Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Makna Penyucian Jiwa

Oleh M Sadullah

--Jiwa adalah ruh. Dengan ruh, manusia bisa mengenal kebaikan dan juga bisa menangkap hal-hal yang baik bagi dirinya. Tidak hanya sebagai fungsi jasadinya saja, tetapi juga sebagai fungsi intelektual, penalaran, dan emosional. Oleh karena adanya sebuah ruh tersebut, fungsi-fungsi di atas dapat berkembang ke arah yang lebih baik.

Marilah kita membayangkan sebuah besi. Besi itu fisiknya kuat. Dapat dipakai untuk konstruksi bangunan, menopang jembatan, menahan beban ratusan ton pada setiap harinya, lalu lalang kendaraan dengan muatan yang sangat berat. Ketika besi dicampur dengan baja, maka akan menjadi sedemikian tahan untuk menerima beban yang sangat berat. 

Makna Penyucian Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Penyucian Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Penyucian Jiwa

Pertanyaannya, Apakah besi suatu saat akan berkarat dan berkurang fungsinya? Jawabannya adalah iya. Pengurangan fungsi dan kekuatan terjadi karena karat tersebut. Demikian pula dengan ruh kita, suatu saat akan mengalami sifat dan hal-hal yang mengganggu fungsi dan kegunaan utama ruh itu sendiri. Ketika hal tersebut terjadi, akan berakibat pada berkurangnya fungsi dalam menangkap kebaikan. Pada saat itulah kita membutuhkan upaya untuk menyucikan jiwa kita. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait konsep tentang penyucian jiwa, hal ini telah difirmankan oleh Allah SWT melalui, “Qad aflaha man tazakka”(sungguh bahagialah orang yang dapat menyucikan dirinya). Pada ayat selanjutnya diterangkan, “wadzakarasma rabbihi fa shalla” (kemudian mengingat Allah, asma Allah dan kemudian shalat). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mengingat di sini dapat bermakna mengingat Asma Allah, bisa juga bermakna lebih meningkat lagi yaitu mengingat Allah.Atau dapat pula dimaknai dengan hadirnya hati di dalam menyebut asma Allah, yaitu lisan kita menyebut dan hati kita mengingat-Nya. Lebih tinggi lagi dari hal tersebut adalah menghadirkan kebaikan-kebaikan di dalam pikiran, hati, dan perbuatan kita sesuai dengan yang dikehendaki Allah SWT. Itulah tingkatan berdzikir yang sangat tinggi. 

Berdzikir kepada Allah bisa berarti menyebut asma Allah, misalnya melafadzkan kata ”Allah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar dan hauqalah. Demikian bacaan dzikir bisa kita pelajari, terutama yang ma’tsurat seperti yang telah diajarkan oleh Rasullullah SAW. 

Kita menyebut asma Allah saja, sudah terbimbing pelan, selanjutnya berangsur ke pikiran dan hati kita. Apabila kita dapat memasukkan asma Allah yang baik itu dalam memori kita, berarti kita menyertakan ingatan kita pada saat menyebut nama Allah, maka kita mencapai tahap yang nomer dua. Apabila kita berusaha atau mewujudkan kebaikan yang Allah berikan kepada kita menjadi perbuatan, ucapan dan sikap kita, maka kita mencapai tahap dzikir yang nomer tiga, yaitu tahap dzikir yang sangat tinggi.

Mengapa kita perlu menyucikan jiwa? Penyucian jiwa itu menjadi penting, karena iman dan kebaikan manusia itu mengalami  pasang surut. Oleh karena manusia itu hidup dalam pergaulan antar sesamanya, perasaan manusia tidak semuanya stabil terus menerus, melainkan kadang-kadang sedih, bergembira, bersemangat, kurang semangat, maka penyucian jiwa itu penting bagi kita. 

Prof M Adnan dalam bukunya, Ta’yid Al Islam, disana dikutip bahwa hati manusia itu bisa berkarat. Kemudian orang-orang bertanya, “Apa obat bagi hati yang berkarat itu?”. Jawabnya, “Membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian”.  Apa maksud dari hati yang berkarat itu? Artinya, kalau suatu saat hati kita merasa sulit menerima nasihat, sulit melaksanakan kebaikan,  putus harapan, lemah harapan dan lain sebagainya, saat itulah hati kita diperlukan penyucian jiwa untuk menjaga kesetabilan jiwa kita.

Apakah dalam penyucian jiwa itu harus menyertakan jasad, akal dan kalbu? Jawabnya, “betul”. Dalam penyucian jiwa, Allah SWT memberikan modal kepada kita yang berupa akal pikiran dan panca indera. Tidak hanya itu saja, ternyata Allah SWT memberikan kepada kita semua berupa ruh. Karena dengan ruh tersebut yang paling peka dalam menangkap kebaikan, yang dibantu dengan akal dan panca indera. 

Menurut keterangan Sayid Naqib Al Athas yang dikutip dari Imam Ghazali, ada sesuatu yang disebut dengan jiwa. Didalam jiwa ternyata ada akal. Dimana akal tersebut tidak sendirian dalam membentuk jiwa kita. Ia berkaitan dengan kalbu dan nafs. Akal adalah satu jenis kecakapan yang ada dalam diri kita yang membuat kita sadar dan memiliki kecerdasan. 

Dengan kecerdasan tersebut maka kita dapat mempunyai penalaran. Dengan penalaran maka kita bisa menyusun abstraksi, dan pengetahuan yang makin lama terhimpun semakin banyak. Itulah kemampuan akal manusia. 

Dalam jiwa juga ada kalbu (qalbu). Ketika kita melihat sesuatu sebagai bimbingan dari Tuhan, cahaya dari Tuhan, misalnya ini baik, ini menyelamatkan, maka pada saat itulah sisi kalbu yang bekerja. Contohnya, kalau kawan kita terbaring di rumah sakit maka kita akan merasa bersyukur kepada Allah SWT dengan nikmat kesehatan yang kita miliki. 

Selain itu, ada nafs. Nafs ini sesuatu yang berurusan dengan badan. Contohnya adalah, kalau kita membutuhkan makan dan minum, maka kita merasakan haus dan lapar. 

Maka dari itu, disebut menyucikan jiwa apabila kita mengasah akal kita agar menjadi lebih cerdas, mengasah kalbu kita agar lebih peka dengan kebaikan, dan mengasah nafs kita agar peka terhadap gejala-gejala badaniyah yang kesemuanya kita arahkan dalam kebaikan. 

Mudah mudahan dengan tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa ini kita semua mendapat berkahnya bulan Ramadhan, ibadah kita diterima oleh Allah, Amal kebaikan kita dilipat gandakan dan kualitas puasa kita lebih baik dari pada hari-hari sebelumnya. Wallahu A’lam.

M Sa’dullah, (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah, Purwokerto Banyumas dan Sekretaris LBM PCNU Banyumas).

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mamnu’ududkhul

Gus Dur bercerita kepada Raja Saudi dan sempat membuat raja jarang senyum itu terpingkal-pingkal.

Kata Gus Dur, ada seorang jemaah haji bernama Soleh. Ia pandai sekali di bidang ilmu fikih dan sangat paham baca kitab kuning, tapi tidak bisa berbahasa Arab.

Setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Soleh berkata kepada salah satu temannya, “Wah di Saudi orangnya ganas-ganas ya?”

“Ganas kenapa Kang?” tanya temannya.

Mamnu’ududkhul (Sumber Gambar : Nu Online)
Mamnu’ududkhul (Sumber Gambar : Nu Online)

Mamnu’ududkhul

“Coba lihat itu Mas, ada tulisan ‘Mamnu’uddukhul ‘, kalau terjemahan Indonesianya “mamnu’ (dilarang) dan ad-Dukhul (jima’/bersetubuh). Masa di tempat seperti ini masih sempat-sempatnya,” tegas Soleh dengan percaya diri. Dalam kajian fikih di banyak kitab kuning, istilah dukhul memang dimaksudkan untuk itu.

“He he he he, wah mamnu’uddukhul di sini artinya dilarang masuk,” kata teman Soleh yang sudah pernah haji. (Ahmad Rosyidi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 13 Februari 2018

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus menjadi organisasi keilmuan yang visioner. Hal itu ditegaskan Sekretaris Camat Suradadi, Kabupaten Tegal, Komsari saat menghadiri Ugrading Pengurus baru Pimpinan Anak Cabang IPNU–IPPNU Kecamatan Suradadi, masa khidmah 2017-2019 di gedung MWCNU setempat, Sabtu (11/11).

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

 

Menurut Komsari, menjadi organisasi keilmuan yang visioner adalah mencetak kader yang memiliki ilmu agama dan etika yang baik. Selain itu, IPNU-IPPNU juga harus mempertahankan budaya dan nilai-nilai organisasi induknya, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Pertahankan budaya dan nilai–nilai Aswaja ala Nahdliyah," pesannya.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Suradadi, Fuad Amasy mengatakan, upgrading digelar guna membekali pengurus baru masa khidmah 2017-2019 agar lebih visioner dan progresif .

 

"Moment ini telah dilaksanakan sejak dahulu, namun sekarang perubahan konsep dan nama menjadi titik perbedaan dari kegiatan ini," terangnya.

 

Dia menjelaskan, acara sengaja dikemas berbeda dengan yang lain, hal itu dimaksudkan agar nantinya pengurus bisa tumbuh rasa memiliki dan kecintaan terhadap organisasi dengan baik.

 

"Walaupun sudah sangat familiar, tetapi memang ini perlu menjadi titik awal pembekalan pengurus baru," tukasnya

 

Menurut Fuad, pihaknya bersama panitia juga telah berupaya aktif untuk membuat upgrading ini memiliki kesan dan pesan khusus pada seluruh pengurus agar nanti kita tidak canggung lagi dalam mengelola roda organisasi ini.

 

"Saat ini kami fokuskan dulu untuk membentuk kesolidan Pengurus PAC sebelum kita mengolah program," tuturnya.

 

Pihaknya berharap, pasca dilantik,  pengurus akan lebih giat lagi dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi. 

"Bukan hanya tugas ketua saja, tetapi bersama pengurus lain membangun organisasi progresif di zaman now," pungkasnya.

 

Acara yang dibarengkan dengan pelantikan pengurus itu mendapat respon cukup baik. Hal itu di tandai dengan kehadiran pengurus yang mencapai 80 persen dan ekspresi kegembiraan dari Pengurus IPNU-IPPNU. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 03 Februari 2018

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kerja sama saling menguntungkan akan segera dilakukan antara Majalah Aula dengan PW LP Maarif NU Jawa Timur. Hal ini untuk semakin meningkatkan oplah media tersebut dan memberikan informasi yang berguna bagi para pendidik, siswa, dan pengelola sekolah atau madrasah.

Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag menjelaskan, sudah saatnya ada sinergi antara media yang dimiliki NU yakni "Aula" dengan lembaga yang sekarang dipimpinnya. "Tidak semata meningkatkan oplah, juga sebagai sarana komunikasi bagi para pelaku pendidikan di NU," katanya, Senin (12/10).

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

Genjot Oplah, Majalah Aula Gandeng Ma’arif

Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengemukakan, banyak informasi yang layak diketahui para guru maupun pengelola pendidikan. Dan pada saat yang sama, Majalah Aula juga bisa menginformasikan capaian yang telah dilakukan lembaga pendidikan, sehingga dapat diketahui pembaca, lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jaringan Maarif khususnya di Jawa Timur sangat luar biasa," tandasnya. Ada ribuan sekolah dan madrasah yang bergabung dengan PW LP Maarif NU Jatim. Apalagi kalau Majalah Aula dapat menarik minat para guru untuk menjadi pelanggan. "Bila dikelola dengan baik, hal ini merupakan potensi pasar yang sangat bagus," jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pihak Majalah Aula yang diwakili Iwan Setiono dari pemasaran, menyambut baik kerja sama tersebut. "Kami akan memberikan space halaman khusus untuk bisa menyapa para guru dan pengelola madrasah serta sekolah yang berada di bawah naungan Maarif," terangnya.

Halaman yang akan diberikan berupa profil lembaga pendidikan, informasi kebijakan yang bermanfaat bagi tenaga pendidik, serta prestasi yang diraih siswa, guru dan sekolah. "Dengan dimuat di media kami, maka informasi tersebut akan bisa tersebar ke sejumlah kalangan," ungkapnya.

Sebagai sebuiah perusahaan media, Majalah Aula tentu akan memberikan pembagian keuntungan dari distribusi tersebut. "Semua akan dituangkan dalam kerja sama yang dapat ditandatangani kedua belah pihak," kata Iwan, sapaan akrabnya.

Profesor Haris juga berharap, kerja sama tersebut nanti dapat disaksikan oleh pimpinan lembaga pendidikan, sehingga bisa ditindaklanjuti di lapangan. "Penandatanganan kerja sama itu bisa dilakukan saat kegiatan yang menghadirkan para kepala sekolah dan pimpinan yayasan di masing-masing sekolah atau madrasah," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Kiai, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya

Ikan adalah salah satu menu makanan yang banyak disajikan di beberapa rumah makan. Rasanya yang lezat dan segar membuat jenis binatang laut ini digandrungi pecinta kuliner. Ikan yang dikonsumsi beraneka ragam. Ada yang berukuran besar seperti kakap dan gurame. Ada juga yang tergolong kecil seperti ikan teri.

Terkadang ikan yang sudah siap santap masih ditemukan kotorannya bisa jadi karena kurang bersih saat mengolahnya atau sulit dibersihkan. Alhasil, kotorannya ikut termakan, terlebih ikan yang berukuran kecil. Pertanyaannya kemudian, bagaimana hukum mengonsumsi ikan beserta kotorannya yang ikut termakan?

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya

Ikan adalah jenis binatang halal, bahkan bangkainya. Rasulullah SAW bersabda tentang laut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ?

Artinya, “Laut adalah suci menyucikan airnya. Halal bangkai binatangnya,” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dan disahihkan olehnya).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meski bangkai ikan dihukumi suci dan halal, menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi’i, kotorannya tetap dihukumi najis.

Berkaitan dengan hukum mengonsumsi ikan yang ikut tertelan kotorannya, ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat yang dikutip Imam Al-Qamuli dalam kitab Al-Jawahir dari pendapat kalangan Syafi’i tidak diperbolehkan baik ikan besar maupun kecil. Menurut Imam An-Nawawi dan Ar-Rafi’I, diperbolehkan untuk jenis ikan kecil, sebab sulitnya membersihkan kotoran di dalamnya.

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menegaskan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Al-Qamuli dalam kitab Al-Jawahir mengutip dari kalangan Syafi’i bahwa tidak diperbolehkan mengonsumsi ikan asin yang tidak dibersihkan kotoran-kotoran di dalamnya. Zhahir dari kutipan Al-Qamuli ini tidak membedakan antara ikan besar dan kecil. Tetapi dua guru besar madzhab Syafi’i (Al-Nawawi dan Ar-Rafi’i) menyebutkan, diperbolehkan mengonsumsi ikan kecil beserta kotoran di dalam perutnya, sebab sulitnya membersihkan kotoran tersebut.”

Bahkan menurut Imam Ar-Ramli, kebolehan mengonsumsi ikan beserta kotorannya juga berlaku untuk ikan yang besar. Syekh Ahmad bin Umar As-Syathiri dalam Syarah Bughyatul Mustarsyidin juz 1, halalaman 337 menegaskan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnu Hajar, Ibnu Ziyad dan Ar-Ramli sepakat sucinya (dalam arti ma’fu) darah dan kotoran ikan kecil dan diperbolehkan mengonsumsi ikan tersebut beserta darah dan kotorannya serta tidak dapat menajiskan minyak. Bahkan Ar-Ramli memberlakukan hukum tersebut untuk ikan besar juga. Sementara Ibnu hajar dan Ibnu Ziyad tidak menghukumi ma’fu kotoran ikan besar, sebab tidak ada masyaqqah (keberatan) dalam membersihkannya”.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi ikan beserta kotorannya diperbolehkan menurut sebagian ulama. Tetapi bila masih memungkinkan membersihkan kotoran ikan saat mengolahnya (Jawa: mincati), maka hal tersebut lebih baik. Sebab keluar dari perbedaan ulama hukumnya sunah, terlebih menjaga kebersihan makanan juga merupakan perkara yang dianjurkan agama. Wallahu a‘lam. (M Mubasysyarum Bih)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Pendidikan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 06 Januari 2018

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Saat ini tragedi kemanusiaan Rohingnya terus menjadi trending topic di media sosial. Ungkapan keprihatinan, simpati sampai dengan kutukan terus mengalir tak terbendung. Berbagai berita, foto dan video memenuhi medsos.

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijaklah Sikapi Informasi tentang Rohingya di Medsos

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu Fathurrahman, hal itu berdampak negatif bagi yang melihatnya.?

"Terlepas apakah yang tersaji itu fakta atau hoaks, konten kekerasan yang nyaris unsencored? ini secara psikologis sangat membahayakan kejiwaan seseorang, khususnya anak-anak. Bila terus dipertontonkan, maka otak akan merespon kekerasan sebagai hal biasa, dan boleh dilakukan.Naudzubillah," katanya, Ahad (3/9).

Pemberitaan yang masif dan hampir tanpa jeda, dalam waktu yang tidak lama akan memunculkan berbagai macam opini. Opini dan pandangan yang muncul jelas akan berbeda-beda tergantung dari sisi mana seseorang mencerna saat menerima informasi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Contoh sederhananya ada yang berpendapat konflik Rohingya adalah sentimen agama, sebab dipicu oleh kesewenang-wenangan pemeluk mayoritas terhadap yang minoritas," ujar Pria yang akrab disapa Mas Faun.

Pandangan ini memunculkan berbagai komentar miring, cenderung mengarah pada ujaran kebencian antar pemeluk dua agama ini.

"Alih-alih mencari solusi dan aksi nyata buat Muslim rohingnya, mereka makin sibuk tebar sumpah serapah dan meme negatif yang berpotensi memicu sentimen didalam negeri kita sendiri yang sejak dulu kala kita telah mewarisi rasa toleransi," lanjutnya seraya berharap isu ini tidak terbawa ke Indonesia dan dikonsumsi mentah-mentah sehingga mengancam kerukunan antarumat beragama.

Ada jug yang berpendapat bahwa tragedi Rohingya adalah konflik geopolitik yang melibatkan berbagai negara yang berkepentingan secara kapital atas potensi migas di kawasan yang dihuni oleh etnis Rohingya tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari berbagai informasi yang memenuhi jagat dunia maya saat ini, ia mengingatkan kepada siapa saja untuk tidak gegabah dan latah meyakini serta men-share berbagai informasi yang diterima.

"Mending mingkem, minongko ndadekno ayem, tinimbang semaur ananging ngawur," katanya mengambil pepatah bijak Jawa yang artinya lebih baik diam agar bisa menyejukkan daripada berbicara tetapi tidak terarah.

Pengendalian diri dan bersikap bijak dalam mengunggah dan berkomentar akan lebih maslahat dibandingkan sekadar share tanpa sumber yang memadai.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung negara maupun lembaga kemanusian manapun yang tulus hati membantu Muslim Rohingnya karena mereka lebih membutuhkan upaya diplomatik agar Myanmar menghentikan tragedi ini.

"Daripada sebar hoaks dan khutbah kebencian, lebih baik mulai dengan keikhlasan, salurkan dana melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten serta dalam munajat kita kepada Allah SWT, menyertakan doa keselamatan kepada etnis Rohingya. Semoga lindungan dan pertolongan-Nya makin dekat pada Muslim Rohingnya. Lahumul Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Habib Soleh Tegal ungkap Praktik Shalat Tarawih di Hadramut

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal, Habib Soleh Bin Ali Al Athos mengemukakan, terkadang masih ada yang meributkan jumlah rokaat tarawih. Sudah bukan jamannya meributkan masalah jumlah rakaat Shalat tarawih.?

"Mau delapan rokaat, mau dua puluh rokaat. Semuanya diniatkan ibadah kepada Allah SWT," kata Habib Soleh saat memberikan tausiyah pada peringatan Nuzulul Quran tingkat Kabupaten Tegal di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tegal, Senin (12/6) malam.?

Habib Soleh Tegal ungkap Praktik Shalat Tarawih di Hadramut (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Soleh Tegal ungkap Praktik Shalat Tarawih di Hadramut (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Soleh Tegal ungkap Praktik Shalat Tarawih di Hadramut

Malah, ungkap Habib, dirinya saat di hadromaut sudah bukan 20 rokaat lagi. Tapi dirinya melakukan shalat tarawih setiap malam ganjil dengan 100 rokaat. "Dan saya melakukan itu, karena hampir empat tahun saya disana (hadramaut)," ungkapnya.

Menurut Habib, Shalat tarawih di hadromaut setiap Masjid adzannya dilakukan bertahap. Yakni Ada yang jam 8 isya. Ada yang jam 9, ada yang jam 10, ada yang jam 11 dan yang terakhir Masjid Jami jam 12. Setiap satu Masjid 20 rokaat, selanjutnya pindah ke Masjid lainnya baru mulai tarawih dan seterusnya sampai Masjid kelima sehingga 100 rokaat.?

"Sudah tidak perlu meributkan hal-hal yang bersifat furuiyah. Apalagi dalam kondisi Negara Indonesia yang masya Allah. Yang dibutuhkan adalah mari kita minta kepada Alloh agar Indonesia jadi Negara Baldatun Toyyibatun Warobun Ghofur," ajaknya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengasuh Pesantren Ribath Nurul Hidayah Bedug, Pangkah itu menegaskan, seburuk apapun pemimpin, sekejam apapun pemimpin, sedholim apapun pemimpin. Alhamdulillah ada pemimpinnya. "Jika Tegal tidak ada Bupatinya bagaimana, Jika Indonesia tidak ada Presiden bagaimana?” ungkap Habib Soleh.

Maka ada yang mengatakan, "Shultonul Ghosum Khoirum Min Fitnatin tadhum". Sulthon yang dholim itu lebih baik dari pada kefitnahan atau kerusuhan, lebih utama pemimpin dholim dari pada tidak ada pemimpinnya. "Akan lebih baik dari pada tidak ada pemimpinnya, atau bisa dikatakan hancurnya seorang pemimpin maka akan hancurnya negeri ini.?

Hadir dalam acara tersebut, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal, KH Chambali Utsman, sejumlah ulama NU, Ketua PCNU, H Ahmad Wasyari, anggota Forkompimda, tokoh masyarakat dan ratusan anggota Banser. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Hari keempat pelaksanaan Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur, delegasi Muktamar dari PCNU Kabupaten Pringsewu menerima kunjungan tamu spesial yaitu dari Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi, Selasa (4/8).

Dalam kesempatan tersebut Abah Sujadi, panggilan akrabnya, berkesempatan melihat kondisi pemondokan yang ada di Komplek MTsN Jombang Jawa Timur. Ketika meninjau lokasi H Sujadi mengatakan bahwa kondisi pemondokan sudah sangat baik dengan fasilitas yang cukup lengkap dibandingkan dengan muktamar yang pernah diikutinya ketika menjadi Ketua Tanfidziyah.

Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar NU Pringsewu Kunjungi Delegasi Muktamar

Dalam kesempatan ini H Sujadi yang juga Bupati Pringsewu ini disambut oleh Kepala MTsN Jombang H M. Syuaib yang menjelaskan tentang Perkembangan Madrasah tersebut. Menurut M. Syuaib MTsN merupakan Madrasah Negeri yang pengelolaannya terintegrasi dengan Pondok Pesantren Tambak Beras.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Dalam pengelolaan dan muatan materinya, Madrasah kita menyesuaikan muatan dengan Pondok Pesantren. Sampai dengan pergantian Kepala Madrasah harus mendapatkan persetujuan Pesantren," jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah mendapat penjelasan tersebut, rombongan menuju Gedung Aula yang difungsikan menjadi Tempat Konsumsi Peserta Muktamar. Sambil menikmati jamuan, rombongan dihibur dengan kesenian angklung yang dimainkan oleh para siswa.

Setelah menyelesaikan kunjungan ini, Rombongan melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam para tokoh NU. Makam para tokoh NU tersebut terletak di 4 Komplek Pesantren yang juga dijadikan tempat pemondokan peserta Muktamar. Keempat tokoh tersebut adalah KH. Hasyim Asyari di Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Wahab Hasbullah Ponpes Tambak Beras, KH Bisri Syansuri Ponpes Denanyar dan KH Romli Tamim Ponpes Peterongan. (Muhammad Faizin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, IMNU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

Teror Orba di Pemilu 1971

Pemilihan Umum kedua di Indonesia (setelah Pemilu 1955), berlangsung tahun 1971, yang merupakan Pemilu pertama zaman Orde Baru (1966-1998). Diikuti 10 peserta. Terdiri dari partai politik NU, PNI, IPKI, Murba, Partai Katolik, Parkindo, PSII, Perti dan Parmusi plus satu peserta yang tak ingin disebut partai politik, yaitu Sekertariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar).

Jauh sejak sebelum masa kampanye, terjadi berbagai “benturan” wacana, dan gagasan antara pendukung parpol, dengan pendukung Golkar yang didominasi militer dan birokrat. Parpol dianggap produk Orde Lama 1945-1966), dianggap ikut berdosa menjerumuskan bangsa dan negara Indonesia ke jurang kebangkrutan. Mulai dari krisis ekonomi, keamanan, politik, hingga peristiwa “G-30-S/PKI” yang membantai enam jendral TNI AD. Hanya Golkar yang “suci bersih”. Yang akan sanggup membawa kesejahteraan dan pembangunan.

Teror Orba di Pemilu 1971 (Sumber Gambar : Nu Online)
Teror Orba di Pemilu 1971 (Sumber Gambar : Nu Online)

Teror Orba di Pemilu 1971

Maka slogan “Parpol No, Pembangunan Yes” digemakan di seluruh penjuru tanah air. Aparat sipil dan militer dikerahkan terang-terangan untuk melarang rakyat mendukung parpol, dan memaksa mereka mendukung Golkar. Bentrokan fisik terjadi di mana-mana. Banyak santri dan kiai pendukung NU ditangkap, dianiaya, bahkan dibunuh. Penyair Goenawan Mohammad melukiskan kengerian Pemilu 1971 dalam sebuah sajak berjudul “Lelaki yang Terbaring Mati di Pematang” (majalah sastra Horison, Juli 1971).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Prinsip pemilu “jujur, adil” serta “bebas dan rahasia” tidak berlaku di lapangan. Di setiap TPS, para aparat sipil dan militer, siap siaga mengintimidasi warga agar jangan memilih parpol. Hasilnya, tentu dapat diduga. Golkar meraih suara hampir 60%. Memperoleh 260 kursi DPR-RI dari 450 kursi yang diperebutkan. Jumlah kursi DPR sebenarnya 500. Tapi 100 kursi disisihkan untuk anggota DPR yang diangkat oleh presiden. Dengan alokasi 25 kursi untuk ABRI (TNI), 75 kursi untuk kaum profesional non-partai, yang hakikatnya masih Golkar juga. Partai NU memperoleh 58 kursi. Lebih baik daripada hasil pemilu 1955 (45 kursi). Yang memprihatinkan, PNI (Partai Nasional Indonesia). Hanya mendapat 20 kursi. Padahal pada tahun 1955, menjadi pemenang (95 kursi). Kata KH Dr.Idham Chalid, Ketua Umum PBNU, kemenangan 58 kursi, betul-betul rahmat karunia Allah SWT. “Bayangkan, kita disuruh bertanding tinju sambil kedua tangan diikat. Dikeroyok pula”ujar Pak Idham pada sebuah acara “training centre” GP Ansor Jawa Barat di Bogor (1972).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Para ulama kharismatik NU

Kekuatan NU dalam Pemilu 1971, antara lain warga yang taat kepada ideologi “Ahlussunnal wal jamaah”, serta sosok para kiai tokoh NU di pusat dan daerah yang sanggup menjadi panutan umat. Sebut saja nama-nama KH Dr. Idham Chalid (Ketua Umum PBNU, Subhan ZE (Ketua PBNU), KH Ahmad Syaikhu (Ketua DPR-GR), KH Ahmad Dahlan (Menteri Agama), KH Saifuddin Zuhri (PBNU), KH Wahab Chasbullah (Rais Aam PBNU), KH Bisri Syansuri (Wakil Rais Am PBNU), KH Ali Maksum (Pesantren Krapyak Yogyaakarta), KH Anwar Musaddad (Garut), KH Ilyas Ruhiat (Tasikmalaya), KH Anis Fu’ad (Banten),KH Hasyim Adnan (Jakarta), dan banyak lagi.

Tak heran, jika rezim Orde Baru berusaha sekuat tenaga melemahkan kekuatan NU dengan upaya memisahkan para kiai dari umatnya. Terutama di daerah-daerah. Tak sungkan melakukan kekerasan: menangkap para kiai dan santri, ditahan empat lima hari di kantor Koramil atau Kodim, disodori formulir pernyataan mendukung pemerintah Orde Baru dengan cara mencoblos tanda gambar “beringin” pada pemilu nanti, dll.

Sedangkan cara halus dilakukan melalui pembentukan organisasi Gabungan Usaha Perbaikan Pesantren Indonesia (GUPPI). Organisasi buatan Mayjen Ali Murtopo dan Mayjen Sujono Humardani ini (dua orang perwira tinggi kpercayaan Presiden Suharto) , sangat jelas menyingkirkan peran NU yang begitu dominan di pesantren. Para kiai yang terpaksa masuk GUPPI, harus meninggalkan hubungan historis dan politis dengan NU. Tapi tak sedikit, pesantren yang sudah di”GUPPI”kan ditinggal santri-santrinya. Kobong (kamar petak di bangunan pondok) mendadak kosong-melompong. “Dihuni merpati atau kelelawar saja,” seorang “ajengan” di Garut mengenang peristiwa menyedihkan itu.

Usep Romli HM, penulis kelahiran Garut, penerima Hadiah Asrul Sani 2014

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Pondok Pesantren dalam pendidikan Islam sejak zaman dahulu mempunyai peran signifikan. Belakangan ini di tengah tantangan global, sekurangnya pesantren mempunyai peran penting pada tiga hal.

Pertama, untuk pendidikan agama/akhlak (tafaqquh fiddin); kedua, penguatan agama dan bahasa Asing (modern); ketiga, persiapan kompetisi global dengan dunia Barat (Islam dan sains).?

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Pesantren dan Sanad Keilmuan Islam Nusantara

Satu hal yang acapkali dilupakan orang tua atau wali para santri/peserta didik adalah sanad (jaringan) keilmuan dalam pendidikan (pembelajaran) Islam hingga sebuah pesantren itu masih tetap berdiri dan berlangsung. Tentu saja, hal itu hanya berlaku bagi pesantren yang berusia cukup tua.

Berkaitan dengan itu, penulis punya pengalaman menarik, yang penulis temukan pada saat ikut dalam rombongan kegiatan Anjangsana Islam Nusantara Program Pascasarjana Magister STAINU Jakarta pada 23-28 Januari 2016 di Pulau Jawa.?

Khususnya ketika silaturahim di beberapa pondok pesantren, yaitu di Kanzus Shalawat Pekalongan (Habib Luthfi), At-Taufiqy Wonopringgo Pekalongan (Kiai Taufiq), Kaliwungu Kendal (Kiai Dimyati Rois), Raudlatut Thalibin Rembang (Kiai Mustofa Bisri/Gus Mus), Al-Anwar Rembang (Kiai Maemun Zubair, Mbah Mun), Amanatul Ummah Pacet Mojokerto (Kiai Asep Saifuddin Chalim), Tebuireng (Gus Sholah) dan Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (Kiai Nadjib Abdul Qadir).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari pesantren-pesantren di atas, semuanya mempunyai silsilah (sanad) keilmuan yang jelas dengan ulama-ulama di Nusantara, wabil khusus keterkaitannya dengan para pendiri Nahdlatul Ulama. Tulisan tangan atau naskah kuno juga menjadi bukti lain dari sanad keilmuan tersebut.?

Sebagai contoh salah satunya, pesantren Amanatul Ummah milik Kiai Asep Saifuddin Chalim. Sebelum mendirikan pesantren yang sangat modern dari sisi pengelolaan dan materi pendidikannya, Kiai Asep ini adalah salah satu putra Kiai Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka, Jawa Barat, Kiai Chalim pernah nyantri dengan Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dan berguru kepada Kiai Wahab Hasbullah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren Amanatul Ummah adalah di antara sedikit pesantren NU yang telah mendesain sejak awal untuk menyongsong peradaban pendidikan global dengan tetap pada tradisi NU, mulai dari Aswaja hingga keindonesiaan-nya. Tradisi tahqiq (filologis) juga dikenalkan sejak dini, hampir setiap hari oleh para pengasuhnya.?

Oleh karena itu, apabila para alumninya yang telah belajar di perguruan tinggi ternama di Indonesia seperti UGM, UI, UNDIP, UIN, maupun di Eropa, Amerika, Asia, Timur Tengah, dan negara-negara lain, sudah dapat dipastikan mempunyai jalur sanad keilmuana Islam Nusantara. Hal itu tidak perlu diragukan lagi.

Sanad keilmuan melalui pesantren semacam itu sangat penting saat ini di tengah budaya pragmatisme umat yang hanya belajar melalui google tanpa mau belajar langsung dengan para kiai atau guru yang mempunyai sanad keilmuan yang tersambung dengan Nabi Muhammad SAW.?

Di situlah salah satu pentingnya memilih pesantren yang mempunyai sanad keilmuan yang jelas, bukan semata-mata hanya untuk kepentingan kompetisi global, tetapi juga tafaqquh fiddin tetap dijaga.

Mahrus EL-Mawa, Wakil Ketua PP LP Maarif NU, Koordinator Diklat Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Tokoh, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 Desember 2017

Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi meminta semua rakyat Indonesia untuk mewaspadai terjadinya politik uang jelang coblosan.

"Harus diwaspadai malam ini dan besok pagi soal beredarnya money politik," kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa (8/7/2014).

Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Waspadai Politik Uang Jelang Coblosan

Menurutnya, selain politik uang, masalah penting dalam pemilu adalah pengamanan suara. "Setelah politik uang, untuk selanjutnya harus waspada pula adanya kecurangan dalam mengelola suara pemilu," terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Politik uang dan kecurangan pemilu, katanya, adalah kanker dalam pemilu dan demokrasi yang ujungnya mengancam Indonesia. "Dengan money politic seorang calon pemimpin merasa telah membeli rakyat dan jangan diharapkan lagi ada rasa amanat rakyat," papar pengasuh ponpes Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Ia menambahkan, politik uang adalah wujud kemiskinan rakyat, serta sistim kapitalisme yang memperkaya sekelompok orang. Mereka membeli rakyat, membeli hukum, membeli politik bahkan membeli agama," terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyak pemimpin, tambah Hasyim mencuri uang negara untuk ongkos membeli suara. "Dalam suasana money politik dan kecurangan pemilu akan lahir pemimpin-pemimpun avonturir yang merusak negara. Materi yang diterima rakyat samasekali tidak berarti dibanding kerusakan negara yang bakal timbul," tuturnya. 

Oleh karenanya, menurut Hasyim, masyarakat Indonesia secara keseluruhan harus terlibat dalam memberantas kanker negara. Masalah itu tidak cukup diserahkan ke penyelenggara pemilu atau tim sukses kentestan pemilu.

"Kenetralan TNI Polri harus tetap dijaga, karena sekalipun TNI netral, panglima tertinggi TNI tetap saja ketua partai politik yang partainya sudah berfihak," pungkasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad

Peringatan Resolusi Jihad NU 22 Oktober 2015 digelar meriah oleh PBNU di Tugu Proklamasi, Jakarta. Momen tersebut juga menjadi acara penyambutan pucak perjalanan Kirab Hari Santri Nasional yang dilaksanakan sejak tanggal 18 dari Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. Pagi itu Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo yang datang bersama pasukan khusus dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, memberikan orasi di hadapan para kiai, perwakilan ormas-ormas Islam, serta ribuan pelajar dan santri dari berbagai daerah. Berikut transkripsi lengkap pidato Gatot yang disampaikan menjelang peresmian Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada siang harinya di Masjid Istiqlal:

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Yang terhormat,

Ketua-ketua umum ormas Islam

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad

Tokoh tokoh lintas agama

Para pejabat pemerintah daerah dan para pejabat TNI Polri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Para Ulama-Santri segenap para alim ulama para Kiai, hadirin undangan yang bebahagia.

Tidak ada yang pantas kita ucapkan selaian puja dan puji syukur kehaditrat Allah Swt. Karena hanya ats kuasa dan ridhonya kita dapat hadir dalam acara oerungatan 70 Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama di Tugu Proklamasi yang memiliki nilai stratagis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kesempatan ini perlu saya jelaskan, mengapa begitu saya diundang saya hadir di sini. Saya datang tidak sendirian, saya datang dengan dengan pasukan-pasukan khusus. Ada Kopasus, ada Marinir, ada Paskas, ada Kostrad, ada Armed.

Ini untuk mengingatkan genrai uda, bahwa perjuangan bangsa sejak proklamasi kemerdekaan tidak dilakukan oleh TNI, tetapi yang merebut kemerdekaan adalah seluruh komponen bangsa, termasuk para ulama. Setelah merdeka baru TNI lahir. Jadi yang memerdekaan bangsa Indonesai bukan TNI, tetapi bapak-ibu kandung TNI, sehingga TNI adalah anak kandung raya.

Karena sejarah mencatat rangkaian peristiwa ini, bersentuhan langsung dengan kedaulatan Republik Indonesia, Terdapat 4 peristiwa penting yang saling memengaruhi dan saling menguatkan yaitu: peristiwa tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. 5 Oktober hari pembentukan TKR sekarang TNI. 22 Oktober sebagai hari dicetuskannya Resolusi Jihad NU. Dan 10 November pecahnya perang di Surabaya yang kita kenal sebagai hari pahlawan hanya dalam hitungan empat bulan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan motivasi yang ditunjukkan para santri sebagai generasi muda bangsa yang terus memilihara dan meneguhkan komitmennya terhadap perjuangan para pahlawan serta kecintaan pada tanah air, salah satunya diwujudkan pada gerak jalan memperingati Resolusi Jihad yang menempuh jarak ratusan kilometer diawali dari tugu pahlwan di Surabaya dan sampai di tugu proklamasi di Jakarta.

Hadirin undangan, peserta gerak jalan yang berbahagia.

Setelah tujuh puluh tahun berlalu, hikmah dan pelajaran yang diperoleh dari peristiwa Resolusi Jihad antara lain: bahwa perjuangan melawan penjajah saat itu, terkait erat dengan Resolusi Jihad yang dkumandangkan oleh rais akbar NU KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Bangsa penjajah tidak rela negeri ini merdeka sehingga berusaha untuk menguasia kembali tanah air kita. NICA membonceng sekutu untuk menguasai tanah air Indoesia, namun hal itu diketahui oleh para pejuang kemerdekaan dan ditindaklanjuti dengan merapatkan barisan untuk menolak kedatangan kolonialis.Untuk itu para santri berkumpul di seluruh wilayah, Jawa, Madura, seluruh Jawa mereka mengatur langkah strategi perjuanangan sebagai kewajiban mempertahankan tanah air dan bangsanya.

Peran KH Hasyim Asy’ari

Dan pada tanggal 17 September 1945, Presiden Sokarno, memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam kepada KH. Hasyim Asyari, sehingga KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah fatwa jihad yang berisikan jihad bahwa perjuangan membela tanah air adalah merupakan jihad fi sabilillah.

Dan selanjutnya menilai situasi di sekitar Surabaya Jawa Timur, atas pemikiran Mayor Jenderal TKR pada waktu itu, Mustopo, sebagai komandan sektor perlawaan Surabaya, bersama Sungkono, Bung Tomo dan tokoh-tokoh Jawa Timur menghadap KH. Hasyim Asyari untuk melakukan perang suci atau jihad dengan sasaran mengusir sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjend Mallaby untuk menunjukkan eksistensi adanya perlawanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Mengapa demikian, karena pada saat memprokalamasikan kemerdekaan republik Indonesia 17 Agustus 1945, banyak bangsa-bangsa dunia dan PBB belum yakin apakah perjuangan kemerdekaan bangsa ini diberi hadiah oleh penajajah ataukah perlawanan rakyat. Untuk itu makna perjuangan 10 November mempunyai makna yang luar biasa, bahwa bangsa Indonesia bukan diberi tapi melawan mengusir penjajah. Maka lahirlah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yaitu berperang menolak dan melawan penjajah itu fardhu ain yang dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki, perempuan, anak-anak bersenjata atau tidak.Bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tenpat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi kewajiban itu menjadi fardhu kifayah yang cukup kalau dikerjakan sebagaian saja untuk membentu perjuangan di wilayahnya.

Tanpa Resolusi Jihad, maka tidak ada perlawanan heroik. Jika tidak ada perlawanan heroik maka tidak ada hari pahlawan 10 November. Dan bisa mungkin mustahil bangsa Indonesia ada seperti saat ini.

Saya ingin pula menceritakan bahwa sebenarnya, perlawanan secara heroik bukan dilaksanakan tanggal 10, tetapi lebih awal. Jada pada saat itu KH. Hasyim Asyari menyampaikan,”Kita tunda, kita menunnggu singa Jawa Barat, yaitu Kiai Abbas bin Abdul Jamil”. Beliau adalah cicit dari MBah Muqoyyim, pendiri pesantren Buntet Cirebon.

Dan KH. Hasyim Asyari memerintahkan setelah Kiai Abbas bin Abdul Jamil datang, memerintahkan bahwa komando tertinggi Laskar Hizbullah diserahkan untuk memimpin langsung penyerangan sekutu di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pengaruh yang kuat membuat keputusan KH. Hasyim Asyari tersebut mengundurkan waktu sangat tepat. Sehingga terjadilah pertempuran yang sangat heroik yang kita kenal hari ini menjadi hari pahlawan. Hari ini mempunyai makna yang bisa kita petik bahwa peristiwa tersebut, bahwa perjuangan dan kepentingan mempertahankan kedaulatan negara berdimensi lintas etnis dan lintas wilayah. Siapapun dan di manapun mempunyai kewajiban yang sama membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiga Jimat Jendral Sudirman

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengingatkan, dan menggarisbawahi bahwa perjuangan kemerdekaan Resolusi Jihad, hari pahlawan, dan TNI memiliki hubungan historis yang erat dan menentukan. Kita tahu bahwa panglima TNI yang abadi, yang pertama, yaitu Jendral Sudirman, adalah seorang guru agama, seorang santri. Saya sedikit menceritakan bagaimana perjuangan Jenderal Sudirman. Bahwa pada saat Jendral Sudirman belasan orang melakukan gerilya, ada satu orang penghianat. Maka pada saat Jendral Sudirman di rumah penduduk, karena penghianat ini melaporkan kepada Belanda, dikepung.

Tim pengamanan paling depan melaporkan, “Pak Dhe kita sudah dikepung.”

“Tenang, semuanya ganti pakian, dan berdzikir bersama-sama saya.” (Mereka) melakukan tahlil Lailahaillah, Lailahaillah, Lailahaillah.

Belanda masuk, ditunjukkan anak buahnya Pak Dirman (yang pengkhianat itu), “Ini yang namanya Sudirman, yang Tuan cari-cari selama ini.”

Dilihat-lihat (oleh pihak Belanda),“Saya tidak percaya ini Sudirman.”

“Pak Saya anak buahnya, saya bersama-sama bergerilya.”

Dilihat-lihat lagi, tapi tetap tidak percaya.

Belanda itu mencabut pistol. “Kamu pembohong!” Dan penghianat itu ditembak di depan Pak Dirman.

Makna ini mengingatkan, jangan sekali-kali kita menjadi penghianat bangsa. Baru di dunia saja sudah dihukum oleh Allah apalagi di akhirat nanti.

Kemudian, peristiwa demi peristiwa Pak Dirman dikawal oleh Pak Tjokropranolo, dan Pak Suprajo Rustam. Beliau berdua Pak Tjokropranolo dan Pak Rustam, karena saking penasarannya bertanya. Pak Dirman kadang-kadang dipanggl Pak Dhe kadang-kadang dipanggil Pak Yai. “Pak Yai, saya pingin tahu, jimatnya Pak Yai itu apa? Kita dikepung, Pak Yai tenang saja. Malah penghianat yang ditembak. Kita ditembaki, Pak Yai tenang-tenang saja.”

Beliu menjawab, “Kamu ingin tahu? Saya punya tiga jimat. Jimat yang pertama, saya tidak pernah lepas dari bersuci. Jadi kalau batal wudhu kamu kan bawa kendi saya, saya selalu berwudlu. Itu jimat yang pertama. Jimat yang kedua saya tidak pernah shalat tidak tepat waktu. Selalu bersih, waktunya shalat saya pasti salat, kamu tahu kan? Dan yang ketiga, jimat saya yang kegita adalah semua yang saya lakukan dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat dan bangsa Indonesia.”

Wasslamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

?

Ditranskripsi oleh Fariz Alniezar

?

Video pidato lengkap Jendral Gatot Nurmatyo bisa dilihat di situs Youtube dengan link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=I24ia_KQ23A

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Pertandingan, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati

Jedah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia bersepakat menyusun sistem baru bagi warga negara Indonesia yang akan bekerja di Saudi. Sistem baru itu meliputi mekenisme satu pintu penerbitan visa kerja, penetapan tujuh jabatan tertentu bagi WNI yang bekerja di sektor domestik, penghapusan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), mekanisme perlindungan 24 jam.

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati

Di samping itu, juga disepakati fungsi ketenagakerjaan pada perwakilan RI di Saudi memiliki kewenangan melakukan penanganan langsung terhadap ekspatriat RI yang mengalami masalah di Saudi.

Demikian beberapa pokok kesepakatan antar kedua negara yang ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri dan Menteri Ketenagakerjaan dan Pembangunan Sosial Saudi Arabia Ali Bin Nasser Al-Ghufais di Jedah, Senin (16/10). 

Dalam kesempatan itu dicapai juga komitmen kedua negara untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ekspatriat RI yang selama ini telah bekerja di Saudi Arabia sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan sistem baru dimaksud. Mengenai moratorium, kedua negara bersepakat untuk tidak melakukan evaluasi yang bertujuan mencabutnya.

“Jadi, kami bersepakat bahwa moratorium pengiriman PLRT dari Indonesia ke Saudi tidak akan pernah dicabut. Ini keputusan terbaik. Ke depan akan di bangun sistem baru dimana ekspatriat Indonesia yang bekerja di Saudi harus berdasarkan jabatan-jabatan tertentu”, terang Menteri Hanif.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya menggunakan istilah ekspatriat ini, atas saran dari Pak Dubes Agus (Agus Maftuh Abegebriel). Ini bukan sekedar ganti istilah baru, lebih dari itu, di dalamnya tercermin tekad pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi WNI yang akan bekerja di luar negeri,” tegas Hanif.

Sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Hanif menegaskan dirinya berkepentingan mendorong kesadaran Bangsa Indonesia menempatkan pasar kerja internasional sebagai salah satu pilihan kebijakan untuk mensejahterakan rakyat. 

“Benar bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, yang dengan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Dan sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnya pula memiliki rencana strategis mengembangkan pengaruh di seluruh dunia”, katanya.

Hanif melihat, pasar kerja internasional sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, sekaligus mengembangkan pengaruh Indonesia di tingkat dunia. Karena itu, ekspatriat Indonesia yang bekerja di luar negeri, harus dibekali dengan kompetensi yang cukup handal. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ibu saya pernah bekerja sebagai TKW selama enam tahun di Saudi. Saya tahu betul bagaimana susahnya bekerja di luar negeri tanpa keterampilan. Menjadi komitmen saya untuk tidak lagi membiarkan anak-anak bangsa kita bekerja ke luar negeri tanpa skill. Itulah kenapa kesepakatan dengan pemerintah Saudi ini penting. Karena ke depan, dengan kesepakatan ini, hanya WNI yang memiliki kompetensi yang boleh bekerja di sini (Saudi Arabia),” tambahnya.

Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Saudi Arabia, Agus Maftuh Abegebriel menambahkan kedua negara menyepakati upaya penyelesaian berbagai masalah yang menimpa ekspatriat Indonesia yang selama ini telah bekerja di Saudi.

“Tadi, juga disepakati akan disusun mekanisme dan tim kerja bersama antar kedua negara, untuk menyelesaikan berbagai masalah ekspatriat Indonesia yang selama ini telah bekerja di sini (Saudi). Selama ini penangan masalah ekspatriat Indonesia masih bersifat parsial, semata atas inisiatif sebagai wujud tanggungjawab perwakilan RI. Nah, nanti harus komprehensif oleh kedua Negara,” jelas Agus.

Hal lain yang ditekankan Agus, bahwa tidak boleh lagi ada kekerasan dalam semua bentuknya kepada ekspatriat Indonesia.

“Untuk ke depan, saya tadi tegaskan kepada Menaker Saudi, tidak boleh lagi ada kekerasan dalam semua bentuknya kepada para ekspatriat Indonesia. Saya minta jaminan itu. Dan, tadi Menaker Saudi berkomitmen untuk melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang melakukan kekerasan kepada ekspatriat Indonesia di Saudi,” terang Dubes yang fasih berbahasa Arab dan Inggris ini. 

Direktur Jenderal Binapenta RI Maruli Apul Hasoloan mengatakan, setelah penandatangan kesepakatan ini, akan dilanjutkan pembahasan detail tehnik pelaksanaan sistem baru oleh tim bersama kedua negara. Paling lambat dalam enam bulan ke depan, masing-masing tim akan melaporkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan di kedua negara. Hasil kerja tim bersama ini akan menentukan apakah sistem baru tersebut layak diimplementasikan atau harus disempurnakan lagi sebelum dilaksanakan.

“Jangan dipahami setelah tadi kesepakatan ditandatangani kedua menteri, lalu besok penempatan baru sudah bisa dilaksanakan. Masih ada tahap pembahasan teknis oleh tim dari kedua negara. Meskipun level teknis, bisa saja nantinya tim merekomendasikan untuk tidak dilakukan penempatan baru, jika dirasa tidak ada perlindungan yang lebih baik untuk ekspatriat kita di Saudi”, jelas Dirjen Maruli. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Jadwal Kajian, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini

Banyuwangi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Hari raya Idul Adha tahun ini, warga NU cukup antusias dalam berkurban. Menurut tabulasi yang dilakukan oleh PCNU, jumlah kurban warga NU di seluruh Banyuwangi berdasarkan data terakhir mencapai 15.952 ekor dengan rincian 2.194 ekor sapi, 13.642 kambing, dan 166 ekor domba.

"Data ini kita dapat dari laporan masing-masing ranting NU ke MWCNU di masing-masing kecamatan. Kemudian, dilaporkan ke PCNU Banyuwangi untuk ditabulasi," kata Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi Haikal Kafili yang bertugas melakukan pendataan.

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Banyuwangi Sebut Jumlah Fantastis Hewan Kurban Nahdliyin Tahun Ini

Kurban-kurban ini selain disalurkan langsung melalui pengurus NU juga disalurkan melalui takmir masjid, mushalla, dan TPQ di bawah naungan NU. "Ini data akumulatif dari seluruh kurban, baik yang disalurkan oleh pengurus NU, maupun di lembaga-lembaga lain di bawah naungan NU Banyuwangi," imbuh Haikal.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali menilai geliat warga NU untuk berkurban merupakan panggilan ilahiah sekaligus panggilan sosial untuk berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Selain itu, kurban merupakan napak tilas keteladanan, ketulusan hati dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS dalam mematuhi perintah Allah SWT," ungkapnya.

Kiai Masykur menegaskan, segala sesuatu yang dimiliki manusia merupakan titipan. "Oleh karena itu dalam konteks kehidupan sosial kita mesti ikhlas berbagi dengan kaum yang kurang beruntung," pungkasnya. (Ay-Noe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, RMI NU, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Pergaulan dalam Pandangan Islam

Oleh Zamakhsyari Abdul Majid

Pergaulan yang baik ialah melaksanakan pergaulan menurut norma-norma kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan hokum syara’, serta memenuhi segala hak yang berhak mendapatkannya masing-masing menurut kadarnya.

Pergaulan dalam Pandangan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergaulan dalam Pandangan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergaulan dalam Pandangan Islam

Agama Islam menyeru dan mengajak kaum Muslimin melakukan pergaulan di antara kaum Muslimin. Karena dengan pergaulan, kita saling berhubungan mengadakan pendekatan satu sama lain. Kita bisa saling mengisi dalam kebutuhan serta dapat mencapai sesuatu yang berguna untuk kemaslahatan masyarakat yang adil dan makmur serta berakhlaqul karimah. Kemaslahatan masyarakat yang dilandasi dengan akhlaqul karimah tidak akan terwujud, kecuali dengan membangun pergaulan yang bagus dan sehat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Islam adalah agama yang dilandasi persatuan dan kasih sayang. Kecenderungan untuk saling mengenal di antara sesama manusia dalam hidup dan kehidupannya, merupakan ajaran Islam yang sangat ditekankan. Islam bukan agama yang didasarkan pada hubungan liar yang tidak mengenal batas, tetapi Islam mempunyai garis hidup yang konkret dalam batasan-batasan hidup bermasyarakat.

Secara garis besar pergaulan itu dapat dilihat dari beberapa lapisan. Lapisan pertama, mereka yang umurnya lebih tua daripada kita, atau yang lebih banyak ilmunya atau banyak ibadahnya. Maka hendaknya dalam memandang mereka, kita berperasaan bahwa mereka mempunyai keutamaan, dan kepada merekalah kita memberikan penghormatan yang semestinya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lapisan kedua, ialah mereka yang umurnya setaraf dengan kita. Mereka harus kita hormati, walaupun umurnya setaraf karena mungkin mereka lebih tinggi akhalknya dengan kita, amalnya lebih banyak daripada kita dan dosanya lebih sedikit daripada kita.

Lapisan ketiga, mereka yang lebih muda umurnya daripada kita. Golongan ini pun harus kita hormati secara wajar karena mereka lebih muda dan lebih kurang keburukannya dari pada kita, dibandingkan dengan kita yang sudah lanjut umurnya.

Adab Bergaul dalam Islam



Ada beberapa adab pergaulan dalam Islam, antara lain seperti:

Menyukai untuk saudara seagama apa yang disukai untuk dirinya sendiri, dan membendi untuk mereka apa yang dibenci untuk dirinya sendiri. Rasulallah saw bersabda: Tidak beriman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim)

Tiada menyakiti seorang Muslim, baik dengan perbuatannya, maupun dengan perketaannya. Sebagaimana Rasulallah saw bersabda: Seorang Muslim ialah yang mendapat selamat sekalian Muslim dari gangguan lidah dan tangannya. Dan seseorang muhajir ialah orang yang hijrah meninggalkan dari segala larangan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berlaku tawadhu’ (merendahkan diri) kepada sesame saudara: jangan sekali-kali menyombongkan diri terhadap orang-orang di sekitarnya. Rasulallah saw bersabda: Bahwasanya Allah telah mewahyukan kepadaku bertawadhu’ (merendahkan diri) hingga tidak ada seorangpun yang menganiaya terhadap lainnya, dan tidak seorang yang menyombongkan dirinya terhadap yang lainnya. (HR. Muslim)

Menghormati orang yang tua dan mengasihani orang-orang yang lebih muda. Rasulallah saw bersabda: Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi kepada orang yang lebih kecil (muda) dan tidak mengetahui kewajibannya terhadap orang yang lebih besar (tua). Bukanlah termasuk golongan kami orang yang menipu kami. Seorang mu’min tidak/ belum dikatakan beriman sehingga ia mencintai orang mu’min yang lain, seperti mencintai terhadap diri sendiri. (HR Thabrani dan Dhamrah)

Menghadapi manusia dengan muka yang manis sebagaimana Rasulallah saw bersabda: senyumanmu (bermuka manis) untuk saudaramu adalah sedekah, dan amar marufmu serta nahi mungkarmu juga shadaqah, dan memberikan petunjuk kepada laki-laki (atau kepada siapa saja) yang ada di bumi yang sedang sesat, bagimu merupakan shadaqah. Dan (apabila engkau suka) menyingkirkan batu atau duri atau tulang-tulang yang mengganggu jalan bagimu, merupakan shadaqah. (HR. Bukhari)

Tidak mudah mendengar berita-berita buruk yang disampaikan orang lain. Tentang keburukan dirinya. Sebagaimana Nabi saw bersabda: Tidak akan masuk surge bagi orang senang adu domba. (HR. Bukhari-Muslim dari Khudzaifah)

Memelihara kehormatan seseorang, jiwa dan hartanya dari aniaya orang lain. Seorang Muslim yang baik, apabila menemui orang-orang yang suka mengadu domba, janganlah ikut menyambung pembicaraan itu, sebaiknya bersikap diam, sebagaimana Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya dari belakang, niscaya Allah akan menutupi api neraka dari mukanya pada hari kiamat. (HR. Thabrani)

Menempatkan seseorang pada tempatnya; menghormati dan memuliakannya secara proporsional, sebagaimana sabda Nabi saw: Tempatkanlah manusia di tempat mereka masing-masing. (HR. Abu Dawud).

Penulis adalah Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bekasi. Tulisan pernah dimuat di Radar Bekasi 9 Desember 2016.



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Quote, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

LKKNU Dukung Swasembada Daging

Bogor, NU-Online. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Bogor mengadakan pelatihan Penggemukan Kambing, Selasa (24/4) kemarin di “ Tawakal Farm” Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

"LKKNU Kab.Bogor berusaha menerapkan ajaran Rasulluh, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia,” demikian dikatakan Dr Ade Heryati Helmi, Ketua PC LKKNU Kabupaten Bogor. "Melalui program penggemukan Kambing ini kami berusaha memberikan manfaat dalam lingkungan Keluarga dan Masyarakat," imbuhnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

LKKNU Dukung Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Dukung Swasembada Daging (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Dukung Swasembada Daging

"Sebagai respon terhadap program pemerintah swasembada daging yang dilaksanakan oleh LKKNU Kab.Bogor, saya berharap warga NU tidak hanya ngaji kitab, tapi juga Ngaji Peternakan, supaya tercipta warga-warga NU yang punya kwalitas bidang agama, ekonomi dan peningkatan kwalitas gizi masyarakat,” kata Kang Doni, sapaan akrab Ketua PCNU Kabupaten Bogor. Program ini diharapkan juga menciptakan para Muzakki-muzakki, ( orang yang berkewajiban mengeluarkan Zakat, Red )Tambah Kang Doni saat dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth via Telephon.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditempat yang sama, wakil ketua LKKNU, Subarkah mengatakan, pelatihan ini bertujuan peningkatan ekonomi ummat khususnya warga Nahdliyin, “Kebutuhan daging qurban, aqiqah, dan konsumsi warung-warung sate di kabupaten Bogor, kian meningkat, dengan diadakannya pelatihan ini tentunya untuk menjawab tantangan yang cukup menjanjikan,” tegas, Kang Barkah, yang juga sebagai salah satu Hakim di Pengadilan Agama Bogor.

Pelatihan yang diikuti oleh 40 orang peserta dan 5 pembimbing ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah kabupaten Bogor, diantaranya Kecamatan Jonggol, Tanjungsari,  Megamendung, Caringin, Cogombong, Ciseeng, Parungpanjang dan Ciawi, “Pesertanya cukup fariatif, mulai dari Mahasiswa, Santri, Kyai, dan Juga Praktisi Peternak Kambing, dan ini adalah Gelombang Pertama, berikutnya akan menyusul Gelombang ke II, karena beberapa calon peserta sempat kita tolak karena keterbatasan beberapa hal” kata Akhsan Ustadhi, sekretaris PCNU kabupaten Bogor kerpada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu Peserta KH Apang Sumarna dari Kecamatan Tanjungsari mengatakan “Apa yang saya dapat hari ini merupakan ilmu yang sangat bermanfaat dan akan saya praktekkan langsung sesampainya dirumah nanti” katanya dengan bangga, sementara itu Wendy Wicaksono,dari kalangan mahasiswa salah satu peserta berasal dari STANU Jakarta yang berkampus di Kemang Bogor, mengatakan  ilmu ini adalah ilmu yang tidak ia dapat dari Kampus, dan ia akan bersemangat mengikuti pelatihan tahap II, 

"Tawakal Farm” adalah salah satu tempat penggemukan Kambing yang dimiliki H Bunyamin, yang saat ini mempunyai 2800 ekor yang sedang dalam proses penggemukan, yang notabene H Bunyamin adalah salah satu Pengurus LKKNU Kabupaten Bogor. Saya senang tempat saya dijadikan tempat Pelatihan untuk warga Nahdliyin, dan akan selalu terbuka untuk memberikan ilmunya kepada semua. Saya berharap ilmu yang saya berikan bermanfaat untuk umat," tambahnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Akhsan Ustadhi

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Nahdlatul Ulama, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 23 November 2017

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - NU Care Lazisnu Sidoarjo bekerja sama dengan Lembaga Islamadina, RSI Siti Hajar serta Nurul Ummah menggelar khitanan massal di Pesantren Al-Hamdaniyah Panji, Buduran, Ahad (2/10). Aksi social ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1 Muharram dan Pra-Konferensi Ke-20 PCNU Sidoarjo.

Sebanyak 27 dari 30 anak yang terdaftar menjadi peserta khitanan massal. Mereka berasal dari Sidoarjo dan sekitarnya. Tampak antusias para peserta khitanan yang datang sejak fajar. Selain mendapat fasilitas khitan gratis, para peserta khitan juga mendapat santunan uang, seperangkap baju koko, sarung, kopiah serta paket parsel.

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis

Rangkaian satu Muharram dan Pra-Konferensi PCNU ini juga diisi dengan gebyar prestasi santri yang meliputi berbagai lomba seperti baca kitab kuning dan lomba Banjari. Acara Gebyar Prestasi Santri dilaksanakan di halaman depan MTs Wahid Hasyim kompleks Pesantren Al-Hamdaniyah Panji berbarengan dengan khitanan massal.

Penanggung jawab khitanan massal Muhammad Ihsan mengatakan, rangkaian khitanan massal dan gebyar prestasi santri ini merupakan salah satu cara meramaikan peringatan hari besar Islam yakni tahun baru Hijriyah. Di samping itu acara ini juga bertujuan untuk meramaikan acara menjelang konferensi ke-20 PCNU Sidoarjo yang digelar pada 28-29 Oktober di Pesantren Bumi Shalawat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dengan adanya kegiatan sosial semacam ini, masyarakat dapat merasakan kehadiran NU untuk memberi manfaat di tengah-tengah masyarakat khususnya Sidoarjo. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Ihsan. (Tos/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pertandingan, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 21 November 2017

Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Usai sholat Jum’at pada Jumat (6/11) siang, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Mranggen menyelenggarakan sholat Istisqa’. Rangkaian sholat memohon hujan ini diikuti pengasuh dan lebih dari 500 santri dari berbagai pesantren yang ada di Mranggen. Selain santri, warga juga masuk dalam barusan shaf sholat Istisqa’ itu.

Sholat Istisqa’ ini diadakan di lapangan desa Kembangarum, kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Bertugas sebagai imam adalah KH Muhibbin Muhsin Al-Hafidz. Sementara khotibnya adalah KH Shonhaji Sulaiman.

Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’

Dalam khotbahnya Kiai Shonhaji mengajak para jama’ah untuk tidak henti-hentinya membaca istighfar dan senantiasa bertobat serta bertakwa kepada Allah SWT.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Karena dengan bertakwa kepada Allah kita akan menjadi orang yang beruntung dan apa yang kita inginkan akan dikabulkan oleh Allah SWT.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mereka berharap setelah diadakan sholat Istisqa’ ini Allah menurunkan hujan yang penuh nikmat dan keberkahan.

Sholat Istisqa’ ini ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh KH Agus Maghfur Murod dan KH Ishaq Ahmad. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 02 November 2017

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Bolaang Mongondow, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth? . Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, menggelar pelatihan jurnalistik di Sekretariat PMII Jl. Amal Kelurahan Mogolaing Kecamatan, Kotamobagu Barat Sabtu-Ahad (19-20/12).

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Potensi Kader, PMII Bolmong Gelar Pelatihan Jurnalistik

Menurut Ketua PMII Cabang Bolmong Inca Ing Bangki kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan potensi kader di bidang jurnalistik untuk transformasi pengetahuan.

"Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik, diharapkan tidak hanya sampai berakhir di sini, tetapi setelah ini dapat belajar lebih giat lagi sebagai bekal kita untuk ke depannya," ungkapnya pada pembukaan pelatihan tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekitar 15 peserta kegiatan tersebut sangat antusias mengikuti Pelatihan jurnalistik yang baru pertama kali diselenggarakan oleh PMII Cabang Bolmong. Para pemateri adalah para alumnus organisasi tersebut yang berprofesi sebagai jurnalis di media lokal maupun regional Sulut.

Para pemateri itu adalah Yokman Muhaling (PC GP Ansor Kotamobagu), Supardi Bado (PC GP Ansor Kotamobagu), Andhika Dawangi (Alumni PMII Cabang Tondano) ? dan ? Amir Halatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Supardi Bado berharap kegiatan tersebut tidak hanya sekali saja agar potensi-potensi kader PMII di bidang jurnalistik bisa berkembang maksimal. (Udi Masloman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock