Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan pertemuan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dengan peserta sekitar 1500 orang. Pertemuan yang akan berlangsung Rabu (28/5) sampai sampai Ahad (1/6) dikemas dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Muslimat NU Hj Aniroh Slamet Effendi Yusuf, kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 1.135 peserta dari pengurus pusat, wilayah, dan cabang, serta yayasan yang bernaung dibawah Muslimat NU.

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

1500 Muslimat NU se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Aniroh menyebutkan  yayasan tersebut, yaitu Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU, Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU, Yayasan Haji Muslimat NU/Ikatan Haji Muslimat (YHM/IHM) NU, Yayasan Da’iyah Majlis Taklim Muslimat (HIDMAT) NU, dan Koperasi Annisa Muslimat NU yang masing-masing berasal dari 33 wilayah atau provinsi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Itu yang resmi diundang. Tapi sepertinya yang hadir sekitar 1500 Muslimat NU dari seluruh Indonesia karena mereka biasanya membawa taman,” ungkapnya, pada "Ta’aruf Peserta Rakernas dan Mukernas NU dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo" di aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selasa malam (27/5).

Apa yang dikatakan Aniroh, diakui Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Menurut dia, peserta yang datang melebihi dari undangan, “Yang tadinya satu kamar untuk 8 orang, dihuni 20 orang,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bahkan, menurut Khofifah, pada pembukaan Rakernas yang akan berlangsung Rabu siang (28/5) oleh Wakil Presiden Boediono, sekitar 2000 Muslimat NU se-Jabodetabek akan hadir ke Asrama Haji.

Kegiatan bertema "Muslimat NU Berkhidmah untuk Indonesia Bermartabat" tersebut dihadiri Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Alwi Shihab, Hj Aisah Hamid Baidlowi, Dorce Gamalama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul, AlaNu, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Anak-anak harus dikenalkan pada agama sedini mungkin. Sebab, jika terlambat akan sulit membina dan mengarahkan mereka menuju pribadi yang berakhlaq mulia.

Demikian dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberi sambutan dalam Pesta Lomba 2013 yang digelar Madrasah Ibtidaiyah (MI) ? Unggulan Nuris (full day school) di halaman SMP-SMA Nuris Jember, Ahad (12/5) kemarin.

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Menurut Kiai Muhyiddin, penanaman aqidah sedini mungkin dalam diri anak-anak, menjadi kunci atau dasar dari pembinaan selanjutnya. “Karena anak-anak itu apa yang dialami dan diterima itulah yang akanmembekas,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rais Syuriyah PCNU Jember itu menambahkan, saat ini kondisi pembinaan anak-anak cukup memprihatinkan. Betapa tidak, tidak jarang prilaku nakal anak-anak justru seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras dan sebagainya.

“Maka salah satu obatnya adalah ? menggiring mereka pada suasana yang agamis,” jelas Kai Muhyiddin sebelum membuka lomba secara resmi.

Pesta Lomba 2013 tersebut diikuti tak kurang dari seratus peserta dari seluruh TK-PAUD se-Kabupaten Jember. Adapun jenis lomba meliputi mewarnai kaligrafi, kolase, ? tahfidzul quran nasyid dan fashion show muslim.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua Panitia, Sayyidah, kelima jenis lomba itu memang dipilih untuk menanamkan kecintaan anak-anak, khususnya peserta lomba terhadap hal-hal yang bernuansa islami. “Missi lomba ini salah satunya adalah mengenalkan agama pada anak-anak,” ucapnya.

Juara umum dalam lomba tersebut diraih oleh TK BIna Anaprasa Nuris dengan menyabet empat juara, yaitu tahfidzul qur’an, fashion show muslim, mewarnai kaligrafi dan ? kolase. Sedangakn lomba Nasyid diraih anak dari ? PAUD Catleya 62 Antirogo.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) akan melakukan pendalaman materi terkait penggunaan investasi dana haji siang ini di Gedung Lantai 5 PBNU, Jalan Kramat Raya, 164, Jakarta Pusat, Senin (2/10) pagi. Pendalaman materi ini merupakan upaya PBNU dalam memahami persoalan ini secara utuh sebelum pembahasan di forum Munas NU 2017 November mendatang.

Pada diskusi siang ini pihak LBM PBNU menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai narasumber.

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas NU, PBNU Dalami Materi Penggunaan Investasi Dana Haji Siang Ini

H Ulil Abshar Hadrawi, Wasekjen PBNU yang juga panitia Munas dan Konbes NU 2017 mengatakan, diskusi ini digelar dalam rangka memberikan penguatan atas pemahaman PBNU terkait masalah yang diangkat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Masalah ini diangkat di forum Munas NU 2017 mengingat rencana pemerintah terkait penggunaan dana haji untuk investasi pada proyek-proyek infrastruktur nasional, yaitu jalan tol, pelabuhan, bandara, dan seterusnya,” kata Ulil.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam diskusi ini, kata Ulil, narasumber diharapkan memberikan informasi dan data baru yang dibutuhkan para kiai NU untuk menjawab sejumlah masalah yang diangkat di Munas NU 2017, yaitu soal status hukum dana setoran awal BPIH, kewenangan pemerintah dalam mengelola dana BPIH, hukum investasi dana haji pada proyek infrastruktur, soal siapa yang berhak atas keuntungan, dan soal siapa yang berkewajiban menanggung atas kerugian investasi.

Sebagaimana diketahui, forum Munas dan Konbes NU akan diselenggarakan pada akhir November 2017 di Nusa Tenggara Barat. Forum ini akan dihadiri oleh segenap pengurus PWNU se-Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Humor Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Sukoharjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura menziarahi makam Sunan Bayat untuk mengawali ziarah rutin makam para wali. Mereka mengadakan istighosah di kompleks pemakaman Sunan Bayat yang lazim disebut Sunan Pandanaran di atas perbukitan Gunung Jabalkat desa Paseban kecamatan Bayat kabupaten Klaten, Selasa (2/9).

Salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya Iman Widodo menuturkan, “Usai bulan Syawal ini kami mulai kembali kegiatan ziarah yang memang menjadi agenda rutin PSNU Pagar Nusa Solo Raya.”

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Ziarah, Iman melanjutkan, dipilih sebagai salah satu agenda rutin untuk lebih mengakrabkan para generasi muda NU dan tradisi Nahdliyin. Pasalnya, sejauh ini kita menganggap banyak generasi muda NU kurang akrab dengan salah satu tradisi Nahdliyin terutama ziarah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karena itu, Pagar Nusa sebagai salah satu Banom NU yang mayoritas di Solo Raya beranggotakan generasi muda, berusaha menjadi pelopor untuk menggiatkan tradisi yang satu ini.

Kami berharap tradisi ziarah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan para salafus sholeh dapat terus dilaksanakan mengingat banyak hikmah yang bisa didapat dari ziarah kubur selain tujuan mengingat mati, pungkas Iman. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nahdlatul Ulama, Meme Islam, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 28 Januari 2018

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Seni budaya terbukti telah menjadi cara ampuh dalam penyebaran  agama Islam. Untuk itu, seni budaya islam harus dilestarikan karena telah berjasa dalam penyebaran Agama Islam secara rahmatan lil alamin, bukan dengan cara-cara kekerasan.

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Budaya, Cara Sebarkan Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin

Demikian sambutan tertulis Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti yang disampaikan Asisten II Sekda Brebes H Moh Iqbal saat membuka Festival Seni Budaya Islam yang digelar di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (6/10).

Bupati berharap, seluruh masyarakat Brebes bisa terus menjaga dan melestarikan seni budaya Islam dengan lebih giat lagi melakukan kegiatan atau pertunjukan di lingkungannya masing-masing. 

“Dengan melestarikan tradisi seni dan budaya islam, kita berarti ikut menyebarkan Islam meski kini telah memasuki era modern,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Banyak hal yang perlu dilakukan, lanjutnya, antara lain melalui festival, perlombaan, kajian, maupun penciptaan atau inovasi baru sehingga tidak monoton dan tidak menyimpang dari tuntunan agama Islam.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan rebana oleh Asisten II Sekda Brebes H Moh Iqbal didampingi Dandim 0713/Brebes Ahmad Hadi Hariono, Ketua BNK Brebes H Atmo Tan Sidik, Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes H Imam Hidayat beserta perwakilan dewan juri.

Ketua Panitia Festival Seni Budaya Islam H Athoillah menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati tahun baru Islam 1439 H dan peringatan Hari Santri Nasional 2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun lomba yang digelar, lanjut Athoillah yang juga Asisten I Sekda Brebes menjelaskan, festival digelar selama tiga hari. Adapun lomba yang digelar pada Jumat (6/10) meliputi Lomba Qasidah, Sakralan dan Hafalan Juz ‘Ama.

Untuk Sabtu (7/10) Pildacil dan Baca Puisi Islami dan Ahad (9/10) Lomba Hadroh/Rebana, Hafalan Nadhom Imrithi, Hafalan Nadhom Al-Fiyah, dan Qoratul Kutub.

Hari pertama festival berlangsung sangat meriah karena Sakralan diikuti oleh sepuluh grup, sedangkan kasidah hingga mencapai 30 grup serta hafalan Juz ‘Ama mencapai ratusan peserta.

Athoillah menjelaskan, para pemenang selain mendapatkan piagam dan piala Bupati serta sejumlah uang pembinaan. Hadiah akan diberikan saat upacara hari santri yang bakal digelar pada 22 Oktober 2017 mendatang. 

Sebelumnya, pada peringatan tahun baru 1437 Hijariyah dan Hari Santri Nasional 2017 telah dilakukan doa akhir dan awal tahun, pawai taaruf, pentas atraksi debus, dan juga pertandingan sepak bola api pada 1 Muharram yang lalu. (Wasdiun/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib!

Samarinda, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Islam bukan hanya mengajarkan ritual keagamaan, tetapi Islam adalah agama yang membawa misi ilmu pengetahuan (intelektualitas), peradaban, dan bangunan keharmonisan serta kebersamaan. Dan paham Aswaja selalu menjunjung tinggi serta menjadi ruh dari keharmonisan dan kebersamaan itu sendiri. Hukum memeliharanya adalah wajib.

Demikian ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam sambutan pembukaan Rembuk Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) di Hotel Bumi Senyiur Samarinda Kalimantan Timur, Jumat (13/4) siang.

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib! (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib! (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Memelihara Keharmonisan Hukumnya Wajib!

“NU telah komitmen dan harus memahami Islam secara utuh, penuh dengan semangat insaniyah (keharmonisan) yang mengedepankan kebersamaan,” tegas Kiai Said dengan gaya bicara mengagumkan yang didengarkan secara khidmat oleh ratusan pengurus LPPNU, LTLNU, dan LBHNU se-Indonesia. “Apapun agamanya, mazhabnya, etnik, dan perbedaan lainnya, kita tetap wajib mewujudkan keharmonisan dan kebersamaan.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Manusia, tambah Kiai Said, adalah makhluk yang diamanahi oleh Allah untuk mewujudkan keharmonisan dan kebersamaan. Orang-orang atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang selama ini mengabaikan hal itu dan melakukan pengrusakan, pada hakikatnya telah dikalahkan oleh hawa nafsu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kalau hawa nafsu telah menang, maka kehidupan ini pasti hancur!” tegas Kiai Said tanpa ragu. “Setiap orang atau organisasi yang mengarah pada hal itu adalah musuh NU dan harus dikeluarkan dari NKRI!”

Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap agar segala lini kehidupan ini baik dalam hal berpolitik, berbudaya, beragama, dan semacamnya harus dilandaskan pada akhlak. Sebab, akhlak adalah segalanya yang mesti mendasari semua perilaku manusia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 24 Januari 2018

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Banglades, Muhammad Yunus, menilai pemerintah Indonesia berada di jalur tepat untuk memberantas kemiskinan, sehingga kemiskinan di Indonesia dapat berada di titik nol pada 2030.

Penilaian itu dikemukakan Yunus seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara Selasa sore.

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Penilaian Yunus itu didasarkan atas pengamatan bankir tersebut atas rekam jejak perjalanan Indonesia dalam memenuhi sasaran tujuan pembangunan milenium (MDGs) guna mengurangi kemiskinan hingga separuhnya pada 2015.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalkulasi saya berasal dari kenyataan bahwa kita sudah bertekad mengurangi kemiskinan separuhnya pada tahun 2015, seperti dalam MDGs. Nalar saya, bila kita bisa mengurangi sesuatu separuhnya dalam 15 tahun, maka kita akan bisa menguranginya menjadi nol pada 15 tahun berikutnya. Jadi, itu adalah proses secara keseluruhan. Bila kita percaya bahwa kita akan mengurangi kemiskinan separuh pada 2015, kita bisa percaya bahwa kita menjadikannya nol pada tahun 2030," katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yunus menegaskan bahwa Indonesia dan Banglades berada di jalur tepat, yaitu mengurangi separuh kemiskinan pada 2030.

"Jadi, kita bisa melakukannya pada tahun 2030 dan saya bisa mengatakan, kemiskinan setelah itu hanya bisa dilihat di museum, tidak dalam masyarakat lagi, karena sudah hilang," kata Yunus.

Saat ditanya mengenai saran bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, Yunus mengatakan bahwa penghapusan kemiskinan dapat dipercepat dengan memperluas jangkauan kredit, mempermudah layanan dan melakukan lebih banyak kegiatan kemanusiaan untuk menghapus kemiskinan.

Pemerintah, tambah dia, dapat menyediakan kerangka hukum guna memfasilitasi pembentukan bank kredit mikro bagi orang miskin serta menyediakan lembaga mandiri, yang akan mengawasi pelaksanaannya.

Badan pengawas mandiri itu, menurut Yunus, harus bebas dari kekuasaan dan bisa memantau perkembangan dan penyimpangan dari aturan kredit mikro.

"Saya kira ada hal bisa kita ambil pelajaran, terutama tentang penanggulangan kemiskinan," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menggarisbawahi pengalaman Yunus memperluas kredit hingga menjangkau kalangan pengemis. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai cara Indonesia menggunakan pengalaman Yunus untuk proses penghapusan kemiskinan di negeri ini.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan pemerintah Indonesia telah memperluas akses kredit kepada penduduk berpenghasilan rendah untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

"Dalam upaya memperluas akses pada perusahaan kecil dan rumah tangga, Indonesia telah mencatat sukses dengan keberadaan Bank Rakyat Indonesia unit desa. Sekalipun Indonesia masih memiliki tantangan untuk menjangkau perusahaan kecil dan menengah, yang masih belum memiliki akses terhadap lembaga resmi," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam keadaan sehat.

"Produk domestik bruto Indonesia mencapai tingkat enam persen awal tahun ini dan kami harap tumbuh menjadi 6,3 persen pada akhir tahun ini dan pemerintah berharap dapat mencapai mendekati tujuh persen pada tahun depan," katanya seperti dilansir sumber Antara.

Sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi, sambungnya, terjadi pengurangan pengangguran terbuka 550 ribu orang pada masa Febuari 2006-Febuari 2007.

Presiden juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2007 turun 2,14 juta orang bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Yunus mengisahkan pengalamannya terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman jumlah kecil kepada rakyat miskin, yang membutuhkan, saat Banglades dilanda bencana kelaparan tahun 1974.

Pria kelahiran Chittagong, Banglades, tersbut mengungkapkan keyakinannya bahwa pinjaman sangat kecil itu dapat membuat perubahan besar terhadap kemampuan kaum miskin bertahan hidup.

Pada tahun 1976, Yunus mendirikan bank Grameen, yang memberi pinjaman kepada kaum miskin di Banglades. Hingga kini, Grameen telah menyalurkan pinjaman lebih dari tiga miliar dolar Amerika Serikat kepada sekitar 2,4 juta peminjam.

Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen menggunakan sistem "kelompok setiakawan", yang mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama dan setiap anggotanya bertugas sebagai penjamin anggota lain, sehingga mereka dapat berkembang bersama.

Salah satu pesan dipopulerkan Yunus adalah impiannya bahwa pada suatu hari, angkatan muda harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa kemiskinan itu.

Menurut Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, undangan untuk Muhammad Yunus ke Jakarta ditulis tangan sendiri oleh Presiden Yudhoyono pada 13 Februari 2007. Realisasi lama dari tanggal pengiriman surat adalah upaya menyesuaikan tanggal antara kedua belah pihak. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Lomba, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid

Mbah Umar Syahid alias Mbah Umar Tumbu sosok ulama? yang pengabdiannya pada NU dan bangsa Indonesia tanpa batas.? Ketika fisiknya? masih kuat, beliau mengelilingi pulau Jawa untuk menyiarkan Islam ala NU dengan modal jualan tumbu. Ketika tidak lagi mampu berjalan, bukan berarti pengabdiannya selesai. Sebaliknya beliau memberi contoh yang sangat bagus, seolah menyindir kita yang masih sehat.

Beliau rela meninggalkan pesantrennya kemudian mendirikan pendopo NU di atas lahan 1900 meter, di sebuah desa di puncak bukit di Pacitan Selatan. Di sebelah pendopo itu didirikan menara NU setinggi 17meter, yang dari dasar hingga puncaknya tertera logo NU serta tak lupa bendera Merah Putih.

Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengabdian Tanpa Batas Mbah Umar Syahid

Orang lain akan menganggap ini perbuatan sia-sia,? mengerjakan sesuatu yang tak jelas manfaatnya karena di pedalaman yang jarang dilihat dan didatangi orang. Tapi? beliau sedang membuat mercusuar untuk memberi kabar pada dunia bahwa NU masih ada walaupun sekian lama ditindas orang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menara itu juga merupakan mercusuar, agar kapal yang lewat, agama lain dan ideologi lain tidak menabrak bumi NU ini. Kalau kapal sampai menabrak bumi Nusantara bisa pecah dan tenggelam karena yang ditabrak adalah karang. Menara itu dirancang sendiri dan dibangun sendiri. Setelah itu dilakukan pada PCNU Pacitan. Sekali lagi beliau menyindir kita.

Kalau selama ini banyak orang NU mengambil aset NU, sebaliknya beliau menyerahkan aset dan fasilitasnya pada NU.? Di hari tuanya, sang waliyullah itu rela hidup sendiri di tempat sepi sebagai Banser atau satpam penjaga mercusuar NU itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Persis seperti KH Muchit, walaupun sudah sangat uzur, kalau diajak bicara NU dan NKRI ia langsung perkasa kembali saking semangat dan cintanya pada NU. Justri saya yang merasa kasihan, tetapi setiap panutan selalu? menahan seolah ada yang ingin disampaikan dan ada banyak hal yang ingin beliau tanyakan kepada kami bagaimana keadaan NU sekarang ini.

Semoga kita tidak hanya bisa mengagumi. Tentu beliau akan bahagia kalau kita bisa meneladani. Maka tercapailah cita-cita beliau itu meninggal sebagai orang NU (wa la tamutunna illa wa antum Nahdliyun). Demikian kesan pertemuan saya dengan beliau sesaat sebelum beliau mengakhiri perjuangannya untuk bertemu dengan Tuhan. (Wasekjend PBNU Abdul Munim DZ)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ahlussunnah, Lomba, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. A’wan PWNU Jawa Tengah, Habib Umar Muthohar bersama KH Adnan Kasogi (Kudus) hadir dalam peringatan Haul I KH Muchlisul Hadi berlangsung di kompleks pesantren Roudlotul Huda desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Selasa (02/12) malam.

Dalam kesempatan itu Habib Umar ceramah tentang pentingnya santri memuliakan sosok kiai. Dijelaskannya, kiai merupakan sosok yang mengisi ruhaniyah santri.

Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya

Dari itu ia menyebut guru atau pun kiai merupakan pahlawan tanda jasa. “Untuk itu mari kita berbakti dan memuliakan kiai-kiai kita,” imbaunya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Penceramah asal Semarang itu menyontohkan sosok Syekh Bahauddin An-Naqsabandi dalam khidmah kepada guru. Usai berguru kepada Sayyid Amir Kulan ia diminta kholwat di Baghdad selama 7 tahun.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasil dari kholwatnya Bahauddin bisa “berjabat tangan” dengan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani. Meski era Bahauddin-Syekh Abdul Qadir jeda 150 tahun. Maka tak salah ia dijuluki Naqsabandi yang berarti diukir di hati.

Selain memuliakan sosok kiai, guru juga perlu dipandang perspektif khususiyahnya. Memandang perspektif basariyah yakni melihat sosok dengan serba kekurangan. “Manusia mesti punya banyak kekurangan. Hal itu lumrah,” tegasnya.

Tetapi yang lebih penting ialah memandang kiai dari khususiyahnya. Yakni memandangnya dari sisi kealiman, kewiraian dan sebagainya. Karena itu banyak kiai yang mempunyai anak kemudian di pondokkan kepada kiai lain.

“Setelah ia boyong agar bisa melihat bapaknya sebagai sosok khususiyah yang mempunyai kealiman bukan sekadar basariyah yang nantinya malah dianggap biasa saja oleh anak maupun istrinya,” imbuhnya.

Nabi dalam pandangan istri dan saudaranya dinilai sebagai khususiyah. Sehingga Muhammad dihormati dalam kondisi apa pun. Sehingga santri harus menghargai guru dalam pandangan khususiyah.

Jika demikian, mantan penanggung jawab majalah Al-Mihrab itu menambahkan akan muncul keberhakan yang melingkupi kehidupan santri dimana pun berada. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Januari 2018

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Pati, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Program unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan menjadikan desa sebagai penyangga kekuatan ekonomi negara, perlu didukung dengan langkah kongkret meningkatkan sumber daya warga desa. Inilah yang saat ini, menjadi konsentrasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (Staimafa), Pati, Jawa Tengah.

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Staimafa Pati Siapkan Proyek Percontohan Desa Mandiri

Dalam rangka menyiapkan konsep dan program strategis untuk transformasi masyarakat desa, Staimafa menyelenggarakan rangkaian Focus Group Discussion (FGD) untuk mengawal isu desa dan mempersiapkan proyek percontohan (pilot project) desa mandiri. Kegiatan FGD Kajian Desa dan Agraria, PMI Staimafa, diselenggarakan pada Senin (4/5), dengan menghadirkan narasumber Ketua PBNU, Drs H Imam Aziz. 

Ketua Staimafa, KH Abdul Ghoffar Rozien, MEd mengungkapkan, bahwa sudah menjadi kewajiban bersama untuk mengawal isu desa, sebagai program transformasi sumber daya masyarakat. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Selama ini, Staimafa melalui Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Lembaga Penelitian (P3M) mendorong transformasi sumber daya warga desa. Ke depan, kita ingin berkontribusi lebih serius dan mendetail, untuk mengawal isu desa agar memiliki manfaat maksimal. Dengan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakat, menjadi tugas Staimafa untuk membantu mendorong terlaksananya program desa yang bermanfaat,” ungkap Rozien.  

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Agenda yang diselenggarakan di ruang meeting kampus Staimafa ini, membincang topik utama, ‘Peran Perguruan Tinggi dan Ormas untuk Transformasi Sumber Daya Desa”. Dalam agenda ini, Imam Aziz menegaskan tentang problem penting yang menjadi konsentrasi dari Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, yakni persoalan tentang pengembangan masyarakat yang terfokus pada isu kewilayahan, dan isu strategis tentang pengembangan ekonomi warga desa. 

“Isu kewilayahan ini memang menjadi problem mendasar dari kebijakan politik Kabinet Kerja. Persoalan kepemilikan tanah, antara warga, pengusaha dan lembaga negara, menjadi permasalah mendasar yang rawan konflik. Ini terjadi tidak hanya di Jawa, tapi juga di wilayah luar Jawa, semisal Lampung, Kalimantan dan beberapa kawasan lain,” ungkap Imam Aziz. 

Selain itu, Imam Aziz menyoroti tentang pentingnya kualitas sumber daya warga desa. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya sumber daya masyarakat desa ditingkatkan agar mampu bersaing dalam peta ekonomi nasional maupun internasional. 

“Saat ini, yang paling penting adalah bagaimana mengintegrasikan potensi ekonomi desa, sebagai sumber daya lokal, dengan ekonomi nasional maupun internasional. Intinya, bagaimana agar produk desa itu juga terkoneksi secara tersistem dengan pasar nasional dan internasional. Dalam hal ini, kita perlu belajar ke Tiongkok dan Korea Selatan untuk membangkitkan ekonomi warganya,” terang Imam Aziz. 

Di negara Tiongkok, tambah Imam Aziz, usaha-usaha kecil berbasis rumah tangga punya orientasi untuk masuk ke pasar ekspor. Sementara, di Korea, negara punya kekuatan untuk membendung industri asing agar tidak menjadikan negara sebagai pasar. Inilah yang kemudian membuat perekonomian Tiongkok dan Korea Selatan dapat maju. 

Imam Aziz memberikan dorongan, bahwa sudah saatnya akademisi dan aktivis ormas berperan dalam transformasi desa. “Kampus dan ormas dapat berperan bersama-sama dalam mengawal isu desa, agar tidak hanya terjebak pada isu anggaran, akan tetapi pada subtansi pemberdayaan warganya,” tegas Imam Aziz. 

Sementara, Ketua Jurusan PMI, Sri Naharin, MSi menyatakan akan menjalin kerjasama dengan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi, Universitas Gadjah Mada dan Pemkab Pati untuk mengawal isu desa agar dapat terwujud sebagai program kongkret. 

“Staimafa memiliki sumber daya yang siap mengawal pelatihan skill profesional untuk pendamping desa, pembentukan BUMDes dan penyiapan konsep E-Village untuk transformasi desa. Kita sudah mulai dengan riset dan pendampingan masyakat, serta menyiapkan pilot project desa mandiri,” terang Naharin. (Aziz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 13 Januari 2018

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Magelang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial santunan ahli waris, luka berat, dan logistik korban banjir bandang Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Bantuan secara simbolis diberikan di Aula Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah.

Total bantuan yang diberikan sejumlah Rp321 juta terdiri dari santunan kematian bagi 13 ahli waris korban meninggal sebanyak Rp195 juta, korban luka sejumlah Rp15 juta kepada tiga orang, dan bantuan logistik sejumlah Rp116,5 juta.?

Selepas penyerahan bantuan, Khofifah dan rombongan langsung menuju titik lokasi bencana menggunakan motor trail sejauh kurang lebih 3 kilometer. Khofifah dibonceng salah seorang personel wanita Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kondisi jalan yang terjal, sempit, dan licin cukup membuat Mensos dan rombongan kerepotan.?

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Khofifah menyempatkan menyambangi dapur umum lapangan (Dumlap) yang menyediakan makanan bagi para pengungsi. Setelah itu, Ia mengunjungi Pondok Anak Ceria (PAC) yang didirikan Kementerian Sosial.?

Di tempat tersebut Khofifah mengajak anak-anak korban banjir bandang bermain dan bersholawat. Khofifah juga membagikan mainan dan makanan ringan untuk menghibur anak-anak tersebut.?

"Apa yang bapak ibu rasakan, saya juga turut merasakan. Semoga kejadian seperti ini (banjir bandang-red) tidak berulang kembali. Bagi keluarga korban meninggal semoga diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran. Semoga khusnul khatimah," tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk segera bangkit dari kejadian duka banjir bandang ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Banjir bandang adalah salah satu ujian dari Tuhan. Jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insyaallah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah," imbuhnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas

Cirebon, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren adalah gudang pengetahuan dan seni. Banyak sekali kreasi seni dan sastra yang dipelajari di pesantren baik dari sastra Arab maupun lokal, termasuk Kitab Barzanji. Maka, pengetahuan yang penting ini sudah saatnya harus dikenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ken Zuraida: Tradisi Pesantren Harus dikenalkan Ke Masyarakat Luas

Demikian disampaikan Ken Zuraida, sutradara kenamaan teater Indonesia usai pementasan teater Kalung Permata Barzanji di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Rabu (29/1) malam.

“Dulu, masyarakat luas melalui pesantren mengenal akrab Kitab Barzanji, tapi akibat kehidupan yang semakin kompleks, tradisi membaca kitab ini semakin jarang bahkan punah, hanya sesekali dibacakan saat peringatan-peringatan tertentu saja,” ungkap istri almarhum WS Rendra kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, punahnya tradisi pembacaan Barzanji di tengah masyarakat harus dihentikan dengan mengenalkan kembali tradisi pesantren ini kepada khalayak yang lebih luas. Salah satunya adalah dengan mengemasnya menjadi sebuah pentas teater.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Shalawat, melalalui lantunan Barzanji itu bisa mencerahkan langit, juga bumi. Maka, tradisi ini penting untuk dipertahankan dan dikenalkan kepada masyarakat luas. Jika mengenalkan melalui Barzanji secara utuh, tentu akan berat, maka akan mudah dicerna jika disajikan dalam bentuk teater,” katanya.

Kalung Permata Barzanji merupakan bentuk teatrikal dari naskah Kitab Barzanji yang dikarang  oleh Syekh Jafar al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim yang wafat pada tahun 1766. Pementasan teater ini diperankan oleh puluhan santri dari 9 Pesantren di Babakan Ciwaringin Cirebon, yakni Pesantren Ghusyaqul Quran, Assalafie, Assalafiyat, Kebon Jambu, Al-Kamaliyyah, Miftahul Muta’allimin, Mu’allimin, MQHS dan Asholihat.

Selain dipentaskan di lingkungan Pesantren Babakan Cirebon sendiri,  teater ini juga akan dipentaskan di Tegal pada tanggal 1 Februari 2014 dan di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada tanggal 7 dan 8 Februari 2014.  (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU yang dikomandani oleh Drs H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak anak muda untuk mensukseskan pelaksanaan muktamar di Jombang. Pra muktamar kali digelar dengan konser bersama grup band Slank dan Cici Paramida di Lapangan Kodam Brawijaya V Surabaya.

Acara Ahad (26/7) kemarin dihadiri Ketua DPRD Jatim Gus Halim, Sekertaris Panitia Daerah Thoriqul Haq, Kepala Staf Ganisun Gatot dan ribuan slanker (Penggemar slank). Sebelum konser slank dimulai Panda menampilkan seni tari karya Nusantara.

Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar

Diantaranya adalah Ruddat Madura, Saman Aceh, Indang Sumatra Barat, Montro Yogjakarta, Japin Ampat Lima Kalimantan Selatan, Hadrah Kuntulan Banyuwangi, Hijabes Kemayu Surabaya, Arate Sulawesi Selatan, Patrol Sidoarjo, Ishari dan Reok Ponorogo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Slank hadir di Jawa Timur sudah dua kali ini, yang pertama di Sidoarjo dan ke dua di Surabaya. "Insya Allah slank akan saya hadirkan lagi di Jawa Timur khususnya di Surabaya," jelas Gus Ipul Wakil Gubenur Jatim.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Slank inikan banyak penggemarnya dan penggemarnya anak-anak muda, kita hadirkan slank supaya anak muda juga mensukseskan muktamar NU di Jombang nanti," punkasnya. (Rof Maulana/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 09 Desember 2017

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Pamekasan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para pengusaha garam mengancam tidak akan membeli garam hasil jerih payah petani Madura. Pasalnya, para pengusaha geram karena pemerintah cenderung abai dalam menyikapi bukti serap kaitannya dengan hasil garam di Madura khususnya di Pamekasan. Para petani pun memarahi pemerintah.

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Ancam Tak Beli Garam, Petani Marahi Pemerintah

Hal itu mengemuka dalam hearing antara petani garam dengan pemerintah Pamekasan di Lantai II Gedung Pemkab Pamekasan, Rabu (16/1). Hearing tersebut dikomandani oleh Asosiasi Petani Garam Rakyat (APGAR), Faisol, dan dihadapi langsung oleh Kadisperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto.

Pertemuan tersebut cukup alot, dari sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.09. Ketua Komisi Garam Pamekasan yang tercatat Rektor Unira, Amiril, juga terlibat aktif dalam pertemuan tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Awalnya, pertemuan tersebut berlangsung datar. Tidak ada persetegangan. Namun, setelah bergulir beberapa jam kemudian, nuansa ketegangan mulai terasa. Faisol selaku Ketua APGAR, bahkan berani mengatakan bahwa pemerintah selama ini suka membuat peraturan garam untuk kemudian dilanggar sendiri.

“Kami katakan dilanggar sendiri, karena pemerintah tidak mampu mengeksekusi atau menghukum para pengusaha yang rakus dan membuat petani garam menjerit,” tegas Faisol sembari enggan menyebutkan para pengusaha yang mengancam tidak akan membeli garam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara itu, Bambang Edy Suprapto menegaskan, setidaknya terdapat 53 ribu total serapan yang diajukan oleh pihaknya. Dan bukti serap yang dipersoalkan penguasaha, hakikatnya tidak berdasar.

“Pemerintah daerah akan berupaya untuk tetap melingdungi petani garam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ditegaskan, para petani masih merasakan dampak tataniaga garam yang masih rendah, akibat banyaknya garam impor mengalir ke madura.

Dikatakan Faisol, kondisi garam rakyat saat ini kian pelik. Sekalipun telah ada HPP garam konsumsi, harga garam rakyat justru merosot, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan harga tahun lalu.?

“Pemerintah juga telah menetapkan pembatasan impor garam, tetapi muncul indikasi rembesan garam impor yang memukul harga garam petani. Petani garam rakyat akan mati kalau terus dibiarkan bertarung dengan pengusaha, petani, dan arus garam impor. Petani tidak akan berdaya dan pasti kalah menghadapi kondisi pasar yang tidak sehat,” kata Faisol geram.

Bahkan Menurut Faisol, harga garam rakyat saat ini sulit terangkat karena masih ada produsen yang merusak pasar dengan memasarkan garam berharga rendah. Garam geo yang diproduksi PT Garam saat ini dipasarkan seharga Rp 600 per kg.

Padahal, katanya, garam merupakan komoditas strategis sebagai bahan pangan dan bahan baku industri sehingga kegiatan produksi, penyediaan, pengadaan, dan distribusi garam menjadi sangat penting dalam rangka menunjang masyarakat melalui program iodisasi dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani garam ataupun dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Untuk itu, para petani berharap ? pemerintah tegas untuk memberikan sanksi kepada pengusaha yang memaksa membeli garam impor, jika produksi garam rakyat masih mencukupi.

Siswadi, petani garam Galis yang hadir, menyatakan bahwa sinar matahari, air laut, dan angin adalah sangat dibutuhkan oleh petani garam. Tahun 2010, katanya, tidak ada sinar matahari sehingga tidak panen garam. “Tahun 2013 ini, setidaknya pemkab membantu dengan pengadaan mesin pemompa angin atau kincir angin,” tekannya.

H Fathorrahman, Petani Garam Pandan, Galis, menekankan bahwa pemerintah kurang serius menangani impor garam. Selama ini, pemerintah sebatas membuat peraturan saja. Tidak berani mengeksekusi perusahaan yang melanggar peraturan tersebut.?

Bambang Edy Suprapto, berkali-kali berdalih akan menyeriusi persoalan garam tersebut.

Sementara itu, Agus Sumantri, salah seorang aktivis asal Desa Pandan, Galis, yang getol menyuarakan hak petani garam, menyatakan bahwa pertemuan di atas hanyalah bagian dari strategi sok peduli kepada petani garam.

“Kita bisa lihat saja nanti, apakah pertemuan tersebut ada tindak lanjutnya atau tidak,” ujarnya dengan nada sinis saat berjumpa dengan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di Jalan Kabupaten di depan Kantor DPRD Pamekasan.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Hadits, Halaqoh VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 06 Desember 2017

Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setelah sukses menggelar Piala Kemerdekaan, kini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggulirkan Liga Santri. Bahkan, Sepakbola U-17 Liga Santri Nusantara (LSN) sudah siap diputar di 10 provinsi.

Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Gulirkan Turnamen Sepakbola Liga Santri Nusantara

Selama dua hari, pada 24-25 Agustus 2015, Kemenpora mengadakan lokakarya dan bimbingan teknis bagi panitia pusat, provinsi dan panitia lokal, di Hotel Aston Marina Ancol Jakarta. Workshop dilaksanakan guna mempersiapakan regulasi dan perangkat pertandingan Liga Santri Nusantara.

Alfian Salam, Sekretaris Menpora dalam sambutannya menyambut baik akan digelarnya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan Liga Santri Nusantara harus dimaknai dalam rangka mencari bibit unggul atlet muda sepakbola nasional dan meningkatkan pendidikan olahraga daerah termasuk di pesantran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ke depan saya berharap, santri tidak hanya identik dengan kitab, tapi juga harus berprestasi di bidang olahraga, justru pesantren harus menjadikan spirit bagi atlet lain dalam mengembangkan olahraga dalam hal menanamkan jiwa kejujuran, kesederhaan dan keikhasan,” ungkapnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Alfian menambahkan, LSN perlu mempersiapkan segala hal terkait kesuksesannya, diantaranya aturan main, perangkat pertandingan dan kesiapan kontingen juga kepanitian. “Untuk tahun ini mungkin target kita mempersipakan bibit unggul dulu, baru tahap berikutnya kita akan mentarget prestasi sepakbola santri nasional,” tandasnya.

Asep Nurrrahman, ketua panitia workshop mengatakan, Liga Santri Nusantara akan diputar di 10 provinsi, diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogjakarta, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. “Dari masing-masing provinsi ada panitia lokal yang melaksanakan prakualifikasi sehingga terdapat pemenang yang akan dipertandingakan di tingkat nasional,“ ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggulirkan Liga Santri sebagai salah satu media untuk mengembangkan olahraga di pesantren dan diharapkan mampu melahirkan pesepakbola potensial dari kalangan santri.

"Ini adalah mementum untuk menggairahkan kembali sepakbola di Indonesia terutama melalui pesantren," kata Menpora Imam Nahwari di sela kunjungannya di Pondok Pesantren Attolibiyah, Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah.

Komitmen Kemenpora itu diwujudkan, misalnya, oleh Pengurus Pusat Liga Santri Nusantara dengan melibatkan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama. Bahkan, Menpora Imam Nahrawi telah melakukan penandatanganan MoU dengan PBNU di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, pada 4 Agustus 2015 lalu. (Abdul Hady JM/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Makam, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern

Wonosobo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Belasan orang-orang tua bakda Isya berkumpul di serambi Masjid Darussalam Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah. Sekitar tujuh orang dari mereka tampak antusias menabuh terbang genjring. Sebagian lainnya kompak melantunkan syiir puji-pujian berbahasa Jawa. Rupanya malam itu mereka sedang latihan, mempersiapkan diri karena pada esok harinya, Ahad (13/3), akan tampil di panggung mengisi acara pembuka dalam suatu pengajian rutin yang dihelat selapan sekali.

Seni terbang genjring yang sudah puluhan tahun berjalan di Kecamatan Wonoboyo ini mempunyai karakteristik tersendiri dibanding seni rebana lainnya, seperti marawis atau hadrah. Instrumen musik yang dipakai sangat sederhana, hanya beberapa terbang yang pada tepinya terdapat piringan kecil logam, sehingga menghasilkan suara gemrincing. Tidak ada pelengkap atau peranti musik lainnya semisal bas, kecapi, apalagi orgen sebagaimana yang ada dalam seni rebana modern.

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbang Genjring, Bertahan di Tengah Gempuran Seni Modern

Awalnya grup-grup seni terbang genjring ini acap tampil pada berbagai momentum pengajian atau didakan secara bergiliran di rumah anggota jamaah yang biasanya dirangkai dengan kegitana tahlilan atau mujahadahan. Lalu kerap memeriahkan acara-acara hajatan warga. Tetapi seiring mulai bermunculannya seni islami yang baru seperti hadrah dan rebana modern sejak tahun 2000-an, warga lebih memilih mengundang model seni rebana atau hadrah tersebut tiap kali mengadakan acara hajatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Demikian juga kekhasan lain dijumpai dalam bacaan yang dilantunkan ketika mengiringi irama terbang. Selain bacaan berupa puji-pujian untuk Allah dan Nabi Muhammad, juga bacaan materi fiqih yang sudah disusun menjadi syair. Syair fiqih tersebut merupakan gubahan leluhur kiai desa setempat tempo dulu dan masih dibaca sampai sekarang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saat dikonfirmasi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Sabtu (12/3), salah satu tokoh dan sesepuh Desa Wonoboyo, Suyono yang berusia sekitar 85 tahun menyatakan bahwa dulu saat dia masih muda, penggemar atau yang aktif dalam kegitan seni terbangan ini tidak hanya orang-orang tua saja sebagaimana sekarang, melainkan? segenap remaja dan pemuda juga ikut.

Menurutnya, tradisi seni tradisional terbang genjring ini sudah lama berjalan di Desa Wonoboyo, bahkan seingatnya saat dia masih kecil sekitar tahun 1940-an seni terbang genjring tersebut sudah ada.

Ketua grup terbang genjring Darussalam, Sabar, menyatakan dirinya pesimis akan masa depan atau adanya generasi penerus yang masih menjaga dan mempertahankan tradisi daerah berupa seni terbang genjring itu. Apalagi grup tersebut semua anggotanya tidak ada dari kalangan pemuda, hampir semu sudah di atas kepala lima. "Mari para pemuda ikut latihan di grup ini agar tradisi seni terbang lokal ini nanti ada penerusnya", ajaknya. (M. Haromain/Mahbib)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Santri, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Usai tiga hari dilantik, Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga di bawah komando Badan Semi Otonom Rayon (BSOR) Mahasiswa Pecinta Alam Ashram Bangsa (Mapalaba) menjalankan satu dari lima program kerjanya, yakni tanggap bencana.

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

“Mendengar berita duka dari Purworejo, kami bersama sahabat-sahabat Keluarga Mahasiswa Purworejo UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Kamapuriska) dan sahabat Korp Kobar mulai tanggal 20 Juni 2016 menggalang bantuan,” kata Muhammad Fachrul Falah selaku Kapten Mapalaba, Rabu (22/06).

Penggalangan dana hari pertama tersebar di tiga titik strategis. “Alhamdulillah teman-teman semua sangat antusias sekali karena kita bisa terjun langsung membantu masyarakat yang terkena musibah di Purworejo,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menjelaskan selain kegiatan sosial ini bertujuan menguatkan rasa kepedulian sesama manusia dan bentuk pengamalan Nilai Dasar Pergerakan PMII, yakni trilogi tauhid yang terdiri dari hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), hablum minannas (hubungan manusia dengan manusia), hablum minal alam (hubungan manusia dengan alam).

Penggalangan dana tersebut baru terselenggara dua kali, yakni tanggal 20 Juni 2016 dan 23 Juni 2016. Maimunah sebagai penanggungjawab koordinator wilayah Yogjakarta menambahkan, bantuan logistik masih kurang logistik khususnya untuk pengungsi di Desa Jalok, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, di samping kebutuhan pendidikan untuk anak-anak para korban.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk saat ini yang dibutuhkan lebih pada logistik, kalau untuk pakaian sudah cukup. Kekurangan yang lebih dibutuhkan selain logistik juga masalah pendidikan untuk jangka panjang. Kan seperti buku-buku dan alat tulis menulis pada hilang,” ujar Maimunah di depan Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (24/06).

Dana yang terkumpul tertanggal 20 Juni 2016 sebesar Rp 2.127.900 dan pada 23 Juni 2016 terkumpul Rp 578.000. Kegiatan penggalangan bantuan tersebut masih berlangsung hingga kini. (Eko Nurwahyudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Lomba, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul

Tunisia, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebanyak 50 mahasiswa Indonesia di Tunisia mengunjungi makam dua sahabat Rasulullah SAW. Sejumlah sepuluh dari mereka ialah mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang menempuh program bahasa di Universitas Zitouna. Ziarah ini digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia.

Ketua mahasiswa STAINU di Tunisia, Izzul Madid menyatakan pentingnya acara ziarah semacam ini.

Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Nahdhiyyin di Tunis Ziarahi Makam Sahabat Rasul

“Selain mendapat pengalaman baru dan wawasan, kita juga dapat menemukan insiprasi atau keteladanan dari para sahabat. Perjuangan mereka yang mau datang jauh dari Hijaz ke Afrika Utara untuk penyebaran agama Islam, perlu kita teladani,” tutur Madid. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mereka mengunjungi makam sahabat Abu Zam’a al Balawi terletak di kota Kairouan sekitar 156 km dari Tunis, Sabtu-Ahad (15-16/3). Sementara makam Abu Lubabah al Anshari berlokasi di kota Gabes, 404 km dari Tunis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dua makam sahabat ini menjadi situs wisata ziarah terpenting di Tunisia saat ini. Makam Abu Zam’a al-Balawi sering menjadi pusat acara hari besar keagamaan. Sedangkan di makam Abu Lubabah al-Anshari, biasa diadakan festival seni kaum sufi internasional yang lazim digelar setiap bulan ramadhan.

Abu Zam’a al-Balawi seorang sahabat yang hadir dalam perjanjian Hudaibiyah serta mengikuti beberapa peperangan bersama Rasulullah saw. Ia juga pernah menjadi tukang cukur rambut Rasulullah SAW. Ketika turut serta dalam penyebaran Islam ke Afrika Utara, ia membawa beberapa helai rambut Rasulullah.

Sedangkan  Abu Lubabah al-Anshari adalah sahabat asal Madinah. Ia masuk Islam sejak sebelum hijrah. Ketika Rasulullah saw berhijrah ke Madinah, Abu Lubabah termasuk salah seorang warga Madinah yang turut menyambut kedatangan Rasulullah.

Selain berziarah ke dua makam sahabat, mereka juga berziarah ke makam mantan presiden Tunisia Habib Borguiba di kota Monastir, Masjid Uqbah bin Nafi di kota Kairouan, serta situs wisata sahara di kota Matmata, Tunisia Selatan. (Dede Permana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pendidikan, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 20 November 2017

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

Tangerang Selatan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Cabang Ciputat bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah menyelenggarakan bimbingan tes (bimtes) bagi para calon mahasiswa yang hendak belajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) Mandiri.

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bimbing Calon Mahasiswa Baru Masuk UIN Jakarta

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 20-23 Juni 2016 ini diikuti sekitar 170 calon mahasiswa baru yang bertempat di Ruang Teater Fakultas Ushuluddin kampus setempat. Syifa, ketua pelaksana bimtes ini mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PMII kepada calon mahasiswa baru yang ingin masuk perguruan tinggi Islam negeri yang beralamat di Ciputat, Tangerang Selatan itu.

“Kegiatan yang dilakukan para kader PMII ini merupakan proses bagi para kader kami untuk bisa peduli terhadap sesama. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena panitia kebanyakan semester 2 yang baru setahun mengemban title mahasiswa. Tak disangka mereka benar-benar bertanggung jawab dengan tugas yang mereka emban,” kata Arsyad Prayogi, ketua PMII Komfuspertum.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu peserta bimtes, Alantri Anggara, mengaku sangat senang dengan bimtes ini. Para calon mahasiswa yang masih minim informasi mengenai jalur tes masuk ini merasa terbantu karena sudah diarahkan para panitia bagaimana cara agar bisa lolos tes masuk ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Walaupun kami juga masih harus belajar sendiri di rumah setidaknya kegiatan ini cukup memberikan pengetahuan bagi kami. Terima kasih kepada para panitia yang telah membantu kami,” imbuhnya. (Ulul Alfi Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 13 November 2017

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Mojokerto, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Akhir-akhir ini marak adanya kelompok yang sering membidah-bidahkkan dan suka mengkafir-kafirkan kelompok lain. Hal itulah yang membuat tidak kondusifnya ukhuwah Islamiyah.

Demikian dikatakan oleh H Rhoma Irama dalam kegiatan “Semarak Kongres II Persatuan Guru Nahdlatul Ulama” di halaman Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (26/10) malam.

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Pria yang juga dikenal dengan sebutan Raja Dangdut itu menyayangkan terjadinya suasana tidak kondusif pada jalinan ukhuwah Islamiyah.?

Melalui sebuah syair Rhoma lalu mengungkapkan, "Tuhan kita sama, Nabi kita sama, kiblat kita sama. Kenapa harus saling mengkafirkan? Shalat kita sama, puasa kita sama, zakat kita sama, haji kita sama. Kenapa harus saling membidahkan?”

Ia menambahkan, perbedaan yang tidak penting jangan dipermasalahkan. Bina rasa persaudaraan bukan permusuhan. Semua harus diwujudkan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Semarak Kongres II Pergunu merupakan kegiatan Pra-Kongres. Selain peserta Kongres, acara ini juga dibanjiri santri dan warga sekitar. Sebelumnya pengunjung dihibur dengan penampilan grup nasid dan kasidah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock