Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Nusantara, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin menyampaikan sebagai penerus perjuangan, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU diharapkan untuk menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam pelantikan 80 orang pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serta PC IPNU Kota Kraksaan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/1) pagi.

“Semua kader IPNU dan IPPNU harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengajak para pelajar NU untuk selalu disiplin dalam segala hal. Disiplin itu penting untuk mencetak perilaku dan akhlak yang baik. Pelajar NU harus meneguhkan kembali sebagai agen akhlak dan perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlak atau etika itu diatas dari segala-galanya dan keilmuan dimiliki butuh implementasi yang dibutuhkan orang lain.

“Sebagai generasi muda NU, janganlah menjadi anak muda yang pesimis. Anak muda NU haruslah optimis dan akan saya hantarkan jika para anak muda di Kabupaten Probolinggo yang mempunyai perilaku akhlak yang baik dapat menjadi agen-agen NU yang mampu membantu masyarakat,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hasan Aminuddin mengimbau agar para pelajar NU mengusulkan apapun dengan catatan tidak membahas opini. Organisasi NU ini jangan dijadikan sebagai alat untuk mencari uang atau nafkah. Oleh karena itu harus ikhlas tenaga, pemikiran, jiwa dan raganya berjuang untuk NU demi keutuhan NKRI.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk itu, sebagai generasi muda NU perbanyaklah berkumpul untuk memadukan frekuensi dan dilaksanakan dengan musyawarah mufakat serta menjalin komunikasi baik dan tunjukkan perilaku akhlak saat menjadi generasi NU untuk orang lain,” tegasnya.

Pelantikan 3 (tiga) cabang organisasi pelajar NU ini dipimpin oleh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur Rekan Haikal Atiq Zamzami dan pengurus PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Rekanita Nurul Hidayati .

Dalam pelantikan ini juga dilakukan dialog interaktif dengan tema “Pelajar Sehat Menuju Indonesia Cerdas dan Demokratis”. Narasumber dialog ini berasal dari Satreskoba Polres Probolinggo dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth News, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Tegal, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan  Ma’arif NU Kabupaten Tegal mengadakan pelatihan pembelajaran elektronik atau electronic learning (E-Learning) di Ruang Auditiorium STAIBN.

Ratusan Sekolah /Madrasah yang bernaung di bawah lembaga pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Tegal dilatih membuat website aplikasi pembelajaran. Narasumber yang dihadirkan oleh panitia adalah Achmad Chanif, praktisi IT PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Maarif Tegal Dilatih E-Learning

Menurut Chanif, begitu biasa Achmad Chanif disapa, pendidikan  sekarang sudah dimulai dengan era yang baru yaitu era digital. Dengan era yang baru ini maka guru dihadapkan pada era baru juga, yaitu bagaimana guru bisa menangkap itu pula. Diantanya E-Learning,

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan model ini, kata Chanif, maka guru harus bisa berbuat lebih cerdas, tangkas dan kreatif dalam proses pembelajaran. “Dengan pelatihan yang seperti inilah para guru dilingkungan ma’arif akan semakin melaju cepat. “ Kata Guru SMP N 1 Slawi ini. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten II Bupati Tegal H. Agus Subagyo, Perwakilan Kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Tegal, PGRI Kabupaten Tegal, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal H. Nurotib , Ketua STAIBN Tegal Badrodin dan perwakilan dari badan otonom PC. GP. Ansor, IPNU-IPPNU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua PC LP. Ma’arif NU Kabupaten Tegal, H. Muslikh  mengatakan, para guru pengajar IT yang tersebar di seluruh Indonesia yang ditraining di 5 tempat tersebut selanjutnya diharapkan bisa memberikan pelatihan yang sama bagi sekolah di sekitarnya seusai mengikuti pelatihan tersebut.

Ke depan, LP Maarif berharap agar seluruh materi pelajaran bisa diakses lewat komputer dan internet yang nantinya bisa semakin mempermudah proses pembelajaran.

“Semuanya berbasis web, khususnya mata pelajaran Aswaja cukup dengan internet, materi sudah ada disana, tak perlu buku, tinggal test dan tutorial. Hadist dan ayat al Qur’an juga dengan gampang bisa ditemukan lewat intenet,” ujarnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz T

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan

Magelang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh Rembang, KH.Mustofa Bisri (Gus Mus), menyatakan bahwa pesantren tidak mengajarkan kekerasan.

"Pesantren itu mendidik akhlak, moralitas bukan mengajarkan kekerasan," katanya di sela acara khataman akhir tahun di Pesantren Raudhatut Thullab di Wonosari, Prajeksari, Tempuran, Magelang, Rabu malam.

Ia mengatakan hal tersebut menanggapi terjadinya tindak kekerasan di Pondok Pesantren Assalam Pabelan, Sukoharjo yang dilakukan para santri senior kepada yuniornya.

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan

Menurut dia, pesantren itu tidak hanya satu jenis, tergantung kiainya dan pesantren sekarang ada yang tidak menggunakan kiai. Kalau pesantren zaman dulu memakai kiai tidak mungkin ada kekerasan.

"Kekerasan itu pingin meniru yang lain. Jadi, aslinya pesantren itu mendidik akhlak, di kitab kuning ada aturannya. Kalau sampai ada kekerasan itu saya tidak tahu model apalagi," katanya.

Tidak ada aturannya, katanya, pesantren mendidik moralitas tetapi bertentangan dengan moralitas. Ia mengatakan, banyak anak nakal dan keras dipondokkan supaya menjadi lebut dan baik. Agama Islam tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren, katanya, sebenarnya tidak seperti yang diduga orang bahwa pesantren itu satu jenis, padahal pesantren itu jenisnya sebanyak kiainya. Kalau kiainya berpolitik pesantrennya berbau politik dan santrinya senang politik. Kalau kiainya orang birokrat maka akan diatur seperti birokrasi.

"Jadi, macam-macam pesantren tergantung kiainya dan sekarang ada pesantren yang tidak pakai kiai, yayasan saja yang tentu saja lebih menekankan pada pilihan pengurusnya. Kalau pengurusnya tertarik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tentu akan meniru seperti IPDN. Kalau tertarik pada universitas bisa meniru Universitas Gajah Mada (UGM)," katanya. (ant/kut)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Buleleng, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hari Rabu, (20/12) Aula RM Manalagi di Jl Teleng Singaraja, Buleleng, Bali mendadak ramai. Tak kurang dari 200 orang guru berbagai jenjang sekolah dan madrasah se-Bali tumpah ruah di sana. 

Kehadiran Kang Fajar Sidik dengan gagasan inovasi ice breaking mencairkan situasi yang semula kelu dan kaku menjadi seru dan inspiratif. Kang Fajar yang kala itu hadir sebagai narasumber memang sudah berkomitmen menggebrak Buleleng dengan pengalaman dan informasi pendidikan yang amat menarik.

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Bali Kenalkan Pembelajaran Berbasis Ice Breaking

Seharian itu, PC Pergunu Buleleng memang tengah menggelar Workshop Pembelajaran Berbasis Ice Breaking.  Kegiatan ini dipilih oleh panitia sebagai kelanjutan dari workshop sebulan yang lalu oleh PW Pergunu Bali. 

Workshop semakin menarik, ketika salah satu ketua PP Pergunu, Aris Adi Leksono yang turut hadir dan memberikan support bagi pengurus dan seluruh anggota Pergunu serta peserta workshop.

Bupati Buleleng yang diwakili Asisten II mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai penguatan peran Pergunu dan demi peningkatan kualitas guru di Buleleng.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ketua PC Pergunu Buleleng Lewa Karma dan Ketua PP Pergunu Aris Adi Leksono sepakat untuk terus melakukan sinergi program pengembangan profesi guru melalui wadah Pergunu. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Nasional, News VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kader PMII Harus Bekali Diri dengan Berbagai Keterampilan

Pariaman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman harus menjadi mahasiswa hebat, baik di lingkungan kampusnya maupun masyarakat. Untuk itu, kader PMII dituntut untuk terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi.

Kader PMII Harus Bekali Diri dengan Berbagai Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Bekali Diri dengan Berbagai Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Bekali Diri dengan Berbagai Keterampilan

Sekretaris Pengurus Koordinator  Cabang (PKC) PMII Propinsi Sumatera Barat  Idris mengungkapkan hal itu pada pembukaan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) ke-X, PMII  Kota Pariaman, Rabu (25/12) di Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Pariaman.  

Hadir  Ketua PC PMII Kota Pariaman Satria Efendi dan senior PMII Kota Pariaman lainnya. Kegiatan bertemakan, menciptakan insan  pergerakan yang dinamis, aktif dan kritis untuk kejayaan bangsa Indonesia. Peserta berasal dari mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin, STIE Sumbar dan STIKIP YDB Lubuk Alung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut  Idris, untuk melahirkan mahasiswa hebat tersebut didukung oleh aktifitas mahasiswa itu sendiri. Mereka yang ingin jadi hebat tentu harus membekali diri dengan berbagai keterampilan dan ilmu pengetahuan. Mustahil mahasiwa bodoh akan menjadi hebat.

“Sebagai mahasiswa, kader PMII juga harus hebat di kampus dalam prestasi akademiknya. Walaupun mereka aktif di organisasi PMII, tapi prestasi akademik  tidak mengecewakan. Bahkan Indeks Prestasi (IP) mahasiswa yang aktif organisasi tetap juga di atas 3,” kata Idris mantan Ketua PC PMII Kota Pariaman ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan Idris, selama kuliah di perguruan tinggi, kader PMII juga ditempa beraktifitas di organisasi. Mereka yang sudah terbiasa mengelola organisasi, diharapkan setelah tamat tidak canggung menghadapi masyarakat.  

“Pertumbuhan PMII di Kota Pariaman sejak beberapa tahun belakangan ini sangat menggembirakan. Ini membuktikan PMII makin diminati mahasiswa di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Karena sebagian mahasiswa yang kuliah di Kota Pariaman berasal dari Kabupaten Padangpariaman,” tambah Idris.

Salah seorang pemateri , Armaidi Tanjung menyebutkan, kader PMII Kota Pariaman calon pemimpin masa depan. Untuk itu, persiapkan diri sejak dini dengan penguasaan keterampilan dan berbagai ilmu pengetahuan. Hanya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dapat menguasai dunia  ini dan sukses dalam memimpin .

“Dengan organisasi seseorang dilatih menjadi pemimpin dan dipimpin. Ada saatnya seseorang menjadi pemimpin di kelompoknya (organisasi), ada saatnya pula ia dipimpin oleh pemimpinnya. Melalui organisasi seseorang dilatih untuk terbiasa menjadi pemimpin dan dipimpin. Insya Allah, mereka yang sudah terbiasa dipimpin dan memimpin akan lebih besar peluang untuk sukses,” kata Armaidi yang juga Bendahara PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat. (Red:Anam)

Keterangan Foto:

Foto bersama dengan peserta Mapaba, Rabu (25/12/2013).

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Jika kita berziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati di Cirebon, maka dapat ditemukan di salah satu sudut area makam, tepatnya di dinding serambi Masjid Agung Gunung Jati, terpampang secara jelas sebuah kalimat "Insun titip tajug lan fakir miskin." Kalimat yang sudah cukup familiar khususnya bagi masyarakat Cirbon, dan diyakini merupakan wasiat terakhir Sunan Gunung Jati tidak lama sebelum beliau wafat.

Secara harfiah arti dari wasiat tersebut ialah, "Saya titip tajug (sejenis mushalla atau langgar yang dipergunakan pula buat mengaji) dan fakir miskin." Lewat wasiat dimaksud, Sunan Gunung Jati berpesan kepada umat Islam secara umum agar sepeninggal beliau keberadaan tajug dan fakir miskin senantiasa diopeni, dijaga dan diperhatikan. Dengan kata lain keduanya jangan diterlantarkan begitu saja.

Menurut salah satu tokoh dan kiai dari Plered, Cirebon, KH Jamhari, tajug yang dimaksud dalam wasiat di atas dalam konteks sekarang mempunyai batasan arti yang lebih luas, tidak hanya terbatas mushalla atau langgar saja. Tapi mencakup pula pondok pesantren, madrasah diniyah dan majlis talim lainnya. Demikian pula yang dikehendaki dari istilah fakir miskin, bukan sekedar para pengemis yang meminta-minta, melainkan terutama adalah para santri dan pelajar yang benar-benar sedang menimba ilmu dan memerlukan bantuan demi kelangsungan studinya. Terhadap tempat-tempat untuk mengaji dan para santri, Sunan Gunung Jati menitipkan keduanya supaya umat Islam sepeninggal beliau ikut merawat dan membantu dan membidani kelestariannya.

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Antara Wasiat Sunan Gunung Jati

Berdasarkan pengamatan penulis saat nyantri di salah satu pesantren di Cirebon tahun 2012, dengan adanya wasiat dari Sunan Gunung Jati ini, khususnya di beberapa daerah di Cirebon, masyarakat sekitar pesantren memperlakukan dengan begitu baik para santri. Misalnya tidak sedikit masyarakat ketika bulan Ramadhan saat mereka bersedekah dan membayar zakat fitrah diberikan langsung kepada para santri yang masih di pesantren. ? Itu dilakukan tidak lain karena teringat pesan Sunun Gunung Jati di atas.

Kendati tidak sepopuler bila dibandingkan wasiat pertama di atas, sebagian masyarakat Cirebon juga mengenal mutiara pesan lain yang juga diyakini bersumber dari Syekh Syarif Hidayatullah. Pesan tersebut berbunyi, "Sugih bli rerawat, mlarat bli gegulat,"? artinya "menjadi kaya bukan untuk pribadi, menjadi miskin, bukan untuk menjadi beban bagi orang lain."?

Dua wasiat atau pesan Sunun Gunung Jati di atas substansinya sama dan saling menguatkan, yaitu di samping mengingatkan umat Islam supaya nguri-uri tempat ibadah dan majlis tempat menimba ilmu, di sisi lain juga mendorong kepada golongan orang yang kuat dan mampu agar senantiasa memiliki empati dan kepedulian kepada fakir miskin atau kelompok yang lemah dalam berbagai seginya baik lemah secara ekonomi, ilmu maupun politik. Sementara pesan kedua secara tersirat menekankan supaya golongan lemah yang mendapatkan uluran tangan atau santunan dari ? orang lain tidak menjadi bergantung selamanya pada bantuan orang lain tersebut. Melainkan mereka nantinya juga dituntut bisa mengembangkan kehidupan yang mandiri dalam berbagai aspeknya.?

M Haromain, Pengajar di Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, bergiat Forum Santri NU Temanggung?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Santri, Quote VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 22 Januari 2018

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai korupsi yang merajalela disebabkan oleh liberasasi politik yang diterapkan. Demokrasi liberal yang tidak beraturan sering dibajak dan disalahgunakan.

“Kenapa kebebasan dibajak? Karena tidak diimbangi oleh sistem hukum dan etika," terang Jimly ? saat menjadi pembicara pada Refleksi Akhir Tahun Pekan Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (12/12).

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Liberalisasi Politik Lahirkan Korupsi

Demokrasi liberal, kata Jimly, menghasilkan adanya politik oligarki dan politik dinasti. Politik dinasti ini menghasilkan kesenjangan politik. Disparatis kaya-miskin juga semakin jauh.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selama 15 tahun ini kita menikmati kebebasan yang ada untuk kepentingan diri-sendiri, ujarnya. Kondisi ini juga bisa dilihat dari inefisien demokrasi di Indonesia. Demokrasi bentuk ini menutup jalan untuk terpilihnya pemimpin yang berintegritas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Karenanya, ia mengusulkan agar Lembaga Konstitusi dan Legislatif memperbaiki sistem demokrasi menjadi lebih efisien agar dapat mengurangi permasalahan Pemilu di Indonesia.

Pemilu Presiden dan Legislatif dilakukan secara bersamaan untuk menghindari terjadinya penyanderaan pemilu Presiden oleh hasil pemilu Legislatif. Pemilihan Gubernur dan Bupati cukup dipilih DPRD secara terbuka. Semua dilakukan untuk mengurangi biaya pemilu, imbuhnya.

Wakil kepala daerah, sambung Jimly, juga tak harus dipilih langsung sepaket dengan kepala daerah. Bila perlu ditiadakan. Karena, sering adanya konflik antara kepala daerah dengan wakil kepala daerah.

Kepala daerah cukup satu periode saja karena terlalu berkuasanya calon-calon incumbent. Pendekatan kepemimpinan dan sistemnya perlu dilakukan untuk membenahi permasalahan pemilu saat ini.

Ia pun mengungkap perlu adanya GBHN sebagai pedoman arah bangsa Indonesia. Pemimpin harus memiliki sedikitnya 4 karakter; membangun sistem, memastikan sistem bekerja, mendidik lingkungannya untuk menjalankan sistem yang ada, dan menjadi role model atau contoh. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Amalan, Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 01 Januari 2018

Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai

Serang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ratusan kiai melakukan doa bersama di halaman kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten di Serang, Sabtu (5/4). Kegiatan diselenggarakan mendekati pelaksanaan pemilu legislatif 9 April mendatang.

Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Banten, Para Kiai Doakan Pemilu Damai

Hadir, antara lain KH Hasyim Muzadi, KH Malik Madani, dan sejumlah pejabat dari unsur TNI/Polri dan partai politik peserta pemilu. Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh para aktivis NU dari unsur Muslimat NU, Ansor Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Acara istighotsah dan doa bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan Sarasehan Ulama dan Cendekiawan yang diprakarsai oleh KH Hasyim Muzadi. Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, diantaranya Ketua DKPP, Jimly Assidiqie, dan Mantan Rektor UI Gumilar Rusliwa Soemantri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Wakapolda Banten, Joko Irianto, mengatakan, pihaknya berharap semua pihak turut menciptakan suasana kondusif pada pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014. "Mari kita ciptakan suasana damai di Banten pada pelaksanaan pemilu tahun ini," katanya.

Usai acara istighotsah, acara dilanjutkan dengan sarasehan ulama dan cendekiawan. Pada sesi, hadir sebagai pembicara mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Katib Aam PBNU KH Malik Madani.  Sedang sesi kedua akan menghadirkan narasumber Jimly Assidiqie dan Gumilar Ruslima Soemanteri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sarasehan ini akan mengupas problem yang dihadapi bangsa Indonesia, terkait persoalan politik ekonomi, keagamaan dan hukum. "Acara seperti ini akan digelar keliling daerah. Dengan demikian, para ulama diharapkan tahu kondisi bangsa ini yang sebenarnya," kata Hasyim Muzadi.

Sasehan ulama di Banten kali ini adalah kegiatan kelima, setelah sebelumnya kegiatan yang sama digelar di Depok, Bandung, Semarang, dan Jakarta. (Ahmad Millah/Anam)

 

Foto: KH Malik Madani dan KH Hasyim Muzadi usai acara istighotsah dan doa bersama.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 25 Desember 2017

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Jember, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Untuk menyambut hari lahir sebuah organisasi, biasanya digelar acara formal-ceremonial. Tapi kali ini beda. Sejumlah pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Jember, sejak hari Ahad sampai Selasa (27-30/1) menggelar aksi sosial di alun-alun kota Jember. 

Sebanyak duapuluhan orang pengurus IPNU-IPPNU yang masing-masing membawa kresek plastik, sejak pagi mereka memungut sampah yang berserakan di alun-alun. Aksi sosial tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu hingga mencapai puncak Harlah IPNU-IPPNU tanggal 16-17 Maret mendatang. 

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

“Sekarang pesertanya hanya 20-an orang karena kebetulan ada acara lain yang waktunya bersamaan, tapi hari Minggu depan, bisa bertambah yang bersih-bersih sampah,” tukas Ketua IPNU Cabang Jember, Andre Irawan kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Andre, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan. Apalagi musim penghujan saat ini kerap menyebabkan banjir di mana-mana. Selain rentan menimbulkan genangan air, sampah juga tidak elok dipandang mata. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Makanya kami sepakat untuk kerja bakti tiap hari Minggu, membersihkan sampah  sampah buatan manusia seperti plastik, daun-daun, bungkus dan sebagainya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPPNU Cabang Jember, Hanifatul Maghfirah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dikatakannya, sejauh ini tingkat kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, sehingga membuang sampah seenaknya. 

“Sebenarnya konsepnya sudah jelas, kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi pelaksanaannya sulit,” ucapnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Aryudi A. Razaq 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pahlawan, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Banser Pati Dibekali Wawasan Tiga Tipe Kepemimpinan

Pati, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membekali para anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan berbagai macam tipe kepemimpinan. Wawasan ini menjadi modal dasar bagi para kader untuk terjun dalam organisasi pergerakan seperti GP Ansor.

Pembekalan tersebut di antaranya muncul dalam Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Kecamatan Tayu. "Pemimpin banyak yang muncul dari pendidikan seperti ini, sehingga kami bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah yang diberikan PC (Pimpinan Cabang GP Ansor Pati)," ungkap Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Pati Imam Syafii di kantor PCNU Pati, Selasa (15/3).

Banser Pati Dibekali Wawasan Tiga Tipe Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pati Dibekali Wawasan Tiga Tipe Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pati Dibekali Wawasan Tiga Tipe Kepemimpinan

Seperti yang tampak dalam Diklatsar Banser pada 11-13 Maret di MI Islamiyah Purwokerto, Tayu. Mereka dikenalkan tentang tiga tipe kepemimpinan, antara lain kepemimpinan kharismatik, kepemimpinan demokratis dan kepemimipinan otoriter.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dijelaskan, kepemimpinan kharismatik menitikberatkan pada kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain lewat pembawaannya yang cakap, daya tarik yang konseptual, serta kekuatan energi positif yang dimiliki. Seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan kharismatik akan mempunyai banyak pengikut. Sedangkan kepemimpinan demokratis berorientasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kepemimpinan Demokratis menghargai potensi setiap manusia dalam konsep individual dan memberikan kebebasan berpendapat dalam suatu keorganisasian. Tipe kepemimpinan ini berlawanan dengan kepemimpinan otoriter.

Penentuan arah kebijakan Banser dinilai sudah jelas. Sebagai salah satu unsur dalam badan otonom NU GP Ansor ini bertugas menjaga ulama dan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Banser lahir dari rahim NU dan salah satu badan semiotonom GP Ansor. Jadi wajar kalau Banser berada di bawah komando para kiai," ucap Tim Instruktur Diklatsar Satkorcab Pati. (Hasannudin/Mahbib).



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, IMNU, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 20 November 2017

Pelajar NU Harus Berwawasan Luas

Cirebon, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar seminar pendidikan bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikam Mertapada Wetan Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Sabtu (15/6).

Seminar bertajuk “Terangi Pikiranmu, Luaskan Pengetahuan dan Wawasanmu” ini menghadirkan KH Dr. Abbas Billy Yachsyi, pengasuh pesantren Buntet Cirebon, H Nuruzzaman, PW GP Ansor Jawa Barat, Sobirin Tajam, MA, PCNU Kabupaten Cirebon, dan Mamang Haerudin dari PC IPNU Kabupaten Cirebon.

Pelajar NU Harus Berwawasan Luas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Berwawasan Luas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Berwawasan Luas

Dalam sambutannya, Wahyono, ? ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah IPNU yang mencita-citakan para kadernya untuk berpengetahuan dan berwawasan luas.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Acara ini hadir tak lain bersamaan dengan cita-cita IPNU dan IPPNU kabupaten Cirebon untuk tetap memiliki kader dan anggota organisasi yang cerdas, juga berwawasan luas. Melalui diskusi-diskusi seperti ini maka modal pengetahuan para angota akan semakin bertambah dan berkembang,” ungkap Wahyono.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senada dengan Wahyono, KH Abbas Billy Yachsyi yang berkesempatan menjadi pembicara pertama menjelaskan bahwa generasi penerus NU harus memiliki modal pengetahuan dan wawasan yang tinggi, karena NU ? merupakan jama’ah yang memiliki tradisi yang kuat dalam pergulatan ilmu pengetahuan.

“NU adalah gudang pengetahuan, betapa tidak, saat menimba ilmupun dalam tradisi NU harus memiliki sanad yang jelas, belajar dari siapa, gurunyapun belajar dari siapa, dan seterusnya, sehingga NU cenderung menghasilkan generasi yang matang, tidak sekedar menghafal beberapa ayat Al-Quran dan hadits Nabi yang itu-itu saja,” jelas Kang Babas.

Sedangkan H Nuruzzaman meneruskan bahwa akar radikalisasi atas nama agama maupun kenakalan remaja yang kini tampak marak di Indonesia juga disebabkan oleh pengetahuan dan tingkat keilmuan yang dangkal, maka pendidikan di mata pelajar NU harus menjadi hal yang penting dan diutamakan.

Seminar pendidikan ini diikuti oleh seratusan pelajar NU se-kabupaten Cirebon, tampak peserta yang hadir para siswa maupun siswi dari sekolah menengah tingkat pertama hingga tingkat atas.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 28 Juni 2017

Peduli Pemberantasan Korupsi, Gusdurian Lakukan Aksi

Sleman, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemberantasan korupsi di Tanah Air, Gusdurian Yogyakarta ikut serta dalam aksi “Save KPK” bersama beberapa elemen Yogyakarta, Sabtu (24/1) pagi. Aksi ini digelar di depan Polda DIY Jalan Lingkar Utara Condong Catur, Sleman, Yogyakarta, yang diawali dari Taman Kuliner Condong Catur pada pukul 09.00 WIB.

Peduli Pemberantasan Korupsi, Gusdurian Lakukan Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pemberantasan Korupsi, Gusdurian Lakukan Aksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pemberantasan Korupsi, Gusdurian Lakukan Aksi

"Kemarin, jelas sudah kita melihat secara terang benderang apa yang dilakukan oleh Polri terhadap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kita tidak melihat sosok Bambang Wijayanto, kita sebenarnya juga tidak melihat sosok KPK saat ini, tetapi kita peduli terhadap pemberantasan korupsi," kata Jay Ahmad, Sekretaris Nasional Gusdurian, saat berorasi, Sabtu (24/01).

Ia juga menyampaikan, pihaknya percaya KPK bisa memberantas korupsi. "Kita juga berharap, Polisi Republik Indonesia (Polri) juga ikut untuk memberantas korupsi,” jelasnya dengan lantang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia yakin bahwa Polri masih banyak yang berbuat baik. "Kita masih berharap Polri tetap mendukung pemberantasan korupsi. Karena memang tugasnya. Tugasnya tidak hanya menilang, juga tidak hanya menyeberangkan ibu-ibu, tidak hanya menangkap maling, tetapi? juga menangkap koruptor," tutur Jay.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menegaskan, siapapun akan didukung apabila berpihak pada pemberantasan korupsi, baik itu KPK maupun Polri. Sepanjang aksi, peserta meneriakkan “Save KPK!” dan “Save Indonesia” sebagai pembelaan atas institusi KPK. (Nur Sholikhin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 19 Mei 2017

Futsal Wanita, Ajang untuk Uji Kejujuran dan Teamwork

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth



Staf Khusus Komunikasi dan Kemitraan Kemenpora RI Anggia Ermarini secara resmi menutup Kejurnas Futsal Wanita Kartini Cup 7, Senin (15/5) sore di halaman Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta.?

Futsal Wanita, Ajang untuk Uji Kejujuran dan Teamwork (Sumber Gambar : Nu Online)
Futsal Wanita, Ajang untuk Uji Kejujuran dan Teamwork (Sumber Gambar : Nu Online)

Futsal Wanita, Ajang untuk Uji Kejujuran dan Teamwork

Kejurnas yang bekerjasama dengan Kemenpora ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini, serta agenda rutinan yang mempertandingkan futsal wanita antar perguruan tinggi dan klub futsal. Kejurnas juga memperebutkan Piala Bergilir Kartini dan Piala Kemenpora RI.?

Dalam sambutannya, Anggia mengatakan syarat olahragawan yang keren adalah jujur dan adanya teamwork. "Tidak bisa ada egoisme, akulah yang terbaik, itu tidak bisa. Ini juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu harus ada semangat dan pelatih," tuturnya.?

Menurut Stafsus yang juga Ketum PP Fatayat NU ini, tidak mungkin seseorang bisa menjadi orang hebat tanpa bantuan orang lain. "Jadi harus bekerja secara tim. Apalagi sepakbola wanita adalah tren baru. Kalian semua ini nanti akan menjadi orang hebat dan tunas-tunas pemain futsal untuk Indonesia. Selamat kepada para pemenang. Kalian keren," ujar Anggia.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kejurnas Futsal Wanita Kartini Cup diikuti oleh 16 tim dari berbagai klub futsal wanita. Di antaranya dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Pansa Jogja, LFC Sukabumi, Jaya Kencana, Tifosi Jakarta, Bogorista Angel, dll.?

Juara pertama diraih tim JK Angels dari Tangerang, dan juara kedua oleh Pansa Jogja dari Bantul. Masing-masing mendapatkan Rp9 juta dan Rp7,5 juta. Sementara juara ketiga dan keempat mendapat Rp5 juta dan Rp2 juta. Red: Mukafi Niam

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Doa, Nasional, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 11 April 2017

Ini Doa Cegah Gagal Panen

Mereka yang mengambil profesi sebagai petani tentu akan berharap kerja cocok tanamnya memberikan syukur-syukur hasil yang terbaik. Tidak gagal saja sudah sangat syukur. Pasalnya kegagalan panen berdampak luas selain kerugian pada permodalan.

Selain memberikan pupuk yang cocok dan menjaganya dari gangguan hama, petani juga perlu melakukan upaya lain untuk mengamankan ladang atau lahan pertaniannya seperti berdoa, bersedekah, atau mengadakan selamatan.

Ini Doa Cegah Gagal Panen (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Cegah Gagal Panen (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Cegah Gagal Panen

Berikut ini adalah doa Rasulullah SAW saat salah seorang warga menunjukkan buah kurma yang pertama matang dari ladangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma bârik lanâ fî tsamarinâ, wa bârik lanâ fi madînatinâ, wa bârik lanâ fî shâ‘ina, wa bârik lanâ fî muddinâ.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Tuhanku, berkatilah kami pada buah-buahan kami. Berkatilah kami pada kota kami. berkatilah kami pada gantang kami. berkatilah kami pada alat takar (mud) kami.”

Pada riwayat lain, Rasulullah SAW memohon keberkahan dari hasil panen. Rasulullah membaca doa seperti ini.

? ? ?

Barakatan ma‘a barakatin

Artinya, “Semoga Allah menambah keberkahan berlipat ganda.”

Secara jelas Rasulullah SAW berdoa agar Allah SWT memelihara ladang yang sudah mulai berbuah hingga akhir masa panen dari segala gangguan yang menyebabkan gagal panen. Inilah doanya.

? ? ? ? ? ?

Allâhumma kamâ araitanâ awwalahû, fa arinâ âkhirahû

Artinya, “Tuhanku, perlihatkanlah kepada kami hasil akhir cocok tanam kami sebagaimana Engkau memperlihatkan hasil awalnya.”

Rasulullah SAW membaca doa ini agar salah seorang warga pemilik ladang yang mendatanginya tidak mengalami gagal panen. Kemudian Rasulullah memanggil salah seorang anak kecil yang ada di dekatnya. Beliau kemudian memberikan buah hasil panen pertama yang dibawa petani itu kepada anak tersebut.

Semua doa Rasulullah SAW ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Nasional, Sejarah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 14 Januari 2017

MTs Aswaja Laksanakan Uji Coba UN 2015

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tanggal 17-18 Februari 2015, berdasarkan rapat K3M MTs (Kelompok Kerja Kepala Madrasah MTs) Kota Pontianak, ditetapkan sebagai pelaksanaan uji coba atau Try Out (TO) Ujian Nasional (UN). Artinya, seluruh MTs se-Kota Pontianak melaksanakan uji coba pelaksanaan ujian di madrasahnya masing-masing. 

MTs Aswaja Laksanakan Uji Coba UN 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Aswaja Laksanakan Uji Coba UN 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Aswaja Laksanakan Uji Coba UN 2015

Demikian disampaikan oleh salah anggota K3M MTs se-Kota Pontianak, Sholihin HZ usai rapat, Selasa, (17/2) di Pontianak.

Pria yang juga Kepala MTs Aswaja juga mengatakan, bahwa sekolah yang dipimpinnya juga ikut melaksanakan TO serupa. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Siswa kami beri penguatan dan persiapan untuk lebih matang dalam menghadapi UN,” ujar 

Menurutnya, meskipun hanya TO, inilah gambaran ujian yang sesungguhnya. Dengan jumlah siswa yang maksimal 20 orang tiap ruangannya, dengan dikontrol oleh pengawas, dan suasana yang kondusif membuat anak nantinya diharapkan tidak grogi dan tegang berlebihan. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Khusus tahun ini, MTs Aswaja memasang target harus masuk dalam 10 besar tingkat kota,” tambahnya.

Diantara persiapan yang kami lakukan, tambah Sholihin, selain bimbel yang sudah dimulai sejak November 2014, juga ditambah lagi dengan adanya kelas khusus yakni smart class berupa pembinaan untuk 10 siswa.

“Tentunya juga menggiatkan dengan shalat dhuha dan zikir, mudah-mudahan ini memberikan hasil yang terbaik," pungkas Sholihin HZ. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Berita, Nasional, Nahdlatul Ulama VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 02 Desember 2016

Hukum Shalat Wajib Sebelum Masuk Waktunya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth yang saya hormati, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Kami ingin menanyakan tentang status sembahyang wajib yang dilakukan sebelum waktunya. Sepanjang pengetahuan kami, sembahyang itu harus diulang. Mohon keterangan lebih jelasnya. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Jabir/Palu)

Hukum Shalat Wajib Sebelum Masuk Waktunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Shalat Wajib Sebelum Masuk Waktunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Shalat Wajib Sebelum Masuk Waktunya

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Sembahyang wajib yang lima waktu sehari itu sudah ditentukan waktunya. Kalau terlewat, maka sesorang wajib mengqadhanya, atau membayar utang sembahyangnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun sembahyang yang dikerjakan sebelum waktunya dianggap luput. Hal ini didasarkan pada kaidah fikih yang menyebutkan, bila sesuatu dikerjakan sebelumnya waktunya, maka sanksinya adalah luput. Artinya, ia dinilai belum mengerjakan sembahyang itu.

Sebagai contoh, seseorang mengerjakan sembahyang zhuhur. Ternyata selepas sembahyang, ia sadar bahwa sembahyang zhuhurnya dilakukan jam 10.00 WIB. Maka ia wajib mengerjakan kembali sembahyang zhuhur pada waktunya kelak.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pasalnya, masuk waktu merupakan salah satu syarat sembahyang lima waktu. Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam karyanya pernah menyinggung masalah serupa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “(Syarat kelima sembahyang adalah masuk waktu) mengetahui masuknya waktu sembahyang dengan yakin atau dengan dugaan berdasar ijtihad. Siapa saja yang bersembahyang tanpa mengetahui waktu seperti orang yang bersembahyang begitu saja, maka sembahyangnya tidak sah sekalipun sudah masuk waktu. Sembahyangnya tidak sah karena ketiadaan syarat. Lain soal kalau seseorang sembahyang dengan berijtihad dalam melihat masuknya waktu, kemudian setelah selesai ketahuan bahwa sembahyangnya dilakukan sebelum masuk waktu, maka sembahyangnya dinilai sebagai pembayar utang bila ia pernah keluputan sembahyang sejenis. tetapi ketika ia tidak memiliki utang sembahyang yang sejenis itu, maka sembahyangnya dinilai sebagai pahala sunah mutlak,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Kasyifatus Saja ala Safinatin Naja, Indonesia, Daru Ihya’il Kutub Al-Arabaiyyah, tanpa tahun, halaman 50).

Dari keterangan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa mengetahui masuk waktu merupakan syarat sahnya sembahyang. Dengan demikian keabsahan sembahyang itu bergantung di sini. Di samping itu, sembahyang yang dilakukan sebelum waktunya tidak terhitung sia-sia belaka. Sembahyang itu dihitung sebagai pahala sembahyang sunah. Tetapi bisa juga dianggap sebagai sembahyang qadha atas utang sembahyang yang sejenis dengan sembahyang yang telah dikerjakan sebelum waktunya itu.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 19 Juli 2016

Kebangkitan Ulama untuk Tanah Air

Oleh Fathoni Ahmad

Ulama dinisbatkan kepada seseorang yang ‘alim, mempunyai ilmu agama yang mumpuni, menebar maslahat untuk masyarakat, perangai yang ramah tetapi tegas terhadap setiap kemunkaran, dan akhlak yang baik. Ulama yang produktif dalam beberapa gerakan dan karya selalu menjadikan masyarakat mempunyai daya.

Kebangkitan Ulama untuk Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Ulama untuk Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Ulama untuk Tanah Air

Dalam sejarah emas peradaban Islam, terbukti banyak ulama yang mampu mempelopori berbagai temuan ilmiah di bidang ilmu pengetahuan selain jago berijtihad dalam membaca? nash. Hal ini membuktikan bahwa kebangkitan ulama telah berjalan sejak ratusan abad lalu sehingga saat ini manusia (tak terkecuali bangsa Barat) bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang banyak diinisiasi oleh para ulama tersebut.

Istilah kebangkitan ulama sendiri sebetulnya kurang tepat, karena kebangkitan seolah menyimpan makna bahwa para ulama sebelumnya dalam kondisi terpuruk. Namun demikian, kebangkitan di sini mempunyai arti bahwa tidak semua ulama mempunyai jiwa bangkit untuk mengubah tatanan sosial atau kondisi di sekitarnya.

Itulah mengapa para ulama pesantren di Indonesia yang dikomandoi oleh KH Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947) memilih istilah Nahdlatul Ulama (kebangkitan ulama) untuk organisasinya pada 1926 silam. Namun, dalam sejarahnya, ulama dan NU mempunyai titik awal kebangkitan yang berbeda. Bisa dikatakan, titik awal kebangkitan ulama mewujud dalam perjuangan organisasi bernama NU yang hingga saat ini masih eksis berjuang untuk kepentingan agama, bangsa, dan negara, bahkan dalam skala global.

Simpul yang bisa ditarik dari perjuangan ulama untuk bangkit mengubah tatanan sosial ialah, mereka berusaha menjaga dan merawat tanah air yang berawal dari lingkup lokal. Kondisi dan tatanan kehidupan sosial yang tidak seimbang dan cenderung negatif menggerakkan para ulama untuk melakukan langkah perubahan ke arah yang lebih baik. Tentu selain kewajiban mereka mengamalkan ilmunya setelah bertahun-tahun menimba ilmu di tanah Hijaz, Mekkah dan Madinah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebut saja KH Hasyim Asy’ari, KH Tobagus Muhammad Falah (1842-1972), KH Bisri Syansuri, KH Syamsul Arifin Situbondo, serta ulama-ulama lain di berbagai daerah yang menginisiasi kebangkitan ulama melalui perjuangan mendirikan pesantren di daerah yang terbilang ada dalam kondisi tatanan sosial yang sangat negatif. Begitulah mestinya pijakan awal perjuangan agama, mengubah dari kondisi negatif ke tatanan sosial yang lebih baik dalam bingkai religiusitas komunal, bukan individual.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam sejumlah literatur sejarah, di penghujung abad ke-19, tepatnya pada tahun 1899, KH Hasyim Asy’ari bangkit mendirikan ‘tratak’ (bangunan yang belum sempurna) berukuran sekitar 10x10 meter persegi di Kampung Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, sekitar 8 kilometer di selatan Kota Jombang. Masyarakat mengenal Tebuireng sebagai daerah yang sangat rawan. Pembunuhan, pencurian, perampokan, dan perkelahian hampir terjadi setiap hari. Aroma anyir tatanan sosial tersebut semakin kuat dengan hadirnya tempat-tempat maksiat seperti perjudian, pelacuran, dan mabuk-mabukan di setiap sudut kampung.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah KH Hasyim Asy’ari untuk menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh masyarakat kala itu. Perjuangan mendirikan pondok untuk belajar agama Islam secara mendalam setiap hari mendapatkan rintangan yang beberapa kali mengancam jiwa Kiai Hasyim Asy’ri dan santrinya yang saat itu masih bisa dihitung jari. Melihat kondisi tersebut, Kiai Hasyim merasa perlu mempelajari ilmu bela diri, begitu juga dengan para santrinya.

Akhirnya Kiai Hasyim mengutus seorang santrinya pergi ke Cirebon, Jawa Barat untuk meminta bantuan kepada Kiai Saleh Benda, Kiai Abdullah Pangurangan, Kiai Syamsuri Wanantara, Kiai Abdul Abdul Jamil Buntet, dan Kiai Saleh Benda Kerep. Kelima kiai tersebut merupakan sahabat karib Kiai Hasyim. Mereka dikenal ahli dalam ilmu silat dan sengaja didatangkan ke Tebuireng untuk melatih Kiai Hasyim dan para santrinya.

Ilmu bela diri tersebut terbukti ampuh untuk menghadapi para penjahat yang terus berusaha menggangu aktivitas belajar agama di Pondok Tebuireng. Bahkan, Kiai Hasyim dengan kelembutan akhlaknya mudah saja memberikan pengampunan kepada para penjahat sehingga dengan sendirinya mereka bertobat dan memohon kepada Kiai Hasyim agar dijadikan sebagai muridnya di pondok.

Perjuangan Kiai Hasyim di atas hanya salah satu contoh terhadap banyaknya ulama yang melakukan perjuangan serupa di berbagai daerah meski dalam kondisi masih terjajah oleh Belanda saat itu. Di Jombang sendiri, Kiai Hasyim mampu merangsang tumbuh dan berkembanngnya pondok pesantren di beberapa kampung seperti Denanyar, Sambong, Sukopuro, Paculgowang, Watugaluh, Nggayam, Suwaru, Tegalsari, Banjarsari, Mojodadi, Balonggading, Pojokkulon, Semelo, Dukuhsari, dan Seblak. (Choirul Anam, 1985)

Perjuangan serupa dilakukan oleh ulama asal Banten KH Tobagus Muhammad Falak yang mendirikan Pondok Pesantren Al-Falak pada 1907 di Kampung Pagentongan, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciomas, Kota Bogor. Kemudian KH Bisri Syansuri yang mendirikan Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif di Denanyar pada 1917, KH Syamsul Arifin Situbondo ayah KH Raden As’ad Syamsul Arifin yang mendirikan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah di Desa Sukorejo, Kecamatan Asembagus, Situbondo pada tahun 1910-an.

Ke semua perjuangan ulama tersebut tidak berangkat dari kemapanan tatanan sosial, tetapi justru sebaliknya, dalam kondisi masyarakat dengan perilaku negatif hampir setiap hari. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan ulama mampu membangkitkan masyarakat menjadi lebih baik dan berdaya. Selain itu, pijakan kehidupan masyarakat yang bernama tanah air menjadi kewajiban para ulama untuk menjaga dan merawatnya agar lebih baik.

Semangat menjaga tanah air dari para ulama inilah yang menjadi ‘virus’ positif dalam melakukan langkah awal perlawanan terhadap penjajah yang tidak berperikemanusiaan di tanah air bangsa Indonesia. Pesantren menjadi titik kumpul dimulainya perjuangan membebaskan diri dari kungkungan penjajah. Pemikiran dan sikap kritis tetapi terbuka (inklusif) yang ditanamkan para ulama kepada para santri menjadi motor pergerakan nasional melawan penjajah dalam semangat cinta tanah air (hubbul wathon).

Gelora cinta tanah air ini tidak hanya membakar semangat perjuangan para santri dan umat Islam, tetapi juga para tokoh pergerakan nasional lintas etnis dan agama untuk bersama-sama berjuang mengusir penjajah agar meraih kemerdekaan lahir dan batin. Maka, cinta tanah air menjdi kunci perjuangan seluruh bangsa Indonesia yang saat ini disatukan dengan prinsip agung Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Mari kita jaga!

Penulis mengajar di Fakultas Agama Islam UNU Indonesia (Unusia) Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 12 Mei 2016

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth
Pemerintah diminta melakukan pemboikotan produk-produk Shell dan turunannya, karena perusahaan minyak milik Inggris dan Belanda ini di duga sebagai "biang kerok" terjadinya krisis antara Indonesia dengan Malaysia, melalui konsesi eksploitasi minyak di kawasan blok Ambalat oleh Petronas kepada Shell.

"Mereka jelas jelas hendak mengganggu kedaulatan negara kita dan berusaha mengadu domba kita dengan negara tetangga," ungkap anggota DPR Fraksi Kebangkitan Bangsa (FPKB), Idham Chalid yang dihubungi VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth melalui telpon selularnya, Senin (21/3).

Hal ini tentunya, kata Idham sangat menyinggung perasaan bangsa Indonesia, karena selain penetapan batas perairan Malaysia itu diklaim secara sepihak, juga yang diberi konsesi untuk mengeksploitasi minyak di Ambalat oleh Indonesia pada awal sebenarnya adalah Shell, tetapi ketika tahap eksplorasi mereka gagal dan tidak mendapatkan apa-apa, sehingga kemudian mereka mengalihkan hak-hanya pada ENI Italy dimana mereka kemudian beruntung karena menemukan cadangan minyak sebesar 1 Miliar barel dan cadangan gas sebsar 40 Trilyun kubik kaki. Karena alasan itulah Shell mencoba masuk kembali untuk menggali minyak di kawasan itu melalui Malaysia.

Menurut mantan ketua DPRD Wonosobo ini, Penemuan ini membuat Shell ingin masuk kembali tapi terbentur akibat Indonesia memberikan blok lainnya di East Ambalat  pada Unocal. Sehingga akhirnya Shell pun memamfaatkan Malaysia yang kebetulan sedang merasa percaya diri baik dalam hal ekonomi , politik maupun militer.Selain itu juga mereka memerlukan sumber energy baru untuk negaranya mengingat terbatasnya sumber minyak dan gas di Malaysia dan ini juga yang mendasari Malaysia ikut mengklaim  kepulauan spartly dan paracel termasuk sebagian Natuna yang dimiliki Indonesia.

Karena itu, lanjut Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah ini meminta kepada pemerintah supaya tegas dengan secepatnya melayangkan teguran kepada perwakilan Shell di Indonesia, dan jika tidak digubris juga, mari kita boikot produk Shell bersama-sama. "Ini untuk menjaga kedaulatan dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia dan dalam posisi ini kita harus tegas," katanya bersemangat.

Sekadar di ketahui Petronas memberikan konsesi eksplorasi pertambangan di Blok ND7 dan ND6 di Laut Sulawesi kepada PT Shell, 16 Februari 2005. Padahal Pertamina dan Petronas sudah lama saling mengklaim hak atas sumber minyak dan gas di Laut Sulawesi dekat Tawau, Sabah yang dikenal dengan East Ambalat. Kedua perusahaan minyak dan gas itu sama-sama menawarkan hak eksplorasi ke perusahaan asing (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Santri, Nasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Boikot Produk Shell

Senin, 02 Mei 2016

Sejumlah Manfaat Memiliki Kartanu

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pembuatan Kartanu (Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur telah berlangsung sejak awal Maret ini di beberapa lokasi yang berbeda, disesuaikan dengan koordinasi antarpihak panitia pembuat Kartanu dan sejumlah warga Nahdlyin setempat.

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang Ahmad Samsul Rijal menjelaskan bahwa Kartanu menjadi identitas jam’iyyah yang telah diatur dalam Anggatan Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Anggota dimaksud adalah setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam, baligh, dan menyatakan diri setia terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.

Sejumlah Manfaat Memiliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Manfaat Memiliki Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Manfaat Memiliki Kartanu

“Kartanu sebagai hak anggota secara detail diatur dalam ART Bab III, Pasal 7 ART. Kartanu adalah identitas bersama dalam satu Jam’iyyah NU,” katanya di Jombang, Rabu (9/3) kemarin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sedangkan untuk warga Nahdliyin yang memiliki Kartanu, kata Rijal, terdapat beberapa manfaat dari aspek pelayanan-pelayanan. Di antaranya pelayanan terkait pemahaman keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, informasi, perlindungan, keamanan dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Melekat pada pemilik Kartanu adalah hak untuk dilayani sebagaimana ART NU pasal 7, dan itu bisa diusahakan bersama, yakni pelayanan agama, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, informasi, perlindungan, keamanan dan tradisi Aswaja,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam pelayanan jam’iyah keagamaan, ia menuturkan bisa dilihat dari kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan warga masyarakat. Hal ini hendaknya bisa dilakukan langsung oleh warga NU yang masuk struktur pengurus di masing-masing tingkatan dari anak ranting dan seterusnya.

“Nahdliyin adalah warga taat beragama, mengikuti tradisi keagamaan yang baik dan menyukai majelis-majelis pengajian. Karenanya, struktural NU hingga anak ranting? perlu program pengajian yang langsung diselenggarakan oleh struktural. Inilah pelayanan Jam’iyah,” ungkapnya.

Sedangkan dalam aspek pendidikan, lanjut Rijal, beberapa kampus di Jawa Timur khusussnya sudah memberikan dispensasi biaya melalui Kartanu. Nahdliyyin memandang pendidikan sebagai jalan utama mencapai kebijaksanan dan kemampuan hidup. Dalam konteks ini, problem pembiayaan pendidikan dapat diatasi dengan saling membantu dg cara meringankan dan mendekatkan pelayanan pendidikan.

“Salah satu yang telah diusahan di kampus Unsuri (Universitas Sunan Giri) Surabaya dengan diskon 20 persen dengan kepemilikan Kartanu dan di kampus Unisma (Universitas Islam Malang). Dan yang lain bisa kembangkan pola sama,” ujarnya.

Demikian pula dengan kesehatan dan informasi yang memadai. Membangun pasar dan mengembangkan konsumen adalah manajemen modern dalam bidang ekonomi. “Di Jombang, sementara yang telah diusahakan PCNU Jombang adalah layanan kesehatan di RSNU, RS UNIPDU dan BKIA Muslimat dengan diskon-diskon tertentu,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Nasional, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock