Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Makna Penyucian Jiwa

Oleh M Sadullah

--Jiwa adalah ruh. Dengan ruh, manusia bisa mengenal kebaikan dan juga bisa menangkap hal-hal yang baik bagi dirinya. Tidak hanya sebagai fungsi jasadinya saja, tetapi juga sebagai fungsi intelektual, penalaran, dan emosional. Oleh karena adanya sebuah ruh tersebut, fungsi-fungsi di atas dapat berkembang ke arah yang lebih baik.

Marilah kita membayangkan sebuah besi. Besi itu fisiknya kuat. Dapat dipakai untuk konstruksi bangunan, menopang jembatan, menahan beban ratusan ton pada setiap harinya, lalu lalang kendaraan dengan muatan yang sangat berat. Ketika besi dicampur dengan baja, maka akan menjadi sedemikian tahan untuk menerima beban yang sangat berat. 

Makna Penyucian Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Penyucian Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna Penyucian Jiwa

Pertanyaannya, Apakah besi suatu saat akan berkarat dan berkurang fungsinya? Jawabannya adalah iya. Pengurangan fungsi dan kekuatan terjadi karena karat tersebut. Demikian pula dengan ruh kita, suatu saat akan mengalami sifat dan hal-hal yang mengganggu fungsi dan kegunaan utama ruh itu sendiri. Ketika hal tersebut terjadi, akan berakibat pada berkurangnya fungsi dalam menangkap kebaikan. Pada saat itulah kita membutuhkan upaya untuk menyucikan jiwa kita. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Terkait konsep tentang penyucian jiwa, hal ini telah difirmankan oleh Allah SWT melalui, “Qad aflaha man tazakka”(sungguh bahagialah orang yang dapat menyucikan dirinya). Pada ayat selanjutnya diterangkan, “wadzakarasma rabbihi fa shalla” (kemudian mengingat Allah, asma Allah dan kemudian shalat). 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Mengingat di sini dapat bermakna mengingat Asma Allah, bisa juga bermakna lebih meningkat lagi yaitu mengingat Allah.Atau dapat pula dimaknai dengan hadirnya hati di dalam menyebut asma Allah, yaitu lisan kita menyebut dan hati kita mengingat-Nya. Lebih tinggi lagi dari hal tersebut adalah menghadirkan kebaikan-kebaikan di dalam pikiran, hati, dan perbuatan kita sesuai dengan yang dikehendaki Allah SWT. Itulah tingkatan berdzikir yang sangat tinggi. 

Berdzikir kepada Allah bisa berarti menyebut asma Allah, misalnya melafadzkan kata ”Allah, subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar dan hauqalah. Demikian bacaan dzikir bisa kita pelajari, terutama yang ma’tsurat seperti yang telah diajarkan oleh Rasullullah SAW. 

Kita menyebut asma Allah saja, sudah terbimbing pelan, selanjutnya berangsur ke pikiran dan hati kita. Apabila kita dapat memasukkan asma Allah yang baik itu dalam memori kita, berarti kita menyertakan ingatan kita pada saat menyebut nama Allah, maka kita mencapai tahap yang nomer dua. Apabila kita berusaha atau mewujudkan kebaikan yang Allah berikan kepada kita menjadi perbuatan, ucapan dan sikap kita, maka kita mencapai tahap dzikir yang nomer tiga, yaitu tahap dzikir yang sangat tinggi.

Mengapa kita perlu menyucikan jiwa? Penyucian jiwa itu menjadi penting, karena iman dan kebaikan manusia itu mengalami  pasang surut. Oleh karena manusia itu hidup dalam pergaulan antar sesamanya, perasaan manusia tidak semuanya stabil terus menerus, melainkan kadang-kadang sedih, bergembira, bersemangat, kurang semangat, maka penyucian jiwa itu penting bagi kita. 

Prof M Adnan dalam bukunya, Ta’yid Al Islam, disana dikutip bahwa hati manusia itu bisa berkarat. Kemudian orang-orang bertanya, “Apa obat bagi hati yang berkarat itu?”. Jawabnya, “Membaca Al-Qur’an dan mengingat kematian”.  Apa maksud dari hati yang berkarat itu? Artinya, kalau suatu saat hati kita merasa sulit menerima nasihat, sulit melaksanakan kebaikan,  putus harapan, lemah harapan dan lain sebagainya, saat itulah hati kita diperlukan penyucian jiwa untuk menjaga kesetabilan jiwa kita.

Apakah dalam penyucian jiwa itu harus menyertakan jasad, akal dan kalbu? Jawabnya, “betul”. Dalam penyucian jiwa, Allah SWT memberikan modal kepada kita yang berupa akal pikiran dan panca indera. Tidak hanya itu saja, ternyata Allah SWT memberikan kepada kita semua berupa ruh. Karena dengan ruh tersebut yang paling peka dalam menangkap kebaikan, yang dibantu dengan akal dan panca indera. 

Menurut keterangan Sayid Naqib Al Athas yang dikutip dari Imam Ghazali, ada sesuatu yang disebut dengan jiwa. Didalam jiwa ternyata ada akal. Dimana akal tersebut tidak sendirian dalam membentuk jiwa kita. Ia berkaitan dengan kalbu dan nafs. Akal adalah satu jenis kecakapan yang ada dalam diri kita yang membuat kita sadar dan memiliki kecerdasan. 

Dengan kecerdasan tersebut maka kita dapat mempunyai penalaran. Dengan penalaran maka kita bisa menyusun abstraksi, dan pengetahuan yang makin lama terhimpun semakin banyak. Itulah kemampuan akal manusia. 

Dalam jiwa juga ada kalbu (qalbu). Ketika kita melihat sesuatu sebagai bimbingan dari Tuhan, cahaya dari Tuhan, misalnya ini baik, ini menyelamatkan, maka pada saat itulah sisi kalbu yang bekerja. Contohnya, kalau kawan kita terbaring di rumah sakit maka kita akan merasa bersyukur kepada Allah SWT dengan nikmat kesehatan yang kita miliki. 

Selain itu, ada nafs. Nafs ini sesuatu yang berurusan dengan badan. Contohnya adalah, kalau kita membutuhkan makan dan minum, maka kita merasakan haus dan lapar. 

Maka dari itu, disebut menyucikan jiwa apabila kita mengasah akal kita agar menjadi lebih cerdas, mengasah kalbu kita agar lebih peka dengan kebaikan, dan mengasah nafs kita agar peka terhadap gejala-gejala badaniyah yang kesemuanya kita arahkan dalam kebaikan. 

Mudah mudahan dengan tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa ini kita semua mendapat berkahnya bulan Ramadhan, ibadah kita diterima oleh Allah, Amal kebaikan kita dilipat gandakan dan kualitas puasa kita lebih baik dari pada hari-hari sebelumnya. Wallahu A’lam.

M Sa’dullah, (Staf Pengajar di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah, Purwokerto Banyumas dan Sekretaris LBM PCNU Banyumas).

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pertandingan, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Maret 2018

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab

Bekasi, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth 

Siti Zubaidah, istri Muhammad Al-Zahra (MA)—pria yang meninggal dunia karena penyiksaan yang dilakukan massa setelah diduga mencuri amplifier dari sebuah mushala di Bekasi, menceritakan ada kenangan dari almarhum suamiya yang sangat berkesan dalam ingatannya.

“Ya dia selalu mengingatkan saya supaya memakai hijab. Saya kan orangnya tomboi, dia selalu mengingatkan saya,” ujar Zubaidah kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth ketika ditemui di kediamannya di  Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/8) siang.

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab

Zubaidah sangat kehilangan suaminya, apalagi peristiwa yang menyebabkan suaminya meninggal dunia, sangat tidak manusiawi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, MA, pria berusia 30 tahun, berprofesi sebagai ahli reparasi alat-alat elektronik diduga mencuri amplifier di mushala Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8) pukul 16.30 WIB. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tuduhan itu membuat orang-orang melakukan pengejaran dan penyiksaan termasuk membakar MA hidup-hidup hingga menyebabkan kematiannya sekitar pukul 17.30 di Kampung Muara Rt.012/007 Desa Muara bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

“Sekarang nggak ada yang ngingetin lagi (agar selalu berjilbab),” kata perempuan berusia 25 tahun itu.

Zubaidah mengaku tidak mendapat firasat apa-apa sebelum peristiwa tersebut. Pagi hari sebelum berangkat, MA membuat papan untuk salon (sound system). 

“Saya baru tahu sekitar jam delapan pada malam harinya. Karena ada polisi yang memberi tahu dan mengantarkan jenazah suami saya,” tambah Zubaidah. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Warta, Ahlussunnah, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 24 Februari 2018

Antara Teroris dan Teloris

Otong dan Ujang suatu kali sedang ngobrol serius tentang bom di Sarinah di serambi pesantren. Tiba-tiba Ujang bertanya sama Otong.

"Kang tahu tidak, kemarin seorang pemuda asal Brebes ditangkap polisi ketika berjalan di dekat pusat perbelanjaan dan membawa tas bermuatan yang cukup berat?" tanya Ujang.

Antara Teroris dan Teloris (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Teroris dan Teloris (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Teroris dan Teloris

"Tidak, Kang. Kok di TV dan medsos enggak ada yang memberitakan tentang itu? Mungkin itu hoax."

"Tapi..." lanjut Ujang sambil menampakan mimik wajah serus.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Tapi apa, Kang?" tanya Otong penasaran.

"Tapi, setelah memeriksa ketat isi tas, polisi mendapatkan barang yang bukan ia curigai."

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Emang isinya apa?"

"Telor asin, yang akan didrop ke warung-warung. Kini pemuda tersebut ditetapkan sebagai teloris," jelas Ujang sambil ketawa. (Ahmad Rosyidi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Tegal VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 16 Februari 2018

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa karakter Islam ada pada kelembutannya. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Karakter Islam adalah Kelembutan

“Karakter Islam terletak pada kelembutannya,” ujar Kiai Hasyim ketika menjadi narasumber Forum Bahtsul Masail Kongres Ke-17 Muslimat NU, Jumat (25/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Forum Bahtsul Masail tersebut membahas tentang ujaran kebencian (hate speech) yang kian marak di dunia maya. Selain Kiai Hasyim, hadir juga sebagai narasumber Imam Besar Masjid Istiqlal, dan pakar IT Muhammad Bachir.

Sementara itu, KH Nasaruddin Umar menjelaskan beberapa ciri yang dapat dikategorikan dengan hate speech. "Ujaran kebencian itu adalah fitnah, menghasut dan penyebaran berita bohong," terangnya.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pertama, imbuhnya, adalah penghinaan. Kedua berbuat tidak menyenangkan itu bisa digugat baik itu tertulis di media ataupun secara langsung penyampaiannya.





Rekomendasi kongres

Sidang Komisi Rekomendasi Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan rekomendasi terkait maraknya ujaran kebencian atau hate speech terutama di media sosial, media tradisional, media online, dan kehidupan nyata.?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain ujaran kebencian, sidang yang berlangsung Jumat (25/11) malam di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta ini juga menelorkan rekomendasi terkait kekerasan seksual pada anak, NAPZA, kesenjangan ekonomi, ketahanan keluarga, bonus demografi, terorisme, kebijakan publik, dan penguatan internal kelembagaan.

Hate speech yang terbukti memunculkan kerasahan di tengah masyarakat disikapi secara serius oleh Muslimat NU. Rekomendasi terkait hate speech itu ditujukan kepada Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepada Polri, Muslimat NU merekomendasikan pertama, agar melakukan pengkajian yang lebih komprehensif terkait hate speech dalam rangka penyusunan kerangka regulasi yang mengatur secara khusus untuk menindak hate speech.?

“Di samping Surat Edaran Kapolri No SE/b/X/2015 Tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech),” ujar Pimpinan Sidang Komisi Rekomendasi Hj Machsanah A.

Kedua, mempromosikan pendidikan publik tentang anti-hate speech atas dasar apapun, serta bahaya dan konsekuensi yang ditimbulkannya bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ketiga, memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat tentang dampak hate speech agar tidak saling menghujat, memfitnah, dan perilaku tidak baik lainnya,” lanjut Machsanah.

Kepada MUI, Muslimat NU juga merekomendasikan agar membuat pedoman atau acuan yang lebih komprehensif tentang paham dan aliran tertentu.

“Misalnya mengkafirkan dan menganggap sesat terhadap suatu aliran,” tandas Machsanah.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Hikmah, Habib, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 07 Februari 2018

Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan

Padang, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas mengungkapkan, kegiatan JI tak bisa hilang begitu saja, menyusul kriminalisasi kelompok garis keras ini oleh pemerintah dan masyarakat. Nama JI mungkin lenyap dari peredaran tapi gerilya mereka akan terus menjalar dengan berbagai rupa.

Nasir menyampaikan hal itu di sela acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid (LTMNU) Region II PWNU Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi, yang digelar di Padang, Sumbar, 30 Juni-1 Juli 2012. Menurutnya, hingga kini kegiatan jaringan bawah tanah JI masih dirasakan tetap aktif meskipun dengan menggunakan nama organisasi yang baru.

Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Anggota JI: Nama Boleh Lenyap, Gerilya Tetap Jalan

“Bila nama JI sudah tak lagi mendapatkan tempat di masyarakat, maka mereka membentuk organisasi baru dengan nama baru tapi anggotanya tetap dan tujuannya juga sama,” katanya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Hal ini dikarenakan, keseluruhan gerakan mereka ditopang oleh fanatisme ideologi yang sangat mengakar. Keyakinan tetang status kafir Negara Kesatuan Republik Indonesia menguatkan tekad mereka untuk melakukan pemberontakan dengan berbagai cara.

Hadir dalam Rapimnas untuk empat propinsi ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) Sukanto, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), perwakilan Gubernur Sumbar, sejumlah kader muda NU, dan beberapa organisasi sayap NU.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurut Ketua Pengurus Pusat LTMNU, Rapimnas bertema “Wujudkan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat” ini salah satunya dalam rangka pencerahan umat berbasis tempat ibadah. Sebagai pusat ritual keseharian umat Islam, masjid mesti terlindungi dari masuknya ideologi yang dapat mengancam kemaslahatan dan keharmonisan masyarakat.

“Kita semua menyadari, benih-benih kekerasan dan terorisme atas nama agama sudah meyusup ke dalam masjid. Karena itu, LTMNU punya tanggung jawab menyelesaikan hal itu,” ujarnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 06 Februari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

Sidoarjo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan seminar awam bertajuk sukses mendapatkan buah hati. Acara tersebut diadakan di ruang pertemuan Darun Naim Lt. 3 dan diikuti sekitar puluhan peserta, terdiri dari pasien dan masyarakat umum.

 

Seminar diisi narasumber profesional di bidangnya. Di antaranya dokter spesialis kandungan dr Raz Fides Umi yang menjelaskan kondisi pra kehamilan dan dokter spesialis andrologi dr Harry Pantjoro, menjelaskan tentang  faktor yang berpengaruh dan penanganan gangguan infertilitas pria.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Adakan Seminar Sukses Dapatkan Buah Hati

 

Panitia seminar awam dr Singgih Adi Saputra mengatakan, seminar sukses mendapatkan buah hati ini membahas tentang berbagai hal. Dari mulai konseling, bagaimana cara mendapatkan keturunan atau buah hati, pengertian hamil, bagaimana kehamilan yang sehat dan risiko kehamilan.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Para peserta diharapkan aktif dan bertanya tentang dirinya sendiri atau bagaimana KB yang benar,” kata Singgih, Sabtu (13/1), Juga bagaimana mendapatkan anak kembar, apakah mitos dan fakta seputar kehamilan. Semua diungkap di sini, lanjutnya.

 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ia menjelaskan, seminar memberikan pemahaman seputar sukses mendapatkan buah hati. Juga merupakan rangkaian kegiatan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo ke-55, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa RSI Siti Hajar Sidoarjo juga mempunyai spesialis kandungan (obgyn) yang mumpuni dan spesialis andrologi.

 

"Biasanya orang-orang itu konseling andrologi langsung ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, tapi di sini masyarakat bisa bertanya langsung kepada kedua narasumber,” tandasnya. Karena rumah sakit kebanggaan nahdliyin di Sidoarjo ini juga mempunyai spesialis kandungan dan andrologi yang juga mumpuni.

 

Banyaknya orang menikah, lanjut Singgih, keberadaan Siti Hajar juga diharapkan menjadi rumah sakit BKIA dan berusaha memunculkan kembali, serta menarik animo masyarakat. Karena saat ini masih banyak pasangan menikah. Selama masa itu, banyak pasangan yang ingin mengetahui bagaimana cara berhubungan, kehamilan yang sehat, juga menjaga kehamilan yang benar.

 

Diharapkan, dengan seminar itu, peserta mendapatkan ilmu tentang kehamilan, obgyn, kewanitaan dan ilmu tentang cara mendapatkan buah hati yang sehat.

 

dr Raz Fidez Umi menjelaskan, panduan sukses mendapatkan buah hati di antaranya kesiapan fisik, mental, pemeriksaan kesehatan, skrining generik, gaya hidup sehat, nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan kesehatan reproduksi,

 

"Gaya hidup sehat meliputi olahraga, juga tidak merokok,” jelasnya. Nutrisi yang tepat dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Secara keseluruhan tubuh harus sehat. Nutrisi yang ada di tubuh paling penting. Karena ketika ada pertemuan sperma dengan ovum itu bisa tumbuh, lanjutnya.

 

Sementara dr Harry Pantjoro menyebutkan, andrologi ilmu yang mempelajari tentang masalah infertilitas pria atau kesuburan pria, seksualitas, hormon pria (ageing), penuaan (andropause), Keluarga Berencana atau KB pria.

 

"Sperma itu sangat penting, karena dari sperma akan menentukan genetik laki-laki atau perempuan. Di usia 40 tahun ke atas sperma kurang bagus. Dari itu, diharapkan pasangan konsutasi di usia 35 tahun," tandasnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Quote, Habib VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 04 Februari 2018

Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Manusiawi bila seseorang mempunyai cita-cita tinggi dan mulia, seperti penghidupan yang layak, keturunan yang baik juga status sosial di masyarakat. Namun demikian sebaik-baik harapan dan cita-cita adalah apabila dalam proses dan pencapaianya selalu mendasarkan diri pada nilai-nilai Al-Qur’anul karim. 

Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebaik-baik Harapan yang Mendasarkan Diri pada Al-Qur’an

Demikian taushiyah singkat Mustasyara PCNU Pringsewu, lampung H Sujadi Saddad dalam acara Walimatul Khitan di kediaman santrinya Endriyansah di Pekon Patoman Pagelaran, Pringsewu, Lampung, Ahad (18/9).

"Semoga yang di khitan, karena kedua orang tuanya mengajarkan al Quran, maka kita doakan putranya juga menjadi ahlul Quran," harapnya.

Abah Jadi yang Bupati Pringsewu ini juga menggaris bawahi bahwa dengan selalu berpegang pada al Quran maka orang tersebut akan selalu dalam bimbingan dan lindungan Allah SWT.

"Insya Allah orang yang dalam hidupnya bersama al Quran kalaupun salah, ia akan segera kembali memperbaiki diri,seandainya akan tergelincir ia akan segera diselamatkan dan pada akhirnya akan menjadi pribadi yang bejo (beruntung-red)," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Bupati juga mewanti-wanti untuk selalu bersyukur atas pekerjaan dan penghidupan yang telah diberikan Allah SWT, tidak menghalalkan segala cara dalam meraih pekerjaan ataupun kedudukan. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

"Jangan minder walaupun tidak menjadi PNS, hindarkanlah suap dan sogok dalam mencapai tujuan. Tetaplah menyibukkan diri dengan al Quran. Karena Nabi telah berpesan, barang siapa yang sibuk dengan al Quran maka Alloh akan memberikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada sesuatu yang diminta hambaNya dalam doa," tegasnya.

Acara ini menghadirkan penceramah dari Pondok-Pesantren Al Asyariyyah Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah, Ust. Edi Muhammad Abdul Rahman. Nampak hadir ketua PCNU Pringsewu H.Taufik Qurrohim juga Pengasuh Pesantren Baitul Quran ustadz Hamid Alhafidz. (Fatchurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Meme Islam, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 31 Januari 2018

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

Pada dasarnya mengangkat tangan ketika berdo’a dan dan mengusap wajah sesudahnya bukanlah sekedar tradisi yang tanpa dasa. Keduanya merupakan sunnah Rasulullah saw. sebagaimana termaktub dalam salah satu haditsnya yang diceritakan oleh Ibn Abbas:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? (? ? ?)

Apabila engkau memohon kepada Allah, maka bermohonlah dengan bagian dalam kedua telapak tanganmu, dan jangan dengan bagian luarnya. Dan ketika kamu telah usai, maka usaplah mukamu dengan keduanya.

Demikian pula keterangan para ulama dari beberapa kitab. Bahkan mereka menganjurkan ketika semakin penting permintaan agar semakin tinggi pula mengangkat tangan. Adapun ukuran mengangkat tangan adalah setinggi kedua belah bahu. Dalam I’anatut Thaibin Juz Dua diterangkan:

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengangkat tangan dan Mengusap Muka ketika Berdo’a

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dan diwaktu berdoa disunnahkan mengangkat kedua tangannya yang suci setinggi kedua bahu, dan disunnahkan pula menyapu muka dengan keduanya setelah berdo’a.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Keterangan ini ditambahi oleh keterangan Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdy dalam Al-Hawasyil Madaniyyah  dengan sangat singkat.

? ? ? ? ? ? ? ?

Batas maksimal mengangkat tangan adalah setinggi kedua bahu, kecuali apabila keadaan sudah amat kritis, maka ketika itu bolehlah melewati tinggi kedua bahu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

 Akan tetapi, di masa sekarang ini banyak kelompok yang meragukan dan menyangsikan sunnah Rasulullah saw ini. mereka meanyakan kembali tentang keabsahannya. Sungguh hal ini bukanlah sesuatu yang baru karena dulu telah disinggung oleh pengarang kitab al-Futuhatur rabbaniyyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sang pengarang telah berkata bahwa “telah ada hadits-hadits yang tak terbatas banyaknya mengenai mengangkat tangan ke langit ketika berdo’a, barang siapa menganggap itu tidak ada, maka ia telah keliru.

Red. Ulil H.  

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Anti Hoax, Sholawat, Doa VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 30 Januari 2018

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Pekalongan, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

NU Care-LAZISNU Kapupaten Pekalongan menyalurkan dana bantuan untuk muslim Rohingya, Sabtu (21/10) di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Pengurus Wilayah NU Care-LAZISNU Jawa Tengah, disaksikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi. Penyerahan dilakukan di sela-sela acara Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2017.

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng Zainuddin Zein menjelaskan bantuan yang terhimpun di PW NU Care-LAZISNU Jawa Tengah nantinya akan diteruskan ke Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU di Jakarta, untuk kemudian diserahkan kepada Muslim Rohingya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ini merupakan penghimpunan dana Rohingya tahap kedua,” kata Zainuddin.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jika ditotal, dana yang terkumpul di tahap kedua ini sudah mencapai 320-an juta. Lebih besar jika dibandingkan dengan tahap yang pertama, yang hanya mencapai 132 juta rupiah. 

Ketua NU Care LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H Suhaimi mengatakan penghimpunan dilakukan dengan menginstruksikan ke masjid-masjid NU di seluruh Kabupaten Pekalongan agar memberikan satu kali Kotak Jumat untuk  disediakan secara khusus membantu muslim Rohingya. 

“Waktunya kurang dari satu bulan, ” imbuh Suhaimi. 

Dewan Penasihat NU Care-LAZISNU Kabupaten Pekalongan, KH Imronuddin menambahkan, bahwa dengan keberadaan penggalangan dana tersebut semakin menampakkan peran serta kepedulian warga Nahdliyyin dalam isu-isu kemanusiaan di tingkat internasional.

“100 juta ini adalah aksi nyata kita untuk Rohingya. Semoga dengan semakin pedulinya kita terhadap saudara-saudara muslim kita, itu menunjukkan semakin menguatnya ukhuwah islamiyah serta ukhuwah basyariyah kita,” tambahnya. 

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi mengatakan kepada 1200 an santri yang hadir dalam acara tersebut bahwa tragedi Rohingya mengingatkan kepada kita mengenai pentingnya sebuah negara yang aman, tertib, serta kondusif. 

“Maka para santri harus senantiasa cinta kepada NKRI dan sekuat mungkin untuk ikut menjaganya dari berbagai bentuk perpecahan,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan pendidikan kepada 10 santri yang masing-masing menerima 500 ribu rupiah, serta bantuan kewirausahaan kepada 2 santri masing-masing bernilai 1, 5 juta rupaih. Bantuan tersebut sebagai bentuk dorongan dalam bidang pendidikan dan ekonomi santri. (Riza/Kendi Setiawan)



Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 29 Januari 2018

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya

Ikan adalah salah satu menu makanan yang banyak disajikan di beberapa rumah makan. Rasanya yang lezat dan segar membuat jenis binatang laut ini digandrungi pecinta kuliner. Ikan yang dikonsumsi beraneka ragam. Ada yang berukuran besar seperti kakap dan gurame. Ada juga yang tergolong kecil seperti ikan teri.

Terkadang ikan yang sudah siap santap masih ditemukan kotorannya bisa jadi karena kurang bersih saat mengolahnya atau sulit dibersihkan. Alhasil, kotorannya ikut termakan, terlebih ikan yang berukuran kecil. Pertanyaannya kemudian, bagaimana hukum mengonsumsi ikan beserta kotorannya yang ikut termakan?

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Mengonsumsi Ikan Beserta Kotorannya

Ikan adalah jenis binatang halal, bahkan bangkainya. Rasulullah SAW bersabda tentang laut.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

? ? ? ? ?

Artinya, “Laut adalah suci menyucikan airnya. Halal bangkai binatangnya,” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi dan disahihkan olehnya).

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Meski bangkai ikan dihukumi suci dan halal, menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi’i, kotorannya tetap dihukumi najis.

Berkaitan dengan hukum mengonsumsi ikan yang ikut tertelan kotorannya, ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat yang dikutip Imam Al-Qamuli dalam kitab Al-Jawahir dari pendapat kalangan Syafi’i tidak diperbolehkan baik ikan besar maupun kecil. Menurut Imam An-Nawawi dan Ar-Rafi’I, diperbolehkan untuk jenis ikan kecil, sebab sulitnya membersihkan kotoran di dalamnya.

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menegaskan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Al-Qamuli dalam kitab Al-Jawahir mengutip dari kalangan Syafi’i bahwa tidak diperbolehkan mengonsumsi ikan asin yang tidak dibersihkan kotoran-kotoran di dalamnya. Zhahir dari kutipan Al-Qamuli ini tidak membedakan antara ikan besar dan kecil. Tetapi dua guru besar madzhab Syafi’i (Al-Nawawi dan Ar-Rafi’i) menyebutkan, diperbolehkan mengonsumsi ikan kecil beserta kotoran di dalam perutnya, sebab sulitnya membersihkan kotoran tersebut.”

Bahkan menurut Imam Ar-Ramli, kebolehan mengonsumsi ikan beserta kotorannya juga berlaku untuk ikan yang besar. Syekh Ahmad bin Umar As-Syathiri dalam Syarah Bughyatul Mustarsyidin juz 1, halalaman 337 menegaskan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnu Hajar, Ibnu Ziyad dan Ar-Ramli sepakat sucinya (dalam arti ma’fu) darah dan kotoran ikan kecil dan diperbolehkan mengonsumsi ikan tersebut beserta darah dan kotorannya serta tidak dapat menajiskan minyak. Bahkan Ar-Ramli memberlakukan hukum tersebut untuk ikan besar juga. Sementara Ibnu hajar dan Ibnu Ziyad tidak menghukumi ma’fu kotoran ikan besar, sebab tidak ada masyaqqah (keberatan) dalam membersihkannya”.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi ikan beserta kotorannya diperbolehkan menurut sebagian ulama. Tetapi bila masih memungkinkan membersihkan kotoran ikan saat mengolahnya (Jawa: mincati), maka hal tersebut lebih baik. Sebab keluar dari perbedaan ulama hukumnya sunah, terlebih menjaga kebersihan makanan juga merupakan perkara yang dianjurkan agama. Wallahu a‘lam. (M Mubasysyarum Bih)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 14 Januari 2018

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik

Karanganyar, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dilantik di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar Jl. Lawu, Sabtu (5/3).

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU dan GP Ansor Karanganyar Dilantik

Menurut Ketua Panitia Pelantikan, Jamaludin acara ini sangat spesial karena di hadiri PBNU, PWNU Jawa Tengah, PCNU dan MWCNU se-Solo Raya, Dandim Solo Raya, Kapolres Solo Raya, serta seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) dan instansi pemerintah se-Kabupaten Karanganyar.

Dari pantauan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth pada bagian registrasi, undangan yang hadir sekitar 3.000 orang lebih. Hadir tamu undangan dari Muhammadiyah, MTA, LDII Karanganyar, Kapolsek, Koramil, Camat, Kepala Desa dan kepala sekolah se-Kabupaten Karanganyar.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jamaludin berharap semoga dengan pelantikan yang dihadiri oleh internal NU, ormas lain dan pejabat pemerintahan ini menjadi saksi dan momentum kebangkitan NU di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth AlaNu, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 12 Januari 2018

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Bandung, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pengembangan PMII di kampus umum terutama di kampus berlabel negeri sudah saatnya tidak terus berputar hanya sebatas wacana, dari satu diskusi ke diskusi, satu workshop ke workshop, namun harus ada langkah-langkah kongkrit dan keseriusan dari pemangku kebijakan yang ada di struktur PMII.  

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah PMII Bergerak di Kampus ITB

Keseriusan ini mulai dibuktikan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PKC PMII) Jawa Barat yang digawangi oleh Bidang Jaringan Perguruan Tinggi dengan terjun langsung mengawal penyelenggaraan kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Leadership Class yang secara khusus diperuntukan bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).  

Kegiatan Mapaba ini bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Kota Bandung, dari mulai tanggal 23-24 Februari 2013. Mapaba ini diikuti oleh 22 orang peserta dari berbagai jurusan yang ada. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kegiatan yang bertemakan “Membumikan Islam Ahlussunnah Waljamaah di Bumi Ganeca” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Surjani Ihsan. Dalam sambutanya KH Surjani Ihsan mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut dan mengharapkan dengan penyelenggaraan kaderisasi ini dapat berperan bagi kemajuan NU masa depan. 

“Dengan adanya rekrutmen mahasiswa ITB ini diharapkan dapat lebih memperkuat aset SDM NU ke depan”, ujarnya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain itu, menurut ketua BAZ Jabar ini kader-kader PMII yang ada di ITB ke depan dapat berkontribusi dalam gerakan dakwah Islam Ahlussunah Waljamaah di kampus ITB. Kader PMII yang ada di ITB diharapkan dapat menjadi agen dan duta-duta utama NU dalam berdakwah di kampus. 

Ketua Bidang Jaringan PT PKC PMII Jawa Barat, Senja Bagus Ananda dalam dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses rekrutmen kader PMII di kampus ITB ini merupakan salah satu komitmen dan keseriusan kepengurusan PMII Jawa Barat untuk mengembangkan PMII di kampus umum setelah sebelumnya pada akhir tahun 2012 bidang Jaringan PT menyenggarakan program Workshop kaderisasi kampus umum. Menurut alumnus FIB UI ini, 

“PKC PMII Jawa Barat akan memberikan perhatian lebih serius untuk mengawal proses kaderisasi di ITB. Karena bagaimana pun ITB merupakan aset bangsa dan memiliki peran yang cukup strategis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. 

Sementara itu ketua PKC PMII Jawa Barat Edi Rusyandi dalam sambutannya mengemukakan pentingnya menyatukan komitmen dan visi gerakan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kepentingan ummat, masyarakat dan bangsa. 

Selain tersemat tanggung jawab akademik secara individual, setiap mahasiswa juga mengemban amanat sejarah dan tanggung jawab sosial untuk berkhidmat bagi kepentingan rakyat. 

“Nah, PMII menjadi ruang dan media perjuangan mahasiswa baik bagi kepentingan kapasitas dan skill individualnya, demikian pula sebagai alat perjuangan sosial. Sejarah telah mencatat, ITB telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pergerakan dan pemimpin bangsa,” ujarnya. 

Selain itu, Menurut mahasiswa Pascasarjana UPI ini menekankan pentingnya hidup berkomunitas dan membangun solidaritas diantara sesama kader sebagai modal dasar pengembangan organisasi PMII di kampus ITB. 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Mapaba ini disepakati untuk dilaksanakan pesantren Ahlussunnah waljamaah dengan wadah yang dinamakan Corp Dakwah ITB bertempat di Masjid Salman ITB. 

Pesantren Aswaja ini akan digelar secara rutin setiap satu minggu sekali dengan menghadirkan narasumber-narasumber ahli. Ini ditujukan dalam rangka memperkuat sisi pengetahuan, visi dan nilai-nilai perjuangan organisasi. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pondok Pesantren, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Rabu, 03 Januari 2018

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB

Mataram, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Global Fund menggelar seminar kolaborasi TB-HIV di Aula Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kelurahan Dasan Seremn Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (07/05/15).

"Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dari sejak tahun 2011 sampai saat ini," ujar dr. Handomi ketua LKNU NTB kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth.

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Gelar Sosialisasi TB-HIV di NTB

Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari sejak 07-09 Mei 2015 dalam bentuk berbeda "Hari ini (07/05) acaranya seminar dari semua unsur NU, pesantren, dan Banom serta perwakilan Lembaga yang ada di NU NTB," tambahnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selain acara seminar akan dilanjutkan dengan pelatihan komunikasi selama dua hari pada tanggal 08-09 Mei 2015.

"Seminar ini dilanjutkan dengan pelatihan interkomunkasi selama dua hari dengan jumlah 25 orang peserta dari 5 perwakilan ponpes NU yang ada di NTB," kata dr. Handomi, sapaan akrabnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan selama dua hari adalah agar para kader dan santri khususnya yang masuk menjadi peserta dapat memiliki kemampuan komunikasi yang baik di bidang kesehatan.

"Harapan kami nanti yang 25 orang ini bisa berkomunikasi yang baik dalam mengkampanyekan tentang kesehatan khususnya TB DOTS di tempatnya masing-masing" urainya.

Di tempat yang sama perwakilan PP LKNU Nasrullah mengatakan kegiatan seperti ini sudah dilakukan di 4 daerah di antaranya Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Bali dan termasuk NTB.

"Mudah-mudahan ke depan kita bisa jangkau semua daerah yang ada di Indonesia," harap Nasrullah.

Kasubdit TB Kemenkes RI dr. Risti Widianingsih, M.Kes menyatakan pihaknya menggadeng ormas seperti NU yang memiliki basis besar di kalangan bawah agar masyarkat luas lebih cepat mendapatkan informasi tentang kesehatan.

Karena pihaknya selain melakukan sosialisasi melalui dinas kesehatan yang ada di daerah juga menggandeng semua agama. "Agama-agama lain juga kami gandeng sebagai upaya penanggulangan kesehatan khususnya TB," sebutnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dinas Kesehatan Prov. NTB dr. Eka Junaidi dan dihadiri juga oleh ketua PWNU NTB Tgh. Acmad Taqiuddin Mansur dan sekita 75 peserta dari perwakilan Banom, Lajnah, Ponpes dan perwakilan Puskesmas yang ada di Kota Mataram. (hadi/mukafi niam)    

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Pesantren, Jadwal Kajian, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Selasa, 02 Januari 2018

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah

Jepara, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pesantren tahfidz Darus Sa’adah desa Bugel, kecamatan Kedung, kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengelola majalah bernama Garda. Majalah tersebut terbit sekali dalam setahun.

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)
Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah (Sumber Gambar : Nu Online)

Garda, Majalah Pesantren Putri Darus Sa’adah

Majalah yang diterbitkan para santri putri pesantren ini merupakan tindak lanjut dari Latihan Dasar Jurnalistik (LDJ) yang diselenggarakan di pesantren tahun lalu.

Alhasil di tahun yang sama majalah berjargon “media pengembangan kreativitas santri” ini terbit untuk edisi kali pertama. Tahun ini sudah menginjak edisi kedua.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dua tahun berjalan media yang dikelola pesantren putri ini tentu saja menuai dinamika. Hal itu diuraikan Ummi Abdillah Azzahro. Menurut Pemimpin Redaksi Garda, pihaknya terkendala santri yang minim membaca juga menulis. Padahal di pondok sudah memiliki fasilitas penunjang baca tulis.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Disini ada mading yang diganti sepekan sekali. Juga ada perpustakaan pondok,” terangnya saat ditemui VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Jum’at (7/11) siang.

Meski kendala selalu menghadang media yang sudah berjalan dua tahun ini harus tetap eksis. “Setiap tahun kru redaksi mengalami pergantian. Kru redaksi yang dipasrahi tulisan juga harus selesai sebelum deadline,” imbuh Ummi.

Sementara ini majalah hanya dikonsumsi khusus santri Darus Sa’adah. Majalah ini sepenuhnya dibiayai para santri yang sudah memasuki jenjang khotimat, khatam tahfidz menjelang muwaddaah. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Olahraga, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 30 Desember 2017

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri

Pringsewu, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Menyikapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu mengenai polusi suara yang diakibatkan suara ngaji kaset di masjid-masjid, Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pringsewu KH Hambali berpendapat agar masyarakat berfikir jernih dan bijak dalam menyikapi hal tersebut.

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriyah MWCNU Pringsewu: Ganti Ngaji Kaset dengan Ngaji Sendiri

Kiai Hambali menilai bahwa hal tersebut haruslah menjadi pemicu bagi umat muslim untuk tidak tergantung kepada teknologi dalam beribadah. Menurutnya, umat muslim harus meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadahnya masing-masing.

"Lebih baik jika kita langsung yang mengaji. Ganti ngaji kaset dengan ngaji sendiri," tegasnya, Senin (22/6) lalu dalam kegiatan safari Ramadhan NU Pringsewu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kiai Hambali yang juga Ketua MUI Kabupaten Pringsewu menambahkan, bahwa fenomena ngaji melalui kaset memang sudah menjadi budaya di tengah masyarakat Indonesia. 

Disatu sisi menurutnya, hal tersebut memang dapat menjadi sarana syiar Islam di setiap daerah. Namun di sisi lain, kebiasaan atau budaya tersebut juga perlu di evaluasi dan dikaji lagi dari sisi manfaat dan mudharatnya.

"Jangan sampai suara kaset ngaji menggangu kenyamanan dan istirahat orang lain yang disebabkan volume suara yang berlebihan," katanya. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Menurutnya, akan lebih mendapatkan fadhilah apabila ummat Islam membaca maupun mendengarkan langsung bacaan Al-Quran dari pada melalui kaset. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pemurnian Aqidah, PonPes VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam

Jakarta, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah yang tidak kunjung usai membuat prihatin banyak pihak. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa kekerasan bukanlah solusi untuk mengajak Ahmadiyah kembali ke jalan yang benar.

Ia menyatakan masih ada jalan atau solusi terbaik untuk mengajak mereka kembali ke ajaran Islam ahlussunnah, yakni dengan berdialog. "Saya dari NU, siap berdiskusi, berdialog dengan Ahmadiyah. Tapi diskusi yang obyektif, bukan dengan mencaci maki atau melecehkan," ujar pria yang akrab disapa Kang Said ini kepada VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth, Sabtu 22 Januari 2011.

Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam

Kang Said yakin bahwa dengan diskusi yang obyektif, Ahmadiyah bisa menerima dengan baik ajakan untuk kembali ke ajaran Islam ahlussunnah. "Insya Allah kalau nanti hasilnya separuh dari kelompok Ahmadiyah kembali ke ahlussunah, ya alhamdulillah. Saya tidak menarget seratus persen kembali ke ahlussunnah," tambah pria kelahiran Cirebon ini.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sebagai contoh, ia menceritakan bahwa sebelumnya telah pada 9 November 2007 berhasil membuat Nabi Mushaddeq bertaubat dari pengakuannya sebagai seorang nabi. "Dalam dialog nanti saya ingin dengar terlebih dulu Islam seperti apa pemahaman Islam mereka. Setelah itu barulah berdiskusi. Saya akan menghargai pendapat mereka," tambah Kang Said.

Kekerasan yang dilakukan terhadap Ahmadiyah -menurut Kang Said- justru akan membuat Ahmadiyah menjauh dari Islam. "Kalau orang (Ahmadiyah, red) dicaci maki, apalagi sampai dikerasi, dipukuli, dibunuh, diusir, rumahnya dirusak, justru akan semakin fanatik dan menjauh dari kita," tegas Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pendidikan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Minggu, 17 Desember 2017

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Mengingat bahwa di era modern ini mobilitas seseorang sangat tinggi dari satu daerah ke daerah lain, maka bagi seorang Muslim, memahami tatacara shalat dalam perjalanan menjadi penting. Hal ini untuk tetap mampu menjaga shalat wajib ataupun shalat lain yang sudah menjadi rutinitas.

Di masyarakat kita, sembahyang dhuha adalah salah satu amalan yang banyak dilakukan dan bahkan ada yang merutinkan. Berdasarkan beberapa sumber fikih, hukum shalat dhuha ini adalah dianjurkan (mustahab).

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Shalat Sunah di Atas Kendaraan

Pertanyaannya, bagaimana melakukan shalat-shalat sunah yang dianjurkan ini saat berkendara di perjalanan? Dalam suatu riwayat dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah disebutkan oleh Jabir bin Abdillah melakukan shalat sunnah di atas kendaraan, tanpa menghadap kiblat.

? ? -? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ?

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Artinya, “Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat.”

Kisah lain menuturkan, suatu ketika sahabat Anas bin Malik RA sedang menuju Syam. Ia disambut oleh warga setempat. Tapi warga tersebut, yang dalam Irsyadus Sari li Syarhi Shahihil Bukhari karya Imam Al-Qasthalani adalah saudara dari Muhammad bin Sirin seorang tokoh tabi’in, melihat Anas bin Malik shalat mengendarai keledai, tapi wajahnya tidak menghadap kiblat.

“Aku melihatmu shalat, tapi tidak menghadap kiblat,”

“Kalau aku tidak melihat Nabi melakukan seperti itu, aku tidak akan melakukannya juga,” terang Anas bin Malik.

Dari dua riwayat ini, kasus bapak sepuh yang ditemui Jumari tadi menemui maksudnya. Shalat sunah di kendaraan, meskipun tidak menghadap kiblat, itu boleh dilakukan. Selain itu, pelaksanaannya pun bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada, seperti dilakukan dengan duduk dan tanpa wudhu, yakni hanya dengan bertayamum. Tapi ingat, ini untuk shalat sunah saja.

Untuk menjaga keamanan berkendara, jangan melakukan hal seperti ini saat mengemudi kendaraan di jalanan atau menjadi sopir. Shalat sunah apapun bisa dilakukan semisal Anda ingin sembahyang saat naik dokar, angkot, bus sambil dibonceng di motor, dan sebagainya, sekiranya nyaman dan tidak berlebihan. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Pemurnian Aqidah, Nusantara VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Sabtu, 09 Desember 2017

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik

Probolinggo, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth - Pondok pesantren mampu merepresentasikan apa yang menjadi cita-cita masyarakat. Pondok pesantren mampu mengajak para santri melangkah lebih maju untuk berkreasi dan inovasi, salah satunya seni membatik.

Demikian disampaikan Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari ketika menghadiri haflatul ikhtibar Ke-XII wisuda MI, MA dan SMK Amtsilati Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, Ahad (21/5).

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darul Mukhlasin Didik Santri Keterampilan Membatik

Menurut Tantri, selain menuntut ilmu pendidikan, siswa dan siswi haruslah diimbangi dengan ketrampilan agar mampu berkreasi dalam rangka membantu menghadapi tantangan zaman.

“Salah satu parameter dan tumpuan harapan adalah tujuan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Darul Mukhlasin dengan mencetak karakter anak-anak muda yang tangguh dan bekerja keras,” jelasnya.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Tantri menerangkan, pendekatan enterpreneur menjadi ikhtiar untuk memajukan pondok pesantren yang memiliki pemanfaatan bagi pondok maupun masyarakat. Ikhtiar para guru, ustadz, dan ustadzah mencetak karakter anak-anak muda yang berkualitas, berkreasi, dan berinovatif diimbangi dengan iman dan ilmu.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Hanya iman dan ilmu yang dapat mengantarkan menjadi manusia yang utuh dan mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin maju dan berkembang dengan pesat,” pungkasnya.

Sementara Pengasuh Pesantren Darul Mukhlasin KH Mahfudz Basya mengharapkan agar ilmu yang didapat para santri menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat di tengah masyarakat. “Semoga kegiatan ini bisa memberikan motivasi bagi para santri yang diwisuda sehingga bisa terus berkarya di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Tantri juga melihat dari dekat hasil kreatifitas siswa dan siswi berupa seni membatik dan produk makanan para siswa dan siswi Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Darul Mukhlasin. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kyai, Sholawat, Hikmah VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Senin, 04 Desember 2017

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati

Jedah, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia bersepakat menyusun sistem baru bagi warga negara Indonesia yang akan bekerja di Saudi. Sistem baru itu meliputi mekenisme satu pintu penerbitan visa kerja, penetapan tujuh jabatan tertentu bagi WNI yang bekerja di sektor domestik, penghapusan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT), mekanisme perlindungan 24 jam.

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati

Di samping itu, juga disepakati fungsi ketenagakerjaan pada perwakilan RI di Saudi memiliki kewenangan melakukan penanganan langsung terhadap ekspatriat RI yang mengalami masalah di Saudi.

Demikian beberapa pokok kesepakatan antar kedua negara yang ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri dan Menteri Ketenagakerjaan dan Pembangunan Sosial Saudi Arabia Ali Bin Nasser Al-Ghufais di Jedah, Senin (16/10). 

Dalam kesempatan itu dicapai juga komitmen kedua negara untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ekspatriat RI yang selama ini telah bekerja di Saudi Arabia sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan sistem baru dimaksud. Mengenai moratorium, kedua negara bersepakat untuk tidak melakukan evaluasi yang bertujuan mencabutnya.

“Jadi, kami bersepakat bahwa moratorium pengiriman PLRT dari Indonesia ke Saudi tidak akan pernah dicabut. Ini keputusan terbaik. Ke depan akan di bangun sistem baru dimana ekspatriat Indonesia yang bekerja di Saudi harus berdasarkan jabatan-jabatan tertentu”, terang Menteri Hanif.

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Saya menggunakan istilah ekspatriat ini, atas saran dari Pak Dubes Agus (Agus Maftuh Abegebriel). Ini bukan sekedar ganti istilah baru, lebih dari itu, di dalamnya tercermin tekad pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi WNI yang akan bekerja di luar negeri,” tegas Hanif.

Sebagai Menteri Ketenagakerjaan, Hanif menegaskan dirinya berkepentingan mendorong kesadaran Bangsa Indonesia menempatkan pasar kerja internasional sebagai salah satu pilihan kebijakan untuk mensejahterakan rakyat. 

“Benar bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah, yang dengan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Dan sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnya pula memiliki rencana strategis mengembangkan pengaruh di seluruh dunia”, katanya.

Hanif melihat, pasar kerja internasional sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, sekaligus mengembangkan pengaruh Indonesia di tingkat dunia. Karena itu, ekspatriat Indonesia yang bekerja di luar negeri, harus dibekali dengan kompetensi yang cukup handal. 

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

“Ibu saya pernah bekerja sebagai TKW selama enam tahun di Saudi. Saya tahu betul bagaimana susahnya bekerja di luar negeri tanpa keterampilan. Menjadi komitmen saya untuk tidak lagi membiarkan anak-anak bangsa kita bekerja ke luar negeri tanpa skill. Itulah kenapa kesepakatan dengan pemerintah Saudi ini penting. Karena ke depan, dengan kesepakatan ini, hanya WNI yang memiliki kompetensi yang boleh bekerja di sini (Saudi Arabia),” tambahnya.

Duta Besar Luar Biasa Dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Saudi Arabia, Agus Maftuh Abegebriel menambahkan kedua negara menyepakati upaya penyelesaian berbagai masalah yang menimpa ekspatriat Indonesia yang selama ini telah bekerja di Saudi.

“Tadi, juga disepakati akan disusun mekanisme dan tim kerja bersama antar kedua negara, untuk menyelesaikan berbagai masalah ekspatriat Indonesia yang selama ini telah bekerja di sini (Saudi). Selama ini penangan masalah ekspatriat Indonesia masih bersifat parsial, semata atas inisiatif sebagai wujud tanggungjawab perwakilan RI. Nah, nanti harus komprehensif oleh kedua Negara,” jelas Agus.

Hal lain yang ditekankan Agus, bahwa tidak boleh lagi ada kekerasan dalam semua bentuknya kepada ekspatriat Indonesia.

“Untuk ke depan, saya tadi tegaskan kepada Menaker Saudi, tidak boleh lagi ada kekerasan dalam semua bentuknya kepada para ekspatriat Indonesia. Saya minta jaminan itu. Dan, tadi Menaker Saudi berkomitmen untuk melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang melakukan kekerasan kepada ekspatriat Indonesia di Saudi,” terang Dubes yang fasih berbahasa Arab dan Inggris ini. 

Direktur Jenderal Binapenta RI Maruli Apul Hasoloan mengatakan, setelah penandatangan kesepakatan ini, akan dilanjutkan pembahasan detail tehnik pelaksanaan sistem baru oleh tim bersama kedua negara. Paling lambat dalam enam bulan ke depan, masing-masing tim akan melaporkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan di kedua negara. Hasil kerja tim bersama ini akan menentukan apakah sistem baru tersebut layak diimplementasikan atau harus disempurnakan lagi sebelum dilaksanakan.

“Jangan dipahami setelah tadi kesepakatan ditandatangani kedua menteri, lalu besok penempatan baru sudah bisa dilaksanakan. Masih ada tahap pembahasan teknis oleh tim dari kedua negara. Meskipun level teknis, bisa saja nantinya tim merekomendasikan untuk tidak dilakukan penempatan baru, jika dirasa tidak ada perlindungan yang lebih baik untuk ekspatriat kita di Saudi”, jelas Dirjen Maruli. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Sholawat, Jadwal Kajian, Pertandingan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Jumat, 01 Desember 2017

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM

Surabaya, VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansah dan Universitas Islam Malang (Unisma) sepakat melakukan kerja sama peningkatan kapasitas, kuantitas dan kualitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dibina Muslimat NU.

Khofifah berharap kerjasama itu menjadi pemacu program ekonomi Muslimat yang saat ini telah dimiliki 131 koperasi primer berbadan hukum dan induk koperasi, serta 6 ribu kelompok usaha bersama dan 84 kelompok kecakapan hidup yang mengedepankan life skill.

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Gandeng Unisma Kembangkan UKM

“Saat ini untuk pemasarannya, sudah dimediasi oleh PT UKM Indonesia. Sedangkan, Unisma nantinya diarahkan pada penelitian produk, manajemen dan penataan produk yang harus dikembangkan. Misalnya, dengan mengantongi izin dari BP POM,” katanya di Surabaya,? Rabu (27/6).

Untuk menunjang kerjasama ini, Khofifah mengaku kini telah menyiapkan 22 outlet yang bergerak untuk pengembangan UKM Muslimat NU yang bergerak untuk pemasaran program disektor agro.

“Jadi tidak hanya produk milik muslimat yang akan dikembangkan tapi ada produk lain yang nantinya diharapkan bisa mebantu pengembangkan outlet ini,” ungkap Khofifah yang mengaku di Jatim sudah ada lima daerah rintisan yang nantinya akan mengembangkan program ini. (Duta)



VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Dari Nu Online: nu.or.id

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth Kiai, Sholawat VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan VOA ISLAM : Voice of Al Islam - Voice of the Truth dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock