Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Koordinasi dengan Polisi, GP Ansor Subang Amankan Natal

Subang,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Subang, Jawa Barat turut membantu mengamankan gereja saat perayaan hari Natal 2014.

Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata mengatakan, sesuai instruksi dari pimpinan pusat, GP Ansor yang berada di tingkatan cabang harus turut serta pengamanan Hari Raya Natal.

Koordinasi dengan Polisi, GP Ansor Subang Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)
Koordinasi dengan Polisi, GP Ansor Subang Amankan Natal (Sumber Gambar : Nu Online)

Koordinasi dengan Polisi, GP Ansor Subang Amankan Natal

“Kita sudah istruksikan juga kepada seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Subang untuk mengerahkan pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di tingkatan masing-masing untuk mengamankan gereja,” ujar Asep Rabu (24/12).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan, salah satu titik pengamanan yang akan dilakukan pengamanan adalah gereja-gereja yang ada di kawasan Subang Pantai Utara (Pantura). “Namun tetap harus ada koordinasi dengan semua Kepolisian Sektor (Polsek) di masing-masing kecamatan,” katanya.

Sementara, Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Pusakajaya, Rohmatullah menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan puluhan anggota Banser yang ada di Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) Kecamatan Pusakajaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kita sudah siap akan amankan di Gereja yang ada di Pusakajaya, kita sudah koordinasi dengan  pihak gereja dan pihak Polsek Pusakajaya. Mereka pun menyambut baik dengan rencana kita, mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar,” kata Rohmatullah didampingi Komandan Satkoryon Banser Pusakajaya, Saefulloh.

Selain itu, lanjut dia, apa yang dilakukan GP Ansor yang merupakan bagian dari visi sayap organisasi Nahdlathul Ulama (NU) tersebut merupakan agenda rutin tahunan setiap perayaan hari Raya natal.

“Kita ingin menjaga prularitas, karena dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara, kita dituntut untuk menjunjung tinggi nilai-nilai dan sikap toleransi sesama umat. Dan itu merupakan visi NU,” pungkasnya. (ade/alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura menziarahi makam Sunan Bayat untuk mengawali ziarah rutin makam para wali. Mereka mengadakan istighosah di kompleks pemakaman Sunan Bayat yang lazim disebut Sunan Pandanaran di atas perbukitan Gunung Jabalkat desa Paseban kecamatan Bayat kabupaten Klaten, Selasa (2/9).

Salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya Iman Widodo menuturkan, “Usai bulan Syawal ini kami mulai kembali kegiatan ziarah yang memang menjadi agenda rutin PSNU Pagar Nusa Solo Raya.”

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Ziarah, Iman melanjutkan, dipilih sebagai salah satu agenda rutin untuk lebih mengakrabkan para generasi muda NU dan tradisi Nahdliyin. Pasalnya, sejauh ini kita menganggap banyak generasi muda NU kurang akrab dengan salah satu tradisi Nahdliyin terutama ziarah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karena itu, Pagar Nusa sebagai salah satu Banom NU yang mayoritas di Solo Raya beranggotakan generasi muda, berusaha menjadi pelopor untuk menggiatkan tradisi yang satu ini.

Kami berharap tradisi ziarah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan para salafus sholeh dapat terus dilaksanakan mengingat banyak hikmah yang bisa didapat dari ziarah kubur selain tujuan mengingat mati, pungkas Iman. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Manusiawi bila seseorang mempunyai cita-cita tinggi dan mulia, seperti penghidupan yang layak, keturunan yang baik juga status sosial di masyarakat. Namun demikian sebaik-baik harapan dan cita-cita adalah apabila dalam proses dan pencapaianya selalu mendasarkan diri pada nilai-nilai Al-Qur’anul karim. 

Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an

Demikian taushiyah singkat Mustasyara PCNU Pringsewu, lampung H Sujadi Saddad dalam acara Walimatul Khitan di kediaman santrinya Endriyansah di Pekon Patoman Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Ahad (18/9).

"Semoga yang di khitan, karena kedua orang tuanya mengajarkan al Quran, maka kita doakan putranya juga menjadi ahlul Quran," harapnya.

Abah Jadi yang Bupati Pringsewu ini juga menggaris bawahi bahwa dengan selalu berpegang pada al Quran maka orang tersebut akan selalu dalam bimbingan dan lindungan Allah SWT.

"Insya Allah orang yang dalam hidupnya bersama al Quran kalaupun salah, ia akan segera kembali memperbaiki diri,seandainya akan tergelincir ia akan segera diselamatkan dan pada akhirnya akan menjadi pribadi yang bejo (beruntung-red)," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bupati juga mewanti-wanti untuk selalu bersyukur atas pekerjaan dan penghidupan yang telah diberikan Allah SWT, tidak menghalalkan segala cara dalam meraih pekerjaan ataupun kedudukan. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jangan minder walaupun tidak menjadi PNS, hindarkanlah suap dan sogok dalam mencapai tujuan. Tetaplah menyibukkan diri dengan al Quran. Karena Nabi telah berpesan, barang siapa yang sibuk dengan al Quran maka Alloh akan memberikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada sesuatu yang diminta hambaNya dalam doa," tegasnya.

Acara ini menghadirkan penceramah dari Pondok-Pesantren Al Asyariyyah Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah, Ust. Edi Muhammad Abdul Rahman. Nampak hadir ketua PCNU Pringsewu H.Taufik Qurrohim juga Pengasuh Pesantren Baitul Quran ustadz Hamid Alhafidz. (Fatchurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil

Menjelang persalinan Sayidatina Fathimah RA, RAsulullah SAW memanggil Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin. Nabi Muhammmad SAW meminta keduanya untuk mwmbaca ayat Kursi dan surat Al-A‘raf ayat 54 di dekat Sayidatina Fathimah RA. Kecuali itu, Rasulullah SAW meminta keduanya membaca Surat Al-Falaq dan An-Nas di dekat Fathimah.

Sebagaimana mana dimaklum, bunyi surat Al-A‘raf ayat 54 adalah sebagai berikut.

Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Jelang Persalinan Ibu Hamil

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Sungguh, Tuhanmu adalah Allah, yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutup malam dengan siang yang mengiringinya dengan segera. Dia menciptakan matahari, bulan dan bintang-bintang yang tunduk di bawah perintah-Nya. Ingatlah, hanya milik Allah segala penciptaan dan segala urusan. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam,” (QS Al-A‘raf ayat 54).

Hadits ini diriwayatkan oleh Sayidatina Fathimah RA yang kemudian disebutkan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar. Dalam karyanya itu, Imam An-Nawawi menganjurkan orang di sekitar ibu hamil yang akan bersalin untuk membaca banyak doa di saat genting (doa kurob).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu doa kurob yang diajarkan Rasulullah SAW adalah berikut ini.

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ?

Lâ ilâha illallâhul ‘azhîmul halîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil ‘azhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus samâwâti wa rabbul ardhi rabbul ‘arsyil karîm. Yâ hayyu, yâ qayyûm, bi rahmatika astaghîts

Artinya, “Tiada tuhan selain Allah yang maha agung lagi maha santun. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan arasy yang megah. Tiada tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan arasy yang mulia. Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, lagi Maha Jaga. Hanya kasih-sayang-Mu yang kuharapkan.”

Ada baiknya juga memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW seperti Shalawat Nariyah, dan shawalat lainnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Januari 2018

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Pati, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadikan desa sebagai penyangga kekuatan ekonomi negara, perlu didukung dengan langkah kongkret meningkatkan sumber daya warga desa. Inilah yang saat ini, menjadi konsentrasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa), Pati, Jawa Tengah.

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Dalam rangka menyiapkan konsep dan program strategis untuk transformasi masyarakat desa, Staimafa menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk mengawal isu desa dan mempersiapkan proyek percontohan (pilot project) desa mandiri. Kegiatan FGD Kajian Desa dan Agraria, PMI Staimafa, diselenggarakan pada Senin (4/5), dengan menghadirkan narasumber Ketua PBNU, Drs H Imam Aziz. 

Ketua Staimafa, KH Abdul Ghoffar Rozien, MEd mengungkapkan, bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk mengawal isu desa, sebagai program transformasi sumber daya masyarakat. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Selama ini, Staimafa melalui Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Lembaga Penelitian (P3M) mendorong transformasi sumber daya warga desa. Ke depan, kita ingin berkontribusi lebih serius dan mendetail, untuk mengawal isu desa agar memiliki manfaat maksimal. Dengan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat, menjadi tugas Staimafa untuk membantu mendorong terlaksananya program desa yang bermanfaat,” ungkap Rozien.  

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Agenda yang diselenggarakan di ruang meeting kampus Staimafa ini, membincang topik utama, ‘Peran Perguruan Tinggi dan Ormas untuk Transformasi Sumber Daya Desa”. Dalam agenda ini, Imam Aziz menegaskan tentang problem penting yang menjadi konsentrasi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, yakni persoalan tentang pengembangan masyarakat yang terfokus pada isu kewilayahan, dan isu strategis tentang pengembangan ekonomi warga desa. 

“Isu kewilayahan ini memang menjadi problem mendasar dari kebijakan politik Kabinet Kerja. Persoalan kepemilikan tanah, antara warga, pengusaha dan lembaga negara, menjadi permasalah mendasar yang rawan konflik. Ini terjadi tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah luar Jawa, semisal Lampung, Kalimantan dan beberapa kawasan lain,” ungkap Imam Aziz. 

Selain itu, Imam Aziz menyoroti tentang pentingnya kualitas sumber daya warga desa. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya sumber daya masyarakat desa ditingkatkan agar mampu bersaing dalam peta ekonomi nasional maupun internasional. 

“Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ekonomi desa, sebagai sumber daya lokal, dengan ekonomi nasional maupun internasional. Intinya, bagaimana agar produk desa itu juga terkoneksi secara tersistem dengan pasar nasional dan internasional. Dalam hal ini, kita perlu belajar ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk membangkitkan ekonomi warganya,” terang Imam Aziz. 

Di negara Tiongkok, tambah Imam Aziz, usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga punya orientasi untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara, di Korea, negara punya kekuatan untuk membendung industri asing agar tidak menjadikan negara sebagai pasar. Inilah yang kemudian membuat perekonomian Tiongkok dan Korea Selatan dapat maju. 

Imam Aziz memberikan dorongan, bahwa sudah saatnya akademisi dan aktivis ormas berperan dalam transformasi desa. “Kampus dan ormas dapat berperan bersama-sama dalam mengawal isu desa, agar tidak hanya terjebak pada isu anggaran, akan tetapi pada subtansi pemberdayaan warganya,” tegas Imam Aziz. 

Sementara, Ketua Jurusan PMI, Sri Naharin, MSi menyatakan akan menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada dan Pemkab Pati untuk mengawal isu desa agar dapat terwujud sebagai program kongkret. 

“Staimafa memiliki sumber daya yang siap mengawal pelatihan skill profesional untuk pendamping desa, pembentukan BUMDes dan penyiapan konsep E-Village untuk transformasi desa. Kita sudah mulai dengan riset dan pendampingan masyakat, serta menyiapkan pilot project desa mandiri,” terang Naharin. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 18 Januari 2018

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, telah meninggal dunia dalang kondang wayang golek Ki Asep Sunandar Sunarya pada Senin, (31/3). Sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat, ia meninggal di sebuah rumah sakit di Bandung, karena serangan jantung. ?

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ki Dalang Asep Sunandar Lakukan Ijtihad Pewayangan

Menurut peneliti di Lakpesdam NU Jawa Barat, Asep Salahudin, Asep Sunandar Sunarya atau akrab disapa Abah Asep, pada 10-15 tahun terakhir, tidak hanya berprofesi sebagai dalang murni, melainkan sebagai da’i. Profesinya yang utama sebagai dalang, tetap dilakukannya.

Dalam mementaskan wayang, Asep menilai, selain terampil menggerakkan boneka dengan dialog-dialog jenaka, Abah Asep juga menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui tokoh-tokohnya. “Misalnya dalam dialog para punakawan, yaitu Semar dengan anak-anaknya.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Abah Asep, tambah Asep melalui saluran telpon pada Senin malam (31/3), mengingatkan kita pada Wali Songo yang melakukan dakwah dengan wayang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang lebih menarik, kata Asep, pesan-pesan keagamaan yang disampakan Abah Asep bukan soal furu’iyah atau fiqih yang formal, melainkan ajaran Islam universal, misalnya ukhwah Islmiyah, kasih sayang, dan persaudaraan.

Ditanya apakah dakwah dengan wayang masih efektif, Asep Salahudin menjelaskan, bisa ya dan tidak. Menurut dia, setiap media itu memiliki segmennya masing-masing. “Wayang bisa jadi efektif bagi para orang tua.”

Tetapi mungkin tidak efektif bagi anak-anak yang baru lahir 10 tahun belakangan ini. Di samping itu, secara kewilayahan, wayang bisa efektif untuk kalangan pedesaan karena selama ini Abah Asep terbukti? banyak diundang manggung di wilayah itu, jarang di perkotaan.

Dalam dunia pedalangan, Abah Asep melakukan modifikasi dalam segi tema yang keluar dari cerita-cerita umum, juga modifikasi tokoh-tokohnya. “Ia telah berijtihad, melakukan modifikasi untuk mendekatkan wayang di dunia yang cepat berubah ini,” pungkas Asep Salahudin. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Budaya, Warta VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 06 Januari 2018

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Produk pemutih wajah agar terlihat cantik dengan cara instan bisa dipastikan terdiri dari bahan berbahaya. Untuk mengetahui keamanan produk pemutih yang dipakai, Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy Rahmah Yanthy menganjurkan konsumen untuk mengecek komposisi atau bahan yang digunakan tersebut.

Yang perlu dihindari adalah merkuri atau hydroquinon. Karena bahan yang mengandung merkuri bisa menimbulkan kanker kulit.

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

"Cantik, penilaian yang hampir setiap wanita mendambakannya. Cantik luar, cantik dalam, dan sekarang, ‘maju mundur’-pun harus tetap cantik. Namun, jika produk yang digunakan bisa memutihkan dalam hitungan 2 hingga 4 pekan. sudah memberikan dampak yang berarti, artinya bahan tersebut perlu dicek komposisinya," kata dr Silvy, Sabtu (30/7).

Menurutnya, hydroquinon ini biasanya digunakan dalam produk penghilang flek-flek hitam pada kulit wajah. Namun, untuk hydroquinon ini juga sebaiknya dihentikan pemakaian bila hasil yang diinginkan sudah dicapai. Sebab, batas maksimum hydroquinon yakni 2 persen. Bila lebih dari itu sebaiknya dihindari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Silvy menyatakan, pemutih yang banyak beredar di pasaran umumnya bekerja dengan menghambat atau membatasi produksi melanin (pigmen penggelap warna kulit). Padahal, zat melanin mempunyai peran penting dalam menghalangi perusakan kulit oleh sinar UV matahari. Perusakan kulit oleh sinar UV matahari bisa membentuk sel kanker. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Meme Islam, Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

NU Jateng: Merongrong NU = Merongrong NKRI

Purbalingga, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua PWNU Jawa Tengah Prof Dr. Abu Hafsin, MA mengatakan, merongrong NU sama dengan merongrong Indonesia. Ia mengatakan hal itu pada pembukaan Konfercab NU Purbalingga, di Pondok Pesantren Darul Islah Padamara Purbalingga, pada Sabtu, (29/30).

NU Jateng: Merongrong NU = Merongrong NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng: Merongrong NU = Merongrong NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng: Merongrong NU = Merongrong NKRI

Menurutnya, sangat disayangkan sekali kalau hari ini banyak sekali upaya untuk merongrong NU dengan segala macam cara, “Merongrong NU sama saja menghancurkan NKRI, karena NKRI bagi NU adalah harga mati,” ungkapnya.

Abu Hafsin menceritakan bahwa Pak Harto yang memusuhi Gus Dur dan NU pada saat Muktamar di Cipasung, Jawa Barat saja mengakui bahwa sumbangan besar ke NKRI adalah karena pemahaman keagamaan NU yang mampu menjaga stabilitas negara.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

NU dan negara, tambah dia, selalu bersinergi membangun negara. Sehingga ia sangat berharap PCNU dan Pemda Purbalingga dapat berjalan seiring dalam membangun masyarakat Purbalingga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Purbalingga itu kandang Marhaen. Sedangkan Marhaen dan NU mirip karena memiliki massa di pedesaan dan menghormati local wisdom, dan model pemahaman keagamaan NU sudah Mujarrob dan teruji mampu meredam konflik horisontal khususnya di Purbalingga", sambungnya.

Warga NU harus selalu mengingat bahwa nasionalisme sudah muncul sejak lama dan difatwakan di muktamar 1939 di Banjarmasin. Satu contoh yang dapat diambil adalah dari film Sang Kiai, dimana Mbah Hasyim Asyari ; selalu menggandeng nasionalisme dan agama secara erat hingga wafat.

"Pada dasarnya Islam yang universal dengan Islam Indonesia sama dengan Islam NU,” ungkapnya.

Namun demikian, ia berpesan masih banyak PR NU terutama bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Di bidang ini NU selalu kalah dari kelompok lain, meskipun banyak kelompok lain sudah melakukan tiruan gerakan kultural NU dan tradisi NU yang tidak tertandingi. Meski agak sedikit berbeda.

Sementara, Drs Ahmad Khatib, M.Pd, selaku Ketua PCNU Purbalingga definitif berpesan kepada pengurus yang akan datang agar selalu menerapkan pola collective collegial, ringan sama dijinjing berat sama dipikul, sehingga roda organisasi dapat berjalan lebih baik dan agar stabilisas organisasi NU dapat terjaga martabatnya.

Sedangkan Bupati Purbalingga,Drs. Heru Sujatmoko, M.Si menyebutkan bahwa sumbangan besar NU untuk Purbalingga adalah ikut menjaga kerukunan masyarakat Purbalingga dan membawa situasi yang sejuk.

Karena, kata dia, sifat gerakan keagamaan NU yang moderat. Kalau Islam Indonesia adalah Islam NU niscaya NKRI menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. “Sinergitas NU dan Pemda sangat diharapkan terus berlanjut,” harapnya.

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Hafidz Ismail

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Sumedang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Sumedang membentuk koperasi di Hotel Hanjuang Cimalaka, Sumedang, Sabtu (6/11). Pihak LPNU Sumedang meresmikan kepengurusan koperasi yang dilakukan bersamaan dengan rapat koordinasi pengurus, lembaga, banom, dan seluruh ketua MWCNU se-Kabupaten Sumedang.

Koperasi NU dikelola oleh pengurus LPNU Sumedang yang terdiri atas Ketua LPNU Sumedang Ramli Masdar, Sekretaris Delis Martini, Wakil Sekretaris Syarif Hidayatulloh, dan Bendahara Romlah. Kepengurusan koperasi ini dilantik oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh. Menurut Sa’dulloh, tujuan pembentukan Koperasi NU ini adalah untuk menyejahterakan warga Nahdliyyin khususnya, dan warga Sumedang pada umumnya.

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sumedang Kini Miliki Koperasi

Ia berpesan agar pengurus Koperasi NU yang baru dilantik itu benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan memiliki kredibilitas yang tinggi terhadap koperasi NU Sumedang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua LPNU Sumedang Ai Faridah berharap semua pengurus NU dan nahdliyin berkenan masuk menjadi anggota Koperasi NU ini sehingga tujuan pendirian koperasi ini dapat tercapai sesuai harapan.

Alhamdulillah, anggota yang terdaftar sekarang kurang lebih 150 orang. Yang terdiri dari pengurus, lembaga, banom, dan MWCNU. Kemungkinan akan terus bertambah sehubungan dengan mayoritas warga nahdliyin di Sumedang ini mendominasi,” kata Ramli Masdar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nantinya Koperasi NU ini akan ditempatkan di Kantor PCNU Sumedang. Koperasi ini memfasilitasi simpan-pinjam juga berbagai macam sembako, dan kebutuhan-kebutuhan atribut NU lainnya.

Ade Saepudin dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumedang memberikan sambutan tentang perkoperasian di Sumedang. Menurut Ade, koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan pada asas kekeluargaan yang anggotanya terdiri atas orang perorangan atau badan hukum yang tujuannya untuk menyejahterakan anggotanya.

Umumnya sebuah koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Kyai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Karamahan Islam di Indonesia dan Harapan di Masa Depan

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ahamduillah pada hari ini kita masih diberi nikmat untuk bersama-sama menjalankan ibadah bertemu dalam shalat jum’at berjama’ah. Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. semoga ketaqwaan itu bisa menyelamatkan kita dari api neraka dan memposisikan kita di dalam surga.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya surga itu dikepung oleh segala kemakruhan (hal yang dinistakan agama) sedangkan neraka dikelilingi oleh syahawat (hal-hal yang menyenangkan manusia).”

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. yang menganugerahkan keamanan dan? keselamatan atas bangsa Indonesia ini, tepatnya setelah melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak pada 15 Februari yang lalu. Sebagai bangsa yang hidup berlandaskan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, keamanan dan? keharmonisan ini haruslah disykuri bersama-sama dengan cara terus menjaga dan meningkatkan rasa kepekaan sosial antar sesama, karena inilah saha satu hal penting yang terbukti mampu melahirkan kebersamaan dan keamanan di tengah perbedaan. Inilah sukses kita semua, sukses bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam

Para hadirin jamaah jumah rahimakumullah,



Sukses besar bangsa ini dalam melaksanakan hajatan demokrasi menunjukkan kepada dunia bahwa jalinan kemanusiaan, ukhuwah insaniyah atau humanisme dalam jiwa bangsa Indonesia adalah sesuatu yang nyata bukan sekadar wacana. Sesuatu yang telah terjadi dalam realitas kehidupan sosial (al-madhahir al-ijtimaiyyah), bukan sekedar teori di dalam tumpukan buku. Hal ini membuktikn bahwa ajaran tentang kemanusiaan dalam diri umat Islam di Indonesia telah lebih dulu hadir sebelum kata humanisme itu sendiri. Sehingga Indonesia dengan umat Islamnya yang bersuku-suku dan berbeda-beda bahasa, patut menjadi contoh bagi negra-negara lain yang sedang mencari jati dirinya.

Di sisi lain, kenyataan ini menunjukkan kepada kita akan kebesaran muslim Indonesia yang memiliki kemampuan merubah segala konsep dan pemikiran yang datang dari luar untuk disesuaikan dengan realitas keindonesiaan yang ada di sekitar. Tentunya hal ini tidak lepas dari usaha dan ijtihad para ulama dan cendekiawan muslim yang selalu berusaha meramu berbagai pemikrian dan ideologi yang menyerbu bangsa ini. Para ulama dan cendekiawan muslim itu adalah penjaga (the guardian) yang menginginkan bangsanya tetap berkarakter. Dengan pengetahuan keislaman yang membumi, para ulama itu memeras segala yang datang dari Dunia Barat untuk diambil sari kebaikannya dan membuang remah-remah keliberalan yang tak sesuai nilainya dengan karakter ketimuran. Demikian pula dalam menghadapai pemikiran yang datang dari Dunia Arab, para ulama Indonesia? hanya memilah konsep-konsep yang dapat menyempurnakan keislaman di Indonesia dan menghalau unsur-unsur fundamentalis yang tidak sesuai dengan nilai keislaman di Indonesia.

Jamaah jumah yang dirahmati Allah,

Demikianlah sungguh besar karunia Allah terhadap bangsa Indonesia ini. Begitu besarnya karunia itu sehingga seringkali menutupi mata batin kita untuk bersyukur kepada-Nya. Bahkan besarnya karunia itu menjadi sumber kesombongan diri dengan menyatakan sebagai pihak yang paling memiliki andil paling banyak dalam keamanan dan ketertiban. Tentunya kita sebagai umat muslim yang sadar diri hendaknya menghindar dari sifat-sifat buruk yang demikian. Karena sifat-sifat buruk itu hanya akan menyakiti diri kita sendiri dan merugikan sesama umat muslim lainnya.

Sebagai sebuah sistem pemilihan pemimpin, pilkada yang telah lalu akan menghasilkan para pemimpin masa depan. Sebentar lagi akan diikhbarkan kepada kita semua, siapakah yang berhak menjadi pemimpin dan siapa pula yang terbukti mendapat amanah lebih banyak dari masyarakatnya. Pastilah akan banyak kekecewaan, karena tidak mungkin yang terpilih mengantongi 100 persen suara pemilih. Olah karena itu, bagi para pemilih yang kecewa, harus yakin bahwa Allah SWT memiliki rencana tersendiri. Rencana Agung untuk kemajuan bangsa. Rencana terbaik untuk bangsa yang mayoritas penduduknya adalah hamba-hambanya yang taat dan beriman semuanya. Selaku kelompok yang tersisih tidak seharusnya putus asa. Sebagaimana Usaha Nabi Musa melawan Firaun yang mencapai kesuksesannya setelah empat puluh tahun berusaha dan berdoa.

Sebagaimana Rasulullah SAW yang tidak putus asa setelah gagal memasuki kota Makkah pada tahun 6 Hijriyah setelah di tahan dan diusir kembali bersama 1500 umat Islam Madinah. Sebuah kejadian yang dramatis menimpa Rasulullah yang telah merindukan kampung halamannya, dan segenap umat muslim yang hendak melakukan ibadah haji. Walaupun hal itu telah diinformasikan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW lewat mimpinya. Ternyata semua rencana tidak dikabulkan Allah SWT, karena Allah SWT telah memeiliki rencana lain yang jauh lebih dahsyat, tentang Fathu Makkah.? Begitulah kegagalan ini diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Al-Fath ayat 27.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.”

Hadirin Jamaah jumah yang dimuliakan Allah

Seringkali Allah SWT menunda keberhasilan dari hamba-Nya, karena telah menyiapkan rencana lain yang lebih agung nilainya. Meskipun seringkali penundaan itu sangat menyakitkan. Sebagaimana yang dirasakan sahabat Umar dalam mengomentari kegagalan Umat Islam memasuki kota Makkah yang diungkapkan kepada Rasulullah SAW? "Ya Rasullah bukankah Engkau telah memberi kabar bahwa kita akan memasuki kota Makkah?" Demikian kekecewaan itu adalah manusiawi. Kemudian Rasulullah SAW menjawab "apakah aku mengatakanmu pada tahun ini?" Umar berkata "tidak". Lalu Rasulullah SAW berwasiat "sungguh engkau akan memasuki kota Makkah dan melakukan thawaf di sana, maka eratkan tanganmu (kekuatan keyakinanmu) wahai saudaraku, untuk membenarkan apa yang dijanjikan Allah kepadamu, perbaiki prasangkamu pada Allah dan para kekasih-Nya terutama pada gurumu, hindarilah perasaan bohong dan ragu-ragu dengan nabimu agar tidak menjadi cacat di mata hatimu dan tidak menjadi sebab kebutaan mata hatimu dan juga tidak memadamkan cahaya rahasia bathinmu.

Apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW terhadap Sayyidina Umar ra. Sebenarnya adalah satu fragmen yang menggambarkan betapa manusia seringkali berharap kepada Allah SWT dan seringkali harapan itu tidak mendatkan balasannya, sehingga kecewa dan merasa putus asa. Sebagaimana lumrahnya sebuah doa yang lama sekali tidak terkabulkan. Inilah yang dibicarakan dalam Al-Baqarah 216:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Demikianlah khotbah singkat ini semoga dapat memberi inspirasi untuk diri khatib khususnya, dan semua jamaah pada umumnya.

Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Ulil Hadrawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina

Nunukan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 30 warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang adalah calon haji dan berangkat ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, ditahan petugas negara Filipina karena dianggap memalsukan dokumen.

30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Calon Jamaah Haji Ditangkap di Filipina

Humas Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Sayid Abdullah, di Nunukan, Senin, mengiyakan hal itu, bahwa mereka ditahan petugas imigrasi Filipina, di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino, Manila, ketika hendak berangkat ke Tanah Suci Makkah, sekitar pukul 04.00 setempat, Jumat (19/8).

"Saya sudah mencari beberapa informasi terkait calon haji yang ingin berangkat ke Tanah Suci Mekkah lewat Filipina dan 30 orang itu memang warga (Pulau) Sebatik," kata Abdullah.

Namun dia menyatakan, belum dapat memberikan keterangan resmi terkait penahanan ke-30 warga Sebatik itu karena terus mengumpulkan informasi terutama dari Kedutaan Besar Indonesia di Manila.

Infrormasi yang diperoleh, jumlah WNI yang akan berangkat ibadah haji pada 2016 menggunakan paspor Filipina sebanyak 177 orang dimana 30 orang di antaranya warga Pulau Sebatik.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut keterangan Kepala Imigrasi Nunukan, I Nyoman Suryamataram, penggunaan paspor Filipina oleh WNI dengan tujuan melaksanakan ibadah haji merupakan pelanggaran hukum kewarganegaraan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 05 Desember 2017

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peringati khotmil quran, warga pesantren Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan ziarah di makam para wali di Yogyakarta, Selasa (27/5). Para santri Nurul Burhany dan pengasuhnya menziarahi khususnya makam KH Muhammad Mufid Mas’ud yang dikenal Mbah Mufid di Pandanaran.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany KH Helmi Wafa Mahsuni mengatakan, kegiatan semacam ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus meneladani para kiai.

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Nurul Burhany Ziarahi Makam Sesepuhnya, Mbah Mufid

“Dari ziarah ini, para santri dapat mengambil teladan terutama bagaimana para kiai beinteraksi dengan Al-Qur’an mulai dari cara membaca, menghapal bahkan mengimplementasikannya dalam hidup keseharian,” kata Kiai Helmi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara salah seorang pengasuh pesantren Nurul Burhany Hj Mila Hasna Hanif menerangkan, Mbah Mufid Pandanaran merupakan salah satu guru pengasuh pesantren Nurul Burhany.

“Karenanya, santri pesantren ini harus dikenalkan dengan Mbah Mufid. Pasalnya, almarhum merupakan simbah guru para santri,” pungkas Hj Mila. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Meme Islam, Berita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 November 2017

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Berbagai musibah yang menimpa bangsa Indonesia membuat kalangan ulama Jawa Tengah yang tergabung dalam wadah jam’iyyah tarekat NU atau Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merasa prihatin. Terjadinya banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, kecelakaan kereta api, pesawat terbang dan kapal laut, juga masalah flu burung, demam berdarah, hingga bencana lumpur lapindo di Sidoarjo tidak terlepas dari kesalahan manusia sendiri.

Rencananya, tidak kurang dari 700 ulama dan kiai thariqah se-Jawa Tengah akan berkumpul di Pondok Pesantren Al Utsmani, Gejlig, Kecamatan Kajen, Pekalongan untuk bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan melalui istighotsah dan manaqib kubro yang juga akan diikuti oleh sekitar 10.000 umat muslimin se-Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Acara akan dilaksanakan pada Sabtu (17/3) pukul 19.00.

Banyaknya musibah yang menimpa negeri ini tidak bisa lagi ditimpakan pada sekelompok orang apalagi kepada para pemimpin bangsa ini. Akan tetapi sudah menjadi kesalahan kita bersama yang diakui atau tidak telah melakukan penyimpangan dan pembangkangan terhadap perintah-perintah Allah.

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Kondisi Bangsa, Ulama Thariqah Akan Gelar Manaqib Kubro

Ketua panitia manaqib kubro, KH. Mirza Hasbullah kepada wartawan mengatakan, kehadiran para ulama dan kiyai se Jawa Tengah di samping dalam rangka manaqib kubro, juga akan membahas berbagai persoalan keagamaan yang dikemas dalam bentuk Bahtsul Masail Diniyah pada hari esoknya. Gubernur, Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah serta Rais Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya telah menyatakan siap hadir secara pribadi di acara manaqib kubro dan sekaligus akan memberikan pengarahan di hadapan ribuan ummat Islam.

KH. Mirza menambahkan, untuk menampung para kiyai dari berbagai daerah, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak pesantren Al Utsmani dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk kesiapan akomodasi dan lain-lain. Apalagi kehadiran tiga pejabat penting Jawa Tengah diperlukan pengamanan khusus, sehingga dirinya memerlukan bekerja sama dengan pihak Polres Pekalongan dan Kodim serta dibantu pengamanan internal yakni banser dan pagar nusa Kabupaten Pekalongan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Utsmani, H. Arifin Utsman mengatakan, dirinya dengan segenap kekuatan yang ada yang meliputi santri, murid dan pengasuh di komplek Pondok Pesantren Al Utsmani telah melakukan berbagai persiapan terkait dengan kedatangan para kiyai dan pejabat di pesantrennya. Sebagai tuan rumah, dirinya berharap kehadiran para kiyai dan ulama thariqah dapat memberikan kontribusi melalui cara-cara ulama thariqah untuk ikut meringankan beban penderitaan bangsa yang sedang ditimpa musibah beruntun ini. (muiz)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, AlaNu, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 23 November 2017

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Semarang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kebijakan Sekolah Lima Hari yang dicanangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai para ulama akan merusak budaya religi yang telah tertanam kuat di masyarakat Jateng.? Budaya religi masyarakat Jateng adalah bercorak pedesaan dan mayoritas masih peduli pada moralitas anak-anaknya.

Wujud peduli pada pendidikan moral itu, para orang tua yang prihatin atas minimnya pendidikan agama di sekolah formal, memasukkan anaknya ke madrasah diniyah atau Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di sore hari. Bahkan banyak yang mendorong anaknya mengaji di pesantren sejak sore hingga malam hari, meski tidak mondok 24 jam di pesantren.

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Jika kebijakan Gubernur Jateng yang sekarang dalam tahap uji coba itu benar-benar diberlakukan, maka para murid sekolah formal akan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan agama dan moral. Padahal itu adalah hak konstitusional peserta didik yang selama ini tidak pernah bisa dipenuhi negara melalui sistem pendidikan nasionalnya.

Jika murid sekolah pulang sore, hingga jam 17 sampai rumah, kemungkinan besar sudah kelelahan. Itu artinya, hilang kesempatan untuk mengaji di malam ? hari. Terlebih malam hari harus belajar menggarap Pekerjaan Rumah (PR) dan sebagainya.

Hal itu mengemuka dalam Halaqoh Ulama bertema "Plus-minus Kebijakan 5 Hari Sekolah di Jawa Tengah" yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis (26/11).

Para ulama menyatakan keberatan terhadap kebijakan Gubernur Jateng yang dituangkan dalam Surat Edaran nomor 420/006752/2015. Para utusan MUI daerah mendorong MUI Jateng agar bersikap tegas menolak kebijakan tersebut atas pertimbangan kemaslahatan umat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tegas Menolak

Narasumber dalam Halqoh Ulama, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah NU (RMI NU; asosisasi pesantren NU) Jateng KH Abdul Ghoffar Rozien tegas menolak kebijakan tersebut. Ia menyatakan, kepuitusan gubernur Jateng tersebut tidak didasari studi dan kajian yang? memadai sehingga tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Jateng.

Disebutkannya, alasan Ganjar Pranowo yang mengatakan akan meningkatkan kualitas hubungan? orang tua dan anak di hari Sabtu dan Minggu, tidak bisa diterima nalar karena mayoritas orang tua di Jateng masih beraktivitas di hari Sabtu dan Minggu.? Justru kekosongan rumah di saat orang tua tidak ada di hari libur sekolah, menurut Gus Rozien, panggilan akrabnya, berpotensi menimbulkan perilaku negatif yang tidak terkontrol.

"Marilah jujur, para siswa sekolah kita itu semakin banyak yang rusak moralnya. Miris kita kalau mengetahui di setiap malam Valentine Day, semua apotek dan toko kehabisan stok kondom," tuturnya sedih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pernyataan Rozien didukung para peserta Halaqoh. Setiap Rozin memaparkan argumennya tentang penolakan itu, disambut tepuk tangan hadirin. Beberapa ketua MUI daerah yang mendapat kesempatan bicara, meminta agar MUI Jateng mengeluarkan sikap tegas menolak.

Argumen paling banyak disampaikan adalah pesantren, madrasah diniyah (Madin) dan taman pendidika al-Quran (TPQ) yang telah ada puluhan tahun, bahkan sudah ada sejak Islam masuk Indonesia, akan tutup karena tiada kesempatan anak-anak mengenyam pendidikan agama di sore hari di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

"Madin dan TPQ akan gulung tikar. Bukan soal tutupnya yang menyedihkan, tapi tiadanya kesempatan anak-anak kita mendapat pendidikan moral agama. Mau jadi apa mereka nanti?" tutur Kasi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng Mustasit yang juga anggota MUI itu.

Disebutkan Rozien, satu-satunya benteng moral masyarakat adalah pendidikan agama, dan itu didapat secara maksimal di Madin dan pesantren, yang umumnya diselenggarakan pada sore hari. Pemberlakukan surat edaran gubernut, jelas dia, telah mengancam keberlangsungan lebih dari 11 ribu madrasah diniyyah di Jateng dengan ratusan ribu santri.

Pengasuh Ponpes Maslakul Huda Kajen Pati ini menegaskan, libur sekolah di hari Sabtu dan Minggu, perlu ditimbang lagi manfaat dan mudharat (kerugian) nya. Jika tidak diisi dengan kegiatan produktif, maka tidak ada manfaatnya. Kebijakan? tersebut hanya cocok jika diterapkan di kota Metropolitan semisal Jakarta.

Dukungan penolakan disampaikan MUI Grobogan. Di forum tersebut, Sekretaris Umum MUI Grobogan HM Mahbub Ulil Albab meminta agar MUI Jateng tegas menolak kebijakan lima hari sekolah.

Ia mengaku prihatin mengapa pemerintah yang jelas-jelas telah melanggar konstitusi, tidak mampu memberi pendidikan agama? yang cukup sesuai amanah konstitusi, malah akan mematikan Madin? dan TPQ yang sudah puluhan tahun menutupi kesalahan dan kekurangan pemerintah tersebut.

"Pemerintah sudah tidak bisa memenuhi amanah konstitusi memberi pendidikan agama kepada anak sekolah. Buktinya pelajaran agama cuma dua jam seminggu. Jangan ditambah dengan menutup akses siswa ke madrasah diniyah," tuturnya.

Diminta Beradaptasi

Meski dinamika dalam Halaqoh cenderung menolak, namun dua narasumber menyatakan mendukung. Ketua Dewan Penasehat MUI Jateng Ali Mufiz mengajak masayrakat untuk mengambil hikmah atas kebijakan gubernur tersebut. Ia mengajak para guru Madin dan TPQ untuk menyesuaikan diri dengan membuka Sekolah Ahad, Sekolah Alternatif, Sekolah Tematik Agama, atau semacamnya.

Mantan Gubernur Jateng ini bahkan mempersilakan Gubernur Jateng menerapkan kebijakan tersebut untuk semua sekolah. Tidak hanya untuk SMA dan SMK, melainkan juga sekalian ke SMP dan SD. Agar semua anak pulang sore hari dengan masuk lima hari sekolah.

"Sekalian diterapkan untuk semua jenjang sekolah saja. Kita menyesuaikan diri dan mengambil hikmah dari kebijakan Pak Gubernur. Toh masyarakat akan memilih pendidikan untuk anak-anaknya," tuturnya seraya menyatakan bahwa Kabupaten Sragen meminta penerapan sekolah lima hari untuk SD sampai SLTA.

Narasumber lain, Rektor Unissula Anis Malik Toha menyatakan dukungannya dengan mengatakan bahwa kebijakan Gubernur Jateng membuka peluang bagi madrasah dan TPQ untuk berimprovisasi dan inovasi. Namun ia tidak merinci seperti apa wujud improvisasi dan inovasi tersebut bagi Madin dan TPQ.

Dalam makalahnya ia hanya menuliskan, perlunya diversifikasi pendidikan diniyah secara inovatif, lalu ada formalisasi pendidikan diniyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level. Lalu ada reformulasi kurikulum.

Anis menyebut madrasah diniyah sebagai tempat pendidikan agama, itu terjebak pada hegemoni budaya asing yang mendikotomikan ilmu umum dan ilmu agama. Maka konsepsi seperti itu harus diubah.

Namun pernyataannya ini diprotes Mahbub dari Grobogan. Menurutnya, menyalahkan madrasah sebagai korban hegemoni asing itu kurang bijaksana. Ia menyebut perlunya formalisasi pendidikan diniyyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level.

"Madrasah itu sudah ada sejak Islam masuk di Indonesia. Menyatakan Madin terjebak hegemoni asing itu kurang bijaksana," tutur Mahbub disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua PP RMI NU Abdul Ghoffar Rozien sendiri dalam tanggapanya mengatakan, meminta madrasah menyesuaikan diri dari kebijakan gubernur Jateng itu ibarat ada orang sudah merebut rumah, lalu disuruh membuat rumah baru.

Hingga kini, kebijakan Gubernur tersebut telah ditolak oleh beberapa Pemda. Yakni Surakarta, Kendal, Pekalongan, dan Kabupaten Semarang Serta Boyolali, Temanggung, dan Batang dan Rembang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, kebijakan tersebut baru sebatas uji coba di SMA dan SMK negeri. Setelah satu semester akan dievaluasi. Ia mempersilakan masyarakat termasuk ulama memberi masukan dan pihaknya akan membahasnya secara mendalam.

"Kebijakan ini masih uji coba. Akan kami evaluasi setelah satu semester," tuturnya.

Pemerintah Justru yang Ikut Asing

Menanggapi kebijakan Gubernur Jateng ini, seorang alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Dawam Muallim menguraikan, dulu pada zaman Wali Songo, pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang berbasis padepokan dan pondok pesantren. Pendidikan di padepokan biasanya menitikberatkan pada pengajaran ilmu silat dan bela diri serta ilmu budi pekerti, sedangkan pendidikan di pondok pesantren biasanya juga mengajarkan ilmu silat dan bela diri namun lebih dominan pada pengajaran ilmu-ilmu agama.

Ia melanjutkan, pendidikan model seperti itu berlanjut hingga zaman Belanda, dan kebanyakan laskar perebut kemerdekaan didominasi para pendekar dan para kiai yang dibantu oleh para santri.

Belanda pun selalu kewalahan menghadapi mereka, sehingga Belanda harus memeras otak untuk menghilangkan pendidikan berbasis pondok pesantren dan padepokan. Maka Belanda membuat pendidikan tandingan yang berbasis ilmu-ilmu duniawi, namun saat itu para kyai mengharamkan penduduk pribumi belajar di sekolah Belanda.

"Penduduk pribumi saat itu masih banyak yang taat kepada fatwa kiai, sehingga selama ratusan tahun sekolahan Belanda masih sepi dari penduduk pribumi," ujar ustadz yang kini mendirikan pesantren di Kalimantan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika Belanda masih kalah sama fatwa kiai, akhirnya penjajah melarang para bupati dan wedana menerima pegawai selain dari lulusan sekolahan Belanda.? Hal itu dilawan lagi oleh kiai dengan mengeluarkan fatwa haram bagi santri dan anak cucu kiai menjadi pegawai.

"Namun lambat laun, sekolah Belanda itu akhirnya laku juga, yang pada akhirnya mampu mengalahkan pendidikan pesantren dan padepokan.? Dan sekarang guru yang dianggap sah oleh pemerintah Indonesia adalah para guru sekolah model Belanda, sungguh kenyataan yang sangat menyedihkan," pungkasnya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Kajian Sunnah, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 21 November 2017

SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi

Kota Tengerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

SMK Negeri 8 Kota Tangerang yang berlokasi di Kampung Jati Kecamatan Cibodas memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang lazim disebut Maulid Nabi.?

SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi

Pembina ROHIS SMK Negeri 8 Kota Tangerang Sudarto mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh SMK tersebut bertujuan mengajak siswa-siswi untuk meneladani akhlak Rasul yang begitu mulia dengan harapan dapat diikuti dalam kehidupan sehari-hari.?

Ia juga mengajak para siswa agar cerdas dalam menggunakan teknologi, terutama media sosial yang sangat digemari remaja. Dalam menggunakan media sosial hendaknya digunakan untuk menambah pengetahuan serta wawasan.?

Sedangkan Kepala Sekolah SMK N 8 Kota Tangerang Yefridal mengharapkan kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dalam kesehatannya.

Ia juga mengajak agar para siswa menjadikan Nabi Muhammad sebagai idola dan teladan dalam menjalani kehidupan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ustadz Abdul Syakur yang menyampaikan ceramah dalam kesempatan itu, menyampaikan agar para siswa taat dan patuh kepada guru.?

Menurut dia, guru merupakan orang tua kedua yang kedudukannya sama dengan orang tua kandung.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dengan menghormati guru Insya Allah keberkahan dan kemanfaatan ilmu akan diraih oleh siswa,” katanya. ?

Ia juga menyampaikan agar momentum peringatan Maulid Nabi ini dijadikan sebagai sarana memperbaiki akhlak, tingkah laku sesuai yang di contohlah oleh Rasulullah SAW. (Atho al-farhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 17 November 2017

604 Santri Pesantren Sunan Pandanaran Tulis Mushaf Al-Qur’an

Sleman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menyongsong Hari Santri Nasional II Tahun 2016 yang jatuh pada Sabtu 22 Oktober 2016 mendatang, Kementerian Agama RI menggelar Penulisan Mushaf Al-Quran oleh tak kurang dari 42.840 santri seluruh di Indonesia di 34 Provinsi se-Indonesia.?

604 Santri Pesantren Sunan Pandanaran Tulis Mushaf Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
604 Santri Pesantren Sunan Pandanaran Tulis Mushaf Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

604 Santri Pesantren Sunan Pandanaran Tulis Mushaf Al-Qur’an

Di DIY kegiatan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Jalan Kaliurang Km 12,5. Di pesantren yang didirikan almaghfurllah KH Mufid Mas’ud ini, sebanyak 604 santri ikut ambil bagian dalam penulisan mushaf.?

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, Kepala Kanwil Kemenag DIY yang diwakili Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Masruddin, Kabiro Kesra Setda DIY Iswantoro, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-DIY, pengasuh PP Sunan Pandanaran antara lain KH Imanuddin Sukamto dan KH Hasan Karyono serta ratusan santri setempat.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara yang jugas Kasi Pondok Pesantren Kemenag DIY Fathurrohim, kegiatan ini bertujuan membudayakan menulis Al-Quran di kalangan santri sebagai bagian dari membangun karakter bangsa.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Seperti tertuang dalam tema kegiatan ini, Solusi Kementerian Agama RI dalam Membangun Karakter Bangsa,” ujar Rohim dalam sambutannya.

Membangun budaya menulis, imbuhnya, merupakan bagian dari upaya agar seluruh santri dapat memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran sekaligus bisa mengaplikasikan nilai-nilai Al-Quran di dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap, kegiatan ini dapat ditradisikan menjadi budaya di masyarakat seperti menulis, membaca dan mengamalkan Al-Quran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selanjutnya, mushaf yang dihasilkan dan telah ditashih oleh Lembaga Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama akan diserahkan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo pada puncak Hari Santri tanggal 22 Oktober 2016 mendatang saat Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) VIII di Provinsi Banten.

"Adapun standar penulisan Mushaf Al-Quran ini menggunakan standar iluminasi Nun Al-Furqani yang dibuat bersama Lembaga Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama untuk menghindari kekeliruan penulisan," terang Rohim.

Kegiatan penulisan Mushaf Al-Quran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Kemenag dalam rangka peringatan Hari Santri Tahun 2016. Kegiatan lainnya, Lomba Foto dan Cerpen Pesantren, Apresiaasi Pendidikan Pesantren, Pemutaran Film Pesantren, Regional Conference on Revitalization of Academic Tradition of Pesantren, dan Pospenas VIII di Provinsi Banten.

Sementara Kabid Pakis Masruddin menegaskan, mushaf yang ditulis akan dibawa langsung ke Jakarta pada Kamis (13/10). “Karena di Jakarta akan digelar acara Gebyar Santri Nasional yang salah satu acaranya Monolog Hari Santri oleh Budayawan yang juga Kyai D. Zawawi Imron,” kata Masruddin.

Di sisi lain, pengasuh PP Sunan Pandanaran KH Imanuddin mengingatkan kembali kisah penulisan mushaf di zaman sahabat. “Ketika Sayyidina Abu Bakar menjadi khalifah terjadi Perang Yamamah yang membuat gugur 70 huffadz,” terang KH Imanuddin awali kisahnya. Peristiwa ini, lanjutnya, membuat Sayyidina Umar bin Khattab mengusulkan ide agar ada penulisan Al-Qur’an. “Lalu dipilihlah tim penulisan yang terdiri 4 sahabat dengan Ketua Zaid bin Tsabit,” urainya.?

KH Imanuddin berharap, melalui kegiatan ini, Allah memudahkan para santri untuk menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an. (Bramma Aji Putra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Meme Islam, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dihadiri Tokoh Nasional, Ini Agenda Pra-Muktamar NU Zona Sumatera

Medan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan akan menghadiri Pra-Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) Zona Sumatera di Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Jalan Pelajar Timur, Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu-Senin (16-18/5).?

Demikian disampaikan Ketua Panitia Pra-Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera Adlin Damanik didampingi Sekretaris Abrar M Dawud Faza dan Bendahara Pasiruddin Daulay kepada wartawan di Medan, Kamis (14/5).

Dihadiri Tokoh Nasional, Ini Agenda Pra-Muktamar NU Zona Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)
Dihadiri Tokoh Nasional, Ini Agenda Pra-Muktamar NU Zona Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)

Dihadiri Tokoh Nasional, Ini Agenda Pra-Muktamar NU Zona Sumatera

Para tokoh nasional yang akan hadir diantaranya Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, KH Slamet Effendi Yusuf, Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Desa Pemberdayaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far serta tokoh nasional lainnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dijelaskannya, kegiatan ini akan diawali dengan pelantikan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (Unusu) Prof DR Katimin MA oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada Sabtu (16/5) malam.?

Menteri Marwan Ja’far dengan materi Peningkatan Ekonomi Pedesaan dan Menteri M Nasir dengan materi Strategi Pengembangan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) juga dijadwalkan tampil sebagai pemateri pada malam itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selanjutnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan membuka secara resmi Pra Muktamar ke-33 NU Zona Sumatera pada Ahad (17/5) pagi. Sementara Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri akan akan memberikan ceramah keagamaan.?

Pada pembukaan nanti, selain sejumlah tokoh nasional, juga akan hadir Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Walikota Medan Dzulmi Eldin, FKPD Sumut dan Medan. Sejumlah Bupati/Walikota lainnya di Sumut juga telah mengkonfirmasi akan menghadiri pembukaan pra muktamar.

"Secara keseluruhan, acara tersebut akan dihadiri ribuan kaum nahdliyin dari berbagai daerah. Jamaah diperkirakan kurang lebih 2500 orang. Sedangkan peserta pra-muktamar berasal dari Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau," imbuh Sekretaris Panitia Abrar M Dawud Faza.

Acara juga akan dimeriahkan pertunjukan seni Bintang Sembilan, Bazar dan pameran kerajinan lain dijadwalkan akan memenuhi stan yang dibangun panitia di Ponpes Al-Kautsar Al-Akbar.

“Usai pembukaan dilanjutkan dengan sesi-sesi lainnya termasuk sosialisasi Ahlul Hal wal Aqdi (AHWA) dalam pemilihan Rais Aam PBNU,” pungkas Abrar. (Suwardi Sinaga/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Sejarah, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 31 Oktober 2017

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia

Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kabar duka sedang menyelimuti warga NU di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pasalnya pada Rabu, (29/3) siang Mustasyar PCNU Rembang sekaligus Pengasuh Pesantren Raudlatul Falah Rembang, KH Ahmad Tamamuddin Mundji (90) tutup usia.

Menurut keterangan salah seorang santri Kiai Tamam, Fahruri menjelaskan, pada Selasa malam, usai mengaji, Kiai Taman merasakan sesak nafas hingga dia harus dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Arafah Rembang.

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Tamamuddin Mundji Mustasyar PCNU Rembang Tutup Usia

Ia menambahkan, Kiai Tamam yang merupakan murid sekaligus teman KH Sahal Mahfudz dikabarkan menghembuskan nafas terkahir setelah menjalani perawatan kurang lebih selama sepuluh jam di RSI Arafah. 

"Bakda Maghrib setelah ngajar ngaji, Kiai Tamam dilarikan di rumah sakit," jelas Fahruri. Kiai Tamam tercatat pernah didaulat meletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang asuhan KH Ahmad Kurdi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Baca: Peletakkan Batu Pertama Pendirian Pesantren Muhibbul Musthofa Rembang)

Menurut keterangan masyarakat sekitar, Kiai Tamam sudah lama menderita keluhan sesak nafas. Namun, semangat mengajar para santri tetap membuncah di dada Kiai Tamam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Tamam merupakan tokoh pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Falah Desa Sidorejo, Kecamatan Pamotan, Rembang. 

Dua hari sebelum meninggal, Kiai Tamam masih aktif menjadi imam shalat subuh di masjid desa setempat. Kiai sepuh Rembang itu wafat pada usia 90 tahun. 

Menurut rencana, pemakaman akan dilakukan, Rabu (29/3) malam. Sebelumnya, Kiai Tamam memang pernah berpesan untuk langsung dimakamkan saja jika meninggal dunia. Jenazah Kiai Tamam akan dimakamkan di komplek makam keluarga. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Budaya, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 29 Oktober 2017

Pernyataan Sikap DPP K-Sarbumusi terhadap Persoalan Buruh

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi) yang terdiri dari 8 federasi menyatakan tidak rela membantu kapitalisme dan pengusaha yang selalu mengeksploitasi buruh.

"Kami dengan tegas menyatakan tidak rela menyumbangkan upah, tanah, air,dan hak-hak dasar kami dikorbankan untuk membantu kapitalisme dan pengusaha yang selalu mengeksploitasi buruh," ujar Sekretaris Jenderal DPP K-Sarbumusi Sukitman Sudjatmiko di Jakarta, Rabu (29/4).

Pernyataan Sikap DPP K-Sarbumusi terhadap Persoalan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap DPP K-Sarbumusi terhadap Persoalan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap DPP K-Sarbumusi terhadap Persoalan Buruh

Persoalan perburuhan tidak pernah diselesaikan secara tuntas dari seluruh cakupan dan pemangku kebijakan yang terlibat dalam kebijakan ketenagakerjaan. Berkaitan dengan itu dan menyambut Hari Buruh pada 1 Mei, DPP K-Sarbumusi menyatakan sikap, pertama, menuntut pemerintah dan negara mengembalikan konstitusi dan kedaulatan negara kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 27 dan pasal 33.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kedua, hentikan seluruh liberalisasi kepentingan umum yang menguasai hajat hidup seluruh rakyat Indonesia. Ketiga, segera lakukan revisi Undang-Undang no 13 tahun 2003 dengan mengakomodir seluruh putusan Mahkamah Kontitusi," ujar Sukitman lagi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sikap keempat ialah menolak rancangan peraturan pemerintah (RPP) Pengupahan yang diajukan pemerintah yang akan menaikan upah setiap 2 tahun sekali dan menuntut pengembalian pembahasan RPP Pengupahan kepada forum tripartit nasional dengan melibatkan seluruh komponen serikat buruh.

DPP K-Sarbumusi juga meminta pemerintah melakukan revisi total undang undang no 2 tahun 2004 sesuai dengan prinsip kecepatan dan penyelesaian berbiaya murah dan dengan tata kelola hukum acara PPHI. Lantas menolak RPP Pensiun yang diajukan pemerintah. Dan kembalikan pembahasan RPP tersebut pada forum tripartit nasional sesuai dengan uu sistem jaminan sosial nasional dengan iuran 15 persen/bulan dan benefit 75 persen dari gaji akhir dan pemberlakuan Juli 2015.

"Lalu menolak rencana kenaikan iuran BPJS kesehatan dan tingkatkan anggaran jaminan kesehatan masyarakat yang kurang mampu. Dan revisi total uu no 39 tahun 2004? yang berpihak lepada buruh migrant dan keluarganya," papar Sukitman.

Untuk diketahui, K-Sarbumusi ialah badan otonom NU dan organisasi profesi buruh yang selalu fokus terhadap persoalan perburuhan, terdiri dari Federasi Sarbumusi Rokok-Tembakau-Makanan-Minuman-Garment-kulit dan Tekstil (RTMM-Garteks); Federasi Sarbumusi Percetakan-Penerbitan-Penyiaran-Pariwisata—Industri Kertas dan Telekomunikasi (P4-IT); juga Federasi Sarbumusi Logam-Listrik-Energi-Elektronik dan Permesinan (LLEEM).

Terdiri pula dari Federasi Sarbumusi Transportasi-Pendidikan-Informal (TPI); Federasi Sarbumusi Migas-Tambang-Kimia-Kesehatan dan Farmasi (Mitakikef); Federasi Sarbumusi Tenaga Kerja Indonesia Luar Negeri (TKI); kemudian Federasi Sarbumusi Niaga-Keuangan-Bank dan Asuransi dan Federasi Sarbumusi Pertanian-Perikanan-Perkebunan-peternakan dan Kehutanan (P4-K). (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 27 Oktober 2017

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Islam merupakan agama yang penuh kedamaian. Di Negeri Indonesia yang tercinta ini, Umat Islam juga berperan besar dalam menjaga kedamaian bangsa ini.

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

“Alhamdulillah negara Indonesia termasuk negara yang masih dijaga keselamatannya. Maka mari dijaga tenan (dijaga betul). Kalau Umat Islam bersatu, Insya Allah yang diluar Islam pun akan merasa senang. Jejer (berdampingan) orang Islam mereka merasa senang dan aman,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf di depan ribuan jamaah yang menghadiri acara Pengajian Akbar di Solobaru Sukoharjo Jawa Tengah, Selasa (5/5) malam.

Habib Syech juga berpesan untuk menyemarakkan kampung-kampung dengan membaca Al-Qur’an dan sholawat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kita semarakkan dengan baca al-Qur’an dan sholawat. Zaman dahulu, di kampung-kampung waktu maghrib tidak ada yang keluyuran, mengaji al-Qur’an dan shalat berjamaah sekeluarga. Sekarang setelah maghrib malah ngobrol bersama di depan rumah,” ujar Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Dikatakan lebih lanjut oleh Habib Syech, televisi juga ikut menjadi salah satu penyebab anak-anak tidak mengaji di waktu maghrib. “Siaran televisi memang dibikin bagus waktu maghrib, membuat anak lupa untuk mengaji,” terangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di akhir ceramah, Habib Syech mendoakan para pemuda-pemudi agar menjadi pemuda-pemudi dan pemimpin surga.

Dalam acara pengajian akbar tersebut, turut hadir Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi dan para pengurus NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Meme Islam, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock