Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Pringsewu, Lampung, menggelar kembali even tahunan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) bagi pelajar MA se-Kabupaten Pringsewu, Sabtu (14/11). Pada ajang bergengsi yang diadakan kali kelima ini MA Maarif Keputran Kecamatan Sukoharjo merajai perolehan juara di lima cabang lomba olahraga dan seni.

MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Maarif Keputran Sabet Juara Umum Porseni 2015 di Pringsewu

Kelima cabang lomba tersebut meliputi lari, voli, futsal, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab dan kaligrafi. MA Maarif Keputran Kecamatan Sukoharjo berhasil menjadi Juara Umum dengan mengalahkan 10 Madrasah Aliyah yang ada di Kabupaten Pringsewu.

MA Maarif berhasil unggul dengan perolehan poin tertinggi yaitu 680, mengalahkan tuan rumah MA YPPTQ MH Ambarawa dengan 600 poin sebagai Juara Umum II dan MA Nurul Ulum Gadingrejo dengan poin 520 sebagai Juara Umum III.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tropi Piala Juara Umum diserahkan langsung Ketua Pelaksana Porseni 2015 kepada Kepala Madrasah Aliyah Maarif Keputran Irsadul ibad, pada upacara penutupan di Lapangan Kampus MA YPPTQMH Ambarawa.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Irsad, Torehan prestasi ini melengkapi keberhasilan MA Maarif dalam ajang perlombaan tingkat Kabupaten pada tahun 2015. Sebelumnya, pada Oktober 2015, MA Maarif Keputran juga berhasil menjadi Juara Umum pada ajang Perkemahan Maarif Cabang pertama se-Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Kompleks Gedung NU Pringsewu. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Sahur di Kampung Kami

Kereta Api Sri Tanjung jurusan Jogjakarta-Banyuwangi berhenti di Stasiun Jombang pada pukul 12.30 WIB. Berikutnya kereta ekonomi yang dipenuhi pemudik lebaran itu melaju pada pukul 12.38. Pada pukul 20.45 kereta dengan harga karcis 100.000 itu tiba di Stasiun Rogojampi.

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 04.06 menit, jadi imsaknya sudah datang. Imsaak, imsaaaak, imsaaaak, imsak.... Demikian Kang Yasin, takmir masjid Baiturrahim desa Gambor, Singojuruh Banyuwangi mengakhiri siaran sahurnya pada Senin (13/7).

Selama sebulan penuh Ramadan ini, ia dan Kang Thohari bergantian siaran sahur di desa yang termasuk masyarakat santri ini. Disebut masyarakat santri karena di desa ini banyak alumni pesantren yang berkiprah nyata di masyarakat. Di desa yang rata-rata masyarakatnya adalah petani ini saat ini terdapat satu masjid yang semarak jamaahnya dan beberapa musola (langgar).

Masyarakat desa Gambor, adalah masyarakat yang memakai bahasa khas Banyuwangi, bahasa osing. Di desa ini, dan juga desa sekitar, tradisi keislaman demikian semarak. Sahur dengan demikian sedemikian penting bagi masyarakat yang terkenal sebagai perajib bordil yang dikirim ke Bali ini.

Sahur di Kampung Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
Sahur di Kampung Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

Sahur di Kampung Kami

Di kampung kami, sahur disiarkan tiga kali. Pertama pd pkl 02.25, kedua pd pkl 03.05, dan ketiga pada setengah jam sebelum imsak. Dlm tiap sesi siaran itu dinyatakan perkembangan jam dan menitnya, juga kapan waktu imsaknya.

Penyiarnya dua orang, selang-seling. Seumpama bina, ya bina lafif mafruq. Kedua penyiar itu sambil menyiarkan menyelingi dengan semacam ceramah agama dengan cara renyah dan perlu, lalu bersenandung salawat. Pentingnya salat jamaah di masjid atau mushola juga disinggung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Mari sahur bapak ibu. Mari bangun. Jangan sampai kelewatan tidak sahur. Kalau tidak sahur sama seperti tidak sarapan. Bekerja tanpa sarapan membuat kita lemas. Setelah sahur bapak ibu mohon jangan langsung tidur, tapi bersiaplah menuju mushola atau masjid. Keutamaan salat jamaah itu adalah dua puluh tujuh derajat, dibanding salat sendiri."

Suara itu demikian nyaring, karena rumah ibu, tempat saya mudik, berada di barat masjid persis. Masjid Baiturrahim ini saat ini dipimpin oleh alumni pesantren. Ustadz Supriyadi, ketua takmir masjid adalah alumni Pesantren Curahkates Jember Jawa Timur. (Yusuf Suharto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 31 Desember 2017

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Banyumas, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dua hari jelang pemungutan suara, Pilkada Banyumas 2013, warga NU mengadakan doa bersama di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen, Jumat (15/2).

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Doa bersama itu diawali dengan pembacaan Ratib Al Hadad yang dipimpin Pengasuh Pesantren Darul Falah, Cikembulan, Pekuncen, Kyai Chayatul Makky yang akrab disapa Gus Hayat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut elemen generasi muda Nahdlatul Ulama mulai dari Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Forum Komunitas Galau Nahdlatul Ulama dan alumni Pesantren Darul Falah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Koordinator FKGMNU, Mahbub Wibowo mendukung berbagai gerakan yang mendorong netralitas NU. Ia berharap semakin banyak pihak yang menyuarakan kembalinya Khittah NU sebagai organisasi kemasyarakatan, kebangsaan dan keumatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia berharap generasi muda NU juga turut serta mendorong terciptanya suasana kondusif terselenggaranya Pilkada Banyumas.

"Kami juga berharap momen Pilkada Banyumas kali ini dapat memberikan pelajaran yang sangat berharga semua pihak. Banyak hal yang perlu dilakukan oleh dan untuk NU. Aspek keilmuan dan pemberdayaan ekonomi juga sangat penting untuk terus ditingkatkan," katanya.

Gus Hayat mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa berpegang teguh dan menjaga  loyalitas terhadap institusi, faham dan nilai yang dianut oleh Nahdlatul Ulama. Penguatan faham dan nilai Ahlussunnah Wal Jamaah hendaknya dipegang teguh agar warga NU tidak dapat dipecah belah.

Ia juga mengajak untuk mendoakan dan menyukseskan Pilkada Banyumas 2013 yang akan dilaksanakan Ahad (17/2). Bersama dengan para peserta yang hadir ia berdoa agar proses Pilkada Banyumas dapat berlangsung lancar dan aman.  Seperti diketahui proses demokrasi ini akan diikuti oleh enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Silakan mempergunakan hak pilih masing-masing. Yang penting kita terus menjaga loyalitas kita kepada NU secara institusi, nilai dan faham Ahlussunnah Wal Jamaah. Netralitas NU harus tetap dijaga," jelasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Susanto

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 28 Desember 2017

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Jama’ah Muji Rosul, organisasi masyarakat yang memiliki agenda rutin membaca shalawat di wilayah Solo dan sekitarnya. Jamuro digagas sejak tahun 2005 oleh Kiai Abdul Karim dan beberapa kiai lainnya. Sejak kemunculannya, semangat bershalawat mulai tumbuh.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Solo, Ahmad Purnomo saat menghadiri pembacaan maulid al-Barzanji putaran ketiga yang bertempat di grand Ballroom The Sunan Hotel Solo, Sabtu (4/1). ?

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

JAMURO Tumbuhkan Semangat Bershalawat di Solo

“Saya menilai semenjak kemunculan Jamuro di Solo, banyak sekali kelompok-kelompok shalawat yang bermunculan di wilayah Solo, baik yang menggelar acara rutinan seminggu sekali, sebulan sekali, atau yang menggelar acara shalawat 12 hari maupun 30 hari penuh di bulan Maulid ini seperti Jamuri (Jamaah Muji Rosul Putri)”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut Purnomo menjelaskan bahwa dengan kemunculan semangat bershalawat masyarakat Solo ini, berarti slogan Solo The Spirit Of Shalawat yang selama ini diusung telah sukses dan menjadi fakta bukan hanya slogan semata.

Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan jama’ah serta karyawan hotel berbintang empat di kota Solo itu, Purnomo menekankan bahwa shalawat merupakan salah satu bukti bahwa Solo tidak identik dengan Islam garis keras, ekstrim, atau teroris, “Namun Islam yang cinta damai serta berdampingan dengan pemerintahan,” tandasnya. (Ahmad Rosidi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Setelah legalitas Ma’had Aly diresmikan di Tebuireng beberapa waktu yang lalu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama tancap gas untuk menyusun kerangka kurikulum. Untuk menghasilkan kerangka kurikulum yang sesuai dengan kondisi masing-masing Ma’had Aly, Kemenag menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNUdalam kerangka kurikulum tersebut.

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Gandeng Lakpesdam PBNU Susun Kerangka Kurikulum Ma’had Aly

Kegiatan yang bertajuk Halaqoh Nasional Penyusunan Kerangkan Kurikulum Ma’had Aly ini berlangsung di The Media Hotel Jakarta, Kamis (2/6). Hadir beberapa tokoh penting dalam halaqoh ini diantaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Wakil Ketua Umum PBNU KH M Maksoem Mahfoedz, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua PP Lakpesdam PBNU H Rumadi, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag H Mohsen, A’wan PBNU Hj Sri Mulyati, dan beberapa pimpinan Ma’had Aly.

Ketua Lakpsedam PBNU H Rumadi mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya dipercaya oleh Kemenag karena selama ini Lakpesdam juga concern dengan kajian-kajian kepesantrenan bagaimana ikut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pesantren di mana Ma’had Aly berada.

“Lakpesdam tidak bermaksud menyediakan kurikulum, tetapi hanya menyediakan kerangka sesuai sumber daya yang ada, meliputi manusia, literatur, dan lain-lain,” ujar Rumadi kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

Dijelaskannya, Lakpesdam juga tidak bermaksud mengintervensi kurikulum, tetapi berupaya merekomendasikan beberapa literatur kitab yang perlu dikaji dan serta beberapa kelimuan lain sehingga wawasan keilmuan agama menemukan konteksnya dalam kehidupan sosial.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara khusus, Rumadi menyampaikan bahwa posisi Ma’had Aly merupakan perguruan tinggi berbasis pesantren yang sangat dibutuhkan di era global sekarang ini. Sehingga para lulusannya diharapkan menjadi rujukan keilmuan agama bagi semua elemen masyarakat.?

Seperti yang telah diinformasikan, legalitas Ma’had Aly telah resmi diakui negara melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015. Untuk tahun pertama, pemerintah telah memberikan SK perizinan 13 Ma’had Aly dari seluruh Indonesia yang telah diteken di Jombang Jawa Timur, Ahad (29/5) lalu di Pesantren Tebuireng. Adapun lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag) seperti yang telah dijelaskan dalam PMA tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 18 Desember 2017

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen

KH Usman adalah putra pertama KH Abdurrohman Mranggen Demak, yang pada awalnya dididik langsung oleh orangtuanya sebelum disuruh mondok ke Brumbung Mranggen Demak yang di asuh oleh KH Ibrohim.

Selepas dari Brumbung, ia meneruskan belajar di pondok pesantren Lasem yang diasuh oleh KH Kholil dan KH. Mashum. Sekembalinya dari pesantren Lasem, pada tahun 1926 beliau berusaha mengembangkan pesantren Futuhiyyah dan pada tahun 1927 diserahi tanggung jawab mengelola pesantren di bawah pengawasan KH. Abdurrohman.

Usaha dawah yang dilaksanakan oleh beliau lebih banyak yang berorientasi keluar, dalam arti lebih sering melakukan dakwah keliling. Dawah keliling yang beliau lakukan berbentuk masrokhiyah (seni teater, sandiwara) dengan musik rebana yang dipandu dengan tarian zipin dan pencak silat yang disisipi ceramah agama.

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal KH Usman Abdurrahman Mranggen

Beliau lebih terkenal sebagai sosok seorang pendekar yang alim, karena pada saat itu wilayah Mranggen lebih dikenal dengan kaum abangan, jadi dawah dengan teater lebih menguntungkan.

Pada tahun 1927 ia dibantu oleh adiknya, KH Muslih, berusaha mendirikan madrasah yang kemudian diberi nama Futuhiyyah atas usulan adiknya. Namun madrasah yang baru berjalan satu tahun ini diminta NU untuk merealisasikan progam pendidikannya, tetapi perkembangan tersendat sendat dan akhirnya hilang. Selanjutnya tahun1929 beliau mendirikan madrasah lagi, namun tidak lama dibedol lagi oleh NU cabang Mranggen, dan nasibnya pun sama.

Sekitar tahun 1931, pimpinan diserahakan kepada KH. Muslih dan berhasil mendirikan madrasah tidak boleh dipindah atau dibedol. Setelah itu KH. Muslih pergi mondok lagi dan kepemimpinan pondok diserahkan lagi kepada KH. Usman dan madrasah diserahkan kepada KH Murodi beserta para guru.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah KH Muslih pulang dari Termas sekitar tahun 1935 kepemimpinan pondok diserahkan kepadanya. Hal ini karena ia lebih memusatkan perhatiannya da’wah keliling dan NU cabang Mranggen, sedangkan KH. Murodi melanjutkan belajar di Makkah.

Disamping itu ia juga membuka pesatren khusus putri yang diberi nama An Nuriyyah, sampai akhir hayat beliau tetap membantu pengajaran di pondok Futuhiyyah meski ia sudah memiliki pesantren sendiri. Beliau wafat pada tahun 1967 dengan menorehkan berbagai kemajuan selama masa kepemimpinan beliau di Futuhiyyah. Kemajuan selama masa kepemimpinan KH Usman diantaranya penataan manajemen pesantren, penataan manajeman madrasah, dan pendidikan seni dan keterampilan.

Selain itu masih banyak kemajuan kemajuan dan peran sertanya dalam pendidikan pesantren atau dalam perjuangan meraih kemerdekaan.

?

Abdus Shomad, Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 13 Desember 2017

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

Cirebon, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mencuatnya desas-desus rencana penjualan Masjid Teja Suar di beberapa media lokal Cirebon maupun nasional, menjadikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Cirebon, Jawa Barat berinisiatif melakukan aksi “Koin Peduli Masjid Teja Suar”.

Aksi pengumpulan koin rencananya digelar mulai Senin (25/11) ini. Aktifis IPNU dan IPPNU telah menyiapkan secara teknis untuk meraih simpati publik di Cirebon.

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

"Saya sangat tidak setuju dengan rencana itu. Dalam ilmu Fiqih, menjual tempat ibadah itu hukumnya jelas haram,” terang Ketua PC IPNU Wahyono.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Masjid yang berdiri di tanah seluas 3000 M2 di jalan Tuparev kota Cirebon itu kabarnya telah ditaksir seharga 11 sampai 13 milyar rupiah untuk segera dialihfungsikan menjadi sebuah ruang pameran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menanggapi hal itu, Wahyono menegaskan pihaknya siap menempuh berbagai upaya untuk menghentikan rencana penjualan masjid. Melalui organisasinya ia bertekad kuat membebaskan Masjid Teja Suar dari rencana penjualan.

“Ibaratnya dari pada dijual kepada orang lain untuk kemudian dijadikan ruang pameran, lebih baik dijual kepada kami agar tetap menjadi masjid," tambahnya.

Mungkin, lanjut Wahyono, kami tidak bisa mengumpulkan dana sesuai dengan nominal yang muncul di media. Namun setidaknya aksi ini bisa mengetuk hati masyarakat Cirebon untuk bersama-sama menolak rencana itu.

Sebelumnya, informasi terkait Masjid Teja Suar juga telah mengundang reaksi dari berbagai pihak termasuk Ketua PWNU Jawa Barat H Eman Suryaman dan Ketua MUI kabupaten Cirebon KH Ja’far Aqil Siroj. Keduanya menentang keras rencana penjualan masjid yang didirikan di atas tanah wakaf itu.

“Haram hukumnya dan tidak dibenarkan. Apalagi sudah dibangun masjid, tentu secara otomatis dijadikan sebagai wakaf. Kalau sudah wakaf ya tidak boleh dijual,” tegas Kiai Ja’far.

Sementara itu, pengurus Masjid Teja Suar masih enggan berkomentar saat dikonfirmasi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sedangkan sejumlah jamaah yang tampak berkegiatan di masjid itu mengaku mendengar rencana penjualan masjid yang didirikan tahun 1976 itu. ? (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, Cerita VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 12 Desember 2017

Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam rangka meningkatkan syiar dakwah Islamiyyah dan memaksimalkan kegiatan keagamaan dibulan Ramadhan 1436 H/2015 M, Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Tengah menerjunkan dai muda untuk berdakwah ke daerah-daerah pelosok terpencil yang masih sangat minim SDM keagamaannya.

Sekitar 20 orang yang rata-rata adalah santri-santri muda yang baru lulus dari berbagai pondok pesantren di kirim ke daerah pegunungan perbatasan Pekalongan-Banjarnegara tepatnya di kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Mereka disebar di seluruah wilayah kecamatan tersebut yang terdiri dari 11 kelurahan sekitar 40 dusun. 

Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, LDNU Jateng Terjunkan 20 Da’i Muda ke Daerah Terpencil

Dusun yang di perioritaskan adalah dusun-dusun yang sama sekali belum ada ustadnya sehingga sangat membutuhkan bimbingan keagamaan khususnya memimpin semua kegiatan selama bulan ramadlan mulai dari sholat lima waktu, sholat tarawih, pesantren kilat dan pengajian rutin masyarakat.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kecamatan Lebakbarang menjadi pilihan wilayah objek dakwan LDNU Jateng atas permintaan Ketua MWCNU Lebakbarang Slamet Subkhi yang bersilaturrahmi kerumah Ketua PW LDNU Jateng KH Sam’ani Sya’roni MA di Desa Pakumbulan Buaran Pekalongan. 

“Kami meminta untuk dikirim para ustad yang membina masyarakat di wilayahnya mengingat rata-rata masyarakat di wilayahnya masih sangat awam dan sangat membutuhkan para ustad. Letak wilayahnya yang terpencil dan sulit dijangkau oleh trasnportasi membuat rata-rata masyarakat kurang tersentuh oleh kegiatan keagamaan,” ujar Subkhi, Ahad (28/6). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Team dakwah LDNU Jateng yang didukung oleh BMT, Bahtera Group Pekalongan  di berangkatkan ke Lebakbarang pada tanggal 30 Sya’ban/17 Juni 2015 lalu. Team ini  di lepas oleh Jajaran pengurus PW LDNU Jateng dan pengurus BMT, Bahtera Group Pekalongan, Jajaran Polres Pekalongan dan Pemda Kab Pekalongan. 

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi melalui Wakapolres Pekalongan Kompol Widyantoro dalam sambutannya berpesan agar para da’i/ustad yang bertugas agar menyelipkan misi nasionalisme dan menanamkan Islam yang santun demi keutuhan NKRI. 

Sementara itu Bupati Pekalongan, Drs H Amat Antono MSi melalui Kabag Kesra Ibu Sumarwati mengucapkan terimakasih kepada team dakwah LDNU Jateng yang telah membantu pembangunan masyarakat Pekalongan di bidang kerohanian.

Kehadiran team dakwah LDNU ini disambut antusias oleh warga Lebakbarang. Mereka langsung di jemput oleh tokoh masyarakat masing-masing dusun yang memang sudah menunggu  kehadirannya. Team dakwah LDNU Jateng akan tinggal di kecamatan Lebakbarang selama 26 hari yakni sampai tanggal 25 Ramadhan atau 12 Juli 2015. Namun tidak menutup kemungkinan setelah hari raya Idul Fitri akan di terjunkan kembali sesuai dengan keinginan masyarakat yang membutuhkan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 08 Desember 2017

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj memberikan arahan kepada Asosiasi Bina Haji dan Umrah (Asbihu) untuk mendampingi dan memberi pemahaman agama bagi jamaah umrah dan haji Indonesia.

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Bentengi Jamaah Haji-Umrah Indonesia dari Ekstremisme!

Kelompok ekstrem memanfaatkan momen ketika para jamaah haji dan umrah datang ke Arab Saudi untuk menyebarluaskan ideologi mereka. Untuk itu, Kiai Said mengatakan Asbihu mesti berperan baik terutama bidang pelayana keagamaan bagi Nahdliyiin. Apalagi, berdasarkan Lembaga Survei Indonesia (2013) jumlah warga NU mencapai 36,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

"Barang tentu para jamaah haji dan umrah itu, warga NU banyak," kata Kiai Said dalam acara  pengukuhan Pengurus Pusat Asbihu di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (30/12).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut, dosen pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta ini mengatakan jangan sampai sepulang dari Arab mereka menyebarkan paham ekstrem, apalagi memusuhi amalan-amalan NU seperti yasinan, tahlilan, ziarah kubur, dan lain sebagainya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Perang era sekarang adalah perang ideologi, untuk itu kita harus lawan juga dengan memberi pemahanan yang berimbang," katanya.

Selain persoalan agama, Kiai Saaid juga meminta Asbihu NU memperhatikan sektor pengelolaan bisnis haji dan umrah ini. Ia meminta Asbihu NU untuk meningkatkan kualitas pelayanan tidak saja dalam kenyamanan perjalanan, tetapi juga penginapan dan makanan para jamaah. Selama ini, katanya, orang luar menganggap, NU selalu gagap dalam mengelola manajemen bisnis.

"Untuk itu kita buktikan bahwa NU juga bisa dan profesional," pungkas pengasuh Pesantren Atsaqofah Ciganjur ini. (Faridur Rohman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Tegal, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur

Tanjung Jabung Timur, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Sebelum Zumi Zola menjadi Bupati di Tanjung Jabung, saya tidak begitu mengenal daerah ini. Namun, belakangan saya semakin akrab dengan daerah yang sebagian besar pendududuknya transmigrasi dari Jawa.

Lakpesdam PBNU mempunyai program tentang energi terbarukan di daerah ini. Di dua desa (Sungai Rambut dan Rawasari) Kecamatan Berbak. 

Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Ber-NU di Tanjung Jabung Timur

Sejak setahun lalu, Lakpesdam PBNU yang tergabung bersama Pusat Studi Energi UGM, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (UGM) dan CCES Yogyakarta bergabung dalam Konsorsium bahu-membahu untuk mengkampanyekan energi terbarukan di dua desa tersebut.

Sambil menyelam minum air. Sekali dayung dua pulau terlampaui. Sembari mengerjakan program tersebut, Lakpesdam PBNU ingin memperkuat struktur NU. Kami mengadakan Pelatihan Kader Penggerak NU yang diikuti perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC-struktur NU di tingkat kecamatan) se-Kabupaten Tanjabtim. Dari 11 MWC yang diundang 10 di antaranya hadir.

Yang paling membuat saya surprise adalah acara pembukaannya yang digelar dengan pengajian umum yang dihadiri ribuan orang jamah NU dari berbagai penjuru pada pada 2 Oktober 2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Saya didaulat menjadi pembicara dalam pengajian umum itu. Meski saya sering mengisi pengajian dalam forum-forum kecil, saya hampir tidak pernah mengisi pengajian panggung sebesar ini. 

Yang paling berat saya disebut KH. Begitu mau memasuki lokasi pengajian ada spanduk menulis nama saya dengan KH di backdrop besar di belakang panggung tertulis hal yang sama. Dalam hati saya sungguh malu!!!

Tak punya pilihan, saya harus tampil seadanya. Saya ingin menghadirkan ruh Anwar Zahid biar bisa melucu. Tapi saya sadar, saya sungguh tak punya potongan untuk melucu.

Apa pun saya sangat gembira bisa menyaksikan semangat warga NU di pelosok negeri. Saya gembira menyaksikan semangat Banser dan kader-kader NU. Merekalah penggerak NU dan penjaga negeri. (Rumadi Ahmad, Ketua Lakpesdam PBNU)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 22 November 2017

Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif

Padang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor sudah saatnya merefleksikan sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW ke dalam jiwanya. Karena pemuda sekarang sudah mulai rapuh dan goyah menghadapi perkembangan zaman dan teknologi informasi yang sudah menglobal.?

Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Harus Mampu Sikapi Teknologi dengan Positif

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Propinsi Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman mengungkapnya pada sambutan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Ibu, Kamis (22/12) malam di aula PW NU Sumatera Barat, Jalan Ciliwung Padang. Acara dihadiri segenap pengurus Ansor Sumbar dan majelis Shalawat Rijalul ? Ansor. ?

Menurut Rahmat, pemuda harus mampu menyikapi perkembangan teknologi informasi untuk hal-hal yang positif dan menjadikannya sesuatu yang bermoral. Dengan memperingati hari ibu, maka bagaimana memahami kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadikan sebagai momentum kebangkitan kaum perempuan dari diskriminasi. ?

“Saat itu, kondisi perempuan sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW terpuruk. Sekarang dirasakan betapa kaum perempuan sangat dapat tempat yang sama dalam berbagai hal. Sudah banyak kaum perempuan yang memegang peran penting dalam kehidupan, ? baik di pemerintahan maupun dunia pendidikan,” kata alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Padangpariaman ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekretaris PW GP Ansor Sumbar Arianto juga menambahkan, dalam memperingati maulid Nabi Muhammad dan Hari Ibu, pada era digital ini transformasi ilmu sangat mudah, cepat dan akurasinya juga tepat. Jika digunakan secara bermoral dan santun, maka akan ? sangat bermanfaat untuk ? kemaslahatan umat manusia.?

“Namun jika digunakan dengan tidak bermoral dan kesantunan, akan menimbulkan perpecahan dan peperangan. Bahkan merusak persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai keilmuan dan informasi yang disalahgunakan media sosial dan ? portal media internet dengan menyebarkan ? kebencian (hate speech). Juga memprovokasi pengguna media sosial dan para nettizen untuk bertindak kea rah kebencian,” kata Arianto, dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Padang ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Arianto mengajak kembali meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhmmad untuk menjadikan teknologi informasi yang berdaya guna dengan mengedepankan moral dan kesantunan. Selain itu, dengan ? memperingati Hari Ibu, bagaimana teknologi informasi digital ? dapat menjadikan kaum ibu tidak lagi sebagai objek yang bersifat melecehkan kaum ibu semata. Melainkan untuk meningkatkan harkat, martabat dan peningkatan peran kaum ibu dalam berbagai sektor kehidupan. ? ?

Taushiya Maulud Nabi Muhammad SAW disampaikan Nafriandi Tuanku Mursyd. Ia menyampaikan, masih banyak praktek korupsi yang terjadi di negeri. Jika meneladani sifat dan perilaku dari Nabi maka penting ditanamkan pengawasan dengan diri sendiri. Karena praktek korupsi itu akan hilang dengan sendirinya, jika pengawasan dalam diri sendiri kuat untuk tidak melakukan perbuatan yang salah. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, IMNU, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 17 November 2017

Kitab "Fathul Mujib" Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tidak sampai beberapa bulan, kitab Fathul Mujibil Qarib karya Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir ini ludes di pasaran. Kitab yang mensyarahkan matan kitab Ghoyatut Taqrib ini lalu dicetak kembali untuk kedua kalinya.

Kitab Fathul Mujib Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fathul Mujib Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab "Fathul Mujib" Karya Kiai Afifuddin Muhajir Dicetak Ulang

“Kita ingin melayani mereka yang berminat untuk melihat syarah tersebut,” kata Kiai Afifuddin Muhajir di salah satu penginapan di bilangan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (27/2) malam.

Kiai yang kini dipercaya sebagai salah satu pengasuh utama pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo, Asembagus, Situbondo ini menyatakan, pihaknya pada cetakan kedua ini memperbaiki kekurangan-kekurangan pada cetakan pertama.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia berharap para pengasuh pesantren di lingkungan NU membedah karyanya itu. Santri almarhum Mustasyar Aam PBNU KH Asad Syamsul Arifin ini menyatakan bahwa dirinya dengan senang hati menerima catatan, komentar, dan masukan atas karyanya itu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kita bisa diskusi mengenai tulisan itu,” kata Kiai Afif yang dikenal sebagai kiai yang berwawasan terbuka terhadap persoalan-persoalan ushul dan furu’. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Fragmen, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 10 November 2017

Islam Indonesia dan Arab di Mata Warga Amerika

Kudus, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagian besar warga Amerika belum mengenal Islam. Warga yang mengaku kenal pun kebanyakan dari mereka, belum bisa membedakan antara Arab dan? Islam, termasuk simbol jubah atau jenggot panjang. Kesimpulannya; hanya sedikit dari warga Amerika mengenal mendalam soal Islam.

Soal Islam Indonesia, secara umum warga Amerika juga belum mengenal. Namun bagi mereka yang mengaku kenal menyebut bahwa Islam Indonesia cederung lebih terbuka dari pada Islam di Arab.

Islam Indonesia dan Arab di Mata Warga Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia dan Arab di Mata Warga Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia dan Arab di Mata Warga Amerika

Hal tersebut disampaikan Prof. Dustin Carrell saat mengisi Halaqoh Santri pada acara pembukaan Mukernas 2 Ikatan Serjana Qur’an Hadis (ISQH) di Kudus, Jawa Tengah 16 November 2016 lalu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut pria kelahiran USA ini, mempelajari Islam Indonesia belum pas kalau belum mengenal NU dan Muhammadiyah. Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah selalu akur dan serius menjaga kometmen kebangsaannya. Maka dari itu NU harus gencar mempromosikan Islam ke seluruh dunia agar bisa mengembalikan citra Islam yang ramah dan penuh toleransi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum ISQH Fauzan Amin menyampaikan, pernyataan Prof. Dustin Carrell menjadi masukan penting bagi umat Islam Indonesia agar menampakkan wajah Islam di mata dunia dengan ramah bukan amarah. Karakter Islam Indonesia ini harus di promosikan agar menjadi contoh masyarakat dunia.

Menurut Fauzan, Mukernas ISQH kedua tersebut diselenggarakan dalam rangka memupuk program kerja tahunan pengurus, sekaligus menjadi ajang silaturahim dan sosialisasi kepada masyarakat mengingat forum ini relatif masih baru. (Fauzi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaSantri, Humor Islam, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 04 November 2017

“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebuah visi atau cita-cita hanya akan berhasil melalui kerjasama dengan berbagai fihak yang mendukungnnya. Silaturrahmi antar stake holder dapat menyatukan pandangan bersama secara lebih baik akan tujuan yang akan mereka raih.

Demikian pula, PBNU menganggap komunikasi dengan stakeholdernya ini sangat penting sehingga dalam bulan harlah ini diselenggarakan “Silaturrahmi Nasional” yang rencananya akan diadakan pada Sabtu, 2 Februari 2008 di Istana Wakil Presiden.

“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin (Sumber Gambar : Nu Online)
“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin (Sumber Gambar : Nu Online)

“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin

“Kita ingin merekatkan tali silaturrahmi sekaligus juga ingin mengucapkan terima kasih, bahkan juga kita ingin membuka kemungkinan kejasama yang lebih luas, kepada banyak fihak,” kata Sekretaris Panitia Harlah H. Anas Taher di Gd. PBNU, Selasa (8/1).

Para mitra strategis yang terdiri dari ulama, pengusaha, kedutaan besar, pejabat tinggi, lembaga-lembaga non pemerintah, dan lainnya dengan jumlah sekitar 300 orang akan dipertemukan dalam sebuah forum yang tidak terlalu formal untuk lebih menjalin keakraban.

“Siapa tahu dalam pertemuan ini akan terbangun komunikasi yang lebih intensif sehingga terbuka kemungkinan baru untuk melakukan program kemitraan yang memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada warga NU dan kepada ummat,” tandasnya.

Dijelaskannya, forum ini bersifat berkomunikasi dan berbagai yang saling menguntungkan, bukan hanya untuk kepentingan PBNU. “Kita mempertemukan sehingga bagaimana komponen ini saling merakit, merajut membangun sebuah jaringan ke-NU-an yang didasarkan atas saling memberi manfaat,” imbuhnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Anas yang juga salah seorang pengurus Ponpes Assidiqiyah Jakarta ini menjelaskan pelaksanaan acara tepat sehari sebelum acara peringatan harlah di Gelora Bung Karno agar para ulama dari berbagai daerah bisa hadir dalam pertemuan ini.

Dijelaskannya, silaturrahmi dengan para mitra strategis ini bukan hanya diselenggarakan ditingkatan nasional, PWNU dan PCNU diharapkan juga menggelar kegiatan yang sama di daerahnya masing-masing untuk tasyakuran dan saling berkomunikasi tentang program kerja. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Halaqoh, Fragmen, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 27 Oktober 2017

5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sekitar lima ribu jamaah Ikatan Seni Hadrah Indonesia atau Ishari Jawa Timur mengadakan doa demi keselamatan bangsa. Kegiatan ini juga sebagai ungkapan syukur karena Muktamar ke-33 NU di Jombang telah mengakui Ishari sebagai badan otonom (banom) NU.

5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

5000 Jamaah Ishari Doakan Keselamatan Bangsa

"Syukur atas kepercayaam yang diberikan kepada Ishari sehingga kembali dipercaya sebagai bagian dari NU, bahkan diputuskan sebagai banom," kata H Yusuf Arif selaku Ketua PW Ishari Jawa Timur, Sabtu (16/1) malam.

Penegasan tersebut disampaikan Yusuf Arif pada kegiatan "Doa untuk Indonesia, dari Ishari NU untuk Bangsa" yang dilaksanakan di parkir utara Kantor PWNU Jawa Timur.  Dengan kepercayaan ini, maka para pengurus dan simpatisan seni hadrah ini untuk selalu mendukung program NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Kegiatan ini juga sebagai ungkapan bela sungkawa Ishari atas tragedi yang terjadi di Jakarta beberapa hari yang lalu," jelasnya. Karena para korban baik itu masyarakat sipil maupun aparat adalah pihak yang tidak berdosa dan dihargai haknya untuk hidup di bumi Allah, lanjutnya.

Baginya, tindakan teror dengan melukai diri sendiri dan juga masyarakat sipil serta aparat sebagai tindakan yang tidak dibenarkan. "Karena itu kami mengutuk tindakan tidak bertanggungjawab tersebut," lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia bersama Ishari telah berkomitmen untuk mendukung langkah-langkah NU yang terus menebarkan Islam ramah di seantero bumi. Demikian pula dengan shalawat yang merupakan ciri khas banom baru NU ini akan terus menebarkan kesejukan dan kedamaian khususnya di Indonesia.

Acara yang berlangsung sejak pukul 19.30 hingga 22.40 WIB tersebut berbarengan dengan memperingati hari lahir NU yang dalam hitungan masehi berusia 90 tahun, juga 57 tahun Ishari, serta TV9 yang telah memasuki usia 6 tahun.

Tampak hadir di panggung kehormatan antara lain KH Hasib Wahab Chasbullah, H Imam Aziz (PBNU),  H Misbahul Munir (PWNU Jatim), serta H Hakim Jayli selaku Presiden Direktur TV9. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, Nahdlatul Ulama, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 16 September 2017

Khofifah Ingatkan Perjuangan Kartini Bagi Perempuan Indonesia

Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia khususnya perempuan bahwa perjuangan Kartini patut menjadi pelecut agar perempuan masa kini lebih tangguh, mandiri, dan cerdas untuk kepentingan bangsa dan negara.

Hal itu mengemuka ketika dia memimpin upacara Peringatan Hari Kartini ke-138 di Alun-alun Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tema Hari Kartini yang ia usung ialah Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Dalam Mewujudkan Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia.

Khofifah Ingatkan Perjuangan Kartini Bagi Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ingatkan Perjuangan Kartini Bagi Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ingatkan Perjuangan Kartini Bagi Perempuan Indonesia

“Sebagaimana pemikiran Kartini bahwa kebangkitan seseorang ditandai dengan kebangkitan cara berpikir dan pendidikan yang baik,” ujar Khofifah yang memakai kebaya putih.

Maka, menurut Ketua Umum PP Muslimat NU itu, momentum ini memberi pesan kepada kita bahwa meningkatnya kualitas perempuan Indonesia mendorong meningkatnya kualitas keluarga.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Hal ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memajukan bangsa dan negara,” tegasnya.

Untuk itu, Khofifah meminta seluruh pemangku kepentingan memberikan akses yang lebih baik kepada perempuan terutama yang tinggal di pelosok daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak dan lebih baik sehingga memungkinkan lahirnya generasi unggul di masa depan,” terangnya.?

Setelah melakukan apel Hari Kartini, Khofifah didampingi sejumlah perempuan dan Muspimda Rembang berziarah ke makam RA Kartini di Rembang. Selain tabur bunga, Khofifah terlihat khusyu memimpin doa untuk inspirator perjuangan kaum perempuan ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 20 Agustus 2017

Feminisme dalam Islam

Oleh Muhammad Shodiq Masrur



Orang masih sibuk bertanya. Orang juga masih saja sibuk berdebat, melontarkan berbagai argumentasi yang bisa jadi dibangun dari interpretasi pribadi. Isu feminimisme memang tidak habis-habisnya diperbincangkan. Tapi sesungguhnya, sudahkah kita bersepakat koridor feminisme yang diperdebatkan?

Feminisme dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Feminisme dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Feminisme dalam Islam

Bahwa feminisme tidak sama dengan emansipasi, kita harus bisa memahami hal tersebut. Jika emansipasi diterjemahkan sebagai pandangan yang mengusung peran serta wanita di ruang publik. Maka sesungguhnya feminisme lebih dari itu.

Apa yang diperkenalkan oleh Charles Fourier; aktivis sosialis utopis pada tahun 1837 mengenai feminisme adalah bentuk emansipasi secara lebih radikal. Dengan latar belakang kejenuhan akan nasib kaum wanita yang terjadi di barat, feminisme lahir dan mendukung persamaan mutlak hak serta kewajiban antara laki-laki dan perempuan di belbagai bidang. Mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jika feminisme disamaartikan dengan emansipasi maka dalam koridor itu Islam sama sekali tidak mempermasalahkannya. Karena ajaran yang dibawa Islam sama sekali tidak merendahkan martabat wanita. Islam juga tidak datang untuk mengungkung dan memenjarakan mereka dalam sel-sel penjara imajiner di luar batas kemanusiaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Feminisme dalam Islam

Orang masih sibuk bertanya. Orang juga masih saja sibuk berdebat, melontarkan berbagai argumentasi yang bisa jadi dibangun dari interpretasi pribadi. Isu feminimisme memang tidak habis-habisnya diperbincangkan. Tapi sesungguhnya, sudahkah kita bersepakat koridor feminisme yang diperdebatkan?

Bahwa feminisme tidak sama dengan emansipasi, kita harus bisa memahami hal tersebut. Jika emansipasi diterjemahkan sebagai pandangan yang mengusung peran serta wanita di ruang publik. Maka sesungguhnya feminisme lebih dari itu.

Apa yang diperkenalkan oleh Charles Fourier; aktivis sosialis utopis pada tahun 1837 mengenai feminisme adalah bentuk emansipasi secara lebih radikal. Dengan latar belakang kejenuhan akan nasib kaum wanita yang terjadi di barat, feminisme lahir dan mendukung persamaan mutlak hak serta kewajiban antara laki-laki dan perempuan di belbagai bidang. Mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi.

Jika feminisme disamaartikan dengan emansipasi maka dalam koridor itu Islam sama sekali tidak mempermasalahkannya. Karena ajaran yang dibawa Islam sama sekali tidak merendahkan martabat wanita. Islam juga tidak datang untuk mengungkung dan memenjarakan mereka dalam sel-sel penjara imajiner di luar batas kemanusiaan.

Islam justru memuliakan mereka. Menempatkan mereka sewajarnya manusia bukan barang dagangan, apalagi binatang. Islam juga mendorong mereka untuk ikut berpartisipasi dalam ruang lingkup publik yang lebih luas seperti halnya laki-laki.

Bandingkan dengan peradaban-peradaban lain di masa lalu. Romawi menempatkan wanita ibarat barang. Kepemilikan atas hak kehidupannya dimilliki seutuhnya oleh ayah mereka. Kebudayaan Cina dan Hindu pun tidak lebih baik daripada itu. Hak kehidupan mereka dimiliki selagi suaminya masih hidup. Saat suaminya meninggal, maka ia juga tidak memiliki hak untuk hidup.

Ajaran agama Islam tidak seperti itu. Al-quran sebagai landasan berpikir dan bertindak dalam agama Islam justru melegitimasi eksistensi keberadaan wanita. Wanita diberikan porsi hak, kewajiban serta hukum yang sama dengan laki-laki. Dalam salah satu ayat, Tuhan menyampaikan pesan bahwa ganjaran kebaikan yang diterima wanita sama persis dengan ganjaran yang laki-laki terima dalam mengamalkan kebaikan.

Islam memberikan ruang lingkungan dan sosial yang layak bagi perempuan. Tidak seperti kebudayaan elite Yunani. Yang mengharuskan wanita selalu berada di dalam istana. Islam memberikan ruang bagi wanita untuk keluar dan berinteraksi. Namun dengan beberapa catatan yang memang harus dipertimbangkan demi kemaslahatan bersama.

Wanita juga mendapatkan kebebasan untuk ikut andil dalam menjalankan perputaran roda ekonomi. Mereka memiliki hak untuk mengatur perdagangan seperti halnya kaum laki-laki. Tidakkah apa yang dilakukan Khadijah semasa hidupnya adalah sebuah dalih bagaimana bebasnya wanita mengatur ekonominya?

Islam juga memberikan ruang gerak wanita untuk berpartisipasi dalam ruang publik. Sudah menjadi maklum; bahwa Aisyah-istri nabi Muhammad yang paling muda merupakan salah seorang perawi hadis yang terkenal. Ia mendapatkan ruang publik untuk bebas bergerak dalam bidang pendidikan. Bahkan, ia juga pernah berpartisipasi dalam bidang peperangan sebagai satu dari tiga orang komandan perang di awal kepemimpin khalifah Ali bin Abi Thalib.

Apa yang dilakukan oleh Khadijah dan Aisyah yang notebene keduanya disebut-sebut sebagai ummahatul mu’minin (ibu dari orang-orang yang beriman) adalah sebuah bukti bahwa Islam mengakui dan meghormati eksistensi serta peran wanita dalam berbagai segmentasi kehidupan. Entah itu ruang privasi maupun ruang publik. Tak ayal bila dapat dipahami bahwa Islam masih selaras dengan feminisme dalam koridor tersebut. Tapi apakah itu berarti Islam juga menerima gagasan persamaan peran dan tanggungjawab antara laki-laki dan perempuan secara mutlak? Sebentar, tunggu dulu.

Sudah menjadi rahasia umum, salah satu dasar pemikiran feminisme adalah pandangan bahwa peran dan tanggung jawab yang berbeda antara laki-laki dan perempuan didasarkan atas nama budaya. Karenanya di tahun 2012, DPR RI memunculkan wacana pengesahan RUU KKG ( kesetaraan dan keadilan gender ) yang sarat kontroversi. Dalam pasal satu ayat yang pertama, disebutkan “Gender adalah perbedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari, serta dapat dipertukarkan menurut waktu, tempat, dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya.”

RUU KKG ini terlihat menganggu pikiran Adian Husaini. Dalam salah satu bukunya, ”Seputar Paham Kesetaraan Gender” ia mempermasalahkan sebuah doktrin yang didasarkan pada kontruksi sosial budaya. Terlebih jika itu doktrin agama, maka tidak ada lagi nilai-nilai yang tetap dan bisa dijadikan acuan dalam hidup manusia secara universal. Tidak ada lagi yang sakral, semua bisa diubah sekehendak hatinya. Manusia juga menjadi sangat bebas, bahkan hingga tahapan enggan terikat dengan campur tangan Tuhan.

Memang, dalam khazanah disiplin ilmu ushul fikih dikenal satu kaedah, al-adah muhakamah. Bahwa suatu adat istiadat dapat menjadi landasan legitimasi suatu hukum dalam agama Islam. Namun ia tidak serta-merta mutlak. Ia memiliki batasan-batasan berdasarkan aturan ketetapan Tuhan.

Batasan-batasan inilah yang kontradiktif dengan tuntutan kesetaraan 50 berbanding 50 ala feminis. Tuhan sudah menetapkan wanita dengan kodratinya sebagai wanita. Fisik dan psikologinya jelas berbeda dengan laki-laki.

Ia mengalami fase melahirkan dan menyusui yang tidak mungkin dialami oleh laki-laki. Kedua fase tersebut dan ditambah dengan berbagai faktor lain membuat mereka mendapatkan porsi hukum yang berbeda dengan laki-laki. Di dalam masalah ibadah, jelas sekali mereka mendapatkan dispensasi taklif untuk tidak menjalankan ibadah semisal shalat dan puasa saat mereka mengalami masa menstruasi.

Kemudian, ketetapan-ketetapan lain dalam hukum Islam yang kerap dituntut oleh para feminis sebenarnya mengandung hikmah yang mendalam dalam hukum tersebut. Dalam pembagian harta warisan misalkan, feminisme memandang ajaran agama Islam sebagai ajaran yang tidak adil. Seorang laki-laki yang mendapatkan bagian dua kali lipat dari wanita adalah sebuah ketidaksetaraan yang harus diubah begitu saja.

Padahal jikalau dikaji lebih mendalam, terdapat hikmah yang sebenarnya sangat sederhana. Laki-laki mendapatkan bagian dua kali lipat dari wanita karena laki-laki memiliki tanggung jawab untuk menafkahi istri dan anaknya. Berbeda dengan wanita, harta yang ia miliki benar-benar miliknya sendiri. Ia tidak punya tanggungjawab menafkahi orang lain.

Kemudian terkait kepemimpinan, tidak bisa dielak bahwa isu tersebut merupakan isu yang paling panas nan seksi sampai saat ini. Terlepas dari pro-kontra kepemimpinan wanita yang terjadi, cukuplah kondisi wanita yang memungkinkan hamil, melahirkan, menyusui dan mendidik anak sebagai alasan untuk lebih fokus akan tanggung jawab mereka. Karena untuk menjadi seorang pemimpin, dibutuhkan banyak pengorbanan waktu, tenaga dan tentunya pikiran. Hal ini dapat menyebabkan gugurnya kandungan, terbengkalainya nasib anak dan lain sebagainya.

Meskipun memang, dalam realitanya tidak semua wanita lebih lemah dan tidak dapat memimpin laki-laki. Zakarya al-anshory dalam maha karyanya lubbul ushul menyinggung ayat arrijalu qawwamuna alan nisa’. Bahwa laki-laki lebih kuat dan lebih tangguh daripada wanita. Ia mengatakan, lafal arrijal dan annisa’ dalam ayat di atas sama-sama bersambung dengan alif-lam yang disebut mahiyah jinsiyah. Singkatnya, memang pada hakikatnya laki-laki lebih kuat daripada wanita, namun itu tidak menutup kemungkinan sebaliknya. Bahwa wanita memiliki kemampuan dan kapabilitas dalam memimpin kaum laki-laki itu mungkin saja. Hanya saja, itu terjadi sebagai sesuatu yang jarang,tidak secara global dan menyeluruh.

Penulis adalah alumnus (Program Keagamaan) MAN 1 Surakarta. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Islam Indonesia sekaligus Mahasantri di Pondok Pesantren Nailul Ula, Plosokuning, Sleman, Yogyakarta.



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Fragmen, Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 27 Juli 2017

Rekrut Anggota Banser, Ansor Jember Sasar Usia Produktif

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kaderisasi anggota Banser di Jember tak pernah stagnan. Buktinya, pendidikan dan latihan (Diklatsar) bagi anggota baru Banser setiap tahun digelar secara reguler. Tahun ini Diklatsar Banser XXVII akan dihelat mulai tanggal 9-11 September di lapangan PT Kaliandra Concern, Perkebunan Karet dan Kopi Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur.

Menurut Sekretaris PC. Gerakan Pemuda Ansor Jember, Kholidi Zaini, hingga saat ini yang mendaftar untuk ikut Diklatsar mencapai 316 orang, termasuk 10 orang dari Bali. Jumlah tersebut, sudah melebihi target yakni 200 orang.?

Rekrut Anggota Banser, Ansor Jember Sasar Usia Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekrut Anggota Banser, Ansor Jember Sasar Usia Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekrut Anggota Banser, Ansor Jember Sasar Usia Produktif

"Pendaftaran akan terus kami buka. Semakin banyak, berarti semakin banyak pula benteng ahlissunnah wal jamaah," tukas Kholidi usai mengikuti rapat persiapan Diklatsar di Kantor Gerakan Pemuda ? Ansor Jember, Jl. Danau Toba 1 Jember, Selasa (23/4).

Kholidi menambahkan, Diklatsar kali ini lebih ditekankan pada kualitas. Hal ini bisa dilihat dari syarat kepesertaan, misalnya peserta minimal harus berijazah SMA/sederajat, tinggi 160 cm, dan usia antara 20 sampai 30 tahun. Dikatakannya, dalam Diklatsar terdahulu, usia peserta tidak dibatasi, tapi kali ini maksimal usia 30 tahun.

"Kami memang membatasi usia peserta. Yaitu di usia-usia produktif. Ini tak lain karena tugas Banser kedepan semakin berat. Gerakan kelompok radikal dan teroris dan pengacau-pengacau NU adalah bagian dari tugas kami untuk menghadapinya. Dan itu butuh SDM yang tangguh," jelasnya.

Alumni Fakutlas Hukum Universitas Islam Jember (UIJ) itu menyatakan gembira terkait peserta Diklatsar yang melebihi target. Sebab, itu membuktikan bahwa Ansor tetap diminati masyarakat sebagai wadah berjuang dan mengabdi untuk kepentingan umat. "Mereka ikut Diklatsar murni karena ingin berkhidmat untuk NU. itu saja. Mereka tidak dibayar. Tidak dikasih sangu dan sebagainya," tukas Kholidi (Aryudi A Razaq/Zunus)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Fragmen, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 12 Juli 2017

PCNU Purbalingga Kawal Perpres Pendidikan Karakter

Purbalingga, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kurang lebih 50 ribu warga NU Purbalingga, Jawa Tengah memenuhi alun-alun Purbalingga, Senin (11/9) dalam rangka Dzikir Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Purbalingga. 

Dzikir kebangsaan ini dalam rangka mengawal Peraturan Presiden nomer 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dengan sub tema Meningkatkan Pendidikan Karakter Melalui Madrasah, Pondok Pesantren, Madin, TPQ, dan sejumlah majlis taklim.

PCNU Purbalingga Kawal Perpres Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Purbalingga Kawal Perpres Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Purbalingga Kawal Perpres Pendidikan Karakter

Acara dzikir kebangsaan ini diisi dengan ceramah kebangsaan yang disampaikan oleh KH Basyir Fadlullah, Ustadz Sukhedi dan Ustadzah Siti Mutmainah. Dalam ceramahnya ketiga pembicara menyampaikan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi penerus.

Oleh karena itu jangan segan-segan mendidik karakter anak anak kita melalui lembaga-lembaga yang didirikan oleh Kyai-kyai Nahdlatul Ulama baik Pondok Pesantren, Madin, TPQ, dan majlis-majlis taklim lainya.

Acara dzikir kebangsaan ini juga dihadiri oleh para Pengasuh Pondok Pesantren, Madin, dan guru guru TPQ, guru madrasah, Pengurus PCNU Kabupaten Purbalingga beserta Banom serta Lembaga lembaga yang lainnya. Hadir juga Bupati Purbalingga H Tasdi yang menyampaikan sambutan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam sambutannya Bupati Purbalingga mangapresiasi kegiatan Dzikir Kebangsaan ini dan menyetujui berlangsungnya program Pendidikan Karakter dengan enam hari sekolah. Bupati Purbalingga juga telah mengeluarkan Surat Edaran terkait Penerapan Enam Hari Sekolah di wilayah Purbalingga.

Dzikir Kebangsaan ini juga untuk mendoakan kaum muslimin di Rohingya Myanmar yang sedang mengalami tragedi kemanusiaan yang dipimpin oleh KH Arif Musodiq Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Quran Kedungjati.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebelumnya dalam waktu yang bersamaan di Pendopo Purbalingga juga diselenggarakan halaqoh Pendidikan Karakter dengan narasumber H Ratmono dari Kementrian Agama Kabupaten Purbalingga, KH Akhmad Khotib dari PCNU dan KH Fitron dari Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahl.

Halaqoh Pendidikan Karakter membahas pentingnya menumbuhkan pendidikan karakter di Purbalingga sesuai dengan visi Purbalingga yang mandiri, berdaya saing dan berakhlakul karimah. (Torik Jahidin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Fragmen VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 04 Juli 2017

Sayang Betapa Sayang dari “Kau Adalah Aku yang Lain”

Oleh: Fuad Al-Athor



Film pendek berjudul “Kau Adalah Aku yang Lain” menurut penulis, memang layak menjadi pemenang Police Movie Festival IV 2017. Pesan-pesan yang disampaikan melalui film ini sangat tajam dan mengena.?

Pesan-pesan ini, pertama, baik yang secara langsung bisa disimak dari dialog antara karakter Pak polisi dan karakter bapak gondrong yang bertugas menjaga jalan untuk pelaksanaan pengajian yang memakai sarana publik sebagai tempat mereka mengaji. Perdebatan antara polisi yang lengkap dengan dalil tentang toleransi begitu cadas menepis argumentasi lawan bicaranya yang bersikukuh bahwa dia sedang membela Islam, agamanya.?

Sayang Betapa Sayang dari “Kau Adalah Aku yang Lain” (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayang Betapa Sayang dari “Kau Adalah Aku yang Lain” (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayang Betapa Sayang dari “Kau Adalah Aku yang Lain”

Tampak, dalam pemahaman penjaga jalan itu ketinggian Islam melebihi dan tiada mungkin disejajarkan dengan, selembar rasa welas-asih untuk memberi jalan demi menolong nonmuslim yang sedang meregang nyawa dalam mobil ambulans itu. Kalau begitu, betapa egois-nya beragama itu.

Bisa dibayangkan kebaikan macam apa bisa diharapkan tumbuh dalam jiwa pemeluk agama yang sejak semula menolak berseminya welas-asih dalam dirinya. Kalau kemarahan sudah menjadi ekspresi umum dari seorang muslim, itu menunjukkan kekanak-kanakkannya dalam penghayatan keberagamaannya. Sialnya, ini zamannya. Di mana kemarahan, makian dan umpatan umum dimuntahkan, bahkan pada sosok ulama sekalipun! Naudzubillahi min dzalik..

Kenyataan ini menjawil pemikiran kita untuk bertanya, jangan-jangan agama sedang menuju kegagalan dalam misinya untuk membentuk pribadi-pribadi berakhlak mulia dan membangun peradaban yang damai. Jarak antara perintah-perintah berbuat kebaikan dan kenyataan masih banyaknya kerusakan yang diperbuat manusia membuat dahi kita berkerut. Apanya yang salah? Agamanya? Bukankah ia lengkap, tinggi (luhur) dan tak ada yang lebih tinggi (luhur) lagi? Bukankah ia ajaran suci yang mengandung pedoman, prinsip-prinsip dan petunjuk yang bahkan teknis untuk berbuat kebaikan? Ia ajaran paripurna. Kalau begitu apanya yang korsleting? Mau tak mau, diakui atau tidak, manusianyalah yang tak sanggup memanggul ajaran suci tersebut. Kitalah yang terlalu lemah untuk mengemban ajaran mulia yang dibacakan Jibril (as) tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sayangnya lagi, introspeksi bukanlah hal yang digandrungi di zaman sosmed ini. Pengakuan akan kelemahan diri untuk mengemban misi agung islam jarang kita dengar, sebaliknya pembenaran-pembenaran atas perbuatan merusak dan penghakiman serta pembunuhan karakter orang-orang mulia justru marak di hadapan kita. Cermin atas betapa kerasnya kita punya hati. Seolah-olah tak mempan lagi dilunakkan dengan nasihat-nasihat yang berserakan dalam teks-teks keagamaan. Apalagi menarik pembelajaran dari peristiwa-peristiwa alam, tak kuasa. Inilah jarak yang begitu jauh terbentang antara realitas kesanggupan kita berbuat baik yang lunglai dengan idealisasi yang semestinya sebagaimana disuratkan dalam ajaran agama kita.

Seperti yang dapat dimengerti dari pesan kedua dari film pendek ini. Mencermati pengadeganan pengajian yang diberikan oleh sang kiai tak ada yang salah. Bahkan secara visual kita diajak untuk menangkap pesan bahwa ini adalah pengajiannya kelompok sufi. Dari pakaian dan materi yang disampaikan. Semua merujuk pada sufisme. Sebuah kelompok yang lazim mengedepankan kelembutan dan kasih sayang dalam praktek keagamaannya. Sampai pada frase, “Kau adalah aku yang lain”, yang disampaikan oleh sang kiai yang menjadi judul dari film pendek ini, pun, merupakan kata-kata yang mengesankan kedalaman sufisme. Universal, sangat rahmatan lil alamin dan tentu saja benar dan bahkan sholeh secara sosial.

Namun apa yang terjadi, di tempat dan waktu bersamaan di mana kebenaran dan keluhuran dibacakan, toh masih ada kemungkinan ajaran dipraktekkan secara keliru. Sang kiai boleh saja mengumandangkan nilai-nilai luhur, tapi apa boleh buat, sebagian hadirin di majelisnya justru sedang bersikap bertolak belakang dengan arahannya. Lagi, ada jarak yang begitu jauh dalam idealisasi keluhuran-keluhuran ajaran dengan pelaksanaannya di kehidupan. Inilah pesan-pesan yang mengandung kritik terhadap ekspresi keberagamaan kita. Tentu, hanya orang yang bijaksana yang mampu menerima kritik dan menjadikannya pelajaran berarti.

Kemampuan film berdurasi 7 menit 41 detik ini dalam menyampaikan secara elegan pesan yang begitu membuat kita malu atas kelemahan-kelemahan kita dihadapkan kebenaran ajaran-Nya inilah yang layak kita acungi jempol. Betapa kita terlalu kenyang dengan agama yang nasihat, namun sangat malas menjadikannya bingkai mujahadah untuk memperbaiki diri. Kata orang di status-status sosmed, ini peradaban yang dibangun oleh generasi kebanyakan micin (penyedap rasa) lembek. Maunya instan, langsung jadi. Padahal sejak awal kita dihidupkan untuk diuji, digembleng, diproses, dilatih agar menjadi lebih pantas untuk menyandang dan mengemban ajaran-ajarannya, al-Islam.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Parahnya lagi, alih-alih bersyukur dengan adanya film berkuatan kritik nan halus ini, justru banyak yang tersinggung dengan film pendek ini. Terlepas apakah sedang ada sekelompok orang yang melakukan framing menggunakan film pendek ini dengan memenggal-menggalnya lebih pendek lagi, yang jelas kemarahan ini, lagi-lagi, semakin memperterang ihwal masih rapuhnya kedewasaan keagamaan kita. Dan, super parahnya lagi, yang marah justru tokoh-tokoh penting bangsa ini! Ampuuuun......!!!!









Penulis bisa ditemui di Twitter @fuad_alathor atau di Facebook: Fuad Al Athor

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Fragmen, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock