Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

KH Ahmad Shiddiq, Rais ‘Aam PBNU tahun 1984-1991, mengatakan, “Dalam ber-amar ma’ruf dan ber-nahi munkar,watak tawasuth juga tetap menjadi pegangan pokok. Demikian pula dalam pergaulan antara manusia di tengah-tengah masyarakat majemuk. Tawasuth dalam Islam bukanlah hasil dari dialektika tesis dan antitesis yang kemudian menimbulkan sintesis. Tawasuth Islam sudah ditetapkan oleh Allah SWT sesuai “strategi dan skenario agung.

Garapan pokok Islam adalah da‘wah ila-Llâh (ud‘û ilâ sabîli rabbika/wa man ahsana qaulan min man da‘â ila-Lâh, mengajak manusia untuk menempuh jalan Allah, jalan yang diridhai oleh Allah, jalan yang ditunjukkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya. Dengan membawa Islam dan untuk melaksanakan Islam itulah Allah SWT mengutus para Rasul-Nya.

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Shiddiq tentang Tawasuth dalam Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Berbagai macam sarana dapat dipergunakan untuk da‘wah ila-Llâh ini, mulai dari harta benda, tenaga, ilmu, teknologi, wibawa, lembaga sosial dan negara, sebagai salah satu wujud persekutuan sosial plus kekuasaan di dalamnya, juga merupakan salah satu sarana untuk menciptakan tata kehidupan yang diridhai oleh Allah pula, menuju rahmatan lil ‘âlamîn.”

(Penggalan wawancara KH Fahmi D Saifuddin dengan KH Ahmad Shiddiq yang tertuang dalam buku Islam,Pancasila,dan Ukhuwah Islamiyah. Buku yang terbit pertama kali pada tahun 1985 ini merupakan rangkuman dari rekaman wawancara dalam beberapa kali kesempatan sejak sebelum Munas Alim Ulama tahun 1983 hingga jelang Rapat Pleno Gabungan PBNU pada pertengahan tahun 1985)

(Red: Mahbib)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Khutbah, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 26 Februari 2018

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekitar 100 pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa di Peguron Sapu Jagat telah menguasai jurus-jurus di tingkatanya masing-masing, sehingga mereka naik kelas ke tingkat selanjutnya. ?

Para pendekar itu dilantik dengan penyematan tanda anggota Pagar Nusa oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Aizzudin Abdurrahman di Gedung Pariwisata Balekambang, Kramat Jat, Jakarta Timur, Sabtu malam (25/1).

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)
100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat (Sumber Gambar : Nu Online)

100 Pendekar Pagar Nusa Peguron Sapu Jagad Naik Tingkat

Guru Besar Peguron Pencak Silat Sapu Jagat Gus Yusuf Cokro Santri, mengatakan 100 peserta itu terdiri dari tingkat dasar yang masuk ketingkat pertama dan tingkat pertama yang masuk ke tingkat kedua. “Di tingkat dasar pengenalan jurus-jurus elementer Pagar Nusa atau istilahnya pencak silat sebagai busaya,” katanya kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Di Peguron Silat Sapu Jagad, kata Cokro, diwajibkan menguasai jurus-jurus Pagar Nusa. Di samping itu ada jurus-jurus tersendiri yang merupakan kreasai peugron tersebut.

Cokro lebih lanjut menerangkan, dari 100 pendekar itu, ada 20 peserta pendidikan dan latihan untuk melatih. Mereka berasal dari Lampung. “Di Lampung Peguron Sapu Jagat memiliki 15 cabang. 20 orang berlatih jurus-jurus sesuai KTSP Pagar Nusa,” tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Cokro, anak-anak muda sekarang masih meminati seni bela diri pencak silat, “Dari 100 peserta itu mulai dari usia SD sampai perguruan tinggi,” katanya.

Ia juga menerangkan dari 100 pendekar itu 30 orang di antaranya adalah mahasiswa dan mahasiswi Thaliand yang sedang belajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama, Kedoya Jakarta Barat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Khutbah, RMI NU VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 24 Februari 2018

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Meski dalam situasi darurat asap dan jarak pandang hanya 100 meter, GP Ansor Kampar tetap melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ke-2 di desa Mukti Sari kecamatan Tapung kabupaten Kampar, Sabtu (26-27/9). Peserta yang berjumlah 101 orang terlihat tetap antusias mengikuti rangkaian materi.

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kampar Gelar PKD di Tengah Darurat Asap

Sebagai antisipasi gangguan kesehatan akibat asap, panitia menyediakan masker kendati sebagian dari mereka memilih tidak memakainya.

Instruktur PKD GP Ansor Purwaji mengatakan bahwa Ansor adalah kawah candradimuka bagi kader-kader Ansor yang nantinya disiapkan menjadi penerus kepemimpinan NU di masa datang. “Karena itu kader Ansor dituntut kreatif, aktif, disiplin, efisien, dan rasional.”

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia juga menegaskan bahwa NU adalah organisasi warisan Wali Songo dan pendirinya juga adalah para wali demi menjaga ajaran Ahlusunnah wal Jamaah di Nusantara. Karena itu mengurus NU melalui GP Ansor insya Allah akan mendatangkan berkah dalam kehidupan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Agar benar-benar berkah, kita harus biasa mau berkorban untuk Ansor dan NU. Jangan khawatir tidak makan karena ngurusi NU, sebab ini organisasi benar-benar warisan para wali," kata Purwaji yang pernah mengikuti TOT Instruktur Nasional GP Ansor angkatan pertama itu.

PKD ke-2 ini terselenggara berkat usaha pengurus PAC GP Ansor Tapung, Wahid Arbain, dan iuran jamaah. Hebatnya, selama dua hari jumlah nasi bungkus sumbangan ibu-ibu Muslimat NU selalu berlebih.

“Gotong royong semacam itu adalah kekuatan NU sejak dulu,” kata Purwaji. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kajian Islam, Ahlussunnah, Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 17 Februari 2018

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penembakan di Papua yang mengakibatkan 8 personel TNI dan 4 warga sipil meninggal dunia, serta 5 orang lainnya menderita luka.

NU mendesak aparat keamanan segera menuntaskan permasalahan tersebut, namun tidak dengan cara-cara represif. 

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Selesaikan Masalah di Papua Secara Persuasif

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengatakan peristiwa penembakan kali ini menambah panjang daftar kekerasan di Papua. Polisi dan TNI sebagai aparat penegak hukum diminta secepatnya mengambil langkah bijak penyelesaian. 

"Siapapun pelakunya, kelompok separatisme atau yang lain dengan tujuan tertentu, (penembakan) ini adalah kriminal. Pelakunya harus segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tegas Kiai Said di Jakarta, Jumat ( 22/2/2013). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Said juga mengungkapkan rasa dukacita dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban penembakan tersebut. "Atas nama pribadi dan seluruh Nahdliyin, kami ikut berdukacita. Semoga Allah mengampuni dosa seluruh korban, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," lanjutnya.  

Untuk penuntasan masalah kekerasan di Papua, Kiai Said meminta agar tidak dilakukan dengan mengedepankan cara-cara kekerasan. Ruang dialog sebagai sarana mengurai permasalahan dan menemukan jalan keluar disarankan untuk diperbanyak digelar. 

"Pemerintah pernah sukses menerapkan cara-cara itu di Aceh. Di Papua karakteristiknya tidak jauh berbeda. Jadi saya minta Pemerintah membuka sebanyak-banyaknya ruang dialog, libatkan masyarakat setempat untuk mencari jalan keluar terbaik," urai Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekah, ini. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menjadi satu agenda dalam penuntasan masalah di Papua, Kiai Said juga mendesak Pemerintah untuk segera merealisasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. PBNU diakuinya pernah menerima aduan masyarakat Papua perihal kesenjangan kesejahteraan tersebut. 

"Papua sangat kaya, tapi masyarakatnya tidak merasakan itu secara utuh. Ini juga menjadi PR Pemerintah untuk segera diselesaikan, sekaligus menjadi salah satu cara penyelesaian masalah kekerasan," pungkas Kiai Said. 

Seperti diberitakan, peristiwa penembakan terjadi di dua lokasi berbeda di Papua. Pertama terjadi di posko Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, yang menewaskan  seorang personel TNI atas nama Pratu Wahyu Prabowo.

Penembakan kedua terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. 7 personel TNI tewas dalam peristiwa tersebut, yaitu Sertu Ramadhan, Pratu Edi, Praka Jojo Wiharja, Pratu Mustofa, Praka Wempi, Sertu Udin, dan Sertu Frans. Dalam perkembangannya 4 warga sipil juga menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini.

 

Redaktur: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, IMNU, Syariah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 10 Februari 2018

Agus Sunyoto Berbicara Tradisi Lebaran dan Sejarah Ketupat, Seperti Apa?

Setiap tiba Hari Raya Idul Fitri, masyarakat muslim di Indonesia mengisinya dengan beragam kegiatan, seperti mudik ke kampung halaman, membagikan makanan, dan ziarah kubur. Dipandang dari segi kebudayaan, tradisi tersebut tidak berasal dari Arab, negara di mana agama Islam berasal.

Budayawan dan Sejarawan Agus Sunyoto, memiliki perspektif tersendiri. Terkait hal itu, Kontributor VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kendi Setiawan mewawancarai kiai yang juga Ketua Lesbumi PBNU tersebut.?

Agus Sunyoto Berbicara Tradisi Lebaran dan Sejarah Ketupat, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto Berbicara Tradisi Lebaran dan Sejarah Ketupat, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto Berbicara Tradisi Lebaran dan Sejarah Ketupat, Seperti Apa?

Soal Lebaran Idul Fitri ini, kalau kita amati terutama masyarakat Jawa sangat heboh misalnya dengan agenda beli baju baru dan pulang kampung. Ini bagaimana asal muasalnya?

Ini sebenarnya pengaruh China. Sebelum warga pribumi memeluk agama Islam, orang China yang tinggal di Majapahit sudah memeluk Islam lebih dulu. Di China sana ada kebiasaan kalau lebaran pulang kampung. Termasuk menyulut petasan, bagi-bagi angpao, itu kan pengaruh Bangsa China. Kita sekarang menganggap Bangsa China itu beragama Konghucu. Padahal sebelum pribumi menjadi muslim, Bangsa China sudah menjadi muslim lebih dahulu.

Tradisi-tradisi yang mereka selenggarakan selama beratus-ratus tahun di Indonesia mempengaruhi orang Indonesia.

Apakah pengaruh tersebut ada sisi baiknya?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pasti, pasti ada sisi baiknya. Tradisi pulang kampung lebaran membuat orang bersilaturahim. Orang yang bermusuhan dan berada di tempat jauh dapat menjalin silaturahim. Juga orang-orang dari desa terangkut ke daerah baru sebagai pekerja. Jadi ini dilihat dari interaksi sosial mereka. Hampir sebelas bulan uang beredar hanya di Ibu Kota. Selama Idul Fitri, atau sekitar 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah Idul Fitri, uang beredar sampai ke desa-desa. Dari situlah devisa itu menyebar.

Jadi tradisi lebaran ini lebih banyak sisi positifnya?

Saya kira banyak sisi positifnya. Sisi positif atau negatif kan tergantung ada manfaatnya atau tidak. Tradisi itu berkembang tergantung pendukung tradisi, bila merugikan dan tidak bermanfaat, ya ditinggalkan saja. Selama ini masyarakat masih konsen dengan tradisi ini. Dari tingkat atas sampai bawah masih akrab dengan halal bihalal. Ini memang sesuatu yang baru yang tidak ada di tempat lain.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tradisi yang khas dan tidak ada di tempat lain juga adalah membagi-bagikan makanan. Negara Indonesia itu negara yang berlimpah makanan. Karena itu dalam kosakata di bahasa Melayu, Bali dan bahasa daerah lainnya tidak ditemukan kosakata yang sama artinya dengan ‘miskin’. Kosakata ‘miskin’ itu asalnya dari bahasa Arab. ‘Fakir’ juga dari bahasa Arab.?

Di Indonesia peristiwa apa pun diperingati dengan membagikan makanan. Sudah naluri orang Indonesia. Orang baru melahirkan anak, semua tetangga diundang untuk makan; kemudian setelah tujuh hari ada lagi makan bersama. Lalu setelah anak mengalami fase puput puser (mengeringnya kulit atau ujung pusar pada bayi) ada doa-doa. Nanti ada selapanan, makan-makan lagi. ? Wilayah Indonesia itu tidak ada gurun, jadi tidak ada kemiskinan. ? Ya aslinya Indonesia tidak ada orang miskin, karena negara ini berlimpah makanan.?

Lebaran Idul Fitri juga sama. Jangankan Idul Fitri, pada malam likuran di bulan puasa juga orang-orang sudah berbagi makanan. Ini wujud kesyukuran orang Indonesia. Hanya saja mental orang Indonesia yang sering memiskinkan diri. Padahal aslinya kaya, terbukti dengan saling berbagi makanan. Di kota Malang tempat saya tinggal, di beberapa titik muncul pasar takjil selama bulan Ramadhan, dan selalu habis.

Nah, kalau tradisi membuat ketupat itu bagaimana?

Itu asli sini (Indonesia). Di luar negeri tidak ada. Itu sebetulnya diambil dari satu hadits. Man shoma ramadhana tsumma atba‘ahu syi’ta minsyawwalin fakaana shama kasiyaamidahron. (Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti telah berpuasa selama setahun penuh).?

Orang yang berpuasa seperti itu disebut kafah atau kafatan, artinya sempurna. Nah, orang Indonesai menyebutnya kupat (ketupat). Itu sebabnya orang Indonesia setelah berpuasa Syawal, ada hari raya ketupat, artinya hari raya sempurna.

Bila diamati dari satu sisi tradisi Idul Fitri itu kadang-kadang membuat orang seperti berbuat pamer. Antisipasinya bagaimana bagi orang Muslim?

Sebetulnya budaya pamer itu adalah ciri masyarakat petani. Ahli Antropologi dan ? Sosial pasti tahu bahwa masyarakat petani ketika panen ingin memamerkan hasil kerja mereka. Kita tidak mendapati budaya pamer di kota-kota besar, seperti di Surabaya pamer itu tidak ada. Di desa-desa kuat dengan karakter pamer. Itu yang memang harus diluruskan. Tapi memang dari hal ini lebih banyak sisi positinya, seperti pengembangan ekonomi.

Jadi bisa dikatakan dalam perayaan Lebaran Idul Fitri banyak pertunjukan budaya, begitu?

Ya, itu ekspersi orang setelah hampir setahun penuh sibuk bekerja. Juga sebagai ungkapan kerinduan kepada tanah leluhur. Satu hal yang terjadi juga menjelang Idul Fitri atau pada Hari Raya Idul Fitri itu ada ziarah kubur. Saya saja yang sekarang tinggal di Malang harus balik ke Surabaya untuk menziarahi makam bapak, kakek, dan nenek. Semua orang saya rasa begitu, itu yang tidak bisa dicegah. Dan saya kira bagi NU ini tidak masalah, justru tradisi-tradisi lebaran seperti ziarah kubur ini memperkuat NU.

(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 09 Februari 2018

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

Tuban, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Setelah sukses dengan kegiatan doa bersama yang melibatkan 3000 pelajar dan pelatihan yang diikuti perwakilan peserta dari 13 kecamatan di Tuban, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menggelar puncak acara hari lahir IPNU-IPPNU dengan Jambore Pelajar dan Santri.

Kegiatan yang dihelat 22-24 April 2016 di Mangrove Center Kecamatan Jenu, Tuban, ini diikuti oleh 250 pelajar dan santri di kabupaten setempat. Para kader muda NU tersebut bersaing secara sehat di 10 cabang perlombaan, antara lain Voli Bersarung, Menyanyikan Mars IPNU-IPPNU, Pelajar Cerdas, Duta Pelajar NU, Duta Terfavorit, Stand Up Comedy, Yel-Yel, Masak, Tapak Kemah, dan Kekompakan.

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tuban Pungkasi Harlah dengan Jambore

“Jambore kali ini lebih fresh karena diadakan stand up comedy juga. Ternyata rekan-rekanita IPNU-IPPNU juga jago dalam open mic dan bisa membuat orang lain tertawa lepas dengan guyonannya,” ungkap Falahuddin, ketua PC IPNU Tuban.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebanyak 250 peserta ikut dalam jambore bertema “Cetak Jiwa Kader Militansi Ummah, Menuju Pelajar Pembaharu yang Religius” itu dan terbagi dalam 12 kelompok IPNU dan 13 kelompok IPPNU yang merupakan delegasi dari 12 kecamatan, yaitu Merakurak, Bangilan, Plumpang, Tuban kota, Montong, Kerek, Rengel, Widang, Grabagan, Soko, Palang, dan Semanding.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Puncak Harlah IPNU-IPPNU ini juga melibatkan 14.697 pengguna akun media sosial facebook yang berpartisipasi dalam pemilihan duta pelajar terfavorit. “Pemilihan duta pelajar terfavorit kita laksanakan via FB, dan ternyata terjadi peningkatan animo masyarakat yang cukup besar dalam pemilihan duta terfavorit. Tahun lalu jumlah like hanya sekitar 5940, sekarang sampai melebihi 14.500 like,” ungkap Falahuddin.

 

Setelah menggelar berbagai cabang perlombaan yang dikemas dalam perkemahan selama 3 hari, PAC Montong menyabet predikat juara umum karena mendapatkan juara 1 di 5 cabang perlombaan.

“Jambore ini bukan ajang untuk menang-menangan, tapi ini ajang silaturahim antar-PAC agar lebih saling mengenal dan mampu membangun IPNU-IPPNU Tuban semakin solid,” kata Falahuddin.

Ia berharap kelak seluruh PAC IPNU-IPPNU dan para peserta bisa melanjutkan tonggak estafet IPNU-IPPNU di Tuban. “Selamat bagi para pemenang dan bagi yang belum menang jangan rendah diri. Tetaplah semangat dalam belajar, berjuang, dan bertaqwa,” tambahnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 23 Januari 2018

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan”

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pimpinan Pusat Fatayat NU membedah buku ‘Gus Dur di Mata Perempuan’ terbitan Gading, Yogyakarta. Mereka bersama para aktivis di Yogyakarta, mencoba mengkaji buku yang akan dipasarkan pada 2015 mendatang di Pendopo Hijau Yayasan LkiS, Yogyakarta, Sabtu (6/12).

Buku setebal 294 halaman itu berisi pengalaman persinggungan para penulis dengan KH Abdurrahman Wahid. Mereka berasal dari pelbagai latar belakang. Para penulis kebanyakan memiliki pengalaman-pengalaman personal dengan kiai nyentrik itu.

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluncuran Buku “Gus Dur di Mata Perempuan”

Hadir sebagai pembicara pada peluncura buku ini salah seorang kontributor Ciciek Farha dan pengurus Fatayat NU Yogyakarta Maghfiroh Rahayu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Rahayu, buku ini memberikan perspektif baru dalam memandang sosok Gus Dur. Sebab buku-buku yang membahas tentang sosok Gus Dur kebanyakan ditulis oleh kalangan lelaki. Padahal semasa hidupnya Gus Dur lantang berjuang untuk membela kaum yang diperlakukan tidak adil, termasuk perempuan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara garis besar, kata Rahayu, buku ini menjelaskan dua hal mengenai keterkaitan Gus Dur dengan isu-isu perempuan di level kebijakan dan praktek.

“Pada Munas NU 1997 di Lombok, Gus Dur mengeluarkan keputusan mengenai bolehnya perempuan menjadi pimpinan,” ujar Rahayu mencontohkan kebijakan Gus Dur. Keputusan ini sangat penting bagi kalanga perempuan.

Sementara Ciciek lebih mengenalkan sosok Gus Dur kepada anak-anak di kampung halamannya. Menurutnya, mengenalkan Gus Dur bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan permainan engrang dan musik.

“Selama ini engrang sering diasumsikan sebagai permainan anak laki-laki. Tapi di kampung halamannya, permainan ini dilakukan oleh semua anak-anak tanpa memandang jenis kelamin,” kata Ciciek. (Sarjoko Subejo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, AlaNu VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 13 Januari 2018

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Magelang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial santunan ahli waris, luka berat, dan logistik korban banjir bandang Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Bantuan secara simbolis diberikan di Aula Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah.

Total bantuan yang diberikan sejumlah Rp321 juta terdiri dari santunan kematian bagi 13 ahli waris korban meninggal sebanyak Rp195 juta, korban luka sejumlah Rp15 juta kepada tiga orang, dan bantuan logistik sejumlah Rp116,5 juta.?

Selepas penyerahan bantuan, Khofifah dan rombongan langsung menuju titik lokasi bencana menggunakan motor trail sejauh kurang lebih 3 kilometer. Khofifah dibonceng salah seorang personel wanita Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kondisi jalan yang terjal, sempit, dan licin cukup membuat Mensos dan rombongan kerepotan.?

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Khofifah menyempatkan menyambangi dapur umum lapangan (Dumlap) yang menyediakan makanan bagi para pengungsi. Setelah itu, Ia mengunjungi Pondok Anak Ceria (PAC) yang didirikan Kementerian Sosial.?

Di tempat tersebut Khofifah mengajak anak-anak korban banjir bandang bermain dan bersholawat. Khofifah juga membagikan mainan dan makanan ringan untuk menghibur anak-anak tersebut.?

"Apa yang bapak ibu rasakan, saya juga turut merasakan. Semoga kejadian seperti ini (banjir bandang-red) tidak berulang kembali. Bagi keluarga korban meninggal semoga diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran. Semoga khusnul khatimah," tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk segera bangkit dari kejadian duka banjir bandang ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Banjir bandang adalah salah satu ujian dari Tuhan. Jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insyaallah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah," imbuhnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Lomba, Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 09 Januari 2018

Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mengisi acara bulan Ramadhan yang penuh berkah, Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) Kota Pekalongan mengadakan kegiatan pesantren aswaja selama 11 hari.

Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Ramadhan, Jatman Gelar Pesantren Aswaja

Acara yang berlangsung di Pesantren Al Mubarok Medono Pekalongan berlangsung tanggal 28 Juli s/d 7 Agustus 2012 dengan materi bahasan utama membaca kitab karya Hadratus Syech KH. Hasyim Asyari Rais Akbar Nahdlatul Ulama.

"Pesantren Aswaja yang secara khusus mengkaji tentang berbagai amalan Nahdlatul Ulama tidak saja menjadi tanggung jawab NU, akan tetapi tanggung jawab kita semua, termasuk Jatman," ujar Mujib Hidayat Ketua Jatman Pekalongan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan, dalam pesantren ini peserta terbuka untuk umum dalam upaya memberikan bekal secara konprehenship tentang berbagai amaliyah NU selama ini. Dengan pembekalan ini, warga nahdliyyin dapat mengetahui dengan benar, bukan lagi katanya, sehingga jika ada persoalan di tengah tengah masyarakat yang berkait dengan amaliyah NU, kita bisa menjawab dengan disertai dalil yang qothi.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan pesantren yang dilaksanakan setiap hari mulai jam 21.00 - 24.00 diikuti tidak kurang dari 250 peserta utusan dari MWC dan Ranting NU se Kota Pekalongan, kalangan mahasiswa dan masyarakat umum di Kota Pekalongan.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan H Ahmad Rofiq menyambut baik prakarsa Jatman Kota Pekalongan untuk mengadakan kegiatan pesantren aswaja. Pasalnya, kegiatan pemahaman aswaja memang harus terus menerus dilakukan kepada warga nahdliyyin. 

Dikatakan, jika tempo hari PCNU telah memulai dengan melakukan pengkaderan kepada 500 warga nahdliyyin, kini telah ditindaklanjuti oleh beberapa takmir masjid untuk melakukan hal yang sama.

Dalam tausiyahnya Habib Muhammad Luthfy meminta kepada Jatman untuk mengadakan kegiatan kajian aswaja tidak hanya di bulan ramadhan saja, akan tetapi di luar ramadhan kegiatan ini dapat dilaksanakan, alangkah lebih baik jika setiap dua bulan sekali ada kegiatan sejenis dengan peserta yang berbeda.

Rais Am Idaroh Aliyah Jatman berpesan kepada peserta agar menekuni kegiatan kajian ini hingga selesai, hal ini sangat diperlukan mengingat tantangan dan persoalan warga nahdliyyin ke depan jauh lebih berat dan komplek. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PK

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Humor Islam, Daerah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 06 Januari 2018

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Produk pemutih wajah agar terlihat cantik dengan cara instan bisa dipastikan terdiri dari bahan berbahaya. Untuk mengetahui keamanan produk pemutih yang dipakai, Kepala Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo dr Silvy Rahmah Yanthy menganjurkan konsumen untuk mengecek komposisi atau bahan yang digunakan tersebut.

Yang perlu dihindari adalah merkuri atau hydroquinon. Karena bahan yang mengandung merkuri bisa menimbulkan kanker kulit.

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bahaya Bahan Pemutih Kecantikan Secara Instan

"Cantik, penilaian yang hampir setiap wanita mendambakannya. Cantik luar, cantik dalam, dan sekarang, ‘maju mundur’-pun harus tetap cantik. Namun, jika produk yang digunakan bisa memutihkan dalam hitungan 2 hingga 4 pekan. sudah memberikan dampak yang berarti, artinya bahan tersebut perlu dicek komposisinya," kata dr Silvy, Sabtu (30/7).

Menurutnya, hydroquinon ini biasanya digunakan dalam produk penghilang flek-flek hitam pada kulit wajah. Namun, untuk hydroquinon ini juga sebaiknya dihentikan pemakaian bila hasil yang diinginkan sudah dicapai. Sebab, batas maksimum hydroquinon yakni 2 persen. Bila lebih dari itu sebaiknya dihindari.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Silvy menyatakan, pemutih yang banyak beredar di pasaran umumnya bekerja dengan menghambat atau membatasi produksi melanin (pigmen penggelap warna kulit). Padahal, zat melanin mempunyai peran penting dalam menghalangi perusakan kulit oleh sinar UV matahari. Perusakan kulit oleh sinar UV matahari bisa membentuk sel kanker. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Meme Islam, Ubudiyah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 24 Desember 2017

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Toleransi bisa dibangun dari hati yang bersih. Karena hati yang bersih merupakan sumber energi positif untuk melakukan apa saja. Jika kesadaran tanpa dibarengi dengan hati yang bersih itu nonsense.

Demikian disampaikan budayawan D. Zawawi Imron saat mengisi seminar bertema “Toleransi Kebangsaan; Membumikan Nilai-Nilai Kerukunan dalam Konteks Keindonesiaan” di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (07/12).

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

D Zawawi Imron: Toleransi Dibangun dari Hati yang Bersih

“Berpikirlah kamu dengan hati yang bersih, maka kebaikan akan selalu menyelimuti hatimu,” lanjutnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Toleransi, jelas Zawawi, adalah kesadaran untuk berbeda. Lalu ia menjelaskan tentang dua macam kesadaran menurut Rendra, yakni kesadaran alam dan kesadaran kebudayaan.

Kesadaran alam merupakan kebudayaannya budaya massa, dimana ciri-cirinya adalah orang dapat dimobilisasi, mengikuti pemimpin dengan taqlid buta, dan menganggap kelompok lain salah, yang benar hanyalah kelompoknya sendiri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sedangkan kesadaran kebudayaan merupakan kesadaran yang memiliki daya budi, dimana kesadaran tersebut terdapat pada warga Negara. Adapun cirinya adalah kritis dan jika benar maka akan diakui benar, dan jika salah maka akan diakui salah, entah itu berasal dari kelompoknya sendiri maupun kelompok lain di luarnya.?

“Sekarang kita mau pakai yang mana? Jangan takluk pada alam dan dikuasai oleh alam, dan yang jelas, kesadaran kebudayaan sudah dimiliki oleh nenek moyang kita,” tandas.

Kemudian penyair asal Sumenep, Madura, itu pun memberikan perumpamaan lebah dan lalat. Lebah dan lalat merupakan dua hewan yang suka menempel pada sesuatu, namun keduanya berbeda dalam wilayah yang ditempelinya.

Naluri lebah adalah hinggap di sesuatu yang harum. Ia suka menempel pada bunga-bunga, dan nantinya apa yang dikeluarkan juga merupakan sesuatu yang baik, yakni madu. Berbeda dengan naluri lalat yang akan menempel pada sesuatu yang kotor dan bau, seperti sampah.

“Manusia itu lebih mulia daripada lebah dan lalat, kenapa tidak mencontoh lebah? Jika makan, ia akan makan dan hinggap pada yang baik, dan apa yang dia keluarkan juga baik dan bermanfaat. Allah saja sopan jika bertanya pada manusia, mengapa manusia tidak bisa sopan terhadap sesamanya?,” ujar Zawawi siang itu.

Selain D. Zawawi Imron, hadir pula sebagai pembicara, Muhammad Mustafid, Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara, dan Augustina Elga Joan Sarapung, perwakilan Institut Dialog Antar Iman di Indonesia (Interfidei). Seminar tersebut diadakan oleh CSS MoRA, bekerjasama dengan berbagai lembaga. (Dwi Khoirotun Nisa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Tegal, Khutbah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 15 Desember 2017

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih

Purworejo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Ratusan kader dari region PMII Danyang Sumbing yang meliputi cabang Purworejo, Wonosobo, Temanggung, dan Magelang menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Purworejo, Kamis (17/4) malam. Mereka mengajukan empat poin petisi yang ditujukan untuk para caleg terpilih dalam pileg beberapa pekan lalu.

Koordinator aksi Muhammad Arifin mengatakan, aksi damai di depan gedung DPRD ini dilandasi atas keprihatinan mahasiswa terhadap maraknya politik uang yang terjadi pada pileg beberapa waktu lalu.

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih

“Hampir seluruh caleg kemarin menggunakan uang untuk membeli suara agar menang,” kata Arifin yang memandu ratusan kader PMII berkumpul di trotoar jalan protokol depan gedung DPRD.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keadaan itu, menurutnya, sangat memprihatinkan. Karena, politik transaksional rawan membuka keran kejahatan korupsi. Jika keadaan ini dibiarkan tanpa pengawalan aktifis mahasiswa, kami khawatir rakyat akan semakin sengsara.

Empat poin petisi berisi tuntutan DPRD untuk bekerja maksimal bagi masyarakat, tuntutan agar produk-produk DPRD harus prorakyat, menentang segala bentuk kejahatan korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan komitmen PMII untuk mengawal anggota dewan lima tahun ke depan,  terus Arifin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Petisi yang telah ditandatangani empat ketua pimpinan cabang PMII itu akan diserahkan kepada anggota dewan periode 2014-2019 usai mereka dilantik.

Tepat di depan plang DPRD, mereka membentuk barisan melingkar di mana di tengah barisan dinyalakan 54 buah lilin dan tumpeng sebagai penanda 54 tahun PMII.

Sementara itu, Ketua PC PMII Wonosobo Saman dalam orasinya mengatakan, komitmen PMII untuk mengawal birokrasi tersebut merupakan roh perjuangan dan komitmen pergerakan sebagai wujud kesetiaan terhadap rakyat.

“Refleksi 54 perjalanan PMII yang harus selalu dibenamkan dalam benak kader pergerakan adalah semangat menemani rakyat tertindas karena kesewenang-wenangan para penguasa. Semangat itu yang harus senantiasa membara dalam benak kita,” tandas Saman.

Aksi damai ini ditutup dengan doa untuk anggota dewan yang baru terpilih. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, AlaSantri VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 Desember 2017

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad

Peringatan Resolusi Jihad NU 22 Oktober 2015 digelar meriah oleh PBNU di Tugu Proklamasi, Jakarta. Momen tersebut juga menjadi acara penyambutan pucak perjalanan Kirab Hari Santri Nasional yang dilaksanakan sejak tanggal 18 dari Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. Pagi itu Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo yang datang bersama pasukan khusus dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, memberikan orasi di hadapan para kiai, perwakilan ormas-ormas Islam, serta ribuan pelajar dan santri dari berbagai daerah. Berikut transkripsi lengkap pidato Gatot yang disampaikan menjelang peresmian Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada siang harinya di Masjid Istiqlal:

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Yang terhormat,

Ketua-ketua umum ormas Islam

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Transkripsi Lengkap Pidato Panglima TNI pada Peringatan Resolusi Jihad

Tokoh tokoh lintas agama

Para pejabat pemerintah daerah dan para pejabat TNI Polri.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Para Ulama-Santri segenap para alim ulama para Kiai, hadirin undangan yang bebahagia.

Tidak ada yang pantas kita ucapkan selaian puja dan puji syukur kehaditrat Allah Swt. Karena hanya ats kuasa dan ridhonya kita dapat hadir dalam acara oerungatan 70 Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama di Tugu Proklamasi yang memiliki nilai stratagis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam kesempatan ini perlu saya jelaskan, mengapa begitu saya diundang saya hadir di sini. Saya datang tidak sendirian, saya datang dengan dengan pasukan-pasukan khusus. Ada Kopasus, ada Marinir, ada Paskas, ada Kostrad, ada Armed.

Ini untuk mengingatkan genrai uda, bahwa perjuangan bangsa sejak proklamasi kemerdekaan tidak dilakukan oleh TNI, tetapi yang merebut kemerdekaan adalah seluruh komponen bangsa, termasuk para ulama. Setelah merdeka baru TNI lahir. Jadi yang memerdekaan bangsa Indonesai bukan TNI, tetapi bapak-ibu kandung TNI, sehingga TNI adalah anak kandung raya.

Karena sejarah mencatat rangkaian peristiwa ini, bersentuhan langsung dengan kedaulatan Republik Indonesia, Terdapat 4 peristiwa penting yang saling memengaruhi dan saling menguatkan yaitu: peristiwa tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. 5 Oktober hari pembentukan TKR sekarang TNI. 22 Oktober sebagai hari dicetuskannya Resolusi Jihad NU. Dan 10 November pecahnya perang di Surabaya yang kita kenal sebagai hari pahlawan hanya dalam hitungan empat bulan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap semangat dan motivasi yang ditunjukkan para santri sebagai generasi muda bangsa yang terus memilihara dan meneguhkan komitmennya terhadap perjuangan para pahlawan serta kecintaan pada tanah air, salah satunya diwujudkan pada gerak jalan memperingati Resolusi Jihad yang menempuh jarak ratusan kilometer diawali dari tugu pahlwan di Surabaya dan sampai di tugu proklamasi di Jakarta.

Hadirin undangan, peserta gerak jalan yang berbahagia.

Setelah tujuh puluh tahun berlalu, hikmah dan pelajaran yang diperoleh dari peristiwa Resolusi Jihad antara lain: bahwa perjuangan melawan penjajah saat itu, terkait erat dengan Resolusi Jihad yang dkumandangkan oleh rais akbar NU KH. Hasyim Asyari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Bangsa penjajah tidak rela negeri ini merdeka sehingga berusaha untuk menguasia kembali tanah air kita. NICA membonceng sekutu untuk menguasai tanah air Indoesia, namun hal itu diketahui oleh para pejuang kemerdekaan dan ditindaklanjuti dengan merapatkan barisan untuk menolak kedatangan kolonialis.Untuk itu para santri berkumpul di seluruh wilayah, Jawa, Madura, seluruh Jawa mereka mengatur langkah strategi perjuanangan sebagai kewajiban mempertahankan tanah air dan bangsanya.

Peran KH Hasyim Asy’ari

Dan pada tanggal 17 September 1945, Presiden Sokarno, memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam kepada KH. Hasyim Asyari, sehingga KH. Hasyim Asyari mengeluarkan sebuah fatwa jihad yang berisikan jihad bahwa perjuangan membela tanah air adalah merupakan jihad fi sabilillah.

Dan selanjutnya menilai situasi di sekitar Surabaya Jawa Timur, atas pemikiran Mayor Jenderal TKR pada waktu itu, Mustopo, sebagai komandan sektor perlawaan Surabaya, bersama Sungkono, Bung Tomo dan tokoh-tokoh Jawa Timur menghadap KH. Hasyim Asyari untuk melakukan perang suci atau jihad dengan sasaran mengusir sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjend Mallaby untuk menunjukkan eksistensi adanya perlawanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Mengapa demikian, karena pada saat memprokalamasikan kemerdekaan republik Indonesia 17 Agustus 1945, banyak bangsa-bangsa dunia dan PBB belum yakin apakah perjuangan kemerdekaan bangsa ini diberi hadiah oleh penajajah ataukah perlawanan rakyat. Untuk itu makna perjuangan 10 November mempunyai makna yang luar biasa, bahwa bangsa Indonesia bukan diberi tapi melawan mengusir penjajah. Maka lahirlah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yaitu berperang menolak dan melawan penjajah itu fardhu ain yang dikerjakan oleh setiap orang Islam laki-laki, perempuan, anak-anak bersenjata atau tidak.Bagi yang berada dalam jarak lingkaran 94 km dari tenpat masuk dan kedudukan musuh. Bagi orang-orang yang berada di luar jarak lingkaran tadi kewajiban itu menjadi fardhu kifayah yang cukup kalau dikerjakan sebagaian saja untuk membentu perjuangan di wilayahnya.

Tanpa Resolusi Jihad, maka tidak ada perlawanan heroik. Jika tidak ada perlawanan heroik maka tidak ada hari pahlawan 10 November. Dan bisa mungkin mustahil bangsa Indonesia ada seperti saat ini.

Saya ingin pula menceritakan bahwa sebenarnya, perlawanan secara heroik bukan dilaksanakan tanggal 10, tetapi lebih awal. Jada pada saat itu KH. Hasyim Asyari menyampaikan,”Kita tunda, kita menunnggu singa Jawa Barat, yaitu Kiai Abbas bin Abdul Jamil”. Beliau adalah cicit dari MBah Muqoyyim, pendiri pesantren Buntet Cirebon.

Dan KH. Hasyim Asyari memerintahkan setelah Kiai Abbas bin Abdul Jamil datang, memerintahkan bahwa komando tertinggi Laskar Hizbullah diserahkan untuk memimpin langsung penyerangan sekutu di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pengaruh yang kuat membuat keputusan KH. Hasyim Asyari tersebut mengundurkan waktu sangat tepat. Sehingga terjadilah pertempuran yang sangat heroik yang kita kenal hari ini menjadi hari pahlawan. Hari ini mempunyai makna yang bisa kita petik bahwa peristiwa tersebut, bahwa perjuangan dan kepentingan mempertahankan kedaulatan negara berdimensi lintas etnis dan lintas wilayah. Siapapun dan di manapun mempunyai kewajiban yang sama membela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiga Jimat Jendral Sudirman

Dalam kesempatan ini pula saya ingin mengingatkan, dan menggarisbawahi bahwa perjuangan kemerdekaan Resolusi Jihad, hari pahlawan, dan TNI memiliki hubungan historis yang erat dan menentukan. Kita tahu bahwa panglima TNI yang abadi, yang pertama, yaitu Jendral Sudirman, adalah seorang guru agama, seorang santri. Saya sedikit menceritakan bagaimana perjuangan Jenderal Sudirman. Bahwa pada saat Jendral Sudirman belasan orang melakukan gerilya, ada satu orang penghianat. Maka pada saat Jendral Sudirman di rumah penduduk, karena penghianat ini melaporkan kepada Belanda, dikepung.

Tim pengamanan paling depan melaporkan, “Pak Dhe kita sudah dikepung.”

“Tenang, semuanya ganti pakian, dan berdzikir bersama-sama saya.” (Mereka) melakukan tahlil Lailahaillah, Lailahaillah, Lailahaillah.

Belanda masuk, ditunjukkan anak buahnya Pak Dirman (yang pengkhianat itu), “Ini yang namanya Sudirman, yang Tuan cari-cari selama ini.”

Dilihat-lihat (oleh pihak Belanda),“Saya tidak percaya ini Sudirman.”

“Pak Saya anak buahnya, saya bersama-sama bergerilya.”

Dilihat-lihat lagi, tapi tetap tidak percaya.

Belanda itu mencabut pistol. “Kamu pembohong!” Dan penghianat itu ditembak di depan Pak Dirman.

Makna ini mengingatkan, jangan sekali-kali kita menjadi penghianat bangsa. Baru di dunia saja sudah dihukum oleh Allah apalagi di akhirat nanti.

Kemudian, peristiwa demi peristiwa Pak Dirman dikawal oleh Pak Tjokropranolo, dan Pak Suprajo Rustam. Beliau berdua Pak Tjokropranolo dan Pak Rustam, karena saking penasarannya bertanya. Pak Dirman kadang-kadang dipanggl Pak Dhe kadang-kadang dipanggil Pak Yai. “Pak Yai, saya pingin tahu, jimatnya Pak Yai itu apa? Kita dikepung, Pak Yai tenang saja. Malah penghianat yang ditembak. Kita ditembaki, Pak Yai tenang-tenang saja.”

Beliu menjawab, “Kamu ingin tahu? Saya punya tiga jimat. Jimat yang pertama, saya tidak pernah lepas dari bersuci. Jadi kalau batal wudhu kamu kan bawa kendi saya, saya selalu berwudlu. Itu jimat yang pertama. Jimat yang kedua saya tidak pernah shalat tidak tepat waktu. Selalu bersih, waktunya shalat saya pasti salat, kamu tahu kan? Dan yang ketiga, jimat saya yang kegita adalah semua yang saya lakukan dengan tulus dan ikhlas untuk rakyat dan bangsa Indonesia.”

Wasslamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

?

Ditranskripsi oleh Fariz Alniezar

?

Video pidato lengkap Jendral Gatot Nurmatyo bisa dilihat di situs Youtube dengan link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=I24ia_KQ23A

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Pertandingan, Ahlussunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 28 November 2017

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jombang terus melakukan perekrutan anggota baru dengan menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Hal ini seperti yang dilakukan di Kecamatan Megaluh Jombang, Sabtu-Ahad (3-4/10).

Sebanyak 69 kader anyar, mengikuti Makesta pertama di Kantor MWC NU Megaluh. Pasalnya di kecamatan ini, pengurus PAC IPNU-IPPNU sempat mengalami kevakuman beberapa periode. "Pesertanya dari pelajar MA, SMA, karang taruna dan juga Remaja Masjid," ujar Abdurrosyid Ketua PC IPNU Jombang menuturkan.

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU-IPPNU Jombang Gerakkan PAC yang Sempat Vakum

Makesta di Kecamatan Megaluh, dikatakan Rosyid, langsung ditangani Cabang, karena selama ini kepengurusan IPNU–IPPNU masih vakum. "Alhamdulillah, antusias peserta selama dua hari cukup tinggi. Memang seharusnya kegiatan Makesta ditangani ranting atau PAC, namun karena vakum, cabang turun," tandasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua MWC NU Megaluh Misbahus Syurur menyambut gembira dengan bergeraknya kembali kader NU paling muda di daerhanya. Karena selama ini pihaknya megaku sangat berat menjalankan roda organisasi. "Kita butuh kader-kader muda untuk bersama-sama menggerakkan roda organisasi. IPNU-IPPNU adalah ujung tumbak mengawal Aswaja di di kalangan pelajar," tuturnya saat membuka kegiatan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mantan pengurus IPNU tahun 80 an ini berharap, banom NU di Kecamatan Megaluh semuanya bisa bersama-sama bergerak. Sehingga keberadaan NU semakin bermanfaat. "Kalau secara kultur, masyarakat di Megaluh bisa dikatakan 90 persen NU, namun untuk  berjam’iyah, itu yang masih kurang, apalagi MWC NU sudah memiliki kantor yang cukup megah," pungkasnya seraya meminta kepengurusan PAC IPNU-IPPNU di Kecamatan yang memiliki 13 Ranting NU ini kembali dihidupkan. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Berita, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

Yogyakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Usai tiga hari dilantik, Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga di bawah komando Badan Semi Otonom Rayon (BSOR) Mahasiswa Pecinta Alam Ashram Bangsa (Mapalaba) menjalankan satu dari lima program kerjanya, yakni tanggap bencana.

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Ashram Bangsa Bantu Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

“Mendengar berita duka dari Purworejo, kami bersama sahabat-sahabat Keluarga Mahasiswa Purworejo UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Kamapuriska) dan sahabat Korp Kobar mulai tanggal 20 Juni 2016 menggalang bantuan,” kata Muhammad Fachrul Falah selaku Kapten Mapalaba, Rabu (22/06).

Penggalangan dana hari pertama tersebar di tiga titik strategis. “Alhamdulillah teman-teman semua sangat antusias sekali karena kita bisa terjun langsung membantu masyarakat yang terkena musibah di Purworejo,” tuturnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menjelaskan selain kegiatan sosial ini bertujuan menguatkan rasa kepedulian sesama manusia dan bentuk pengamalan Nilai Dasar Pergerakan PMII, yakni trilogi tauhid yang terdiri dari hablum minallah (hubungan manusia dengan Allah), hablum minannas (hubungan manusia dengan manusia), hablum minal alam (hubungan manusia dengan alam).

Penggalangan dana tersebut baru terselenggara dua kali, yakni tanggal 20 Juni 2016 dan 23 Juni 2016. Maimunah sebagai penanggungjawab koordinator wilayah Yogjakarta menambahkan, bantuan logistik masih kurang logistik khususnya untuk pengungsi di Desa Jalok, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, di samping kebutuhan pendidikan untuk anak-anak para korban.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Untuk saat ini yang dibutuhkan lebih pada logistik, kalau untuk pakaian sudah cukup. Kekurangan yang lebih dibutuhkan selain logistik juga masalah pendidikan untuk jangka panjang. Kan seperti buku-buku dan alat tulis menulis pada hilang,” ujar Maimunah di depan Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (24/06).

Dana yang terkumpul tertanggal 20 Juni 2016 sebesar Rp 2.127.900 dan pada 23 Juni 2016 terkumpul Rp 578.000. Kegiatan penggalangan bantuan tersebut masih berlangsung hingga kini. (Eko Nurwahyudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Lomba, Internasional VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 21 November 2017

SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi

Kota Tengerang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth?

SMK Negeri 8 Kota Tangerang yang berlokasi di Kampung Jati Kecamatan Cibodas memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang lazim disebut Maulid Nabi.?

SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Negeri 8 Kota Tangerang Peringati Maulid Nabi

Pembina ROHIS SMK Negeri 8 Kota Tangerang Sudarto mengatakan, kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh SMK tersebut bertujuan mengajak siswa-siswi untuk meneladani akhlak Rasul yang begitu mulia dengan harapan dapat diikuti dalam kehidupan sehari-hari.?

Ia juga mengajak para siswa agar cerdas dalam menggunakan teknologi, terutama media sosial yang sangat digemari remaja. Dalam menggunakan media sosial hendaknya digunakan untuk menambah pengetahuan serta wawasan.?

Sedangkan Kepala Sekolah SMK N 8 Kota Tangerang Yefridal mengharapkan kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial, melainkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa dalam kesehatannya.

Ia juga mengajak agar para siswa menjadikan Nabi Muhammad sebagai idola dan teladan dalam menjalani kehidupan.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sementara Ustadz Abdul Syakur yang menyampaikan ceramah dalam kesempatan itu, menyampaikan agar para siswa taat dan patuh kepada guru.?

Menurut dia, guru merupakan orang tua kedua yang kedudukannya sama dengan orang tua kandung.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Dengan menghormati guru Insya Allah keberkahan dan kemanfaatan ilmu akan diraih oleh siswa,” katanya. ?

Ia juga menyampaikan agar momentum peringatan Maulid Nabi ini dijadikan sebagai sarana memperbaiki akhlak, tingkah laku sesuai yang di contohlah oleh Rasulullah SAW. (Atho al-farhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Khutbah, Meme Islam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 18 November 2017

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Sekitar 3500 warga NU Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memadati kantor desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo, Sabtu (16/5). Ribuan Nahdliyin yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua itu sedang mengikuti pawai taaruf yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian.

Peserta pawai terdiri dari para pelajar, di antaranya dari Taman Pendidikan AL-Quran, Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, IPNU IPPNU. Hadir juga banom-banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser dan pengurus MWCNU Krian.

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Mereka mengelilingi jalan raya Kemasan hingga menuju garis finish Perum Mandiri Residence Krian dengan melakukan berjalan jauh sambil membawa berbagai poster gambar pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu, mereka juga membentangkan berbagai poster bertuliskan menyukseskan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa simbol, di antaranya patung Sang Kiai, kostum karnival, dan sejumlah kendaraan yang dihiasi bendera Nahdlatul Ulama. Para peserta pawai ini kemudian dilepas oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Krian H Suwarno dan didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat desa setempat, serta anggota DPRD Sidoarjo.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krian Sidoarjo H Suwarno menuturkan, kegiatan pawai taaruf ini bertujuan untuk memperingati Harlah NU ke-92 sekaligus menyambut Muktaman ke-33 NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang serta memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, termasuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

"Hal ini terlihat banyak peserta pawai menggunakan kesenian budaya patrol yang salah satunya untuk tradisi membangunkan warga Muslim yang akan melakukan santap sahur," urainya.

H Suwarno menambahkan, semarak pawai taaruf ini diikuti dari 22 desa yang ada di Kecamatan Krian. Dari 22 desa ini terdiri dari peserta tingkat anak-anak hingga orang tua, diantaranya dari elemen pelajar yang dibawa naungan lembaga pendidikan Maarif NU dan banom Nahdlatul Ulama. (Moh Kholidun/Mahbib)

 



 

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock