Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan

Nias, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pengurus Aswaja Nahdlatul Ulama (NU) Center Kepulauan Nias resmi dikukuhkan oleh Direktur Aswaja NU Center Pusat KH Misbahul Munir di Pondok Pesantren (Ponpes) Umi Kalsum Nias, (24/04). Sejumlah tokoh dan ulama termasuk Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kab. Nias Selatan Dedi Rahmin Tanjung menghadiri acara tersebut.?

Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama di Sumut, Aswaja Center Nias Diresmikan

Direktur Aswaja NU Center Pusat KH Misbahul Munir mengatakan, keberadaan aswaja NU Center ini tidaklah bagian struktural di organisasi NU baik lembaga, lajnah atau banom. akan tetapi Aswaja NU Center ini adalah suatu komunitas yang bergerak dalam bidang penguatan amaliyah Ahlusunnah wal Jamaah An Nahdliyah," katanya.

Menurut Misbahul Munir, Aswaja NU Center dibentuk karena belakangan ini mulai banyak mendapat serangan dari kelompok-kelompok beraliran keras. "Banyak paham yang aneh dan masuk ke kampung-kampung. Sesuai amanat dan rekomendasi muktamar NU di Makassar, kita harus meneguhkan aqidah aswaja dan membentengi diri dari firqah-firqah lain melalui lima program," katanya.

Dijelaskan, kelima program itu adalah program Kajian Islam Aswaja (Kiswah), Usaha Sosialisasi Aswaja (Uswah), Dauroh Kader Aswaja (dakwah), Bimbingan Aswaja (Biswah), dan Maktabah Aswaja (Makwah). "Mudah-mudahan Aswaja NU Center Kepulauan Nias bisa melaksanakan program-programnya dengan dukungan penuh para ulama dan ustadz di Kepulauan Nias, termasuk, menjadi benteng bagi NU dari paham yang lain," harapnya dan diamini oleh semua yang hadir.

Lebih lanjut Misbahul Munir mengatakan bahwa untuk Sumatera Utara hanya kepulauan Nias inilah yang telah berdiri dan dikukuhkan Aswaja NU Center.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Direktur Aswaja NU Center Kepulauan Nias Abdul Majid Caniago mengatakan, dalam pengukuhan pengurus Aswaja NU Center ini pihaknya juga menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat). Itu dilakukan, agar para kader NU bisa memahami dan mandalami ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Dauroh ini telah dilaksanakan dan terus dilaksanakan setiap sekali seminggu dengan memaksimalkan potensi ulama Aswaja di Nias seperti Ustadz Kamal Pasha, Ustadz Abdul Hadi, Ustadz Abdul Malik dan Akmal Nas Hulu dengan peserta adalah warga Nahdlyin di Nias yang notabene juga anggota Aswaja NU Center Kepulauan Nias. Semoga peserta bisa mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Pengukuhan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Shalawat. pada kesempatan tersebut di buka ruang tanya jawab dengan Direktur Aswaja NU Center Pusat. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 23 Februari 2018

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Palembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengelar turnamen olahraga IPNU Deskana Cup 2016. Ajang kompetisi antardesa yang berlangsung pada 3-8 April merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah desa dan karang taruna Desa Pulau Betung, Kecamatan Pampangan, OKI, Sumatera Selatan.

"Kita ingin mengapresiasi olahraga masyarakat desa," kata ketua PC IPNU OKI Zainul Fitril Walid saat pembukaan, Ahad (3/4). "Bagi pemenang akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan," tambahnya.

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Turnamen IPNU Ogan Komering Ilir Akrabkan Masyarakat Desa

Zainul menjelaskan, ada 28 tim voli dan 16 tim sepak takraw dalam turnamen kali ini. Ia berharap, gelaran ini akan menimbulkan kegiagan positif di kalangan pemuda. “Dan jika memungkinkan akan melahirkan atlet untuk tingkatan lebih tinggi," ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua karang Taruna Desa pulau Betung, Frediansyah menambahkan, kerja sama antara organisasi Karang Taruna dan IPNU harus dipertahankan untuk memberikan kontribusi kepada daerah. "Ini langkah awal, ke depan akan banyak kegiatan lain yang akan kami laksanakan, baik lomba atau bakti sosial," tuturnya.

Kepala Desa Pulau Betung Liansya Idris? mengapresiasi kegiatan pemuda tersebut. Menurutnya, olahraga termasuk hiburan masyarakat desa. "Kami harap kegiatan ini bisa dilakukan setiap tahun, selain sebagai ajang silaturahmi juga penjaringan atlet," pungkas Liansya Idris. (Abdul Malik Syafei/Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Nahdlatul Ulama, Budaya VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 17 Februari 2018

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan faktor determinan yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual kepada anak adalah pornografi (43 persen), pengaruh teman (33 persen), pengaruh narkoba/obat (11 persen), pengaruh historis pernah menjadi korban atau trauma masa kecil (10 persen) dan pengaruh keluarga (10 persen).

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Ungkap Hasil Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Hal tersebut disampaikan Mensos dalam Konferensi Pers Hasil Penelitian tentang Kekerasan Seksual Anak Terhadap Anak. Penelitian ini dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta (B2P3KS) bekerja sama dengan End Child Prostitution, Child Pornography & Trafficking Of Children For Sexual Purposes (ECPAT) Indonesia. 

Penelitian dilakukan di lima wilayah yakni Jakarta Timur, Magelang, Yogyakarta, Mataram dan Makassar. Penelitian dengan metode wawancara mendalam dilakukan terhadap 49 anak yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak, orangtua, guru, kepala panti, Pekerja Sosial, dan stakeholder.

"Saya ke Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) yang ada di bawah koordinasi Kemensos di sejumlah daerah di Indonesia. Secara terpisah saya bertemu korban dan pelaku. Hasilnya lebih dari 50 persen kasus kekerasan seksual anak dilakukan oleh anak. Maka saya minta agar dilakukan penelitian. Kenapa mereka sampe ketagihan bahkan sampai melakukan kekerasan dan pemaksaan ," ungkap Khofifah. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil penelitian, lanjutnya, juga menunjukkan pelaku kekerasan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia 16 tahun. Kekerasan seksual dilakukan oleh pelaku melalui melalui paksaan (67 persen) sementara itu bentuk kekerasan yang dilakukan berupa sentuhan/rabaan organ sensitif (30 persen) hingga hubungan badan (26 persen). 

Mayoritas pelaku masih tinggal dengan orang tua (61,22 persen). Tempat terjadinya kekerasan seksual diantaranya di rumah teman (30,56 persen) dan di rumah korban (19,44 persen). Mayoritas pelaku dan korban telah saling kenal (87 persen). 

Korban kekerasan seksual anak terungkap bahwa rentang usia mereka adalah 5-17 tahun. Karakteristik korban sebanyak 35,44 persen bersifat pendiam, cengeng dan pemalu. Sebanyak 24,05 persen bersifat hiperaktif dan  bandel dan sebanyak 13,92 persen senang berpakaian minim.

"Sementara dari sisi karakteristik sosial ekonomi keluarga baik pelaku maupun korban menunjukkan bahwa 55 persen merupakan keluarga yang didampingi dua orang tua  dan 45 persen merupakan keluarga cerai/meninggal," terang Khofifah.  

Adapun tentang pekerjaan orang tua, 46 persen ayah bekerja sebagai buruh dan 48 persen ibu bekerja sebagai buruh. Terkait pendidikan ayah, sebanyak 40,82 persen menjawab tidak tahu sedangkan 22,45 persen berpendidikan SD. Sedangkan tentang pendidikan ibu, sebanyak 32,65 persen menjawab tidak tahu dan 24,49 persen berpendidikan SMA.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Komitmen Bersama

Mensos mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai ikhtiar dari regulasi dan eksekusinya, dari sisi regulasi sudah ada revisi UU Perlindungan Anak sampai 2 kali. Yakni UU Nomor 23 Tahun 2002 menjadi UU nomor 35 tahun 2014. 

"Berbagai layanan sudah kita lakukan tetapi dinamika masalah sosial terkait kekerasan terhadap anak sangat variatif sehingga kita harus maksimalkan langkah preventif dan penanganan yang lebih sistemik apalagi jika  pelakunya anak, agar dapat ditangani  semaksimal mungkin, " tuturnya.  

Ia menambahkan Kementerian Sosial telah berihhtiar antara lain melalui Panti  Handayani di Jakarta yang menerima rujukan dari pemerintah dan masyarakat serta  memberikan layanan konseling serta trauma healing berstandar kepada anak. 

Sementara di Panti  Antasena Magelang, Paramita di kota Mataram dan Todupoli di  Makassar, Kemensos berkoordinasi dengan sekolah untuk kelangsungan pendidikan anak dan memperkenalkan pendidikan kesehatan reproduksi  sejak dini. 

"Di Lembaga Perlindungan Anak Yogyakarta memberikan pendampingan secara sosial, psikologis dan hukum kepada korban dan pelaku kekerasan seksual anak termasuk pendampingan keluarga dari kedua belah pihak," terang Khofifah. 

Namun demikian, tambahnya, layanan ini tidak cukup jika tidak diperluas kemitraan layanan bersama masyarakat. Diperlukan peran masyarakat, pemerintah, pemerintah  daerah, dan keluarga inti untuk bersama-sama melindungi anak-anak. 

"Dari hasil penelitian, 55 persen pelaku berasal dari keluarga yang utuh ayah dan ibunya. Maka kedua orang tua  harus berperan maksimal  dalam upaya memberikan  perlindungan. Misalnya menanamkan pemahaman kepada  anak bahwa mereka punya bagian intim yang tidak boleh disentuh oleh orang lain bahkan orang yang mereka kenal sekalipun. Jika hal ini terjadi, anak harus berteriak atau melaporkan yang dialami kepada orangtua," papar Mensos serius. 

Kemensos, lanjutnya, juga merekomendasikan pembatasan penggunaan internet pada anak-anak. Hal ini berkaitan dengan penyebab kekerasan seksual anak terhadap anak melalui pornografi yang diakses dari internet dan gawai menjadi penyebab tertinggi. 

"Pembatasan ini bisa disesuaikan dengan kesepakatan antara anak dengan orangtua dan dengan pengawalan orang tua. Misalnya boleh mengakses internet namun dibatasi hanya untuk tayangan anak, boleh pegang gawai pada jam-jam tertentu saja seperti setelah mereka belajar atau setelah berhasil melakukan pekerjaan rumah dan tugas-tugas sekolah," katanya. 

Upaya lainnya adalah membatasi aplikasi yang boleh diunduh dengan memanfatkan fitur pengunci aplikasi android yang ada dalam setiap gawai. Caranya cukup beragam untuk mengunci aplikasi-aplikasi tertentu yang dirasa tidak patut untuk dilihat anak-anak. Misalnya mengunci aplikasi melalui kata sandi, PIN (personal identification number), dan pemindai sidik jari.

"Intinya semua pihak harus turun tangan dengan penuh kesadaran untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Agar mereka tak menjadi pelaku maupun korban," kata Mensos.

Layanan Integratif Holistik untuk Anak

Sementara itu merespon tingginya kekerasan terhadap anak yang terjadi di Indonesia, Kementerian Sosial dalam waktu dekat akan merealisasikan pembangunan Pusat Penelitian, Pengembangan dan Layanan Anak Terpadu (PPPAT)

"Rencananya dalam pekan pertama bulan Desember 2017 Kemensos akan mendirikan di Yogyakarta. Pendirian balai ini mentransformasikan Balai Penelitian Pengembangan dan Pelayanan dan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta menjadi Pusat Penelitian, Pengembangan dan Pelayanan Anak Terpadu yang memberikan layanan secara holistik dan terintegrasi," papar Khofifah. 

Penelitian ini, lanjut Mensos, bersifat longitudinal. Ia menyontohkan saat anak datang untuk pertama kali akan dilakukan prakondisi anak. Kemudian dari hasil prakondisi dilakukan pengembangan diri anak dengan memberikan berbagai keterampilan, vocational training hingga olahraga sesuai kapasitas anak.

"Di PPPAT ini juga diberikan layanan psikososial anak. Kondisi setiap anak akan terus dipantau hingga yang bersangkutan sembuh atau semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Itu semua dilakukan secara terpadu," tuturnya. 

PPPAT juga akan dilengkapi dengan galeri seni yang akan memajang seluruh karya anak-anak, kolam renang, workshop, dan wisata edukasi untuk anak-anak sekolah yang ingin belajar dan berintwraksi bersama anak-anak balai. Mereka bisa belajar membatik bersama," harap Khofifah. 

Pembangunan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2018. Pembiayaan pembangunan fisik dan penyediaan peralatan oleh Tahir Foundation, sementara Kemensos akan berfokus pada layanan integratif kepada anak. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo terus berbenah dan memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat ranting. Salah satunya dengan rutin turun ke bawah (turba) ke anak cabang maupun ranting secara bergantian.

Berbagai informasi perkembangan organisasi maupun dinamika kehidupan masyarakat, khususnya kalangan Muslimat NU menjadi agenda utama turba. Bahkan setiap turba, para pengurus juga melakukan serap aspirasi pengurus di tingkat anak cabang dan ranting.

Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Organisasi, Muslimat NU Probolinggo Turba

Tidak hanya sekedar bertemu dan serap aspirasi di kalangan Muslimat NU, agenda turba ini juga diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari tahlil, istighotsah hingga kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Turba ini bertujuan untuk menggali potensi yang dimiliki anggota Muslimat NU untuk selanjutnya diupayakan agar bisa dikembangkan. Setidaknya dengan turba ini kami bisa menggali aspirasi sebagai bahan penyusunan program kerja yang akan datang," kata Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurayati, Rabu (28/12).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Nurayati, turba ini merupakan sarana untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi serta hubungan antara cabang, anak cabang hingga pengurus ranting. "Sebab jika hal ini sudah terjalin dengan baik, maka program apapun akan dapat dilaksanakan secara maksimal," jelasnya.

Nurayati menambahkan kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk mendekatkan pengurus anak cabang dan ranting NU dengan cabang. Selain itu juga untuk mengetahui dari dekat kegiatan yang dilakukan di masing-masing tingkatan sehingga diharapkan bisa disinergikan dengan program cabang.

"Melalui kegiatan turba ini kami mengharapkan adanya peningkatan kesadaran pengurus untuk berorganisasi dengan baik. Dengan demikian semua program Muslimat NU bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 14 Februari 2018

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Incheon,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 300 anggota Nahdatul Ulama (NU) hadir pada Konferensi ke-3 Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Korea Selatan di Incheon, Ahad (8/10). 

Konferensi berhasil memilih Mahdi Ar-rasyid, buruh migran Indonesia asal Indramayu sebagai Ketua PCINU Korea Selatan periode 2017-2019 yang dipilih lewat pemungutan suara dari muktamirin yang hadir. 

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Selain itu terpilih Gus H Ulin Huda dan Ustad Burhanudin sebagai Rais Syuriah PCINU Korsel masa bakti 2017-2019 yang dipilih lewat musyawarah AHWA yg terdiri dari 9 Orang.

Duta Besar RI, Umar Hadi dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama WNI di Korea. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tanpa silaturahmi, maka masa depan bangsa tidak akan cerah,” ungkap Hadi.

Semangat menjaga tali silaturahmi dan sukarela kumpul dalam wadah NU begitu tinggi. 

“Saya sangat terharu sekaligus senang. Masa depan Indonesia akan lebih baik jika melihat wajah anak-anak yang ada disini,” tambahnya.

Umar Hadi berharap PCINU berfungsi sebagai kendaraan dan pendorong untuk menjadikan semua anggota dan seluruh WNI di Korea berhasil, baik di dunia maupun akhirat. PCINU juga didorong sebagai pemersatu dan pemecah masalah dengan cara merangkul semua orang.

Sebagaimana di berbagai acara yang melibatkan WNI, Umar Hadi menekankan pentingnya setiap buruh migran Indonesia untuk memperhatikan keselamatan kerja. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Tolong fokus, jaga kesehatan, makan yang benar dan saling mengingatkan agar kita terhindar dari kecelakaan kerja. Apabila terdapat hal-hal yang tidak memenuhi kriteria keselamatan kerja silahkan dilaporkan ke KBRI," harapnya.

Ketua PCINU terpilih, Mahdi Ar-rasyid menyatakan siap melaksanakan pesan Dubes Umar Hadi tersebut. Mahdi juga menyerukan agar semua anggota menjaga akidah agar terhindar dari paham-paham radikal.

Ia memaparkan program PCINU Korea ke depan antara lain menjaga akidah teman-teman NU agar tetap mengedepankan Islam rahmatan lil alamin dan menjauhi paham radikal.

"Selain itu, kami akan terus mendorong agar fokus kerja dan mempersiapkan calon purna TKI agar siap membuka usaha sendiri saat kembali ke Indonesia,” kata Mahdi.

Konfercab ke-3 PCINU Korsel juga menghasilkan poin-poin strategis diantaranya rencana pengelolaan aset Nahdliyin di korea, pengiriman dai dari LDNU secara berkesinambungan, kaderisasi Nahdliyin ditiap-tiap mushala dan masjid di Kosel, serta silaturrahmi tahunan Nahdliyin di Korea Selatan. (Imam Sibaweh/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

Tuban, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah sukses dengan kegiatan doa bersama yang melibatkan 3000 pelajar dan pelatihan yang diikuti perwakilan peserta dari 13 kecamatan di Tuban, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggelar puncak acara hari lahir IPNU-IPPNU dengan Jambore Pelajar dan Santri.

Kegiatan yang dihelat 22-24 April 2016 di Mangrove Center Kecamatan Jenu, Tuban, ini diikuti oleh 250 pelajar dan santri di kabupaten setempat. Para kader muda NU tersebut bersaing secara sehat di 10 cabang perlombaan, antara lain Voli Bersarung, Menyanyikan Mars IPNU-IPPNU, Pelajar Cerdas, Duta Pelajar NU, Duta Terfavorit, Stand Up Comedy, Yel-Yel, Masak, Tapak Kemah, dan Kekompakan.

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

“Jambore kali ini lebih fresh karena diadakan stand up comedy juga. Ternyata rekan-rekanita IPNU-IPPNU juga jago dalam open mic dan bisa membuat orang lain tertawa lepas dengan guyonannya,” ungkap Falahuddin, ketua PC IPNU Tuban.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 250 peserta ikut dalam jambore bertema “Cetak Jiwa Kader Militansi Ummah, Menuju Pelajar Pembaharu yang Religius” itu dan terbagi dalam 12 kelompok IPNU dan 13 kelompok IPPNU yang merupakan delegasi dari 12 kecamatan, yaitu Merakurak, Bangilan, Plumpang, Tuban kota, Montong, Kerek, Rengel, Widang, Grabagan, Soko, Palang, dan Semanding.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncak Harlah IPNU-IPPNU ini juga melibatkan 14.697 pengguna akun media sosial facebook yang berpartisipasi dalam pemilihan duta pelajar terfavorit. “Pemilihan duta pelajar terfavorit kita laksanakan via FB, dan ternyata terjadi peningkatan animo masyarakat yang cukup besar dalam pemilihan duta terfavorit. Tahun lalu jumlah like hanya sekitar 5940, sekarang sampai melebihi 14.500 like,” ungkap Falahuddin.

 

Setelah menggelar berbagai cabang perlombaan yang dikemas dalam perkemahan selama 3 hari, PAC Montong menyabet predikat juara umum karena mendapatkan juara 1 di 5 cabang perlombaan.

“Jambore ini bukan ajang untuk menang-menangan, tapi ini ajang silaturahim antar-PAC agar lebih saling mengenal dan mampu membangun IPNU-IPPNU Tuban semakin solid,” kata Falahuddin.

Ia berharap kelak seluruh PAC IPNU-IPPNU dan para peserta bisa melanjutkan tonggak estafet IPNU-IPPNU di Tuban. “Selamat bagi para pemenang dan bagi yang belum menang jangan rendah diri. Tetaplah semangat dalam belajar, berjuang, dan bertaqwa,” tambahnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Medan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa Drs H Fuad Anwar menegaskan, Pagar Nusa merupakan benteng pertahanan bagi Nahdlatul Ulama di seluruh tingkatan pengurus sehingga organisasi pencak silat ini merupakan bagian terpenting dalam setiap gerak dan langkah NU.

“Sejak ditetapkan sebagai badan otonom (banom) lewat Muktamar NU di Solo 2004 lalu, Pagar Nusa sudah sejajar dengan Banom NU lainnya yang sudah ada seperti GP Ansor, Muslimat NU, dan lainnya,” tegas Fuad usai melantik Pengurus IPSNU Pagar Nusa Sumut dan Kota Medan di Sumatera Village Medan, Ahad (20/1), seperti dilaporkan kontributor VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Muhammad Safii Sitorus dari Medan.

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Jadi Benteng Pertahanan NU

Pada kesempatan itu Fuad berharap, Pagar Nusa secepatnya untuk membentuk kepengurusan di tingkat cabang bagi pengurus yang baru dilantik di tingkat Sumut, dan membentuk kepengurusan di tingkat Kecamatan bagi pengurus Pagar Nusa Kota Medan yang baru dibentuk.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kami meberikan waktu dua tahun kepada pengurus yang baru dilantik untuk mempersiapkan pelaksanaan konferensi guna menghasilkan kepengurusan yang defentif lima tahun yang akan datang,” ujar Fuad.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakannya, Pagar Nusa harus mengamankan setiap agenda kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus NU dimanapun berada baik diminta atau tidak, dan harus datang dalam setiap rapat pleno lengkap NU diundang atau tidak.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Pengurus Besar (PB) NU DR H Andi Djamaro Dulung yang menyatakan bahwa Pagar Nusa merupakan asset NU yang bertugas menjaga keutuhan NU dari pihak luar khususnya menjaga keutuhan faham-faham NU dari pihak luar .

“Kalau ada rongrongan datang dari pihak luar terhadap NU maka Pagar Nusa berada di garis terdepan menjaga keutuhan NU,” tegas Andi Jamaro. Andi Jamaro juga mengatakan agar PWNU Sumut dan PCNU Medan bisa bersinergi terhadap kepengurusan Pagar Nusa yang baru dibentuk.

Sementara itu Ketua Tanfdiziyah NU Sumut H Ashari Tambunan mengatakan Pagarnusa memiliki potensi besar berkemban di Sumut sebab Pagarnusa merupakan satu-satunya wadah warga Nahdliyin untuk mendidik seni belada diri.

”Warga Nahdliyin cukup besar di Sumut apalagi banyak sekolah-sekolah NU di Sumut yang bisa menjadi peluang bagi Pagarnusa untuk mengembangkan jaringan dan mengembangkan organisasi,” ujar Ashari.

Asahri juga meminta agar Pagarnusa Sumut dan Kota Medan bersama-sama mensukseskan acara Bulan Harlah Ke-82 NU yang sudah dimulai sejak 1 Januri 2008 dan akan berakhir pada 3 Februari 2008 dengan acara puncak pelaksanaan Istigosah di halaman Istana Maimun Jalan Brigjen Katamso .

Ketua Pagar Nusa Sumut Ahcmad Firdausi Hutasuhut dalam sambuatannya siap mengemban amanah organisasi khususnya dalam menjaga kutuhan NU di Sumut.

”Kami bersama dengan anggota siap berada di garda terdepan mengamankan dan menjaga NU dari gangguan pihak luar," ujar Firdaus.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu diwakili Wakil Bendahara Agung, Ketua Tanfdziyah NU Medan Ir H Wahid ,MSi,Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Medan H Amin Daulay, serta sejumlah pengurus olahraga pencak silat lainnya di Sumut dan Kota Medan.

Adapun pengurus IPSNU Pagarnusa Sumut yang dilantik adalah Ketua Achmad Firdausi Hutasuhut,SH,MSi, Sekretaris Achyar Daulay,SE Pengurus Pagarnusa Kota Medan yang dilantik Ketua Drs Iksan Syahria Lubis,Sekretaris Muhammad Safii Sitorus dilengkapi dengan wakil ketua sekretaris dan biro-biro. (msy)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura menziarahi makam Sunan Bayat untuk mengawali ziarah rutin makam para wali. Mereka mengadakan istighosah di kompleks pemakaman Sunan Bayat yang lazim disebut Sunan Pandanaran di atas perbukitan Gunung Jabalkat desa Paseban kecamatan Bayat kabupaten Klaten, Selasa (2/9).

Salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya Iman Widodo menuturkan, “Usai bulan Syawal ini kami mulai kembali kegiatan ziarah yang memang menjadi agenda rutin PSNU Pagar Nusa Solo Raya.”

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Ziarah, Iman melanjutkan, dipilih sebagai salah satu agenda rutin untuk lebih mengakrabkan para generasi muda NU dan tradisi Nahdliyin. Pasalnya, sejauh ini kita menganggap banyak generasi muda NU kurang akrab dengan salah satu tradisi Nahdliyin terutama ziarah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karena itu, Pagar Nusa sebagai salah satu Banom NU yang mayoritas di Solo Raya beranggotakan generasi muda, berusaha menjadi pelopor untuk menggiatkan tradisi yang satu ini.

Kami berharap tradisi ziarah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan para salafus sholeh dapat terus dilaksanakan mengingat banyak hikmah yang bisa didapat dari ziarah kubur selain tujuan mengingat mati, pungkas Iman. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PCNU Purbalingga Dilantik

Purbalingga, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purbalingga masa hidmah 2013-2018 resmi dilantik di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kedungjati, Purbalingga, Jawa Tengah pada Senin 27 Januari 2014.

PCNU Kabupaten Purbalingga dipimpin duet di syuriah H. Nurkholis Ahmadi, sementara dan tanfidiyah H. Suroso Abdul Rozak.

PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Purbalingga Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Purbalingga Dilantik

Pelantikan dihadiri ribuan warga mulai dari pelajar IPNU-IPPNU, para pengurus dari tingkat ranting hingga pengurus MWC se-Kabupaten Purbalingga, beserta banom-banomnya mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari jajaran pejabat hadir mewakili Bupati Purbalingga yaitu Asisten 2, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, Kapolres, Dandim dan yang lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

H. Suroso Abdul Rozak dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah, sehingga NU Purbalingga ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Sambutan dari PWNU disampaikan KH. Arja Amroni dan PBNU oleh KH Imam Azis sama-sama mengajak Nahdliyin untuk meneladani almarhum Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh yang belum lama ini wafat. (Torik Jahidin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Humor Islam, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 02 Februari 2018

Hilal Tak Terlihat, 1 Dzulhijjah Rabu

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pelaksanaan rukyatul hilal (observasi bulan sabit) untuk penetapan tanggal 1 Dzulhijjah 1433 H yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama di berbagai titik rukyat di Indonesia pada Senin (15/10) petang kemarin, bertepatan dengan tanggal 29 Dzulqa’dah, dinyatakan tidak berhasil.

Hilal Tak Terlihat, 1 Dzulhijjah Rabu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Tak Terlihat, 1 Dzulhijjah Rabu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Tak Terlihat, 1 Dzulhijjah Rabu

Dalam almanak NU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah, posisi hilal memang masih belum memungkinkan untuk dilihat, karena ijtima’ atau konjungsi terjadi sebelum dzuhur dan pada saat dilakukan rukyat hilal masih berada di bawah ufuk barat.

Setelah rukyat dinyatakan tidak berhasil, maka penentuan awal bulan dalam penanggalan qamariyah atau hijriyah dilakukan dengan kaidah istikmal, atau penyempurnaan bulan sebelumnya (dalam hal ini Dzulqa’dah) menjadi tiga puluh hari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Diikhbarkan bahwa observasi hilal (ru’yah) tidak berhasil melihat hilal. Maka awal Dzulhijjah 1433 H jatuh pada Rabu 17 Oktober 2012 atas dasar istikmal,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth per-SMS usai pelaksanaan rukyatul hilal.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu Senin malam KH Ghazalie langsung mengikuti Sidang Itsbat di kantor Kementerian Agama, Jakarta, bersama perwakilan ormas Islam lainnya. Sidang yang dipimpin oleh Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menetapkan hari raya Idul Adha atau tanggal 10 Dzulhijjah 1433 jatuh pada tanggal 26 Oktober 2012.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 31 Januari 2018

Ukhuwah Kusiriyah

Ukhuwah Kusiriyah adalah istilah yang digunakan oleh KH Wahab Hasbullah untuk menggambarkan hubungan organisasional di dalam Partai Masyumi, yaitu kelompok intelektual hasil didikan Belanda dengan para ulama hasil didikan pesantren. 

Semula hubungan ulama sebagai Dewan Syuro dengan kelompok cendekiawan sebagai eksekutif berlangsung harmonis. Tetapi, hubungan itu memburuk ketika kelompok cendekiawan tidak lagi menghiraukan posisi ulama dalam menjalankan kebijakan politik partai. Para ulama mulai disingkirkan karena dianggap tidak mampu dan tidak sejalan dengan spirit politik Barat.

Ukhuwah Kusiriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ukhuwah Kusiriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ukhuwah Kusiriyah

Para ulama NU sebagai anggota istimewa dalam Partai Masyumi beberapa kali mengusulkan agar posisi ulama dipulihkan. Namun, usul itu tidak pernah dihiraukan sehingga para ulama dinonaktifkan, bahkan kemudian tidak punya peran dalam menentukan kebijakan politik, termasuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan agama. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Melihat kenyataan itu, NU mengusulkan adanya restrukturisasi Partai Masyumi dengan bentuk federasi sehingga posisi masing-masing anggota menjadi setara. Dengan demikian, organisasi-organisasi yang lain seperti Perti dan Serikat Islam bisa ditarik kembali. 

Namun, usulan itu juga ditolak, sehingga para ulama NU merasa hanya dijadikan alat politik oleh kelompok cendekiawan hasail didikan Belanda tadi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncak kegusaran ulama NU muncul ketika NU tidak dilibatkan dalam Musyawarah Masyumi tentang politik luar negeri. Alasannya, NU dianggap tidak tahu politik.

Dalam politik luar negeri, sejak awal NU menginginkan Indonesia tetap berposisi netral. Itulah sebabnya NU marah ketika Ir. Soekiman menandatangani Mutual Security Act atau Pakta Perjanjian Keamanan dengan AS pada 1952. 

Menurut NU, para politisi Masyumi telah melakukan tindakan berbahaya karena menyeret Indonesia ke Blok Barat dan berhadapan dengan Blok Timur. Drama ini mencapai puncaknya dengan jatuhnya Kabinet Soekiman dari Masyumi. 

Partai Masyumi pun menjadi cemoohan, terutama oleh Partai Murba dan PKI yang berhaluan kiri.

Pada awalnya, NU menduduki posisi penting dalam pengambilan kebijakan politik di Masyumi. Hal ini tampak ketika Kiai Wahab Hasbullah memberikan kontribusi pemikiran mengenai kemungkinan masuknya Masyumi ke dalam Kabinet Hatta yang menjalankan hasil Perjanjian Renville. 

Hasilnya, Masyumi menyatakan ikut dalam Kabinet Hatta pada 29 Januari 1948. Tujuannya agar Masyumi dapat mengontrol Hatta dalam melaksanakan isi Perjanjian Renville yang merugikan Indonesia tersebut. 

Peranan NU yang signifikan di Masyumi juga muncul ketika Masyumi merespons hasil Perjanjian San Fransisco (4 September 1951) yang berisi perjanjian damai Indonesia dengan Jepang. Atas dorongan NU, Masyumi (Indonesia) menandatangani perjanjian tersebut. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pemikiran Kiai Wahab bahwa Indonesia akan memperoleh dua keuntungan dengan menandatangani perjanjian tersebut, yaitu harga diri yang bersifat mental politis dan keuntungan material berupa rampasan perang.

Masalahnya, tiap usulan dan kegusaran NU selalu diredam oleh Masyumi dengan alasan setiap anggota Masyumi harus menjaga ukhuwah Islamiyah. Ketika NU menyatakan hendak keluar dari Masyumi, nasihat tersebut semakin ditekankan oleh kalangan cendekiawan. 

Kiai Wahab sendiri mengatakan bahwa dalam Masyumi tidak ada lagi ukhuwah Islamiyah, karena mereka berjalan atas kemauan sendiri, dan NU sebagai salah satu anggota tidak lagi diajak bermusyawarah. Oleh karena itu, Kiai Wahab menolak ukhuwah semacam itu. Ia menyebutnya sebagai ukhuwah palsu, seperti ukhuwah kusir kereta dengan kudanya. Sang kusir seenaknya mengendalikan kereta, sedangkan kuda terus dilecut untuk menarik kereta. 

Buktinya, selama tujuh tahun bergabung dalam Masyumi dan mengalami 13 kali pergantian kabinet, NU hanya mendapat jatah satu portofolio, yaitu Menteri Agama, dan setelah itu NU tidak diberi jatah menteri sama sekali.

Istilah “ukhuwah kusir kuda” telah menyadarkan warga NU bahwa selama ini mereka hanya diperalat dan akan terus diperalat. Oleh karena itu, wacana untuk keluar dari Masyumi pun meluas di kalangan warga NU dan tidak dapat dibendung lagi. Mereka merasa tidak ada lagi ikatan perjuangan dan ikatan batin dengan Masyumi yang dianggap telah mengingkari kesepakatan awal untuk memperjuangkan aspirasi Islam.

NU akhirnya keluar dari Masyumi pada 1952. Itu merupakan hasil keputusan Muktamar NU di Palembang. Tiga tahun kemudian, dalam Pemilu 1955, NU menjadi partai yang memperoleh suara terbanyak ketiga setelah PNI dan PKI. NU pun berhasil meraih beberapa jabatan menteri, yaitu Menteri Perekonomian, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama. NU juga menunjukkan kemampuannya dalam memimpin negara karena dapat menduduki jabatan Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR, maupun Ketua MPR kala itu. (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nusantara, Humor Islam, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus cabang IPNU dan IPPNU kabupaten Brebes mengadakan rapat bersama dengan LP Maarif NU Brebes dan kepala sekolah di bawah naungan Maarif NU, Sabtu (26/9). Mereka berencana mengoptimalkan peran komisariat IPNU-IPPNU di lingkungan sekolah Maarif.

Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Komisariat, Pelajar NU Brebes Gandengan LP Maarif NU

Dalam mewujudkan upaya itu, mereka sepakat mengadakan "Workshop Pendirian dan Optimalisasi Komisariat IPNU IPPNU" yang akan diikuti oleh para guru pembina PK IPNU dan IPPNU.

Ketua LP Maarif NU Brebes H Syamsul Maarif mengatakan "Semua sekolah di bawah naungan LP Maarif NU wajib mengembangkan adanya PK IPNU dan IPPNU sebagai tonggak awal kaderisasi NU dan mengawal Aswaja."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekolah di bawah naungan LP Maarif NU Brebes terdiri atas 50 SD/MI, 65 SMP/MTs, dan 35 SMA/SMK/MA. Sementara lahan garapan IPNU dan IPPNU hanya tingkatan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

"Mengingat banyaknya jumlah sekolah Maarif di Brebes, maka sangat diperlukan kerja sama yang baik antara IPNU dan IPPNU di semua tingkatan, LP Maarif, dan pihak satuan pendidikan agar program kaderisasi ini berjalan dengan maksimal," ujar Ketua IPNU Brebes Ferial Farkhan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kini IPNU dan IPPNU Brebes sedang membuat buku pedoman untuk PK IPNU dan IPPNU. Buku ini diharapkan mempermudah jalannya IPNU dan IPPNU di tingkatan komisariat.

Pihak IPNU dan IPPNU Brebes juga akan melakukan pengadaan Kartu Tanda Anggota (KTA) IPNU dan IPPNU dan atribut yang akan dipakai oleh seluruh pelajar NU. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid

Mbah Umar Syahid alias Mbah Umar Tumbu sosok ulama? yang pengabdiannya pada NU dan bangsa Indonesia tanpa batas.? Ketika fisiknya? masih kuat, beliau mengelilingi pulau Jawa untuk menyiarkan Islam ala NU dengan modal jualan tumbu. Ketika tidak lagi mampu berjalan, bukan berarti pengabdiannya selesai. Sebaliknya beliau memberi contoh yang sangat bagus, seolah menyindir kita yang masih sehat.

Beliau rela meninggalkan pesantrennya kemudian mendirikan pendopo NU di atas lahan 1900 meter, di sebuah desa di puncak bukit di Pacitan Selatan. Di sebelah pendopo itu didirikan menara NU setinggi 17meter, yang dari dasar hingga puncaknya tertera logo NU serta tak lupa bendera Merah Putih.

Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid

Orang lain akan menganggap ini perbuatan sia-sia,? mengerjakan sesuatu yang tak jelas manfaatnya karena di pedalaman yang jarang dilihat dan didatangi orang. Tapi? beliau sedang membuat mercusuar untuk memberi kabar pada dunia bahwa NU masih ada walaupun sekian lama ditindas orang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menara itu juga merupakan mercusuar, agar kapal yang lewat, agama lain dan ideologi lain tidak menabrak bumi NU ini. Kalau kapal sampai menabrak bumi Nusantara bisa pecah dan tenggelam karena yang ditabrak adalah karang. Menara itu dirancang sendiri dan dibangun sendiri. Setelah itu dilakukan pada PCNU Pacitan. Sekali lagi beliau menyindir kita.

Kalau selama ini banyak orang NU mengambil aset NU, sebaliknya beliau menyerahkan aset dan fasilitasnya pada NU.? Di hari tuanya, sang waliyullah itu rela hidup sendiri di tempat sepi sebagai Banser atau satpam penjaga mercusuar NU itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Persis seperti KH Muchit, walaupun sudah sangat uzur, kalau diajak bicara NU dan NKRI ia langsung perkasa kembali saking semangat dan cintanya pada NU. Justri saya yang merasa kasihan, tetapi setiap panutan selalu? menahan seolah ada yang ingin disampaikan dan ada banyak hal yang ingin beliau tanyakan kepada kami bagaimana keadaan NU sekarang ini.

Semoga kita tidak hanya bisa mengagumi. Tentu beliau akan bahagia kalau kita bisa meneladani. Maka tercapailah cita-cita beliau itu meninggal sebagai orang NU (wa la tamutunna illa wa antum Nahdliyun). Demikian kesan pertemuan saya dengan beliau sesaat sebelum beliau mengakhiri perjuangannya untuk bertemu dengan Tuhan. (Wasekjend PBNU Abdul Munim DZ)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Lomba, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 17 Januari 2018

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Seorang produsen film anti Islam yang menggambarkan Nabi Muhammad secara tidak benar akhirnya menjadi pemeluk Islam dan menunaikan ibadah haji tahun ini. 

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam

Arnoud Van Doorn mengaku mendapat ketenangan dan kedamaian setelah menunaikan ibadah haji.

“Hati saya sekarang diantara para pengikut yang setia,” kata Arnoud Van Doorn, mantan anggota Partai Kebebasan yang dipimpin oleh Wilder, seperti dikutip oleh Saudi Gazette, Jum’at.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya berharap air mata penyesalah akan menghapus seluruh dosa-dosa saya setelah pertobatan,” tambahnya.

 Dia memaluk Islam awal tahun ini setelah melakukan penelitian secara ekstensif terhadap agama ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dia diantara para pemimpin partai yang membantu memproduksi film ofensif berjudul “Fitna” yang menghubungkan Islam dan Qur’an dengan kekerasan.

Tetapi setelah terjadi protes keras terhadap film ini, Doorn mulai membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad, yang mengarahkannya untuk memeluk Islam.

Doorn mengatakan bahwa sejak dia tiba di tanah suci, dia menjalani hari-hari terbaik dalam hidupnya.

Dia berharap dapat menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah setelah dia menyelesaikan rangkaian haji.

Jumlah Muslim mencapai satu juta di Belanda dari populasi 16 juta, sebagian besar berasal dari Turki dan Marokko.

Jumlah muallaf asli Belanda telah meningkat mencapai 15 ribu dari 12 ribu dalam beberapa tahun terakhir.

Penebusan dosa

Van Doorn sangat menyesal telah ikut ambil bagian dari film Fitna yang sangat dibenci dan mengatakan dia pergi ke tanah suci untuk melakukan penebusan dosa.

“Saya merasa malu berdiri di depan makan Rasulullah. Saya telah membuat kesalahan besar dengan ikut membuat film asusila ini,” katanya.

“Saya berharap Allah memberi maaf dan menerima pertobatan saya.”

Kunjungannya ke tanah suci Makkah dan Madinah bukan untuk pertama kalinya.

Setelah ia masuk Islam, politisi Belanda ini melakukan umrah setelah menemui dua imam dari masjid Nabawi Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar.

Dia diberi wejangan oleh dua orang imam tersebut bagaimana menjalani hidup sebagai Muslim yang baik dan menghadapi tantangan Islam di Barat.

Ia menunjukkan kegembiraannya di Madinah dalam akun twitter, yang merefleksikan perasaannya.

“Berdoa di Raudhah yang sakral #Madinah,” kata Doorn dalam sebuah tweetnya.

“Pertemuan penuh inspirasi dengan imam masjid Ali Al-Hudayfee,” katanya dalam tweet lainnya. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Onislam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setiap hari raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih puluhan hewan kurban. Tak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan daging tersebut juga diberikan kepada daerah terpencil yang kurang mendapat perhatian.

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil

"Tahun ini kami menerima 19 sapi dan 5 ekor kambing," kata Ustadz Iskandar, Jumat (1/9).

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng tersebut mengemukakan ada sejumlah nama yang mempercayakan penyembelihan hewan kurban ke pesantren ini. "Ada Kapolda Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Pengasuh dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, serta para guru dan beberapa wali santri," jelas alumnus Universitas Hasyim Asyari atau Unhasy Jombang ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, daging dari hewan kurban tersebut diberikan ke sejumlah warga kurang mampu di sekitar pesantren. "Juga kepada dewan guru, karyawan dan santri Tebuireng," terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tidak hanya itu, daging tersebut juga disebar ke daerah terpencil. "Kawasan yang dipilih panitia adalah Kecamatan Kabuh," ungkap Ustadz Iskandar. Daerah tersebut sengaja dipilih lantaran masyarakatnya lebih membutuhkan, lanjutnya.

Setidaknya ada 2000 paket hewan kurban yang disiapkan panitia untuk menjangkau sejumlah kawasan terpencil, termasuk warga sekitar Pesantren Tebuireng. "Hari ini hingga Ahad lusa, hewan akan kita sembelih dan didistribusikan kepada para dhuafa yang telah didata," katanya.

Pantauan media ini di lokasi yakni halaman Pesantren Tebuireng, tampak warga sekitar pondok menyerahkan sejumlah kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan mengantri secara tertib, mereka menukarkan kupon tersebut dengan paket daging kurban. Wajah sumringah tampak terlihat dari muka mereka saat meninggalkan halaman pesantren. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 20 Desember 2017

Jeju, Permata Wisata Korea

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Jeju merupakan pulau terbesar di Korea Selatan yang memiliki otonomi khusus. Kini aktifitas utamanya adalah wisata dan pertanian. Setelah menjadi anggota salah satu tujuh keajaiban alam dunia bersama Komodo di Indonesia, pemerintah Jeju sangat aktif mempromosikannya untuk menarik turis datang ke pulau ini.

Sejak dahulu, tempat ini sudah dikenal sebagai pulau untuk bulan madu bagi warga Korea. Pada tahun 1970-an hanya ada satu penerbangan dari Seoul ke Jeju, kini setiap tahunnya, pulau ini dipadati oleh 10.5 juta turis, padahal penduduknya hanya 500 ribu jiwa. Pengelolaan tempat wisata secara profesional membuat wisatawan merasa nyaman dan puas dengan.

Jeju, Permata Wisata Korea (Sumber Gambar : Nu Online)
Jeju, Permata Wisata Korea (Sumber Gambar : Nu Online)

Jeju, Permata Wisata Korea

Dari bandara Gimpo, kami menggunakan pesawat Korean Air dengan waktu tempuh sekitar 1 jam penerbangan. Saya lihat tiketnya berharga 53.000 won. 1 won sekitar 10-11 rupiah, jadi kalau di rupiahkan harga tiket sekitar 550.000-600.000, sama dengan Indonesia, harga tersebut standar untuk penerbangan selama satu jam. Yang kami suka di bandara Korea, baik Incheon, Gimpo, atau Jeju, proses pengambilan bagasi sangat cepat. Begitu kami turun dari pesawat, hanya beberapa menit menunggu di tempat pengambilan bagasi, tas-tas bagasi sudah mulai muncul. Ini merupakan bagian dari tradisi kerja keras dan selalu ingin cepat orang Korea.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Satu masalah yang kami hadapi di Korea adalah urusan toilet. Di bandara, hotel, atau tempat rekreasi, toilet selalu menggunakan sensor elektronik. Begitu selesai kencing, beberapa detik kemudian air akan mengucur membersihkan tempat buang air. Orang Indonesia yang terbiasa “cebok” agak susah dengan gaya toilet canggih ini. Akhirnya, kebiasaan kami ketika di toilet, yang semakin sering dari biasanya karena udara yang dingin, terpaksa geser kiri-geser kanan atau mundur dulu agar air mengucur dan kami bisa menampung sedikit air di tangan untuk “cebok.” Untuk temen-teman perempuan, mereka kemana-mana bahkan harus membawa botol aqua kosong kalau sedang di toilet. Secara berseloroh, kami menyebut toiletnya “ngak Islami”. Orang Indonesia dari kecil diajarkan membersihkan kelaminnya setelah kencing.

Kami terbang dari Gimpo pukul 12.30 waktu setempat dan tiba di Jeju satu jam kemudian. Selama di pesawat kami gunakan untuk sedikit terlelap menghilangkan kepenatan akibat perjalanan panjang. Begitu turun, kami kembali segar. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selamat datang Jeju, acara jalan-jalan dimulai. Dengan menggunakan bis, tujuan pertama adalah batu kepala naga yang dalam bahasa Korea dikenal dengan nama Yongduam (yong=naga), yang lokasinya tak jauh dari Bandara, kira-kira hanya memerlukan waktu 10 menit dari bandara. 

Legenda menyatakan bahwa kurir raja naga dikirim ke Gunung Halla untuk mengumpulkan bullocho (herbal terkenal untuk memberikan hidup yang kekal). Utusan tersebut tewas oleh panah dari dewa gunung yang marah. Bagian tubuhnya tenggelam ke dalam air sementara kepala tetap di atas air ketika berusaha untuk kembali ke langit. Kalau menurut pendekatan ilmiah, batu berbentuk kepala naga ini merupakan hasil erupsi gunung berapi jutaan tahun lalu.

Masuk ke lokasi ini tidak di pungut tiket. Disini, kami belajar tentang tradisi dan kepercayaan orang Jeju. Banyak sekali rombongan wisatawan yang datang, terlihat dari seragam yang mereka kenakan. Tampaknya ada tradisi berwisata dengan baju seragam di Korea, beda dengan di Indonesia yang lebih memilih baju santai.

Kami hanya sebentar di lokasi ini, foto-foto. Saya sempat mengambil gambar Kiai Masdar, Prof Suwito, dan Prof Bambang Pranowo dengan latar belakang pantai dan gedung-gedung tinggi di seberangnya.

Kami selanjutnya bergerak ke Jalan Berhantu atau dalam bahasa lokal disebut Dokkaebi yang terletak di sebuah bukit di kaki gunung. Saya langsung terbayang Jabal Magnet di Arab Saudi yang katanya, karena tarikat magnet, mobil bisa jalan sendiri ke atas, melawan gravitasi. Jalan ini terkenal mulai tahun 1980-an ketika seorang sopir taksi mengantarkan satu pasangan yang sedang berbulan madu. Mereka berhenti di lokasi tersebut untuk foto-foto, tiba-tiba, mobil yang diparkir jalan sendiri, bukannya turun ke bawah, tapi malah naik ke atas dan mereka mengira ada hantu yang mengusiknya. Cerita tersebut akhirnya tersebar dari mulut ke mulut dan semakin banyak orang mencoba keajaiban tersebut. Karena semakin banyaknya orang mencoba, jalanan jadi macet dan pemerintah membuat jalan baru. 

Pada titik yang ditentukan, sopir bis mematikan mesin, dan ajaib, bis seperti bergerak naik ke atas, pelan, pelan dan semakin lama semakin kencang sampai akhirnya sopir menghidupkan lagi mesinnya. Kami tidak ada yang turun dari bis untuk lokasi ini. 

Bagaimana fenomena sesungguhnya dari kejadian ini. Sebenarnya, jalanan tersebut tidak menanjak, tetapi karena sekeliling jalan tersebut merupakan perbukitan, maka terjadi ilusi optik, seolah-olah jalan tersebut naik. 

Kini tujuan selanjutnya adalah Sumokwon Theme Park yang didalamnya terdapat museum es, pertunjukan film lima dimensi.

Dengan tiket seharga 7.000 won atau USD 7, kami bisa masuk museum yang didalamnya dipenuhi dengan patung-patung yang dibuat dari es. Sebelum masuk, petugas memberi selimut. Begitu masuk dalam ruangan, patung-patung indah terpahat dari es. Bagi kami yang berasal dari daerah tropis, destinasi ini sangat menarik. Hanya dalam beberapa menit, tubuh sudah menggigil kedinginan. Untung saja sebelum berangkat, kami sudah siap dengan pakaian tebal dan kaos tangan, bisa sedikit membantu. Tangan terasa beku, sudah tidak bisa merasakan lagi sentuhan. Tapi, kesempatan ini tidak kami sia-siakan, semuanya segera jeprat-jepret memilih lokasi terbaik, bergaya dengan posisi terindah untuk kenang kenangan atau narsis-narsisan di media sosial. Ada yang dibentuk seperti gua dengan stalaktitnya yang runcing-runcing, seolah-olah akan patah dan menusuk, ngeri juga membayangkannya bagaimana kalau benar-benar patah esnya. Ada pula patung beruang dan patung tradisional Jeju, tapi yang paling menarik adalah berfoto di depan iglo, rumah dari salju berbentuk kubah khas orang Eskimo yang selama ini hanya bisa dilihat di foto dan video saja. Kami antri bergaya di depan pintu masuk berbentuk lengkung yang diatasnya dibuat patung beruang. profesor dan kiai juga turut ambil angle terbaiknya. 

Untuk masuk harus sedikit merunduk. Saya masuk di dalam iglo tersebut dan didalamnya, tidak menjadi lebih dingin seperti bayangan saya semula. Didalamnya ada kursi dan ranjang yang terbuat dari es, kami bisa bergaya didalamnya, berfoto-foto sambil tiduran diatas es, he he he,… dingiiiin.

Dalam museum, juga ada luncur-luncuran dari es. Beberapa anggota rombongan pun meluncur dari atas, sambil menjerit-jerit kecil sambil ketawa cekikikan diatas luncuran yang dingin, sementara kawan kami yang dibawah diminta mengambil fotonya. Yah, kami kembali ke masa kecil yang mengasyikkan.

Kami selanjutnya pindah ke lantai dua, untuk menyaksikan pertunjukan film lima dimensi, tentu saja dengan menggunakan kacamata khusus. Untuk nonton pertunjukan, tiketnya berharga 5.000 won atau USD 5.

Ruangan berbentuk melingkar dan ditangahnya kami duduk di bangku-bangku yang telah disediakan. Begitu lampu dimatikan, dunia bawah lain seolah-olah muncul di depan mata dengan ikan yang berseliweran. Inilah hasil teknologi dan kreatifitas manusia yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, melampaui imajinasi.

Sebenarnya masih ada satu wahana lagi di lantai atas untuk berfoto-foto ria dengan background 3 dimensi, seolah olah kami  sedang surfing, terkena seruduk banteng, ditengah-tengah panasnya lava, dan lainnya. Sayang, waktu sudah mepet karena ada jadual pertemuan dengan Jeju Tourism Organization (JTO).

Kami disambut oleh Jinki Hwang, Overseas Promotion Assistant Manager yang mempromosikan Jeju sebagai destinasi yang layak untuk dikunjungi. CNN menasbihkan Jeju sebagai Asia’s new best weekend gateway dengan julukan “Hawaii of Korea”. UNESCO menempatkan Jeju sebagai biosphere reserver (2002) World Natural Heritage (2007) dan Global Geoparks (2010). 

Jeju juga sudah mulai membangun infrastruktur untuk wisatawan Muslim seperti layanan hotel untuk ruangan sholat dan penentuan arah kiblat serta makanan halal. Disini, sudah ada Cabang Federasi Muslim Korea, yang dipimpin oleh Shaikh Hji Bashir Kim Dae Yong, lulusan fakultas syariah Universitas Qatar.

Jumlah kunjungan turis dari Indonesia ke Jeju juga semakin meningkat. Tahun 2012, terdapat hampir 150 ribu turis ke Korea dan sekitar 24 ribu atau 15.9 persen berkunjung ke Jeju, meningkat dari tahun 2011 yang hanya 10.1 persen dan 2010 yang hanya 3.9 persen.

Kami sholat jamak dan qashar di sini seusai acara dengan memindah-mindahkan meja dan kursi yang sebelumnya digunakan untuk presentasi. Di ruangan tersebut sudah disediakan beberapa sajadah, Qur’an dan kompas kiblat. Kiai Masdar memimpin sholat jamaah ini.

Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah seharian capek bermain-main dengan di berbagai wahana, kini waktunya makan malam. JTO menjamu kami di Shangri La seafood buffet Jungmun Marine Park Pacific Land, sebuah restoran yang sangat populer di kawasan tersebut. Jungmun merupakan kawasan resort dan hotel terbaik di Jeju, seperti di Nusa Dua Bali. Disini juga dibangun sebuah convention center untuk menggelar berbagai acara besar.

Disini benar-benar makan besar, berbagai jenis makanan laut terhidang. Ada berbagai jenis sushi, makanan Jepang, biasanya daging ikan salmon yang diletakkan diatas kepalan kecil nasi yang dimakan sekali telan. Selain itu ada kerang, ikan, kepiting yang cukup besar juga udang yang merupakan hasil lain Jeju. Kami mencobanya sedikit-sedikit, menikmati petualangan rasa setelah sebelumnya menjalani petualangan fisik selama seharian. Harganya sih cukup menguras kantong rata-rata orang Indonesia, sekitar 500 ribu rupiah per kepala. 

Setelah kenyang menikmati hidangan yang lezat, kini waktunya merebahkan tubuh. Kami menginap di The Suite Hotel, salah satu hotel terbaik di Jungmun, yang nyaman untuk istirahat. Kami menyiapkan energi untuk petualangan esok hari. (mukafi niam) . Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat tasawuf ditandai oleh kemunculan zuhhad (orang-orang zuhud) yang hatinya tidak tergantung pada dunia. Ada sebuah hadits yang meriwayatkan bahwa ketika Islam telah berkembang luas dan kaum muslimin telah memperoleh kemakmuran, sahabat Umar bin Khattab RA berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Ketika Umar telah masuk ke dalamnya, dia tertegun melihat isi rumah Beliau, yang ada hanyalah sebuah meja dan alasnya hanya anyaman daun kurma yang kasar. Sementara ada griba (tempat air) yang menggantung di dinding yang biasa Rasulullah pakai untuk berwudlu. Air mata Umar pun berlinang seketika. “Gerangan apakah yang membuatmu menangis, wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

Umar pun menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, ya Rasulullah? Hanya seperti ini keadaan yang aku dapati di rumah Tuan. Tidak ada perkakas, tidak ada kekayaan, padahal Tuan telah memegang kunci dunia timur dan dunia barat.” Lalu Beliau menjawab, “Wahai Umar, aku ini adalah Rasulullah. Aku bukan seorang kaisar Romawi dan juga bukan Kisra Persia. Mereka hanya mengejar duniawi, sementara aku mengutamakan ukhrowi.” Inilah jalan sufi Rasulullah.

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)
Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator (Sumber Gambar : Nu Online)

Ensiklopedi Tarekat dari Kiai Dokumentator

Tarekat atau thariqah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Pertama-pertama ia muncul sekitar abad 10 M sebagai jalan yang ditempuh seorang sufi untuk sampai kepada Allah secara fardiyyah (individual). Kemudian pada abad 13 M, metode berkembang dari individual menjadi kolektif. Beberapa orang bersama-sama melakukan muraqabah kepada Allah. Dan sejak abad 15 M, terjadi transisi misi ajaran dari guru atau mursyid kepada para pengikutnya. Pada tahap ini tarekat dikenal dengan organisasi tasawuf yag melestarikan ajaran-ajaran syaikh tertentu. Karena itu pula muncul nama-nama tarekat seperti tarekat Qadiriyah, Tarekat Naqsyabandiyah, dan Tarekat Syadziliyah.

“Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf” ini disusun oleh Sang Kiai Ahli Dokumentasi –begitu Martin van Bruinessen menyebutnya— KH A Aziz Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyyah Denanyar Jombang. Ia sangat aktif menulis, hingga dalam usia 73 tahun ini telah menghasilkan lebih dari 200 karya buku dan ikhtishar dalam bahasa Indonesia maupun Arab. Ia rajin dalam mengumpulkan keputusan-keputusan Muktamar, Ahkamul Fuqaha’, selain juga pernah menulis 99 Kiai Kharismatik Indonesia dan 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, tarekat secara etimologi berarti jalan. Tarekat sama halnya dengan “madzhab” dalam disiplin Ilmu Fiqh, dan “firqah” dalam Ilmu Kalam. Sedangkan dalam istilah tasawuf, tarekat berarti perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara menyucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk dapat mendekatkan diri kepada Tuhan (hlm. 1). Tarekat kemudian dipakai dan dipahami banyak kalangan sebagai suatu bimbingan pribadi dan perilaku yang dilakukan oleh seorang mursyid kepada muridnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Fokus pembahasan dalam buku ini adalah golongan zuhhad (orang-orang zuhud). Karena mayoritas manusia lebih terpesona akan dunia (hubbud dunya) dan takut pada kematian (karahiyatul maut). Belajar dari kasus Daulat Bani Umayah yang ketika itu memiliki wilayah yang amat luas, terbentang dari Asia, Afrika Timur, sampai Eropa, namun seketika hancur karena tidak memiliki spiritualitas batiniah. Begitu juga yang dialami oleh Daulat Bani Abbasiyah (hlm. 5).

22 tarekat yang berhasil dihimpun oleh KH. A. Aziz Masyhuri adalah Tarekat Alawiyah, Ahmadiyah Badawiyah, Aidrusiyah, Chisytiyah, Dasuqiyah, Ghazaliyah, Haddadiyah, Idrisiyah, Khalwatiyah, Malamatiyah, Maulawiyah, Naqsyabandiyah, Naqsyabandiyah Haqqaniyah, Qadiriyah, Rifa’iyah, Sammaniyah, Sanusiyah, Suhrawardiyah, Syadziliyah, Syattariyah, dan Tijaniyah. Pengurutan nama-nama tarekat tersebut berdasarkan abjad sebagaimana ensiklopedi pada umumnya. Semua tarekat tersebut termasuk dalam kelompok thariqah mu’tabarah, tarekat yang memiliki sanad yang muttasil (sambung) sampai kepada Rasulullah SAW.

Dalam tradisi tarekat, sebagai organisasi tasawuf, murid-murid biasanya berkumpul di suatu tempat yang disebut ribath, zawiyah, atau khanaqah untuk melakukan latihan-latihan rohani (dzikr Allah) yang materi pokoknya adalah membaca istighfar, membaca shalawat Nabi dan membaca dzikir nafi itsbat dan ism dzat secara bersama di bawah bimbingan guru (mursyid), yang di dalamnya terdapat ajaran-ajaran (’amaliyah), aturan-aturan (adab), kepemimpinan (mursyid), hubungan antara mursyid-murid, wasilah, silsilah, ijazah, suluk, dan ritual seperti baiat atau talqin, khususiyah, haul, dan manaqib (hlm. 8).

Kalangan Nahdiyin, walaupun tidak mengikuti organisasi tarekat tertentu, setidaknya harus memiliki jalan sufi untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran dunia yang kian hari semakin menjalar. Karena orientasi kehidupan yang sebenarnya bukanlah dunia dan harta benda, melainkan kebahagiaan hidup di kehidupan selanjutnya.

Data buku

Judul Buku : Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf

Penulis : KH. A. Aziz Masyhuri

Cetakan : II, Desember 2014

Penerbit : Imtiyaz Surabaya

Tebal : xvii + 396 halaman

Peresensi : Hilmi Abdillah, santri Pesantren Tebuireng

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Nahdlatul Ulama, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera

Padang Pariaman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih di halaman rumah, perkantoran dan gedung lainnya dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 tahun 2017 membuat pejuang kemerdekaan RI prihatin. Kami berjuang mengusir bangsa penjajah Belanda dengan tetesan darah berwarna merah. Ribuan pejuang bercucuran darah hingga tewas akibat serangan tentara Belanda.

Demikian diungkapkan salah seorang pejuang Kemerdekaan RI 1945 di Kabupaten Padang Pariaman, Labai Burhan, Jumat (18/8) di kediamannya kepada Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana yang mengunjunginya dalam suasana peringatan HUT RI ke-72.?

Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)
Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera (Sumber Gambar : Nu Online)

Pejuang 45 Ini Prihatin Kurangnya Kesadaran Masyarakat Pasang Bendera

Burhan yang ditemani isterinya, Rabaani, kini tinggal di Korong Badinah, Nagari Lareh Nan Panjang Barat, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Menurut Burhan, betapa sedihnya menyaksikan generasi sekarang yang seakan tidak menghargai apa yang sudah dilakukan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Mereka harus berhadapan dengan bedil, senjata mortir dan tank tentara Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali.?

"Nyawa mereka dipertaruhkan. Tapi hari ini dengan memasang bendera merah putih sebagai simbol ? bangsa Indonesia di hari peringatan kemerdekaan tersebut, terlihat banyak yang tidak memasang. Hendaknya ini perlu menjadi perhatian para pemimpin di masyarakat," kata Burhan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Burhan juga menceritakan perjuangannya pada perang kemerdekaan. Suatu hari Komandan Pleton Abdulllah PO di Pakandangan menyuruhkannya menjeput peluru ke Sicincin. Dengan seorang teman, berangkat ke Sicincin. Dalam perjalanan bertemu dengan 12 orang pasukan Belanda.?

“Kami sangat kuatir jika tentara Belanda menghunuskan senapan, pasti tewas. Agar tidak menarik perhatian tentara, tetap berjalan tanpa menunjukkan akan melakukan perlawanan. Nasib baik, tentara Belanda tidak melakukan penempakan," kata Burhan yang kini sudah berumur 100 tahun. Karena alasan naik haji tahun 2007, tahun kelahirannya terpaksa ? dimajukan menjadi 15 April 1929 di KTP.

Menurut Burhan, meski turut berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan RI, dirinya tidak pernah menerima pensiun sebagai veteran. Dulu memang ada yang mau mengurusnya. Namun hingga kini tidak ada hasilnya. Sedangkan teman-teman dan anggota sesama pejuang di pleton 142 sudah lama wafat.?

"Komandan Pleton Datuak Borong dan Wakilnya Buyung Gili, keduanya dari nagari Lubuk Pandan. Bahkan ada pula yang mau mengurus status veterannya, tapi dimintai sejumlah emas sebagai imbalannya. Akhirnya hingga kini tak jelas," kata Burhan yang memiliki 4 isteri dan 18 orang anak. Meski memiliki empat isteri, tapi tidak pernah isterinya di madu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, ? Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana mengakui, rendahnya perhatian masyarakat terhadap pemasangan bendera merah putih menunjukan rendahnya pemahaman nilai-nilai nasionalisme dan perjuangan meraih kemerdekaan Indonesia. Generasi muda semakin tidak akrab dengan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.

"Apalagi derasnya arus melalui media sosial, televisi dan media internet yang tidak sebanding dengan penyebaran nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut. Sinetron atau tayangan di televisi yang banyak digandrung masyarakat, terlihat lebih ? banyak tidak menumbuhkan nilai-nilai semangat nasionalisme dan kebangsaan tersebut," kata Zeki yang didampingi Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Padang Pariaman Muhammad Zulfadli.

Menurut Zeki, harus ditanamkan sejak dini nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan kepada anak-anak bangsa. Sekolah dan lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan tersebut, kata Zeki yang juga ? mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril sebagai perantar. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang akan terjaga dan terawat sampai hari kiamat.

Begitu pula bagi yang membacanya senantiasa akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, tercatat pahala setiap hurufnya berupa satu kebaikan dan satu kebaikan itu akan dilipatgandakan dengan sepuluh pahala. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, dari Ibnu Mas’ud ra.,

من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Surat Yasin dengan Maksud Tertentu

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan dengan sepuluh (pahala).

Oleh karena itulah al-Qur’an bagi orang muslim selalu dibacakan dalam berbagai kondisi, baik ketika senang maupun sedih. Mulai dari walimatul arusy (pernikahan), walimatul hitan, walimatus safar, akhirus sanah, seminar, pelantikan, hingga prosesi pemakaman, selalu disertakan bacaan al-Qur’an di dalamnya. Hanya saja ayat al-Qur’an yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan konteksnya. Tentunya pembacaan ini memiliki tujuan dan maksud tertentu. Selain menjadi sumber pahala dan dianggap ibadah, membaca ayat al-Qur’an juga memiliki berberapa faedah. Seperti membaca surat Yasin yang memiliki fadhilah terkabulnya segala hajat dan tertolaknya marabahaya.

Apakah membaca surat Yasin dengan tujuan seperti itu tidak termasuk dalam kategori riya, yang menghilangkan nilai keikhlasan? Karena membacanya dengan harapan terpenuhinya kebutuhan, atau terhindarnya balak-marabahaya, bukan karena Allah semata.

Dalam Kitab Qurratul ‘Ain Fatawa Isma’il Zain diterangkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan dan tidak dianggap riya, selama tidak melanggar aturan-aturan syara’ dan bukan pekerjaan ma’syiat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

يجوز أن تقرأ سورة يس بنية قضاء حاجة من جلب نفع أو دفع ضر سواء كان المقصود دينيا أو دنيويا مالم يكن معصية ولا يكون ذلك رياء

Boleh membaca surat Yasin dengan maksud dan tujuan tertentu, entah itu duniawi maupun ukhrowi selama tidak dalam hal maksiat, dan pembacaan itu tidak termasuk sebagai perbuatan riya’

Karena definisi riya’ sebenarnya adalah melakukan sesuatu bukan karena Allah Ta’ala tetapi karena makhluk ciptaan Allah swt, sedangkan bacaan Yasin mengharapkan pahala dari Allah swt. yang berupa berbagai fadhilah tersebut.

(Pen./Red. Ulil H)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Makam, Nahdlatul Ulama, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. SD Ta’mirul Islam Tegalsari Surakarta memperkenalkan peserta didik pada Al-Quran. Setiap pagi, sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, para murid terlebih dahulu mengaji surat-surat Juz 30.

Koordinator Guru Al-Quran SD Ta’mirul Islam, Aris Paryanto mengatakan, hal itu dilakukan tiap hari untuk membiasakan mengaji dan mengenalkan Al Quran sejak dini kepada mereka.

SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

SD Ta’mirul Islam Kenalkan Al-Quran Sedari Dini

Ia menambahkan, pelajaran Al-Quran memang menjadi salah satu unggulan di sekolah ini. Setiap hari di SD yang memiliki sekitar 1200 siswa ini diselenggarakan pelajaran Al-Qur’an, “Dalam pelajaran itu, selain mengaji secara bersama-sama (klasikal), siswa juga diberi kesempatan untuk menambah hafalan mereka,” katanya ” Kamis (30/5) lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Aris menerangkan, targetnya juz ke-30 (Juz Amma) yang diikuti oleh para siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Dilakukan berjenjang, jadi tiap kelas ada target hafalan, semisal kelas 1 mesti hafal sampai Al-Alaq.

“Harapannya nanti ketika mereka telah lulus dari sini, minimal sudah hafal juz 30 dan dapat mengaji secara tartil,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagai bahan evaluasi harian dijelaskan Aris menggunakan buku evaluasi tersendiri yang diberi nama buku prestasi. Buku tersebut setiap harinya harus dibawa siswa agar tambahan mengaji atau hafalan mereka terpantau.

Sedangkan untuk setahun sekali diadakan wisuda tahfidz juz 30 atau tes hafalan pada siswa yang sudah khatam minimal juz 30. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan sekaligus apresiasi bagi anak didik yang telah hafal Al-Qur’an juz ke-30. Sedangkan bagi murid yang sudah melebihi target hafalan, semisal sudah hafal juz selain juz 30 juga diperbolehkan untuk ikut pada acara tersebut.

Redaktur: Abdullah Alawi

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock