Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas

Depok, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Majelis Dzikir Hizb Jausyan diadakan rutin setiap dua bulan sekali di Masjid Kubah Emas kelurahan Maruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Majelis dzikir yang dipimpin salah seorang Syuriyah PCNU Depok KH Juned MHS menggelar kegiatan tersebut untuk kedua kalinya Sabtu malam 6 Febuari 2016.

Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Dzikir Hizb Jausyan di Masjid Kubah Emas

Dzikir bersama diisi dengan membaca surah Yasin, kemudian tahlilan, pembacaan kisah Maulid Nabi Muhammad SAW, serta Hizb Jausyan.

Menurut KH Juned MHS, dzikir bersama ini dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT agar jamaah dzikir diberi kemuliaan dunia dan akhirat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tak hanya itu, kata dia, di majelis dzikir tersebut mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa terlindungi dari segala bencana, baik bencana karena alam, krisis ekonomi maupun bencana yang diakibatkan karena ideologi radikal yang berniat menghancurkan NKRI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Majelis dzikir ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Dian Al Mahri Masjid Kubah Emas, Majelis Dzikir Hizb Jausan dan Himasal Depok Bogor (Alumni Santri Lirboyo). (Nuruddin Hidayat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Aswaja, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Perhelatan Konferensi Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Senin (25/12) berlangsung sukses.

Dalam ajang tersebut secara aklamasi sepakat menetapkan Qomaruzzaman sebagai Ketua PAC Ansor Kecamatan Pagerbarang terpilih masa bakti 2018-2020 menggantikan ketua sebelumnya Faizin.

Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Harus Bisa Teladani Sahabat Ansor Rasulullah

 

"Semoga ketua yang nanti terpilih menjadikan PAC GP Ansor Pagerbarang menjadi lebih baik ke depannya," ujar Ketua Konferensi Agung Biyantoro

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pagerbarang, Abdul Ghoni Alhafidz menyampaikan apresiasi dan memberikan semangat kepada Pemuda Ansor.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, para pemuda Ansor harus bisa meneladani sahabat Ansor yang dulu membantu dan mengawal Perjuangan Rasulullah SAW.

"Ansor yang sekarang adalah membantu dan mengawal perjuangan para ulama, mengawal NU dan mengawal NKRI.

NKRI jaya dan Pancasila Jaya," tandasnya

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor NU Kecamatan Pagerbarang demisioner Faizin mengungkapkan, pada masa kepemimpinannya banyak kegiatan yang yang dilaksanakan, meski masih banyak kekurangannya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Semoga kaderisasi ini berjalan dengan baik. Kepemimpinan baru di bawah komando Sahabat Qomaruzzaman bisa membawa lebih baik PAC GP Ansor di Kecamatan Pagerbarang ke depan," harapnya

Di sisi lain, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pagerbarang Kiai Muhtadi berharap kepada pengurus Ansor yang baru bisa memajukan Ansor dengan program ekonomi.

Konferensi dihadiri Camat Pagerbarang, Kapolsek Pagerbarang, Danramil Pagerbarang, Pengurus MWCNU dan Badan Otonom NU Kecamatan Pagerbarang. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 21 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Nusantara, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Anak-anak harus dikenalkan pada agama sedini mungkin. Sebab, jika terlambat akan sulit membina dan mengarahkan mereka menuju pribadi yang berakhlaq mulia.

Demikian dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberi sambutan dalam Pesta Lomba 2013 yang digelar Madrasah Ibtidaiyah (MI) ? Unggulan Nuris (full day school) di halaman SMP-SMA Nuris Jember, Ahad (12/5) kemarin.

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Menurut Kiai Muhyiddin, penanaman aqidah sedini mungkin dalam diri anak-anak, menjadi kunci atau dasar dari pembinaan selanjutnya. “Karena anak-anak itu apa yang dialami dan diterima itulah yang akanmembekas,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rais Syuriyah PCNU Jember itu menambahkan, saat ini kondisi pembinaan anak-anak cukup memprihatinkan. Betapa tidak, tidak jarang prilaku nakal anak-anak justru seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras dan sebagainya.

“Maka salah satu obatnya adalah ? menggiring mereka pada suasana yang agamis,” jelas Kai Muhyiddin sebelum membuka lomba secara resmi.

Pesta Lomba 2013 tersebut diikuti tak kurang dari seratus peserta dari seluruh TK-PAUD se-Kabupaten Jember. Adapun jenis lomba meliputi mewarnai kaligrafi, kolase, ? tahfidzul quran nasyid dan fashion show muslim.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua Panitia, Sayyidah, kelima jenis lomba itu memang dipilih untuk menanamkan kecintaan anak-anak, khususnya peserta lomba terhadap hal-hal yang bernuansa islami. “Missi lomba ini salah satunya adalah mengenalkan agama pada anak-anak,” ucapnya.

Juara umum dalam lomba tersebut diraih oleh TK BIna Anaprasa Nuris dengan menyabet empat juara, yaitu tahfidzul qur’an, fashion show muslim, mewarnai kaligrafi dan ? kolase. Sedangakn lomba Nasyid diraih anak dari ? PAUD Catleya 62 Antirogo.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Pengelolaan keuangan yang semakin maju dan kebutuhan masyarakat yang makin mendesak membuat prinsip wakaf mengubah orientasi dari wakaf barang-barang tak bergerak ke wakaf uang. Hal ini semata-mata bukan menafikan wakaf dalam bentuk barang tetap dan tidak bergerak, melainkan mengupayakan berbagai potensi wakaf dari para wakif yang tidak memiliki barang bergerak.

Dengan menggandeng lembaga penjamin simpanan (LPS) penerima wakaf uang (PWU), Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga NU lewat pemberdayaan wakaf uang. Berikut ini adalah wawancara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan Ketua Pimpinan Pusat LWPNU H Mardini di kantornya, Gedung PBNU Jakarta lantai 6 terkait Gerakan Wakaf Uang Sejuta Nahdliyin (Gerwaku Sena) yang telah diluncurkan awal Februari lalu.

Bisa dijelaskan sedikit tentang wakaf uang Pak?

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Kesejahteraan Umat Lewat Wakaf Uang

Wakaf uang merupakan ijtihad, dimana masyarakat yang tidak mempunyai harta tidak bergerak tetap bisa mewakafkan hartanya berupa uang. Wakaf uang sudah melalui kajian fiqih serta juga telah diatur dalam peraturan pemerintah tentang wakaf uang.

Apakah alasan paling mendasar untuk meluncurkan Gerwaku Sena?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begini, menurut data yang kami terima, jumlah nahdliyin itu mencapai 80 juta orang. Jika satu juta saja yang rutin setiap bulan mewakafkan uangnya, tidak usah banyak-banyak, 10 ribu rupiah saja, kita sudah bisa menghitung uang yang terkumpul berapa. Melalui surat resminya, PBNU juga menginstruksikan kepada nahdliyin dan seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk setiap bulan mewakafkan uangnya, yakni 10 ribu rupiah per bulan.

Lalu, pengelolaan wakaf uang ini seperti apa?

Jadi, kami sudah menggandengan Bank pemerintah yaitu Bank BTN Syariah dan Nadzir profesional, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Penerima Wakaf Uang (PWU). Uang yang terkumpul di kita, langsung dikelola oleh mereka. Jadi uang tersebut utuh, langgeng, dan tidak akan hilang. Hasil pemanfaatan wakaf uang oleh Nadzir diserahkan ke kita untuk kemudian digunakan untuk membantu warga nahdliyin. Jadi, dengan wakaf 10 ribu rupiah, kita sudah bisa membantu orang lain.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimanakah masyarakat bisa menyalurkan wakaf uang tersebut?

Masyarakat cukup mengirim uang wakaf melalui nomor rekening yang sudah kami sediakan di nomor rekening: 734 114 1926 Bank BTN KCP Syariah Menara BTN a.n. Lembaga Wakaf nahdlatul Ulama. Adapun setoran minimal 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan nilai maksimalnya tidak terbatas. Kami juga melayani korespondensi di Call Center: 0818716943 dan 081219460716.

Kemudian, bagaimana memberikan pemahaman atau mungkin mengubah pola pikir masyarakat terkait wakaf ini?

Ya, kami berusaha meyakinkan bahwa wakaf tidak harus berupa barang atau benda tidak bergerak seperti tanah misalnya. Berangkat dari prinspinya, justru wakaf bisa berupa pengabdian, jiwa maupun raga. Sebab itu, kami ingin menyampaikan, hanya dengan 10 ribu rupiah, warga NU sudah bisa berwakaf. Hal ini akan luar biasa jika terkumpul dari nahdliyin yang jumlahnya mencapai puluhan juta jiwa itu. Uang wakaf ini utuh, tidak akan berkurang maupun bertambah, jadi tetap. Justru wakaf uang menjadi produktif dan berkembang karena dikelola. Hasil keuntungan pengelolaan ini yang akan digunakan untuk menyejahterakan nahdliyin dan masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini sama seperti pengelolaan wakaf tanah, dimana di dalam tanah tersebut dibangun berbagai bangunan yang bermanfaat bagi umat. Saya ambil contoh Menara Petronas di Malaysia. Menara tersebut dibangun di atas tanah wakaf. Sekarang dimanfaatkan untuk mendirikan berbagai bangunan yang itu menghasilkan keuntungan masyarakat secara umum. Hal serupa juga bisa dilakukan dengan wakaf uang.

Namun demikian, perlu saya tegaskan, wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Wakaf uang berbeda dengan wakaf melalui uang. Gerakan wakaf uang ini merupakan wakaf berupa uang yang dikelola secara produktif dan hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Sementara sejumlah uang yang diwakafkan tidak akan berkurang.

Sementara wakaf melalui uang, adalah wakaf barang yang penyerahannya dalam bentuk uang guna pembelian barang sehingga uang yang diwakafkan habis terpakai.

Apa langkah-langkah LWPNU untuk memaksimalkan Gerwaku Sena ini?

Langkah awal tentu sosialisasi kepada masyarakat. Kami harap melalui sosialisasi ini, para pengurus NU di berbagai tingkatan juga ikut memberikan hal serupa agar gerakan yang bertujuan menyejahterakan umat ini bisa berjalan dengan maksimal. Tentu hal ini juga berangkat dari instruksi PBNU bahwa seluruh pengurus NU di berbagai daerah agar ikur menyosialisasikan dan mengajak masyarakat dan warga NU untuk menyalurkan wakaf uang ke LWPNU.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Pemurnian Aqidah, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

Tuban, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah sukses dengan kegiatan doa bersama yang melibatkan 3000 pelajar dan pelatihan yang diikuti perwakilan peserta dari 13 kecamatan di Tuban, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggelar puncak acara hari lahir IPNU-IPPNU dengan Jambore Pelajar dan Santri.

Kegiatan yang dihelat 22-24 April 2016 di Mangrove Center Kecamatan Jenu, Tuban, ini diikuti oleh 250 pelajar dan santri di kabupaten setempat. Para kader muda NU tersebut bersaing secara sehat di 10 cabang perlombaan, antara lain Voli Bersarung, Menyanyikan Mars IPNU-IPPNU, Pelajar Cerdas, Duta Pelajar NU, Duta Terfavorit, Stand Up Comedy, Yel-Yel, Masak, Tapak Kemah, dan Kekompakan.

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

“Jambore kali ini lebih fresh karena diadakan stand up comedy juga. Ternyata rekan-rekanita IPNU-IPPNU juga jago dalam open mic dan bisa membuat orang lain tertawa lepas dengan guyonannya,” ungkap Falahuddin, ketua PC IPNU Tuban.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 250 peserta ikut dalam jambore bertema “Cetak Jiwa Kader Militansi Ummah, Menuju Pelajar Pembaharu yang Religius” itu dan terbagi dalam 12 kelompok IPNU dan 13 kelompok IPPNU yang merupakan delegasi dari 12 kecamatan, yaitu Merakurak, Bangilan, Plumpang, Tuban kota, Montong, Kerek, Rengel, Widang, Grabagan, Soko, Palang, dan Semanding.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncak Harlah IPNU-IPPNU ini juga melibatkan 14.697 pengguna akun media sosial facebook yang berpartisipasi dalam pemilihan duta pelajar terfavorit. “Pemilihan duta pelajar terfavorit kita laksanakan via FB, dan ternyata terjadi peningkatan animo masyarakat yang cukup besar dalam pemilihan duta terfavorit. Tahun lalu jumlah like hanya sekitar 5940, sekarang sampai melebihi 14.500 like,” ungkap Falahuddin.

 

Setelah menggelar berbagai cabang perlombaan yang dikemas dalam perkemahan selama 3 hari, PAC Montong menyabet predikat juara umum karena mendapatkan juara 1 di 5 cabang perlombaan.

“Jambore ini bukan ajang untuk menang-menangan, tapi ini ajang silaturahim antar-PAC agar lebih saling mengenal dan mampu membangun IPNU-IPPNU Tuban semakin solid,” kata Falahuddin.

Ia berharap kelak seluruh PAC IPNU-IPPNU dan para peserta bisa melanjutkan tonggak estafet IPNU-IPPNU di Tuban. “Selamat bagi para pemenang dan bagi yang belum menang jangan rendah diri. Tetaplah semangat dalam belajar, berjuang, dan bertaqwa,” tambahnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari

Mataram VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren NU Nural Iman Sekarbele Kota Mataram mengagendakan buka puasa bersama dengan para santri selama Ramadhan. Kegiatan rutin ini kemudian dilanjutkan dengan tarawih berjamaah dan tadarusan.

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren NU Nurul Iman Siapkan Buka Bersama Setiap Hari

“Habis buka bersama juga sampai Tarawih dan Tadarusan juga,” kata Hirlan Al-Ony, salah seorang pengajar pesantren setempat di jalan Swasembada nomor 122 Kekalel, Sekarbele, Kota Mataram, Kamis (2/7).

"Semua santriwan-santriwati termasuk para ustadz ikut dalam agenda rutin selama Ramadhan," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut mantan aktivis PMII IKIP Mataram ini, ceramah dalam setiap agenda ini diisi secara bergantian oleh beberapa penceramah setempat.

"Kadang-kadang ceramah diisi oleh kepala sekolah ustadz Fathi Abai.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren NU Nurul Iman Sekarbele kota Mataram ini dibina Hj Wartiah yang kini diamanahkan sebagai Ketua Fatayat NU NTB. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman Raya dan Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman bekerja sama untuk mempromosikan demokrasi Nusantara di salah satu negara besar di Eropa itu.

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Muhammadiyah Promosikan Demokrasi Nusantara di Jerman

"Keberadaan kami di Jerman ini harus jadi momentum untuk sama-sama menyuarakan Islam Indonesia yaitu Islam Nusantara yang berkemajuan di kancah dunia," kata Ketua PCIM Ridho Al Hamdi lewat keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ridho mengatakan Muhammadiyah dan NU di masa kini sudah bukan saatnya untuk mempersoalkan pertentangan internal karena tantangan eksternal semakin kompleks.

"Kita lelah kalau ribut intern yang tidak ada ujung pangkalnya," kata kandidat doktor ilmu politik di TU Dortmund University ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ridho mengatakan saat ini adalah momentum yang baik bagi Muhammadiyah dan NU untuk sama-sama bermain cantik di kancah internasional melalui Jerman di saat Timur Tengah terkena badai konflik dan politik yang tidak stabil.

"Siapa yang tidak tahu Jerman, negara yang kuat dan mapan secara politik, ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Di sini pula ada sumber teknologi, sains, kedokteran, kesehatan bahkan filsafat dan seni juga kuat. Jadi, tentu PCIM dan PCINU di Jerman punya nilai lebih dan nilai stategis di tingkat dunia," kata dia.

Senada, Ketua PCINU Jerman Zacky Khairul Umam mengatakan Muhammadiyah dan NU harus mengambil momentum strategis bahwa Islam dan demokrasi dapat bersatu di tengah situasi politik di kawasan Timur Tengah sedang kacau balau. Hal ini dibuktikan dari posisi Indonesia yang dapat menyelaraskan Islam dengan demokrasi.

PCIM Jerman Raya dan PCINU Jerman ke depannya akan memperkuat kerja sama dua organisasi Islam terbesar Indonesia tersebut, dengan fokus merespon isu Islamophobia di Eropa.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Beberapa hal bisa dilakukan dengan seminar, konferensi pers ke media Jerman dan atau pelatihan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Ubudiyah, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan tahun 2016 mempunyai capaian target yang dikategorisasi menjadi penelitian dan pengembangan. 

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Unit Kerja Kelitbangan di Lingkungan Badan Litbang dan Diklat

Adapun kegiatan Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan yang ditargetkan jumlah penelitian sebanyak 29 laporan dalam tahun 2016 tercapai 100%, dan terdistribusi pada 4 (empat) unit kerja kelitbangan di lingkungan Badan Litbang dan Diklat.

Penelitian pada Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan menghasilkan Penelitian Best Practice Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Penelitian Indek Pendidikan Agama di SMA, Penelitian Jaringan Pendidikan di Pondok Pesantren, Penelitian Pendidikan Keagamaan Non Formal Berbasis Komunitas, Penelitian Raudlatul Athfal (RA) Unggulan. 

Berikutnya adalah Penelitian Evaluasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI di Sekolah dan Madrasah, Penelitian Evaluasi Program Beasiswa Pendidikan Santri Berprestasi (PBSB) di Lingkungan Kementerian Agama, Penelitian Pemanfaatan Bantuan Pendidikan Agama dan Keagamaan di Madrasah Aliyah, Penelitian Pengelolaan Guru Madrasah. 

Selain itu juga Penelitian Isu-Isu Aktual Pendidikan Agama dan Keagamaan, dan Penelitian Aktivitas Mahasiswa Indonesia di Cairo, Mesir (Dalam dan Luar Kampus). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara pada Balai Litbang Agama Jakarta terdapat Penelitian Kesiapan LPTK-PTKIN Dalam Menyiapkan Calon Pendidik Profesional di Bagian Barat Indonesia, Penelitian Model Pendidikan Agama Pada SMP Berbasis Pesantren, Penelitian Pengembangan Tipologi Madrasah Aliyah di Indonesia Bagian Barat (Studi Pengembangan MA Akademik dan Madrasah Keagamaan). 

Selanjutnya Penelitian Kebutuhan Pendidikan Keagamaan Islam Non Formal dan Informal, dan Penelitian Isu-isu Aktual Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan.

Penelitian pada Balai Litbang Agama Semarang menghasilkan Penelitian “Transmisi Ajaran Kelompok Keagamaan dalam Konstelasi Kebangsaan”, Penelitian "Indeks Kepuasan Guru Terhadap Kinerja Pengawas Madrasah di Jawa Tengah”, Penelitian “Indeks Pendidikan Multikultural Pada Sekolah Umum di Indonesia”, Penelitian “Pelaksanaan Model Pendidikan di Pondok Pesantren (Studi Pergeseran Pondok Pesantren Salafiyah menjadi Pondok Pesantren Modern di DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah)”. 

Kemudian Penelitian Insidental (Kasus), terdiri dari: Layanan Pendidikan Agama Bagi Siswa Minoritas Pada SMA/K di Kabupaten Gunung Kidul, dan Pendidikan Agama Dalam Kebinekaan Pada SMA Kristen 1 Salatiga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ada pun Penelitian pada Balai Litbang Agama Makasar meliputi Pemetaan Kapasitas Pesantren di Kalimantan Timur, Indeks Kualitas Madrasah Aliyah, Eksperimental Tentang Pembinaan Karakter, Sistem Pembelajaran Sekolah Islam Terpadu, Internalisasi Pendidikan Agama dalam Keluarga di Berbagai Komunitas (Pendidikan Agama Keluara Pengrajin). 

Selanjutnya Pespektif Kebijakan dan Problemalika Pendidikan Agama dan Keagamaan, Respon Warga Sekolah terhadap Radikalisme, Sinergisitas Kinerja Guru PAI dan Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pasa Sekolah Menegah Pertama, dan Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan (Kompetitf). (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Habib, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 27 Januari 2018

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga

Batang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Komisariat MA Sunan Kalijaga Bawang, Batang memiliki program unggulan razia HP. Mereka menyita HP teman-teman sendiri sebelum pelajaran dimulai. Telepon seluler ini dikembalikan ketika para pelajar MA Sunan Kalijaga keluar dari kelas selepas jam sekolah usai.

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

PK IPNU-IPPNU Razia HP Pelajar MA Sunan Kalijaga

Demikian disampaikan Sekjend PP IPNU H Muhammad Nahdhi saat mengunjungi PK MA Sunan Kalijaga Bawang, Batang, Senin (5/5). Dikemas dengan diskusi terbuka bertajuk “Curhat Bareng Sekjend”, mereka membahas tantangan dan permasalahan di PK IPNU-IPPNU setempat.

“Baru kali ini ada PK berani seperti kalian. Ini luar biasa,” kata Nahdhi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua PK IPNU MA Sunan Kalijaga Nurul Anam, kami menyita HP sebelum jam pelajaran dan mengembalikan lagi saat mereka keluar kelas. Dengan itu kami berharap mereka mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di kelas dengan konsentrasi penuh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tapi tantangannya tidak ringan. Kami sering dicemooh teman-teman sendiri karena razia itu,” ujar Anam dan Ketua PK IPPNU MA Sunan Kalijaga Mujariyah, menerangkan program yang sudah berlangsung lebih dari 3 tahun.

Program razia ini didukung Kepala MA Sunan Kalijaga Ahmad Munir Malik. Program itu harus tetap dilanjutkan oleh Pimpinan Komisariat. Munir juga meyakinkan kepada segenap kader untuk tetap semangat dan berani membuat program-program unggulan demi kemajuan pelajar.

Sedangkan Sekjend PP IPNU M Nahdhi juga memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Munir. Selaku kepala madrasah, ia berani mengambil sikap tegas dengan mengubah OSIS menjadi PK IPNU-IPPNU MA Sunan Kalijaga sejak beberapa tahun lalu.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Wakil Sekjend PP IPNU Slamet Tuharie dan Koordinator Keorganisasian PP IPNU Abdul Kadir. Mereka juga memberikan motivasi agar PK IPNU-IPPNU MA Sunan Kalijaga menjaga soliditas di kalangan internal pengurus, sehingga program-program yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar.

“Demikian tantangan untuk orang-orang yang ingin berbuat baik. Pesan saya, tetap semangat dan yakinkan kepada para siswa MA Sunan Kalijaga bahwa program razia HP dilakukan demi kebaikan mereka,” imbuh Slamet.

Di akhir pertemuan, Munir menyatakan rasa gembira. “Pertemuan ini membanggakan. Setahu saya, baru sekarang ada Sekjend PP IPNU yang mau menyentuh sampai komisariat,” terang Munir. Munir ialah Ketua PC IPNU Batang masa khidmat 2001-2003. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya!

Puworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Bagi pelajar NU di Purworejo dan komunitas NU Backpacker, sudah tak asing lagi dengan cowok satu ini. Nama lengkapnya Muhammad Hidayatullah. Namun ia lebih dikenal luas dengan nama bekennya: Mbah Doyok.

Ia terlahir di kawasan santri di komplek pesantren An-Nur dan Al-Anwar Maron, Loano, Purworejo. Di sanalah ia belajar Islam dasar di pesantren yang diasuh keluarganya. Kemudian, semenjak lulus SMA, ia mengenal Ikatan Pelajar NU dan garis hidupnya sedikit berubah.

Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Doyok: IPNU adalah Jiwa Saya!

Karir organisasinya menanjak semenjak cowok yang hobi nge-disain dan utak-utek komputer ini menjadi Ketua PAC IPNU Loano. Sambil tetap ngaji dan berorganisasi, ia membuka jasa desain. “Omsetku waktu itu lumayan, sehari bisa mencapai 100-200 ribu,” ungkapnya, kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Sekretariat PC IPNU Purworejo, kamis (17/2).

Seiring dengan waktu, ia menjalankan organisasi sambil menemukan dunia baru, mendaki gunung. Ia kerap kali mendaki gunung bersama teman-temannya. “Otak ini rasanya fresh tiap kali mendaki,” terang Doyok.

Di Loano dianggap berhasil menjalankan roda organisasi, beberapa teman-temannya mendaulatnya maju menjadi ketua IPNU Cabang Purworejo. “Waktu itu Loano memang semangat luar biasa. Untuk menghadiri harlah saja, dulu kita menerjukan satu bus besar dan puluhan motor,” kenangnya.

Pada Konferensi Cabang tahun 2015, ia didaulat menjadi ketua IPNU Cabang Purworejo. Seperti dunianya - dunia desain dan teknologi-Informasi– ia menampilkan IPNU secara fresh dan muda. “Kita juga rajin pendekatan dengan berbagai komunitas.” Ungkap Doyok.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pada Muktamar NU Jombang tahun 2015, Doyok –bersama rekan-rekannya– juga menginisasi sebuah komunitas bernama NU Backpacker. Komunitas ini kini memiliki ratusan anggota yang tersebar di berbagai daerah, bahkan termasuk luar negeri.

“NU Backpacker ingin menampilkan NU secara muda, elegan dan kekinian,” ungkapnya. “Kegiatannya juga variatif, mulai dari mendaki gunung, ? jelajah alam, ziarah, sowan ulama, sampai napak tilas sejarah. Pokoknya yang kaitannnya dengan jalan-jalan,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagi Doyok, menjadi aktivis IPNU adalah sebuah kebanggaan. Sampai-sampai, untuk fokus mengurus organisasi, tokonya yang sudah membuatnya mapan, ditutup. “Kesibukan di IPNU belum memungkinkan saya mendua. Tapi saya bangga, karena IPNU sudah menjadi jiwa saya,” ungkapnya.

Pada Konferensi Wilayah IPNU Jawa Tengah di Brebes akhir tahun lalu, ia menyutradarai film pendek berjudul “unlimitime” dan menyabet juara satu. “Film ini mengangkat sisi lain aktivis-aktivis IPNU dan IPPNU. Pesannya, kesibukan tak dapat dijadikan alasan tak aktif di organisasi,” aku Doyok.

Kini, cowok yang baru merayakan ulang tahun pada 10 Februari lalu ini dipercaya menjadi wakil ketua bidang infokom PW IPNU Jawa Tengah (2016-2019). Dibawah tangan dinginnya – beserta tim tentunya – ia akan segera meluncurkan database dan administrasi organisasi berbasis IT. “Kita juga sudah ada tim cyber di 36 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang siap membuat IPNU mengudara,” katanya.

Dengan program itu, ia berharap data anggota, potensi serta surat-menyurat organisasi dapat di kelola secara rapih dan sistematis. Juga, organisasi NU yang terkesan tradisionalis dapat dikemas secara modern, muda dan menggauli jaman. Dengan demikian, katanya, para pemuda-pemudi merasa nyaman dan pede bergabung di IPNU.

Di tengah kesibukannya mengurus organisasi, ia masih menerima berkah orderan secara pribadi, yang banyak digunakan untuk menopang kegiatan di IPNU.?

“Banyak yang meminta dibikinkan desain, undangan, kaos dan website, baik dari pribadi, lembaga swasta bahkan pemerintah,” ungkapnya. Bahkan menurutnya, sejak bergabung di IPNU ia semakin memiliki banyak ide-ide menarik. “Saya mendapatkan banyak teman, jaringan dan ide-ide nyeleneh yang bisa saya gunakan nanti. Kita tunggu saja hehe,” tukasnya.

Menjelang Harlah IPNU pada 24 Februari 2017 ini, Doyok berharap IPNU semakin dirasakan manfaatnya oleh para kader. Ia juga ingin ekspektasi yang lebih, IPNU diterima di kalangan pelajar dan pemuda secara umum, dengan program-program yang kekinian. “Pinginnya, kalau seorang pemuda belum gabung di IPNU ia merasa belum keren!” pungkasnya sambil tertawa. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU

KH Said Aqil Siroj ketua umum PBNU periode 2010-2015 udah menyatakan diri untuk siap dipilih kembali jika muktamirin menghendaki. Lalu apa visi, misi dan programnya jika ia terpilih kembali untuk periode kedua, berikut pikiran-pikirannya.

Kiai sudah menyatakan siap dipilih kembali dalam Muktamar ke-33 mendatang, apa ada upaya tertentu yang dilakukan? .
Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Saya Ingin Sejahterakan Warga NU

Sejak awal saya katakan saya mengalir. Jika masih dipercaya (memimpin) saya siap menerima amanah itu, jika tidak ya tidak apa-apa. Di NU itu pengabdian, tanpa menjadi Ketua Umum-pun saya juga akan tetap mengabdi. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagaimana kiai memandang jabatan ketua umum PBNU? .

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang jelas saya tidak kampanye, saya mengalir saja. Seperti tadi saya katakan, mengabdi di NU bisa dilakukan siapapun, baik memiliki jabatan atau tidak, sama-sama mengabdi. Dalam Islam sendiri kita tidak dilarang mengejar jabatan, tapi caranya harus baik, tidak boleh menabrak norma-norma, dan yang paling penting ketika jabatan itu didapat kita tidak boleh dikendalikan oleh jabatan itu. 

Bagaimana kiai menanggapi tuduhan Syiah, bagian dari Islam liberal, atau hal lainnya? . Sebenarnya itu bukan hal baru. Kalau Anda ingat, sepulang dari Arab Saudi saya langsung dituding liberal dan bahkan sampai ada forum Kiai muda di Jawa Timur yang men-tabayun-kan soal itu. Sekarang saya dituding agen Syiah, dasarnya apa? Pendidikan saya S1 Usluhuddin, S2 Perbandingan Agama, S3 Filsafat Islam, Tasawuf. Jangankan ajaran Syiah, Jabariyyah, Qodariyyah, Murji’ah, Jahamiyyah, Khawarij, Ahmadiyyah, Wahabiyyah, semuanya mata kuliah yang saya pelajari. Saya itu paham bagaimana isi al Kitab, bahkan mungkin lebih paham daripada pendeta. Lalu apakah saya disebut Nasrani? Apakah saya Kristen? Jadi tudingan saya Syiah itu tidak benar, saya masih teguh memperjuangkan dan menjalankan Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

Soal tudingan saya menjadi agen Syiah karena mengirimkan mahasiswa NU ke Iran, ada ustadz muda, kader NU juga, mengatakan saya bekerjasama dengan Al Musthafa Al Alamiyyah, saya pastikan justeru di era saya tidak satupun mahasiswa NU dikirim untuk studi ke Iran. Yang ada kita mendapatkan beasiswa pendidikan ke Amerika, Australia, China, Mesir, Sudan, Libya, Maroko, Syria, tapi tidak ada ke Iran. Kalau sekarang ada anak-anak kita yang studi di Iran, itu beasiswa peninggalan pengurus yang lalu. 

Ada sebagian kalangan yang tidak puas dengan kepemimpinan Kiai selama ini?. Ya, penilaian itu kan tergantung siapa yang memberikan. Yang jelas saya berusaha menjadi Ketua Umum yang baik. Soal ada cabang yang tidak terayomi saya dengar itu, salah satunya karena katanya susah mengundang saya. Setiap undangan yang datang, kalau memang bisa datang ya saya datangi, jika ternyata udzur dicarikan pengganti. Selama lima tahun menjadi Ketua Umum memang belum semua wilayah dan cabang saya datangi, tapi itu juga karena alasan kesehatan, saya sempat dirawat beberapa waktu lalu. 

Kalau soal organisasi, tidak bermaksud sombong, tapi justru sekarang ini Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom di NU bisa berjalan dengan baik. Semua karena saya berikan kebebasan beraktifitas, asalkan tidak menabrak norma-norma ke-NU-an. Lembaga Kesehatan, Lembaga Ta’mir Masjid, Lembaga Pencegahan Bencana Alam (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim – LPBI, red), Lembaga Pertanian, Lembaga Perekonomian, Lembaga Dakwah, dan lembaga-lembaga lain semuanya hidup. Pengelolaan keuangan baru di era saya ini ada audit oleh auditor independent, semuanya dicatat dan dilaporkan, semuanya juga bisa mengakses, siapapun bisa melihat bagaimana laporan keuangan PBNU. 

Apalagi yang ditanyakan? Atau mau saya ungkap semua? 

Silahkan, Kiai… . Target saya melahirkan 5 universitas, seperti saya katakan ketika menang di (Muktamar) Makassar, sekarang sudah ada 25 universitas, sebentar lagi bahkan tambah jadi 26, nanti (bulan) Syawal akan diresmikan UNU Kalimantan Selatan, semuanya bukan milik pribadi, bukan milik perorangan, tapi milik Perkumpulan Jamiyyah Nahdlatul Ulama, semuanya atas nama NU. Dari Nabi Adam sampai sekarang ini, baru kali ini NU memiliki Perguruan Tinggi yang atas nama NU. Dari dulu (sebenarnya) ada, tapi rata-rata atas nama Kiai, atas nama yayasan dan atas nama pesantren. 

Rumah sakit sekarang sudah banyak berdiri, bukan atas nama pribadi, tapi atas nama NU. Aset NU yang setiap warga NU bisa merasakan manfaatnya. Di Surabaya, Tuban, Demak, dan Jombang, nanti Muktamirin akan merasakan pelayanannya. 

Apa yang belum tercapai?. Bahwa ada yang tidak tercapai di era saya itu pasti ada, salah satunya penyelamatan aset. Harus saya akui itu tidak mudah, tapi bukan berarti saya menyerah. Alhamdulillah, saat ini sudah ada ratusan hektar tanah wakaf milik NU yang bisa diselamatkan dan disertifikatkan. Ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah, kita harus berterima kasih karena proses sertifikasi itu ternyata diberikan kemudahan. 

Lantas apa kira-kira rencana ke depan yang ingin dicapai jika terpilih kembali? . Ada beberapa. Salah satunya saya ingin sekali NU mandiri secara finansial, kalau butuh uang tidak sedikit-sedikit proposal, dan itu menjadi PR kita bersama. Caranya bagaimana, tentu harus diawali dengan meningkatkan kesejahteraan warga NU, karena dengan itu insya Allah akan mendorong kesadaran menghidupi NU, tidak nunut urip di NU. Beberapa Lembaga Lajnah dan Banom sekarang menjalankan program ekonomi kerakyatan, ada permodalan dan lain-lain, silahkan Nahdliyin mengaksesnya. 

Saya juga ingin meneruskan melahirkan perguruan-perguruan tinggi NU, kalau bisa setiap wilayah ada, bahkan jika mampu cabang silahkan mendirikan, mumpung kita diberikan kemudahan oleh Pemerintah dalam perizinan. Pendidikan masih akan menjadi target saya jika masih dipercaya memimpin NU. Ingat, NU itu 32 tahun dikekang, tidak boleh berkembang, dan sekaranglah saatnya NU mengejar ketertinggalannya dari Ormas-ormas lain. Rumah sakit NU juga begitu, mari kita perbanyak, karena sejatinya NU didirikan untuk pelayanan sosial, memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan. 

Sekarang kita bicara hubungan NU dan Negara, Kiai. Bagaimana Kiai melihat tantangan NU ke depan? . Radikalisme, itu yang pasti akan saya sebut pertama. NU harus berada di barisan terdepan dalam menghadapi ancaman radikalisme, baik yang mengatasnamakan agama atau separatism, itu tantangan bangsa dan juga tantangan NU. Dalam Muktamar tahun 1936 NU sudah menegaskan Nation State, Negara kebangsaan harga mati, yang berarti ketika ada pihak-pihak yang merongrong juga harus dihadapi. Apalagi belakangan juga ada radikalisme berbalut Islam salafi yang menjelek-jelekkan tradisi-tradisi NU, kita tidak boleh tinggal diam. 

Terakhir, Kiai. Jika nanti terpilih kembali, bagaimana Kiai akan menempatkan NU terhadap negara? . NU sebagai civil society terbesar, konon kata LSI (Lembaga Survei Indonesia, red) jumlah pengikutnya sudah mencapai delapan puluh juta orang, sudah diakui adalah penyeimbang untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. NU mampu seiring sejalan dengan negara ketika negara melindungi, mengayomi, dan mensejahterakan rakyatnya, dan sebaliknya NU siap mengkritik jika negara abai. 

NU juga akan tetap menjalankan prinsip-prinsip tasamuh, tawasuth, dan tawazun, i’tidal untuk menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan bermasyarakat, dan itu diakui atau tidak menjadikan Indonesia dipandang sebagai Negara yang damai oleh dunia internasional. Bahkan Wapres di era Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red), Pak Boediono, pernah berujar Indonesia beruntung memiliki NU. Ini terbukti karena NU mampu menjadi penengah, menjadi peredam ketika sebuah konflik muncul di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Berbeda dengan di Timur Tengah, di sana tidak ada civil society, ketika konflik terjadi maka bedhil (senjata) yang jadi penyelesaian. Sikap-sikap itulah yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, karena sesuai dengan tema Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia, itu berarti saatnya kita mengekspor gagasan-gagasan damai dalam bermasyarakat, damai dalam beragama, ke dunia internasional. Satu lagi tentang Islam Nusantara itu sendiri yang merupakan perpaduan aqidah dan budaya. Dengan Islam Nusantara agama menjadi kuat, sementara budaya lestari, sehingga terjadi harmonisasi dalam kehidupan. Sepanjang budaya itu tidak bertentangan dengan aqidah, itu bagian dari Islam Nusantara. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

Mengurai Konflik Keagamaan

Konflik keagamaan hadir di kehidupan kita searah tarikan nafas. Setiap jengkal langkah yang kita tempuh, acapkali —untuk tak menyebut sering— kita jumpai konflik berlatar agama. Padahal semua agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian, bukan keburukan dan konflik berkepanjangan. Penyebabnya tentu banyak hal. Bisa jadi satu hal menjadi irisan bagi hal lain.

Sekedar menyebut sebuah konflik keagamaan, Perang Salib (1096-1271) adalah konflik antara Islam-Kristen terbesar sepanjang sejarah. Jika dikaji lebih jauh, konflik ini pun tidak semata-mata murni terkait agama. Di dalamnya juga terdapat unsur-unsur perebutan kekuasaan, aneka sumber daya, dan sumber sekuler lainnya.

Mengurai Konflik Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengurai Konflik Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengurai Konflik Keagamaan

Jika ditarik ke konteks Indonesia, konflik keagamaan yang pecah di sejumlah wilayah seperti Ambon, Poso, Maluku, disebut-sebut juga dipicu perebutan kekuasaan lokal dan sumber daya terbatas. Sayangnya, konflik itu seperti diarahkan agar menyeret isu agama serta melibatkan warga berdasar segregasi agama. (hlm. 11)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Abdul Jamil Wahab, sang penulis buku, hendak mengetengahkan satu hal yang menjadi penyebab sukar terurainya sebuah konflik keagamaan. Ia menyebut teori sosiologi konflik belum banyak digunakan oleh para praktisi keagamaan saat ini. Mereka umumnya justru banyak menggunakan pendekatan teologis, sehingga cenderung tidak bersikap netral dalam menangani konflik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menariknya, dalam buku ini penulis tidak hanya mengulas penyebab konflik, namun juga pelbagai dinamika yang mengiringinya sehingga buku ini sangat informatif. Buku ini penting dibaca karena menginformasikan konflik keagamaan yang terjadi belakangan yang melibatkan beberapa paham dan gerakan keagamaan. Sebut saja Ahmadiyah, Syiah, Islam radikal, Islam liberal, dan paham salafi dakwah, serta seputar pendirian rumah ibadah.

Ditilik dari optik akademik, buku ini kaya akan data lapangan yang didapat langsung penulisnya dari sumber primer (lokasi peristiwa). Meski demikian, informasi tersebut sengaja ditulis simpel demi menghindari tebalnya halaman buku. Untuk menepis keraguan dan memantapkan keyakinan, penulis membuka diri bila data-data primer maupun sekunder tersebut dipertanyakan oleh sidang pembaca.

Data lapangan tersebut diperoleh Jamil Wahab ketika bertugas sebagai peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Tak heran jika ia menyebut bahwa buku ini lahir dari pengamatannya sebagai peneliti kehidupan keagamaan yang ditunjang laporan hasil penelitian beberapa rekan peneliti di instansi pemerintah tersebut. Diskusi, seminar, dan literatur lainnya kian memperkaya tulisan berbasis riset ini.

Bahkan, isu konflik keagamaan aktual itu menjadi bab khusus yang mengupas habis masing-masing ormas terkait mulai sejarah perkembangan dan kemunculannya, masuknya ke Indonesia, hingga konflik dan penyerangan terhadap mereka. Analisis kritis pun makin menggemukkan pembahasan pada bab III buku ini. Ya, sisik melik dan siku-liku ormas-ormas Islam tersebut dikupas habis berdasar riset lapangan yang ia lakukan.

Misalnya soal konflik Ahmadiyah di Tasikmalaya, Jamil Wahab menuding hanya tiga orang yang diajukan ke pengadilan. Padahal pengajuan terhadap para pelaku kekerasan ke ranah hukum penting dilakukan guna memberi peringatan kepada yang lain agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari. Melalui riset lapangan tersebut, ia mendapat informasi bahwa dalam kasus tersebut aparat kepolisian memiliki rekaman video yang berisi aksi kedatangan kelompok penyerang. Tak ayal, wajah para penyerang dan perusak itu dengan mudah dapat diidentifikasi. (hlm. 61)

Yang menarik, saat membahas tentang Islam radikal penulis buku ini juga menyinggung soal gerakan radikalisme Islam di Timur Tengah. Ia mulai dari sejarah singkat lahirnya radikalisme Islam yang sudah muncul pada akhir kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Ketika itu, kondisi politik tidak stabil lantaran pemberontakan Muawiyah bin Abi Sufyan. Singkat cerita, pertempuran sengit tiga hari yang terkenal dengan sebutan Perang Shiffin itu berujung terbunuhnya Ali bin Abi Thalib oleh kaum Khawarij yang kecewa lantaran menantu Rasulullah SAW itu menerima tahkim (arbitrase) yang diajukan kubu Muawiyah. (hlm. 94)

Beberapa peneliti menyatakan fenomena radikalisme dewasa ini merupakan kelanjutan episode Khawarij yang lahir dari Peristiwa Tahkim itu. Mereka menggunakan doktrin takfir demi melawan penguasa yang sah. Ada juga yang mengaitkan radikalisme dengan munculnya seruan purifikasi yang dimotori Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) di semenanjung Arabia. (hlm. 96)

Sayangnya, penulis buku ini hanya menyebut dua ormas yang muncul sebagai penggerak radikalisme di Timur Tengah: Ikhwanul Muslimin (IM) dan Jemaah Islamiyah (JI) yang notabene merupakan sempalan IM yang didirikan Umar Abdurrahman pada 1973. Al-Qaeda yang terkenal pascatragedi Nine Eleven (11 September 2001) dan Gerakan Taliban di Afghanistan bahkan tidak disinggung sama sekali. Jika peluncuran buku ini pada menit-menit terakhir menjelang kelahiran ISIS, cuplikan pembahasan tentang Negara Islam Irak-Suriah ini sudah tentu bakal menambah lezat buku ini.

Meski demikian, informasi penting terkait konflik keagamaan yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif di berbagai penjuru Tanah Air termuat dalam buku ini. Memang, publik membutuhkan informasi utuh tentang pelbagai paham, aliran, dan gerakan keagamaan yang ada di Indonesia, khususnya terkait konflik yang melibatkan mereka.

Faktanya, terkait konflik keagamaan aktual, masyarakat mengetahuinya hanya dari pemberitaan media massa yang sudah tentu kurang memadai. Mereka menerima informasi terjadinya konflik namun tidak paham siapa yang berkonflik dan mengapa mereka berkonflik. Dengan membaca utuh buku ini, diharapkan publik dapat melihat secara integral konflik yang terjadi, sehingga pemahaman mereka proporsional dan lebih objektif melihat konflik keagamaan yang mewabah. Selamat membaca! (*)

Data buku

Judul : Manajemen Konflik Keagamaan, Analisis Latar Belakang Konflik Keagamaan Aktual

Penulis: Abdul Jamil Wahab, M.Si

Penerbit: PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia Jakarta

Tahun : Cetakan I, 2014

Tebal : xx + 244 hlm

Ukuran: 14,8 X 21 cm

ISBN : 978-602-02-4553-9

Peresensi : A Musthofa Asrori, penikmat buku, tinggal di Ciganjur Jakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Momentum Hari Lahir (Harlah) PMII ke-52, diperingati oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur dengan menggelar acara “Temu Sahabat” bersama para alumni, di Rumah Makan Taman Sari, Jalan Taman Absari Surabaya, Jum’at (20/4) malam.

PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jatim Fokus Penyelamatan Ideologi

Pada kesempatan itu, hadir sejumlah alumni lintas generasi dari masa ke masa. Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMI) Jatim KH A. Mujahid Anshori juga hadir. Dua mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim Ahmad Nur Aminuddin dan A Badrut Taman juga tampak berbaur bersama ratusan kader PMII yang hadir di rumah makan yang terletak di depan Gedung Grahadi tersebut.

Sebelum acara dimulai, mantan Ketua PKC PMII Jatim yang kini menjadi anggota FKB DPR RI H Imam Nachrawi juga sempat hadir, namun tidak sampai mengikuti acara. Sebab, Sekretaris Jenderal DPP PKB itu harus segera kembali ke Jakarta.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Suasana kegiatan Harlah PMII ke-52 dan Temu Sahabat ini terasa cukup meriah dan terliat penuh keabraban antara para pengurus dan para alumni. Suasana malam peringatan Harlah tersebut semakin meriah saat kader Kopri PMII tampil menunjukkan kebolehannya dengan penampilan antraksi pencak silat. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kopri PMII memang mantap,” teriak sebagian peserta yang hadir, disambut tempuk tangan ratusan peserta yang lain.

Sementara dalam sambutannya, Ketua Umum PKC PMII Jatim Fairouz Huda, menyampaikan beberapa visi besar yang akan dijalankan pada dua semester pertama. “Perlu kami sampaikan visi besar PMII Jawa Timur, khususnya pada satu tahun ke depan,” tegas Fairouz.

Menurut Fairouz, dalam satu tahun ke depan, setidaknya ada dua program yang menjadi prioritas. Pertama, optimalisasi pengkaderan. Diakui mantan Ketua PC PMII Malang ini, belakangan ini pengkaderan di PMII mengalami penurunan dalam mencetak kader-kader ideolog militan yang mampu merealisasikan ideologi PMII di tengah problem kebangsaan.

Kini, lanjut pria kelahiran Sumenep ini, kader-kader PMII lebih banyak terjebak pada isu-isu yang berkembang tanpa mampu melakukan analisa yang tajam terhadap problem rakyat. Implikasinya, tidak bisa ikut menyelesaikan aneka problem tersebut dengan berlandaskan pisau analisa atau pemahaman Islam ala ahlus sunnah waljamaah.

“Dengan demikian, kami akan fokus melakukan langkah-langkah penyelamatan ideologi bagi kader,” tandasnya. 

Kedua, kata Fairouz, fokus pada bidang gerakan. “PMII Jawa Timur akan melakukan gerakaan riil yang bisa dirasakan oleh kelompok minoritas,” imbuh Fairouz menegaskan.

Gerakan tersebut, misalnya, melalui gerakan advokasi bagi orang miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak. 

Dengan demikian, Fairouz menegaskan, untuk merealisasikan program mercusuar tersebut dibutuhkan adanya sinergisitas semua kader PMII lintas generasi. “Tentu kami tidak mampu tanpa dukungan semua pihak,” pintanya.

Di akhir sambutannya, Fairouz meminta, kebanggaan sebagai kader PMII tidak hanya berhenti pada momentum Harlah kali ini. “Perlu ada tindakan nyata dari kader-kader PMII sebagai wujud dari kebanggaan kita,” pungkas Fairouz.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menyikapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu mengenai polusi suara yang diakibatkan suara ngaji kaset di masjid-masjid, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pringsewu KH Hambali berpendapat agar masyarakat berfikir jernih dan bijak dalam menyikapi hal tersebut.

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri

Kiai Hambali menilai bahwa hal tersebut haruslah menjadi pemicu bagi umat muslim untuk tidak tergantung kepada teknologi dalam beribadah. Menurutnya, umat muslim harus meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadahnya masing-masing.

"Lebih baik jika kita langsung yang mengaji. Ganti ngaji kaset dengan ngaji sendiri," tegasnya, Senin (22/6) lalu dalam kegiatan safari Ramadhan NU Pringsewu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Hambali yang juga Ketua MUI Kabupaten Pringsewu menambahkan, bahwa fenomena ngaji melalui kaset memang sudah menjadi budaya di tengah masyarakat Indonesia. 

Disatu sisi menurutnya, hal tersebut memang dapat menjadi sarana syiar Islam di setiap daerah. Namun di sisi lain, kebiasaan atau budaya tersebut juga perlu di evaluasi dan dikaji lagi dari sisi manfaat dan mudharatnya.

"Jangan sampai suara kaset ngaji menggangu kenyamanan dan istirahat orang lain yang disebabkan volume suara yang berlebihan," katanya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, akan lebih mendapatkan fadhilah apabila ummat Islam membaca maupun mendengarkan langsung bacaan Al-Quran dari pada melalui kaset. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pemurnian Aqidah, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 21 Desember 2017

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Numart Sidoarjo memberikan donasi sebesar Rp. 497 ribu rupiah kepada pengurus pondok pesantren Al-Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo yang merupakan binaan KH Nur Cholis, Selasa (31/1). Pemberian donasi tersebut untuk pembangunan rumah pengolahan sampah di lingkungan pesantren Al-Amanah, Junwangi tersebut.

Manager Numart Sidoarjo, Guruh Sugeng Mulyono, mengatakan bahwa, pada saat Musker PCNU Sidoarjo yang pertama digelar di pesantren Al-Amanah, Junwangi Krian pada tanggal 28 Januari lalu, Guruh melihat bahwa di lingkungan pondok masih memerlukan sumbangan untuk pembangunan rumah pengolahan sampah. Saat ini, proses pengolahan sampah dilakukan secara mandiri di lingkungan ponpes modern tersebut.

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)
Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian (Sumber Gambar : Nu Online)

Numart Sidoarjo Berikan Donasi ke Pesantren Al-Amanah Junwangi Krian

"Semoga dengan donasi ini dapat sedikit membantu ke pihak ponpes. Ke depan Numart mobile berencana mengadakan kegiatan serupa saat kunjungan wali santri setiap hari Ahad ke satu dan ketiga. Di mana donasi nantinya juga akan diserahkan kepada ponpes setempat, karena Numart belanja hemat, barokah untuk ummat," kata Guruh Sugeng.

Lebih lanjut Guruh Sugeng menjelaskan, dalam Musker PCNU Sidoarjo ke satu yang diadakan di ponpes Al-Amanah, Junwangi Krian kemarin ada satu sudut yang cukup menarik. Disebelah masjid tepatnya di bawah rindangnya pohon bambu, Numart mobile membuka gerai toko tenda Numart berjalan (Numart mobile).

"Tidak lupa di toko tenda Numart mobile tersebut di pajang aneka produk UMKM yang telah bergabung ke Numart group antara lain teh UMKM, keripik talaso Ansor, dan lain sebagainya," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Mengingat bahwa di era modern ini mobilitas seseorang sangat tinggi dari satu daerah ke daerah lain, maka bagi seorang Muslim, memahami tatacara shalat dalam perjalanan menjadi penting. Hal ini untuk tetap mampu menjaga shalat wajib ataupun shalat lain yang sudah menjadi rutinitas.

Di masyarakat kita, sembahyang dhuha adalah salah satu amalan yang banyak dilakukan dan bahkan ada yang merutinkan. Berdasarkan beberapa sumber fikih, hukum shalat dhuha ini adalah dianjurkan (mustahab).

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Pertanyaannya, bagaimana melakukan shalat-shalat sunah yang dianjurkan ini saat berkendara di perjalanan? Dalam suatu riwayat dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan oleh Jabir bin Abdillah melakukan shalat sunnah di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat.

? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat.”

Kisah lain menuturkan, suatu ketika sahabat Anas bin Malik RA sedang menuju Syam. Ia disambut oleh warga setempat. Tapi warga tersebut, yang dalam Irsyadus Sari li Syarhi Shahihil Bukhari karya Imam Al-Qasthalani adalah saudara dari Muhammad bin Sirin seorang tokoh tabi’in, melihat Anas bin Malik shalat mengendarai keledai, tapi wajahnya tidak menghadap kiblat.

“Aku melihatmu shalat, tapi tidak menghadap kiblat,”

“Kalau aku tidak melihat Nabi melakukan seperti itu, aku tidak akan melakukannya juga,” terang Anas bin Malik.

Dari dua riwayat ini, kasus bapak sepuh yang ditemui Jumari tadi menemui maksudnya. Shalat sunah di kendaraan, meskipun tidak menghadap kiblat, itu boleh dilakukan. Selain itu, pelaksanaannya pun bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada, seperti dilakukan dengan duduk dan tanpa wudhu, yakni hanya dengan bertayamum. Tapi ingat, ini untuk shalat sunah saja.

Untuk menjaga keamanan berkendara, jangan melakukan hal seperti ini saat mengemudi kendaraan di jalanan atau menjadi sopir. Shalat sunah apapun bisa dilakukan semisal Anda ingin sembahyang saat naik dokar, angkot, bus sambil dibonceng di motor, dan sebagainya, sekiranya nyaman dan tidak berlebihan. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pemurnian Aqidah, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 26 Oktober 2017

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Selepas membaca Barzanji dan istigotsah, Departemen Ketabiban Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa membuka praktek mengobati ragam penyakit dan konsultasi kesehatan di Telaga Dua, Kelurahan Sunterjaya, Jakarta Utara Selasa malam (2/12).

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Pagar Nusa menerjunkan 4 orang tabibnya. Haji Suroso menangani warga yang bermasalah dengan mata. Ia menetesi dengan obat berbentuk cairan yang disebutnya gurah mata.

Di bagian lain, di salah satu rumah warga, ada Haji Prayitno yang melakukan bekam di punggung. Berbeda dengan biasanya pada pengobatan model itu, dia menggunakan tanduk kambing. ?

"Mas Prayitno ini orang Wahabi, Mas. Dia pengikut aliran Wahabiyah," terang Ali Rahman, pengurus Pagar Nusa. "Maksudnya, dia pernah nyantri di Tambakberas, pesantren Kiai Wahab Hasbullah," lanjutnya sambil terkekeh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Gus Heru menangani beragam keluhan. Seorang ibu misalnya, mengeluhkan mulutnya yang tidak bisa bicara dengan jelas. Disusul orang tua yang mengaku tak bisa melipat kakinya dalam waktu lama. Ada juga yang mengaku kurang pendengaran. Serta berpenyakit amandel.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia biasanya memulai dengan mendeteksi pasien melalui denyut nadi, kemudian mengurutnya. Tak hanya itu, ia memberikan resep herbal untuk konsumsi di rumah.

Di bagian lain H Shomad SM sedang menangani anak 2 tahun. Revana namanya. Shomad meraba anak itu mulai tangan, kaki, dan kepala. Sementara ibunya menangis, sambil sesekali mengusap air mata dengan kain. Ayahnya yang memangku Revana, berkaca-kaca di balik mata.

“Revana tak bisa bicara cuma nangis saja,”kata ibunya.

Menurut dia, anak keduanya itu jangankan berjalan, duduk saja sampai kini belum bisa.

Padahal ia pernah dirawat di rumah sakit selama 20 hari, tapi sampai sekarang belum ada perubahan. “Kalau menurut dokter kepalanya kecil. Nggak ada penjelasan lain,” katanya sambil kembali sesenggukan.

Ketua Perguruan Silat Sapu Jagat Pagar Nusa, Condet, Jakarta Timur, Ki Cokro Santri meminta hadirin membacakan shalawat Nabi untuk kesembuhan Revana.

Pengobatan gratis ala Pagar Nusa tersebut tidak sampai di situ. Para tabibnya bersedia dihubungi untuk membantu menyelesaikan keluhan.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua RT setempat, anak-anak muda Majelis Diniyah Al-Fatah, serta belasan pengurus Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Pemurnian Aqidah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 September 2017

Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus bidang MI/SD LP Maarif NU Kudus Noor Yadi meraih juara pertama dalam Kompetisi Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) berprestasi tingkat Jawa tengah tahun 2014. Mengungguli 6 finalis lainnya, Kepala MIN Kudus ini berhak mewakili Jawa Tengah untuk mengikuti kompetisi serupa tingkat Nasional, Oktober mendatang.

Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Maarif NU Kudus Raih Kepala MI Berprestasi se-Jateng

Noor Yadi menuturkan penetapan berprestasi ini berdasakan hasil penilaian presentasi karya ilmiah oleh tim juri Kompetisi Kepala MI berprestasi di Gedung haji Manyaran Semarang, (18-20/8) lalu. Sebelum lolos finalis, Ia bersama puluhan peserta seleksi lainnya harus mengirimkan berkas portofolio dan karya ilmiah.

"Waktu itu yang bisa lolos final dipilih 7 peserta yang peringkat besar dari penilaian porto folio maupun karya ilmiah. Alhamdulillah saya lolos dan terpilih sebagai yang terbaik," katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (9/9)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pria jebolan Pascasarjana Unwahas Semarang ini menambahkan judul karya ilmiah pada kompetisi tersebut mengangkat tema “Upaya kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan”. Menurutnya, upaya peningkatan mutu lembaga, perlu dibangun suatu komitmen bersama dari semua elemen untuk menuju tercapainya mutu pendidikan.

"Komitmen di sini adalah adanya semangat ghirroh membahana dari para pengelola pendidikan terutama para dewan pendidiknya. Konsep besarnya, mendidik sepenuh hati, bergegas meraih prestasi," tandas Noor Yadi yang baru satu tahun menjabat Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kudus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ditanya madrasah bermutu, Yadi membeberkan kriterianya antara lain gedungnya baik, sarana lengkap, siswanya banyak, kualitas output baik dari sisi akademik maupun non akademik. Begitu pula, kata dia,? guru juga harus didorong menjadi berkualitas dengan kwalifikasi S-1, aktif diikutkan pelatihan.

"Kedisiplinan guru dan siswa harus terjaga di lingkungan madrasah, proses pembelajaran terkendali dan ada penguatan menguatkan ekstra kurikuler untuk kepentingan anak didik," tambah Ketua KKMI Kabupaten Kudus.

?

Untuk menghadapi seleksi tingkat nasional Oktoner mendatang, Noor Yadi? berupaya mempersiapkan diri menjadi yang terbaik. "Kategori Kepala MI hanya saya yang mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional. Mohon doa, semoga berhasil menjadi yang terbaik," pungkas Yadi yang juga Ketua PRNU desa Kaliwungu Kudus ini. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Keterangan foto: Noor Yadi (baju Merah) berpose bersama finalis lainnya usai menerima sertifikat penghargaan Kepala MI berprestasi tingkat Jawa Tengah.

Pengurus Maarif NU Kudus raih predikat Kepala MI berprestasi Jawa Tengah

?

Kudus,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Pengurus bidang MI/SD? LP Maarif NU Kudus Noor Yadi meraih juara pertama dalam Kompetisi Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) berprestasi tingkat Jawa tengah tahun 2014. Dengan mengungguli 6 finalis lainnya, Noor Yadi yang juga Kepala MIN Kudus ini berhak mewakili Jawa Tengah untuk mengikuti kompetisi? serupa ? tingkat Nasional, Oktober mendatang.

?

Noor Yadi menuturkan penetapan berprestasi ini berdasakan hasil penilaian presentasi karya ilmiah oleh tim juri Kompetisi Kepala MI berprestasi di Gedung haji Manyaran Semarang, (18-20/8) lalu. Sebelum lolos finalis, Ia bersama puluhan peserta seleksi lainnya harus mengirimkan berkas portofolio dan karya ilmiah.

?

"waktu itu yang bisa lolos final dipilih 7 peserta yang peringkat besar dari penilaian portofolio maupun karya ilmiah. Alhamdulillah saya lolos dan terpilih sebagai yang terbaik."katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (9/9)

?

Pria jebolan Pasca Sarjana Unwahas Semarang ini menambahkan judul karya ilmiah pada kompetisi tersebut mengangkat tema upaya kepala? madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, ? upaya peningkatan mutu lembaga, perlu dibangun suatu komitmen bersama dari semua elemen untuk menuju tercapainya mutu pendidikan.

?

"Komitmen di sisni adalah adanya semangat ghirroh membahana dari para pengelola pendidikan terutama para dewan pendidiknya. Konsep besarnya, mendidik sepenuh hati, bergegas meraih prestasi,"tandas Noor Yadi yang baru satu tahun menjabat Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kudus.

?

Ditanya madrasah bermutu, Yadi membeberkan kriterianya antara lain gedungnya baik,sarana lengkap, siswanya banyak, kualitas output baik dari sisi akademik maupun non akademik. Begitu pula, kata dia, ? guru juga harus didorong menjadi berkualitas dengan kwalifikasi S-1, aktif diikutkan pelatihan.

?

"Kedisiplinan guru dan siswa harus terjaga di lingkungan madrasah, proses pembelajaran terkendali dan ada penguatan menguatkan ekstra kurikuler untuk kepentingan anak didik,"tambah Ketua KKMI Kabupaten Kudus.

?

?

Untuk menghadapi seleksi tingkat nasional Oktoner mendatang,? Noor Yadi ? berupaya mempersiapkan diri menjadi yang terbaik. "kategori Kepala MI hanya saya yang mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional. Mohon doa, semoga berhasil menjadi yang terbaik,"pungkas Yadi yang juga Ketua PRNU desa Kaliwungu Kudus ini.(Qomarul Adib)





Keterangan Foto:

? Foto 1 ; ? Noor Yadi (baju merah) saat menerima sertifikat penghargaan yang diserahkan Kasi Ketenagaan Kanwil Kemenag provinsi Jawa Tengah, di Semarang.

?

Foto 2 : Noor Yadi (baju Merah) berpose bersama finalis lainnya usai menerima sertifikat penghargaan Kepala MI berprestasi tingkat Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Amalan, Makam, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 September 2017

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Purworejo,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Uama (IPPNU) Kecamatan Loano, Bener, dan Kaligesing di Kabupaten Purworejo mengadakan acara Hiking Massal dengan tema "Gerakan Pungut Seribu Sampah" pada Ahad (7/9).

Kegiatan yang diikuti seratusan kader IPNU-IPPNU dari tiga kecamatan tersebut, beberapa klub pecinta alam dan pecinta musik juga bergabung. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 di halaman SD Negeri Kembaran. Pemberangkatan dipimpin langsung Komandan CBP Kabupaten Purworejo, Anies Fahmi.

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU 3 Kecamatan Purworejo Gelar Hiking Massal

Peserta dari berbagai komunitas dioplos dan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Sebelumnya panitia sudah membagikan potongan-potongan peta dengan kode khusus kepada setiap peserta. Potongan peta ini harus disatukan dengan peserta lain yang berkode sama sehingga membentuk satu peta utuh. Peserta tampak antusias menyusun peta yang akan memandu perjalanan mereka ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekitar pukul 09.30 rombongan peserta sampai di pos 1 yang bertempat di Desa Sedayu. Di Pos 1 ini setiap peserta wajib mengisi soal jalan yang berkaitan dengan kegiatan pecinta alam. Setelah Pos 1 perjalanan semakin menanjak. Beberapa peserta tampak mulai kelelahan. Apalagi jarak Pos 1 dan Pos 2 yang masuk Desa Ngargosari lumayan jauhm yakni sekitar 4 Km. Di Pos 2 panitia membagikan air mineral dan roti untuk isi ulang tenaga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pukul 11.30 peserta memasuki Pos 3 yang terletak di Desa Benowo, Kecamatan Bener. Di Pos 3 ini seluruh kelompok yang terpisah bergabung lagi menjadi satu untuk mengikuti seremonial dan pentas seni. Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian disusul dengan penampilan yel-yel dan pentas kekompakan dari masing-masing kelompok. Memasuki waktu dzuhur seluruh peserta Shalat Berjamaah terlebih dahulu.

Pukul 13.00 seluruh peserta berangkat bersama-sama menuju Puncak Gunung Kunir yang terletak di Desa Sikunir, Kecamatan Kaligesing. Medan terakhir ini jauh lebih sulit karena melewati jalanan tanah kecil yang sangat curam. Panitia bahkan harus menggunakan tambang untuk mempermudah peserta naik ke puncak. Di Puncak, seluruh peserta diberi waktu beristirahat dan menyantap bekal masing-masing.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembekalan dan orasi. Sekitar pukul 15.30 acara resmi ditutup dengan pemberian hadiah untuk kelompok terbaik dan foto-foto bersama di puncak gunung.

Di sela-sela acara, Ketua Panitia Anies Fahmi menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental dan mengenalkan jiwa mencintai alam pada kader-kader IPNU-IPPNU. "Kita bertujuan agar kader mempunyai mental yang kuat, tangguh dalam berjuang, dan bisa mencintai alam juga sesama. Selain itu kegiatan ini juga untuk mengenalkan salah satu wisata alternatif di Kabupaten Purworejo," terang Fahmi.

Sekitar pukul 16.00 seluruh peserta turun dengan diantar mobil pick up terbuka. Sampah yang berhasil dikumpulkan dibakar bersama. Hiking Massal ini total menempuh jarak 10 Km berjalan kaki dengan melalui 5 desa di 3 Kecamatan. (Muhammad Hidayatullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Pemurnian Aqidah, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock