Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Jakarta,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penulis buku Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Pribumi dan Islam Transnasional, Imdadun Rahmat menilai, karakter Islam transnasional yang cenderung kaku, hitam-putih, tekstual, dan intoleran menjadi bahaya bagi keberlangsungan negara Indonesia yang dikenal plural.

Selain itu, Islam transnasional bisa menggerus watak Islam Indonesia yang cenderung ramah dengan budaya lokal.

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

“Islam transnasional berpretensi menghabisi Islam lokal, Islam yang telah mengalami proses dialog, proses akulturasi positif dengan konteks lokal,” kata Imdad seusai peluncuran dan bedah buku itu di Jakarta, Senin (9/10).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Imdad menjelaskan, Islam transnasional juga menganggap bahwa praktik Islam di Nusantara itu bukan Islam yang sempurna (kaffah) karena sudah bercampur dengan unsur-unsur budaya dan tradisi masyarakat setempat. Kemudian, mereka menawarkan Islam transnasional yang memiliki slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai Islam yang sempurna (kaffah).

Lulusan Pesantren Jumput Pamotan, Rembang itu menilai, konsep Islam kaffah yang ditawarkan oleh kelompok Islam transnasional juga merupakan Islam yang berakar pada budaya lokal, yaitu budaya di Arab dan Timur Tengah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kemudian dipersepsikan sebagai Islam yang paling otentik, yang paling asli, murni, dan tidak tercampur dengan unsur-unsur di luar Islam,” jelasnya.

Perkuat Islam moderat ala Indonesia

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2016-2017 itu berpendapat, Islam transnasional dengan segala karakternya tersebut tidak sesuai dan cocok dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, Islam moderat (wasathiyah) ala Indonesia harus diperkuat untuk menangkal Islam transnasional itu.

Ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, membangun argumen Islam wasathiyah yang kuat baik dari sisi sosiologi ataupun sisi teologi.

“Buku yang saya karang ini adalah kontribusi untuk membangun argumen Islam wasathiyah secara sosiologis dan teologis,” urainya.

Bagi Imdad, melalui buku ini ia berpendapat bahwa Islam Indonesia dengan karakter moderasi adalah juga Islam yang paripurna (kaffah). Ada delapan ranah budaya Islam: Arab, Persia, Turki, Anak Benua India, sub-Sahara Islam, China Islam, belahan dunia Barat, dan Nusantara.

“Sesungguhnya (Islam Nusantara) sama sahnya dengan yang ada di Arab ataupun yang lainnya. Maka yang paling tepat untuk Indonesia ya Islam Nusantara,” ucapnya.

Menurut dia, Islam yang paripurna (kaffah) bagi Indonesia bukanlah Islam yang diimpor dari tempat lain dengan segala unsur budaya yang tercampur di dalamnya, tetapi Islam Nusantara yang telah mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal.

Kedua, mensosialisasikan argumen Islam wasathiyah. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tahu dan tidak terkecoh dengan kelompok Islam transnasional.

“Dan membentengi masyarakat dari pengaruh mereka,” tukasnya.

Ketiga, de-transnasionalisasi Islam transnasional. Imdad menerangkan, harus dilakukan penyadaran terhadap mereka yang meyakini bahwa Islam transnasional adalah kebenaran tunggal untuk Indonesia.

“Harus disadarkan untuk kembali kepada Islam yang cocok untuk Indonesia, yaitu Islam Nusantara,” terangnya.

Terakhir, pemerintah harus membuat regulasi untuk membendung radikalisasi dan kekerasan yang ditimbulkan oleh Islam transnasional.

“Harus ada sinergi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat,” tutupnya. (Mukhlison Rohmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Sunnah, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Teman Terbaik saat Duduk





? ? ? ? ?

Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Teman Terbaik saat Duduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Teman Terbaik saat Duduk

"Sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku." [Maqalah]

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sejumlah peradaban di dunia membuktikan bahwa kebangkitannya dimulai dari buku. Islam abad pertengahan memperoleh kejayaan yang gemilang karena ditopang oleh kegandrungan para ulamanya terhadap buku. Mereka menerjemahkan, menulis, membaca, dan menyebarkan gagasan tanpa pernah surut semangat. Buku atau kitab adalah representasi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya ayat pertama yang turun berbunyi iqra (bacalah), kendatipun ayat ini bermakna lebih luas dari sekadar membaca buku. Wallahu alam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Ulama, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengajak segenap bangsa Indonesia untuk optimis dan rasional dalam menghadapi bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Bencana sedianya tidak hanya dilihat dari aspek mistiknya saja.

"Indonesia ini memang rawan bencana, dan bangsa ini harus siap menghadapi dengan perhitungan rasional, nggak usah dihubung-hubungkan dengan berkuasanyya seseorang,” kata Gus Dur dalam Konser Amal DPP PKB untuk gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (29/6) malam.

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Bencana Tak Usah Dihubungkan dengan Kekuasaan

Dikatakan Gus Dur, bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan untuk bisa bertahan dari segala macam bencana. Menurutnya letak wilayah Indonesia sangat rawan bencana dan butuh pemikiran bagaimana menanggulangi bencana yang akan terus terjadi. Pemerintah diharapkan memperhitungkan faktor posisi Indonesia dalam menjalankan program pembangunannya. “Harus ada langkah-langkah rasional,” katanya di hadapan para tamu dan ratusan massa PKB.

Konser Amal malam itu, menurut  Andi M. Ramly, Ketua Panitia Konser Amal PKB, merupakan bagian dari kepedulian PKB atas musibah yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah. Diharapkan dari konser amal itu dapat terkumpul Rp. 300 juta, yang rencananya akan langsung diberikan kepada korban gempa pada 9 Juli nanti, dalam acara Tabliq Akbar yang akan diadakan di Bantul, Yogyakarta.

Konser Amal dihadiri sejumlah fungsionaris DPP PKB dan dimeriahkan oleh beberapa artis ibukota, di antaranya Rieke Dyah Pitaloka, Franky Sahilatua, dan Sukilah dengan diiringi musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Ngatawi el-Zastrouw. (nam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, AlaSantri, Santri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

Kiai Hasyim Muzadi dalam sebuah ceramah pernah berkisah tentang orang Kristen yang heran atas perilaku umat Islam ketika beribadah. “Gimana orang Islam ini. Wong ibadah kok sandalnya sering hilang?!”

Ledekkan ini dibalas santai Kiai Hasyim. “Ya mesti saja hilang, lha wong sandalnya enggak dipakai. Nah, sampean kan sepatunya dipakai pas di gereja.”

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Muzadi dan Sandal Orang Kristen

“Jadi yang hilang bukan sepatunya tapi sepeda motornya,” tambah Kiai Hasyim disambut tawa hadirin. ? (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Tangerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Mustolih Siradj (konsumen dan donatur Alfamart) selaku Tergugat II mengajukan saksi penting, yakni A. Alamsyah Saragih Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) angkatan pertama.

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Dalam kesaksiannya, Alamsyah menyatakan, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat masuk kategori sebagai Badan Publik. Hal tersebut sebagai konsekuensi pertanggungjawaban kepada publik meskipun entitas Perseroan adalah badan hukum yang seharusnya mencari laba (untung).

“Hal itu sebagai social control kepada penyelenggara sumbangan,” ujar Alamsyah, Jumat (17/3).

Maka itu, lanjutnya, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat dapat dimintai data atau informasi oleh Donatur maupun masyarakat luas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alamsyah yang kini menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menambahkan, laporan Perseroan yang mengumpulkan sumbangan kepada Menteri Sosial tidak menggugurkan kewajibannya kepada publik

“Memberikan informasi seputar sumbangan. Begitu pula dengan yayasan atau lembaga yang mendapatkan atau menerima penyaluran donasi dari Perseroan tersebut juga menjadi Badan Publik,” tegas Alamsyah.

Alamsyah juga menyesalkan apabila ada Perseroan yang meminta sumbagan dari masyarakat tetapi kemudian uang sumbagan itu diklaim sebagai dana CSR (Corporate Social Responsibility) Perusahaan tersebut.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sebab mengenai CSR aturannya sudah jelas diatur UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Jo PP No. 47/2012, sumber dana CSR dari dana perusahaan bukan sumbangan,” jelasnya.

Alamsyah Saragih menguatkan Putusan KIP No. 011/III/KIP-PS/2016 yang menyatakan bahwa Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) sebagai Badan Publik karena meminta sumbangan kepada masyarakat atau konsumen secara agresif, rutin, dan masif di seluruh Indonesia. Bahkan berkelanjutan selama bertahun-tahun dengan total donasi yang terkumpul hampir mencapai Rp100 miliar. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Budaya, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Kendal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah menggelar apel di alun-alun Kendal untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 62 IPNU, Jumat (26/2) kemarin. Acara ini merupakan acara lanjutan dari beberapa rangkaian acara yang telah terlaksana sebelumnya.

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bunyi Deklarasi Pelajar Antiradikalisme

Apel ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, antara lain Kapolda Jawa Tengah Nur Aliyang menjadi pembina apel, Ahmad Zuhri yang memimpin doa, KH. Arja’ Imroni dan KH M. Abbas Fuad Hasyim yang memberikan orasi ilmiah. Serta hadir juga Bupati Kendal Mirna Annisa, Dinas Pendidikan Provinsi, Kemenag Kendal, dan Dwipora Prov. Jateng.

Sekitar 4000 peserta hadir dalam apel ini. selain perwakilan dari PC IPNU se Jawa Tengah, apel ini juga diikuti pelajar berasal dari sekolah Maarif di Kabupaten, SMP N 1 Kendal, SMP N 3 Patebon, SMP 2 Kendal, SMK N 4 Kendal, Pemuda Pancasila, SMK NU 02 Kendal, dan beberapa? sekolah lain serta seluruh PAC? IPNU se-Kabupaten Kendal.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Acara Apel ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang sebelumnya dilakukan geladi bersih bagi para petugas Apel. Agenda ini di isi dengan Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dan pemaparan-pemaparan unsur negatif bagi gerakan radikalisme, serta orasi kebangsaan sebagai penguatan ideologi kebangsaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Teks Deklarasi Pelajar Anti Radikalisme dibacakan tepat setelah pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, dan berikut ini kutipan lengkap teks deklarasi tersebut:

Deklarasi Pelajar Antiradikalisme



Pertama, kami pelajar Jawa Tengah menolak setiap gerakan radikalisme dalam bentuk apapun di seluruh penjuru nusantara, karena bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan radikalisme, khususnya ISIS, sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama apapun, dan kemanusiaan.

Ketiga, kami pelajar Jawa Tengah menolak segala bentuk aksi kekerasan ekstremisme dan terorisme di bumi nusantara.

Keempat, kami pelajar Jawa Tengah siap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran paham radikal, seperti ISIS, di lingkungan pendidikan

Kelima, kami pelajar Jawa Tengah berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada semua pelajar dan masyarakat pada umumnya, serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian, dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masing-masing, dan

Keenam, kami pelajar Jawa Tengah siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas gerakan radikalisme khususnya ISIS di seluruh bumi nusantara

Setelah teks deklarasi selesei dibacakan, dan diikuti oleh semua peserta, pembina apel menyampaikan amanat kepada para peserta. Ia menghimbau para pelajar NU untuk selalu mewarisi semangat NU dalam mempertahankan NKRI, karena dalam sejarahnya NU selalu berupaya menangkal gerakan-gerakan radikalisme yang merongrong sendi-sendi keutuhan negara.

“Pada darah saudara mengalir darah untuk menegakkan NKRI, karena kalian adalah anak-anak muda NU yang mewarisi semangat juang leluhur NU. NKRI harga mati!,” paparnya dalam sesi amanat pembina upacara. (M. Zulfa/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Hikmah, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Januari 2018

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar silaturahmi kader, Jumat (1/7) sore. Mereka membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Kecamatan Salopa di Coblong Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Pertemuan dan bakti sosial ini diikuti kader IPNU se-Kabupaten Tasikmalaya dari mulai komusariat, ranting sampai anak cabang. Kegiatan ini dimulai setelah ashar sampai magrib.

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Ratusan warga yang sedang menunggu buka puasa dan berlalu lalang sekitar Pasar Salopa itu menghampiri para kader IPNU dengan senyuman. Ada juga sebagian warga ikut membantu pelajar membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Salopa. Kegiatan ini dihentikan 10 menit menjelang buka puasa. Mereka kemudian berbuka puasa bersama di Danau Lemona Salopa.

Ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk silaturrahmi kader IPNU di Tasikmalaya yang juga merupakan bagian dari evaluasi kinerja IPNU Tasikmalaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pada pertemuan kali ini kami membicarakan kaderisasi yang merupakan tugas utama kami di IPNU seperti pelaksanaan Latihan Kader Utama (Lakut) se-Priangan Timur yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya.”

Kami juga membidik penerimaan siswa baru. Kami akan turba dan mencoba melebarkan sayap di sekolah-sekolah untuk bisa merekrut kader para pelajar. Masa orientasi ini kita jadikan sebagai kaderisasi awal di IPNU dengan cara mengisinya dengan Masa Kesetiaan anggota (Makesta).

“Kami menargetkan minimal 1000 anggota baru tahun ini.”

Ia melanjutkan, bagi-bagi 1000 takjil ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan Pelajar NU di masyarakat. Kami berharap ini menjadi amal baik para pelajar NU sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadhan. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pendidikan, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kepada awak media Presiden Joko Widodo menyatakan, tidak ada keharusan bagi seluruh sekolah di Indonesia menerapkan program lima hari kegiatan belajar-mengajar dalam sepekan atau yang biasa disebut full day school (FDS). Bahkan informasi pembatalan oleh Presiden sudah diumumkan pada 19 Juni lalu.

Lantas, mengapa kebijakan tersebut tetap diberlakukan di berbagai daerah? (Baca: Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Menurut pengamat pendidikan, Darmaningtyas, statemen saja tak cukup untuk menghentikan Permendikbud, tanpa kepastian hukum yang jelas dan tertulis.

"Lisan boleh dikatakan begitu, Pak. Tapi selama Peraturan Menteri (Permen) No 23/2017 yang mengatur FDS tidak dicabut/revisi, kebijakan itu akan jalan terus. Daerah-daerah memaksakan melaksanakannya, apalagi bila pelaksanaan program tersebut masuk ke dalam? indikator penilaian sekolah,” katanya saat dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth via WhatsApp, Jumat (11/8).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Jadi kebijakan publik, tidak bisa abu-abu, tapi harus jelas hitam putihnya. Pasal 9 Permen (Permendikbud Nomor 23/2017) tersebut juga tidak memberikan opsi bagi daerah/sekolah untuk melaksanakan atau tidak, tapi pelaksanaannya bertahap, artinya secara nasional tapi tidak dalam waktu yang bersamaan mulainya,” tambahnya.

Bagi Darmangtyas, pemberlakuan secara nasional itu menjadi inti kritik terhadap FDS. Kebijakan ini tak selaras dengan komitmen komitmen Presiden Joko Widodo yang “memberi ruang kepada daerah” karena kebijakan tersebut bersifat sentralistis, yang mengabaikan karakter geografis, insfrastruktur dan sarana transportasi, ekonomis, sosial, dan budaya sekolah di Indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Baca juga: Soal FDS, Darmaningtyas: Masak Presiden Didorong Langgar Visi Misinya Sendiri?)



“Mengingat Indonesia ini amat luas dan beragam, serta janji Presiden Jokowi dalam kampanye dulu untuk menjamin keragaman dan budaya lokal dalam kebijakan pendidikan, maka kembalikan persoalan teknis: enam atau lima hari sekolah itu ke otonomi sekolah sesuai dengan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), bukan ditarik oleh Mendikbud,” tulis Darmangtyas dalam blogpribadinya. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setiap hari raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih puluhan hewan kurban. Tak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan daging tersebut juga diberikan kepada daerah terpencil yang kurang mendapat perhatian.

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

"Tahun ini kami menerima 19 sapi dan 5 ekor kambing," kata Ustadz Iskandar, Jumat (1/9).

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng tersebut mengemukakan ada sejumlah nama yang mempercayakan penyembelihan hewan kurban ke pesantren ini. "Ada Kapolda Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Pengasuh dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, serta para guru dan beberapa wali santri," jelas alumnus Universitas Hasyim Asyari atau Unhasy Jombang ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, daging dari hewan kurban tersebut diberikan ke sejumlah warga kurang mampu di sekitar pesantren. "Juga kepada dewan guru, karyawan dan santri Tebuireng," terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tidak hanya itu, daging tersebut juga disebar ke daerah terpencil. "Kawasan yang dipilih panitia adalah Kecamatan Kabuh," ungkap Ustadz Iskandar. Daerah tersebut sengaja dipilih lantaran masyarakatnya lebih membutuhkan, lanjutnya.

Setidaknya ada 2000 paket hewan kurban yang disiapkan panitia untuk menjangkau sejumlah kawasan terpencil, termasuk warga sekitar Pesantren Tebuireng. "Hari ini hingga Ahad lusa, hewan akan kita sembelih dan didistribusikan kepada para dhuafa yang telah didata," katanya.

Pantauan media ini di lokasi yakni halaman Pesantren Tebuireng, tampak warga sekitar pondok menyerahkan sejumlah kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan mengantri secara tertib, mereka menukarkan kupon tersebut dengan paket daging kurban. Wajah sumringah tampak terlihat dari muka mereka saat meninggalkan halaman pesantren. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Menyikapi pro kontra di tengah masyarakat terkait penolakan terhadap jenazah Teroris, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang menolak terhadap jenazah tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kang Said di sela acara Haul Kiai Newes, sesepuh Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jumat (22/1) malam.

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Dukung Warga Indramayu Tolak Jenazah Teroris

"Siapa pun yang melakukan tindakan yang menimbulkan rasa takut pada orang lain, teror, menganggu orang banyak, maka sudah semestinya jenazahnya ditolak oleh masyarakat. Mereka adalah teroris," ujar Kang Said.

Teroris bukan hanya menganggu, menakut-takuti, membunuh orang lain dan membunuh diri dengan mengaburkan pemahaman beragama. Teroris juga sekaligus merusak ideologi dalam beragama dan merongrong keutuhan NKRI," tutur Kang Said.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait adanya pihak yang menyerukan untuk mengedepankan rasa kemanusiaan, mereka memprotes langkah masyarakat yang menolak jenazah teroris. Merespon hal itu, Kang Said menegaskan, "Kita menghormati kemanusiaan, tetapi kemanusiaan kita berikan kepada orang-orang yang mengedepankan kemanusiaan. Sedangkan teroris jelas-jelas tidak punya rasa kemanusiaan dan sedikit pun tanpa rasa kemanusiaan. Untuk apa kita melakukan kemanusiaan pada orang yang sama sekali tidak berprikemanusiaan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan oleh media, Ahmad Muhazzan (26) adalah jenazah teroris yang paling keras ditolak oleh masyarakat asal kampung kelahirannya di Indramayu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Langkah masyarakat Kedungwungu Indramayu ini sangat tepat dengan tegas menolak jenazah teroris," ujar Kang Said. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Pendidikan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah yang tidak kunjung usai membuat prihatin banyak pihak. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa kekerasan bukanlah solusi untuk mengajak Ahmadiyah kembali ke jalan yang benar.

Ia menyatakan masih ada jalan atau solusi terbaik untuk mengajak mereka kembali ke ajaran Islam ahlussunnah, yakni dengan berdialog. "Saya dari NU, siap berdiskusi, berdialog dengan Ahmadiyah. Tapi diskusi yang obyektif, bukan dengan mencaci maki atau melecehkan," ujar pria yang akrab disapa Kang Said ini kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Sabtu 22 Januari 2011.

Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam

Kang Said yakin bahwa dengan diskusi yang obyektif, Ahmadiyah bisa menerima dengan baik ajakan untuk kembali ke ajaran Islam ahlussunnah. "Insya Allah kalau nanti hasilnya separuh dari kelompok Ahmadiyah kembali ke ahlussunah, ya alhamdulillah. Saya tidak menarget seratus persen kembali ke ahlussunnah," tambah pria kelahiran Cirebon ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagai contoh, ia menceritakan bahwa sebelumnya telah pada 9 November 2007 berhasil membuat Nabi Mushaddeq bertaubat dari pengakuannya sebagai seorang nabi. "Dalam dialog nanti saya ingin dengar terlebih dulu Islam seperti apa pemahaman Islam mereka. Setelah itu barulah berdiskusi. Saya akan menghargai pendapat mereka," tambah Kang Said.

Kekerasan yang dilakukan terhadap Ahmadiyah -menurut Kang Said- justru akan membuat Ahmadiyah menjauh dari Islam. "Kalau orang (Ahmadiyah, red) dicaci maki, apalagi sampai dikerasi, dipukuli, dibunuh, diusir, rumahnya dirusak, justru akan semakin fanatik dan menjauh dari kita," tegas Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 bakal terlaksana dengan syiar keislaman dan kebangsaan.

Selain dipadati ribuan pengunjung, sejumlah pameran dan pagelaran kesenian juga turut digelar.Menjelang puncak acara, kirab budaya dan panji-panji NU akan menyemarakkan Kota Cirebon, Kamis (12/9).

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kirab Budaya dan Panji-Panji NU Turut Meriahkan Acara

Kirab budaya rencananya akan menampilkan budaya dan kesenian khas Cirebon dan sekitarnya. Kota persemayaan Sunan Gunung Jati ini dinilai sebagai contoh yang baik bagi proses akulturasi Islam di Indonesia. “Panitia baik yang dipusat maupun daerah sudah siap,” kata Ketua Seksi Acara Andi Najmi Fuadi, Selasa (11/9), di Jakarta.

Secara bersamaan kirab panji-panji NU juga akan memenuhi jalanan menuju lokasi acara. Dalam kirab ini panitia melibatkan lembaga, lajnah, dan badan otonom, seperti GP Ansor NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, IPS Pagar Nusa, Pergunu, ISNU, Fatayat NU, Sarbumusi, dan lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Andi berharap seluruh rangkaian acara yang telah direncanakan akan berlangsung dengan lancar. Sejumlah area khusus di luar ruang Munas dan Konbes telah disiapkan untuk kegiatan kesenian, diskusi publik, pameran, dan bazar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama acara berlangsung, 14-17 September nanti, beberapa pameran dan bazar akan diikuti para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lingkungan Nahdliyin, pelajar dan sekolah NU, termasuk dari pondok pesantren. 

Sementara itu panggung terbuka yang disediakan panitia diperuntukkan bagi sejumlah kreasi seni, termasuk kesenian wayang kulit. Wayang dipilih untuk mengingatkan kembali pola dakwah era Wali Songo.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth PonPes, Pendidikan, Nahdlatul VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 23 Desember 2017

Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta

Rabu (20/6) sore kemarin beberapa orang berkumpul di Pantai Parang Kusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan observasi Hilal bulan Sya’ban 1433 H. Mereka terdiri dari beberapa elemen masyarakat, di antaranya Lajnah Falakiyah PWNU DIY, Rukyatul Hilal Indonesia (RHI), Kemenag Provinsi DIY, Mahasiswa Fakultas Agama Islam UII Yogyakarta, dan Jogja Astronomy Club (JAC).

Persiapan observasi Hilal dimulai sejak pukul 16:45 WIB dengan menggunakan alat-alat pendukung seperti teleskop, teodolit, gawang lokasi, laptop ber-software Starrynight Pro Plus 6, kamera DSLR, dan lain-lain. 

Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Hilal Muda dari Yogyakarta

Data hisab pada Rabu (20/6/2012), 29 Rajab 1433 H, dengan lokasi Parangkusumo Yogyakarta, menunjukkan Matahari terbenam pada pukul 17:31 WIB dengan azimuth Matahari 293d 33m dan Hilal terletak di azimuth 291d 58m dengan ketinggian 7d 42m, dan Hilal akan terbenam pada pukul 18:09 WIB. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meskipun selama 30 menit lebih dilakukan pengamatan, tetapi para peru’yah (observers Hilal) tidak ada yang berhasil melihat Hilal. Hal ini disebabkan oleh mendung tebal yang menyelimuti ufuk Barat, bahkan akibat mendung ini Matahari terbenam pun tidak dapat dilihat. 

Kegiatan observasi Hilal ini sendiri memang sangat bergantung pada kondisi atmosfer lokal, dalam artian cuaca setempat cukup mempengaruhi berhasil atau tidaknya Hilal untuk dapat diru’yah. Jika di ufuk barat langitnya cerah dan bebas dari gumpalan awan (syafaq) maka akan mendukung keberhasilan pengamatan, namun jika yang terjadi adalah sebaliknya maka akan mengganggu pengamatan. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil dari pengamatan Hilal ini jika dilaksanakan terus menerus dalam jangka waktu yang lama, maka akan sangat membantu dalam pengumpulan database visibilitas Hilal. Dengan demikian, perkembangan ilmu hisab pun dengan sendirinya akan turut berkembang, karena pada prinsipnya formulasi-formulasi di dalam ilmu hisab itu dibangun dari data hasil pengamatan dalam jangka waktu ratusan tahun yang kemudian diolah secara saintifik (ilmiah). Oleh karena itu, ru’yah harus tetap dilaksanakan dalam segala macam cuaca dan keadaan.

Setelah tidak berhasil melihat Hilal, teleskop pun kemudian diarahkan ke arah benda langit yang tampak pada saat itu, yaitu planet Saturnus. Hal ini dilakukan untuk memberi pembelajaran kepada peserta ru’yah bahwa kegiatan ru’yah itu juga memiliki dimensi pembelajaran sains.

Jika gagal dalam melihat Hilal, bukan berarti kemudian sia-sia dan tidak mendapatkan apa-apa, namun ada aspek lain yang bisa diperoleh, misalnya bisa digunakan untuk mencocokkan akurasi hasil hisab (perhitungan) terbenamnya Matahari dengan fakta di lapangan, melihat fenomena alam lain selain Bulan dan Matahari seperti planet-planet atau bintang-bintang, dan masih banyak lagi.

Kegiatan observasi diakhiri pada pukul 18:20 WIB dengan terlebih dahulu melakukan doa bersama atas wafatnya salah seorang ahli falak terkemuka Indonesia, yaitu KH. Noor Ahmad, SS dari Jepara.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Haryono

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Tokoh, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) larut dalam dzikir bersama yang digelar rutin tiap malam Jumat Legi di Masjid Gede Kauman Yogyakarta yang terletak di sebelah barat kompleks Alun-alun Utara Kraton, pada Kamis malam (7/11).

Majelis dzikir yang dikomandoni Gusti KGPH Joyokusumo (adik Sultan HB X) ini merupakan maejlis doa bersama seluruh elemen warga untuk kedamaian Yogya dan Indonesia.

Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir Bersama, Upaya Kraton Yogya Jaga Kedamaian

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Jamiludin yang hadir pada kesempatan itu menilai, dzikir bersama rutin itu menjadi acara penting Kraton Ngayogyokarto untuk melestarikan tradisi dzikir bersama. “Ini merupakan cara khas kraton untuk menjaga kedamaian warganya,” katanya

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jamiludin menambahkan, dzikir bersama merupakan dakwah yang sangat efektif, karena melibatkan banyak sekali jamaah majelis talim di Yogyakarta. Bukan saja warga NU, semua kalangan diundang untuk doa bersama.

Maejlis ini dimulai dengan khataman Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan mujahadah dan wiridan. Dalam kesempatan ini, hadir Rais Syuriah PWNU DIY, KH Asyhari Abta, yang kemudian didaulat untuk memimpin doa. Hadir pula Wakil Ketua PWNU DIY H. Harsoyo. (Muyassaroh Hafidzoh/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Hentikan Eksploitasi NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keresahan warga nahdliyyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama) atas polemik politik yang seakan semakin tak terkendali belakangan ini tampaknya tak bisa disembunyikan lagi. Ketua Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj pun turut komentar. Ia meminta, eksploitasi terhadap NU segera dihentikan dan berharap agar para kiai yang terlibat dalam konflik segera bersatu kembali.

“Saya berharap para kiai berekonsiliasi (islah),” kata Kang Said, demikian panggilan akrab KH Said Aqil Siradj, saat berbicara pada acara halal bi halal yang digelar Pengurus Pusat Muslimat NU di Hotel Bumikarsa, Jakarta, belum lama ini.

Hentikan Eksploitasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentikan Eksploitasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentikan Eksploitasi NU

Kiai Said juga berharap agar perbedaan pilihan politik tidak sampai mengabaikan komunikasi dan saling memahami antara satu dan lainnya. “Bolehlah pilihan politik berbeda, tapi kita kan tetap NU. Tetap Ahlussunah, jadi harus menjaga ukhuwah dan persaudaraan,” tuturnya.

Jika memang perbedaan mekanisme perjuangan itu tidak bisa dihindari, Kang Said berharap semua elemen NU tetap bisa menjadi team work yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya akan tetap menghormati kebebasan masing-masing individu untuk melakukan afiliasi politik. Termasuk sikap politik para anggota Muslimat NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tidak harus sama dengan saya, itu merupakan bagian dari perwujudan freedom of expression,” katanya.

Khofifah menolak jika dirinya dikait-kaitkan dengan keberadaan kendaraan politik baru, PKNU. Dia berharap supaya eksistensi PKNU itu dapat dijadikan sebagai bahan refleksi bersama di internal NU untuk menciptakan rekonsolidasi kadernya guna membangun NU ke depan. Karena itu, Khofifah berharap NU bisa memosisikan diri sebagai pengayom yang baik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang perlu dilakukan partai-partai berbasis NU itu adalah memperhatikan kebutuhan peningkatan pelayanan umat. “Jangan sampai umat dijadikan sasaran eksploitasi dan kooptasi dalam politik praktis, tapi bagaimana umat bisa mendapatkan akses dan manfaat dari semua itu,” tegasnya.

Selain halal bi halal, dalam kesempatan itu ditandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Bringin Life Syariah terkait program asuransi jiwa melalui kartu tanda anggota Muslimat NU. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Bojonegoro, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai upaya menciptakan kader yang mapan ekonomi, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam melalui kajian rutin "Obrolan Bareng Ansor (Obor)" menggelar diskusi dan pelatihan wirausaha budidaya Kroto.

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gayam Latih Kader Wirausaha Budidaya Kroto

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Diniyah Roudlotul Mubtadiin Desa Brabowan kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (2/10).

Arifin, pegiat budidaya kroto di Bojonegoro, saat menjadi pemateri menyampaikan, banyak orang bingung untuk memilih bisnis apa yang relevan untuk dijalankan, karena kebanyakan lemah di pemasaran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, bisnis kroto bisa menjadi alternatif karena tidak membutuhkan banyak biaya, hanya menyediakan bibit semut rangrang sekira 30 toples dan pembuatan rak untuk beternak. "Bisnis ini cukup prospek, karena mulai dari pembibitan pun sudah ada asosiasi yang menyediakan masyarakat yang membutuhkan," paparnya.

Di sisi lain, akan ada pembinaan pula kepada pelaku yang menjalankan budidaya ini. Sebab ikatan pelaku usaha ini tergolong sangat kuat. "Termasuk pemasaranya sudah siap, berapapun yang dipanen akan ada pembeli yang menampungnya, harganya pun tergolong tinggi karena sekilogram kroto bisa sampai Rp. 300 ribu," lanjut pria alumni kampus IKIP PGRI Bojonegoro itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Arifin juga mengajak para kader Ansor untuk meninjau langsung usaha tersebut di sekolah alam miliknya. "Di sana ada ternak kroto, usaha budidaya jamur dan lainya," terangnya.

Sementara itu Koordinator Kajian Obor, Imam Hambali menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan setiap bulan. Karena menurutnya, kader Ansor saat ini sudah saatnya melek ekonomi. "Supaya? tercipta juga mental wirausaha bagi kader pemuda Nahdiyin," ucapnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Cabang GP Ansor Bojonegoro Faizin, perwakilan madrasah diniyah di Kecamatan Gayam, dan sejumlah tamu undangan lainya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Ulama, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 07 Desember 2017

Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan

Demak,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai upaya meningkatkan ketrampilan dan permberdayaan anggota, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) menyelenggarakan pelatihan ketrampilan membuat minuman kesehatan. Pelatihan pembuatan minuman kesehatan berupa Jahe Instant itu dilaksanakan di Ranting Fatayat Blerong, Kecamatan Guntur, dengan 50 peserta utusan dari 20 ranting se-kecamatan setempat, Ahad ( 2/11).

Instruktur pelatihan yang juga pengurus PAC Guntur Bidang Pendidikan dan Pengkaderan, Thuba Fitrina kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth mengatakan, pelatihan dilaksanakan untuk memberikan motivasi dan ketrampilan pada anggota dalam berkarya guna peningkatan kesejahteraan guna membantu ekonomi keluarganya.

Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Guntur Belajar Memproduksi Minuman Kesehatan

“Tujuan kami memberikan pelatihan ketrampilan pada anggota membuat minuman kesehatan Jahe Instant ini selain menambah wawasan juga sebagai motivasi bagi anggota agar mereka mampu mendukung ekonomi keluarga,” tutur Thuba

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Putri Ketua Lajnah Falakiyah PBNU ini menambahkan, pelatihan semacam ini akan dikembangkan sesuai program dari PAC Fatayat NU Guntur yang telah memiliki Kelompok Usaha Bersama (KUB) Yasmin yang menurut rencana akan dikembangkan ke Ranting-ranting se- Kecamatan Guntur.

“Fatayat NU sudah memliki KUB, kami menginginkan one ranting one product. Dari pelatihan tadi Ranting Sidokumpul yang sudah siap memproduksi Jahe Instant, warga NU harus mencoba minuman asli buatan Fatayat untuk meningkatkan kesehatannya,” tambahnya. (A. Shiddiq Sugiarto/Mahbib Khoiron)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Habib, Pendidikan, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 30 November 2017

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur melakukan aksi solidaritas berupa penggalangan dana untuk korban bencana banjir dan longsor yang kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia, Sabtu hingga Senin (1-3/2).

?

Dalam penggalangan dana ini, puluhan aktivis tersebut melakukan aksi solidaritasnya dari pagi hingga sore hari di traffic light simpang empat Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Mereka memintai sumbangan kepada setiap kendaraan yang berhenti di traffic light itu.

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII STAI Zaha Genggong Galang Dana untuk Korban Bencana

?

Mukhtar selaku Korlap aksi solidaritas kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Senin (3/2) mengaku bahwa tidak semua pengendara yang mengulurkan tangannya. Dari sekian pengendara, hanya sekitar 50 % saja yang mengulurkan bantuan.

?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

”Aksi ini kami lakukan untuk saudara kita yang tertimpa musibah baik di Jombang maupun daerah lainnya di Indonesia. Khusus untuk daerah Jombang, nanti hasil dana yang kami peroleh langsung akan disalurkan melalui PMII Cabang Jombang,” ungkapnya.

?

Diakui Mukhtar, aksi solidaritas untuk pengumpulan dana ini akan terus dilakukan sesuai kesepakatan para anggota PMII STAI Zaha Genggong. “Penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur para mahasiswa meskipun hanya dengan hitungan nominal rendah. Dengan cara begini kami ingin supaya masyarakat di Kabupaten Probolinggo mempunyai rasa peduli terhadap sesama yang sedang menjadi korban bencana,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Doa, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul

Tunisia, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia di Tunisia mengunjungi makam dua sahabat Rasulullah SAW. Sejumlah sepuluh dari mereka ialah mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang menempuh program bahasa di Universitas Zitouna. Ziarah ini digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia.

Ketua mahasiswa STAINU di Tunisia, Izzul Madid menyatakan pentingnya acara ziarah semacam ini.

Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul

“Selain mendapat pengalaman baru dan wawasan, kita juga dapat menemukan insiprasi atau keteladanan dari para sahabat. Perjuangan mereka yang mau datang jauh dari Hijaz ke Afrika Utara untuk penyebaran agama Islam, perlu kita teladani,” tutur Madid. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mereka mengunjungi makam sahabat Abu Zam’a al Balawi terletak di kota Kairouan sekitar 156 km dari Tunis, Sabtu-Ahad (15-16/3). Sementara makam Abu Lubabah al Anshari berlokasi di kota Gabes, 404 km dari Tunis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dua makam sahabat ini menjadi situs wisata ziarah terpenting di Tunisia saat ini. Makam Abu Zam’a al-Balawi sering menjadi pusat acara hari besar keagamaan. Sedangkan di makam Abu Lubabah al-Anshari, biasa diadakan festival seni kaum sufi internasional yang lazim digelar setiap bulan ramadhan.

Abu Zam’a al-Balawi seorang sahabat yang hadir dalam perjanjian Hudaibiyah serta mengikuti beberapa peperangan bersama Rasulullah saw. Ia juga pernah menjadi tukang cukur rambut Rasulullah SAW. Ketika turut serta dalam penyebaran Islam ke Afrika Utara, ia membawa beberapa helai rambut Rasulullah.

Sedangkan  Abu Lubabah al-Anshari adalah sahabat asal Madinah. Ia masuk Islam sejak sebelum hijrah. Ketika Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, Abu Lubabah termasuk salah seorang warga Madinah yang turut menyambut kedatangan Rasulullah.

Selain berziarah ke dua makam sahabat, mereka juga berziarah ke makam mantan presiden Tunisia Habib Borguiba di kota Monastir, Masjid Uqbah bin Nafi di kota Kairouan, serta situs wisata sahara di kota Matmata, Tunisia Selatan. (Dede Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 24 November 2017

Selamat Jalan, Guru Keteguhan

Oleh Lalu Aksar Anshori 



Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggalkan dini hari tadi, guru kita almukarram TGH Lalu Khairi Adnan (Rois Suriyah PWNU NTB; Pengasuh Pondok Pesantren Attamimi Brangsak Praya). Kita kehilangan seorang guru yang teguh dalam sikap, seorang ahli fiqih dan mumpuni dalam ilmu alat (nahwu sarf). 

Almarhum juga adalah juga adalah murid TGH Shaleh Hambali yang tergolong paling muda dibanding murid-murid senior seperti TGH Mansur Abbas, TGH L Turmudzi Badaruddin, TGH Asyari Hasbullah, TGH Izzuddin, TGH L Ahmad Munir dan masih banyak lagi. Karena merasa lebih yunior dan sempat belajar pada murid-murid senior, almarhum juga gemar berziarah ke makam TGH Shaleh Hambali, TGH L Muhammad Faishal dan murid-murid senior seperti TGH Asyari Hasbullah Masbagik. Beberapa kali almarhum sampaikan informasi kepada saya tentang aktivitasnya ziarah makam tersebut. 

Selamat Jalan, Guru Keteguhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat Jalan, Guru Keteguhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat Jalan, Guru Keteguhan

Satu pelajaran penting dari almarhum adalah ketakzimannya kepada guru. Sebenarnya almarhum tidak berniat mendirikan pondok pesantren, meskipun di seputaran kediaman beliau banyak sekali bangunan "pondok-pondok" (kos-kosan santri) dari bambu atau batubata permanen yang dibangun sendiri oleh orang tua santri yang menitipkan anak-anaknya nyantri sambil sekolah di SMA, MAN atau MTs. Oleh orang tua santri, pondok-pondok tersebut diwariskan kepada anak-anaknyanya yang sudah lulus diganti adiknya begitu seterusnya. Sangat partisipatif dan tidak formal. Almarhum mengajar santrinya juga di berugaq atau mesjid. 

Sementara almarhum sendiri waktu masih tetap mengabdikan diri pada TGH L Muhammad Faishal (Ponpes Manhalul Ulum Praya; Rois Suriyah NU NTB di masa itu). Kecuali guru memberikan perintah, barulah mungkin beliau akan mendirikan pondok pesantren. Padahal TGH L Muhammad Faishal sendiri selalu menyarankan kepada jamaah agar belajar nahwu sarf dan fiqh kepada almarhum, tapi tetap seja beliau tidak mau mendirikan pondok pesantren dan secara rutin membantu gurunya. Bahkan sewaktu almarhum menjadi Rois Suriyah PCNU Lombok Tengah, mentradisikan agar seluruh jamaah NU Lombok Tengah melaksanakan Halal Bi Halal di makam TGH L Muhammad Faishal setiap tanggal 2 Syawal. Itu berlangsung sampai sekarang, bahkan karena semakin ramai pelaksanaannya dipusatkan di pondok pesantren Manhalul Ulum Praya.  Itulah bentuk ketakdziman almarhum.

Beliau juga gemar sekali berdiskusi dan berdebat tentang pendapat-pendapat fiqh dengan siapa saja meskipun orang tersebut jauh lebih muda, bahkan beliau seringkali menelpon anak-anak muda seperti Dr H Masnun Tahir (WR 1 UIN Mataram), Dr Jumarim dan saya (walaupun saya hanya menjadi pendengar setia, tapi kadang menjadi pihak yang mengajukan kasus-kasus). Bahkan suatu hari beliau sedang sakit parah dan tidak mungkin bisa duduk lama, tapi karena perdebatan sangat menarik sampai-sampai kami tidak dikasih pulang hingga larut malam dan beliau tidak menyadari penyakitnya yang parah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sepengetahuan saya, beliau juga menjalin pertemanan yang akrab dengan Dr TGB Zainul Madjdi (Gubernur NTB), beberapa kali TGB berkunjung ke kediaman almarhum dan bebepa kali almarhum juga diundang oleh TGB. Terakhir saat penyakit almarhum semakin parah sampai harus dirawat lama di RS Harapan Keluarga, TGB sering menanyakan perkembangan penyakit dan dimana Almarhum dirawat.

Dalam setiap Munas Alim Ulama NU dan Muktamar NU, almarhum selalu tampil dalam pembahasan Bahtsul Masail terhadap permasalahan kekinian yang sangat berat. Beliau tampak mengemukakan pendapatnya dengan hati-hati dan santun tetapi beliau sering tampak berdebat sengit. Dari sisi ini, beliau seolah seperti almarhum TGH L Muhammad Faishal yang gemar berdiskusi bahkan sampai-sampai Almarhum TGH L Muhammad Faishal harus berdebat berdua saja dengan Gus Dur hingga pagi. 

Murid-murid almarhum tidak hanya di kalangan santri yang sedang belajar di SMA, MTs dan MAN. Selain memiliki jadwal-jadwal pengajian meneruskan jadwal almarhum gurunya di beberapa desa lintas kecamatan dan lintas kabupaten, beliau juga memberikan pengajian dengan jadwal khusus dan tertutup kepada guru-guru agama, guru-guru MTs dan MAN, pegawai dan ustadz yang ingin memperdalam ilmu nahwu sarf dan fiqih. Disebut tertutup karena beliau tidak membolehkan santri-santrinya masuk ke tempat pengajian khusus ini. Beliau sangat menjaga perasaan murid-murid senior ini yang sedang belajar khusus, apalagi jika nantinya para santri mengetahui kalau santri-santri senior ini adalah gurunya di sekolah atau madrasah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saya termasuk yang sempat "nyantri" pada almarhum, pada setiap libur panjang di kampus selama 2 bulan. Walaupun hanya 2 kali libur panjang, pelajaran yang diberikan almarhum kepada saya sangat berbekas untuk diri saya sendiri.

Semasa menjadi santri pada TGH Shaleh Hambali di Perguruan Darul Quran Bengkel, almarhum tergolong sangat cerdas. Beliau hanya menempuh sekitar 3 tahun saja sampai-sampai gurunya meminta agar almarhum meneruskan pelajarannya ke Tebuireng Jombang, karena sang guru sudah merasa cukup memberikannya ilmu. Perintah gurunya pun dituruti, beliau melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Hanya 1 tahun saja beliau di Jombang karena apa yang diajarkan sudah didapatkan semua pada almagfurullah TGH Shaleh Hambali gurunya di Bengkel. Oleh gurunya di Tebuireng Jombang beliau diminta pulang saja dan kembali belajar pada TGH Shaleh Hambali karena apa yang diajarkan di Tebuireng Jombang semuanya sudah diperoleh pada TGH Shaleh Hambali. Akhirnya beliau kembali lagi ke Darul Quran Bengkel.

Masih banyak cerita tentang almarhum, apalagi pada saat dipanggil-Nya almarhum sedang mengemban amanah untuk periode kedua sebagai Rois Suriyah PWNU NTB. almarhum memilih tidak aktif pada periode kedua ini dan lebih banyak waktu untuk kegiatan-kegiatan pengajian serta untuk mengobati penyakitnya yang sudah lama dan semakin parah. 

Selamat jalan guruku. Guruku dalam keteguhan pendirian prinsip, guruku karena prinsip-prinsipnya menjauhkan diri dari politik dan kekuasaan yang glamour. Alfatihah…









Penulis adalah Ketua LTNNU NTB

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock