Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat

Brebes, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Terobosan baru dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes. Mereka membagikan zakat untuk fakir miskin yang tengah dirawat di RSUD Brebes. Pemberian zakat dilakukan sebagai bentuk nyata mengurangi beban penderitaan si miskin yang tengah dilanda musibah berupa penyakit.

“Sebagai bentuk ikut merasakan penderitaan masyarakat miskin yang tengah menderita sakit, kami bersilaturahmi sekaligus mentasharrufkan zakat,” kata Ketua Baznas Brebes KH Chusnan Zein di sela penyerahan zakat di bangsal III RSUD Brebes, Kamis (17/3).

Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Baznas Brebes Bagikan Zakat Kepada 57 Pasien RSUD Setempat

Menurutnya, pemberian langsung di Rumah Sakit lebih mengena karena bisa langsung dimanfaatkan meskipun nilainya tidak seberapa. Tetapi dengan datang langsung menjenguknya, ada dua manfaat yang didapat sekaligus. Yakni manfaat silaturahmi dan manfaat menyampaikan amanat kepada yang berhak. “Saya berpendapat, pemberian langsung zakat kepada para fakir miskin yang sedang dirawat, jauh lebih menyentuh dan bermanfaat,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tampak hadir enam orang pengurus Baznas Brebes KH Chusnan Zein, Hj Aqilatul Munawaroh, H Abdul Haris, H Akrom Jangka Daosat, KH Masruti, KH Oni Syaroni. Didampingi manajemen RSUD, mereka menyerahkan zakat kepada para pasien di bangsal III RSUD.

Para pasien sedikit kaget ketika tiba-tiba didatangi orang-orang yang sebelumnya tidak dikenal karena bukan dari kerabatnya. Tetapi setelah dijelaskan oleh pihak rumah sakit wajahnya berubah menjadi semringah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah seorang penerima Ruminah mengaku senang menerima zakat dari Baznas karena bisa buat membeli jajan untuk cucunya yang tengah menunggunya. “Alhamdulillah, bisa buat beli jajan cucu saya yang setia menemani,” tuturnya dengan wajah tersenyum.

Sekretaris Baznas Brebes Akrom Jangka Daosat menjelaskan, zakat yang diberikan merupakan zakat dari para PNS dan masyarakat Brebes yang telah masuk di Baznas Brebes. Zakat yang terkumpul sebesar Rp 1,1 milyar antara lain disalurkan kepada mereka.

Sebanyak 57 pasien di bangsal III tersebut masing-masing mendapat Rp 250 ribu. “Ada 57 pasien yang mendapat zakat, masing-masing Rp 250 ribu,” pungkas Akrom. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 25 Februari 2018

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua PP LP Maarif NU Arifin Junaidi berharap pemerintahan baru meneruskan Kurikulum 2013 sebagai kebijakan pendidikan yang ditetapkan sebelumnya. Pemerintahan baru tidak perlu melakukan perubahan total. Pemerintah baru, harap Arifin, melakukan perubahan pendidikan secara gradual.

Kurikulum 2013, menurut Arifin, sama seperti makhluk hidup, berkembang dan berproses. "Biarkan kurikulum tersebut berjalan dulu, nanti kita evaluasi setelah berjalan cukup lama," tambahnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth di akhir diklat sistem penjaminan mutu pendidikan SMA dan SMK Maarif NU di Asrama Haji, Yogyakarta, Kamis (23/10).

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU: Evaluasi Kurikulum 2013 Bisa Sambil Jalan

Kurikulum 2013 sendiri tidak begitu mengagetkan guru-guru Maarif NU. Kurikulum ini secara substansial sama dengan ideologi NU. Kurikulum 2013 mengajari siswa untuk menghargai kerja kelompok.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Sebenarnya konsep Kurikulum 2013 sudah kita jalankan sejak lama dalam pendidikan NU yaitu dalam pesantren. Ketika mempelajari bab wudhu dalam pesantren tidak hanya berbicara soal teori, melainkan langsung praktik," ungkapnya. (Nur Solikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Aswaja, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengumumkan bahwa Satkornas Banser telah merilis buku kebanseran. Buku ini memuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan dan operasi Banser di semua tingkatan.

Demikian disampaikan H Alfa Isnaeni di hadapan sedikitnya 700 ratus orang pada acara Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-72 RI di Kantor Sekretariat PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya Nomor 65 A, Jakarta Pusat, Senin (28/8) malam.

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

“Satkornas sudah menyusun buku juklak kebanseran. Buku ini lahir sebagai amanat kebanseran kepada Satkornas Banser,” kata Alfa pada malam tasyakuran yang juga dimeriahkan oleh pertunjukan grup Wayang Kampung Sebelah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, buku kebanseran ini juga menjelaskan hubungan Ansor dan Banser.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Buku ini, ia melanjutkan, sudah dicetak. Buku ini pedoman kebanseran untuk seluruh Indonesia.

“Buku ini gratis, boleh diambil satkorwil untuk pedoman ke bawah di ruang sebelah, tapi alangkah baiknya mengganti ongkos cetak,” kata Alfa disambut tawa para hadirin. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Ubudiyah, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 24 Januari 2018

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Banglades, Muhammad Yunus, menilai pemerintah Indonesia berada di jalur tepat untuk memberantas kemiskinan, sehingga kemiskinan di Indonesia dapat berada di titik nol pada 2030.

Penilaian itu dikemukakan Yunus seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara Selasa sore.

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Penilaian Yunus itu didasarkan atas pengamatan bankir tersebut atas rekam jejak perjalanan Indonesia dalam memenuhi sasaran tujuan pembangunan milenium (MDGs) guna mengurangi kemiskinan hingga separuhnya pada 2015.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kalkulasi saya berasal dari kenyataan bahwa kita sudah bertekad mengurangi kemiskinan separuhnya pada tahun 2015, seperti dalam MDGs. Nalar saya, bila kita bisa mengurangi sesuatu separuhnya dalam 15 tahun, maka kita akan bisa menguranginya menjadi nol pada 15 tahun berikutnya. Jadi, itu adalah proses secara keseluruhan. Bila kita percaya bahwa kita akan mengurangi kemiskinan separuh pada 2015, kita bisa percaya bahwa kita menjadikannya nol pada tahun 2030," katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yunus menegaskan bahwa Indonesia dan Banglades berada di jalur tepat, yaitu mengurangi separuh kemiskinan pada 2030.

"Jadi, kita bisa melakukannya pada tahun 2030 dan saya bisa mengatakan, kemiskinan setelah itu hanya bisa dilihat di museum, tidak dalam masyarakat lagi, karena sudah hilang," kata Yunus.

Saat ditanya mengenai saran bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, Yunus mengatakan bahwa penghapusan kemiskinan dapat dipercepat dengan memperluas jangkauan kredit, mempermudah layanan dan melakukan lebih banyak kegiatan kemanusiaan untuk menghapus kemiskinan.

Pemerintah, tambah dia, dapat menyediakan kerangka hukum guna memfasilitasi pembentukan bank kredit mikro bagi orang miskin serta menyediakan lembaga mandiri, yang akan mengawasi pelaksanaannya.

Badan pengawas mandiri itu, menurut Yunus, harus bebas dari kekuasaan dan bisa memantau perkembangan dan penyimpangan dari aturan kredit mikro.

"Saya kira ada hal bisa kita ambil pelajaran, terutama tentang penanggulangan kemiskinan," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menggarisbawahi pengalaman Yunus memperluas kredit hingga menjangkau kalangan pengemis. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai cara Indonesia menggunakan pengalaman Yunus untuk proses penghapusan kemiskinan di negeri ini.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan pemerintah Indonesia telah memperluas akses kredit kepada penduduk berpenghasilan rendah untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

"Dalam upaya memperluas akses pada perusahaan kecil dan rumah tangga, Indonesia telah mencatat sukses dengan keberadaan Bank Rakyat Indonesia unit desa. Sekalipun Indonesia masih memiliki tantangan untuk menjangkau perusahaan kecil dan menengah, yang masih belum memiliki akses terhadap lembaga resmi," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam keadaan sehat.

"Produk domestik bruto Indonesia mencapai tingkat enam persen awal tahun ini dan kami harap tumbuh menjadi 6,3 persen pada akhir tahun ini dan pemerintah berharap dapat mencapai mendekati tujuh persen pada tahun depan," katanya seperti dilansir sumber Antara.

Sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi, sambungnya, terjadi pengurangan pengangguran terbuka 550 ribu orang pada masa Febuari 2006-Febuari 2007.

Presiden juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2007 turun 2,14 juta orang bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Yunus mengisahkan pengalamannya terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman jumlah kecil kepada rakyat miskin, yang membutuhkan, saat Banglades dilanda bencana kelaparan tahun 1974.

Pria kelahiran Chittagong, Banglades, tersbut mengungkapkan keyakinannya bahwa pinjaman sangat kecil itu dapat membuat perubahan besar terhadap kemampuan kaum miskin bertahan hidup.

Pada tahun 1976, Yunus mendirikan bank Grameen, yang memberi pinjaman kepada kaum miskin di Banglades. Hingga kini, Grameen telah menyalurkan pinjaman lebih dari tiga miliar dolar Amerika Serikat kepada sekitar 2,4 juta peminjam.

Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen menggunakan sistem "kelompok setiakawan", yang mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama dan setiap anggotanya bertugas sebagai penjamin anggota lain, sehingga mereka dapat berkembang bersama.

Salah satu pesan dipopulerkan Yunus adalah impiannya bahwa pada suatu hari, angkatan muda harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa kemiskinan itu.

Menurut Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, undangan untuk Muhammad Yunus ke Jakarta ditulis tangan sendiri oleh Presiden Yudhoyono pada 13 Februari 2007. Realisasi lama dari tanggal pengiriman surat adalah upaya menyesuaikan tanggal antara kedua belah pihak. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Syariah, Lomba, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Januari 2018

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Tasikmalaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar silaturahmi kader, Jumat (1/7) sore. Mereka membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Kecamatan Salopa di Coblong Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Pertemuan dan bakti sosial ini diikuti kader IPNU se-Kabupaten Tasikmalaya dari mulai komusariat, ranting sampai anak cabang. Kegiatan ini dimulai setelah ashar sampai magrib.

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Berbagi 1000 Takjil di Pasar Salopa

Ratusan warga yang sedang menunggu buka puasa dan berlalu lalang sekitar Pasar Salopa itu menghampiri para kader IPNU dengan senyuman. Ada juga sebagian warga ikut membantu pelajar membagikan 1000 takjil untuk masyarakat Salopa. Kegiatan ini dihentikan 10 menit menjelang buka puasa. Mereka kemudian berbuka puasa bersama di Danau Lemona Salopa.

Ketua IPNU Kabupaten Tasikmalaya Fikri Nursamsi menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk silaturrahmi kader IPNU di Tasikmalaya yang juga merupakan bagian dari evaluasi kinerja IPNU Tasikmalaya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Pada pertemuan kali ini kami membicarakan kaderisasi yang merupakan tugas utama kami di IPNU seperti pelaksanaan Latihan Kader Utama (Lakut) se-Priangan Timur yang akan dilaksanakan di Tasikmalaya.”

Kami juga membidik penerimaan siswa baru. Kami akan turba dan mencoba melebarkan sayap di sekolah-sekolah untuk bisa merekrut kader para pelajar. Masa orientasi ini kita jadikan sebagai kaderisasi awal di IPNU dengan cara mengisinya dengan Masa Kesetiaan anggota (Makesta).

“Kami menargetkan minimal 1000 anggota baru tahun ini.”

Ia melanjutkan, bagi-bagi 1000 takjil ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan Pelajar NU di masyarakat. Kami berharap ini menjadi amal baik para pelajar NU sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadhan. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pendidikan, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 13 Januari 2018

Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah wafat sang maestro biola Indonesia, Idris Sardi pada usia 75 tahun. Ia dikabarkan wafat pagi pukul 07.25 di RS Meilia, Cibubur. Semoga almarhum husnul khotimah dan mendapat tempat kasih sayang Allah. Amin.

Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komentar Kiai Said untuk Gesekan Biola Idris Sardi

Idris Sardi pernah tampil pada acara pengukuhan Pengurus Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Oktober 2012.

Tentu saja, gesekan biolanya memukau ratusan pendekar dan tamu undangan. Nahdliyin yang memang jarang menikmati pertunjukan musik biola, khusyuk mendengarkan lagu Sepasang Mata Bola, Insyaflah, dan sederet lagu dari gesekan biola sang maestro.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang hadir pada kesempatan itu termasuk yang terpukau. Sebelum pidato pelantikan, ia berkomentar tentang gesekan biola Idris Sardi. “Saya terharu, di acara seperti ini diiringi musik seperti ini. Meskipun sudah tidak muda lagi, penampilan Pak Idris sangat luar biasa!” dua kali Kang Said bilang “luar biasa” diiring tepuk tangan para pendekar Pagar Nusa.

Kiai lulusan pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini kemudian menjelaskan musik. Ia menukil pendapat Syekh Dzu Nun Al-Mishri yang wafat tahun 221 Hijriyah.

“Musik adalah suara kebenaran yang bisa menggugah hati kita menuju Allah. Suara kebenaran, kejujuran. Kalau mulut bisa bohong, tapi musik tak bisa bohong,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Oleh karena itu, sambung kiai yang juga doktor Umul Qurro ini, barangsiapa mendengarkan musik dengan khusyu, ia akan mencapai hakikat. Tapi barangsiapa yang mendengarkan musik dengan syahwat, ia akan menjadi zindiq, atau keluar dari Islam.

Idris Sardi tampil pada pengukuhan Pagar Nusa. Ia datang lebih awal dan berkeliling pentas sambil menggesek biola. Kemudian turun dan mengitari sela-sela kursi hadirin.

Sebelum puncak pengukuhan, ia menggesek biola Indonesia Raya. Kemudian beberapa lagu lain semisal shalawat Nariyah, Insyaflah dan Alhamdulillah. Kang Said yang duduk berdampingan dengan Ketua IPSI, Prabowo Subiyanto menyimak khusyu di kursi paling depan. Begitu pula para kiai, tamu undangan dan para pendekar Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Kairo,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sistem ekonomi Islam atau ekonomi syariah kian berkembang pesat di Indonesia. Lembaga keuangan syariah macam asuransi, koperasi, hingga bank-bank syariah kini telah tumbuh subur di seantero Tanah Air. Ekonomi syariah pun selalu menjadi topik yang hangat dan menarik untuk diperbincangkan serta didiskusikan.

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Menimbang fakta itu, PCINU Mesir menggelar seminar Akbar Ekonomi Syariah bertajuk “Solusi Sistem Ekonomi Global; Hari Ini dan Masa Akan Datang.” Bertempat di Auditorium Auditorium Rumah Limas KEMASS (6/9), seminar ekonomi syariah ini menghadirkan Tubagus Manshur (Dosen UGM, auditor, akuntan dan pakar ekonomi syariah) dan Nur Fuad Shofiyullah (Staf Fungsi Ekonomi KBRI Kairo).

Seminar dihadiri para pengurus dan segenap Syuriah PCINU Mesir, serta dihadiri para peminat kajian ekonomi syariah yang ada di Mesir. Dalam sambutannya, Ketua PCINU Mesir Ahmad Muhakam Zein mengatakan bahwa sistem ekonomi syariah yang konon merupakan solusi dari krisis ekonomi global masih harus dikaji lebih mendalam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebab, kata dia, ada beberapa dari sistem ekonomi syariah yang dalam praktiknya lebih “konvensional” dari bank konvensional. “Semoga setelah mengikuti seminar, kita jadi tahu masing-masing keunggulan dan kelemahan bank konvensional ataupun bank syariah. Sehingga, nantinya akan lahir pakar ekonomi Islam dari alumni al-Azhar yang bisa turut memberi sumbangsih untuk kemajuan ekonomi di Tanah Air,” pungkasnya. ?

Meski sempat molor dari jadwal seharusnya, seminar tetap berlangsung gayeng dan menarik. Dua narasumber membeberkan ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah, dari berbagai sisinya. Selain itu, Tubagus Manshur dengan halus dan apik membawa hadirin pada ranah realita ekonomi syariah global masa sekarang hingga masa mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Begitu pula Fuad yang menyuguhkan fakta bahwa sistem ekonomi syariah sebagai sebuah produk masih harus terus kita sempurnakan. Contohnya, kalkulator (hasil) sistem murobahah yang pada kenyataannya justru masih lebih tinggi dari sistem ekonomi konvensional. “Sebab, yang namanya pemodal di mana-mana enggak mau rugi. Dari satu contoh ini, tentunya tugas kita semua untuk mengawal agar transaksi bank syariah benar-benar sesuai dengan syariat,” tegas pak Fuad. ?

Untuk diketahui, seminar yang berlangsung selepas maghrib itu didahului dengan acara khataman Al-Quran oleh para anggota PCI JQH (Jam’iyyah Qurra’ wa al-Huffadz) NU Mesir. Dalam prosesi khataman tersebut, dilaksanakan pula pelantikan pengurus PCI JQH masa bakti 2016-2018 oleh Ketua Tanfidziah PCINU Mesir. ?

Usai penyampaian materi serta tanya jawab seputar dunia ekonomi, acara dipungkasi dengan doa, penyerahan piagam, sesi foto-foto dan makan bersama. (Am Zen/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pondok Pesantren, Aswaja VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 08 Januari 2018

Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Salah satu peserta Festival Sastra Religi (FSR) 2017, Ahmad Miftahus Sudur mengaku optimis akan mejuarai jenis lomba musabaqah hifdin nadhom Aqidatul Awam.

Semua ndhom Aqidatul Awam telah dikuasai dengan sempurna. Bahkan, santri delegasi dari Pesantren Ngalah Pasuruan ini mengaku tak butuh waktu lama untuk menghafal dan menguasai nadhom kitab Aqidatul Awam itu. 

Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta FSR Ini Optimis Juara, Hafal Aqidatul Awam Secara Kilat

"Alhamdulillah sudah hafal semua mas. Saya ngafalin nadhom kitab Aqidatul Awam itu hanya satu mingguan tapi alhamdulillah hafal," katanya, Jumat (13/10).

Informasi terkait FSR 2017 yang dihelat Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang ini diakuinya cukup mendadak. Hingga persiapan yang dilakukan para santri Pesantren Ngalah Pasuruan itu, kata Miftahus Sudur, harus ekstra.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meski begitu, Miftahus Sudur menyatakan, delegasi santri dari pondoknya cukup banyak. Tiap-tiap dari mereka, lanjutnya, sudah siap berkompetisi di ajang bergengsi ini.

"Ada sekitar 12 santri dari pesantren kami. Mereka semua mempersiapkan segala sesuatunya dengan ekstra," beber dia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebgaimana diberitakan sebelumnya, kegiatan Festival Sastra Religi 2017 ini diikuti oleh 1.384 santri dari 357 pesantren se-Jawa Timur.

"Total peserta sebanyak 1.384 santri, dari santri putra 790 dan putri 594 dari 357 pondok pesantren se-Jawa Timur," kata Koordinator Panitia Wilayah Jawa Timur, M. Subaidi Mukhtar.

Ia menjelaskan, FSR kali ini ada tiga kategori (marhalah), yakni marhalah ula, marhalah wustho dan marhalah ulya. Sementara jenis yang dilombakan adalah Qiroatul Kutub dan Hifdin Nadham.

"Beberapa kitab yang harus dibaca dan nadham yang dihafalkan peserta diantaranya Aqidatul Awam, Fathul Qarib, Ihya Ulumuddin, Imriti, Alfiyah dan Tafsir Jalalain," imbuh Wakil Ketua DPRD Jombang ini. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pahlawan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Global Fund menggelar seminar kolaborasi TB-HIV di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kelurahan Dasan Seremn Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (07/05/15).

"Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dari sejak tahun 2011 sampai saat ini," ujar dr. Handomi ketua LKNU NTB kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB

Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari sejak 07-09 Mei 2015 dalam bentuk berbeda "Hari ini (07/05) acaranya seminar dari semua unsur NU, pesantren, dan Banom serta perwakilan Lembaga yang ada di NU NTB," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain acara seminar akan dilanjutkan dengan pelatihan komunikasi selama dua hari pada tanggal 08-09 Mei 2015.

"Seminar ini dilanjutkan dengan pelatihan interkomunkasi selama dua hari dengan jumlah 25 orang peserta dari 5 perwakilan ponpes NU yang ada di NTB," kata dr. Handomi, sapaan akrabnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan selama dua hari adalah agar para kader dan santri khususnya yang masuk menjadi peserta dapat memiliki kemampuan komunikasi yang baik di bidang kesehatan.

"Harapan kami nanti yang 25 orang ini bisa berkomunikasi yang baik dalam mengkampanyekan tentang kesehatan khususnya TB DOTS di tempatnya masing-masing" urainya.

Di tempat yang sama perwakilan PP LKNU Nasrullah mengatakan kegiatan seperti ini sudah dilakukan di 4 daerah di antaranya Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Bali dan termasuk NTB.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa jangkau semua daerah yang ada di Indonesia," harap Nasrullah.

Kasubdit TB Kemenkes RI dr. Risti Widianingsih, M.Kes menyatakan pihaknya menggadeng ormas seperti NU yang memiliki basis besar di kalangan bawah agar masyarkat luas lebih cepat mendapatkan informasi tentang kesehatan.

Karena pihaknya selain melakukan sosialisasi melalui dinas kesehatan yang ada di daerah juga menggandeng semua agama. "Agama-agama lain juga kami gandeng sebagai upaya penanggulangan kesehatan khususnya TB," sebutnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dinas Kesehatan Prov. NTB dr. Eka Junaidi dan dihadiri juga oleh ketua PWNU NTB Tgh. Acmad Taqiuddin Mansur dan sekita 75 peserta dari perwakilan Banom, Lajnah, Ponpes dan perwakilan Puskesmas yang ada di Kota Mataram. (hadi/mukafi niam)    

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Jadwal Kajian, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 29 Desember 2017

Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU yang dikomandani oleh Drs H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak anak muda untuk mensukseskan pelaksanaan muktamar di Jombang. Pra muktamar kali digelar dengan konser bersama grup band Slank dan Cici Paramida di Lapangan Kodam Brawijaya V Surabaya.

Acara Ahad (26/7) kemarin dihadiri Ketua DPRD Jatim Gus Halim, Sekertaris Panitia Daerah Thoriqul Haq, Kepala Staf Ganisun Gatot dan ribuan slanker (Penggemar slank). Sebelum konser slank dimulai Panda menampilkan seni tari karya Nusantara.

Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Slank, Gus Ipul Ajak Anak Muda Sukseskan Muktamar

Diantaranya adalah Ruddat Madura, Saman Aceh, Indang Sumatra Barat, Montro Yogjakarta, Japin Ampat Lima Kalimantan Selatan, Hadrah Kuntulan Banyuwangi, Hijabes Kemayu Surabaya, Arate Sulawesi Selatan, Patrol Sidoarjo, Ishari dan Reok Ponorogo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Slank hadir di Jawa Timur sudah dua kali ini, yang pertama di Sidoarjo dan ke dua di Surabaya. "Insya Allah slank akan saya hadirkan lagi di Jawa Timur khususnya di Surabaya," jelas Gus Ipul Wakil Gubenur Jatim.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Slank inikan banyak penggemarnya dan penggemarnya anak-anak muda, kita hadirkan slank supaya anak muda juga mensukseskan muktamar NU di Jombang nanti," punkasnya. (Rof Maulana/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Lomba VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak

Sukabumi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Majlis Silaturahmi Pondak Pesantren dan Majlis Talim (MSPPM) Kota dan Kabupaten Sukabumi mengadakan pengajian keliling bulanan sekaligus peresmian Majlis Talim Ummi Abu Hurairoh dan pemberian santunan kepada jompo dan anak yatim di Jl. Santa Lio Cikondang, Kota, Sukabumi, Jawa Barat.

Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan Majelis Ta’lim, Dua Lembaga Penjaga Akhlak

Menurut Ketua MSPPM KH R. Abdul Basith, tiap sebulan sekali kegiatan tersebut dilakukan sebagai ajang silaturahim dari majlis ke majlis, dari pesantren ke pesantren.

Hal itu dilakukan karena hanya di dua lembaga ini adalah lembaga penjaga akhlak masyarkat. Selama ini kita tidak pernah mendengar adanya tawuran antarmajelis ta’lim dan pondok pesantren. “Oleh karena itu ini harus dipertahankan,” ungkapnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (9/4).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karena itulah, lanjut dia, regenerasi baik di pesantren maupun majlis talim harus terus dilakukan. “Berbeda dengan di bidang pemerintahan, sudah sangat banyak calonnya, sedangkan calon para kiai sudah berkurang terutama di pesantren salafi. Beberapa pesantren sekarang bangunannya masih ada, akan tetapi isinya mulai berkurang,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saat ini, lanjut dia, kehidupan di masyarakat semakin banyak kejadian yang tidak menunjukkan akhlak orang muslim seperti pembunuhan orang tua oleh anaknya ada juga anak yang dibunuh oleh orang tuanya. “Sudah marak terjadi sekarang belum lagi merajalelanya korupsi dan penggunaan narkoba ini disebabkan karena masalah agama sedikit lupa, bahkan hampir dilupakan,” lanjutnya. ?

Menurut dia, untuk menanggulangi keadaan seperti itu, pertama perlu perhatian dari para orang tua dan pemerintah untuk pendidikan agama anak-anak.

Kedua, menekankan pentingnya mendirikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. “Seiring berkembangnya industri di Sukabumi saya mengintruksikan kepada Bupati bahwa pengaturan jadwal pulang para karyawan di pabrik jangan sampai pulang di waktu shalat,” pintanya. ?

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Cicurug ini menganjurkan harus dibangun sarana ibadah di dalam pabrik supaya karyawan bisa menjalankan kewajibannya.

Ketiga, ia meminta untuk menggemarkan infak atau shodaqoh supaya dalam menjalankan usahaya tidak merugi. Ini ilmu dari Allah SWT.? Kebanyakan sekarang usaha hampir setiap hari rugi. Bukan hanya pengusaha, bahkan ustad pun sekarang banyak hutangnya, maka dari itu dirikanlah shalat dan bershodakoh maka kamu tidak akan merugi,” pungkasnya.

Panitia kegiatan H. Sirojudin Yusup, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat ukhuwah dan persaudaraan di wilayah Kota dan Kabuaten Sukabumi.

“Kegiatan ini melibatkan para ulama dan para umaro karena itu bersinergi dengan visi misi baik kota maupun kabupaten. Dalam kegiatannyapun ada program-program selain di bidang agama juga di bidang sosial. Kegiatan ini dimulai pada tahun 2002 hampir 300 Majlis Talim telah dikunjunginya. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sejarah, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Desember 2017

GP Ansor Way Kanan Libatkan Pelajar Lampung Awasi APBN/APBD

Way Kanan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Cabang GP Ansor kabupaten Way Kanan dan Komisi Informasi (KI) Lampung menggelar lomba menulis opini bagi pelajar se-Lampung tingkat SMA/SMK/MA. Panitia menentukan dua tema opini, "Perlunya APBN/APBD Terbuka Untuk Publik" dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

GP Ansor Way Kanan Libatkan Pelajar Lampung Awasi APBN/APBD (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Libatkan Pelajar Lampung Awasi APBN/APBD (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Libatkan Pelajar Lampung Awasi APBN/APBD

PC GP Ansor Way Kanan bermaksud menumbuhkan budaya literasi, kampanye pentingnya keterbukaan informasi mengenai anggaran bagi masyarakat terutama pelajar serta kepedulian terhadap bangsa dan sesama, kata Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan, Ahad (24/11).  

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp 10.000 per judul opini yang dikirim ke nomor rekening Bank Mandiri 114-00-094349-3 atas nama Yayasan Shuffah Blambangan Umpu sebagai infaq-sedekah yang disalurkan bagi anak yatim piatu, tambah Supri Iswan seperti pers rilis yang dikirim ketua panitia lomba Gatot Arifianto.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Penilaian juri didasarkan pada relevansi karya dengan tema lomba, pemakaian bahasa, kedalaman isi, dan kesatuan," ujar ketua panitia lomba Gatot Arifianto.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk obyektivitas, penilaian lomba ditangani 3 juri kompeten, jurnalis The Jakarta Post Oyos Saroso HN, Ketua KI Lampung Juniardi, Ketua AJI Bandar Lampung Yoso Muliawan.

Pengiriman karya selambatnya 1 Januari 2014 yang dikirim kepada panitia lomba di alamat Yayasan Shuffah Blambanganumpu (Galllery Faiz da Faiz), jalan Jend Sudirman nomor 117 Km 2 Blambanganumpu, Way Kanan, Lampung. Karya juga bisa dikirim via surat elektronik (surel) ke: gpansorwaykanan@gmail.com. Pengumunan pemenang jatuh pada 31 Januari 2014 yang bertepatan dengan harlah NU.

"Juara I berhak menerima uang pembinaan Rp 1 juta. Juara II Rp 750 ribu. Juara III Rp 500 ribu. Sementara tujuh nominasi masing-masing menerima Rp 100 ribu," ujar Juniardi di Bandar Lampung, Ahad (24/11).

Selain itu, karya mereka ditampilkan di portal lampungreview.com sebagai kampanye publik pentingnya mengetahui informasi penggunaan APBN/APBD.

Lomba ini dibuka mengingat masih banyaknya penggunaan APBN/APBD yang tidak sesuai dengan amanat  UU No 14 Tahun 2008, tentang (KIP). Masih banyak badan publik berkelit, memutarbalikan fakta dengan menyatakan informasi publik yang semestinya bersifat terbuka dan dapat diakses setiap pengguna informasi publik menjadi informasi rahasia negara, tegas Juniardi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Cerita, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Hentikan Eksploitasi NU

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keresahan warga nahdliyyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama) atas polemik politik yang seakan semakin tak terkendali belakangan ini tampaknya tak bisa disembunyikan lagi. Ketua Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj pun turut komentar. Ia meminta, eksploitasi terhadap NU segera dihentikan dan berharap agar para kiai yang terlibat dalam konflik segera bersatu kembali.

“Saya berharap para kiai berekonsiliasi (islah),” kata Kang Said, demikian panggilan akrab KH Said Aqil Siradj, saat berbicara pada acara halal bi halal yang digelar Pengurus Pusat Muslimat NU di Hotel Bumikarsa, Jakarta, belum lama ini.

Hentikan Eksploitasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentikan Eksploitasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentikan Eksploitasi NU

Kiai Said juga berharap agar perbedaan pilihan politik tidak sampai mengabaikan komunikasi dan saling memahami antara satu dan lainnya. “Bolehlah pilihan politik berbeda, tapi kita kan tetap NU. Tetap Ahlussunah, jadi harus menjaga ukhuwah dan persaudaraan,” tuturnya.

Jika memang perbedaan mekanisme perjuangan itu tidak bisa dihindari, Kang Said berharap semua elemen NU tetap bisa menjadi team work yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya akan tetap menghormati kebebasan masing-masing individu untuk melakukan afiliasi politik. Termasuk sikap politik para anggota Muslimat NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Tidak harus sama dengan saya, itu merupakan bagian dari perwujudan freedom of expression,” katanya.

Khofifah menolak jika dirinya dikait-kaitkan dengan keberadaan kendaraan politik baru, PKNU. Dia berharap supaya eksistensi PKNU itu dapat dijadikan sebagai bahan refleksi bersama di internal NU untuk menciptakan rekonsolidasi kadernya guna membangun NU ke depan. Karena itu, Khofifah berharap NU bisa memosisikan diri sebagai pengayom yang baik.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang perlu dilakukan partai-partai berbasis NU itu adalah memperhatikan kebutuhan peningkatan pelayanan umat. “Jangan sampai umat dijadikan sasaran eksploitasi dan kooptasi dalam politik praktis, tapi bagaimana umat bisa mendapatkan akses dan manfaat dari semua itu,” tegasnya.

Selain halal bi halal, dalam kesempatan itu ditandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Bringin Life Syariah terkait program asuransi jiwa melalui kartu tanda anggota Muslimat NU. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 12 Desember 2017

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) menyelenggarakan peluncuran perdana Kongres XVII IPNU dan Kongres XVI IPPNU di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/28).

Acara ini bersamaan dengan pembukaan Jambore Pelajar dan Santri  Nusantara. Hadir dalam kesempatan ini Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Rais Syuriyah PWNU Sumsel KH Mudarris SM, serta Ketua PWNU Sumsel Amri Siregar.

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gelar Peluncuran Perdana Kongres

Peluncuran perdana menandai resminya Kongres IPNU-IPPNU yang dihelat 30 November hingga 4 Desember 2012, di Asrama Haji Palembang dengan tema “Pendidikan Untuk Semua Menuju Kemandirian Bangsa”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum IPNU Ahmad Syauqi menyatakan, tema kemandirian relevan diangkat di tengah keterpurukan kondisi bangsa di hampir semua level kehidupan. Indonesia terpuruk karena belum mampu independen dalam mengelola nasibnya sendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Di kongres, kami mengundang para elit pemimpin bangsa ini. Hal ini semata-mata agar permasalahan dan nasib pendidikan, pelajar dan santri benar-benar diperhatikan. Bukan hanya oleh kalangan masyarakat, melainkan juga oleh segenap elit bangsa,” kata Syauqi.

Syauqi berharap, Kongres IPNU-IPPNU menjadi penyampai pesan bahwa pendidikan di Tanah Air masih jauh dari ideal. Perhatian serius mesti dilakukan karena akses pendidikan dinilai belum merata ke semua pihak dan hasil yang dicapai belum mendukung pembentukan karakter pelajar.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, AlaNu, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati

Jedah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia bersepakat menyusun sistem baru bagi warga negara Indonesia yang akan bekerja di Saudi. Sistem baru itu meliputi mekenisme satu pintu penerbitan visa kerja, penetapan tujuh jabatan tertentu bagi WNI yang bekerja di sektor domestik, penghapusan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), mekanisme perlindungan 24 jam.

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati

Di samping itu, juga disepakati fungsi ketenagakerjaan pada perwakilan RI di Saudi memiliki kewenangan melakukan penanganan langsung terhadap ekspatriat RI yang mengalami masalah di Saudi.

Demikian beberapa pokok kesepakatan antar kedua negara yang ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri dan Menteri Ketenagakerjaan dan Pembangunan Sosial Saudi Arabia Ali Bin Nasser Al-Ghufais di Jedah, Senin (16/10). 

Dalam kesempatan itu dicapai juga komitmen kedua negara untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ekspatriat RI yang selama ini telah bekerja di Saudi Arabia sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan sistem baru dimaksud. Mengenai moratorium, kedua negara bersepakat untuk tidak melakukan evaluasi yang bertujuan mencabutnya.

“Jadi, kami bersepakat bahwa moratorium pengiriman PLRT dari Indonesia ke Saudi tidak akan pernah dicabut. Ini keputusan terbaik. Ke depan akan di bangun sistem baru dimana ekspatriat Indonesia yang bekerja di Saudi harus berdasarkan jabatan-jabatan tertentu”, terang Menteri Hanif.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya menggunakan istilah ekspatriat ini, atas saran dari Pak Dubes Agus (Agus Maftuh Abegebriel). Ini bukan sekedar ganti istilah baru, lebih dari itu, di dalamnya tercermin tekad pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi WNI yang akan bekerja di luar negeri,” tegas Hanif.

Sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Hanif menegaskan dirinya berkepentingan mendorong kesadaran Bangsa Indonesia menempatkan pasar kerja internasional sebagai salah satu pilihan kebijakan untuk mensejahterakan rakyat. 

“Benar bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, yang dengan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Dan sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnya pula memiliki rencana strategis mengembangkan pengaruh di seluruh dunia”, katanya.

Hanif melihat, pasar kerja internasional sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, sekaligus mengembangkan pengaruh Indonesia di tingkat dunia. Karena itu, ekspatriat Indonesia yang bekerja di luar negeri, harus dibekali dengan kompetensi yang cukup handal. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ibu saya pernah bekerja sebagai TKW selama enam tahun di Saudi. Saya tahu betul bagaimana susahnya bekerja di luar negeri tanpa keterampilan. Menjadi komitmen saya untuk tidak lagi membiarkan anak-anak bangsa kita bekerja ke luar negeri tanpa skill. Itulah kenapa kesepakatan dengan pemerintah Saudi ini penting. Karena ke depan, dengan kesepakatan ini, hanya WNI yang memiliki kompetensi yang boleh bekerja di sini (Saudi Arabia),” tambahnya.

Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Saudi Arabia, Agus Maftuh Abegebriel menambahkan kedua negara menyepakati upaya penyelesaian berbagai masalah yang menimpa ekspatriat Indonesia yang selama ini telah bekerja di Saudi.

“Tadi, juga disepakati akan disusun mekanisme dan tim kerja bersama antar kedua negara, untuk menyelesaikan berbagai masalah ekspatriat Indonesia yang selama ini telah bekerja di sini (Saudi). Selama ini penangan masalah ekspatriat Indonesia masih bersifat parsial, semata atas inisiatif sebagai wujud tanggungjawab perwakilan RI. Nah, nanti harus komprehensif oleh kedua Negara,” jelas Agus.

Hal lain yang ditekankan Agus, bahwa tidak boleh lagi ada kekerasan dalam semua bentuknya kepada ekspatriat Indonesia.

“Untuk ke depan, saya tadi tegaskan kepada Menaker Saudi, tidak boleh lagi ada kekerasan dalam semua bentuknya kepada para ekspatriat Indonesia. Saya minta jaminan itu. Dan, tadi Menaker Saudi berkomitmen untuk melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang melakukan kekerasan kepada ekspatriat Indonesia di Saudi,” terang Dubes yang fasih berbahasa Arab dan Inggris ini. 

Direktur Jenderal Binapenta RI Maruli Apul Hasoloan mengatakan, setelah penandatangan kesepakatan ini, akan dilanjutkan pembahasan detail tehnik pelaksanaan sistem baru oleh tim bersama kedua negara. Paling lambat dalam enam bulan ke depan, masing-masing tim akan melaporkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan di kedua negara. Hasil kerja tim bersama ini akan menentukan apakah sistem baru tersebut layak diimplementasikan atau harus disempurnakan lagi sebelum dilaksanakan.

“Jangan dipahami setelah tadi kesepakatan ditandatangani kedua menteri, lalu besok penempatan baru sudah bisa dilaksanakan. Masih ada tahap pembahasan teknis oleh tim dari kedua negara. Meskipun level teknis, bisa saja nantinya tim merekomendasikan untuk tidak dilakukan penempatan baru, jika dirasa tidak ada perlindungan yang lebih baik untuk ekspatriat kita di Saudi”, jelas Dirjen Maruli. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Jadwal Kajian, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jombang terus melakukan perekrutan anggota baru dengan menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Hal ini seperti yang dilakukan di Kecamatan Megaluh Jombang, Sabtu-Ahad (3-4/10).

Sebanyak 69 kader anyar, mengikuti Makesta pertama di Kantor MWC NU Megaluh. Pasalnya di kecamatan ini, pengurus PAC IPNU-IPPNU sempat mengalami kevakuman beberapa periode. "Pesertanya dari pelajar MA, SMA, karang taruna dan juga Remaja Masjid," ujar Abdurrosyid Ketua PC IPNU Jombang menuturkan.

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Makesta di Kecamatan Megaluh, dikatakan Rosyid, langsung ditangani Cabang, karena selama ini kepengurusan IPNU–IPPNU masih vakum. "Alhamdulillah, antusias peserta selama dua hari cukup tinggi. Memang seharusnya kegiatan Makesta ditangani ranting atau PAC, namun karena vakum, cabang turun," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua MWC NU Megaluh Misbahus Syurur menyambut gembira dengan bergeraknya kembali kader NU paling muda di daerhanya. Karena selama ini pihaknya megaku sangat berat menjalankan roda organisasi. "Kita butuh kader-kader muda untuk bersama-sama menggerakkan roda organisasi. IPNU-IPPNU adalah ujung tumbak mengawal Aswaja di di kalangan pelajar," tuturnya saat membuka kegiatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mantan pengurus IPNU tahun 80 an ini berharap, banom NU di Kecamatan Megaluh semuanya bisa bersama-sama bergerak. Sehingga keberadaan NU semakin bermanfaat. "Kalau secara kultur, masyarakat di Megaluh bisa dikatakan 90 persen NU, namun untuk  berjam’iyah, itu yang masih kurang, apalagi MWC NU sudah memiliki kantor yang cukup megah," pungkasnya seraya meminta kepengurusan PAC IPNU-IPPNU di Kecamatan yang memiliki 13 Ranting NU ini kembali dihidupkan. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Berita, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 23 November 2017

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - NU Care Lazisnu Sidoarjo bekerja sama dengan Lembaga Islamadina, RSI Siti Hajar serta Nurul Ummah menggelar khitanan massal di Pesantren Al-Hamdaniyah Panji, Buduran, Ahad (2/10). Aksi social ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah 1 Muharram dan Pra-Konferensi Ke-20 PCNU Sidoarjo.

Sebanyak 27 dari 30 anak yang terdaftar menjadi peserta khitanan massal. Mereka berasal dari Sidoarjo dan sekitarnya. Tampak antusias para peserta khitanan yang datang sejak fajar. Selain mendapat fasilitas khitan gratis, para peserta khitan juga mendapat santunan uang, seperangkap baju koko, sarung, kopiah serta paket parsel.

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharraman, PCNU Sidoarjo Gelar Khitanan Massal Gratis

Rangkaian satu Muharram dan Pra-Konferensi PCNU ini juga diisi dengan gebyar prestasi santri yang meliputi berbagai lomba seperti baca kitab kuning dan lomba Banjari. Acara Gebyar Prestasi Santri dilaksanakan di halaman depan MTs Wahid Hasyim kompleks Pesantren Al-Hamdaniyah Panji berbarengan dengan khitanan massal.

Penanggung jawab khitanan massal Muhammad Ihsan mengatakan, rangkaian khitanan massal dan gebyar prestasi santri ini merupakan salah satu cara meramaikan peringatan hari besar Islam yakni tahun baru Hijriyah. Di samping itu acara ini juga bertujuan untuk meramaikan acara menjelang konferensi ke-20 PCNU Sidoarjo yang digelar pada 28-29 Oktober di Pesantren Bumi Shalawat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dengan adanya kegiatan sosial semacam ini, masyarakat dapat merasakan kehadiran NU untuk memberi manfaat di tengah-tengah masyarakat khususnya Sidoarjo. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Ihsan. (Tos/Alhafiz K)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Pertandingan, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Semarang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kebijakan Sekolah Lima Hari yang dicanangkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dinilai para ulama akan merusak budaya religi yang telah tertanam kuat di masyarakat Jateng.? Budaya religi masyarakat Jateng adalah bercorak pedesaan dan mayoritas masih peduli pada moralitas anak-anaknya.

Wujud peduli pada pendidikan moral itu, para orang tua yang prihatin atas minimnya pendidikan agama di sekolah formal, memasukkan anaknya ke madrasah diniyah atau Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di sore hari. Bahkan banyak yang mendorong anaknya mengaji di pesantren sejak sore hingga malam hari, meski tidak mondok 24 jam di pesantren.

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Lima Hari di Jateng Dinilai Bisa Rusak Budaya Religi

Jika kebijakan Gubernur Jateng yang sekarang dalam tahap uji coba itu benar-benar diberlakukan, maka para murid sekolah formal akan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan agama dan moral. Padahal itu adalah hak konstitusional peserta didik yang selama ini tidak pernah bisa dipenuhi negara melalui sistem pendidikan nasionalnya.

Jika murid sekolah pulang sore, hingga jam 17 sampai rumah, kemungkinan besar sudah kelelahan. Itu artinya, hilang kesempatan untuk mengaji di malam ? hari. Terlebih malam hari harus belajar menggarap Pekerjaan Rumah (PR) dan sebagainya.

Hal itu mengemuka dalam Halaqoh Ulama bertema "Plus-minus Kebijakan 5 Hari Sekolah di Jawa Tengah" yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis (26/11).

Para ulama menyatakan keberatan terhadap kebijakan Gubernur Jateng yang dituangkan dalam Surat Edaran nomor 420/006752/2015. Para utusan MUI daerah mendorong MUI Jateng agar bersikap tegas menolak kebijakan tersebut atas pertimbangan kemaslahatan umat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tegas Menolak

Narasumber dalam Halqoh Ulama, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah NU (RMI NU; asosisasi pesantren NU) Jateng KH Abdul Ghoffar Rozien tegas menolak kebijakan tersebut. Ia menyatakan, kepuitusan gubernur Jateng tersebut tidak didasari studi dan kajian yang? memadai sehingga tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Jateng.

Disebutkannya, alasan Ganjar Pranowo yang mengatakan akan meningkatkan kualitas hubungan? orang tua dan anak di hari Sabtu dan Minggu, tidak bisa diterima nalar karena mayoritas orang tua di Jateng masih beraktivitas di hari Sabtu dan Minggu.? Justru kekosongan rumah di saat orang tua tidak ada di hari libur sekolah, menurut Gus Rozien, panggilan akrabnya, berpotensi menimbulkan perilaku negatif yang tidak terkontrol.

"Marilah jujur, para siswa sekolah kita itu semakin banyak yang rusak moralnya. Miris kita kalau mengetahui di setiap malam Valentine Day, semua apotek dan toko kehabisan stok kondom," tuturnya sedih.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pernyataan Rozien didukung para peserta Halaqoh. Setiap Rozin memaparkan argumennya tentang penolakan itu, disambut tepuk tangan hadirin. Beberapa ketua MUI daerah yang mendapat kesempatan bicara, meminta agar MUI Jateng mengeluarkan sikap tegas menolak.

Argumen paling banyak disampaikan adalah pesantren, madrasah diniyah (Madin) dan taman pendidika al-Quran (TPQ) yang telah ada puluhan tahun, bahkan sudah ada sejak Islam masuk Indonesia, akan tutup karena tiada kesempatan anak-anak mengenyam pendidikan agama di sore hari di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

"Madin dan TPQ akan gulung tikar. Bukan soal tutupnya yang menyedihkan, tapi tiadanya kesempatan anak-anak kita mendapat pendidikan moral agama. Mau jadi apa mereka nanti?" tutur Kasi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng Mustasit yang juga anggota MUI itu.

Disebutkan Rozien, satu-satunya benteng moral masyarakat adalah pendidikan agama, dan itu didapat secara maksimal di Madin dan pesantren, yang umumnya diselenggarakan pada sore hari. Pemberlakukan surat edaran gubernut, jelas dia, telah mengancam keberlangsungan lebih dari 11 ribu madrasah diniyyah di Jateng dengan ratusan ribu santri.

Pengasuh Ponpes Maslakul Huda Kajen Pati ini menegaskan, libur sekolah di hari Sabtu dan Minggu, perlu ditimbang lagi manfaat dan mudharat (kerugian) nya. Jika tidak diisi dengan kegiatan produktif, maka tidak ada manfaatnya. Kebijakan? tersebut hanya cocok jika diterapkan di kota Metropolitan semisal Jakarta.

Dukungan penolakan disampaikan MUI Grobogan. Di forum tersebut, Sekretaris Umum MUI Grobogan HM Mahbub Ulil Albab meminta agar MUI Jateng tegas menolak kebijakan lima hari sekolah.

Ia mengaku prihatin mengapa pemerintah yang jelas-jelas telah melanggar konstitusi, tidak mampu memberi pendidikan agama? yang cukup sesuai amanah konstitusi, malah akan mematikan Madin? dan TPQ yang sudah puluhan tahun menutupi kesalahan dan kekurangan pemerintah tersebut.

"Pemerintah sudah tidak bisa memenuhi amanah konstitusi memberi pendidikan agama kepada anak sekolah. Buktinya pelajaran agama cuma dua jam seminggu. Jangan ditambah dengan menutup akses siswa ke madrasah diniyah," tuturnya.

Diminta Beradaptasi

Meski dinamika dalam Halaqoh cenderung menolak, namun dua narasumber menyatakan mendukung. Ketua Dewan Penasehat MUI Jateng Ali Mufiz mengajak masayrakat untuk mengambil hikmah atas kebijakan gubernur tersebut. Ia mengajak para guru Madin dan TPQ untuk menyesuaikan diri dengan membuka Sekolah Ahad, Sekolah Alternatif, Sekolah Tematik Agama, atau semacamnya.

Mantan Gubernur Jateng ini bahkan mempersilakan Gubernur Jateng menerapkan kebijakan tersebut untuk semua sekolah. Tidak hanya untuk SMA dan SMK, melainkan juga sekalian ke SMP dan SD. Agar semua anak pulang sore hari dengan masuk lima hari sekolah.

"Sekalian diterapkan untuk semua jenjang sekolah saja. Kita menyesuaikan diri dan mengambil hikmah dari kebijakan Pak Gubernur. Toh masyarakat akan memilih pendidikan untuk anak-anaknya," tuturnya seraya menyatakan bahwa Kabupaten Sragen meminta penerapan sekolah lima hari untuk SD sampai SLTA.

Narasumber lain, Rektor Unissula Anis Malik Toha menyatakan dukungannya dengan mengatakan bahwa kebijakan Gubernur Jateng membuka peluang bagi madrasah dan TPQ untuk berimprovisasi dan inovasi. Namun ia tidak merinci seperti apa wujud improvisasi dan inovasi tersebut bagi Madin dan TPQ.

Dalam makalahnya ia hanya menuliskan, perlunya diversifikasi pendidikan diniyah secara inovatif, lalu ada formalisasi pendidikan diniyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level. Lalu ada reformulasi kurikulum.

Anis menyebut madrasah diniyah sebagai tempat pendidikan agama, itu terjebak pada hegemoni budaya asing yang mendikotomikan ilmu umum dan ilmu agama. Maka konsepsi seperti itu harus diubah.

Namun pernyataannya ini diprotes Mahbub dari Grobogan. Menurutnya, menyalahkan madrasah sebagai korban hegemoni asing itu kurang bijaksana. Ia menyebut perlunya formalisasi pendidikan diniyyah sebagai sistem pendidikan alternatif di semua level.

"Madrasah itu sudah ada sejak Islam masuk di Indonesia. Menyatakan Madin terjebak hegemoni asing itu kurang bijaksana," tutur Mahbub disambut tepuk tangan hadirin.

Ketua PP RMI NU Abdul Ghoffar Rozien sendiri dalam tanggapanya mengatakan, meminta madrasah menyesuaikan diri dari kebijakan gubernur Jateng itu ibarat ada orang sudah merebut rumah, lalu disuruh membuat rumah baru.

Hingga kini, kebijakan Gubernur tersebut telah ditolak oleh beberapa Pemda. Yakni Surakarta, Kendal, Pekalongan, dan Kabupaten Semarang Serta Boyolali, Temanggung, dan Batang dan Rembang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, kebijakan tersebut baru sebatas uji coba di SMA dan SMK negeri. Setelah satu semester akan dievaluasi. Ia mempersilakan masyarakat termasuk ulama memberi masukan dan pihaknya akan membahasnya secara mendalam.

"Kebijakan ini masih uji coba. Akan kami evaluasi setelah satu semester," tuturnya.

Pemerintah Justru yang Ikut Asing

Menanggapi kebijakan Gubernur Jateng ini, seorang alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Dawam Muallim menguraikan, dulu pada zaman Wali Songo, pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang berbasis padepokan dan pondok pesantren. Pendidikan di padepokan biasanya menitikberatkan pada pengajaran ilmu silat dan bela diri serta ilmu budi pekerti, sedangkan pendidikan di pondok pesantren biasanya juga mengajarkan ilmu silat dan bela diri namun lebih dominan pada pengajaran ilmu-ilmu agama.

Ia melanjutkan, pendidikan model seperti itu berlanjut hingga zaman Belanda, dan kebanyakan laskar perebut kemerdekaan didominasi para pendekar dan para kiai yang dibantu oleh para santri.

Belanda pun selalu kewalahan menghadapi mereka, sehingga Belanda harus memeras otak untuk menghilangkan pendidikan berbasis pondok pesantren dan padepokan. Maka Belanda membuat pendidikan tandingan yang berbasis ilmu-ilmu duniawi, namun saat itu para kyai mengharamkan penduduk pribumi belajar di sekolah Belanda.

"Penduduk pribumi saat itu masih banyak yang taat kepada fatwa kiai, sehingga selama ratusan tahun sekolahan Belanda masih sepi dari penduduk pribumi," ujar ustadz yang kini mendirikan pesantren di Kalimantan ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, ketika Belanda masih kalah sama fatwa kiai, akhirnya penjajah melarang para bupati dan wedana menerima pegawai selain dari lulusan sekolahan Belanda.? Hal itu dilawan lagi oleh kiai dengan mengeluarkan fatwa haram bagi santri dan anak cucu kiai menjadi pegawai.

"Namun lambat laun, sekolah Belanda itu akhirnya laku juga, yang pada akhirnya mampu mengalahkan pendidikan pesantren dan padepokan.? Dan sekarang guru yang dianggap sah oleh pemerintah Indonesia adalah para guru sekolah model Belanda, sungguh kenyataan yang sangat menyedihkan," pungkasnya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Kajian Sunnah, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 22 September 2017

Kenalkan Masjid Sejak Dini Kepada Anak Tingkat TK

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai upaya untuk mengenalkan masjid sejak dini kepada anak-anak, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar lomba mewarnai tingkat TK, Rabu (10/1). Lomba ini diikuti oleh anak-anak tingkat TK yang ada di Kota Kraksaan.

Kenalkan Masjid Sejak Dini Kepada Anak Tingkat TK (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan Masjid Sejak Dini Kepada Anak Tingkat TK (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan Masjid Sejak Dini Kepada Anak Tingkat TK

Lomba ini merupakan serangkaian kegiatan Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan dalam rangka untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriyah, HUT ke-8 Kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo dan haul KH Abdul Wahab atau Kiai Ronggo yang merupakan seorang ulama pembabat alas Kota Kraksaan.

Ketua panitia lomba Ustadz Wahono menyampaikan, selain untuk mengangkat kreativitas dan bakat anak sejak dini, lomba ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini kepada generasi penerus bangsa supaya lebih kenal dan akrab dengan masjid.

“Masjid sebagai tempat ibadah umat Islam juga dapat berfungsi sebagai taman belajar yang menyenangkan bagi generasi muda. Kegiatan belajar rekreatif juga sangat efektif untuk dilaksanakan di lingkungan masjid. Selain juga melatih keterampilan dan pengetahuan sekaligus hal ini dapat menumbuhkembangkan kecintaan terhadap masjid,” katanya.

Ketua Bidang Perempuan Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Watik mengatakan lomba mewarnai selama kurang lebih dua jam ini memiliki fokus penilaian pada kerapian dan keserasian warna yang ditorehkan di atas konsep gambar yang telah disediakan oleh panitia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Juara bukanlah tujuan akhir dari kegiatan ini, tetapi bagaimana kami telah berbuat sesuatu untuk meningkatkan kecintaan terhadap masjid bagi generasi penerus,” ungkapnya.

Setelah melalui tahap penilaian, lomba mewarnai tingkat TK/RA tersebut dimenangi oleh Arkaan Harith Putra dari TK Al-Farida dengan poin nilai 270, sementara juara II diraih Ridho Kholili dari TK Kusuma dengan poin nilai 268 dan juara III diraih Ahmad Yoga Malik Ibrahim dari TK Al-Farida dengan perolehan nilai 265. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Jadwal Kajian, Kiai, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 September 2017

LAZISNU Siapkan Persediaan Air Minum Produksi NU di Istighotsah Kubro

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Para peserta istighotsah kubro di GOR Sidoarjo pada Ahad (9/4) nanti tak perlu khawatir dengan ketersediaan air minum. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur menyatakan siap berbagi peran dengan menyuplai air mineral untuk para jamaah.?

Menurut Ketua LAZISNU Jawa Timur H Noor Shodiq Askandar, selain untuk menyukseskan istighotsah kubro, aksi sosial ini juga bermanfaat untuk memberdayakan bisnis air mineral yang diproduksi oleh NU, pesantren dan para Nahdliyin.?

LAZISNU Siapkan Persediaan Air Minum Produksi NU di Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Siapkan Persediaan Air Minum Produksi NU di Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Siapkan Persediaan Air Minum Produksi NU di Istighotsah Kubro

"LAZISNU hanya akan menyuplai air mineral yang diproduksi oleh NU, pesantren atau para Nahdliyin. Bukan merk yang lain," jelas pria yang akrab disapa Gus Shodiq ini.?

Gus Shodiq juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama bergabung dalam Gerakan Sedekah Air Minum LAZISNU Jatim. Untuk bersedekah satu kardus air mineral cukup dengan Rp25 ribu yang sudah termasuk biaya distribusi air ke arena istighotsah.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bagi yang berminat, pihaknya mempersilakan masyarakat untuk mengirim donasi ke rekening Bank Syariah Mandiri 7199899998 atas nama PW LAZISNU Jatim. Kemudian melakukan konfirmasi melalui SMS ke 0812-8631-4388 atas nama Imam.?

"Ini pengembangan dari program NU Berbagi, Bagimu Negeri. Di saat bersamaan, LAZISNU juga gencar menggalang dana untuk korban tanah longsor di Ponorogo," ungkap Wakil Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) ini.?

Sementara itu, LAZISNU Sidoarjo akan membuka beberapa stan di sekitar GOR Sidoarjo. Mereka juga akan membagikan makanan ringan, air minum dan fasilitas nge-charge HP gratis untuk para jamaah istighistah kubro. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, News, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock