ansor Labuhan Maringgai, Basiruddin, di Lampung Timur, Selasa (25/7).

GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Labuhan Istiqomah Bantu Masyarakat

? ? ?

Beberapa kali mendampingi Pelaksana Tugas Kepala Staf Unit Khusus Banser Husada Satkorwil Banser Lampung Gatot Arifianto yang juga kamituo (master) Aji Tapak Sesontengan menerapi masyarakat Labuhan Maringgai yang menderita penyakit medis dan nonmedis, Basiruddin tertarik untuk turun tangan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ?

"Diinisiasi Aji Tapak Sesontengan tidak ada lima menit langsung praktik. Sampai sekarang saya masih heran, pokoknya tidak masuk akal, saya sentuh lembut sebentar bagian yang sakit, masyarakat yang saya tangani mengaku lebih enak dan sakitnya berkurang. Dengan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat itu, sangat layak kami gatal berbuat baik atau terus bergerak untuk membantu masyarakat," kata Basiruddin lagi.

? ? ?

Setelah ditangani Basiruddin, Syamsudin mengaku sakitnya berkurang jauh. "Diterapi pertama tidak sampai lima menit ada perubahan, sakit yang saya derita hingga ke bagian perut berkurang jauh. Makanya ini datang lagi karena saya sudah mencoba, dan Alhamdulillah hasilnya bisa dirasakan," kata Syamsudin lagi.

? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menangani sakitnya selama ini, Syamsudin lebih banyak menggunakan jasa pijat hingga minum jamu supaya tidak gampang lelah guna menekan ? nyeri hernia dideritanya.?

? ? ?

"Penyembuhan Aji Tapak Sesontengan ini cukup cepat, tidak sakit, hanya disentuh-sentuh lembut saja dengan jari," kata dia lagi.

? ? ?

Senada Syamsudin, Bidayati warga setempat lain yang menderita penyakit punggung selama lima tahun akibat jatuh dari motor mengaku kondisinya membaik setelah diterapi.

? ?

"Kaki juga sudah bisa diluruskan dan tidak sakit lagi. Alhamdulillah, ada perubahan setelah ditepuk-tepuk sebentar," ujar Bidayati.

? ?

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu penyembuhan kilat warisan leluhur NUsantara yang bisa dipelajari tanpa mantra, tanpa meditasi, tanpa puasa, tanpa menjurus agama tertentu, tanpa pelatihan-pelatihan berikutnya, tidak menggunakan alat bantu apapun di luar diri, menyembuhkan tanpa menyakiti mahluk atau "benda" lain.?

? ? ?

ATS saat ini dalam misi penyebaran untuk membantu penyembuhan masyarakat, bisa diterapkan untuk pertanian hingga menekan kerusakan alam. Informasi dan aktivasi 085382008080. (Erli Badra/Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Jombang yang dilaksanakan di TPK Perhutani Ploso Jombang berjalan cukup meriah Ahad (10/02). Ribuan Nahdliyin dan Nahdliyat yang datang dari MWC-MWC atau kecamatan seluruh Jombang, terutama yang berada di wilayah eks-kawedanan Ploso memadati lokasi pelaksanaan Harlah.

Tampak hadir dalam Harlah tersebut antara lain salah satu Ketua PBNU H Saifullah Yusuf, Rais Syuriah PCNU Jombang KH Abd Nashir Fattah, Ketua PCNU Jombang Dr. KH Isrofil Amar, jajaran pejabat dari pemerintah lokal, serta undangan dari berbagai organisasi masyarakat di Jombang.

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah NU di Jombang Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah NU di Jombang Meriah

Acara Harlah juga dimeriahkan dengan penampilan musik tradisional Calung dari MTsN Tambakberas Jombang, serta penampilan band religi persembahan dari Umat Power yang didukung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam sambutannya, Ketua Umum PCNU Jombang, KH Isrofil Amar menegaskan pentingnya membangun persatuan diantara umat Nahdlyin. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terlaksananya acara Harlah, Maulid Nabi dan Pasar Rakyat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Drs. Saifullah yusuf dalam tausiyahnya menekankan pentingnya hidup yang penuh barokah. "Hidup yang barokah adalah hidup yang selalu terus bertambah kebaikannya. Hal ini sebagaimana arti barokah itu sendiri yaitu ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan", jelas pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Sebagaimana yang diwartakan sebelumnya, PCNU Jombang menggelar kegiatan Harlah NU Ke 90 dengan rangkaian kegiatan antara lain, Apel Kesetiaan Warga NU, Istighosah dan Tahlil Akbar, Pasar Rakyat yang dilaksanakan selama dua hari dengan berbagai rangkaian penampilan, serta ditutup dengan resepsi peringatan Harlah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Hikmah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Melalui program Jenesys 2017, pemerintah Jepang memilih santri, pemuda dan pelajar Indonesia ke Jepang selama 9 hari untuk memngenalkan Islam khas Indonesia. Pemerintah Jepang memilih dua puluh peserta yang terdiri dari santri, pelajar dan pemuda dari NU dan Muhammadiyah. Jepang memilih peserta dari dua ormas tersebut karena dinilai mengajarkan Islam ramah.

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinilai Islam Ramah, Jepang Undang Santri NU dan Muhammadiyah

Para peserta tiba di Tokyo, Jepang sejak Rabu (11/1). Setibanya di negara tersebut, para peserta langsung mendapatkan kuliah umum dari Executive Managing Diretor dari Strategic International Management Associate (SIMA) Prof. Hideo Kimura.

Menurut Prof. Hideo Kimura program Japan East Asia Network Exchange For Students and Youths (Jenesys 2016) sangat bagus agar masyarakat kedua belah negara ini saling mengenal kebudayaan satu sama lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya yakin program ini sukses dan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut pria pemilik lisensi pengajar pilot di perusahaan pesawat raksasa Amerika, Boeing, itu, Jepang telah maju tanpa meninggalkan identitas pribadinya sehingga dapat menjadi contoh bagi negara lain.

Kemajuan Jepang saat ini salah satunya telah berhasil membuat benang bercahaya yang terbuat dari sutra. Tak hanya itu Jepang juga telah berhasil membuat jarum suntik yang tidak sakit saat digunakan karena besar jarum yang sangat kecil. Bahkan diameter jarum sutik tersebut mencapai 0.18 mm, lebih kecil dari diameter rambut manusia dan tetap berlubang.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh mengatakan, dirinya sangat berantusias atas permintaan pemerintah Jepang tersebut. Menurutnya program tersebut diharapkan santri dan pemuda Nahdlatul ulama dapat menambah pengalaman dan belajar kebudayaan Jepang.

“Permintaannya kan kita disuruh mengenalkan keislaman khas NU yang sering dikenal dengan Islam Nusantar. Selain itu, tentu kami sangat antusias agar para santri dapat belajar berbagai hal di sana,” tutur koordinator peserta dari Nahdlatul Ulama tersebut.

Senada dengan Imam Pituduh, koordinator peserta dari Muhammadiyah Debby Affianty mengatakan, para peserta Muhammadiyah juga sangat antusias dalam mengikuti program tersebut. (Hasyim Habiby/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pemerintah Kota Pontianak, akan mensyaratkan masuk SMA/sederajat negeri di kota itu, bagi umat Muslim harus punya sertifikat khatam baca Al-Quran, kata Wali kota setempat, Sutarmidji.

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkot Pontianak Wacanakan Syarat Khatam Quran untuk Masuk SMA

"Sertifikat khatam Al-Quran tersebut harus ditandatangi oleh setingkat wali Kota Pontianak, kalau tidak maka murid yang bersangkutan akan dilakukan bimbingan khusus agar bisa cepat dalam mengenal Al-Quran," kata Sutarmidji dalam sambutannya pada acara khataman Al-Quran secara massal di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Ahad.

Sutarmidji menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan, agar generasi mendatang, terutama umat Muslim, tidak ada lagi yang tidak bisa membaca Al-Quran.

"Kedepan, saya targetkan, semua murid SD yang Muslim sudah harus bisa baca tulis Al-Quran, tamat SMP sudah khatam Al-Quran," ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menambahkan, tahun depannya, acara khataman Al-Quran akan lebih besar lagi, yang tetap akan dipusatkan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

"Hari ini ada sekitar 1.100 anak-anak SD yang mengikuti khataman Al-Quran massal hari ini, yang sekitar 90 persen dari murid-murid guru ngaji tradisional," ujarnya.

Menurut dia, selama ini, banyak masyarakat menilai sudah tidak ada lagi murid-murid dari guru ngaji tradisional. "Hari ini kami buktikan, ternyata masih banyak murid-murid dari guru ngaji tradisional yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sutarmidji menambahkan, pelaksanaan khataman Al-Quran ini, memang benar-benar anak-anak yang khatam 30 juz Al-Quran dari guru-guru ngaji tradisional.?

"Tujuan dilakukannya khataman Al-Quran dan pembelajaran agama tersebut, agar generasi mendatang paham betul tentang ajaran agam Islam, sehingga tidak berbuat yang menyimpang, seperti menggunakan narkoba dan lain sebagainya," kata Sutarmidji.

Selain itu, dia juga meminta para penyuluh agama Islam dan guru ngaji agar mengajarkan kepada generasi muda bagaimana shalat yang baik dan benar menurut agama Islam. "Sehingga tidak ada lagi anak-anak muda yang tidak tahu bagaimana shalat yang baik dan benar," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 20 November 2017

Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, konflik Timur Tengah hingga berdarah-darah disebabkan faham keagamaan yang mereka anut tidak diorganisasikan dalam bentuk organisasi kemasyarakatan (ormas).

Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Ormas, Timur Tengah Rawan Konflik

“Terlepas dari persoalan politik, konflik terjadi karena paham keagamaan mereka tidak tidak diatur, ditulis atau dibikin organisasi.  Mereka tidak ada wadah, media tempat di situ berkumpul,” kata ketua umu saat memberikan pengantar dalam bedah buku “Islam in Contention: Rethinking Islam and State in Indonesia” di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (25/4) lalu. 

“Fungsi berormas (organisasi massa, red) yaitu: yatafaqohu dan Yundziru. Yatafaqohu fiddin, berdiskusi, memahami agama . Kalau sudah yatafaqohu, nanti yundziru qoumahum, mengarahkan umat bangsa ini. Pentingnya itu,” katanya mengutip ayat Al-Quran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, juga menjelaskan, dua kata tersebut, dalam tata bahasa Arab adalah fi’il mudari’ yang menunjukkan arti kontinyu. Jadi, terus-menerus dilakukan dan diupayakan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alhamdulillah di Indonesia ada ormas. Ada NU, Muhammadiyah dan lain-lain. Melalui ormas, pola pikir dan pemahaman kita godok dari sini; memberikan solusi, urun-rembug yang bisa mendinginkan suasana politik. Kemudian nanti kita berikan kepada bangsa.  Itu yang penting,”  paparnya. 

“Nah, saya sampaikan hal itu kepada menteri agama Turki. Waduh, kalau begitu sangat penting sekali, saya akan meniru. Penting sekali, kita akan meniru Indonesia, akan meniru NU,” cerita Kang Said. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 19 November 2017

NU-Muhamadiyah Tolak Formalisme Islam

Sepakat Berantas Kekerasan atas Nama Agama

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah kompak menolak formalisme Islam, sebagaimana wacana tersebut mengemuka belakangan ini. Bagi dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di itu, perjuangan untuk meningkatkan kesejahtaeraan umat tidak perlu melalui formalisasi ajaran dalam hukum negara.

NU-Muhamadiyah Tolak Formalisme Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhamadiyah Tolak Formalisme Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhamadiyah Tolak Formalisme Islam

Sikap kompak tersebut diungkapkan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi dan Ketua Umum PP Muhamadiyah, Din Syamsuddin dalam jumpa pers di sela-sela Konferensi Internasional Cendekiawan Muslim (International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Jakarta, Rabu (21/6).

Menurut Din, demikian ia akrab disapa, persolan formalisme Islam saat ini telah menjadi polemik dalam masyarakat, terutama di dunia politik. Ia mengaku lebih memilih subtansi ajaran Islam itu sendiri dari pada formalismenya. ”Tentu kalau kalau saya pribadi memilih subtantivisme, yakni penekanan pada substansi atau nilai-nilai Islam untuk memperjungkan kesejahteraan, kemajuan dan keunggulan umat Islam,” katanya.

Meski menolak, Din sangat menghargai kelompok yang memperjuangkan formalisme Islam. Baginya, setiap orang berhak untuk berpendapat dan mengemukaan pandangan, asalkan masih berada dalam koridor demokrasi. ”Kalau ada di antara umat Islam ada yang menekankan formalisme keislaman terutama dalam politik itu adalah hak mereka.  Selama itu masih dalam koridor demokrasi dan konstitusi,” ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menangapi pertanyaan wartawan soal dikait-kaitkannya Islam dengan kekerasan, Din mengatakan, tindakan teror atas nama Islam adalah bentuk penyalahgunaan Islam. Karena Islam, menurutnya, sebenarnya sangat menekankan kasih sayang kepada umatnya. Karena itu, tidak ada alasan yang dapat dibenarkan mengaitkan aksi terorisme dan kekerasan dengan Islam.

“Saya menilai, para teroris yang membawa-bawa Islam itu, selain melakukan penyalahgunaan Islam, juga mereka adalah orang-orang yang tidak sabar dan berputus asa dalam berjihad dan berdakwah. Ini menjadi tugas lembaga-lembaga Islam terutama lewat pendidikan,” tuturnya.

Untuk memecahkan masalah tersebut, katanya, tidak hanya ulama, ormas Islam juga harus berperan, tapi harus ada ruang dan sistem yang mendukung membenarkan pemahaman kegamaan yang sempit itu. ”Juga harus disediakan ruang dan sistem yang mendukung itu. Maka, memberantas terorisme, selain membenarkan pemahaman keagaaman, juga harus memperbaiki sistem,” paparnya.

Kekerasan dan terorisme, kata Din, tidak akan bisa diberantas selama masih terjadi ketidakadilan dan kekerasan. Pada dasarnya kekerasan yang terjadi, katanya, muncul karena kedzaliman dan ketidakadilan. ”Selama ada ketidakadilan, apalagi keadilan global. Ada kedzaliman, ada kemiskinan, maka saya yakin terorisme dan kekerasan itu akan muncul. Memberantas terorisme dengan cara teror itu sendiri, seperti war on terror di Irak, , itu justru memperkuat radikalisasi, terorisme, dan ekstrimisme di kalangan Islam,” katanya.

Sementara itu, Hasyim mengatakan, penggunaan agama untuk kekerasan dan tuduhan agama telah melakukan kekerasan, baru terjadi belakangan ini. Sebab, sebelum tragedi WTC di Amerika, masalah itu tidak ada. ”Persisnya lima tahun lah. Sebab, Sebelumnya tidak ada apa-apa,” jelas mantan Ketua PWNU Jawa Timur ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasyim mengatakan, tidak semua kekerasan berdasarkan pada agama. Karena kekerasan kadang muncul karena situasi di luar agama. Untuk menghadapi masalah itu harus dilakukan dua pendekatan pada dua pihak, yaitu, pihak kelompok Islam sendiri dan pihak luar Islam. ”Yang dari Islam sendiri itu, tentu pertama kali harus ditertibkan, how cara memahami agama. Harus melalui keilmuan, harus melalui faith of thinking, tidak boleh ditafsirkan semaunya yang mengakibatkan diperlakukan semaunya,” jelasnya.

NU dan Muhammadiyah, kata Hasyim, diharapkan mampu menghadapi radikalisme dan juga liberalisme yang terjadi akhir-akhir ini. Dikatakannya, radikalisme tidak hanya berupa tindakan, tapi juga ungkapan.

”Cuma biasanya yang disebut kekerasan itu yang memecahkan kaca. Omongannya yang keras, dianggap demokrasi. Padahal hakikat yang ditimbulkan itu belum tentu mana yang lebih besar. Kalau melempari kaca satu meter persegi itu berapa?Tapi kl membongkar sebuah pardigma agama, berapa yang dikorbankan. Karena itu, saya nanti minta juga melalui ICIS itu, kita akan menangani masalah-masalah ,” tuturnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Sejarah, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 18 November 2017

Berkreasi dengan Kain Flanel

Semarang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ada berbagai cara untuk memuliakan bulan Ramadhan yakni dengan berbagai aktifitas yang mendukung dan menambah keilmuan. Salah satunya membekali diri dengan ketrampilan.

Berkreasi dengan Kain Flanel (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkreasi dengan Kain Flanel (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkreasi dengan Kain Flanel

Panitia Pesantren Ramadhan Masjid Ar-Rasyid Banjardowo, memberikan pembekalan ketrampilan seni dari kain flanel untuk mereka yang mengikuti pesantren Ramadhan.

Para santri dibagi dalam dua kategori yakni anak usia dini sampai kelas tiga sekolah, diberikan ketrampilan kolase dari kain flanel, yakni suatu ketrampilan gambar dengan pernak-perniknya tempelan dari kain flanel.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sedangkan untuk kelompok yang sudah dewasa diberikan ketrampilan flanel untuk membuat bros, gantungan HP dan Gantungan Kunci. Pemberian ketrampilan tersebut diberikan gratis dan cuma-cuma bahkan ada yang mendapatkan hadiah bagi yang memiliki nilai lebih.

Di depan halaman Masjid Ar-Rasyid, tampak anak-anak sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan ketrampilan dari kain flanel. Bagi mereka ini diikuti sebagai wujud rasa syukur akan datangnya bulan mulia dan tentunya mengisi waktu dalam menunggu datangnya waktu berbuka.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Nahdlatul, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock