Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

Bondowoso, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Moch. Eksan menegaskan pentingnya pengelola negara mengamalkan Pancasila secara konsekuen. Sebab, tanpa penguatan Pancasila, proses pembangunan negara ini tidak akan berhasil maksimal. 

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Nasional Harus Seiring dengan Penguatan Pancasila

"Kalau membangun negara, jangan lupa membangun kesadaran masyarakat tentang Pancasila sebagai sumber nilai dalam berbangsa. Jika tidak, maka cita-cita reformasi hanya menjadi mimpi," ujarnya saat  menjadi narasumber dalam Latihan Kader HMI II Cabang Persiapan Bondowoso-Situbondo, di aula Kodim Bondowoso, Jumat (1/12).

Menurutnya, era reformasi yang pernah dielu-elukan  sebagai era kebangkitan bangsa menuju Indonesia modern, berkemajuan dengan kesejahteraan yang berkeadilan, ternyata masih jauh panggang dari api. 

Memang, katanya, empat kali Pemilu pasca reformasi dan pemilihan langsung presiden dan kepala daerah, telah membentuk postur kebijakan publik dan alokasi anggaran yang semakin pro-rakyat dan mengarah pada perwujudan  kesejahteraan yang seutuhnya. “Namun sayangnya, hal tersebut  belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang maksimal,” lanjut Eksan.

Ironi Negara Besar

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketidakberhasilan tersebut ditandai dengan tetap bercokolnya  IPM (Indeks Pembangunan Manusia), daya saing, dan indeks kesejahteraan rakyat Indonesia di bawah tiga negara lain di kawasan ASEAN. Indonesia “istiqamah” berada di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia. 

Padahal, katanya, dalam segala hal, potensi Indonesia lebih besar dari tiga negara tersebut. Terutama dari segi geografis dan demografis, luas wilayah Indonesia 53 persen dari luas wilayah ASEAN dan penduduk Indonesia 43 persen dari jumlah penduduk di kawasan ASEAN ini.

“Potensi begitu besar ini, belum dapat mendongkrak posisi Indonesia dalam konstelasi global sebagai negara besar yang diharapkan menjadi macan ASEAN,” jelasnya.

Persoalannya,  sejak 1998 sampai sekarang, proses pembangunan nasional dilakukan tanpa disertai pembangunan ideologi negara. Alih-alih dibangun, menurut Eksan, Pancasila malah diserang habis-habisan oleh ideologi kanan maupun ideologi kiri. Pemerintah dan rakyat seolah membiarkan proses "mutilasi ideologis" terhadap Pancasila tanpa pembelaan sedikit pun. Ini terjadi lantaran takut dicap tidak reformis dan antek Orde Baru yang menggunakan Pancasila sebagai alat hegemoni kekuasaan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegagalan Orde Baru dalam menghadirkan kondisi politik yang demokratis, serta kondisi ekonomi yang berkeadilan, bukanlah salah Pancasila. Namun  kesalahan rezim dalam menerapkan Pancasila secara murni dan konsekuen. "Pendek kata, kalau mau merawat Indonesia, maka wajib merawat Pancasila," ujar  mantan Dosen STAIN Jember itu. (Aryudi A Razaq/Mahbib)





Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Ulama, Santri, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 18 Februari 2018

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Sebagaimana ibadah-ibadah lain, niat menjadi rukun yang mesti dilakukan dalam puasa Ramadhan. Niat adalah iktikad tanpa ragu untuk melaksanakan sebuah perbuatan. Kata kuncinya adalah adanya maksud secara sengaja bahwa setelah terbit fajar ia akan menunaikan puasa. Imam Syafi’I sendiri berpendapat bahwa makan sahur tidak dengan sendirinya dapat menggantikan kedudukan niat, kecuali apabila terbersit (khathara) dalam hatinya maksud untuk berpuasa. (al-Fiqh al-Islami, III, 1670-1678).

Meski niat adalah urusan hati, melafalkannya (talaffudh) akan membantu seseorang untuk menegaskan niat tersebut. Talaffudh berguna dalam memantapkan iktikad karena niat terekspresi dalam wujud yang konkret, yaitu bacaan atau lafal.

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani? (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Puasa: Ramadlana atau Ramadlani?

Tentang hal ini, sering kita jumpai beragam versi bacaan niat puasa. Perbedaan terutama ada pada bagian harakat kata ?; apakah ia dibaca ramadlâna atau ramadlâni. Sebagian masyarakat membaca lafal niat di malam hari seperti ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut kaidah ilmu nahwu, redaksi tersebut keliru. Jika memaksa memilih membaca ramadlâna (dengan harakat fathah), maka pilihan yang paling mungkin kalimat selanjutnya adalah hâdzihis sanata (sebagai dharaf zaman/keterangan waktu), bukan hâdzhis sanati. Ramadlâna dibaca fathah sebagai ‘alamat jar karena termasuk isim ghairu munsharif yang ditandai dengan tambahan alif dan nun sebagai illatnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Yang paling sempurna adalah membacanya dengan harakat kasrah, ramadlâni, yakni dengan meng-idhafah-kan (menggabungkan) dengan kata sesudahnya. Konsekuensinya, ia tidak lagi ghairu munsharif sehingga berlaku hukum sebagai isim mu’rab pada umumnya. Hal ini sesuai dengan ungkapan Al-‘Allâmah Abû ‘Abdillâh Muhammad Jamâluddîn ibn Mâlik at-Thâî alias Ibnu Malik dalam nadham Alfiyah:

? ? ? ? ? ¤? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tandailah jar isim ghairu munsharif dengan fathah, selagi tak di-idhafah-kan (digabung dengan kata setelahnya) atau tidak menempel setelah ‘al’.”

Jika ramadlâni diposisikan sebagai mudhaf (di samping sekaligus jadi mudhaf ilaih-nya "syahri") maka hadzihis sanati mesti berposisi sebagai mudhaf ilaih dan harus dibaca kasrah. Pembacaan dengan model mudhaf-mudhaf ilaih inilah yang paling dianjurkan. Sehingga bacaan yang tepat dan sempurna adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Taala.”

Yang perlu diingat, kekeliruan dalam melafalkan niat tak berpengaruh pada keabsahan puasa, selama terbesit dalam hati untuk berpuasa. Seperti dikatakan, niat berhubungan dengan getaran batin. Sehingga ucapan lisan hanya bersifat sekunder belaka. Tapi kekeliruan akan menimbulkan rasa janggal, terutama di mata para ahli gramatika Arab. Wallahu alam. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Santri, Olahraga VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 08 Februari 2018

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan

Magelang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Leteh Rembang, KH.Mustofa Bisri (Gus Mus), menyatakan bahwa pesantren tidak mengajarkan kekerasan.

"Pesantren itu mendidik akhlak, moralitas bukan mengajarkan kekerasan," katanya di sela acara khataman akhir tahun di Pesantren Raudhatut Thullab di Wonosari, Prajeksari, Tempuran, Magelang, Rabu malam.

Ia mengatakan hal tersebut menanggapi terjadinya tindak kekerasan di Pondok Pesantren Assalam Pabelan, Sukoharjo yang dilakukan para santri senior kepada yuniornya.

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pesantren Tak Ajarkan Kekerasan

Menurut dia, pesantren itu tidak hanya satu jenis, tergantung kiainya dan pesantren sekarang ada yang tidak menggunakan kiai. Kalau pesantren zaman dulu memakai kiai tidak mungkin ada kekerasan.

"Kekerasan itu pingin meniru yang lain. Jadi, aslinya pesantren itu mendidik akhlak, di kitab kuning ada aturannya. Kalau sampai ada kekerasan itu saya tidak tahu model apalagi," katanya.

Tidak ada aturannya, katanya, pesantren mendidik moralitas tetapi bertentangan dengan moralitas. Ia mengatakan, banyak anak nakal dan keras dipondokkan supaya menjadi lebut dan baik. Agama Islam tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apa pun.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pesantren, katanya, sebenarnya tidak seperti yang diduga orang bahwa pesantren itu satu jenis, padahal pesantren itu jenisnya sebanyak kiainya. Kalau kiainya berpolitik pesantrennya berbau politik dan santrinya senang politik. Kalau kiainya orang birokrat maka akan diatur seperti birokrasi.

"Jadi, macam-macam pesantren tergantung kiainya dan sekarang ada pesantren yang tidak pakai kiai, yayasan saja yang tentu saja lebih menekankan pada pilihan pengurusnya. Kalau pengurusnya tertarik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tentu akan meniru seperti IPDN. Kalau tertarik pada universitas bisa meniru Universitas Gajah Mada (UGM)," katanya. (ant/kut)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengumumkan bahwa Satkornas Banser telah merilis buku kebanseran. Buku ini memuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan dan operasi Banser di semua tingkatan.

Demikian disampaikan H Alfa Isnaeni di hadapan sedikitnya 700 ratus orang pada acara Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-72 RI di Kantor Sekretariat PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya Nomor 65 A, Jakarta Pusat, Senin (28/8) malam.

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkornas Banser Luncurkan Buku Pedoman Operasional Kebanseran

“Satkornas sudah menyusun buku juklak kebanseran. Buku ini lahir sebagai amanat kebanseran kepada Satkornas Banser,” kata Alfa pada malam tasyakuran yang juga dimeriahkan oleh pertunjukan grup Wayang Kampung Sebelah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, buku kebanseran ini juga menjelaskan hubungan Ansor dan Banser.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Buku ini, ia melanjutkan, sudah dicetak. Buku ini pedoman kebanseran untuk seluruh Indonesia.

“Buku ini gratis, boleh diambil satkorwil untuk pedoman ke bawah di ruang sebelah, tapi alangkah baiknya mengganti ongkos cetak,” kata Alfa disambut tawa para hadirin. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Ubudiyah, Jadwal Kajian VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 05 Februari 2018

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Solo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Alun-alun utara Keraton Surakarta yang sebelumnya digunakan untuk tempat Pasar Darurat Sementara Pasar Klewer, kini semakin bertambah ramai, seiring dipenuhi penjual aneka dagangan, yang memeriahkan Sekatenan.

Pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, puluhan pedagang telah memadati kawasan Jalan Paku Buwono dan sekeliling pagar Alun-alun Utara atau dikenal Alun-alun Lor.

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramai Pedagang Sekatenan, Penanda Bulan Maulud Telah Tiba

Tradisi Sekatenan sebagai perayaan Maulid Nabi, pada tahun ini sudah dimulai sejak Kamis (1/12). Menurut Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta KP Winarno Kusumo, acara Sekatenan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Sekaten yang menjadi tradisi keraton sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang Sekatenan secara turun temurun selalu diselenggarakan untuk masyarakat,” kata KP Winarno yang acap disapa Kanjeng Win.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Malam Sekatenan-nya, tambah Kanjeng Win, berlangsung sejak satu minggu. Seperti tahun sebelumnya, Sekatenan ini ditandai dengan keluarnya Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Gunung Sari.

Sedangkan acara puncaknya jatuh pada Senin (12/12) yang ditandai dengan keluarnya Gunungan Mulud atau Grebeg Mulud. Selain itu, Sekatenan diisi dengan sejumlah rangkaian acara seperti jamasan pusaka Keraton Solo dan sejumlah ritual keagamaan, pungkas Kanjeng Win.

Sekatenan memudahkan warga Solo untuk mengetahui datangnya bulan Mulud atau Rabi’ul Awwal. Karena, bulan itu ditandai dengan keramaian Sekatenan dan Grebeg Mulud. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Nahdlatul, Pondok Pesantren VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 26 Januari 2018

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak

Pontianak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Keberadaan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) semakin diperhitungkan. Pada acara Audit untuk Rakyat di Hotel Mercure Pontianak 20 Februari depan, Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.?

“Sahabat Ali Masykur jadi pembicara utama. Walau kapasitasnya sebagai anggota BPK, namun melekat dalam dirinya Ketua PB ISNU. Paling tidak nama ISNU ikut meramaikan dalam acara yang digagas Jawa Pos itu,” kata Ketua ISNU Kalbar, Dr Agung Hartoyo didampingi sekretarisnya, Zulkifli di sekretariatnya, Kamis (14/2).

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tampil di “Audit untuk Rakyat” Pontianak

Dijelaskan Agung, acara Audit Untuk Rakyat itu menghadirkan Dr Ali Masykur Musa. Dia akan mengupas masalah peran BPK sebagai auditor negara dalam mendorong akuntabilitas keuangan lembaga negara. Dalam hal ini seluruh pengurus ISNU harus paham. Paling tidak ketika menjadi abdi negara, tahu seluk-beluk penggunaan anggaran.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Anggota ISNU harus paham bagaimana cara menggunakan anggaran negara. Ketika diaudit, tidak ada penyimpangan. Kita tidak mau nama ISNU tercoreng kalau ada pengurus yang menyalahgunakan uang negara,” tegas dosen FKIP Untan ini.?

Usai acara tersebut, Ali Masykur akan diajak untuk melakukan dialog internal dengan seluruh pengurus NU Kalbar dan Banom. “Kita harapkan beliau bisa memberikan pencerahan untuk seluruh pengurus NU,” harap Agung.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 21 Januari 2018

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Rembang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Ratusan warga menerima sembako murah pada acara bakti sosial yang dilaksanakan Pramuka Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (26/3).

Kegiatan dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Dadapan, Kecamatan Sedan dan Desa Mojokerto Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang itu, panitia membagikan sebanyak 800 paket sembako yang berisi gula, minyak goreng, mie instan dan sabun.

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Kepala MA YSPIS Muhtar Nur Halim mengatakan, bahwa pramuka ini bagian dari pada santri, IPNU dan IPPNU juga bagian dari santri.

"Pramuka bagian dari santri, IPNU-IPPNU juga bagian dari santri. Maka kita harus menanamkan cinta alam, pengembangan pribadi dan menggalakkan sosial," ungkap Muhtar yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Sedan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia melanjutkan, bahwa ini merupakan media yang ideal untuk menggarap mereka (peserta didik), bagaimana didalam dirinya tertanam jiwa intelektual, jiwa sosial dan cinta lingkungan.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Salah satu warga penerima paket sembako, Suminah mengungkapkan sangat senang menerima paket sembako. Ia mengatakan bahwa ini dapat meringankan beban perekonomian warga.

"Terima kasih kepada panitia. Semoga acara seperti ini sering dilaksanakan," kata warga Desa Mojokerto, Kecamatan Kragan yang kini berusia 62 tahun tersebut. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hadits, Warta, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 07 Januari 2018

Islam Sebagai Sarana Character Building

Dalam membangun bangsa yang maju besar dan beradab, agama memiliki peran yang sangat besar. Sebagai organisasi sosial keagamaan, sejak dulu NU berperan sangat besar dalam mengayomi dan membangun masyarakat, baik melalui pendidikan, dakwah dan lain sebagainya. Hal itu tidak lain karena NU merupakan organisasi keagamaan yang dipimpin oleh para ulama, sementara tugas ulama selain liyatafaqqahu fiddin, mengggali, merumuskan dan mengembangkan pemikiran keagamaan, tetapi juga memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya dan bahkan sangat strategis yang berkaitan dengan masalah sosial dan kebangsaaan yaitu tugas liyundziru qaumahum (membangun masyarakat) yakni membentuk kepribadian. 

Dalam kaitan dengan masalah masyarakat, NU memiliki beberapa tugas pertama adalah pembangunan mental-spiritual, pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat (character building) ini sangat penting agar lahir kader orang-orang  atau masyarakat yang memiliki sikap, memiliki ketegasan, memiliki prinsip serta memiliki tanggung jawab baik terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia dan terhadap bangsa dan Negara. Karena itu para ulama dan khususnya NU memiliki tugas kedua yaitu nation building (pembangunan bangsa). Dengan adanya pembantukan karakter (character building) itulah nation building (pembangunan bangsa) bisa dilaksanakan dan ini merupakan modal dasar bagi state building (membangun Negara). Dengan nation building ini maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani, karena memiliki kepribadian nasional yang kokoh, sehingga bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa beradab yang lain.

 

Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Sebagai Sarana Character Building (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Sebagai Sarana Character Building

Tugas ketiga adalah criticism buiding (membangun sikap kritis), ini sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana sering ditegaskan bahwa sikap NU terhadap negara taat mutlak bahwa negara harus dijaga dan dibela, tetapi terhadap pemerintah yang ada NU menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Sementara dalam melakukan amar ma’ruf sendiri perlu menggunakan etika.

مَنْ كَانَ أَمْرُهُ مَعْرُوْفاً فَلْيَكُنْ بِمَعْرُوْفٍ

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

(Barangsiapa mengajak kebaikan maka dengan cara yang baik pula).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

 

NU akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang adil dan benar, tetapi NU akan mengkritik setiap kebijakan pemerintah yang tidak benar dan tidak adil bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

 

Sikap kritis NU dalam mendukung atau mengkritik pemerintah ini didasari oleh pertimbangan etis, bukan oleh pertimbangan politis, karena itu akan dilakukan terus walaupun NU bukan partai politik tetapi organisasi keagamaan yang memang memiliki tugas moral atau etis.

 

Kembali pada upaya character building dan nation building, ini merupakan langkah yang sangat mendesak saat ini, karena ini merupakan persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini ketika sekolah dan lembaga pendidikan lain termasuk lembaga kebudayaan yang ada tidak melakukan tugas ini. Sementara gelombang globalisasi yang begitu besar menghancurkan sendi-sendi bangsa ini di semua sektor kehidupan, sehingga terjadi kemerosotan moral dan lunturnya karakter. Sementara NU sebagai organisasi keagamaan justru tidak pernah berhenti melakukan character and nation building ini.

 

Penanaman rasa cinta tanah air dan bangga terhadap sejarah serta peradaban sendiri itu dilakukan karena berdasarkan pertimbangan bahwa:

مَنْ لَيْسَ لَهُ اْلأَرْضُ لَيْسَ لَهُ تَارِيخ، وَمَنْ لَيْسَ لَهُ التَّارِيْخُ لَيْسَ لَهُ ذَاكْرَة

(barang siapa tidak memiliki tanah air dan tidak mencintai tanah air, maka tidak memiliki sejarah, barang siapa tidak memiliki sejarah maka tidak memiliki memori dan karakter).

 

Bagi orang atau bangsa yang tidak memiliki memori maka dia akan menjadi bangsa tidak memiliki karakter, dan bangsa yang tidak memiliki karakter akan kehilangan segalanya. Politiknya akan hilang, peradabannya akan merosot dan aset ekonominya pun akan dijarah bangasa lain akhirnya akan menjadi bangsa yang miskin dan tidak terhormat. Inilah pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air, dan karena itu tidak henti-hentinya NU menanamkan rasa cinta tanah air. Penegasan pada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI ini merupakan bentuk paling nyata dari rasa cinta tanah air tersebut. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari iman (hubbul wathan minal iman). Dalam pengertian itulah agama ditempatkan sebagai unsur mutlak dalam nation dan character building.

Jakarta,   6 Juni 2012. M

               16 Rajab 1433 H

 

 

Dr KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 02 Desember 2017

GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - GP Ansor Jember menurunkan personel Banser untuk membantu warga merenovasi sebuah mushalla di Dusun Sumbercandik Desa Panduman Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Sabtu (11/3).

Kondisi mushalla yang sebelumnya cukup memprihatinkan itu setiap harinya digunakan untuk kegiatan ibadah bagi warga dan juga merupakan tempat belajar mengaji bagi anak-anak setempat.

GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jember Renovasi Mushalla Milik Warga

Tak jarang ketika hujan turun atap dan dinding yang bocor mengganggu kenyamanan anak-anak yang sedang mengaji serta warga yang hendak beribadah di mushalla tersebut.

Puluhan personel Banser yang sejak jam 7 pagi berkumpul di kantor GP Ansor Jember tersebut berangkat dengan ngetrail bareng dikomando langsung oleh Ketua GP Ansor Jember HM Ayub Junaidi. Mereka tampak semangat dan tak kenal lelah ditunjukkan personel Banser Jember bekerja bahu-membahu bersama warga setempat saat merenovasi mushalla tersebut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

HM Ayub berharap jika renovasi mushalla ini sudah rampung mudah-mudahan anak-anak yang mengaji serta warga sekitar yang menggunakan mushalla untuk kegiatan beribadah akan merasa nyaman dan lebih kerasan untuk memakmurkan mushalla tersebut. Hingga berita ini diturunkan proses renovasi mushalla yang berada di Desa Panduman tersebut masih berlangsung. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Aswaja, Makam VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 26 November 2017

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Dalam rangka untuk menyemarakkan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Nahdlatul Ulama (NU), seluruh Ranting NU se Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo kompak menggelar istighotsah bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat pemerintah di ranting masing-masing dan nantinya akan ditutup di tingkat MWCNU Kecamatan Lumbang pada puncak peringatan Harlah NU.

Demikian disampaikan Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Lumbang Suparman kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Selasa (21/5). Menurutnya, selain untuk mempererat ikatan tali silaturrahim diantara semasa pengurus NU dan warga Nahdliyin, istighotsah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pengurus NU untuk melestarikan tradisi-tradisi yang pernah dilakukan oleh ulama-ulama NU.

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Ranting-ranting NU Serentak Gelar Istighotsah

“Istighotsah ini merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kami, karena hingga saat ini organisasi NU yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari ini dapat terus berkembang dengan program-programnya yang dapat dirasakan langsung oleh segenap warga Nahdliyin,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan Suparman, melalui istighotsah yang dilakukan oleh seluruh ranting NU ini, paling tidak warga Nahdliyin tahu bahwa inilah salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh ulama-ulama NU. Bahkan tradisi ini bisa terus lestari hingga saat ini diusianya yang sudah menginjak 90 tahun menurut kalender qomariah.

“Istighotsah ini merupakan sarana untuk mengamalkan ajaran tradisi ulama NU Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan mendoakan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh paham-paham lain di luar NU yang bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Suparman, dalam pelaksanaannya istighotsah sendiri diawali dengan sholat Isya’ dan dilanjutkan dengan sholat hajat berjamaah. Selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasiin dan sholawat bersama. Setelah itu baru digelar istighotsah dan diakhiri dengan doa bersama.

“Di sini kami berdoa bersama-sama dengan harapan senantiasa diberikan kemudahan dalam segala hal sehingga dapat berkomunikasi dan koordinasi dengan baik kepada ranting dalam melaksanakan program kerja. Dengan kata lain, kita bersama-sama saling introspeksi diri atas perbuatan yang sudah dilakukan selama ini,” terangnya.

Menurut Suparman, kegiatan istighotsah tersebut akan semakin mempererat dan memperkokoh jalinan ikatan silaturahim diantara sesama pengurus NU dan warga Nahdliyin. “Melalui istighotsah ini kami berharap nantinya akan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk bersama-sama membesarkan NU. Dengan usianya yang sudah mencapai 90 tahun, kami ingin agar organisasi NU ini bisa terus menjadi organisasi yang besar, khususnya di Indonesia,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak seluruh umat beragama untuk terus memupuk persaudaraan dan toleransi antaragama di Indonesia. Ia menyampaikan ajakan itu pada Sarasehan Lintas Agama bertema "Merawat Kebhinekaan Menumbuh kembangkan Toleransi Antarumat Beragama dan Menolak Gerakan Intoleran" di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/9). 

“Alhamdulillah kita masih punya kapital yang sangat mahal, yaitu budaya, akhlak, moral,” katanya saat pada pidato membuka sarasehan yang dihadiri para pemuka agama dari lintas agama itu. 

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk  Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Budaya Toleransi Antaragama Harus Dipupuk Kembali

Menurut dia, leluhur bangsa Indonesia mampu mengusir penjajah Belanda bukan dengan senjata modern, tapi senjata ampuh yaitu budaya persatuan dan kesatuan, iman dan akhlak. 

“Kita bangun kembali budaya kita. Nenek moyang tidak mempersoalakan perbedaan agama, suku, keyakinan. Itu harus dipupuk kembali!” pintanya. 

Pada masa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hidup, menurut dia, sepertinya masalah-masalah intoleranasi waktu itu sudah selesai. Para pemuka agama begitu sering bertemu, bertukar pikiran, dan membuat kesepakatan bersama. Sangat dekat sekali antara Islam dengan Hindu, Buddha, Katolik, Kristen dan Konghuchu. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Eh, ternyata sekarang, akhir-kahir ini terasa sekali ada ancaman ada intoleransi yang masif,” kata kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo dan Krapyak serta 13 tahun di Arab Saudi itu. 

Menurut dia, intoleransi itu sebagian terpengaruh dengan adanya sikap-sikap intoleran dari luar negeri yang dibawa ke Indonesia. Juga ada sebagian pihak yang sengaja bermain untuk menciptakan kondisi semacam itu. (Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth RMI NU, Sunnah, Bahtsul Masail VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 01 November 2017

Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14

Majalengka,VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rais ‘Aam Idarah ‘Aaliyah Jamiyyah Ahlith Thoriqoh NU An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, pada Muktamar di Malang, menintruksikan memasyarakatkan thariqah dan menthariqahkan masyarakat.

Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14 (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14 (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman Syu’biyah Majalengka Gelar Safari Manaqib Ke-14

Untuk melaksakan intruksi itu, Pengurus Idarah Syu’biyyah Majalengka menggelar Rangkaian Safari Manaqib Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah di tiap kecamatan. Kegiatan tersebut digelar Selasa malam terakhir bulan kedua.

Safari manaqib ke-14 digelar di PondokPesantren Asasul Huda, Ranji Wetan, kecamatan Kasokandel, Selasa malam (21/10). Kegiatan tersebut disertakan dengan menyambut tahun baru 1436 Hijriyah.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Shalawat Thariqah, hadharah, taushiyah, dan di akhir dengan pembacaan manaqib dan istightsah serta doa.

Hadlarah dan taushiah dipimpin dan disampaikan DR. KH. Ahmad Syarkosi Subki. Ia adalah Pengasuh Pesantren Mansya’ul Huda sekaligus Rois Jatman Idarh Wustho Jawa Barat dan anggota Majelis Ifta Jatman Idarah ‘Aaliyah. Sedangkan manaqib dan istighotsah dipimpin oleh Mudir Al-Mukarom KH Abdul Rosyid.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dalam taushiahnya, Kiai Sarkosi menjelaskan akan pentingnya berthariqah, khususnya bagi nahdliyyin dan umat Islam pada umumnya.

Karena berthariqah, menurutnya, adalah mengamalkan ilmu, wirid, shalawat, dan zikir sesuai dengan tuntunan dan tata cara yang diajakarkan oleh Rasululullah Saw, para sahabat, tabi’in, dan para ulama dengan sanad dan ijazah yang jelas.

Ia menjelaskan, orang yang berthariqah tidak bisa sembarangan mengamalakan ilmunya, wirid dan sebagainya tanpa ada tuntunan dan bimbingan dari seorang guru atau mursyid.

Acara yang dimulai jam 20.00 wib dan berakhir jam 23.30 ini diikuti selain diikuti jamaah juga dihadiri para ulama, Pengurus Idarah Syu’biyah Jatman Majalengka, PCNU, Banom, dan Muspida Majalengka serta Muspika kecamatan Kasokandel.

Dalam acara tersebut juga dilangsungkan pelantikan dan baiat Pengurus Ghusniah (Pengurus Kecamatan) Jatman kecamatan Kasokandel. (Atep ZM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Halaqoh, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 19 Oktober 2017

Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang

Malang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Grand Syekh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Muhammad Ahmad Al-Thayyib menerima gelar doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Upacara penganugerahan gelar kehormatan ini ? berlangsung hikmat pada sidang senat terbuka di Auditorium Gedung Rektorat UIN Maliki Malang, Rabu (24/02). Hadir dalam acara ini Mantan Menag Quraish Shihab, Mantan Menag Tholhah Hasan, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Syekh Al-Azhar Terima Gelar Doctor Kehormatan dari UIN Malang

Selaku promotor, Alwi Shihab menceritakan sejarah singkat perjalanan intelektual mantan Rektor Al-Azhar ini. Syekh Ahmad Ath-Thayeb ? lahir di Luxor-Mesir tahun 1946. Lulus sarjana pada tahun 1969, magister tahun 1971, dan doktor 1977 pada bidang Ilmu Filsafat Islam dan Teologi di Universitas Al Azhar Cairo.

Grand Syeikh Al-Azhar mengawali karier akademiknya sebagai instruktur di Fakultas Teologi (1969), Dosen Teologi dan Filsafat (1972-1977). Dia juga pernah dipercaya sebagai Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Teologi Islam (1995-1999), Dekan Ushuluddin (1999-2000), dan Rektor Universitas Al Azhar (2003). Sejak 2010 hingga sekarang, Ahmad Ath-Thayeb diamanahi menjadi Grand Syekh Al Azhar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dikatakan Alwi Shihab, Grand Syekh dikenal sebagai sosok toleran, menghormati aneka pendapat selama mencirikan perdamaian dan juga rendah hati. Dalam kedudukannya sebagai ulama, dia sangat memelihara kedamaian dunia.

Pada saat yang sama, lanjut Alwi, saat ini umat Islam dihadapkan dengan gerakan Islam yang cenderung membawa kekerasan dan intoleran. Padahal Islam mengajarkan kearifan, kasih sayang, dan kedamaian sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad Saw.?

Menurut Alwi, Grand Syeikh telah berhasil mengembangkan toleransi atas dasar kasih sayang. Atas dasar itu, selaku promotor Prof Dr Alwi Shihab, bersama Prof Dr Machasin, dan Prof Baharuddin, mendukung dan memperkuat keputusan senat UIN Maliki Malang untuk menganugerahkan gelar doktor ini.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kita berharap, penganugerahan ini memperkuat niat Grand Syeikh dalam menebarkan perdamaian. Ini perlu dikembangkan di Indonesia agar ini bisa menginspirasi ruang Islam di masa mendatang dengan tantangan global yang semakin kompleks,” papar Alwi Shihab.

Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Dr Mudjia Raharjo Msi mengatakan penghargaan akademik itu diberikan kepada Grand Syekh yang merupakan salah satu dari 500 orang terpenting di dunia.?

“Ini sebagai apresiasi atas jasanya. Terutama dalam pengembangan Islam moderat yang mengayomi semua golongan,” kata Mudjia.

Disampaikan Mudjia diberikannya gelar Doktor HC kepada Grand Syeikh Al Azhar oleh pemerintah lewat UIN Maliki Malang, merupakan bentuk penghargaan atas jasa-jasanya pada bidang pendidikan Islam moderat. Syeikh Al Azhar juga dikenal sebagai ulama moderat yang selalu menyuarakan perdamaian Muslim.

Pemberian gelar akademik ini digelar di lantai empat Gedung Rektorat UIN Maliki yang dihadiri 500 undangan dan merupakan pemberian gelar akademik pertama kalinya diadakan di Indonesia berskala intenasional. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kamis, 14 September 2017

Bersama NASA, UIN Walisongo Observasi Bulan Internasional di Masjid Agung Jateng

Semarang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Tim Hisab Rukyah (THR) Masjid Agung Jawa Tengah bersama Tim Observasi Bulan (TOB) Pascasarjana UIN Walisongo Semarangakan mengadakan kegiatan International Observe the Moon Night (InOMN) atau Observasi Bulan Internasional bekerja sama dengan NASA (National Aeronautics and Space Administration) Amerika Serikat.

Bersama NASA, UIN Walisongo Observasi Bulan Internasional di Masjid Agung Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama NASA, UIN Walisongo Observasi Bulan Internasional di Masjid Agung Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama NASA, UIN Walisongo Observasi Bulan Internasional di Masjid Agung Jateng

Kegiatan ini juga bekerja sama dengan CSSMoRA dan HMJ UIN Walisongo Semarang beserta Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS).

NASA secara rutin setiap tahun menggelar kegiatan ini di semua negara dalam rangka mensosialisasikan pentingnya perubahan fase bulan yang berhubungan erat dengan kehidupan manusia di Bumi.

Di Indonesia, terdapat beberapa titik yang telah terdaftar di NASA sebagai pos observasi bulan Internasional dari Sabang sampai Merauke. Adapundi Jawa Tengah, Masjid Agung Jawa Tengah Semarang menjadi pusat kegiatan InOMN 2017.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua panitia Thoyfur menjelaskan tujuan observasi bulan untuk mengetahui perubahan fase bulan dari waktu ke waktu yang berhubungan dengan beberapa fenomena alam. 

“Salah satunya, pasang surut air laut dan waktu-waktu terbaik menangkap ikan bagi para pelaut atau nelayan,” jelasnya melalui pers rilis, Jumat (27/10).

Thayfur menilai kegiatan ini seyogyanya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jateng, khususnya semarang untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan InOMN 2017 yang diadakan oleh komunitas Astronomi dan Ilmu Falak di Semarang.

 

“Sejatinya kegiatan ini sarat akan nilai–nilai edukasi. Oleh sebab itu, panitia mengharapkan masyarakat dapat berpartisipasi penuh menghadiri kegiatan ini demi kesadaran bersama pentingnya observasi bulan,” tegasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiataan InOMN ini terbagi menjadi dua sesi yaitu sesi diskusi dan observasi Bulan. Pada sesi diskusi akan dipaparkan fase Bulan dan trik jitu dalam observasi Bulan dengan metode Astropotografi. Setelah itu dilanjutkan dengan observasi bulan dengan menggunakan teleskop robotik dan beberapa alat observasi bulan lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Dosen Falak IndonesiaKH Ahmad Izzuddin menuturkan lewat InOMN ini, NASA mengajak kalangan astronom amatir maupun para pegiat Ilmu Falak agar lebih memahami Bulan sebagai satu-satunya satelit yang dimiliki Bumi.

“Dan patut kita banggakan Semarang khususnya masjid Agung Jawa Tengahmenjadi salah satu pusat observasi Bulan International yang telah diakui oleh NASA,” Kiai Izzuddin yang bakal menjadi Keynot Speakerpada acara itu. (M Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Internasional, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 15 Juli 2017

Trilogi Ukhuwah: Fondasi Pembangunan Indonesia

Oleh Slamet

Realitas Indonesia sebagai bangsa yang plural merupakan sebuah fitrah yang harus disyukuri keberadaanya. Kekayaan akan khazanah budaya, agama, ras, bahasa dan lainnya merupakan bukti bahwa manusia memiliki keanekaragaman dan memang harus hidup dalam kemajemukan. Namun sayangnya, kondisi ini oleh sebagian kelompok dianggap sebagai sesuatu yang “mengancam”, padahal tidaklah demikian. Nyatanya, Rasulullah hidup dalam kemajemukan suku dan agama di Madinah, namun dapat membangun kehidupan yang harmonis antar suku dan agama yang dituangkan dalam Piagam Madinah. Piagam Madinah atau yang disebut dengan Madina Charter ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk saling menghargai kemajemukan.

Trilogi Ukhuwah: Fondasi Pembangunan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Trilogi Ukhuwah: Fondasi Pembangunan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Trilogi Ukhuwah: Fondasi Pembangunan Indonesia

Namun, melihat kondisi hubungan antarumat beragama di Indonesia dewasa ini, penulis merasa perlu untuk membuka sebuah pemikiran ulama Indonesia yang sangat brilian dan futuristik yang harus kembali digaungkan untuk menjawab tantang kebangsaan. Pemikirannya tidak saja menjadi tepat untuk menjawab permasalahan umat ketika itu, namun juga tepat untuk diaplikasikan pada saat ini dan masa-masa selanjutnya. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemikiran ulama Islam di Indonesia mampu “melampaui zamannya”.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tentu saja yang dimaksud adalah konsep “Trilogi Ukhuwah” yang awalnya dikenalkan oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Shiddiq (1926-1991). Konsep trilogi ukhuwah adalah menyatukan antara ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam ikatan kebangsaan) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia). Singkatnya, KH Ahmad Shiddiq ingin menyatukan antara Ukhuwah Islamiyah, nasionalisme dan pluralisme. Pemikiran brilian ini dikemukakannya menjelang Muktamar NU ke-28 di Krapyak, Yogyakarata pada tahun 1989. Dasar pemikirannya tidak lain adalah rangka menjaga hubungan baik antara masyarakat, agama dan negara.

Ukhuwah Islamiyah, dalam hal kehidupan manusia merupakan modal untuk melakukan pergaulan sosial sesama umat Islam. Dengan modal ini, maka perbedaan-perbedaan yang tidak prinsip antar umat Islam tidak perlu menjadi perpecahan. Prinsip ukhuwah ini menjadikan hubungan antar sesama umat Islam menjadi harmonis dan mampu menjadi sebuah kekuatan besar untuk bersama-sama membumikan nilai-nilai Islam. Ukhuwah Islamiyah menjadi sebuah ikatan, tidak saja secara emosional, namun juga secara sprititual.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kemudian, ukhuwah wathaniyah, dalam kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara merupakan modal dasar untuk melakukan pergaulan sosial dan dialog dengan pelbagai komponen bangsa Indonesia yang tentu saja tidak terbatas pada satu agama semata. Namun lebih dari itu, ukhuwah wathaniyah adalah sebuah komitmen persaudaraan antar seluruh masyarakat yang terdiri dari bermacam-macam agama, suku, bahasa dan budaya. Bangunan ukhuwah wathaniyah tidak boleh tidak harus menjadi sebuah prinsip bersama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan saling menghargai satu sama lain.

Sementara, ukhuwah basyariyah atau ukhuwah insaniyah adalah sebuah prinsip yang dilandasi bahwa sesama manusia adalah bersaudara karena berasal dari ayah dan ibu yang satu, yakni Adam dan Hawa. Hubungan persaudaraan ini merupakan kunci dari semua persaudaraan, terlepas dari status agama, suku bangsa atau pun skat geografis, karena nilai utama dari persaudaraan ini adalah kemanusiaan. Hal ini mengingatkan kembali pada Sahabat Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa “dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudara dalam kemanusiaan.” Artinya, bahwa kemanusiaan adalah nilai tertinggi dalam posisinya sebagai manusia.



Tantangan Kehidupan Beragama Indonesia


Kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah dibingkai dalam Bhineka Tunggal Ika, lambat laun semakin mengkhawatirkan. Tak sekali dua kali, konflik antar masyarakat di Indonesia. Mulai dari konflik antar suku hingga konflik antar agama atau yang mengatasnaakan agama terjadi. Hal ini tentu menjadi tantangan yang serius yang harus dihadapi bersama demi mengembalikan tantanan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis, dan yang juga telah dicita-citakan para pendiri bangsa.

Bahkan, utamanya di internal umat Islam, upaya labelisasi status “bukan Islam” kepada sesama pemeluk agama Islam juga telah mewabah di Indonesia. Fenomena ini tentu saja mengindikasikan bahwa persaudaraan di antara umat Islam semakin rendah dan hal-hal yang bersifat furu’iyah lebih diutamakan ketimbang hal-hal yang bersifat ushuliyah. Alhasil, hanya karena terjadi perbedaan dalam pandangan keagamaan yang bersifat furu’iyah, satu kelompok dengan mudahnya menghakimi kelompok lainnya dengan label salah. Atau lebih dari itu, “sesat” bahkan “kafir.” Atau bahkan, pelabelan terhadap status “bukan Islam” bukan didasari oleh hal-hal yang bersifat keagamaan, namun juga karena perbedaan pandangan politik semata. Kenyataan ini tidak bisa dipungkiri dan terus terjadi seiring dengan tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok Islam radikal di Indonesia.

Logikanya sangat sederhana. Jika dengan sesama Islam yang Tuhannya, Nabinya dan Al Qur’annya sama saja, mereka berani mengkafirkan dan terus menyerang, maka bagaimana dengan sikap mereka yang bukan Islam? Tentu ini adalah hal yang sangat mudah untuk dijawab. Fenomena yang semacam ini, secara sadar maupun tidak sadar telah menodai komitmen bersama para pendiri bangsa yang telah disatukan dalam Pancasila sebagai landasan ideologinya. Parahnya, kelompok-kelompok ini selalu mengatasnamakan Islam untuk memayungi kepentingan politik mereka, sehingga tidak sedikit masyarakat yang “terjebak” dalam isu-isu yang didengungkan karena selalu membawa-bawa nama Islam. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum sadar bahwa “baju agama” yang dipakai adalah kamuflase dari kepentingan politik yang diusung.

Oleh karena itu, dalam rangka menjawab tantangan kehidupan beragama di Indonesia dan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, konsep “Trilogi Ukhuwah” yang dicetuskan oleh KH Achmad Sidiq harus digaungkan kembali. Konsep ini tidak hanya menjadi jawaban atas kondisi internal umat Islam saat ini, namun juga menjadi jawaban atas pelbagai masalah keagamaan dan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia dan bahkan dunia. Ukhuwah Islamiyah akan menjadi sebuah ikatan di kalangan umat Islam , sehingga umat Islam menjadi kuat. Kemudian, ditambah dengan Ukhuwah wathaniyah yang akan menjadi fondasi bagi hubungan antar masyarakat yang majemuk, sehingga menciptakan negara yang bermartabat. Dan ukhuwah basyariyah atau ukhuwah insaniyah akan menjadi kunci perdamaian antar sesama manusia.

Akhirnya, konsep “Trilogi Ukhuwah” yang merupakan gabungan dari ukhuwah Islamiyah, nasionalisme, dan pluralisme harus menjadi semangat baru untuk membangun dan menatap Indonesia ke depan yang sesuai dengan Islam Nusantara yang moderat, humanis dan akulturatif terhadap kebudayaan-kebudayaan lokal. Hal ini sangat penting demi mewujudkan tatanan kehidupan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Selamat Hari Lahir NU ke-91, merawat tradisi, mengupayakan inovasi, menjaga NKRI.

Penulis adalah Direktur Penyaluran NU Care- LAZISNU, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 24 Juni 2017

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan

Kata puasa dalam bahasa Arab adalah “Shiyam atau shaum”, keduanya merupakan bentuk masdar, yang bermakna menahan. Sedangkan  secara istilah fiqh berarti menahan diri sepanjang hari dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu, menahan dari segala sesuatu yang menyebabkan batalnya puasa bagi orang islam yang berakal, sehat, dan suci dari haid dan nifas bagi seorang muslimah. 

Puasa ramadhan hukumnya wajib untuk semua muslim yang memenuhi syarat untuk melakukannya. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan berdasarkan nash al-Qur’an yang sifatnya qot’i dalam kajian ilmu fiqh.



يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ...

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengertian Puasa dan Puasa Ramadhan

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan bagimu ibadah puasa, sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa...(QS. al-Baqarah, 2: 183)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِى اَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْاَنُ هُدًى للِّنَّاسِ وَبَيِنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ... 

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,..(QS. al-Baqarah, 2:185) 

(Penulis: KH. Syaifullah Amin/Red: Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Budaya, Pondok Pesantren, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Juni 2017

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

Demak, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU ) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyelenggarakan pelatihan pembuatan garam beryodium, 20-22 November 2013, di Balai Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung, Demak. Pelatihan diikuti 40 petani garam di Desa Kedungmutih dan sekitarnya.

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Demak Gelar Pelatihan Garam Beryodium

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menumbuhkan kewirausahaan bagi petani garam. Sehingga kedepan petani garam dari kalangan Nahdliyin bisa menjadi pengusaha yang sukses," ujar Ketua LPNU Demak, Alex Sholikhan di sela-sela pelatihan.

Alex mengatakan, pada kenyataannya petani garam kondisi ekonominya memprihatinkan. Selain penghasilannya yang kurang juga jiwa kewirausahaannya sangat minim. Sehingga hasil dari pengolahan garam tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Oleh karena itu maka banyak petani garam yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi akibat minimnya penghasilan mereka," tambah Alex.

Melihat kenyataan itulah maka LPNU Demak  mengajak kepada petani garam di Demak untuk meningkatkan SDM dalam rangka peningkatan ekonomi. Di antaranya adalah melatih petani garam membuat garam beroidium untuk kebutuhan konsumsi dengan mutu yang bagus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dengan mutu yang bagus itulah nantinya harga garam akan naik dengan sendirinya. Selain itu petani diharapkan mempunyai jaringan pemasaran tersendiri dan tidak lagi mengandalkan para pengepul. Selain itu juga meningkatkan produksi garam dengan pemakaian teknologi baru.

“Dengan pelatihan ini kami mengharapkan ke depan akan tercipta pengusaha besar  dari kalangan NU di daerah ini. Sehingga jika ada kegiatan Istighosah ada yang jadi bos tidak cari dana muter-muter kesana kemari," harapnya.

Sementara itu Wakil PCNU H. Aminudin dalam sambutaan pembukaan mengatakan , Kecamatan Wedung merupakan sentra pembuatan garam. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan diharapkan bisa memacu peningkatan ekonomi di wilayah ini. Diharapkan kegiatan ini terus berlanjut dalam rangka peningkatan ekonomi warga NU di Kecamatan Wedung sebagai penghasil garam

.

Di sisi lain Kepala Desa Kedungmutih, Hamdan menyambut positif kegiatan yang diadakan LPNU. Apalagi, mayoritas penghidupan warga Desa Kedungmutih mengandalkan garam . Di desa Kedungmutih ada puluhan kelompok petani garam, yang diharapkan dengan pelatihan pembuatan garam beryodium ini ada teknologi baru yang didapatkan.

“Harapan kami selain pelatihan ini juga ada kelanjutannya misalnya dari sisi pemasaran juga disentuh. Sehingga petani tidak hanya membuat garam beriodium yang berkualitas . Namun juga ada sesi yang membahas pemasarnnya," pungkasnya. (Muin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 29 Maret 2017

Kiai Cendekiawan Cari Solusi Kondisi Bangsa Tak Menentu

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menggagas halaqah kebangsaan yang digelar di Pondok pesantren Darul Maarif, Bandung, Jawa Barat Sabtu (14/5). Kegiatan ini terselengara berangkat dari kegelisahan para kiai dan cendekiawan pesantren melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Kiai Cendekiawan Cari Solusi Kondisi Bangsa Tak Menentu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Cendekiawan Cari Solusi Kondisi Bangsa Tak Menentu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Cendekiawan Cari Solusi Kondisi Bangsa Tak Menentu

“Acara serupa telah dilaksanakan di pesantren Al-Hikam Depok, bulan lalu. Kemudian muncul keinginan dari para kiai untuk digelar di daerah-daerah. Kali ini digelar di Bandung,” katanya?.

Menurutnya, kondisi bangsa Indonesia saat ini sangat tak menentu. Politik mejadi rasa transaksi, hukum masih jauh dari rasa keadilan, dan ekenomi masih jauh dari kesejahteraan. “Kenapa itu semua terjadi dan bagaimana solusinya? Itu yang menjadi salah satu bahasan dalam halaqah ini,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Parahnya, kata pengasuh pesantren Al-Hikam ini, di tengah banyaknya problem yang dihadapi, partai politik mengendalikan banyak lembaga negara, belum melakukan apa-apa. ”Karena itulah, para kiai dan cendekiawan ingin menyumbangkan pemikiran untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut,” terang mantan Ketua Umum PBNU itu.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

?Dalam sejarah Indonesia, katanya, ulama punya peran besar dalam membangun bangsa ini. Kini, melihat perkembangan permasalahan bangsa yang kian besar, ulama dan cendekiawan pesantren tak mau tinggal diam. "Karena itulah, para ulama ingin mengupas permasalahan bangsa ini dalam forum sarasehan atau halaqah. Apalagi sekarang menjelang pemilu," tuturnya.

H?alaqah yang digelar selama dua hari ini, akan mengeluarkan rekomendasi dan seruan moral untuk kemajuan bangsa Indonesia. "Setelah mendengarkan uraian dari narasumber, peserta akan merumuskan rekomendasi," pungkasnya. Selain di Bandung, acara serupa akan digelar di Banten, Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Halaqah nasional kebangsaan ini dihadiri oleh ratusan ulama dan cendekiawan pondok pesantren. Selain membahas masalah kebangsaan, halaqah ini juga membahas masalah keumatan dan keagamaan.

Sejumlah tokoh nasional menjadi narasumber, Menteri Pendidikan dan kebudayaan Muhammad Nuh, Mahfud MD, Abuya Mukhtar, Yudi Latif, KH Masdar Farid Mas’udi, Rokhmin Dahuri, Rizal Ramli, menteri perumahan rakyat Djan Faridz, Ketua PBNU KH Slamet Effendi Yusuf, KH Malik Madani, Prof Dr Gumilar RS, dan Jimly Ashiddiqie. (Ahmad Millah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sunnah, Kiai VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 24 Januari 2017

Hukuman Mati Saddam Bermotif Adu Domba

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Hukuman mati yang diterima oleh mantan pimpinan Irak Saddam Husein dengan cara digantung menyebabkan permusuhan kelompok Syiah dan Sunni di Irak semakin menjadi-jadi. Lebih dari itu, hukuman mati Saddam lebih bermotif adu domba dari pada penegakan hukum dan hak asasi manusia (HAM) seperti yang digembar-gemborkan selama ini.

Ulama terkemuka asal Timur Tengah Syeikh Yusuf al-Qaradhawi menyatakan, hukuman mati yang dilakukan oleh pemerintah Irak yang kini dipegang oleh orang-orang Syiah menyebabkan kemarahan kelompok Sunni yang saat ini masih setia mendukung Saddam. Terlebih ketika berbagai media massa menayangkan pesta pora kematian Saddam oleh kelompok Syiah.

Hukuman Mati Saddam Bermotif Adu Domba (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukuman Mati Saddam Bermotif Adu Domba (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukuman Mati Saddam Bermotif Adu Domba

Menurut Syeh Qordhawi hukuman mati Saddam dikomando sepenuhnya oleh pemerintah Amerika serikat. “Saya penolak pengadilan yangdilakukan di bawah penjajahan; saya menolak penguasaan Amerika serikat di Irak,” katanya saat berkungjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Kamis (11/1).

Dikatakan hukuman mati itu sangat menyayat hati umat Islam karena dilakukan pada pagi buta, saat umat Islam sedang melaksanakan Shalat Idul Adha. Dirinya mengaku sangat bersimpati dengan Saddam terutama pada saat mengucapkan kalimat thoyyibah, laa ilaha illallah, menjelang ajalnya.

Namun semua telah terjadi. Saddam telah mati. Umat Islam di Indonesia, kata Syeikh Qaradhawi, memiliki peran besar meredakan ketegangan sektarian yang terjadi menyusul kematian Saddam itu, baik di Irak maupun di negara-negara muslim.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Indonesia tidak pernah punya masalah dengan negara lain dan dapat diterima di mana saja. Kita harus selamatkan umat Islam dari tekanan-tekanan dan fitnah,’ kata Syeikh Qaradhawi.

Umat Islam perlu merapatkan barisan dan tidak terjebak dengan isu-isu sektarian yang muncul di media massa. Jika tidak, umat Islam akan terus diteror dengan permusuhan dan konflik fisik yang berkepanjangan. (nam)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Aswaja, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 12 Oktober 2016

Ziarah, Pengamat Luar Negeri Apresiasi Jasa Gus Dur

Jombang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Greg Fealy merasa bahagia saat didaulat menjadi pembicara pada diskusi dan silaturrahim jaringan Gusdurian yang digelar di kampus Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng, Selasa (4/8). Pertemuan dalam rangka harlah ke-75 Gus Dur tersebut mengangkat tema “Ziarah Gus Dur dan NU.”

Pengamat NU asal Australia ini lalu menuturkan awal mula berjumpa dengan Gus Dur. Ia sangat mengapresiasi jasa Gus Dur dalam membantu riset disertasinya tentang Sejarah Politik NU.

Ziarah, Pengamat Luar Negeri Apresiasi Jasa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Pengamat Luar Negeri Apresiasi Jasa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Pengamat Luar Negeri Apresiasi Jasa Gus Dur

“Saya pertama kali mengenal Gus Dur saat sedang menyelesaikan S3 saya di Jakarta. Dan Gus Dur sangat membantu saya waktu itu. Saya mendapat semacam kemudahan dari Gus Dur untuk mengakses seluruh pintu pesantren di Indonesia. Beliau betul-betul sangat membantu saya,” ujarnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Secara spesifik, ia mengaku sangat senang terutama terkait referensi para tokoh NU pada masa 1980-an dan 1990-an. Gus Dur mempertemukannya dengan para kiai di seluruh Indonesia sebagai narasumber dalam penelitiannya.“Saya sangat banyak menerima informasi yang warna-warni, selalu kritis. Tetapi bagi saya ini tidak selalu akurat,” ujar Greg Fealy dengan mimik lucu yang disambut derai tawa hadirin.

Indonesianis asal negeri Kanguru ini menggambarkan Gus Dur sedang mengajarinya melukis. Sedikit sekali para pelukis yang kalau mereka sedang menggambar wajah ibarat potret menjadi gambar yang tidak spesifik. Tetapi mereka mendapatkan esensi yang ia sebut terjadi juga pada Gus Dur.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Kenyataan sejarah dan sering sekali Gus Dur tidak bisa diandalkan dengan informasi itu. Tetapi ada kenyataan yang memiliki dasar dan lebih dalam yang Gus Dur bisa menangkap. Jadi kalau menyerap informasi yang saya dapat dari Gus Dur makin luas pemahaman saya tentang NU. Itu keistimewaan Gus Dur,” ujarnya.

Salah satu contoh, Gus Dur selalu bilang tentang ayahnya sendiri, KH Wahid Hasyim, sebagai tokoh yang berkampanye tidak setuju tentang rancangan pasal dalam UUD 1945 ? bahwa Presiden Indonesia harus beragama Islam.

“Saya kaget juga. Wah, ternyata Wahid Hasyim sama dengan Gus Dur. Kemudian, saya baca sumber-sumber primer tahun 1945, misalnya, tulisan Mohammad Yamin. ternyata Wahid Hasyim paling ngotot menjagokan presiden harus beragama Islam. Jadi, Gus Dur salah tentang itu,” ungkapnya.

Greg Fealy kemudian buru-buru meminta maaf kepada jamaah Gusdurian. “Maaf, mohon maaf. Saya orangnya sedikit sekali memang seperti orang Madura, yaitu suka blak-blakan,” ujarnya disambut tawa hadirin.NU harus Kritis

Tapi, ia mengaku bisa memahami Gus Dur yang menyampaikan keinginan dia atau orientasi dia kepada ayahnya sendiri. Jadi bisa dipahami kesalahannya yang tidak begitu besar itu. “Gus Dur selalu bilang bahwa NU harus selalu bersikap kritis. Dan juga Gus Dur sendiri sangat kritis kepada prestasi pemimpin NU sebelumnya,” ungkapnya.

Greg mengatakan wajar jika ia menilai secara kritis atas prestasi Gus Dur. Hal lain yang disampaikannya, dengan begitu banyak aktivis mahasiswa yang datang ke acara tersebut menunjukkan Gus Dur berhasil menjadi inspirasi bagi mereka. “Untuk NU, Gus Dur sendiri telah memberikan wawasan baru yang berbeda dengan pemimpin sebelumnya,” kata Greg.

Sebelum Gus Dur, tepatnya pada periode Idham Chalid, NU terkenal hampir selalu menyesuaikan diri dengan situasi yang sudah ada. Itu spesialisasi Pak Idham. Kalau baca pidato-pidatonya di muktamar NU, dia selalu punya analogi cari aman saja dan menyesuaikan dengan kondisi politik.

“Tapi sosok Gus Dur, dia hampir tidak sabar untuk selalu dalam zona nyaman. Gus Dur banyak sekali memilih jalan lain untuk memajukan warga yang dipimpinnya,” ujar Greg.

Selain Greg Fealy, hadir dua narasumber lain, pengamat NU asal Belanda Martin van Bruinessen dan aktivis NU Sumenep Panji Taufik. Ratusan aktivis Gusdurian yang duduk lesehan tampak menikmati diskusi yang dimoderatori pendiri eLKis Hairus Salim ini. Mantan Ibu Negara Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid beserta keempat putrinya juga hadir. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Daerah, Sunnah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock